UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

FM-UII-AA-FKA-07/R2

MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA
Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005

MODUL II STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM A. PETUNJUK UMUM [5]
Ketentuan umum memuat penjelasan tentang langkah-langkah yang akan ditempuh dalam perkuliah, sebagai berikut :
1.

Tujuan Pembelajaran [2] Setelah perkuliahan berakhir, mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan pengertian kepemimpinan dan teori kelahiran kepemimpinan.

2. Materi a. Pengertian kepemimpinan b. Pengertian kepemimpinan Islam, dan c. Teori kelahiran pemimpin
3.

Indikator Pencapaian [3] a. Mahasiswa dapat mengemukakan pengertian kepemimpinan dan kepemimpinan Islam b. Mahasiswa dapat mengemukakan dan menjelaskan teori-teori kelahiran pemimpin.

4. Sumber a. Aunur Rohim Fakih, dk., 2001, Kepemimpinan Islam, UII Press, Yogyakarta. b. Bachrub Rangkuti, Kepemimpinan Muhammad Rasulullah, t.p. c. Hadari Nawawi, 1993, Kepemimpinan Menurut Islam, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. d. Mochammad Teguh, dkk., 2001, Latihan Kepemimpinan Islam Tingkat Dasar [LKID], UII Press, Yogyakarta. e. Imam Mujiono, 2002, Kepemimpinan dan Keorganisasian, UII Press, Yogyakarta. Strategi Pembelajaran [4] Strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses perkuliahan dengan pendekatan Active Debat. Skenario kelas : dengan waktu 100 menit, langkahlangkah dilakukan, sebagai berikut:
5.

Versi

: 1

Revisi : 2

Halaman : 1 dari: 14

surulah “juru bicara” dari kelompok “penyaji” untuk Kelompok DOSEN menyampaikan argumen-argumennya. dan [4] kelompok kelima sebagai “penengah”. Langkah pertama. Sebelum debat dilaksanakan. Mahasiswa diharuskan untuk membaca dan memahami materi ini agar memudahkan “debat”. [2] kelompok kedua dan ketiga ditentukan sebagai “kontra” atau “penyangga”. Masing-masing kelompok terdiri 10 [sepuluh] mahasiswa atau lebih [waktu 5 menit].UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 a. e. b. d. Penengah Langkah kedua. Langkah ketiga. Materi kuliah telah diberikan kepada mahasiswa 1 [satu] minggu sebelum perkuliahan. Setting kelas [gambar 1]. kelas dibagi menjadi 5 [lima] kelompok. d. Secara acak akan ditugaskan [1] kelompok pertama ditetapkan sebagai penyaji. Dalam kegiatan “debat”. Setelah masing-masing tim atau kelompok telah selesai mediskusikan materi tersebut Kelompok DOSEN Kontra dan telah menemukan problem atau DOSEN masalah untuk disampaikan. mintalah kolompok “pembela” untuk menyampaikan argumentasi pembelaannya dan buatlah situasi debat antara kelompok konta dengan kelompok “pembela” dan sesekali meminta : 1 Revisi : 2 Halaman : 2 dari: 14 Versi . [3] kelompok keempat sebagai “pembela” kelompok pertama. Atau Penengah setting kelompok. Sebelum debat dimulai dosen menyajikan “global materi” kuliah yang akan didebatkan kepada mahasiswa dalam bentuk ceramah [waktu 10 menit]. c. melihat situasi kelas dan jumlah mahasiswa. meminta kelompok kontra [2 dan 3 ] meberikan atau menyampaikan “konter argumentnya” dan buatlah situasi debat anatar “penyaji” dengan “konta” dan sesekali meminta argumentasi dari kelompok “penengah”. mintalah DOSEN masing-masing tim atau kelompok menetukan “juru bicaranya” dan kemudian Kelompok Kelompok Penyaji Kontra mintalah tiap-tiap tim atau kelompok Gambar 1 Setting kelas mendikusikan materi pada kelompoknya sendiri dan merumuskan argumanKelompok Kelompok argumen dari hasil diskusinya [butuh 10 Pembela Kontra Kelompok menit]. dihentikan dan seting kelas dibuat dalam situasi yang Kelompok Pembela berbeda [gambar 2] Kelompok Gambar 2 Mulailah “perdebatan” dan dalam Penyaji Setting kelas Ke-2 “perdebatan” ini dosen bertindak sebagai Kelompok Kontra pemandu.

c. mahasiswa dapat mempelajari materi yang tertera di bagian pertama lembar kegiatan belajar. Kegiatan Belajar a. Doronglah peserta yang lain untuk mencatat juru-juru debat mereka dengan berbagai argumen atau bantahan yang disarankan kepada juru bicaranya. berarti mahasiswa telah mencapai Tujuan Pembelajaran dalam pembahasan materi ini. doronglah semua mahasiswa untuk menyambut dengan applaus atas “debat” yang telah dilakukan . Kemudian disimpulkan dan berilah komentar tentang permasalah yang diajukan dalam perdebatan tersebut serta buatlah diskusi seluruh kelas tentang apa yang telah dipelajai oleh mahasiswa tentang persoalan dari pengalaman debat itu dan kemudian rumuskan argumen-argumen terbaik yang dibuat kedua kelompok [“penyaji” dan “kontra”] debat tersebut. Ketika dianggap perdebatannya sudah cukup. Kegiatan selanjutnya ialah mahasiswa mengerjakan latihan-latihan yang tercantum dalam lembar kegiatan belajar. b. terlebih dulu mahasiswa membaca Tujuan Pembelajaran. sehingga dapat diketahui seberapa jauh Tujuan Pembelajaran dalam pembahasan materi dapat tercapai. Sebelum menutup perkuliahan. Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 3 dari: 14 . mahasiswa diminta mengerjakan test [post test]. 7. Evaluasi a. Apabila mahasiswa dapat menjawab 70% dari soal-soal test dengan betul. akhiri perdebatan tersebut dan gambungkan kembali seluruh kelompok tersebut dalam lingkaran penuh. Sebelum mempelajari materi ini. Setelah mahasiswa mengetahui Tujuan Pembelajaran. setelah itu tutup kuliah dengan membaca do’a [butuh waktu 20 menit]. Setelah kegiatan belajar dan kegiatan latihan berakhir.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 argumentasi dari kelompok “penengah”. Juga. 6. b. doronglah mereka unruk menyambut dengan applaus terhadap argumen-argunen dari wakil atau juru bicara tim mereka [waktu 60 menit]. f.

Tetapi. 2] Wexley & Yuki [1977]. Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut : 1] Koontz & O’donnel. berman sepek bola. mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya. Terry.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 B. kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga. ada teman dan ada kegiatan dan sasarannya. kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang. 4] Pendapat lain. 3] Georger R. MATERI KULIAH BEBERAPA DEFINISI KEPEMIMPINAN. karena ada unsur “mengajak” dan mengkoordinasi. Pengertian Kepemimpinan Secara sederhana. dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka. KEPEMIMPINAN ISLAM dan TEORI KELAHIRAN PEMIMPIN 1. Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 4 dari: 14 . dalam merumuskan batasan atau definisi kepemimpinan ternyata bukan merupakan hal yang mudah dan banyak definisi yang dikemukakan para ahli tentang kepemimpinan yang tentu saja menurut sudut pandangnya masing-masing. Pada pengertian yang sederhana orang tersebut telah melakukan “kegiatan memimpin”. apabila berkumpul tiga orang atau lebih kemudian salah seorang di antara mereka “mengajak” teman-temannya untuk melakukan sesuatu [Apakah: nonton film. dan lain-lain]. kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orangorang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama.

Unsur-unsur yang mendasari Unsur-unsur yang mendasai kepemimpinan dari definisi-definis yang dikemukakan di atas. para ahli kepemimpinan merumuskan definisi.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 Dari keempat definisi tersebut. adalah: [1] Kemampuan mempenga ruhi orang lain [kelom pok/bawahan]. Dari beberapa definisi di atas. kepercayaan. [4] Ott [1996].al. [2] Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 5 dari: 14 kemampuan mengajak. yaitu: a. [5] Locke et. kepemimpinan adalah kemampuan [3] Davis [1977]. para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan. kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan [2] John Pfiffner. membujuk dan . mendefinisikan kepemimpinan merupakan proses membujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama Dari kelima definisi ini. memotivasi. kemampuan mengkoordinasi. [1991]. Definisi lain. sebagai berikut: [1] Fiedler [1967]. dan khususnya perilaku orang lain. mendefinisikan mengkoordinasikan dan memotivasi orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang di kehendaki. dapat disimpulkan bahwa sudut pandangan yang dilihat oleh para ahli tersebut adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap. mempengaruhi orang lain. kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat . ada beberapa unsur pokok yang yang ada dalam mendasari atau sudut pandang dan sifat-sifat dasar merumuskan definisi kepemimpinan.

[3] [iklim] yang mampu memenuhi dan sekaligus Kemampuan untuk Kemampuan untuk menimbulkan dan melakukan tindakan dalam suatu cara yang dapat mengembangkan suasana mengendalikan motivasi-motivasi [Tatang M. [2] Kemampuan berpikir abstrak [abilitiy in abstrakct thinking]. artinya proses kepemimpinan lebih dari sekedar menduduki suatu otoritas atau posisi jabatan saja. Amirin. [2] menggugah semangat dan memberi inspirasi. Kemudian dari definisi Locke. 1983:15]. Pendapat lain. tersirat premis bahwa para pemimpin yang efektif harus mengetahui bagaimana membangkitkan inspirasi dan berelasi dengan para pengikut mereka. dapat dikategorikan kepemimpinan menjadi 3 [tiga] elemen dasar. 2] Kepemimpinan merupakan suatu proses. [3] Memiliki kestabilan emosi [emosional stability]. Paling tidak. dapat dikatakan bahwa kecakapan memimpin mencakup tiga unsur kecakapan pokok. [3] Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sifat dasar kepemimpinan Sifat-sifat yang mendasari kepemimpinan adalah kecakapan memimpin. menyatakan bahwa kecakapan memimpin mencakup tiga unsure pokok yang mendasarinya. yaitu: [1] Kecakapan memahami individual. tak ada pemimpin. artinya kepemimpinan hanya ada dalam relasi dengan orang lain. maka jika tiadak ada pengikut atau bawahan. Dalam defines Locke. yang dikemukakan di atas.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 laku orang lain atau kelompok. karena dipandang tidak cukup memadai untuk membuat seseorang Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 6 dari: 14 . yaitu : [1] Seseorang pemimpin harus memiliki kemampuan persepsi sosial [sosial perception]. artinya mengetahui bahwa setiap manusia mempunyai daya motivasi yang berbeda pada berbagai saat dan keadaan yang berlainan. yaitu: 1] Kepemimpinan merupakan suatu konsep relasi [relation consept]. b.

1991. artinya seorang pemimpin harus berusaha mempengaruhi pengikutnya dengan berbagai cara. dkk. Maka menurut Burns [1978]. bahwa untuk menjadi pemimpin seseorang harus dapat mengembangkan motivasi pengikut secara terus menerus dan mengubah perilaku mereka menjadi responsive. paling tidak dapat ditarik kesimpulan yang sama . Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utama seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja. membujuk. penetapan sasaran. dalam 2001:69. artinya seorang pemimpin harus melakukan sesuatu. dan mengkomunikasikan sebuah visi. baik dengan cara mempengaruhi. Dari definisi-definisi di atas. anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan. Mochammad Teguh. Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 7 dari: 14 .. tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya. Locke et. 1995... seperti menggunakan otoritas yang terlegitimasi. restrukrisasi organisasi. 3] Kepemimpinan bearti mempengaruhi orang-orang lain untuk mengambil tindakan.al. memberi imbalan dan hukuman.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 menjadi pemimpin. menciptakan model [menjadi teladan]. seorang pemimpin dapat dipandang efektif apabila dapat membujuk para pengikutnya untuk meninggalkan kepentingan pribadi mereka demi keberhasilan organisasi [Bass. Dengan demikian. yaitu masalah kepemimpinan adalah masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama. memotivasi dan mengkoordinasi.

serta kehendak bebas untuk menggunakan dan memaksimal potensi yang dimilikinya. Manusia di amanahi Allah untuk menjadi khalifah Allah [wakil Allah] di muka bumi [Q. yaitu: [1] mengerjakan semua perintah Allah.S.S. yang bertugas merealisasikan misi sucinya sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta. Konsep amanah yang diberikan kepada manusia sebagai khalifal fil ardli menempati posisi senteral dalam kepemimpinan Islam. juga membangun hubungan baik dengan sesama manusia serta lingkungan yang Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 8 dari: 14 .alBaqarah:31]. [3] ridha [ikhlas] menerima semua hukum-hukum atau ketentuan-Nya.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 2.al-Baqarah:30]. berdua. Logislah bila konsep amanah kekhalifahan yang diberikan kepada manusia menuntut terjalinannya hubungan atau interaksi yang sebaik-baiknya antara manusia dengan pemberi amanah [Allah]. Selain hubungan dengan pemberi amanah [Allah]. keluarga bahkan sampai umat manusia atau kelompok. sudah merupakan fitrah bagia setiap manusia yang sekaligus memotivasi kepemimpinan yang Islami. Konsep ini mencakup baik cara-cara memimpin maupun dipimpin demi terlaksananya ajaran Islam untuk menjamin kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat sebagai tujuannya. Sabda Rasulullah “setiap kamu adalah pemimpim dan tiap-tiap pemimpin dimintai pertanggungjawabannya [responsibelitiy-nya]”. yang meliputi kehidupan manusia dari pribadi. Kepemimpinan Islam. Pengertian Kepemimpinan Islam Imamah atau kepemimpinan Islam adalah konsep yang tercantum dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Manusia yang diberi amanah dapat memelihara amanah tersebut dan Allah telah melengkapi manusia dengan kemampuan konsepsional atau potensi [fitrah] [Q. Sekaligus sebagai abdullah [hamba Allah] yang senantiasa patuh dan terpanggil untuk mengabdikan segenap dedikasinya di jalan Allah. [2] menjauhi semua larangan-Nya.

Konsep Islam.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 diamanahkan kepadanya [Q. Mustafa al-Maraghi. Tuntutannya. kepemimpinan sering dikenal dengan perkataan khalifah yang bermakna “wakil” [QS. dapat ditegaskan bahwa. proses otoritas maupun kegiatan mempengaruhi. mengarahkan dan mengkoordinasi secara horizontal semata. proses otoritas. relasi. maka kita akan hanya menemukan bahwa aspek kepemimpinan itu sebagai sebuah konsep interaksi.S. mengatakan khalifat adalah wakil Tuhan di muka bumi [khalifah fil ardli]. Dalam istilah yang Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 9 dari: 14 . Beberapa Istilah Kepemimpinan dalam Islam Dalam Islam. Jika kita memperhatikan teori-teori tentang fungsi dan peran seorang pemimpin yang digagas dan dilontarkan oleh pemikir-pemikir dari dunia Barat. kepemimpinan Islam adalah suatu proses atau kemampuan orang lain untuk mengarahkan dan memotivasi tingkah laku orang lain. fungsi pemimpin sebagai perencana dan pengambil keputusan [planning and decision maker]. relasi. kepemimpinan dan motivasi [leading and motivation].al-Baqarah:30]. 3. kegiatan mempengaruhi. dalam teori-teori manajemen. Uraian di atas. menyatakan khalifah adalah sosok manusia yang dibekali kelebihan akal. pikiran dan pengetahuan untuk mengatur. pengorganisasian [organization]. pengawasan [controlling] dan lain-lain [Aunur Rahim. dk. mulai popular digunakan setelah Rasulullah saw wafat. mengarahkan dan mengkoordinasi baik secara horizontal maupun vertikal. kepemimpinan sebagai sebuah konsep interaksi. Istilah atau perkataan khalifah ini. 2001:3-4]. serta ada usaha kerja sama sesuai dengan al-Qur’an dan Hadis untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Kemudian.Ali Imran:112]. diperlukan kemampuan memimpin atau mengatur hubungan vertical manusia dengan Sang Pemberi [Allah] amanah dan interaksi horizontal dengan sesamanya. Rasyid Ridla alManar..

Istilah-istilah tersebut. memberi pengertian bahwa kepemimpinan adalah kegiatan menuntun. ulama. yang artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. Ada juga istilah “amir”. Dalam pengertian ini dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Islam secara mutlak bersumber dari Allah swt yang telah menjadikan manusia sebagai khalifah fil ardli. Maka dalam kaitan ini. “Aku akan menciptakan khalifah di bumi. menunjukkan jalan menuju tujuan yang diridhai Allah. 2001:4-5]. cendekiawan. Dikenal pula istilah wali yang disebutkan dalam surat al-Maidah ayat [55]. yang berarti pemuka agam dan pemimpin spritual yang diteladani dan dilaksanakan fatwanya. secara komprehensif [Aunur Rahim. kita merujuk dan mencermati firman Allah swt dalam surat al-Baqarah ayat 30. pemimpin yang memiliki kekuasaan dan kewenangan untuk mengatur masyarakat. tetapi baik pemimpin maupun rakyat [umat] yang dipimpin harus sama-sama mempertanggungjawabkan amanah yang diembannya sebagai seorang khalifah Allah . pemimpin atau tokoh masyarakat yang menjadi tumpuan umat. sementara kami senantiasa bertasbih memuji dan menyucikan Engkau?” Allah berfirman. Apabila. dk. pemerintah. Istilah khalifah dan “amir” dalam kontek bahasa Indonesia disebut pemimpin yang selalu berkonotasi pemimpin formal.. “Aku Mahatahu segala hal yang tidak kemau ketahui”. Mengapa Engkau akan menciptakan makhluk yang akan selalu menimbulkan kerusakan dan pertimpahan darah.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 lain. “Meraka bertanya [keheranan]. Dalam hadis Nabi dikenal istilah ra’in yang juga diartikan pengelolaan dan pemimpin. kepemimpinan juga terkandung dalam pengertian “Imam”. Dikenal pula istilah “ulil amir” [jamaknya umara] yang disebutkan dalam surat al-Nisa [59] yang bermakna penguasa. dimensi kontrol tidak terbatas pada interaksi antara yang memimpin [umara] dengan yang dipimpin [umat]. memandu dan Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 10 dari: 14 .

seseorang akan menjadi pemimpin karena “keturunan” atau ia telah Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 11 dari: 14 . maka si pelaku disebut “pemimpin”. berasal dari kata “pimpin” dengan mendapat awalan “me” yang berarti menuntun. 2001:4-5]. Kemudian berkembang pula istilah “kepemimpinan” [dengan tambahan awalan ke] yang menunjukkan pada aspek kepemimpinan” [Aunur Rahim. Pandangan terori ini bahwa. Dalam Hadis Nabi. dk. Teori Genetik Penganut teori ini berpendapat bahwa. Maka dengan kata lain. mengetuai atau mengepalai. mengajak. “setiap kamu adalah pemimpin” dan terlihat dalam pengalaman sehari-hari manusia telah melakukan unsur-unsur kepemimpinan seperti “mempengaruhi.. “pemimpin itu dilahirkan dan bukan dibentuk” [Leaders are born and not made]. “Untuk memahami kepemimpinan secara empiris. perlu dipahami terlebih dahulu tinjauan segi terminolgi-nya. Pengalaman itu perlu dianalisis untuk mendapatkan pelajaran yang berharga dalam mewujudkan kepemimpinan yang efektif. memotivasi dan mengkoordinasi” sesama mereka. mengepalai. 1988:18]. 4. menunjukkan jalan dan membimbing. Dalam hal ini terdapat 3 [tiga] teori yang menonjol [Sunindhia dan Ninik Widiyanti. a. [b] teori sosial. dan [c] teori ekologis. yaitu [a] teori genetis. Perkataan lain yang disamakan artinya yaitu mengetuai. Sacara etomologi [asal kata] menurut kamus besar Bahasa Indonesia. Teori Kelahiran Pemimpin Para ahli teori kepemimpinan telah mengemukakan beberapa teori tentang timbulnya Seorang Pemimpin.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 Dalam sejarah kehidupan manusia sangat banyak pengalaman kepemimpinan yang dapat dipelajarinya. memandu dan melatih dan dalam bentuk kegiatan. pemimpin adalah orang yang memimpin.

c. Dalam realitas. Teori Sosial Penganut teori ini berpendapat bahwa. Intinya.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 dilahirkan dengan “membawa bakat” kepemimpinan. karena seseorang dilahirkan telah “memiliki potensi” termasuk “memiliki potensi atau bakat” untuk memimpin dan inilah yang disebut dengan faktor “dasar”. setiap orang dapat dididik. karena orang tuanya menjadi raja maka seorang anak yang lahir dalam keturunan tersebut akan diangkan menjadi raja. Penganut teori berkeyakinan bahwa semua orang itu sama dan mempunyai potensi untuk menjadi pemimpin. dan dlatih untuk menjadi pemimpin. asalkan dapat dididik. hanya saja paktor lingkungan atau faktor pendukung yang mengakibatkan potensi tersebut teraktualkan atau tersalurkan dengan baik dan inilah yang disebut dengan faktor “ajar” atau “latihan”. dapat saja terjadi. bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. diajar. diajar dan dilatih untuk menjadi pemimpin. Kemudian bakat tersebut dikembangkan melalui pendidikan. Tiap orang mempunyai potensi atau bakat untuk menjadi pemimpin. teori keturunan ini biasanya dapat terjadi di kalangan bangsawan atau keturunan raja-raja. dan Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 12 dari: 14 . Pandangan penganut teori ini bahwa. seseorang yang menjadi pemimpin dibentuk dan bukan dilahirkan [Leaders are made and not born]. Teori keturunan ini. b. seseorang akan menjadi pemimpin yang baik “manakala dilahirkan” telah memiliki bakat kepemimpinan. latihan. meskipun dia bukan merupakan atau berasal dari keturunan dari seorang pemimpin atau seorang raja. Teori Ekologik Penganut teori ini berpendapat bahwa.

Penganut teori ini berpendapat bahwa. artinya ia menjadi pemimpin karena dipercaya dan disetujui oleh pihak atasannya [Imam Mujiono. [3] Ditunjuk dari atas. motivasi dan minat yang memungkinkan untuk menjadi pemimpin.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 pengalaman-pengalaman yang memungkinkan untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang telah dimiliki. kesempatan dan kepribadian. inti dari teori ini yaitu seseorang yang akan menjadi pemimpin merupakan perpaduan antara faktor keturunan. latihan kepemimpinan yang pernah diperolehnya. karena kecakapannya. born leader] [2] Dipilih oleh golongan. ada tiga faktor yang turut berperan dalam proses perkembangan seseorang menjadi pemimpin atau tidak. Selain ketiga teori tersebut. karana : [1] Membentuk diri sendiri [self constituded leader. keberaniannya dan sebagainya terhadap organisasi. Teori ini disebut dengan teori serba kemungkinan dan bukan sesuatu yang pasti. [2] Pengalaman pendidikan. bakat dan lungkungan yaitu faktor pendidikan. Menurut Ordway Tead. 2002: 18]. latihan dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan bakat tersebut dapat teraktualisasikan dengan baik. self mademan. yaitu: [1] Bakat kepemimpinan yang dimilikinya. Jadi. artinya ia menjadi pemimpin karena jasa-jasanya. bahwa timbulnya seorang pemimpin. lingkungan yang membentuknya. muncul pula teori keempat yaitu Teori Kontigensi atau Teori Tiga Dimensi. artinya seseorang dapat menjadi pemimpin jika memiliki bakat. Versi : 1 Revisi : 2 Halaman : 13 dari: 14 . dan [3] Kegiatan sendiri untuk mengembangkan bakat kepemimpinan tersebut.

mahasiswa diminta untuk menjawab pertanyaanpertanyaan pada akhir kuliah. sebagai berikut : 1.UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FM-UII-AA-FKA-07/R2 MT R A A MT K L H A E I/B H N A A U IA Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : ILMU AGAMA ISLAM : TARBIYAH/PAI : 10000613 : STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku : KEDUA : II : 14 : 2005 C. bandingkan teori-teori tersebut dan kemukakan pandangan saudara! 6. LEMBAR LATIHAN [14] Pada lembar latihan ini.Rumusankan satu definisi Kepemimpinan! 2.Rumuskan sifat-sifat yang mendasari kepemimpinan! 5.Kemukakan teori-teori kelahiran seorang pemimpin.Rumusankan satu definisi kepemimpinan Islam! 3.Apa yang saudara ketahui dengan teori tiga dimensi atau teori kontingensi dan bandingkan teori kontingensi dengan ketiga teori tersebut? Versi : 1 PEMIMPI Revisi : 2 N Halaman : 14 dari: 14 .Rumuskan unsur-unsur yang mendasari suatu definisi kepemimpinan! 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful