P. 1
teori-shannon-ghifar

teori-shannon-ghifar

|Views: 120|Likes:
Published by Muhamad Nursalman

More info:

Published by: Muhamad Nursalman on May 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

Tugas I Kriptografi

TEORI INFORMASI SHANNON
Oleh

Muhammad Ghifary (13505023)

Program Studi Informatika Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung 2008

...................3 Tinjauan Sejarah.................13 Pendahuluan : Teori Komunikasi Klasik Teori komunikasi digunakan sebagai pendekatan untuk memahami perkara komunikasi.............................................12 Perkalian Kriptosistem (Product Cryptosystem)..............................................................6 Entropy dan Redundancy...........................................2 Teori Informasi Shannon.7 Hubungan Antara Kriptografi dengan Teori Shannon................................................................................................................................................................................ teori komunikasi semakin berkembang dengan adanya kemajuan dari teknologi informasi.........................DAFTAR ISI Pendahuluan : Teori Komunikasi Klasik.......................13 Daftar Pustaka........................ Teori komunikasi klasik yang 2 ...................................................................10 Kerahasiaan Mutlak (Perfect Secrecy).............................................................4 Sistem Komunikasi Umum..........................................................................................................................3 Sistem-Sistem Komunikasi sebelum Tahun 1948................. Pada awal perkembangannya................................ lahirlah teori komunikasi klasik.............................................................................................................. Berdasarkan kurun waktu dan pemahaman makna akan komunikasi...........................

yaitu komunikasi sebagai transmisi pesan dan bagaimana transmitter menggunakan saluran atau media komunikasi. Bagi para ahli dan praktisi komunikasi. matematis. ilmu komputer. Salah satun kelemahannya adalah ia tidak menjelaskan konsep umpan balik 3 . bukan pada makna pesannya sendiri. Titik kajian utamanya adalah bagaimana menentukan cara bagaimana saluran komunikasi dapat digunakan dengan cara yang efisien. ilmu probabilitas dan statistika. dan informatif.paling populer dirancang oleh Claude Shannon yang pada akhirnya teori tersebut dikenal dengan teori informasi Shannon melalui papernya yang ditulis pada tahun 1948 berjudul “A Mathematical Theory of Communication”. Di sana Shannon berprofesi sebagai insinyur yang bertanggung jawab atas penyampaian yang cermat melalui telepon. teori informasi Shannon atau disebut juga teori matematis. maka teori ini sangat banyak manfaatnya dan digunakan diberbagai disiplin ilmu seperti ilmu komunikasi. Titik perhatiannya terletak pada akurasi dan efisiensi proses. Shannon sudah mengajukan rancangan generalisasi protokol sistem komunikasi kepada presiden Bush. melainkan seberapa banyak sinyal-sinyal yang diterima selama proses penransmisian berlangsung. Sebelum penulisan papernya. teori Shannon dijadikan sebagai inspirasi untuk membangun media komunikasi yang akurat dan efisien walaupun memiliki beberapa kelemahan. memandang komunikasi sebagai fenomena mekanistis. Karya Shannon ini berkembang pasca Perang Dunia II pada waktu Shannon melakukan penilitian di Bell Telephone Laboratories di Amerika Serikat. misalnya dalam suatu sistem telepon. Teori Informasi Shannon Tinjauan Sejarah Secara umum. Rancangan tersebut dibuat untuk mengatasi permasalahan efek distorsi pada pengiriman sinyal. dan sebagainya. faktor yang terpenting dalam komunikasi bukanlah terletak pada makna pesannya. Karena teori informasi ini dibuat dengan pendekatan matematis. Teori ini memanfaatkan kode sebagai sarana utama untuk mengonstruksi pesan dan menerjemahkannya (encoding dan decoding). Menurut Shannon.

1922) Television (1925 – 1927) Teletype (1931) Frequency Modulation (Amstrong. 1936) Pulse-Code Modulation (PCM) (Reeves. Shannon mengambil beberapa inspirasi tentang kelebihan dan kelemahan dari sistem-sistem tersebut dan 4 . teori Shannon dibagi menjadi 2 bagian besar. Hal ini dikarenakan teori yang ia kaji hanya melihat komunikasi sebagai fenomena linear satu arah. Sedangkan.(feedback) dalam model teorinya. terdapat beberapa sistem komunikasi yang hadir ke permukaan. yang kedua adalah mengenai teori yang melingkupi mekanisme pengiriman sinyal melalui saluran komunikasi – apa yang menjadi batasan jumlah informasi yang dapat dikirim dan efek apa yang timbul akibat noise yang terjadi pada komunikasi. dan sebagainya. konsep umpan balik sangat berperan penting dalam menentukan keberhasilan komunikasi. 1887) AM Radio (awal 1900-an) Single-Sideband Modulation (Carson. 1937 – 1939) Vocoder (Dudley. diantaranya : • • • • • • • • • • • Telegraph (Morse. Secara umum. 1830-an) Telephone (Bell. Sedangkan. kompresi pesan. 1939) Spread Spectrum (1940-an) Dari sistem-sistem komunikasi tersebut menjadi. Yang pertama adalah mengenai konsep informasi beserta pemodelan sumber informasi. 1876) Wireless Telegraph (Marconi. keamanaan pesan. teori Shannon menjadi sebuah landasan utama untuk merancang dan membuat mekanisme proses pentransmisian pesan. Padahal dalam konsep analogi pesawat telepon yang ia kemukakan. Sistem-Sistem Komunikasi sebelum Tahun 1948 Sebelum tahun 1948. di dunia ilmu komputer dan teknologi informasi. encoding dan decoding pesan.

“capacity of a system to transmit information”. Nyquist. “intersymbol interference”. Hartley juga menyempurnakan persamaan logaritmisnya Nyquist menjadi H = log S n dimana S merupakan jumlah simbol-simbol yang mungkin. ia merancang kode “optimum” yang menggantikan peran sandi morse agar dapat menghasilkan kinjera transmisi yang optimum pula.  Untuk menjaga ketepatan (fidelity). Kedua pemikiran dari Nyquist dan Hartley inilah yang berpengaruh besar bagi Shannon dalam merumuskan teori informasi yang menggeneralisasi konsep komunikasi. H. bandwith yang digunakan oleh Vocoder kurang dari bandwith untuk pesan. belum ada satupun konsep sistem general yang mencakupi semua sistem. Kemudian.menjadikannya sebagai ramuan untuk merancang teori informasi. Dari sekian banyak sistem-sistem komunikasi yang muncul sebelum tahun 1948. dan n merupakan jumlah simbolsimbol pada suatu pentransmisian.  Sistem-sistem seperti FM. Adapun beberapa hal yang perlu diketahui mengenai sistem-sistem komunikasi tersebut. dalam papernya yang berjudul “Certain Factors Affecting Telegraph Speed“. diantaranya :  Sandi morse pada telegraf memberikan mekanisme yang efisien dalam mengenkode pesan dengan memperhatikan frekuensi dari simbol-simbol yang dienkode.  PCM merupakan sistem komunikasi diskrit atau ‘digital’ pertama yang mentransmisikan sinyal-sinyal ‘analog’ yang kontinyu. 4 tahun kemudian. dan Spread Spectrum mengilustrasikan bahwa bandwith hanyalah derajat kebebasan yang lain yang tersedia bagi para insinyur dalam rangka membuat sistem komunikasi yang reliable. 5 . tahun 1928. R Hartley memaparkan dan memomulerkan beberapa konsep dan terminologi komunikasi seperti “rate of communication”. Pada tahun 1924. PCM. mengemukakan bahwa laju transmisi merupakan proporsi terhadap logaritma dari jumlah level sinyal per satuan waktu ( W = K log m ).

y ) menunjukkan intensitas warna. operasi yang dilakukan adalah mengubah tekanan suara menjadi arus listrik lemah yang proporsional. Gambar 1 – Diagram Skema Sistem Informasi Umum Pada diagram diatas. fungsi dari waktu dan berbagai variabel f ( x. Channel 6 . yaitu deretan huruf seperti pada telegraf. y. Transmitter Transmitter melakukan operasi-operasi tertentu terhadap pesan yang berfungsi untuk menghasilkan sinyal yang cocok untuk pentransmisian melalui suatu saluran komunikasi tertentu. sistem komunikasi umum terdiri dari 5 bagian utama yaitu : 1. Operasi yang dilakukan transmitter bergantung dengan kebutuhan. Pesan yang dihasilkan memiliki berbagai tipe bentuk. Information Source Information Source berfungsi untuk memproduksi sebuah atau sekumpulan pesan terurut yang akan dikomunikasikan ke terminal penerima. Contohnya pada sistem telefon. 3. 2. t ) seperti pada TV hitam-putih dimana koordinat ( x.Sistem Komunikasi Umum Shannon merumuskan suatu konsep tentang sistem komunikasi umum dalam diagram sebagai berikut. fungsi waktu tunggal f (t ) seperti pada radio atau telefon. dan sebagainya.

Entropy adalah konsep keacakan. yaitu mengubah sinyalsinyal yang diterima menjadi pesan asli. coaxial cable. Sedangkan. Sebagai contoh ada pada penderita penyakit AIDS. Shannon juga mengklasifikasikan sistem komunikasi menjadi 3 kategori utama : diskrit. Entropy timbul jika prediktabilitas/kemungkinan rendah (low predictable) dan informasi yang ada tinggi (high information). Kedua konsep tersebut saling mempengaruhi dan bersifat sebab-akibat (kausalitas) dimana entropy akan sangat berpengaruh terhadap redundancy yang timbul dalam proses komunikasi. contohnya sistem PCM yang pesannya merupakan suara analog namun sinyalnya berbentuk diskrit. Entropy dan Redundancy Entropy dan redundancy merupakan konsep dasar yang dikemumakan pada teori informasi Shannon ini. Receiver Receiver melakukan operasi-operasi kebalikan dari transmitter. Sistem diskrit yang dimaksud adalah baik pesan maupun sinyal kedua-duanya merupakan deretan dari simbol-simbol diskrit. 5. Channel dapat berupa sepasang kawat. sistem kontinyu adalah baik pesan maupun sinyal diperlakukan sebagai fungsi kontinyu. Pengidap AIDS atau yang lebih sering disebut OHIDA tidak dapat dipastikan usianya atau kapan ia akan dijemput maut. Ada yang sampai 7 . 4. kontinyu dan gabungan keduanya. Sistem gabungan merupakan sistem dimana diskrit dan kontinyu muncul di salah satu elemen pesan ataupun sinyalnya. contohnya sistem telegraf dimana pesannya merupakan deretan huruf-huruf dan sinyalnya adalah deretan titk-titik. dsb.Channel merupakan media yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal dari transmitter ke receiver. di mana terdapat suatu keadaan yang tidak dapat dipastikan kemungkinannya. Ide tersebut diadopsi dari salah satu cabang ilmu fisika yaitu termodinamika. Destination Destination merupakan tujuan dari pengiriman pesan. contohnya sistem TV atau radio. frekuensi radio.

mungkin sinyal yang lemah. Konsep kedua adalah redundancy. atau entropy. atau dengan khalayak. alpa untuk huruf A. dengan saluran dan gangguan. bahkan sampai dua puluh tahun. maka seberapa banyakkah informasi yang terkait dengan sumber tersebut? Shannon menjelaskan hal tersebut dengan sebuah persamaan yang memaparkan hubungan antara entropy dan redundancy. Shannon mencetuskan ide bahwa sebuah sumber informasi bersifat probabilistik dengan mengajukan pertanyaan seperti ini : jika sebuah sumber informasi memproduksi pesan-pesan dengan cara memilih simbol-simbol dari himpunan simbol terhingga. maka informasi pun rendah (low information). sepuluh tahun. dan probabilitas simbol-simbol yang muncul bergantung pada pilihan sebelumnya. dan seterusnya. Redundansi apabila dikaitkan dengan masalah teknis. Karena prediktabilitasnya tinggi (high predictable). Informasi adalah sebuah ukuran ketidakpastian. dengan sifat pesan. Kondisi inilah yang disebut dengan negentropy. Jika sebuah sumber informasi tidak 8 . seperti charlie untuk C.delapan tahun. Misalnya ketika kita berkomunikasi melalui pesawat telepon dan mengalami gangguan. Semakin besar ketidakpastian. Dengan memandang informasi sebagai entropy. yang merupakan kebalikan dari entropy. maka informasi tidak ada sama sekali. semakin besar informasi yang tersedia dalam proses komunikasi. dalam sebuah situasi. Masalah ini berhubungan dengan akurasi dan kesalahan. Ketika sebuah situasi atau keadaan secara lengkap dapat dipastikan kemungkinannya atau dapat diprediksikan (highly predictable). Kekurangan-kekurangan dari saluran (channel) yang mengalami gangguan (noisy channel) juga dapat diatasi oleh bantuan redundancy. Hal ini dikarenakan ajal atau kematian adalah sebuah sistem organisasi yang kemungkinannya sangat tidak dapat dipastikan. masih bisa menjalani hidup sebagaimana orang yang sehat. ia dapat membantu untuk mengatasi masalah komunikasi praktis. maka kita akan mengeja huruf dengan ejaan yang telah banyak diketahui umum. dudansi adalah sesuatu yang bisa diramalkan atau diprediksikan (predictable).

Jika H<=C maka akan ada suatu sistem koding dimana output dari sumbernya dapat ditransmisikan melalui channel dengan tingkat kegagalan yang sangat rendah. Ini merupakan ide revolusioner bagi para insinyur komunikasi sebelumnya yang berpikir bahwa jumlah sinyal maksimum yang dapat ditransport dalam suatu mediam bergantung pada berbagai faktor. Jika H-C > C maka akan ada kemungkinan untuk meng-encode pesan sehingga pesan yang ambigu bernilai kurang dari H-C + e 9 . seperti frequensi. Sedangkan. dan sebagainya. Terdapat sebuah sumber informasi yang memiliki entropy H (bits per symbol) dan sebuah channel dengan kapasitas C (bits per transmit) dengan laju rata-rata C/H – e symbol per second dimana e sangat kecil. Oleh karena itu. sedangkan teori yang kedua berhubungan dengan sistem komunikasi dengan noise.mempunyai banyak pilihan atau memiliki derajat keacakan yang rendah. Ide utama dibalik teorema ini adalah bahwa jumlah informasi yang mungkin untuk ditransmisikan berdasar pada besarnya entropy atau derajat keacakkan. Teori yang pertama berhubungan dengan sistem komunikasi pada channel tanpa noise. Diketahui sebuah channel yang memiliki kapasitas C dan sebuah sumber entropy discrete per second H. maka informasi atau entropy tersebut rendah. terbentuklah 2 buah teorema fundamental dari Shannon. ini memungkinkan untuk dilakukannya pengkodean informasi sehingga memungkinkannya untuk melakukan pentransmisian informasi pada laju maksimum yang diperbolehkan channel. Bunyi dari teorema pertama adalah sebagai berikut. berdasarkan sifat-sifat statistik dari sumber informasi. 1 − (actual _ entropy / max_ entropy ) = redundancy Dengan mendefinisikan informasi sebagai entropy. bunyi dari teorema kedua adalah sebagai berikut. Tidak mungkin untuk dapat melakukan transmisi dengan laju rata-rata lebih dari C/H.

maka akan sulit untuk melakukan pemeriksaan kesalahan karena semua kombinasi dari simbolsimbolnya merupakan kata yang dapat diterima. Pada tahun 1949. “Bell Labs sedang melakukan pekerjaan terhadap masalah sistem kerahasiaan (secrecy system). Saya tidak mengatakan bahwa yang satu mendahului yang lainnya. Saya bekerja di kedua bidang tersebut. simbol “q” selalu diikuti dengan “u” dan maka “u” dapat dikatakan redundan karena dengan menghilangkan simbol “u” tidak akan mengurangi makna pesan. Shannon menunjukkan bahwa jika semua huruf dalam bahasa Inggris dapat digunakan dalam kombinasi apapun maka seluruh permutasi dari 4 huruf cukup untuk menghasilkan 456. Hubungan Antara Kriptografi dengan Teori Shannon Selain memberkan kontribusi di bidang ilmu komunikasi. Kedua ilmu tersebut sangat berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan. Tidak ada metode yang mengenkode pesan dimana tingkat keambiguitasnya kurang dari H-C. Claude Shannon kembali mempublikasikan papernya yang kali ini berjudul “Communication Theory of Secrecy System” dalam jurnal Bell System Technical dimana memberikan pengaruh yang sangat besar bagi studi ilmiah di bidang kriptografi. Seandainya ada bahasa yang memiliki konsep seperti ini. Hubungan antara kriptografi dengan teori informasi Shannon sangatlah erat. dalam bahasa Inggris. teori informasi Shannon juga memberikan kontribusi besar di bidang kriptografi. Saya bekerja di bidang sistem komunikasi dan ditunjuk oleh beberapa komite untuk mempelajari teknik kriptanalisis. Begitu juga dengan kata “the” yang juga redundan sehingga pada sistem telegram kata tersebut dihilangkan. Pekerjaan tentang teori matematis komunikasi dan kriptografi berjalan bersamaan. Berikut ini perkataan dari Shannon sendiri mengenai hubungan antara kriptografi dan teori Shannon. Hanya konteks dalam sebuah 10 .dimana e sangat kecil.976 kata (lebih kurang sama dengan jumlah seluruh kata dalam bahasa Inggris).” Sektor besar dari penelitian Shannon melibatkan ide tentang redundancy dalam bahasa –yang telah kita bahas di atas. Sebagai contoh.

semakin gampang pula informasi tersebut untuk diketahui. Menurut Shannon. Kesalahan 1 atau 2 huruf saja dapat membentuk kata yang bermakna.kalimatnyalah yang dapat digunakan untuk memastikan apakah kata tersebut tepat atau tidak. Shannon melakukan operasi pada sebuah pesan teks yang dihilangkan semua redundansinya. maka informasi tersebut semakin sulit untuk dipecahkan. Shannon pun mencetuskan ide tentang sistem kerahasiaan umum (general secrecy system) yang mirip dengan sistem komunikasi umum (general communication system) yang memang pada kenyataannya dikerjakan dalam waktu hampir bersamaan. Mengikuti teori ini. Sebaliknya. Gambar 2 – General Secrecy System 11 . redundansi merupakan fondasi utama dalam percobaan kriptanalisis. Sisanya terus dikurangi semaksimal mungkin sebelum dilakukan proses enkripsi. jika angka redundansinya rendah. Berikut ini diagram tentang general secrecy system. Semakin tinggi angka redundansi yang terdapat dalam suatu informasi. Poin penting dari operasi ini adalah dengan menghilangkan semua huruf vocal yang tidak menimbulkan definisi ambigu pada saat mengembalikan hasil enkripsi ke pesan yang sebenarnya.

2. Kriptosistem bertipe seperti ini disebut dengan “provably secure”. Kita dapat mendefinisikan sebuah kriptosistem yang aman secara komputasi jika algoritma terbaik yang digunakan untuk memecahkan sistem tersebut membutuhkan paling tidak sebanyak N operasi. diberikan sebuah pernyataan yang dapat dibuktikan sebagai berikut : “sebuah kriptosistem dapat dikatakan aman jika ada bilangan bulat n dimana n tidak dapat difaktorkan”. Unconditional Security Ukuran ini menjelaskan tentang keamanan dari kriptosistem dimana tidak ada batasan yang terdapat pada jumlah komputasi yang diperbolehkan.Beberapa ide dari Shannon yang sangat bermanfaat di dunia kriptografi di antaranya adalah sebagai berikut. dimana N merupakan bilangan khusus yang sangat besar. Kerahasiaan Mutlak (Perfect Secrecy) Ada 2 ukuran mendasar yang digunakan dalam hal keamanan dari kriptosistem. Shannon pun membuat sebuah teorema mengenai perfect secrecy sebagai berikut. 1. harus dimengerti bahwa metode ini hanya dapat menunjukkan keamanan kriptosistem secara relatif. Namun demikian. Sebagai contohnya. Dalam prakteknya. 12 . Computational Security Ukuran ini menjelaskan tentang kompleksitas komputasional yang dibutuhkan dalam sebuah percobaan kriptanalisis. Namun. masalahnya adalah tidak ada kriptosistem yang dapat diklaim aman secara komputasi jika menggunakan definisi tersebut. tidak secara absolut. bahkan dengan sumber daya komputasi yang tak terbatas. Sebuah kriptosistem dapat didefinisikan sebagai unconditionally secure jika sistem tersebut tidak dipecahkan. sebuah kriptosistem dikatakan aman secara komputasi jika metode terbaik yang telah diketahui untuk memecahkan kriptosistem membutuhkan sejumlah banyak waktu komputasi yang tidak rasional. Pendekatan lainnya adalah memunculkan fakta dari keamanan komputasi dengan cara mereduksi definisi dari tingkat keamanan dari kriptosistem untuk beberapa masalah yang sudah lazim yang telah diklaim sebagai masalah rumit.

ada sebuah kunci unik K dimana ek ( x ) = y Salah satu contoh kriptosistem perfect secrecy yang berhasil direalisasikan adalah Vernam One-time Pad yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi otomatis terhadap pesan-pesan pada telegraf. E . Kriptosistem tersebut memiliki perfect secrecy jika dan hanya jika setiap kunci yang digunakan dengan probabilitas yang sama yaitu 1 / | K | . vol. October 1998. [2] H. bentuk perkalian kriptosistem ini diimplementasikan dalam teknik substitusi dan permutasi yang merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam kriptosistem yang ada saat ini.. Verdu. Perkalian Kriptosistem (Product Cryptosystem) Ide lain dari Shannon di bidang kriptografi adalah ide untuk menggabungkan 2 buah kriptosistem yang direpresentasikan dalam bentuk perkalian (product). “A mathematical theory of communication”. Bell Syst. 324-352. July-Ock. pp. J. Tech. Pada prakteknya.E. 1924.Diberikan sebuah kriptosistem ( P.. “Fifty years of shannon theory”. no. “Cryptography Theory and Practice”. Daftar Pustaka [1] C. 379-423. Ide ini menjadi hal yang fundamental dalam perancangan kriptosistem yang modern seperti Data Encryption Standard (DES).6. Apr. 44. D) dimana | K |=| C |=| P | . dan untuk setiap y ∈ C . untuk setiap x ∈ P . 27. CRC Press LLC. 3. Bell Syst. vol. C . “Certain factors affecting telegraph speed”. vol. 13 . March 1995. K . Setiap pesan yang dienkrepsi dan didekripsi menggunakan kunci yang berbeda-beda dan kunci yang telah dipakai tidak boleh dipakai kembali.. 623-656. pp. Shannon. [3] S. J. IEEE Transaction on information theory. Stinson. Nyquist. Tech. [4] D. 1948.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->