PERCOBAAN 1 ANALISA PATI

1.1 PENDAHULUAN 1.1.1 1. 2. 1.1.2 Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah : Menghitung bahan alam yang berupa bahan makanan untuk menentukan kadar patinya Menentukan konstanta kecepatan reaksi (k). Latar Belakang Pati diperoleh dari berbagai macam jenis tumbuhan yang mengandung karbohidrat. Pati adalah karbohidrat yang mengandung polisakarida dengan rumus umum (C6H10O5)n yang merupakanpolimer satuan glukosa yang saling berkaitan melalui ikatan 1,4-α-d-glukosida. Di dalam pati terdapat amilosa dengan rantai lurus, dan amilopektin yang disebabkan oleh amilose yang menyerap iodium. Pati merupakan sumber kalori yang sangat penting karena sebagian karbohidrat dalam makanan terdapat dalam bentuk ini, seperti ubi jalar, ketela pohon, kentang dan pada biji-bijian seperti beras, gandum, dan bungur. Karena seringnya pati dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari, maka penting untuk menganalisa pati dalam bahan makanan. Pati dalam kentangmengandung d-glukosa dan 35% disakarida dan olisakarida yang terdiri atas dua monosakarida, d-glukosa dan d-fruktosa yang menjadi satu. Jenis gula ini di dapat dari gula bit dan tebu. Dalam industry jenis gula ini adalah produk organic utama dalam industri gula. Karena itu percobaan ini penting untuk dilakukan untuk membantu pemahaman praktikan dalam menganalisis pati.

Hasil reaksi harus dinetralkan dahulu dengan basa untuk menghilangkan sifat asamnya. Asam yang dapat digunakan adalah asam mineral seperti asam klorida.1. Dalam selulosa. dalam jumlah yang beraneka. Asam sulfat dan asam nitrat. tetapi dalam air panas. pati (starch) dan gula-gula lain. 1990 : 332). Di dalam pati terdapat amilosa dengan rantai lurus. serat.4-α-glukosida. Terdapat sekurang-kurangnya dua hal penting dalam struktur molekul pati dan selulosa. Bila dihidrolisis. meskipun molekul-molekul tak bercabang yang lebih kecil terdapat dalam pati. tanaman mengubah karbndioksida menjadi karbohidrat. Pati diperoleh dari bernagai jenis tumbuhan yang mengandung karbohidrat. satuan-satuan ini umumnya dihubungkan dalam suatu pola rantai bercabang. yaitu dalam bentuk selulosa.4-α-glukosida dan pati membentuk dextrin atau glukosa tergantung pada derajat pemecahan rantai polisakarida. Molekul pati akan menyerap air sehingga agak keruh seperti lem. Melalui fotosintesis. dan jaringan kayu. Jika hidrolisis dilakukan dengan menggunakan katalisator asam.2 DASAR TEORI Karbohidrat adalah hasil alam yang melakukan banyak fungsi penting dalam tanaman maupun hewan. Reaksi hidrolisis dapat dinyatakan dengan persamaan: (C6H10O5)n + nH2O → nC6H12O6 Dan berlangsung sangat lambat untuk mempercepat reaksi perlu ditambahkan katalisator yang dapat berupa asam atau enzim. Dan amilopektin yang rantainya bercabang. Dalam pati. Selulosa adalah komponen struktur pada tanaman yang digunakan untuk membangun dinding sel yng kaku. . satuan glukosa diletakkan ujung ke ujung untuk membentuk molekul mirip kawat panjang. Pati tidak larut tidak dalam air dingin. air akan menyerang ikatan 1. Oleh sebab itu pemilihan jenis asam perlu dipertimbangkan dari jenis bahan baku yang dihidrolisis dan pemanfaatan hasil. Pati adalah berbentuk utama penyimpan karbohidrat yang digunakan sebagai sumber makanan atau energy (Hart. Pati adalah karbohidrat yang mengandung polisakarida dengan rumus umum yang (C6H10O5)n merupakan polimer satuan glukosa yang saling berkait melalui ikatan 1.

unit-unit glukosa (50-300) membentuk rantai lurus yang berikatan warna biru tua yang diberikan pada penambahan 10d pada pati adalah contoh pembetukkan kompleks tersebut (Hart. rantai utama dari amilopektin mengandung 1. hidrolisis sempurna menghasilkan D-glukosa (Stevens. Pine. 2001 : 602). Dalam pati alam biasanya ada sekitar 3 kali amilopektin lebih banyak dibandingkan amilosa. 1988 : 845). H+ banyak satuan glukosa (Fessenden. Akan tetapi. karena strukturnya bercabang dan permebilitasnya pati tidak cocok untuk aplikasi plastic / serat bagaimana selulosa. Amilopektin. penyusun yang bersifat serat dan tumbuhan dan komponen utama dari kapas. Jika lebih dari delapan satuan mosakarida diperoleh dari hidrolisis maka karbohidrat itu disebut polisakarida. dan terjadi banyak bercabangan rantai melalui karbon 6. pati berbeda dari sselulosa dalam dua cara utama: cincin-cincin glikosa bersambungan bersaama melalui karbon-karbon 1 dan 4 oleh ikatan α bukan ikatan ß. Selulosa. Pati atau selulosa H2O. Dari segi struktur kimia. Pati dapat dipisaahkan menjadi dua fraksi utama berdasarkan kelarutan bila dibubur (triturasi) dengan air panas. Pada amilosa. yang menyusun 20% pati. Meskipun juga terdapat banyak / proporsi salah satunya yang jauh lebih tinggi pada beberapa tumbuhan. Seperti rantai dalam amilosa. 1990 : 350). Pati bermanfaat sebagai selulosa. (Stanley. yaitu amilosa dan amilopektin. mengandung 1000 satuan glukosa atau lebih per molekul. sekitar 20% pati adalah amilosa (larut) dan 80% sisanya ialah amilopektin (tidak larut). amilopektin bercabang sehingga terdapat satu glukosa ujung untuk kirakira 25 satuan glukosa (Fessenden. Pati merupakan polisakarida paling melimpah kedua. contoh polisakarida adalah pati yang dijumpai dalam gandum dan jagung.4-α-d-glukosida. H. Pati dapat dipisahkan dengan macam-macam pelarut dan teknik pengendapan menjadi dua bagian. Pati bermanfaat sebagai bahan makanan karena . suatu poliskarida yang jauh lebih besar daripada amilosa.misalnya pati dan kentang mengaandung d-glukosa dan 35% disakarida dan disakarida yang terdiri atas dua monosakarida d-glukosa dan d-pruktosa yang terikat menjadi satu. 1992 : 241). seperti juga seluloa. 1990 : 354). Tida seperti amilosa.

molekul karbohidrat lain dinamakan ggula sederhana atau monosakarida. kedua nama ini sering dipertukarkan. . pati juga dipakai dalam formulasi-formulasi bahan perekat (missal kanji) dan sebagai bahan penguji (Stevens.hewan-hewan memproduksi enzim yang diperlukan unttuk mengkatalisis hidrolisis ikatan α. trisakarida mengandung tig monosakarida terikat. sedangkan polisakarida adalah rantai panjang yang tersusun dari nayak monosakarida (Wilbraham dan Matta. 2001 : 605). 1992 : 103). Kimia karbohidrat sarat istilah. Misalnya. Disakarida adalah senyawa yang terdiri dari dua monosakarida terikat.

Labu didih Pendingin balik Hot plate Stirrer Statis Magnet stirrer Pemanas .hot plate 200 ml.kutas saring . 2.1.sudip . 6. 5. 3.3.3 METODOLOGI PERCOBAAN 1. 4.pipet tetes 500 ml 50 ml 50 ml 50 ml .pipet volume 25 ml . 7. 500 ml.stirrer .propipet - Deskripsi alat : Keterangan : 1.corong .1 Alat yang digunakan dan deskripsi alat : Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : - Erlemeyer Beker gelas Labu didih Labu ukur Gelas ukur Buret Gelas arloji Kondensor 250 ml .

1 N.Indicator PP .1 m .3. Mengambil larutan hidrolisis yang telah disaring 5.5 gram pati tapioca. lalu mendiamkan sampai dingin 2. Air pendingin masuk dan keluar Gambar 1.Metilen Biru 1. lalu mengkodensasinya selama 20 menit. Mengecerkan dengan akuades hingga 50 ml lalu memasukan ke dalam buret . Menimbang 2.Akuades .3.1 m .Fesiling A dan B .2 alat perebus pati 1. Menitrasi dengan NaOH yang ada dalam buret 7. memasukkan ke labu didih 500 ml dan magnet stirrer.NaOH 0. Menambahkan 3 tetes indicator PP 6. Mengisi buret dengan NaOH 3.2 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : .8.Hcl 0. menambahkan 125 ml HCl 0. Menyaring larutan hidrolisis dengan kertas saring 4.3 Prosedur percobaan 1.Pati tapioca .Glukosa .

4. 1. 9.5 gram VHCl = 125 ml t = 20 menit Tabel 1. Hasil Pengamatan Langkah Kerja Menimbang pati Menambahkan HCl 0.5 ml seliling B. lalu memasukkan ke dalam enemeyer 250 ml. Menambahkan 3 tetes indicator mesil biru 11. 10. Memasukkan 2. Memasukkan 2. hingga terdapat endapan merah bata. 4.8.5 seliling B ke dalam erlemeyer dan dilitrasi dengan glukosa.1 N Menghidrolisis larutan Mendinginkan. 5. 2.HASIL PENGAMATAN 1. 1. Saat warna b iru hampir hilang dan membentuk endapan merah bata. lalu memanaskan campuran sampai mendidih sambl menitrasi dengan larutan hidrolisis.5 ml seliling A dan 2.4.1 NO. 3.5 ml seliling A dan 2. Menitrasi larutan.1 Tabel Pengamatan . masukkan 3 tetes indicator metilen biru. menyaring Mengambil hidrolisis larutan hasil V= 10 ml Hasil m = 2.

Pemanasan dilakukan selama ±20 menit.9 ml V= 50 ml 8.9 ml Vtitrasi = 10. 7. Pemanasan dilakukan agar pati dapat menyerap air sehigga terjadi reaksi gelatinasi.8 ml hidrolisis sambil dipanaskan Vakhir= 49. 1. 12. Dan bahan makanan yang diuji dalam percobaan kali ini adalah pati tapioca. pati ditambahkan HCl 0. dimana titik didih HCl sebesar 110oC. Menambahkan 3 tetes indikator pp Menitrasi dengan NaOH agar Warna larutan menjadi pink netral VNaOH awal= 0 ml VNaOH akhir= 10.1 M untuk melarutkan pati. Untuk mempercepat reaksi pati tapioca dengan HCl tersebut digunakan magnetic stirrer. Setelah dilarutkan.5 ml Vtitrasi= 42. Mengencerkan larutan dengan akuades masing-masing 5 mL.4.6. Fungsi penambahan HCl adalah sebagai pengaktif air karena HCl mengandung ion H+. 13. Reaksi gelatinasi adalah berkurangnya viskositas.2 Pembahasan Percobaan analisa pati ini dilakukan untuk mengetahui kadar pati yang terkandung dalam bahan makanan yang berasal dari alam. tegangan muka dan sifat gelnya.7 ml 11. Dalam percobaan ini. Menetesi 3 tetes MB ketika warna larutan biru tua dan tidak ada warna biru hampir hilang fehling B Menitrasi dipanaskan campuran endapan Warna larutan biru tua fehling Vtitrasi= 50 ml Memasukkan fehling A dan V= 5 ml dengan glukosa murni sambil Warna larutan biru tua dan ada endapan. 9. Titrasi dengan larutan hasil Vawal= 6. V = 5 ml Mengambil Fehling A dan B Warna larutan biru tua dimasukkan ke erlenmeyer 10. . larutan dipanaskan hingga mendidih.

Tetapi hal ini tidak terjadi karena kandungan pati tapioca sangat sedikit. Reaksi pencampuran fehling A dan fehling B: CuSO4 + 2NaOH → Cu(OH)2 + Na2SO4 Titrasi dilakukan hingga warna biru hilang atau hampir hilang. Setelah dihidrolisis. Kemudian ditambahkan 3 tetes metilen biru yang memiliki trayek pH sebesar 10-13. karna jika reaksi menggunakan larutan NaOH. Indicator pp memiliki range pH sebesar 8.9 mL. sehingga volume larutan tetap.0-9. Titrasi terus dilanjutkan hingga terbentuk endapan merah bata. agar tidak mengendap. Uap tersebut masuk dalam kondensor.6. Pada saat fehling A dan fehling B .Bahan yang dihidrolisis dipanaskan dengan tujuan agar pati meneyerap air dan bahan yang dihidrolisis dihubungkan dengan kondensor untuk menjaga volume larutan agar tetap konstan. sebagai berikut: HCl + NaOH → NaCl + H2O Dari penetralan ini akan terbentuk garam dan air. maka akan bersifat eksoterm. lalu disaring dan diambil sebanyak 10 mL alu ditambahkan indicator pp. dengan volume titrasi 10. reaksinya. Penggunaan indicator pp dikarenakan pp memiliki warna asam tidak berwarna dan warna basa merah.6. saat ditambahkan indicator metil biru warna larutan menjadi biru keungu-unguan dan terdapat endapan berwarna merah bata. Sehingga uap itu berubah menjai cair kembali dan turun ke dalam labu dididh. Penetralan ini dilakukan pada suhu campuran dingin. Larutan tersebut digunakan untuk menitrasi fehling A dan fehling B. Pati bersifat asam karena itulah pp tidak berwarna saat ditambahkan dalam pati dan pp membuat terbacanya titik ekivalen saat titrasi denan NaOH. Kondensasi yang terjadi adalah pada saat larutan dipanaskan menimbulkan uap. Warna campuran fehling A dan fehling B biru tua. Air tersebut membuat uap mengembun lebih cepat. Fehling A mengandung CuSO4 dan fehling B mengandung NaOH dan garam Rochelle yang bersifat mengikat Cu sebagai CuO dalam larutan. larutan tersebut dididnginkan. Adapun reaksi yang terjadi: C6H10O5 + nH2O → nC6H12O6 Setelah itu larutan fehling A dan fehling B kembali diambil dan dititrasi dengan larutan glukosa murni. Uap tersebeut berada di dalam pipa yang bagian luarnya terdapat air dingin yang terus dialirkan.

Dari perhitungan. jika menggunakan asam berlebihan menyebabkan garam yang dihasilkan lebih banyak dan dapat mempengaruhi analisis glukosa. Faktor-faktor yang mempengaruhi lajunya sebuah reaksi hidrolisis pati. pensen konversi yang di dapat adalah sebesar 19. Suhu. jika waktu pemanasan terlalu lama maka juga dapat merusak hidrolisis pati. b.22% 3.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah : 1.5.dititrasi dengan glukosa endapan merah bata yang terbentuk menandakan tejainya titik ekivalen. Pemanasan pada pati berfungsi untuk memepercepat tumbukan antar partikel-partikel zat yang bereaksi. jika suhu yang digunakan terlalu panas maka dapat merusak hasil hidrolisis patinya.22%. Konsentrasi katalis. 19. adalah : a. 2. 1. Waktu.5 PENUTUP 1. Kadar pati yang diperoleh dari percobaan ini adalah sebesar . c.

DAFTAR PUSTAKA Fessenden. S . Jakarta Stevens. 1998. Jakarta Hart.1. Paradya Paramitha. hendaknya praktikan berhati-hati dan teliti dalam melakukan percobaan ini agar benar-bennar di dapatkan hasil yang sesuai seperti teori.Matta.5.S. 2001. Jakarta Stanley. Anthony C. Erlangga. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat. Pine. dan Michael. ITB.2 Saran Saran yang dapat diberikan dalam percobaan ini adalah. Erlangga. R. Pengantar Kimia Organik Hayati. H. ITB. Bandung. 1990. Malcolm. Harold. dan Fessenden J. Kimia Polimer. Bandung Wilbraham. S. . Kimia Organik Jilid 2. Kimia Organik 2. 1992. 1990.

9 mL)) = 29. (%)? Mpati Vhcl 2.....1 mL m pati VHCl Vtitrat k Ditanya Jawab : C= = 2..5 gram 125ml = = 0..02 gr/ml .LAMPIRAN PERHITUNGAN Diketahui : VH2O = (Vpengenceran – (VHCl + VNaOH)) = (50 mL – (10 mL + 10.5 gr = 125 ml = 10 ml =1 : % konversi.

1 mL x 10 mL x 0.1 = 19.02 gr/ml x 0.9 10.9 mL = x100% 2.9 % konversi = Vnaoh x100% w.Vh2o x Vo x C x 0.5 gr .22 % .k 29.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful