You are on page 1of 8

BOOKLET MATAKULIAH ZOONOSIS PENYAKIT LYME

Dosen pembimbing: Dr. drh. Denny Widaya Lukman, M.Si

PENYAKIT LYME I. PENDAHULUAN
Penyakit lyme merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Borrelia burgdorferi. Penyakit ini juga sering disebut lyme borreliosis (Burrascano 2005) atau tick-borne borreliosis (Shakespeare 2002). Penyakit ini bersifat multisistemik yang dapat mempengaruhi kulit, sistem saraf, jantung, dan persendian (Gern dan Falco 2000). Penyakit lyme pertama kali ditemukan pada sekelompok penderita artritis akut di pinggiran kota Lyme, bagian Tenggara Connecticut, Amerika Serikat pada tahun 1978. Sesudah wabah tersebut, penyakit ini sering ditemukan di Wisconsin, Minnesota, California, dan barat laut Lautan Pasifik. Kasus penyakit lyme pertama kali pada manusia ditemukan di Italia pada tahun 1985, sedangkan isolasi penyebab penyakit ini dilakukan pada tahun 1989. Pada tahun 1980, kasus penyakit lyme pertama kali ditemukan di Pantai Selatan New South Wales, Australia (Soeharsono 2002). Penyakit ini di Amerika Utara disebabkan oleh infeksi B. burgdorferi. Meskipun telah diketahui bahwa penyakit lyme terjadi di seluruh Amerika Serikat, fokus utama daerah endemik adalah daerah timur laut dan mid-atlantik, di sepanjang Pantai Pasifik dan di Amerika Utara hingga Amerika Tengah. B. burgdorferi juga endemik di Ontario dan Canada. B. bissettii, penyebab penyakit lyme yang luar biasa di Eropa, dilaporkan juga telah terjadi di Amerika Utara. Beberapa spesies dapat menyebabkan penyakit lyme di Eropa. B. afzelii merupakan spesies yang paling umum terjadi di Eropa Utara, sementara B. burgdorferi telah dilaporkan di Eropa Barat. B. lusitaniae terjadi di daerah Mediterania. B. spielmanii telah dideteksi di Jerman, Perancis, Belanda, Hungaria, Slovenia, dan Ukraina. B. valaisiana telah ditemukan di sejumlah negara di daratan Eropa, Inggris, dan Rusia. Penyakit lyme di Asia umumnya disebabkan oleh B. garinii dan B. afzelii. B. burgdoferi juga dapat diisolasi pada beberapa kejadian penyakit di Taiwan. B. bissettii, B. valaisiana, dan B. lusitaniae juga telah ditemukan di negara-negara Asia (FSPH 2011). Penyakit lyme ditransmisikan ke hewan dan manusia melalui caplak Ixodes dammini yang terinfeksi B. burgdorferi. Selanjutnya caplak Ixodes dammini mentransmisikan B.burgdorferi ke mamalia dan burung, termasuk burung migran. Manusia dapat ditularkan

Oleh : Kelompok 7
Iin Nuraeni Nurul Aini S. Harahap Awan Subangkit Eva Meydina Rakhmah Aulia Jasmine Maharani Arif Syaifudin Jeni Febrianto Yohana Paula P. P (B04080012) (B04080049) (B04080067) (B04080088) (B04080127) (B04080129) (B04080166) (B04080182)

DEPERTEMEN ILMU PENYAKIT HEWAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

ramping. 1977 yang dikutip oleh Gern dan Falco 2000). antara silinder protoplasma dan membran luar terdapat ruang periplasmik. 1994 yang dikutip oleh Gern dan Falco 2000). Penyakit ini belum pernah dilaporkan di Indonesia.B. Leptospira dengan suatu strain terdefinisi (Paster et al 1991 yang dikutip oleh Gern dan Falco 2000). B. Borrelia. Sel dikelilingi oleh amplop luar berupa cairan yang mengandung protein permukaan luar (Johnson et al. dan berbentuk helix. II. 2000 yang dikutip oleh Seshu dan Skare 2000). Spirochaeta ini dinamakan B. Gambar 2 Borrelia burgdorferi pada Dark-field microscopy (Todar 2008). Spirochaeta Borrelia adalah Eubacteria dalam urutan Spirochaetales (Holt et al. Dark-field microscopy memiliki kondenser khusus yang cahayanya langsung menuju objek sehingga partikel atau sel yang mendapat cahaya akan mengalahkan latar belakang yang gelap (Todar 2008). (1986) yang dikutip oleh Gern dan Falco (2000). Silinder protoplasma mengandung bahan genom. B. Kebanyakan spirochaeta tidak bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya konvensioal. 1984 yang dikutip oleh Gern dan Falco 2000). Serpulina. burgdorferi mempunyai genom unik yang berisi 910 kb kromosom dan 21 plasmid yang berbeda (Casjens et al. burgdorferi atas penghargaan bagi penemunya. burgdorferi memiliki beberapa flagela di ruang periplasmik yang dimasukkan di setiap akhir dari silinder protoplasma secara subterminal (7-11 flagela pada setiap ujung) dan tumpang tindih di bagian tengah spirochaeta.25 μm dan terdiri dari 3-10 kumparan tidak teratur (Johnson et al. Dark-field microscopy bisa digunakan untuk melihat spirochaeta. 2 Karakteristik Borrelia burgdorferi adalah bakteri yang motil. 1 Agen Penyebab Penyebab penyakit lyme adalah bakteri berbentuk spiral yang termasuk dalam famili Spirochaetaceae.burgdorferi melalui kontak langsung dengan mamalia (hewan peliharaan dan rusa) ataupun burung migran. species Borrelia burgdorferi (Soeharsono 2002). 2007). panjang. Menurut Hovind-Hougen et al. tetapi kemungkinan timbulnya penyakit bisa terjadi lewat pemasukan anjing dari negara tertular yang membawa caplak Ixodes sp sebagai vektor penyakit (Soeharsono 2002). B. dengan diameter 0.18 μm sampai 0. Lapisan Glikoprotein berlendir Flagela Longitudinal Membran 0. Burgdorferi berukuran antara 4 μm sampai 30 μm. genus Borrelia. 25 mikron Penonjolan membran Borrelia burgdorferi Gambar 1 Struktur Borrelia burgdorferi (Bradford dan Allen 2004). PENYEBAB II.1 mikron II. . Spirochaeta. yaitu Willy Burgdorfer (Turkington et al. Analisis sekuen 16S rRNA menunjukkan bahwa filogeni dari spirochaeta terdiri dari beberapa kelompok utama berikut: Treponema.

tergantung pada distribusi geografis mereka. dan B. Caplak kemudian menjadi inang spirochaeta. Dinding sel Borrelia tidak memiliki membran luar yang berisi zat seperti substansi LPS. burgdorferi. afzelii. Distribusi B. dan I. B. larva. pacificus. burgdorferi. B. hexagonus di Eropa. 5 Daya Hidup Agen di Dalam Induk Semang Pada dasarnya ada dua mekanisme yang dilakukan B. anjing. andersonii.Spirochaeta tidak diklasifikasikan ke dalam bakteri Gram positif atau Gram negatif. Caplak ini memiliki empat tahap dalam dua tahun siklus hidupnya. Caplak ini biasanya memperoleh spirochaeta pada saat stadium larva ketika sedang menghisap darah hewan kecil seperti hewan pengerat atau burung. burgdorferi adalah jenis bakteri Gram negatif (Todar 2008) B. 3 Siklus Hidup Siklus hidup dari B. B. membran dalam. burgdorferi dilakukan pewarnaan Gram. burgdoferi dapat tetap terlihat sehat (tanpa gejala) untuk jangka waktu yang lama dan tiba-tiba . bahkan manusia. afzelii. dan dewasa. Terdapat lima jenis Borrellia yang berhasil diidentifikasi di daerah Eropa. bissettii. burgdorferi. gannii. dan B. maka sel-sel yang terwarnai akan lebih menunjukkan bakteri jenis Gram negatif. 4 Vektor Biologis Spesies Borrelia yang tersisa. scapularis. dan caplak (Bradford dan Allen 2004). I. yaitu I. burgdorferi berkaitan dengan siklus hidup caplak. nyamuk. Pada stadium ini bakteri ditransmisikan ke hewan lain atau manusia. dan I. uriae dari spesies yang telah terisolasi (Gern dan Falco 2000). Beberapa spesies Borrelia tampaknya memiliki hubungan yang sangat spesifik dengan vektor mereka yaitu caplak Ixodes sp. dan ruang periplasmik yang berisi lapisan peptidoglikan. Ada tiga jenis Borrelia yang telah dilaporkan ke masyarakat di Amerika Serikat. mulai dari kutu. B. garinii. Ketika B. atau caplak Gambar 3 Siklus hidup caplak Ixodes scapularis (Bradford dan Allen 2004). ricinus dan I. I. B. Hal ini disebabkan oleh safranin yang digunakan dalam pewarnaan akan melisiskan dinding sel dari Borrelia. dilihat dari jenis komponen yang ada pada dinding sel B. bissettii. II. Seseorang yang terinfeksi oleh B. yaitu B. yiatu I. burgdorferi telah diisolasi dari berbagai jenis vertebrata. Hal ini juga berpengaruh dengan pola distribusi geografi dari caplak (Gern dan Falco 2000). nimfa. Telah dipelajari bahwa B. spinipalpis di Amerika Serikat. garinii telah dilaporkan ada di seluruh dunia dan terkait dengan caplak yang berhubungan dengan burung laut. lusitaniae. Oleh karena itu. valaisiana. persulcatus di Eurasia. atau kuda Spirochaeta dapat ditransmisikan melalui pinjal. nyamuk. burgdoferi agar bisa bertahan hidup dalam inang dan bertahan hidup untuk jangka waktu yang lama tanpa diketahui oleh inangnya. ditransmisikan oleh sebagian besar spesies caplak. Bakteri ini berdiam diri dalam saluran pencernaan dari inang selama stadium nimfa dan dewasa. serangga. burgdorferi juga dapat ditransmisikan melalui pinjal. valaisiana. dan B. II. yaitu telur. B. B. Siklus Hidup Caplak Penyebab Penyakit Lyme Ixodes scapularis Nimfa (transisi) Spirochaeta dalam inang masuk ke larva caplak Spirochaeta masuk ke manusia melalui gigitan caplak Larva Dewasa Telur Inang: rusa. B. yaitu B. II.

spirochaeta akan menyebabkan kematian sel atau menjadikan sel sebagai tempat tinggal dari spirochaeta. Organisme tersebut dapat menetap pada jaringan dengan jangka waktu yang lama sehingga gejala-gejala mungkin tampak sangat lambat sesudah infeksi. Penularan B. III. nafsu makan turun. Keberadaan penyakit lyme di suatu daerah sangat terkait dengan tiga elemen yang harus ada di alam. Anak dari ibu yang terinfeksi B. burgdorferi. Penularan terjadi kurang lebih 36 jam setelah gigitan caplak (VDH 2008). burgdorferi. Kemungkinan secara relatif beberapa organisme sebenarnya menginvasi inang. dan akhirnya masuk ke dalam sel. penyakit ginjal (lyme nefritis). Ujung spirochaeta memiliki kemampuan untuk mengikat sel-sel. Radang yang diinduksi oleh Borellia menimbulkan ruam yang khas. GEJALA KLINIS PENYAKIT PADA HEWAN Anjing yang tertular penyakit lyme akan mengalami pincang secara mendadak. Caplak dewasa ini memilih untuk menggigit rusa tetapi adakalanya caplak dewasa juga menggigit manusia pada musim gugur dan musim dingin. Infeksi Borellia menyerang ke jaringan kulit sehingga menyebabkan peradangan pada kulit. Rasa nyeri ini bisa diketahui apabila sendi kaki anjing diraba dan anjing tersebut akan merasa kesakitan. Faktor keberadaan spirochaeta pada caplak Ixodes dewasa sangat tinggi berdasarkan lokasi geografi. dan berat badan turun (Soeharsono 2007). dan mamalia lainnya. IV. Salah satu dari mekanisme ini melibatkan invasi jaringan oleh spirochaeta tersebut. Caplak pada tahap nimfa tidak hanya menggigit pada hewan kecil tapi juga mengigit manusia. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran caplak yang hampir 35% di Pengunungan Baraboo di barat laut Madison. Meskipun kelainan pada jantung tidak dapat dikaitkan secara definif terhadap B. Anak anjing akan terlihat pincang pada saat berjalan karena ada rasa nyeri di persendian. Beberapa anjing mengalami demam. lesu. burgdorferi pada manusia juga dapat terjadi melalui transplasenta yang telah dilaporkan mengakibatkan kematian pada anak yang baru lahir. dan sumsum tulang anak. burgdorferi mengalami kematian pada hari ke 39. Penularan penyakit lyme pada manusia biasanya muncul selama akhir musim semi dan awal musim panas ketika caplak muda (tahap nimfa) aktif menggigit. Spirochaeta ada di setiap jaringan tetapi tidak menimbulkan peradangan. Setelah beberapa hari baru terlihat pembengkakan pada sendi kaki yang disertai rasa nyeri. Nimfa caplak terinfeksi oleh agen penyakit lyme ketika menggigit spesies tikus selama tahap larvanya. berputar-putar untuk merangsang enzim dari sel-sel tubuh. burgdoferi pada anjing adalah artritis. sedangkan pada pemeriksaan histologi ditemukan B. mencerna bagian dari membran sel.mulai mengalami gejala. Saat itulah terjadi penularan penyakit lyme ke manusia. disfungsi jantung. Antigen Borrelia . Kepincangan umumnya berlangsung beberapa hari tetapi pada kasus yang bersifat kronis kepincangan dapat berlangsung selama beberapa bulan. yiatu bakteri B. Gejala awal penyakit lyme berjalan lambat karena radang yang diperantarai interleukin I dan limfokin lain yang merupakan akibat adanya organisme. Spirochaeta akan melalui permukaan berbagai tipe sel berbeda yang menyebabkan manifestasi klinis pada banyak organ. 2001). Hasil otopsi memperlihatkan kerusakan jantung yang berat. nimfa menjadi dewasa dan nimfa yang terinfeksi menjadi caplak dewasa yang terinfeksi. Hal ini dapat memungkinkan spirochaeta bertahan/tertidur selama bertahun-tahun sehingga terlindung dari sistem kekebalan tubuh dan antibiotik (Bradford dan Allen 2004). caplak yang menularkannya. dan gejala-gejala pada saraf. Penyebaran awal penyakit lyme disebabkan oleh spirochaeta melalui aliran darah ke jaringan tubuh. Sedangkan di New York telah dilaporkan sebesar 50% (Todar 2008). burgdorferi. Beberapa sindrom penyakit yang dikaitkan dengan infeksi B. Hal ini yang mempengaruhi penularan spirochaeta ke manusia di timur laut dan utara Amerika Serikat (Todar K 2008). burgdorferi pada limpa. tetapi toksin berperan memperbesar respon radang dan menyebabkan banyak cedera jaringan (Arvin 1996). rusa ekor putih. Ixodes dikenal sebagai caplak rusa atau caplak beruang yang secara normal menjadi makanan dari tikus kaki putih. saluran ginjal. dan mamalia (seperti mencit dan rusa) yang menyediakan makanan bagi caplak di setiap siklus hidupnya (Todar 2008). Pada umumnya. Sementara di beberapa daerah California. Setelah masuk. 2% keberadaannya telah dilaporkan. SUMBER INFEKSI DAN CARA PENULARAN Penyakit lyme ditularkan melalui gigitan caplak dari genus Ixodes yang terinfeksi B. efek teratogeniknya tidak dapat dikesampingkan karena infeksi primer terjadi kurang lebih selama proses pembentukan jantung (Elliott et al. Pada musim gugur. Wisconsin.

Spirocheta dapat diisolasi dari ruam tersebut. kelinci yang diinfeksi dengan B. sakit jantung. Sedangkan gejala neurologis. Gejala yang terjadi meliputi nyeri sendi yang tidak teratur. Selanjutnya ukuran dan bentuk ruam meluas sehingga disebut ‘mata sapi’. sakit. sert sakit sendi. leher kaku. Ruam ini dikenal sebagai eritema migran yang terlihat pada 60-80% individu yang terinfeksi (20-40% kasus tidak terjadi eritema). Reaksi alergi akibat saliva caplak dapat terjadi saat caplak menggigit. demam. Pada individu minoritas (11%) terjadi pembentukan kronik penyakit lyme yang menyebabkan erosi tulang rawan dan atau tulang. Pada hewan ternak. Gejala tidak terlihat sampai beberapa minggu. Manifestasi klinis lainnya yang . burgdoferi menunjukkan adanya lesi eritema migrans di kulit. dan karditis (FSPH 2011). kedinginan. Ruam yang ditimbulkannya dapat dikelirukan dengan ruam akibat penyakit lyme. Pada tahap ini penyebaran spirochete terjadi melalui aliran darah sampai di jaringan. 3. bulan. Munculnya eritema pada anjing sering disebabkan oleh penyakit lainnya (FSPH 2011). sakit kepala. lesi pada kulit. uveitis. biasanya dicirikan dengan adanya kelainan bradikardia. Penyakit ini lebih sering terjadi pada sapi yang masih muda. penurunan berat badan. hepatitis. dan tulang. Kelainan pada jantung tergolong langka. gejala yang muncul pada kasus lyme akut adalah demam. 2. peradangan pada sendi yang berulang. Secara eksperimental dilaporkan terjadi lymphohistiocytic nodul di dermis kuda poni (FSPH 2011). biasanya dicirikan dengan paralisa pada wajah. Gejala-gejala klinis yang biasa terjadi adalah demam ringan. dan terlalu agresif. dan sakit kepala parah). Manifestasi klinis yang umum meliputi meningitis. kebengkakan limfonodus. Tahap 3 (Infeksi Persistent/ Subklinis). nyeri otot dan sendi. Gejala selanjutnya adalah laminitis. dan penurunan berat badan karena mialgia yang berjalan kronis. dan artritis. tendo. dengan atau tanpa disertai kebengkakan pada sendi. poliartritis. Gejala eritema migran pada anjing biasanya jarang terjadi. Pada beberapa negara kucing yang terinfeksi Borellia menunjukkan gejala demam. Meskipun 5-47% kucing dinyatakan seropositif dalam sebuah survei. Gejala klinis yang terjadi pada kucing sangat sedikit yang diketahui. dan abortus. dan meningitis (demam. seperti sapi. Ternak pada umumnya rentan terhadap infeksi secara eksperimental. dan penurunan produksi susu. atau limpadenitis. kejang. Sebuah studi mengatakan bahwa sapi yang telah diinokulasi dengan tiga genus spirochaeta di Eropa (10 strain Finlandia yang berbeda) tetap tidak menunjukkan gejala yang jelas (FSPH 2011). Banyak kuda pada daerah endemik dinyatakan positif dan sebagian kasus mungkin terjadi subklinis. Soeharsono 2002). Gejala yang terjadi adalah kelemahan. Beberapa gejala lain juga dilaporkan. Pada suatu eksperimen. bahkan tahun setelah digigit caplak. penyakit jantung. Gejala awal ada yang terlihat dan ada yang tidak terlihat (FSPH 2011. kekakuan. lesu. laminitis. mialgia. kelesuan. demam. V. biasanya dalam satu atau beberapa sendi khususnya sendi lutut. gejala klinis penyakit lyme pada manusia terjadi dalam 3 tahap: 1. GEJALA KLINIS PENYAKIT PADA MANUSIA Masa inkubasi pada manusia berkisar 7-10hari. Artritis terlihat singkat nyeri dan bengkak. anoreksia. Studi terbaru menunjukkan bahwa lyme nefritis kemungkinan terkait dengan kompleks imun. Tahap 2 (Penyebaran) Terjadi dalam beberapa hari sampai beberapa minggu setelah infeksi. Bedanya ruam akibat alergi terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah gigitan dan biasanya tidak meluas dan dapat hilang dalam beberapa hari sedangkan eritema migran terjadi lama dan hilang dalam 3-4 minggu. Bell’s palsy. Menurut Todar (2008). kekakuan. Gejala ini dapat sembuh dalam beberapa minggu. dan hipersensitifitas kulit pada ambing. diantaranya gejala neurologis. kebengkakan yang hangat. dan abortus. Abnormalitas sistem saraf meliputi kekakuan. serta lesi berbentuk cincin. Gejala awal yang muncul adalah lesio pada kulit. Bell’s palsy (paralisisotot wajah biasanya salah satu sisi). Eritema migran biasanya terlihat pada pada 3 hari sampai 1 bulan setelah gigitan.dapat dideteksi dalam ginjal pada kasus-kasus penyakit ginjal dan pada kasus seekor anjing yang agen penyebab penyakitnya dapat dikultur dari urinnya. Tahap 1 (Infeksi Awal) Tahap awal penyakit lyme dicirikan dengan adanya ruam/bercak merah pada kulit akibat gigitan caplak. kejadian alami penyakit pada kucing tidak terlihat. Kejadian artritis pada anjing biasanya disertai dengan kebengkakan. uveitis.

Sebagian tes mikrobiologi dengan mengkultur B. menghasilkan antibodi terhadap bakteri tersebut karena bakteri itu laten di dalam tubuh (Constance dan Lesley 2008). artritis akut. memotong rumput yang tinggi. baju yang dimasukkan ke dalam celana. nyeri kepala. keratitis. maka resiko infeksi B. gejala yang mencolok adalah artritis akut. Hewan peliharaan yang dibiarkan berkeliaran di luar rumah memungkinkan terinfeksi ektoparasit dan terbawa ke dalam rumah. Burgdorferi dapat dihindari (Womser et al. khususnya caplak Ixodes. dan menggunakan repelan. Burgdorferi melalui gigitan caplak. Selain itu. Gejala ini biasanya terjadi enam bulan sampai beberapa tahun setelah tanda-tanda awal. Pengobatan antibiotika secara dini akan memperpendek masa gejala klinis dan mencegah komplikasi lebih lanjut (FSPH 2011. afzelii dan terlihat paling sering pada anggota badan. Acrodermatitis chronica atrophicans adalah suatu kondisi kulit yang terkait dengan B. atau artritis kronis. dan sering disertai dengan kebengkakan yang pucat. burgdorferi dari cairan tubuh dan jaringan. sepatu boots. radikulitis (rasa sakit atau ketidaknyamanan yang berkaitan dengan saraf peradangan). uji serologis yang paling efektif saat ini adalah western blot karena keberadaan antibodi B. TINDAKAN PENCEGAHAN Cara pencegahan infeksi B. mood. Penderita mengalami demam. yaitu akut dan kronis. Pencegahan infeksi kutu pada suatu area dapat dilakukan dengan menjaga kondisi lingkungan. Umumnya. lelah. Pencegahan gigitan kutu pada manusia dapat dilakukan dengan menggunakan pakaian yang tertutup. Setelah beberapa tahun. Jika paparan I. metode PCR tidak mampu membedakan antar sel B. atau perikarditis. Pasificus dapat dihindari. Gejala klinis yang jarang terjadi yaitu adanya tanda-tanda okular termasuk konjungtivitis selama tahap awal. Acrodermatitis chronica atrophicans hampir selalu terjadi pada orang dewasa. gangguan memori. diantaranya membersihkan daun dan ranting kering. Scapularis atau I. burgdorferi yang masih hidup atau sudah mati di dalam tubuh. Soeharsono 2002). aritmia. gejala neurologis termasuk meningitis. merasa kedinginan. Pada anak-anak. memungkinkan manusia tertular penyakit lyme melalui caplak Ixodes yang dibawanya. seperti menggunakan celana panjang. miokarditis. Perjalanan penyakit akut terjadi setelah beberapa minggu dan beberapa bulan terlihat adanya makula (Soeharsono 2002). Namun. Perjalanan penyakit lyme ada dua. atau limfositik meningoradiculitis. Perjalanan penyakit kronis terjadi setelah beberapa bulan hingga beberapa tahun. kelainan neurologis. dan pembengkakan kelenjar limfe (Soeharsono 2002). nyeri pinggang. sensasi kaku. Burgdorferi yang terbaik yaitu dengan mencegah suatu kawasan terinfeksi dari kutu ixodes. Infeksi B. Namun. pola tidur. burgdorferi dari bagian eritema migran juga dapat dilakukan namun jarang sekali karena B. dapat digunakan reaksi berantai polimerase (PCR) yang relatif sensitif dan cepat. Hewan juga dapat terinfeksi B. VII. Untuk mendeteksi B. uveitis. terutama perempuan (FSPH 2011). tubuh tidak lagi . Hewan yang membawa ektoparasit. Penggunaan racun serangga ini harus disesuaikan dengan peraturan daerah yang berlaku. dan tingling pada tangan dan kaki. nyeri sendi. DIAGNOSTIK AGEN PENYEBAB Berbagai uji serologis seperti ELISA dan pewarnaan fluoresensi dapat dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap B. dan memelihara kebersihan lingkungan untuk mengurangi habitat kutu atau rodensia yang bertindak sebagai inang dari kutu. burgdorferi yang muncul 4-6 minggu setelah infeksi terjadi. burgdorferi dapat dideteksi mulai dari infeksi pertama kali diderita hingga beberapa tahun setelahnya. leher kaku. adanya kelainan jantung seperti transien atrioventrikular blok dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. burgdorferi memerlukan media yang kompleks dan spesifik untuk pertumbuhannya (Madigan dan Martinko 2000). Penggunaan racun serangga di sekitar rumah dapat membunuh kutu Ixodes dan mencegah penularan penyakit lyme melalui perantara vektor. dan neuritis optik (FSPH 2011). dokter akan memberikan antibiotik ketika gejala-gejala awal penyakit ini muncul dan pasien pernah digigit kutu dalam waktu dekat kemudian diikuti dengan kemunculan eritema migran (Karen 2003). Gejala klinis yang lain yaitu acrodermatitis chronica atropicans.berhubungan dengan penyakit lyme tahap tiga adalah komplikasi saraf seperti depresi. Bell’s palsy. Burgdorferi dari hewan peliharaan dapat VI. 2000). dimulai dengan munculnya warna kemerahan atau merah kebiruan pada kulit. Kutu biasanya lebih menyukai baju dengan warna cerah (FSPH 2011).

Lesley AF. Hasil penelitian American College of Veterinary Internal Medicine (ACVIM) merekomendasikan pemakaian doxycycline pada anjing dengan dosis 10 mg/kg BB per-oral sehari sekali minimal selama satu bulan. Pemberian antibiotik propilaksis post-exposure dengan doxycycline dosis tunggal selama 72 jam setelah gigitan biasanya diberikan. Bethesda: International Lyme and Associated Diseases Society. turunan tetracycline atau amoxicillin sering direkomendasikan oleh dokter hewan untuk pengobatan penyakit lyme pada hewan. hlm 84-85. Infeksi B. Generasi kedua vaksin hingga saat ini masih dipelajari (FSPH 2011). Meskipun terapi antibiotik terbukti mengurangi gejala penyakit lyme pada anjing. 19 (1): 121-135. doxycycline. Tersedia pada: http://www. Jakarta: EGC. Tersedia pada: http://www. terapi cairan jika diperlukan. Burgdorferi pada manusia dapat dihindari dengan menjaga higiene personal pada diri individu. penelitian terbaru mengatakan bahwa . Eppes SC. Constance AB. dan terapi imunomodulator (Littman et al. 2001. dan cefriaxone merupakan pilihan pengobatan pada penyakit lyme. Diagnostic Hints and Treatment Guidelines for Lyme and Other Tickth borne Illnesses 5 Edition. Berdasarkan perhitungan hasil pada manusia dan beberapa penelitian. 2002). Elliott DJ. Klein JD. Beating Lyme: Understanding and Treating This Complex and Often Misdiagnosed Disease. 2008. [diunduh 20 Maret 2012]. Hal ini dapat menjelaskan bahwa kebanyakan hewan yang telah terobati memiliki titer antibody yang resisten terhadap B. ISBN 978-0-471-40793-5. Wahab AS. asam lemak omega-3. editor. Teratogen update: lyme disease. Allen HW. potential plague of the twenty-first century. 1996.cfsph. tetapi pada tahun 2002 vaksin tersebut ditarik dari pasar oleh pabrik. Doxycycline sering direkomendasikan karena mengandung bahan anti radang dan harganya yang relatif murah. hlm 109-111. Rev sci tech Off int Epiz. Karen Vanderhoof-Forschner (2003). 2006). Lyme disease. 2005.dicegah dengan cara pemilik hewan peliharaan harus secara teratur memeriksa hewan peliharaannya. Falco RC. Hewan peliharaan harus teratur dimandikan dengan shampo atau produk lain yang direkomendasikan oleh dokter hewan untuk mengontrol caplak (Pfizer 2000). 2004. 2000. Everything You Need to Know about Lyme Disease and Other Tick-Borne Disorders. Vaksinasi pada manusia disarankan di Amerika serikat pada tahun 1998. [diunduh 10 Maret 2012]. VIII. Bardford RW. burgdorferi (Nielssen et al. Advanced Topics in Lyme Disease. TINDAKAN PENGOBATAN Pada manusia. [FSPH] Food Security and Public Health.arthritistrust.iastate. Wiley. Masalah yang terjadi adalah rendahnya permintaan dan tingginya biaya untuk membuat tiga seri vaksin dan boosters untuk menghasilkan titer antibodi yang tinggi. terapi diet. Anjing yang menderita penyakit lyme dengan gejala klinis nephrophaty mungkin memerlukan durasi yang lebih panjang dari terapi doxycycline disertai tambahan terapi seperti penghambat enzim angiotensin-converting. 2011. aspirin dosis rendah. Lyme disease. Pengobatan penyakit lyme dengan amoxicillin juga sering digunakan pada anjing dengan dosis 20 mg/kg BB per-oral selama sebulan. AMACOM. [internet]. Lyme disease. Terapi profilaksis ini masih menjadi kontroversi pada beberapa negara dan biasanya tidak digunakan di Eropa (FSPH 2011). antihipertensi. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 1.pdf Gern L.edu/Factsheets/pdfs/lyme_disease . Teratology 64: 276. DAFTAR PUSTAKA Arvin BK. California: Bradford Research Institute.org/Articles/LymeDisease21stCentu ryPlague.pdf Burrascano JJ. amoxicillin. Penggunaan vaksin juga diperkirakan dapat meningkatkan resiko autoimun artritis. ISBN 978-0-8144-0944-2. [internet]. amoxicillin tidak dapat menghilangkan bakteri penyebabnya.

Moore GE. J Vet Intern Med 20:422-434. Seshu J. Tersedia pada: http://www. 2000. New York: Infobase Publishing. Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia. Tersedia pada: http://textbook ofbacteriology.pdf Womser GP et al. ISBN 9780816063970. 2000. and prevention. Soeharsono. Bonnie A. 2000. Carol. [internet]. Labato MA. [internet]. Zoonosis. Yogyakarta: Kanisius. Shakespeare M. Update on canine lyme disease. 2002. Grayslake: Pharmaceutical Pr. 2008. treatment. [internet].pdf. Vet Med: 606. 2008. ISBN 978-0-13-081922-2. JMMB 2 (4): 463. Lyme disease. Madigan MT. Heseltine J. Zoonoses. hlm 893-895. [diunduh 10 Maret 2012].full.pdf.oxfordjournals. Todar K. The Encyclopedia of Infectious Diseases. 2006. Goldstein RE. Pfizer. Practice Guidelines for the treatment of lyme disease.sfrc.virginia. 2002. Borrelia burgdorferi and Lyme Disease. .net/ Lyme. Preventing tick-borne diseases in virginia. [VDH] Virginia Department of Health.html Turkington.Littman MP. Carr A.edu/download/Pfizer _Pamphlet. 2002. releated and disorder. [diunduh 10 Maret 2012].ufl. The many faces of Borrelia burgdorferi. Tersedia pada: http://cid. Prentice Hall. Nielssen A.org/content/31/Supplement_ 1/S1 . [diunduh 10 Maret 2012]. [diunduh 10 Maret 2012]. Lappin MR. [internet]. ACVIM small animal consensus statement on lyme disease in dogs: diagnosis. 2007. Tersedia pada: http://www. Skare JT. Martinko JM. hlm 185.gov/epidemiology /DEE/Vectorborne/documents/Tick%20Brochure_8%205x1 1. 2000.vdh. Brock Biology of Microorganisms.