PT.

SEAFOOD INDONESIA :
Memilih Langkah Mendorong Laju Pertumbuhan Profil Perusahaan
PT. Seafood Indonesia (SeaIndo) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran dan distribusi makanan beku. Perusahaan ini didirikan berkat gagasan Andreas Vincent. Pada bulan Agustus 1999, berlangsung pembicaraan awal antara Andreas Vincent dengan direktur PT. Bintang Laut Indonesia (BLI), Arie Surastyo. BLI merupakan salah satu perusahaan pengolah hasil tangkapan laut terbesar di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1967. Dalam pembicaraan antara Andreas Vincent dengan Arie Surastyo, BLI sepakat untuk menyertakan modal sebesar RP 1,8 miliar ditambah komitmen untuk memprioritaskan pasokan produknya ke SeaIndo. SeaIndo resmi berdiri dan beroperasi pada awal tahun 2000. Kantor SeaIndo bertempat di kawasan Jakarta Pusat. Awal Pendirian Hingga akhir tahun 1999, modal yang sudah terkumpul untuk mendirikan SeaIndo sebesar Rp 4 miliar, terdiri atas Rp 2,2 miliar disetor oleh Andreas Vincent dan Rp 1,8 miliar oleh BLI. Komposisi kepemilikan berdasarkan jumlah yang disetor yaitu 55% untuk Andreas Vincent dan 45% untuk BLI. Namun perusahaan ini membutuhkan modal yang lebih besar untuk berkembang, sehingga Andreas Vincent harus memilih investor yang paling tepat di antara beberapa investor yang sudah menunjukkan minatnya. Andreas membutuhkan investor yang tidak hanya mau menanamkan modal saja, tapi juga memberikan nilai tambah kepada SeaIndo. Salah satu investor yang diharapkan oleh Andreas yaitu PT. Ardika Buana (AB). Perusahaan ini merupakan perusahaan pengiriman barang via udara yang telah memiliki reputasi internasional. PT. Ardika Buana didirikan pada tahun 1987. Pada bulan Januari 2000, Andreas Vincent menerima AB sebagai investor ketiga. AB menyetorkan modal sebesar Rp 2 miliar sehingga meningkatkan modal SeaIndo menjadi Rp 6 miliar dan mengubah komposisi kepemilikan menjadi 37% Andreas Vincent, 30% BLI, dan 33% AB. Pada awal Februari 2000, seluruh persyaratan administrasi dalam pendirian SeaIndo telah selesai. Kemudian pada tanggal 14 Februari 2000, Andreas Vincent bersama direksi BLI dan direksi BLI dan direksi AB meresmikan awal beroperasinya PT. Seafood Indonesia secara penuh. RUPS pertama mengangkat Andreas Vincent menjadi direktur utama yang mengepalai seorang direktur dan tiga orang manajer, masing-masing manajer keuangan, manajer operasi, dan manajer pemasaran.

Identifikasi Masalah
Berikut ini merupakan permasalahan yang dihadapi oleh PT. Seafood Indonesia, yaitu : 1. PT. Seafood Indonesia mengalami perkembangan yang sangat lambat sejak mulai beroperasinya pada bulan Februari 2000. Hal ini disebabkan oleh tingkat penjualan yang relatif flat dan penggunaan modal kerja yang belum optimal. 2. Angka penjualan tidak mencapai target yang diinginkan periode Februari-Agustus 2000. Target penjualan SeaIndo pada akhir tahun 2000 sebesar Rp 12,5 miliar, sedangkan penjualan pada periode Februari-Agustus 2000 sebesar Rp 5,98 miliar.

Diperkirakan target penjualan pada akhir tahun 2000 akan sulit tercapai apabila tingkat penjualan di bulan-bulan berikutnya tidak mengalami peningkatan. ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful