Kartu Menuju Sehat (KMS

)
Written by anakspesial on 20 February 2011

Pada dasarnya cara paling mudah untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan putra-i anda adalah dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS). Kartu ini dapat diperoleh di Puskesmas, Posyiandu, dan Dokter Anak Anda. (Biasanya diberikan pada saat bayi lahir). Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu yang memuat kurva pertumbuhan normal anak berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur. Dengan KMS ini ganguan pertumbuhan atau resiko kelebihan atupun kekurangan gizi dapat diketahui lebih dini, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan secara lebih cepat dan tepat sebelum masalahnya lebih berat. Sebenarnya KMS ini telah diberlakukan di Indonesia sejak tahun 1970-an. Dengan perkembangan ilmu dan teknologi KMSpun mengalami 3 kali perubahan. KMS pertama dikembangkan pada tahun 1974 dengan menggunakan rujukan Harvard. Pada tahun 1990 KMS revisi dengan menggunakan rujukan WHO-NCHS. Pada tahun 2008, KMS balita direvisi berdasarkan standar antropometri WHO 2005. Saat ini KMS yang terbaru, telah diluncurkan oleh Depkes, dengan tetap menggunakan standar WHO 2005. Perbedaan dengan KMS yang lama adalah dengan melakukan pembedakan antara KMS untuk anak laki-laki (berdasar biru) dan perempuan (merah muda). Peluncurannya bertepatan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-37, di Departemen Dalam Negeri, Jakarta, pada hari senin 28 desember 2009. Diharapkan peluncuran 5 juta buku KMS sekarang, segera akan diikuti oleh pengadaan berikutnya hingga dapat memenuhi kebutuhan 20 juta balita di seluruh nusantara. KMS terdiri dari 5 bagian utama, yaitu :
   

Kurva penimbangan dan pengukuran berat badan (2 bagian). Catatan pemberian vitamin A dan pemberian imunisasi. Informasi tentang ASI, penanganan diare, dan perkembangan anak sehat. Identitas balita.

KMS mempunyai 3 fungsi utama, yaitu :

 Untuk Kader KMS digunakan untuk mencatat berat badan anak dan pemberian kapsul vitamin A serta menilai hasil penimbangan. KMS juga digunakan oleh kader untuk memberikan pujian kepada ibu bila berat badan anaknya naik serta mengingatkan ibu untuk menimbangkan anaknya di posyandu pada bulan berikutnya. 2. Bila tidak naik 2 kali atau berat badan berada di bawah garis merah kader perlu merujuk ke petugas kesehatan terdekat. pemberian kapsul vitamin A. perawatan anak bila diare Beberapa kegunaan KMS :  Untuk orang tua balita Orang tua dapat mengetahui status pertumbuhan anaknya. Pada KMS dicantumkan grafik pertumbuhan normal anak. agar anak mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. anak kemungkinan beresiko mengalami gangguan pertumbuhan. atau mengalami gangguan pertumbuhan. Bila anak belum menerima pelayanan maka petugas harus memberikan imunisasi dan kapsul vitamin A sesuai dengan jadwalnya. Orang tua balita juga dapat mengetahui apakah anaknya telah mendapat imunisasi tepat waktu dan lengkap dan mendapatkan kapsul vitamin A secara rutin sesuai dengan dosis yan dianjurkan. orang tua balita dapat melakukan tindakan perbaikan. Petugas kesehatan juga dapat menggerakkan tokoh masyarakat dalam kegiatan pemantauan pertumbuhan. Sebagai alat untuk memantau pertumbuhan anak. seperti imunisasi dan kapsul vitamin A.  Untuk petugas kesehatan Petugas dapat menggunakan KMS untuk mengetahui jenis pelayanan kesehatan yang telah diterima anak. Bila berat badan tidak naik satu kali kader dapat memberikan penyuluhan tentang asuhan dan pemberian makanan anak. Apabila ada indikasi gangguan pertumbuhan berat badan atau kelebihan gizi. kecil resiko anak akan mengalami gangguan pertumbuhan. Di dalam KMS dicatat riwayat pelayanan kesehatan dasar anak terutama berat badan anak. Jadi Sudahkah balita anda mempunyai KMS? Jika belum segeralah minta pada Puskesmas terdekat anda. Sebagai catatan pelayanan kesehatan anak. Di dalam KMS dicantumkan pesan-pesan dasar perawatan anak seperti pemberian makanan anak.1. Bila grafik berat badan anak mengikuti grafik pertumbuhan pada KMS. artinya anak tumbuh normal. seperti memberikan makanan lebih banyak atau membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk berobat. yang dapat digunakan untuk menentukan apakah seorang anak tumbuh normal. 3. Sebaliknya bila grafik berat badan tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan. Semoga Bermanfaat. pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan dan imunisasi. Dianjurkan agar setiap bulan membawa balita ke Posyandu untuk ditimbang. . Sebagai alat edukasi.

kabarbisnis.cm . Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat.com. 2009. Departemen Kesehatan RI.Referensi : Pedoman penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) Balita. Bubidan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful