You are on page 1of 6

TUGAS MAKALAH HUKUM PIDANA KHUSUS “ PELANGGARAN LALU LINTAS”

DISUSUN OLEH NAMA NIM KELAS

:

: DIANA DEWI SETI WATI : 1009134737 : IV F

T.A 2011-2012 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS RIAU

Wb Puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. khususnya dalam berlalu lintas & menggunakan kendaraan. saya sangat mengharapkan kritik ataupun saran yang dapat membangun demi kesempurnaan karya tulis yang telah saya buat. Saya berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya yang membaca di dalam kehidupan bermasyarakat sehingga dapat menciptakan ketertiban dan rasa aman di antara masyarakat. tentu saja saya mengalami beberapa kesulitan. Pada kesempatan kali ini saya membahas masalah “Pelanggaran Dalam Berlalu lintas“. Dalam menyelesaikan karya tulis ini. Saya menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna maka.Wb Pekanbaru. Wassalamu’alaikum Wr. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih. 04 April 2012 Diana Dewi Setia Wati . Namun dengan usaha dan kesungguhan dalam mengerjakan karya tulis ini akhirnya saya dapat menyajikan makalah ini.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.

baik oleh pengguna sarana transportasi maupun prasarana transportasi III. Bogor. Dari masalah tersebut kami berusaha melihat sebenarnya apa yang membuat ketidak-teraturan atau ketidak-displinan dalam berlalu lintas di jalan raya dapat terjadi. Sehingga terjadilah ketidak-tertiban yang terjadi pada lalu lintas sebagai sarana transportasi. maupun jalan kelas tiga. Tanggerang. Khususnya ketertiban berlalu lintas di jalan raya. Namun tidak sedikit orang yang hanya memikirkan kepentingan individu. Peraturan dan perundang-undangan lalu lintas sudah pula diperbarui atau direvisi demi memudahkan dan kenyamanan para pengguna kendaraan dan juga pejalan kaki. Kedisiplinan dalam berlalu lintas di jalan raya. transportasi merupakan salah satu hal yang sangat penting.PENDAHULUAN I. sehingga tidak menjadi masalah yang besar dalam sebuah negara. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan dan juga rambu-rambu lalu lintas yang terpasang di sepanjang jalan. Dengan adanya transportasi dan sarana transportasi kita dapat menuju ke berbagai tempat yang akan dituju dengan mudah. II. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sebab ketidak-displinan dalam berlalu lintas di jalan raya dan bagaimana cara mengatasinya. itu akan terjadi jika masyarakat dapat menggunakan serta mengembangkan transportasi dan sarana transportasi. Permasalahan Pelanggaran-pelanggaran dalam berlalu lintas yang dilakukan masyarakat. jalan kelas dua. Depok. ini dikarenakan pengguna transportasi tidak tahu aturan-aturan dan displin dalam berlalu lintas atau mungkin bahkan sudah menganggap tidak pentingnya aturan-aturan tersebut alih-alih dengan kepentingan yang mendesak. . terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. jalan kelas satu. Bagi individu dan masyarakat zaman sekarang. hingga keadaan lalu lintas Indonesia masih kacau atau berantakan. Bekasi. Maka jika para pengguna transportasi dan sarana transportasi baik pengguna kendaraan ataupun pejalan kaki dapat mematuhi peraturan yang berlaku dalam berlalu lintas akan tercipta keteraturan & kedisplinan dalam melakukan berbagai kegiatan. baik jalan raya. sehingga mereka menggunakan transportasi dan sarana transportasi tanpa memikirkan orang lain atau kepentingan umum. transportasi seakan sebagai bagian dari kehidupan karena manusia yang juga mempunyai sifat bergerak atau mobilitas sebagai mahkluk sosial. Padahal telah ada Undang-Undang No. dan kota besar lainnya yang setiap harinya padat dengan kendaraan. Latar Belakang Masalah Pada kehidupan masyarakat saat ini.

Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kebutuhan akan jasa angkutan yang semakin meningkat. yang telah ditetapkan menggantikan undang-undang yang lama. sarana transportasi. D. serta prosedur dan metodenya secara sedemikian rupa sehingga dapat terwujud totalitas yang utuh. penggerak dan penunjang pembangunan nasional dengan biaya yang terjangkau oleh daya beli masyarakat. baik untuk wilayah regional maupun luar regional. lancar. kendaraan beserta pengemudinya. Pengembangan yang dilakukan haruslah ditata dalam satu kesatuan sistem dengan mengintegrasikan dan mendinamiskan unsur-unsurnya yaitu jaringan transportasi jalan. B. . Peranan Transportasi Dalam Pembangunan Nasional Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian. maka lalu lintas dan angkutan jalan harus ditata dalam satu sistem transportasi nasional secara terpadu untuk mewujudkan tersedianyan jasa transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. angkutan jalan mempunyai karateristik dan keunggulan masing-masing. menjangkau ke seluruh pelosok wilayah daratan. cepat. Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkatan Darat Undang-undang yang mengatur lalu lintas dan angkutan darat terdapat pada undang-undang nomor 22 tahun 2009. tertib & teratur. Karena pentingnya transportasi dalam pembangunan nasional yang berperan sebagai penggerak bagi pertumbuhan daerah.PEMBAHASAN A. dan berhasil guna. Pentingnya Pengembangan dan Penataan Lalu Lintas Lalu lintas. aman. nyaman & efisien. sehingga dapat mencapai ke seluruh wilayah. Tata cara berlalu lintas di jalan dengan mengambil jalur jalan di sebelah kiri. Tata Cara Berlalu lintas 1. C. Tujuan transportasi adalah mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan dengan selamat. peraturanperaturan. tentang lalu lintas dan angkutan jalan. berdaya guna. untuk menunjang pemerataan. mampu memadukan moda trasnportasi lainnya.

c. berhenti dan Parkir. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas. Syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi seseorang pengemudi menurut pasal 106 UU No. g. E. Surat Izin Mengemudi. d. yaitu: a. peringatan dengan bunyi dan sinar. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor. c. ketertiban. b. dan/atau h. (8) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia. Dua golongan pelanggaran lalu lintas. F. (5) Pada saat diadakan pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor wajib menunjukkan: a. (3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis dan laik jalan. Kewenangan Kepolisian . (9) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping dilarang membawa Penumpang lebih dari 1 (satu) orang. kecepatan maksimal atau minimal. bukti lulus uji berkala. f. gerakan Lalu Lintas.22 Tahun 2009 adalah: (1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. (6) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan. tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain. dan kelancaran lalu lintas yang diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. rambu perintah atau rambu larangan. keamanan. e.2. pelanggaran lalu lintas yang dilakukan dengan kesengajaan (delik dolus) b. b. pelanggaran lalu lintas yang dilakukan dengan tidak adanya kesengajaan (delik culpa) G. Dalam keadaan tertentu dapat diadakan pengecualian yang dilakukan dalam rangka keselamatan. dan/atau d. tanda bukti lain yang sah. Marka Jalan. (7) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah di Jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan dan mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia. (4) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan: a. (2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda.

pemerintah harus lebih jelas dalam membuat peraturan berlalu lintas. ataupun melanggar karena tidak ada petugas/polisi lalu lintas yang sedang berjaga. Pelanggaran tersebut umumnya didasari oleh beberapa alasan seperti sedang dalam keadaan terdesak. 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan dan ruang lingkup pemeriksaan yang Menyatakan Bahwa : a) Polisi Negara Republik Indinesia b) Pejabat Dinas lalulintas angkutan jalan raya (DLLAJR) Menurut UU No. Menegakkan hukum. Padahal jika tata tertib peraturan tersebut dapat dipatuhi maka akan tercipta keteraturan dalam menggunakan transportasi dan sarana transportasi yang akhirnya tidak akan menimbulkan kemacetan lalu lintas. Namun dalam penelitian yang kami lakukan berdasarkan dari angket yang telah diisi oleh para responden. . dan membuat kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna sarana dan prasarana transportasi. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan dari pembahasan diatas ialah. ternyata tidak sedikit orang yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dalam berlalu lintas. ingin cepat sampai tujuan. Memlihara keamanan dan ketertiban masyarakat. sebenarnya pemerintah telah merancang dan membuat peraturan berlalu lintas dengan sedemikian rupa agar dapat dipatuhi oleh masyarakat dan juga dibuat agar dapat memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi dan sarana transportasi. KRITIK dan SARAN Menurut saya. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 13 bahwa tugas pokok Kepolisian adalah : a. b. dan c.Kewenangan melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran lalu lintas dan Angkutan jalan raya jalan raya ini diatur dalam Bab II Pasal 2 PP No. seharusnya dalam berlalu lintas haruslah memiliki kesadaran yang tinggi dalam menggunakan sarana dan prasarana trasnportasi. Baik itu merupakan pelanggaran yang bersifat ringan sampai dengan pelanggaran yang bersifat berat yang dapat menyebabkan kecelakaan dalam penggunaan transportasi dan sarana transportasi. Memberikan perlindungan. sehingga akan meminimalkan masalah-masalah dalam berlalu lintas. Saran saya terhadap peraturan lalu lintas yang ada adalah lebih ditingkatkan lagi.