MAKALAH

“ PERADABAN ROMAWI KUNO “

PENYUSUN : 1. ARIF YOGI PERMANA 2. DENNA AGUNG NUGROHO 3. FETY WIDIANTI APTASARI 4. SYIFA AMATULLAH 5. TAURA DHANURDARA /4 /6 / 13 / 31 / 32

KELAS : X - 9

SEKOLAH MENEGAH ATAS (SMA) N 1 PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan limpahan rahmat sehingga makalah ini bisa diselesaikan. Adapun judul yang diambil oleh tim penulis adalah “ Peradaban Romawi Kuno ”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas dari guru mata pelajaran Sejarah. Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan mengenai pentingnya internet dalam bidang pertanian dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu guru, teman-teman semua dan semua pihak yang telah membantu di dalam penyusunan makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini tentunya masih banyak kekurangan, sehingga wujud kesempurnaan belum bisa didapatkan, oleh karena itu tim penulis sangat mengharapkan saran dan kritik kontruktif demi kesempurnaan makalah ini. Selanjutnya kami tim penyusun berharap semoga makalah ini dapat memberi motivasi bagi pembaca untuk selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semoga Allah SWT akan memberikan limpahan balasan yang setimpal, dan akhirnya tim penulis mengharapkan agar makalah yang sederhana ini dapat memberi manfaat terhadap semua pihak yang berkepentingan. Amin.

Purwokerto, 1 Mei 2012 Penyusun

Peradaban Romawi Kuno

ii

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................................................... ii Daftar Isi ................................................................................................................................ iii BAB I : Pendahuluan A. Latar Belakang ................................................................................................................. 4 B. Manfaat ............................................................................................................................. 4 C. Tujuan ............................................................................................................................... 4 BAB II : Peradaban Romawi Kuno A. Sejarah .............................................................................................................................. 8 B. Lingkungan ....................................................................................................................... 10 C. Pakaian ............................................................................................................................. 11 D. Pemerintahan .................................................................................................................... 12 E. Militer ............................................................................................................................... 13 F. Pengetahuan ...................................................................................................................... 15 G. Filsafat .............................................................................................................................. 18 H. Kehidupan Sosial Masyarakat .......................................................................................... 19 I. Kehidupan Ekonomi Masyarakat ..................................................................................... 25 J. Agama Dan Kepercayaan Masyarakat ............................................................................. 26 K. Peninggalan Budaya ......................................................................................................... 29 BAB III : Penutup A. Kesimpulan ....................................................................................................................... 63 B. Kritik Dan Saran ............................................................................................................... 63 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 64

Peradaban Romawi Kuno

iii

Peradaban Romawi Kuno

4

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Romawi Kuno adalah sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota Roma didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke-9 SM. Selama keberadaanya selama 12 abad, kebudayaan Romawi berubah dari sebuah monarki ke sebuah republik oligarki sampai ke kekaisaran yang luas. Dia datang untuk mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar di sekitar Laut Tengah melalui penaklukan dan asimilasi. Namun beberapa faktor menyebabkan kemerosotannya. Sebelah barat kekaisaran, termasuk Hispania, Gaul, dan Italia, akhirnya pecah menjadi kerajaan merdeka pada abad ke-5; kekaisaran timur, diatur dari Konstantinopel, disebut sebagai Kekaisaran Romawi Timur setelah tahun 476, tanggal tradisional "kejatuhan Romawi" dan kelanjutannya Zaman Pertengahan. Peradaban Romawi seringkali dikelompokan sebagai "klasik antik" bersama dengan Yunani kuno, sebuah peradaban yang menginspirasikan banyak budaya Romawi Kuno. Romawi Kuno menyumbangkan banyak kepada pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus memiliki pengaruh besar dalam dunia sekarang ini.

B. MANFAAT
Manfaat penulisan makalah ini adalah : 1. Penulis mengharapkan kiranya karya tulis ini dapat menjadi salah satu sumbangan yang bermanfaat bagi dunia pendidikan pada umumnya. 2. Harapan penulis semoga dari pembahasan tentang Peradaban Romawi Kuno, pembaca dapat memperoleh informasi tentang pengetahuan mengenai kehidupan pada masa Peradaban Romawi Kuno.

C. TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Penulis ingin menjelaskan tentang sejarah Peradaban Romawi Kuno 5

Peradaban Romawi Kuno

2. 3.

Penulis ingin menjelaskan tentang kehidupan pada masa Peradaban Romawi Kuno Penulis ingin menjelaskan tentang peninggalan – peninggalan kebudayaan dari masa Peradaban Romawi Kuno

Peradaban Romawi Kuno

6

Peradaban Romawi Kuno

7

PERADABAN ROMAWI KUNO

Peta Romawi Kuno

Romawi Kuno adalah peradaban yang tumbuh dari komunitas pertanian kecil yang didirikan di Semenanjung Italia pada abad ke-9 SM. Seiring waktu, Romawi menjadi kekaisaran kuat yang menguasai Laut Tengah. Dalam 12 abad keberlangsungannya, peradaban Romawi berubah-ubah dari monarki, menjadi republik campuran oligarki dan demokrasi, dan akhirnya menjadi kekaisaran otokrasi. Melalui penaklukan dan asimilasi, Romawi mendominasi Eropa Barat, seluruh Laut Tengah termasuk Timur Dekat dan Afrika Utara, Semenanjung Balkan, dan Laut Hitam. Kekaisaran Romawi mengalami kemunduran pada abad ke-3 M, dan menjadi semakin gawat pada abad ke-5 M. Diperparah dengan adanya ketidakstabilan pemerintahan dan serangan dari beragam suku-suku di perbatasannya, Kekaisaran Romawi Barat, yang meliputi Hispania, Galia, dan Italia, akhirnya terpecah menjadi banyak kerajaan kecil pada abad ke-5. Kekaisaran Romawi Timur, yang dipimpin oleh kaisarn Konstantinus, berhasil bertahan dari krisis ini, dan selanjutnya terus bertahan sampai seribu tahun berikutnya hingga kelak ditaklukan oleh Kesultanan Ustmaniyah. Kekaisaran Romawi Timur disebut juga sebagai Kekasiaran Bizantium.

Peradaban Romawi Kuno

8

Peradaban Romawi banyak berpengaruh terhadap perkembangan hukum, militer, seni, sastra, arsitektur, teknologi, dan bahasa di dunia, khususnya di Dunia Barat. Salah satu warisan Romawi yang masih terus digunakan bahkan di Indonesia adalah huruf Latin.

A. SEJARAH
Sejarah Italia pada masa antikuitas kebanyakan mengikuti perubahan yang terjadi di Asia Barat yang terjadi lebih awal. Orang modern pertama tiba di Italia dari Asia Barat sekitar tahun 10000 SM. Sekitar tahun 5000 SM kelompok kedua pengelana dari Asia Barat membawa serta kemampuan bertani dan berternak ke Italia. Ketika orang-orang mulai menggunakan perunggu di Asia Barat, sekitar tahun 3000 SM, orang di Italia pun dengan cepat belajar cara menggunakan perunggu. Sekitar tahun 2000 SM, gelombang ketiga rombongan orang-orang datang ke Italia dari Asia Tengah, mereka adalah bangsa India-Eropa. Mereka membawa suatu bahasa baru, yang kelak menurunkan bahasa Latin. Zaman Kegelapan yang menimpa Mesir, Yunani, dan Asia Barat sekitar tahun 1200 SM nampaknya tidak terjadi di Italia, namun orang-orang Italia terus belajar dari Asia Barat. Mereka belajar cara menggunakan besi sebagai pengganti perunggu untuk peralatan dan senjata mereka. Seperti halnya orang-orang di Asia Barat dan Yunani, orang-orang Italia mulai membangun kota-kota dan bangunan batu besar, dan mereka bereksperimen dengan pemerintahan mereka- biasanya raja memerintah dengan diawasi oleh Senat yang terdiri atas kelompok orang kaya. Sekitar tahun 500 SM, dua perubahan besar terjadi di Mediterania timur, dan orang Romawi belajar dari keduanya. Yang pertama, pada tahun 536 SM Koresh Agung menaklukan sebagian besar Asia Barat dan mendirikan Kekaisaran Persia - kekaisaran terbesar pertama di dunia. Pada pertengahan 400-an SM, orang Romawi (seperti orang Athena dan Kartago) mengikuti tindakan Persia dan mulai menaklukan tetangga-tetangga mereka. Yang kedua, banyak kota di Yunani dan Afrika Utara menggulingkan raja mereka dan membiarkan Senat berkuasa (orang Athena bereksperimen dengan melaksanakan demokrasi). Pada tahun 509 SM, orang Romawi melakukan hal yang sama, mereka menggulingkan monarki dan mengganti sistem pemerintahan menjadi republik. Pada tahun 275 SM Romawi sudah menguasai seluruh Italia, kemudian mereka memerangi Kartago dalam perebutan kendali di Mediterana Barat. Pada tahun 146 SM, Romawi sudah berhasil menguasai seluruh Mediterania. Peradaban Romawi Kuno 9

Seiring penaklukan Romawi di Mediterania, orang-orang kaya yang menjalankan pemerintahan menjadi semakin kaya, sangat kaya. Mereka mulai berselisih untuk menguasai kekaisaran baru itu. Pada tahun 30 SM, satu orang, yaitu Augustus, berhasil menguasai Kekaisaran Romawi. Setelah dia meninggal, kerabat-kerabatnya mewarisi tahtanya. Selama dua ratus tahun setelah itu, Kekaisaran Romawi menikmati kedamaian yang panjang ketika seorang demi seorang pria menjadi kaisar Romawi. Beberapa wanita, misalnya, Agrippina dan Julia Domna, juga pernah berkuasa. Namun pada tahun 220 M, orang Sassaniyah mulai menyerang Kekaisaran Romawi secara lebih agresif dari arah Timur, orang Jermanik di Utara juga mulai memanfaatkan kesempatan untuk menyerang Romawi. Untuk memperoleh pasukan yang cukup, Romawi terpaksa menyewa orang Visigoth dan Ostrogoth dari luar kekaisaran untuk bertempur sebagai tentara bayaran. Masa damai pada awal tahun 300-an M menjadi waktu yang cukup baik bagi Kekaisaran Romawi. Namun perang kembali meletus pada tahun 350-an M, dan meskipun mereka bertempur dengan gigih, pada akhir tahun 400-an M, Romawi terpaksa menyerahkan banyak daerah di barat kekaisaran kepada para tentara bayaran yang pernah mereka sewa. Di Mediterania Timur, Kekaisaran Romawi terus berlangsung, dengan ibukotanya di Konstantinopel. Tapi kemudian seperti yang pernah terjadi di Barat, Romawi makin meningkatkan penggunaan tentara bayaran, terutama orang Arab. Pada tahun 600-an M, orang-orang Arab itu mulai melawan Romawi dan bukannya membantu. Dengan cepat, mereka mendirikan Kekaisaran Islam di tempat yang dulunya dikuasai Romawi. Sisa-sisa terakhir Kekaisaran Romawi Lama, yaitu Konstantinopel, jatuh ke tangan Muslim pada tahun 1453 M. Italia Zaman Batu Italia Zaman Perunggu Bangsa Etruska Awal Republik Republik Romawi Perang Punisia Pertama Peradaban Romawi Kuno 10

Perang Punisia Kedua Perang Punisia Ketiga Akhir Republik Dinasti Julius-Claudius Tiberius Caligula Claudius Agripinna Tahun Empat Kaisar Dinasti Flavius Lima Kaisar Baik Dinasti Severus Krisis Tetrarki Konstantinus Constantius dan Julianus Theodosius Keruntuhan Romawi

B. LINGKUNGAN
Kota Romawi memliki lingkungan yang sangat menguntungkan bagi penduduknya, sehingga kota ini menjadi penting untuk bangsa Romawi. Kota Roma terletak di temat yang mudah untuk menyeberangi sungai Tiber, sehingga kota Roma merupakan lokasi alami untuk jalan utara-selatan di Italia. Kita bisa menyeberangi sungai Tiber di Roma Peradaban Romawi Kuno 11

dikarenakan adanya sebuah pulau di sana. Juga ada sumber garam di dekat kota Roma, dan pada masa kuno, garam sangatlah berharga. Selain itu, kota Roma menjadi tempat transit untuk perahu yang melalui sungai Tiber. Seiring Romawi mengalami perluasan wilayah, orang Romawi menghadapi berbagai macam lingkungan yang berbeda-beda. Ada gurun, gunung, rawa, hutan, dll. Pasukan Romawi harus belajar bertempur dengan berbagai taktik dan strategi sesuai lingkungannya untuk menaklukan berbagai daerah. Di hutan dan pegunungan, pasukan Romawi harus mampu memecah legion besar mereka menjadi unit-unit yang lebih kecil supaya mampu bergerak lebih cepat dan tersembunyi. Kemampuan pasukan Romawi untuk beradaptasi pada berbagai tipe area pertempuran merupakan salah satu alasan mengapa mereka bisa memenangkan banyak perang. Pada periode Kekaisaran Romawi (sekitar 100 SM sampai 500 M), bangsa Romawi telah menguasai seluruh Laut Mediterania. Hal in memudahkan mereka dalam melakukan kegiatan perdagangan. Mereka bisa mengirimkan barang dengan kapal laut. Dengan menaklukan berbagai wilayah, bangsa Roamwi juga menjadi lebih mudah untuk memperoleh barang-barang dari berbaagi tempat. Mereka mengambil timah dari Inggris, kayu dari Jerman, kapas dari Mesir, dan perak dari Spanyol.

C. PAKAIAN
Pria dan wanita Romawi, seperti halnya orang Indo-Eropa lainnya, memakai lembaran wol yang besar untuk menutupi badan mereka. Setelah mereka bertemu dengan orang Yunani dan Mesir, sekitar 200 SM, mereka mulai mengenakan tunik linen (Seperti kaos) di bawah jubah wol, yang ternyata jauh lebih nyaman. Untuk melindungi kaki, orang Romawi menggunakan sandal kulit, atau sepatu bot kuilt pada musim dingin. Perempuan Romawi menggunakan jepit rambut dan sisir dari kayu untuk memperindah dan merapikan rambut mereka. Untuk menunjukkan kemewahan, pria Romawi terus mengenakan jubah wol di luar tunik mereka. Mereka menyebut jubah wol ini toga. Ada sejumlah aturan mengenai bagaimana seorang pria memakai toga, misalnya siapa yang boleh mengenakan toga bergaris, dll. Ini untuk membedakan orang kaya dengan orang miskin.

Peradaban Romawi Kuno

12

Perempuan biasanya mengenakan tunik linen, ditambah dengan selendang atau kerudung wol di atas tunik mereka. Kerudung itu digunakan di kala hujan atau udara dingin. Ketika Kekaisaran Romawi menguasai Eropa dan Mediterania, para penduduk di daerah yang ditaklukan oleh Romawi tetap memakai pakaian tradisional masing-masing, meskipun ada yang menambahkan tunik dan toga pada acara-acara tertentu. Di Eropa, Prancis, Inggris, dan Jerman, banyak orang yang mengenakan jubah bertudung.

Kosmetik
Di Romawi kuno, baik pria maupun wanita menggunakan produk kecantikan supaya terlihat sehat dan indah, dan juga untuk menunjukkan bahwa mereka kaya, atau untuk menunjukkan tempat asal atau pekerjaan mereka. Wanita kaya memiliki kulit yang lebih putih dariapda wanita miskin. Ini karena wanita kaya lebih sering tinggal di rumah, sedangkan wanita miskin harus berpanaspanas di ladang. Wanita kaya juga mengguankan krim pemutih supaya terlihat lebih putih. Krim pemutih Romawi dibuat dari lemak sapi atau domba, pati, dan oksida timah. Beberapa krim pemutih mengandung timbal, yang berbahaya bagi kesehatan.

D. PEMERINTAHAN
Sejak 500 SM sampai mendekati 1500 M, selama dua ribu tahun, pemerintahan Romawi kurang lebih memakai sistem yang sama, dengan kata lain, tidak banyak terjadi perubahan, meskipun perubahan itu tetap ada seiring waktu. Pada awalnya, Romawi dipimpin oleh raja yang dibantu oleh senat. Ketika Republik Romawi pertama kali didirkan pada 500 SM, raja diganti oleh dua orang yang disebut konsul, sedangkan senat tetap ada. Perempuan tidak diperbolehkan menjadi konsul. Kedua konsul memegang kendali atas pasukan, behak menyatakan perang, menentukan jumlah pajak, dan membuat hukum. Suatu keputusan harus disetujui oleh kedua konsul; jika salah seorang mengatakan “veto” (aku tolak), maka keputusan tidak jadi dilaksanakan. Konsul dibantu oleh senat sebagai dewan penasihat. Senat terdiri dari keluargakeluarga kaya di Romawi. Perempuan tidak diperbolehkan menjadi anggota senat. Jabatan senator (anggota senat) merupakan jabatan seumur hidup. Kebanyakan konsul pada akhirnya bergabung dengan senat, dan kebanyakan senator memiliki ayah atau kakek yang Peradaban Romawi Kuno 13

dulunya juga menjabat di senat. Para konsul sering melaksanakan apa yang diusulkan oleh senat. Ada juga prefek di Romawi, mereka bertugas mengurusi kota, beberapa mengadili kasus, beberapa yang lainnya mengatur pasar atau pelabuhan. Selain itu, ada Tribunus, yaitu orang-orang di senat yang mewakili rakyat miskin. Tribunus dipilih oleh Majelis. Tribunus berhak memveto keputusan senat yang berkenaan dengan rakyat miskin. Sementara Majelis adalah kumpulan yang terdiri dari para pria dewasa dan merdeka di Romawi. Mereka berhak memberikan suara jika dimintai oleh konsul, mislnya harus pergi berperang atau tidak. Majelis juga memilih konsul, prefek, dan senator. Namun Majelis sudah diatur sedemikian rupa sehingga orang kaya bisa lebih bnyak memilih daripada orang miskin. Baik prefek, Tribunus, atau Majelis hanya boleh diisi oleh laki-laki. Setelah Romawi menaklukan berbagai daerah yang jauh dari kota Roma, mereka pun menerapkan sistem provinsi. Setiap provinsi dipimpin oleh gubernur. Gubernur memegang kendali atas pasukan di provinsinya. Gubernur biasanya berasal dari kalangan jenderal. Menjelang tahun 50 SM, yakni masanya Julius Caesar, jenral-jenderal ini mulai mengambil alih pemerintahan dan mengabaikan senat serta konsul. Mereka bisa melakukannya karena memiliki pasukan. Augustus, pada 31 SM, adalah salah satu jenderal ini. Dia berhasil mendirikan suatu sistem baru. Lembaga senat dan jabatan konsul tetap disteruskan namun Augustus menjadikan dirina memiliki kekuasaan tertinggi. Dia berhasil membuat senat menjadikannya dirinya sebagai Tribunus, sehingga Augustus bisa memveto keputusan senat yang tidak dia sukai. Augustus juga memegang kendali atas pasukan sehingga dia bisa menyingkirkan orang yang menghalangi jalannya. Sistem ini, yaitu Romawi dipimpin oleh kaisar namun senat dan konsul tetap ada, terus berjalan selama 1500 tahun sampai akhirnya Romawi runtuh.

E. MILITER
Romawi (bersama beberapa negara-kota di Yunani) adalah salah satu bangsa pertama yang di dunia yang membayar gaji rutin pada para tentara. Dengan begitu, pasukan bisa menjadi pasukan purnawaktu dan berjuang secara penuh, bukan hanya berjuang ketika sedang tidak mengurus ladang. Aawalnya, Romawi memiliki tentara paruh waktu seperti negara-negara lainnya, namun sejak 100 SM, di bawah Marius, tentara Romawi dibayar Peradaban Romawi Kuno 14

untuk berjuang sepanjang tahun. Karena itu, para tentara lebih sering berlatih dan menjadi pasukan yang lebih tangguh. Biasanya, hanya pria yang boleh menjadi tentara, meskipun ada beberapa wanita yang juga masuk militer. Pria bergabung dengan pasukan ketika berusia sembilan belas tahun. Kadang-kadang para pria bergabung secara sukarela, baik karena rasa patriotisme, rasa haus akan petualangan, keinginan menjadi perwira, atau karena berharap memperoleh kewarganegaraan. Kadang pula, pemerintah Romawi memaksa para pria untuk masuk militer ketika mereka tidak mau. Beberapa pria memotong jempol sendiri supaya bisa keluar dari kemiliteran. Jika seseorang sudah masuk ke dalam militer, dia akan bergabung dengan sebuah legiun, yaitu suatu unit prajurit yang tinggal dan berperang bersama-sama. Pada masa Augustus, ada 28 legiun, masing-masing terdiri dari 5000 prajurit. Di dalam legiun, ada kohort (500 prajurit), dan di dalam kohort adalah centuri yang berjumlah sekitar 80 sampai seratus prajurit. Rekan prajurit dalam centuri disebut centurion. Dalam centuri ada kontubernium atau "kelompok tenda", terdiri dari delapan orang yang tinggal dan makan bersama dalam satu tenda. Satu kontubernium ini akan selalu bersama selama menjadi tentara. Jika seseorang mampu bertahan hidup, dia harus menjadi tentara selama dua puluh lima tahun. Jika bergabung pada usia 19 tahun, maka seseorang akan berusia 44 tahun saat keluar. Sebagian besar orang Romawi meninggal pada usia empat puluhna atau lima puluhan, jadi seorang tentara akan menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya di militer. Prajurit tidak diperbolehkan menikah atau memiliki anak, namun ada juga prajurit yang melakukannya. Prajurit Romawi belajar melakukan berbagai gerakan rumit sehingga mereka mampu berperang dengan lebih baik. Salah satu yang terkenal adalah formasi testudo ("kurakura"). Dalam formasi ini, semua prajurit memosisikan perisainya untuk membentuk semacam penutup yang melindungi unit dari serangan panah atau serangan lainnya. Pasukan Romawi melakukan banyak perang sepanjang sejarah Romawi, dan selama ratusan tahun mereka memenangkan sebagian besar perang yang mereka hadapi. Pada masa awal Republik Romawi, mereka mengalahkan Etruska, lalu mengalahkan pasukan gabungan negara-kota Yunani di Italia selatan. Pada tahun 275 SM, pasukan Romawi berperang dengan Kartago dalam Perang Punisia Pertama, dan pada 215 SM mereka mengalami Perang Punisia Kedua, dan Romawi memenangkan kedua perang tersebut. Peradaban Romawi Kuno 15

Pada tahun 100-an SM, pasukan Romawi bertempur di Yunani dan Asia barat. Pada masa kaisar Augustus, Romawi telah berhasil menaklukan Galia (Prancis modern), Yunani, seluruh pesisir Mediterania bagian Asia termasuk israel, dan seluruh pesisir Afrika utara termasuk mesir. Cucu tiri Augustus, Claudius, menaklukan Britania sekitar tahun 50 M. Pada tahun 100-an M, Traianus menaklukan Dakia (Romania modern) dan sebagian besar Suriah dan Irak, namun penaklukan-penaklukan tersebut bisa dibilang merupakan akhir perluasan wilayah Romawi. Pasukan Romawi kemudian lebih sering berdiam di satu tenmpat, berjaga di dekat perbatasan untuk menjaga keamanan kekaisaran. Dalam prosesnya, para prajurit menikahi perempuan setempat, mengolah lahan, dan mempelajari bahasa lokal. Pada awal 200-an M, pasukan Romawi mengalami situasi yang buruk. Persia Sassania di Iran dan Irak mulai menyerang Romawi di sepanjang perbatasan Asia barat, berharap untuk mengusir pasukan Romawi dari Asia Barat. Ketika mengetahui bahwa pasukan Romawi sibuk di Asia Barat, banyak suku yang menghuni daerah Eropa utara dan timur, seperti Visigoth dan Ostrogoth, mulai ikut menyerang Romawi. Para kaum itu kadang mengoordinasikan serangan mereka supaya mereka bisa menyerang secara bersamaan. Adalah sulit menghadapai dua musuh pada waktu yang sama. Sejak tahun 400-an M, kaisar Romawi di Kekaisaran Romawi Barat tidak lagi mempunyai cukup uang untuk menggaji para prajurit, akibatnya para prajurit pun melakukan hal-hal lain, misalnya bertani, atau berperang demi pasukan lainnya. Militer Romawi lambat laun melemah, dan kaum Visigoth dan Ostrogoth pun berhasil meruntuhkan Romawi.

F. PENGETAHUAN
Pencapaian ilmu pengetahuan Romawi kebanyakan terjadi dalam bidang pengobatan dan teknik. Bangsa Romawi menemukan banyak cara baru untuk menambang barangbarang mineral seperti emas dan timah. Mereka juga mengembangkan instalasi air dan penggilingan biji-bijian. Dan mereka adalah bangsa pertama yang menggunakan beton untuk membuat bangunan. Penggunaan beton membantu mereka untuk lebih mengembangkan kubah dan bentuk-bentuk bangunan lainnya. Bangsa Romawi juga menggunakan kemampuan mereka dalam bidang teknik untuk membangun sistem pembuangan kotoran untuk menjaga kota tetap bersih dan sehat.

Peradaban Romawi Kuno

16

Orang Romawi di Foenikia menemukan gelas tiup, selain itu tembikar cetak dan lampu minyak petama kali dibuat pada masa Romawi. Bangsa Romawi tidak mengalami banyak perkembangan dalam bidang matematika, namun mereka berhasil menciptakan sistem penulisan angka mereka sendiri.

1.

Pengobatan
Bangsa Romawi pertama kali mempelajari ilmu pengobatan dari bangsa Yunani. Faktanya, sebagian besar dokter Romawi berasal dari Yunani, atau merupakan keturunan Yunani. Seperti bangsa Yunani, bangsa Romawi percaya pada empat cairan (empedu hitam, empedu kuning, lendir, dan darah) dan metode pengobatan dengan cara pengeluaran darah. Dokter Romawi yang paling penting adalah Galen, yang hidup pada tahun 100-an Masehi dan menulis sebuah buku tentang pengobatan. Buku Galen tersebut (sebenarnya merupakan versi pendeknya) menjadi buku pengobatan utama yang digunakan oleh para dokter di Eropa selama ratusan tahun berikutnya. Galen mengulangi banyak penelitian Hippokrates mengenai empat cairan, namun dia juga menambahkan banyak sekali hasil penelitiannya tentang tubuh manusia. Galen mempelajari bagian dalam tubuh manusia dengan cara memeriksanya langsung. Biasanya dia mengamati tubuh prajurit atau gladiator yang terluka. Dan dia memebdah banyak hewan untuk mengetahui cara kerja tubuh mereka. Galen tentunya mengetahui tentang anatomi lebih banyak daripada Hippokrates. Galen memahami bahwa darah dialirkan ke seluruh tubuh oleh jantung. Dan dia sudah mengungkap bahwa saraf mengendalikan gerakan tubuh, dan bahwa manusia berpikir menggunakan otak. Namun dia tidak membuat banyak kemajuan dalam hal metode pengobatan terhadap manusia. Dia masih berpikiran bahwa metode pengeluaran darah adalah cara yang baik.

2.

Angka Romawi
Bangsa Romawi mempergunakan beberapa sistem berbeda untuk penulisan angka. Kadang mereka menulis angka seperti ini: I II III IV V dan di lain waktu mereka mempergunakan angka Yunani. Angka Romawi tidak selalu ditulis dengan cara yang sama. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan angka Roamwi.

Lambang I II Peradaban Romawi Kuno

Nilai 1 2 17

III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII XIX XX XXX XL L LX LXX LXXX XC C CC CCC CD D DC DCC DCCC CM M

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 30 40 50 60 70 80 90 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000

Jadi, MMIII adalah 2003, dan XXIV adalah 24, dan CLVII adalah 157. Menaruh angka yang lebih besar seperti V setelah angka yang lebih kecil seperti I berarti V dikurangi I atau 5 dikurangi 1 yang berarti 4. Berikut ini adalah beberapa contoh lainnya:  314 = CCCXIV 18

Peradaban Romawi Kuno

  

26 = XXVI 1975 = MCMLXXV 2010 = MMX Dengan sistem penulisan seperti ini, anak-anak Romawi mengalami kesulitan

ketika melakukan perkalian, pembagian, atau penambahan angka dalam jumlah besar. Karena itu, anak-anak Romawi, bahkan anak-anak yang bersekolah, tidak melakukan perkalian dan pembagian angka besar di kertas, tetapi mereka menghafal tabel perkalian. Untuk angka-angka besar, mereka mempergunakan papan hitung atau abacus. Tetapi banyak perkalian dan pembagian angka besar biasanya dilakukan oleh orang Romawi yang ahli, bukan oleh orang biasa.

3.

Saluran Pembuangan
Di kora-kora besar, orang-orang sering sakit karena meminum air yang telah terkontaminasi kotoran manusia. Untuk menyelesaikan masalah ini, banyak kota di Romawi yang membangun akuaduk untuk menyediakan air bersih dari perbukitan di dekitar kota. Peemrintah juga membangun jamban umum dan saluran pembuangan untuk mengalirkan kotoran dan membuangnya ke sungai. Ada juga toilet umum yang memiliki jamban untuk banyak orang sekaligus. Beberapa saluran pembuangannya masih dipergunakan hingga saat ini.

4. 5.

Pelayaran Ptolemeus

G. FILSAFAT
Orang Romawi mulai mempelajari filsafat sejak sekitar 200 SM. Ketika itu, bangsa Romawi menaklukan Yunani, karena itu banyak prajurit dan jendral Romawi yang melakukan kontak dengan para filsuf Yunani. Orang Romawi menyadari bahwa filsuf Yunani semacam Sokrates, Plato, dan Aristoteles telah banyak berkontribusi untuk filsafat. Beberapa orang Romawi menjadi tertarik, dan pada sekitar 50 SM, orang Romawi mulai menulis filsafat mereka sendiri, meskipun sebagian besarnya masih merupakan terjemahan dari bahasa Yunani ke bahasa latin. Perempuan tidak diperbolehkan belajar filsafat.

Peradaban Romawi Kuno

19

Salah satu orang Yunani yang menulis mengenai filsafat adalah Lucretius. Dia mengikuti pandangan filsafat Epikurean Yunani. Dia menulis sebuah syair panjang berjudul Sifat Benda, yang menjelaskan mengenai filsafat Epikurean dalam bahasa latin untuk orang yang tidak bisa berbahasa Yunani. Filsuf Yunani lainnya adalah Cicero, yang menulis filsafat pada waktu yang hampir sama dengan Lucretius. Cicero merupakan filsuf yang skeptis. Seperti orang Skeptis lainnya, Cicero berpikir bahwa kita harus mempertanyakan setiap gagasan atau fakta yang kita dapatkan, dan harus selalu bertanya, "Bagaimana mereka tahu itu?" atau "Bagaimana mereka yakin?" atau "Bagaimana dengan hal lainnya?". Cicero mencoba menggunakan filsafat untuk membuat manusia berpikir lebih logis, supaya mereka bisa lebih baik dalam membuat keputusan dalam pemerintahan. Namun Cicero juga memegang beberapa gagasan Stoik, terutama bahwa manusia harus mencoba menjadi sebaik mungkin. Kira-kira seratus tahun kemudian, pada masa kaisar Claudius dan Nero, seorang filsuf bernama Seneca menulis essai mengenai filsafat Stoik. Seneca beranggapan bahwa manusia tidak boleh menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Manusia seharusnya mempergunakan waktunya dengan baik, membuat dunia menjadi lebih baik, dan memperluas pemikiran dengan mempelajari filsafat. Pada masa-masa akhir Kekaisaran Romawi, banyak pria dan wanita yang mulai berpikir tentang dunia dalam sudut pandang Nasrani. Santo Augustine dan Santo Ambrose mempelajari filsafat dari masa sebelumnya dan berusaha menciptakan filsafat Nasrani yang bisa mencakup gagasan Nasrani maupun filsafat Yunani dan Roamwi. Setelah Kekaisaran Romawi runtuh, orang-orang tetap berpikir mengenai gagasan tersebut, bahkan ada beberapa perempuan juga. Baik di Kekaisaran Islam maupun Eropa Abad pertengahan, orang-orang seperti Maimonides dan Dante terus berusaha menyatukan agama dengan filsafat.

H. KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT
Kekaisaran Romawi sangat luas sehingga dihuni oleh orang yang berbeda-beda. Ada banyak cara hidup di Romawi. Ada beragam jenis keluarga di Kekaisaran Romawi. Secara umum, persamaan kedudukan pria dan wanita di bawah hukum Romawi agak lebih baik dibandingkan dengan hukum Yunani atau bahkan hukum Islam. Persamaan gender di Romawi lebih tinggi di

Peradaban Romawi Kuno

20

daerah barat, seperti di Eropa dan Afrika Utara, daripada di daerah timur seperti di Asia Barat, yang meneruskan tradisi-tradisi Yunani. Orang-orang dari ras dan budaya minoritas kemungkinan merasa lebih nyaman berada di bawah hukum Romawi. Ada banyak orang berbagai budaya dan suku yang berinteraksi di kekaisaran sehingga muncul toleransi yang tinggi terhadap budaya lain. Di pihak lain, hubungan ini kadangkala juga dapat meletus menjadi kekerasan terhadap kelompok minoritas. Banyak orang yang menjadi budak di setiap penjuru kekaisaran, dari awal hingga akhir masa kekaisaran, namun lagi-lagi jenis perbudakan dan cara budak diperlakukan tergantung lokasi dan waktu saat itu. Di Italia dan Sisilia, dan mungkin juga di beberapa tempat lainnya, ladang yang luas diolah oleh budak-budak yang diperlakukan dengan buruk. Namun budak-budak lainnya menjadi pekerja di rumah, seperti misalnya menjadi pembantu, juru masak, pencuci, dan pengurus kandang. Jenis budak yang kedua diperlakukan lebih baik. Banyak juga budak yang dipekerjakan oleh pemerintah, atau oleh bisnis swasta, atau menjadi manajer, atau mengurus toko, atau di pabrik kecil. Budakbudak lainnya merupakan penjahat yang dihukum untuk bekerja di tambang atau kerja paksa lainnya. Bahkan jika merdeka, mantan budak tetap tidak memiliki hak yang sama seperti halnya orang lain. Di seluruh kekaisaran, banyak anak lelaki di kota yang pergi bersekolah. Beberapa anak perempuan bersekolah, namun sebagian besar tidak diizinkan bersekolah. Di daerah pedesaan, jumlah anak yang bersekolah jauh lebih sedikit lagi. Yang belajar di perguruan tinggi juga sedikit, karena jaraknya yang jauh, misalnya di Athena atau di Alexandria. Anak-anak Romawi memiliki banyak teman, baik di sekolah, keluarga, atau di lingkungan sekitar mereka. Akan tetapi, lelaki dan gadis dari keluarga kaya tidak diperbolehkan untuk saling mencintai dengan leluasa karena biasanya pernikahan dilakukan melalui perjodohan yang diatur oleh keluarga. Sementara untuk orang miskin, percintaan bisa lebih leluasa.

1.

Sekolah
a. Sekolah Dasar
Sebagian besar anak Romawi tidak bersekolah. Seperti orang tua mereka, anak-anak haurs bekerja di ladang. Mereka membajak, mencangkul, dan

Peradaban Romawi Kuno

21

menyiangi ladang. Anak-anak itu harus membantu orang tua mereka bekerja supaya tersedia cukup makanan untuk dikonsumsi. Mereka tidak menempuh pendidikan formal. Tetapi beberapa anak lelaki orang kaya, terutama jika mereka tinggal di kota, dapat pergi ke sekolah. Sekolah Romawi kecil, dengan hanya satu ruang kelas dan satu pengajar. Satu guru itu mengajar murid lelaki dari berbagai usia, mulai dari tujuh hingga sebelas atau dua belas tahun. Guru dibayar oleh orang tua siswa secara langsung. Semua gurunya adalah pria. Anak orang kaya kadang-kadang memiliki budak yang mengantar mereka pulang-pergi ke dan dari sekolah. Para siswa biasanya duduk di bangku atau kursi, begitu juga gurunya. Mereka tidak menggunakan meja. Beberapa anak (baik lelaki maupun perempuan) belajar di rumah. Mereka diajari oleh ibu atau ayah mereka. Kadang-kadang orang tua membayar guru supaya datang ke rumah dan mengajar anak mereka. Orang tua juga dapat membeli budak untuk dijadikan sebagai pengajar di rumah. Guru mengajar muridnya membaca dan menulis, juga cara berhitung dengan angka. Kertas belum ditemukan jadi para murid membaca gulungan papirus. Sementara untuk menulis, mereka menggores-goreskan batang logam atau potongan tembikar pada papan kayu yang dilapisi lilin. Sang guru menulis huruf alfabet, atau baris-baris dari naskah Aeneid, dan para murid menyalinnya. Mereka juga belajar matematika. Kadang mereka belajar memainkan alat musik. Mereka tidak mempelajari ilmu alam, atau olahraga. Jika sang murid tidak menguasai pelajaran, sang guru akan memukulnya dengan tongkat. Akibatnya banyak anak yang takut pada guru. Mereka kemudian membenci sekolah karena takut dipukul oleh guru. Ketika anak lelaki sudah berusia sebelas atau dua belas tahun, dan telah memperoleh semua pelajaran di sekolah, banyak di antara mereka berhenti sekolah. Sedikit dari mereka melanjutkan pendirikan ke sekolah lanjutan.

b.

Sekolah Lanjutan
Anak Romawi yang dapat belajar di sekolah lanjutan hanyalah anak-anak yang sangat kaya dan cerdas. Kota kecil biasanya tidak memiliki sekolah lanjutan, jadi kadang-kadang ada anak yang harus pergi ke kota besar dan bersekolah jauh dari keluarga. Sekolah lanjutan tidak menyediakan asrama,

Peradaban Romawi Kuno

22

sehingga di kota besar mereka harus tinggal di tempat kos, atau di rumah kerabatnya jika memiliki kerabat di sana. Dengan demikian, orang tua harus membayar biaya sekolah dan juga biaya kos. Di sekolah lanjutan, para siswa diajari bahasa Yunani. Mereka harus menghapal sajak-sajak karya Homeros, penyair terkenal dari Yunani. Mereka juga belajar filsafat dan berpidato.

2.

Keluarga
Keluarga Romawi tidak hanya meliputi suami, istri, dan anak, tetapi juga budak (jika ada). Dalam keluarga, pria memliki kekuasaan yang banyak. Suami dapat memukul istrinya. Suami dan istri dapat memukul budak dan anak-anak mereka. Suami juga dapat memutuskan apakah bayi yang lahir akan dibesarkan atau dibiarkan mati. Selain itu pria pemilik budak wanita dapat menikmati hubungan seksual dengan budak wanitanya sekehendak hatinya. Tapi perempuan juga punya beberapa hak. Perempuan dapat memiliki barang, membeli dan menjual barang, atau menyewakan apartemen, tanpa harus ada izin dari suaminya. Baik suami ataupun istri juga dapat mengajukan perceraian jika mereka ingin dan jika mereka punya cukup uang. Banyak keluarga punya banyak anak, karena tidak sedikit anak yang mati muda. Rata-rata keluarga Romawi punya lima atau enam anak, tapi hanya dua atau tuga yang dapat hidup sampai dewasa. Setelah ayahnya meninggal, anak akan mewarisi harta kekayaannya, atau dapat pula memberikannya pada orang lain. Orang dewas juga jarang yang hidup lama, dan perceraian sering terjadi, akibatnya banyak anak Romawi yang tinggal bersama orang tua tiri dan saudara tiri. Mereka biasanya tidak tinggal bersama sepupu. Sebagian besar pria dan wanita bekerja di ladang sepanjang hari, atau di pabrik, membuat tembikar atau menenun pakaian. Jadi pada siang hari anak-anak jarang bergaul dengan orang tua mereka. Anak-anak biasanya bergaul dengan kakak, kakek, bibi, atau (dalam keluarga kaya) dengan budak. Tidak ada tempat penitipan anak dan hanya sedikit anak yang bersekolah. Banyak orang Romawi yang mati pada usia empat puluhan atau lima puluhan, sehingga banyak anak Romawi yang tidak mengenal kakek-nenenk mereka, karena kakek-nenek mereka sudah meninggal ketika anak-anak itu masih sangat kecil.

Peradaban Romawi Kuno

23

Bahkan beberapa anak kehilangan prang tua mereka sebelum dewasa, sehingga mereka diasuh oleh paman, bibi, atau kakak. Orang Romawi biasanya menikah pada usia dua puluh tahun. Beberapa wanita menikah pada usai tiga belas tahun. Kebanyakan orang menikahi sepupu mereka sendiri supaya harta keluarga tidak jatuh ke tangan keluarga lain.

3.

Perempuan
Wanita Romawi dibatasi oleh banyak larangan, dan tidak dapat sebebas pria. Wanita tidak dapat menjadi kaisar, anggota Senat, gubernur, atau tentara. Sementara pria Romawi diperbolehkan untuk memukul istri-istri dan budak mereka. Pria juga diperbolehkan untuk berhubungan intim sesuka hatinya dengan istri atau budak wanitanya. Seorang istri dapat mengajukan cerai tapi biasanya anak-anak dibawa oleh suami. Seorang budak wanita seringkali dianiaya dan diperkosa oleh pemiliknya. Jika budak wanita melahirkan anak, maka anak-anaknya seringkali dibunuh atau dijual pada orang lain. Beberapa anak perempuan dapat bersekolah, dan sedikit dari mereka dapat memperoleh pendidikan tingkat lanjutan. Setelah menikah, perempuan Romawi tetap berada di bawah kuasa ayah mereka. Setelah ayah mereka meninggal, anak perempuan Roamwi dapat memperoleh warisan yang setara dengan anak lelaki. Perempuan Romawi juga dapat mengelola bisnis sendiri dan memiliki properti sendiri. Meskipun sulit, beberapa wanita Roamwi berhasil terjun ke dunia politik. Sekali waktu, ada perempuan Romawi yang menjabat di dewa kota lokal. Pada tahun-tahun pertama dalam abad ke-1 M, Messalina dan Agrippina menjadi ratu dan sedikit banyak dapat menguasai Kekaisaran Romawi. Pada 217 M, Julia Maesa dan Julia Mammaea memerintah Kekaisaran Romawi melalui cucu mereka sampai 226 M. Ratu Pulcheria mengendalikan Kekaisaran Romawi Timur dari tahun 414 M sampai dia meninggal pad tahun 453 M, dan keponakannya Placidia mengendalikan Kekaisaran Romawi Barat selama beberapa tahun.

4.

Perbudakan
Beberapa orang di Romawi menjadi budak milik orang lainnya, atau milik pemerintah Romawi. Banyak dari para budak ini, terutama di Spanyol dan Prancis

Peradaban Romawi Kuno

24

selatan, bekerja di ladang dan menggarap lahan pertanian miliki orang kaya. Di ladang ini, yang disebut latifundia, seorang mandor mengawasi ratusan atau ribuan budak bekerja sepanjang hari di bawah terik matahari. Pada malam hari, para budak tidur di barak, dengan pria dan wanita dipisahkan. Budak-budak lainnya harus bekerja di bawah tanah di pertambangan untuk mencari emas, perak, tembaga, timah, atau besi. Tekanan pekerjaan ini juga berat dan banyak budak yang meninggal setelah bekerja beberapa tahun. Pemerintah Romawi, juga para saudagar, memanfaatkan banyak budak pria untuk mengayuh dayung pada kapal laut. Mereka dirantai pada dayung. Banyak dari pekerja tambang dan pengayuh dayung ini adalah orang-prang yang dihukum. Ada pula budak yang bekerja di rumah orang kaya. Mereka biasanya bertugas sebagai pengasuh anak, juru masak, pelayan, pembersih, pengurus kuda, pencuci, pengajar, dan akuntan. Para budak jenis ini ada yang memiliki keluarga, meskipun mereka tidak pernah memiliki kepastian untuk mengurus keluarga mereka. Anakanak yang terlahir dari budak seringkali dijual dan dijauhkan dari orang tua mereka. Para budak ini juga sering dipukuli dan jarang memperoleh makanan yang layak. Banyak juga budak yang bekerja di pabrik atau toko kerajinan tangan. Mereka biasanya bekerja sebagai penenun, pencelup, pembuat tembikar, atau pembuat mosaik, Beberapa budak bekerja di bidang konstruksi, dan beberapa lainnya dipekerjakan di toko pakaian atau toko minyak wangi. Selain itu, budak dapat pula bekerja untuk pemerintah Romawi sebagai akuntan atau penjaga, atau memotong kayu untuk tempat pemandian air panas. Para pria pemilik budak wanita dapat secara bebas melakukan hubungan seksual dengan budaknya, sehingga kadang-kadang pria kaya membeli budak wanita yang cantik dengan tujuan menikmati tubuhnya. Banyak budak yang dibebaskan jika sudah tua, itu pun jika mereka dapat hidup sampai usia tua. Budak yang sudah bebas dapat menjadi warga Romawi dan disebut "orang yang dimerdekakan" atau "budak bebas."

5.

Budak Bebas
"Pria terbebas" dan "wanita terbebas", atau disebut juga "budak bebas", adalah orang-orang yang dulunya adalah budak tapi akhirnya dimerdekakan. Kadang-

Peradaban Romawi Kuno

25

kadang mereka bebas karena sudah terlalu tua dan pemiliknya tak mau lagi mengurusnya. Pengasuh dan suster biasanya dimerdekakan setelah anak yang diasuhnya beranjak dewasa. Ada juga budak yang bebas karena berhasil mengumpulkan uang dan menebus kebebasannya sendiri. Pemilik budak juga kadang-kadang memerdekakan budak yang telah melakukan sesuatu yang istimewa. Budak yang dibebaskan kebanyakan dulunya kemudian bekerja untuk orang kaya atau pemerintah. Budak yang bekerja di ladang dan perkebunan jarang dimerdekakan. Meski sudah tidak berstatus sebagai budak, budak bebas masih harus melaksanakan perintah mantan tuan mereka, dan tetap harus bekerja secara gratis untuk tuan mereka jika disuruh. Wanita bebas tidak boleh menolak tawaran pernikahan dari mantan tuan mereka. Budak bebsa juga tidak boleh memegang jabatan politik dan keagamaan, tapi anak-anak mereka diperbolehkan. Meski begitu, banyak mantan budak yang berhasil menjadi orang kaya dan sejahera. Setelah bebas, mereka membua toko atau mengelola bisnis, atau membeli ladang. Beberapa budak bebas memperoleh uang pensiun dari mantan tuan mereka. Pada diansti JuliusKlaudius, beberapa orang penting di kekaisaran adalah budak bebas.

I.

KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT
Sebagian besar orang di Romawi adalah petani, dan beberapa petani adalah budak meskipun sebagian besarnya adalah orang merdeka. Mereka menanam gandum, barley, zaitun, anggur, apel, bawang, dan seledri. Mereka biasanya menjual hasil panen mereka di pasar kota. Petani Romawi membayar pajak sebagian dengan uang, sebagian lagi dengan hail panen. Dengan uang dari penjualan hasil panen, para petani bisa membeli makanan, pakaian, dan barang-barang lainnya. Mereka juga membeli hewan untuk dipersembahkan pada dewa. Banyak petani tinggal di desa kecil, namun banyak juga yang tinggal di kota yang agak besar, dan pergi ke ladang mereka setiap hari. Di desa, orang-orang kebanyakan tinggal di bangunan dari batu bata yang dilengkapi halaman. Orang yang tinggal di kota biasanya tinggal di bangunan apartemen kecil tanpa halaman dan dapur, sehingga mereka harus membeli makanan di pedagang jalanan atau restoran.

Peradaban Romawi Kuno

26

Orang kaya beserta budak-budak mereka juga tinggal di kota. Beberapa dari orang kaya ini adalah tuan tanah, yang menyewakan tanah mereka pada para petani miskin, atau menyuruh budak untuk mengurusnya. Beberapa orang kaya menjalankan bisnis pembuatan pakaian atau peralatan. Beberpa orang yang lebih miskin menajdi pengajar, dokter, pemabawa air, atau pengemis. Kaum perempuan menjual barang-barang di toko, menjadi penjahit, atau mengemis. Perempuan biasanya tidak menjadi pengajar di sekolah. Bangsa Romawi juga melakukan perdagangan dengan bangsa-bangsa lainnya. Mereka menyeberangi Laut Tengah untuk membeli papirus dari Mesir, kaca dari Fenisia, daging babi dan garam dari Austria, timah dari Inggris, saus ikan, alat masak, dan piring dari Afrika Utara, dan minyak zaitun dari Spanyol. Bahkan petani biasa mampu membeli banyak dari benda-benda tersebut. Beberapa pedagang bahkan pergi lebih jauh, ke Samudra Hindia atau menyebrangi Asia Barat, untuk berdagang dengan orang india dan memperoleh kapas, kayu manis, bumbu-bumbu, dan bahkan sutra yang datang dari Tiongkok. Benda-benda ini tergolong mahal dan hanya mampu dibeli oleh golongan orang kaya.

J.

AGAMA DAN KEPERCAYAAN
Dalam beberapa hal, agama Romawi sangat mirip dengan agama Yunani, namun dalam hal lain, keduanya juga cukup berbeda. Seperti orang Yunani, bangsa Romawi juga mempercayai banyak dewa, dan masing-masing dewa mengendalikan berbagai unsur dunia dan kehidupan, misalnya badai, samudra, pernikahan, pandai besi, dll. Namun bangsa Romawi lebih tertarik pada konsep kontrak, dibandingkan bangsa Yunani yang lebih menyukai konsep keseimbangan. Salah satu konsep agama Romawi adalah "do ut des" (aku beri maka kau akan balas memberi). Orang-orang memberi persembahan pada para dewa sehingga para dewa akan memberi mereka pertolongan sebagai balasannya. Dewa utama Romawi adalah Jupiter. Namanya berkaitan dengan dewa utama Yunani, Zeus, dan mereka pun banyak memiliki kemiripan. Keduanya sama-sama dewa langit dan memiliki senjata berupa petir. Semntara itu, dewi Romawi Juno dan Minerva berkaitan dengan dewi Yunani Hera dan Athena. Setelah ditaklukan oleh Romawi, bangsa Afrika (termasuk Mesir), Eropa, dan Asia Barat (termasuk Yahudi) tetap menyembah tuhan masing-masing sambil mengadopsi pemujaan dewa Romawi. Para pemimpin Romawi tidak keberatan dengan orang-orang

Peradaban Romawi Kuno

27

yang menyembah banyak dewa, berapapun banyaknya. Namun mereka tidak suka jika orang Yahudi dan Nasrani menolak untuk menyembah dewa Romawi. Pada awalnya, dewa Romawi dan dewa Yunani sangat berbeda walaupun sedikit berkaitan. Namun setelah bangsa Romawi mengenal agama Etruska dan Yunani, bangsa Romawi sangat mengagumi dewa-dewa mereka, dan bangsa Romawi pun mulai mengadopsi banyak dewa Yunani sambil tetap menyembah dewa Romawi, contoh dewa Yunani yang banyak disembah oleh Romawi adalah Kastor dan Pollux. Selain itu, bangsa Roamwi juga menyerap dewi Isis dai Mesir dan dewa Mithra dari Suriah. Bagi orang Romawi, kaisar mereka adalah dewa, atau orang yang dekat dengan dewa. Di bagian timur Kekaisaran Romawi, orang-orang memuja kaisar sebagai dewa, sementara di bagian barat kekaisaran, orang-orang lebih memuja dewa pelindung sang kaisar, alih-alih kaisar itu sendiri.

1.

Dewa Dewi Romawi
a. Jupiter-Juno-Minerva
Jupiter adalah pemimpin para dewa Romawi, seperti halnya Zeus di Yunani. Kemungkinan, keduanya berasal dari satu dewa langit Indo-Eropa. Nama Jupiter sendiri berasal dari "Ju-pater" (Ju-sang ayah). Di sini kita bisa melihat bahwa "Ju" pada dasarnya adalah sama dengan "Zeus". Bangsa Romawi kadang melihat Jupiter sebagai bagian dari tga dewa (Jupiter, Juon, dan Minerva). Nampaknya mereka memperoleh konsep ini dari bangsa Etruska. Banyak kuil Etruska dan Romawi didirikan untuk memuja ketiga dewa ini bersama-sama. Juno adalah istri Jupiter, seperti halnya Hera, istri Zeus, di Yunani. Sementara Minerva adalah putri Jupiter, dan diasosiasikan dengan Athena, yang merupakan putra Zeus, di Yunani.

b.

Venus
Venus adalah dewi cinta dan kesuburan. Orang Romawi memberi persembahan padanya jika mereka ingin punya bayi, atau supaya dicintai oleh orang idaman mereka. Dalam kepercayaan Romawi, Venus sangatlah mirip dengan dewi Afrodit, dewi cinta dari Yunani.

Peradaban Romawi Kuno

28

c.

Kastor dan Pollux
Kastor dan Pollux aslinya adalah dewa Yunani, namun ketika Romawi bertempur melawan Etruska pada 496 SM, para prajurit Romawi melihat citra Kastor dan Pollux ikut bertempur di pihak Romawi. Romawi akhirnya menang dan sejak itu bangsa Romawi terus berusaha suapaya Kastor dan Pollux tetap mmebantu mereka. Orang Romawi membangun kuil yang indah untuk Kastor dan Pollux supaya kedua dewa itu betah berada di Romawi. Kastor dan Pollux pun akhirnya menjadi dewa Romawi. Kastor dan Pollux adalah kembar, putra Leda, dan saudara Helena dari Troya dan Klitemnestra. Dalam beberapa versi, Kastor dan Pollux adalah putra Jupiter sehingga mereka berdua abadi. Dalam versi lainnya, Pollux abadi sedangkan Kastor tidak.

2.

Pemujaan Pemimpin
Jenderal Romawi Pompey, ketika menaklukan Asia Barat sekitar 50 SM, merasa malu ketika menyadari bahwa orang-orang di sana menyembahnya sebagai dewa. Mereka berdatangan dari kota untuk berdoa padanya, bersujud di depannya, membuat patungnya dan menaruhnya di kuil, serta melakukan persembahan untuknya. Ketika Pompey bertanya, mereka menjawab bahwa mereka sudah biasa menyembah penguasa sejak masa Aleksander Agung, sekitar 300 tahun sebelumnya. Setelah Pompey terbunuh dan Augustus berkuasa, Augustus membiarkan pemujaan kaisar berlanjut, sehingga orang-orang di Asia Barat dan Mesir terus menyembah kaisar Romawi sebagai dewa sampai nantinya mereka dikristenkan pada 300 M. Pada kenyataannya, penyembahan kaisar adalah salah satu tradisi pagan yang paling sulit dihilangkan dan baru benar-benar berhenti pada 400 M. Kita mungkin akan merasa heran pada orang-orang yang menyembah manusia sebagai dewa, namun sebenarnya praktik ini tidak seaneh itu. Bangsa Roamwi menyembah banyak dewa, beberapa dewa lebih kuat dari beberapa yang lain, namun tidak ada satupun dari dewa-dewa itu yang lebih berkuasa daripada Tuhan yang disembah oleh orang Muslim, Nasrani, atau Yahudi pada saat ini. Selain itu, banyak pula dewa yang kurang berkuasa. Karena itu kaisar dipercaya bisa mencapai derajat dewa. Bagi rakyat jelata, kaisar sama jauhnya dengan para dewa, kaisar sulit ditemui dan tidak sembarang orang bisa bertemu atau berbicara dengannya. Kaisar juga

Peradaban Romawi Kuno

29

berkuasa, dia bisa mengirim makanan jika rakyat menderita kelaparan, dia bisa membangun kanal jika dibutuhkan, dia bisa membuat seluruh kota dihancurkan jika mau. Pada kenyataannya, dia melakukan semua hal tersebut lebih sering daripada para dewa. Karena itulah orang-orang menyembahnya.

K. PENINGGALAN BUDAYA
1. Arsitektur
Penggambaran Forum Romawi, dari kiri ke kanan: Kuil Saturnus, Kuil Vespasianus, Rostra, Kuil Concordia, Pelengkung Septimius Severus, dan Tabularium di belakang. Salah satu hal yang terkenal dari bangsa Romawi adalah kehebatan mereka dalah hal arsitektur. Bangsa Romawi banyak melakukan inovasi dalam bidang arsitektur, tiga yang terkenal adalah penggunaan atap melengkung, batu bata, dan semen. Sekitar 700 SM, bangsa Etruska memmperkenalkan arsitektur Asia Barat ke Italia, dan mengajarkannya pada bangsa Romawi. Kini tidak banyak arsitektur Etruska yang tersisa, namun banyak makam bawah tanah mereka yang masih ada, selain juga reruntuhan kuil-kuil mereka. Pada periode Republik, bangsa Romawi banyak melaukan pengembangan pada kota mereka. Mereka membangun saluran air, jalan, dan saluran pembuangan. Forum dan kuil Romawi juga berkembang. Orang-orang juga membuat teater dan colosseum untuk permainan para gladiator. Kaisar pertama Romawi, Augustus, melakukan lebih banyak perubahan. Dia membangun Altar Perdamaian, pemakaman untuk keluarganya, dan teater batu yang besar untuk pertunjukan drama. Cucu tiri Augustus, Tiberius, membangun ulang kuil Kastor dan Pollux di Forum Romawi. Cicit buyut Augustus, Nero, juga membangun banyak bangunan, termasuk Istana Emasnya. Pada 69 M, Vespasianus mengambil beberapa material dari Istana Emas untuk membangun Kolosseum. Putra Vespasianus, Titus, membangun pelengkung kejayaan, dan putranya Domitianus membangun istana besar untuk dirinya sendiri di bukit Palatine.

Peradaban Romawi Kuno

30

Meskipun Domitianus terbuh pada 96 M, arsitek-arsitek selanjutnya terus menggunakan gaya yang pernah dikembangkan untuk istananya, karena kaisar-kaisar berikutnya tinggal di istana Domitianus. Arsitek-arsitek Trajanus menggunakan batu bata dan lengungan beton untuk membuat bangunan Forum yang baru dengan tiang yang besar serta bangunan pasar. Trajanus juaga membangun pemandian umum besar pertama di kota Roma. Arsiteknya kemungkinan adalah orang yang sama yang nantinya membangun Pantheon Hadrianus, sebuah kuil untuk semua dewa. Kuil itu memiliki kubah yang sagat besar, dan tidak ada yang membuat kubah yang lebih besar dari ini selama lebih dari seribu tahun kemudian. Di provinsi-provinsi Kekaisaran Romawi, orang-orang membangun forum, kuil, pemandian umum, dan amfiteater, meskipun secara umum lebih kecil daripada yang ada di kota Roma. Ada banyak kota yang sangat terawat di Kekaisaran Romawi. Di Italia ada kota Pompeii, Ostia, dan Cosa. Sementara di sekitar Mediterania, ada kota Ampurias di Turki, Caesarea di Israel, Lepcis Magna di Libya, Bulla Regia, Dougga, dan Maktar di Tunisia, Volubilis di Maroko, dan Italica serta Empurias di Spanyol. Setelah masa kaisar Hadrianus, Romawi mulai jarang melakukan penaklukan sehingga harta pemasukan berkurang dan program pembangunan mulai dihentikan. Namun kaisar Caracalla masih bisa membangun pemandian umum yang besar di kota Roma pada awal 200-an M, dan di akhir 200-an M, kaisar Diokletianus membangun pemandian lainnya. Pada awal 300-an M, kaisar Maxentius membangun istana yang besar di luar dinding Roma, dan basilika di Forum Romawi. Kaisar Konstantinus membangun pelengkung kejayaan, beberapa gereja, dan memindahkan ibukota Kekaisaran Romawi ke Konstantinopel (Istanbul). Di sana, dia dan keturunannya membangun lebih banyak gereja, tempat sirkus, dan istana.

a.

Arsitektur Etruska
Bangsa Etruska, sekitar 700 SM, adalah suku bangsa pertama di Italia utara dan tengah yang membangun bangunan besar dari batu. Mereka belajar dari orang Yunani dan Fenisia untuk membangun kuil batu besar untuk dewadewi mereka. Tidak banyak kuil Etruska yang masih tersisa. Ini barangkali beberapa kuil dibangun dari kayu dan tanah liat, dan yang lainnya dihancurkan oleh Romawi ketika mereka menaklukan Etruska. Namun ada reruntuhan kuil

Peradaban Romawi Kuno

31

besar Etruska di sebelah barat kota Roma di Veii, dan di bukit Capitoline di Roma, menghadap Forum Romawi, ada fondasi dari satu kuil Etruska yang sangat besar. Kuil Etruska memiliki beberapa ciri yang mirip dengan kuil Yunani, namun juga memiliki sejumlah perbedaan. Seperti kuil Yunani, kuil Etruka memiliki ruangan batu, cella, di bagian dalam, ruangan itu berdiri di atas paltform yang membuatnya berada di atas tanah. Juga, seperti kuil Yunani, terdapat atap dan tiang berpuncak. Namun di kuil Etruska, tiangnya hanya di bagian depan, tidak seperti kuil Yunani yang tiangnya ada di semua sisi. Selain itu, platfrom di kuil Etrusa juga lebih tinggi, kadang-kadang mencapai dua meter atau bahkan lebih. Tangga pada kuil Etruska juga hanya terdapat di bagian depan, sedangkan kuil Yunani memiliki tangga di semau sisi. Kuil Etruska biasanya dibangun dari tufa atau travertin dan bukan marmer. Kuil Etruska juga seringkali dilengkapi dengan patung tanah liat di bagian atapnya. Tidak banyak yang diketahui mengenai rumah-rumah Etruska, karena dibangundengan kayu dan tanah liat sehingga tidak tahan lama. Namun bangsa Etruska membangun makam dari batu, dan mereka senang jika makam mereka mirip dengan rumah, sehingga dapat diperkirakan bentuk rumah Etruska dari bentuk makamnya. Ada dua pemakaman Etruska utama yang tlah digali; yang satu disebut Cerveteri dan yang satunya disebut Tarquinia. Keduanya terletak tak jauh di sebelah utara Roma.  Carveteri Bangsa bahwa dipisahkan Etruska percaya harus tempat

pemakaman dari

pemukiman manusia. Orang tidak boleh dikubur di dalam perbatasan sakral kota (pomerium). Mereka ingin supaya kerabat mereka yang
Bagian dalam makam Etruska

telah mati merasa nyaman. Akhirnya, sekitar 700 SM, bangsa Etruska membangun kota khusus sebagai tempat pemakaman.

Peradaban Romawi Kuno

32

Untuk membangun pemakaman itu, bangsa Etruska menggunakan batu tufa lembut yang banyak terdapat di Italia utara. Mereka membangun makam mereka sesuai dengan bentuk rumah mereka, dengan pintu dan jendela. Di dalam makam mereka membuat ranjang sebagai kuburan bagi jenazah, lengkap dengan bantal, dan kadang disertai pula dengan kursi. Tiap makam dapat menampung banyak jenazah, jadi seseorang dapat dikubur bersama dengan orang tua dan kakek-neneknya. Di dalam makam, ditaruh pula benda-benda yang dipercaya akan diperlukan oleh roh orang yang telah meninggal dalam kehidupan selanjutnya, antara lain panci dan wajan, piring, kendi, tali, pisau, serta lampu minyak. Seringkali orang Etruska menaruh guci Yunani, yang dibuat di Korinthos atau Athena dan diekspor ke Italia melalui kapal laut untuk kemudian dijual kepada orang Etruska. Sebagian besar guci Yunani yang ada pada masa kini ditemukan di makam-makam Etruska. Akan tetapi sebagian besar orang tidak mampu membangun makam besar yang mewah. Rakyat jelata biasanya dikubur di makam yang lebih sederhana, yang diletakkan pada dinding batu.

b.

Bangunan Bangunan Penting
 Akuaduk Seiring menjadi kota-kota besar, Romawi maka

semakin

kebutuhan terhadap pasokan air pun bertambah. Saluran pembuangan

dialirkan ke sungai sehingga sungai tidak layak untuk dijadikan sumber air
Akuaduk di Prancis, dibangun sekitar tahun 19 SM

oleh

rakyat

Romawi. Romawi

Akhirnya

pemerintah

memutuskan

untuk membangun saluran air dari batu yang sangat panjang dan digunakan untuk mengalirkan air bersih dari bukit terdekat sampai ke kota. Bangunan ini disebut Akuaduk, dari kata aqua (air) dan ductus (saluran). Akuaduk pertama dibangun di kota Roma sebelum kemudian Peradaban Romawi Kuno 33

dibangun juga di kota-kota lain. Pada akhirnya, sebagian besar kota di Romawi punya setidaknya satu Akuaduk, sementara kota besar seperti Roma bisa punya sampai sepuluh Akuaduk. Akuaduk tidak mudah untuk dibangun, arsiteknya harus benarbenar memperhitungkan supaya airnya bisa sampai dengan benar, tidak berhenti di tengah jalan atau mengalir terlalu cepat. Untuk menjaga agar alirannya tepat, pembangunan Akuaduk seringkali harus disesuaikan dengan keadaan kota, kadang Akuaduk dibuat dengan penyangga berbentuk lengkungan, kadang dialirkan lewat saluran batu di tanah, bahkan kadang melalui terowongan bawah tanah. Akuaduk dibangun di seluruh penjuru Kekaisaran Romawi, mulai dari Suriah sampai Inggris. Penduduk kota bisa memperoleh air bersih dari Akuaduk, namun orang-orang di desa yang tidak memiliki akses ke Akuaduk terpaksa harus mengambil air dari sungai, yang tidak terjamin kebersihannya. Banyak wanita dan anak-anak yang harus bersusah payah mengambil air dari sungai ke rumah mereka dengan menggunakan wadah dari tanah liat. Akuaduk terus digunakan sampai 400-an M. Setelah Romawi runtuh, kota-kota di Eropa menjadi lebh kecil, dan pasokan air didapat dari sumur. Di kota Ostia, bahkan sumur dibuat di tengah jalan raya.  Amfiteater Kebanyakan orang lebih sering mendengar tentang

Kolosseum di Roma, namun masih lainnya Romawi. banyak di amfiteater Kekaisaran PertarunganAmfiteater di Arles, Prancis

pertarungan gladiator terawal, pada masa Etruska, digelar di

mana saja asalkan di tempat yang rata di dekat bukit, supaya orang-orang bisa duduk di lereng bukit dan menonton pertarungan yang berlangsung di bawahnya. Namun tempat seperti itu jarang ada, sehingga pada tahun 300-an SM, para orang kaya dan pemerintah membangun amfiteater Peradaban Romawi Kuno 34

sementara dari kayu bagi orang-orang untuk duduk, seperti layaknya bukit buatan. Bangunan tersebut dinamai amfiteater karena terlihat seperti dua teater yang saling berhadapan. Pada tahun-tahun terkahir masa Republik Romawi, ada begitu banyak pertarungan gladiator sampai rakyat lelah untuk membuat amfitater dadakan lalu membongkarnya lagi setelah pertunjukan selesai. Kota-kota besar mulai membangun amfiteater tetap dari marmer dan batu kapur. Amfiteater batu pertama di Romawi tidak dibangun di kota Roma tetapi di kota Pompeii. Amfiteater pertama di kota Roma adalah Kolosseum, dibangun pada tahun 70-an M oleh kaisar Roamwi, Vespansianus.. Semakin lama, hampir semua kota, yang berpenduduk lebih dari seribu jiwa, memiliki amfiteater sendiri. Di seluruh Kekaisaran Romawi, mulai dari Suriah sampai Spanyol, dari Inggris sampai Tunisia, terdapat amfiteater. Banyak dari amfitetaer itu yang hingag kini masih berdiri. Amfiteater juga menjadi tempat dilaksanakannya hukuman mati. Pada hari libur, di beberapa kota, para petani ikut menyaksikan pertarungan dan eksekusi di amfiteater. Amfiteater terus digunakan sampai tahun 300-an M. Setelah rakyat Romawi memeluk agama Kristen, pertarungan gladiator dihentikan karena dulu banyak penyebar agama Kristen yang menjadi korban gladiator, dan juga karena pertarungan gladiator diselenggarakan untuk memuja para dewa. Namun amfiteater terus digunakan.  Kolosseum Ketika Vespasianus

menjadi kaisar pada tahun 69 SM, dia ingin menunjukkan bahwa dia peduli pada rakyat, jadi dia meruntuhkan sebagian dari Istana Emas Nero dan
Kolosseum

menjadikan lahannya sebagai

taman umum. Vespasianus juga membangun sebuah amfiteater baru. Amfiteater ini dibangun dari beton, marmer, dan batu kapur. Amfiteater Peradaban Romawi Kuno 35

ini dulu diberi nama Amfiteater Vespasianus, tapi kini dikenal sebagai Kolosseum, karena di dekatnya ada patung Nero yang disebut Kolossus. Kolosseum sangatlah terenal di Romawi. Di Kolosseum, orang-orang duduk dan menyaksikan pertunjukkan. Yang diperlihatkan biasanya adalah pertarungan manusia melawan manusia dan manusia melawan hewan. Di bagian bawah lantainya ada ruangan besar untuk menyimpan hewan, peralatan, dan berbagai benda untuk pertunjukan. Kini sebagian kursinya telah hilang, dan lantainya juga sudah tidak ada.  Ara Pacis Setelah kaisar Romawi

Augustus berhasil menguasai Romawi melalui perang saudara pada masa akhir Republik Romawi, sekitar 30 SM, dia membangun (Ara Pacis). Altar Dia

Perdamaian
Ara Pacis

membangunnya untuk menunjukkan bahwa peperangan sudah berakhir.

Augustus sangat tertarik pada seni Yunani. Dia ingin menunjukkan betapa tingginya peradaban Romawi dengan cara mengambil gaya seni Yunani dan mengembangkannya menjadi gaya tersendiri. Salah satu hasilnya adalah Ara Pacis, yang dekorasinya mirip dengan dekorasi kuil Parthenon di Yunani.  Basilika Jika orang Romawi ingin melakukan kegiatan kelompok, mereka biasanya berkumpul di basilika. Bagian dalam basilika sedikit banyak mirip dengan gereja Kristen atau katedral abad pertengahan; ada ruangan besar
Basilika Konstantinus

dengan tiang-tiang untuk membentuk gang-gang. Kadang ada tempat Peradaban Romawi Kuno 36

duduk untuk orang-orang tertentu. Lantai basilika Aemilia dibangun dari berbagai jenis marmer, yang didatangkan dari Numidia, Mesir, Yunani, dll, untuk menunjukkan tempat-tempat kekuasaan Romawi. Beda antara basilika dengan gereja adalah bahwa pintu masuknya terletak di sisi panjang bangunan. Di dalam basilika, hakim mengadili suatu perkara, politikus menggelar pidato, guru mengajar murid-muridnya. Di tangga basilika, orang-orang menjual makanan atau menukarkan uang. Ketika basilika Aemilia terbakar habis, banyak koin perunggu (hasil pertukaran) yang meleleh ke lantai basilika.  Basilika Maxentius Basilika Maxentius adalah bangunan terakhir yang dibangun di Forum Romawi sebelum

kejatuhan Romawi. Basilika ini dibangun oleh kaisar Maxentius pada awal tahun 300-an M, dan
Sisa-sisa Basilika Maxentius

merupakan

tempat

pertemuan

yang besar. Di sana para pejabat melakukan pengadilan atau mengadakan musyawarah. Basilika ini memiliki dinding dan atap berkubah yang dibangun dari batu bata dan beton. Maxentius dibunuh oleh Konstantinus dalam Pertempuran

Jembatan Milvianus pada 312 M, sementara basilika belum selesai. Pembangunan basilika kemudian diambil alih oleh Konstantinus. Maxentius dulunya merencanakan bahwa orang-orang akan memasuki basilika melalui sisi panjangnya, tapi Konstantinus kemudian

memutuskan bahwa orang-orang akan memasuki basilika dari sisi pendeknya. Konstantinus juga menaruh patung besar dirinya di dinding ujung, berseberangan dengan pintu masuk, jadi orang yang masuk akan langsung melihat patungnya. Pada tahun 800-an M, Basilika Maxentius rusak diguncang gempa bumi. Peradaban Romawi Kuno 37

Forum Di pusat kota-kota di

Romawi biasanya ada sebuah tempat yang disebut Forum. Tempat ini adalah tempat orangorang berkumpul, jual-beli, berbisnis, bertemu
Ilustrasi Forum Romawi pada masa akhir Kekaisaran

melakukan

kawan-kawannya, mencari berita

terbaru, atau bersekolah. Biasanya Forum memiliki jalan yang dilapisi batu. Di sekitarnya ada bangunan-bangunan penting; kuil, basilika, dan kadang-kadang pertokoan. Di beberapa kota, Forum meiliki mimbar tempat berpidato. Mimbar ini disebut Rostra. Ciri lain forum adalah adanya peristylum. Forum terpenting di Romawi ada di kta Roma. Orang-orang mulai

berkumpul di foum Roma sekitar tahun 500 SM, pada masa pendirian Di

Republik dekatnya

Romawi.

kemudian

dibangun gedung senat, kuil, pelengkung kejayaan, dan basilika. Pada masa Julius Caesar, tempat ini sangat penuh sesak, jadi Caesar membangun forum baru di seberang forum lama. Di ujungnya ada kuil dan di dekatnya ada pertokoan. Forum Caesar juga memiliki jalan yang dilapisi batu kapur. Tapi rakyat Roma semakin lama semakin banyak sehingga perlu dibangun lagi forum baru, dan kaisar Augustus pun membangun forum baru di dekat forum Caesar.  Insulae Di kota-kota besar, banyak orang

Romawi yang tinggal di bangunan apartemen yang disebut Insulae. Pada tahun 100-an M, ada hampir 50.000 bangunan apartemen di Peradaban Romawi Kuno 38

Roma, sementara rumah pribadi berjumlah kurang dari 2000. Pada awalnya insulae dibangun dari kayu dan terdiri dari tiga atau empat lantai. Di kemudian hari, karena kayu mudah terbakar, insulae pun dibangun dari batu bata.  Istana  Istana Domitianus Vespasianus, kaisar pertama dari Dinasti Flavianus, menjadi terkenal karena dia hidup sederhana dan tidak bermegah-megahan. Tapi putranya, Domitianus, berbeda. Domitianus senang

menunjukkan bahwa dialah kaisar Romawi. Pada saat yang sama, senat Romawi membutuhkan gedung yang lebih besar untuk menampung para budak dan budak bebas yang bekerja untuk pemerintah. Jadi pada tahun 90-an M,Domitianus membangun sebuah istana besar di bukit Palatin di kota Roma. Istana Domitianus

dibangun dari batu bata dan beton, dan indingnya dilapisi marmer. Istana ini memiliki tiga area utama. Halaman

umum adalah tempat kasiar menemui utusan dari neagra lain, atau berpidato, atau
Istana Domitianus

menggelar pesta. Halaman umum dikelilingi oleh banyak ruangan. Area kedua adalah ruang tahta yang berukuran sangat luas, dan yang ketiga adalah ruang makan. Selain itu ada banyak ruang pertemuan di sekitarnya.

Peradaban Romawi Kuno

39

Istana Emas Nero Setelah terjadi

Kebakaran Besar di kota Roma pada tahun 64 SM, banyak lahan-lahan yang menjadi kosong. Kaisar

Nero memanfaatkan lahanlahan kosong itu untuk membangun sebuah istana di pusat kota Roma. Dia menyebutnya Istana Emas (Domus
BAgian dalam Istana Emas Nero

Aurea). digambarkan

Istana oleh

Emas

Suetonius dalam tulisannya. Kini reruntuhan Istana Emas sudah berhasil digali. Istana Emas adalah bangunan yang sangat mewah. Di dalamnya ada ruang makan berdinding delapan dengan atap berlukiskan bulan dan bintang. Atap itu dapat dibuka sehingga pemandangan lanngit dapat dilihat dari sana. Di depan Istana Emas, ada patung kaisar Nero yang dilapisi emas. Patung itu disebut Colossus.  Kuil Seperti bangsa Mesir, Asia Barat, Kartago, Yunani, dan

Etruska, bangsa Romawi juga membangun banyak kuil untuk dewa-dewa mereka. Salah satu bangunan tertua di kota Roma adalah didirikan kuil di Kapitolina, puncak yang Bukit
Kuil Hercules di kota Roma

Kapitolina pada masa peemrintahan para raja. Itu adalah kuil untuk tiga dewa, Jupiter, Juno, dan Minerva. Namun kuil itu kini sudah hancur, dan hanya sedikit fondasinya yang masih tersisa. Peradaban Romawi Kuno 40

Pada periode Republik (500-1 SM), jenderal Romawi membangun ratusan kuil di kota Roma. Kuil-kuil ini terutama dibangun sebagai rasa sukur atas kemenangan yang diraih dalam pertempuran. Kuil-kuil itu dibangun di sepanjang Via Sacra (Jalan Suci) yang dilalui oleh para jenderal ketika mereka kembali ke Roma untuk mereyakan kemenangan. Lagi-lagi, sebagian besar dari kuil-kuil itu kini telah hancur.  Kuil Kastor dan Pollux Kuil Kastor dan Pollux ada di ujung Forum Romawi, di dekat

Pelengkung Septimius Severus. Dalam pertempuran Danau Regillus melawan pasukan Etruska pada 496 SM,

beberapa prajurit berkata bahwa mereka telah melihat dua dewa kembar Kastor dan Pollux. Kedua dewa itu membantu pasukan
Reruntuhan kuil Kastor dan Pollux

Romawi.

Setelah

menang

dalam pertempuran itu, rakyat Romawi memutuskan untuk membangun sebuah

kuil untuk kedua dewa itu. Kuil itu selesai dibangun pada tahun 494 SM pada awal masa Republik. Kuil itu dipugar lagi pada tahun 117 SM dan 73 SM. Pada akhirnya Kuil Kastor dan Pollux mengalami kebakaran dan hancur. Pada tahun 6 SM, kaisar Tiberius membangunnya lagi dengan arsitektur bergaya Korinthos. Kuil itu dipakai sebagai tempat penyimpanan harta kekaisaran. Setelah Romawi runtuh, banyak bagian dari kuil itu diambil untuk dipakai pada bangunan lain hingga tinggal tiga tiang saja yang tersisa. Ketiganya runtuh saat terjadi gempa bumi. Kini ketiga tiang itu sudah dipugar kembali.

Peradaban Romawi Kuno

41

Pantheon Hadrianus Sekitar tahun 10 SM pada masa kaisar Augustus, seorang jenderal bernama Agrippa membangun sebuah kuil di pusat kota Roma. Kuil ini disebut Pantheon
Partheon Hadrianus

dan

diperuntukkan

bagi

semua dewa. Pada tahun 80 M, pada masa kaisar Titus, kuil ini hangus terbakar. kaisar Domitianus membangun kembali kuil ini dan di kemudian hari bangunan ini kagi-lagi terbakar habis. Sekitar tahun 120 SM, kaisar Hadrianus membangun lagi kuil ini. Di bagian pintunya, dia membuat tulisan bahwa Agrippa yang membangun kuil ini sebgai penghormatan kepada Agrippa. Kuil hasil renovasi Hadrianus ini terus bertahan hingga masa kini. Pantheon dibangun dengan gaya Yunani, di bagian depannya ada empat tiang dan di bagian atasnya ada pedimen. Atap Pantheon adalah sebuah kubah yang sangat besar, kubah terbesar pada masa Romawi, dengan diameter 43 meter, dan jaraknya dari lantai ke puncak kubah juga 43 meter. Untuk menopang kubah in, dinding Pantheon dibangun dari batu bata dan beton dengan tebal enam meter. Di puncak kubah, ada sebuah lubang yang disebut oculus. Kaisar Phocas memberikan Pantheon pada Paus pada 609 M, yang kemudian menjadikann sebagai gereja.  Pasar Trajanus Setelah dibuatnya Forum Julius Caesar dan Forum Augustus, para kaisar pada masa selanjutnya juga membuat perluasan dari Forum

Pasar Trajanus

Peradaban Romawi Kuno

42

Romawi, untuk memberi lebih banya ruang untuk bisnis. Kaisar Trajanus membangun forum baru sekitar tahun 100 M. Dalam forum, ada dua perpustakaan (satu untuk buku-buku Yunani dan satu untuk buku-buku Latin). Di antara dua perpustakaan itu, berdiri Tiang Trajanus. Di bagian belakang forum, dibangun pula banyak toko yang menghadap bukit. Apollodoros, arstitek Romawi, membuat suatu inovasi dalam kompleks pertokoan ini. Dia membangun suatu mal (pusat perbelanjaan) yang megah. Apollodoros membangun mal Trajanus dari bata dan beton, seperti istana Domitianus yang dibangun beberapa tahun sebelumnya. Batu bata itu ditutupi dengan marmer dan plesteran. Beberapa toko berada di luar, menghadap jalan yang telah dilapisi batu hampar basalm, seperti trotoar zaman sekarang. Sementara beberapa toko lainnya ada di dalam bangunan mal, yang terdiri dari dua lantai dengan ruangan yang sangat luas.  Pelengkung  Pelengkung Konstantinus Setelah Konstantinus membunuh Maxentius dalam

pertempuran di Jembatan Milvianus pada tahun 312 M, dia berarak dengan jaya menuju kota Roma. Untuk mengabadikan

kemenangannya, Konstantinus memutuskan membangun pelengkung bagian ditulis
Pelengkung Konstantinus

untuk sebuah kejayaan. Di

atas

pelengkunya, yang

inskripsi

ditujukkan untuk dewa, tapi tidak jelas dewa yang mana,

bisa jadi dewa Yupiter tapi bisa juga Tuhan Kristen. Di bagian bawahnya, ada ukiran yang menggambarkan pertempuran

Konstantinus. Ukuiran pada pelengkung ini menggambarkan Konstantinus memasuki kota Roma dengan kereta perang, juga ada ukiran yang memeprlihatkan Konstantinus memberi uang pada Peradaban Romawi Kuno 43

orang miskin. Inovasi pada pelengkng ini adalah digunakannya pewarna, sedangkan pelengkung-pelengkung sebelumnya tidak dilapisi pewarna. Beberapa ukiran pada pelengkung Konstantinus merupakan ukiran-ukiran yang diambil dari monumen-monumen lainnya dan menggambarkan kaisar-kaisar sebelumnya. Konstantinus

memodifikasi kepala pada ukiran itu supaya menggambarkan dirinya. Mungkin Konstantinus kesulitan mencari pengukir, atau mungkin dia kekurangan dana, atau mungkin dia ingin menjalin ikatan dengan kaisar-kaisar sebelumnya.  Pelengkung Septimius Severus Septimius adalah sekitar kaisar 200 M Severus Romawi yang untuk pelengkung

memutuskan membangun

kejayaan di forum Romawi untuk kemenangan mengabadikan militernya
Pelengkung Septimius Severus

melawan pasukan Parthia di timur Romawi. Pelengkung Severus dibangun di dekat gedung Senat. Pelengkung ini memiliki gaya yang berbeda dengan pelengkung Titus, ukirannya tidak terdapat di bagian dalam, tapi di bagian depan dan belakang pelengkung. Di bagian atas ukiran, dibuat inskripsi dengan huruf dari perunggu, tapi sekarang lapisan perunggunya sudah dicuri. Meski begitu, tulisannya masih dapat dibaca. Ketika putra Severus, Caracalla, membunuh saudaranya sendiri, Geta, Severus

menghapus nama sauaranya dari inskripsi itu.

Peradaban Romawi Kuno

44

Pelengkung Titus Pelenngkung dibangun di ujung Titus Forum

Romawi pada tahun 80-an M untuk mengenang kemenangan kaisar Titus dalam perang

melawan kaum Yahudi di Israel. Pelengkung marmer dan ini dibuat dari Titus

travertin. sudah

sebenarnya
Pelengkung Titus

meninggal

ketika pelengkung ini dibuat. Adiknya, Domitianus, menjadi

kaisar dan ia ingin kakaknya tetap diingat, jadi di bangunan itu ditulis nama Titus, yang huruf-hurufnya dibuat dari perunggu. Bagian dalam pelengkung ini diukir dengan ukiran timbul. Ukirannya menggambarkan parade kemenangan Titus ketika kembali ke kota Roma. Diperlihatkan tentara Romawi membawa menorah (tempat lilin) besar milik orang Yahudi. Di sisi lainnya, digambarkan kaisar Titus menaiki kereta perang yang ditarik empat ekor kuda.  Pemandian umum Orang Romawi biasanya tidak punya kamar mandi sendiri di rumah mereka, karena sulit memanaskan airnya. Dan orang-orang tinggal di apartemen yang kecil, seringkali satu keluarga dalam satu ruangan, jadi mereka tidak punya ruangan untuk kamar amndi atau halaman. Untuk mandi, mereka harus pergi ke tempat pemandian umum. Pemandian umum Romawi merupakan berkumpul. tempat orang-orang memiliki

Pemandian

kolam renangan dan bak air panas yang Peradaban Romawi Kuno dialiri air dari akuaduk.
Pemandian umum Romawi di Bath, Inggris

45

Pemandian juga dilengkapi perlengakapn olahraga, dan kadang-kadang ada taman, perpustakaan, atau teater di dalamnya. Beberapa pemandian memiliki kuil, misalnya Pemandian Caracalla, yang memiliki Mithraeum, kuil untuk dewa Mithras. Untuk dapat masuk, orang-orang harus membayar, tapi pada hari-hari tertentu biaya masuk digratiskan. Pemandian dibuat benar-benar indah dan cantik. Atapnya tinggi dan berkubah, dindingnya dihiasi marmer dan lukisan, lantainya dihaisi mosaik. Tiap kota biasanya memiliki satu pemandian, dan kota besar kadang punya lebih dari satu. Kamp militer juga punya pemandian. Pemandian terbesar dan termewah ada di kota Roma.  Pemandian umum Caracalla

Pemaindian umum Caracalla

Kaisar Romawi sering membangun tempat pemandian umum supaya rakyat Romawi dapat bersantai. Pemandian terbesar dibangun oleh kaisar Caracalla sekitar tahun 200 M. Pemandian ini memiliki halaman dengan banyak kamar ganti. Halaman ini berfungsi untuk berolahraga. Halaman semacam ini ada dua, masing-masing ada tiap ujung pemandian. Dindingnya dilapisi marmer dan plesteran dan dihiasi mosaik. Di bagian atasnya ada balkon. Di balik halaman, ada bak air hangat, disebut tepidarium. Di atasnya ada atap kubah. Di dekatnya ada bak air panas, disebut caldarium. Bak itu dipanaskan dengan batu bara, dan para budak dipekerjakan untuk memasukkan batu baranya. Di sebelahnya ada bak air dingin, disebut frigidarium atau natatorium. Bak ini berukuran besar dan dapat dipakai sebagai tempat berenang. Pada bagian dasarnya, kolam renang ini memiliki hiasan mosaik bergambar beragam makhluk laut. Untuk mendukung pemandian

Peradaban Romawi Kuno

46

ini, kasiar Carcalla membangun akuaduk khusus yang menyalurkan air ke tempat pemandian ini.  Gedung Senat Senat kota Roma

pertama kali melakukan rapat sekitar tahun 500 SM, dengan dimulainya Romawi. Yang Republik menajdi

anggota Senat adalah para pria
Gedung Senat yang dibangun oleh Caesar

terkaya

di

Romawi.

Wanita tidak boleh menjadi anggota Senat. Gedung Senat

dibangun oleh raja Tullius Hostilius bahkan sebelum adanya Senat. Letaknya di Forum Romawi di dekat tempat-tempat suci supaya para pejabat Senat selalu merasa dekat dengan dewa. Di kemudian hari, Gedung Senat dirubuhkan karena di situ akan dibangun perluasan forum, jadi Julius Caesar pun harus membangun Gedung Senat yang baru. Julius Caesar dibunuh pada tahun 44 SM. Setelah gedung baru selesai, keponakan Julius Caesar, Augustus mendedikasikan gedung baru itu untuk Julius Caesar. Pada akhir tahun 200-an SM, Gedung Senat hangus terbakar. Kaisar Diocletianus membangun gedung baru dengan gaya arsitektur terbaru di Forum Romawi. gedung yang ini masih bertahan hingga masa modern. Gedung ini dibangun dari batu bata dan dilapisi oleh marmer serta plesteran, meskipun lapisan luarnya sudah kini tidak ada. Lantainya dibuat dari marmer dan masih bertahan hingga kini. Marmernya berasal dari berbagai daerah di Kekaisaran Romawi, dengan tujuan menunjukkan bahwa Kekaisaran menguasai begitu banyak tempat di dunia. Lantai itu mengguankan batu ungu kemerahan (porfiri) dari Mesir; marmer kuning dari Nubia, dan marmer hijau (serpentin) dari Asia Kecil.

Peradaban Romawi Kuno

47

Gedung Senat juga memiliki pintu besar dari perunggu. Tapi salah seorang Paus memindahkan pintu itu ke sebuah gereja di Roma.  Tiang  Tiang Marcus Aurelius Tiang Marcus Aurelius

sebenarnya tidak dibangun oleh kaisar melainkan Marcus oleh Aurelius, putranya

Commodus, sekitar tahun 180190 M. Commodus ingin

mengabadikan

kemenangan

ayahnya dalam perang melawan suku Marcommani di utara

Romawi (Swiss modern). Tiang
Tiang Markus Aurelius

Marcus Aurelius mirip dengan Tiang Trajanus, tapi reliefnya

lebih detail dan pengambarannya lebih dalam dan kejam. Selain itu Marcus Aurelius tidak sesukses Trajanus dalam perangnya, jadi ada banyak adegan sedih dalam tiangnya. Di keseluruhan sisi tiang, digambarkan para tentara Romawi yang sedang berperang.  Tiang Trajanus Tiang Trajanus dibangun tidak lama setelah tahun 100 M untuk mengabadikan kemenangan Trajanus dalam perang melawan Dacia (Rumania modern). Tiang Trajanus berdiri di Forum Trajanus di kota Roma, di dekat Pasar Trajanus dan Forum Roma lama. Tiang ini seluruhnya diukir dengan ukiran yang menggambarkan para prajurit yang sedang bertempur. Diperlihatkan tentara Romawi yang menyeberangi sungai

Danube menggunakan perahu dengan dayung. Para tentara Romawi dalam ukiran ini digambarkan sebagai pasukan yang kuat, tangguh, dan disiplin, dan Trajanus adalah Peradaban Romawi Kuno 48

jenderal yang hebat, sedangkan pasukan Dacia digambarkan kacau, acak-acakan, dan kebingungan  Vomitarium Vomitorium adalah lorong atau jalur di teater atau amfiteater digunakan

Romawi.

Vomitorium

sebagai jalan bagi orang-orang untuk masuk ke dalam bangunan ke bagian tempat duduk dan juga digunakan untuk keluar setelah pertunjukan selesai.

Vomtonum

2.

Seni
Seni Romawi berkembang dari seni bangsa Etruska, karenanya pada masa awal, seni Romawi sangat mirip dengan seni Etruska. Maka dari itu, seni Romawi juga berhubungan erat dengan seni Yunani. Roamwi baru memiliki seni dengan ciri khas sendiri sejak sekitar tahun 500 SM dengan berdirinya Republik Romawi. Bangsa Yunani lebih tertarik pada konsep yang ideal, yaitu makhluk-makhluk yang indah dan sempurna, sedangkan bangsa Romawi lebih tertarik pada realitas. Bangsa Romawi senang membuat patung yang menggamabarkan tokoh tertentu dengan sangat mirip dan realistis. Banyak orang Romawi juga percaya bahwa membuat wajah yang bagus pada patung seseorang akan membuat arwah mereka tenang setelah mati dan tidak bergentayangan. Sehingga, selama masa Republik dan Kekaisaran Romawi, banyak sekali patung yang dibuat. Sekitar tahun 200 SM, Romawi mulai menaklukan Yunani, dan hal ini sangat mempengaruhi gaya seni mereka. Ketika pasukan Romawi memasuki Yunani, mereka melihat banyak sekali karya seni di kuil, di pemakaman, di alun-alun kota, dan di rumah-rumah. Mereka sangat mengagumi karya seni Yunani. Bangsa Romawi pun mengambil banyak karya seni Yunani, baik dengan cara membelinya,

Peradaban Romawi Kuno

49

mencurinya, atau kadang memeprolehnya dari orang Yunani sebagai hadia). Bangsa Romawi juga banyak membawa pematung Yunani (kadang dengan cara memperbudak mereka) ke Romawi supaya mereka bisa membuat lebih banyak karya seni untuk Romawi. Seni Romawi pada abad pertama dan kedua Masehi masih meneruskan gaya dari masa sebelumnya. Namun seniman Romawi mulai menambahkan fungsi seni sebagai propaganda untuk menunjukkan pada rakyat Romawi apa yang diinginkan oleh kaisar untuk diketahui atau dipikirkan oleh rakyatnya, beberapa contohnya adalah Pelengkung Titus dan Tiang Traianus. Ada banyak lukisan dinding pada masa ini. Lukisan dinding pada abad pertama Masehi kadang dibagi menjadi beberapa gaya berbeda. Gaya pertama adalah lukisan dinding yang membuat dinding rumah nampak seperti dibuat dari marmer, meskipun pada kenyataannya itu dibuat dari bahan yang jauh lebih murah dariapda marmer. Gaya kedua adalah lukisan dinding yang dihiasi dekorasi bunga, burung, tanaman, atau buah-buahan. Gaya ketiga adalah lukisan dinding yang dihiasi gambar-gambar manusia. Di salah satu vila di kota Pompeii, ditemukan adanya lukisan dinding dengan gambar orang-orang (dalam ukuran sebenarnya) yang sedang mengobrol dan duduk. Selain itu, ada pula berbagai variasi lainnya. Bangsa Galia menggabungkan gaya seni mereka dengan gaya Romawi. Begitu juga bangsa Briton, Spanyol, Kartaghe, Punisia, dll. Pada abad ketiga Masehi, beberapa konsep baru bermunculan dalam seni Romawi. Yang pertama adalah peperangan dengan kaum Jerman di utara. Hal ini ikut diabadikan dalam seni (kadang dengan gaya yang berlebihan), seperti misalnya pada Tiang Markus Aurelius, yang memperlihatkan orang-orang yang kepalanya dipotong atau isi perutnya dikeluarkan. Contoh lainnya adalah Pelengkung Severus. Yang kedua adalah penggunaan bor yang mulai menggantikan pahat. Hal ini membuat pembuatan patung menjadi lebih mudah dan cepat. Patung Romawi pun terlihat berbeda. Yang ketiga adalah meningkatnya perhatian ada jiwa, mungkin akibat pengaruh agama Nasrani. Hal ini ditunjukkan dengan patung-patung yang lebih menekankan pada mata (jendela jiwa), kadang dengan pandangan ke atas (surga). Bagian tubuh pun dianggap kurang penting sehingga para pematung kadang membuat bagian tubuh lainnya secara tidak akurat, kadang tangan dan kakinya terlalu pendek, atau kepalanya terlalu besar. Gaya ini terus berlanjut sampai kejatuhan Romawi. Peradaban Romawi Kuno 50

a.

Tembikar
Tembikar Romawi diawali dengan meniru gaya tembikar Etruska, namun kemudian berkembang dengan gayanya sendiri. Secara umum, tembikar di Italia cenderung memiliki satu warna dan dekorasinya pun dicetak, tidak seeprti tembikar Yunani yang hiasannya dilukis. Pada masa republik, kebanyakan tembikar dibuat di dekat tempat tembikar tersebut akan digunakan. Namun pada masa kekaisaran, mulai berdiri pabrik-pabrik tembikar, yang memproduksi tembikar untuk kemudian dijual ke berbagai tempat. Ada beberapa pabrik di Italia, di dekat kota yang disebut Arezzo, dan beberapa lainnya di Prancis selatan. Tembikar jenis ini disebur tembikar Arretine. Setelah menaklukan Asia Barat, Romawi pun mengembangkan seni tembikar mereka dengan belajar dari para seniman Asia Barat. Jika sebelumnya tembikar Romawi berwarna hitam, kini warnanya menjadi merah. Bangsa Roamwi juga belajar cara membuat dekorasi pada tembikar dengan cara mencetaknya, yang ternyata lebih cepat dan mudah daripada dengan cara dilukis. Dengan inovasi ini, pabrik-pabrik tembikar dapat menghasilkan barang dengan kualitas yang bagus namun dengan harga yang murah. Tembikar jenis ini menjadi sangat populer, dan pabrik-pabrik tembikar memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. Tembikar jenis ini disebut tembikar Galia Selatan. Ketika tahu bahwa tembikar Arretine dan Galia Selatan bisa mendatangkan banyak uang. Orang-orang pun menirunya di berbagai tempat, dan dimulai sejak masa masa kaisar Vespasianus, sekiat 70 M. Di Spanyol, tiruan ini disebut Terra Sigillata Hispanika, sedangkan di Afrika Utara, disebut Slip Merah Afrika. Tembikar Afrika ini sangat sukses, bahkan mampu mengalahkan ketenaran tembikar Galia Selatan. Lima puluh tahun sejak pertama kali diproduksi, tembikar Slip Merah Afrika telah digunakan oleh hampir semua orang di seluruh penjuru Kekaisaran Romawi. Para arkeolog menemukan tembikar jenis ini di Inggris dan Denmark, Austria, Spanyol, Yunani, dan tentu saja di Afrika Utara. Sementara di bagian timur Romawi, orang-orang lebih suka menggunakan Sigillata. Slip Merah Afrika terus menjadi tembikar yang paling mewah dan utama di Afrika Utara dan Eropa selama kurang lebih 400 tahun, bahkan setelah

Peradaban Romawi Kuno

51

kejatuhan Romawi. Di Afrika Utara, orang-orang tetap memproduksinya di bawah kekuasaan bangsa Vandal, yang memerintah pada tahun 400-an sampai 500-an M. Barulah pada abad ke-6 M, mereka membuat tembikar dengan gaya baru setelah adanya penaklukan oleh bangsa Arab, yang ikut memperkenalkan tembikar dengan lapisan seperti kaca.

3.

Rumah
Kebanyakan orang di Kekaisaran Romawi tinggal bersama seluruh keluarga mereka dalam satu ruangan dari semacam rumah. Rumah-rumah dibangun sekitar dua atau tiga sisi halaman, dengan tinggi satu atau dua lantai. Sisi lain halaman memiliki tembok tinggi untuk melindungi dari pencuri. Orang Romawi mempergunakan halaman untuk memasak, serta sebagai tempat anak-anak bermain. Rumah-rumah biasanya dibangun dari bata-lumpur, dengan atap datar. Orang miskin yang tinggal di kota kadang tinggal di rumah jenis ini, namun lebih banyak yang tinggal di rumah bata atau kayu tinggi yang disebut insulae, tanpa halaman. Pada masa awal Republik, rumah orang kaya Romawi sangat mirip dengan rumah orang Etruska. Sebagian besar rumah memiliki pintu depan yang mengarah ke atrium, atau halaman, dan kamar-kamar di sekitar halaman. Kadang-kadang ada atap di atas halaman, seringkali dengan lubang cahaya di tengahnya untuk tempat masuknya cahaya, dan untuk menyalurkan air hujan ke dalam bak di tengah-tengah halaman. Di bagian belakang halaman, di seberang pintu depan, adalah kamar tidur orang tua, atau tablinum. Di kemudian hari, ruangan ini terutama menjadi kantor tempat dilakukannya bisnis atau kadang tempat makan bersama tamu. Di bagian sisinya adalah kaamr tidur, atau cubicula. Pada akhir masa Republik, beberapa orang Romawi mulai membangun rumah yang lebih bergaya Yunani. Rumah jenis ini tetap memiliki atrium, namun di bagian belakangnya ada peristylum, yaitu kebun dengan tiang-tiang di sekitarnya, dan lebih banyak ruangan di sekitar peristylum. Rumah jenis ini kadang disebut rumah peristylum-atrium. Bagian – bagian rumah dari bangsa Romawi, antara lain sebagai berikut :

Peradaban Romawi Kuno

52

a.

Dapur
Orang Romawi miskin yang tinggal di pedesaan biasanya tinggal dalam satu kamar kecil yang dihuni oleh satu keluarga. Jadi mereka tidak punya dapur terpisah. Sebagai gantinya, mereka memasak di atas api unggun kecil atau di kompor arang. Mereka memasak di halaman. Jika cuaca sedang buruk, mereka memasak di dalam ruangan. Orang miskin yang tinggal tinggal di kota biasanya tidak memiliki halaman, sehingga mereka memasak di kompor di dalam ruangan. Kadang mereka membeli makanan di rumah makan atau di pedagang jalanan. Alat Makan Banyak makanan Romawi, misalnya sup dan bubur, yang dimakan dengan menggunakan sendok. Sendok Romawi dibuat dari perunggu dan tulang, namun ada beberapa yang dibuat dari kayu. Orang kaya memakai sendok dari perak, dan garpu dari perunggu. Garpu Romawi kebanyakan digunakan untuk memasak dan menyajikan makanan. Setelah metode tiup-kaca ditemukan sekitar tahun 50 M, banyak orang yang menggunakan gelas dari kaca, meskipun rakyat miskin tetap menggunakan gelas dari tanah liat.

b.

Ruang Makan
Orang miskin Romawi (dan sebagian besar orang Romawi adalah rakyat miskin) makan di meja kayu sambil duduk di kursi tanpa sandaran. Sementara budak makan di lantai atau di atas tikar jerami. Orang kaya makan dengan duduk pada kursi yang memiliki sandaran. Biasanya di ruang makan ada tiga kursi, maka ruang makan disebut triclinia. Orang kaya biasanya makan bersama kawan-kawannay di tricilina. Dalam pesta makan-makan, wanita juag bisa ikut serta.

c.

Ruang Tidur
Tempat tidur Romawi kebanyakan sama. Di bagian atasnya ada kasur yang diisi bulu atau jerami, serta selimut wol. Rangka tempat tidurnya dibuat dari perunggu atau kayu. Ranjang dari perunggu mampu bertahan lama. Namun sebagian besar ranjang Romawi dan Etruska dibuat dari kayu dan diikat dengan tali wol atau linen.

Peradaban Romawi Kuno

53

4.

Hiburan
Orang Romawi senang memainkan permainan dadu serta permainan dam. Mereka juga melakukan olahraga atletik. Selain itu, ada olahraga yang menjadi tontonan, misalnya gladiator dan balap kereta perang.

a.

Permaninan
Bangsa Romawi memainkan banyak permainan yang mirip dengan permainan tradisional pada masa kini, kecuali permainan kartu, yang baru ditemukan pada akhir Abad Pertengahan, dan catur, yang diperkenalkan ke Eropa dari India oleh kaum Muslim sekitar tahun 1000 Masehi. Permainan yang paling umum barangkali adalah permainan dadu, yang dimainkan dengan cara melemparkan dadu sambil bertaruh mengenai hasil yang akan ditunjukkan oleh dadu tersebut. Biasanya permainan ini adalah permainan judi, akan tetapi, bangsa Romawi juga memainkan permainan kelereng dan astragaloi. Astragaloi (ruas jari) adalah permainan yang mempergunakan tulang pergelangan kaki kambing atau domba. Permainan ini mirip dengan permainan bola bekel. Satu tulang dilemparkan, dan pemainnya harus mengambil sebanyak mungkin tulang lain yang berserakan di depannya, lalu sang pemain harus menangkap tulang yang tadi dilemparkan sebelum jatuh ke tanah. Selain dengan tulang, astragaloi juga dimainkan dengan batu-batu kecil. Bangsa Romawi juga memainkan permainan semacam permainan dam, banyak permainan yang dimainkan dengan cara memidahkan bidak dari satu kotak ke kotak lainnya dalam suatu kisi-kisi. Kita menemukan kisi-kisi semacam ini tergambar di lantai-lantai bangunan dari masa Kekaisaran Romawi, mulai dari rumah, gardu jaga, dan amfiteater. Permainan ini dimainkan oleh lelaki-perempuan, tua-muda, Selain itu, bangsa Romawi juga memiliki permainan yang aktif. Mereka memainkan permainan bola, kadang dengan bola kecil dan kadang dengan bola besar dan berat yang lebih merupakan latihan. Mekipun bangsa Romawi memainkan banyak permainan, bagi mereka permainan-permainan ini tidak memiliki banyak kaitan keagamaan seperti halnya bagi bangsa Yunani. Bagi orang Yunani, latihan fisik akan membuat para dewa senang, dan kecantikan fisik merupakan kesenangan para dewa, sehingga kompetisi dan latihan atletik merupakan kegiatan yang religius dan dimaksudkan untuk

Peradaban Romawi Kuno

54

membuat para dewa senang. Smentara untuk orang Romawi, latiahan fisik dilakukan untuk tujuan peperangan, karena itu ketangguhan fisik menjadi lebih penting ketimbang keindahan fisik.

b.

Tontonan
 Gladiator Bangsa Romawi senang

melihat orang lain mati. Mereka menganggapnya sebagai hiburan yang menyenangkan, seperti

ketika kita melihat film aksi di televisi atau bioskop. Bangsa Romawi juga menganggap bahwa para dewa juga menyukai pertarungan gladiator, karena itu menonton pertarungan juga memiliki nilai religius, selain juga menyenangkan. Banyak orang Romawi yang pergi ke amfiteater besar (seperti stadion sepak bola di masa kini) untuk melihat pertarungan profesional. Para pengunjung datang di pagi hari, membayar tiket, lalu menempati tempat duduk. Kadangkala semua tempat duduk gratis, jika ada orang kaya yang membayar untuk keseluruhan acara. Di lain waktu, pengunjung harus membayar, dan tempat duduk yang bagus tarifnya lebih mahal daripada tempat duduk jelek. Di tempat duduk yang jelek, biasanya susah untuk melihat ke arena dan ditempati oleh orang miskin. Pertama-tama pria berbaju besi keluar dan bertarung dengan hewan buas, misalnya beruang, banteng, aligator, burung unta, singa, atau harimau. Hewan-hewan tersebut didapat dari tempat-tempat yang jauh dan dibawa secara khusus ke Colloseum. Kemudian orang Romawi memperlakukan binatang-binatang itu secara buruk dan membiarkan mereka kelaparan supaya mereka mau bertarung. Kadang manusia berhasil membunuh binatang, kadang binatangnya membunuh manusia, dan para penonton menganggapnya sebagai hiburan. Hal semacam ini masih terjadi dalam bentuk adu banteng di Spanyol, Prancis, atau Meksiko.

Peradaban Romawi Kuno

55

Pada tengah hari, ada istirahat makan siang. Beberapa orang membawa bekal, biasanya roti, keju, dan sayuran. Beberapa orang lainnya membeli makanan dari penjual keliling. Yang dijual biasanya adalah air, minuman anggur, dan kue-kue. Sementara penonton menikmati makan siang, di tengah arena ditempilkan sajian tarian, lagu, drama, atau bahkan eksekusi pelaku kejahatan. Beberapa terpidana dibawa ke tengah arena dan dipenggal atau ditusuk, namun beberapa lainnya diikat untuk dimakan oleh hewan buas. Ada juga yang dilempar dari tempat tinggi, dan masih banyak cara-cara lainnya. Bangsa Romawi menganggap bahwa para dewa senang jika keadilan ditegakkan, dan mereka juga suka melihat para pelaku kejahatan yang dieksekusi Seusai makan siang, ditampilkan pertarungan manusia melawan manusia. Di kota-kota besar, pertarungan berlangsung sampai mati. Di kota kecil, pertarungan dilangsungkan sampai salah satunya terluka, meskipun kadang ada juga yang mati. Para petarung biasanya adalah budak.  Balap kereta perang

Selain gladiator, bangsa Romawi juga senang menonton balap kereta perang. Balapan juga sering disertai dengan taruhan dan perjudian mengenai siapa yang bakal menang. Balapan kereta perang ada di seluruh Kekaisaran Romawi dan dilangsungkan di jalur balapan khusus yang disebut sirkus. Kebanyakan kota besar memiliki sirkus. Kereta perang dikendarai oleh sais (pengendara) profesional, dan kadang oleh budak. Jika sering menang, seorang sais bisa menjadi terkenal dan kaya raya,

Peradaban Romawi Kuno

56

resikonya juga besar. Dalam balapan kereta perang, sering terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kematian sais dan atau kudanya.

5.

Sastra
Kekaisaran Romawi bertahan selama lebih dari seribu tahun, jadi banyak tulisan yang dihasilkan oleh orang Romawi. Bahasa Latin, sebagai bahasa orang Romawi, ditulis memakai alfabet yang diadaptasi dari alfabet Yunani dengan beberapa perubahan. Alfabet Latin atau Romawi pada dasarnya merupakan alfabet yang digunakan oleh banyak bangsa di dunia pada saat ini, termasuk di Indonesia. Untuk penggunaan di masa sekarang, alfabet Romawi ditambahi dnegan huruf J, U, dan W. Sebagian besar tulisan Roamwi telah hilang dan hanya beberapa yang tersisa. Hampir semuas naskah Latin yang kita punya saat ini mampu bertahan karena selama berabad-abad disalin dari generasi ke generasi. Pada masa Romawi, orangorang menulis di papirus atau perkamen, yang tidak mampu bertahan lama. Akibatnya orang-orang harus terus menyalinnya supaya tulisan tersebut bisa tetap ada. Untuk beberapa buku, banyak salinanya yang tersisa, untuk beberapa lainnya, hanya satu atau dua.

Penulis romawi
a. Sejarah  Livius Livius adalah sejarawan Romawi yang lahir di Italia utara sekitar tahun 59 SM, pada masa akhir Republik, ketika Julius Caesar mengawali karirnya. Livius pindah ke kota Roma dan menulis buku pada masa pemerintahan kaisar pertama Romawi, Augustus. Dia menulis tentang sejara Romawi mulai dari berdirinya Republik pada tahun 509 SM sampai masa pemerintahan Agustus. Karyanya terdiri dari 142 seri. Sebagian besar dari karyanya telah hilang, yang tersisa pada masa sekarang hanyalah 35 seri. Livius senang menunjukkan bahwa orang baik akan menang dan orang jahat akan kalah. Dia menggambarkan bahwa Romawi adalah baik dan musuh-musuh Romawi adalah jahat, misalnya dia menulis bahwa Peradaban Romawi Kuno 57

jenderal Kartago yang bernaam Hannibal itu licik dan biadab, sedangkan jenderal Romawi, Scipio, jujur dan murah hati. Livius meninggal pada usia delapan puluh tahun pada masa pemerintahan Augustus. b. Huruf  Plinius Muda Plinius Muda adalah keponakan Plinius Tua. Dia mengunjungi pamannya di Pompeii ketika pamannya mati akibat letusan gunung berapi, tapi Plinius Muda berhasil selamat. Plinius Muda menuliskan catatan tentang peristiwa itu. Di kemudian hari, dia menjadi politikus yang cukup penting di bawah pemerintahan kaisar Trajanus. Trajanus mengangkat Plinius sebagai gubernur di Bithynia pada tahun 117 SM. Dalam masa pemerintahannya, Plinius bentrok dengan para penyebar agama Kristen. Ketika itu orang Romawi masih menyembah para dewa, jadi agama Kristen dinyatakan ilegal. Plinius adalah penulis surat yang hebat. Dia merawat salinan suratsuratnya dan kemudian menerbitkannya supaya dapat dibaca semua orang. Banyak dari surat-suratnya yang masih tersisa hingga saat ini. Surat-suurat itu berisi informasi mengenai kehiduapn para aristokrat Romawi yang mewah pada masa keemasan Kekaisaran Romawi. c. Drama  Plautus Pada masa Republik Romawi, orang-orang Romawi mulai tertarik pada seni drama. Awalnya tidak ada drama berbahasa Latin, dan hanya ada yang berbahasa Yunani. Plautus adalah orang pertama yang menulis drama berbahasa Latin pada akhir tahun 200-an SM. Semua drama yang dia tulis adalah drama komedi. Dia tinggal di kota Roma. Biasanya Plautus menerjemahkan naskah drama Yunani ke dalam bahasa Latin. Tapi dia menerjemahkannya sedemikian rupa sehingga hasil akhirnya adalah drama berbahasa Latin yang lucu bagi orang Romawi. Peradaban Romawi Kuno 58

Sebagian besar drama karya Plautus telah hilang. Yang tersisa sekarang hanyalah dua puluh satu drama saja. Kedua puluh satu drama itu adalah drama yang dipelajari di sekolah Romawi. Drama Plautus yang paling terkenal adalah Amphitryon, tentang kelahiran Herkules. Penulis drama Romawi lainnya adalah Terentius, yang hidup pada masa berikutnya dan juga menulis drama komedi. d. Puisi  Vergilius Vergilius adalah penyair yang hidup pada masa perang ssaudara di Romawi dan terus hidup pada masa kaisar Augustus. Vergilius adalah sahabat Maecenas, yang merupakan teman Augustus, jadi Vergilius pun diperintahkan mneulis sajak untuk mendukung pemerintahan Augustus. Vergilius menulis kumpulan puisi yang disebut Georgics, yang menggambarakn betapa indahnya Italia, dan betapa damainya Romawi berkat Augustus. Karya Vergilius yang paling terkenal adalah wiracarita yang berjudul Aeneid. Karya ini adalah sajak panjang yang terdiri dari dua belas seri. Isinya menceritakan tentang Aineias, pahlawan Troya, yang berhasil memimpin orang-orang Troya untuk kabur dari Troya ketika pasukan Yunani menghancurkan kota Troya. Aineias dan orangorangnya berkelana sampai ke Italia, dan keturunan Aineias diceritakan mendirikan kota Roma. Vergilius sebenarnya tidak senang dengan Aeneid. Dia tidak pernah menerbitkannya selama dia masih hidup. Sebelum meninggal, dia menulis pesan bahwa karya itu harus dihancurkan. Vergilius meninggal pada tahun 19 SM dan keturunanya tidak menuruti pesan Vergilius, mereka menerbitkan Aeneid.

6.

Kuliner
Jenis makanan di Romawi berbeda-beda tergantung berapa banyak uang yang dimiliki dan lokasi.

Peradaban Romawi Kuno

59

a.

Makanan Orang Kaya
Tidak terlalu banyak orang kaya di Romawi. Kebanyakan warga Romawi adalah orang miskin. Namun beberapa orang Romawi merupakan orang yang sangat kaya dan mereka senang menunjukkan betapa kayanya mereka dengan menyuruh budak-budak mereka untuk memasak makanan yang mewah, dan kemudian mengundang kawan-kawan mereka untuk datang dan makan di ruang makan yang mewah. Mereka mencoba menyajikan makanan yang tidak biasa atau yang sangat mahal atau yang sulit dibuat. Faktanya, hal-hal tersebut bagi mereka bahkan menjadi lebih penting daripada rasa masakan itu sendiri. Orang kaya kadang memakan lidah merak. Masakan lainnya adalah ayam yang dimasukkan ke dalam seekor bebek, lalu bebek itu dimasukkan ke dalam seekor angsa, lalu angsa itu dimasukkan ke dalam seekor babi, lalu babi itu dimasukkan ke dalam seekor sapi, dan keseluruhan daging tersebut dimasak. Kadang-kadang orang kaya menyuruh budak-budaknya untuk pergi ke gunung dekat kota Roma untuk mengambil salju sehingga makanan tertentu bisa tetap didinginkan tanpa kulkas. Orang Romawi yang kaya suka menggunakan rempah-rempah mahal yang didapat dari tempat yang sangat jauh, misalnya kayu manis, lada, pala dan cengkeh, yang didatangkan dari India. Seorang pria Romawi bernama Apicius menulis sebuah buku resep masakan. Bukunya banyak dipakai oleh orang Romawi yang kaya, dan hingga masa kini buku tersebut masih tetap ada.

b.

Kuliner Mediterania
Orang miskin yang tinggal di sekitar Laut Mediterania harus memakan tanaman yang tumbuh di daerah yang kering, dan tanahnya sendiri tidak terlalu sebur. Tiga olahan tanaman yang paling banyak dikonsumsi di sana adalah: gandum dan jelai (diolah menjadi bir, bubur, roti, dan sup), minyak zaitun (diolah menjadi roti atau sebagai tambahan pada sayuran), dan anggur (diolah menjadi minuman anggur, cuka, dan kismis). Mereka juga menanam kacang dan berbagai jenis sayur dan buah.

Peradaban Romawi Kuno

60

Berikut ini adalah beberapa makanan lainnya yang juga banyak dikonsumsi di sana: apel, pir, buah ara, buah prem (dan buah prune, yang merupakan buah prem kering), kismis (dibuat dari anggur), kacang hijau (kebanyakan dikeringkan untuk masakan semacam sup kacang), kacang merah, buncis, bawang merah, wortel, bawang putih, madu (mereka tidak punya gula), adas, timi, oregano, kemangi, mint, kenari, buah berangan, ketimun (mereka tidak memiliki tomat), telur (dari ayam, bebek, dan angsa), yogurt, keju, daging (dari kambing, babi, ayam, angsa, bebek, dan ikan, khsususnya tuna). Mereka juga memakan siput, mereka memiliki kebun siput yang dikhususkan untuk mengembangbiakan siput. Makanan lainnya yang cukup populer adalah saus ikan fermentasi.

Rumah Makan
Banyak orang Romawi yang tinggal hanya dalam satu ruangan dan tidak punya dapur dalam apartemen mereka. Karena itu mereka biasanya makan di rumah makan atau restoran. Rumah makan Romawi disebut tabernaria atau thermopolia. Di sana orang-orang dapat memesan pizza dengan keju, bawang, ham, atau daging babi. Untuk minumannya, rumah makan biasanya menyediakan anggur atau bir. Tidak ada batasan umur untuk minum minuman keras di Romawi, tapi anak-anak biasanya minuma anggur yang dicampur air supaya tidak mabuk. Pelanggan juga dapat memesan sup, bubur, dan ada juga menu berupa sepiring kecil acar, ham, bit acar, bawang, dan telur rebus dan roti bakar dengan kecap ikan di atasnya. Ada banyak rumah makan di Kekaisaran Romawi, mulai dari Inggris sampai Suriah, mulai dari Jermans ampai Afrika Utara. Rumah makan Romawi menaruh daftar menu di depan konter. Bartender dan pelayannya seringkali adalah budak atau budak bebas milik pengelola rumah makan. Persediaan bahan makanan disimpan di dalam lubang di meja dapur. Orang kaya jarang makan di rumah makan. Mereka lebih suka makan di rumah sendiri atau di rumah teman. Di Romawi, makan di rumah makan memang bukan sesuatu yang mewah. Jika orang kaya bepergian, mereka biasanya menyewa ruang makan sendiri di tempat penginapan, dan pemilik penginapan akan mempersiapkan makanan spesial untuk disajikan kepadanya melalui budaknya.` Peradaban Romawi Kuno 61

Peradaban Romawi Kuno

62

BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kerajaan Romawi pada mulanya merupakan daerah Semenanjung Apenia yang memiliki lebar 125 mil dari garis pantai sepanjang 200 mil. Bangsa Romawi merupakan campuran antara penduduk asli dengan suku-suku kelana yang berhasil ditaklukan oleh Romawi. Kemajuan Romawi terjadi di dalam berbagai bidang. Dalam bidang Pemerintahan Romawi dibagi menjadi tiga zaman, yaitu : Zaman Kerajaan, Zaman Republik dan Kekaisaran. Sedang dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Romawi telah berhasil menciptakan bahan-bahan bangunan yang sangat kuat untuk pembuatan bangunan seperti kubah, jembatan, jalan dan lain sebagainya. Masyarakat Romawi terdiri dari masyarakat bebas dan budak. Sebenarnya para budak sudah berusaha membrontak untuk membebaskan dirinya, tetapi berhasil dihancurkan oleh pihak Pemerintah sehingga para budak belum dapat membebaskan dirinya. Kepercayaan masyarakat Romawi masih bersifat animisme. Namun sejak berkembangnya agama Kristen kepercayaan animisme lambat laun menghilang. Bahkan agama Kristen dijadikan sebagai agama negara di Romawi. Kebudayaan bangsa Romawi mendapat pengaruh dari kebudayaan Hellenisme. Kemajuan lain dapat dilihat dalam bidang Seni Sastra, Hukum , seni bangunan dan bidang Organisasi.

B. SARAN
Semoga uraian makalah ini akan nerguna bagi seluruh pembaca pada umumnya, khususnya siswa kelas X Sekolah Menengah Atas. Dan juga dapat menambah wawasan bagi para pembaca.

Peradaban Romawi Kuno

63

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikibooks.org/wiki

Peradaban Romawi Kuno

64

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful