PENDAHULUAN

Penyakit/sindroma Gangguan pada ganglia basalis Penurunan atau tiadanya dopamin dari substansia nigra ke globus pallidus.  Striatal dopamine deficiency James Parkinson, 1817 : Paralysis agitans atau Shaking palsy

Jean Martin Charcot, 1887 : Penyakit Parkinson

PENDAHULUAN
Ada pada segala bangsa – frekuensi 1-5/1000 Onset usia 40 – 50 tahun Laki : Perempuan = 5 : 4 Di bawah usia 40 tahun : Faktor genetik banyak berperan (Parkinsonismus juvenilis)

DEFINISI
• PARKINSONISM
Sindroma : tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia, dan hilangnya refleks postural  Sindroma Parkinson

PENYAKIT PARKINSON Penyakit - k l i n i s : tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia,
dan hilangnya refleks postural - patologis : degenerasi neuron-neuron bergpigmen neuromelanin, terutama di pars kompakta substansia nigra, yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy bodies)  Parkinsonisme idiopatik atau primer

ETIOLOGI
Banyak hipotesa – 4 proses yang menonjol 1. Accelerated Aging Theory Kematian neuron dopaminergik yang lebih cepat 2. Toxin Toksin intrinsik dan ekstrinsik yang merusak neuron dopamin secara selektif (pestisida, logam berat, dll) 3. Genetic Pola herediter yang dominan pada beberapa keluarga

4. Peroxidation of free radical Banyak dianut. Oksidasi dopamin  radikal bebas (Fe) Mekanisme proteksi menurun  kematian sel 

Treatment Update on Parkinson’s Disease Thamrin Syamsudin Department of Neurology Faculty of Medicine Padjadjaran University / Hasan Sadikin Hospital Bandung 2004 .

sel menciut dan bervakuola  Lewy bodies : khas untuk penyakit Parkinson. 1921 : substrat penyakit Parkinson di ganglia basalis dan mesensefalon  Pemeriksaan makroskopis : depigmentasi pars compacta pada substansia nigra  sel neuron melanin   Pemeriksaan mikroskopis : Lewy bodies. bisa pula pada hasil otopsi orang normal dan penderita Alzheimer . destruksi sel.PATOLOGI  Charles Foix.

PATOFISIOLOGI Gejala motorik timbul karena gangguan dalam sirkuit motorik ganglia basalis-talamokortikal Konsep sederhana penyakit Parkinson :  Traktus nigrostriatum untuk fungsi gerakan halus  Perlu keseimbangan komponen kolinergik yang meransang dan komponen dopaminergik yang menghambat Gejala timbul karena disproporsi fungsional kedua komponen di atas : kolinergik yang meningkat atau dopaminergik melemah  .

antipsikotik Penyakit seperti ensefalitis.stroke Obat/toksin – parkinsonisme . Sekunder atau akuisita     Timbul setelah terpapar penyakit atau zat Paparan kronis dari Mn. reserpin. Primer atau idiopatik    Penyebab tidak diketahui Sebagian besar kasus penyakit Parkinson Ada peran toksin asal lingkungan 2. hipoparatiroid. CO. trauma kepala berat/berulang.KLASIFIKASI 1. .

gejala parkinson bersamaan dengan gejala penyakit Alzheimer .KLASIFIKASI 3. Sindroma parkinson plus   Gejala parkinson timbul bersamaan dengan kelainan neurologis lain Paling sering.

kaki .GEJALA KLINIS TRIAS gejala – dalam kombinasi  Tremor  Rigiditas  Akinesia/bradikinesia Gangguan Refleks Postural  T R A P Tremor     Resting tremor – saat emosi bertambah Kasar 3-7 x/detik Pola : pill rolling Berawal dari tangan. dapat meluas ke bibir. seluruh badan.

GEJALA KLINIS Rigiditas  Hipertoni pada seluruh gerakan  Fenomena roda bergigi (cog-wheel phenomena) Akinesia/bradikinesia – hipokinesia  Gerakan volunter – lambat dan sulit (t. hipofonia  Kedipan mata berkurang . menulis. mengancing baju. dll  Gerakan asosiatif berkurang – posisi jalan khas  Gerakan spontan berkurang – wajah topeng  Manifestasi lain. seperti :  Hipomimia.u gerakan halus) seperti bicara.

betis) pada malam hari .u.GEJALA KLINIS Gangguan Refleks Postural Langkah dan gaya jalan    Marche a petit pas Retropulsion atau lateropulsion Sulit/tidak dapat berbalik dengan cepat Lain     Tanda MYERSON positif Sukar mengosongkan kandung kemih Obstipasi kronis Nyeri otot (t.

up-ward gaze  Perlambatan mengawali perintah gerak  Amplitudo makin berkurang  Mikro-grafia  Sulit bangun dari kursi atau berbalik di tempat tidur  Sulit melakukan dua aktifitas sekaligus VIDEO .GEJALA KLINIS  Manifestasi lain. seperti :  Gangguan konvergensi.

ayunan  Stadium II  Bilateral  Postur bungkuk ke depan  Gaya jalan lambat dengan langkah kecil  Sukar membalikkan badan . tremor.STADIUM KLINIS (Hoehn and Yahr) Stadium I  Unilateral  Ekspresi wajah kurang  Posisi fleksi pada lengan yang terkena.

jarang berkedip .STADIUM KLINIS (Hoehn and Yahr) Stadium III   Gangguan gaya jalan menonjol Ketidak-stabilan postural. jarang jatuh Stadium IV    Disabilitas jelas Berjalan terbatas tanpa bantuan Lebih cenderung jatuh Stadium V    Hanya berbaring atau duduk di kursi roda Tidak mampu berdiri/berjalan meski dibantu Bicara tak jelas. wajah tanpa ekspresi.

ATAU  Tiga dari 4 tanda motorik : tremor. bradikinesia. rigiditas. rigiditas. ketidakstabilan postural Kesalahan diagnosa : 25% (London Brain Bank Study)  . bradikinesia.DIAGNOSA Sulit pada stadium awal Kriteria diagnosa     Klinis Menurut Koller Menurut Gelb Menurut Hughes Klinis Dua dari 3 tanda (kardinal gangguan) motorik : tremor.

. minimal 1000 mg/hari selama satu bulan) yang diberikan sampai perbaikan sedang dan lama perbaikan satu tahun atau lebih.DIAGNOSA Kriteria Koller  Ada dua dari 3 tanda kardinal gangguan motorik : tremor istirahat atau postural. bradikinesia. rigiditas. yang berlangsung satu tahun atau lebih DAN  Respon terhadap terapi levodopa (mis.

DIAGNOSA Kriteria Gelb Dasar kelompok gejala klinis  Gejala klinis A (khas untuk penyakit Parkinson) :  Tremor waktu istirahat  Bradikinesia  Rigiditas  Permulaan asimetris .

diagnosa alternatif :     Instabilitas postural menonjol pada tiga tahun pertama Fenomena tak dapat bergerak sama sekali (freezing) pada tiga tahun pertama Halusinasi yang tak ada hubungan dengan pengobatan dalam tiga tahun pertama Demensia sebelum gejala motorik atau pada tahun pertama .DIAGNOSA Kriteria Gelb Dasar kelompok gejala klinis  Gejala klinis B (gejala dini tak lazim).

dan atau tak terdapat gejala kelompok B  Gejala kurang dari 3 tahun disertai respon jelas terhadap levodopa atau dopamin agonis .DIAGNOSA Kriteria Gelb Diagnosa POSSIBLE  Paling sedikit 2 dari kelompok A atau  Paling sedikit 1 dari kelompok A adalah tremor atau bradikinesia.

DIAGNOSA Kriteria Gelb Diagnosa PROBABLE  Paling sedikit 3 dari 4 gejala kelompok A dan tidak terdapat gejala dari kelompok B  Lama penyakit paling sedikit 3 tahun  Respon jelas terhadap levodopa atau dopamin agonis Diagnosa DEFINITE  Memenuhi SEMUA kriteria probable DAN  kepastianHISTO-PATOLOGIS waktu otopsi .

DIAGNOSA Kriteria Hughes Diagnosa POSSIBLE  Terdapat salah satu dari gejala utama :  Tremor istirahat  Rigiditas  Bradikinesia  Kegagalan refleks postural Diagnosa PROBABLE  Kombinasi dua gejala utama ATAU  Satu dari tiga gejala pertama yang tidak simetris (dua dari empat tanda motorik) .

DIAGNOSA Kriteria Hughes Diagnosa DEFINITE  Kombinasi tiga empat gejala utama ATAU  Dua gejala dengan satu gejala lain yang tidak simetris (tiga tanda kardinal) Bila semua tanda tidak jelas sebaiknya dilakukan pemeriksaan ulangan beberapa bulan kemudian .

esensial. bergerak timbul  Rigiditas : DD/ spastisitas – fenomena pisau lipat  Bradikinesia :DD/ gait apraxia – pada Normal Pressure Hydocephalus (NPH)  Penyakit-penyakit parkinsonisme yang lain . atau serebelar) – istirahat hilang.DIAGNOSA BANDING  Gejala klinis  Tremor : DD/ tremor oleh sebab lain (senilitas.

Penatalaksanaan Penyakit Parkinson .

Tujuan Terapi  Perbaikan keluhan/simtom  Kurangi disabilitas fungsional  Turunkan/hambat komplikasi jangka panjang : fluktuasi motor dan diskinesia  Perlambat progresi penyakit: neuroproteksi. .

belum ada/tersedia Terapi simtomatik  Farmakologis  Bedah  Penanganan keluhan non-motor  Restoratif — hanya eksperimental   Transplantasi Faktor neurotropik .Terapi Penyakit Parkinson   Terapi preventif  Yang definitif.

Kapan mulai terapi Terapi neuroprotektif definitif tak ada  Waktu untuk terapi simtomatis bersifat individual   Beratnya kerusakan fungsional  Gaya hidup penderita .

COMT inhibitor Geja/gangguan fungsi .Terapi Awal: Apa keluhan utama? Gejala predominan Tanpa gangguan fungsi Gejala ringan Gejala diskret Pilihan klinis Tunda terapi Amantadine. selegiline Tremor—antikolinergik Depresi—antidepresan Cemas—ansiolitik Levodopa. dopamine agonist.

Algoritma Penatalaksanaan Penyakit Parkinson PP Non-farmakologis Farmakologis Edukasi Neuroproteksi ? Selegiline Dukungan Gangguan fungsional Olahraga Terus monitor Nutrisi Ya Tidak .

Algoritma Penatalaksanaan Penyakit Parkinson Ya ?Antikolinergik ?Amantadine Deteriorasi Deteriorasi Agonis Dopamin Levodopa ↑ Dosis ↑ Dosis Terapi kombinasi Agonis dopamin + Levodopa .

Algoritma Penatalaksanaan Penyakit Parkinson Terapi kombinasi Agonis dopamin + Levodopa +/Penghambat COMT Efek samping Komplikasi Motorik Tak dapat dikontrol Terapi Medis Pertimbangkan Tindakan Bedah .

Terapi Non-farmakologis Pendidikan penderita/caregiver  Terapi fisik  Latihan/Olahraga  Terapi Okupasi  Terapi Bicara  Diet dan nutrisi  Intervensi psikososial  .

Terapi Farmakologis Disetujui FDA  Levodopa. Pergolide. Pramipeksol. biasanya dikombinasi dengan obat penghambat dekarboksilase  Agonis dopamin: Bromokriptin. Ropinirol  Penghambat COMT: Entacapone  Antikolinergik: Triheksifenidil  Amantadine  Penghambat MAO: Selegiline .

hipotensi postural. fluktuasi motorik. . perlu transport aktif melewati barier usus dan barier otak Dekarboksilasi cepat di perifer menjadi dopamin (bila tanpa penghambat dekarboksilase (carbidopa. diskinesia. cepat menjadi terapi pilihan PD Asam amino netral besar. benserazide) Efek samping: mual.Levodopa      Paling efektif bagi gejala2 parkinson Pertama dikembangkan tahun 1960an.

Agonis Dopamin  Stimulasi langsung reseptor dopamin  Tanpa konversi metabolik. bypass neuron nigrostriatal  Tanpa hambatan absorpsi  Waktu lebih panjang dari LD  Terapi ajuvan atau monoterapi  Perlambat fluktuasi motor dan diskinesia  Mungkin neuroprotekstif .

entacapone Potensiasi LD: cegah degradasi perifer dengan menghambat catechol O-methyl transferase Membantu baik pada PD awal dan fluktuasi .Penghambat COMT    Kelas terbaru obat anti-PD: tolcapone.

konstipasi. confusion. halusinasi.  Efek samping:  .Antikolinergik Deplesi dopaminergik – overaktif kolinergik  Pertama digunakan tahun 1950-an  Efektif terutama mengatasi tremor dan rigiditas  Agen yang sering dipakai:     Trihexyphenidyl: 2-15 mg/day Benztropine: 1-8 mg/day Ethopropazine: 10-200 mg/day Mulut kering. delirium. retensi urin. sedasi.

psikiatris  Dosis 200-300 mg/day  . bradikinesia. rigiditas & diskinesia  Mekanisme pasti: ?. PD? Kebetulan  Tremor.  Blok reseptor NMDA Efek samping — otonom.Amantadin  Agen antivirus. mungkin:  Meningkatkan pelepasan dopamin  Hambat reuptake presinaptik  Agonis reseptor dopamin.

 Mungkin bersifat neuroprotektif  Dosis: 5 mg saat pagi dan siang  Efek samping: insomnia. halusinasi.Selegilin  Penghambat MAO-B ieversibel  Hambat metabolisme dopamin di otak. mual  Interaksi potensial dengan trisiklik dan antidepresan .

Perjalanan Penyakit Parkinson Komplikasi selama terapi dan Progresi penyakit GEJALA DINI DIAGNOSIS “honeymoon period” “Lost Paradise” .

human fetal. xenotransplants. globus pallidus internus. genetically engineered transplants  Transplan  autologous .Terapi Bedah pada Parkinson  Ablatif  thalamotomy  pallidotomy  Stimulasi elektrik  VIM thalamus. sub-thalamic nucleus adrenal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful