You are on page 1of 14

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Korupsi merupakan permasalahan global yang harus menjadi keprihatinan semua orang.

Praktik korupsi biasanya sejajar dengan konsep pemerintahan totaliter, diktator –yang meletakkan kekuasaan di tangan segelintir orang. Namun, tidak berarti dalam sistem sosial-politik yang demokratis tidak ada korupsi, bahkan bisa lebih parah praktek korupsinya. Korupsi selalu menyebabkan situasi sosialekonomi tak pasti (uncertenly). Ketidakpastian ini tidak menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi dan peluang bisnis yang sehat. Selalu terjadi asimetris informasi dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Korupsi merupakan permasalah mendesak yang harus diatasi, agar tercapai pertumbuhan dan geliat ekonomi yang sehat. Berbagai catatan tentang korupsi yang setiap hari diberitakan oleh media massa baik cetak maupun elektronik, tergambar adanya peningkatan dan pengembangan model-model korupsi. Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, pasal 1 menjelaskan bahwa tindak pidana korupsi sebagaimana maksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Jadi perundang-undangan Republik Indonesia

mendefenisikan korupsi sebagai salah satu tindak pidana. Peraturan perundang-undang yang merupakan bagian dari politik hukum yang dibuat oleh pemerintah, menjadi meaning less, apabila tidak dibarengi dengan kesungguhan untuk manifestasi dari peraturan perundang-undangan yang ada. Politik hukum tidak cukup, apabila tidak ada recovery terhadap para eksekutor atau para pelaku hukum. Konstelasi seperti ini mempertegas alasan dari politik hukum yang dirancang oleh pemerintah tidak lebih hanya sekedar memenuhi meanstream yang sedang terjadi.

Dimensi politik hukum yang merupakan kebijakan pemberlakuan atau enactment policy, merupakan kebijakan pemberlakuan sangat dominan di Negara berkembang, dimana peraturan perundangundangan kerap dijadikan instrumen politik oleh pemerintah, penguasa tepatnya, untuk hal yang bersifat negatif atau positif. Dan konsep perundang-undangan dengan dimensi seperti ini dominan terjadi di Indonesia, yang justru membuka pintu bagi masuknya praktek korupsi di Indonesia. Korupsi di Indonesia telah membawa disharmonisasi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat yang mengakibatkan terjadinya grafik pertumbuhan jumlah rakyat miskin terus naik karena korupsi. Dalam kehidupan demokrasi di Indonesia, praktek korupsi makin mudah ditemukan diberbagai bidang kehidupan. Pertama, karena melemahnya nilai-nilai sosial, kepentingan pribadi menjadi pilihan lebih utama dibandingkan kepentingan umum. Biro pelayanan publik justru digunakan oleh

pejabat publik untuk mengejar ambisi politik pribadi. Rumusan Masalah 1. . Sementara kualitas dan kuantitas pelayanan publik. Apa pengertian korupsi ? 2. Batasan Konseptual      Korupsi : penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan) untuk kepentingan pribadi atau orang lain Subordinasi = menyubordinasikan : ke-kuatan-kekuatan politik yg saling bertarung - lembaga-lembaga agama yg sebelumnya otonom (berdiri sendiri). Apa penyebab orang-orang melakukan korupsi? 3. Bagaimana pandangan etis agama terhadap korupsi ? C. B. semata-mata demi promosi jabatan dan kenaikan pangkat. bukan prioritas dan orientasi yang utama. Harfiah : yang paling mendasar Dikritisi : diberikan kritik Profesionalitas : kemampuan untuk bertindak secara profesional.

4. penghianatan. berlawanan dengan kewajibannya dan hak-hak dari pihak lain. Aspek yang memperkaya diri dengan menggunakan kedudukannya dan aspek penggunaan uang negara untuk kepentingannya (Prof. penipuan dan kemasabodohan yang luar biasa akan akibat yang diderita oleh masyarakat. korupsi menurut “Kamus Besar Bahasa Indonesia” adalah penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan) untuk kepentingan pribadi atau orang lain. Korupsi ekstortif yaitu korupsi yang menyertakan bentuk-bentuk koersi tertentu dimana pihak pemberi dipaksa untuk menyuap agar tidak membahayakan diri. 3. menggoyahkan. Dengan kata . 2. tugas. Korupsi transaktif yaitu korupsi yang menunjukan adanya kesepakatan tibal balik antara pihak yang memberi dan menerima demi keuntungan bersama dimana kedua pihak samasama aktif menjalankan tindak korupsi. Jadi. yaitu : 1. Sedangkan. Korupsi nepotistik yaitu korupsi berupa pemberian perlakukan khusus pada teman atau yang mempunyai kedekatan hubungan dalam rangka menduduki jabatan publik. rusak. negara dalam perbuatan korupsi meliputi dua aspek. Menurut Syeh Hussein Alatas. Menurut “Syed Hussein Alatas” topologi korupsi ada 7. Korupsi investif yaitu korupsi yang melibatkan suatu penawaran barang atau jasa tanpa adanya pertalian langsung dengan keuntungan tertentu yang diperoleh pemberi. selain keuntungan yang di harapkan akan di peroleh di masa datang. dan kesejahteraan umum. dibarengi dengan kerahasian. benang merah yang menjelujuri dalam aktivitas korupsi yaitu subordinasi kepentingan umum di bawah kepentingan tujuan-tujuan pribadi yang mencakup pelanggaran norma-norma. Menurut Black’s Law Dictionary korupsi adalah perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan suatu keuntungan yang tidak resmi dengan hak-hak dari pihak lain secara salah menggunakan jabatannya atau karakternya untuk mendapatkan suatu keuntungan untuk dirinya sendiri atau orang lain. orangorangnya atau hal-hal lain yang dihargainya.BAB II DESKRIPSI DAN ANALISIS DESKRIPSI KORUPSI Korupsi berasal dari bahasa latin corruption dan dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk. Subekti). dan menyogok. Korupsi juga merupakan suatu tindak perdana yang memperkaya diri yang secara langsung merugikan negara atau perekonomian negara. kepentingan. memutar balik.

Dengan beranjak dari topoligi korupsi tersebut maka kita dapat memperoleh kegunaan dalam derajat tertentu tuntuk mengidentifikasi fenomena korupsi. 5. perkembangan dinamika politik dan sejarah sosial. Korupsi defensif yaitu tindak korupsi yang terpaksa di lakukan dalam rangka mempertahankan diri dari pemerasan. tradisi birokrasi. Korupsi suportif yaitu korupsi yang menicu penciptaan suasana yang kondusif untuk melindungi atau mempertahankan keberadaan tindak korupsi. Kemunculan topologi tersebut tergantung dari faktor-faktor penentu terjadinya korupsi yang berbeda antar satu negara. 7. Namun ramuan-ramuan kebijakan nasional yang ada. Korupsi autigenik yaitu korupsi yang dilakukan individu karena mempunyai kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari pengetahuan dan pemahamannya atas sesuatu yang hanya diketahui sendiri. 6.lain mengutamakan kedekatan hubungan dan bertentangan dengan norma dan aturan yang berlaku. .

diantaranya: • penyuapan Penyuapan dapat didefinisikan sebagai perbuatan atau tindakan dari satu pihak yang memberikan keuntungan kepada pihak lain agar tujuannya tercapai. Suap dalam lembaga pemerintahan dapat diberikan pada pelayanan publik (langsung) atau kepada orang atau entitas lain (tidak langsung). baik politikus|politisi maupun pegawai negeri. sampai dengan korupsi berat yang diresmikan. dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. kesempatan. Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain. yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri. korupsi adalah perilaku pejabat publik. menggoyahkan. • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. atau korporasi. .BAB III PEMBAHASAN A. memutarbalik. dan sebagainya. atau sarana. orang lain. • penyalahgunaan kewenangan. Dari sudut pandang hukum. Sebagai contoh oknum pemerintahan yang diberi wewenang untuk secara tidak benar agar kepentingannya dapat tercapai. • memperkaya diri sendiri. di mana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali. menyogok). korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Beratnya korupsi berbeda-beda. tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut: • perbuatan melawan hukum. Semua bentuk pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Dalam lingkungan politik. Dalam arti yang luas. yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya. rusak. Pengertian Korupsi Pengertian Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk. suap dapat diberikan oleh pihak yang berkepentingan untuk meminta kepada oknum pemerintah untuk mengubah keputusan atau tindakannya • penggelapan Penggelapan dapat berarti mencuri atau mengambil sumber daya publik secara ilegal yang dilakukan oleh personel yang ditugasi dan diberi wewenang untuk mengendalikan sumber daya tersebut. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi. Secara harfiah. dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan.

3. Korupsi jalan pintas Terjadi karena ada hubungan antara sektor ekonomi dan sektor politik dimana sektor ekonomi memberi keuntungan atau jasa pada jumlah tertentu pada sektor politik untuk membuat atau merubah Undang-Undang atau peraturan 2. Melibatkan lebih dari satu orang. meski ilegal dan tidak etis (unethical). hanya saja. Korupsi tidak hanya berlaku di kalangan pegawai negeri atau anggota birokrasi negara. 5. •pemerasan dalam jabatan. korupsi juga terjadi di organisasi usaha swasta. untuk keperluan pribadi. Korupsi pemerasan Aparat penegak hukum atau penyelenggara negara langsung meminta keuntungan atau jasa tertentu kepada perusahaan (biasanya dengan alasan keamanan). •menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). 2. misalnya mobil dinas. uang semir. Ciri tersebut bisa bermacam-macam. salam tempel. Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik yang tidak selalu berupa uang. uang pelancar. beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 1. 3. kecuali sudah membudaya. Contoh ini bisa dikategorikan sebagai penggelapan. baik dalam bentuk uang tunai atau benda atau pun wanita. uang kopi. Korupsi kontrak Korupsi yang dilakukan orang yang melakukan upaya-upaya untuk memenangkan proyek pemerintah atau penyelenggara negara yang menyelenggarakan proyek pemerintah tanpa membuka tenden secara umum 4. tetapi menyalahgunakan wewenang itu dan membagi BLT kepada masyarakat tidak sesuai dengan porsi yang seharusnya. Korupsi di manapun dan kapanpun akan selalu memiliki ciri khas. Contoh penggelapan terselubung yang umum dilakukan adalah menggunakan fasilitas kantor. 4. di Indonesia. Menurut Transparency International ada beberapa bentuk korupsi: 1. Korupsi upeti Yaitu korupsi yang karena jabatannya atau kewenangannya dia mengambil keuntungan. .membagikan BLT. Umumnya serba rahasia. hal tersebut sudah umum dilakukan •ikut di semua level jabatan. misalnya mengantarkan anak ke sekolah atau istri ke pasar. Korupsi dapat mengambil bentuk menerima sogok.

Seperti kita ketahui bahwa para anggota wakil rakyat tersebut sering dikritisi oleh elemen masyarakat karena fasilitas negara yang disediakan untuk mereka baik berupa gaji. apakah kita yakin bahwa beras yang kita beli sesuai dengan kwantitas atau kwalitas yang kita minta ? sangat jarang para pedagang . dorongan kebutuhan (need driven) Masyarakat kita sebenarnya sudah mempraktekkan perilaku korup dari yang besar hingga yang kecil. Namun ternyata dengan penghasilan dan fasilitas yang baguspun masih mendorong orang untuk melakukan KKN. dorongan kerakusan (greed driven). 8. biasanya pada badan publik atau masyarakat umum. Contohnya adalah pada saat kita berbelanja dipasar. Setiap perbuatan korupsi melanggar norma-norma tugas dan pertanggungjawaban dalam tatanan masyarakat. korupsi dapat berbentuk menerima pembayaran uang dan sebagainya. sehingga untuk menutupi kekurangan penghasilannya ditutup dengan melakukan perbuatan tercela (need driven).6. Dari kasus tersebut mungkin dapat mematahkan persepsi masyarakat pada umumnya bahwa penyebab utama perilaku korupsi adalah karena penghasilan yang rendah dan tidak memadai. 2. Latar Belakang terjadinya Korupsi Presepsi awal masyarakat bila mendengar pertanyaan ”apa alasan seseorang melakukan korupsi” pasti karena penghasilan yang rendah dan tidak memadai. tunjangan dan segala kenikmatan lainnya sudah tergolong bagus dan mengundang perasaan iri dari masyarakat pada umumnya. B. Tapi sekecil apapun korupsi tersebut tetap saja itu adalah korupsi. Setiap tindakan korupsi mengandung penipuan. Jadi hal apa yang melandasi orang melakukan tindakan korupsi ? Pada dasarnya motif /alasan yang mendorong seseorang melakukan tindakan korupsi ada dua penyebab yaitu 1. untuk membuka rahasia perusahaan tempat seseorang bekerja. 7. Dari beberapa kasus yang kita temui ada hal yang dapat kita cermati terutama kasus yang terkait dengan beberapa anggota wakil rakyat. jenjang tinggi hingga jenjang bawah. mengambil komisi yang seharusnya hak perusahaan. Namun. Di bidang swasta. mungkin kita agak kasihan juga melihat penghasilan para pegawai tersebut yang hanya cukup untuk menunjang belanja mereka dalam kisaran minggu atau beberapa hari saja. Dalam kasus koupsi kecil-kecilan misalnya. mari kita lihat beberapa contoh korupsi disekitar kita.

Namun sebenarnya perilaku korupsi yang sangat meresahkan adalah berakar atau bersumber dari adalah perasaan tamak/rakus (greed driven) daripada sekedar berasal nilai budaya masyarakat. yaitu : a) Perilaku yang bersumber budaya masyarakat Perilaku korupsi sangat berbeda pemahamannya antar budaya masyarakat terutama budaya lain bangsa. sehingga korupsi adalah jembatan emas untuk mencapai impiannya (greed driven). dan ketiadaan akuntabilitas maka dikhawatirkan akan menimbulkan praktek korupsi dari dorongan tamak dalam melaksanakan diskresi tersebut. Namun jika ditelaah sebenarnya penyebab timbulnya perilaku korup disebabkan adanya beberapa faktor. Di negara yang belum berkembang seringkali para pemimpin politiknya tidak memberikan . Namun adakalanya korupsi dilakukan karena adanya desakan untuk memperoleh kenikmatan dan kenyamanan hidup dengan selera tinggi sedangkan daya dukungnya tidak memadai.yang mau jujur dengan pelanggannya. Misalnya kita ambil contoh adalah budaya masyarakat Jepang yang terbiasa memberikan ”omiyage” atau cendera mata kepada mitra bisnisnya. diperkenankan mengintepretasikan dan menjabarkan diskresi tersebut dalam kebijakan2. Memang hal diatas sama-sama korupsi namun ternyata latar belakang orang melakukan perilaku tercela itu berlainan. meskipun tidak semuanya berperilaku demikian. b) Jenjang diskresi yang dimiliki Bilamana sebuah diskresi dilakukan dalam sebuah organisasi oleh orang-orang dengan kekuasaan yang relatif besar. dan apabila ada pihak yang berusaha mengilangkannya dapat dianggap sebagai tindakan yang menentang nilai budaya masyarakat tersebut. bilamana figur tersebut mempunyai sesuatu diluar standar kepatutan maka masyarakat perlu bertanya darimana sesuatu miliknya itu berasal. perilaku korupsi telah mengakar di elemen masyarakat luas. Jadi masyarakat harus mempunyai standar kepatutan dari sebuah figur orang dalam mengampu sebuah jabatan. Praktek korupsi banyak berkembang pada situasi dimana job security tinggi dengan tingkat profesionalitas yang rendah sehingga para pegawai tersebut sering menyalah gunakan kewenangannya untuk memenuhi keinginannya daripada pelaksanaan tugas yang seharusnya dia laksanakan. Atau contoh lain adalah budaya masyarakat Afrika pada umumnya yang terbiasa memberikan reward berupa memberi tambahan hadiah bilamana layanan jasa telah diberikan oleh suatu pihak. tidak hanya terjadi di institusi baik pemerintah ataupun swasta tetapi dilakukan oleh aparatur pemerintah ataupun pegawai swasta. Jadi bentuk rasa terimakasih dalam bentuk tip ini sudah menjadi bagian budaya yang melekat di masyarakat yang sangat sulit untuk diubah.

maka korupsi akan meningkat. Jadi adanya proses keterbukaan dengan lebih memberikan kesempatan kepada elemen masyarakat dan media massa untuk mengakses layanan publik adalah bagian dalam fungsinya menjalankan sebagai kontrol yang akan menekan angka korupsi. Masalah ini sering pula sebagai penyebab timbulnya korupsi. dan kemampuan membuka peluang usaha adalah wujud rendahnya pendidikan. c) Tidak adanya keterbukaan Terjadi apabila suatu tugas dan fungsi pekerjaan dilaksanakan dengan sifat kerahasiaan yang melekat akan mendorong timbulnya korupsi. transparansi serta menjaga integritas. kredibilitas. ataupun apabila pelaku korupsinya tertangkap tangan maka proses hukumnya tidak akan membuat jera pelaku korupsi. d) Ketiadaan akuntabilitas Dinegara yang demokratis seharusnya antara pemimpin dan aparatur pelayanan masyarakat seharusnya akuntabel kepada masyarakat yang dilayani. Sifat dan kepribadian inilah yang menyebabkan munculnya kecenderungan sebagian orang melakukan korupsi. dalam pengembangan usaha. Apabila lembaga semacam ini tidak ada maka para aparatur akan mendapatkan keuntungan dengan lemahnya fungsi kontrol tersebut. g) Rendahnya pendidikan. Akuntabel dalam artian dapat menjelaskan atau memberikan argumentasi mengenai pelaksanaan suatu kebijakan atau pelaksanaan keputusan kepada masyarakat yang dilayani. Sementara. e) Tidak adanya lembagan pengawas Perananan lembaga pengawas sangat penting keberadaannya baik adanya lembaga pengawas internal maupun eksternal. Yang dimaksud rendahnya pendidikan di sini adalah komitmen terhadap pendidikan yang dimiliki. Minimnya ketrampilan. Bilamana akuntabilitas ini tidak ada. skill. lebih memilih pasrah daripada berusaha dan senantiasa menempatkan diri sebagai bawahan. f) Kolonialisme dan penjajahan. Karena pada kenyataannya. para . Dengan berbagai keterbatasan itulah mereka berupaya mencsri peluang dengan menggunakan kedudukannya untuk memperoleh keuntungan yang besar. Salah satu tugas lembaga pengawas adalah melakukan proses investigasi adanya dugaan korupsi yang berasal dari keluhan masyarakat.contoh yang baik dalam melaksanakan kejujuran. Penjajah telah menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang tergantung. mereka lebih cenderung berlindung di balik kekuasaan (penjajah) dengan melakukan kolusi dan nepotisme.

masyarakat miskin telah menyetor 2 kali kepada para koruptor. . tentu saja berdampak sangat luas. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan. Tanpa disadari. korupsi menyebabkan Anggaran Pembangunan dan Belanja Nasional kurang jumlahnya. Pertama. masyarakat miskin membayar kewajibannya kepada negara lewat pajak dan retribusi. Kedua. Awal mulanya. Bagi Rakyat Miskin Korupsi. korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. masyarakat miskin kembali “menyetor” negara untuk kepentingan para koruptor. dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. terutama bagi kehidupan masyarakat miskin di desa dan kota. Pada saat yang bersamaan. DAMPAK NEGATIF YANG DITIMBULKAN DARI KORUPSI Demokrasi Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. pemerintah pusat menaikkan pendapatan negara. dan pengangguran bertambah. Untuk mencukupkan anggaran pembangunan. korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum.koruptor rata-rata memiliki tingkat pendidikan yang memadai. Padahal seharusnya negara meminta kepada koruptor untuk mengembalikan uang rakyat yang mereka korupsi. upaya menaikkan pendapatan negara melalui kenaikan BBM. kemampuan. meskipun dengan dalih untuk subsidi rakyat miskin. penyedotan sumber daya. Harga-harga kebutuhan pokok seperti beras semakin tinggi . Pemerintah sama sekali tidak mempertimbangkan akibat dari adanya kenaikan BBM tersebut. malah menambah beban rakyat miskin. Di dalam dunia politik. karena pengabaian prosedur. korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi. dan skill. Namun oleh negara hak mereka tidak diperhatikan. karena “duitnya rakyat miskin” tersebut telah dikuras untuk kepentingan pejabat. Secara umum. misalnya pajak tanah dan retribusi puskesmas. biaya pendidikan semakin mahal. salah satunya contoh dengan menaikkan harga BBM. korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah. bukan sebaliknya.

suap sebagai pintu masuk dosa. Dalam 10 Perintah Tuhan. Mark 12:31. Namun sebuah negara agama tidak menjanjikan kebersihan negara itu sendiri dari praktek korupsi. yaitu hukum untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan dengan segenap akal budi. Dalam Keluaran 20:15. etika “kau rasakan apa yang kurasakan”. Dalam semua ajaran agama. dan secara sadar atau tidak. tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk berlaku atau melakukan tindakan korupsi. yaitu hukum mengasihi sesamamanusia seperti diri sendiri ( Matius 22:39. Islam : Tindak Pidana Korupsi untuk memperkaya diri dari harta negara adalah perbuatan zhalim (aniaya). Pandangan Agama terhadap Korupsi Agama merupakan salah satu hal yang sangat berhubungan erat dengan kasus korupsi. karena kekayaan negara adalah harta yang dipungut dari masyarakat termasuk masyarakat miskin yang mereka peroleh dengan susah payah. terutama kehidupan sehari-hari.C. Sementara itu korupsi adalah mencuri dengan cara diam-diam. maupun negara-negara di Amerika Latin yang mayoraitas penduduknya bukan non-Muslim memiliki “citra” yang serupa di mata dunia terkait dengan praktek korupsi yang terjadi di masingmasing negara. Hindu: pemimpin korup tak akan hidup kembali. Hukum korupsi dalam berbagai ajaran agama dan tradisi lain ada beragam. . Hukum ini sama dengan hukumpertama. Allah berfirman : Jangan mencuri. Larangan mencuri juga dikemukakan Yesus dalam bentuk yang berbeda. jauhkan koruptor. praktek korupsi sudah menjadi kegiatan yang tidak asing. Lukas 10:27 ). diantaranya yaitu: Kristen: suap dapat butakan mata (hati). Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk mayoritas Muslim. 10 Perintah Tuhan adalah salah satu norma yang dituangkan di Alkitab Perjanjian Lama dan merupakan inti dari etika Alkitab Perjanjian Lama. Bahkan perbuatan tersebut berdampak sangat luas serta berdampak menambah kuantitas masyarakat miskin baru . Namun pada kenyataannya. karena agama merupakan dasar dari segala kepercayaan dan keyakinan tiap individu. takut kepada Tuhan. hidup adalah perjuangan. pendosa tak diakui oleh Tuhan dan kena karma. Demikian jelasnya larangan Tuhan untuk tidak mencuri. dengan cara halus mengurangi hak negara atau orang lain demi kepentingan pribadi. terjadi dalam berbagai aspek kehidupan. larangan kedelapan adalah larangan untuk mencuri. agar terus hidup sederhana. agar terus jaga tatanan hidup.

hanyalah mereka dibunuh atau disalib. atau dibuang dari negeri(tempat kediamannya) . Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia. pemerintahan akan hancur bila rakyat sudah tak menaruh kepercayaan terhadapnya. manusia korup akan tak bahagia. Buddha: tujuan hidup yaitu nirwana (puncak). atau dipotong tangan dan kaki mereka bertimbal balik. dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar ( QS: al – Maidah :33) Konfusianis: pendidikan beretika. pengendalian diri.Sesungguhnya pembalasan terhadap orang – orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan dimuka bumi. .

menurut agama korupsi juga suatu tindakan yang melanggar hokum Tuhan. . kesejahteraan bersama. dimana di dalam hokum ada undang-undang yang mengaturnya. Sikap anti korupsi ini harus ditanamkan sejak dini mulai dari hal yang kecil.BAB IV PENUTUP Kesimpulan dan Saran Dari pembahasan tentang korupsi diatas kami dapat mengambil kesimpulan bahwa korupsi merupakan perilaku yang buruk yang tidak legal dan tidak wajar untuk memperkaya diri dan mengesampingkan kepentingan umum. Namun bukan di dalam hokum saja korupsi itu dilarang. Korupsi di dalam hokum merupakan suatu tindak pidana. Ini membuktikan bahwa kegiatan korupsi juga terjadi karena dorongan kerakusan. Dimana disebutkan di dalam agama bahwa kegiatan korupsi adalah kegiatan mencuri dan zhalim. bahkan untuk demokrasi kita. Maka dari itu bersama samalah kita mempunyai kesadaran diri untuk menghindari kegiatan korupsi yang berdampak buruk bagi ekonomi. Korupsi ini terjadi bukan hanya karena seseorang mempunyai penghasilan rendah dan harus memenuhi kebutuhannya saja namun ternyata seseorang dengan penghasilan tinggi pun melakukan korupsi. seseorang dengan pekerjaan yang bagus namun tidak memiliki profesionalitas yang tinggi atas pekerjaannya.

blogspot.com/2011/pengertian-korupsi/ (17:31.beritaunik. 20:26) http://sosbud.com/2009/12/pengertian-korupsi-dan-dampak-negatif.ugm.wikipedia.org/wiki/Korupsi .com/2009/03/07/kenapa-orang-melakukan-korupsi/ (17 OKTOBER.html http://sai.html http://www.ac.id/site/artikel/korupsi-definisi-dan-jenisnya http://beritaekspres.com/index.wordpress.com/2011/01/11/korupsi-dalam-perspektif-agama-dan-budaya/ http://putracenter. 26 oktober 2011) http://pakarbisnisonline.net/2010/04/13/definisi-definisi-korupsi-dan-topologinya/ http://id.net/unik-aneh/jenis-jenis-korupsi.DAFTAR PUSTAKA http://definisipengertian.php?option=com_content&view=article&id=805:ciri-cirikorupsi&catid=101:tulen&Itemid=496 http://pengelolaankeuangan.kompasiana.