Skripsi PEMANFAATAN TURBIN ANGIN DUA SUDU SEBAGAI PENGGERAK MULA ALTERNATOR PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN

Diajukan dalam rangka menyelesaikan program studi Strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh : Nama NIM Program Studi Jurusan : Hery Alamsyah : 5301402005 : Strata I Pendidikan Teknik Elektro : Teknik Elektro

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

ABSTRAK Hery Alamsyah, 2007. Pemanfaatan Turbin Angin Dua Sudu Sebagai Penggerak Mula Alternator Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Skripsi S1. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci : Turbin angin, Alternator Krisis energi yang terjadi di abad 21 ini sangat signifikan, dikarenakan exsploitasi sumber daya alam yang sangat berlebihan. Sehingga tidak adanya energi yang akan dipakai lagi untuk anak dan cucu kita. Masa depan sangat suram jika kita tidak memperbaiki mulai saat ini. Untuk itulah, pemanfaatan energi terbarukan harus segera dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mempertahankan keberlangsungan energi, demi kebutuhan manusia dimasa yang akan datang. Fokus penelitian ini adalah memanfaatkan energi yang diperbaharui yaitu energi angin. Dengan pemanfaatan turbin angin dua sudu sebagai penggerak mula alternator pada pembangkit listrik tenaga angin. Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah bagi mahasiswa dapat memahami kegunaan turbin angin sebagai pembangkit listrik tenaga angin. Bagi dosen, dapat dijadikan media penelitian dengan skala yang lebih besar lagi. Bagi pemerintah, dapat dijadikan masukan referensi untuk pembangkit listrik tenega angin untuk kepentingan masyarakat indonesia. Pemanfaatan energi angin ini, dilakukan beberapa tahap, yaitu: 1) Menentukan besaran sudu 2) Membuat prosedur penelitian 3) Mencari data Angin daerah Gunung Pati 4) Mengaplikasikan alat 5) Mencatat hasi penelitian 6) Evaluasi. Sedangkan metode pengumpulan data dengan cara metode one shot case study dengan pola eksperimen, Penelitian Turbin Angin Dua Sudu ini telah diujicobakan pada Technic Research Club – TIM PIMNAS Malang 2006 Fakultas Teknik Unnes. Adapun penelitian dan pengambilan data dilakukan di Lab.TRC Gedung E2 Fakultas Teknik Unnes. Dari hasil ekperimen yang telah didapatkan, hubungan antara output tegangan dan daya berbanding lurus dengan kecepatan alternator. Berdasarkan pengujian diatas menunjukan ekperimen turbin dua sudu ini terhadap alternator sudah baik dan layak digunakan sebagai referensi penelitian terhadap turbin angin dua sudu. Berdasarkan hasil penelitian, perbaikan dan pengembangan ekperimen ini sangat diperlukan, terutama pada kecepatan angin dan pengaruhnya terhadap putaran alternator yang lebih cepat. Sebaiknya pengujian yang dilakukan didaerah yang memiliki kecepatan angin yang cepat dan konstan perharinya.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : “ Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kapada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah swt.” (QS. Ali Imran : 110) “ The Best of you is the most contributing for people” (HR.Tirmidzi) “ Yesterday is a history, Tomorrow is mistery, Today is a gift, that’s why we call it present” (Proverb)

Persembahan : Allah swt dan Nabi Muhammad saw sebagai bukti cinta hamba terhadap da’wah ini. Ibunda dan Ayahanda, yang telah memberikan cinta dan kasih sayangnya. Kakak-kakaku tercinta Taufik S.Kom, Indra Gunawan S.Kom. SH, dan Maria Ulfa SS. MSc. Nurul Hasanah SH, sebagai penasihat pribadi yang selalu mengingatkan dan memberikan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini. Teman-teman PTE 2002, thanks for everything.

Suwadi Pembimbing I yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.Si Rektor Universitas Negeri Semarang. M. Dr. Selanjutnya penyusun menghaturkan terima kasih atas bantuan dan peran yang tidak dapat didefinisikan satu persatu pada tahapan penyelesaian skripsi ini. Dr. Djoko Adi Widodo. Ketua jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. dan bimbingannya ini. .Pd. Sholawat serta salam dihaturkan bagi Rosululloh Muhammad Saw. Sang pemilik kerajaan langit dan bumi. Drs. Prof. terima kasih untuk nasihat.T Pembimbing II yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Soesanto. 2. dan seluruh manusia yang menyerukan kebenaran. sehingga penyusun diberikan izin dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi dengan judul “Pemanfaatan Turbin Angin Dua Sudu Sebagai Penggerak Mula Alternator Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin” dalam rangka menyelesaikan studi Strata Satu untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Drs. Agus Suryanto. M.KATA PENGANTAR Setinggi-tinggi pujian hanya bagi Allah swt. Prof. H. 3. 5. 4. M.T. Sudijono Sastroatmodjo. Drs. kepada : 1. M. arahan. Syukur sebagai bukti atas nikmat yang diberikan-Nya. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

9. 7. 8. Fungsionaris Bem KM Unnes 2006 yang menjadi keluarga dalam perubahan dan pergerakan didunia kampus unnes. semoga skripsi yang telah penulis susun ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan perkembangan skripsi pendidikan. Semarang. Ikhwan dan Akhwat UNNES thanks for everything bersama kalian bikin hidup lebih hidup. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu dan memberikan dorongan dalam penyelesaian skripsi ini. 1 Juli 2007 Penulis . Nuzul Setiawan S. Jazakumullohu Khairon Katsiro.Km My best friends dan teman seperjuangan. 10. 12. Demikian. Para Naqib dan Murobbi yang telah membinaku menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.6. FUMMADA (Forum Ukhuwah Mahasiswa Muslim Angkatan 2002) perjuangan kita masih sangat panjang. 11. KAMMI Komisariat Universitas Negeri Semarang sebagai wadah pergerakanku mencari identitas dalam perjuangan.

Latar Belakang Energi merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena hampir semua aktivitas manusia selalu membutuhkan energi. yakni: 1.BAB I PENDAHULUAN A. efek buruk CO2 terhadap pemanasan global telah disepakati hampir oleh semua kalangan. 3. Polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil. Kadar CO2 saat ini disebut sebagai yang tertinggi selama 125 tahun belakangan. pengembangan dan implementasi bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan perlu . Sebagian besar energi yang digunakan di Indonesia berasal dari energi fosil yang berbentuk minyak bumi dan gas bumi. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setidaknya memiliki tiga ancaman serius. 2. untuk menggerakkan kendaraan baik roda dua maupun empat diperlukan bensin. Hal ini menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. serta masih banyak peralatan di sekitar kehidupan manusia yang memerlukan energi. proses industri atau untuk menggerakkan peralatan rumah tangga diperlukan energi listrik. Misalnya untuk penerangan. Menipisnya cadangan minyak bumi. Kenaikan / ketidakstabilan harga akibat laju permintaan yang lebih besar dari produksi minyak. Oleh karena itu.

Selain ramah lingkungan. Namun sayang sekali. 996. Semenjak 2000 tahun lalu teknologi pemanfaatan sumber daya angin dan air sudah dikenal manusia dalam bentuk kincir angin (wind mills). Pemerintah sebenarnya telah menyiapkan berbagai peraturan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil (misalnya: Kebijakan Umum Bidang Energi (KUBE) tahun 1980 dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No.K / 43 / MPE / 1999 tentang prioritasi penggunaan bahan bakar terbarukan untuk produksi listrik yang hendak dibeli PLN). Kini sebagian besar negara maju di Eropa dan Amerika Serikat telah memanfaatkan sumber energi ini. sumber energi ini juga selalu tersedia setiap waktu dan memiliki masa depan bisnis yang menguntungkan.000 turbin angin diseluruh dunia yang dimanfaatkan untuk . (Yuli Setyo : 2005) Pemanfaatan energi angin sebenarnya bukan barang baru bagi umat manusia. sumber panas atau tenaga pembangkit untuk alat-alat rumah tangga. hingga saat ini telah ada sekitar 20. Menurut data dari American Wind Energy Association (AWEA). manusia membuat turbin angin untuk membangkitkan energi listrik yang bersih. teknologi energi angin lebih banyak dimanfaatkan sebagai sulih tenaga manusia dalam bidang pertanian dan manufaktur. Pada masa awal perkembangannya.mendapatkan perhatian serius dari berbagai negara. maka kini dengan teknologi dan bahan yang baru. baik untuk penerangan. pada tataran implementasi belum terlihat adanya usaha serius dan sistematik untuk menerapkan energi terbarukan guna substitusi bahan bakar fosil.

Industri energi tenaga angin diperkirakan bakal memiliki kapasitas 40. Di samping itu turbin atau kincir angin memiliki pesona tersendiri dan menjadi atraksi wisata yang menarik. Kebanyakan turbin semacam itu dioperasikan di lahan khusus yang disebut “ladang angin” (wind farm). sulphur dioksida dan nitrogen oksida (jenis gas yang menyebabkan hujan asam). pemanfaatan sumber energi yang dapat diperbaharui diperkirakan bakal mencapai 8% dari permintaan energi di tahun 2005. Hanya saja efek turbin angin sangat rendah. harap diingat bahwa sekecil apapun semua bentuk produksi energi selalu memiliki akibat bagi lingkungan. bersifat lokal dan mudah dikelola. Meski demikian.000 MW (mega Watt) yang dapat mencukupi kebutuhan listrik untuk 50 juta kepala keluarga pada tahun 2010. (Nanang Okta : 2006) . Energi angin menjadi salah satu alternatif yang banyak dipilih dan sekaligus berfungsi mengurangi emisi gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh perangkat sumber energi sebelumnya. Energi ini pun tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia. Di negara-negara Eropa. kapasitas energi angin terpasang di Eropa melonjak hingga 40% per tahun dan saat ini kapasitas tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 5 juta kepala keluarga. Energi angin adalah energi yang relatif bersih dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan karbon dioksida (CO2) atau gas-gas lain yang berperan dalam pemanasan global.menghasilkan listrik. Tujuh tahun belakangan ini. seperti misalnya saja kincir-kincir angin di negeri Belanda.

2. Mengetahui berapa daya dan tegangan yang dihasilkan dari alternator . Penelitian ini hanya membahas sejauh mana kemampuan turbin untuk menggerakan sebuah alternator mobil. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah 1. D. Mengetahui kemampuan turbin angin dua sudu untuk penggerak mula alternator mobil 2. Permasalahan yang akan dikaji dalam skripsi ini adalah : 1. Bagaimanakah mengaplikasikan turbin angin dua sudu untuk penggerak mula alternator mobil ? 2.B. Permasalahan Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah: 1. Penelitian ini hanya menghitung daya dan tegangan yang dihasilkan dari jumlah putaran. Berapakah daya dan tegangan yang dihasilkan oleh alternator mobil ? C. Pembatasan Masalah Hasil yang dicapai akan optimal jika skripsi ini membatasi permasalahan.

F. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah : 1. dapat dijadikan sebagai media untuk penelitian dengan skala yang lebih besar lagi. dapat dijadikan sebagai masukan referensi untuk pembangkit listrik tenaga angin dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Turbin Mesin atau motor yang roda penggeraknya berporos dengan sudu (baling-baling) yang digerakan oleh aliran air. (Kamus Besar Bahasa Indonesia) . Bagi Pemerintah. uap dan udara. 3. Angin Gerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. 2. 1.E. Bagi Dosen. Bagi Mahasiswa elektro. (Kamus Besar Bahasa Indonesia) 2. dapat memahami mengenai kegunaan turbin angin sebagai pembangkit tenaga listrik. Penegasan Istilah Penegasan istilah bertujuan untuk menghindari salah pengertian dan memperjelas maksud penelitian dengan judul Pemanfaatan Turbin Angin Dua Sudu Sebagai Penggerak Mula Alternator Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin.

Bagian awal. Generator Sebuah mesin listrik yang dapat mengubah daya mekanis menjadi daya listrik. tujuan istilah. terdiri dari: judul. Bagian isi yang terdiri dari: a. Sudu Daun mekanis dari suatu roda gerak turbin yang dijalankan oleh air. . manfaat penelitian metedologi penelitian dan sistematika penulisan skripsi. 2002:107) 5. 2. (Kamus Besar Bahasa Indonesia) 4.3. permasalahan. motto dan persembahan. abstrak. daftar gambar. daftar tabel dan daftar lampiran. Yon Rijono. pembatasan masalah. adapun sistematika tersebut adalah: 1. (Kamus Besar Bahasa Indonesia) G. (Drs. uap dan angin. Sistematika Penulisan Skripsi Untuk memperjelas dan memudahkan penyusunan skripsi ini maka penulis mencantumkan sistematikanya. kata pengantar. Alternator Generator elektris yang digerakan untuk menghasilkan arus bolakbalik. pengesahan. penegasan istilah. BAB I Pendahuluan. berisi latar belakang. daftar isi.

analisis data serta pembahasan.b. BAB II Landasan Teori. serta keadaan angin. BAB IV merupakan hasil penelitian dan pembahasan. d. c. . karakteristik turbin dan prinsip kerja turbin. berisi simpulan dan saran. BAB III Metode Penelitian. bab ini akan menguraikan tentang penentuan obyek penelitian. prosedur penelitian serta metode analisis data. Bagian akhir berisi daftar pustaka serta lampiran – lampiran. alat dan bahan yang digunakan. Dalam landasan teori akan diuraikan mengenai prinsip pembangkit listrik. BAB V penutup. e. metode pengumpulan data. Dalam bab ini diuraikan tentang hasil penelitian yang dilakukan dilapangan.

Turbin angin ini harus diarahkan sesuai dengan arah angin yang paling tinggi kecepatannya. Turbin angin Propeller adalah jenis turbin angin dengan poros horizontal seperti baling – baling pesawat terbang pada umumnya. Kedua jenis turbin inilah yang kini memperoleh yang perhatian umum besar untuk sudah dikembangkan. Turbin angin Darrieus merupakan suatu sistem konversi energi angin yang digolongkan dalam jenis turbin angin berporos tegak. Jenis Turbin Angin Dalam perkembangannya. Pemanfaatannya sekarang digunakan adalah untuk memompa air dan pembangkit tenaga listrik. Turbin Angin 1. Keuntungan dari turbin jenis Darrieus adalah tidak memerlukan mekanisme orientasi pada arah angin (tidak perlu mendeteksi arah angin yang paling tinggi kecepatannya) seperti pada turbin angin propeller. Turbin angina terdiri atas dua jenis. b. turbin angin dibagi menjadi dua jenis turbin angin Propeller dan turbin angin Darrieus. yaitu : a. . Turbin angin ini pertama kali ditemukan oleh GJM Darrieus tahun 1920.BAB II LANDASAN TEORI A.

anemometer dilengkapi dengan sudut angin untuk mendeteksi arah angin.Gambar 2.1 Turbin angin Propeller dan Darrieus Kecepatan angin diukur dengan alat yang disebut anemometer. Safarudin : 2003) . Biasanya. ( M. Anemometer jenis mangkok adalah yang mempunyai sumbu vertikel dan tiga buah mangkok yang berfungsi menangkap angin. Jenis anemometer lain adalah anemometer ultrasonik atau jenis laser yang mendeteksi perbedaan fase dari suara atau cahaya koheren yang dipantulkan dari molekul – molekul udara. Gambar 2.2 Anemometer Jumlah putaran per menit dari poros anemometer dihitung secara elektronik.

( Yuli Setyo : 2005) 2. Turbin angin dapat memiliki tiga buah bilah turbin. Turbin untuk pemakaian umum berukuran 50 – 750 kilowatt. Mekanisme Turbin Angin Sebuah pembangkit listrik tenaga angin dapat dibuat dengan menggabungkan beberapa turbin angin sehingga menghasilkan listrik ke unit penyalur listrik. kemudian memutar sebuah poros yang dihubungkan dengan generator. Sebuah turbin kecil. piringan parabola. lalu menghasilkan listrik. Bukannya menggunakan listrik untuk membuat angin. turbin angin menggunakan angin untuk membuat listrik. Sedangkan untuk turbin angin berskala besar (100 kW) dapat menghasilkan listrik dengan kecepatan angin rata-rata sebesar 5 m/s. dapat menghasilkan listrik dengan kecepatan angin rata-rata sebesar 3 m/s. bagaimana turbin angin menghasilkan listrik? Turbin angin bekerja sebagai kebalikan dari kipas angin. Listrik dialirkan melalui kabel transmisi dan didistribusikan kerumah – rumah. kapasitas 50 kilowatt. pabrik dan sebagainya. atau pemompa air. Jadi. sekolah. Jenis lain yang umum adalah jenis turbin dua bilah. digunakan untuk perumahan. seperti pada kipas angin. kantor. .Kecepatan angin minimun untuk menggerakan sebuah turbin angin berskala kecil (10 kW). Angin akan memutar sudut turbin.

Kontruksi Turbin Angin Kontruksi turbin angin secara umum dijelaskan oleh Wikipedia Indonesia. break system.Sistem semula jadi pengudaraan digerakkan oleh tiga kaidah : 1. Sudu Sudu merupakan bagian dari sebuah kincir angin berupa pelat yang rata. dan Rectifier-inverter. a. Kesan Tingkat (perbedaan suhu) 3. Safarudin : 2003) 3. penyimpan energi. gearbox. Tekanan Angin 2. terdiri dari sudu. Bila sejumlah udara dengan kecepatan bergerak melalui bidang seluas R2 (luas sudu). generator. Campuran tekanan angin & perbedaan suhu ( M. maka daya yang terdapat di dalam angin dapat ditentukan dengan rumus : P P = ½ 3 R2 = Daya (watt) = Kerapatan udara (Kg/m3) v = Kecepatan angin (m/s) R = Luas sudu (m2) .

Dalam pemeliharaannya digunakan oli untuk menjaga permukaan harus tetap pada ukurannya. sehingga aerodinamisnya semakin baik. untuk mendapatkan energi yang lebih baik sayap – sayap dipasang langsung pada rotor. Gearbox Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi. karena menghasilkan pembagian gaya dan keseimbangan yang lebih baik. Bentuk sudu seperti sekerup atau memuntir. untuk sudu yang ideal berjumlah 3 buah sudu. ditentukan dengan rumus : E = ½ E 2 = Energi (Joule) = Kerapatan udara (Kg/m3) v = Kecepatan angin (m/s) Untuk mendapatkan hasil yang optimal maximal dari sebuah kincir angin maka perlu diperhatikan sebagai berikut : 1. Agar kondisi gearbox bisa tahan lama. 3. 2. dari waktu ke waktu harus diisi dengan oli yang baru. .Energi kinetik dari satu m3 udara yang bergerak. ( Harm Hofman : 1987) b.

Gambar 2.3 Gearbox Sumber: Wikipedia indonesia c. Brake System Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan. Kehadiran angin diluar akan menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak diatasi maka putaran ini dapat merusak generator. Dampak dari kerusakan akibat putaran berlebih diantaranya : overheat, rotor breakdown, kawat pada generator putus, karena tidak dapat menahan arus yang cukup besar.

d. Generator Generator AC dan generator DC memiliki perbedaan prinsip. Untuk generator DC kumparan jangkar ada pada bagian rotor dan terletak di antara kutub-kutub magnit yang tetap di tempat, diputar oleh tenaga mekanik. Pada generator AC, konstruksinya sebaliknya yaitu, kumparan jangkar disebut juga kumparan stator karena berbeda pada tempat yang tetap, sedangkan kumparan rotor bersama-sama dengan kutub magnet diputar oleh tenaga mekanik.

Gambar 2.4 Konstruksi generator sinkron ( Yon Riyono : 2002) Jika kumparan rotor yang berfungsi sebagai pembangkit kumparan medan magnet yang terletak di antara kutub magnet utara dan selatan diputar oleh tenaga air atau tenaga lainnya, maka pada kumparan rotor akan timbul medan magnet atau fluks yang bersifat bolak-balik atau fluks putar. Flux putar ini akan memotong-motong kumparan stator, sehingga pada ujung-ujung kumparan stator timbul gaya gerak listrik karena pengaruh induksi dan flux putar tersebut. Gaya gerak listrik (ggl) yang timbul pada

kumparan stator juga bersifat bolak-balik, atau berputar dengan kecepatan sinkron terhadap kecepatan putar rotor. 1. Generator AC Pada generator AC dipakai sebuah medan magnetik yang berputar sehingga energi listrik dan lilitan stator dapat dikeluarkan. Arus penguatan untuk rotor dihasilkan oleh satu atau lebih lilitan generator yang dipasang pada poros dimana juga rotor terpasang. Listrik yang dihasilkan disearahkan dengan bantuan dioda. Dioda adalah elemen pengantar tanggung yang meneruskan arus listrik hanya pada satu arah. Generator AC jenis praktis menghasilkan arus bolakbalik tiga fase dengan frekuensi yang tergantung dan jumlah putaran rotor. Hal ini praktis (50Hz), tidak kecuali memungkinkan kalau dengan dapat

penghubungan perantaraan

jaringan pengaturan

putaran

jaringan

disinkronisasikan. Jika generator ini dihubungkan dengan sebuah jembatan perata arus, maka dapat diperoleh arus searah dengan keuntungan yang telah disebut terdahulu. 2. Generator DC Bekerjanya generator DC berdasarkan pengaruh timbalbalik antara medan-medan magnetik dari stator dan rotor. Di dalam lilitan stator, arus tiga fase yang dihubungkan membangkitkan medan megnetik yang berputar.

Di dalamnya tidak terdapat sikat-sikat arang. maka mesinnya bekerja sebagai generator. a. Bila rotor ini berputar lebih cepat dan pada medan stator. hal ini sangat penting karena kincir angin tidak mudah dimasuki untuk perawatan. Terutama bagi kincir angin. Juga di sini terdapat selip. sebab kalau tidak begitu mesinnya tidak dapat bekerja. Keuntungan generator DC 1) Generator ini tidak begitu peka terhadap gangguan. rotor itu tidak akan pernah berputar sinkron dengan medan rotor. gelanggelang seret dan pengaturan-pengaturan yang mudah rusak. rotor itu berputar mengikuti medan stator. variasi jumlah putaran (dalam batas-batas tertentu) diserap oleh selip. Kalau motornya yang berputar. Jadi. Di medan rotor dan medan stator selalu harus ada perubahan. .Karena ini terjadilah medan magnetik di dalam rotor sehingga di dalam lilitan-lilitan yang dihubungkan dengan singkat. Tegangan yang dihasilkan adalah sefase dengan tegangan jaringan. Perbedaan antara putaran rotor dan medan stator disebut selip dan dinyatakan dengan proses dan putaran sinkron. mengalir arus. Sebagai akibatnya arus ini mengubah medan rotornya sedemikian rupa sehingga rotor itu berputar.

2) Arus gerak awal sangat tinggi. sehingga akibat dan menurunnya tegangan pada saluran-saluran dapat terjadi kelipan inisalnya pada cahaya lampu. sehingga alat-alat yang mahal untuk mengkonstarikan putaran tidak diperlukan. 3) Sebuah generator menghasilkan arus setelah diperkuat oleh tegangan jaringan. Dampak ini dapat dibatasi dengan kompensasi arus mati. Di sini lilitan rotornya tidak dihubungkan secara singkat. Walaupun arus mati sebenarnya tidak membangkitkan daya di dalam mesin. beberapa variasi yang lebih besar dalam jumlah putarannya masih dapat diserap. Jadi.2) Sedikit variasi pada jumlah putaran ditampung oleh selip. b. Sebuah varian pada generator DC adalah mesin nadi gelang seret. . generator itu merupakan suatu keseluruhan dengan jaringan. Dengan mengatur arus rotorya. Kekurangan generator DC 1) Mesinnya memerlukan arus mati jaringan. tetapi itu dapat menimbulkan kerugian pada kawat-kawat dimulai dan sentral. tetapi dikeluarkan melalui gelang-gelang seret.

Accu 12 volt.e. sedangkan dari generator dihasilkan catu daya AC (Alternating Current). Oleh karena itu diperlukan rectifier-inverter untuk mengakomodasi keperluan ini. 65 Ah dapat dipakai untuk mencatu rumah tangga (kurang lebih) selama 0. Kendala dalam menggunakan alat ini adalah alat ini memerlukan catu daya DC (Direct Current) untuk mengcharge/mengisi energi. maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi.5 jam pada daya 780 watt. Oleh karena itu kita perlu menyimpan sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya pada saat turbin angin berputar kencang atau saat penggunaan daya pada masyarakat menurun. Accu mobil memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup besar. Penyimpanan energi ini diakomodasi dengan menggunakan alat penyimpan energi. Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Contoh sederhana yang dapat dijadikan referensi sebagai alat penyimpan energi listrik adalah accu mobil. Penyimpan energi Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. . Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun.

Inverter berarti pembalik. Ketika dibutuhkan daya dari penyimpan energi (accu/lainnya) maka catu yang dihasilkan oleh accu akan berbentuk gelombang DC. Dengan adanya kawat penegak tiang menara . Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusoidal (AC) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. sehingga menara lebih tahan lama. Jenis Menara 1) Menara Kerangka Kontruksi menara ini terdiri dari besi – besi siku yang dibuat sedemikian rupa hingga menjadi sebuah menara. agar dapat digunakan oleh rumah tangga. Karena kebanyakan kebutuhan rumah tangga menggunakan catu daya AC .f. maka diperlukan inverter untuk mengubah gelombang DC yang dikeluarkan oleh accu menjadi gelombang AC. Rectifier-inverter Rectifier berarti penyearah. g. Menara ini juga biasa terbuat dari besi bulat atau baja. dan kawat-kawat tersebut harus diikat dengan jangkar. 2) Menara Pipa Menara ini terbuat dari sebuah pipa yang mempunyai kawat-kawat sebagai penegak tiang. tingginya disesuaikan dengan kebutuhan. maka pondasinya dapat lebih ringan.

Kesan angin berlebihan dapat dikontrol menggunakan kaidah manual atau otomatik. Lokasi dan lingkungan Tekanan permukaan positif di bagian angin datang dan negatif di bagian belakang angin. tetapi dalam pemasangan manara pipa ini membutuhkan lahan yang cukup luas. Walau bagaimanapun. kelajuan angin diperlukan untuk menyejukkan kulit. Bentuk bangunan b. (Kamus Besar Bahasa Indonesia) 1. tekanan statik terbentuk di bangian dinding luar dan ditentukan oleh arah angin. Angin yang ada perlu ditangkap dan digunakan sepenuhnya. Pengudaraan Oleh Tekanan Angin Dalam iklim panas-lembab. tekanan pada sisi boleh jadi negatif atau positif bergantung kepada sudut tuju angin dan bentuk bangunan.tidak mudah tumbang. B. Penyebaran tekanan angin dipengaruhi beberapa faktor : a. Kelajuan angin dan arah c. Angin Pengertian angin adalah gerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. . Apabila angin bertiup dan mengenai bangunan.

Untuk memperbaiki ikhtisarnya.4-5.3. Adalah tidak mungkin untuk mengukur kecepatan angin tiap detik dan mencatatnya sesudah 25 tahun.3-1.4 0-1 2-5 6-11 12-19 .2 0. Angin merupakan gerakan udara terhadap permukaan bumi.1 Ikhtisar perbandingan dari skala meter/detik Skala Beaufort 0 1 2 3 Uraian jelas dari angin Skala Petersen Datar Datar Riakan ringan Riakan sampai bergelombang ringan Lazim dipakai dilaut Suasana sunyi Lemah dan sunyi Kesejukan lemah Kesejukan ringan Lazim dipakai didarat Tidak ada angin Angin lemah Angin lemah Angin sedang Kecepatan Angin (m/s) 0-0.3 3. Tabel 2. Biasanya kita membatasi jumlah pengamatan itu. Di sini diberikan sebuah ikhtisar perbandingan dari skala meter/detik dan skala Beaufort. Kecepatan gerakan udara itu dinamakan ” kecepatan angin” . biasanya hasil dijadikan ke dalam apa yang disebut pembagian frekuensi dalam bentuk tabel atau grafik.2. Di sini perbedaan antara hasil dalam data dasarnya dihapus. Keadaan angin setempat Angin merupakan faktor penting.5 1. Selanjutnya beberapa hasil ke dalam interval tertentu menjadi apa yang disebut kelas. Hal ini akan menjurus kepada keseluruhan yang tidak mudah dilihat Di sini dipakai rata – rata ( jumlah dari hasil pengamatan dibagi oleh jumlah pengamatan).6.

1 17.5-32.0-10.7 20-28 29-38 sepoi yang segar agak Angin sepoi – 6 7 8 9 10 sepoi yang kaku - Angin kencang Angin keras Angin taufan Taufan Taufan berat 10.7 20.5-28. Metoda pendekatan untuk hasil Pengubahan energi mekanis menjadi energi elektris dengan bantuan mesin sinkron dari sebuah turbin angin yang dirancang adalah: P= ½ 3 R2 P = Daya (watt) = Kerapatan udara (Kg/m3) v = Kecepatan angin (m/s) R = Luas sudu (m2) .4 24.4 39-49 50-61 62-74 75-88 89-102 11 12 - Badai Badai 28.9-17.8-13.9 8.6 > 32.2-20.5-7.4 5 Bergelombang Dahsyat Laut dahsyat Laut yang liar Laut yang tinggi Laut yang tinggi Laut yang sangat tinggi Laut yang luar biasa tinggi Dan liar ( Harm Hofman : 1987 ) yang Kesejukan sedang Angin sepoi – Angin sedang Angin yang cukup kencang 5.8-24.8 13.6 103-117 > 117 3.

Prinsip Alternator a. Armatur dengan komutator dapat diputarkan di dalam kumparan.Gambar 2. Alternator 1. Akan tetapi. Jenis arus listrik yang dibangkitkan adalah arus bolak-balik yang arah alirannya secara konstan berubah-ubah dan untuk merubahnya menjadi arus searah. ini adalah untuk menarik arus searah yang dibangkitkan pada setiap stator coil. Kerugian yang .5 Generator Sumber: Wikipedia indonesia C. konstruksi armatur akan menjadi rumit dan tidak dapat diputarkan pada kecepatan tinggi. diperlukan sebuah komutator dan brush (sikat-sikat). Magnet berputar di dalam kumparan Arus listrik dibangkitkan dalam kumparan pada saat kumparan diputarkan dalam medan magnet.

Gambar 2. maka keausan akan cepat terjadi karena adanya lompatan api. Untuk tujuan itulah maka alternator mobil menggunakan kumparan pembangkit (stator coil) dengan magnet (rotor coil) di dalamnya (perhatikan Gambar 2.6). pendinginan akan menjadi lebih baik kalau stator coil ditempatkan di luar dengan rotor coil berputar di dalamnya. Semakin besar volume listrik yang dibangkitkan di dalam kumparan. maka kumparan semakin panas dikarenakan aliran arus. Oleh karena itu. Mendapatkan arus searah dapat dilakukan dengan menyearahkan arus bolak-balik yang dihasilkan oleh stator coil tetap sebelum dijadikan output dengan menggunakan rectifier.6 Magnet berputar di dalam kumparan (Toyota-Astra Motor : 1994) . atau dengan cara mengganti putaran stator coil dengan memutarkan magnet dalam kumparan.lainnya adalah bahwa arus mengalir melalui komutator dan sikat (brush).

7).komponen kelistrikan mobil menggunakan tegangan listrik 12 atau 24 volt dan alternator untuk sistem pengisian harus menghasilkan tegangan tersebut. semakin cepat kumparan memotong garis-garis gaya magnet semakin besar kumparan membangkitkan gaya gerak listrik.7 Kumparan menghasilkan elektromagnet (Toyota-Astra Motor : 1994) . Selanjutnya dapat kita lihat bahwa tegangan berubah-ubah tergantung pada kecepatan putaran magnet. ini tidak mungkin dipertahankan karena mesin akan berputar dengan kecepatan yang tidak tetap sesuai dengan kondisi pengemudian. Untuk mengatasi kesulitan ini. komponen . Kumparan menghasilkan elektromagnet Biasanya. sebagai pengganti magnet permanen maka dipakai elektromagnet untuk mempertahankan tegangan supaya tetap (Gambar 2. maka diperlukan putaran magnet yang tetap. Listrik dibangkitkan pada saat magnet diputarkan di dalam kumparan dan besarnya tergantung pada kecepatan putaran magnet. Untuk memperoleh tegangan yang tetap.b. garis gaya magnetnya berubah-ubah sesuai dengan putaran alternator. Elektromagnet. melalui proses induksi elektromagnet. Jadi. Gambar 2.

Arus yang mengalir melalui elektromagnet diberikan oleh baterai dan besarnya diatur oleh voltage regulator. Perubahan 360 pada grafik . Besarnya magnet yang dibangkitkan tergantung besarnya arus yang mengalir melalui kumparan. setiap setengah putaran arus akan mengalir dengan arah yang berlawanan. jadi pada saat alternator berputar dengan kecepatan rendah arusnya naik. maka alternator akan mengalirkan tegangan yang tetap meskipun putaran mesin berubah-ubah. inti besi akan menjadi magnet. Hubungan antara arus yang dibangkitkan dalam kumparan dengan posisi magnet adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar 2. Karena dalam ini. Arus bolak-balik tiga fase Pada saat magnet berputar di dalam kumparan akan timbul tegangan diantara kedua ujung kumparan.Elektromagnet mempunyai inti besi dengan kumparan dililitkan disekelilingnya. sebaliknya jika alternator berputar dengan kecepatan tinggi arusnya menurun.8. c. ini akan memberikan kenaikan pada arus bolak-balik. Arus yang membentuk gelombang sinus dengan cara ini disebut "arus bolak-balik satu fase". Pada saat arus mengalir melalui kumparan. Bagaimanapun. Arus tertinggi akan bangkit pada saat kutub N dan S mencapai jarak yang terdekat dengan kumparan.

Masing-masing kumparan A.8 Gelombang sinus pembangkitan arus bolak-balik satu fase (Toyota-Astra Motor : 1994) Untuk membangkitkan listrik dengan lebih efisien. dan C berjarak 120°.9. akan bangkit arus bolak-balik pada masing-masing kumparan. Arus Putaran magnet terhadap kumparan Gambar 2. B. alternator mobil menggunakan tiga kumparan yang dirangkai seperti terlihat pada gambar 2. Listrik yang mempunyai tiga arus bolak-balik seperti ini disebut "Arus bolak-balik tiga fase". Gambar menunjukkan hubungan antara ketiga arus bolak-balik dengan magnet. Pada saat magnet berputar diantara mereka.berlaku untuk satu siklus dan banyaknya perubahan yang terjadi pada setiap aetik disebut dengan "frekuensi". . alternator mobil membangkitkan arus bolak-balik tiga fase.

9 Pembangkitan arus bolak-balik tiga fase (Toyota-Astra Motor : 1994) Arus Putaran magnet terhadap kumparan Gambar 2. .10 Gelombang sinus pembangkitan arus bolak-balik tiga fase (Toyota-Astra Motor : 1994) d.Gambar 2. Penyearahan Bagian-bagian kelistrikan mobil membutuhkan arus searah untuk kerjanya dan baterai memerlukan arus searah untuk pengisian. Alternator menghasilkan arus bolak-balik tiga fase tetapi sistem pengisian tidak dapat menggunakannya kecuali jika dirubah menjadi arus searah.

11). Penyearahan dapat dilakukan dengan beberapa cara tetapi alternator mobil menggunakan dioda yang sederhana dan efektif. Dioda memungkinkan arus hanya mengalir pada satu arah. Karena alternator mobil menggunakan diode yang dipasang di dalam.Merubah arus searah disebut penyearahan.12 Grafik arus penyearahan dengan diode pada alternator mobil (Toyota-Astra Motor : 1994) . Maka output listriknya adalah searah (perhatikan Gambar 2. jika dipergunakan enam buah dioda. Gambar 2. arus bolak-balik tiga fase tersebut dirubah menjadi arus searah dengan jalan penyearahan gelombang penuh.10 dan Gambar 2.11 Penyearahan dengan diode pada alternator mobil (Toyota-Astra Motor :1994) Arus Putaran magnet terhadap diode Gambar 2. Seperti terlihat pada gambar.

agar alternator dapat memberikan tegangan standar yang tetap perlu dilakukan pengaturan tegangan dengan regulator dan untuk tujuan itu maka . dan lain-lain) selalu berubah-ubah mempengaruhi kondisi pengisian baterai. selanjutnya beban (lampu-lampu. wiper.13). Putaran mesin yang terus berubah-ubah. Pengatur Tegangan Tegangan yang dihasilkan oleh alternator bervariasi tergantung pada kecepatan putaran alternator dan banyaknya beban (arus output) alternator.13 Arah arus pada kumparan sampai ke diode (Toyota-Astra Motor : 1994) e. hiter. Oleh karena itu. demikian juga putaran alternator. Gambar 2.Dapat kita lihat bahwa arus dan masing-masing kumparan sampai ke diode terus-menerus berubah arah pada ketiga lead wire sehingga arah arus dan diode tidak berubah tetapi membentuk sirkuit dengan polaritas yang tidak berubah-ubah (Perhatikan Gambar 2.

Karena elektromagnet mempunyai inti besi yang dililit kumparan. titik kontak yang bergerak akan berhubungan dengan P1 sehingga arus dan baterai akan mengalir ke rotor coil melalui P1. .sistem pengisian pada mobil menggunakan voltage regulator (generator regulator) bersama-sama dengan alternator. Dengan kata lain. Banyaknya garis gaya magnet sebanding dengan besarnya arus yang dilarkan pada kumparan disekeliling inti besi. Regulator mengatur pengaliran arus ke rotor coil dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke regulator coil. Regulator mengalirkan arus ke elektromagnet (rotor coil) yang menghasilkan garis gaya magnet yang diperlukan untuk ketiga kumparan (stator coil) alternator untuk membangkitkan arus bolak-balik tiga fase. Pada saat alternator berputar dengan rpm rendah dan tegangan stator coil lebih rendah dan tegangan baterai. inti besi akan menjadi magnet dan membangkitkan garis gaya magnet pada saat dialiri arus. alternator dapat menghasilkan tegangan yang tetap dengan jalan mengalirkan arus yang besar ke rotor coil (field coil) pada saat alternator berputar lambat atau berbeban berat dan mengurangi arus pada saat alternator berputar cepat atau berbeban ringan.

jika alternator berputar dengan rpm tinggi. stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Jika arus yang mengalir ke rotor coil berkurang. Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada rotor coil dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dan P1. maka tegangan yang dibangkitkan pada stator coil berkurang dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P1. arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke rotor coil. Pada saat tidak ada arus yang mengalir ke rotor coil. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik. Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi. stator tidak ada arus yang mengalir ke rotor coil. dengan kata lain pada saat alternator berputar dengan kecepatan rendah lengan . tegangan yang dibangkitakan oleh stator coil akan naik memperkuat gaya tarik pada regulator coil sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya. tegangan pada stator coil naik melebihi tegangan baterai. Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1 arus yang ke rotor coil melalui resistor R dan intensitasnya menurun.Dalam hal lain. tegangan ini dialirkan ke regulator coil sehingga oleh kekuatan tarikan yang lebih besar maka P1 akan terputus.

arus akan dialirkan secara terputus-putus ke rotor coil tergantung apakah lengan kontak berhubungan atau putus dengan P2.14 Rangkaian pengatur tegangan (Toyota-Astra Motor : 1994) 2. Sebagai tambahan. terdapat pula brush yang mengalirkan arus ke rotor coil untuk memperhalus . stator yang membangkitkan arus listrik dan diode yang menyearahkan arus. Arus bolak-balik ini diubah menjadi arus searah oleh diode. Gambar 2.kontak akan menaikkan dan menurunkan arus yang mengalir ke rotor coil dengan berhubungan dan memutuskan hubungannya dan P2. Konstruksi Alternator Alternator berfungsi untuk merubah energi mekanik dan mesin menjadi energi listrik. Energi mekanik dan mesin diterima melalui sebuah pulley yang memutarkan rotor dan membangkitkan arus bolakbalik pada stator. pada saat alternator berputar dengan kecepatan tinggi. Bagian-bagian utama dan alternator adalah rotor yang membangkitkan elektromagnetik.

15 Alternator Keterangan gambar : a. Alternator tampak belakang d. a) b) c) Gambar 2.putaran rotor dan fan untuk mendinginkan rotor. Alternator tampak samping c. Alternator tampak depan b. Alternator tampak atas d) . Semua bagian tersebut dipegang oleh front dan rear frame. stator serta diode.

bagian-bagian ini padat bersambungan pada sumbu rotor.16 Bagian-bagian utama alternator (Toyota-Astra Motor : 1994) a.17 Rotor alternator (Toyota-Astra Motor : 1994) . kutub-kutub magnet dimagnetkan dan akibatnya ada lapangan magnet disekitar rotor. field winding dihubungkan kepada slip ring dimana brush dapat bergerak. ketika arus mengalir melalui winding lewat sikat dan slip ring. Rotor Rotor terdiri dan kutub-kutub magnit sebanyak 12 kutub magnit.Gambar 2. inti field winding dan slip ring. Gambar 2. Ketegangan lapangan magnet dapat diatur dengan memberikan arus kepada field winding.

Gulungan rotor (rotor field winding) dimana satu hubungannya Melalui termininal F lewat slip ring dan sikat. Gambar 2. Ujung-ujung field winding dihubungkan ke terminal F dan A. Stator ditempatkan antara kedua braket bantalan dengan baut pengikat dan rectifier dipasangkan pada braket bantalan ujung. dan ujung lain dihubungkan ke badan melalui sikat dan slip ring. Gulungan stator adalah hubungan bintang (hubungan Y). alternator itu dihubungkan ke field winding yang didatangkan dan stator winding. Tipe ini disimbolkan sesuai bagan di bawah ini yang juga menunjukkan bagaimana gulungan stator dihubungkan kepada penyearah.b. Beberapa alternator dilengkapi dengan suatu field rectifier. Stator Stator mempunyai tiga fase gulungan yang diisolasi kepada stator. . gulungan-gulungan itu dihubungkan satu sama lain dengan bermacam-macam cara.18 Stator ( Daryanto : 2005 ) Gulungan stator dapat juga dihubungkan dengan "hubungan delta" (hubungan D).

diode akan menjadi panas sehingga diode holder bekerja meradiasikan panas ini dan mencegah diode menjadi terlalu panas. terdapat tiga buah diode positif dan tiga buah diode negatif. Arus yang dibangkitkan olah alternator dialirkan dan diode holder pada sisi positif sehingga terisolasi dan end frame. Setelah penyearah kurva tegangan terletak diatas garis nol dan keadaan ini arah tegangan lebih rata yang dihasilkan dan arus bolak-balik. ketiga fase gulungan itu ditempatkan agar supaya fase itu 120° berhubungan satu dengan yang lainnya. Tegangan yang disearahkan itu digunakan pada terminal positif (+) dan negatif (-). Diode Pada diode holder. c. Selama proses penyearahan. Tidak Mengalir Mengalir Terminal Mengalir Tidak Mengalir Gambar 2.19 Diode dan diagram pengkabelan ( Daryanto : 2005 ) . kurva tegangan diatas garis nol (+) menunjukkan tegangan yang memberikan arus pada satu arah dan kurva tegangan dibawah garis nol (-) memberikan arus pada arah yang berlawanan.Arus yang diinduksi di dalam stator winding ketika magnet berputar disebut arus bolak-balik 3 fase. Dengan demikian hasil tegangan dan arus lebih banyak.

sehingga penggunaan pulley dapat memberikan efesiensi kecepatan tinggi yang lebih baik. dengan adanya perubahan kecepatan membuat putaran rotor menjadi kasar. Fungsi bearing dalam hal ini untuk memperhalus putaran rotor sehingga rotor lebih tahan lama digunakan. e. f. Sehingga alternator tetap dalam kondisi aman meskipun kecepatan tinggi yang membuat suhu alternator meningkat. Sehingga voltage regulator berfungsi untuk menstabilkan tegangan alternator agar memenuhi tegangan standard untuk melakukan pengisian di baterry/accu. dan diode serta komponen lainnya. Pulley Dengan adanya pulley ratio meningkat sekitar 2. Fan Fan (kipas angin) digunakan sebagai pendingin bagianbagian dalam alternator seperti rotor. g. .d.5 %. Voltage Regulator Dengan berubah-ubahnya kecepatan alternator. Bearing Setiap kecepatan putaran dari rotor tidaklah stabil. output teganganpun ikut berubah. stator.

dengan berputarnya turbin otomatis rotor pada alternator juga ikut berputar. Front & Rear Frame Fungsi dari front dan rear frame adalah sebagai kerangka luar yang memegang bagian-bagian dalam alternator. Kemudian diadakan post test.h. . dengan jalan menggabungkan sebuah turbin propeller dengan alternator mobil. arus. Eksperimen disini bertujuan untuk melihat indikasi bangkitnya suatu tegangan dari alternator yang telah dikopel dengan turbin propeller. D. Kecepatan putar dari turbin propeller akan berpengaruh langsung terhadap putaran rotor dari alternator sebagai akibat dari pengkopelan. Dari putaran rotor nantinya akan didapatkan suatu indikasi berupa munculnya tegangan. Mendorong sudu turbin sehingga menghasilkan kecepatan putar sesuai yang diinginkan. dan daya. selain itu juga mempunyai saluran udara untuk meningkatkan efesiensi pendinginan. dari hasil post test diambil kesimpulan dengan jalan melihat rata – rata hasil dan membandingkan dengan standar yang diinginkan. pengukuran dilakukan untuk mengetahui seberapa besar indikasi yang ditimbulkan sebagai pengaruh dari pengopelan dua komponen tersebut. Kerangka Berfikir Pembangkitan energi mekanis menjadi energi elektris.

Pengujian dilakukan setelah unit tersebut selesai dibuat. dimana aktifitas laboratories dilakukan pada saat pembuatan unit praktikum yang sudah direncanakann kemudian dilakukan pengujian. dimana X adalah perlakukan dan O adalah tes akhir.BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kepustakaan dan percobaan laboratorium A. Tempat Penelitian Tempat penelitian di samping gedung E2 Fakultas Teknik dan laboratorium Teknik Mesin UNNES pada bulan Februari sampai dengan April 2007. Perlakuan (X) Kecepatan putaran alternator Tes Akhir (O) Tegangan output alternator B. Desain penelitian yang digunakan adalah one shot case study yaitu pola eksperimen yang dilakukan tanpa adanya kelompok pembanding atau tes awal. Desain tersebut mempunyai pola XO. . Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian laboratories.

Metode pengumpulan data adalah metode eksperimen adapun tahaptahap penyelesaian masalah dalam pemanfaatan alternator mobil dalam pembangkit listrik tenaga angin adalah Tabel 3.C. Dalam penelitian ini data yang akan diambil berupa data tegangan output dari alternator. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penlitian ini adalah metode eksperimen.1 Penelitian Kecepatan Alternator (rpm) …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… Tegangan Alternator (AC) …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… Kecepatan Angin pada saat (mil/jam) …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… Kecepatan Angin pada saat (m/s) …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… Arus (Ampere) …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Waktu …… …… …… …… …… …… …… …… …… …… . data tersebut diperoleh dari pengaturan kecepatan putar alternator yang bervariasi.

Kabel NYA 1. b. Jumper 12 buah . Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah tegangan output alternator. variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi suatu gejala. E. F.D.dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah putaran rotor alternator. Variabel bebas Menurut Suharsimi Arikunto. Sampel Penelitian Sampel penelitian adalah alternator mobil jenis konvensional tipe dua titik kontak dengan tegangan output 12 volt. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah: a. Bahan a. Variabel terikat Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi suatu gejala.5 mm2 b. Bahan dan Alat Berikut daftar bahan dan alat yang digunakan dalam menunjang kegiatan penelitian: a.

Baterai / Accu 12 volt d. Pasangkan alternator mobil dengan penggerak mula menggunakan belt. Alat a. b. Tacho meter Merk = Lutron Tipe = DT-2236 G. Ampere meter Merk = Sanwa (DMM) Tipe = CD 720E f. Sambungkan negatif probe ampere meter ke resistor . Anemometer dengan 3 mangkok Kecepatan max 40 mil/jam c. Langkah Penelitian a. Sambungkan test probe dari terminal positif amperemeter ke terminal B alternator c. Multimeter Merk = Sanwa (DMM) Tipe = CD 720E e.b. Alternator mobil kendaraan jenis kijang Merk = Nippo Denso Jenis Konvensional tanpa IC Output =12 Volt b.

i. Sambungkan negatif probe voltmeter ke masa.1 Skema rangkaian pengukuran tegangan dan arus H. f. Sambungkan test probe dari terminal positif voltmeter ke terminal B alternator e. Catat setiap gejala yang muncul pada alat ukur tadi. Analisa Data Teknik analisis data dengan menggunakan metode analisis deskriptif pada tiap rancangan dengan melakukan perbandingan antara karakteristik alternator dan pengamatan atau pengukuran hasil eksperimen yang selanjutnya dilakukan analisa. Mengamati gejala dari pengukuran indikasi. Mencatat gejala yang muncul pada tiap alat ukur yang telah dipasang.d. g. h. Menarik kesimpulan dari apa yang telah diperoleh dari hasil pengamatan pada eksperimen. dengan mencatat arus dan tegangannya. Alternator B F E A V R Gambar 3. Apabila terjadi penyimpangan dilakukan identifikasi dari .

penyimpangan tersebut. 2. Analisa Aliran Arus Terhadap Variasi Kecepatan Adapun aliran arus pengisian ini berdasarkan sistem pengaturan regulator terhadap variasi kecepatan. Analisa Tegangan Normal Alternator Tegangan yang dihasilkan berdasarkan variasi kecepatan putar alternator. yaitu pada saat putaran rendah <500rpm . adapun analisis yang dilakukan terhadap hasil eksperimen adalah sebagai berikut: 1.

Tabel 4.7 mil/jam 13.8 mil/jam 13.39 Amp 0.35 Amp 0.0 m/s 6.38 Amp 0.1 m/s 6.10 wib 17.1 m/s 6.44 Amp No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Waktu 15.6 volt 5.40 wib 15.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.42 Amp 0.9 volt 6.1 m/s 6.35 wib 17.2 volt 6.7 m/s 5. Jika melihat hasil eksperimen diatas dengan berbagai macam variasi putaran kecepatan alternator diikuti dengan hasil yang berbeda meskipun peningkatan perubahan itu sangat sedikit. Hasil penelitian pada alternator Penelitian dilaksanakan pada bulan april bertempat di kampus Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.5 m/s 5.38 Amp 0.2 mil/jam 13.3 volt 5.1 volt 6.8 mil/jam 14 mil/jam 14 mil/jam 14 mil/jam Kecepatan Angin pada saat (m/s) 5. Hasil penelitian Kecepatan Alternator (rpm) 120 rpm 130 rpm 140 rpm 150 rpm 160 rpm 170 rpm 180 rpm 190 rpm 200 rpm 210 rpm Tegangan Alternator (AC) 5.8 m/s 6.55 wib 16.34 Amp 0.15 wib 17.8 mil/jam 13.4 volt 6.8 volt 5. dengan 12 kali pengukuran data untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.37 Amp 0.1.20 wib 16.5 mil/jam 13 mil/jam 13.4 Amp 0.45 wib 17.55 wib 15.2 m/s 6.6 volt Kecepatan Angin pada saat (mil/jam) 12.2 m/s 6.41 Amp 0.2 m/s Arus (Ampere) 0.40 wib Dalam penelitian ini digunakannya resistor sebesar 15 Ohm.1 volt 5.7 volt 5. Ini menunjukan perubahan yang terjadi dipengaruhi dengan .35 wib 17.

1 Grafik hubungan antara putaran alternator dengan kecepatan angin Melihat dari gambar garfik 4. .kecepatan angin yang membuat alternator tersebut bisa berputar dan menghasilkan output.1.8 5. 6.2 5 120 130 140 150 160 170 180 190 200 210 Putaran alternator (rpm) Gambar 4.6 5.4 6.4 5. menunjukan bahwa kecepatan angin sangat berpengaruh sekali terhadap putaran kecepatan alternator.2 Kecepatan Angin (m/s) 6 5. Hal ini membuktikan bahwasannya berbanding lurus antara kecepatan angin dengan kecepatan alternator. Karena setiap kecepatan angin semakin tinggi diikuti pula dengan semakin cepatnya putaran alternator.

4 + 6.38 Ampere Arus rata-rata yang diperoleh oleh pembangkit listrik tenaga angin I = 0.4+ 0.42 + 0.39+ 0.23 Watt . Jika tegangan ini digunakan untuk menghidupkan beban lampu sebesar 12 Volt / 5 Watt.3 + 5.38 Ampere = 2. Analisis Data Hasil penelitian yang dilakukan seperti pada tabel dapat di analisis.6 + 5.1 + 5.41+ 0.37 + 0.87 Volt x 0.34 + 0.87 Volt Rata-rata untuk keluaran arus pembangkit listrik tenaga angin dengan adalah : I (rata − rata ) = ΣI n = 0.2 + 6.1.7 + 5.38+ 0. 44 10 = 0.38 Ampere.1 + 6.8 + 5.35 + 0.6 10 = 5.9 + 6. dengan perhitungan sebagai berikut : 1. Daya yang dikeluarkan adalah: P = ExI = 5.38 + 0. Rata-rata untuk keluaran tegangan pembangkit listrik tenaga angin adalah : V (rata − rata ) = ΣV n = 5.

Pembahasan 1. dan dapat dilihat pada gambar 4. Hasil Penelitian Toyota Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Toyota terhadap alternator konvensional dengan output tegangan berupa AC. Energi yang dikeluarkan perjam adalah : W = Pxt = 2.38 Ampere.45 jam.23 Watt Jam = 5 Watt x t t = 2. B.23 Watt jam 3. Energi yang diserap beban 12 Volt / 5 Watt adalah : W=Pxt 2.23 Watt x 1 jam = 2. menunjukan hubungan antara kecepatan alternator dengan output tegangan. mampu untuk menghidupkan beban lampu 12 Volt / 5 Watt selama 0.45 Jam Jadi tegangan rata-rata yang dikeluarkan alternator mobil selama satu jam menghasilkan tegangan (E) sebesar 5.1 .87 volt dengan arus (I) sebesar 0. Percobaan ini dilakukan dengan beberpa variasi putaran kecepatan terhadap alternator.23 Watt Jam 5 Watt = 0.2. .

Sehingga hasil yang didapat sebagai pembuktian hubungan antara putaran kecepatan alternator berbanding lurus dengan tegangan pada saat kecepatan rendah. Kecepatan Angin pada Turbin Turbin angin dibagi dua. 2. dan penelitian ini hanya dalam skala kecil yaitu dengan putaran kecepatan alternator <500 rpm. yakni skala besar diatas 100 kW dan skala kecil dibawah 100 kW.2 Grafik performa putaran alternator Sumber: Toyota-Astra Motor (1994) Dari hasil penelitian oleh Toyota dijadikan sebagai referensi terhadap penelitian yang dilakukan. Perbedaan kapasitas tersebut mempengaruhi kebutuhan kecepatan minimal awal (cut-in win speed) yang diperlukan turbin skala besar beroperasi pada cut-in win speed 5 m/s sedangkan turbin skala kecil bisa bekerja mulai 3 m/s.50 40 Tegangan 30 20 10 AC 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 Putaran kecepatan alternator (rpm) Gambar 4. Untuk Indonesia dengan .

Jambi.2. sehingga pada daerah yang memiliki kecepatan angin rata-rata 3 m/s. dalam tabel 4.2 dijelaskan antara kecepatan angin dengan kekuatan angin oleh skala Beaufort.estimasi kecepatan angin rata-rata sekitar 3 m/s. pada saat inilah turbin angin dengan cut-in win speed 3 m/s akan bekerja. dsb) bisa dibangun turbin skala besar. Nisbah antara skala Beaufort kecepatan angin dalam meter/detik Beaufort 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Meter/detik 4 7 9 11 14 16 19 23 28 33 38 43 Kekuatan angin Angin lemah Angin sedang Angin kuat Angin sangat kuat Angin ribut Angin ribut Badai Badai Badai kuat Badai kuat Taufan Taufan . meski tidak menutup kemungkinan bahwa pada daerah yang berkecepatan angin lebih tinggi (Sumatra Selatan. Tabel 4. turbin skala kecil lebih cocok digunakan. Perlu diketahui bahwa kecepatan angin bersifat fluktuatif. Riau. ( Yuli Setyo : 2005 ) Melihat kecepatan angin yang fluktuatif. akan terdapat saat-saat dimana kecepatan anginnya lebih besar dari 3 m/s.

setelah kami melaksanakan ekperimen ternyata angin yang dihasilkan untuk menggerakan turbin angin dua sudu ini belumlah memiliki kecepatan angin yang besar. ( R.Fakultas Teknik Unnes. Kondisi angin Menurut skala Beaufort mengenai kecepatan angin disana dijelaskan bahwa setiap angin memiliki kecepatan dan kekuatan angin yang berbeda-beda. karena angin itu merupakan badai dan secara praktis tidak mempunyai arti sebagai penggerak turbin angin.Pada semua angin yang telah ditetapkan dengan skala Beaufort.5 m/s artinya jika disesuaikan dengan skala Beaufort daerah Gunung Pati termasuk kategori angin berkecepatan sedang. Setelah mendapatkan data ditempat pengujian turbin ini. Dalam hal ini pengujian turbin angin dua sudu dilaksanakan didaerah Gunung Pati .Wartena : 1987 ) 3. Sehingga kecepatan angin yang di atas 14 m/s tidak diperhitungkan . sehingga adanya tingkatan daya kekuatan angin tersebut. ternyata daerah Gunung Pati memiliki kecepatan angin sebesar 5 m/s – 6. menunjukan bahwa mekanisme turbin angin hanya mengukur kecepatan angin dengan kekuatan angin yang tidak merusak turbin angin. .

sehingga sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan 5. Pabrik dll. Skema Turbin angin Angin Kincir angin Gearbox Break system Alternator Baterry Rectifier-Inverter Lampu. Dengan kecepatan yang dibutuhkan menghasilkan energi yang disimpan ke battery . Rumah.4. Menahan kecepatan yang tidak diinginkan (over load).3 Skema turbin angin Keterangan: 1. Perputaran roda gigi dari berkecepatan rendah menuju kecepatan tinggi 4. Gambar 4. Angin berhembus dengan kecepetan tertentu 2. Memutar kincir angin dua sudu 3.

25 m2 = 587. Sedangkan diameter sudu 1. Berapakah daya yang terdapat dalam angin tersebut ? P = ½ 1 Kg/m3 · (5. 8. Setelah tegangan menjadi AC barulah bisa digunakan oleh rumah.5 m/s. Jika diketahui kecepatan angin di daerah Gunung Pati sebesar 5. 7.6.5 m (sesuai dengan nilai eksperimen).14 · 2. dengan kerapatan udara 1 Kg/m3. Sebelum energi digunakan harus disearahkan yang tadinya keluaran dari battery berupa DC diubah menjadi AC.5 m/s)3 · 3.7 Watt .375 m3/s3 · 3. pabrik dll. Penyimpanan dengan battery ini bertujuan agar energi bisa dipakai dalam jangka panjang.14 · (1. 5. Daya dalam angin Bila sejumlah udara dengan kecepatan bergerak melalui bidang seluas R2 (luas sudu).5 m)2 = ½ · 1 Kg/m3 · 166. maka dapat dicari daya yang terdapat dalam angin dengan rumus : P= ½ 3 R2 P = Daya (watt) = Kerapatan udara (Kg/m3) v = Kecepatan angin (m/s) R = Diameter sudu (m2) Contoh jika dimasukan sebuah nilai: 1.

berarti dalam setiap kecepatan angin sebesar 5.5 m/s terdapat energi kinetik didalamnya sebesar 15.Jika melihat hasil perhitungan tersebut.5 m/s terdapat daya didalamnya sebesar 587. berarti dalam setiap kecepatan angin sebesar 5.125 Joule .5 m/s dapat dihitung energi kinetiknya sebagai berikut: Ek = ½ 2 Ek = ½ · 1 Kg/m3 · (5.5 m/s)2 = ½ · 1 Kg/m3 · 30.25 m2/s2 = 15.125 Joule Jika melihat hasil perhitungan tersebut. Energi Kinetik dalam angin Setiap angin yang berhembus dapat dihitung energi kinetiknya melalui rumus : Ek = ½ 2 Ek = Energi kinetik (Joule) = Kerapatan udara (Kg/m3) v = Kecepatan angin (m/s) Sehingga jika kecepatan angin yang melewati turbin sebesar 5.7 watt. 6.

4 Grafik hubungan antara putaran alternator dengan tegangan Melihat hasil percobaan dengan data yang ada. 7 6 5 Tegangan (volt) 4 3 2 1 0 120 130 140 150 160 170 180 190 200 210 Putaran alternator (rpm) Gambar 4. Hubungan antara putaran alternator dengan tegangan yang dihasilkan.7.4 bahwasannya setiap kenaikan kecepatan putaran alternator diimbangi dengan kenaikan dari tegangan. Output dari alternator (Tegangan dan arus) a. Semakin tinggi putaran alternator semakin tinggi pula tegangan yang dihasilkan. . Percobaan yang dilakukan putarannya <500 rpm sehingga hubungan antara putaran dengan tegangan berbanding lurus antara tegangan dan putaran alternator. dapat digambarkan melalui gambar grafik 4.

Karena semakin besar hambatannya maka semakin kecil arusnya dan jika semakin kecilhambatannya maka jumah arusnya akan semakin besar.Hubungan antara putaran alternator dengan arus yang dihasilkan.5 Grafik hubungan antara putaran alternator dengan arus Melihat hasil percobaan dengan data yang ada. Dalam hal ini digunakannya hambatan (resistor) sebesar 15 . dan ini juga mempengaruhi besar kecilnya arus yang keluar.5 bahwasannya setiap kenaikan kecepatan putaran alternator diimbangi dengan kenaikan dari arus. dapat digambarkan melalui gambar grafik 4. Sehingga hubungan antara putaran dengan arus berbanding lurus. Semakin tinggi putaran alternator semakin tinggi pula arus yang dihasilkan. . Arus (ampere) Putaran alternator (rpm) Gambar 4.

Putaran alternator yang tidak mencapai kecepatan maksimal yaitu 6000rpm. Pengambilan data hanya berada disatu lokasi. 4. . 2. Banyaknya rugi-rugi daya yang hilang terjadi dalam kontruksi turbin angin dua sudu. 3. 5. Kelemahan Penelitian 1. sehingga tidak memiliki gambaran kemampuan turbin angin dua sudu.C. Kecepatan angin yang tidak stabil menyebabkan putaran turbin menjadi rendah akibatnya ouput yang dihasilkanpun rendah. Kecilnya ukuran sudu mempengaruhi kecepatan dalam berputarnya turbin angin.

B. meskipun output yang dihasilkan dipengaruhi oleh faktor kecepatan angin. KESIMPULAN Pembahasan di atas dapat diambil suatu kesimpulan.44 ampere dengan kecepatan 210 rpm. antara lain: 1. . sehingga dapat dipergunakan dalam praktek mahasiswa teknik elektro. SARAN Saran yang dapat di berikan oleh penulis guna kelanjutan eksperimen selanjutnya adalah: 1. 2. Sehingga semakin cepat putaran alternator maka semakin besar output yang dihasilkan. hendaknya pemanfaatan turbin angin dua sudu ini dilakukan didaerah pantai dengan kecepatan angin yang besar.34 ampere dengan kecepatan 120 rpm.6 volt dan 0. kemudian sampel terakhir didapat tegangan sebesar 6. 2.1 volt dan 0.BAB V PENUTUP A. Adanya perbaikan dan pengembangan dengan penelitian yang lebih besar. Pengaplikasian turbin angin dua sudu dalam hal ini sebagai penggerak mula alternator dapat digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin. Tegangan dan daya yang dihasilkan dari alternator mobil dari hasil penelitian sampel awal sebesar 5. Untuk mendapatkan output (tegangan dan daya) yang maksimal.

1987. Yuli S. Okta. Kadir. Kobe University. Download pada tanggal 10 februari 2007 http://www. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.com/ Indartono. Sobandi Sachri ): Binacipta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Krisis Energi di Indonesia. Kamus Teknik Inggris-Indonesia. Basri. Jakarta : UI Press. Fundamental of Electricity Step 2. 1995. Yon 1997. -. Yogyakarta: Andi Offset. Generator Angin (Alih Bahasa Harun dan Ir.sendaljepit. Abdul Kadir. Dasar Teknik Tenaga Listrik (Edisi Revisi). Djalinus. PT. Menuai Energi.DAFTAR PUSTAKA Hofman.php?edition=5 . 2003. Nanang. 1993. 1997. Japan. Mesin Sinkron. 1992.io. Yogyakarta: Andi Offset. Jakarta Soeparno. Bambang. 1979. Departemen pendidikan Nasional. Mesin Listrik 2. 2006.wordpress. dan Potensi Ekonomi. Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara. Tenaga Listrik. & Soepatah. Arikunto.ppi-jepang. R. Jakarta Rijono. Bandar lampung. 1999. Save M. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 1987. Download pada tanggal 10 februari 2007 http://www. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. 2005.Wartena . Jakarta: Djambatan. Jakarta.org/article. TOYOTA Sumanto. Harm. Departeman pendidikan dan kebudayaan. Abdul. Menabur Angin. 1994. Energi Angin (Alih Bahasa Harun ): Binacipta Suharsimi. Mesin-mesin Sinkron. 2001. Dagun. Graduate School of Science and Technology. Jakarta: Rineka Cipta. Energi Sumber Daya Inovasi. Yayasan Pijar Cendikiawan. Sarjoni & Syah. Jakarta : Rineka Cipta.

1000 Kincir Angin Sepanjang Jalan AnyerPanarukan. Download pada tanggal 20 februari 2007. Ada Angin Cuma – Cuma. Amerika Beralih ke Tenaga Angin.bbc.kompas.lipi.com/harian/0412/02/x_slo.kompas.suaramerdeka.com/inspirasi/index.org/wiki/Turbin_angin http://www.html .uk/indonesian/news/story/2006/02/060209_us oil. http://www.energi. 2003. Peneliti Sekolah Tinggi Teknologi Mandala. 2004. Turbin Angin sebagai Alternatif Pembangkit Listrik. 2002.org/wiki/Tenaga_angin Yuni. Download pada tanggal 12 februari 2007 http://www.id. http://www.uk/indonesian/news/story/2005/06/050618_ph ilipineswind.shtml Fisika LIPI.htm Safarudin. Suara Merdeka. Kali Ngrawan disedot Kincir Angin untuk Irigasi. Download pada tanggal 12 februari 2007 http://www.co. Download pada tanggal 16 februari 2007.go. 2005.Wikipedia Indonesia.htm Fisika LIPI. http://www.wikipedia.id.shtml Fisika LIPI.id/utama. Download pada tanggal 15 februari 2007 http://www.com/kompas-cetak/0201/19/Indonesia/index. 2004. Filiphina Buka Pembangkit Tenaga Angin Terbesar. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Minyak Mahal. Download pada tanggal 16 februari 2007. Download pada tanggal 16 februari 2007 http://www.wikipedia. Bandung.bbc. Mochamad. 2006.cgi?artikel&&6 Bambang.co.

Lampiran 1 Turbin angin dua sudu Spesifikasi : Diameter 1.Unnes Turbin angin tampak samping Turbin angin tampak depan .5 meter V = 90 km/jam Max 400 rpm Sumber : Technic Reaserch Club .FT.

Lampiran 2 Anemometer dengan 3 mangkok Anemometer Bentuk 3 mangkok penangkap angin Multimeter Alternator tampak depan Alternator tampak samping .

Lampiran 3 Teknik penglopelan Teknik penglopelan Roda Gigi .

Lampiran 4 Teknik penglopelan antara alternator dengan deferensial Teknik penglopelan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful