Analisis balok T hampir sama dengan analisis balok persegi,dan presentase tulangan tarik sekali lagi dibatasi

sampai 0,75 kali presentase tulangan yang diperlukan dalam desain berimbang,harus diingat bahwa pembatasan presentase tulangan hingga maksimum 0,75 ρb ini sangat jarang menimbulkan kesulitan ( setidaknya pada balok-balok T bentang-sederhana ) karena daerah tekan balok begitu luas sehingga tegangan tekan yang terjadi biasanya cukup rendah,sehingga perencanaan hampir tidak pernah menggunakan jumlah tulangan yang lebih besar dari 0,75 h ρb. Persamaan yang digunakan untuk menghitung jumlah tulangan tarik minimum yang diizinkan pada balok T yang diakibatkan momen positif sama dengan persamaan yang digunakan pada penampang persegi kecuali bahwa bw pada persamaan untuk balok T menyatakan lebar web dan bukan flens.Namun demikian,jika bagian atas flens, dari sebuah balok T statis tertentu menerima tarik, bw akan menjadi lebar flens. Sumbu netral untuk balok T kita terletak pada flens atau pada web,tergantung pada proporsi plat dan web.jika sumbu netral terletak pada flens,dan biasanya hampir selalu demikian, rumus balok persegi dapat digunakan, Jika sumbu netral diasumsikan terletak di dalam flens, nilai a dapat dihitung seperti pada balok persegi : a= ket : As fy f’c b = luas tulangan tarik nonprategang = kuat leleh spesifikasi dari tulangan nonprategang = tegangan tekan spesifikasi dari beton = lebar efektif dari flens sebuah balok
Asfy fyd  0,85 fc ' b 0,85 fc '

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful