You are on page 1of 8

TUGAS DASAR-DASAR FILSAFAT RASIONALISME RENE DESCARTES

OLEH : DEWI PUSPITASARI NIM. C0211014

JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

Selama di sekolah ini pula ia ikut merayakan ditemukannya berbagai bulan yang ada pada planet Jupiter tahun 1611. Di sekolah Jesuit. metode keraguan Descartes (Cartesian Doubt) metode ini sering juga disebut Cogito Descartes. Descartes mendapatkan pelajaran-pelajaran tentang filsafat. Mula-mula ia meragukan semua yang dapat diindera. objek yang sebenarnya tidak mungkin diragukan. sebuah kota kecil di Touraine. dalam pencariannya akan ketenangan dan kesunyian ia menetap di Belanda. Untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat adalah akal. Ia mendapatkan pendidikan di sekolah Jesuit di La Fleche. fisika. Descartes melanjutkan pendidikannya ke sekolah hokum di Poitiers. Argumentasi itu tertuang dalam metode cogito. Setelah meninggalkan La Fleche. Pada langkah pertama ini descartes dapat (berhasil) meragukan semua benda yang dapat di indera. Bukunya yang terpenting dalam filsafat murni ialah Discours de la Methode (1637) dan Meditations (1642). ilusi dan dalam terjaga ada sesuatu yang selalu muncul baik dalam jaga maupun dalam mimpi. halusinasi. Perancis. Untuk menemukan basis yang kuat bagi filsafat. Apa sekarang yang dapat dipercaya dan yang sungguh-sungguh ada? Menurut descartes dalam mimpi. karena kondisi kesehatannya yang kurang baik. Di dalam buku inilah ia menuangkan metodenya yang terkenal itu. Pada Oktober 1649 ia pindah ke Stochkolm. Selama di sekolah ini. Belanda di anggap sebagai tempat yang paling tepat karena iklim kebebasannya yang terbaik di Eropo. dan matematika. ia diizinkan untuk tetap di tempat tidur dan pada akhirnya menjadisebuah kebiasaan selama hidupnya. di mana ia menemukan Mersenne. ia lahir pada tahun 1596 di La Haye. . ia menyusun argumentasi yang amat terkenal.RIWAYAT SINGKAT RENE DESCARTES Salah satu filsuf rasionalisme yang terkenal yaitu Rene Descartes. Descartes meragukan lebih dahulu segala sesuatu yang dapat diragukan. yang kemudian menjadi metornya. Swedia. termasuk tiga tahun di Paris. Descartes menetap di Belanda sampai dengan 1649. Kedua buku ini saling melengkapi satu sama lain. namun pada Februari tahun 1650 ia meninggal dunia karena penyakit pneumonia. Inilah langkah pertama metode cogito tersebut. Ia mengetahui bahwa tidak mudah meyakinkan tokoh-tokoh gereja bahwa filsafat haruslah rasio (akal). Pada rentang waktu tahun-tahun inilah ia menulis banyak karya ilmiah. Pada tahun 1629. Selanjutnya ia berpergian ke beberapa Negara Eropa selama satu decade.

Karena kesadaran ini nampaklah tindakan budi (rasio) dan budi ini menemukan pangkal untuk bertindak dan hanya rasio sajalah yang dapat membawa orang kepada kebenaran rasio juga yang dapat memberi pimpinan dalam segala jalan pikiran. Idea terang benderang itu bekal hidup. Kedaulatan rasio diakui sepenuhnya bahkan dilebih-lebihkan oleh Descartes dengan mengabaikan nilai pengetahuan indra. Kepastian yang terdapat pada kesadaran inilah yang di pakai menjadi pangkal pikiran dan filsafatnya. melainkan sudah dimiliki orang waktu dilahirkan. Jadi menurut Descartes itu bukanlah hasil pengabstrakan. . Yang tidak dapat di utarakan dengan idea yang demikian itu tidak termasuk kedalam wilayah filsafat. Ia ragu-ragu bukan untuk ragu-ragu melainkan untuk mencapai kepastian. Akan tetapi apa dan siapa yang menjamin bahwa idea itu benar? Yang menjadi jaminan ialah tuhan sendiri. Maka dari itu menurut Descartes budi atau rasiolah yang menjadi sumber dan pangkal segala pengertian dan budilah yang memegang pimpinan dalam segala mengerti itulah sebabnya aliran ini disebut rasionalisme. idea itu disebutnya idea bawaan. Idea yang terang benderang ini pemberian tuhan sebelum orang itu dilahirkan. bukanlah ia ragu-ragu sesungguhnya seperti skepsis. Adapun yang benar itu hanya tindakan budi yang terang benderang yang disebutnya (idees claires et distinctes). Idea Terang Benderang Keraguan Descartes diatas hanya metode. Hadiah dari kebenaran sejati.oleh karena itu idea tersebut haruslah benar karena pemberian yang maha benar. yang diambil dari yang konkrit. yang menurut dia kerap kali menyesatkan manusia.

mendahului atau unggul atas. dan tugas dalam kehidupannya adalah membedakan kebenaran dan kesalahan dalam semua bidang pelajaran. Ia menekankan akal budi (rasio) sebagai sumber utama pengetahuan. Dalam usahanya untuk mencapai kebenaran dasar tersebut Descartes menggunakan metode “Deduksi”. Solomon dan Kathleen M.” Dan . “kunci bagi deduksi keseluruhan Descartes akan berupa aksioma tertentu yang akan berfungsi sebagai sebuah premis dan berada diluar keraguan. Lacey7 menambahkan bahwa berdasarkan akar katanya Rasionalisme adalah sebuah pandangan yang berpegangan bahwa akal merupakan sumber bagi pengetahuan dan pembenaran. Pada dasarnya. Dia berhasrat untuk menemukan “sebuah ilmu yang sama sekali baru pada masyarakat yang akan memecahkan semua pertanyaan tentang kuantitas secara umum.PENGERTIAN RASIONALISME Secara etimologis Rasionalisme berasal dari bahasa Inggris “rationalism”. namun ia tidak menerima dasar-dasar filfasat Scholastic yang dibangun oleh para pendahulunya.R. Ia banyak menguasai filsafat Scholastic. Hal ini merupakan terobosan baru semenjak zaman Aristoteles dan hal ini merupakan sebuah neo-self-confidence yang dihasilkan dari kemajuan ilmu pengetahuan. Higgins dalam buku sejarah filsafat. Ia berupaya keras untuk mengkonstruksi bangunan baru filsafat. Sementara itu. Karena menurutnya “semua ilmu merupakan pengetahuan yang pasti dan jelas. Sehingga dia menerima suatu kebenaran sebagai suatu hal yang pasti dan jelas atau disebut Descartes sebagai kebenaran yang Clear and Distinct. dan bebas (terlepas) dari pengamatan inderawi. visi dan filsafat Descartes banyak dipengaruhi oleh ilmu alam dan matematika yang berasas pada kepatian dan kejelasan perbedaan antara yang benar dan salah. yaitu dia mededuksikan prinsip-prinsip kebenaran yang diperolehnya kepada prinsip-prinsip yang sudah ada sebelumnya yang berasal dari definisi dasar yang jelas. Kata ini berakar dari kata bahasa Latin ratio yang berarti “akal”. apakah bersifat kontinim atau terputus. secara terminologis aliran ini dipandang sebagai aliran yang berpegang pada prinsip bahwa akal harus diberi peranan utama dalam penjelasan.” Visi Descartes telah menumbuhkan keyakinan yang kuat pada dirinya tentang kepastian pengetahuan ilmiah. A.  Munculnya Pemikiran Rasionalisme Descartes merupakan orang pertama yang memiliki kapasitas filosofis yang sangat dipengaruhi oleh fisika baru dan astronomi. Sebagaimana yang ditulis oleh Robert C.

Ada rasionalis-rasionalis yang dengan tegas menentang filosofi humanisme yang antroposentrik. yang menjadi ciri-ciri penting dari perpektif para rasionalis adalah penolakan terhadap perasaan (emosi). Karena menurutnya hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akal yang dapat disebut sebagai pengetahuan yang . Meski ada pengaruh atheisme yang kuat dalam rasionalisme modern. adat-istiadat atau kepercayaan yang sedang populer. Dalam kasus-kasus seperti ini. rasionalisme dapat diterapkan secara lebih umum. Di luar konteks religius. Sehingga dalam berhubungan dengan realita. tidak seluruh rasionalis adalah atheis. umpamanya kepada masalah-masalah politik atau sosial. Meskipun begitu. daripada melalui iman. dan analisis yang berdasarkan fakta. rasionalisme tidak menyatakan pernyataan apapun mengenai adanya dewa-dewi meski ia menolak kepercayaan apapun yang hanya berdasarkan iman. dogma.  Pola Pikir Rasionalisme Rasionalisme atau gerakan rasionalis adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian. Descartes mencoba untuk meragukan segala apa yang diterima oleh inderanya dan dia berusaha untuk menguak realitas dengan menggunakan akalnya.aksioma ini merupakan klaimnya yang terkenal Cogito ergo sum “Aku berpikir maka aku ada”. dia sampai pada pertanyaan yang terkenal Cogito ergo sum. logika. ada perbedaan dengan kedua bentuk tersebut: Humanisme dipusatkan pada masyarakat manusia dan keberhasilannya. Rasionalisme tidak mengklaim bahwa manusia lebih penting daripada hewan atau elemen alamiah lainnya. atau ajaran agama. Dia meragukan segala sesuatu yang dapat diragukan-semua pengetahuan tradisional. keberadaan dirinya sebagai pemikir. Oleh karena itu. Rasionalisme mempunyai kemiripan dari segi ideologi dan tujuan dengan humanisme dan atheisme. Atheisme adalah suatu keadaan tanpa kepercayaan akan adanya Tuhan atau dewa-dewa. kesan indrawinya. dalam hal bahwa mereka bertujuan untuk menyediakan sebuah wahana bagi diskursus sosial dan filsafat di luar kepercayaan keagamaan atau takhayul. dan bahkan juga kenyataan bahwa dia mempunyai tubuh sekalipun-hingga dia mencapai satu hal yang tidak dapat diragukan.  Ciri Filsafat Descartes Inti metode Descartes adalah keraguan yang mendasar.

namun bukan pemahaman kita. “Andaikata Kita membaca setiap karangan Plato dan Aristoteles. Karenanya. Anees dan Radea Juli A. Seorang filosuf harus hanya menerima suatu pengetahuan yang terang dan jelas. 2.” Dalam membangun filsafatnya Descartes membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai patokan dalam menentukan kebenaran dan keluar dari keraguan yang ada. dan bukannya di dalam barang sesuatu.ilmiah. Descartes menawarka metodemetode untuk menjawabnya. Karena itu ia menolak seluruh hal kecuali kepastian dari pendapatnya sendiri. Metode yang kedua ini disebut sebagai pola analisis. aliran ini yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide. Hambali. Adapun persoalan-persoalan yang dilontarkan oleh Descartes untuk membangun filsafat baru antara lain: a. Kemudian Descartes menolak untuk bergantung pada pendapat umum yang berkembang dalam masyarakat dalam melandaskan pemikirannya. Dan kebenaran yang diperoleh melalui indera mempunyai tingikat kesalahan yang lebih tinggi. Yang mana metode-metode tersebut harus dipegang untuk sampai pada pengetahuan yang benar: 1. maka kebenaran hanya dapat ada di dalam pikiran kita dan hanya dapat diperoleh dengan akal saja. namun tanpa kepastian sendiri. Sebagaimana yang diungkapkannya dalam buku Filsafat untuk umum karya Bambang Q. Atau jika masalah itu masih berupa pernyataan: maka pernyataan tersebut harus diurai menjadi pernyataan-pernyataan yang sederhana. Meskipun demikian dia tidak mengingkari pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman. Jika kebenaran bermakna sebagai mempunyai ide yang sesuai dengan atau yang menunjuk kepada kenyataan. kita tidak maju satu langkah pun dalam filsfat……. Apa tolok ukur kebenaran pengetahuan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Metode apa yang digunakan mencapai pengetahuan pertama? c. Hanya saja pengalaman dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. Bagaimana meraih pengetahuan-pengetahuan selanjutnya? d.Pengertian historis kita lalu ditambah. . Apakah kita bisa menggapai suatu pengetahuan yang benar? b. Mengurai suatu masalah menjadi bagian-bagian kecil sesuai dengan apa yang ingin kita cari.

kita harus merangkainya untuk menemukan kemungkinan luas dari gagasan tersebut. . Jadi dengan keempat metode tersebut Descartes mengungkap kebenaran dan membangun filsafatnya untuk keluar dari keraguan bersyarat yang diperoleh dari pengalaman inderawinya. agar dapat dibuktikan secara pasti bahwa pengetahuan tersebut adalah pengetahuan yang Clear and Distinct yang benar-benar tak memuat satu keraguan pun. Pada metode yang keempat dilakukan pemeriksaan kembali terhadap pengetahuan yang telah diperoleh. Metode yang ketiga ini disebut dengan pola kerja sintesa atau perangkaian. 4. Metode yang keempat ini disebut dengan verifikasi.3. Jika kita menemukan suatu gagasan sederhana yang kita anggap Clear and Distinct.

com/2011/10/rene-descrates-rasionalisme1.blogspot.html .DAFTAR PUSTAKA http://putriapriliadandunia.