You are on page 1of 2

Hukum Melaknat Dalam Islam

Diposkan oleh edwin di 19:48 Kita banyak menjumpai orang di dunia ini. Tentunya dengan karakternya yang berbeda-beda. Salah satunya adalah karakter orang yang doyannya selalu menguncapkan sumpah serapah untuk menyumpahin orang lain. Nah… kalau orang jenis ini menurut ku cukup unik (dan cukup menyebalkan tentunya). Ciri-ciri orang seperti itu adalah suka menyumpahi orang lain yang tidak dia suka. Tidak jarang kata-kata yang keluar kasar. Sedangkan ciri-ciri yang paling terlihat yakni dia jarang mempunyai teman dekat. Orang yang suka menyumpahi orang lain memiliki kecenderungan egois. Contoh kasusnya seperti ini, jika memiliki keinginan yang tidak sesuai atau sebal sama orang pasti yang keluar adalah kata sumpah serapah semoga orang itu mendapat pembalasan yang setimpal. Memakai nama Tuhan sayang sama dia *astaghfirullah* atau dia sebagai pihak yang teraniaya sehingga punya beban batin untuk membenarkan kata-katanya. Padahal jika diperhatikan dari sisi yang berbeda, orang tukang sumpah serapah itu hanya menggunakan kata sumpahnya untuk menjadi alibi saja. Dia berusaha menggunakan kata sumpah serapah hanya untuk menekan orang lain supaya tidak berani melawan atau takut sama dia. Mana sih orang yang berani sama Tuhan dan hukum karma. Kebanyakan orang takut. Nah ini lah yang menjadi alat dia *terutama untuk melakukan tindakan sebaliknya yakni memperalat orang lain juga.* Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda:

‫اَل ٌاٌباغً لصدٌِّق أاىْ ٌاكىى لاعَّبًًب‬ ‫ُ ا‬ ٍ ِ ِ ِ ْ

“Tidak boleh orang yang jujur itu suka melaknat.” (HR. Muslim no. 2597) Abu Ad-Darda` radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda: ُ ‫اَل ٌاكىىُ اللَّعبًُىىا شفاعبء و اَل شهدااء ٌاىم القٍِابهة‬ َّ ِ ‫ُ ا ا ا ُ ا ا ْ ا ْ ا‬ “Sesungguhnya orang-orang yang suka melaknat itu tidak akan dapat menjadi syuhada‟ (orangorang yang menjadi saksi) dan tidak pula dapat memberi syafa‟at pada hari kiamat kelak.” (HR. Muslim no. 2598) Dari Abdullah bin Mas‟ud radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda:

‫لاٍس الوؤهي ببلطَّعَّبى و اَل اللَّعَّبى و اَل الفابحش و اَل الباريء‬ ِ ِ ْ ‫ِ ا ْ ِ ِ ا‬ ‫ِ ا‬ ِ ُ ِ ُْْ ‫ْ ا‬

“Seorang mukmin bukanlah orang yang sukamencela, melaknat, berperangai buruk, dan mengucapkan ucapan yang kotor.” (HR. At-Tirmizi no. 1977 dan dinyatakan shahih oleh AlWadi‟i dalam Ash-Shahih Al-Musnad: 2/24) Abu Ad-Darda radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda:

‫إِىَّ العبد إِذا لاعي شٍئًب صعدتْ اللَّعٌاةُ إِلاى السوبء فاحُغلاق أابىاة السوبء‬ ‫ْ اْا ا ا ا اْ ا ِ ا‬ ْ ِ ‫َّ ا ِ ْ ُ ْ ا ُ َّ ا‬ ً ‫ْ ْ ِ ْ ُ ْ ا ا ُ ا َّ ُ ُ ِ ا ِ ا‬ ‫دوًاهب ثُن جاهبطُ إِلاى اْلازض فاحُغلاق أابىابُهب دوًاهب ثُن جاأْخر ٌاوًٌٍب وشوبَل‬ ِ ْ َّ ‫ُ ا‬ ‫فائِذا لان جاجد هسبغب زجعثْ إِلاى الَّري لُعي فائِىْ كبى لرلك أاهًْل وإِ ََّل‬ ‫ِ ِ ا‬ ‫ا ْ ِْ ا ا ً ا ا ا‬ ‫ا ا ِاِ ا ً ا‬

Celaan atau cercaan. Kemudian laknat itu akan turun lagi ke bumi. dan tertutuplah pintu-pintu langit.” (HR. Abu Daud no. Laknat itu kemudian bergerak ke kanan dan ke kiri. maka laknat itu akan naik ke ‫ا‬ ‫ا ا ا‬ langit. Namun jika tidak. b. “Karena jika dia melaknatnya maka seakan-akan dia mendoakan kebinasaan atasnya. dia akan menghampiri orang yang dilaknat. 1269) Laknat mempunyai dua makna: a. Oleh karena itu tidak boleh melaknat seorang muslim baik dia telah mati apalagi jika dia masih hidup. namun pintu-pintu bumi telah tertutup. maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat. Karena melaknatnya berarti menjauhkan dia dari rahmat Allah dan itu sama saja dengan menghukuminya sebagai orang kafir atau memastikan dia masuk dalam neraka. jika layak dilaknat. . Menjauhkan dari rahmat Allah.” Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam mengingatkan bahayanya melaknat dan mengabarkan bahwa siapa saja yang melaknat orang yang tidak pantas untuk dilaknat. Jadi pikir 1000x jika ingin melaknat/menyumpahi orang lain jangan sampai sumpah serapah itu berbalik kepada kita sendiri. jika tidak mendapatkan tempat berlabuh. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata tentang hadits „Barangsiapa yang melaknat seorang muslim maka dia seperti membunuhnya‟.‫“زجعثْ إِلاى قابئِلِهب‬Jika seorang hamba melaknat sesuatu. maka hukum laknat ini akan kembali kepadanya. sementara hanya orang kafir yang dijauhkan dari rahmat Allah dan dipastikan masuk neraka. 4905 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no.