Keterampilan mengelola kelas untuk menciptakan dan memelihara kondisi yang optimal jika terjadi gangguan.

Menciptakan Proses Belajar terjadi dalam kelas. Mengupayakan sarana-sarana yang membantu proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien. Selalu berusaha agar siswa benarbenar aktif belajar. Menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk terjadinya proses belajar.     FUNGSI MANAJEMEN KELAS Membuat Kelas sebagai tempat belajar. .

Prinsip-prinsip Manajemen Kelas  Hangat dan antusias  Tantangan  Bervariasi  Keluwesan  Penekanan pada hal hal positif  Penanaman disiplin diri .

Lingkungan belajar yang terorganisasi oleh kualitas manajemen kelas yang cermat. Berbeda halnya apabila manajemen kelas buruk. Keberhasilan kegiatan pembelajaran. mendorong perilaku belajar siswa di kelas akan bersifat penuh perhatian. interaksi sosial dan personal berjalan positif. akan menampakan kelas yang terorganisasi secara jelas. terkontrol. Manajemen kelas yang baik. 1992:61). disiplin diri sendiri berkembang dengan baik (Evans dan Brueckner. . responsif. gilirannya dapat menyokong terwujudnya lingkungan belajar atau kelas yang efektif. dapat ditunjang ataupun dihambat oleh keadaan iklim kelas. maka lingkungan belajar tidak terorganisasi.

dapat menyokong terwujudnya lingkungan belajar atau kelas yang efektif. mendorong perilaku belajar siswa di kelas akan bersifat penuh perhatian. responsif. disiplin diri sendiri berkembang dengan baik (Evans dan Brueckner. . terkontrol. 1992:61). Lingkungan belajar yang terorganisasi melalui perencanaan manajemen kelas yang cermat. interaksi sosial dan personal berjalan positif. maka lingkungan belajar tidak terorganisasi. Manajemen kelas yang baik. Berbeda halnya apabila manajemen kelasnya buruk.

Karakteristik Suasana Kelas Positif  suasana kelas yang tertib  kebebasan belajar anak yang maksimal  berkembangnya tingkah laku anak sesuai dengan tingkah laku yang diinginkan  iklim sosio-emosional kelas yang positif .

ada dua aspek penting yang perlu dikembangkan oleh seorang guru sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif bagi siswa. yaitu pribadi guru dan suasana pembelajaran  .Menciptakan Lingkungan Positif  Menurut Santrock (2008). Menurut Naim (2009). strategi umum manajemen kelas untuk menciptakan lingkungan positif bagi anak mencakup penggunaan gaya otoritatif dan manajemen kelas secara efektif.

dengan mengembangkan prosedur yang sistematis. A.Macam-macam Manajemen Kelas Manajemen kelas yang bersifat preventif. .(1989) manajemen kelas yang bersifat preventif merupakan kegiatan mengantisipasi masalah (problem) kelas sebelum masalah itu terjadi. Menurut Jacobsen dkk. secara sengaja merencanakan bagaimana menghindari terjadinya masalah tersebut.

         Hasibuan dkk. (2) bersikap menerima dan menghargai anak (3) bersikap empatik (4) bersikap demokratis (5) mengarahkan anak untuk pencapaian tujuan kelompok kelas (6) mengarahkan anak untuk mampu menghasilkan aturan yang disepakati bersama (7) mengusahakan tercapainya kompromi dalam menetapkan aturan bersama (8) memperjelas komunikasi (9) menunjukkan kehadiran. dll  . (1991: 179--180) (1) bersikap terbuka terhadap anak.

B. Manajemen kelas yang Bersifat Kuratif  Hasibuan dkk. (10) tidak menyalahkan siswa scara langsung. (2) penghapusan. (12) mendistribusikan partisipasi. (11) memperbaiki partisipasi. (1991:180) menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan manajemen kelas yang bersifat kuratif adalah : (1) penguatan negatif. . (6) memberikan tugas yang bersifat memimpin. (3) hukuman. (4) membicarakan situasi pelanggaran dan bukan pelanggarnya. (7) memberikan tugas yang menuntut keberanian. (14) mendamaikan konflik antar siswa atau antar kelompok siswa. (9) tidak memberikan respon dan melarang anak untuk merespon kepada anak yang menunjukkan tingkah laku menyimpang. (8) memberikan tugas yang menuntut kekuatan fisik. (13) menurunkan ketegangan kelas. tetapi memberikan respon positif bagi tingkah laku yang positif. (5) bersikap masa bodoh terhadap pelanggaran.

terdapat empat prinsip yang dapat dipakai dalam menata kelas. Oleh Karena itu.Mendesain Lingkungan Kelas  Dalam manajemen kelas efektif. yaitu: . Menurut Everston et al. lingkungan fisik harus dapat didesain secara baik dan lebih dari sekedar penataan barang-barang di kelas. (2003) dalam Santrock (2008). lingkungan fisik merupakan faktor yang sangat penting.

 Kurangi lalang  Pastikan bahwa Guru dapat dengan mudah melihat semua anak  Materi Pengajaran dan Perlengkapan anak harus mudah diakses  Pastikan siswa dapat dengan mudah melihat semua presentasi kelas kepadatan di tempat lalu .

5. 2. penataan kelas standar dapat dilakukan dalam lima gaya penataan. 4. yaitu 1. 3. Menurut Renne (2007)dalam Santrock (2008). Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya auditorium tatap muka off-set seminar klaster .

SETTING KELAS U-SHAPE O-SHAPE V-SHAPE THEATER ACAK .

Jones (1998: 94-95) dibagi kedalam dua kategori yakni (1) keterampilan menyampaikan pesan dan (2) keterampilan menerima pesan.Teknik Berkomunikasi dengan Siswa secara Efektif V.  Keterampilan mengirim pesan secara umum dikategorikan dalam tiga kelompok yakni (1) keterampilan mengemukakan perilaku siswa yang perlu diubah. Jones dan L. (2) keterampilan memberikan balikan tentang prestasi akademik dan (3) keterampilan dalam menyampaikan harapannya kepada siswa.S.F.  .

Thomas Gordon (Charles. 1980: 49) . Komunikasi personal antara guru dengan murid di kelas dapat dibina apabila guru mampu menghindar dari gaya bicara yang dapat menimbulkan ketimpangan komunikasi.

Bermanfaat sekali untuk kita” “Ini sih begitu-begitu juga. mengapa mesti mengubahnya?” . tidak ada yang baru” “Itu kan teorinya. kan Anda ahli!” “Semua ini tidak ada yang cocok dengan keadaanku” “Kebiasaan kita kan sudah baik.Waspadai beberapa Komentar Berikut       “Hebat sekali. prakteknya dalam kenyataan bagaimana?” “Katakan bagaimana seharusnya.

mentertawakan. mengarahkan. mendukung 11. tidak menyetujui. mengancam 3. melacak. mendiagnosis. membingungkan (mengacaukan). humor. mengajari. mengadili. menarik kembali. menganalisis 10. mengritik. menggurui 4. menceramahi. mempermalukan 9. memperingatkan. menghibur. menasehati. memuji. kotbah moral. memberi argumen 6. memberi saran-saran 5. memberi pesan-pesan. dan mengomando 2. mendesak. bertanya. menginterpretasi. menenangkan. bersimpati. menginterograsi 12. menyalahkan 7.            1. menyetujui 8. mengasyikan . menyebut nama.

 4. Refleksikan kembali dengan memparafrase atau mengikhtisarkan.  2. dan tunjukkan bahwa anda mengikuti apa yang dikatakan anak. Menyatakan kepada anak mengenai situasi yang bagaimana yang membuat mereka merasa senang. dan menghindari pernyataan yang salah dimata anak. Dengarkan secara aktif. jaga kontak pandang. .  3. tanpa menyalahkan atau jangan antagonis dengan anak. bekerja sama untuk memecahkan masalah. Bersama anak.KOMUNIKATOR YANG BAIK 1. perasaan yang kuat dari ekpressi anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful