DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ABSTRAK ABSTRACT LEMBAR PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR LEMBAR PERSEMBAHAN DAFTAR

ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Kegunaan Penelitian BAB II KAJIAN TEORETIS, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hakikat Belajar 2.1.2 Hakikat Hasil Belajar 2.1.3 Hakikat Pendekatan Ekspositori 2.1.4 Hakikat Pendekatan CTL 2.1.4.1 Pengertian Pendekatan CTL 2.1.4.2 Karakteristik Pendekatan CTL 23
ix

i ii iii iv v vi vii viii xii xiii xiv

1 5 5 6

7 7 10 12 16 16

2.1.4.3 Langkah – Langkah Penerapan CTL di Kelas 2.1.5 Hakikat Memahami Dasar – Dasar Elektronika 2.1.5.1 Resistor 2.1.5.1.1 Macam – Macam Resistor

28 30 32 32

2.1.5.1.2 Konsep Rangkaian Seri dan Paralel Pada Komponen R 2.1.5.2 Kapasitor 2.1.5.2.1 Prinsip Pembentukan Kapasitor 2.1.5.2.2 Macam – Macam Kapasitor 2.1.5.2.3 Sifat – Sifat Kapasitor 2.1.5.2.4 Memilih Kapasitor 2.1.6 Hakikat Pembelajaran CTL Dalam Standar Kompetensi Memahami Dasar – Dasar Elektronika 2.2 Kerangka Berpikir 2.3 Hipotesis Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Metode Penelitian 3.3 Rancangan Penelitian 3.3.1 Rencana Pelaksanaan Penelitian 3.3.2 Desain Penelitian 3.4 Populasi dan Sampel Penelitian 3.5 Variabel Penelitian 3.5.1 Hasil Belajar Standar Kompetensi Memahami Dasar – Dasar Elektronika 3.5.1.1 Definisi Konseptual
x

37 40 40 45 45 46

48 50 52

53 53 54 54 55 56 57

57 57

3.5.1.2 Definisi Operasional 3.5.2 Model Pembelajaran CTL 3.5.2.1 Definisi Konseptual 3.5.2.2 Definisi Operasional 3.5.3 Model Pembelajaran Ekspositori 3.5.3.1 Definisi Konseptual 3.5.3.2 Definisi Operasional

58 58 58 58 60 60 60

3.6 Bahan dan Alat 3.7 Instrumen Penelitian 3.8 Teknik Pengumpulan Data 3.9 Uji Coba Instrumen 3.9.1 Validitas Instrumen Penelitian 3.9.2 Reliabilitas Instrumen 3.9.3 Taraf Kesukaran 3.9.4 Daya Pembeda Soal 3.10 Teknik Analisis Data 3.10.1 Uji Persyaratan Analisis 3.10.1.1 Uji Normalitas 3.10.1.2 Uji Homogenitas 3.11 Pengujian Hipotesis 3.12 Hipotesis Statistik BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Data Pretest Siswa yang Menggunakan Metode CTL pada Standar Kompetensi Memahami Dasar – Dasar Elektronika 4.1.2 Data Pretest Siswa yang Menggunakan Metode Belajar ekspositori pada Standar Kompetensi Memahami Dasar – Dasar Elektronika Kejuruan
xi

61 62 62 63 64 65 66 68 66 69 69 70 71 72

74

74

76

4.1.3 Data Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Belajar ekspositori pada Standar Kompetensi Memahami Dasar – Dasar Elektronika Kejuruan 4.1.4 Data Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Belajar ekspositori pada Standar Kompetensi Memahami Dasar – Dasar Elektronika Kejuruan 80 78

4.1.5 Uji Persyaratan Analisis 4.1.5.1 Uji Homogenitas Variansi Populasi F hitung < F table 4.1.5.2 Uji Normalitas 4.1.6 Hasil Pengujian Hipotesis 4.2 Pembahasan 4.2.1 Analisis Penelitian 4.1.2 Keterbatasan Penelitian BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

82

82 83 83 84 84 87

88 89 90 92

Belajar menurut Hintzman adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme, manusia atau hewan, disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku (behavior change) pada organisme tersebut.2 Perubahan tingkah laku tersebut karena usaha individu yang bersangkutan. Menurut Nasution, belajar adalah suatu proses yang menimbulkan kelakuan baru atau mengubah kelakuan lama sehingga seorang lebih mampu untuk menghadapi situasisituasi dalam hidupnya.6 Seperti yang dikemukakan oleh Bloom yang dikutip oleh Panji bahwa hasil belajar siswa di sekolah merupakan hasil daripada kualitas pengajaran dan kemampuan individu

Menurut Hintzman (1978) belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme, manusia atau hewan, disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut. Jadi dalam pandangan Hintzman, perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru dapat dikatakan belajar apabila mempengaruhi organisme. Hintzman juga mengatakan pengalaman hidup sehari-hari dalam bentuk apapun sangat memungkinkan untuk diartikan sebagai belajar. http://pusdiklat.depnakertrans.go.id/index.php?hal=ruang_belajar.php

Nasution (2003: 93), Gaya belajar merupakan cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang siswa dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir dan memecahkan soal. http://blog.elearning.unesa.ac.id/tag/gaya-belajar-menurutnasution

Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya. http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom

Metode pembelajaran ekspositori adalah metode pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.

Metode ekspositori a d a la h me t o d e p e mbe la ja r a n ya ng d ig u na k a n d eng anme mber ik an ket erang an t er lebih d ahu lu d efin is i, p r ins ip d an ko nsep mat er i p elajar an sert a member ik an c o n t o h - c o n t o h l a t i h a n p e m e c a h a n m a s a l a h d a l a m bent uk ceramah, demonstrasi, t an ya jawab dan penugasan. Siswa mengikut i pola y a n g d i t e t a p k a n o l e h g u r u s e c a r a c e r m a t . P e n g g u n a a n m e t o d e e k s p o s i t o r i merupakan metode pembelajaran mengarah kepada t ersampaikannya isi pelajarankepada siswa secara langsung. http://www.scribd.com/doc/23359685/Metode-Ekspositori-Adalah-MetodePembelajaran-Yang-Digunakan-Dengan-Memberikan-Keterangan-TerlebihDahulu-Definisi

Johnson yang dikutip oleh Fima menyatakan pembelajatan

Johnson yang dikutup oleh Fima diharapkan belajar dengan cara

kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan ajar yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadi, sosial dan budayanya”

mengalamimenyatakan pembelajaran kontekstual sendiri bukan menghapal.merupakan suatu proses pendidikan yang Meskipun semua metode berpusatbertujuan mambantu siswa melihat makna pada peserta http://www.slideshare.net/methodepenelitian095a/jurnalmetlit

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful