BED SIDE TEACHING

ENTERITIS AKUT
Oleh : Siti Tahirah binti Mahmud

Preseptor :
dr. Uun sumardi SpPD,KIC

BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM Fakultas Kedokteran UNPAD/ RSHS BANDUNG 2012

Pasien tidak konsumsi obat antibitiotik sebelumnya. vomiting (-). Riwayat makan seafood sebelumnya tidak ada. di infus sebanyak 5 labu dan diambil darah. ampas (-). Pasien turut mengeluhkan batuk berdahak sejak satu hari masuk rumah sakit. penurunan berat badan tidak ada. mual (+). berwarna kuning. Menggigil (-). Pasien sering makan di . pasien mengeluh mencret yang tidak berhenti. Di Al-Ihsan. Dahak berwarna putih kekuningan dan tidak ada darah. buang angin (-). Riwayat makan makanan yang sudah basi atau makanan yang belum dimasak juga tidak ada. demam yang tidak terlalu tinggi (+). Kejang (-). jumlahnya banyak sekitar setengah gelas aqua setiap kali mencret. Pasien sempat pingsan sebanyak 3 kali di rumah sebelum di bawa ke Rumah Sakit Al. Riwayat sering keringat malam. sering merasa haus tetapi tidak minum banyak dari biasanya. kram perut (-). bau (-) dan darah (-). Setelah 6 jam dirawat di Al-Ihsan. Riwayat batuk lama(-). lendir (+).Ihsan. Kurang kencing (+) yaitu tidak sampai satu gelas aqua sehari. Pasien sebelumnya tidak ada berpergian ke luar kota. Sensasi sering mau ke belakang (-). lemas (+) dan nafsu makan berkurang. pasien dirujuk ke RSHS karena ruangan penuh. pasien diperiksa tekanan darah (70/40 mmHg). Mencret dirasakan seperti menyemprot. tidak seperti air cucian beras. Sakit kepala (-). lebih dari 10 kali.IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Usia Alamat Pekerjaan Status marital Agama Tanggal MRS : Tn. E : Laki-laki : 48 tahun : Cimaung : Buruh : Menikah : Islam : 4-2-2012 Tanggal diperiksa : 6-2-2012 Ruangan : SW Kamar 6/4 ANAMNESIS Keluhan utama : Mencret Keluhan khusus : Sejak 1 hari SMRS.

0 C (↑) Status Generalis Kepala Mata : konjungtiva tidak anemis. Sumber air minum keluarga berasal dari air sumur yang dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. air mata (+/+). jarang jajan. cyanosis (-) Leher Trakea tidak deviasi Retraksi suprasternal : (-) . PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum: Kesan sakit Kesadaran : sakit sedang : compos mentis Tinggi badan : 159 cm Berat badan BMI Gizi Tanda Vital: Tekanan darah : 120/70 mmHg Nadi : 96 kali/menit : 50 kg : 19. lidah basah. mata cekung (-/-) Hidung Telinga : sekret (-) : sekret (-) Mulut : mukosa mulut kering. Pasien tidak mempunyai tekanan darah tinggi dan penyakit kencing manis. riwayat keluarga dan lingkungan dengan penyakit serupa tidak ada.rumah. sklera tidak ikterik. Penderita belum pernah sakit seperti ini sebelumnya.7 : Cukup Respirasi: 24 kali/menit Suhu : 38.

ileocecal (-). peranjakan 2 cm : VBS kanan ↑. ronki (+/-). vokal fremitus meningkat Perkusi Auskultasi Cor Inspeksi Palpasi : ictus cordis tidak tampak : iktus cordis teraba di ICS V LMCS. murmur (-) : batas paru-hepar ICS V kanan. batas atas ruang intercostal III kiri : bunyi jantung S1 dan S2 normal regular.Kalenjar tiroid tidak teraba membesar KGB : tidak tampak dan tidak teraba membesar JVP 5 + 1 cm H2O Thorax Pulmo Inspeksi Palpasi : bentuk dan gerak simetris . hepar tidak teraba membesar. thrill (-). batas kiri di ICS V linea midklavikularis sinistra. ruang traube tidak terisi. wheezing (-/-) Auskultasi Abdomen Inspeksi Palpasi : datar. right upper quadrant (-) . lembut : turgor kulit kembali cepat (< 1 detik) nyeri tekan : epigastrium (+). S3 dan S4 (-). PS/PP (-/-) Auskultasi Ekstremitas Akral Kulit : hangat : turgor kembali cepat Capillary refill time : < 2 detik Cyanosis : (-) . left lower quadrant (-). batas kanan linea sternalis dextra. lien tidak membesar : bising usus meningkat. tidak kuat angkat. retraksi (-) : sela iga tidak melebar. ekpansi thorax simetris . sudut epigastrium < 90 º. clubbing (-). edema (-) .

Kram perut (-). Staph. Riwayat makan seafood sebelumnya tidak ada.perfringens/ Staph. Sumber air minum keluarga berasal dari air sumur yang dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. aureus / dan ELISA untuk Rotavirus Periksa sputum : gram. kultur untuk /ETEC/ C. Pasien sering makan di rumah. bau (-) dan darah (-). Pasien tidak konsumsi obat antibitiotik sebelumnya. tidak serti cucian beras. Oliguria (+).count. gula darah sewaktu Feses : Rutin. kultur dan resistensi EKG Foto Thorax . Pasien sempat pingsan sebanyak 3 kali di rumah dan di bawa ke Rumah Sakit Al. Tenesmus (-). aureus   Riwayat syok hipovolemik (perbaikan) Suspek CAP USULAN PEMERIKSAAN Laboratorium : Darah : Hb. adanya nyeri epigastrium dan bising usus meningkat. dikatakan syok hipovolemik. Ht. Leukosit. riwayat keluarga dan lingkungan dengan penyakit serupa tidak ada. Dahak berwarna putih kekuningan dan tidak ada darah. mukosa bibir kering.Ihsan. Pemeriksaan fisik didapatkan febris. flatus (-).RESUME Seorang laki-laki. Kejang (-). DIAGNOSA BANDING  Enteritis akut non inflammasi ec DD/ 1. Pasien turut mengeluhkan batuk berdahak sejak satu hari masuk rumah sakit. paruh baya datang dengan keluhan enteritis akut. Diff. Sakit kepala (-). sering merasa haus tetapi tidak minum banyak dari biasanya. Diabetes melitus (-). Diare dirasakan seperti menyemprot. Clostridium perfringens 4. vomiting (-). Menggigil (-). Penderita belum pernah sakit seperti ini sebelumnya. Riwayat kontak TB (-). berwarna kuning. ampas (-). ETEC 3. jarang jajan. malaise (+) dan nafsu makan berkurang. subfebris (+). Hipertensi (-). Tanda-tanda dehidrasi tidak ada. mukus (+). Rotavirus 2. nausea (+). Riwayat makan makanan yang sudah basi atau makanan yang belum dimasak (-). Pasien sebelumnya tidak ada berpergian ke luar kota. Na2+. K+ . VBS meningkat di thorax kanan dan rochi (+) di kanan.

MANAJEMEN Umum Dirawat Tirah baring Monitor tanda vital dan fluid intake/output Khusus Diet lunak 1700kkal/hari Infus RL 2100cc/24 jam Paracetamol 500 mg bila panas Attapulgite 2 tablet setiap kali BAB Cefotaxime 3x 1g IV selama dirawat dan diteruskan dengan cefixime 4x 400mg sehingga hari ke 14 pengobatan Erythromicin 4 x 500mg PO selama 14 hari PROGNOSIS Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : ad bonam .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful