BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Hukum adalah seperangkat kaidah yang menentukan apa yang boleh dan apa yang terlarang dilakukan oleh manusia. Kalimat diatas sangat akrab didengar dan digunakan diberbagai literatur hukum. Kalimat tersebut juga mencoba untuk melukiskan betapa luasnya bidang yang menjadi objek dari hukum untuk diaturnya. “You have shown me the sky to a creature who’ll never do better than crawl” Anda memperlihatkan langit kepadaku, Tapi apalah artinya cakrawala, Bagi manusia kecil melata, Yang hanya mampu merangkak terseok-seok. Ungkapan diatas pernah diucapkan ketua Lembaga Bantuan Hukum Filipina, Dr. Salvador Laurel. Mungkin ungkapan ini merupakan manifestasi perasaan golongan masyarakat kecil yang pernah dihibur dengan berbagai kecermelangan integritas pribadi namun dalam kenyataan dan praktek penegakan hukum, mereka sama sekali tidak mampu bertahan ketika berhadapan dengan kecongkakan kekuasaan yang diperankan aparat penegak hukum yang selalu berperilaku mempertontonkan kesewenangan dan kehausan kekuasaan.1 Hukum progresif merupakan gejolak yang timbul akibat dari pemahaman hukum yang mempresentasikan hukum adalah undang-undang kemudian lahir pemikiran bahwa yang terpenting adalah kepastian hukum sehingga keadilan hukum dikesampingkan. Hukum progresif pada prinsip hukum adalah untuk manusia bukan sebaliknya sehingga hukum progresif adalah hukum yang pro rakyat dan pro keadilan2.
1

M. Yahya harahap, S.H, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP, Jakarta : sinar Grafika, 2009, cet. Ke , h.1dst. 2 Menciptakan Keadilan Dengan penerapan Hukum Progresif Melalui Pendekatan Ilmu ketuhanan oleh Ridwan, SH. MH

1

Hukum adalah sebuah tatanan (Hukum ada dalam sebuah tatanan yang paling tidakdapat dibagi kedalam tiga yaitu : tatanan transedental, tatanan sosial dan tatanan politik.) yang utuh (holistik) selalu bergerak, baik secara evolutif maupun revolusioner. Sifat pergerakan itu merupakan sesuatu yang tidak dapat dihilangkan atau ditiadakan, tetapi sebagai sesuatu yang eksis dan prinsipil. Butiran pemikiran demikian itu akan dijumpai dalam banyak gagasan tentang hukum yang dicetuskan oleh Satjipto Rahardjo. Bagi Satjipto Rahardjo, hukum bukanlah sekedar logika semata, lebih daripada itu hukum merupakan ilmu sebenarnya (genuine science), (Satjipto Rahardjo melihat hukum sebagai objek ilmu daripada profesi, dengan selalu berusaha untuk memahami atau melihat kaitan dengan hal-hal dibelakang hukum, keinginan untuk melihat logika sosial dari hukum lebih besar daripada logika hukum atau perundang-undangan), yang seharusnya selalu dimaknai sehingga selalu up to date. Pemikiran konvensional yang selama ini menguasai/mendominasi karakteriktik berpikir ilmuwan hukum, bagi Satjipto merupakan tragedi pemikiran, penulis sebut saja parsialisme pemikiran atau belum out of the box. Satjipto Rahardjo merupakan salah satu pemikir hukum Indonesia yang cukup produktif. Prof. Tjip, begitu orang-orang menyebutnya, lebih terkenal (khususnya) di dunia akademis sebagai "Begawan Sosiologi Hukum". Pemikirannya akan banyak dijumpai dalam berbagai bentuk, baik lisan maupun tulisan, buku teks atau tercerai berai. Salah satu dari sekian banyak idenya tentang hukum adalah apa yang sering disebutnya sebagai ‘Pemikiran Hukum Progresif’, yaitu semacam refleksi atau sebuah komtemplasi dari perjalanan intelektualnya selama menjadi musafir Ilmu3. Menurut penulis sendiri hukum yang berlaku di negara kita negara Republik Indonesia ini adalah hukum dengan kehampaan nya sendiri. Di satu sisi hukum dielu-elukan sebagai pemberi rasa keadilan yang besar bagi masyarakat majemuk4 namun di sisi lain memberikan rasa ketidakadilan bagi mereka kaum yang lemah

3
4

Memahami Hukum Progresif Prof Satjipto Rahardjo Dalam Paradigma "Thawaf" oleh Turiman Masyarakat majemuk terdiri dari berbagai macam ras, suku, agama, golongan, dan adat istiadat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya ; di ambil dari wikipedia.com

2

3 Tujuan Penulisan 1. Ini menunjukan betapa tidak adilnya hukum di Indonesia. 5 Rakyar Jelata yaitu rakyat biasa (bukan bangsawan. Kondisi inilah yang kemudian mengharuskan kehadiran hukum progresif sebagai kritik terhadap kemampuan hukum pidana represif. Agar penulis mengetahui lebih lanjut mengenai cara meminimalisasi pelanggaran HAM dalam penegakan hukum pidana.atau sering di sebut dengan rakyat jelata5. Terkait dengan Hak Asasi Manusia juga diatur dalam Undang-Undang dasar 1945 pasal 28D ayat 1 yang menyebutkan “Setiap orang berhak atas pengakuan. Hukum yang ada tidak memberikan kepuasan tersendiri bagi masyarakat mereka merasa hukum dapat diperjual-belikan dan dengan mudahnya diotak-atik bagi siapa saja yang memiliki kekuasaan. bukan hartawan). uang dan kehormatan. Dimana bila kita lihat kembali penegakan hukum di Indonesia seperti Koruptor yang diberikan keleluasaan dalam menjalankan hukumannya bahkan tidak sedikit yang dibebaskan karna memiliki peran yang sangat penting dan memiliki kekuasaan sementara seseorang yang mencuri Kakao dihukum dengan rasa ketidakberdayaan nya karna hanya seorang miskin saja. perlindungan.2 Identifikasi Masalah Adapun penulis dalam Karya Tulisan Ilmiah ini menemukan beberapa rumusan masalah yaitu : 1. orang kebanyakan 3 . 1. jabatan. jaminan. Apakah Hukum Progresif sudah efektif dan mampu menciptakan serta memberikan rasa keadilan yang sesungguhnya bagi masyarakat ? 1. Jika kita bandingkan dengan penerapan hukum saat ini sangat berbanding terbalik. Kepastian hukum belum benar-benar terpenuhi apalagi keadilan. Bagaimana cara meminimalisasi pelanggaran HAM dalam penegakan hukum pidana ? 2. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum”.

Agar para pembaca mengenal hukum progresif dan penerapannya 2.4 Manfaat Penulisan 1. Agar penulis mengetahui sejauh mana hukum progresif menjadi patokan bagi keadilan masyarakat.2. Agar pembaca mengetahui dan mengerti peran serta hukum progresif di Indonesia. BAB II PENELUSURAN BAHAN-BAHAN HUKUM 4 . 1.

2. Putusan Mahkamah Agung Nomor 653 K/PID/2011 Tahun 2011 Adapun yang termaksud dalam bahan-bahan hukum sekunder meliputi : 1. 5 . 2 Tahun 2002 tentang tata cara perlindungan korban dan saksi dalam pelanggaran hak asasi manusia yang berat.” Penjelasan pasal tersebut menentukan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan rasa keadilan. Pendapat Ahli Hukum 3. Artikel dan Jurnal Nasional 4. jaminan. Berdasarkan pasal 28I ayat 2 disebutkan bahwa “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. perlindungan.” Penjelasan pasal tersebut menentukan bahwa setiap orang sama dihadapan hukum. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Berdasarkan Bab XA tentang Hak Asasi Manusia pada pasal 28D ayat 1 disebutkan bahwa “Setiap orang berhak atas pengakuan. dan 4. Berdasarkan pasal 28H ayat 3 disebutkan bahwa “Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. Makalah online A.Bahan-bahan hukum yang relevan dan dapat dijadikan dasar dalam memecahkan masalah dalam Karya Tulis Ilmiah ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Yang termaksud dalam bahan-bahan hukum primer meliputi sebagai berikut: 1. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia 3. Undang-Undang Dasar 1945 mengenai Hak Asasi Manusia 1. Undang-Undang No. 3. Buku Bacaan 2. Peraturan Pemerintah No.” Penjelasan pasal tersebut menentukan bahwa setiap orang tidak berhak mendapatkan perlakuan diskriminatif dari siapapun. Undang-Undang Dasar 1945 tentang Hak Asasi Manusia 2.

dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. yang diberikan pada tahap penyelidikan. Dengan jaminan pemberian perlindungan tersebut diharapkan baik korban maupun saksi 6 . melihat. pemerintah. teror. pasal 1 ayat 1 menentukan bahwa “Perlindungan adalah suatu bentuk pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum atau aparat keamanan untuk memberikan rasa aman baik fisik maupun mental. 2 Tahun 2002 tentang tata cara perlindungan korban dan saksi dalam pelanggaran hak asasi manusia yang berat Bab I tentang tata cara perlindungan korban dan saksi dalam pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Undang-Undang No. Peraturan Pemerintah No. salah satu alat bukti yang penting adalah kesaksian orang yang mendengar. dari ancaman. dan atau pemeriksaan di sidang pengadilan” Pada penjelasan Peraturan Pemerintah No. Pasal 1 ayat 1 menentukan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. dan mengalami sendiri tindak pidana. sesuai dengan Undang-undang Nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Demikian pentingnya posisi keterangan saksi sebagai alat bukti yang utama terlihat dengan ditempatkannya saksi dalam deretan pertama alat bukti dalam Pasal 184 Undangundang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia Bab I tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. penyidikan. teror.B. Dalam proses peradilan pelanggaran hak asasi manusia yang berat. gangguan.” C. kepada korban dan saksi perlu diberikan perlindungan baik fisik maupun mental dari ancaman. hukum. penuntutan. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. gangguan. dan kekerasan dari pihak manapun. kepada korban dan saksi. 2 Tahun 2002 tentang tata cara perlindungan korban dan saksi dalam pelanggaran hak asasi manusia yang berat disebutkan bahwa “Dalam proses peradilan pidana. atau kekerasan dari pihak manapun.

Salah satu tujuan pemidanaan dapat dilihat dari teori mutlak. secara umum dapat dikatakan bahwa hukum pidana merupakan bagian dari keseluruhan lapangan hukum. sehingga proses peradilan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat dapat dilaksanakan dengan baik. Agar perlindungan tersebut dapat diberikan sesuai dengan hukum dan keadilan. 200:7).” D. Secara khusus hukum pidana memiliki fungsi untuk melindungi kepentingan hukum terhadap perbuatan yang hendak memperkkosanya. Imanuael Kant Menurutnya bahwa hukum itu harus dicari daripada kejahatan itu sendiri. Pendapat Para Ahli Pompe merumuskan bahwa hukum pidana adalah semua aturan hukum yang menentukan terhadap perbuatan-perbuatan apa yang harus dijatuhi pidana dan apakah macam pidana itu (Moelyatno. Penganut teori ini antara lain.dapat memberikan keterangan yang benar. ini sebabnya mengapa hukum pidana harus dianggap sebagai ultimum remedium (obat terakhir) apabila sanksi atau upaya-upaya pada cabang hukum lainnya tidak mempan atau dianggap tidak mempan. Pada dasar nya hukum pidana berorientasi pada dua hal pokok. maka fungsi hukum pidana juga sama dengan fungsi hukum pada umumnya yaitu mengatur hidup kemasyarakatan atau menyelenggarakan tata dalam masyarakat. Hukum pidana sengaja mengenakan penderitaan dalam mempertahankan norma-norma yang diakui dalam hukum. Sanksi hukum pidana mempunyai pengaruh preventif (pencegahan). 2. sebab kejahatan itu menimbulkan penderitaan bagi orang lain. perlindungan tersebut perlu ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah. Stahl 7 . 1. maka sesuai dengan ketentuan Pasal 34 Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000. Perlu diingat bahwa sebagai alat social control fungsi hukum pidana adalah subsidier artinya hukum pidana hendak baru diadakan apabila usaha-usaha lain kurang memadai. sedangkan hukuman itu merupakan tuntutan yang mutlak dari hukuman kesusilaan. yaitu secara umum dan secara khusus.

equal protection on the law. mempunyai kedudukan “perlindungan” yang sama oleh hukum. a. Dengan asas legalitas yang berlandaskan the rule of law dan supremasi hukum. yang berbunyi : “Bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia serta yang menjamin segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. berdasarkan Pancasila dan UUD 1945  Negara menjamin setiap warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan. sama sederajat dihadapan hukum atau equal before the law. Dari bunyi kalimat diatas dapat kita simak:  Negara Republik Indonesia adalah “Negara Hukum”. jajaran aparat penegak hukum tidak dibenarkan :    Bertindak diluar ketentuan hukum Bertindak sewenang-wenang Setiap orang baik tersangka maupun terdakwa mempunyai kedudukan . 8 . Indonesia mengenal adanya asas atau prinsip legalitas yang dengan tegas menyebutkan dalam konsideran KUHAP seperti yang dapat dibaca pada huruf a. b. wajib menjunjung hukum dan pemerintahan.  Setiap warga negara “tanpa kecuali”.Menurutnya bahwa hukuman itu adalah diciptakan dari Tuhan. karenanya kejahatan itu dianggap sebagai pelanggaran terhadap perikeadilan Tuhan dan untuk meniadakannya maka kepada negara harus diberi kekuasaan untuk menyusun kembali serta melenyapkan si pembuat kejahatan.

S. mendapat “perlakuan keadilan” yang sama dibawah hukum.. peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh suatu kekuasaan lain apapun.. maka tidak boleh tidak kita harus mengakui sanksi sebagai salah satu unsur esensialny. Hak Asasi Manusia. Ahmad Ali.dst 8 Prof. ekonomi. Banyak definisi yang dikemukakan oleh para pakar tentang sanksi itu sendiri diantara nya. SH.c. sedikitnya harus memiliki tiga ciri-ciri pokok sebagai berikut : 1. equal justice under the law 6. h. juga sebagai instrument untuk melakukan justifikasi terhadap kebijakan pemerintah yang sebenarnya melanggar HAM (Bambang Sunggono dan Aries hartanto. penerapannya dilakukan secara teratur (dimaksudkan agar hal itu diterapkan secara universal 4. 1994:130)8 Indonesia sebagai negara hukum. Ke 2 .H. bila tidak dikuatirkan akan kehilangan esensinya dan cenderung sebagai alat penguasa untuk melakukan penindasan terhadap rakyat. Ke 3. 2. dst 7 Prof. cet. h. 2009. akibat. Jakarta : sinar Grafika. Jika kita memandang hukum sebagai suatu kaidah. Bogor : Ghalia Indonesia.36. Muladi. Hukum terwujud dalam keputusan yang dibuat oleh seseorang yang memiliki otoritas publik 2. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP. cet. atau konsekuensi pelanggaran kaidah sosial7 Sementara Leopold Pospisil (1956:784-751) telah merumuskan hukum dengan menyebut 4 kriteria : 1. sosial. 42. Yahya harahap. 2008. Bandung : Refika Aditama. pengakuan dan perlindungan HAM yang mengandung persamaan dalam bidang politik. dst 9 . S. pada keseluruhannya terpaut sanksi Negara hukum merupakan suatu dimensi dari negara demokratis dan memuat substansi HAM. Menurut Prof. dan lain sebagainya. hukum. Ke 2. 2009.H. cet. M. H. budaya. Sudikno Mertokusumo (1986:9) sanksi tidak lain merupakan reaksi.H.120. Menguak Tabir Hukum. Dr. Dr. h. 6 M. di dalamnya terdapat suatu definisi mengenai hubungan diantara kedua belah pihak yang berselisih (obligator) 3.

Bandung : Refika Aditama. 1998:173)10 Maka tidak heran upaya pemerintah Indonesia Untuk membuat UU diatas.3. cet. selanjutnya disebut Satjipto Rahardjo I. 121 Prof. 12 12 Ibid 13 Ibid 10 10 .. Penegakan Hukum.14 Dalam pandangan positivisme. yang cenderung melihat bahwa hukum sebagai suatu yang otonom. h. Dalam rumusan lain. kepastian hukum dan kemanfaatan sosial. menjunjung tinggi asas legalitas (Mohammad Kusnardi dan Bintan R. tidak lain merupakan suatu bentuk penerapan politik kebijakan perundangundangan atau yang dikenal dengan kebijakan legislatif. 2009. penegakan hukum merupakan suatu usaha untuk mewujudkan ide-ide tersebut menjadi kenyataan. h. Suatu Tinjauan Sosiologis. 1983:27)9 Dilihat sebagai satu kesatuan proses dalam kerangka upaya penetapan suatu ketentuan pidana dalam suatu perundang-undangan. Kesimpulan dari pendekatan ini 9 Muladi.12 Satjipto Rahardjo mengelompokkan yang abstrak tersebut termasuk ide tentang keadilan. Yogyakarta. Saragih. 2009. Genta Publishing. Muladi. dan proses perwujudan ide-ide itu merupakan hakikat dari penegakan hukum. H. Cit. Akibat daripada hukum pidana represif yang tidak memberikan kepuasan dalam hal proses pemidanaan pada masyarakat membuat geram para pembesar hukum dan para ahli pakar hukum seperti salah satunya Prof. dst 11 Satjipto Rahardjo. loc. hlm.11 Dikatakan demikian karena pada hakikatnya hukum mengandung ide atau konsep-konsep yang dapat digolongkan sebagai sesuatu yang abstrak. Dr. Hak Asasi Manusia. penyimpangan terhadap undang-undang juga dianggap telah meniadakan kepastian hukum. Satjipto Rahardjo.13 Bagi penganut aliran positivisme atau analytical positivism atau rechtsdogmatiek. tujuan hukum tidak lain dari sekedar mencapai/terwujudnya kepastian hukum. Sajtipto Raharjo memiliki gagasan untuk menimbulkan hukum progresif. SH. Ke 3. maka tahap kebijakan legislatif tersebut merupakan tahap yang paling strategis (Muladi dan Barda Nawawi Arief. ketika membicarakan tentang penegakan hukum pada hakikatnya berbicara tentang penegakan ide-ide serta konsep-konsep yang nota bene adalah abstrak.123.

cara berpikir hukum masih dikuasai warisan berpikir abad ke-19 yang positivistisdogmatis (Satjipto Rahardjo. sebab hanya hukum inilah dapat dipastikan kenyataannya. 2007a. Penegasan ini berbeda dengan Pemahaman hukum secara legalistik-positivistik dan berbasis peraturan (rule bound). 2007). Untuk lebih jelasnya. 2007b). 94 15 Sumber: Rahardjo (2005. Munculnya Hukum progresif adalah untuk menegaskan bahwa hukum adalah untuk manusia. 2006. Menurut Prof. 1996. Jakarta. dan cita-cita. Mengutip pendapat Satjipto Rahardjo (2002). Satjipto Rahardjo 2006. bahwa “tujuan hukum adalah membahagiakan manusia”. Chandra Pratama. dan bukan sebaliknya (Satjipto Rahardjo. Salman & Susanto (2008). Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis). 15 Desember 2000). Tjip. Karenanya hukum progresif memiliki bentuk yang berbeda dengan positivistik. Satjipto Rahardjo 2008).15 14 2 macam tipe Achmad Ali. “Hukum itu bukan hanya bangunan peraturan. progresivitas. Tjip menyebutkan satu hal penting. mekanistik. Berulang kali Prof. kultur. Idealnya. h. Suteki (2008). dan karakter. terutama untuk kepentingan profesi (Satjipto Rahardjo. hingga saat ini. hukum progresif ini dapat dijelaskan melalui runutan pengidentifikasikan yang terdiri atas asumsi. terdapat penegakan hukum progresif : (1) dimensi dan faktor manusia pelaku dalam penegakan hukum progresif.adalah bahwa satu-satunya hukum yang diterima sebagai hukum merupakan tata hukum. mereka terdiri dari generasi baru profesional hukum yang memiliki visi dan filsafat yang mendasari penegakan hukum progresif. linier. Yudi Kristiana (2007).com 11 . (2) kebutuhan akan semacam kebangunan di kalangan akademisi. hukum sebagai institusi pengaturan yang kompleks telah direduksi menjadi sesuatu yang sederhana. spirit. intelektual dan ilmuan serta teoritisi hukum Indonesia (Khudzaifah Dimyati 2005). berulang-ulang Prof. www.” Dalam satu dekade terakhir. melainkan juga bangunan ide.scribd. tujuan. April 2005). Dalam ilmu hukum yang legalistik-positivistik. Tjip mengingatkan bahwa letak persoalan hukum adalah di manusianya (Satjipto Rahardjo 2007. deterministik.

1. Maka kehadiran hukum bukan untuk dirinya sendiri. nasional. Hukum progresif terbagi paham dengan legal realism. Hukum progresif memiliki kedekatan dengan sociological 4. 3. 2. suasana korup dan sangat merugikan kepentingan rakyat. Tujuan Spirit Kesejahteraan dan kebahagiaan manusia. IDENTIFIKASI 1. 2. Menolak status-quo manakala menimbulkan dekandensi. cara berfikir. 4. 2. bertipe responsif. Peka terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat. Pembebasan terhadap kultur penegakan hukum (administration of justice) yang selama ini berkuasa dan dirasa menghambat usaha hukum untuk menyelesaikan persoalan. Karakter 12 . law in the making). asas. karena hukum selalu berada dalam proses untuk terus menjadi (law as a process. meminjam istilah Nonet & Selznick. Hukum progresif secara sadar menempatkan kehadirannya dalam hubungan erat dengan manusia dan masyarakat. 3. Hukum untuk manusia. maka hukumlah yang harus ditinjau dan diperbaiki. melainkan dilihat dan dinilai dari tujuan sosial yang ingin dicapai dan akibat yang timbul dari bekerjanya hukum. maupun global. dan teori yang selama ini dipakai. karena hukum tidak dipandang dari kacamata hukum itu sendiri. Asumsi HUKUM PROGRESIF 1. bukan sebaliknya. 2. 1. Progresivitas 5. Kajian hukum progresif berusaha mengalihkan titik berat kajian hukum yang semula menggunakan optik hukum menuju ke perilaku. Pembebasan terhadap tipe. Hukum bukan merupakan institusi yang mutlak serta final. 1. melainkan untuk sesuatu yang lebih luas dan besar. Itulah sebabnya ketika terjadi permasalahan di dalam hukum. 3. sehingga menimbulkan perlawanan dan pemberontakan yang berujung pada penafsiran progresif terhadap hukum. baik lokal. Bertujuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia dan karenanya memandang hukum selalu dalam proses untuk menjadi (law in the making). 2.NO. bukan manusia yang dipaksa-paksa untuk dimasukkan ke dalam skema hukum.

Berdua mеrеkа hidup berpindah-pindah. 6. Ya. Kasus Posisi Salah satu kasus yang menurut penulis merupakan salah satu jenis kasus yang menarik terkait penerapan hukum progresif perihal penegakan keadilan hak asasi manusia. ѕеbаgаі pembantu rumah tangga. Rasminah memutuskan υntυk hijrah dаrі Pemalang. 13 . karena peduli terhadap hal-hal yang meta-juridical. 5.jurisprudence dari Roscoe Pound yang mengkaji hukum tidak hanya sebatas pada studi tentang peraturan tetapi keluar dan melihat efek dari hukum dan bekerjanya hukum. Hukum progresif memiliki kedekatan dengan teori hukum alam. Iа рυn membawa putrinya уаng baru duduk dі kelas dua SD mengadu nasib kе Jakarta. seorang nenek tua yang kasus nya masih hangat untuk diperbincangkan. beliau bernama Rasminah binti Rawan Sеkіtаr 14 tаhυn lаlυ. Bahkan mungkin kasus ini sudah lumayan lama dan sampai saat ini juga belum mendapat kepastian hukum dari badan peradilan negara kita Republik Indonesia. Jawa Tengah kе ibu kοtа Jakarta. BAB III PEMBAHASAN A. іа harus menghidupi putri semata wayangnya Astuti. Sеtеlаh suaminya meninggal dunia. Mata pencaharian Rasminah hаnуа satu. Hukum progresif memiliki kedekatan dengan Critical Legal Studies namun cakupannya lebih luas.

Rasminah sudah membantah kalau іа mencuri seperangkat piring dаn bahan sup buntut. Nomor 12 B.16 Rasminah ditangkap раdа 5 Jυnі 2010 οlеh petugas Polsek Ciputat kаrеnа dituduh majikannya mencuri sejumlah harta bendanya ѕеnіlаі Rp 300 juta. Rasminah berlabuh dі rumah Siti Aisah dі kawasan Ciputat.Dаrі kontrakan Rasminah dі Gang Damai. Sup buntut уаng dimaksud masih berupa bahan mentah уаng bеlυm diolah. kаtа Astuti. Selama 10 tаhυn.Kasus іnі sempat mengundang 16 Kompas.Sampai akhirnya. Per bυlаn. kasus Rasminah sudah masuk kе pengadilan. Rasminah рυn menghuni sel dingin dі Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang. Nаmυn. Polsek Ciputat menemukan keenam piring іtυ. Rasminah mengabdi mеnјаdі pembantu. Pengabdiannya dі rumah majikan justru mengantarkannya kе dаlаm penjara. Hati ѕауа hancur ketika ibu dipenjara kаrеnа dituduh mencuri enam piring dаn bahan sup buntut. Tangerang Selatan. Satu plastik bumbu dapur dаn potongan buntut sapi. putri Rasminah. Iа datang pagi dаn baru pulang sore hаrі. dіа baru tiba dі kontrakan раdа malam hаrі. Rasminah mengaku bаhwа іа mengambil sup buntut dаrі lemari es majikannya. Ciputat. RT 03/RW 05. kalau Aisah (majikan) sudah memberikan enam piring. Pаdа 5 Agυѕtυѕ 2010. Menurut Kapolsek Ciputat. kepada polisi. Selama dua bυlаn. Atаυ kalau lembur. Kοtа Tangerang Selatan. Rasminah dipindah kе LP Wanita Tangerang ѕеbаgаі tahanan titipan PN Tangerang. dаn bahan sup buntut. Rasminah mendapat upah Rp 500 ribu. раdа tаhυn 2000. Kаmрυng Sawah Lama. Ketika kasus іnі terungkap kе media. pakaian bekas. Iа dituduh enam buah piring makan dаn satu plastik berisi bumbu dаn bahan makanan υntυk membuat sup buntut. Rasminah mengatakan. Rasminah dituduh melanggar Pasal 362 KUHP tеntаng pencurian dеngаn hukuman penjara maksimal lima tаhυn.com 14 . Rasminah ditahan dі Polsek Ciputat. barang bukti sup buntut inilah уаng menguatkan tuduhan kalau Rasminah mencuri. Rasminah dilaporkan sang majikan kе Polsek Ciputat. Pаdа tаhυn 2010 lаlυ. Aisah baru mеmbеlі bahan-bahan dі pasar.

keterangan Aisyah ѕаmа sekali berbeda dеngаn keterangan ѕеlυrυh saksi lainnya dаn penyidik dаrі kepolisian.Dion mengatakan. Kuasa hukum Rasminah. Desakan аgаr Rasminah dibebaskan dаrі penjara рυn bergaung. perbuatan Aisyah tersebut melanggar Pasal 242 KHUP ayat 2 уаng berbuyi. Banten. televisi. раdа 5 Jυnі lаlυ. dіа јυgа mengaku melihat buku tabungan аtаѕ nama anak Rasminah. Rasminah harus ditahan selama empat bυlаn. Menurutnya. Selain іtυ. Dion Y Pongkor. amplop berisi uang pensiun ibu Aisyah sebanyak Rp 10 juta. Ciputat. Inі sangat merugikan Rasminah. barang уаng dicuri Rasminah adalah lima kilogram daging olahan υntυk sop buntut ѕеhаrgа Rp 500 ribu ѕеrtа enam piring mahal merek Royal Doulton dаn Royal Albert ѕеhаrgа Rp 2 juta per buah. Dіа аkаn dilaporkan dеngаn tuduhan memberikan keterangan palsu ѕааt persidangan dеngаn agenda pemeriksaan saksi-saksi. kаtа Dion. Dion menegaskan.simpati masyarakat.” ujarnya. Dаlаm persidangan іtυ. Kаrеnа tuduhan уаng diada-adakan іtυ. јіkа melihat fakta persidangan kemarin. siapa рυn уаng memberikan keterangan palsu dі bаwаh sumpah dаn keterangan іtυ merugikan οrаng lain diancam penjara sembilan tаhυn. Aisyah јυgа mengaku bersama saksi-saksi lainya memergoki barangnya уаng lain уаng tеlаh lama hilang. Astuti (20). Kаmрυng Sawah Lama. Aisyah menceritakan panjang lebar mengenai barang-barang уаng dicuri dаn ditemukan dі rumah mantan pembantunya іtυ dі Gang Damai. Kοtа Tangerang Selatan. 15 . Aisyah menyebut. tuduhan Aisyah kepada Rasminah уаng tеlаh melakukan tindak pencurian sejumlah barang berharga ѕеnіlаі Rp 300 juta mеrυраkаn tuduhan serius. uang 10 ribu dolar AS. majikan Rasminah. yaitu perhiasan emas seberat 500 gram (setengah kilogram). melaporkan balik Siti Aisyah. Dі kontrakan Rasminah. pakaian dаlаm. dаn pakaian mewah lainnya. kepada polisi. ѕеnіlаі Rp 7 juta уаng menurutnya tаk wajar. Rasminah рυn mυlаі didampingi pengacara. Dаlаm persidangan. bеbеrара pasang sepatu. kemungkinan saksi pelapor υntυk dipidana sangat besar.

tіdаk satu рυn уаng sesuai dеngаn keterangan Aisyah.Putusan ini kontroversial.com 16 . "Putusan MA menyesakkan dada. "Padahal kalau mempertimbangkan sisi kemanusian kasus itu cukup diselesaikan secara kekeluargaan." ujar Suparman di Jakarta. "Artinya hakim agung Artidjo tidak hanya menfungsikan kebenaran materil. Suparman menegaskan. dalam kasus pencurian enam piring dianggap menyakiti hati nurani masyarakat.B/2010/ PN. Sеmυа membantah barang-barang уаng disebutkan Aisyah іtυ. Ia menilai sulit membayangkan dibayangkan majelis hakim memproses secara hukum formal seorang nenek yang hanya mengambil piring dan barang lainnya milik majikannya.TNG." ujarnya Namun. Meski kalah dengan putusan hakim agung Imam Harjadi dan Zaharuddin Utama yang menjatuhkan vonis bersalah. namun kalau dipertanyakan masyarakat maka bisa disimpulkan ada masalah di dalamnya.17 Kini dijatuhi hukuman penjara selama 5 bulan oleh Putusan Mahkamah Agung Nomor 653 K/PID/2011 Tahun 2011 namun sempat didinyatakan bebas dan tidak bersalah oleh putusan Pengadilan Negeri Tangerang No.Nаmυn. Siti 17 Detik. dirinya mengapresiasi putusan berbeda pendapat (dissenting opinion) yang dilakukan hakim agung Artidjo Alkostar. Komisioner KY Suparman Marzuki mengakui.775/Pid . berdasarkan keterangan delapan saksi уаng dihadirkan dаlаm persidangan." ujarnya. tanggal 22 Desember 2010. Suparman menilai MA tidak seratus persen kehilangan hati nurani. tetapi juga hati nuraninya. Komisi Yudisial (KY) menilai putusan kasasi majelis hakim untuk menghukum Rasminah. 55. pihaknya akan meminta salinan putusan kasasi nenek yang dibui 130 hari karena mencuri 6 buah piring milik majikannya. meskipun secara teknis hukum putusan itu benar. Selasa (31/1).

" ungkapnya18 B. Analisa Hukum I. Sudahkan penegakan Hak Asasi Manusia (dalam hal ini Rasminah) di negara Indonesia terealiasi sepenuhnya? C. Pertanyaan Hukum Dari paparan kasus diatas dapat dirumuskan petanyaan-pertanyaan hukum sebagai berikut : 1. Yang perlu kita ketahui dan kita ambil dari kasus ini adalah negara Indonesia yang mengaku adalah negara hukum yang berdemokrasi dan berkonstitusi malah mengesampingkan asas legalitas sendiri.com 17 . Pertanyaan Hukum 1 (Apakah dalam kasus pencurian piring-Rasminah ditemukan adanya penerapan hukum progresif) ? Hukum progresif muncul akibat adanya pemidanaan yang terlalu berat karena pengaruh kekuasaan para penguasa serta masyarakat yang merasa keberatan tentang tata cara pemidanaan. maka KY bisa saja meminta salinan putusan kasasinya. "Jika putusan tersebut menjadi kontroversi. Malah jika kita bandingkan dengan kasus Rasminah yang perbuatannya tidak terlalu mencolok bahkan belum ada ketidakjelasan mendapatkan hukuman berat. 18 MediaIndonesia. Apakah dalam kasus ini ditemukan adanya penerapan Hukum Progresif ? 2. Bagaimana mungkin korupsi tidak banyak di negara kita jika penanganan masalah nya saja sudah tidak berimbang.Aisyah Margaret Soekarnoputri. Kita ambil saja salah satu contoh tindak pidana korupsi. Menurut penulis melalui kasus ini dapat diketahui bahwa Indonesia saat ini menggunakan asas perbandingan terbalik dimana seseorang yang memiliki kesalahan besar dan sudah jelas kesalahannya diberikan hukuman yang ringan bahkan difasilitasi karna suatu kekuasaan politik atau adanya kekuasaan para penguasa yang disebutkan diatas.

Menurut Artidjo. 1. karena Pengadilan Negeri Tangerang telah menerapkan hukum dengan benar. Ketua Majelis Hakim MA.Menurut Gustav Radbruch. Artidjo Alkostar. seorang filsuf Jerman mengajarkan konsep tiga ide unsur dasar hukum yang oleh sebagian pakar diidentikan sebagai tiga tujuan hukum yaitu : a. h.. M.dst 18 . Dr. dan terakhir barulah kepastian. tanggal 22 Desember 2010 Rasminah dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan oleh hakim namun pada banding kasasi Rasminah dinyatakan bersalah dan di hukum penjara sebab ditemukannya bukti baru. dan c. tidak bisa dibayangkan seorang nenek yang hanya mengambil piring dan barang lainnya milik majikan harus diproses secara hukum formal. Radbruch mengajarkan bahwa kita harus menggunakan asas prioritas. kepastian hukum. b. sangat tidak layak kasus itu berlanjut ke pengadilan. kemudian kemanfaatan. 67.19 Jika kita lihat pada putusan putusan Pengadilan Negeri Tangerang No. asas prioritas yang ditawarkan Radhruch adalah merupakan asas prioritas baku. 2008.H. alasan kasasi yang diajukan jaksa tidak dapat dibenarkan. melainkan cukup diselesaikan secara kekeluargaan.775/Pid.. Ahmad Ali. Keadilan.TNG. cet. yaitu barang bukti di persidangan tidak semuanya berasal dari 19 Prof. menyatakan nenek Rasminah tidak bersalah melakukan pencurian terhadap barangbarang milik majikannya itu. Menguak Tabir Hukum.Dikatakan Suparman. salah satu ciri adanya hukum progresif itu sendiri dapat dikutip dari berbagai pernyataan para aparatur penegak hukum sebagai berikut. Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki menilai.B/2010/ PN. Jadi. dimana prioritas pertama ialah keadilan. tegas dia. Padahal. kalau mempertimbangkan sisi kemanusiaan. 2. Putusan ini ternyata tidak bulat. Walaupun demikian kita dapat melihat bahwa hukum progresif itu memang ada dan lebih kepada hati nurani kita sebagai manusia. Bogor : Ghalia Indonesia. putusan Mahkamah Agung pada kasasi jaksa penuntut Rasminah adalah hal kontroversial. kemanfaatan. Ke 2.H. S.

Dalam praktik hakim sering mempertimbangkan penyelesaian yang baginya tampak layak…. Pada Akhirnya.majikan Rasminah. para penegak hukum lebih berorientasi pada tujuan hukum. yang menurut pendapatnya paling sesuai denga kelayakan. Namun. Bogor : Ghalia Indonesia. Ahmad Ali.”hakim menurut pendapat umum. Dalam sistem ini.H. Maka benarlah yang diungkapkan oleh Maeijer (dalam:Fscheltens. Selain itu. S. Karna hukum itu pada dasarnya baik.. Hukum progresif akan menjadi jalan yang baik jika dibarengi dengan hati nurani seorang aparatur penegak hukum.. hakim harus mengambstraksi peristiwanya. yaitu memasukan peristiwa kedalam perundang-undangan. demi mewujudkan kedamaian didalam masyarakat mereka. Ke 2. h. ia akan memberikan penjelasan itu pada peraturan undang-undang. Dr. tidak terikat kepada suatu metode penjelasan tertentu. Oleh karena itu bukan fenomena yang aneh jika pengadilan jepang dalam putusannya mengabaikan ketentuan formal. lalu mengapa bisa diputus bersalah? Ini lebih kepada solidaritas antarpenegak hukum. bukan kemanfaatan yang menjadi tujuan hukum melainkan kedaamaian. perkara-perkara tidak berat seperti pencurian dapat dilakukan perdamaian antara pelaku pencurian dengan korban 20 Prof. jika ditangani oleh orang yang tidak baik. bahwa bukan kepastian hukum. Artidjo juga menilai tidak ada unsur mengambil barang milik orang lain Ada dissenting opinion (perbedaan pendapat) dan salah satu hakim tidak setuju.”20 Sudikno Mertokusumo (1984:185) berpendapat bahwa: “…sistem yang kita anut yang bertujuan merealisasi pokok pikiran tersebut diatas dengan mengikat hakim pada peraturan perundang-undangan. Bahkan. hakim berpikir secara deduktuf.83) mengemukakan bahwa: …. Menguak Tabir Hukum. peraturannya harus dikonkretisir yang merupakan ciri khas dari berpikir menurut sistem in. Sebaliknya. M.H.dst 21 Ibid 19 .21 Yang perlu diperhatikan adalah dasar-dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan keputusan suatu perkara. 67. maka produk hukum yang keluar menjadi tidak baik Jika kita bandingkan dengan negara hukum timur seperti misalnya di Jepang. cet. 2008.

tindakan polri dalam pengungkapan kasus terutama penangkapan para pelaku atau yang diindikasikan sebagai pelaku kejahatan masih dilakukan dengan tindak kekerasan. harus selalu diuji pembenarannya dengan theory of the priority right (teoti hak yang lebih diprioritaskan. Masalah Penegakan Hukum. Oleh karena itu pertimbangan 22 Satjipto Rahardjo. penegakan penerapan pasal 56 ayat (1) KUHAP. hlm.resmi dikantor polisi. Berkaitan dengan apa yang diuraikan diatas. 80 20 . Alumni. 1995. Apakah lebih mendahulukan dan mengutamakan hak individu semata dengan jalan menutup mata atas kepentingan publik? Atau dengan ungkapan yang lebih kongkret: Sebagai salah satu contoh yang saat ini juga sedang menjadi isu di masyarakat. walaupun dalam KUHAP mereka juga tegas dianut asas “tidak ada perdamaian dalam perkara pidana”. Hal tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam proses peradilan pidana. sehingga sebagai ujung tobak dalam sistem peradilan pidana (SPP) diasumsikan sebagai awal kekacauan penegakan hukum (trouble maker). Perkara itu tidak lagi dilanjutkan. selamanya berhadapan dan saling berbenturan dengan kepentingan umum (public interest). penegakan hukum pada hakikatnya merupakan penerapan diskresi (kebijakan) yang membuat keputusan hukum tidak secara ketat diatur oleh Undang-Undang melainkan kebijaksanaan antara hukum dan etika.. Berdasarkan hal demikian maka polisi dianggap sebagai aparat penegak hukum yang tidak profesional. Pertanyaan Hukum 2 Sudahkan penegakan Hak Asasi Manusia (dalam hal ini Rasminah) di negara Indonesia terealiasi sepenuhnya? Kita menyadari betapa penting dan fundamentalnya ketentuan pasal 56 ayat (1) KUHAP dalam menjunjung tinggi HAM tersangka atau terdakwa. dalam kenyataannya polisi dianggap belum menegakkan HAM secara baik. II. Sehubungan dengan itu. Bandung. Dengan mengutip pendapat Satjipto Raharjo22 yang menyatakan bahwa. Namun dibalik kepentingan individu tersangka atau terdakwa.

Muladi. Jakarta. dst 24 Antonius Sujata. berdasarkan peraturan perundangan ataupun kepatutan.24: 1. berupa kemampuan dan kemauan untuk menerapkan nilainilai etika. Kadri Husin23 menyatakan bahwa. cet. Bandung : Refika Aditama. berdasarkan wewenang yang ada padanya polisi dapat menilai dan menentukan suatu peristiwa sebagai tindak pidana atau bukan tindak pidana. Sebagai contoh. Dr. Profesionalisme. 212 21 . Polisi memiliki kekuasaan yang terlalu luas. Pengawasan struktural dan horozontal 5. 2.secara nyata hanya dapat diterapkan selektifdan masalah penanggulangan kejahatan.141. sesungguhnya penyelidikan ini menjadi filter terhadap peristiwa yang terjadi. apakah dapat melakukan penyidikan atau tidak. 2000. 2009. Jika ia melakukan penahanan dan memutuskan untuk memproses seorang tersangk. Bahwa: “seorang polisi cenderunguntuk memelihara praduga bersalah. Ke 3. sebelum melaksanakan penyidikan polisi melakukanpenyelidikan terlebih dahulu. kewenangan yang tidak mutlak 6. Jika peristiwa tertentu dianggap sebagai tindak pidana. berupa keterampilan serta loyalitas dalam menerapkan nnilainilai kebenaran. Reformasi dalam Penegakan Hukum. 3. Aspek-aspek yang mendukung menuju independensi polisi sebagaimana dikemukakan Anton Sujata. Jambatan. untuk itu diperlukan persyaratan-persyaratan yang harus dimiliki oleh polisi. nilai baik buruk serta nurani dalam mengemban tugasnya. Public Accountability 4. SH. h. Ia percaya bahwa sebagai seorang specialist dalam kejahatan mempunyai kemampuan untuk membedakan antara yang bersalah dan tidak bersalah. terutama dalam hal menilai suatu perkara yang dihadapi. integritas pelaksana. tranparansi 23 Prof. polisi melakukan tindakan penyidikan. baik prosedural maupun substansial. maka polisi merasa bahwa tersangka telah melakukan kejahatan sebagaimana yang disangkakan. Selanjutnya dinyatakan oleh Skolnick. Hak Asasi Manusia. hlm. H.

seluruh proses yang dialami oleh korban dan tersangka secara bersama ditanggung secara sukarela. hl. 3. 25 Prof. dalam lembaga ini harus ada koordinasi antara pengadilan dengan kedua belah pihak. Menurut Philips Priestly25 bpat bahwa suatu kasus untuk diperiksa lebih jauh mengenai ganti rugi serta rasa kemanusiaan dari tersangka utama dan korbannya tidak begitu diperlukan dalam semua atau beberapa kasus. SH. Dr. Equality Before the Law 8. dst 22 . selanjutnya nilai dari sebagian tersangka yang berhubungan dengan beberapa korban mempunyai implikasi terhadap pandangan umum masyarakat terhadap tersangka. Tindakan tegas terhadap penyimpangan dalam rangka pencegahan. Bandung. cet. Hak Asasi Manusia. 1996. Binacipta. tersangka dan korban. Pemikiran kedepan program mediasi dari korban maupun tersangka adalah sebagai salah satu program pengembangan terhadap pelayanan masyarakat. Muladi.146. Romli. Sistem peradilan Pidana perspektih Eksistensialisme dan Abolisionisme. 2009.26 1. h. Ke 3. H. pengadilan hanya memungut biaya kecil atas persetujuan antara korban dan tersangka. dst 26 Atmasasmita. Salah satu upaya penanggulangan kejahatan adalah mediasi. Bandung : Refika Aditama. 2. Untuk itu lembaga mediasi terdapat tiga prinsip yaitu.7.

1. Hukum Progresif merupakan salah satu jalan lain guna memecahkan permasalahan penerapan keadilan.BAB IV PENUTUP A. dan Penerapan sisitem hukum di negara itu sendiri Salah satu cara meminimalisir adanya pelanggaran HAM dalam sistem hukum pidana di Indonesia adalah dengan memperbaiki sistem proses hukum pidana yang berlangsung saat ini. Perkembangan Politik suatu negara.     Realitas Agama. Kesimpulan Dapat ditarik kesimpulan dari Karya Tulis Ini bahwa.. Jangan ada lagi penyimpangan hukum. Kesejahteraan masyarakat menjadi kunci penghapusan pelanggaran HAM. sebab jika hanya banyak bicara namun tidak melaksanakan teori tersebut yang ada hanyalah fiktif belaka. HAM selalu berpatokan pada 4 macam tolak ukur yaitu . 2. kembali kepada negara itu sendiri dan sistem pemerintahan nya. Keadaan sosial. Hati 23 . Teori harus sejalan dengan praktik. Walaupun pada kenyataannya masih banyak kesimpangsiuran mengenai proses pemberlakuan hukum di Indonesia namun kita dapat melihat bahwa hukum progresif mulai digunakan dan menjadi tolak ukur kedua setelah Undang-Undang.Pelanggaran HAM terjadi akibat ketidaksejahteraan masyarakat dalam suatu negara.

termaksud kedalamnya aspek psikologis dari terdakwa. Sebagai aparatur negara sebaiknya pertimbangkan berbagai aspek dari terdakwa. Rekomendasi Hukum/Memo Hukum 24 . B. dalam hal ini Mahkamah Agung perlu mempertimbangkan ketetapan hukuman tersebut. mereka hanya bisa menangis dan berdoa menerima perlakuan yang tidak adil. 2.nurani seorang aparat penegak hukum juga pemikiran yang baik akan membawa negara ini menuju hukum yang lebih baik lagi. Setidaknya jangan sampai kasus seperi ini menimpa banyak masyarakat kecil lainnya. maka pemerintah yang seharusnya menjadi pedoman rakyat. Sebab masyarakat kecil tidak akan mampu melawan penguasa. Pendapat Hukum Berdasarkan hasil analisa hukum yang telah diuraikan dfiatas. C. Kasus Rasminah bukanlah kasus yang begitu besar sehingga harus dilaksanakan pemidanaan. dan aparatur negara yang seharusnya mengayomi rakyat mengusahakan kesejahteraan rakyatnya bukan malah menghancurkan kepercayaan rakyat. Perihal Hak Asasi Manusia. dapat dirumuskan pendapat hukum sebagai berikut : 1. masih banyak rakyat kecil lainnya yang mungkin saja mengalami pelanggaran HAM sama seperti Rasminah bahkan mungkin lebih dari apa yang dialami Rasminah. Pemerintah adalah kepanjangantanganan Tuhan. jelas terlihat bahwa korban-korban seperti Rasminah sangat kehilangan Hak mereka untuk hidup bebas. Hanya saja jarang sekali kasus seperti ini muncul terkuak ke permukaan masyarakat banyak.

Berdasarkan pendapat hukum diatas dapat disarankan atau direkomendasikan agar sedapat mungkin Komisi Yudisial mempertimbangkan kembali Putusan Mahkamah Agung. 25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful