TEORI AKUNTANSI DAN PERUMUSANNYA

Dr. Zaki Baridwan, SE., M.Si., Ak.

Abstraksi: Makalah ini membahas tentang teori akuntansi dan perumusannya. Pada awal pembahasan menguraikan tentang pendekatan-pendekatan tradisional dalam formulasi teori akuntansi. Selanjutnya dalam makalah ini menguraikan tentang pendekatan regulatori formulasi teori akuntansi.

A. PENDAHULUAN Berbagai pendekatan telah dilakukan dari waktu kewaktu untuk merumuskan suatu teori akuntansi. Beberapa pendekatan dikenal sebagai pendekatan tradisional dikarenakan pendekatan tersebut diwarnai oleh tidak adanya proses verifikasi yang sungguh-sungguh dilakukan dalam upaya mengembangkan suatu teori akuntansi . pendekatan-pendekatan tradisonal lebih merupakan penelitian konvensional daripada aliran baru dalam penelitian yang bersandar pada penalaran tradisional dalam merumuskan kerangka akuntansi konseptual. Proses penetapan dan pelaksanaan standar merupakan masalah serius dalam profesi akuntansi dan bagi pihak-pihak yang berkepentingan . penentuan mekanisme terbaik dalam menetapkan keseragaman standar akuntansi merupakan faktor penting agar standar akuntansi dapat diterima dan bermanfaat. Makalah ini membahas tentang berbagai pandangan tentang akuntansi dan pendekatan dalam perumusan teori akuntansi. Selanjutnya paper ini membahas tentang pendekatan regulatory formulasi teori akuntansi,dan dalam subbahasan ini diuraikan tentang sifat dan tujuan standar, entitas yang terkait, penyusun standar, legitimasi penyusunan standar dan accounting standards overload.

1

ekonomi dan politik tertentu. komoditas. 2) Akuntansi sebagai bahasa. Terakhir.SIFAT DASAR AKUNTANSI: BERBAGAI PANDANGAN TERHADAP AKUNTANSI Terdapat berbagai pandangan mengenai akuntansi. akuntansi melakukan suatu bentuk dan menjadi sarana untuk mengaburkan hubungan sosial yang membentuk usaha produktif. dapat diartikan bahwa teori akuntansi dapat diekspresikan dalam wujud kata atau tanda (sign). Akuntansi sebagai bahasa dapat dilihat dari teori sintaktik. realitas ekonomi saat ini dan system informasi. Sementara teori semantik berkaitan dengan penjelasan mengenai fenomena (obyek atau peristiwa) dan istilah atau simbol yang mewakilinya. Sejalan dengan pendapat Weber bahwa akuntansi merupakan wujud dari tindakan rasionalisasi ekonomi.Teori sintaktik digunakan untuk menjelaskan praktik akuntansi dan memprediksi bagaimana akuntan akan bereaksi pada situasi atau bagaimana mereka melaporkan peristiwa tertentu. Pandangan lain menyatakan bahwa akuntansi merupakan instrumen rasionalisasi ekonomi dan alat system kapitalisme. Teori Pragmatik menjelaskan pengaruh informasi akuntansi terhadap perilaku pengambil keputusan. symbol dan kegiatan ritual yang memungkinkan penciptaan suatu tatanan simbolis di mana didalamnya agen-agen sosial berinteraksi. Teori pragmatik ini dimaksudkan untuk mengukur dan 2 . Dengan demikian teori ini berkaitan dengan struktur proses pengumpulan data dan pelaporan keuangan. Akuntansi sebagai idiologi dimaksudkan sebagai sarana untuk mendukung dan melegitimasi tatanan sosial. Sebagai contoh teori dari segi sintatik adalah bahwa bagian satu informasi keuangan berhubungan secara logis dengan bagian lainnya. Selain sebagai idiologi. Masing-masing pandangan tersebut akan disajikan secara lebih terperinci sebagai berikut: 1) Akuntansi sebagai idiologi. Dalam memandang akuntansi sebagai bahasa. Akuntansi dapat dipandang sebagai suatu idiologi. catatan masa lalu perusahaan.B. Jadi teori ini memberikan penjelasan mengenai definisi operasional dari praktik akuntansi. bahasa. semantik dan pragmatik. akuntansi juga dipandang sebagai sebuah mitos. Menurut Karl Marx.

kemanfaatan pengertian akuntansi sebagai suatu sistem informasi adalah memungkinkan penelitian empiris dibidang keperilakuan. 3 . Untuk pandangan ini argumen yang utama adalah laporan neraca dan rugi laba seharusnya menggambarkan realitas ekonomi saat ini dibandingkan dengan menggunakan historical cost. Dalam pengertian ini akuntansi dipandang sebagai cara penyajian sebuah sejarah perusahaan. psikologi. Perkembangan pertanggungjawaban agen kepada prinsipal mengalami berbagai perkembangan. 3) Akuntansi sebagai catatan peristiwa masa lalu.mengevaluasi pengaruh ekonomi. Dengan merujuk pada pengertian akuntansi sebagai suatu sistem informasi menjadikan akuntansi sebagai satu-satunya ukuran formal dalam organisasi. 4) Akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini. yang dengan hal ini definisi akuntansi dikatakan lebih unggul karena bermanfaat bagi kepentingan empiris maupun konseptual. dengan pengertian tersebut dimungkinkan untuk merancang sistem yang lebih optimal bagi kepentingan pengguna. dan sosiologi pemakai terhadap alternatif prosedur akuntansi dan media pelaporannya. Periode asset-utilization mengacu pada kepentingan agen untuk menetapkan inisiatif pemakaian aset sesuai yang telah direncanakan atau pengukuran efektifitas penggunaan aset. 5) Akuntansi sebagai suatu sistem informasi. Tujuan dari pendekatan ini adalah ingin menyajikan true income. Untuk kedua periode ini laporan neraca sudah dipandang cukup memadaai. asset-utilization dan openen-ended. Selain itu. Sejarah ini menmggambarkan hubungan agen dan prinsipal dalam hal stewardship. Terakhir. Untuk periode pure custodial dan tradisional custodial menekankan pada fungsi-fungsi agen dalam memelihara aset prinsipal. Padangan atas akuntansi sebagai sistem informasi mendasarkan pada asumsi bahwa akuntansi sebagai suatu proses yang menghubungkansumber informasi atau transmitter (akuntan). traditional custodial. Sementara dalam proses komunikasi terdapat sender dan receiver. Perkembangan tersebut meliputi periode pure custodial. saluran komunikasi dan sekumpulan penerima(stakeholder). Periode open ended memberikan keleluasaan dan flexibilitas bagi agen untuk memanfaatkan aset.

Pendekatan deduktif. Dengan pendekatan ini. permintaan dan penawaran akan informasi tersebut akan terjadi. mekanisme pasar. Sebagai komoditas. Mendasarkan pada pendekatan pragmatis. (4) Mengembangkan teknik akuntansi.kedua pendekatan nonteoritis ini mengasumsikan bahwa teori yang baik jika teori tersebut bermanfaat secara praktis bagi user. harga.6) Akuntansi sebagai komoditas. 4 . seharusnya prinsip dan teknik-teknik akuntansi dipilih atas dasar kebermanfaatannya bagi pengguna informasi dalam kaitannnya dengan pengambilan keputusan. politik dan sosiologi. Dalam pendekatan non teoritis lebih banyak menggunakan pendekatan pragmatis dan pendekatan otoritarian. akuntansi akan memunculkan pasar informasi akuntansi. Dalam pengertian ini akuntansi dianggap sebagai suatu hasil dari aktivitas ekonomi. Secara umum langkah yang digunakan dalam perumusan teori akuntansi berdasarkan pendekatan deduktif adalah sebagai berikut : (1) Menentukan tujuan pelaporan keuangan. dimulai dari proporsi akuntansi dasar sampai dihasilkan prinsip akuntansi yang rasional sebagai pedoman dan dasar untuk mengembangkan teknik-teknik akuntansi. C. Sementara pendekatan ototarian adalah perumusan teori akuntansi oleh kekuatan organisasi profesi. Sebagai konsekuensinya. (2) Memilih postulate akuntansi yang sesuai dengan kondisi ekonomi. Pendekatan yang kedua dalam perumusan teori akuntansi adalah pendekatan teoritis yang pendekatan tersebut akan dijelaskan sebagai berikut : a.PENDEKATAN DALAM PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI Pendekatan dalam perumusan teori akuntansi terdiri dari pendekatan non teoritis maupun pendekatan teoritis. perumusan-perumusan teori akuntansi yang didasarkan pada pendekatan deduktif. Pendekatan otoritarian meenghasilkan peraturan-peraturan praktik akuntansi. (3) Menentukan prinsip akuntansi.

terkoordinasi. Scott menyatakan 5 . Sedangkan Kelemahan Pendekatan Induktif adalah: i) Seringkali observer dipengaruhi ide-ide yang tidak didasari tentang jenis hubungan yang diamati dan jenis data yang diamati. d) Pengujian terhadap generalisasi. Dalam pendekatan etis ini perumusan teori akuntansi lebih mengedepankan kewajaran. Langkah yang dilakukan dalam pendekatan induktif adalah sebagai berikut : a) Mencatat semua observasi b) Menganalisis dan mengklasifikasi hasil observasi. c) Hasil observasi kemudian digeneralisasi. Sedangkan kelemahan pendekatan deduktif dalah pendekatan deduktif yang didasarkan pada ponsulat dan tujuan tertentu yang kemungkinan salah. Keuntungan pendekatan induktif adalah bahwa pendekatan ini didasarkan pada kebebasan dimana perumusan teori akuntansi tidak dibatasi oleh struktur dan model yang telah diyakini/disiapkan sebelumnya. Pendekatan Induktif. b. lengkap dan setiap tahapan berjalan dengan logis.keseimbangan. sehingga dapat dirumuskan berbagai kesamaan dan ketidaksamaan. Selain itu.Keuntungan pendekatan deduktif adalah kemampuan untuk merumuskan struktur teori yang konsisten. dan kebenaran. dan model yang dihasilkan dari pendekatan deduktif dapat digunakan sebagai standar dalam mengevaluasi berbagai praktik akuntansi. otomatis prinsip yang dihasilkan juga salah. pendekatan deduktif juga terbukti sering menghasilkan prinsip yang terlalu teoritis sehingga tidak dapat diterangkan dalam praktik. Proses penalaran yang menggunakan pendekatan induktif didasarkan pada hasil observasi dan pengukuran yang terinci. Dengan kata lain pengamat mungkin dipengaruhi unsur bias yang tidak disadari. Pendekatan etis. ii) Data yang digunakan dalam observasi cenderung berbeda antara suatu perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain c.

prediksi dan positif. Pendekatan eklektik merupakan pendekatan gabungan dari berbagai pendekatan yang telah disebutkan. Justice atau keadilan merujuk pada perlakuan seimbang pada seluruh pihak yang berkepentingan. atau sektor publik yang digunakan? 6 . Pendekatan eklektik. Pendekatan ini berupaya melibatkan individu. Pertanyaannya haruskah pendekatan pasar bebas. Focus utama dalam pendekatan ini adalah mengenai konsep kesejahteraan ekonomi secara umum. Pendekatan ekonomi dalam merumuskan teori akuntansi lebih mendasarkan pada pengendalian perilaku indicator-indikator ekonomi secara makro yang diakibatkan oleh berbagai praktik akuntansi. dengan pendekatan regulatori. Prinsip atau teknik akuntansi akan disesuaikan dengan dampaknya pada berbagai kelompok masyarakat. sektor swasta. dan organisasi pemerintah dalam merumuskan teori akuntansi. Pendekatan ini merupakan awal dari perkembangan akuntansi sosial. f.bahwa kewajaran dalam penyajian pelaporan keuangan. e. Pendekatan ekonomi. Teknik atau prosedur akuntansi yang digunakan bergantung pada pengaruhnya terhadap barang ekonomi nasional. pemerintah. Pendekatan sosiologis. keperilakuan. D. Truth atau kebenaran dimaknai sebagai keakuratan pelaporan keuangan dan benar tanpa adanya kesalahan intepretasi. perumusan teori akuntansi menekankan pada akibat-akibat sosial yang ditimbulkan dari teknik-teknik akuntansi.PENDEKATAN REGULATORI DALAM FORMULASI TEORI AKUNTANSI Proses penetapan standar menjadi masalah serius agar standar akuntansi dapat diterima dan bermanfaat. d. Pendekatan ini merupakan perluasan dari pendekatan etis yang merupakan pengembangan dari konsep fairness dengan istilah social welfare. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Hasil dalam pendekatan eklektik antara lain perumusan teori akuntansi peristiwa.

Mengarah pada pencapaian keseragaman penyajian laporan keuangan 3. regulasi perusahaan. kinerja. solusi diterapkan Biasanya standar hanya sampai poin 1 dan 2.Sifat-sifat Standar Akuntansi Tiga bagian standar akuntansi: 1. Memerlukan pembuatan keputusan baik secara eksplisit maupun implisit tentang persetujuan penilaian aset dan penetapan income. perencanaan serta regulasi ekonomi dan meningkatkan efisiensi ekonomi serta tujuan sosial lainnya. 4. Standar menyaikan kumpulan data bagi pemerintah tentang berbagai variabel yang patut dipertimbangkan dalam bidang perpajakan. Penyebarluasan standar menghasilkan banyak kontroversi dan perdebatan baik dalam 7 . membedakan persyaratan kepada empat tipe: 1. 3. Pertimbangan standar yang harus diperhatikan : 1. Standar menyajikan informasi tentang posisi keuangan. Standar menyajikan petunjuk dan aturan tindakan bagi akuntan publik yang memungkinkan pengujian secara hati-hati (due care) dan Terkait dengan Edey independen saat menggunakan keahlian dan integritasnya dalam mengaudit laporan perusahaan serta saat membuktikan kewajarannya. Melakukan pengungkapan terhadap hal-hal khusus di mana pengguna diminta untuk melakukan pengujian terhadap kebijakan yang dibuat. Pembahasan dengan penalaran atau pemecahan masalah 3. Standar menghasilkan prinsip dan teori yang penting bagi seluruh pihak yang berekepntingan dalam disiplin ilmu akuntansi. Selanjutnya sejalan dengan keputusan atau teori. Uraian masalah yang harus diatasi 2. dan aktivitas sebuah perusahaan bagi seluruh penggna informasi 2. Menyatakan bahwa akuntan harus melaporkan pada masyarakat tentang apa yang mereka lakukan dengan mengungkapkan metode-metode serta asumsi-asumsi (kebijakan akuntansi) yang digunakan 2. 4.

A Statement of Basic Accounting Theory (1966). An inquiry into Nature o Accounting (Goldberg. 3.lingkungan praktik maupun akademik. Entitas yang Menaruh Perhatian pada Standar Akuntansi Pihak-pihak yang menaruh perhatian atas Standar Akuntansi adalah: 1. sebagai organisasi profesi yang mengkoordinir praktik para akuntan publik bersertifikat (CPA) di Amerika Serikat. Tujuan Penyusunan Standar Ada dua pendekatan penyusunan standar yang muncul: 1. 1964). sebagai pihak yang menyatakan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan disajikan secara wajar akurat seluruh hasil aktivitasnya. Pendekatan penyajian kebenaran. Kantor-kantor Akuntan Publik dan Individu. menekankan pada pengguna standar dengan konsekuensi ekonomi yang baik serta konsekuensi ekonomik yang buruk. A Statement on Accounting Theory and Theory Acceptance. AICPA membentuk Accounting Principle Board (APB) sebagai petunjuk praktik-praktik akuntansi kecuali digantikan oleh pernyataan FASB. 2. American Accounting Association (AAA). AICPA pada divisi penelitian memiliki ARS (Accounting Research Study). An Introduction to Corporate Accounting Standards (Patton dan Littleton. sebuah keadaan yang lebih baik daripada apatis. Pada tahun 1959. Hasilnya ada 4 APB dan 12 ARS. menginginkan laporan yang netral dan berusahan mencapai penyajian yang benar melalui proses penyusunan standar 2. Pendekatan konsekuensi ekonomik. 8 . 1940). Hasil dari AAA adalah A Tentative of Accounting Principles Underlying Corporate Financial Statements. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA). merupakan organisasi untuk para akuntan di idang akademik maupun individu yang tertarik pada perbaikan praktik dan teori akuntansi.

5) kalangan berita keuangan. Securities and Exchange Commission (SEC). Financial Accounting Standards Board (FASB). Pengguna tidak langsung meliputi: 1) analis dan konsultan keuangan. Sifat badan ini adalah otoritatif. 10) departemen pemerintahan lainnya. 2) pemberi pinjaman (kreditor) dan pemasok. independen dengan tugas menetapkan dan meningkatkan standar laporan akuntansi keuangan. Organisasi Profesi Lainnya. 7) serikat pekerja. Teori-teori kepentingan kelompok atau teori perebutan (interest group or capture theories). menyatakan bahwa regulasi disajikan untuk menggapi permintaan 9 . seperti organisasi akuntansi internasional maupun organisasi akuntansi negara-negara lain di dunia. dan 6) pelanggan. 4) otoritas yang terkait dalam regulasi. 4) dinas perpajakan. menyatakan bahwa regulasi disajikan untuk menanggapi permintaan publik akan koreksi terhadap ketidakefisienan atau ketidaklayakan harga pasar. 9) masayarakat umum. 5. 7. terdiri atas pengguna langsung dan tidak langsung. Siapa yang Seharusnya Menyusun Standar Akuntansi a. dibentuk oleh Kongres pada tahun 1934 dengan tanggung jawab utama menangani administrasi berbagai ketentuan yang meregulasi pasar saham dan menjamin laporan serta pengungkapan yang memadai dari setiap perusahaan di Amerika Serikat. Teori-teori kepentingan umum (public interest theory). 6. 5) organisasi pekerja. Pengguna langsung adalah 1) pemilik dan pemegang saham perusahaan. 6) asosiasi dagang.4. FASB merupakan satusatunya badan penyusun standar yang diakui oleh SEC. 2. Para Pengguna Laporan Keuangan. adalah badan yang menggantikan APB pada tahun 1973 untuk menetapkan standar-standar akuntansi baru. 3) pengacara. Tujuan utamanya adalah melindungi dan menjamin kepentingan umum. Teori-Teori Regulasi Ada dua teori utama terkait regulasi: 1. 3) manajemen perusahaan. 2) pasar saham. 8) kompetitor.

Keengganan perusahaan untuk mengungkapkan informasinya . Adanya penyelewengan 3. dengan tujuan untuk memaksimalkan income anggotanya. 10 . Pendekatan Pasar Bebas Pendekatan asar bebas dalam menghasilkan standar akuntansi dimulai dengan asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan produk yang bersifatekonomis sehingga informasi akuntansi merupakan subyek kekuatan permintaan dari pengguna dan disediakan oleh para penyaji. Dua versi dari teori ini adalah: 1) The political rulling-elite theory of regulation. Badan swasta yang menyusun akuntansi adalah Committee on Accounting Procedure (CAP) dan FASB. b. 2) The economic theory of regulation. menekankan pada kekuatan ekonomi. Regulasi Sektor Swasta tentang Standar Akuntansi Pendekatan sektor swasta dalam regulasi akuntansi berdasar asumsi bahwa kepentingan publik atas akuntansi akan terlayani dengan baik apabila penyusunan pada sektor swasta. menekankan penggunaan kekuatan politis untuk mendapatkan pengendalian regulator. sebagai pihak yang menguasai informasi tentang dirinya sendiri. c. Pihak yang mendukung regulasi menggunakan argumentasi kepentingan umum berdasarkan kegagalan pasar yang disebabkan oleh: 1. Penyajian informasi akuntansi (sebagai produk umum) secara tidak semestinya. Hasilnya adalah jumlah penyajian akuntansi yang optimal dan tingkat haga yang optimal pula. 2. d.kelompok tertentu . Haruskah Kita Meregulasi Akuntansi? Pihak yang tidak menginginkan regulasi menggunakan teori agensi untuk memepertanyakan mengapa harus ada insentif untuk membuat laporan keuangan yang andal dan sukarela bagi pemilik.

e. Regulasi Sektor Publik tentang Standar Akuntansi Sektor publik telah mendapatkan banyak legitimasi di berbagai negara. 2. Bahwa resolusi alternatif laporan keuangan akan mensyaratkan “kebijakan nilai atau etika yang akan dipertukarkan dengan kesejahteraan seseorang dan dalam dimensi apa terhadap kesejahteraan siapa. Prognosis pesimistik diperluas untuk menunjukkan: 1. Dengan demikian terbukti bahwa tidak ada sekumpulan standar (yang diterapkan sebagai alternatif ) yang ada akan meranking alternatif-alternatif akuntansi dalam hubungannya dengan knsistensi preferensi dan keyakinan individual. Bahwa pemilihan alternatif laporan keuangan “pada akhirnya memerlukan pertukaran antara keuntungan seseorang di satu sisi dengan yang lainnya. Contoh sektor publik yang berperan dalam penyusunan standar akuntansi adalah SEC. Prognosis Pesimistik Prognosis pesimistik dilandasi oleh teorema Demski: 1. Legitimasi Proses Penyusunan Standar a. Apa yang muncul dari usaha ini adalah bahwa teori pemilihan rasional tidak menawarkan adanya harapan solusi untuk isu pemilihan alternatif laporan keuangan. 11 . 2. Proses penyusunan standar akuntansi harus memuaskan kondisi Arrow agar dapat disahkan. telahelah diinterpretasikan teori akuntansi sebagai penyaji suatu peringkat yang lengkap dan transitif dari alternatif-alternatif akuntansipada tingkat individual. Tidak akan ada sekumpulan standar yang selalu mencari alternatif sesuai preferensi dan keyakinan Kesimpulannya.

sebagai akibat keadaan yang mewarnai pengujian otorisasi yang tidak dapat dihindari. Standar bertujuan umum (generally-purpose standards) yang gagal dalam menyajikan perbedaan kebutuhan di antara para penyaji. Prognosis Optimistik Prognosis optimistik dikemukakan oleh Cushing. Entitas publik dan non publik b. Standar yang terlalu banyak 2. Tidak ada standar yang kaku.b. dapat membentah legitimasi FASB dengan menekankan fisibilitas dan ketidakrelevanan Arrow’s Impossibility Theorem untuk menilai legitimasi FASB dalam proses penyusunan standar. 5. Singkatnya. Chamber. Standar bertujuan umum (generally-purpose standards) yang gagal dalam menyajikan perbedaan antara: a. dan CPA. Lgitimasi FASB diselesaikan oleh Johnson dan Solomon dengan individualistic constitutional calculus yang didasrkan pada pemikiran bahwa suatu proses penyusunan akan sah apabila proses tersebut dilanjutkan dengan menerima masukan untuk menghadapi tantangan kredibilitas. Standar yang terlalu rumit 3. Perusahaan besar dan kecil 12 . membuat pemilihan aplikasi menjadi sulit 4. pengguna. legitimasi dapat diberikan apabila tekah berhasil menghadapi keidakpastian dan telah teruji daya tahannya. Accounting Standards Overload Accounting Standards Overload pertama kali diungkapkan oleh David Moss terkait dengan pertumbuhan akuntansi. Ciri-cirinya adalah: 1. Laporan keuangan tahunan dan interim c. dan Bromwich dengan menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu dimungkinkan untuk menyeleksi standar akuntansi tanpa mengisolasi kondisi Arrow (atau hanya dengan mengabaikan sejumlah kecil aspek dari suatu kondisi atau lebih).

sehingga ada PABU tersendiri untuk entitas tertentu. Perubahan dalam PABU untuk mempermudah penerapannya dalam setiap usaha bisnis 4. Pengungkapan yang berlebihan. 6. b. Perubahan dalam standar pelaporanCPA atas laporan keuangan 6. dan keputusan yang dibuat oleh para manajer. Solusi Accounting Standards Overload Solusi dari masalah Accounting Standards Overloads menurut AICPA adalah: 1. seperti perusahaan kecil non-publik. atau keduaduanya. Audit dapat menemui kegagalan. dan kaku dapat berpengaruh serius terhadap kinerja akuntan. Pengaruh Accounting Standards Overload Standar akuntansi yang jumlahnya banyak. Alternatif terhadap PABU sebagai dasar sifat pilihan dalam penyajian laporan keuangan. Perubahan dari konsep yang ada sekarang yang berupa PABU tunggal dan seragam untuk seluruh usaha bisnis menjadi dua kelompok PABU. Laporan keuangan auditan dan non auditan.d. a. Tidak ada perubahan. nilai informasi yang disajikan bagi para pengguna. karena akuntan dapat kehilangan fokus audit dan mungkin lupa untuk melakukan prosedur dasar audit. terlalu sempit. 13 . 3. pengukuran yang terlalu kompleks. Akuntan dapat kehilangan orientasinya terhadap tugas yang sesungguhnyaseagai akibat banyaknya data yang diperlukan saat memenuhi ketentuan suatu standar. Menentukan alternatif pengungkapan dan pengukuran berbeda 5. mempertahankan apa yang sudah ada (status quo) 2.

E. pendekatan teoritis maupun non teoritis. jalur pemikiran deduktif maupun induktif.KESIMPULAN Pendekatan tradisional dalam penyusunan teori akuntansi menggunakan metodologi normatif maupun deskriptif. Pertama. dan menekankan pada konsep keewajaran. 14 . terdapat pertentangan yang jelas dalam kepentingan dan kebutuhan diantara entitas-entitas yang terkait. pengembangan standar akuntansi merupakan proses yang bersifat politis. Penyusunan dan pelaksanaan standar akuntansi muncul sebagai suatu masalah yang kompleks. sosial dan ekonomik. Kedua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful