POKOK-POKOK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSI DALAM LINGKUP SATUAN PENDIDIKAN

Oleh: Drs. Setia Adi Purwanta, M.Pd. Koordinator Pusat Sumber Pendidikan Inklusi Prov. DIY

Sehingga sekolah merupakan miniatur masyarakat (mini society). bahasa. ras/warna kulit. geografis. politik. agama/kepercayaan. Apakah Pendidikan Inklusi itu? Pendidikan inklusi adalah suatu sistem pendidikan yang menyertakan semua anak dalam suatu iklim dan proses pembelajaran bersama dengan layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhan individu siswa tanpa membeda-bedakan anak yang berasal dari latar belakang etnik/suku.A. kondisi sosial. kemampuan ekonomi. . jenis kelamin. dan perbedaan kondisi fisik dan/atau mental.

dan memajukan hak atas pendidikan bagi setiap warganegara (tanpa kecuali).  . paling sedikit pada jenjang pendidikan dasar. melindungi.  Dalam rangka memenuhi kewajiban negara. menghormati. Untuk memenuhi target bahwa mulai tahun 2015 semua anak usia sekolah (tanpa kecuali) harus sudah mendapatkan layanan pendidikan yang layak. Mengapa Pendidikan Inklusi harus diselenggarakan?  Untuk memenuhi.B. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

B. maka sekolah reguler harus juga menerima segala jenis peserta didik berkebutuhan khusus.  . terutama yang bertempat tinggal terdekat dari sekolah yang bersangkutan. Karena keberadaan sekolah khusus terbatas. Mengapa Pendidikan Inklusi harus diselenggarakan? (Lanjutan)  Anak yang sudah mengikuti pendidikan harus mendapatkan layanan yang berkualitas.

. Bagaimana Pendidikan Inklusi harus dilaksanakan?  Pengelolaan sistem persekolahan berikut harus berperspektif inklusif: 1. proses penyelenggaraan.C. termasuk penyelenggaraan program khusus. 2. pengawasan. Kurikulum Pengelola SATUAN PENDIDIKAN harus melakukan pengembangan dan penyesuaian kurikulum sebagai pedoman pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi individu siswa (terutama siswa berkebutuhan khusus). hingga evaluasi dan penyusunan rencana tindak lanjut yang memuat kebutuhan siswa berkebutuhan khusus secara inklusif. Managerial SATUAN PENDIDIKAN harus memiliki perencanaan.

strategi/metode. . Proses pembelajaran Pengelola SATUAN PENDIDIKAN harus mengembangkan proses pembelajaran bersama antar semua anak tanpa kecuali (termasuk anak berkebutuhan khusus) dan memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi. Bagaimana Pendidikan Inklusi harus dilaksanakan? (Lanjutan) 3. potensi. berikut penilaian pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa (termasuk siswa berkebutuhan khusus).C. 4. serta model. Tenaga pendidik Seluruh tenaga pendidik harus memiliki kompetensi yang meliputi kemampuan memodifikasi kurikulum/materi. serta kebutuhan individunya. alat dan media.

6. 7. Bagaimana Pendidikan Inklusi harus dilaksanakan? (Lanjutan) 5. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang ada harus dapat diakses (mudah digunakan atau dicapai) oleh semua warga sekolah termasuk siswa berkebutuhan khusus. Keuangan Sistem pengelolaan keuangan sekolah harus memuat kebutuhan yang diperlukan oleh siswa berkebutuhan khusus.C. Layanan bagi siswa Layanan bagi siswa (di luar proses pembelajaran) harus juga mengakomodasi kebutuhan individu siswa berkebutuhan khusus. .

Pengembangan Informasi dan jaringan kerja Pengelola SATUAN PENDIDIKAN harus menyelenggarakan kegiatan penyebarluasan informasi tentang pendidikan inklusi dan harus membangun jaringan kerjasama dengan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya yang diperlukan. Iklim sekolah Iklim psikososial antar warga sekolah harus akrab. 9. sehingga siswa berkebutuhan khusus tidak merasa asing. .C. Bagaimana Pendidikan Inklusi harus dilaksanakan? (Lanjutan) 8.

penyedia bahan. penyelenggara riset dan pengembangan model. harus dibentuk pusat sumber sebagai supporting system (sistem pendukung). penyebaran informasi. . dan menjalin jejaring dengan pihak terkait. dan sebagai pusat data. Pusat sumber ini berfungsi sebagai penyelenggara pelatihan dan pendampingan. alat bantu dan media pembelajaran. Bagaimana Pendidikan Inklusi harus dilaksanakan? (Lanjutan)  Pusat Sumber Pendidikan Inklusi Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Sistem Pendidikan Inklusi.C.

Pemangku kepentingan (agen perubahan) dalam lingkup satuan pendidikan       Kepala Sekolah Guru reguler Guru Pembimbing Khusus (GPK) Karyawan (jika ada) Siswa reguler Siswa berkebutuhan khusus .D. Siapa melakukan apa dalam penyelenggaraan Pendidikan Inklusi? 1.

pembagian tugas. pembiayaan. program. Peran kunci dalam proses perubahan Para pemegang peran kunci dalam proses perubahan menuju terselenggaranya sistem pendidikan inklusi ialah: a. Kepala Sekolah Peran utamanya adalah menetapkan kebijakan sekolah. . Siapa melakukan apa dalam penyelenggaraan Pendidikan Inklusi? (Lanjutan) 2.D. membangun jaringan dan segala bentuk fasilitasi dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusi.

c.D. Guru Pembimbing Khusus (GPK) Peran utamanya adalah sebagai transformator (jembatan transfer) pengetahuan dan keterampilan layanan pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus kepada warga sekolah. Guru reguler Peran utamanya adalah sebagai pelaksana dan penjaga keberlangsungan penyelenggaraan sistem pendidikan inklusi. terutama guru reguler yang menjadi guru langsung dari semua peserta didik termasuk yang berkebutuhan khusus. Siapa melakukan apa dalam penyelenggaraan Pendidikan Inklusi? (Lanjutan) b. .

karyawan. Keterkaitan peran antar pemangku kepentingan a. Kepala Sekolah. GPK. dan guru reguler 1) Sosialisasi internal 2) Penyusunan program sekolah 3) Penyusunan kebijakan sekolah 4) Penyusunan rencana anggaran sekolah 5) Koordinasi penyelenggaraan sistem pendidikan inklusi 6) Monitoring dan evaluasi penyelenggaraan sistem pendidikan inklusi .D. Siapa melakukan apa dalam penyelenggaraan Pendidikan Inklusi? (Lanjutan) 3.

dan kebutuhan siswa 3) Pengembangan dan penyesuaian model pembelajaran 4) Pengembangan dan penyesuaian pengelolaan kelas 5) Pengembangan dan penyesuaian strategi/metode pembelajaran 6) Pengembangan dan penyesuaian alat/media dan teknologi pembalajaran 7) Pengembangan dan penyesuaian teknik penilaian pembelajaran 8) Transfer materi program khusus . potensi.D. GPK dan guru reguler 1) Melaksanakan asesmen kepada siswa berkebutuhan khusus 2) Mengembangkan dan melakukan penyesuaian kurikulum dan materi pembelajaran dengan kondisi. Siapa melakukan apa dalam penyelenggaraan Pendidikan Inklusi? (Lanjutan) b.

Siapa melakukan apa dalam penyelenggaraan Pendidikan Inklusi? (Lanjutan) c. GPK dan guru reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus 1) Pendampingan khusus 2) Konsultasi . d. GPK dan guru reguler terhadap siswa reguler Penyampaian materi program khusus (terutama komunikasi dan asistensi).D.

GPK dan guru reguler terhadap Masyarakat 1) Sosialisasi 2) Pendataan calon peserta didik berkebutuhan khusus 3) Mobilisasi sumberdaya dan sumber belajar . GPK dan guru reguler terhadap keluarga siswa berkebutuhan khusus 1) Pendampingan program khusus 2) Konsultasi f. Siapa melakukan apa dalam penyelenggaraan Pendidikan Inklusi? (Lanjutan) e.D.

Terima kasih .