2.2.5 Tinjauan Shopping Mall Adapun pengertian dan kriteria shopping mall adalah: 2.2.5.

1 Pengertian Mall Mall merupakan sebuah plaza umum, jalan-jalan umum, atau sekumpulan sistemdengan belokan-belokan dan dirancang khusus untuk pejalan kaki. Mall dapat disebut sebagai jalan pada area pusat usaha yang terpisah dari lalulintas umum, tetapi memiliki akses mudahterhadapnya, sebagai tempat berjalan, duduk, bersantai, dan dilengkapi unsur dekoratif untuk melengkapi kenyamanan dalam menikmati suasana.Menurut Rubinstein (1978), mall merupakan penggambaran dari kota yang terbentuk olehelemen-elemen:

Anchor (magnet)Merupakan transformasi dari nodes dapat pula berfungsi sebagai landmark.

Secondary Anchor (magnet sekunder)Merupakan transformasi dari district, perwujudannya berupa retail store , supermarket,superstore , dan bioskop.

Street Mall Merupakan transformasi paths , perwujudannya berupa pedestrian yang menghubungkanmagnet-magnet.

Landscaping (pertamanan)Merupakan transformasi dari edges, sebagai pembatas pusat pertokoan di tempat-tempatluar Shopping mall diartikan sebagai suatu area pergerakan (linier) pada suatu area pusatbisnis kota yang lebih diorientasikan bagi pejalan kaki; berbentuk pedestrian dengankombinasi plaza dan ruang-ruang interaksional (Rubinstein, 1978).

Shopping mall adalah pusat perbelanjaan yang berintikan satu atau beberapa departemenstore besar sebagai daya tarik dari retailretail kecil dan rumah makan dengan tipologibangunan seperti toko yang menghadap ke koridor utama mall atau pedestrian yangmerupakan unsur utama dari sebuah

5. ukuran. dikembangkan. Unsur yangmenunjang keberhasilan suatu mall adalah: Bentuk mall Menurut Maithland (1987) terdapat 3 bentuk umum mall .2.3 Kriteria Mall Mall mempunyai kecenderungan berkonfigurasi secara horizontal. Integrated mall ( mall terpadu) adalah penggabungan mall . dengan fungsi sebagai sirkulasi dansebagai ruang komunal bagi terselenggaranya interaksi antarpengunjung dan pedagang (Maitland. 2.shopping mall . Kerugiannyaberupa kendala climatic control yang berpengaruh terhadap kenyamanan dankurangnya kesan pewadahan. 1987). 1997). Enclosed mall ( mall tertutup) adalah mall dengan pelingkup. Keuntungannya berupakenyamanan climatic control . Shopping mall sebagai kelompok kesatuan komersial yang dibangun pada sebuah lokasiyang direncanakan. Keuntungannya adalah kesanluas dan perencanaan teknis yang mudah sehingga biaya lebih murah. Kerugiannya biaya mahal dan kesan kurang luas. tipe toko. dimulai dan diatur menjadi sebuah unit operasi.Unit ini juga menyediakan parkir yang dibuat berhubungan dengan tipe dan ukuran totaltoko-toko (Urban Land Institute. yaitu: Open mall ( mall terbuka) adalah mall tanpa pelingkup. dan area perbelanjaan dari unit tersebut.berhubungan dengan lokasi.

Jarak antarmagnet antara 100 sampai 200m. T. lebar dan tinggi koridor harus sangat diperhatikan.terbuka dan tertutup. atau ruang terbuka lainnya. dan elemen lain. Ruang ini berfungsimenampung fasilitas tempat duduk. dan L. Mall ini juga bertujuanmengonsentrasikan daya tarik pengunjung pada mall tertutup. Mall juga tidak boleh terlalu panjang karena dapat melelahkan pengunjung. Panjang mall dapat dipecahkan dengan square. Pola mall yang memberikan kemudahan adalahbentuk I. Pintu masuk sebaiknya dapat dicapai dari segala arah. Dimensi mall Tidak ada ketentuan khusus mengenai panjang maksimal mall . Agar terbentuk mall yang nyaman. Mall berfungsi menghubungkan magnet yang terletak pada ujung-ujungnya denganmenekankan hubungan horizontal. Tatanan mall yang banyak dijumpai adalah mall berkoridor tunggal dengan lebar koridor standar antara 8-16m. Pola mall Pada dasarnya pola mall berprinsip linier. atau sepanjang kenyamanan pejalankaki. tetapi berdasarkan surveidi Amerika. Total area mall minimal10% dari total luas lantai shopping mall . tanaman. Munculnya bentuk inimerupakan antisipasi terhadap keborosan energi untuk climatic control sertamahalnya pembuatan dan perawatan mall tertutup. Mall juga mempunyai magnet pada tiap akhir mall . . panjang minimalnya adalah 180m dan panjang maksimalnya 240m. courts . pengaturanpanjang.Biasanya berupa mall tertutup dengan akhiran mall terbuka. Parkir kendaraan umumnya terletak di sekelilingbangunan dengan akses mudah ke mall .

dan unit sewa. PencahayaanUntuk menunjang konsep ruang yang menerus pada mall . dan menambah keindahan bangunan. Area bermain berfungsi sebagai tempat bermain anak-anak ketika orang tuanyaberbelanja. bagian atap mall biasanyadiselesaikan dengan skylight yang berfungsi memasukkan cahaya matahari ke dalambangunan mall pada siang hari.Jadi.Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan pada pola hubungan mall dan unit retail. khususnya terhadappenggunaan listrik. Cahaya ini berfungsi sebagai pengarah. Elemen arsitektural pada mall Elemen arsitektural yang dapat ditempatkan di sepanjang mall adalah bangku. dll. Adapun unit retail berfungsisebagai wadah kegiatan belanja. tempat sampah. memfokuskanpengunjung dalam bangunan. jam. Komposisi yang paling baik adalah 50% retail tenant dan 50% anchor tenant.Penataan letak retail di sepanjang mall Sirkulasi mall dengan satu koridor lebih efektif dilewati pengunjung dan semua retailakan mempunyai nilai komersial sama. Kios-kios pada jalur mall berfungsi sebagai faktor penarik pengunjung dan memberivariasi suasana pada mall . arenabermain. Adapun fungsi elemen tersebut adalah: Area duduk merupakan sarana penting supaya terjadi interaksi sosialantarpengunjung. pengorganisir unitretail serta pengidentifikasi area (memberi kejelasan orientasi). Penataan retail tenant dan anchor tenant yangbaik akan saling mendukung terjadinya aliran pengunjung yang merata di sepanjang mall . yaitu: Design Control ZoneControl zone . meningkatkan efisiensi operasional. mall pada shopping mall berperan sebagai penghubung. kios. Peran tersebutmenunjukkan bahwa mall dan unit retail masing-masing merupakan elemen beridentitas danberhubungan yang membentuk sistem pemusatan wadah perbelanjaan. penunjuk arah. pengendali arus pengunjung. kotak telepon. pengontrol.

Tenant MixTenant mix adalah strategi pencampuran penyewa ruang dari berbagai jenis dagangan. yaitu kemudahan mendapatkan semua jenis kebutuhan dalam satu tempat. Design Criteria Perancangan masing-masing unit sewa harus menunjukkan kesatuan. Berdasarkanprinsip perancangan dan karakter dasarnya.Magnet dan unit retail pada shopping mall perlu dikelompokkan berdasarkan materidagangan sehingga tidak menimbulkan persaingan yang mematikan. pembatasan panjang. strategi perancangan shopping mall adalahsistem pusat belanja dengan elemen utama mall berupa koridor tunggal bagi pejalan kakiyang menghubungkan atau mengorganisasikan unit sewa pada tiap sisi dan karaktertertentu. Control zone dapat dicapaimelalui pola mall . magnet / anchor .Strategi ini sesuai dengan tuntutan kemudahan konsumen dalam bentuk one stopshopping . dan tinggi bangunan. Potensi sirkulasi pejalan kaki dimanfaatkan secara maksimal untuk mencapai efektivitas dengan menciptakan nilai atraktif dan kenyamanan pada mall . lebar.bertujuan mencapai kontinuitas arus pengunjung sehingga semua ruangbernilai sama dan efektivitas komersial dapat tercapai.

.

Pengenalan Perbelanjaan.900 m2. tergabung dengan lokasi perkantoran.870 – 92.1. Dilihat dari luas areal pelayanan berdasarkan U. yang menyewakan unit-unit kepada pedagang dan mengenai hal-hal tertentu pengawasannya dilakukan oleh manajer yang sepenuhnya bertanggungjawab kepada pusat perbelanjaan tersebut.Pusat Perbelanjaan I.000 – 400. supermarket dengan jangkauan pelayanan antara 40.I.1. terletak pada lokasi mendekati pusat-pusat kota (wilayah). terdiri atas junior departmen store. rekreasi dan seni.000 penduduk.1.000 penduduk.1. (Nadine Bednington 1982) I. standar (Shopping Centers.225 m2.I. Klasifikasi Pusat Perbelanjaan a.Eng ) o Regional Shopping Centers : Luas areal antara 27.000-150.1. Development & Administration. o Neigbourhood Shopping Centre : .2.1. I. terdiri dari 2 atau lebih yang seukuran dengan department store. o Adalah sebagai suatu kelompok perbelanjaan (pertokoan) terencana yang dikelola oleh suatu manajemen pusat. Planning. o Community Shopping Centre : Luas areal antara 9.1.1 Pengertian o Adalah kompleks pertokoan yang dikunjungi untuk membeli atau melihat dan membandingkan barang-barang dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sosial masyarakat serta memberikan kenyamanan dan keamanan berbelanja bagi pengunjung. Skala pelayanan antara 150. Edgar Lion P.L.290 – 23. terletak pada lokasi yang strategis.

parfum dan lain-lain. o Efektifitas pemakaian ruangnya sangat tinggi. Nadine Beddington ). Dilihat dari jenis barang yang dijual ( Design for Shopping Centers. berada pada suatu lingkungan tertentu. Unit terbesar berbentuk supermarket. . yaitu yang menjual barang-barang untuk kebutuhan tertentu dalam kehidupan sehari-hari. o Demand (permintaan). o Contoh : Pasar Senen & Pertokoan Duta Merlin. o Impuls (barang yang menarik).000-40.Luas areal antara 2. o Terdapat pada pertokoan yang dibangun sekitar tahun 1960-an di Indonesia. Sistem Banyak Koridor o Terdapat banyak koridor tanpa penjelasan orientasi. yaitu yang menjual barang-barang mewah yang menggerakkan hati konsumen pada waktu tertentu untuk membelinya. yaitu yang menjual barang-barang higienis seperti sabun. Sistem Sirkulasi Pusat Perbelanjaan 1. o Semi Demand (setengah permintaan). Jangkauan pelayanan antara 5. sehingga semua dianggap sama.720 – 9.290 m2. yaitu yang menjual kebutuhan sehari-hari yang juga merupakan kebutuhan pokok. b. c. tanpa ada penekanan. o Drugery. yang strategis hanya bagian depan / yang dekat dengan enterance saja.000 penduduk.

Plaza Semanggi. Sistem Plaza o Terdapat plaza / ruang berskala besar yang menjadi pusat orientasi kegiatan dalam ruang dan masih menggunakan pola koridor untuk efisiensi ruang. 3. Sistem Mall o Dikonsentrasikan pada sebuah jalur utama yang menghadap dua atau lebih magnet pertokoan dapat menjadi poros massa. lokasi strategis berada di dekat plaza tersebut. karena menghubungkan dua titik magnet atau anchor yang membentuk sirkulasi utama. Ratu Plaza. Glodok Plaza. Gajah Mada Plaza. o Mulai terdapat hierarki dari lokasi masing-masing toko. o Jalur itu akan menjadi sirkulasi utama. mulai mengenal pola vide & mezanin o Contoh : Plaza Indonesia.2. . dan dalam ukuran besar dapat berkembang menjadi sebuah atrium. dll. ITC Cempaka Mas.

rekreasi. 500 m dengan berjalan kaki.1. bioskop. Lokasinya strategis dan dapat digabungkan dengan lokasi perkantoran. Radius pelayanan 15 menit berjalan kaki. bank. Pada umumnya barang yang diperdagangkan adalah barang sekunder (kebutuhan berkala).000 penduduk.000.1. d. Pusat Perbelanjaan di Jakarta dapat diklasifikasikan sebagai berikut : o Pusat Perbelanjaan Lingkungan Jangkauan pelayanan meliputi 3000-30. I.000-200. Mall Kelapa Gading 1-2.000-1.o Contoh : Pondok Indah Mall. o Pusat Perbelanjaan Wilayah Jangkauan pelayanan meliputi 30. Menurut standar perencanaan DKI Jakarta. Jenis barang yang diperdagangkan lengkap dan tersedia fasilitas toko.000 penduduk.000 penduduk. Pada umumnya barang yang diperdagangkan adalah barang-barang primer (dipakai sehari-hari). o Pusat Perbelanjaan Kota Jangkauan pelayanan meliputi 200. Pencapaian maksimal 25 menit dengan kendaraan. Blok M. Mall Ciputra. lokasinya berada di lingkungan pemukiman.3 Perkembangan Pusat Perbelanjaan di Jakarta . Pencapaian 2500 m dengan kendaraan cepat. 1500 m dengan kendaraan lambat. dan lain-lain. Atrium Senen. Lokasinya berada di pusat wilayah. Radius pelayanan wilayah/ tingkat kecamatan.

adalah : o Mulai membaiknya perekonomian setelah terpuruk dari krisis sejak tahun 1998. Beberapa hal yang menyebabkan semakin maraknya pusat perbelanjaan di Jakarta. hanya saja di era 90an kecenderungan sistem Plaza ini menjadikan Pusat Perbelanjaan menjadi lebih elite dengan lebar sirkulasi yg . Sistem Plaza pada era 90an telah menetapkan jalurnya yg benar dimana ukuran kios masih terbagi antara yg besar dan kecil juga sistem unit retailnya adalah bisa sistem sewa dan sistem jual. o Sarana transportasi yang memadai seperti jalan tol. sehingga jarak tempuh ke pusat perbelanjaan dapat dicapai dengan waktu singkat. Unit retail/ kios menggunakan sistem jual. juga terletak di sekitar outter-ring road dan inner ring road. mempengaruhi pendapatan penduduk. 2.80 %. Hal ini dapat dilihat pada peta lokasi pusat perbelanjaan yang ada yaitu selain terletak di jalan arteri/ utama yang strategis.Pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta sangat beragam kondisi dan kelasnya. Nah dilihat dari Sistem Sirkulasi Pusat Perbelanjaan dengan jelas dapat disimpulkan: 1.07 %. Rata-rata tingkat hunian pusat perbelanjaan di Jakarta saat ini adalah pada pusatpusat perbelanjaan strata title (kepemilikan perorangan) 70. Banyaknya pusat perbelanjaan ini menunjukkan keadaan ekonomi masyarakat yang mulai membaik. dan daya beli masyarakat tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan primer saja tetapi juga hal-hal sekunder dan tersier. o Kecenderungan masyarakat perkotaan yang menjadikan pusat perbelanjaan untuk berbelanja sekaligus sebagai tempat rekreasi sehingga pusat perbelanjaan pasti ramai dikunjungi pada hari libur. sedangkan pada pusat-pusat perbelanjaan sewa lebih tinggi yaitu 89. Sistem dengan banyak koridor lebih mengarah ke pertokoan tempoe doloe dan ukuran ruang/kios kecil mulai dari 4-6 m2 dan juga lebar jalur sirkulasi lebih kecil.

Ukuran tiap-tiap unit retail juga besar diatas 24m2 dengan lebar umum minimum 4m tiap unit sehingga para penyewa dapat menampilkan/ mendisplay barang dagangan mereka dengan baik. tampilan Kios telah diperhatikan (shopping window) (Lihat contohcontoh yang telah disebutkan di atas). Dan sistem unit retailnya adalah sistem sewa.. Sistem Mall bisa dilihat setiap unit kios akan menghadap ke jalur sirkulasi utama sehingga tiap unitnya akan menjadi sangat strategis. .memadai. Tidak ada yang salah dengan sistem jual di atas karena pada dasarnya sesuai Sistem Sirkulasi Pusat Perbelanjaan Sistem Plaza merupakan Pengembangan dari sistem sirkulasi Banyak Koridor. Sedang sekarang sistem plaza cenderung dipakai dengan pusat perbelanjaan yg menamakan diri mereka Trade Center dimana ukuran ruang retail/ kios kecil dan melakukan sistem jual pada kios yang ada pada Pusat Perbelanjaan itu. 3.