NEGOSIASI, KOLABORASI DAN JEJARING KERJA

OLEH ROCHAYATI BASRA

RASIONALISASI

PADA KENYATAANNYA NEGOSIASI ADALAH INTI DARI MANAJEMEN. TANPA NEGOSIASI, DUNIA BISNIS ATAU TUGAS DALAM PEMERINTAHAN TIDAK AKAN BERJALAN DAN TIDAK ADA DINAMIKANYA.AKIBATNYA AKAN SEDIKIT KEMAJUAN YG TERJADI PADA MASING2 PIHAK. NEGOSIASI SERING DISALAHGUNAKAN DAN SERING DIKATAKAN MENJUAL, AKAN TETAPI DALAM KESEMPATAN TERTENTU NEGOSIASI MERUPAKAN AKIBAT DARI KEGIATAN MENJUAL NEGOASIASI SEBETULNYA KEGIATAN PEMECAHAN KONFLIK ANTARA DUA PIHAK ATAU LEBIH, DAN BIASANYA DILAKUKAN DGN MELALUI PERTUKARAN KONSESI/KEMUDAHAN.

NEGOSIASI

BERASAL DARI KATA LATIN “NEGOTIOR”, YANG ARTI SEDERHANANYA ADALAH “MELAKUKAN BISNIS”, YAKNI MENEKUNI PEKERJAAN DAN BERUSAHA MEMENUHI KEPENTINGAN, YG BERARTI HAMPIR TAK TERELAKKAN UNTUK BERINTERAKSI DGN PEKERJAAN DAN BERBAGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN.

NEGOSIASI
ADALAH PROSES DARI ADANYA DUA ATAU LEBIH PIHAK-PIHAK YG MENGGUNAKAN TAWAR-MENAWAR UNTUK MENYATUKAN PERBEDAAN MASING-MASING PIHAK YANG BERNEGOSIASI (kenaikan gaji, pemberian ganti rugi atas kepemilikan tanah, sengketa batas negara, pengungsi legal/ilegal, tenaga kerja asing, ekspor-impor barang2 tertentu)  NEGOSIASI TIDAK SELALU DALAM BIDANG BISNIS MURNI, TETAPI DAPAT TERJADI PADA BIDANG APA SAJA, KAPAN SAJA, ANTARA DUA ORANG ATAU LEBIH

NEGOSIASI (ED BRODOW) ADALAH
PROSES MENGATASI RINTANGAN DALAM UPAYA UNTUK MENCAPAI PERSETUJUAN  APAKAH RINTANGAN YG UTAMA ? PERBEDAAN ANTARA POSISI ANDA DAN POSISI SAYA  MANUSIA MENEMUKAN NEGOSIASI AGAR KITA TIDAK SALING MEMBAHAYAKAN (ATAU LEBIH BURUK) KETIKA POSISI YG BERHADAPAN SALING BERTENTANGAN

NEXT
SEJARAH PENYELESAIAN KONFLIK SEJAK DARI ZAMAN ES TERAKHIR SAMPAI SEKARANG MENUNJUKKAN BAHWA TANPA SENI NEGOSIASI, PENDUDUK MANUSIA AKAN LEBIH SEDIKIT  SASARAN NEGOSIASI ADALAH MENCAPAI PERSETUJUAN, JADI, BISA DIMAKNAI BAHWA NEGOSIASI YG BERHASIL PASTILAH BERAKHIR DGN PERSETUJUAN  NEGOSIASI YG SUKSES ADALAH YG SETIDAKNYA SALAH SATU PIHAK PUAS DGN HASILNYA

NEXT
KEPUASAN ADALAH UNSUR KUNCI DALAM SETIAP NEGOSIASI YG BERHASIL  KEPUASAN BERARTI BAHWA ANDA MEMPEROLEH APA YG ANDA BUTUHKAN, TDK MESTI APA YG ANDA INGINKAN. APA YG ANDA BUTUHKAN DAN APA YG ANDA INGINKAN TIDAK SELALU SAMA

BENTUK DISKUSI DALAM NEGOSIASI

DISKUSI YG BENTUKNYA NEGOSIASI SEHARUSNYA BERAKHIR DGN KESEPAKATAN YG JELAS, GAMBLANG DAN TIDAK DIARTIKAN LAIN. DISKUSI YG BENTUKNYA PENYELESAIAN MASALAH SEHARUSNYA BERAKHIR DGN SOLUSI DAN SEBUAH RENCANA TINDAKAN APA YG AKAN DILAKSANAKAN, SIAPA PELAKSANANYA, DIMANA DAN KAPAN. DISKUSI YG BENTUKNYA PENGUMUMAN BERAKHIR DGN PERTANYAAN, UNTUK MENGETAHUI APAKAH SEMUA ORANG SUDAH PAHAM APA YG DIUMUMKAN.

ELEMEN KUNCI NEGOSIASI
1.

2.

PENINGKATAN KETERGANTUNGAN ANTARA PIHAK-PIHAK (serikat kerja dgn manajemen perusahaan saling tergantung dlm menentukan/membentuk tugas-tugas dalam perusahaan) MEMAHAMI KONFLIK ANTARA PIHAKPIHAK (serikat kerja dgn manajemen perusahaan tidak sependapat tentang isi kontrak kerja).

next
3.

4.

KESEMPATAN BERINTERAKSI ANTARA PIHAK-PIHAK (pada beberapa negosiasi masing2 pihak melihat adanya kesempatan untk saling mempengaruhi satu dgn yg lainnya). KEMUNGKINAN ADANYA KESEPAKATAN (kedua belah pihak mengharapkan sampai pada puncak kesepakatan mengenai isi perjanjian).

DUA PARADIGMA DASAR NEGOSIASI
1.

DISTRIBUTIVE BARGAINING STHEPEN P. ROBIN DALAM BUKUNYA PRILAKU ORAGANISASI ialah perundingan yg berusaha untuk membagi sejumlah tetap sumber daya; paradigma ini menggunakan pendekatan win and lose (menang-kalah) yg dikenal dgn istilah zero-sum. Misalnya: Sumber Daya Keungan Negara yg akan dibagi-bagi untuk banyak kegiatan pemerintahan termasuk gaji pegawai, penjualan mobil bekas, properti.

NEXT
2.

INTEGRATIVE BARGAINING ialah perundingan yang mengusahakan satu penyelesaian atau lebih yg dapat menciptakan suatu pemecahan masalah. Paradigma ini menggunakan pendekatan win-win (menangmenang). Kedua pihak memperoleh keuntungan dari negosiasi, dikenal dgn istilah positive-sum Misalnya negosiasi tingkat internasional masalah batas wilayah suatu negara/propinsi/kabupaten

TRIK BERNEGOSIASI
1. 2. 3. 4.

MENGETAHUI POSISI KITA DALAM NEGOSIASI KEMAMPUAN DALAM KOMUNIKASI MENGETAHUI KEMAUAN DAN KEDUDUKAN MITRA NEGOSIASI MENGATASI KONFLIK DALAM NEGOSIASI semua itu memerlukan persiapan tersendiri

LANGKAH-LANGKAH DALAM NEGOSIASI
1.

2.

PREPARATION (persiapan) penelitian mendalam merupakan salah satu dari kegiatan persipan negosiasi EVALUATION OF ALTERNATIVES (evaluasi berbagai kemungkinan) dua belah pihak mencoba mengidentifikasi tahap tawar menawar, di mana dua pihak memperoleh kesepakatan yg dapat diterima

NEXT
3.

4.

IDENTIFYING INTERESTS (identifikasi berbagai kepentingan) ketentuan yg berlaku bagi negosiator adalah tercapainya kepentingan yg sesungguhnya; hub personal, atau organisasional. MAKING TRADE-OFF AND CREATING JOINT GAINS (membuat pertukaran dan menciptakan keuntungan bersama) penawar memanfaatkan pertukaran untuk memperoleh kepentingannya dan kepentingan2 pihak lainnya.

HAMBATAN DALAM BERNEGOSIASI
1.

2.
3.

4.

5.

RASA TAKUT TERHADAP PENOLAKAN PRIBADI RASA TAKUT TIDAK DISUKAI PERASAAN BAHWA MENCOBA MENEGOSIASIKAN SUATU PERJANJIAN YG LEBIH BAIK ADALAH PERBUATAN YG TIDAK BAIK PERASAAN BAHWA KALAU KITA TERBUKA MENGENAI POSISI KITA, MURAH HATI, DAN KOOPERATIF, KITA AKAN DIPERLAKUKAN DGN CARA YANG SAMA RASA TAKUT GAGAL YANG ALAMIAH hindari hambatan dan kesalah-pahaman, dan milikilah kertampilan bernegosiasi

KAPAN SAATNYA BERNEGOSIASI
KEDUA PIHAK MAU MELAKUKAN SUATU PERJANJIAN (ada kemauan dan kesepakatan kata dari semua pihak)  TERDAPAT PERJANJIAN DAN KONFLIK DIANTARA BEBERAPA PIHAK (bila tidak ada ini, sedikit yg dpt di negosiasikan. Perlu diperhatikan tentang wilayah perjanjian atau pertentangan yg perlu dibahas tuntas sebelum tercapai sutu penyelesaian

NEXT
TERDAPAT VARIABEL UNTUK DIPERTUKARKAN MELALUI KONSESI (variabel dari masing2 pihak sangat diperlukan, sebab apabila tidak ada variabel, maka perjanjian tidak akan terjadi/ada  KEDUA PIHAK MEMPUNYAI WEWENANG UNTUK MENGUBAH SYARAT MEREKA (membatasi wewenang sesedikit mungkin merupakan suatu siasat dalam negosiasi. Akan tetapi jangan tidak ada wewenang samasekali. Karena bila tidak ada wewenang maka negosiasi menjadi tanpa ujung pangkal.

STRATEGI DALAM BERNEGOSIASI
1.

2.

A COMPETITIVE STRATEGY (mengutamakan pencapaian tujuan dirinya dgn mengorbankan pihak lain. Dapat menggertak atau merahasiakn sesuatu kekuatan untuk mencapai tujuan dan mengesasampingkan pihak lain. kata kunci “ I WIN, YOU LOSE” saya menang kamu kalah A COLLABORATIVE STRATEGY (lebih kepada pemecahan masalah dan mencari solusi untuk mendapatkan kepuasan dari kedua piha. Kata kunci “apa jalan terbaik mencapai tujuan dari kedua pihak” tipe: integrative bargaining

NEXT
3. A SUBORDINATING STRATEGY (menekankan suatu pihak mencapai tujuan setelah pihak lain menghindari konflik. Mengutamakan tujuan pihak lain tercapai daripada pencapaian tujuannya sendiri. Kata kunci “YOU WIN I LOSE” (kamu menang saya kalah) tipe: distributive bargaining

UNSUR PENTING NEGOSIASI YG PERLU DIPERHATIKAN
1.

2.
3.

NEGOSIASI SEBAGAI TINDAKAN BERSAMA NEGOSIASI UNTUK MENGAJUKAN KEPENTINGAN NEGOSIASI SEBAGAI SUATU ALAT mengajukan kepentingan kita sama dgn mengajukan kepentingan mereka. Cari alternatif terbaik bagi masing-masing pihak untuk menegosiasikan kesepakatan (Best Alternative Negosiated Agreement-BATNA) BATNA menetapkan ambang batas yg harus dilalui oleh setiap kesepakatan dan ia dinyatakan secara langsung ada atau tidak adanya batas-batas kemungkinan kesepakatan.

NEXT

Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dari negosiasi, harus diketahui lebih dahulu apa yang kita inginkan. Oleh karena itu, buat prioritas seluruh kepentingan kita (dan mereka), yaitu apa yang kita dan mereka jaga dan dipertaruhkan, antara lain - Yang dapat dinilai dan yg tidak dpt dinilai - Objektif dan subjektif - Hubungan dan substantif - Individu dan organisasi - Jangka panjang dan jangka pendek - Kepentingan sendiri dan kepentingan bersama

GUIDELINES(garis penjaga) DALAM BERNEGOSIASI
1.

MENENTUKAN TUNTUTAN/PERMINTA AN TETAPI TIDAK MELAMPAUI BATAS (dalam bernegosiasi dimulai dgn apa yg akan kita capai bersama, dgn kesepakatan dapat menghindari jalan buntu. Permintaan melapaui batas akan sangat tidak masuk akal dan menghina pihak lainnya,yg akhirnya menyulitkan dalam mencapai kesepakatan.

NEXT
2. MENDORONG ADANYA KOMPROMI TANPA MENGALAHKAN (keinginan adanya kesepakatan menunjukkan adanya dilema. Satu pihak mengakui sangat mudah mengalah, pihak lainnya mendorong mendapatkan lebih banyak dgn sedikit memberi. Apabila kedua pihak mempunyai tuntutan yang sama tingginya, yg terjadi adalah kesulitan mendapatkan kemudahan yang saling menguntungkan dalam mencapai kesepakatan.

PRUITT (1972) PENANGGULANGAN KEADAAN
MENGISYARATKAN KEINGINAN DGN MEMBERI KONSESI/KELONGGARAN DIKEMUDIAN HARI, DALAM PIHAK LAIN MEMBUAT SURU KESEMPATAN  MENGUSULKAN PERTUKARAN KONSESI YG DPT KITA TERIMA  MEMBUAT KONSESI SEDERHANA SECARA SEPIHAK DAN NYATAKAN BAHWA TIDAK ADA KONSESI LEBIH LANJUT YG DAPAT DIBUAT TANPA ADANYA KONSESI PIHAK LAIN YANG BERARTI/SIGNIFIKAN.

NEXT
3. MENGGUNAKAN PERSEPSI RASIONAL YANG MENDUKUNG POSISI ANDA (kalau negosiasi menggunakan penghubung, maka tujuan dari persuasi yang rasional ialah meyakinkan pihak lainnya membuat konsesi lebih banyak

NEXT
4.

5.

JANGAN TAMAK apabila kesepakatan mulai dirasakan, janganlah menjadi tamak, negosiasi dgn serius untuk mendapatkan knsesi yg menghasilkan kesepakatan yg menyenangkan masing-masing pihak. JANGAN MEMPERMALUKAN PIHAK LAIN/MITRA KITA inilah hal yang paling penting, jagan mempermalukan pihak lain dalam membuat konsesi.

TAKTIK PERSUASI(bujukan halus) DALM NEGOSIASI
1. 2. 3. 4.

5.

MENYEDIAKAN KETERANGAN YG JELAS MENDUKUNG POSISI KITA; MEMBUANG INFORMASI YANG MENYUDUTKAN POSISI PIHAK LAIN/ MITRA KITA; MENUNJUKKAN KESALAHAN BER FIKIR/PENAFSIRAN DARI PIHAK LAIN/ MITRA KITA; MENUNJUKKAN BIAYA YG TERJANGKAU DAN KERUGIAN PIHAK LAIN/MITRA KITA ATAS PROPOSALNYA; DAN MENUNJUKKAN BAGAIMANA PROPOSAL KITA, YG JUGA MENGUNTUNGKAN PIHAK LAIN/MITRA KITA.

TAKTIK / TINDAKAN NEGOSIASI “KALAH - MENANG”
1. 2. 3.

4.

JELASKAN DGN TEGAS KOMITMEN MUTLAK UNTUK MENCAPAI APA YG DIINGINKAN. SEBUTKAN APA AKIBATNYA JIKA TIDAK MEMPEROLEHNYA. MEMBERI SESUATU BENTUK JALAN KELUAR UNTUK MENYEMATKAN KOMITMENNYA, BILA MEREKA MELAKUKANNYA. MEMBERI SUATU BENTUK JALAN KELUAR UNTUK MENYELAMATKAN MUKA PIHAK LAIN DGN MENAWARKAN SESUATU KONSESI PENGHIBUR HATI YG KECIL BIAYANYA BAGI KITA

CARA BERTAHAN DALAM TAKTIK “KALAH-MENANG”
1.

2. 3. 4.

APABILA POSISI SAMA KUAT, BEKERJA KERASLAH LEBIH AWAL DAN KEMUKAKAN BANTAHAN YG JELAS TAPI TIDAK EMOSIONAL CARI INFORMASI UNTUK MENGETAHUI POSISI MASING-MASING CARI TAHU MENGAPA TIAP PIHAK BERTAHAN DGN POSISINYA MASING2 TEKANKAN PADA PIHAK YG LAIN, AKIBAT APA YG AKAN DIHADAPI BILA GAGAL MEMECAHKAN PERSOALAN

TINDAKAN NEGOSIASI “MENANGMENANG”
1.

2. 3.

ISYARATKAN DGN JELAS BAHWA TUJUAN NEGOSIASI IALAH SUATU HASIL MENANGMENAG MULA-MULA KENALILAH MASALAH- NYA BUKAN PEMECAHANNYA. BANGUNLAH SUASANA SALING PERCAYA DAN SALING MENGHOMATI (hindari sikap bertahan, kalau mungkin hindari pendekatan “legalistik” atau pendekatan berdasarkan per-janjian.

R. GOURLY dikutip JUDITH R. GORDON dlm bk Organ Behaviour
TIPE NEGOSIATOR 1. THE AGGRESSIVE-OPENER NEGOTIATOR 2. THE LONG-POUSE NEGOTIATOR(mendengarkan pihak lain, tanpa menampakkan keinginanya) 3. THE MOCKING NEGOTIATOR(senang melecehkan usulan yg bertentangan disatu puhak) 4. THE INTERROGATOR NEGOTIATOR(menerima semua usulan dgn penuh selidik) 5. THE CLOAK-OF REASONABLENESS NEGOTIATOR(mudah setuju dan sangat penolong tuk memperoleh kepercayaan) 6. DEVIDE-AND CONQUER NEGOTIATOR(membuat keputusan diantara oposisi) 7. BILLY BUNTER NEGOTIATOR(berpura2 sebagai orang bodoh dan bekerka dgn menjengkelkan pihak lawan)

SIFAT-SIFAT NEGOSIATOR
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

TIDAK BERKATA APA-APA, SEDIKIT MUNGKIN BERBICARA MENDENGARKAN DGN HAT-HATI DAN JGN AGRESIF, BERBEKAL PENGETAHUAN LUAS DAN PERCAYA DIRI PINTAR,TIDAK MENUNJUKKAN KEPINTARANNYA MEMILIKI TUJUAN YG AMBISIUS TDK PERNAH MENYERAH TANPA MEM- PEROLEH SUATU KEUNTUNGAN BALIK MENYERAH PERLAHAN-LAHAN, DGN WEWENANG TERBATAS MENCARI KONSESI YG TDK MAHAL UNTUK DITUKAR DGN YG BERHARGA MEMPUNYAI KREDIBILITAS DAN RASA HORMAT MEMILIKI EMPATI TERHADAP PIHAK LAIN MEMILIKI PIKIRAN YG TANGKAS DAN KEMAMPUAN UNTUK BERKONSENTRASI MEMILIKI KEMAMPUAN BERFIKIR JERNIH DI BAWAH TEKANAN

tips

SEORANG NEGOSIATOR HARUS LICIN SEPERTI BELUT, FLEKSIBEL, DAN DINAMIS DAPAT MEMENUHI SEGALA KEBUTUHAN KEDUA PIHAK SEORANG NEGOSIATOR YG BAIK ADALAH ORANG YG MAMPU MENDATANGKAN KEUNTUNGAN BAGI PIHAKNYA TANPA BANYAK MENGADAKAN KONFLIK DGN PIHAK LAWAN ATAU MENGHABISKAN ENERGI HANYA UNTUK SATU MASALAH SAJA SEDAPAT MUNGKIN HINDARI KONFRONTASI TOTAL ATAU MENGAMBIL TINDAKAN YG TERBURU-BURU. PAHAMI INFORMASI VDAN KEBUTUHAN PIHAK LAWAN SECARA MENYELURUH SEBELUM MENGAMBIL TINDAKAN ATAU MEMUTUSKAN KONFRONTASI

NEGOSIASI TERANCAM GAGAL KARENA KESALAHAN YG MENDASAR
NEGOSIASI DGN PENAWARAN YG TIDAK MASUK AKAL  MEMULAI NEGOSIASI TANPA INFORMASI YG MEMADAI TENTANG APA YG DIINGINKAN PIHAK KEDUA  ANDA KEHILANGAN KENDALI DIRI  TERBURU-BURU AGAR NEGOSIASI CEPAT SELESAI DAN MENANG

TIPS MENUJU SUKSES
  


 

NEGOSIASI (berunding) ADALAH UNTUK MENCARI PENYELESAIAN KATA SEPAKAT, BUKANYA DEBAT KUSIR MEMPERTAHANKAN PENDAPATNYA SIAPKAN DIRI DGN BAIK SEBELUM NEGOSIASI DAN KETAHUILAH TUJUAN2 ANDA BICARAKANLAH KEBUTUHAN ANDA DAN PIHAK KEDUA SAAT BERTAMU DAN AJUKAN PENAWARAN2 PEMBUKA YG MASUK AKAL BERKOMUNIKASILAH DGN JELAS DAN TEPAT, KHUSUSNYA KETIKA MEMBAHAS ANGKA-ANGKA JADILAH PENDENGAR YG BAIK MINTALAH WAKTU REHAT APABILA SITUASI MEMANAS ATAU NEGOSIASI MENEMUI JALAN BUNTU KETIKA ANDA SUDAH SEPAKAT, BUATLAH RINGKASAN DAN CATATAN HASIL PEMBAHASAN SECARA TERTULIS

LIMA LANGKAH MERANCANG NEGOSIASI
1.

2.
3. 4. 5.

TETAPKAN TUJUAN-TUJUAN ANDA MENGUMPULKAN SEJUMLAH INFORMASI YG DIBUTUHKAN PAHAMI KONTEKS NEGOSIASI MERENCANAKAN PROSES NEGOSIASI PAHAMILAH KESEIMBANGAN BARGAINING POWER(KEKUASAAN) DALAM NEGOSIASI

PERBEDAAN BUDAYA DALAM NEGOSIASI
MELIPUTI  GAYA BAHASA, GAYA BICARA, PENGERTIAN DAN UNGKAPAN SUATU KATA  JANGAN DIJADIKAN SEBAGAI PENGHALANG DALAM MELAKUKAN NEGOSIASI.  JADIKAN SEBAGAI TANTANGAN DAN BAHAN PERTIMBANGAN YG LEBIH MATANG  OLEH KARENANYA DALAM PERSIAPAN NEGOSIASI MASALAH BUDAYA, BAHASA, DAN UNGKAPAN HENDAKNYA MENJADI PERHATIAN YG SERIUS

CIRI-CIRI MANAJER MULTIBUDAYA
1.

2. 3.
4. 5. 6. 7. 8. 9.

BERPIKIR MELAMPAUI PERSEPSI LOKAL DAN MENGUBAH PANDANGAN LAZIM MENJADI PANDANGAN YG POSITIP TERHADAP ORANG LAIN. SIAP BERGANTI DGN PEMIKIRAN BARU MENCIPTAKAN KEMBALI NORMA2 DAN PRAKTEK2 BUDAYA YG DIDASARKAN ATAS PANDANGAN DAN PENGALAMAN BARU SIAP MENYESUAIKAN DIRI DGN LINGKUNGAN SERTA GAYA HIDUP YANG BARU DAN BELUM BIASA MENDAPATKAN KEAMAMPUAN DAN KECAKAPAN MULITI BUDAYA, TERMASUK BAHASA ASING BEKERJA EFEKTIF DALAM LINGKUNGAN MULTI NASIONAL/MULTI BUDAYA MENCIPTAKAN SINERGI BUDAYA KAPAN SAJA DAN DI MANA SAJA MENYAMBUT BAIK SERTA MEMPERLANCAR PENGALAMAN2 LINTAS BANGSA MENCIPTAKAN SKENARIO MASA DEPAN YANG OPTIMISTIK

KOLABORASI EDWARD MARSHALL, PhD
Dalam buku Transforming the way work  KOLABORASI ADALAH PROSES YANG MENDASAR DARI BENTUK KERJA SAMA YG MELAHIRKAN KEPERCAYAAN, INTEGRITAS DAN TEROBOSAN MELALUI PENCAPAIAN KONSESNSUS, KEPEMILIKAN DAN KETERPADUAN PADA SEMUA ASPEK ORGANISASI.  KOLABORASI ADALAH PENDEKATAN UTAMA YG AKAN MENGGANTIKAN PENDEKATAN HIRARKI PADA PRINSIPPRINSIP PENGORGANISASIAN UNTUK MEMIMPIN DAN MENGELOLA LINGKUNGAN KERJA PADA ABAD 21

LIMA KOMPONEN UTAMA DALAM KOLABORASI
1.

2.

3.

COLLABORATIVE CULTURE (seperangkat nilai-nilai dasar yg membentuk tingkah laku, lihat budaya dari orang-orang yg akan berkolaborasi). COLLABORATIVE LEADERSHIP(kebersamaan merupkan fungsi situasional bukan sekedar hirarki dari setiap posisi orang dalam organisasi) STRATEGIC VISION(strategis pada kekhasan dan peran nilai tambah di

NEXT
4.

5.

COLLABORATIVE TEAM PROCESS (sekumpulan proses kerja non birokrasi dikelola oleh tim-tim kolaborasi dari kerjasama profesional yg bertanggung jawab penuh bagi keberhasilannya dan mempelajari ketrampilan2 yg memungkinkan mereka menjadi mandiri. COLLABORATIVE STRUKTURE (pembenahan diri dari sistem pendukung, memastikan keberhasilan tempat kerja yg kolaboratif)

NEXT

KOLABORASI SEBENARNYA MERUPAKAN SALAH SATU KARAKTERISTIK DALAM STRATEGI NEGOSIASI YG UTAMANYA UNTUK MENCAPAI KESEPAKATAN BERSAMA DARI ADANYA KEPENTINGAN YG BERBEDA-BEDA DARI PIHAK YG SESUNGGUHNYA MEMPUNYAI KEPENTINGAN YG SAMA ATAS SUATU TUJUAN KUNCI KEBERHASILAN KOLABORASI ADALAH : “JALAN TERBAIK MANAKAH YG AKAN KITA TEMPUH UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA”

THE SEVEN CORE VALUE (7 NILAI DASAR)
YG DIGUNAKAN UNTUK MENGEMBANGKAN HUBUNGAN KERJA: 1. RESPECT FOR PEOPLE (menghormati orang lain) 2. HONOR AND INTEGRITY(penghargaan dan integritas memberikan pengakuan, etos kerja 3. OWNERSHIP AND ALIGNMENT (rasa memiliki dan bersekutu untuk memeliharanya dgn baik 4. CONSENSUS (konsensus/kesepakatan untuk mencapai win-win)

NEXT
5.

6. 7.

FULL RESPONSIBILITY AND ACCOUNTABILITY (penuh rasa tanggung jawab dan tanggung gugat) TRUST-BASED RELATIONSHIP (hubungan saling mempercayai RECOGNATION AND GROWTH (pengakuan dan pertumbuhan) hal terpenting dalam tempat kerja yg kolaboratif adalah mendorong orang untuk mau bekerja, dan segera memberi pengakuan terhadap hasil kerja seseorang.

BEBERAPA PEMIKIRAN TENTANG KOLABORASI :

PERUBAHAN TOTAL ,

(KOLABORASI BUKANLAH SEBUAH PROGRAM YANG SECARA TEKNIS UNTUK MEMECAHKAN MASALAH, TETAPI MERUPAKAN PERUBAHAN TOTAL CARA BEKERJA BERSAMA, ARTINYA SAMA2 MEMIKIRKAN PELANGGAN, DAN SALING BERPERILAKU BAIK TERHADAP SESAMANYA) ;

BEBERAPA PEMIKIRAN TENTANG KOLABORASI :

PERUBAHAN TOTAL ,

(KOLABORASI BUKANLAH SEBUAH PROGRAM YANG SECARA TEKNIS UNTUK MEMECAHKAN MASALAH, TETAPI MERUPAKAN PERUBAHAN TOTAL CARA BEKERJA BERSAMA, ARTINYA SAMA2 MEMIKIRKAN PELANGGAN, DAN SALING BERPERILAKU BAIK TERHADAP SESAMANYA) ;

ETOS KERJA BARU ;(yg menghargai pemikiran, bahwa pekerjaan dpt diselesaikan bersama secara bahu membahu)
SIKAP KEBERSAMAAN , (Memiliki nilai2 dasar untuk membangun hubungan yg saling mempercayai). PENGAMBILAN KEPUTUSAN , (pelibatan pekerja dalam pengambilan keputusan organisasi, baik strategi, pelanngan, masyarakat) ; SUATU METODE DAN ALAT , ( memiliki rasa tanggung jawa mensukseskan usaha dan membantu suatu sistem organisasi yang menghasilkan kinerja yang baik).

TEMPAT KERJA KOLABORATIF AKAN COCOK APABILA SITUASI ORGANISASI MENGALAMI HAL-HAL SBB :
 

PRODUKTIVITAS PEGAWAI DI BAWAH 80 % ; PERNAH DIREORGANISASI ATAU DIRESTRUKTURISASI SEBAGAI AKIBAT TERJADINYA KRISIS NILAI DALAM PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI ; APABILA TERJADI KONFLIK YANG MUNGKIN DAPAT MENGAKIBATKAN MENURUNNYA TINGKAT PRODUKTIVITAS ATAU MEMPENGARUHI KEMAMPUAN UNTUK BERKOMPETISI ;

BILA PERUSAHAAN MEMFOKUSKAN ENERGINYA PADA PELANGGAN AGAR LEBIH BERKUALITAS DAN BERKINERJA LEBIH BAIK  SETELAH REORGANISASI, INGIN MENINGKATKAN ENERGI AGAR DAPAT BERTAHAN TERUS (SURVIVE) ;  BILA JOINT VENTURE DAN KEMITRAAN STRATEGIS TERBENTUK DAN KEPERCAYAAN SERTA KETERBUKAAN MERUPAKAN ESENSI TERHADAP KEBERHASILAN ;  MUNCUL MASALAH2 DALAM HAL KUALITAS, MANAJEMEN DAN SILANG FUNGSIONAL YANG MENGAKIBATKAN TERJADINYA HAL2 YANG TIDAK DIINGINKAN.

MANFAAT KOLABORASI :

ORGANISASI DAPAT BEKERJASAMA SECARA INTERNAL DAN BERKOMPETISI SECARA EKSTERNAL ; KEPUTUSAN YANG DIAMBIL LEBIH CEPAT DENGAN KUALITAS LEBIH BAIK DAN DIARAHKAN BERDASARKAN KEPUTUSAN PELANGGAN ; KEPUTUSAN DIBUAT BERDASARKAN PRINSIP2 POKOK, BUKAN ATAS DASAR KEKUASAAN DAN KEPENTINGAN PRIBADI

 

ENERGI ANGKATAN KERJA DIUTAMAKAN UNTUK KEPENTINGAN PELANGGAN, BUKAN KONFLIK INTERNAL ; PERPUTARAN WAKTU KERJA DIKURANGI SECARA PASTI, DAN PEKERJAAN YANG TIDAK PERLU DIHAPUS ; KAPASITAS PRODUKSI KERJA MENINGKAT DUA KALI LIPAT ; ALIANSI STRATEGIS BISA SAJA TIDAK BERHASIL, TETAPI TETAP MEMBANGUN RASA SALING MEMPERCAYAI DAN MENGHASILKAN SESUATU YANG BERMANFAAT BESAR ;

 

RENTANG KENDALI MANAJEMEN MENINGKAT SECARA PASTI ; TENAGA KERJA BERTANGGUNGJAWAB SECARA PENUH UNTUK MENCAPAI SUKSES, SAMPAI PADA SITUASI DIMANA BANYAK TIM KERJA MERAMPINGKAN TIMNYA ; KONFLIK MENJADI BERKURANG SEJALAN DENGAN PENINGKATAN HUBUNGAN KERJA YANG SEMAKIN TERBUKA DAN SALING MEMPERCAYAI ; ORGANISASI SEMAKIN MANDIRI DALAM MENJAGA KELANGSUNGANNYA.

BAGAIMANA MENCIPTAKAN SUASANA KOLABORATIF ?
PENCIPTAAN SUASANA KERJASAMA BERARTI MEMBUAT SUATU KOMITMEN UNTUK BEKERJA BERSAMA-SAMA ;  KERJASAMA BUKAN SESUATU YANG TETAP, TETAPI MRP PROSES YANG TERUS BERUBAH ;  UNTUK MENCIPTAKAN KEBERHASILAN KERJASAMA DIPERLUKAN SPIRIT/SEMANGAT MANUSIA YANG TINGGI UNTUK MENGATASI BERBAGAI BENTUK KEKACAUAN DAN KETERBATASAN YANG KITA MILIKI ;

KARENA ITU, UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN, KITA HARUS MENGHARGAI ASET PENTING YANG KITA MILIKI DAN MENGHARGAI NILAI ORANG LAIN YANG MENJADI MITRA KITA ; TUGAS PIMPINAN IALAH MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA DIMANA NILAI-NILAI INI DAPAT MENUNTUN ADANYA KEWIRAUSAHAAN (ENTERPRENEURSHIP).

ETIKA KERJA YANG KOLABORATIF
ADA 7 (TUJUH) SIFAT YANG MEWARNAI TINGKAH LAKU DAN GAYA PEMIMPIN BISNIS DALAM RANGKA MEMBANGUN ETIKA KERJA YANG KOLABORATIF : 1.INDIVIDUALIS YANG KERAS, DALAM BISNIS, PEMIMPIN ADALAH INDIVIDU YANG BERKUASA SECARA INDEPENDENT, KREATIF DAN KOMPETITIF ; 2.PEMAIN TIM, ADALAH ORANG YANG BERNILAI TINGGI, TETAPI BIASANYA TAK DIKENAL ;

3.OTOKRAT, BERBAKAT MEMERINTAH DAN MAMPU MENCAPAI EFISIENSI TINGGI DENGAN KEMAMPUAN MENGERAHKAN PASUKAN PADA TUGAS2 BARU ; 4.DEMOKRAT, MENERAPKAN TRADISI DEMOKRASI ; 5.PESAING, PUNYA SEMANGAT PERSAINGAN, NAMUN PERLU DILIHAT APA/SIAPA YANG MENJADI OBJEK PESAING ; 6.PENGENDALI LAPISAN BAWAH ; 7.PEMIMPIN YANG MUDAH BERSEPAKAT.

MENCIPTAKAN BUDAYA YANG KOLABORATIF : YOU GET THE BEHAVIOR, YOU TOLERATE (PLATO) ;  HORMAT-MENGHORMATI, PERCAYA, DAN JUJUR, MERUPAKAN TIGA UNSUR YANG SANGAT PENTING UNTUK MERAIH KEUNTUNGAN DARI PERSAINGAN DI TEMPAT KERJA YANG SEMAKIN KACAU ;  BENTUK MANAJEMEN COMMAND AND CONTROLE YANG MENGGUNAKAN KEKUASAAN MENCIPTAKAN BUDAYA TAKUT DAN MENGHASILKAN PERILAKU YANG DAPAT DIDUGA ;

APA YANG PERLU DILAKUKAN DALAM MENCIPTAKAN KULTUR DI TEMPAT KERJA AGAR KEHORMATAN, KEPERCAYAAN DAN KEJUJURAN DIJADIKAN NORMA DARI BUDAYA KERJA ? BAGAIMANAKAH MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN ORANG2 YANG BERKEINGINAN MENGAMBIL TANGGUNGJAWAB UNTUK SUKSESNYA PERUSAHAAN DAN YANG AKAN DIPERHITUNGKAN SEBAGAI HASIL KERJA MEREKA ? DAN BAGAIMANA MULAI MERUBAH BUDAYA DAN KEBIASAAN LAMA MENUJU KEPADA LINGKUNGAN KERJA YANG BERARTI, AKAN TETAPI BUKAN YANG MENANTANG ATAU MENGHADANG KITA ?

MENCIPTAKAN HUBUNGAN KERJA YANG BERTANGGUNG JAWAB

BEBERAPA HAL YANG DIPERLUKAN UNTUK MENCIPTAKAN BUDAYA KERJA BARU :
PRINCIPLE-BASED AGREEMENT (kesepakatan yang berdasarkan prinsip); AN EXPLICIT GOVERNANCE PROCESS (proses pengaturan yang tegas, tidak ada rahasia, dgn demikian orang tahu yang menjadi harapannya) A BEHAVIORAL SHIFT (perubahan prilaku) ; OPERATING AGREEMENTS (kesepakatan operasi) menetapkan peraturan prilaku sebagai ketentuan, setiap orang ikut bertanggung jawab atas perilakunya,tanggung jawab kepada orang lain dan tanggung jawab atas suksesnya organisasinya

 

 

PENGERTIAN OPERATING AGREEMENTS :

KESEPAKATAN YANG DIDASARKAN PADA PRINSIP YANG DIMILIKI MASINGS2 INDIVIDU YANG MEMBERI LANDASAN HUBUNGAN, DAN TIM KERJA YANG BERDASARKAN PADA SALING MENGHORMATI, KEJUJURAN, DAN KEPERCAYAAN ;

ADALAH CARA BERTINDAK DAN KERJA SAMA YANG MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA YANG SALING MENGHARGAI, PERCAYA DAN JUJUR. OP AG merupakan akumulasi hati nurani, budaya konsensus yg dpt membuat organisasi merubah dirinya menjadi tempat kerja yg produktif, stabil dan beradab.

TIGA PERBEDAAN PENTING DALAM OPERATING AGREEMENTS

OP AG BUKAN PERATURAN DASAR (karyawan dilibatkan pembicaraan mengenai nilai dasar dan kepercayaan, bagaimna silang pendapat garus dipecahkan, dan dipertanggungjawabkan harus diyakini) OP AG SEBAGAI BENTUK PENCEGAHAN(cara mencegah konflik yg terjadi pd saat proses agar dpt mengatasi perselisihan dan mempengaruhi sinergisme kelompok OP AG SEBAGAI BUDAYA BARU TEMPAT KERJA(sebagai proses, kesepakatan meyakinkan kultur dan sikap netral diantara anggota tim, ini adalah intisari dari proses pengaturan kolaborasiyg menjadikan dasar pepmberian wewenang dan tanggung jawab dari tim apa saja

15 DASAR OPERATING AGREEMENTS:

PEMBUATAN KEPUTUSAN ; a).PILIHANS DALAM MEMBUAT

KEPUTUSAN EMPAT PILIHAN, YAITU : 1. MEMBUAT KPTS OLEH SATU ORANG, 2. PERATURAN MINORITAS,(-50% lebih 1 orang) 3. PERATURAN MAYORITAS,(100% lebih dari 50%) 4. KONSENSUS (100%); b).KURANG PENGALAMAN DALAM KONSENSUS ;c). KONSENSUS VERSUS KOMPROMI ;d). KEKUATAN KONSENSUS SEJATI ; e) BERFOKUS PADA KPTS KONSENSUS ;f). BILA MUNCUL SELISIH PENDAPAT ; g).MEMBUKA PELUANG KONFLIK ;h). DARI PENYARING ASAP HINGGA KE JARING PENYELAMAT ;

 PESERTA

RAPAT/KEHADIRAN ;  MAKSUD DAN TUJUAN ;  TANGGUNGJAWAB SEPENUHNYA ;  KOMUNIKASI ;  KERAHASIAAN ;  DENGARKAN DAN TERIMA FEEDBACK (UMPAN BALIK) ;  KEJUJURAN DAN KEHORMATAN ;  PEMECAHAN MASALAH ;

KONFLIK, MERASA BENAR VERSUS TETAP MENJALIN HUBUNGAN, PERLUNYA KESEPAKATAN TENTANG WAKTU) ;  RESIKO/SIKAP MEMAAFKAN (MINTA MAAF BUKAN IZIN, MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR)
OPERASI DAN PERANAN TIM ;  PELATIHAN ;  AKUNTABILITAS ;  AMANDEMEN/PERUBAHAN

RESOLUSI KONFLIK (RESOLUSI

KOLABORASI SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PENYELESAIAN KONFLIK :

DI TEMPAT KERJA KOLABORASI TIDAK DIBENARKAN UNTUK MENYEMBUNYIKAN SESUATU, SEMUANYA HARUS TERBUKA, SALING MENGHARGAI, SALING MEMPERCAYAI, SALING MENGHORMATI DAN JUJUR. HAL INI PENTING AGAR TIDAK TIMBUL KONFLIK YANG DAPAT MENGHAMBAT PERKEMBANGAN ORGANISASI.  KOLABORASI SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PENYELESAIAN KONFLIK, KARENA : SOLUSI YANG INTEGRATIF AKAN TERCAPAI BILA SEMUA ORANG YANG BERKEPENTINGAN MEMPEROLEH SESUATU DARI YANG DIKOMPROMIKAN

PADA SAAT ITU ORANG DAPAT MEMPELAJARI APA YANG MENJADI TUJUAN ORGANISASI ;  MENYATUKAN PENDAPAT ORANG YANG MEMPUNYAI SUDUT PANDANG BERBEDA ;  MEMPEROLEH KESEPAKATAN MENGENAI KEINGINAN BERSAMA UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI ;  BEKERJA DENGAN RASA KEKELUARGAAN ; DENGAN DEMIKIAN KOLABORASI MENEKANKAN KEPADA PEMECAHAN MASALAH PENCAPAIAN TUJUAN DENGAN MEMAKSIMALKAN KEPUASAN SEMUA PIHAK.

TAHAPAN KOLABORASI :

PROSES KOLABORASI MELIPUTITIGA TAHAP, YAITU :  PROBLEM SOLVING :

MENENTUKAN PERMASALAHAN, MENGIDENTIFIKASIKAN SUMBER2, DAN SEPAKAT UNTUK KOLABORASI DENGAN PENGGUNA JASA ;

DIRECTION SETTING :

MENENTUKAN ATURAN DASAR, MENYUSUN AGENDA DAN MENGORGANISASIKAN SUB-SUB KELOMPOK. MENYATUKAN INFORMASI YANG ADA, MENELITI PILIHAN, DAN MEMPERBANYAK PERSETUJUAN YANG DIINGINKAN ;

IMPLEMENTATION :

KETENTUAN YANG TELAH DISEPAKATI DAN DIDORONG OLEH PIHAK DARI LUAR YANG TELAH DIBANGUN, PELAKSANAAN PERSETUJUAN HARUS SELALU DIMONITOR.

BENTUK BENTUK RESOLUSI KONFLIK :

COMPROMISE :

MENUNJUKKAN DIMENSI PERILAKU ANTARA ASERTIF DENGAN KOOPERATIF, BERGUNA APABILA KEDUA PIHAK SAMA KUAT DAN TERIKAT PADA SASARAN KONFLIK, DAN KEDUA PIHAK INGIN MENCAPAI PENYELESAIAN SEMENTARA ;

AVOIDANCE :

PENGHINDARAN DARI SITUASI KONFLIK, MENGELAK ISSUE, MENUNDA ISSUE SAMPAI KEADAAN BAIK, SEMATAMATA MENJAUHKAN DIRI DARI KEADAAN YANG MEMBAHAYAKAN ;

ACCOMODATION :

SETIAP INDIVIDU ATAU KELOMPOK YANG AKOMODATIF MENUNJUKKAN KEINGINAN BEKERJASAMA UNTUK MEMUASKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN ;

COLLABORATION :

KEASERTIFAN YANG TINGGI DIARAHKAN KEPADA PENCAPAIAN SASARAN DIIMBANGI DENGAN PERHATIAN YANG BESAR TERHADAP PIHAKS YANG LAIN, SUATU USAHA UNTUK BEKERJASAMA DENGAN ORANG LAIN DALAM MENCARI SATU PENYELESAIAN YANG SEPENUHNYA MEMUASKAN KEPENTINGAN KEDUA BELAH PIHAK. KOLABORASI MERUPAKAN CARA YANG SANGAT DISARANKAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH SECARA KONSENSUS DENGAN KOMITMEN YANG KUAT ;

 COMPETING

DITANDAI DENGAN ASERTIF DAN TIDAK COOPERATIVE ARTINYA MENGEJAR KEPENTINGANNYA SENDIRI DENGAN MENGORBANKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN.

:

KEPEMIMPINAN KOLABORATIF :

DI TEMPAT KERJA YANG KOLABORATIF, PIMPINAN LEBIH MENONJOL SEBAGAI FUNGSI DARI PADA SEBAGAI STRUKTUR YANG HIRARKIS. HAL INI MENGINGAT SIFAT KOLABORASI ITU SENDIRI YANG LEBIH MEMENTINGKAN RASA SALING MENGHORMATI, KETERBUKAAN DAN KEPERCAYAAN.

10 LANGKAH MENUJU KEPEMIMPINAN YANG KOLABORATIF :
1.

ANALISIS NILAI2 INTI ANDA

(ANALIZYNG YOUR CORE VALUES);

2.
3.

MENILAI KETERAMPILAN ANDA (ASSESING YOUR SKILLS) ; MERUMUSKAN VISI DAN MISI ANDA (FORMULATING YOUR
VISION AND MISSION) ;

4. MENETAPKAN KEMBALI FILOSOFI ANDA DALAM MEMIMPIN DAN MENGATUR ; 5. MENILAI PERILAKU ANDA
(ASSESING YOUR BEHAVIOR);

6. MENGANALISIS PERANS ANDA (ANALIZYNG YOUR ROLES) ; 7. MENENTUKAN PILIHAN (MAKING THE CHOICE) ;

8. MENETAPKAN TOLOK UKUR DAN MEMPELAJARI KEMBALI UMPAN BALIK (SETTING MEASUREMENT

9. MELAKSANAKAN RENCANA TINDAKAN ANDA (IMPLEMENTING 10.MENGEVALUASI DAN MERAYAKAN KEMAJUAN ANDA (EVALUATING
AND CELEBRATING YOUR PROGRESS).
YOUR ACTION PLAN) ;

AND FEEDBACK RECOMMITTING TO YOURSELF) ;

MENCIPTAKAN TIM KOLABORATIF :

ADA 8 (DELAPAN ) LANGKAH
PEMBENTUKAN TIM KOLABORATIF, SBB :
1.

2.

MENJELASKAN TUGAS DAN FUNGSI TIM (THE TEAM’S TASK OF FUNCTION) MENJELASKAN PERAN DAN TANGGUNGJAWAB TIM (CLARIFYING TEAM ROLES AND RESPONSIBILITIES) ;

3. MEMBUAT KESEPAKATAN PELAKSANAAN (ESTABLISING OPERATING AGREEMENT) ; 4. MENCIPTAKAN ANGGARAN DASAR TIM (CREATING A TEAM CHARTER) ; 5. MENCARI FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN (IDENTIFYING CRITICAL SUCCES FACTORS) ;

6. MENGEMBANGKAN RENCANA TINDAKAN (DEVELOPING AN ACTION PLAN) 7. MEMULAI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KOLABORATIF (BEGINNING COLLABORATIVE SKILLS DEVELOPMENT) ; 8. MEMBUAT UKURAN DAN MENGUKUR KEMAJUAN (ESTABLISHING MEASURES AND MEASURING PROGRESS).

METODE KOLABORATIF :
METODE KOLABORATIF MENGGUNAKAN SATU DIAGRAM YANG DISEBUT DIAGRAM VENN YANG MEMPERLIHATKAN ELEMEN2 LINGKUNGAN KERJA YANG BERVARIASI, SEMUANYA DIARAHKAN DALAM PENDEKATAN PERUBAHAN. DIAGRAM ITU MENUNJUKKAN ADANYA SALING KETERGANTUNGAN ANTARA BAGIAN2 ORGANISASI, DAN MENUNJUKKAN TIPE2 YANG SALING BERBUAT.

1. VISI DAN ARAH STRATEGIK (VISION AN

BEBERAPA ELEMEN PENDUKUNG BEKERJANYA METODE KOLABORATIF :

STRATEGIC DIRECTION);menggambarkan identitas dan arah strategik di dasarkan pada keunikan dan peranan serta keuntungan pemasaran 2. HUBUNGAN PELANGGAN (CUSTOMER RELATIONSHIP); 3. BUDAYA TEMPAT KERJA (WORKPLACE CULTURE);nilai, prinsip, kepercayaan, adat istiadat, kebiasaan, habitat, bahasa loyalitas di tempat kerja 4. PROSES KERJA (WORK PROCESS); pengambilan keputusan,pemecahan masalah, perencanaan, dan manajemen konflik

5. MEMIMPIN DAN MENGELOLA (LEADING AND

6.

7. 8. 9.

MANAGING) ;mengelola elemen tsbt untuk melakukan kemitraan, keberhasilan, efisiensi dan integritas. KEMITRAAN (ALIGNMENT); (KEMITRAAN STRATEGIK, PELANGGAN, TENAGA KERJA DAN BUDAYA SERTA KEMITRAAN KEPEMIMPINAN) ; HUBUNGAN KERJA SAMA (RELATIONSHIP); HASIL (RESULT) ;kualitas dari output organisasi adalah peranan kemitraan atau pemberian pelayanan hasil organisasi REPUTASI (REPUTATION).nilai dan kepercayaan yg direfleksikan di dalam produksi

KEUNTUNGAN KOLABORASI :
ORGANISASI BEKERJASAMA SECARA INTERN UNTUK BERSAING SECARA EKSTERN ;  KEPUTUSAN LEBIH CEPAT, KUALITAS LEBIH BAGUS DAN BERFOKUS KEPADA PELANGGAN ;  KEPUTUSAN DIBUAT BERDASARKAN KEPUTUSAN PRIBADI, BUKAN KEKUASAAN PRIBADI ;

ENERGI TENAGA KERJA TERFOKUS PADA PELANGGAN BUKAN PADA KONFLIK INTERN ;  SIKLUS WAKTU BERKURANG SECARA SUBSTANSIAL, KARENA TIDAK ADA NILAI TAMBAH YANG DIHILANGKAN ;  PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA MENJADI DUA KALI LIPAT ;

PENSEJAJARAN STRATEGIK YANG MUNGKIN GAGAL, NAMUN BERHASIL MEMPEROLEH KEPERCAYAAN DAN MEMBUAHKAN HASIL YANG LUAR BIASA PERPUTARAN INVESTASI (ROI) MENINGKAT TAJAM, DALAM SATU PROSES PERUBAHAN BERSKALA PENUH (PERPUTARAN INVESTASI MELAMPAUI
15 : 1) ;

WAKTU KONTROL MENINGKAT TAJAM, MISALNYA BERANJAK DARI PERBANDINGAN 1 : 5 MENJADI 1 : 50 ;

TENAGA KERJA MEMIKUL TANGGUNGJAWAB PENUH DAN BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN DEMI SUKSES MENCAPAI SASARAN PERUSAHAAN ;  KONFLIK BERKURANG KARENA HUBUNGAN KERJA TERBUKA DAN KEPERCAYAAN TELAH TERBANGUN ;

PERPADUAN ANTARA KOLABORATIF DENGAN KEMITRAAN MEMBUAT SETIAP ANGGOTA MENUJU KE ARAH YANG SAMA ; HILANGNYA RASA TAKUT, SUATU PERUBAHAN YANG TAMPAK SEBAGAI PELUANG POSITIF ; ORGANISASI BERSWASEMBADA DENGAN MENUNJANG KEMAMPUAN PERUSAHAAN.

LATIHAN
 


 

JELASKAN MENGAPA SAAT INI DITUNTUT UNTUK MENGEMBANGKAN KOLABORASI DITEMPAT KERJA SEBAGAI BUDAYA KERJA BARU ? URAIKAN LIMA KOMPONEN UTAMA DALAM KOLABORASI ; JELASKAN TUJUH NILAI DASAR DALAM MENGEMBANGKAN KOLABORASI ; BERIKAN CONTOH BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KOLABORASI DI TEMPAT KERJA ANDA DENGAN MEMPERHATIKAN EMPAT HAL UTAMA DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA YANG BERTANGGUNGJAWAB ; URAIKAN TIGA TAHAP PROSES KOLABORASI ; SEBUTKAN FUNGSI-FUNGSI KEPEMIMPINAN KOLABORATIF DAN BAGAIMANA POLA-POLA PERILAKU KEPEMIMPINAN KOLABORATIF, JELASKAN DENGAN SINGKAT.

KERJAKAN SECARA BERKELOMPOK

JEJARING KERJA (NETWORKING)
PENGERTIAN JEJARING :
ADALAH PROSES AKTIF MEMBANGUN DAN MENGELOLA HUBUNGANS YANG PRODUKTIF ; JEJARING MERUPAKAN HUBUNGAN YANG LUAS DAN KOKOH BAIK PERSONAL MAUPUN ORGANISASI ;

JEJARING DALAM ORGANISASI :

ADALAH SUATU PROSES PEMELIHARAAN, PERTUMBUHAN SERTA PENGINTEGRASIAN KEMAMPUAN2 TERPILIH, BAKAT2, HUBUNGAN DAN PARTNER DENGAN CARA MENGEMBANGKAN KEMITRAAN YANG KREATIF DAN STRATEGIS BAGI PENINGKATAN KINERJA ORGANISASI (WAYNE E. BAKER).

TUJUAN POKOK MEMBANGUN JEJARING :

1.MENYATUKAN BAKAT, POTENSI, KEMAMPUAN, BAIK INDIVIDU, KELOMPOK MAUPUN SELURUH JAJARAN ORGANISASI SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA TERCIPTA KEMAMPUAN BERSAMA YANG MAKIN BESAR ; 2.FOKUS YANG HARUS DIPERHATIKAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN POKOK YAITU : MEMPERSATUKAN BAKAT,KECAKAPAN,KETRAMPILAN DAN BAGAIMANA MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN HUBUNGAN UNTUK MEINGKATKAN KEMAMPUAN BERSAMA GUNA MENCAPAI TUJUAN YG DISEPAKATI

3.UNSUR POKOK YANG DAPAT MEMBANTU TUJUAN MEMBANGUN JEJARING ADALAH :-MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN SDM; MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ORGANISASI ; - MEWUJUDKAN PENCAPAIAN TUJUAN BERSAMA ; 4.MEMBANTU MENGEMBANGKAN BERBAGAI RAGAM KEMAMPUAN ANGGOTA ORG SHD DAPAT MEWUJUDKAN KEMAMPUAN DISETIAP JENJANG ORG SECARA MENYELURUH.

BEBERAPA PRINSIP UNTUK MELAKUKAN NETWORKING :
HUBUNGAN MERUPAKAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ; MANUSIA CENDERUNG BERBUAT SEBAGAIMANA YANG DIHARAPKAN  MANUSIA CENDERUNG BERKUMPUL DENGAN ORANG YANG MEMPUNYAI KESAMAAN ;

INTERAKSI YANG BERULANGULANG MENDORONG ORANG UNTUK BEKERJA SAMA ;  DUNIA INI KECIL ; MAKSUDNYA MANUSIA INI AKAN MUDAH MENGADAKAN HUBUNGAN DAN MENJALIN KERJASAMA.

PRASYARAT NILAI-NILAI POKOK BAGI KEBERHASILAN NETWORKING
 

INDIVIDU ANTAR PRIBADI

KEJUJURAN KEPERCAYAAN

MANAJERIAL PEMBERDAYAAN ORGANISASI KEMITRAAN

PELAJARAN YANG DAPAT DIPEROLEH DARI JEJARING :

PELAKU JEJARING ADALAH PENGEMBANG2 YANG MAU BELAJAR SEPANJANG HAYATNYA SERTA MEMBANGUN HUBUNGAN2 YANG BAIK ; JEJARING MENGGUNAKAN KEMAMPUAN MEMELIHARA DAN MENYATUKAN UNTUK MEMILIH KEMAMPUAN2 YANG DIPERLUKAN, MENEMUKAN BAKAT2 DENGAN MEMBINA HUBUNGAN2 SERTA KEMITRAAN YANG MEMBERIKAN TAMBAHAN KEMAMPUAN ;

SECARA KONSISTEN MENGEMBANGKAN BAKAT DAN HUBUNGAN2 MENUJU PADA TERCAPAINYA KEMAMPUAN YANG LEBIH TINGGI, BAIK INDIVIDU MAUPUN KOLEKTIF ;  JEJARING MENDORONG TERCIPTANYA KEMAMPUAN YANG LEBIH BESAR SEBAGAI JALAN TERBAIK UNTUK MENCAPAI KEUNTUNGAN YANG KOMPETITIF DAN KEBERHASILAN EKONOMI BAIK DALAM JANGKA MENENGAH MAUPUN JANGKA PANJANG ;

MESKIPUN ANDA BUKAN SEORANG NETWORKER ALAMI, ANDA DAPAT SAJA MENGEMBANGKAN NETWORKING ANDA DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN 3 TAHAPAN, YAITU MENSELEKSI, MENUMBUHKAN DAN MEMBINA KEMITRAAN, PERLU DIINGAT BAHWA ANDA BERTANGGUNGJAWAB BAGI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN YANG DIBUTUHKAN BAGI KEBERHASILAN ANDA SENDIRI.

NETWORKING SMART :
DAPAT DICIPTAKAN DENGAN :

MEMBANGUN DAN MENGELOLA JEJARING YANG PRODUKTIF, LUAS, KOKOH, CERDAS, CERDIK DAN ETIS ; MENGEMBANGKAN HUBUNGAN YANG BAIK BAGI ANDA, BAGI KARIR ANDA, BAGI ORANG YANG BEKERJA DENGAN ANDA, BAGI ORGANISASI ANDA (BAKER W.E) ; DALAM MELAKUKAN KEGIATAN NETWORKING TIDAK TERLEPAS DARI ADANYA FEEDBACK DARI ORANG LAIN ATAU DARI NETWORKER.

KEKECUALIAN :

SERING TERJADI NETWORKING KARENA KETIDAKSENGAJAAN/ATAU KARENA KEKELIRUAN, NETWORKING SEPERTI INI DISEBUT : SERENDIPITY.

BEBERAPA PRINSIP MEMBERI DAN MENERIMA FEEDBACK :
BAGAIMANA MEMBERIKAN UMPAN BALIK ? :

BERSIFAT MEMBANTU, BUKAN MENGHUKUM;  PERHATIKAN APAKAH ORANG YANG BERSANGKUTAN BERSEDIA MENERIMA UMPAN BALIK ATAU TIDAK ;  HANYA MENGENAI PERILAKU YANG DAPAT DIUBAH ;  GAMBARKAN PERILAKUNYA YANG DAPAT DIUBAH ;

 

JELASKAN PENGARUH PERILAKUNYA ITU TERHADAP ANDA ; GUNAKAN KATA SAYA AKAN BERTANGGUNGJAWAB ATAS APA YANG DISAMPAIKAN ; PASTIKAN BAHWA APA YANG DIDENGAR ORANG SESUAI DENGAN APA YANG DIMAKSUDKAN ; DORONG YBS UNTUK MENGECEK BALIKAN TERSEBUT KEPADA ORANG LAIN.

BAGAIMANA MENERIMA UMPAN BALIK ?

 

BILA ANDA MEMINTA UMPAN BALIK, JELASKAN PERILAKU YANG DIMAKSUD ; TIDAK PERLU BERTAHAN ATAU MENILAI ; BERIKAN PEMAHAMAN POKOK ANDA MENGENAI BALIKAN TERSEBUT ; BERBAGI PIKIRAN DAN PERASAAN ANDA MENGENAI BALIKAN TERSEBUT. UMPAN BALIK/BALIKAN ATAU FEEDBACK, ERAT HUBUNGANNYA DENGAN JENDELA JOHARI (JOE & HARRY) YANG HAKEKATNYA MERUPAKAN JENDELA KOMUNIKASI

DIAGRAM JENDELA JOHARI :

DIAGRAM JENDELA JOHARI MERUPAKAN SEBUAH JENDELA YANG MENCERMINKAN JENDELA KOMUNIKASI, DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MEMPELAJARI JENIS KEPRIBADIAN SESEORANG BERDASARKAN KEMAUAN UNTUK MEMBERI DAN MENERIMA BAIK INFORMASI MAUPUN KRITIK (DALAM KERJASAMA KELOMPOK) ;


   

JENDELA JOHARI MERUPAKAN HUBUNGAN DARI :
SAYA TAHU (ST) ; SAYA TIDAK TAHU (STT) ; ORANG LAIN TAHU (OT) ; ORANG LAIN TIDAK TAHU (OTT). UNTUK JELASNYA DAPAT DILIHAT PADA GAMBAR 5 BERIKUT :

JENDELA JOHARI :
JENDELA I :

DAERAH ST-OT ;  DAERAH UMUM TERBUKA (OPEN AREA, ARENA) ;  DAERAH IDEAL.

JENDELA II :  DAERAH STT-OT ;  DAERAH BUTA (BLIND SPOT), DAERAH INI MENCERMINKAN KEPRIBADIAN YANG HANYA MAU MENGKRITIK, TETAPI TIDAK MAU MENERIMA SARAN/KRITIK ORANG LAIN. DAERAH INI MENGGAMBARKAN KEPRIBADIAN SESEORANG YANG NGOTOT DAN KERAS KEPALA.

JENDELA III :  DAERAH ST-OTT ;  DAERAH TERSEMBUNYI/TABIR (MASK, HIDDEN AREA, FAÇADE), DAERAH YANG MENCERMINKAN KEPRIBADIAN SESEORANG YANG HANYA MAU MEMINTA SARAN, TETAPI TIDAK MAU MEMBERI, MENGGAMBARKAN KEPRIBADIAN YANG PELIT.

JENDELA IV :
 DAERAH

STT-OTT / DAERAH GELAP/UNKNOWN / DAERAH MISTERI, MENCERMINKAN KEPRIBADIAN YANG TIDAK MAU MENERIMA DAN TIDAK MAU MEMBERI SARAN ATAU KRITIK, SEOLAH-OLAH MEMBENTENGI DIRINYA, TERTUTUP, DAN SANGAT MISTERIUS.

PERBEDAAN ANTARA PERMINTAAN DENGAN PEMBERIAN UMPAN BALIK :

LIHAT GAMBAR BERIKUT :

KETERANGAN :  NOMOR 1 IDEAL WINDOW DALAM KELOMPOK ATAU DALAM SETIAP HUBUNGAN MERUPAKAN HUBUNGAN YANG SANGAT PENTING.  NOMOR 2 ADALAH INTERVIEWER, SELALU BERTANYA KEPADA KELOMPOKNYA, AKAN TETAPI TIDAK PERNAH MEMBERIKAN INFORMASI ATAU UMPAN BALIK.

NOMOR 3 ADALAH BULL IN CHINA SHOP, MENUNJUKKAN ORANG INI DALAM BERINTERAKSI BANYAK MEMBERIKAN UMPAN BALIK TETAPI HANYA SEDIKIT MEMINTA UMPAN BALIK. NOMOR 4 ADALAH TURTLE, MEMBERIKAN PETUNJUK BAHWA SESEORANG YANG TIDAK MENGETAHUI BANYAK TENTANG DIRINYA SENDIRI, APALAGI KELOMPOKNYA, IA MUNGKIN SEORANG YANG PENDIAM ATAU PENGAMAT DALAM KELOMPOK YANG TIDAK PERNAH MEMBERIKAN ATAU BERTANYA TENTANG UMPAN BALIK.

LATIHAN :
   

APA YANG MENJADI TUJUAN POKOK DARI NETWORKING ? APA PENGERTIAN NETWORKING ? SEBUTKAN PRASYARAT NILAI-NILAI POKOK BAGI KEBERHASILAN NETWORKING. PELAJARAN-PELAJARAN APA SAJA YANG DAPAT DIPEROLEH DARI NETWORKING ? GAMBARKAN WILAYAH NETWORKING.

KELOMPK I

BUAT SKEMA , TIME SCHEDULE DAN TATA KERJA DALAM RANGKA HARI JADI KAB/KOTA - PERSIAPANNYA BAGAIMANA - PROSES KEGIATAN (MODEL I DAN MODEL II - BENTUK PELAPORAN DAN EVALUASI

KELOMPOK II

BAGAIMANA MENYAMBUT KUNJUNGAN KERJA PEJABAT -BAGAIMANA PENDANAANYA -BAGAIMANA MEKANISME DAN PROSEDURNYA -BAGAIMANA EVALUASINYA

KELOMPOK III
DISASTER MANAJEMEN  DALAM KASUS BANJIR, GEMPA BUMI DAN TANAH LONGSOR -KOORDINASINYA , -MEKANISMENYA -PELAPORANNYA -EVALUASINYA

KELOMPOK IV
SEMAKIN INDEPENDEN UNIT KERJA DIPERLUKAN KOORDINASI, SINGKRONISASI DAN NET WORKING YANG KUAT DALAM KASUS PEMERINTAHAN DAERAH  BUAT MODEL BAGAIMANA SISTEM KOORDINASI YG KUAT DALAM SITUASI SEPERTI ITU

SELESAI
 JARUM

PATAH JANGAN DISIMPAN DALAM PETI  KATA SALAH JANGAN DISIMPAN DALAM HATI  TERIMA KASIH

WASSALAM

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful