You are on page 1of 84

.1 Darah Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket.

Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonim, 2009).  Plasma darah Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibody (Hidayati, 2008)  Sel darah merah (Eritrosit) Sel darah merah mengandung banyak hemoglobin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati (Hidayati, 2008)  Sel darah putih (Leukosit) Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit(Hidayati, 2008)  Keping darah (Trombosit) Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah(Hidayati, 2008).

Gambar 1. Eritrosit, leukosit dan trombosit

(Anonim, 2009) Darah memiliki fungsi penting bagi tubuh, antara lain : 1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru. 3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal. 5. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. 2.2 Eritrosit 2.2.1 Sel Darah Merah Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. Fungsi sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Pada beberapa hewan tingkat rendah, hemoglobin beredar sebagai protein bebas dalam plasma, tidak terbatas dalam sel darah merah. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbondioksida dan air, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik ini beberapa ribu kali lipat (Guyton, 1997). Sel darah normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7,8 mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau jurang. Volume rata-rata sel darah merah adalah 90 samapi 95 mikrometer kubik. Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler. Pada bayi biasanya ditemukan sel darah merah sebesar 6.83 juta/ml, namun ketika tumbuhn maka berkurang menjadi 4 juta/ml. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 3.2-5.5 juta/ml dan pada wanita normal 4.8-5.2 juta/ml (Guyton, 1997). 2.2.2 Pembentukan Sel Darah Merah Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih.Sel darah merah primitif yang berinti pada minggu-minggu pertama kehidupan embrio diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester, hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah walaupun jumlah cukup banya yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Selam bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir sel-sel darah merah diproduksi oleh sumsum tulang. Pada dasarnya sumsum tulang dari semua tulang memproduksi sel darah merah sampai seseorang berusia lima tahuntetapi sumsum dari tulang panjang kecuali bagian proksimal humerus dan tibia menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi sel darah merah setelah kurang lebih berusia 20 tahun. Setelah usia tersebut kebanyakan sel darah merah diproduksi dalam sumsum tulang membranosa seperti vertebra, iga, sternum dan ilium (Guyton, 1997). Pada sumsum tulang terdapat sel stem hemapoietik pluripoten yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam darah sirkulasi. Suatu sel stem commited yang menghasilkan eritrosit disebut unit pembentuk koloni eritrosit (CFU-E). Sel stem CFU-E dengan rangsangan yang sesuai akan membentuk proeritoblas. Proeritoblas yang terbentuk akan membelah beberapa kali sampai akhirnya membentuk sel darah merah yang matur (Guyton, 1997). Sel generasi pertama disebut basofil eritroblas dan pada saat ini sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Sel generasi berikutnya adalah polikromatofil eritoblas dimana hemoglobin telah banyak terkumpul sekitar 34%. Setelah hemoglobin terkumpul nukleus memadat menjadi kecil disebut ortokromatik eritoblas (Guyton, 1997). 2.2.3 Masa Hidup dan Perombakan Sel Darah Merah Sel darah merah akan bersirkulasi selama 120 hari sebelum rusak. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Walaupun sel darah merah matur tidak mempunyai inti, mitokondria ataupun retikulum endoplasma namun sebenarnya mereka mempunyai enzim-enzim

sitoplasmik yang mampu mengadakan metabolisme glukosa dan membentuk sedikit ATP dan khususnya sedikit bentuk NADPH (Guyton, 1997). NADPH yang terbentuk berfungsi antara lain mempertahankan kelenturan membran sel, mempertahankan pengagkutan ion-ion melalui membran, membertahankan besi hemoglobin sel agar tetap dalam bentuk fero, dan mencegah oksidasi protein dalam sel darah merah. Sistem metabolik dalam sel darah merah makin lama makin kurang aktif dan sel menjadi semakin rapuh, diduga karena proses kehidupannya sudah selesai. Begitu membran sel menjadi rapuh , maka selbisa robek sewaktu melewati tempat-tempat yang sempit dalam sirkulai. Dalam limpa akan dijumpai banyak sekali pecahan sel darah merah karena sel-sel ini terperas sewaktu melalui pulpa merah lienalis (Guyton, 1997). Hemoglobin yang dilepaskan dari sel waktu sel darah merah pecah, akan segera difagosit oleh hampir semua sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh namun terutama di hati., limpa dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesdahnya makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemogloin, yang masuk kembali dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru atau menuju hati dan jaringan lainya untuk disimpan dalam bentuk feritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh sel-sel makrofag melalui serangkaian tahap menjadi pigmen empedu bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan akhirnya disekresikan oleh hati masuk ke dalam empedu (Guyton, 1997). 2.3 Leukosit 2.3.1 Sel Darah Putih Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit, monosit dan sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan Kebanyakan sel darah putih ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius (Guyton, 1997). Ada enam macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit. Prosentase normal dari sel darah putih yaitu netrofil polimorfonuklir 62%, eosinofil polimorfonuklir 2,3%, basofil polimorfonuklir 0,4%, monosit 5,3%, dan limfosit 30% (Guyton, 1997). Sel - sel polimorfonuklir seluruhnya mempunyai gambaran granular sehingga disebut granulosit. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernanya yaitu melalui fagositosis. Fungsi utama sel limfosi dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun. Fungsi trombosit erutama mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. (Guyton, 1997). 2.3.2 Pembentukan Sel Darah Putih Sel-sel commited dari sel stem homopoietik pluripoten juga membentuk sel darah putih melalui dua jalur yaitu miolositik dan limfositik. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama diproduksi pada berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe,limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid. Sel darah

putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, terutama granulosit, disimpan dalam sumsum sampaimereka diperlukan dalam sistem sirkulasi. Limfosit sebagian besar disimpa dalam berbagai jarinagn limfoid kecuali sedikit limfosit yang temporer diangkut dalam darah. Megakariosit yang dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam tulang. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang, menjadi frgmen kecil yang dikenal sebagai trombosit selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton, 1997). 2.3.3 Masa Hidup Leukosit Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam darah sirkulasi dan 4-5 hari berikutnya dalam jaringan. Monosit juga mempunyai masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam , berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Begitu sampai di jaringan menjadi makrofag jaringan dapat hidup erbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kecualibial mereka dimusnahkan melalui fungsi fagositik. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetapi hal tersebut tergantung kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut. Trombosit dalam darah akan diganti kira-kira setiasp 10 hari (Guyton, 1997). 2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Eritrosit dan Leukosit Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adanya desakan darah antara lain sebagai berikut:  Berat badan. Orang yang memiliki berat badan berbeda, maka jumlah eritrosit dan leukositnya juga berbeda.  Nutrisi. Nutrisi dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan secara tidak langsung juga mempengaruhi leukosit. Bila kita memakan makanan yang banyak mengandung zat besi misalnya bayam maka jumlah eritrosit kita akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung juga akan mempengaruhi leukosit.  Kondisi Tubuh. Kondisi tubuh dapat mempengaruhi jumlah leukosit, bila kondisi tubuh sedang lemah/tidak enak badan maka jumlah leukosit secara otomatis juga akan menurun.  Lokasi Tempat Tinggal. Orang yang tinggal di tempat yang lebihi tinggi(dataran tinggi) biasanya memiliki jumlah eritrosit yang lebih banyak daripada orang yang hidup di daerah dataran rendah  Jenis kelamin. Pria memiliki jumlah eritrosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah wanita, hal ini disebabkan karena wanita mengakami proses menstruasi yang mana hal ini mempengaruhi jumlahnya (Pearce, 2002). 2.5 Haemacytometer Haemacytometer merupakan alat yang didesain khusus untuk menghitung sel darah tetapi haemocytometer juga dapat digunakan untuk menghitung sel tipe lain yang berukuran mikroskopik (Anonim, 2008). Haemacytometer ditemukan oleh Louis Charles Malassez dan terdiri atas gelas kaca mikroskop dengan bentuk seperti empat persegi panjang dengan lekukan yang membentuk kamar. Kamar diukir dengan menggoreskan laser yang membentuk garis tegak lurus. Alat ini dibuat dengan angat hati-hati oleh orang yang ahli sehingga batas area bergaris diketahui dan kedalaman kamar diketahui

larutan turk. Bagian-bagian Haemocytometer (Anonim. Mula-mula praktikan ditimbang berat badannya untuk menentukan siapa yang akan diambil sampel darahnya. (Anonim. Sampel darah diambil pada praktikan yang mempunyai jenis kelamin berbeda tetapi mempunyai berat badan yang hampir sama. 5. mikroskop. Jarum franke digunakan pada skala empat. Jika si penderita mengalami luka ringan. Praktikan yang diambil sampel darahnya adalah Faris dn Yuni dengan berat masing-masing adalah 48 kg. Pengusapan dengan alkohol bertujuan untuk sterilisasi area sehingga mikroorganisme yang kemungkinan ada di area tersebut akan . biasanya penyakit ini menyertai penyakit lain. pipet ukur. Peralatan dan bahanbahan yang dibutuhkan antara lain haemacytometer. Hemofilia. Anemia. alkohol. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa darah atau kotoran yang mungkin masih menempel pada alat. Haemocytometer Gambar 3. yaitu penyakit yang disebabkan kelebihan sel darah merah. Polisitemia. Leukopenia. larutan hayem.Gambar 2. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih. Sampel darah probandus diambil dengan menusuk jari ketiga atau keempat pada tangan kiri dengan menggunakan jarum franke. Praktikum diawali dengan menyiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan. 2008) 2. tissue. Haemacytometer dibersihkan terlebih dahulu dengan NaCl. dapat mengakibatkan pendarahan yang serius 4. Sebelum ditusuk dengan jarum franke terlebih dulu daerah yang akan ditusuk diusap dengan alkohol 70%. 2009) 2 Pembahasan Praktikum menghitung Eritrosit dan Leukosit bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung (Chamber Haemacytometer).6 Kelainan Darah Penyakit yang disebabkan kelainan pada darah antara lain sebagai berikut : 1. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah putih. pipet tetes. Penyakit ini biasa disebut kanker darah 3. Berdasarkan penimbangan berat badan praktikan yang beratnya hampir sama. Sebelum mengambil sampel darah kedua praktikan terlebih dahulu focus mikroskop dicari agar memudahkan saat mengamati eritrosit dan leukosit yang akan dihitung jumlahnya. Leukimia. yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. Skala tersebut memiliki kedalaman yang cukup. jarum franke. yaitu penyakit karena kurangnya sel darah merah 2.

Saat praktikum. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah eritrosit yang tertinggi adalah Yuni. Kedua ujung pipet dipegang dan dikocok larutan selama dua menit. Komposisi larutan turk . Selain itu. seseorang dapat mengalami penurunan jumlah eritrosit dibawah rata-rata. Hal ini dalam dunia medis sering dikenal dengan anemia. Penghitungan eritrosit dilakukan pada kamar atas dan kamar bawah. praktikan yang menjadi objek sedang dalam masa penyembuhan. seperti terkait dengan kondisi kesehatan praktikan.590. Cara meneteskannya yaitu satu tetes pada daerah atas dan satu tetes pada daerah bawah haemacytometer. Pembuangan dilakukan karena pada 3-4 tetes pertama umumnya tidak steril atau terkontaminasi. pojok kiri atas. karena adanya proses metabolisme tubuh yang berlebih dalam proses penyembuhan.130. Haemacytometer didisgn untuk menghitung sel darah. Pengocokan berfungsi untuk mencampurkan darah dengan larutan hayem. Perbedaan jumlah tersebut terkait dengan proses menstruasi yang dialami wanita sedangkan pria tidak. Perbesaran yang digunakan adalah 100X. Larutan diteteskan ke haemacytometer yang sudah ditutp dengan kaca penutup pada kedua ujung.200. 0. Larutan dalam pipet dibuang 3-4 tetes pertama.000) dan pada wanita normal 4. 1 gram NaCl. Perhitungan leukosit juga dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan perhitungan eritrosit hanya saja larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah berbeda. jumlah rata-rata eritrosit tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin tetapi juga dipengaruhi oleh berat badan.000/ml . Seseorang yang mempunyai berat badan yang lebih besar akan mempunyai volume darah yang besar pula sehingga jumlah eritrosit maupun leukositnya akan lebih besar dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat badan lebih ringan. 2. Data yang diperoleh saat menghitung rata-rata jumlah eritrosit dari praktikan adalah Yuni 4.mati. lalu dihisap dengan menggunakan pipet pengencer (pipet thoma) hingga skala 1. Kemudian ujung pipet diusap dengan tisu. Sampel darah dibiarkan sampai mengalir ke kamar-kamar haemacytometer.387. Selain itu.000/ml.5 gram HgCl2. Pada umumnya jumlah eritrosit pria lebih banyak dibandingkan dengan jumlah eritrosit wanita.000). Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan haemoglobin dan hematokrit.000 (± 300. Setelah diusap. Pengambilan sampel darah hingga skala 1 berarti sample mengalami pengenceran 100X. Haemacytometer diletakkan di bawah mikroskop. Haemacytometer merupakan perangkat serupa kaca objek yang didalamnya bersekat-sekat membentuk kamar-kamar dengan ukurang yang sama.800. Faris 2. Setelah ditusuk darah yang keluar pertama kali diusap dengan kapas. Menurut Guyton (19997) pada pria normal. Perbedaan tersebut bukan berarti kedua praktikan tidak normal.pojok kiri bawah dan bagian tengah. Pada perhitungan eritrosit larutan yang digunakan adalah larutan hayem sedangkan pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan adalah larutan turk. Komposisi larutan hayem menurut Anonim (2007) terdiri atas 5 gram Na2SO4. Larutan diteteskan pada haemacytometer yang telah diberi kaca penutup agar tidak terdapat gelembung udara yang akan mengganggu saat pengamatan di bawah mikroskop. Larutan hayem merupakan larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah saat akan dihitung jumlah eritrositnya. larutan hayem juga berfungsi sebagai pewarna agar eritrosit dapat terlihat jelas bentuknya. Evi K. dan 200 ml akuades. Pengamatan pada masingmasing kamar dilakukan di pojok kanan atas. larutan hayem segera dihisap hingga skala 101 agar darah tidak menggumpal.000 (± 300.000/ml. Hasil ini tidak sesuai dengan hasil praktikum yang menunjukkan bahwa eritrosit yuni lebih banyak daripada faris dan Daniel.700. Jadi dapat diasumsikan eritrosit berlebih jumlahnya. Perbedaan dapat terjadi karena kesalahan perhitungan atau adanya faktor lain yang berpengaruh. jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 5. dan Daniel 2.500/ml. pojok kanan bawah. Pada kondisi tertentu.

seperti kondisi praktikan saat pengambilan sample darah. Asam asetat pada larutan turk berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah sedangkan gentian violet berfungsi untuk pewarna leukosit. jumlah rata-rata leukosit normalnya 7000-9000 sel per ml.000/ml.000/ml dan 2. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi darah pada hati. BAB V KESIMPULAN Darah merupakan jaringan penyambung khusus yang terdiri dari sel-sel dan banyak interstitial ekstrasel. 55.087. Pengenceran yang lebih besar pada eritrosit agar sel darah merah dapat dilihat jelas pada mikroskop tidak saling bertumpukan satu sama lain.387. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyabutkan bahwa eritrosit pria lebih banyak daripada wanita. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah leukosit jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah eritrosit. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh eritosit Yuni dan Evi K.500/ml.5/ml.250/ml. Faris 6. Evi K. Hal ini mungkin dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain kondisi tubuh yang tidak baik.menurut Anonim (2007) terdiri atas 4 ml asam asetat. 10 tetes gentian violet. . Adanya perbedaan jumlah leukosit pada praktikan dengan literatur dapat dimungkinkan adanya penyebab lain. Evi K.000/ml. 5500/ml.950/ml dan Daniel 2. Darah tersususun atas elemen atau sel-sel darah dan plasma.500/ml.590. Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin.950/ml dan Daniel 21. Selain itu perbedaan itu dpat disebabkan karena kesalahan dalam perlakuan maupun perhitungan. dan 200 ml akuades. Eritrosit terutama berperan dalam mengikat haemoglobin.087. Leukosit yuni adalah 5. Data yang diperoleh dari perhitungan jumlah rata-rata leukosit kedua praktikan adalah Yuni 5. salah perhitungan dan sebagainya. Untuk menghitung eritrosit dan leukosit dibutuhkan suatu alat yaitu haemocytometer yang terdiri atas counting chamber dan pipet pengencer. Jumlah leukosit Daniel dibawah normal yaitu 4000-11. sedangkan pada Faris dan Daniel adalah 2. Menurut Hidayati (2008).5/ml.130.800.000/ml dan 2. sel-sel dalam tubuh yang terserang penyakit membutuhkan lebih banyak sel darah putih sebagai kekebalan tubuh untuk memfagositosis mikroorganisme asing. Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Faris 6. adalah 4. Larutan turk selain mencegah penggumpalan darah juga berfungsi sebagai pewarna leukosit. Pengenceran pada perhitungan eritrosit lebih besar dibandingkan dengan leukosit yaitu pada eritrosit pengencerannya 200X dan pada leukosit 20X karena jumlah eritrosit manusia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah leukosit.125/ml. Saat masa penyembuhan.

com/ PNU/ 003/PNU0030011. Arthur.e-smartschool. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Hidayati.15 WIB Anonim.asp.unsjournal.wikipedia. 2008. Fisiologi Kedokteran. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. http: //www. 1997. Fungsi Darah. Haemacytometer. 2008. Dewi. Fisiologi Hewan. http//id.30 WIB Guyton.C.http://www. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. 2002. ITB : Bandung . 2007. Perhitungan Sel Darah Merah. FMIPA ITS : Surabaya Suripto.DAFTAR PUSTAKA Anonim.com/.15 WIB Anonim. Diakses tanggal 4 April 2009 Pukul 19. 2009.com/haemacytometer. Modul Fisiologi Hewan.

Leukosit Nl1 = 69+62+38+129 = 298 Nl2 = 21+23+33+32= 109 Ne = 298+109 = 203.5 = 5.800.5 2 SDP = nl x p x 2. Perhitungan 1. .LAMPIRAN I.5/ml 2. Yuni a.000/ml b.5 x 10 x 2. Evi K.5 = 203.087. Eritrosit Ne1 = 79+103+101+93+95 = 471 Ne2 = 92+112+85+95+105 = 489 Ne = 471+489 = 480 2 SDM = ne x p x 50 = 480 x 200 x 50 = 4.

950/ml 4.5 = 139 x 20 x 2. Daniel a. Eritrosit Ne1 = 103+79+97+88+78 = 445 Ne2 = 90+75+79+67+96 = 407 Ne = 445+407 = 426 2 SDM = ne x p x 50 = 426 x 100 x 50 = 2.130.5 2 SDM = ne x p x 50 = 477.5 = 5. Leukosit Nl1 = 41+36+20+20 = 118 Nl2 = 26+28+31+19= 104 Ne = 118+104 = 111 2 SDP = nl x p x 2.000/ml b. Faris a.5 = 6.550/ml 3.000/ml b.000/ml b. Leukosit . Eritrosit Ne1 = 103+99+86+100+106 = 494 Ne2 = 109+94+104+125+110 = 542 Ne = 494+542 = 518 2 SDM = ne x p x 50 = 518 x 100 x 50 = 2.5 x 100 x 50 = 2.a. Leukosit Nl1 = 37+40+37+50 = 164 Nl2 = 32+25+27+30= 114 Ne = 164+114 = 139 2 SDP = nl x p x 2.5 = 111x 20 x 2. Eritrosit Ne1 = 119+84+97+106+80 = 486 Ne2 = 97+86+94+88+104 = 469 Ne = 486+469 = 477.590.387.

Jumlah darah normal ♂ 4. kura dan Limpa.2 – 5.5 x 20 x 2. hati dan sumsum Sumsum merah pada tulang pipih dalam ♀ 3.5 juta sel/mm3 protein Tidak ada  Leucopenia  Leucocytosis  Leukemia (kanker darah)  AIDS (virus HIV/sel T yang hingga menurun) menyerang immunitas limfosit tubuh 5. 2.2 – 5.5 2 SDP = nl x p x 2.5 = 42.2 juta sel/mm  Hemoglobin  Karbominohemoglobin  Anemia  Oligocythemia  Polycythemia 3 kelenjar limpa 4000-11000 sel/mm3 4. Differensiasi Tidak ada Berdasarkan  Granulosit granula dalam sitoplasmanya :  Neutrofil (60-70%)  Eosinofil (1-4 %)  Basofil (0-1 %)  Agranulosit  Limfosit  Monosit . Inti Ukuran/bentuk Tempat sintesis Tidak ada (mamalia) ± 7.5 2. Jenis keabnormalan 7.Nl1 = 16+6+9+11 = 42 Nl2 = 17+5+7+14= 43 Ne = 42+43 = 42.125/ml II. 3. Kandungan pigmen pengikat O2/CO2 6.5 µm / diskus bikonkaf Leukosit Polimorfonuklear/mononuklear 6-12 µm merah. Perbedaan perbandingan Eritrosit dan Leukosit No Perbedaan Eritrosit 1.

sehingga faktor pengencerannya tidak jelas. Namun saat penyedotan harus dulang 2x karena terdapat gelembung udara di dalamnya. 3. 9. Faktor Kesalahan Dalam Perlakuan 1. Pemasangan selang terbalik. 2.Berdasarkan intinya :  Polimorfonuklear  Mononuclear 8. . 4. Penusukan jari pada Faris harus diulang nenerapa kali karena darah tidak keluar pada skala 3 hingga 4. Pipet pengencer dibersihkan dengan kertas saring pada ujungnya dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara di dalamnya. Hal ini disebabkan karena darah tidak keluar. Pemijitan jari pada probandus umumnya dilakukan setelah jari ditusuk. hidup dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Fungsi  Tranpor oksigen  Transport karbondioksida  Mengatur pH dalam darah  Bersifat dalam tubuh  Berperan fagositosis zat asing  Bersifat ameboid sehingga dapat mendekati atau dalam immunologic menjauhi zat asing  Diapedesis  Kemotaksis (mampu menembus jaringan) (menjauhi atau mendekati jaringan yang rusak) III. Padahal seharusnya pemijitan jari dilakukan setelah penusukan jari. Umur ± 120 hari Sel darah putih memiliki siklus hidup agak pendek. sehingga penusukan pada Daniel juga harus diulang 2x.

tergantung ukuran tubuh.laki  47% dan pada wanita  45%. dan konsentrasi elektrolit dalam tubuh.laki normal 5 juta / mm3 darah. 2005) Menurut Guyton & Hall (1997). Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. 1999) Gambar 1. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. 1999). Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: . cekung pada kedua sisinya. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. Lebih berat dan lebih kental dibandingkan air.5 juta sel / mm3 darah. Platelets and T-lymphocyte (erythocytes = red.900). tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah.TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Darah Darah terbentuk pada jaringan ikat lalu terbawa oleh plasma. Sel. 2. Sel darah manusia. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. T-lymphocyte = light green) (SEM x 9. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. Darah memiliki pH 7.kira 120 hari. Rasa cenderung asin karena membawa garam-garam mineral bau khas (anyir). Warna darah adalah merah terang sampai kebiruan tergantung kadar oksigen yang dibawa.2 Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimball. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat.000 sel darah. Sedangkan untuk laki. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. 2004). Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin.35 – 7. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. 45. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Suripto.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Ada 3 tipe unsur-unsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. 2002).kira 4. Jangka hidup sel darah merah kira. Volume darah total  5 liter pada laki-laki dewasa. platelets = yellow.000.

tiroid. 5. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. Polisitemia : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya b. Sel darah merah (eritrosit) 2.3 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 1. 4. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. 2005). darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. alkohol. Ada 2 macam polisitemia : a. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah Gambar 1. Anemia : kekurangan sel darah merah 2. atau penyakit jantung b. . Fragilitas : kerapuhan eritrosit. yaitu : a. 2004). dll. Ada 2 macam hemolisa. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah Hormon kortison. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. 3.     Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. aktivitas fisik berkepanjangan.

Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. (Guyton & Hall. yang menelan dan mencerna bakteri dan serpihan selsel mati dari tubuh. 1997) 2. Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Pembentukan sel darah putih.4 Leukosit Sel darah putih atau leukosit berwarna bening. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati.000 butir / mm3. ukurannya lebih besar daripada sel darah merah. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. 2. tetapi jumlahnya lebih kecil. 2004).000 sampai 10. dan Sel Darah Merah Dalam Berbagai Tipe Anemia (Guyton & Hall.000 atau kurang. 3.Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5. gambar 3. Fungsi umum dari sel darah putih yaitu melindungi tubuh dari infeksi (Evelyn. dan basofil b. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10. 4. 2005). Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktu di luar system sirkulasi.5 Abnormalitas Kondisi Leukosit 1. berkeliling di dalam cairan interstitial dan system limfatik untuk melawan pathogen (Campbell. eusinofil. 2002). Dalam setiap mm3 darah terdapat 6. . 2.Gambar 2. 2002). Pembentukan Sel-sel Darah Merah.000 sel darah putih. 1997). Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 5. Terdiri dari neutrofil. Monosit dan neutrofil adalah fagosit. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok (Pearce.

Leukosit dihitung di dalam bujur sangkar bersisi ¼ mm (kotak W) . Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. maka jumlah bujur sangkar dalam Bilik hitung hemocytometer type Double Improved Neubeur perlu diketahui: a. 1994). Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar.6 Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael. b. 4 kotak kecil yang terletak dj. c. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak. bagian pojok (ditandai huruf. d. Bujur sangkar terbagi lagi monjadi 9 kotak kecil. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Gambar 4. Ukuran seluruh bilik hitung adalah 3x3 mm (9 mm persegi yang terbagi menjadi 9 bujur sangkar (masing-masing bersisi 1 mm).2. Counting Chamber Untuk menghitung jumlah eritrosit maupun leukosit. Haemocytometer Improved Neubaeur Gambar 5. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam. (dengan sisi ¼ mm) sedangkan kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm (disebut kotak R) dari kotak R tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi 1/20 mm (tampak lebih rapat dari kotak W).

2.1 Menghitung Eritrosit (Sel Darah Merah) Penghitungan jumlah eritrosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 101 serta mempunyai inti gelas berwarna merah. Cara Kerja 3.5 METODOLOGI 3. Sebelum digunakan. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. larutan hayem.e. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x. dan mikroskop. Eritrosit dihitung dari dalam bujur sangkar dengan sisi 1/20 mm (kotak R) Jarak antara bilik hitung dengan gelas penutup: 1/10 mm sehingga volume bujur sangkar adalah sebagai berikut: 2.1. larutan turk.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar.2.9%) 3. larutan pembilas (NaOH 0.1.1 Alat dan Bahan 3. counting chamber . tissue dan alkohol 70%. lanset.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah haemacytometer. 3. kapas.

Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. Sebelum digunakan. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar.9%.1.dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. ulangi kembali perlakuan seperti semula. Jika ada gelembung. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x. ulangi kembali perlakuan seperti semula. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah leukosit dalam kotak R pada counting chamber.1. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna.9%. . Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah eritrosit dalam kotak R pada counting chamber. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber.2. counting chamber dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 11. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit.1 Data Pengamatan PEMBAHASAN Pada awal percobaan.2 Menghitung Leukosit ( Sel Darah Putih) Penghitungan jumlah leukosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 11 serta mempunyai inti gelas berwarna putih. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 101. Pada counting chamber. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. 3. Pada counting chamber. Jika ada gelembung. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup.

Gambar hemacytometer pada mikroskop Pada praktikum ini digunakan faktor pengenceran eritrosit dan leukosit.000). Untuk pemeriksaan jumlah leukosit inti gelas warna putih digunakan.000) dan pada perempuan normal 4. jumlah rata-rata sel darah merah per mililiter kubik adalah 5.000 sel darah putih per mikroliter darah.Gambar Frankee Gambar penusukan dengan Frankee Sebelum ditusuk jari disemprot dengan alkohol 70% sebagai tindakan aseptik dan mencegah adanya kontaminan. 2002) Konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada laki-laki normal.000 buah (±300. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. dalam keadaan normal jumlahnya kirakira 300.700.000 per mikroliter darah (Guyton.2. 1997) 4. sebab darah terlalu pekat/ kental. Faktor pengenceran untuk eritrosit yaitu 200. eritrosit digunakan inti gelas warna merah. Gambar pengambilan darah dengan pipet thoma Setelah itu diteteskan pada bilik hemacitometer dan ditutup dengan kaca penutupnya dan diamati sel darah dan banyak sel yang ditemukan di bilik. yang hanya merupakan fragmen. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. Jumlah trombosit.000 buah (±300.fragmen sel. karena jika tidak dilakukan pengenceran akan terlalu sulit melakukan pengamatan di bawah mikroskop. Konsentrasi bermacam – macam sel darah putih dalam darah pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7.200.1 Pemeriksaan Jumlah Eritrosit . sedangkan untuk leukosit yaitu 20. ketinggian akan mempengaruhi jumlah sel darah merah manusia yang tinggal didaerah itu.

100.000 sel per mm 3. dan mempertahankan bentuk disoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi. Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. nukleus diperas keluar sel (Kimball. Akan tetapi. Larutan hayem berfungsi sebagai isotonik pada eritrosit.5 gram dan air suling 200 ml. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 11. Eritrosit merupakan cakram bikonkaf tidak mempunyai inti tidak mempunyai mitokondria dan retikulum endoplasma. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. dan aktivitas. memperjelas bentuk eritrosit. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. mengencerkan darah. umur gizi.000 sel per mm3.000. Gambar eritrosit .p.000 sel per mm3.Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gasgas antara sel-sel dan plasma darah. Sedangkan isi dari pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi dimana selanjutnya diletakkan pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. dengan diameter 7. berat badan. ketika dewasa. 1993). Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap.320. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem berlangsung sempurna. merkuri chlorida 0.000. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaya obyek. jumlah sel darah merah (eritrosit) pada kondisi normal mencapai 4. artinya pengenceran 100 kali. natrium chlorida c. Gambar eritrosit pada hemasitometer Menurut Guyton (1997). merintangi pembekuan darah. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. Jumlah eritrosit pada kondisi normal mencapai 4. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas natrium sulfat kristal 5 gram. 1 gram. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor beberapa faktor antara lain jenis kelami.000 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10.

umur. Leukosit mempunyai nukleus. normalnya 4. 2002). Leukosit adalah sel yang mempunyai inti dan banyak jenis yaitu Neutrofil.000 buah/ milimeter dan Rayi adalah 10. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kumankuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). dan aktivitas. berat badan.1993). umur gizi.100. umur. Limfosit dan Sel plasma. berat badan. Jumlah normal Eritrosit 4. Gambar Leukosit pada hemasitometer Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 5. memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak memecah leukosit. Padahal menurut Gutton (1997).000 buah/mililiter dan Leukosit 4. Diawal menghisap darah sampai skala 1 kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 11 jadi terjadi pengenceran 20.320. Hal ini berkaitan dengan jenis kelamin. dan air suling 475 ml.950 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. Eosinofil. gizi. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W.000 sel per mm3. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce.150 buah/ milimeter.2 Pemeriksaan Jumlah Leukosit Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. dan rasio antara kedua tipe kirakira 1 : 700. perhitungan jumlah Sel Darah Merah Ratna adalah 11.000-11. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. gizi. Kemudian larutan turk dan leukosit dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis kemudian darah diteteskan dalam haemacytometer. . kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak W pada kaya obyek.2. Basofil. Sel darah putih jumlahnya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Larutan turk tersusun atas asam asetat glacial 15 ml.000 buah/mililiter.950 buah/mililiter dan Rayi adalah 10. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit – monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. larutan gentian violet 1%.000 buah/mililiter dan jumlah Sel Darah Putih Ratna adalah 5. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis. Sel darah merah jumlahnya dipengaruhi oleh faktor kelamin.000 – 11.150 sel per mm3.000. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit.4. berat badan. Monosit. Faktor pengenceran untuk leukosit yaitu 20. Larutan turk berfungsi memberi warna pada inti dan granulanya.

Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jilid 2. Evelyn.dan amonia. Program Studi Biologi FMIPA-ITS. Ethel. kreatinin. dan protein. (2006). Ramaley. Dewi. Penerbit Bina Cipta. Gramedia. untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Surabaya. TINJAUAN PUSTAKA 2. Erlangga. Jakarta. Jakarta. cal-. edisi kedelapan. yang antara lain terdiri atas. (1993). (1988). Biologi. Jakarta. A. Modul Ajar Fisiologi Hewan. Erlangga. Sloane. (3) bahan organik sisa metabolisme seperti urea. Zat-zat terlarut lainnya adalah: (1) elektrolit-elektrolit yang penting untuk aktivitas sel itu sendiri dan menjaga tekanan osmosis cairan tubuh (Na+. dan protein pengatur seperti enzim. Jhon W. Elemen seluler yang disebut leukosit terdiri atas : neutrofil 50-70%. Jakarta. 2003. Penerbit EGC. HPO42-. Pearce. Fisiologi Kedokteran. P. asam urat. hormon yang jumlahnya kurang dari 1%. . SO42-). Michael. Jenis otot pada vertebrata ada tiga : Otot polos. K+. limfosit 20-30% dan monosit 2-8%. proenzim.DAFTAR PUSTAKA Kimball. Mg2+. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. basofil < 1%. Hidayati. G. globulin 35%. Erlangga. (1997). karbohidrat. HCO3-.. Jakarta. eosinofil 2-4%. fibrinogen 4%. nutrien dan bahan sisa metabolisme. Saktiyono. (1994). Dasar-dasar Histologi. (1999). Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Wagener. kolesterol. Bandung Bevelander. (2002). TA. protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1% dan (2) elemen-elemen darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). UI Press. Biologi. Guyton dan Hall. Pengantar Ilmu Penyakit Darah. asam lemak. Anatomi dan Fisiologi.1 Darah Secara umum istilah darah dipakai untuk menjelaskan fluida yang beredar dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut gas. bilirubin. Darah manusia terdiri atas (1) plasma darah yang terdiri atas 92% air. (2) nutrien organik yang penting untuk menghasilkan energi ATP. Jakarta. J. (1980). Protein plasma antara lain terdiri atas : albumen 60%. Otot rangka / Otot lurik dan otot jantung.

(Suripto. 2002) .

4 Leukosit (Sel Darah Putih) Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini.1993). alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. ketika dewasa. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Leukosit mempunyai nukleus. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh 4. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. Pada laki-laki normal. Wanita normal mempunyai ± 4. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. 2. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi) 3. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. Akan teteapi. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe.monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball.2. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi 6. respirasi. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. 1999).2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 1.3 Eritrosit (Sel Darah Merah) Pada mamalia eritrosit tidak berinti. 1993). nukleus diperas keluar sel (Kimball. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. . ekskresi dan regulasi 2. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. 1993).5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. mencegah pendarahan yang terus menerus 2. mengatur suhu tubuh (termoregulasi) 5. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit.1993). dengan diameter 7.

Counting Chamber juga dapat digunakan untuk menghitung spora bakteri dan jamur. Haemocytometer IMPROVED NEUBAEUR (Counting Chamber) Gambar di atas merupakan desain Counting Chamber secara umum. bentuknya lebih pipih dalam hapusan dan ukuranya menjadi lebih besar. dalam keadan normal jumlahnya kira-kira 300. Terdapat empat cekungan longitudinal pada bagian tengah yang terbuat dari kac optik khusus. Eritrosit hanya kehilangan volume sedikit maka karena itu lebih kecil dalam hapusan. monosit dan granulosit (Bevelander. digunakan untuk menghitung sel atau partikel lain dalam suatu suspensi dibawah mikroskop. Cekungan tersebut diparalelkan dengan adanya cekungan kecil/pendek di bagian tengah denga diameter . Persentase normal dari sel darah putih adalah sebagai berikut: Netrofil polimorfonuklir eosinofil polimorfonuklir basofil polimorfonuklir monosit limfosit 62.5 Haemocytometer IMPROVED NEUBAUER (Counting Chamber). leukosit.Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah.0 % 2. Leukosit mengandung nukleus dan organel-organel sel. Gb.3 % 30 % Jumlah trombosit yang hanya merupakan fragmen-fragmen sel.000 per mikroliter darah.4 % 5.al. leukosit lebih menonjol dari pada eritrosit karena nukleus leukosit yangh berwarna gelap. Leukosit menunjukkan gerakan amoboid terbatas. Counting Chamber sering digunakan dalam analisis darah (menghitung eritrosit.3 % 0. 1988) 2. et. Leukosit sebaliknya. Kadang kadang ada kemungkinan untuk mengidentifikasi limfosit. Counting Chamber adalah alat pengukuran yang presisi yang terbuat dari kaca optik. dan trombosit) dan menghitung sel dari suatu usapan lendir misalnya sel sperma dan vaginal smear.Pada sediaan yang diwarnai dengan hematoksilin atau eusin. Sel darah putih atau leukosit sebagai kelompok berbeda dengan sel – sel darah merah terhadap perlakuan pada pembuatan hapusan.

• Leucocyte pipette (white bulb) . counting chamber akan terlihat sebagai berikut: Pada umumnya terdapat dua model counting chamber. Bentuk pipet pengnceran seperti pipet biasa tapi bagian tengahnya menggembung dan terdapat skala untuk menunjukkan volume larutan pengencer. Pada bagian tengah terdapat dua bagian utama yang mempunyai permukaan yang halus yang digunakan untuk menempatkan suspensi yang akan diukur jumlah selnya. Peralatan lain dalam perhitungan darah adalah pipet pengenceran. Cover glass dapat diambil dengan cara menariknya dari bagian samping.yang sama. Single net ruling: middle support without division (one counting net) Double net ruling: middle support with one division (two counting nets) Cara penggunaan counting chamber adalah sebagai berikut : Pertama-tama bagian eksternal counting chamber dibasahi dengan aquades untuk memudahkan pergerakan cover glass. Bila dilihat dari samping. yaitu counting chamber single net dan counting chamber double net. Cover glass sangat tipis dan rapuh sehingga harus hati-hati dalam memindahkannya agar tidak pecah.

yang mengandung 10 ml formalin 40%. Penambahan gentlan violet ini bertujuan untuk memberi warna pada inti dan granula leukosit. Cara menghitung tampak terlihat pada gambar yaitu dimulai dari kiri atas. Larutan ini mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama serta bentuk discoid eritrosit tetap dipertahankan dan tidak menyebabkan terjadinya aglutinasi .• Erythrocyte pipette (red bulb) (Marienfeld laboratory) Cara menghitung partikel dalam counting chamber adalah sebagai berikut : Di bawah mikroskop jumlah partikel dalam kotak R pada counting chamber dihitung. Sedangkan untuk menghitung eritrosit. Larutan turk merupakan larutan asam asetat 2% ditambah gentlan violet 1%. formula yang digunakan untuk menghitung sel/partikel yaitu : 2. .6 Reagen Larutan pengencer yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah larutan turk. tetapi tidak memecah leukosit. Bujur sangkar terbagi lagi menjadi 16 kotak kecil yang terletak di bagian pojok (W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak (dengan sisi ¼ mm). Ukuran seluruh bilik adalah 3x3 mm (9mm2) yang terbagi dalam 9 bujur angkar kecil. Larutan ini memecah eritrosit dan trombosit. sedangkan kotak kecil yang terletak ditengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm(disebut kotak R) dari kotak r tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan1/20 mm. sehingga warnanya menjadi biru muda. digunakan larutan Hayem.

(Wirawan. 2000). .

. Mikroskop.1. lanset. hand tally counter.5. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah merah memiliki inti gelas merah Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. larutan Turk.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer.1. larutan Hayem.2.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar. Alkohol 70% dan NaCl 0. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.BAB III METODOLOGI 3. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. 3.1 Alat Alat yang digunakan adalah Haemacytometer Improved Neubauer. 3. dan cawan petri.9%. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers.2 Cara kerja 3. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.1 Alat dan bahan 3. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.

Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah.Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. digunakan rumus: Σ eritrosit dimana N eritrosit P = jumlah eritosit dalam 5 kotak R = besar pengenceran = n eritrosit x p x 50 . Gb Ruang R pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 5 Penentuan jumlah eritosit dalam tiap mm3.

.1 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan degan Haemocytometer. kemudian sampel diteteskan. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih.2. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Kemudian darah dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah putih memiliki inti gelas putih Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. hingga tepat pada skala 11. Kemudian larutan turk dihisap. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap.3.5. Gb Larutan darah bercampur larutan turk diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.

Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. 2. 3 dan 4 Penentuan jumlah leukosit/mm3.5 . digunakan rumus : Σ leukosit dimana N leukosit P = jumlah leukosit dalam 4 kotak w = besar pengenceran = n leukosit x p x 2.

420.850 4.720.1 Data Pengamatan Probandus Jenis Kelamin Pria Usia Berat Badan 75 kg Eritrosit (jumlah sel/mm3) 5.420.1 Perhitungan Eritrosit a.2.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 542 x 200 x 50 = 5. sehingga : p = 100 / 0.000 1.720.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.000 Leukosit (jumlah sel/mm3) 200 Sulfahri 22 tahun Hutami Wanita 20 tahun 69 kg 2.2 Perhitungan 4.000 jumlah sel/mm3 b. Perhitungan Eritrosit Sulfahri Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.000 jumlah sel/mm3 . Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 272 x 200 x 50 = 2. sehingga : p = 100 / 0.

5 = 4 x 20 x 2.5 = 1.4.5 p = pengenceran dihitung dari 0. sehingga : p = 10 / 0. Perhitungan Leukosit Sulfahri Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.850 jumlah sel/mm3 . Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 200 jumlah sel/mm3 b.2 Perhitungan Leukosit a.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2. sehingga : p = 10 / 0.5 = 37 x 20 x 2.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.2.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 p = pengenceran dihitung dari 0.

Selain itu juga ukuran sel darah merah lebih kecil dibandingkan dengan sel darah putih. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Keadaan ini bisa terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. Komposisi larutan hayem adalah Natrium sulfat kristal (5.3. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Sehingga perlu pengenceran skala besar untuk melihat dan menghitung sel darah merah yang banyak dan berukuran kecil. Darah dihisap sampai 0. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. Kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Praktikum dilakukan dengan langkah sebagai berikut.4.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. 4. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung.5.3 Pembahasan Praktikum bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung.5 ml dan hayem dihisap sampai 101 dengan tujuan supaya pengenceran dilakukan sebanyak 200 kali. Praktikum menggunakan dua orang probandus yang diambil darah segarnya dengan menggunakan lanset untuk kemudian diberi pengencer dan diamati di haemacytometer pada mikroskop.0 gram).5 gram) dan air suling (200 ml). Pengenceran sel darah merah dilakukan lebih banyak (200 kali) dibandingkan dengan sel darah putih karena jumlah sel darah merah pada tubuh manusia lebih banyak daripada sel darah putih sehingga dengan pengenceran 200 kali diharapkan dapat mempermudah proses perhitungan. natrium klorida (1. larutan hayem dituangkan sedikit kedalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang.0 gram). bentuk bentuk eritrosit terlihat jelas. Karena didalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. merintangi pembekuan. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. merkuri klorida (0. sedangkan bayangan leukosit dan trombosit lenyap. Larutan hayem memiliki fungsi diantaranya adalah mengencerkan darah. Pengocokan berfungsi untuk menjadikan darah .

Sedangkan Hutami memiliki jumlah eritrosit sebesat 2. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers karena dapat menyebabkan kesalahan perhitungan.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.000 sel per mm3. Kotak R Hasil praktikum menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah Sulfahri adalah 5. karena menurut Kimbal pada laki-laki normal.720. rata-rata jumlah eritrosit adalah ± 5 juta sel. Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter.homogen dengan larutan hayem saat pengenceran. Pembuangan tetes pertama diasumsikan karena tetes pertama masih mengandung larutan hayem yang belum homogen dengan darah.420. Hutami menunjukkan jumlah sel darah merah yang tidak normal disebabkan karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti pola hidup yang kurang . Jumlah ini menunjukkan sel darah normal. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. Hutami menunjukkan kekurangan sel darah merah karena menurut Kimbal jumlah sel darah merah perempuan normal sebesar ± 4.000 sel/ mm3.

Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.tidur kekurangan zat besi dan sebagainya. Kemudian larutan turk dihisap. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. Kekurangan zat ini. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. dihitung dari 0. bisa karena penderita memang kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. hati. Karena faktor utama anemia karena kekurangan zat besi. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. dan 96 ml aquades. . hingga tepat pada skala 11. Faktor utama penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang menjadi salah satu unsur penting dalam memproduksi hemoglobin. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan.5 ml darah yang ditambah larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. kemudian sampel diteteskan. Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah sehingga dengan pengenceran yang hanya 20 kali ukuran selnya sudah dapat dilihat dengan jelas. Atau bisa juga mereka sudah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. 4. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. dan mencegah koagulasi darah. melisiskan eritrosit. tetapi terjadi gangguan absorsi dalam usus karena ada cacing atau gangguan pencernaan.3.2 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. 2011). telur. Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. Pengenceran untuk perhitungan leukosit hanya dilakukan sebanyak 20 kali.5. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. anemia sering disebut anemia defisiensi besi (Pertiwi. ikan. dan daging. 1 ml gentian violet.

Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. sehingga dapat dikatakan sel darah putih kedua probandus jauh dari normal. sedangkan Hutami memiliki jumlah leukosit agak lebih banyak dari Sulfahri. Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat.KOTAK W Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. namun masih saja di bawah batas normal. Faktor yang mempengaruhi jumlah sel darah Kekurangan Zat Besi. Menurut Guyton. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. 4. yakni 1850 sel/mm 3. 1997 pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. jauh dari normal yakni hanya 200 sel/mm3. 3 dan 4 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah leukosit Sulfahri sangat sedikit. 2. sehingga larutan tidak homogen. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kesdalahan dalam perhitungan yang disebabkan karena faktor teknis atau sampling. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Faktor teknis bisa terjadi karena mungkin pengamat kurang jeli dalam membaca atau menghitung jumlah sel darah putih. Sedangkan faktor sampling bisa menyebabkan kesalahan karena mungkin sempat terjadi penggumpalan dalam pipet thoma sebelum diberi larutan turk. 2.4 1. . Pada orang dewasa.

Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. . Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. 7. 5. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. 4.3. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. 6. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia.

3 . Jumlah leukosit Sulfahri jauh di bawah normal yakni 200 sel/mm3.000 sel/mm3.720.000 sel/mm . sedangkan Hutami juga masih di bawah normal yakni sebesar 1850 sel/mm3.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan praktikum adalah jumlah eritrosit Sulfahri normal yakni sejumlah 5.420. sedangkan eritrosit Hutami tidak normal yakni sebesar 2.

Hematologi Sederhana Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta . Gerrit. 1999.37 wib Saktiyono. Ramaley.DAFTAR PUSTAKA Bevelander. Biologi. ITB : Bandung Wirawan. Putri. Biologi. Gejala dan Penyebab Anemia diakses dari http://www.Jilid 2 Erlangga : Jakarta Pertiwi. 2002. 2000. 2011.1997.dkk. Fisiologi Kedokteran. Judith. Jhon W. R.1993. Fisiologi Hewan.com/view. 11 April 2011 pukul 11.ujungpandangekspres.1988. Erlangga : Jakarta Suripto. Dasar-dasar Histologi.php?id=31201&jenis=Kesehatan pada Senin. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Kimball. Erlangga: Jakarta Guyton and Hill.

umur fungsi tergantung jenisnya sistem imun tubuh. dan monosit. pengatur pH.2 – 5.2 – 5.LAMPIRAN Perbedaan Ukuran dibentuk diinti diferensiasi Tabel Perbandingan Eritrosit dan Leukosit Eritrosit Leukosit sekitar 7. .5 μm berbentuk 6-12 μm amorf diskus bikonkaf sum-sum merah tulang tidak ada pada mamalia tidak ada sum-sum tulang berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil. 4. dan eosinofil. Agranulosit: Limfosit.000 – 11. basofil.5 juta sel/ml betina: 3.2 juta sel/ml sekitar 120 hari pengikat karbon dioksida dan oksigen.000 sel/ml Jumlah jantan: 4.

panas. Fe dan seterusnya. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. NaCO3. Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsure-unsur padat. Darah terdiri dari tiga jenis unsur sel yaitu eritrosit. dan trombosit yang terendam dalam cairan kompleks plasma (Gambar 1). CO2.1 Darah Darah adalah cairan yang beredar melalui jantung. Protrombin dan fibrinogen.5 liter pada pria. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. pendinginan). memiliki volume darah 5. dengan pH 7. F. leukosit.35-7. regulasi suhu tubuh (pemanasan.1996).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.4 (7. mineral. yaitu sel darah. Protein 8% berupa Albumin. kapiler. Globulin.45). Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. dll).1 Komponen Darah Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah.1. Komponen penyusun dari darah terdiri atas : a. arteri. Na+. produk metabolisme. Darah membentuk sekitar 6-8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5. limbah metabolisme (uine). 2. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. temperatur sekitar 100. zat makanan. (Kimball. mencegah kehilangan darah serta pertahanan tubuh melawan zat asing dan mikroorganisme. . macam-macam ion (Ca2+. Plasma Plasma darah terdiri dari: Air 91%. Fungsi darah adalah mentranspor berbagai zat (O2.2002). sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. Darah tidak hanya mengangkut O2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. Cl-. HCO3-) dan hormon. asam amino). dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh. Mg. (Pearce. menjalarkan sinyal (hormon). Ca.4 liter. yang secara fisik lebih kental dan mengalir lebih lambat daripada air. sebagai sistem dapar. Mineral berupa NaCl. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh.4 0F (380C). elektrolit. Sekitar 55% adalah cairan. vitamin. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47.

000. Darah terdiri atas sel-sel fragmen. kreatinin. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin.1. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. yang memungkinkan untuk mengubah gas maksimum antara jaringan dan sel. 10.1996) 2. urea. mencegah pendarahan yang terus menerus. cekung pada kedua sisinya. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang.000 sel darah. (Kimball. hormone. dengan molekul bertindak . 2002). asam urat. alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. b.Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. 8. Sel darah merah pada mamalia berbentuk seperti cakram dengan penampang cekung ganda. 2002). Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). (Pearce. enzim dan antigen (Pearce. Membran Sel darah merah terdiri dari lapisan lipid ganda tersusun asimetris. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna kuningkuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2.2 Sel Darah Merah (Eritrosit) Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. mengatur suhu tubuh (termoregulasi). respirasi. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. Bentuk diskoid memberikan luas permukaan maksimum untuk sel dengan volume yang sama. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi. 9. Darah Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit). Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. lemak. 2002) 2. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi). 11. ekskresi dan regulasi. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. 12.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 7.

suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal.5 juta sel / mm3 darah. Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. 2005). Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. Menurut Guyton & Hall (1997). dimana protein integral tertanam. 1996). Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. dan diperkirakan tidak akan mampu mensintesis protein (Kabanova. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. Sel. . Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Sedangkan untuk laki.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Secara struktural dan fungsional integritas lapisan lipid ganda dan protein integral tergantung pada asosiasi dengan jaringan protein perifer (sitoskeleton) yang menempel pada permukaan membran dalam. Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak.kira 4. Peran sitoskeleton adalah untuk mengembalikan bentuk sel darah merah setelah pembentukan secara mekanik bagian kapiler (Selim. tiroid. 2009). Jangka hidup sel darah merah kira. 2009). tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah.sebagai batas.laki normal 5 juta / mm3 darah. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Saktiyono. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. Eritrosit pada manusia dibuang intinya selama pematangan. Hormon kortison.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel.kira 120 hari.laki  47% dan pada wanita  45%. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki.1999).

5.2. 6. sel darah merah (Anonim. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. dll. Ada 2 macam hemolisa. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. 2011) 2. Polisitemia : kekurangan sel darah merah : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit . Ada 2 macam polisitemia : c. 7. aktivitas fisik berkepanjangan.3 Sel Darah Putih (Leukosit) Leukosit atau sel darah putih merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya d. yaitu : c. 2005).Gambar 1. atau penyakit jantung d. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. Anemia 4. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. 2.1 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 3. 2004). alkohol.

limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, selsel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius, jadi, menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada (Guyton, 1997). Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. Terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan basofil. b. Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati, 2005).

Gambar 2. Sel darah putih (Anonim, 2011) 2.3.1 Macam – macam Sel Darah Putih (Leukosit) Ada lima macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit (Guyton, 1997). 1. Neutrofil yang berfungsi membunuh bakteri, pada infeksi akut jumlah sel ini meningkat. Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. 2. Basofil, melepaskan histamin, sel ini berperan pada reaksi hipersensitif tipe cepat seperti urtikaria, rhinitis alergika, syok anafilaktik 3. Eosinofil menyerang beberapa jenis parasit, sel ini meningkat pada penderita alergi.

4. Monosit termasuk darah dari sumsum tulang, kemudian masuk jaringan, berubah namanya menjadi makrofag jaringan. Monosit berfungsi seperti netrofil membunuh bakteri.. 5. Limfosit terdiri dari sel limfosit B dan sel limfosit T yang keduanya berperan dalam kekebalan imunitas (Anonim, 2011).

Gambar 3. Macam-macam Leukosit (Anonim, 2011)

Pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nama Netrofil polimorfonuklir Eosinofil polimorfonuklir Basofil polimorfonuklir Monosit Limfosit Total Persentase 62,0 2,3 % 0,4 % 5,3 % 30,0 % 100 % (Guyton, 1997) 2.3.2 Abnormalitas Kondisi Sel darah Putih (Leukosit) 6. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. 7. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10.000 butir / mm3. 8. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5.000 atau kurang. 9. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 10. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok

(Pearce, 2002).

2.4

Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk

mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam, yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael, 1994). a b

c

Gambar 4. Hemacitometer : a. lempeng, b. Kaca obyek c. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Praktikum dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan probandus yang akan diambil darahnya, yaitu praktikan sebanyak 2 orang tiap kelompok. Langkah awal dari praktikum ini yaitu Penentuan probandus ini didasarkan pada jenis kelamin dan berat badan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan perbedaan jumlah eritrosit pada laki-laki

dan perempuan. Praktikan yang menjadi probandus adalah Puput Perdana W. (Dana) dan Eka Budi Lestari (Eka). Kemudian ujung jari diolesi dengan alkohol 70% sebelum dilakukan penusukan jari. Penggunaan alcohol 70% berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Penusukan dilakukan pada jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri. Pemilihan jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri dikarenakan pada kedua jari tersebut memiliki jaringan syaraf yang jumlahnya paling sedikit dibandingkan jari-jari yang lain dan juga mempunyai pembuluh darah yang lebih banyak, sehingga tidak membahayakan tubuh dan juga karena dekat dengan jantung sehingga aliran darah cepat dan lancar. Penggunaan tangan kiri karena jaringan epidermis pada tangan kiri lebih tipis dibandingkan tangan kanan sehingga pembuluh darah lebih cepat terluka dan darah lebih cepat keluar, selain itu lebih cepat sembuh dari luka. Jari ditusuk dengan lanset steril dan dibiarkan darah keluar tanpa harus dipijit, hal ini dimaksudkan agar komponen darah tidak tercampur dengan plasmanya. Penusukan ini bertujuan untuk membuat luka (merusak) pembuluh darah sehingga darah mengucur keluar. Sedangkan penggunaan jarum lanset yang baru dan steril bertujuan untuk mencegah infeksi atau pencampuran darah yang tidak homogen. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101, sedangkan pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Penghisapan darah pada pipet thoma menggunakan skala 0.5 dikarenakan dengan adanya tinggi rendahnya jumlah atau kepadatan suatu sel darah yang akan dilihat/ dihitung. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Pipet thoma inti gelas merah untuk eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100 - 200 kali, sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10 - 20 kali. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000 - 11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Pengenceran pada eritrosit menggunakan larutan hayem, sedangkan pad leukosit menggunakan larutan turk.

Pengambilan darah dengan pipet thoma cukup dengan menyentuhkan pipet pada daerah atau jari yang telah berdarah.p (1 gr).1. kemudian dilakukan perhitungan pada counting camber di bawah mikroskop. 4. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. 2-3 tetesan pertama dibuang. Darah dihisap sampai skala 0. artinya pengenceran 200 kali.4 gram). Kotak yang digunakan untuk menghitung eritrosit adalah kotak R (kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm).1 Menghitung Eritrosit/Sel Darah Merah (SDM) Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. larutan hayem dituangkan sedikit ke dalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang (Syaifuddin. Kotak ini lebih kecil dari pada kotak perhitungan leukosit. Karena di dalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah.Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. Penggunaan larutan hayem berwarna bening berfungsi sebagai larutan isotonis pada eritrosit. maka darah tersebut akan masuk dan naik ke dalam pipet karena pipet bersifat kapiler. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. Merkuri Clorida (0. Prinsip dalam perhitungan eritrosit adalah darah diencerkan dengan suatu larutan isotonis tertentu. air suling (200 ml) dan formalin (0. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan.1997). Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. Pengenceran 200 kali dilakukan karena darah terlalu kental dan juga agar memudahkan dalam perhitungan. kemudian sel-sel darah dimasukkan dan dihitung dalam kamar hitung. yaitu kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). Setelah tercampur homogen. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. Lalu sebelum dimasukkan ke dalam hemasitometer. Keadaan ini dapat terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. .5 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan menghisap larutan hayem hingga batas 101.5 gr). Natrium clorit c. merintangi pembekuan. untuk mengencerkan eritrosit. memperjelas bentuk eritrosit dan mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi. Komposisi dari larutan hayem adalah Natrium Sulfat kristal (5gr). Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap.

Peralatan Peralatan yang digunakan belum terlalu bersih dan dalam keadaan tidak baik (misalnya pada pipet thoma dan jarum lanset yang digunakan sedikit rusak. Kemungkinan kesalahan yang dilakukan dalam praktikum dipengaruhi beberapa faktor.Sampling Pada waktu sampling kemungkinan terjadi kesalahan yaitu ketika jari ditusuk dengan jarum lanset darahnya menyebar. adanya pengurutan/pemijitan pada jari pada saat penghisapan darah.2 – 5. misalnya kemampuan pengamat dalam melakukan penghitungan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi jumlah eritrosit/leukosit yang dihitung. antara lain adalah : .Teknik Teknik yang dilakukan kurang tepat. 2. kurang ketelitian pengamat dalam menghitung jumlah eritrosit/leukosit. . Kedua praktikan dapat dikatakan mengalami abnormalitas sel darah merah. . pengenceran tidak tepat (tidak mencapai batas 101 atau 11).2 – 5. 3.000 sel/mm3 dan Eka sebesar 8. Angka tersebut dapat menunjukkan ketidaknormalan dari praktikan ataupun dapat dikarenakan kesalahan dalam melakukan praktikum.Hasil pengamatan didapatkan jumlah eritrosit pada kamar bilik hitung 1. 4 dan 5 untuk probandus Dana sebesar 7. 4. yaitu polisitemia (kelebihan jumlah sel darah merah). pengambilan darah melebihi skala 0.1. adanya gelembung udara pada pipet thoma saat penghisapan. kesalahan dalam membuang tetesan awal sebelum ditetesi pada counting chamber.010. Dari hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa jumlah eritrosit dari kedua praktikan tersebut adalah tidak normal karena jumlah eritrositnya melebihi dari konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada pri normal sebesar 4. sehingga mempengaruhi volume darah yang diambil pada saat penghisapan).5 sehingga terlalu banyak darah yang terambil atau darah belum banyak sudah dilakukan penghisapan.280.5 juta sel/mm3 dan pada wanita normal sebesar 3.2 juta sel/mm3.000 sel/mm3.2 Menghitung Leukosit / Sel Darah Putih (SDP) Praktikum penghitungan sel darah putih ini menggunakan hemacitometer dan pipet .

berat badan. Kotak W lebih besar daripada kotak perhitungan eritrosit (kotak R). Apabila pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi (seperti pada perhitungan eritrosit). Jumlah eritrosit dan leukosit pada kedua praktikan berbeda dipengaruhi beberapa faktor yaitu jenis kelamin. yaitu 11. Jumlah eritrosit dan leukosit pada probandus Eka lebih besar dibandingkan dengan probandus Dana. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit sesuai dengan teori yang ada. perbedaannya adalah terletak pada pengenceran. Perhitungan dilakukan pada bilik A. segi aktivitas (Eka lebih sering berolahraga dibandingkan Dana). pipet thoma untuk leukosit memiliki warna inti gelas putih. umur/usia.thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. 1 ml gentian violet. Hal ini disebabkan jumlah leukosit di dalam tubuh manusia jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jumlah eritrosit. sedangkan pada perhitungan eritrosit inti gelas berwarna merah. Hal ini dilihat dari segi usia (usia Dana lebih tua 1 tahun dibandingkan Eka). Teknik perhitungan untuk jumlah leukosit dalam darah secara prinsipal sama dengan teknik perhitungan jumlah eritrosit dalam darah. yaitu 4000-11000 sel/ mm3 sehingga untuk menghitungnya tidak diperlukan pengenceran yang tinggi.1997). Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). pipet thoma yang digunakan dan larutan pengencer/reagennya. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Hasil perhitungan dari pengamatan didapat jumlah leukosit pada probandus Dana sebesar 8750 sel/mm3 dan Eka sebesar 9400 sel/mm3. segi berat badan (berat badan Eka lebih besar daripada Dana). melisiskan eritrosit. B. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 4000-11000 sel/ mm3. dan D dari Hemasitometer. sedang skala maksimum pipet thoma untuk eritrosit adalah 101. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. dan mencegah koagulasi darah. Pipet thoma yang digunakan untuk menghitung leukosit memiliki skala maksimum yang lebih kecil. nutrisi dan kondisi praktikan yang berbeda. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. maka jumlah leukosit yang terdapat pada kotak W sangat sedikit sehingga tidak mewakili jumlah SDP yang seharusnya. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. Pada perhitungan leukosit dilakukan pengenceran 20 kali. dan 96 ml aquades (Syaifuddin. Selain berbeda pada skala maksimum. aktivitas. C. berdasarkan ketiga hal tersebut kemungkinan jumlah eritrosit dan leukosit Eka .

Jenis Kelamin. Adapun faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah adalah : Nutrisi. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. Keluarnya darah pada wanita akibat siklus menstruasi menyebabkan jumlah total sel darah pada tubuh wanita berkurang atau lebih rendah dari pada jumlah total sel darah pada laki-laki (Kimball. Pada orang dewasa. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memiliki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida.lebih besar daripada Dana. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Sedangkan dari segi jenis kelamin (Dana berjenis kelamin laki-laki dan Eka berjenis perempuan) jadi seharusnya jumlah sel darah merah Dana lebih besar daripada Eka. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml.83 juta/ml. . Faktor lingkungan. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Aktivitas fisik yang berkepanjangan dapat meningkatkan jumlah sel darah. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. Hal ini disebabkan karena pada wanita mengalami siklus menstruasi di mana setiap bulan mengeluarkan sejumlah darah akibat dari luruhnya dinding endometrium. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Kemungkinan nutrisi yang dimakan Eka lebih banyak dibandingkan dengan Dana melihat dari jumlah eritrosit dan leukosit Eka lebih besar daripada Dana. Faktor yang mempengaruhi nomal atau tidaknya darah yaitu antara lain : Kekurangan Zat Besi. Dari segi nutrisi jumlah eritrosit dan leukosit kedua praktikan tidak dapat dibandingkan karena berkaitan dari asupan yang dimakan oleh kedua praktikan sehari-hari yang berbeda-beda. 1996). bukan sebaliknya.5 juta/ml. pada umumnya jumlah sel darah (eritrosit dan leukosit) pada laki-laki jumlahnya lebih tinggi dari pada perempuan. Usia/umur.

Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain.- Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. . Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik.

nutrisi.000 sel/mm3 dan Leukosit 4. Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah sel darah merah (eritrosit) Dana dan Eka tidak normal.000 sel/mm3.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam pratikum ini adalah perhitungan jumlah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) dapat dilakukan dengan menggunakan haemacytometer improved neubaver. berat badan. Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W.000. Factor yang mempengaruhi jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah jenis kelamin. Jumlah darah normal untuk eritrosit adalah ± 4. umur. kondisi praktikan dan aktivitas.000-11. karena tidak dapat dihitung dengan maksimal. . Jumlah sel darah putih (leukosit) pada dan dan Eka normal.

medicastore. Birgit Andree.harunyahya. Selim. 2005. O. . Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Guyton dan Hall. 2009. National Center for Radiation Research and Technology: Egypt. 1999. Ashry. Sel Darah Merah. http://www. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. http://www. 2010. Hidayati. IPB: Bogor.1996.00 WIB.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Program Studi Biologi FMIPA-ITS: Surabaya.. Fisiologi Hewan. ITB : Bandung Syaifuddin. Effect Of Gamma Radiation On Some Biophysical Properties Of Red Blood Cell Membrane. 1997.H. Division of Cardiology and Angiology. Gramedia: Jakarta. Sveta. John W. 2010. Department of Medicine. Biophys.00 WIB. 1997. Fisiologi Kedokteran. Buku Kedokteran EGC: Jakarta. Penerbit EGC: Jakarta. 2009 Suripto. 19. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. 2004. Desouky. Romanian J. 2009. Universitätsklinikum Düsseldorf : Germany. Anatomi Fisiologi. Bucharest. Jax. Dewi. Erlangga: Jakarta. Biologi.com. Kimball.S. Kabanova. Pearce. 171–185.. Biologi Umum jilid 2. Sel Darah Putih. Seham M. Modul Ajar Fisiologi Hewan. Jens Volkmer. 2002. Saktiyono. Michael. (1994). Gene Expression Analysis Of Human Red Blood Cells. I.com. Ibrahim dan Hoda A. Thomas W. Malte Kelm. P. Ali. P. Nabila s. Anonim. No. 3. Petra Kleinbongard. Jakarta. Evelyn. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. UI Press. Vol.

000 sel/ml Leukosit 6-12 μm amorf FISIOLOGI HEWAN . basofil.LAMPIRAN Tabel Perbedaan Eritrosit dan Leukosit Perbedaan Ukuran Eritrosit Sekitar 7.5 μm berbentuk diskus bikonkaf Temap pembentukan sum-sum tulang merah sum-sum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe Inti diferensiasi tidak ada pada mamalia tidak ada berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil. Jumlah Pria: 4. Agranulosit: Limfosit.2 – 5. Tergantung jenisnya Untuk membantu tubuh melawan penyakit infeksi berbagai 4.2 juta sel/ml Umur Fungsi Sekitar 120 hari Untuk mentranspor oksigen melalui oksihemoglobin. dan eosinofil. entranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin pengatur pH.000 – 11. dan monosit.2 – 5.5 juta sel/ml Wanita: 3.

2002). Protrombin dan fibrinogen. urea.1996). A. 2.MENGHITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT I. memiliki volume darah 5. Mg. 2.2 FUNGSI DARAH Dua fungsi utama dari darah ialah mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dalam dari semua jaringanjaringan badan dan mempertahankan badan terhadap penyakit menular. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. NaCO3. Sekitar 55% adalah cairan. limbah metabolisme (uine). kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna . asam lemak berantai pendek. (Kimball. Globulin. Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. Protein 8% berupa Albumin. yaitu sel darah. (Pearce. HCO3-) dan hormon. Air adalah sebagai pelarut yang terbaik didalam plasma yang menyebabkan darah sebagai medium transport yang demikan efektif. Fe dan seterusnya. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsure-unsur padat. asam amino). F. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. Na+. Cl-. Glukosa. kreatinin. nitrogen dan banyak ion-ion lain semuanya diangkut terlarut dalam plasma darah. serta menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung.1 DARAH Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. vitamin. macam-macam ion (Ca2+.4 liter. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh.3 KOMPONEN DARAH Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47.TUJUAN Tujuan dari praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa mampu menggunakan bilik hitung. asam urat. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula.TINJAUAN PUSTAKA 2. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. Ca. asam-asam amino. PLASMA Plasma darah terdiri dari: Air 91%. Mineral berupa NaCl. lemak. hormone. II. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. Darah tidak hanya mengangkut O 2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru.2000). (Kimball.

2002). maka diperlukan transfusi darah (Pearce. Bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dengan haemoglobinnya sebagai pembawa O2 hilang. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: 1) 2) 3) 2. 2002). hemoglobin dalam sel meningkat. Diameternya 7. Hemoglobin terdapat dalam jumlah besar (250 juta molekul) dalam setiap sel darah merah (Kimball. sel-sel darah merah hanya diproduksi oleh sumsum tulang (Pearce. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir. sehingga umurnya pendek. teritama tulang rusuk. Hampir semua anterior (bagian dalam) dilengkapi oleh “molekul pengangkut O2” yaitu hemoglobin. 1996). enzim dan antigen (Pearce. Namun saat dewasa. eritrosit dibentuk dari sel-sel pokok yang terletak dalam sumsum tulang.4 Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit) (Pearce. sel-sel itu diganti dalam waktu beberapa minggu berikutnya. Sedangkan sisa dari molekul hemoglobin dipecah. Jangka hidup sel eritrosit hanya sekitar 120 hari (Kimball.5 µm dan ketebalan tepinya 2 µm. sternum dan vertebrae. sel-sel darah primitive yang berinti diproduksi dalam yolk sac. Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio. Sedangkan bagian tengah yang lebih mampat (biknkaf) ketebalannya 1 µm. SEL DARAH Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. Pada pendarahan sedang. eritrosit memiliki sebuah nucleus dan hemoglobin tidak begitu banyak terdapat di eritrosit. nucleus diperas keluar dari sel. walaupun terdapat juga sel-sel darah merah dalam jumlah cukup banyak yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. 1996). Tetapi bila kadar haemoglobinnya turun sampai 40 % atau dibawahnya. Sebagian besar besi (Fe) dari hemoglobin didapat untuk digunakan kembali.2002). SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) Setiap sel darah merah adalah bulatan berbentuk tipis rata dengan tengahnya yang cekung seperti dimampatkan pada permukaan atas dan bawah dari bulatan tadi.2002). Eritrosit ini tidak memiliki nucleus dan kemampuan diri sendiri. pigmen empedu disekresikan oleh hati ke dalam empedu (Kimball. . Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan dalam struktur suatu kantung (limfa). Pada orang dewasa. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). hormone. Darah terdiri atas sel-sel fragmen. dan pada akhir proses. Beberapa hasil dari pemecahan ini.kuning-kuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah. B. Selama pertengahan trisemester maka gastasi.1996). Pada waktu mula-mula dibentuk.

5 SEL DARAH PUTIH ( LEUKOSIT ) Kurang dari 1 % darah manusia adalah leukosit. Eritroprotein Faktor utama yang dapat merangsang produksi sel darah merah adalah hormone dalam sirkulasi yang disebut eritroprotein.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sel darah merah yaitu: 1. 2. Hal ini tampak jelas pada keadaan gagal jantung yang lama serta kebanyakan penyakit paru-paru. memiliki nucleus dan pada dasarnya dijumpai dalam keadaan tidak berwarna (Kimball.1997). 2. Bila seseorang menjadi begitu anemic akibat adanya pendarahan atau kondisi lainnya.000. maka keadaan hipoksia adalah berpengaruh sedikit atau tidak ada sama sekali dalam perangsangan produksi sel darah merah. Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan biasanya meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. Leukosit tidak mengandung haemoglobin. Pada suatu daerah dengan ketinggian yang sangat tinggi. Bermacam-macam penyakit pada system sirkulasi yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan sehubungan dengan pembuluh darah perifer. Bila eritroprotein ini tidak ada. dimana jumlah oksigen dalam udara sangat rendah.1997). Ukuran leukosit lebih besar daripada eritrosit. maka jumlah oksigen yang diangkut ke jaringan tidak cukup dan produksi sel darah merah meningkat. maka sumsum tulang segera memulai produksi sel darah merah dalam jumlah yang banyak sekali. yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. karena hipoksia jaringan yang timbul akibat keadaan ini akan meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah dan hasilnya kenaikan hematokrit dan biasanya meningkatkan volume darah total (Guyton. . bila system eritroprotein ini berfungsi. maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritroprotein selanjutnya akan memperkuat produksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi (Guyton. Oksigenasi jaringan sebagai pengatur dasar. dan terutama yang dapat menyebabkan kegagalan absurbsi oksigen oleh darah sewaktu melewati paru-paru dan juga dapat meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. Sebaliknya. 1996).

sel basofil yang menyerap pewarna basa dan menjadi biru. Sedangkan agranulosit terdiri atas monosit. 1997). Dalam keadaan normal. Kemudian bila kebutuhannya meningkat. Selain sel-sel commited untuk membentuk sel darah merah. 2002). penyerap warna yang bersifat asam atau eosin dan kelihatan merah. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit dalam 6 hari (Guyton. menjadi fragmen kecil yang dikenal dengan platelets atau trombosit yang selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton. bermacam-macam factor menyebabkan granulosit dikeluarkan. sel eusinofil. mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam basa dan tampak berwarna ungu. terutama granulosit. termasuk kelenjar limfe.Ada 2 macam tipe leukosit yaitu granular dan agranular. 1997). membungkus dan memfagosit setelah netrofil dan basofil (Pearce. dimana paling banyak dijumpai. Granulosit adalah leukosit sirkular dan memiliki granule pada sitoplasmanya. 1997). Sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang. terbentuk pada dua silsilah utama dari sel darah putih. terutama dalam sumsum tulang dan plak player dibawah epitel dinding usus(Guyton. Granulosit terdiri atas 3 tipe yaitu sel metrofil. Limfosit dan sel plasma teritama diproduksi dalam organ limfogen. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang. dimana sel ini sedikit dijumpai. Diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai sel stem commited. disimpan dalam sumsum sampai mereka diperlukan di sistem sirkulasi. timus. yang berfungsi untuk menutup daerah luka. Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. 1997). Megakariosit juga dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam sumsum tulang. silsilah mielositik dan limfositik. . granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kirakira 3X jumlah yang disimpan dalam sumsum. Sedangkan agranulosit tidak memiliki granule pada sitoplasmanya. limpa. Silsilah mielositik dimulai dengan mieloblas dan silsilah limfositik yang dimulai dengan limfoblas (Guyton. tonsil dan berbagai kantung jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh.

0 b. Keping darah ini berbentuk seperti cakram dan jauh lebih kecil (2 µm) daripada eritrosit.7 PENGHITUNGAN SEL DARAH Bisa dilakukan secara: a. Di dalam bola terdapat sebutir kaca putih Pada batang kapiler juga terdapat garis-garis yang bertandakan 0.5 dan 1. Hemasitometer merupakan alat untuk mnghitung jumlah sel darah yang terdiri dari : 1. bentuknya sama dengan pipet eritrosit.2. Guratan terdiri dari segiempat-segi empat dan bujur . Langsung yaitu dengan menggunakan kamar hitung atau dengan alat-alat elektronik b. Sel-sel ini sangat penting dalam pembekuan darah (Kimball. pipet thoma untuk mengencerkan leukosit (Pipet leukosit) 2. Dalam bola terdapat sebutir kaca merah Pada pertengahan pipa kapiler itu ada garis bertanda angka 0. HEMASITOMETER Ini adalah lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis diatas guratan yang digoreskan pada lempeng. 1996).0 diatas bola dan angka lin lagi.5 dan pada bagian atasnya yaitu dekat bola terdapat 1. 2. Pipet a. yaitu pada garis tanda 101 (angka-angka itu merupakan perbandingan volume)     Yang penting dan menentukan ialah pengenceran darah yang terjadi dalam pipet itu. pipet thoma untuk pengencer eritrosit (Pipet Eritrosit)    terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris bagi dan yang membesar pada salah satu ujung menjadi bola. Tidak langsung yaitu dengan kesan jumlah apusan darah.6 KEPING DARAH (TROMBOSIT) Keping darah (trombosit) adalah fragmen sel yang dihasilkan oleh sel besar (megakariot) dalam sumsum tulang.

Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar dipusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil (gambar 3). dengan menggunakan jari telunjuk anda.segi empat dengan luas yang diketahui. menutupi sisi lempeng di dekat anda. cincin hamburan berwarna pelangi akan tampak. pada saat lapisan penutup di angkat. jalur yang mirip parit dalam memecahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Lapisan penutup tersebut mahal. (Pearce . (Pearce . Ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan jetebalan yang diketahui dan seragam. Kaca obyek c. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur sangkar yang khas jenis pengatoran dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Lembabkan lempeng sedikit dengan meniupnya. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi bagian luar. b. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan.sangkar yang besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Yang penting adalah penggunaan yang benar dan lempeng penghitung. lempeng. Pengaturan guratan dapat beragam dalam berbagai model. dan sisi lapisan penutup yang tidak ditumpu oleh oleh lempeng. doronglah maju dengan jari jempol. Bila lapisan penutup telah diletakkan dengan benar. Dengan demikian disarankan untuk membiasakan diri dengan tata kerja sebelum melakukan penghitungan sel. namun semua memiliki bujur sangkar dan segi empat dengan ukuran yang spesifik. Penempelan lapisan penutup pada lempeng harus cukup kuat untuk menjaga lempeng tetap menempel padanya. 2002). Sambil memberikan tekanan pada sisi-sisi lapisan penutup. Sekarang letakkan salah satu sisi lapisan penutup diatas serambi pusat yang rendah. c b a Gambar Hemacitometer : a. Hemacitometer harus di bersihkan bagian lempengnyadan lapisan penutupnya dengan bahan lunak dan kering. tekanlah sisi-sisi lapisan penutup yang di tumpu oleh serambi luar yang tinggi. 2002). sampai lapisan penutup terletak di atas guratan. atau tissue sebelum hemacitometer tersebut digunakan. . yang terletak di atas segi empat.

untuk membiarkan suspensi mengendap sehingga memungkinkan perhitungan tanpa mefokus pada sebagai jarak. karena pengeringan bagian tepi lapisan penutup akan menyebabkan aliran yang menghasilkan perpindahan sel setelah mereka mengendap.Gunakan pipet kapler atau alat suntikan untuk memasukkan sampel sebagai tetesan di bawah lapisan penutup. Hilangkan kelebihan cairan dari bagian atas dan samping lapisan penutup. mengisi ruang antara serambi pusat dan lapisan penutup dengan amat cermat. Tidak boleh ada kelebihan dalam daerah sekeliling paiit. sehingga sebuah bujur sangkar besar terletak di dalam daerah fokus (Pearce . Ini harus dilakukan dalam satu gerakan. . . 2002).2 menit. dan usaplah bagian bawah lempeng sampai kering. Biarkan lempeng tidak terganggu selama 1. temukan guratan dan sesuaikan perbesarannya sedemikian. Periode ini tidak boleh terlalu lama. Letakkan lempeng pada alas mikroskop.

..Bilik Hitung Improved Neubauer R F R Haemocytometer tampak muka Untuk menghitung jumlah sel dapat digunakan rumus : F Jumlah sel Area hitung (mm2) x kedalaman chamber (mm) x pengenceran = .5 Dimana N leukosit = jumlah leukosit dalam 4 kotak W p = besar pengenceran LARUTAN HAYEM . sel per μl darah Untuk menentukan jumlah eritrosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Eritrosit = n eritrosit x p x 50 Dimana n eritrosit = jumlah eritrosit dalam 5 kotak R p = besar pengenceran Untuk menentukan jumlah leukosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Leukosit = n leukosit x p x 2.

3.109 M hingga volume 1 liter.2. larutan Hayem. larutan Turk.  Mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama.2 Skema kerja 3. 1997). dan trombosit.  Berfungsi memberi warna pada inti dan granula eritrosit  Dapat memecah eritrosit berinti(Syaifuddin.Merupakan larutan formal sitrat yang mengandung 10 ml formalin 40% dan natrium sulfat 0. lanset. alcohol 75 % dan mikroskop.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan ialah Haemasitometer.1 Menghitung Eritrosit Ujung jari .  Berfungsi untuk mempertahankan bentuk discoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi  Bersifat isotonic pada eritrosit LARUTAN TURK  merupakan larutan yang mengandung azam asetat 2 % dan gentian violet 1 % yang menimbulkan warna ungu muda. tetapi tidak memecah leukosit/eritrosit III. darah segar. METODOLOGI 3.

dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring . lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .diolesi dengan alcohol.dihitung jumlah eritrosit selama 2 HASIL 3.dihisap larutan Hayem hingga skala 101 . lalu ditusuk dengan lanset steril Darah . diamati dibawah mikroskop .0 .0 .diolesi dengan alcohol..dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .2.2 Menghitung Leukosit Ujung jari .dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.

.dihitung jumlah leukosit selama 2 HASIL IV.dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .dihisap larutan Turk hingga skala 11 . diamati dibawah mikroskop .1 Perhitungan Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 Diketahui n eritrosit = 72 p = 200 Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 .dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.

Dalam perhitungan eritrosit dan leukosit.5 berasal dari : volume kotak w (160) Σ bujur sangkar (64) Dimana. Selain itu ujung jari ke-3 dan jari ke-4 banyak kapiler darah sehingga darah .000 sel /mm3 Angka 50 berasal dari : 1/volume kotak R Σ kotak kecil dalam kotak R Dimana. sehingga apabila ditusuk dengan lanset tidak akan terlalu sakit dan mengganggu syaraf.00025 Σ kotak kecil dalam kotak R = 5x16 = 80 kotak kecil Jadi : 1/0. Volume kotak R = pxlxt = 1/20x1/20x1/10 = 1/4000= 0.Σ eritrosit = n eritrosit x p x 50 = 72 x 200 x 50 = 720. darah diambil dari ujung jari ke-3 dan ke-4 pada tangan sebelah kiri karena dari kedua ujung jari ini memiliki jaringan saraf yang sedikit.5 = 1150 sel/mm3 Angka 2.5 = 23 x 20 x 2.2 Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik jantung. volume kotak w (160) berasal dari: pxlxt = 4x4x10 = 160 Σ bujur sangkar (64) berasal dari 16x4 = 64 80 4.00025 = 4000 = 50 80 Jumlah Leukosit dalam tiap mm3 Diketahui n leukosit = 23 p = 20 Jumlah leukosit dalam tiap mm3 Σ leukosit = n leukosit x p x 2.

Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000-11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.5 gr 200 ml 0. air suling 5. merkuri klorida 4. Sebelum ditusuk dengan lanset. isotonis pada eritrosit 2. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas : 1.1. formalin 1. Kandungan lain adalah formalin 40 % yang berfungsi untuk mengawetkan/mempertahankan bentuk discoid eritrosit. untuk pengencer eritrosit 3. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Penghisapan juga harus dilakukan hati-hati dan tidak boleh timbul gelembung udara karena hal ini akan mengganggu pengamatan. merintangi pembekuan 4. darah langsung dihisap dengan pipet thoma dan harus dilakukan dengan segera. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101. sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10-20 kali. lalu diteruskan dengan menghisap larutan Hayem hingga skala 0. Selain itu.1997).4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual.p 3. jika tidak darah akan membeku dan akan menyumbat pipet thoma. Digunakan tangan sebelah kiri karena darah yang mengalir pada bagian ini merupakan darah yang dipompa jantung ke tubuh pertama kali ( dekat dengan jantung ) sehingga aliran darah lebih lancar. ujung jari dibersihkan dengan alcohol 70 % yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka.5 . memperjelas bentuk eritrosit 1 gr 0. Hal ini berarti pengenceran yang digunakan yaitu 200 kali. natrium sulfat kristal 2. Pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. untuk mencegah penyumbatan pipet thoma digunakan larutan NaCl. sehingga yang dapat diamati eritrosit sja. natrium clorit c. Kandungan larutan Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem dikenal sebagai larutan Formasitrat. darah dihisap hingga skala 0.yang dikeluarkan lebih banyak. Selain itu Natrium Sulfat 5 gr berfungsi untuk melisiskan leukosit dan trombosit. Larutan Hayem terdiri dari Natrium Sulfat yang merupakan zat anti koagulan yang akan mencegah terjadinya aglutinasi. Pipet thoma eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100-200 kali. Setelah darah keluar dari luka. Untuk praktikum perhitungan jumlah eritrosit. Larutan Natrium clorit 1 gr bersifat isotonis pada eritrosit (Syaifuddin. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri.4 gram Fungsi dari larutan hayem antara lain adalah : 5 gr .

air suling 3. mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi ( Syaifuddin. sehingga hanya leukosit yang bisa diamati. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. sehingga pada pembesaran mikroskop yang besar. digunakan larutan Turk. larutan gention violet Larutan turk ini berfungsi sebagai : 1. tentu saja berpengaruh pada perhitungan. Lalu dihisap larutan Turk hingga skala 11. sedangkan ujung pipet tidak. yaitu darah hanya terdapat dibagian atas pipet dan bagian ujung hanya terdapat larutan Hayem atau larutan Turk. darah dan larutan Hayem atau Turk tercampur sempurna hanya pada gelembung pipet. memecah eritrosit dan granula tetapi tidak memecah leukosit ( Syaifuddin. Penetesan dilakukan berhati-hati agar tidak terjadi gelembung udara yang menyulitkan pengamatan. Lalu sebelum dimasukkan kedalam hemasitometer. Ada 2 kemungkinan. Hal ini dikarenakan eritrosit berukuran sangat kecil. memberi warna putih pada inti dangranula eritrosit 2. Larutan tersebut akan bergerak mengisi counting chamber yang ada. Kemungkinan ujung pipet telah terjadi pengendapan darah sehingga sulit untuk dilewati darah maupun larutan Hayem atau Turk. Pada percobaan ini. Setelah tercampur homogen. darah langsung diamati dibawah mikroskop. Kedua. Yang berarti dalam praktikum ini digunakan pengenceran 20 kali. dan gention violet 1 % yang memberikan warna ungu muda pada inti dan sitoplasma granula leukosit. Sebaiknya selama 2 menit.1997 ) Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. saat pengocokan. Larutan turk terdiri dari : 1. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. perhitungan eritrosit hanya 15 ml 475 ml 1% / 1ml . Untuk perhitungan eritrosit pada hemasitometer dilakukan pada kotak R yang mempunyai garis-garis lebih rapat. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. garis-garis kotak dapat terlihat dan perhitungan lebih akurat. Hal ini dikhawatirkan sel darah akan bergeser sehingga saling tumpang tindhih.5. karena larutan ini terdiri atas asam asetat 2 % berfungsi untuk melisiskan trombosit dan eritrosit. sehingga jelas dibawah mikroskop dan memudahkan perhitungan.5. 2 tetesan pertama dibuang. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Penetesan larutan Hayem atau larutan Turk dengan darah pada bagian pematangnya. darah yang keluar dari luka dihisap hingga skala 0. Hal ini berhubungan dengan berat jenis dimana berat jenis darah lebih kecil dibandingkan larutan Hayem atau larutan Turk sehingga larutan terletak diujung pipet thoma. Untuk pengenceran leukosit. larutan diujung pipet harus dibuang agar data yang didapat benar-benar akurat. Oleh karena itu. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. asam asetat glasial 2.1997 ) Pada leukosit.

Monosit mempunyai masa edar yang singkat yaitu sepuluh sampai 20 jam. sebanyak 72.dilakukan pada kotak R. No. bikonkaf dan tidak berinti (Kimball . Hal ini disebabkan karena leukosit yang sangat sulit untuk diamati.5 merupakan daerah R yang digunakan untuk menghitung eritrosit Huruf A. Kemudian setelah beberapa jam limfosit berjalan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis dan selanjutnya kembali memasuki limfe dan kembali ke jaringan limfoid atau ke darah lagi begitu seterusnya (Guyton. di mana di dalam jaringan leukosit dapat hidup selama berbulanbulan bahkan bertahun-tahun.A. akan tetapi tidak mempersulit perhitungan leukosit karena jumlah leukosit yang tidak terlalu banyak.C. Sedangkan untuk pengamatan leukosit. 1.D merupakan daerah W yang digunakan untuk menghitung leukosit Dari pengamatan dan perhitungan eritrosit. Sedangkan leukosit dihitung pada kamar hitung W hemasitometer.5 juta/ml untuk wanita dan 5 juta/ml untuk pria. Limfosit terus menerus memasuki sistem sirkulasi bersama dengan pengaliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfoid lain.5. dengan pengenceran 200 kali dan volume kotak R = 50. Hasil ini menunjukkan jumlah eritrosit yang berbeda sangat jauh dengan teori. Jumlah total leukosit yaitu sebesar 1. .150 sel/mm3 dengan pengenceran 20 kali dan volume kotak W = 2. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit yang jauh berbeda dengan teori yang ada.2. karena banyaknya sel sehingga hasil yang didapat dikalikan dengan 5.4.B. 1997). Jumlah eritrosit total yaitu sebesar 720. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 400011000/millimeter. dimana pada orang dewasa sehat jumlah eritrosit kira-kira 4. 1996). berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi . didapatkan jumlah eritrosit probandus RIDHO ANGGORO K. Hasil perhitungan dikalikan dengan 4 karena terdapat 4 kamar hitung W. diperoleh jumlah leukosit sebanyak 23.3.000 sel/mm3 . Hal ini kemungkinan disebabkan karena banyaknya eritrosit yang menggumpal pada saat pengamatan sehingga tidak dimasukkan perhitungan. Eritrosit ini dapat diamati dari ciri-cirinya antara lain bulat kompak. Garis-garis didalamnya lebih besar daripada kotak R.

Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memilki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida (Kimball . bila eritropoietin tidak ada maka keadaan hipoksia tidak akan berpengaruh atau pengaruhnya sedikit sekali dalam perangsangan sel darah merah. factor lingkungan. Sebaliknya bila sistem eritropoietin ini berfungsi . pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. Pembentukan sel darah merah dimulai oleh proeritoblas yang dihasilkan oleh sel-sel stem hemopoietik kemudian menjadi basofil eritroblas setelah itu menjadi polikromatofil eritoblas selanjutnya menjadi ortokromalik eritroblas dilanjutkan dengan pembentukan retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut: Proeritoblast Basofil eritroblas Polikromatofil eritroblas Orikromatofil erttroblas Retikulaosit Eritrosit Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritropoietin yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4.5 juta/ml. 1996).83 juta/ml. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi.000. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml.Adapun factor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah antara lain nutrisi. usia/umur. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen.

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah jenis kelamin. dan selanjutnya akan melampaui batas kecepatan produksi sel baru. Cepatnya produksi ini terus berlangsung selama orang tersebut tetap dalam keadaan oksigen rendah atau sampai jumlah sel darah merah yang terbentuk cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan walaupun kadar oksigen rendah. Selain itu begitu proeritoblas terbentuk.1997).000 sel /mm3 dan jumlah leukositnya adalah 1150 sel/mm3. V. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi. Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritroprotein. . umur dan hormon yang mempengaruhinya serta ketinggian ( kadar oksigen ). KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa didapatkan hasil bahwa jumlah eritrosit 720. Pengaruh utama eritropoiten adalah merangsang produksi proeritroblas dari sel-sel stem hemopoietik dalam sumsum tulang. pada saat ini kecepatan produksi eritroprotein menurun sampai kadar tertentu yang akan mempertahankan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan namun tidak sampai berlebihan (Guyton.maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritropoietin dan akan memproduksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi. maka eritroprotein juga menyebabkan sel-sel ini dengan cepat melalui berbagai tahap eritroblas ketimbang pada keadaan normal.

Anatomi Fisiologi. Jakarta Syaifuddin. ITS Kimball. Jakarta Hidayati. Buku Kedokteran EGC. IPB. Bogor Pearce.1996. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. 2002. John W. Laboratorium Zoologi FMIPA Biologi. Jakarta.2004.DAFTAR PUSTAKA Guyton.1997. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Fisiologi Kedokteran.1997.D. Biologi Umum jilid 2. PT Gramedia Pustaka Utama. 1.E. EGC Penerbit Buku Kedokteran.CA. Menghitung jumlah eritrosit dengan menggunakan bilik hitung BAB II TINJAUAN PUSTAKA .

Sel – Sel Darah Merah (Eritrosit) Diantara tiga tipe tersebut. Jadi. Sel – sel darah merah memiliki bentuk cakra. B. setelah pendarahan yang parah (menyumbangkan darah) sumsum tulang secara tepat mengembalikan jumlah eritrosit darah menjadi normal kembali. dengan diameter 7.1. Kenyataanya bila diperlukan sumsum tulang yang sehat dapat menghasilkan eritrosit empat atau lima kali.1993). (Kimball. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono.2. (Saktiyono. Leukosit . Hilangnya eritrosit yang terus-menerus secara normal diimbangi oleh aksi sumsum tulang. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. Ada 3 tipe unsurunsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. 1999). sel – sel darah merahlah (SDM ). Pada mamalia eritrosit tidak berinti. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira ± 120 har. sel darah merah yang tlh tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan di dalam suatu struktur berbentuk kantong yang disebut limfa. Komponen Darah Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. 1993). Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Wanita normal mempunyai ± 4.1993) A . sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimbbal. Tengah – tengah dari cakra tersebut lebih tipis ( 1μm ) dari pada tepinya. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang dapat bergerak secara bebas dalam medium yang bersifat air (plasma darah). Kekurangan eritrosit. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. Pada lakilaki normal. (Kimball. Hb dan Fe akan mengakibatkan anemia. yang paling banyak jumlahnya.5 μm ) dan ketebalan di tepi 2 μm. Kekurangan eritrosit disebut oligocythemia dan jika jumlah eritrosit lebih besar dari pada normal disebut polycythemia. laju kerusakan sel yang normal. 1999). Bentuk ” bikonkaf ” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas – gas antara sel – sel dan plasma darah.

(Saktiyono. Keping darah ini berperan penting dalam proses pembekuan darah. Granulosit :Netrofil. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700.Leukosit mempunyai nukleus dan bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. C.1999). (Kimball. Peralatan dan Bahan Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk penghitungan jumlah sel darah antara lain adalah :  Haemocytometer . Sel yang telah mati akan digantikan dengan sel yag baru. 2. 1993). Eosinofil dan Basofil b. sedangkan keadaan dimana leukosit normal disebut lekositosis.1993). Tujuannya adalah agar perhitungan lebih teliti dan akurat. Agranulosit : Limfosit dan Monosit Keadaan dimana leukosit kurang dari normal disebut lekopeni. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Leukosit dibedakan : a. Trombosit Trombosit jangka hidupnya adalah 3-5 hari. Dalam keadaan normal jumlah rata-rata leukosit dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000 sel. A. bila tubuh terjadi infeksi jumlah leukosit akan meningkat.2 Penghitungan Eritrosit dan Leukosit Ketiga Jenis sel darah dihitung jumlahnya persatuan volume darah dengan terlebih dahulu melakukan pengenceran.

Cover glass adalah kaca penutup tingginya 1/5 mm atau 0. .Counting chamber adalah bilik hitung.2 mm Berikut adalah gambar Counting chamber yang diperbesar .Berikut ini adalah gambar Haemocytometer : Gambar 1 Keterangan : .

sedang bilik tengah digunakan untuk menghitung eritrosit. Pipet ini dinamakan pipet thoma. Pipet ini terdiri dari sebuah pipa kapiler dengan tanda angka 0.C dan D digunakan untuk menghitung leukosit. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.B. Atau cukup dengan menhitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima. Pada salah satu ujungnya membesar dan sedidkit lonjong. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning. Pipet thoma untuk eritrosit memiliki tanda di dalam bulatannya terdapat kaca merah dan untuk leukosit terdapat kaca . Untuk eritrosit dan leukosit.  Pipet pengencer darah.5.Gambar 2 Keterangan : Bilik A.

Dalam keadaan leukopenia ( kekurangan leukosit ) pengenceran darah dilakukan dengan pengenceran rendah sedangkan jika kadar leukosit terlalu berlebihan pengenceran yang dilakukan lebih tinggi. Salah satu contoh larutan pengencer darah adalah larutan hayem.3 Cara penghitungan eritrosit dan leukosit .putih. Fungsi utama larutan hayem adalah mengencerkan darah. merintangi pembekuan. 2. Untuk eritrosit Syarat utama larutan pengencer darah adalah bersifat isotonis agar sel darah tidak rusak.  Mikroskop Mikroskop berfungsi untuk melihat sel darah dalam haemocytometer improved neubauer dan menghitung jumlahnya. Untuk Leukosit Cairan pengencer yang dipakai adalah larutan turk yang memiliki komposisi sebagai berikut : asam asetat glasial Air suling Larutan gentianviolet : 1 ml : 15 ml : 475 ml Asam lemah ini membuat leukosit terlihat lebih jelas. mercury chlorida dan air suling. dan membuat bentuk erythrosit terlihat jelas serta membuat bayangan leukosit dan trombosit lenyap. 2. natrium chlorida. Larutan hayem ini tersusun atas natrium sulfat krisal.  Cairan pengencer darah 1.

5 Keterangan : Nl : jumlah SDP dalam 4 kotak . Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning (seperti pada gambar 2).05 mm. Penentuan jumlah SDM (sel darah merah ) tiap mm kubik nya adalah sebagai berikut : JUMLAH SDM : Ne x p x 50 Keterangan : Ne P 50 : Jumlah SDM dalam 5 kotak : Besar pengenceran : 1/Volume kotak R (4000) dibagi jumlah bujursangkar ( 5 kotak R = 80) 2. Atau cukup dengan menghitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima.C dan D pada hemocytometer (gambar 2) Penentuan jumlah sel darah putih dalam tiap mm kubik nya JUMLAH SDP : Nl x p x 2.1. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.B. Leukosit Leukosit dihitung dari bilik A. Eritrosit Eritrosit dihitung dari dalam bujursangkar / bilik tengah dengan sisi 0.

sodium chlorida 0. Larutan hayem berfungsi untuk mengencerkan darah.1 Hasil Pengamatan 4. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas sodium sulfat 2.2 Pembahasan Pada awal percobaan.25 gm dan aquades 100 ml.5 gm. Jumlah SDP = = = 4.1. artinya pengenceran 100 kali.5 28 x 20 x 2. Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem supaya berlangsung sempurna. merkuri chlorida 0. juga mempertahankan bentuk discoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi. melisiskan leukosit sehingga bentukan eritrosit lebih jelas tampak terlihat dan lebih mudah dilakukan perhitungan. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee).5 : besar pengenceran : 1/Volume kotak A (160) dibagi jumlah bujursangkar (4 kotak.5 1400 /mm3 .000 /mm3 4.800.2 Sel Darah Putih (SDP) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 7 leukositt perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 7 x 4 kotak adalah 28 buah. sebelum ditusuk jari diusap dengan alkohol 70 % sebagai tindakan aseptik dan anastesi / pembius. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma.5 gm. Jumlah SDM = ne x p x 50 = = 960 x 100 x 50 4.1 Sel Darah Merah (SDM) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 192 eritrosit perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 192 x 5 kotak adalah 960 buah. R : 64) 4.1. Sedangkan pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi selanjutnya diletakkan nl x p x 2.P 2.

Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kuman-kuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Pemeriksaan Jumlah Leukosit Darah dihisap sampai 0. Sedangkan normalnya Eritrosit 4-5 juta / mililiter dan Leukosit 4000 / mililiter. berat badan. umur gizi. aktivitas.5 mililiter kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 101 jadi terjadi pengenceran 20. Jumlah eritrosit 4. hasil perhitungan jumlah Sel Darah Merah adalah 4. aquades 100 ml. Jumlah leukosit hasil perhitungan adalah 1400 /mililiter merupakan jumlah yang jauh di bawah batas normal yaitu 4. . Jumlah ini merupakan jumlah yang normal pada orang dewasa yaitu 4-5 juta per mililiter. gizi. Hasil ini terutama yang leukosit tidak sesuai dengan jumlah normal. umur. berat badan.800. Sebab ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah tersebut. Jika jumlah leukosit terlalu banyak bisa disebabkan oleh mekanisme pertahanan tubuh akibat adanya benda asing (bakteri / virus ) yang masuk pada tubuh.000 / mililiter.000/ mililiter dan jumlah Sel Darah Putih adalah 1400/ mililiter. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor kelamin. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaca obyek. BAB V KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W.pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver.800. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor : jenis kelamin. Jika jumlah leukosit terlalu sedikit bisa karena memang jumlah leukositnya sedikit dan hal ini berpengaruh pada imunitas tubuh. Larutan turk tersusun atas Asam asetat glacial 3 ml. gentian violet 1 ml.000 mililiter. seperti faktor-faktor dari kondisi tubuh ataupun kesalahan dalam perhitungan. aktivitas. Larutan turk berfungsi untuk memberi warna pada inti dan granula eritrosit serta memecah eritrosit dan trombosit tapi tidak memecah leukosit. Kemudian larutan dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis Selanjutnya darah diteteskan dalam haemacytometer.