You are on page 1of 6

BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Pendirian PT. Surya Esa Perkasa (SEP) Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan gas alam atau gas bumi semakin

meningkat seiring semakin luasnya penggunaan gas alam sumber energi ini baik untuk industri maupun untuk rumah tangga dan sebagai bahan baku industri terutama untuk industri pupuk. Konsumsi gas alam sebagai energi final adalah ketiga terbesar setelah BBM dan batubara, lebih tinggi dari listrik dan LPG. Prosentasi (share) konsumsi gas alam mencapai 13,7 persen pada tahun 2008. Beberapa masalah terkait industri gas alam selain produksi adalah pasokan untuk kebutuhan dalam negeri yang terbatas. Akibat terbatasnya pasokan gas maka kelangsungan pengembangan industri pupuk sempat terganggu karena belum adanya jaminan pasokan gas. Pembentukan harga yang tidak sepenuhnya memakai prinsip pasar di dalam negeri membuat sebagian produksi dijual ke pasar luar negeri. Kondisi ini membuat kepastian pasokan untuk industri kebutuhan dalam negeri belum stabil. Dengan semakin besarnya desakan di dalam negeri untuk bisa memanfaakan semaksimal mungkin gas alam untuk kebutuhan dalam negeri maka berbagai kebijakan baru telah dikeluarkan mengenai pemanfaatan gas alam. Untuk memenuhi kebutuhan akan LPG pada masyarakat luas, maka mulai didirikan nya pabrik pengolahan gas alam pada tanggal 9 Mei 2006, yaitu PT. Surya Esa Perkasa (PT. SEP) yang berlokasi di KM 17, Simpang Y, Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Palembang Sumatera

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya

1

BAB I PENDAHULUAN

1.2

Sejarah Singkat PT Surya Esa Perkasa (PT. SEP) didirikan di Jakarta pada tanggal 24 Maret

2000. Pada bulan September 2006 berubah status dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi Penanaman Modal Asing (PMA).

Kronologi Perubahan Legalitas Perusahaan : Akta Pendirian Perusahaan Nama Notaris Nomor/ Tanggal Pengesahan DepHukHam Akta Perubahan Terakhir Nama Notaris Nomor/ Tanggal Pengesahan DepHukHam : Buntario Tigris, SH, SE, M. H, di Jakarta : No. 103/ Tanggal 17 November 2006 : W7 – 0284 HT.01.01.TH.2006/ Tanggal 25/ 11/ 2006 : Hasbullah A. Rasyid, SH, MKn, di Jakarta : No. 7/ Tanggal 24 Maret 2006 : C – 13339 HT.01. 01. TH. 2006/ Tanggal 9/ 5/ 2006

PT Surya Esa Perkasa bergerak dalam bidang Produksi LPG yang berlokasi di Simpang Y, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Palembang Sumatera Selatan. Pabrik dari PT. Surya Esa Perkasa didirikan pada tahun 2006 di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, yang dirancang untuk memisahkan Propane, LPG dan Condensate dari aliran gas alam yang berasal dari jalur pipa transmisi gas Pertamina. Sedangkan untuk Produksi komersial sudah dimulai pada bulan Agustus 2007.

1.3

Profil Perusahaan PT. Surya Esa Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dalam

pengolahan gas bumi, khususnya dalam Pengekstraksian gas alam menjadi LPG, Propane, dan Kondensat. PT. Surya Esa Perkasa memiliki kantor pusat di daerah Jakarta tepatnya, Menara Kadin, lt 16, Jl. HR Rasuna Said Blox X-5 Kav. 2-3 Jakarta.

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya

2

BAB I PENDAHULUAN

Adapun Profit PT. Surya Esa Perkasa Process Licencor Year Built Start Up Main Contactor Feed Gas Source Lean Gas Return : Presson Enerflex – CANADA : 2006 – 2007 : Juli 2007 : PT. Rekayasa Industri : Lembak/ Cambai Gas Pipeline, PERTAMINA : Pertamina Pipeline (to PUSRI dan PLN)

Untuk mendirikan suatu perusahan diharuskan memiliki beberapa surat izin sebagai dasar dari legalitas dari perusahaan begitu halnya dengan PT. Surya Esa Perkasa (SEP). Untuk dapat mengolah gas bumi sendiri, PT SEP memiliki surat Izin Usaha Pengolahan Gas Bumi. Suatu perusahaan pengolahan sumber daya alam diwajibkan memiliki surat izin pengolahan dari pemerintah. Hal ini diberlakukan Karena untuk menghindari penyalahgunaan dari sumber daya alam sendiri dan sebagai bukti bahwa suatu perusahaan tersebut layak untuk mengolah sumber daya alam yang ada, khusunya gas bumi. Adapun surat-surat izin atau persetujuan yang dimiliki perusahaan antara lain, sebagai berikut:

Izin / Persetujuan Yang Dimiliki Perusahaan  Surat Persetujuan Penanaman Modal Asing  Nomor  NKP  Nomor  NKP  Nomor : 167/V/PMA/2006 : 5141-31-19711

 Surat Persetujuan Perluasan Penanaman Modal : 361/II/PMA/2006 : 2320/5141-16/31-19711

 Angka Pengenal Importir Terbatas : 630/APIT/2006/PMA
3

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya

BAB I PENDAHULUAN

 Tanggal  Nomor  Tanggal

: 23 November 2006

 Ijin Usaha Pengolahan Gas Bumi : 1768 K/10/MEM/2008 : 2 Juni 2008

1.4

Lokasi dan Tata Letak Pabrik PT. Surya Esa Perkasa berlokasi di KM 17, Simpang Y, Desa Rambutan,

Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Palembang Sumatera Selatan. Peta lokasi serta gambar plant lay-out dari PT. Surya Esa Perkasa dapat dilihat pada gambar dibawah ini,

Gambar 1.1. Peta Lokasi dan Tata Letak Pabrik

1.5

Disribusi dan Pemasaran Produk PT. Surya Esa Perkasa menghasilkan produk berupa LPG mix, condensate,

dan propane. Target penjualan produk lebih diutamakan pada produk LPG dan condensate, khususnya condensate 1st grade. Untuk produk samping berupa
Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 4

BAB I PENDAHULUAN

condensate 2nd grade tidak diutamakan untuk penjualan. Sedangkan untuk produk propane hanya di distribusikan jika ada pesanan dari perusahaan yang bersangkutan ataupun bisa digunakan untuk operasional didalam pabrik pengolahan gas alam PT. Surya Esa Perkasa (SEP). Adapun pemasaran atau pendistribusian produk tersedia di pabrik ini dengan rincian sebagai berikut: 1. LPG Mix Produk LPG mix ini didistribusikan secara penuh kepada PT. PERTAMINA Persero. Pada dasarnya untuk pendistribusian LPG ini tidak sembarang dilakukan karena harus memenuhi syarat ataupun standar yang diberikan oleh dirjen Migas. Adapun Bagan pendistibusian produk LPG mix, adalah sebagai berikut :
SEP PERTAMINA

yang

SPPBE

AGENT LPG

KIOS PENJUALAN LPG

MASYARAKAT

Gambar 1.2. Diagram alir Pendistribusian LPG Mix Kontrak kerja ini terjadi hanya pada PT. SEP dan PT. PERTAMINA Persero, sedangkan PT. Pertamina akan menyerahkan proses pengakutan LPG
Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 5

BAB I PENDAHULUAN

Mix dari PT. SEP pada SPPBE (Stasiun Pengakutan Pengisian Bulk Elpiji). Untuk pendistribusian LPG dibutuhkan Surat Perintah Angkut (SPA), dimana surat ini dibuat untuk memenuhi syarat pengangkutan LPG dari PT.SEP. Surat ini dikeluarkan oleh kantor pusat (Head Office) PT.SEP. 2. Condensate Produk condensate yang didistribusikan adalah condensate 1st grade, dimana produk ini akan didistribusikan pada beberapa perusahaan swasta. Syarat yang dibutuhkan suatu perusahaan untuk dapat membeli produk tersebut dengan memiliki surat izin tata Negara dari dirjen migas. Dengan adanya surat izin tata Negara dari pemerintah maka pendistribusian produk tersebut tidak di salah gunakan. Sedangkan untuk pengambilan produknya harus berdasarkan SO (Sales Order) dari kantor pusat PT SEP. Pendistribusian produk dari PT SEP hanya dipasarkan di dalam negeri (lokal), dikarenakan produksi LPG di Indonesia masih mengimpor dari negara lain. Hal ini yang tidak memungkinkan negara kita untuk dapat mengekspor LPG tersebut. Rata – rata kapasitas LPG dan Condensate yang didistribusikan perbulan yaitu sebesar 3.000 ton LPG mix dan 10.500 barrel untuk produk condensate. Angka 3.000 ton LPG Mix merupakan jumlah yang ditentukan oleh Pertamina sebagai standar produk yang harus ditargetkan oleh pihak PT SEP kepada Pertamina.

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya

6