Richie Irvanto Ciandra 100 111 247 Ruang 13

LEMBAR KERJA DISKUSI TUTORIAL

Kata Sulit
Kata sulit
Heartburn

Definisi Sementara
  Rasa Panas dalam Perut Rasa nyeri dalam dada

Definisi Pasti
Gejala esofageal terdiri dari sensasi hangat atau terbakar pada retrosternal dan terjadi secara bergelombang serta cenderung bergerak naik menuju leher Kurang atau kegagalan pencernaan

Indigestion

Spider navie

Ketidaksanggupan mencerna  Kurang atau gagalnya pencernaan Bercak merah seperti laba-laba 

Epigastrium

Nyeri Rekuren

Eritema Palmar

Kemerahan pada permukaan telapak tangan

Aspirin

Pemeriksaan Per RT

Pelebaran kapiler superfisial dimana pembuluh darah memancar seperti labalaba yang dihubungkan dengan kehamilan dan penyakit hati Daerah perut bagian tengah atas yang terletak di dalam angulus infrasternal  Nyeri yang bergerak kembali menuju sumbernya  Nyeri yang kembali lagi setelah remisi Kemerahan pada telapak tangan yang menetap akibat kongesti pembuluh kapiler Acetylsalicylic acid, suatu obat yang memiliki efek anti-inflamasi, analgetik, dan antipiretik Pemeriksaan Rectal Touch

Kata/Kalimat Kunci
Kata/Kalimat Kunci Ny Lania, Usia 60 tahun Keluhan: Muntah darah Mengkonsumsi tablet Aspirin dan antasida Nyeri epigastrium, hati, dan limpa tidak teraba Tekanan Darah 100/60 mmHg Suhu 36,5⁰C Nadi 105 kali/menit Pemeriksaan jantung, paru, dan ekstremitas normal Pemeriksaan per RT terdapat kotoran yang berwarna hitam Frekuensi napas 20 kali/menit Indigestion Heartburn Nyeri Rekuren Masalah   

Identifikasi Masalah
1. Anatomi saluran cerna atas 2. Anamnesis dan pemeriksaan fisik/penunjang 3. Diagnosis dan diagnosis banding 4. Patofisiologi 5. komplikasi 6. Penatalaksanaan

Anamnesis
1. Identitas 2. Keluhan utama : muntah darah 3. Keluhan tambahan : nyeri epigastrium 4. Riwayat penyakit sekarang

5. Riwayat penyakit dahulu : nyeri bahu ringan 6. Riwayat pekerjaan 7. Riwayat pemakaian pengobatan 8. Riwayat penyakit keluarga

Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum : 2. Denyut nadi dan tekanan darah 3. Tanda penyakit hati dan kronis 4. Tanda-tanda keganasan 5. Pemeriksaan abdomen

Pemeriksaan Penunjang
1. Tes darah 2. Hitung darah lengkap 3. Foto toraks 4. Endoskopi 5. Pencitraan usus halus 6. CT-scan kepala 7. EKG

Diagnosis Kerja dan Diagnosis Banding
Diagnosis Kerja Gastritis Akut Diagnosis Banding Gastritis Kronik Ulkus peptikum Esofagitis Tumor esofagus

Patofisiologi
Mekanisme muntah Muntah adalah proses refleks yang sangat terkoordinasi, yang mungkin didahului oleh peningkatan air liur dan dimulai dengan muntah-muntah secara tidak sengaja. Penurunan diagfragma yang hebat dan kontriksi otot-otot perut dengan relaksasi bagian kardia lambung, secara aktif mendesak isi lambung kembali ke esofagus. Proses ini dikoordinasikan oleh pusat muntah di dalam medula, yang dipengaruhi langsung oleh inervasi serabut aferen dan secara tak langsung oleh daerah picu kemoreseptor dan pusat-pusat SSP yang lebih tinggi. Mekanisme muntah darah Terjadi destruksi sawar mukosa lambung. aspirin merusak mukosa lambung mengubah permeabilitas sawar epitel, sehingga memunggkinkan difusi balik asam klorida yang mengakibatkan kerusakan jaringan, terutama pembuluh darah. Histamin dikeluarkan, merangsang sekresi asam dan pepsin lebih lanjut dan meningkatkan permeabilitas kapiler terhadap protein. Mukosa menjadi edema, dan sejumlah besar protein plasma dapat hilang. Mukosa kapiler dapat rusak, mengakibatkan terjadinya hemoragi intertisial dan perdarahan. Mekanisme kerja aspirin • • • Mengasetilasi enzim siklooksigenasi dan menghambat pembentukan enzim cyclic endoperoxidase Menghambat sintesa tromboksan A-2 (TXA-2) di dalam trombosit, sehingga akhirnya menghambat agregasi trombosit Menginaktivasi enzim-enzim pada trombosit tersebut secara permanen. Penghambatan inilah yang merupakan cara kerja aspirin dalam pencegahan stroke dan TIA (Transient Ischemic Attack). Pada endotel pembuluh darah menghambat pembentukan prostasiklin. Hal ini membantu mengurangi agregasi trombosit pada pembuluh darah.

Penyebab heartburn Heartburn disebabkan adanya gangguan motorik pada esofagus. Dimana terjadi inkompetensi LES (Lower Esophagus Sfingter), yang memungkinkan refluks isi lambung yang asam ke dalam esofagus (gastroesophageal reflux disease). Penyakit ini umumnya menyebababkan panas di dada (heartburn) dan esofagitis serta dapat menimbulkan ulkus dan striktur esofagus akibat jaringan parut. Berbagai mekanisme pertahanan mukosa lambung  Sekresi mukus oleh sel epitel permukaan

 Sekresi bikarbonat ke dalam mukus permukaan, untuk menciptakan lingkungan permukaan mikro yang bersifat penyangga (dapar)  Sekresi cairan yang mengandung asam dan pepsin dari gastric pits sebagai “jet” (semburan) menembus lapisan mukus, masuk ke lumen secara langsung tanpa berkontak dengan sel epitel permukaan  Regenerasi epitel lambung yang cepat  Aliran darah mukosa yang deras, untuk menyapu ion hidrogen yang berdifusi balik ke dalam mukosa dari lumen dan untuk mempertahankan aktivitas metabolik dan regeneratif sel yang tinggi  Pengeluaran prostaglandin oleh mukosa, yang membantu mempertahankan aliran darah mukosa

Skema
Terganggunya sistem pertahanan

Aspirin

Menghambat sintesa prostaglandin Perangsangan saraf simpatis

Gastritis

HCL

Destruksi sawar mukosa

Muntah

Muntah Darah

Komplikasi
 Perdarahan saluran cerna bagian atas berupa hematemesis dan melena, dapat berakhir sebagai syok hemoragik.  Kehilangan cairan dan elektrolit. Hipokalemia karena konsentrasi kalium dalam getah lambung lebih tinggi dari plasma.  Komplikasi lanjut ulkus peptikum dan kanker lambung misalnya adenokarsinoma yang berasal dari sel-sel kelenjar dalam mukosa.

Penatalaksanaan
• Nonfarmakologi  Menghilangkan etiologinya  Diet lambung, dengan porsi kecil dan sering • Farmakologi  Antagonis reseptor H2  Inhibitor pompa proton  Antikolinergik  Antasid

Referensi
Kamus Kedokteran Dorland Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Kapita Selekta Kedokteran FK UI Patofisiologi Prince and Wilson Patologi Robbins Farmakologi dan Terapi FK UI

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful