You are on page 1of 18

Anatomi ginjal 1) Makroskopis Ginjal terletak dibagian belakang abdomen atas, dibelakang peritonium, didepan dua kosta terakhir

dan tiga otot-otot besar (transversus abdominis, kuadratus lumborum dan psoas mayor). Ginjal pada orang dewasa penjangnya sampai 13 cm, lebarnya 6 cm dan berat kedua ginjal kurang dari 1% berat seluruh tubuh atau ginjal beratnya antara 120-150 gram. Bentuknya seperti biji kacang, jumlahnya ada 2 buah yaitu kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yang tebal. Potongan longitudinal ginjal memperlihatkan dua daerah yang berbeda yaitu korteks dan medulla. Medulla terbagi menjadi baji segitiga yang disebut piramid. Piramid-piramid tersebut dikelilingi oleh bagian korteks dan tersusun dari segmen-segmen tubulus dan duktus pengumpul nefron. Papila atau apeks dari tiap piramid membentuk duktus papilaris bellini yang terbentuk dari kesatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul (Price,1995 : 773). 2) Mikroskopis Tiap tubulus ginjal dan glumerulusnya membentuk satu kesatuan (nefron). Nefron adalah unit fungsional ginjal. Dalam setiap ginjal terdapat sekitar satu juta nefron. Setiap nefron terdiri dari kapsula bowman, tumbai kapiler glomerulus, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle dan tubulus kontortus distal, yang mengosongkan diri keduktus pengumpul. (Price, 1995) 3) Vaskularisasi ginjal Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II. Vena renalis menyalurkan darah kedalam vena kavainferior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Saat arteri renalis masuk kedalam hilus, arteri tersebut bercabang menjadi arteri interlobaris yang berjalan diantara piramid selanjutnya membentuk arteri arkuata kemudian membentuk arteriola interlobularis yang tersusun paralel dalam korteks. Arteri interlobularis ini kemudian membentuk arteriola aferen pada glomerulus (Price, 1995). Glomeruli bersatu membentuk arteriola aferen yang kemudian bercabang membentuk sistem portal kapiler yang mengelilingi tubulus dan disebut kapiler peritubular. Darah yang mengalir melalui sistem portal ini akan dialirkan kedalam jalinan vena selanjutnya menuju vena interlobularis, vena arkuarta, vena interlobaris, dan vena renalis untuk akhirnya mencapai vena cava inferior. Ginjal dilalui oleh sekitar 1200 ml darah permenit suatu volume yang sama dengan 20-25% curah jantung (5000 ml/menit) lebih dari 90% darah yang masuk keginjal berada pada korteks sedangkan sisanya dialirkan ke medulla. Sifat khusus aliran darah ginjal adalah otoregulasi aliran darah melalui ginjal arteiol afferen mempunyai kapasitas intrinsik yang dapat merubah resistensinya sebagai respon terhadap perubahan tekanan darah arteri dengan demikian mempertahankan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus tetap konstan ( Price, 1995). 4) Persarafan pada ginjal Menurut Price (1995) “Ginjal mendapat persarafan dari nervus renalis (vasomotor), saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk kedalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal”. b. Fisiologi ginjal Menurut Syaifuddin (1995) “Fungsi ginjal yaitu mengeluarkan zat-zat toksik atau racun; mempertahankan keseimbangan cairan; mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh; mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh; mengeluarkan sisa metabolisme hasil akhir sari protein ureum, kreatinin dan amoniak”. Tiga tahap pembentukan urine : 1) Filtrasi glomerular Pembentukan kemih dimulai dengan filtrasi plasma pada glomerulus, seperti kapiler tubuh lainnya, kapiler glumerulus secara relatif bersifat impermiabel terhadap protein plasma yang

Setelah filtrasi langkah kedua adalah reabsorpsi selektif zat-zat tersebut kembali lagi zat-zat yang sudah difiltrasi. . Substansi yang secara alamiah terjadi dalam tubuh termasuk asam urat dan kalium serta ion-ion hidrogen. elektrolit dan air. dan sisa nitrogen. Filtrasi glomerulus tidak hanya dipengaruhi oleh tekanantekanan koloid diatas namun juga oleh permeabilitas dinding kapiler. kita dapat mengerti mengapa bloker aldosteron dapat menyebabkan hiperkalemia atau mengapa pada awalnya dapat terjadi penurunan kalium plasma ketika asidosis berat dikoreksi secara theurapeutik. Pilihan kation yang akan disekresi tergantung pada konsentrasi cairan ekstratubular (CES) dari ion-ion ini (hidrogen dan kalium). Sekitar seperlima dari plasma atau sekitar 125 ml/menit dialirkan melalui glomerulus ke kapsula bowman. tiap kali carier membawa natrium keluar dari cairan tubular. hidrogen atau kalium harus disekresi dan sebaliknya.besar dan cukup permabel terhadap air dan larutan yang lebih kecil seperti elektrolit. untuk setiap ion natrium yang diabsorpsi. asam amino. Gerakan masuk ke kapsula bowman’s disebut filtrat. Banyak substansi yang disekresi tidak terjadi secara alamiah dalam tubuh (misalnya penisilin). transfor aktif natrium sistem carier yang juga telibat dalam sekresi hidrogen dan ion-ion kalium tubular. Aliran darah ginjal (RBF = Renal Blood Flow) adalah sekitar 25% dari curah jantung atau sekitar 1200 ml/menit. Pada tubulus distalis. cariernya bisa hidrogen atau ion kalium kedalam cairan tubular “perjalanannya kembali” jadi. Pengetahuan tentang pertukaran kation dalam tubulus distalis ini membantu kita memahami beberapa hubungan yang dimiliki elektrolit dengan lainnya. glukosa. Ini dikenal dengan laju filtrasi glomerulus (GFR = Glomerular Filtration Rate). Tekanan filtrasi berasal dari perbedaan tekanan yang terdapat antara kapiler glomerulus dan kapsula bowman’s. 3) Sekresi Sekresi tubular melibatkan transfor aktif molekul-molekul dari aliran darah melalui tubulus kedalam filtrat. Sebagai contoh. Dalam hubungan ini. 2) Reabsorpsi Zat-zat yang difilltrasi ginjal dibagi dalam 3 bagian yaitu : non elektrolit. tekanan hidrostatik darah dalam kapiler glomerulus mempermudah filtrasi dan kekuatan ini dilawan oleh tekanan hidrostatik filtrat dalam kapsula bowman’s serta tekanan osmotik koloid darah.

Ginjal pada orang dewasa berukuran panjang 11-12 cm. Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yang tebal. Makroskopis Ginjalterletak dibagian belakang abdomen atas. Piramid-piramid tersebut dikelilingi oleh bagian korteks dan tersusun dari segmen-segmen tubulus dan duktus pengumpul nefron. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit ke bawah dibandingkan ginjal kiri untuk memberi tempat lobus hepatis dexter yang besar. ureter dan nervus. tumbai . ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal lakilaki lebih panjang dari pada ginjal wanita.2 juta buah pada tiap ginjal. lebar 5-7 cm.3-3 cm. kira-kira sebesar kepalan tangan manusia dewasa. Mikroskopis Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1.1995 : 773). Ginjal Bentuknya seperti biji kacang. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjaradrenal (juga disebut kelenjar suprarenal). kuadratus lumborum dan psoas mayor) di bawah hati dan limpa. Papila atau apeks dari tiap piramid membentuk duktus papilaris bellini yang terbentuk dari kesatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul (Price.Anatomi Fisiologi Ginjal Anatomi Ginjal 1. Jumlahnya ada 2 buah yaitu kiri dan kanan. pembuluh limfe. dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna coklat lebih terang dibandingkan cortex. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa. Berat kedua ginjal kurang dari 1% berat seluruh tubuh atau kurang lebih beratnya antara 120-150 gram. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam guncangan. tebal 2. Setiap nefron terdiri dari kapsula bowman. yang berwarna coklat gelap. puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis. dibelakang peritonium (retroperitoneal). Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah. Nefron adalah unit fungsional ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga kaliks renalis majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga kaliks renalis minores. didepan dua kosta terakhir dan tiga otot-otot besar (transversus abdominis. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. 2. Medulla terbagi menjadi bagian segitiga yang disebut piramid. terdapat cortex renalis di bagian luar. dengan lekukan yang menghadap ke dalam.

mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh. tubulus kontortus proksimal. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari. (Price. Persarafan Pada Ginjal Menurut Price (1995) “Ginjal mendapat persarafan dari nervus renalis (vasomotor). Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter.kapiler glomerulus. bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus. yang mengosongkan diri keduktus pengumpul. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk kedalam ginjal. kemudian ke luar melalui Uretra. vena interlobaris. Arteri interlobularis ini kemudian membentuk arteriola aferen pada glomerulus (Price. Glomeruli bersatu membentuk arteriola aferen yang kemudian bercabang membentuk sistem portal kapiler yang mengelilingi tubulus dan disebut kapiler peritubular. 1995). kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. 4. dan vena renalis untuk akhirnya mencapai vena cava inferior. 3. Sifat khusus aliran darah ginjal adalah otoregulasi aliran darah melalui ginjal arteiol afferen mempunyai kapasitas intrinsik yang dapat merubah resistensinya sebagai respon terhadap perubahan tekanan darah arteri dengan demikian mempertahankan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus tetap konstan ( Price. Vena renalis menyalurkan darah kedalam vena kavainferior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Aliran darah ke ginjal adalah 1. Fungsi Ginjal Fungsi ginjal adalah a) b) c) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun. lengkung henle dan tubulus kontortus distal. arteri tersebut bercabang menjadi arteri interlobaris yang berjalan diantara piramid selanjutnya membentuk arteri arkuata kemudian membentuk arteriola interlobularis yang tersusun paralel dalam korteks. Saat arteri renalis masuk kedalam hilus. kandung kencing. darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Vaskularisasi ginjal Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II.2 liter/menit atau 1. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah. dan . Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. 1995). darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari. vena arkuarta. Fisiologi Ginjal Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah “menyaring/membersihkan” darah. Ginjal dilalui oleh sekitar 1200 ml darah permenit suatu volume yang sama dengan 20-25% curah jantung (5000 ml/menit) lebih dari 90% darah yang masuk keginjal berada pada korteks sedangkan sisanya dialirkan ke medulla. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin. saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal”. 1995) Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler.700 liter/hari. mempertahankan keseimbangan cairan tubuh. Darah yang mengalir melalui sistem portal ini akan dialirkan kedalam jalinan vena selanjutnya menuju vena interlobularis.

Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang. asam amino. elektrolit dan air. transfor aktif natrium sistem carier yang juga telibat dalam sekresi hidrogen dan ion-ion kalium tubular. Pilihan kation yang akan disekresi tergantung pada konsentrasi cairan ekstratubular (CES) dari ion-ion ini (hidrogen dan kalium). tiap kali carier membawa natrium keluar dari cairan tubular. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah. Dalam hubungan ini. cariernya bisa hidrogen atau ion kalium kedalam cairan tubular “perjalanannya kembali” jadi. Banyak substansi yang disekresi tidak terjadi secara alamiah dalam tubuh (misalnya penisilin). seperti kapiler tubuh lainnya. Filtrasi glomerulus tidak hanya dipengaruhi oleh tekanantekanan koloid diatas namun juga oleh permeabilitas dinding kapiler.d) e) f) mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum. tekanan hidrostatik darah dalam kapiler glomerulus mempermudah filtrasi dan kekuatan ini dilawan oleh tekanan hidrostatik filtrat dalam kapsula bowman’s serta tekanan osmotik koloid darah. 2. 3. dan sisa nitrogen. Filtrasi Glomerular Pembentukan kemih dimulai dengan filtrasi plasma pada glomerulus. Ini dikenal dengan laju filtrasi glomerulus (GFR = Glomerular Filtration Rate). Sekresi Sekresi tubular melibatkan transfor aktif molekul-molekul dari aliran darah melalui tubulus kedalam filtrat. Tahap Pembentukan Urine : 1. glukosa. Tekanan filtrasi berasal dari perbedaan tekanan yang terdapat antara kapiler glomerulus dan kapsula bowman’s. Gerakan masuk ke kapsula bowman’s disebut filtrat. Substansi yang secara alamiah terjadi dalam tubuh termasuk asam urat dan kalium serta ion-ion hidrogen. g) Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah. . hidrogen atau kalium harus disekresi dan sebaliknya. kapiler glumerulus secara relatif bersifat impermiabel terhadap protein plasma yang besar dan cukup permabel terhadap air dan larutan yang lebih kecil seperti elektrolit. Sekitar seperlima dari plasma atau sekitar 125 ml/menit dialirkan melalui glomerulus ke kapsula bowman. kreatinin dan amoniak. Setelah filtrasi langkah kedua adalah reabsorpsi selektif zat-zat tersebut kembali lagi zat-zat yang sudah difiltrasi. Aliran darah ginjal (RBF = Renal Blood Flow) adalah sekitar 25% dari curah jantung atau sekitar 1200 ml/menit. Pada tubulus distalis. Reabsorpsi Zat-zat yang difilltrasi ginjal dibagi dalam 3 bagian yaitu : non elektrolit. untuk setiap ion natrium yang diabsorpsi.

2007.Pengetahuan tentang pertukaran kation dalam tubulus distalis ini membantu kita memahami beberapa hubungan yang dimiliki elektrolit dengan lainnya. Bahan Bacaan Guyton dan Hall. Anatomi dan fisiologi untuk paramedic Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Syaifuddin. 1997. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN Edisi II. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Sebagai contoh. Richard S. kita dapat mengerti mengapa bloker aldosteron dapat menyebabkan hiperkalemia atau mengapa pada awalnya dapat terjadi penurunan kalium plasma ketika asidosis berat dikoreksi secara theurapeutik. Jakarta: EGC Snell. Efelin C. 2006. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta: EGC Pearce. Jakarta: EGC .

Pruritis (gatal kulit).Pengertian Hidronefrosis adalah dilatasi piala dan perifer ginjal pada satu atau kedua ginjal akibat adanya obstruksi pada aliran normal urin menyebabkan urin mengalir balik sehingga tekanan diginjal meningkat (Smeltzer dan Bare. infeksi) dan untuk mempertahankan dan melindungi fungsi ginjal. Sehingga menyebabkan disertasi piala dan kolik ginjal. 7. 2002). Pada saat ini atrofi ginjal terjadi ketika salah satu ginjal sedang mengalami kerusakan bertahap maka ginjal yang lain akan membesar secara bertahap (hipertrofi kompensatori).Neoplasma/tomur . B. disebabkan adanya obstruksi baik parsial ataupun intermitten mengakibatkan terjadinya akumulasi urin di piala ginjal. Apabila obstruksi ini terjadi di ureter atau kandung kemih. 6. cegukan. 2002). E. Gagal jantung kongestif. Perikarditis (akibat iritasi oleh toksik uremi). Infeksi ditangani dengan agen anti mikrobial karena sisa urin dalam kaliks akan menyebabkan infeksi dan pielonefritis. Etiologi .Pembesaran uterus pada kehamilan (Smeltzer dan Bare. Obstruksi akut dapat menimbulkan rasa sakit dipanggul dan pinggang. akibatnya fungsi renal terganggu (Smeltzer dan Bare. Hidronefrosis adalah obstruksi aliran kemih proksimal terhadap kandung kemih dapat mengakibatkan penimbunan cairan bertekanan dalam pelviks ginjal dan ureter yang dapat mengakibatkan absorbsi hebat pada parenkim ginjal (Sylvia. 2002). tumor. seperti: 1. 1995). . atrofi testikuler (Smeltzer dan Bare. 2. Anoreksia. Jika salah satu fungsi ginjal rusak parah dan hancur maka nefrektomi (pengangkatan ginjal) dapat dilakukan (Smeltzer dan Bare. . Amenore. 8. Jika terjadi infeksi maka disuria.Kelainan konginetal pada leher kandung kemih dan uretra . muntah. mual. Pasien disiapkan untuk pembedahan mengangkat lesi obstrukstif (batu. Penatalaksanaan Tujuannya adalah untuk mengaktivasi dan memperbaiki penyebab dari hidronefrosis (obstruksi. tekanan balik akan mempengaruhi kedua ginjal tetapi jika obstruksi terjadi disalah satu ureter akibat adanya batu atau kekakuan maka hanya satu ginjal yang rusak. obstruksi ureter). Hematuri dan piuria mungkin juga ada.Hipertrofi prostat . Untuk mengurangi obstruksi urin akan dialihkan melalui tindakan nefrostomi atau tipe disertasi lainnya.Jaringan parut ginjal/ureter. Manifestasi Klinis Pasien mungkin asimtomatik jika awitan terjadi secara bertahap. Hipertensi (akibat retensi cairan dan natrium). C. D.Penyempitan uretra . 2002). Jika kedua ginjal kena maka tanda dan gejala gagal ginjal kronik akan muncul. 5. Patofisiologi Apapun penyebab dari hidronefrosis. 4. Butiran uremik (kristal urea pada kulit). Penurunan konsentrasi.Batu . 3. kedutan otot dan kejang. menggigil. 2002). demam dan nyeri tekan serta piuria akan terjadi.

Beri penjelasan penyebab nyeri 3. Beri posisi trendelenberg 4.Tidak ada sepsis dan pus Intervensi: 1. Ajarkan relaksasi dan distraksi 4. Kolaborasi pemberian analgetik 4) Intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia Tujuan: Kebutuhan aktivitas terpenuhi Kriteria hasil: .Pasien mengungkapkan rasa nyeri berkurang Intervensi: 1.Pasien tampak rileks . kolaborasi pemberian diuresis 6. 2. mukosa lembab . Timbang BB tiap tiga hari.Turgor baik. Cek laboratorium darah lengkap/rutin 2) Resti infeksi berhubungan dengan akses haemodialisa Tujuan: Infeksi tidak terjadi Kriteria hasil: . Kaji tingkat nyeri 2. Diagnosa dan Intervensi Keperawatan 1) Gangguan keseimbangan volume cairan berhubungan dengan pembatasan cairan Tujuan: Volume cairan seimbang Kriteria hasil: .Intake dan output seimbang Intervensi: 1.F. Monitor TTV 5. Monitor jika ada peradangan 4. Tutup luka dengan teknik aseptik 3. Kolaborasi pemberian antibiotik 3) Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan obstruksi akut Tujuan: Nyeri berkurang sampai hilang Kriteria hasil: . Observasi TTV 3.Tidak ada tanda-tanda infeksi . Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan 2. Pantau intake dan output 5.RR dan TTV normal/stabil .

Berat badan dalam rentang normal Intervensi: 1.Masukan per oral meningkat . Kolaborasi dengan ahli fisioterapi 5) Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual. Berikan porsi makan kecil tapi sering 3. Kaji respon individu terhadap aktivitas. 2.Meningkatkan kemampuan mobilitas . muntah Tujuan: Nutrisi terpenuhi Kriteria hasil: . nyeri. vertigo 2. Dukung klien untuk makan bersama anggota keluarga . Meningkatkan aktivitas klien secara bertahap 3. Ciptakan suasana yang menyenangkan 4. dispnea..Melaporkan penurunan gejala-gejala intoleransi aktivitas Intervensi: 1. Jelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat.

Etiologi . urine harus dialihkan melalui refrostomi atau tipe diversi.Kep LAPORAN PENDAHULUAN HIDRONEFROSIS 1.Obstruksi pada fruktus urinarius . serta atrofi progresif dan pembesaran kistik ginjal. 5. Jika obstruksi terjadi di uretra atau kandung kemih. Pada pria lansia.LP Hidronefrosis Posted by dwixhikari pada 12 Maret 2010 Oleh : Niken Jayanthi. Manifestasi klinik Terlampir di rental Hikari. 2001:1442). Hidronefrosis adalah obstruksi saluran kemih proksimal terhadap kandung kemih yang mengakibatkan penimbunan cairan bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter serta atrofi hebal pada parenkim ginjal (Price. maka ginjal yang lain akan membesar secara bertahap (hipertrofi kompensatori) akhirnya fungsi renal terganggu. Untuk mengurangi obstruksi. Hidronefrosis juga dapat terjadi pada kehamilan akibat pembesaran uterus. Obstruksi dapat diakibatkan oleh tumor yang menekan ureter atau berkas jaringan parut akibat obses atau inflamasi dekat ureter dan menjepit saluran tersebut. atrofi ginjal terjadi ketika salah satu ginjal mengalami kerusakan bertahap maka ginjal yang lain akan membesar secara bertahap (hipertrofi komensatori) akhirnya fungsi renal terganggu (Smeltzer.Obstruksi uretra pada pintu kandung kemih akibat pembesaran prostat 3. Pasien dipersiapkan untuk pembedahan yaitu untuk mengangkat lesi obstruktif . Pada saat ini. maka hanya satu ginjal yang rusak. akan menyebabkan distensi piala dan kaliks ginjal. 1995: 818). S. Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan adalah untuk mengidentifikasi dan memperbaiki penyebab obstruksi untuk menangani infeksi dan untuk mempertahankan serta melindungi fungsi renal.Obstruksi parsial atau intermitten disebabkan batu renal yang terbentuk di piala ginjal tetapi masuk ke ureter dan menghambatnya . Obstruksi parsial atau intermitten dapat disebabkan oleh batu renal yang terbentuk di piala ginjal tetapi masuk ke ureter dan menghambatnya. Pada saat ini atrofi ginjal terjadi ketika salah satu ginjal sedang mengalami kerusakan bertahap. Apapun penyebabnya adanya akumulasi urine di piala ginjal akan menyebabkan distensi piala dan kaliks ginjal. 4. Pengertian Hidronefrosis adalah dilatasi pelvis renalis dan calyces. tekanan balik akan mempengaruhi kedua ginjal. 2. . Patofisiologi Obstruksi pada aliran normal urine menyebabkan urine mengalir balik sehingga tekanan ginjal meningkat.Adanya akumulasi urin di piala ginjal. Gangguan dapat sebagai akibat dari bentuk sudut abnormal di pangkal ureter atau posisi ginjal yang salah yang menyebabkan ureter kaku. dapat juga disertai pelebaran ureter (hidroureter). penyebab tersering adalah obstruksi uretra pada pintu kandung kemih akibat pembesaran prostat. Tetapi jika obstruksi terjadi di salah satu ureter akibat adanya batu atau kekakuan. Infeksi ditangani dengan agen antimikroloid karena sisa urine dalam kaliks menyebabkan infeksi dan pielonefritis.

tumor. obstruksi sebelumnya. tidak minum air dengan cukup Tanda • Distensi abdominal.Eliminasi terutama BAK Gejala : riwayat adanya ISK kronis. penurunan haluaran urine. abdomen dan turun kelipatan paha Tanda : melindungi perilaku distriksi. GD I/II. diabetes 3) Data fokus . sekretaris. penurunan/tidak ada usus • Muntah . pekerjaan dimana pasien terpajan pada lingkungan bersuhu tinggi • Keterbatasan aktivitas sehubungan dengan kondisi sebelumnya . obstruksi ureter). .Perempuan lebih banyak terjadi daripada laki-laki .Persepsi diri Gejala : kurang pengetahuan. Radiodiagnostik • USG/CR abdomen • BNO IVP • Renogram / RPG • Poto thorax c.Aktivitas dan istirahat Gejala • Pekerjaan monoton.Makanan atau cairan Gejala • Mual/muntah. Riwayat kesehatan keluarga Riwayat kalkulus dalam keluarga. gangguan body image 4) Pemeriksaan penunjang a. pluria. gagal ginjal). BGA • Urine : kultur urine. gout. hematuri. kulit hangat dan kemurahan. obstruksi sebelumnya. nyeri tekanan abdomen • Ketidakcukupan pemasukan cairan. Jika salah satu ginjal rusak berat dan fungsinya hancur. Laboratorium • Darah : hematologi.(batu.Nyeri/kenyamanan Gejala : episode akut nyeri berat. contoh : pada panggul diregio sudut kortovertebral dan menyebar ke punggung.Keamanan Gejala : menggigil. demam . Pathways keperawatan Terlampir di rental Hikari. riwayat gout. ECG 7. kandung kemih penuh Tanda : oliguri. nyeri tekan pada area ginjal yang dipalpasi . perubahan pola berkemih . urine 24 jam b. Pengkajian Fokus 1) Demografi . Riwayat penyakit dahulu Riwayat adanya ISK kronis. pucat .Ditemukan pada laki-laki di atas usia 60 tahun . 6.Sirkulasi Tanda : peningkatan TD/nadi (nyeri. maka nefraktomi (pengangkatan ginjal). dll) 2) Riwayat kesehatan a. lokasi tergantung pada lokasi obstruksi. ansietas. riwayat pembedahan b.Pekerjaan yang meningkatkan statis urine (sopir. penyakit ginjal.

mampu istirahat dengan tepat Intervensi: a. Bantu dan dorong penggunaan nafas. Berikan obat sesuai indikasi Rasional : biasanya diberikan sebelum episode akut untuk meningkatkan relaksasi otot / mental 2) Gangguan perubahan eliminasi urine berhubungan dengan obstruksi saluran kemih Tujuan : dapat berkemih dengan jumlah normal dewasa ½ – 1 ml/kgbb/jam Kriteria hasil : tidak mengalami tanda obstruksi Intervensi a. Dorong meningkatkan pemasukan cairan Rasional : peningkatan hidrasi membilas bakteri darah dan membantu lewatnya batu b. Tentukan pola berkemih normal dan perhatikan variasi Rasional : biasanya frekuensi meningkat bila kalkulus mendekati pertemuan uretrovesikal c. Berikan makan sedikit tapi sering Rasional : meminimalkan anoreksia dan mual sehubungan dengan status uremik c. menyebabkan distansi jaringan dan resiko infeksi. creatinin Rasional : peningkatan ureum. lamanya. mencegah statis urine dan mencegah pembentukan batu d. mual. kalium . ureum. contoh BUN. Perhatikan keluhan penambahan / menetapnya nyeri abdomen Rasional : obstruksi dapat menyebabkan perforasi dan ekstravasasi urine ke dalam arca perianal e. berfokus bimbingan imajinasi dan aktivitas terapeutik Rasional : memberikan kesempatan untuk pemberian perhatian dan membantu relaksasi otot c. Catat Px laboratorium. natrium. Fokus intervensi dan rasional 1) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya tekanan ginjal yang meningkat Tujuan : nyeri terkontrol / berkurang Kriteria hasil : pasien mengatakan nyeri berkurang dengan spasme terkontrol. Diagnosa keperawatan 1) Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan adanya tekanan di ginjal yang meningkat 2) Gangguan perubahan eliminasi urine berhubungan dengan obstruksi saluran kemih 3) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat mual. tampak rileks. muntah 4) Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh 9. muntah Tujuan : kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi Kriteria hasil : nafsu makan meningkat. Timbang BB setiap hari Rasional : perubahan kelebihan 0.8.5 kg dapat menunjukkan perpindahan keseimbangan cairan d. pertahankan penurunan keluaran urine Rasional : retensi urine dapat terjadi. Dorong dengan ambulasi sesuai indikasi dan tingkatkan pemasukan cairan sedikitnya 3-4 L/hari Rasional : hidrasi kuat meningkatkan lewatnya batu. Awasi Px lab. albumin serum. pertahankan TTV Rasional : bantu mengevaluasi tempat obstruksi dan kemajuan gerakan kalkulus b. gagal ginjal 3) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. perilaku atau tingkat kesadaran Rasional : akumulasi sisa berkemih dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menjadi toksik di ssp d. Catat lokasi. tidak mengalami tanda malnutrisi lebih lanjut Intervensi a. palpasi untuk distensi suprabubik. Amati keluhan Vu penuh. creatinin mengindikasikan disfungsi ginjal e. Observasi perubahan status mental. intensitas dan penyebaran. Kaji dan catat pemasukan diet Rasional : membantu mengidentifikasi defisiensi dan kebutuhan diet b.

tekanan balik akan mempengaruhi kedua ginjal tetapi jika obstruksi terjadi disalah satu ureter akibat adanya batu atau kekakuan maka hanya satu ginjal yang rusak. Pada saat ini atrofi ginjal terjadi ketika salah satu ginjal sedang mengalami kerusakan bertahap maka ginjal yang lain akan membesar secara bertahap (hipertrofi kompensatori). • Batu • Neoplasma/tomur • Hipertrofi prostat • Kelainan konginetal pada leher kandung kemih dan uretra • Penyempitan uretra • Pembesaran uterus pada kehamilan (Smeltzer dan Bare. Kaji integritas kulit Rasional : ekskorisasi akibat gesekan dapat menjadi infeksi sekunder d.dkk. 2000. Awasi Px lab. Jakarta : EGC • Rabbins. 1995). Suzanne c. akibatnya fungsi renal terganggu (Smeltzer dan Bare. Bandung : alumni • Smeltzer. 2002). 2005. Etiologi • Jaringan parut ginjal/ureter.Rasional : indikator kebutuhan nutrisi. Pengertian • Hidronefrosis adalah dilatasi piala dan perifer ginjal pada satu atau kedua ginjal akibat adanya obstruksi pada aliran normal urin menyebabkan urin mengalir balik sehingga tekanan diginjal meningkat (Smeltzer dan Bare. pembatasan aktivitas terapi e. edisi 2. 2001. contoh SDP dengan diferensial Rasional : SDP meningkat mengindikasi infeksi DAFTAR PUSTAKA • Rn. keperawatan medical bedah. Jakarta :EGC. • Hidronefrosis adalah obstruksi aliran kemih proksimal terhadap kandung kemih dapat mengakibatkan penimbunan cairan bertekanan dalam pelviks ginjal dan ureter yang dapat mengakibatkan absorbsi hebat pada parenkim ginjal (Sylvia. • Apabila obstruksi ini terjadi di ureter atau kandung kemih. Sweringen. buku ajar patologi II . . Sehingga menyebabkan disertasi piala dan kolik ginjal. PatofiSIologi Apapun penyebab dari hidronefrosis. batuk dan pengubahan posisi Rasional : mencegah atelektosis dan kemobilisasi secret untuk menurunkan resiko infeksi c. disebabkan adanya obstruksi baik parsial ataupun intermitten mengakibatkan terjadinya akumulasi urin di piala ginjal. Awasi tanda vital Rasional : demam dengan peningkatan nadi dan pernafasan adalah tanda peningkatan laju metabolik dan proses inflamasi e. muntah. Jakarta : EGC • Effendi hasjim Dr. Tingkatkan cuci tangan yang baik pada pasien dan perawat Rasional : menurunkan resiko kontaminasi silang b. Stanley C. Sylvia Anderson. meningkatkan pemasukan oral 4) Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh Tujuan : tidak terjadi infeksi Kriteria hasil : tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi a. 1981. Jakarta :EGC • Price. patofisiologi konsep klinis psroses penyakit edisi 6 volume 2. Bantu nafas dalam. Berikan / Kolaborasi obat antidiuretik Rasional : menghilangkan mual. 2002). Buku ajar keperawatan medical bedah Brunner & suddarth edisi 8 vol 2. fisiologa dan patofisiologi ginjal. 2002).

Gangguan keseimbangan volume cairan berhubungan dengan pembatasan cairan. seperti: • Hipertensi (akibat retensi cairan dan natrium). Resti infeksi berhubungan dengan akses haemodialise Tujuan: Infeksi tidak terjadi Kriteria hasil: • Tidak ada tanda-tanda infeksi • Tidak ada sepsis dan pus Tindakan: • Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan • Tutup luka dengan teknik aseptik • Monitor jika ada peradangan • Monitor TTV • Kolaborasi pemberian antibiotik 3). • Anoreksia. • Pruritis (gatal kulit). muntah. Jika terjadi infeksi maja disuria. • Penurunan konsentrasi. mual. Infeksi ditangani dengan agen anti mikrobial karena sisa urin dalam kaliks akan menyebabkan infeksi dan pielonefritis. Jika salah satu fungsi ginjal rusak parah dan hancur maka nefrektomi (pengangkatan ginjal) dapat dilakukan (Smeltzer dan Bare. menggigil. Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan obstruksi akut. mukosa lembab • Intake dan output seimbang Intervensi: • Timbang BB tiap tiga hari. obstruksi ureter). (Smeltzer dan Bare. atrofi testikuler. 2002). infeksi) dan untuk mempertahankan dan melindungi fungsi ginjal. Obstruksi akut dapat menimbulkan rasa sakit dipanggul dan pinggang. cegukan. Tujuan: Nyeri berkurang sampai hilang Kriteria hasil: • Pasien tampak rileks • Pasien mengungkapkan rasa nyeri berkurang . • Observasi TTV • Beri posisi trendelenberg • Pantau intake dan output • kolaborasi pemberian diuresis • Cek laboratorium darah lengkap/rutin 2). Jika kedua ginjal kena maka tanda dan gejala gagal ginjal kronik akan muncul. • Butiran uremik (kristal urea pada kulit). tumor. Diagnosa dan Intervensi Keperawatan 1). • Amenore.Manifestasi Klinis • Pasien mungkin asimtomatik jika awitan terjadi secara bertahap. Pasien disiapkan untuk pembedahan mengangkat lesi obstrukstif (batu. Untuk mengurangi obstruksi urin akan dialihkan melalui tindakan nefrostomi atau tipe disertasi lainnya. 2002) Penatalaksanaan Tujuannya adalah untuk mengaktivasi dan memperbaiki penyebab dari hidronefrosis (obstruksi. demam dan nyeri tekan serta piuria akan terjadi. Tujuan: Volume cairan seimbang Kriteria hasil: • RR dan TTV normal/stabil • Turgor baik. • Gagal jantung kongestif. Hematuri dan piuria mungkin juga ada. kedutan otot dan kejang. • Perikarditis (akibat iritasi oleh toksik uremi).

muntah Tujuan: Nutrisi terpenuhi Kriteria hasil: • Masukan per oral meningkat • Berat badan dalam rentang normal Intervensi • Jelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat. Patofisiologi Obstruksi pada aliran normal urin menyebabkan urin mengalir balik. HIDRONEFROSIS A. Suzanne C dan Brenda G Bare. Jika obstruksi terjadi di uretra atau kandung kemih. Smeltzer. 3. nyeri. Gangguan dapat sebagai akibat dari bentuk abnormal di pangkal ureter atau posisi ginjal yang salah. penyebab tersering adalah obstruksi uretra pada pintu kandung kemih akibat .Intervensi: • Kaji tingkat nyeri • Beri penjelasan penyebab nyeri • Ajarkan relaksasi dan distraksi • Kolaborasi pemberian analgetik 4). Rencana asuhan keperawatan: Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Definisi Hidronefrosis adalah dilatasi piala dan kaliks ginjal pada salah satu atau kedua ginjal. Price. Jakarta: EGC. C. 2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia Tujuan: Kebutuhan aktivitas terpenuhi Kriteria hasil: • Meningkatkan kemampuan mobilitas • Melaporkan penurunan gejala-gejala intoleransi aktivitas Intervensi: • Kaji respon individu terhadap aktivitas. vertigo • Meningkatkan aktivitas klien secara bertahap • Kolaborasi dengan ahli fisioterapi 5). sehingga tekanan di ginjal meningkat. Doenges. yang menyebabkan ureter berpilin atau kaku. 1999. dispnea. tetapi jika obstruksi terjadi di salah satu ureter akibat adanya batu atau kekakuan maka hanya satu ginjal saja yang rusak. Pada pria lansia . • Berikan porsi makan kecil tapi sering • Ciptakan suasanya yang menyenangkan • Dukung klien untuk makan bersama anggota keluarga Daftar Pustaka 1. Etiologi Hidronefrosis disebabkan adanya obstruksi. Jakatya: EGC. Buku aajar keperawatan medikal bedah edisi 8. Sylvia. tekanan balik akan mempengaruhi kedua ginjal. Obstruksi parsial atau intermiten dapat disebabkan oleh batu renal yang terbentuk di piala ginjal tetapi masuk ke ureter dan menghambatnya. Obstruksi dapat diakibatkan oleh tumor yang menekan ureter atau berkas jaringan parut akibat abses atau inflamasi dekat ureter dan menjepit saluran tersebut. Marilynn E. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual. Jakarta: EGC. 1992. B. Patofisiologi edisi keempat.

Infeksi ditangani dengan agen antimikrobial karena sisa urin dalam kaliks menyebabkan infeksi dan pielonefritis. dan untuk mempertahankan serta melindungi fungsi renal. Pada akhinya. Hematuria E. Menggigil 4. Jika aliran air kemih tersumbat. akhirnya fungsi renal terganggu. PENYEBAB . Dalam keadaan normal. Piuria 7. DEFINISI Hidronefrosis adalah penggembungan ginjal akibat tekanan balik terhadap ginjal karena aliran air kemih tersumbat. Apapun penyebabnya adanya akumulasi urin di piala ginjal akan menyebabkan distensi piala dan kaliks ginjal. Penatalaksanaan Tujuan : Untuk mengidentifikasi dan memperbaiki penyebab obstruksi. air kemih akan mengalir kembali ke dalam tabung-tabung kecil di dalam ginjal (tubulus renalis) dan ke dalam daerah pusat pengumpulan air kemih (pelvis renalis). Tanda dan Gejala 1. Pada saat ini atrofi ginjal terjadi. Jika salah satu ginjal rusak parah dan fungsinya hancur. maka ginjal yang lain akan membesar secara bertahap (hipertropi kompensatori). Untuk mengurangi obstruksi urin harus dialihkan dengan tindakan nefrostomi atau tipe diversi lainnya. Ketika salah satu ginjal sedang mengalami kerusakan bertahap. tekanan hidronefrosis yang menetap dan berat akan merusak jaringan ginjal sehingga secara perlahan ginjal akan kehilangan fungsinya.pembesaran prostat. Nyeri tekan 6. untuk menangani infeksi. nefrektomi dapat dilakukan. Pasien disiapkan untuk pembedahan untuk mengankat lesi obstruktif (batu. Hal ini akan menyebabkan ginjal menggembung dan menekan jaringan ginjal yang rapuh. Demam 5. Hidronefrosis juga dapat terjadi pada kehamilan akibat pembesaran uterus. Disuria 3. air kemih mengalir dari ginjal dengan tekanan yang sangat rendah. D. obstruksi ureter). tumor. Rasa sakit dipanggul dan punggung 2.

Infeksi saluran kemih yang berat.Ureterokel (penonjolan ujung bawah ureter ke dalam kandung kemih) .Arus balik air kemih dari kandung kemih akibat cacat bawaan atau cedera . Hidronefrosis juga bisa terjadi akibat adanya penyumbatan dibawah sambungan ureteropelvik atau karena arus balik air kemih dari kandung kemih: .Batu di dalam ureter .Kanker kandung kemih. peradangan atau kanker .Batu di dalam pelvis renalis . terapi penyinaran atau pembedahan .Penyempitan ureter akibat cacat bawaan. prostat atau organ panggul lainnya . rahim. rontgen atau obat-obatan (terutama metisergid) . Kadang hidronefrosis terjadi selama kehamilan karena pembesaran rahim menekan ureter.Sumbatan yang menghalangi aliran air kemih dari kandung kemih ke uretra akibat pembesaran prostat.Hidronefrosis biasanya terjadi akibat adanya sumbatan pada sambungan ureteropelvik (sambungan antara ureter dan pelvis renalis): . leher rahim.arteri atau vena yang letaknya abnormal .Lilitan pada sambungan ureteropelvik akibat ginjal bergeser ke bawah . yang untuk sementara waktu menghalangi kontraksi ureter.Tumor di dalam atau di dekat ureter . Hidronefrosis akan berakhir bila kehamilan berakhir. Perubahan hormonal akan memperburuk keadaan ini karena mengurangi kontraksi ureter yang secara normal mengalirkan air kemih ke kandung kemih. Jaringan fibrosa lalu akan menggantikan kedudukan jaringan otot yang normal di dinding ureter sehingga terjadi kerusakan yang menetap. meskipun sesudahnya pelvis renalis dan ureter mungkin tetap agak melebar. Pelebaran pelvis renalis yang berlangsung lama dapat menghalangi kontraksi otot ritmis yang secara normal mengalirkan air kemih ke kandung kemih. cedera.tumor.jaringan fibrosa . GEJALA . infeksi.Kelainan struktural.Kelainan pada otot atau saraf di kandung kemih atau ureter .Penekanan pada ureter oleh: .Pembentukan jaringan fibrosa di dalam atau di sekeliling ureter akibat pembedahan. misalnya jika masuknya ureter ke dalam pelvis renalis terlalu tinggi .

Hidronefrosis bisa menimbulkan gejala saluran pencernaan yang samar-samar. DIAGNOSA Dokter bisa merasakan adanya massa di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggul. muntah dan nyeri perut. seperti mual. Sering ditemukan infeksi saluran kemih (terdapat nanah di dalam air kemih). biasanya akan menyebabkan kolik renalis ( nyeri yang luar biasa di daerah antara tulang rusuk dan tulang panggul) pada sisi ginjal yang terkena. Jika tidak diobati. Jika aliran air kemih tersumbat.Gejalanya tergantung pada penyebab penyumbatan. Air kemih dari 10% penderita mengandung darah. dimana sambungan ureteropelvik terlalu sempit. . pada akhirnya hidronefrosis akan menyebabkan kerusakan ginjal dan bisa terjadi gagal ginjal. demam dan rasa nyeri di daerah kandung kemih atau ginjal. Jika penyumbatan berkembang secara perlahan (hidronefrosis kronis). Gejala ini kadang terjadi pada penderita anak-anak akibat cacat bawaan. Jika penyumbatan timbul dengan cepat (hidronefrosis akut). bisa tidak menimbulkan gejala atau nyeri tumpul di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggul). Nyeri yang hilang timbul terjadi karena pengisian sementara pelvis renalis atau karena penyumbatan sementara ureter akibat ginjal bergeser ke bawah. bisa terbentuk batu (kalkulus). lokasi penyumbatan serta lamanya penyumbatan. terutama jika ginjal sangat membesar.