KELUARGA BESAR DIREKTORAT JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK MENYAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA :

Bapak dr. Farid W. Husein, Sp.B
ATAS PENGABDIAN SELAMA LIMA TAHUN MENJABAT SEBAGAI DIREKTUR JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK PERIODE 2005 – 2010

Dan Kepada

Bapak dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS
KAMI MENGUCAPKAN SELAMAT DATANG UNTUK MENGEMBAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL

salamredaksi
Susunan Redaksi
Pembina Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Penanggung Jawab Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Dr. dr. Sutoto, M.Kes Pimpinan Redaksi Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas V.A. Binus Manik, SH,MH Sekretaris Redaktur Kepala Sub Bagian Humas Imin Suryaman, S.Sos Tim Redaktur 1. Kabag. Program dan Informasi 2. Kabag. Keuangan 3. Kabag. Umum & Kepegawaian 4. Kasubag TU Dit Bina Yan Medik Dasar 5. Kasubag TU Dit Bina Yan Medik Spesialistik 6. Kasubag TU Dit Bina Yan Keperawatan 7. Kasubag TU Dit Bina Yan Kesehatan Jiwa 8. Kasubag TU Dit Bina Yan Penunjang Medik 9. Kasubag Hukum Bagian Hukormas 10. Kasubag Organisasi Bagian Hukormas 11. Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan 12. Kasubag Data dan Informasi Bagian Program dan Informasi 13. Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum dan Kepegawaian Penyunting/Editor 1. Sufermi Sofyan 2. Eti Ekawati.SH.MH 3. Ani Mindo Ch.SE 4. Auliyana Zahrawani. SKM 5. Pelita Apriany, SKM 6. Desi Syetiani, S.Sos Sekretariat 1. Drs. Ahmad Haryanto 2. Denny Sugarna 3. Benny Bremer 4. Rita Desmawati
KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK

Selamat Datang Dirjen Bina Pelayanan Medik, Akhirnya pada tanggal 5 Juli 2010 terjawab sudah penantian selama ini. Menteri Kesehatan RI melantik dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS sebagai Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. Suasana pelantikan yang khidmat, saat dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS membacakan sumpah jabatan yang dituntun Menteri Kesehatan. Dengan penuh ketegasan dan keyakinan Dirjen membacakan kata demi kata kontrak sosial kepada masyarakat terlebih dengan tuhan yang maha esa. Dalam sambutan Dirjen saat pisah sambut menyatakan jabatan ini merupakan bentuk tugas dan tanggung jawab yang lebih besar dalam menghadapi permasalahan serta meningkatkan pelayanan dunia perumahsakitan. Tantangan inilah yang kita akan hadapi bersama, dibantu dengan sumbang saran mantan Dirjen, dr. Farid W. Husain, Sp.B. Dengan arah dan landasan yang sama, kita yakin pak Dirjen akan meneruskan apa yang sudah dirintis mantan Dirjen, program yang baik untuk ditingkatkan dan disempurnakan untuk mendapatkan tangga-tangga keberhasilan pelayanan medik. Tangga-tangga keberhasilan dilihat dari program terencana yang telah diliput oleh kami, antara lain pengembangan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia, penataan organisasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, peningkatan kemampuan tenaga kehumasan, konsolidasi dalam penerapan standar dan pedoman asuhan kebidanan. Redaksi berharap kepada Pembaca Setia untuk mengisi rubrik-rubrik yang akan berguna bagi pembaca lainnya. Naskah/artikel hendaknya ditulis dalam bahasa popular, padat maksimal 4 halaman. Redaksi berhak menyunting/ memperbaiki naskah/artikel yang akan dimuat tanpa mengubah isi. Naskah yang telah dikirim sepenuhnya menjadi hak redaksi. Semoga semua informasi ini dapat bermanfaat bagi Pembaca Setia. Redaksi berharap Pembaca Setia dapat memberikan saran dan informasi yang dapat membantu meningkatkan mutu materi majalah Warta Yanmed. Terima Kasih. Alamat Redaksi Bagian Hukormas Ditjen Bina Yanmedik Depkes RI Jl. H.R. Rasuna Said Blok X5 No. 4-9 Lt. III/R. 316 Blok B Kuningan - Jakarta Selatan 12920 Telp/Fax. 021-5277734, 021-5201590 (hunting) ext 1300 & 1302 Email. humas.yanmed@yahoo.com

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXI Tahun 2010

1

Supriyantoro. Adam Malik Medan Tetap Menjadi Yang Terdepan Memberi Pelayanan Kesehatan di Ujung Barat Indonesia 12 20 Pekan ASI Sedunia Tahun 2010 Sukseskan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui 22 Konsolidasi Penerapan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan Tahun 2010 24 26 Kemenkes Dukung Pendirian RS Pelita Rakyat 12 Workshop Penerapan Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Keperawatan Di Rumah sakit Kementerian Kesehatan Dukung Sail Banda 27 13 Korban Elpiji Dapat Perawatan Gratis 22 Pengembangan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia 15 Penataan Organisasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan 17 2 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Sp.daftarisi beritautama 04 Dr. MARS sebagai DIREKTUR JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK Menkes Melantik 20 Pejabat Eselon II 06 Pusat Jantung Nasional – Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Menuju Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia 08 04 19 Dokter RSCM Membantu Pemulihan Ridho Korban Ledakan Tabung GAS liputan RSUP H.P.

Adam Malik 54 lensayanmed 54 Pisah Sambut Pejabat Di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Bersama Menteri Kesehatan 58 42 Serah Terima Jabatan Eselon II Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 3 .43 28 Peningkatan Kemampuan Tenaga Kehumasan Di Lingkungan Ditjen BinaPelayanan Medik Penempatan Tenaga Kesehatan Daerah Tertinggal. 2010 Ditjen Bina Pelayanan Medik 38 Regulasi Pemerintah vs Reformasi Rumah Sakit: Sejalankah? 40 42 Penyakit Buerger’s Disease Instalasi Radiologi RSUP H. Perbatasan dan Kepulauan Terluar Sepi Peminat 44 30 Pemanfaatan Teknologi Informasi Sebuah Tuntutan dan TantanganProfesionalisme Bagi ARSIPARIS Peningkatan Kemampuan Bendahara di Lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik 48 Penanggulangan Varises Dengan Laser 32 Pertemuan Penyusunan Pagu Sementara UPT DitJen Bina Yanmed Tahun Anggaran 2011 50 Usia Lanjut? Bermasalah Pada Kesehatan Jiwa? ragam 35 Rumah Sakit Internasional Bukan Sekedar Nama resensibuku 53 Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik 36 Penyerahan DIPA Tugas Pembantuan TA.

pembangunan bidang kesehatan guna mendukung Hal ini akan meningkatkan pelayanan kesehatan yang pencapaian sasaran prioritas nasional. dr. Supriyantoro. Tugas. Kementerian Kesehatan merupakan salah satu Dalam Peraturan Presiden RI No. MPH. MARS yang sebelumnya sebagai Direktur Kesehatan TNI-AD di lingkungan Kementerian Pertahanan mengucapkan Suasana khidmad pelantikan Dirjen Bina Pelayanan Medik sumpah jabatan di depan Menteri Kesehatan. Selain itu. jelas Menkes pengawasan dan akuntabilitas. Supriyantoro. Supriyantoro. Endang Rahayu Sedyaningsih. dengan struktur organisasi yang pelayanan publik serta pembangunan kultur birokrasi baru Kemenkes dapat lebih fokus dalam melaksanakan yang sesuai dengan dinamika tuntutan masyarakat. Untuk Negara serta Susunan Organisasi. penataan kelembagaan akan diikuti Kemenkes membawa konsekuensi logis terhadap dengan penataan SDM aparatur melalui pengisian perubahan bentuk struktur organisasi yang lebih tepat jabatan struktural.P. Kesehatan. Para Eselon I dan II di lingkungan Kementerian upaya promotif dan preventif. bermutu dan berkeadilan. W. Bergulirnya Reformasi Birokrasi dan restrukturisasi Menurut Menkes. Standar Pelayanan merata. dr. responsif. MARS sebagai DIREKTUR JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK KEMENKES – Pelantikan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik telah berlangsung hari. peningkatan kualitas Menkes berharap. efisien dan efektif untuk mendukung ketatalaksanaan yang dinamis. Farid. Tugas dan Fungsi Kementerian Reformasi Birokrasi melalui Good Governance. pemantapan sistem program-programnya.beritautama Dr. Dr. Sp. serta mengutamakan Minimal (SPM). MARS sebagai Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan menggantikan dr. Husain. PH melantik dr. organisasi Kemenkes mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik mengalami perubahan nomenklatur jabatan yaitu (good governance) sebagai langkah strategis untuk Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik berubah membangun profesionalisme aparatur negara agar lebih menjadi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat menjadi tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Sp. akan dilakukan penataan tujuan. 24 Tahun 2010 proyek pilot instansi pemerintah yang melaksanakan tentang Kedudukan. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan tegas Menkes. dan Fungsi itu Kemenkes sedang melakukan persiapan guna Eselon I Kementerian Negara. Sp. serta percepatan pencapaian sasaran 4 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 .B yang telah purna bakti.P. Anak. Sp. Menteri Kesehatan. Senin 5 Juli 2010 di Gedung Leimena Kementerian Kesehatan.P.

Supriyantoro. namun tetap dalam koridor hukum.P. Jakarta (1989) Pasca Sarjana KARS Universitas Indonesia. Yogyakarta (2010) Penghargaan Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun Satya Lencana Dwija Sista Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 5 . Dalam melaksanakan tugas mengacu pada tagline Kemenkes. Menjaga suasana kerja yang kondusif serta membangun team work yang solid. Yogyakarta (1972) Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.beritautama RIWAYAT HIDUP Millenium Development Goals (MDGs). Sp. Yogyakarta (1979) Spesialis Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 3 Anak : Islam Pendidikan Sekolah Dasar Xaverius – Pringsewu Lampung (1966) Sekolah Menengah Pertama Xaverius – Pringsewu Lampung (1969) Sekolah Menengah Atas Negeri III. Lampung/ 11 Agustus 1954 : Nikah. MARS : Brigadir Jenderal TNI : Pringsewu. Jakarta (1988) Peserta Program Pendidikan S 3 Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Diakhir pelantikan Menkes berpesan kepada pejabat baru untuk tidak ragu-ragu melaksanakan reformasi dan inovasi guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. yaitu pro rakyat. inklusif. responsif. Di samping itu juga perlu menjalin kerja sama dan bersinergi dangan stake holders terkait dalam melaksanakan program-program bidang kesehatan. efektif dan bersih. Nama Pangkat Tempat/Tanggal Lahir Status Agama : dr.

Sehingga dapat mengikuti dinamika budaya kerja aparatur yang meliputi : komitmen yang tuntutan masyarakat dalam memberikan pelayanan tinggi pada tugas. penuh tanggung jawab.beritautama Menkes Melantik 20 Pejabat Eselon II disiplin. proaktif dan responsif serta peka KEMENKES – Pada tanggal 26 Juli 2010 sebanyak 20 terhadap dinamika tuntutan masyarakat berdasarkan pejabat baru Eselon II dilantik Menteri Kesehatan dr. Mereka Kesehatan dan tetap dalam koridor hukum. serta mengembangkan Birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan rumah sakit berbasis pelayanan kesehatan kelas dunia kinerja di lingkungan Kementerian Kesehatan. 6 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . standar. kepada masyarakat agar dapat berkompetisi dengan dan promosi jabatan merupakan bagian dari Reformasi Rumah Sakit lain secara sehat. profesional. rumah sakit fungsi masing-masing. dan bertanggungjawab pada Pemerintah. transparan. bekerjakeras dalam melaksanakan tugas. Bangsa dan Negara. minta para pejabat yang baru dilantik dapat dan kinerja Kementerian Kesehatan dapat meningkat menjadi panutan dalam menerapkan nilai-nilai dasar lebih baik lagi. MPH. mampu menyusun strategi peningkatan mutu pelayanan Menkes menyatakan pelaksanaan rotasi. sistematis dalam bekerja. mutasi. sehingga hasil kerja dapat dipertanggung jawabkan dan dipertanggung gugatkan. konsisten. PH. Dr. sehingga terjalin kemitraan merupakan salah satu ujung tombak Kemenkes dalam yang sinergis lintas program dan lintas sektor dalam memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada pelaksanaan tugas serta mampu menyiapkan kader masyarakat. Pada era globalisasi ini. Rumah Sakit harus penggantinya. adil. sesuai dengan tugas pokok dan Menkes mengatakan mengatakan. “setiap pejabat dapat menjadi agen perubahan yang memiliki semangat pionir untuk melakukan inovasi guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. nilai-nilai sesuai dengan visi dan misi Kementerian Endang Rahayu Sedyaningsih. “dengan (World Class Hospital).” terdiri dari pejabat pusat dan para direksi Rumah Sakit Selain itu. diangkat dan dilantik pejabat baru. diharapkan prestasi Menkes. holders terkait. publik yang lebih bermutu. dan peraturan yang berlaku. melakukan konsolidasi dengan stake Umum Pusat (UPT) Kemenkes di daerah. Mengikrarkan diri untuk melaksanakan tugas. senantiasa berpedoman pada prosedur. antisipatif. berintegritas.

beritautama Ucapan Selamat Kepada Para Pejabat Eselon II Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 7 .

Ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/ kesehatan berkembang amat pesat yang harus diikuti oleh tenag kesehatan dalam rangka pemberian pelayanan yang berkualitas membuat semakin kompleksnya permasalahan dalam Rumah Sakit. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit mempunyai karakteristik dan organisasi yang amat kompleks. Tantangan global dibidang perumah sakitan akan semakin terasa pada era globalisasi. kemudahan komunikasi dan transportasi telah mendorong cepatnya mobilitas pasien dari satu negara ke negara lainnya. bangsa Indonesia menghadapi banyak tantangan yang tidak dapat dielakkan yaitu pada tataran nasional meneruskan pembangunan nasional dengan segala implikasinya serta pada tataran regional dan global.beritautama Pusat Jantung Nasional – Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Menuju Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia Oleh : Anwar Santoso. terutama pelayanan kesehatan oleh Rumah Sakit. ramah dan akuntabel. Pelayanan Kesehatan dan Penelitian Kardiovskuler telah lama dikembangkan. Hal ini yang mendorong pemerintah Indonesia untuk memacu peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit dan mengadakan konsep “World Class Hospital” di Indonesia atau Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia (RSIKD). Faktor lain. yaitu mahalnya biaya berobat di negara maju seperti Amerika dan Eropah mengakibatkan warga benua dan perusahaan asuransi mencari pengobatan yang berkualitas baik serta lebih murah di negara berkembang. Tantangan dan permasalahan pembangunan kesehatan akan bertambah berat dan kompleks. sejalan dengan amanat pasal 28 Ha ayat (1) UndangUndang Dasar Negara Rebuplik Indonesia tahun 1945 sudah ditegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan.000 warga Amerika yang berobat keluar negeri setiap tahunnya. Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang amat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. kemudian pasal 34 ayat (3) dinyatakan Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak dan bermutu. Pendidikan-Pelatihan. sebaliknya pemerintah berharap “medical tourism” justru akan berkembng dan menambah devisa negara. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Anna Ulfah Rahayu PENDAHULUAN : Memasuki abad ke kedua puluh satu. Dengan jam terbang selama 25 tahun sebagai pusat rujukan nasional dibidang pelayanan kesehatan Kardiovskuler tentu banyak aspek-aspek tertentu yang dimilikinya. Pemerintah tidak ingin terlalu banyak devisa negara melayang ke luar negeri. yang telah membuat kabur batas-batas antar negara. Tuntunan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan akan makin banyak dan meningkat juga ada sebagian masyarakat Indonesia yang mencari pelayanan kesehatan ke luar negeri sehingga menguras devisa Negara. Pusat Jantung Nasional – RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sudah tentu menyambut baik keinginan pemerintah tersebut. Kira-kira 500. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setip orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-traningnya. 8 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Berbagai jenis tenaga kesehatan dengan perangkat keilmuannya masing-masing berinteraksi satu sama lain. pembangunan kesehatan dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan maju kesadaran. Hal ini membawa dampak pola pelayanan yang harus lebih terbuka.

efficiency. timeliness and equity) Kemudian standar dan kriteria RSIKD terdiri dari 8 standar. termasuk kamar sendiri “single room”. Desain dan konstruksi RS yang memberikan prioritas tinggi misalnya pengendalian infeksi dan kesiapan mengahdapi masalah kedaruratan. Manajemen proses 7. Rancangkan fleksbilitas pada konstruksi bangunan untuk memudahkan adaptasi pada siklus perubahan yang cepat dan inovatif dalam ilmu kedokteran dan teknologi. Penerapan azas-azas untuk meningkatkan keselamatan pasien. Sudah cukup besar anggaran yang dikucurkan untuk mengembangkan sistem tersebut dan unutk pengembangan sumber daya manusia serta penelitian. Rencana strategik 3. misi. pasien dan keluarga pada proses perancangan. Hal tersebut mengutamakan dimensi utama pelayanan kesehatan (safety. Azas-azas ketahanan ekonomi c. Petunjuk untuk penerapan asuhan berfokus pasien (patient centered care) dengan perioritas keselamatan pasien. staf lain. Pusat Jantung Nasional merupakan satu-satunya rumah sakit yang secara legal telah menerapkan dan menjalankan sistem remunerasi dan mono loyalitas. Hal ini merupakan “ Modal Dasar” yang kuat untuk kesiapan sebagai RSIKD. Fokus pada pelanggan 4. Standar 3 : administrasi dan manajemen rumah sakit 4. desentralisasi nursing stations dan bahan bangunan yang meredam suara b. STANDAR dan KRITERIA RSIKD Standar RSIKD ini mengacu pada berbagai standar dunia yaitu : PATH (Performance Assesment Tool for Quality Improvement in Hospital). Manajemen pengukuran. patient centeredness. JCI (Joint Commision International) atau Malcom Baldrige. Hasil dan output dan b. PENGERTIAN : Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia (RSIKD) adalah rumah sakit dengan komponen struktur dan proses yang tersertifikasi lengkap memenuhi standar kelas dunia oleh lembaga yang diakui pemerintah berwenang untuk itu serta “outcome” yang memberi penekanan pada “keselamatan pasien” mutu asuhan yang tinggi serta kepuasan pasien dan staf sesuai indikator kelas dunia atau internasional. Standar 4 : program rumah sakit Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 9 . Rumah Sakit masa depan adalah rumah sakit yang didirikan atas : a. Petunjuk untuk adaptasi teknologi termasuk teknologi informasi c. agar memaksimalkan peluang meningkatkan arus kerja. KRITERIA PELAYANAN EKSELEN : Ada 7 kriteria suatu RS untuk memenuhi persyaratan “pelayanan ekselen” diperlukan adanya : 1. analisis manajemen berbasis pengetahuan 5. Azas-azas sebagai petunjuk desain RS masa depan a. Menerapkan konsep “green hospital” pada desain dan kontruksi RS. yaitu : 1. Kepimpinan 2. staff orientation dan responsive governance. Standar 1 : legalitas rumah sakit 2. d. e. keselamatan pasien dan menciptakan lingkungan yang memudahkan asuhan yang berfokus pasien. Mengikut sertakan klinisi. clinical effectiveness. Petunjuk untuk mengatasi tantangan yang terkait dengan tenaga staf (staff challenges) 2. Fokus pada tenaga kerja 6. kepuasaan pasien dan kepuasaan staf d. tujuan dan nilai rumah sakit 3. Standar 2 : adanya visi.beritautama Pengelolaan rumah sakit dalam perspektif BLU dan korporasi telah diterapkan. AZAS-AZAS : 1.

Standar 7 : program monitoring dan evaluasi rumah sakit 8. Desain RS berstandar internasional. Manajemen Pelayanan Medik Kardiovaskuler Pusat Jantung Nasional mempunyai manajemen pelayanan medik yang terstruktur selaras dengan standar pelayanan medis kardiovaskuler tingkat dunia. Standar Struktur : . Standar 6 : sarana dan prasarana rumah sakit 7.Tenaga spesialis yang komprehensif yaitu dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan berbagai bidang sub spesialis berkualitas internasional .Rencana strategik . Jepang.Manajemen proses . Karyawan mempunyai komitmen yang amat tinggi d. g. Korea dan Jerman) f. Seluruh karyawan yang secara langsung melayani pasien diberikan secara regular kursus bahasa Inggris c. tanggung jawab sosial dan aspek finansial yang baik 2.Fokus pada pelanggan . Luaran (outcome) yang dihasilkan berfokus pada pasien serta menitik beratkan pada acuan (benchmark) yang telah ditetapkan. a.Hasil (outcome) berupa : kepuasan pelangan.Kepimpinan .Adanya pusat penelitian kardivaskuler . Setiap staf medis dan paramedis diberikan kesempatan untuk mendapatkan pelatihanpelatihan di luar negeri (Australia.Fokus tenaga kerja .beritautama 5.Jumlah pasien yang dilayani tidak melampaui “Bed OccpancyRate” b. Memenuhi standar akreditasi manajemne internasional antara lain : .Manajemen pengukuran.Keseimbangan rasio perawat dengan jumlah tempat tidur yang tersedia yaitu 2 :1 . area lahan yang tidak begitu luas hanya sekitar 22. tampilan organisasi. Perlu adanya dukungan kuat pemerintah melalui terbentuknya 10 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Pelayanannya ditujukan pada kasus-kasus dengan tingkat severitas tinggi. b. Royal Children Hospital – Melbourne dll. Proses asuhan pasien dan standar prosedur yang terstandar serta clinical pathway yang selalu diperbarui sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Kardiovaskuler. Diagnosis dan terapi yang dilaksanakan melalui proses pemeriksaan dengan metode keilmuan dan peralatan medik paling mutakhir serta menjunjung tinggi aspek kenyamanan pelanggan.000 m2dengan arsitektur bangunan yang fungsional. Standar 8 : penilaian kinerja rumah sakit PUSAT JANTUNG NASIONAL MENUJU RSIKD : 1. Adanya sistem “reward and punishment” bagi seluruh karyawan e. NCVC Osaka – Jepang. Standar Proses : Guna memenuhi standard dan kepuasan pasien maka proses pelayanan yang diberikan oleh Pusat Jantung Nasional hendaknya bersifat komprehensip mulai dari pendidikan kesehatan untuk pencegahan penyakit kardiovaskular kepada pasien dan keluarganya. Manajemen Administrasi – Operasional a. Terbentuknya jejaring nasional pelayanan jantung yang berpedoman pada sistem rujukan yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan. Memiliki “jejaring internasional” yang luas dan afiliasi dengan “pusat pelayanan Kardiovaskuler tingkat dunia” seperti : Cleveland Clinics. analisis dan pengetahuan .Kelengkapan teknologi muktahir . Standar 5 : sumber daya manusia rumah sakit 6.Kelengkapan pelayanan penderita untuk mengatasi berbagai kasus penyakit kardivaskuler yang multikompleks . yang tak dapat ditangani oleh rumah sakit lainnya. Singapura.

Angka pasien berobat untuk penyakit kardiovaskular ke luar negeri turun 70 % - - - LVED. guna terwujudnya proses tersebut adalah : .Ada holding company corporation rumah sakit vertical pemerintah .Kepusan pelanggan . Cardiometabolic center.Dilaksanakannya akreditasi JCI dengan dukungan Kementerian Kesehatan untuk Pusat Jantung Nasional dan semua rumah sakit pendidikan vertical. di Auditorium RSJPD Harapan Kita Jakarta. RVED. c. NCVC Osaka . Heart Failure center.Indikator patient safety menyamai standar USA . jangka menengah dan jangka panjang .MOU kerjasama dengan Cleaveland Clinic John Hopkins International.Dibentuknya jaringan informasi teknologi Pusat Jantung Nasional dan semua rumah sakit pendidikan vertical atas biaya Kementerian Kesehatan.Pengelolaan rumah sakit sebagai korporasi yang menganut azas “good corporate govermance”.Pasien asing mencapai 30 % melalui program medical tourism . tidak birokratis. Standar Keluaran (outcome) : Keluaran yang diharapkan pada pelayanan Pusat Jantung Nasional ialah : . Karena banyak hal yang sifatnya lintas sektoral dan lintas internasional yang tentunya memerlukan biaya besar. .Tarif pelayanan setara Tahiland dan Malaysia .000 layanan pertahun. Medical Director dan CEO . ardiac rehabilitation center. • Disajikan dalam Semiloka Sistem Jejaring Pelayanan Kegawat Daruratan Kardiovaskular di Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya. Hanya ada President Director.Angka kematian dan kecacatan pasien menyamai Cleveland Clinic .000 kasus per tahun dimana CHD mencapai 30 %. Hal-hal yang perlu diperhatikan. Arithmic center. Children center. Vascular center Kamar operasi jantung dan pembuluh darah 15 bulan dengan “open heart surgery” 6. namun semuanya hanya bisa terjadi bila ada komitmen pemerintah. ECMO dijalankan dengan keberhasilan tinggi Transplantasi jantung. paru dan ginjal dijalankan Berkembangnya center – center sub spesialistik : Neuroscience center.Disusunnya rencana jangka pendek.beritautama satu kesatuan manajemen (holding company) yang terdiri dari rumah-rumah sakit tersier pendidikan milik pemerintah. satu diantaranya Hybrid Primary PCL door to ballon < 60 menit Ada jembatan penghubung dengan RSKD Ada central laundry dan cathering untuk rumah sakit vertical pemerintah yang berlokasi di DKI dan dikelolah sebagai bisnis unit Lebih fokus pada pendidikan spesialistik dan subspesilistik - PENUTUP : Diharapkan dalam waktu 5 (lima) tahun Pusat Jantung Nasional sudah mencapai kualifikasi World Class Cardiovasculer Center yang terkemuka di wilayah Asia Pasific. Woman center. Ada 10 laboratorium katerisasi dengan aktifitas 15. GUCH center. 22 Juli 2010 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 11 .

Selain itu saya juga turut mengucapkan selamat dan sukses atas pengembangan pelayanan Instalasi Patologi Anatomi. termasuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit yang menjadi prioritas utama.” tegas Sesditjen. RSUP H. Adam Malik Medan Tetap Menjadi Yang Terdepan Memberi Pelayanan Kesehatan di Ujung Barat Indonesia MEDAN – Masalah kesehatan yang kita hadapi saat ini salah boleh semakin satu bertambah yang adalah kompleks. Kurangi risiko (Reduce risk care Sekretaris Ditjen Bina Yanmed. Adam Malik dapat sebagai filter agar pasien–pasien tidak keluar berobat ke negara tetangga tentunya ini akan merugikan kita. Adam Malik. salah pasien dan salah tindakan pembedahan yang tidak sesuai dengan prosedur (Eliminate wrong site. dr. Hal yang sangat penting dalam pemanfaatan teknologi kesehatan yaitu memperhatikan aspek keselamatan pasien (patient safety). Hindari salah tempat. Untuk itu. Sebagai Rumah Sakit Umum Pusat yang berada di ujung Barat dari Indonesia. M. antara lain Identifikasi dengan cermat seluruh pasien (Identify Patient Correctly). agar memberikan kontribusi kepada masyarakat luas dan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat di Indonesia. dr.liputan RSUP H.Kes Kurangi kerugian pada pasien yang diakibatkan oleh kesalahan petugas medis dan perawatan (Reduce the risk of patient harm resulting from false). Dr. Untuk mengatasi permasalahan diperlukan juga aspek tidak aspek dilupakan pengembangan pelayanan. Sutoto. Dr. 12 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Tingkatkan keamanan pasien dengan sedini mungkin mengenali tanda-tanda untuk keberhasilan atau kegagalan dalam pengobatan (Improve the Safety of High Alert Medications). Adam Malik sesuai dengan fungsinya sebagai RS Pendidikan. wrong procedure surgery). salah satu prakondisi yang harus dipenuhi adalah meningkatnya mutu pelayanan kesehatan.Kes saat memperingati HUT RSUP H. Untuk itu perlu dibenahi dalam mencapai Patient Safety Goals. Adam Malik ke 17 pada 21 Juli 2010. Tingkatkan komunikasi yang efektif kepada pasien (Improve Effective Communication). Hal inilah yang disampaikan Sekretaris Ditjen Bina Yanmed. Setiap Rumah Sakit harus memiliki langkah-langkah yang inovatif serta dukungan dari berbagai pihak dengan memanfaatkan segala sumber daya secara optimal dan berkesinambungan tanpa akhir (Never Ending Proccess). dihimbau kepada semua pihak terutama Sumber Daya Manusia di rumah sakit untuk bersama-sama meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan etika dan standar profesi masing-masing. M. Sesditjen mengajak kepada seluruh unsur pemberi pelayanan di rumah sakit ini untuk saling bekerja sama dan bahu membahu dalam memberikan pelayanan yang terbaik pada seluruh lapisan masyarakat. khususnya di bidang kesehatan telah mendorong Foto bersama jajaran kesehatan dengan Gubernur Sumatera Utara kita sebagai tenaga kesehatan untuk terus-menerus meningkatkan kualitas pelayanan kita agar sesuai dengan perkembangan ilmu teknologi kedokteran. diharapkan RSUP H. Sutoto. Acara peringatan HUT RSUP H. dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. ”masyarakat semakin kritis dan mulai cenderung menuntut pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. IMIN SURYAMAN infeksi the health nosokomial of associated infections). wrong patient. Selalu berada di garis terdepan dalam memberikan pelayanannya kepada seluruh lapisan masyarakat. lebih baik dan lebih ramah.

Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan RS. bermutu. ujicoba dan evaluasi pedoman di Direktur Jenderal Pelayanan Medik sedang memberikan sambutan. prefentif. SKp. M. dan efektif sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku. Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna (promotif. Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. kuratif. pedoman ini telah melalui berbagai proses yaitu penyusunan draft pedoman.Kes) pada acara pembukaan Workshop di Bandung pada tanggal 26 Juli 2010.liputan Workshop Penerapan Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Keperawatan Di Rumah sakit BANDUNg – Penyelenggaraan Workshop Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit bertujuan untuk memperoleh masukan dan penyatuan persepsi tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit serta penerapan pedoman tersebut pada seluruh rumah sakit di Indonesia. Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik menyampaikan dalam pembukaan Workshop Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Keperawatan di 2. Rumah Sakit diwajibkan memberi pelayanan kesehatan yang aman. dan rehabilitatif) yang menyediakan pelayanan rawat inap. lima rumah sakit dan hasil ujicoba menjadi masukan dalam penyempurnaan pedoman. manajemen dan administrasi pelayanan keperawatan masih belum berorientasi pada mutu pelayanan serta belum kuatnya peran bidang dan komite keperawatan Sebelumnya. belum memiliki rencana strategis bidang keperawatan. perkembangan IPTEK di bidang kesehatan dan UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Pedoman penyelenggaraan pelayanan keperawatan di rumah sakit sangat diperlukan karena: 1. demikianlah laporan Direktur Bina Pelayanan Keperawatan (Suhartati. Dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit yang memiliki peran yang amat penting adalah pelayanan keperawatan untuk mencapai tujuan pembangunan bidang kesehatan. 3. rawat jalan dan gawat darurat. Pelayanan keperawatan RS merupakan bagian penting yang menentukan kualitas pelayanan kesehatan RS Hasil bimbingan teknis dan monitoring-evaluasi tentang implementasi Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional (SP2KP) di 22 propinsi diperoleh gambaran bahwa penyelenggaraan pelayanan keperawatan RS masih sangat bervariasi. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 13 .

MARS).P. Melalui Workshop ini. Sp. tekanan perkembangan Sistem Pemberian Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat. diakhir sambutannya Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik mengharapkan dengan adanya pedoman ini. Perubahan tersebut dimulai dari pendidikan keperawatan dan peran serta organisasi keperawatan guna mencapai pelayanan keperawatan yang baik dan benar. standart dan pedoman. DR. Rumah Sakit bahwa Keperawatan sebagai profesi dan tenaga profesional bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan keperawatan sesuai kompetensi dan kewenangan yang dimiliki secara mandiri maupun bekerjasama dengan anggota tim kesehatan lain. Supriyanto. Hal ini dapat dinyatakan dengan ditanda tanganinya Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Nursing Services Busan di Philipina pada tahun 2006. Pelayanan keperawatan di Indonesia telah mendapatkan kesejajaran mutu dalam pelayanan keperawatan dengan negaranegara ASEAN lainnya.liputan Foto bersama peserta dengan Direktur Bina Pelayanan Medik (Dr. Prof. Ma’arifin Husein menyampaikan dengan judul ”Perkembangan Profesi Keperawatan Terkini dan Tantangannya bagi Pelayanan Kesehatan di RS” bahwa telah terjadi pergeseran mendasar dari keperawatan dari perawat vokasional menjadi profesional dikarenakan tekanan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan. merupakan kunci untuk lebih meningkatkan pelayanan keperawatan di Rumah Sakit . Di era pasar bebas dan liberalisasi. PElITA 14 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . tekanan tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan-asuhan keperawatan yang bermutu dan terjangkau. profesionalisme merupakan suatau instrumen yang unggul untuk memenangkan kompetensi. untuk itu tenaga keperawatan harus lebih kompeten dan memiliki daya saing yang tinggi secara regional maupun global. dengan demikian maka pelayanan keperawatan yang bermutu perlu didukung dengan tersedianya kebijakan. Keperawatan di Indonesia dalam memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat harus berubah karena merupakan tanggungjawab moral memberi pelayanan asuhan yang baik dan benar.

Sutoto. telah ditetapkan Pertemuan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. dr. berapa besar devisa negara yang ikut terbelanjakan ke luar negeri. Sesditjen. Dr. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 15 . M. Pertemuan Pengembangan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia (RSIKD) dilaksanakan pada 19 – 21 Juli 2010. Thailand. Bapak Presiden RI secara khusus telah meminta kepada Menteri Kesehatan. Memperhatikan hal ini. Sutoto. terutama rumah sakit yang menyandang nama ‘Internasional’. Direktur RS Vertikal dan para pakar perumahsakitan . Cina) hanya untuk berobat atau memelihara kesehatan dirinya. Dr.liputan Pengembangan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia BOgOR – Pelayanan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia saat ini sedang mendapatkan perhatian besar baik dari pemerintah maupun masyarakat luas. dr.P MARS.Kes. Upaya pencapaian tujuan tersebut.PH agar Kementerian Kesehatan segera mengupayakan dan memfasilitasi percepatan terwujudnya “WORLD CLASS HOSPITAL” di Indonesia. Berawal dari keprihatinan Bapak Presiden Republik Indonesia terhadap banyaknya pasien-pasien dari negara Indonesia yang pergi ke luar negeri (Singapura.Kes menyampaikan tujuan pertemuan ini guna meningkatkan kualitas dan kinerja pelayanan di Rumah Sakit Pendidikan agar setara dengan kualitas pelayanan Rumah Sakit Berkelas Dunia. Sp. Supriyantoro. M. di Bogor Jawa Barat. maka Kementerian Kesehatan RI merespon tuntutan masyarakat dengan menggulirkan kebijakan mengenai Peraturan Menteri Kesehatan dan Rancangan Pedoman Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia sebagai Petunjuk Teknisnya. ‘Global’ atau yang sejenis. Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. Selain itu meningkatnya tuntutan masyarakat akhirakhir ini terhadap pelayanan rumah sakit. MPH. Pertemuan ini mensinergikan pendapat-pendapat dari pakar perumahsakitan agar dijadikan Rancangan Pedoman Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia. Australia. dr. Sebagai bentuk ungkapan keprihatinan ini. dr. Malaysia. Dr. Sedyaningsih. Endang R.

ikan. Teknik pengolahan makanan dianjurkan dengan cara mengukus. 5. Perbanyak minum air putih (kurang lebih 8 gelas sehari) 9. Pengembangan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia. Pertemuan ini dijadikan forum untuk pengkayaan substansi Peraturan Menteri Kesehatan dan Pedoman Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia sebagai Petunjuk Teknis untuk Penetapan.03. protein. khususnya untuk mendapatkan kesepakatan antara POKJA World Class Hospital dengan POKJA penyempurnaan Akreditasi Rumah Sakit dalam penyusunan pedoman RSIKD dan instrumen akreditasi dengan standar internasional. ikan laut. vitamin. Bahan makanannya pun dipilih sealami mungkin. MARS menyatakan apresiasi yang sangat besar kepada seluruh Tim Kelompok Kerja agar segera terwujud suatu Pedoman Rumah Sakit Kelas Dunia di Indonesia. limpa. 7. daging tanpa lemak. Terbentuk berdasarkan SK Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Nomor HK. Mengkonsumsi buah. dr. sayur selain tinggi serat. 10.” tegas Dirjen. Anjuran pola makan sehat : 1. menumis dan memanggang.liputan Tim Pembina RSIKD yang akan bertugas melakukan pemantauan pelaksanaan Pengembangan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia sekaligus dengan instrumen pembinaan dan penilaiannya. Tim Pembina RSIKD terdiri dari para pakar perumahsakitan. ayam yang dibuang kulitnya. Supriyantoro. hati dan makanan yang dimasak dengan santan kental. Sp. merebus.P. konsumsi buah. sayur. Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. AUlIANA/DESI Pola Makan Sehat Untuk Dewasa P ola makan yang sehat ialah makan makananaik yang mengandung semua unsur gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh baik karbohidrat. 8. (DARI BERBAgAI SUMBER) 16 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Sehingga pedoman ini dapat dijadikan rujukan oleh Rumah Sakit dalam mengembangkan dirinya menuju Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia yang dapat dipertanggungjawabkan baik nasional maupun Internasional. 4. sayuran hijau. vitamin dan mineral. akademisi dan klinisi yang mempunyai perhatian besar di bidang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. kuning telur. Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. 2. Pemantauan dan Pembinaan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia. sayur. Mengkonsumsi makanan yang rendah lemak dan rendah kolesterol misalnya susu kedelai.05/ III/2459/08 tentang Kelompok Kerja Pengembangan World Class Hospital di Indonesia. mineral yang merupakan sumber antioksidan Mengkosumsi makanan yang kaya kalsium seperti yogurt. usus. lemak. 6. kafein yang tinggi dan minuman bersoda. paru. susu dan kacang-kacangan Hindari bahan makanan yang mengandung pengawet dan bumbu penyedap rasa secara berlebihan Kurangi garam dan gula secara berlebihan Mengkonsumsi makanan berserat seperti gandum. buah dan kacang-kacangan.”. Hindari minuman yang berakohol. 3.

MH sedang menyampaikan laporan ketua panitia. V. Usulan final penambahan struktur organisasi dan tata kerja Kementerian Kesehatan tinggal menunggu persetujuan tertulis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sosialisasi struktur organisasi dan tata kerja Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan sekaligus sinkronisasi program antara Rencana Strategis Kementerian Kesehatan dengan pelaksanaan program sesuai dengan struktur organisasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan adalah merupakan tujuan terlaksananya Kepala Bagian Hukum.liputan Penataan Organisasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan BANDUNg – Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang kedudukan. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan inventarisasi dan pemetaan program dan kegiatan sesuai tupoksi untuk mengetahui tugas yang telah dan belum dilakukan sehingga mengurangi tumpang tindih tugas serta memperjelas koordinasi dengan unit kerja lainnya. Untuk menyambut perubahan organisasi Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik menjadi Direktorat Bina Upaya Kesehatan telah dilakukan pertemuan dalam rangka Penataan Organsasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan di Bandung pada tanggal 1 – 2 Juli 2010. MH saat pembukaan acara Pertemuan Penataan Organisasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan di Bandung. Sp. tugas dan fungsi eselon I Kementerian Negara. tersebut. SH. Dr. Binus Manik. SH. Di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik yang didalam Perpres 24 tahun 2010 menjadi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan telah dilakukan penyesuaian tugas pokok dan fungsi dengan menyatukan semua komponen Upaya Kesehatan Perorangan baik konvensional maupun non konvesional dari Upaya Kesehatan Dasar hingga Rujukan termasuk fungsi penunjang baik medik maupun sarana dan prasarana. Organisasi dan kegiatan pertemuan Humas. maka telah dilakukan penataan organisasi di tingkat Kementerian Kesehatan. tugas dan fungsi Kementerian Kesehatan Negara serta susunan organisasi. Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa.Kj yang mewakili Direktur Bina Pelayanan Medik saat membuka acara Pertemuan Penataan Organisasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan di Bandung menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dan unit utama telah berproses dalam penyusunan perubahan organisasi dan tata kerja dari Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik menjadi Direktorat Bina Upaya Kesehatan yang menjadikan beban kerja dan tupoksi Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 17 .A. Binus Manik. demikian laporan Kepala Bagian Hukum Organisasi dan Humas. Irwansyah. V.A.

Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan 4. Beliau berharap dengan terlaksananya kegiatan pertemuan ini dapat memberikan pemahaman dan pandangan terhadap tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. dihadiri narasumber dari Biro Hukum dan Organisasi yang mensosialisasikan Rancangan Akhir Struktur Organisasi Kementerian Kesehatan secara lengkap dan Biro Perencanaan dan Anggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI yang mensosialisasikan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan. Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan terdiri dari: 1. Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Pelaksanaan Pertemuan Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa sedang memberikan sambutan pembukaan. PElITA Penataan Organisasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan 18 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik 5.liputan Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Sekretariat Direktorat Jenderal Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknesian Medik Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan Direktorat Bina Kesehatan Jiwa semakin besar sementara besaran organisasi tidak boleh bertambah. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan 6. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar 3. Sekretariat Direktorat Jenderal 2.

“Tapi kami akan mengupayakan wajahnya dikembalikan seperti semula agar tidak ada beban psikis. Jawa Timur telah mendapatkan perawatan Unit Pelayanan Khusus Luka Bakar Prof Dr Munadjat Wiratmadja Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).” satu bulan sekali agar memantaunya bisa mudah. selama perawatan Ridho diwajibkan kontrol minimal Menkes menjenguk Ridho. Menkes menyampaikan seluruh tubuh Ridho Dokter Aditya Wardhana yang menangani Ridho mengatakan dokter akan memulihkan kondisi Ridho dengan metode sillicon gel. karena akan ditanggung Pemerintah dan Pertamina. Proses pemulihan ini akan memakan waktu sekitar enam bulan. bisa lewat operasi atau tidak.liputan Dokter RSCM Membantu Pemulihan Ridho Korban Ledakan Tabung GAS JAKARTA – Ridho Januar (4 tahun) korban ledakan tabung gas di Bojonegoro. mulai dari wajah hingga kakinya. Jakarta. akan lihat kondisi Ridho nanti.” Menkes menegaskan bahwa biaya perawatan Ridho dan korban tabung gas lainnya akan digratiskan. Menteri Kesehatan didampingi Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik segera menjenguk Ridho pada Selasa tanggal 20Juli 2010. ETI/DSY Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 19 . tetapi tergantung situasi. korban ledakan tabung gas (kanan) di RSCM Jakarta Pemulihan secara teknis terus dilakukan dokter RSCM dipenuhi luka bakar. seadainya dimungkinkan operasi plastik. kemungkinan akan dilakukan. Dokter RSCM akan melakukan pemulihan secara teknis. “Kemungkinan operasi plastik. Kalau sudah besar kan dia bisa malu seandainya bertemu teman-temannya. Tujuannya untuk memulihkan luka bakar supaya kembali pulih dan normal.

liputan Pekan ASI Sedunia Tahun 2010

Sukseskan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui
JAKARTA – Dewasa ini pemberian ASI ekslusif di Indonesia, masih harus terus ditingkatkan. Berdasarkan data Susenas Tahun 2004 - 2008, cakupan pemberian ASI eksklusif pada seluruh bayi di bawah 6 bulan meningkat dari 58,9% tahun 2004 menjadi 62,2% tahun 2007, tetapi kemudian menetap dan sedikit menurun menjadi 56,2% tahun 2008. Menurunnya angka pemberian ASI eksklusif membawa kepedulian bersama untuk menyelenggarakan pekan ASI Sedunia yang akan dilaksanakan setiap minggu pertama bulan Agustus. Hadir dalam Perayaan Puncak Acara Pekan ASI Sedunia Ibu Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono, Menko Kesra, Menteri Dalam Negeri, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Sosial, Gubernur DKI Jakarta, dan beberapa pejabat tinggi lainnya. Penyelenggaraan Pekan ASI Sedunia dimaksudkan agar setiap Negara, secara terus menerus bersamasama melaksanakan upaya-upaya yang nyata untuk membantu ibu agar berhasil menyusui. Dengan mengangkat tema “Menyusui : Sepuluh Langkah Menuju Sayang Bayi” dan slogan Sayang Bayi, Beri ASI, adalah suatu komitmen nyata dari fasilitas kesehatan untuk mendukung keberhasilan menyusui, melalui pemberian perlindungan dan memberikan informasi serta dukungan kepada ibu agar dapat menyusui bayinya secara eksklusif “Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih harus terus ditingkatkan. Kegiatan-kegiatan yang selama ini telah dirintis akan terus ditingkatkan, yaitu 1) meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memberikan Air Susu Ibu kepada bayinya, 2) meningkatkan jumlah motivator dan konselor menyusui,

20

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010

liputan
serta 3) mengembangkan regulasi untuk mendukung keberhasilan menyusui,” inilah yang disampaikan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH pada hari Minggu 8 Agustus 2010. Melalui Ibu Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden berpesan mendukung penuh peringatan pekan ASI Sedunia, karena kegiatan ini terkait dengan masa depan generasi bangsa dan negara. Menkes mengamanatkan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia, baik Pemerintah maupun Swasta diminta menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui, antara lain : 1. Menetapkan Kebijakan Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas. 2. Melakukan pelatihan bagi petugas untuk menerapkan kebijakan tersebut. 3. Memberikan penjelasan kepada ibu hamil tentang manfaat menyusui dan talaksananya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir, sampai umur 2 tahun. 4. Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 60 menit setelah melahirkan di ruang bersalin. 5. Membantu ibu untuk memahami cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis. kempeng kepada bayi yang diberi ASI. 10. Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI di masyarakat dan merujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit/Rumah Bersalin/Sarana Pelayanan Kesehatan. Menkes berharap, dengan diterapkannya pelaksanaan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui tersebut ada peningkatan jumlah bayi usia 0 sampai 6 bulan yang disusui secara eksklusif di Indonesia, yang pada gilirannya akan mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Pada kesempatan tersebut Menkes, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono yang telah memberikan dukungan dan komitmen yang besar pada upaya peningkatan menyusui di Indonesia.DSY

Menteri Kesehatan menyampaikan pemerintah berusaha terus menerus meningkatkan cakupan ibu yang menyusui secara eksklusif

6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir. 7. Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari. 8. Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui 9. Tidak memberikan dot atau

Ibu Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono meminta untuk terus dilakukan pemantauan pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010

21

liputan

Konsolidasi Penerapan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan Tahun 2010
Kementerian Kesehatan mempunyai Visi yang tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan ”Masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan” dengan 4 Misinya, antara lain : 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat termasuk swasta dan masyarakat madani. 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan. 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan. 4. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Pencapaian pembangunan kesehatan pada tahun 2009 berdasarkan hasil SDKI 2007, adalah : 1. Meningkatnya umur harapan hidup (UHH) dari 68.6 tahun menjadi 70.5 tahun. 2. Menurunnya angka kematian bayi ( AKB ) dari 35 menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup. 3. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan ( AKI ) dari 307 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup . 4. Menurunnya prevalensi gizi kurang pada Balita dari 25.8 % menjadi 21,9%. Upaya dalam mencapai sasaran pembangunan kesehatan terutama AKI dan AKB sudah banyak dilakukan antara lain, Program Safe Motherhood yang berfokus pada Persalinan oleh tenaga kesehatan, Penanggulangan Komplikasi, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran. Dalam pelaksanaan Safe Motherhood di fokuskan pada penurunan AKI dan AKB dengan strategi Making Pregnancy Saver ( MPS ) antara lain : 1. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan Ibu dan Anak di tingkat Dasar dan Rujukan. 2. Membangun kemitraan yang efektif. 3. Mendorong pemberdayaan perempuan keluarga dan masyarakat. 4. Meningkatkan Sistem surveilans, Monitoring dan informasi KIA dan Pembiayaan. Upaya penurunan AKI dan AKB dengan Program MPS dilakukan melalui pelayanan Obstetri dan Neonatal Essensial, Pelayanan persalinan yang berkualitas dan Deteksi dini kasus risiko tinggi. Penanganan kegawatdaruratan dan komplikasi, antara lain : • Pertolongan Pertama ke Gawat Daruratan Obstetri Neonatal (PPGDON) di tingkat Polindes, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di tingkat Puskesmas dan Pelayanan Obstetri Emergensi Komprehensif (PONEK) di tingkat Rumah Sakit. Menyediakan minimal 4 Puskesmas PONED di

Pembukaan acara (kiri ke kanan) Kandinkes Propinsi Kepulauan Riau dr.Achmad Budi Anto,MM ., Sesditjen Bina Yanmedik DR. dr. Sutoto, M.Kes, Direktur Bina Pelayanan Keperawatan Suhartati,S.Kp.M.Kes, Kasubdit Bina Yan Keperawatan Kebidanan Dra. Nurjasmi, M.Kes

22

Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010

Direktur Bina timbal balik. melalui Direktorat remaja. dilakukan secara pelayanan kebidanan sesuai penurunan AKI dan AKB dalam mandiri.Kes. dilakukan Direktorat Jenderal Bina pelayanan kesehatan reproduksi. tatanan pelayanan sesuai dengan menyediakan 1 Pelayanan Pembukaan acara (kiri ke sistem pelayanan kesehatan yang PONEK 24 jam di Rumah Sakit kanan) Kandinkes Propinsi ada.melalui pendidikan kesehatan dan masing. psimonopause pada asuhan kebidanan . memberikan pelayanan yang merencanakan untuk berkesinambungan dan paripurna. mengaplikasikannya berfokus pada aspek pencegahan di daerah masing. balita sehat. Pelayan kebidanan yang dan Konprehensif (PONED & Kp. mulai dari tingkat primer. konsultasi dengan kebutuhan seluruh tatanan mendukung program MDGs yang dan rujukan yang mencakup pelayanan kesehatan. Sutoto. Kepulauan Riau dr. bayi baru lahir. M. terdistribusi secara dimana kasus rujukan diharapkan Pelayanan kebidanan adalah merata.Kes. kolaborasi. serta dimanfaatkan secara dapat di atasi dengan cepat dan bagian integral dari sistem berhasil guna dan berdaya guna. Standar dan pertolongan persalinan normal Pedoman Asuhan dengan berlandaskan kemitraan Kebidanan telah dan pemberdayaan perempuan. promosi kesehatan. yang memadai. rujukan Obstetri & Neonatal Dasar Pelayanan Keperawatan Suhartati.hamil. Bina Pelayanan Keperawatan adalah nifas. bersalin.. Kasubdit Bina Yan bermutu memerlukan ketersediaan PONEK) Rumah Sakit dan Puskesmas Keperawatan Kebidanan Dra. pelayanan kesehatan yang diberikan sehingga dapat diselenggarakan Salah satu upaya Akselerasi oleh bidan. dr.Kes. tepat. M. Supervisor / Koordinator Rumah Bidan sebagai Sakit Vertikal Dirjen Bina Pelayanan salah satu tenaga Medik dan Bidan Koordinator kesehatan yang Dinas Kesehatan Propinsi. dan tersier yang tersusun Anto. menjadikannya penurunan AKI dan Foto bersama Sesditjen Bina Yanmedik 23 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . pra nikah. menyusun standar dan pedoman pelayanan KB. Sesditjen Bina Yanmedik dalam suatu mekanisme rujukan Melalui Pengelolaan pelayanan Dr.MM.M.S. Achmad Budi sekunder. konseling. Para peserta rapat konsolidasi penerapan standard an pedoman asuhan Rumah Sakit yang Pelayanan kebidanan kebidanan tahun2010 menyelenggarakan dilaksanakan pada berbagai jenjang setiap Kabupaten/Kota dan PONEK di 16 Propinsi. Kabupaten/Kota. untuk memiliki posisi mendengarkan pemaparan penting dan pengalaman dari Propinsi yang strategis dalam sudah menerapkan. bidan dalam jumlah dan kualitas diharapkan bisa menjadi lembaga Nurjasmi. Pada tanggal kasus normal dan 23 Agustus 2010 di Batam diadakan kegawatdaruratan Rapat Konsolidasi Penerapan maternal dan Standar dan Pedoman Asuhan neonatal di semua Kebidanan yang dihadiri oleh Bidan fasilitas kesehatan.liputan sebagai pelajaran dan AKB. SUFERMI SOFYAN Pelayanan Medik. di ujicoba dan serta melakukan deteksi dini pada diterapkan di kasus – kasus rujukan.

masih ada masyarakat yang belum terlayani oleh Puskesmas apalagi rumah sakit. Inspektur Jenderal. Karena itu. Menurut Dirjen Bina Yanmed. setara dengan kelas 3 RS Pemerintah/peserta Jamkesmas. Penduduk yang tidak mampu atau miskin harus mempunyai kesempatan yang sama dengan penduduk yang mampu dalam mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pelayanan rumah sakit Pelita Rakyat didesign tidak ada perbedaan kelas.Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran. Kemenkes menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas upaya yang dilakukan kader-kader PDI Perjuangan yang dimotori dr. Pembangunan rumah sakit ini masih dalam proses. Akses terhadap pelayanan kesehatan tidak boleh membeda-bedakan masyarakat atas tingkat sosial ekonominya. Ketua Komisi IX DPR-RI mendirikan rumah sakit Pelita Rakyat. Staf Ahli Menkes Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat. Sp. Karena itu. apalagi rumah sakit akan bertambah jumlahnya sehingga meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia. Hadir dalam acara tersebut. MARS pada acara pendirian Rumah Sakit Pelita Rakyat di Jl. Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat. merupakan inisiasi yang perlu dicontoh oleh kelompok masyarakat lainnya. Chalik Masulili. drg. Staf Ahli Menkes Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. dr. Ribka Tjiptaning mendirikan rumah sakit yang ditujukan kepada orang-orang tidak mampu dan masyarakat lapisan bawah. pengelola rumah sakit tentunya sudah memikirkan hal ini sehingga rumah sakit tetap berdiri dan dapat beroperasi secara berkesinambungan. Namun karena terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah.. Konsekuensi rumah sakit yang tarifnya rendah (billing cost = biayanya dibawah yang seharusnya) pasti memerlukan subsidi. Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo. demikian sambutan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik.Sc. dr. Supriyantoro. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setingginya.liputan Kemenkes Dukung Pendirian RS Pelita Rakyat BANTEN .P. karenanya perlu ditindaklanjuti dengan pemenuhan prosedur dan persyaratan sampai rumah sakit dapat beroperasi. Budihardja Singgih. Naydial Roesdal. Peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah sakit oleh Dirjen Bina Pelayanan Medik 24 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . M. Ribka Tjiptaning. Krishnajaya. Harapan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik bahwa fasilitas kesehatan berupa klinik. MPH. dr. pada dasarnya pemerintah menginginkan semua orang dapat menjangkau pelayanan kesehatan bahkan dengan pelayanan prima. dr. karena secara langsung membantu pemerintah dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi warganya sebagai bagian dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. beberapa anggota Komisi IX DPR-RI. “Inisiasi dari fraksi PDI Perjuangan yang dimotori dr. Anyer. Rumah Sakit Pelita Rakyat pasti didukung Pemda dengan mengalokasikan anggarannya. Serang Banten tanggal 7 Agustus 2010.

Buat anda yang pekerja kantoran. Bahkan sebagian besar RSUD juga sudah komersial dengan adanya kelas-kelas perawatan. Meningkatkan gairah seks pemakainya. Namun. S 3. 2. kemudian beralih menjadi komersial. maka dalam meningkatkan kelas RSUD uang rakyat jangan dikorbankan. Langkah pertama lebih baik dari pada seribu langkah berikutnya karena langkah pertama itu menentukan tujuan. Rentan mengalami patah tulang kaki Dapat menyebabkan peradangan pada jantung kaki Bengkak pada ibu jari kaki yang bisa menimbulkan peradangan Nyeri lutut Nyeri punggung Berisiko menyebabkan patah pada tungkai kaki akibat terjatuh dari high heel yang super tinggi . anda harus lebih berhati-hati atas dampak yang ditimbulkan bila anda keseringan menggunakan sepatu high heels. 6. DENNY Penggagas dan pendiri RS Pelita Rakyat dr. Pasien miskin atau pemegang kartu Jamkesmas/ Jamkesda/SKTM selalu menempati kelas 3. Sering terjadi diskriminasi layanan di rumah sakit karena sistem kelas yang membedakan status ekonomi pasien. Berikut dampak positif dan negatif saat anda menganakan sepatu high heels: Dampak positif: 1. perempuan yang mengenakan high heels dengan tinggi tumit sekitar 1-2 inchi lebih menyenangkan saat diranjang dibandingkan dengan mereka yang suka mengenakan flat shoes. 7. Ketua Komisi IX DPR. Sepatu wanita bertumit tinggi ini membuat bentuk kaki terlihat lebih elegan dan seksi.Bagi wanita. menjelaskan bahwa rumah sakit tanpa kelas memang sangat dibutuhkan di Indonesia.liputan SKTM. 5. sebaiknya Pemda membuat rumah sakit swasta. sepatu ada dua jenis yang sering kita kenakan. Dapat Memperbaiki otot panggul Dampak buruk : 1. (BERBAgAI SUMBER) Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 25 . Menunjang penampilan busana Anda. menyatakan masuknya neoliberalisme di bidang kesehatan. Indonesia masih membutuhkan sekitar 300 rumah sakit. kaya dan miskin. Tak lengkap rasanya bila pakaian yang kita kenakan tidak matching dengan sepatu yang kita pakai. Menutupi kekurangan Anda terutama dalam hal tinggi badan. Menurut tim peneliti dari Italia. Dari semangat itulah dibangun rumah sakit tanpa kelas. 3. 5. Sepatu high heels dan sepatu flat. 4. 4. bahkan pemegang kartu Jamkesmas/Jamkesda maupun Resiko Memakai Sepatu High Heels epatu wanita memang kini menajdi pelengkap kita dalam berbusana. Awalnya rumah sakit ini adalah klinik pelayanan kesehatan tetapi jalannya agak tersendat-sendat. karena RSUD dibiayai oleh APBN dan APBD. Ribka Tjiptaning. 2. tegasnya. namun telah bergeser sepenuhnya kepada profit oriented atau mengejar keuntungan saja”. menyebabkan rumah sakit yang tadinya berorientasi sosial. Dapat menghilangkan tonjolantonjolan urat lutut yang tampak menjengkelkan. pastinya sangat membutuhkan sepatu high heels setiap harinya. 6. Di daerah ini tidak ada rumah sakit sehingga perlu membangun sebuah Rumah Sakit supaya masyarakat disini jika berobat tidak usah jauh-jauh ke Cilegon. “Rumah sakit swasta pun seharusnya mempunyai peran sosial. Mampu mengatasi beberapa masalah yang berkaitan dengan postur tubuh. Bila berorientasi kepada profit. yang layanannya pun terbilang seadanya. mengingat masih banyaknya pasien yang ditolak berobat di rumah sakit karena alasan biaya.

Selain Kapal KRI Suharso sebagai tempat pelayanan kesehatan. Buru Selatan. MPH. dan sunatan massal. 200 obat TBC. Kapal ini membawa alat transportasi. Kemenkes juga memberikan bantuan 10 ton makanan pendampingan air susu ibu (MP-ASI). pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Tanggal 4 Juli 2010 Menteri Kesehatan dr. AHMAD HARYANTO 26 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . pulau terluar Kabupaten Maluku Barat Daya. 5 unit minor surgery. dan 40 buah sound timer. pemberdayaan masyarakat (Desa Siaga). Seram Barat. 3 unit Puskesmas Keliling (Pusling) Roda 4 untuk Maluku Utara. terluar dan terpencil mencakup 10 lokasi di 5 Kabupaten/Kota. Aru. 2 tim unit defibrillator. Endang Rahayu Sedyaningsih. 1 unit Pusling Roda 4 untuk Maluku. 2 emergency set tim. Pelayanan kesehatan spesialistik/operasi seperti operasi katarak. Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya akan dilaksanakan dengan tim mobile bantuan Pemda dan Bantuan Sosial Kemenkes Program Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) tahun 2010. Dukungan Kemenkes dalam kegiatan baksos Sail Banda berupa 1 unit ambulans transportasi. PH melepas keberangkatan Kapal KRI Suharso di Kolinlamil Tanjung Priok. dan lain-lain. didukung pula oleh Angkatan Laut Amerika. peralatan kesehatan dan obat-obatan yang akan digunakan dalam bakti sosial kesehatan disamping bahan kontak baksos lainnya. Baksos kesehatan Surya Baskara Jaya merupakan kerjasama TNI-AL dengan Kemenkes dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi penduduk di pulaupulau kecil. Provinsi Maluku. kegiatan survey vector dan penyuluhan pengendalian penyakit menular dan penyehatan lingkungan. perbatasan dan kepulauan (DTPK) di wilayah Maluku yaitu Maluku Tenggara Barat. rehabilitasi sarana umum. 200 buah kelambu. kesehatan gizi antara lain pelayanan kesehatan gizi bayi. dan bantuan sosial. simulasi kegawat daruratan. 1. Selain itu. Seram Bagian Barat.900 kg obat pelayanan dasar. balita dan ibu hamil.liputan Kementerian Kesehatan Dukung Sail Banda AMBON – Kementerian Kesehatan mendukung Sail Banda melalui kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang berlangsung tanggal 12 Juli – 3 Agustus 2010 di Provinsi Maluku. sosialisasi masalah kesehatan. Bakti Sosial Operasi Surya Baskara Jaya kegiatan utamanya adalah pelayanan dan penyuluhan kesehatan. Bantuan lainnya berupa asistensi gawat darurat. operasi bibir sumbing. Singapura. 2 unit examination lamp. Malaysia dan Australia. 500 obat malaria. dan pelayanan penyakit menular. Dalam baksos ini juga dilakukan penguatan pemberdayaan masyarakat. Australia. pengiriman dokter ahli serta perawat mahir. 5 buah emergency set perorangan. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pelayanan umum dengan pola pelayanan KB. Maluku Barat Daya. pertolongan persalinan. Dalam Baksos Sail Banda juga melibatkan beberapa sector bahkan beberapa Negara tetangga di Asia Tenggara. Pelayanan Kesehatan di daerah yang tidak dapat dilalui kedua kapal tersebut seperti Buru Selatan. dan 2 ventilator dari PPK Regional Makassar. kapal USNS Mercy dari Amerika juga mengadakan baksos di Provinsi Maluku Utara terkait dengan Pasific Partnership 2010. Acara puncak Sail Banda dilaksanakan tanggal 3 Agustus 2010 yang diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan berlanjut sampai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 55 di Pulau Kisar. Aru. penyuluhan/pelatihan. Dr.

warga Kebon Jeruk. PH mengunjungi sejumlah korban ledakan tabung gas elpiji yang dirawat di ruang Unit Luka Bakar Rumah Sakit Pertamina Pusat. dr. Berdasarkan data yang ada. Seluruh korban menjalani perawatan luka bakar di gedung F lantai 2.5 persen di kaki. Selasa.Menteri Kesehatan RI. RSPP memperbantukan psikiater dalam perawatan korban tabung gas. Dalam kesempatan itu. Tanggal 24 Agustus 2010. Biaya rumah sakit secara gratis yang dilakukan PT Pertamina berlaku di seluruh Indonesia. Saat ini korban akibat ledakan tabung gas yang masih menjalani perawatan adalah Lia Agustina (1 tahun). Muhammad Harun selaku Vice Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina menjanjikan akan menanggung seluruh pengobatan dan biaya rawat jalan bagi seluruh korban. Maksmial 3 minggu sehat kembali. dam Syamsul Hadi. lengan. luka bakar 17. Dr. Supriyantoro. Korban lainnya Agit Ghifar Gufroni (22 tahun). lengan dan punggung. Ini bagian dari pengobatan. Meski tidak semua lokasi ada korban. Kebanyakan korban mengalami luka bakar 19 persen. Jakarta Selatan. luka bakar 20 persen di kaki. warga Kebon Jeruk. MPH. luka bakar 19 persen di tungkai kaki kiri kanan. 53 tahun.P. ada 130 kasus kebocoran gas yang menyebabkan ledakan. Leni Harlina (25 tahun). seluruh korban telah menjalani operasi penanaman kulit. dan segera meluncur ke empat pasien. IMIN/DSY Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 27 . dr. MARS tiba di rumah sakit pukul 08. Sp. Menkes didampingi Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. sedangkan untuk mengurangi trauma. dari pengaduan dua bulan terakhir. Jakarta Selatan. semua korban dijamin bisa dirawat di seluruh RS di seluruh Indonesia. Endang Rahayu Sedyaningsih. warga Tambora. kayu manis 19 persen di tubuh. sebanyak 78 kejadian ledakan tabung gas yang terjadi di Jakarta. M e n k e s menyampaikan. punggung.00 WIB. Rumah Sakit Pertamina Pusat. Berdasarkan data. diperbantukan psikiater dan psikolog.liputan Korban Elpiji Dapat Perawatan Gratis JAKARTA .

M. Tenaga Kehumasan dalam menjalankan tugas perlu selalu mengingat Visi Kementerian Kesehatan yaitu ”Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan” bagi setiap penduduk agar terwujud suatu pelayanan kesehatan yang bermutu. Dengan salah satu Misi Kementerian Kesehatan ”Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna. bertindak cepat dan tepat serta mengutamakan kerjasama tim yang berintegrasi tinggi. informasi yang wajib 28 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Sehingga akan terpenuhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Keterbukaan Informasi Publik membawa kearah Reformasi Pelayanan Informasi Publik yang lebih transparan. akuntabel. Setiap orang baik itu Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing dapat mengakses informasi berdasarkan klarifikasi informasi yang wajib diumumkan secara serta merta. dan efisien serta sesuai dengan aturan hukum yang ada dan kebijakan pemerintah yang makin mudah diakses dan diawasi publik. transparasi dan akutabilitas.Kes saat pembukaan peningkatan kemampuan tenaga kehumasan pada tanggal 26 Agustus 2010 di Bandung. penyebar informasi dan menjalin hubungan yang harmonis dengan semua stakeholder. merata. efisien. hal inilah yang disampaikan Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik.liputan Peningkatan Kemampuan Tenaga Kehumasan Di Lingkungan Ditjen BinaPelayanan Medik BANDUNg – Sebagai pembentuk citra institusi. Dr. adil dan merata di rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik. diharapkan kepada petugas kehumasan di Rumah Sakit dan UPT agar selalu berpihak kepada rakyat. bermutu dan berkeadilan dan membuat rakyat sehat”. Sutoto. partisipatif. dr. Dengan mengangkat tema Profesionalisme Humas dalam menghadapi era Keterbukaan Informasi Publik (KIP). efektif. dituntut untuk kesiapan petugas humas dalam mengimplementasikan KIP.

Rumah Sakit dan BBLK diharuskan memiliki Unit Pengaduan. serta informasi yang diperoleh berdasarkan permintaan. sehingga implikasi keterbukaan informasi dapat berjalan dengan lancar. Selain itu juga harus pro aktif. terbentuknya sistem manajemen humas dan iklim yang kondusif dan dinamis untuk kelancaran pelaksanaan tugas kehumasan. sekaligus menjadi juru penerang masyarakat. Sebagai implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Seluruh tenaga kehumasan harus memiliki kompetensi. Karenanya. di mana selain menjadi juru penerang pemerintah. Posisi humas sangat strategis untuk membentuk citra pimpinan dan instansi yang dinaunginya. melakukan penguatan dalam bidang kelembagaan. humas diharuskan membangun komunikasi secara sinergis terhadap berbagai lembaga dan elemen masyarakat termasuk dengan jajaran pers. tidak ‘menunggu bola’ melainkan menjemputnya dan menguasai semua teknologi komunikasi. Keterbukaan Informasi Publik semua informasi tidak boleh lagi ditutup-tutupi. Informasi yang disediakan dan diumumkan secara berkala. setiap orang berhak untuk tahu dan kewajiban untuk memberitahu. HUMAS Foto Bersama: Peningkatan Kemampuan Tenaga Kehumasan Dilingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 29 .mampu mengemas informasi dengan baik sehingga menimbulkan citra yang baik pula terhadap pimpinan dan instansinya. Diharapkan dari pertemuan ini dapat tercipta tenaga kehumasan yang profesional. humas harus dapat memposisikan diri sebagai penyambung lidah antara masyarakat dan pemerintah. masyarakat sudah semakin cerdas. Bahwasanya.liputan Penyerahan sertifikat kepada Peserta dari Rumah Sakit Ratatotok dan Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Untuk membentuk citra yang positif. Seluruh staf kehumasan khususnya jajaran pemerintah daerah jangan hanya menjadi ‘corong’ pemerintah namun staf humas harus berdiri pada posisi tengah. tersedia setiap saat.

Pelatihan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih mampu dan terampil dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan di rumah sakit.liputan Peningkatan Kemampuan Bendahara di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik BANDUNg – Pada tanggal 31 Agustus s/d 2 September 2010 telah dilaksanakan Peningkatan Kemampuan Bendahara di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik di Bandung. Untuk terwujudnya Laporan Keuangan yang baik dan transparan serta tidak disclaimer. dalam pengelolaan keuangannya dituntut lebih profesioanal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya. T. Dalam rangka mendukung terwujudnya good government dalam penyelenggaraan Negara. Bendahara adalah orang yang ditunjuk untuk menerima. MARS). maka pengelolaan keuangan negara perlu diselenggarakan secara profesional. menyimpan. Kegiatan Peningkatan Kemampuan Bendahara di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik antara lain: 1. terbuka dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. demikian uraian dari Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik yang saat itu diwakili oleh Direktur Keuangan RSUP Hasan Sadikin Bandung pada saat Pembukaan Peningkatan Kemampuan Bendahara di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik (dr. maka dalam pembuatan Laporan Keuangan baik SAI maupun SIMAK-BMN harus sesuai serta dapat mempertanggungjawabkan semua kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. membayarkan. menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan negara dalam rangka pelaksanaan APBN pada Kantor/Satuan Kerja. Pengelolaan keuangan di rumah sakit dan satuan kerja saat ini menjadi ukuran keberhasilan kinerja pengelolaan keuangan di masing-masing unit kerja. Berbagai upaya mewujudkan pengelolaan keuangan salah satunya adalah melalui reformasi pengelolaan keuangan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. Kebijakan Pemerintah dalam menetapkan Rumah 30 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Ahmad Soebagyo.

jika diminum sebelum menyantap makanan. Harapan dari Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik yang saat itu diwakili oleh Direktur Keuangan RSUP Hasan Sadikin Bandung pada saat Pembukaan Peningkatan Para Peserta Peningkatan kemampuan petugas bendahara rumah sakit/satuan kerja di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik Kemampuan Bendahara di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik agar kewenangan yang diberikan dalam hal pengaturan keuangan salah satunya adalah untuk pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus lebih sungguh-sungguh. Phaidon Toruan. dalam arti membantu Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Prosedur dalam penerbitan SP2D 6. yakni sebagai fat burner yang optimal dan kaya akan antioksidan. “Tapi ingat. Penyelesaian tuntutan perbendaharaan/tuntutan ganti rugi. Agar fungsi teh hijau sebagai fat burner lebih optimal. teh hijau akan membantu menahan asupan lemak. Tata cara pembukuan bendahara dan penyusunan LPJ Bendahara 4. Padahal. lanjut Phaidon. Proses pembakarannya adalah dengan olahraga. bertanggung jawab serta bekerja secara profesional dan jujur. 31 eh hijau mengandung bahan aktif epigallocathechin gallate yang multi fungsi. dalam bukunya Fat-Loss Not Weight-Loss. ada dua keuntungan mengonsumsi teh hijau. Pelaporan) 7. “Minum air jeruk saja biar lemaknya hancur.” kata Phaidon. tapi penuh lemak. PElITA APRIANY T Penghancur Lemak Alami meningkatkan metabolisme trigliserida (misalnya lemak yang tebal di bawah kulit) untuk diubah menjadi asam lemak.” mungkin Anda sering mendengar saran tersebut untuk mengurangi rasa berdosa setelah menyantap makanan enak. Pengawasan oleh aparat fungsional 3. Bagi Anda yang ingin praktis kini telah banyak tersedia ekstrak teh hijau yang sudah diolah secara modern dalam bentuk kapsul sehingga bisa dibawa ke mana pun dan mempermudah Anda mempersiapkan diri bila ingin berolahraga dan menggunakan ekstrak teh hijau. Teh hijau akan membantu meningkatkan pembakaran lemak. penghancur lemak alami yang paling baik adalah teh hijau. Menurut dr. Pelaporan realisasi anggaran (SAI. Kapasitas antioksidan teh hijau sangatlah kuat sehingga bisa memberi efek proteksi terhadap dinding sel otot. Phaidon menyarankan agar teh hijau diminum sebelum latihan. lemak di bawah kulit hanya bisa dibakar bila bentuknya sudah diubah menjadi asam lemak. Selain itu. Prosedur dan Permintaan uang persediaan & tambahan uang persediaan 5.liputan Sakit yang mandiri menuju Indonesia Sehat 2011 2.

Rencana kerja KementerianLembaga.I telah menetapkan besaran angka Pagu Sementara Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2011. Pertama hasil restrukturisasi program dan kegiatan akan digunakan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 20102014 dan Rencana strategis Kementerian/Lembaga tahun 2010-2014 serta mulai diimplementasikan dalam penyusunan Rencana Pembukaan Penyusunan Pagu Sementara Tahun Anggaran 2011 oleh Dirjen Bina Pelayanan Medik 32 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 .liputan Pertemuan Penyusunan Pagu Sementara UPT DitJen Bina Yanmed Tahun Anggaran 2011 BANDUNg – Menteri Keuangan R. pada 9 Juli 2010. Untuk itulah diadakan pertemuan Penyusunan Pagu Sementara UPT Ditjen Bina Yanmed Tahun Anggaran 2011. maka kepada masing-masing Satuan Kerja agar menyusun rencana kerja dan Anggaran Tahun 2011 dengan mengacu pada Rencana kerja Pemerintah. Peraturan Pemerintah tentang petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKAKL serta Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun 2011. Tahun Anggaran 2011 dihadapkan kepada perubahan paradigma baru mengenai Reformasi Anggaran. Berdasarkan Pagu Sementara Anggaran Belanja Tahun 2011 tersebut.

dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran tahun 2011. Output terdiri dari beberapa komponen masukan yang merupakan komponenkomponen pembentuk keluaran. total resource envelopes. Penyusunan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah yang komprehensif memerlukan suatu tahapan proses penyusunan perencanaan jangka menengah meliputi: penyusunan kerangka asumsi makro. termasuk didalamnya jadwal pembahasan APBN pada masing-masing kementerian/lembaga. Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKAKL).liputan Kerja Pemerintah. Disisi lain Sistem Penganggaran dan RKAKL 2011 juga mengalami perubahan sesuai dengan perubahan sistem panganggaran yang baru yang terdiri dari program. fungsi. kegiatan dan keluaran (output). perubahan Undang-undang Legislatif juga telah mengubah hubungan kelembagaan antara Pemerintah dan DPR berkaitan dengan penetapan APBN. Pendekatan lain dalam penganggaran Tahun 2011 adalah digunakannnya Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (medium term expenditure framework) yaitu suatu pendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan. Hal ini berarti bahwa alokasi anggaran Kementerian/Lembaga harus ditetapkan berdasarkan Program sesuai hasil restrukturisasi. dan jenis belanja. penetapan targettarget fiskal. maka Kementerian/ Lembaga harus memperhatikan kebutuhan anggaran untuk setiap output yang dihasilkan serta tetap menjaga keselarasan dengan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan Rencana strategi Kementerian/ Lembaga dan budget contraint untuk setiap tahun. Kedua. Pengintegrasian seluruh proses perencanaan dan penganggaran tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi duplikasi dalam penyediaan dana untuk Kementerian/Lembaga baik yang bersifat investasi maupun untuk keperluan biaya operasional. Untuk mengetahui tingkat capaian kinerja sebuah Program atau Kegiatan. Penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja pada dasarnya mengubah pola pengalokasian anggaran dari semula berbasis input menjadi berbasis output sehingga fokus pengukuran kinerja terhadap program/kegiatan juga akan bergeser dari semula didasarkan atas besarnya jumlah alokasi sumber daya menjadi hasil yang dicapai dari penggunaan sumber daya. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 33 . Indikator kinerja dapat berupa indikator input. Dalam pengalokasian anggaran untuk sebuah output kegiatan harus tergambar secara jelas asumsi yang digunakan baik kuantitas dan kualitas komponen input yang digunakan serta relevansi masingmasing komponen input sebagai tahapan dalam rangka pencapaian output kegiatan. Penganggaran Tahun 2011 menganut pendekatan Penganggaran Terpadu (unified budget) yaitu pendekatan penganggaran yang dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan Kementerian/Lembaga untuk menghasilkan dokumen RKA-KL sesuai dengan dengan klasifikasi anggaran menurut organisasi. dengan pengambilan keputusan yang menimbulkan implikasi anggaran dalam jangka waktu lebih dari satu tahun anggaran. Dalam rangka penerapan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah. Penganggaran 2011 juga menganut pendekatan Penganggaran Berbasis Kinerja (performance based budgeting) yaitu pendekatan penganggaran yang dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan. Restrukturisasi program dan kegiatan ini terjadi pada hampir seluruh kementerian/lembaga. dan penjabaran pengeluaran Kementerian/Lembaga ke masingmasing Progran dan Kegiatan. termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut. pendistribusian total pagu belanja masingmasing Kementerian/Lembaga. maka perlu dilakukan evaluasi kinerja dengan mengacu pada indikator kinerja yang telah ditetapkan. indikator output atau indikator outcome.

antara lain : 1. melalui Biro Perencanaan dan Anggaran Setjen Kementerian Kesehatan R. 2. bersifat mengikat.I untuk ditetapkan sebagai Pagu Definitif Tahun Anggaran 2011. 44/ PMK. Rumah Sakit Umum Ratatotok Buyat. Output : berada pada level eselon II/ Satker dan merupakan output atau keluaran yang harus dicapai oleh Eselon II/Satker dan diukur dengan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK). anggaran pengeluaran/ belanja. Beberapa hal yang harus diingatkan kepada Satker-Satker Badan Layanan Umum. dan kebutuhan dan kemampuan pendapatan yang diperkirakan akan diterima dari layanannya. kegiatan. Sp. sedangkan untuk satker BLU yang belum mampu menyusun standar biaya.I Nomor 550/Menkes/SK/ VII/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum Rumah Sakit. yang selanjutnya akan diusulkan ke Kementerian Keuangan c/q Direktorat Jenderal Anggaran. karena Tahun Anggaran 2011 merupakan tahun awal RS ini membuat perencanaan berbasis Kinerja. Rencana Bisnis Anggaran tahunan disusun dengan mengacu kepada strategi bisnis. Komponen Input : merupakan pembentuk output dan strukturnya tergantung pada masing-masing unit kerja. memuat seluruh program. Kepada Satuan Kerja Baru. anggaran penerimaan/ pendapatan. RBA disusun berdasarkan Standar Biaya Umum (SBU). 4. Semoga dengan berbagai perubahan paradigma tersebut tidak mengurangi semangat dalam penganggaran guna pemberian pelayanan kepada masyarakat Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik.liputan dimana . Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya Rincian Pagu Anggaran Sementara Rumah Sakit dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Tahun Anggaran 2011. Rencana Bisnis dan Anggaran juga harus disusun berdasarkan basis kinerja dan perhitungan akuntansi biaya menurut jenis layanannya. Penyusunan RKA-KL harus mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No.05/ 2009 tentang Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) serta Peraturan Menteri Kesehatan R. 5. estimasi saldo awal dan estimasi saldo akhir kas BLU. Kepada Satker BLU yang telah mampu menyusun standar biaya menurut jenis layanannya berdasarkan perhitungan akuntansi biaya maka penyusunan RBA-nya mengunakan standar biaya tersebut. bersifat tidak mengikat. 3. IMIN/DSY 34 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Program : berada pada level eselon I yang merupakan nomenklatur refleksi dari tugas dan fungsi Eselon I dan mempunyai outcome dan bersifat mengikat.P. MARS menyampaikan saat ini Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik sebagaimana disebutkan dalam Laporan Penyelenggaraan Kegiatan oleh Sesditjen Bina Yanmed adalah sebanyak 35 Unit terdiri dari 34 Satuan Kerja Badan Layanan Umum dan 1 Unit Kerja Rumah Sakit Vertikal yang baru saja bergabung dengan Ditjen Bina Yanmed sejak tanggal 01 April 2010. Kegiatan : berada pada level eselon II/Satker yang merupakan nomenklatur refleksi dari tugas dan fungsi eselon II dan mempunyai output dan bersifat mengikat. Supriyantoro. dr.

aman. malcolm baldridge atau lainnya”. Jika hanya sekedar pengertian di atas. Dr. ossas. Mustikowati. Rumah Sakit Kelas Dunia bukan sekedar penggunaan nama internasional/ global/dunia untuk label rumah sakit.Kes menambahkan Rumah Sakit harus tetap menjalankan fungsi sosial dengan tetap melayani pasien miskin yang masuk ke Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia. Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia semestinya rumah sakit yang menjalankan pelayanannya berstandar global baik dari aspek pemenuhan fasilitas yang aman dan nyaman. yaitu Santosa Bandung Internasional menjadi Santosa Bandung Hospital. dikhawatirkan akan mengelabui pengertian masyarakat tentang rumah sakit yang bermutu dan akan berakibat menurunnya akses masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan menggunakan teknologi canggih. Rumah Sakit wajib prioritaskan pelayanan internasional bukan nama Internasional. dan RS Aceh Internasional Hospital. Andi Wahyuningsih Attas. drg. sudah ada lima Rumah Sakit yang melaporkan penggantian nama kepada Kementerian Kesehatan. Pada akhirnya. Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar. S. Hal ini ditegaskan saat jumpa pers Kementerian Kesehatan. pelepasan label tersebut paling lambat dalam jangka waktu satu tahun sejak peraturan ini ditetapkan.P. dan Global Awal Bros Hospital menjadi Rumah Sakit Awal Bros.ragam Rumah Sakit Internasional Bukan Sekedar Nama KEMENKES – Sejumlah Rumah Sakit di Indonesia yang menggunakan label internasional/dunia/global pada penamaan Rumah Sakit wajib melepaskan nama tersebut. Selain itu.An mengutarakan dari delapan Rumah Sakit. MARS menyampaikan Peraturan Menteri Nomor 659/Menkes/Per/VIII/2009 tentang Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik. suatu predikat Rumah Sakit Internasional bukan untuk memperjuangkan sebuah label. Penerapan manajemen terbaik inilah yang diharapkan mendapatkan pengakuan dari “luar” yaitu suatu badan/lembaga akreditasi yang fokus dengan penjaminan mutu pelayanan di rumah sakit bertaraf internasional seperti “Joint Commission Internasional. Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. dr. RS Yogya Internasional. RS Omni Internasional Alam Sutra. Sp. RS Surabaya Internasional menjadi RS Premier Surabaya. RS Royal Progress Internasional. IMIN/DSY Suasana Jumpa Pers Kementerian Kesehatan. Sp. nyaman dan memenuhi harapan masyarakat. manajemen rumah sakit maupun manajemen kliniknya. pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter asing. dihadiri sejumlah wartawan Media Cetak dan Media Elektronik Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 35 . Supriyantoro. RS Gleni Internasional Hospital. RS M. pelayanan kesehatan yang diberikan secara eksklusif dengan biaya mahal. RS Internasional Bintaro menjadi RS Premier Bintaro. pada 9 Juli 2010. RS Santosa Bandung Internasional. RS Bedah Bali Internasional Medical Center. RS Mitra Internasional Jatinegara. namun predikat tersebut untuk memperjuangkan pelayanan kesehatan secara terstandar. pelayanan kesehatan yang sebagian besar pasiennya adalah orang asing. M. RS Global Awal Bros. Diketahui sebanyak 12 Rumah Sakit yang memakai nama internasional. RS Mitra Internasional menjadi RS Premier Jatinegara.H Thamrin Internasional. RS Surabaya Internasional. dengan tenggang waktu mulai Agustus mendatang. antara lain RS Bintaro Internasional.R.

Bapak Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik mengingatkan kepada seluruh satker agar dapat menggunakan anggaran TP ini dengan sebaik-baiknya. MARS. 2010 berdasarkan SK Menkes (bulan April 2010). 2010 ini. Hasil pengawasan BPK menyebutkan bahwa dari 1. Diawali dari penentuan satker yang memperoleh TP TA. Jika terpaksa revisi. MARS. Mengingat terbitnya DIPA ini sudah menjelang penghujung tahun anggaran. “Sedapat mungkin jangan mengajukan revisi DIPA mengingat waktu kegiatan sudah sangat sempit. SpP. Pada kesempatan ini. hindari celah-celah yang mengarah kepada kemungkinan mark up harga atau pun sedari awal sudah mengarah pada satu merk alat tertentu. Dalam acara pembagian DIPA TP ini. yaitu : 1. MSc. Inspektur Jenderal menyampaikan makalah dengan tema “Kebijakan Pengawasan Nasional dan Kebijakan Pengawasan Kementerian Kesehatan RI”. Proses panjang harus dilalui oleh para satker penerima anggaran TP sampai terbitnya DIPA ini. kemudian diterbitkan Satuan Anggaran Per Satuan Kerja (SAPSK) (bulan Juni 2010). Dalam makalahnya. Supriyantoro. baik untuk fisik bangunan maupun untuk peralatan kesehatan. Ada 4(empat) kriteria terhadap hasil pengawasan yang dilakukan oleh BPK. Dirjen Bina Pelayanan Medik hadir bersama Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan – drg. 2010 Ditjen Bina Pelayanan Medik BANDUNg – Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. SpP. Hal lain yang tidak kalah penting disampaikan dalam arahan beliau adalah jangan sampai terjadi duplikasi sumber anggaran untuk satu kegiatan yang sama.” pesan dr. FICD. pada tanggal 19 Agustus 2011 lalu berkesempatan menyerahkan secara langsung Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada Satuan Kerja (Satker) penerima anggaran Tugas Pembantuan (TP) Tahun Anggaran 2010 di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik. cukup di Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) saja sehingga dapat menghemat waktu revisi dan anggaran dapat terserap dengan baik. Khusus untuk alat 36 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Wajar tanpa pengecualian 2. dr. beliau menyampaikan hasil audit yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. dilanjutkan dengan penerbitan konsep DIPA (bulan Juli 2010) dan terakhir pembagian DIPA kepada seluruh satker penerima anggaran TP TA.ragam Penyerahan DIPA Tugas Pembantuan TA. Penyerahan DIPA adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh Satker penerima anggaran TP mengingat dengan telah terbitnya DIPA tersebut maka satker dapat mulai menggunakan anggarannya untuk kepentingan Rumah Sakit.2 triliun anggaran yang disclaimer sebagian besar berasal dari kantor daerah. Naydial Roesdal. Wajar dengan pengecualian 3. Supriyantoro. pembahasan dan penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) dan pemeriksaan kelengkapan data dukung di Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan (bulan Mei 2010). Tidak memberikan pendapat → disclaimer 4. Untuk pengadaan peralatan kesehatan. BPKP maupun BPK di lingkungan Ditjen Bina Pelayanan Medik. Tidak wajar Sumber disclaimer yang cukup besar salah satunya berasal dari anggaran TP di mana yang menggunakannya adalah RSUD maupun BLK/Labkesda milik provinsi/kabupaten/kota.

Peningkatan mutu pelayanan 4 spesialis dasar (Penyakit Dalam. PROgRAM & INFORMASI SETDITJEN BINA YANMED) Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 37 . Bedah. Jadi semua usulan yang masuk baru akan kami proses ketika ada rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi setempat. semua usulan yang masuk ke Kementerian Kesehatan RI harus melalui Dinas Kesehatan Provinsi dulu baru dapat diproses di Ditjen Bina Pelayanan Medik. aula. Tentunya hal ini menjadi catatan penting dan sentilan bagi RSUD yang mengajukan usulannya langsung tanpa melalui Dinkes Provinsi setempat. dimana ketika akan dihibahkan barangnya sudah tidak ada lagi. rumah dokter. lift. masjid. rumah direktur. Kamar Operasi (OK). AC. Seringkali usulan/proposal kegiatan disampaikan RSUD/BLK/ Labkesda langsung kepada Kementerian Kesehatan cq. pagar atau taman. prasarana dan peralatan untuk peningkatan mutu pelayanan di kelas III RS 3. Akreditasi RS/Labkes 6. gedung asrama. Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik menggarisbawahi hal penting yang sering dilupakan. Sumber disclaimer lainnya adalah pembelian alat-alat kesehatan yang kecil dan mobile. gedung ICU. prasarana dan alat dalam rangka : 1. Beliau melanjutkan. Biaya operasional pemeliharaan untuk gedung dan peralatan rumah sakit disesuaikan dengan status kepemilikan rumah sakit 4. Untuk proses hibah tersebut diperlukan laporan Barang Milik Negara (BMN) dari satker penerima anggaran TP. Seringkali proses administrasi ini tidak diperhatikan dengan baik sehingga sering menjadi temuan pemeriksa dan akhirnya menjadi disclaimer. tensimeter. jalan lingkungan/ kompleks. CSSD. timbangan.ragam kesehatan yang dibeli dari sumber anggaran TP akan dihibahkan dari Kementerian Kesehatan menjadi aset daerah. Pemenuhan sarana. Patologi Klinik) serta penunjang Non Medis (Kitchen. prasarana dan peralatan untuk pelayanan Gawat Darurat 4. Ditjen Bina Pelayanan Medik tanpa melalui Dinas Kesehatan Provinsi setempat. Laundry. Dalam pelaksanaan anggaran Tugas Pembantuan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Pengadaan peralatan non medik (meubelair. garasi. gedung rawat inap. stetoskop. “ Dinas Kesehatan Provinsi adalah kepanjangan tangan dari Kementerian Kesehatan yang ada di daerah. dll) 2. karena cukup memonitor 33 provinsi yang ada di Indonesia. dll) hanya untuk kelengkapan gedung baru 3. Pembangunan hanya untuk gedung pelayanan (seperti gedung poliklinik/ rawat jalan. Tidak diperbolehkan untuk gedung kantor. “Ini harus diluruskan. Pemenuhan sarana. Ini menguntungkan bagi kami. Pemanfaatan anggaran Tugas Pembantuan dapat digunakan untuk mencapai sasaran Program Upaya Kesehatan Perorangan dengan memperhatikan menu untuk pemenuhan sarana. yakni tentang peran Dinas Kesehatan Provinsi. nurse call.” kata Dirjen Bina Yanmed. seperti thermometer.” Sehingga untuk sekarang dan masa yang akan datang. Anak) dan 3 spesialis penunjang (Anestesi. Kandungan & Kebidanan. parkir. Gedung Radiologi. Pemenuhan sarana. prasarana dan peralatan untuk pelayanan PONEK termasuk pelayanan Darah dan Laboratorium 5. bukan 700-an satker yang ada yang pasti sangat memusingkan. (OcKTI. gedung Unit/ Instalasi Gawat Darurat. Radiologi. dll) dalam rangka mendukung program Dokter Spesialis Berbasis Kompetensi (PDSBK) 2. workshop. Mereka lebih mengetahui keadaan RSUD di wilayahnya. IPAL. Pemenuhan kebutuhan dana pendamping sesuai perjanjian Pemerintah dengan negara donor.

Rumah sakit dituntut terus berkembang dan berevolusi layaknya makhluk hidup yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Konsep manajemen yang dipergunakan harus direformasi. di samping pengaruh politik dari dalam maupun luar negeri. mampu bertahan dan mampu melayani kebutuhan pasien dengan memuaskan. Reformasi rumah sakit adalah proses perubahan yang berlangsung terus menerus secara berkesinambungan mengikuti kebutuhan penggunanya. Juli 2010 Satu potret sebuah RSUD di Jawa. Tekanan perubahan yang tak kalah kuatnya muncul dari tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu dan kualitas pelayanan rumah sakit. namun masih banyak juga pasien yang pergi ke luar negeri untuk mencari pengobatan. agak pelosok untuk ukuran Pulau Jawa. Y a. merata dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. serta bangunan gedung yang sedemikian menawan.ragam Regulasi Pemerintah vs Reformasi Rumah Sakit: Sejalankah? Catatan kecil dari Seminar dan Forum Alumni & Mahasiswa MMR Fakultas Kedokteran UGM. inilah Indonesia. Bentuk nyata dari amanat UU tentang Rumah Sakit adalah perubahan kelembagaan rumah sakit menjadi Badan Layanan Umum. Asumsi mendasar dalam model reformasi ini adalah bahwa lingkungan bisnis rumah sakit yang sangat dinamis akan mendorong rumah sakit hidup dalam ‘suasana pasar’. Kementerian Kesehatan dituntut dapat membuat kebijakan. Negara. Di sisi lain. Demikian dinamisnya perubahan rumah sakit di kota-kota besar di Indonesia. pernahkah terbayangkan bagaimana kondisi rumah sakit di pelosok negeri ini. berkembang dan berkompetisi begitu tajam. dengan susah payah menggeliat untuk bertahan. Sebuah pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi pengambil kebijakan untuk menata keadaan ini dan berusaha untuk memperkecil kesenjangan yang terjadi. Rumah sakit harus memiliki metode dan strategi pemasaran yang tepat agar memiliki daya saing yang tinggi. dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Sementara di Jakarta. meskipun dengan peralatan kesehatan seadanya serta dokter spesialis yang terbatas jumlahnya. Dapat dibayangkan keberagaman yang ada di dalamnya serta berbagai masalah yang menyertainya. mempunyai tanggung jawab besar dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang bermutu. terpaparkan mereka dengan perubahan-perubahan ini? Bukankah seluruh manusia Indonesia berhak akan pelayanan kesehatan yang bermutu dan memadai? Dalam UUD 1945 pasal 34 ayat 3 dinyatakan bahwa Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Contoh di atas baru yang terjadi di pulau Jawa. rumah sakit tumbuh bak jamur di musim hujan. sementara kita semua tahu bahwa Indonesia adalah Sabang sampai Merauke. Adu kecanggihan teknologi alat kesehatan. Kesenjangan yang terjadi demikian besarnya. dokter sub spesialis yang bertebaran. regulasi maupun program-program kerja yang tepat dan ‘membumi’. Alex Prekker dan April Harding dari World Bank menggambarkan skenario hospital reform sebagai perubahan bentuk manajemen rumah sakit dari budgetary unit ke otonomi pengelolaan. adil. Undang-Undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit ‘memaksa’ rumah sakit untuk berubah. yang artinya dapat diterjemahkan dan dipergunakan oleh seluruh fasilitas 38 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 .

standar keselamatan dan standar mutu rumah sakit dapat dipertanggungjawabkan. Program keselamatan pasien dilaksanakan seluruh rumah sakit di Indonesia 5. Kementerian Kesehatan telah membuat road map rumah sakit. Menghidupkan sistem rujukan nasional 7. mendirikan rumah sakit tanpa kelas. Jika universal coverage tercapai. Selain itu adanya perjanjian WTO tentang perdagangan jasa (GATS = General Agreement on Trade in Services) dan Liberalisasi Jasa Bidang Kesehatan di lingkungan negara-negara ASEAN membuat pelayanan kesehatan dituntut agar berstandar internasional. Untuk itulah akreditasi yang dilakukan oleh lembaga independen menjadi jawaban untuk quality control yang menilai secara berkala (minimal 3 tahun sekali) standar kelayakan sebuah rumah sakit. Program Jamkesmas adalah salah satu program Pemerintah dalam upaya mencapai universal coverage. dll Rumah sakit berstandar internasional adalah jawaban Pemerintah terhadap makin banyaknya WNI yang berobat ke luar negeri. Amanat UU Rumah Sakit Tahun 2009 mengharuskan seluruh rumah sakit untuk diakreditasi.ragam kesehatan yang ada. di antaranya dengan RS tanpa kelas 3. terjangkau dan berkeadilan. program dan kegiatan prioritas dalam bidang perumahsakitan yang akan menjadi landasan bersama antar institusi pemerintah dan swasta dalam mewujudkan terjaminnya pelayanan kesehatan yang lebih merata. program pengembangan RS bergerak dan Flying health care 6. Akreditasi seluruh rumah sakit di Indonesia selama lima tahun 4. Tentunya standar internasional yang melekat pada rumah sakit harus disertai dengan kesiapan rumah sakit untuk diakreditasi oleh badan akreditasi internasional. Hanya saja rumah sakit mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam merespon dan mengantisipasi hal ini. perbatasan dan kepulauan (DTPK). terpencil. cakupan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit pastilah meningkat secara signifikan. Meningkatkan kemampuan dan jumlah rumah sakit dalam mengantisipasi pencapaian universal coverage. Isu mutu pelayanan yang kurang memuaskan serta mahalnya biaya pengobatan di dalam negeri menjadi alasan utama WNI berobat ke luar negeri. memperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan yang ada di seluruh RSUD provinsi/kabupaten/ kota. mendapatkan pelayanan yang memenuhi standar keselamatan dan standar mutu jelas merupakan hak mereka. jaringan penunjang medik. antara lain dengan membentuk jaringan laboratorium referensi. Rumah sakit berstandar internasional di lima kota selama lima tahun 2. yakni garis-garis besar kebijakan. Meningkatkan pendukung atau penunjang pelayanan kesehatan. Dengan akreditasi rumah sakit maka standar pelayanan. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 39 . Antisipasi Pemerintah terhadap kondisi yang akan terjadi ini adalah dengan meningkatkan jumlah tempat tidur untuk perawatan kelas III di rumah sakit. Ada 7 (tujuh) road map perumahsakitan di Indonesia : 1. Dari sisi pasien. Reformasi rumah sakit di Indonesia menjadi wajib hukumnya agar mampu berkompetisi dengan rumah sakit di negara-negara tetangga baik dari segi kualitas pelayanan maupun biaya pengobatan. Universal coverage adalah implementasi dari UUD 1945 pasal 28H ayat 1 dan Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

jenis pekerjaan. 40 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Dokter di New York. dari penelitian didapatkan lelaki lebih banyak mengidap penyakit ini daripada perempuan. secara patologi. Disimpulkan. Yakni nyeri menetap meski penderita sudah istirahat. biasanya penyakit mulai menyerang antara usia 3040 tahun. ahli bedah asal Austria. penyakit ini berubah nama menjadi von Winiwater. Seperti ujung tangan dan kaki.Buerger’s Disease setelah Leo Burger. dan pada pasien usia muda dengan riwayat merokok. 30 tahun kemudian. • STADIUM TIGA (3) : Terjadi rest pain. Infeksi ini membuat pembuluh darah mengecil dan membuntu sehingga timbul trombosis (gumpalan darah). AS menemukan proses proliferasi itu ternyata bisa mengakibatkan terjadinya gangren (pembusukan). pembuluh darah yang mengecil bermula dari organ tubuh paling distal (jauh). belum ditemukan sebab P pasti Buerger’s Disease ini. Tapi. ” Bila sehari-hari penderita bisa berjalan 10 km. dn kebiasaan merokok. Tangkas Sibarani. 4 BUERGER’S DISEASE ? Buerger’s Disease ini dikalsifikasiakn dalam empat stadium : • GEJALA STADIUM PERTAMA (1) : Umumnya tidak khas. kemampuan berjalan si penderita berkurang. Trombosit adalah reaksi peradangan di sekitar pembuluh darah (vaskuler) yang menimbulkan penggumpalan darah. Buerger’s Disease ini ditemukan sejak tahun 1897 oleh Felix von Winiwater. Hanya ditandai dengan seringgnya kesemutan. • STADIUM KEDUA (2) : Terjadi nyeri yang hilang timbul pada kaki saat jalan yang biasa disebut claudicatio intermitten. Penyakit ini jarang ditemukan pada mereka yang tidak merokok KLASIFIKASI STADIUM 1. Sp. reaksi yang ditimbulkan penyakit ini berbeda dengan reaksi akibat arteriosis (penyempitan pembuluh darah karena timbunan lemak). Penyakit ini juga berkaitan erat dengan ras. keturunan. Dan. mereka yang mengalami panvasculitis atau peradangan pembuluh darah secara menyeluruh juga beresiko mendapatkan Buerger’s Disease. 2. sampai saat ini. Namun.ragam Penyakit Buerger’s Disease Oleh : Dr. Winiwater menemukan terjadinya perubahan sel-sel intima pembuluh darah atau proliferasi yang merupakan proses awal terjadinya penyakit. Akibatnya. BUERGER’S DISEASE SERANG PEROKOK MUDA Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui secara jelas.” Sayangnya. penyakit ini menyangkut pembuluh darah arteri sedang atau kecil yang mengalami infeksi. tetapi penyakit buerger banyak ditemukan pada perokok berat atau mereka yang merokok pada usia yang masih terlalu muda. kram. Namun. dari bukti-bukti yang ada. Namun. Pembuluh darah yang membuntu itu mengakibatkan aliran darah yang membawa makanan dan oksigen tidak bisa masuk ke organ tubuh di bawahnya. dan rasa tidak nyaman pada kaki. “ Biasanya. setelah beristirahat nyerinya akan hilang”. 3.OT FICS enyakit Buerger adalah kelainan yang disebabkan oleh trombo-oklusi segmental dari arteri-arteri sedang-kecil. Selain itu. Biasanya mengenai ekstremitas bawah. pada stadium dua akan merasa nyeri setelah berjalan 3 km.

hilangnya pulsasi. Peningkatan jumlah wanita perokok menyebabkan peningkatan insiden pasien wanita di Negara-Negara Barat. Penyakit ini jarang ditemukan pada bukan perokok. seperti membusuk. FAKTOR RESIKO BUERgER’S DISEASE Merokok diyakini meningkatkan resiko terjadinya buerger’s disease. Jarang ditemukan claudi clasio . Denyut nadi pada tungkai sangat lemah atau tidak teraba. Penderita harus berhenti merokok untuk mengurangi gejala-gejala yang dikeluhkan. dan bila ditemukan biasanya hanya terasa ditungkai. (4) Terjadi pembusukan jaringan atau gangren pada organ tubuh yang paling distal. Timbulnya penyakit ini secara perlahanlahan dan pertama kali timbul pada tungkai dan lengan. Untuk itu. Gejala awal berupa menurunnya aliran darah ( iskemia pada arteri) serta peradangan pembuluh darah supervisiar ( dibawah permukaan kulit). Mungkin bahan kimia yang terkandung di tembakau mengiritasi indotel sehingga terjadi inflamasi. tetapi dapat terjadi pada lengan. Biasanya ditandai jarijari membiru bahkan menghitam.ragam • PUNCAKNYA PADA STADIUM EMPAT. BAgAIMANA gEJAlA BUERgER’S DISEASE ? Gejala klinis penyakit bueger adalah gejala-gejala iskemia pada ekstremitas ( terutama tungkai ) . atau rasa panas pada daerah yang dipengaruhi sebelum peradangan pada pembuluh darah jelas terlihat. PENcEgAHAN BUERgER’S DISEASE Merokok merupakan satu-satunya penyebab yang diketahui dan harus dihindari. rasa gatal. nyeri. DIAgNOSIS BUERgER’S DISEASE Diagnosis dibuat berdasarkan gejala-gejala klinis. Terjadi penurunan aliran darah secara progresif pada daerah yang dipengaruhi. Peradangan terjadi pada arteri dan vena berukuran sedang dan kecil dipermukaan tubuh. seperti : pucat. penyakit ini terutama terjadi pada tungkai. Aliran darah yang sangat berkurang dapat menyebabkan gangren yaitu matinya jaringan tubuh akibat aliran darah yang sangat terbatas. jalan satu-satunya terpaksa diamputasi. tetapi tidak efektif. tindakan operasi bisa dengan simpatectomy. Gejala utama adalah rasa sakit pada daerah yang dipengaruhinya. Pemeriksaan arteriografi umumnya menunjukkan pembuluh yang normal di atas poplitea. Hindarilah daerah tubuh yang terkena terhadap paparan panas dan dingin hindarilah daerah yang dipengaruhi penyakit ini terhadap trauma dan jika terjadi infeksi harus segera diobati. Untuk ini. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 41 . Pada kasus yang lebih lanjut pembuluh darah pada bagian lain tubuh dapat juga dipengaruhi . warna kulit lengan berubah warna menjadi putih.. Ini belum jelas bagaimana tembakau meningkatkan resiko terjadi buerger’s disease tetapi data klinis menunjukkan setiap terdiagnosa buerger’s disease perokok. Penderita mengeluh rasa dingin pada ujung-ujung lengan yang mirip dengan gejala penyakit raynaud. Penyakit ini sering di derita pria dewasa muda hingga usia pertengahan (20-40 tahun) terutama perokok berat. oleh sebab itu merokok merupakan faktor penyebab timbulnya penyakit ini. Daerah tubuh yang mengalami kematian jaringan ( gangren) harus segera diangkat / dibuang dengan tindakan pembedahan. Kira-kira 40% penderita memiliki riwayat peradangan pembuluh pena ( blebistis) yang berperan penting dalam perkembangan penyakit buerger . Pada pemeriksaan tambahan bisa dengan arteriografi TERAPI BUERGER’S DISEASE Tidak ada pengobatan atau pembedahan yang efektif untuk kelainan ini. penderita sering mengeluh mati rasa. dan INFARK. Pada keadaan ini. PROgNOSIS BUERgER’S DISEASE Penyakit ini semakin memburuk pada penderita yang tetap merokok . biru dan merah jika terpapar dengan udara dingin. Obatobat vasedilator yang melebarkan diamater pembuluh darah dapat diberikan pada penderita. mereka yang menunjukkan tanda-tanda stadium satu (1) seharusnya memeriksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab masalah tersebut. APA PENYEBAB BUERgER’S DISEASE ? Penyebab penyakit ini belum diketahui secara jelas.

Instalasi Radiologi di bagi menjadi 2 bagian yaitu : 1.Adam Malik Radiotherapi saat ini melayani penyinaran berbagai macam penyakit kanker dengan menggunakan alat teknologi terbaru yaitu Linear Accelerator biasa disebut dengan Linac digunakan untuk penyinaran dari luar. sarana prasarana maupun peralatan karena telah didukung sepenuhnya dari jajaran manajemen RSUP H. Pemeriksaan Mammografi (payudara) 6. 2. Bagian Gb. Jamkesda. Adam Malik kini mengalami perubahan yang pesat baik dari segi pelayanan.ragam Instalasi Radiologi RSUP H. Askes • Sosial. Bagian Radiodiagnostik Apa Keunggulan di bagian Radiotherapi? Apa keunggulan di Bagian Radiodiagnostik ? Bagian Radiodiagnostik melayani jenis pemeriksaan yaitu : 1. Pemeriksaan Fluoroskopi 3. Pemeriksaan Radiografi 2. Umum. Alat Brachytherapi. Gb. 42 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Gb. 5. Pemeriksaan USG 3/ 4 Dimensi 4. Bagian Radiotherapi. Adam Malik. Jenis Pasien yang dilayani : • Pasien Jamkesmas. Kapasitas maksimal penggunaan Linac 60 orang/hari. CT Simulator suatu alat pendukung Linac yang digunakan sebelum penyinaran ( Planning Pasien yang akan di Radiotherapi ) • • INSTAlASI Radiologi RSUP H. Pasien di atur untuk disinar dengan Linac . Alat CT Simaulator yang HiTech. Motto Radiologi Kepuasan pelanggan adalah kebanggaan kami. • Medan Sehat. Pemeriksaan Panoramik (gigi) Dengan harga yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. • Bagian Radiotherapi saat ini menjadi satu-satunya unggulan di Sumatera Bagian Utara. Pemeriksaan ST Scan. Untuk penyinaran dari dalam (Internal Therapy bagian Radioteraphi) dengan menggunakan alat Brachytherapi. Jamsostek. Saat ini telah dilakukan pembenahan di Instalasi Radiologi dari segi pelayanan dengan tujuan memberi kepuasan kepada pelanggan atau pasien.

pembukaan peluang kerja bagi pegawai tidak tetap (PTT) dokter dan dokter gigi sepi dari peminat karena dari formasi 685 dokter umum yang tersedia hanya terisi 618 dokter sedangkan 444 formasi dokter gigi yang tersedia hanya 151 yang terisi. Kepulauan Riau. Mekanisme penempatan tenga Kesehatan di DTPK yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan adalah : 1. Program ini menjadi prioritas sesuai dengan amanat Instruksi Presiden nomor : 1 tahun 2010 tentang Prioritas Pembangunan Nasional. gizi. Sarana pelayanan kesehatan yang menjadi prioritas di DTPK adalah sebanyak 101 Puskesmas dan RSUD di 35 Kabupaten/Kota yang memenuhi criteria DTPK di 12 Propinsi yaitu Sumatera Utara. Gorontolo. program ini sejak tahun 1990 sampai sekarang. Nusa Tenggara Barat dan Papua sedangkan penugasan PTT juga diprioritaskan untuk daerah terpencil dan sangat terpencil. Pelaksanaannya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/ Kota setempat serta koordinasi dengann lintas sektor lainnya agar mendukung sarana. Pegawai Tidak Tetap (PTT) dokter. Lokasi penugasan pada RSUD Kabupaten/ Kota di 6 Propinsi yaitu Nanggroe Aceh Darussalam. Banyaknya pelamar memilih daerah yang terpencil tapi makmur dan akses transportasi yang tidak terlalu sulit. jenis dan kualitas tenaga yang memadai di daerah perbatasan dengan Negara lain. Fenomena ini sangat ironis karena ada disparitas yang tinggi antar daerah di Indonesia. Dokter atau Dokter Gigi banyak yang patah semangat melihat kondisi daerah dan akses transportasi yang sulit. Penugasan khusus residen senior di RSUD Kabupaten/Kota 3.ragam D Penempatan Tenaga Kesehatan Daerah Tertinggal. Perbatasan dan Kepulauan Terluar Sepi Peminat dapat ditempatkan selama tahun 2010 adalah 700 residen. karena daerah tersebut akses sulit c.AUlIYANA/PElITA/DESI 43 alam rangka mendukung upaya pemerataan akses pelayanan kesehatan melalui penyediaan tenaga kesehatan dalam jumlah. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Timur. Beberapa sarana pelayanan kesehatan terpencil dan sangat terpencil lainnya merupakan prioritas untuk penempatan tenaga kesehatan. ternyata banyak yang pilih mengundurkan diri. Maluku Utara.245 tenaga kesehatan dengan peningkatan jumlah Puskesmas yang akan dicakup. Papua dan Papua Barat. Sulawesi Tengah. Pelamar lebih baik ikut pembukaan PTT selanjutnya karena Kemenkes membukan lowongan PTT tiga kali. Penugasan residen senior dimulai tahun 2006. Program DTPK akan berlanjut untuk tahun 2011 dengan penambahan target sebanyak 1. Faktor-faktor yang menyebabkan formasi kesehatan tidak terisi penuh adalah : a. prasarana di lokasi penempatan. b. Kalimantan Barat. jumlah penugasan khusus residen senior yang ditempatkan tahun 2009 sebanyak 83 orang untuk tahun 2010 sampai bulan April telah ditempatkan sebanyak 50 orang. tertinggal dan kepuluan terluar (DTPK). sanitarian. dokter gigi dan bidan di Puskesmas 2. Kalimantan Timur. Maluku. Pada periode Januari – April 2010. Sumatera Utara. Pada tahun 2010 jumlah tenaga kesehatan penugasan khusus meningkat menjadi sebanyak 303 tenaga kesehatan. Penugasan khusus tenaga kesehatan Diploma 3 antara lain perawat. Hal tersebut menunjukkan bahwa minat untuk bertugas di daerah DTPK sangat kecil. Pelamar yang tidak lolos pada pilihan pertama diberi penawaran ditempatkan pada opsi kedua. Bengkulu. d. Jumlah target yang diharapkan Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Nusa Tenggara Timur. analis kesehatan. farmasi dan kesehatan gigi Program ini dilaksanakan berupa penugasan khusus tenaga kesehatan D3 tahun 2009 pada 1-2 Puskesmas DTPK di 35 Kabupaten/Kota di 12 Propinsi prioritas dengan jumlah tenaga kesehatan yang direkrut dan ditempatkan sebanyak 135 tenaga kesehatan.

Dampak perkembangan teknologi ini telah merambah semua lapisan kehidupan manusia. Ada dua faktor utama yang mendorong hal tersebut yakni (1) kegiatan usaha yang cenderung semakin kompleks dan (2) kemampuan komputer yang cenderung meningkat (McLeod. informasi merupakan suatu kekuatan atau yang dikenal dengan istilah ”information si power”. yang juga berdampak pada pembengkakan birokrasi yang menimbulkan masalahmasalah baru. ketersediaan informasi yang tepat waktu dan akurat sangat dibutuhkan oleh organisasi manapun dalam menunjang usahanya. Perkembangan teknologi informasi bukanlah suatu mukjizat. demikian pula halnya dalam pengelolaan arsip secara keseluruhan. Diawali dari revolusi industri dimana laju pertumbuhan ekonomi tidak lagi dapat dihindari. dan pemanfaatannya dalam melakukan kegiatan organisasi bukan suatu fenomena yang baru lagi saat ini. pada saat inilah timbul dorongandorongan yang kuat untuk menciptakan teknologi baru yang dapat mengatasi kelambanan manusia dalam mengolah informasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian tersebut. Kompleksitas kegiatan usaha ini didorong oleh beberapa hal. Akhir-akhir ini manajemen informasi mendapat perhatian yang sangat besar. karena tak dapat dipungkiri bahwa pengelolaan informasi berbasis teknologi akan semakin mudah dilakukan dalam jumlah besar dan dengan kecepatan yang luar biasa. kompetisi yang bersifat global.1995). Hampir semua kantor baik pemerintah apalagi swasta telah memanfaatkan teknologi dalam menjalankan kegiatannya.ragam Pemanfaatan Teknologi Informasi Sebuah Tuntutan dan TantanganProfesionalisme Bagi ARSIPARIS Oleh: Susi Haryanti A. melainkan melalui suatu proses yang panjang dan bertahap. Pada akhirnya lahirlah teknologi informasi dengan anak emasnya yaitu komputer. diantaranya pengaruh perekonomian internasional. ini merupakan tantangan tersediri bagi pekerja informasi atau arsiparis. dimana teknologi tersebut datang secara tiba-tiba. teknologi yang digunakan semakin kompleks serta tuntutan masyarakat akan pelayanan yang cepat. maka terjadilah apa yang disebut beniger dalam Putu Laxman Pendit (1994) sebagai krisis pengendalian dan pengawasan. Dapat dikatakan. PENDAHULUAN Dalam era globalisasi ini yang ditandai oleh iklim yang sangat kompetitif. B. Pemanfaatan komputer secara universal untuk berkomunikasi dan berkorespondensi yang merupakan darah kehidupan suatu organisasi tampaknya tidak lagi dapat terelakkan. di era kejagatan ini. DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KEARSIPAN Dengan boomingnya teknologi informasi seperti yang diuraikan diatas tadi. dan ini mungkin perkembangan teknologi yang paling pesat dibandingkan dengan perkembangan teknologi lainnya. Apalagi dengan adanya jaringan yang mendunia sehingga komunikasi atar manusia akan lebih mudah dibelahan dunia manapun akan semakin meningkat dan aksesibilitas informasi telah berubah menjadi diluar dugaan sebelumnya. Perkembangan teknologi komputer saat ini sangat luar biasa. baik oleh instansi pemerintah maupun swasta. 44 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 .

pembuktian dan akuntabilitas. Arsip-arsip dengan media elektronik yang meliputi cakram magnet. Umumnya media elektronik digunakan untuk menyimpan informasi arsip dalam kapasitas yang besar. konteks (context) sekaligus maknanya (menaing). video compact disc yang menyimpan arsip-arsip multimedia. Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 45 . tetapi bukti tersebut memiliki arti sosial. Media penyimpana terakhir menurut Smith adalah video dan suara atau biasa dikenal dengan media audio visual. Dengan demikian pengertian arsip tidak berubah sehubungan dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam menunjang kegiatan organisasi. film dan media magnetik. Kecenderungan terakhir mengarah kepada media digital seperti laserdisc. Hanya saja yang berbeda adalah media dan cara pengelolaanya. BERUBAHKAH PERAN ARSIP SEHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI ? Lundgren and Lundgren dalam Record Management in the Computer Age menjelaskan. Dalam arti ini. bahwa arsip merupakan suatu bukti dari suatu kejadian atau kegiatan yang direkam yang bersifat tangible sehingga memungkinkan untuk diketemukan kembali (1989:4). Pendapat lain yang disampaikan oleh Smith. Arsip merupakan bukti adanya pelaksanaan kegiatan administrasi atau bukti berjalannya suatu fungsi organisasi. Untuk kepentingan tersebutlah maka arsip perlu dikeloa secara profesional. termasuk arsip elektronik. Menurut ISO resources management standard pengertian arsip elektronik adalah arsip dalam media penyimpanan elektronik yang dibuat. Sehingga terciptanya arsip mustahil untuk dihindarkan. gambar. Media ini digunakan untuk menyimpan informasi yang membutuhkan akses cepat atau penyimpanan yang sangat lama. Arsip-arsip bermedia kertas. Arsip harus merupakan evidence (bukti) dari suatu kejadian. 2. dikomunikasikan. Arsip dipertahankan karena informasi yang dikandungnya yang diperlukan untuk mendukung kegiatan bisnis terutama dalam prosespengambilan keputusan dan kebijakan pada level pimpinan. disimpan dan diakses menggunakan perangkat elektronik. grafik dan suara. secara eksplisit mengatakan bahwa arsip juga termuat dalam berbagai media. surat. Media ini digunakan untuk menyimpan arsip-arsip gamber bergerak serta suara seperti kaset audio dan kaset video. Dalam mengelola arsip elektronik. Dari pernyataan tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa arsip tidak hanya endapan kegiatan organisasi tetapi arsip sebagai suatu sumber informasi merupakan aset penting sekaligus juga merupakan bahan bukti dan akuntabilitas sehingga organisasi dapat mencapai tujuannya. Arsip harus dapat diketemukan kembali secara fisik maupun informasinya.ragam C. Media mikrofotografik yang meliputi mikrofilm atau microfiche dan bentuk miro lain yagn dihasilkan oleh komputer. kontrakkontrak dan sebagainya. Arsip sebagai sumber informasi terekam dibutuhkan dan dipertahankan oleh lembaga untuk kepentingan informasi. pita magnet dan cakram optik. Arsip juga merupakan alat bukti dalam melindungi suatu organisasi dalam kasus-kasus hukum atau tuntutan lainnya yang memungkinkan untuk memberikan pembuktian bahwa organisasi tersebut telah bertindak dengan benar dan telah memenuhi kewajibannya. 3. Arsip ini umumnya berbentuk hardcopy seperti memo. maka : 1. disket. struktur (structure). Keuntungan bentuk ini adalah dapat menyediakan informasi untuk referensi jangka pendek dan sering kali digunakan untuk arsip vital. umumnya arsip yang tercipta dari pemanfaatan teknologi informasi atau komputer disebut dengan arsip elektronik. teks. 4. Pemanfaatan teknologi informasi dalam menunjang pelaksanaan kegiatan organisasi tidak merubah arti dan peranan arsip itu sendiri. 2. hal yang harus dipahami dan dipertahankan adalah elemen maya (virtual) yang dimiliki arsip yang mencakup isi (content). yang membagi media arsip ke dalam beberapa kategori yaitu : 1. Arsip harus disimpan dalam bentuk yang nyata misalnya dalam media kertas. Bila dikaitkan dengan pengertian arsip yang termuat dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 1971. 3.

Kegiatan pengelolaan arsip elektronik meliputi : penciptaan. Sedangkan pendekatan eksternal adalah mempercayakan pihak ketiga untuk mengelol arsip yang ada. Media komputer yang dipakai dalam penanganan arsip elektronik tidak lebih hanyalah merupakan suatu alat (tools). Imbasnya juga pada bidang kearsipan. Dampak lain dari perkembangan teknologi informasi ini yang tidak kalah pentingnya adalah adanya ’jurang digital’ (digital divide). Pemanfaatan teknolgi tersebut dengan segala kelebihan dan kekurangannya tentu merupakan tantangan tersendiri bagi arsiparis sebagai profesional informasi. Dan jurang ini semakin bertingkat sesuai dengan ekonomi. tentunya arsiparis harus merespon perkembangan dan kemajuan tersebut. Ini juga merupakan bagian dari masalah yang dihadapi sehubungan dengan pemanfaatan teknologi infomasi di organisasi. sampai-sampai seringkali dilupakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan kegiatan organisasi hanyalah alat penunjang pelaksanaan kegiatan. filing dan rujukan. Pendekatan internal berstruktur mempercayakan pada suatu sistem untuk mengumpul dan memaintain arsiparsipnya. Pendekatan internal tak berstruktur dilakukan oleh seseorang untuk menentukan arasip mana yang bernilai dan harus disimpan. Ada beberapa permasalahan yang timbul dalam bidang kearsipan sehubungan dengan pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan kegiatan. dan mana arsip yang tak bernilai guna. Kecepatan perkembangan teknologi menyebabkan arsip yang tercipta dari generasi sebelumnya sulit terbaca. 2. yaitu : 1. Ini merupakan tantangan besar bagi arsiparis sebagai profesional informasi. Arsip elektronik tidak terlalu tergantung kepada ketiga pendekatan tersebut. Kebebasan individu untuk memperoleh informasi antara free dan fee F. Jurang ini juga bersifat dinais mengikuti perkembangan teknologi itu sendiri. 46 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . tapi bukan berarti teknnologi adalah segala-galanya. Realitas suatu arsip ternyata tidak hanya pada informasi yang terdapat dalam tiap lembaran arsip tetapi juga pada fisiknya. Kebocoran informasi karena kemudahan akses 3. Jurang ini semakin kompleks bukan lagi mengenai persoalan kepemilikan dan akses ke komputer yang berbeda antara kaum berpunya dan kaum tak berpunya. bahwa perkembangan teknologi tidak mungki dapat terelakkan. usia dan bahkan sampai dengan latar belakang etnik. pendidikan. Sebagai pengelola kearsipan. Anggapan yang ada bahwa teknologi informasi adalah segala-galanya. Hal ini berhubungan dengan keotentikan suatu arsip. lagi-lagi mau tidak mau dan suka atau tidak suka arsiparis dihadapkan kembali dengan permasalahan baru yaitu pemanfaatan teknologi informasi dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kita memang setuju bahwa tak ada yang kebal dengan perkembangan teknologi informasi ini. PERMASALAHAN KEARSIPAN SEHUBUNGAN PAMANFAATAN TI Begitu hebatnya perkembangan teknologi informasi. E. D. TANTANGAN BAGI ARSIPARIS Seperti yang telah di uraikan di atas. sehingga informasi yang terkandung dalam arsip tersebut tidak dapat dimanfaatkan. Anggapan ini juga berpengaruh pada arsip. PENUTUP Perkembangan teknologi dan pemanfaatannya untuk menunjang kegiatan organisasi tampaknya bukan lagi fenomena baru saat ini. pendekatan internal terstruktur dan pendekatan eksternal. G. Belum lagi dapat membuktikan apakah arsiparis ”pemulung” atau profesional informasi. APAKAH ADA PERBEDAAN ANTARA ARSIP MANUAL DAN ARSIP ELEKTRONIK ? Cara-cara penanganan arsip elektronik boleh dikatakan secara konseptual sama saja dengan penanganan arsip pada umumnya.ragam Dari apa yang di uraikan di atas dapat diketahui bahwa tidak terjadi pergeseran makna dan peran arsip itu sendiri sebagai salah satu sumber informasi. Berbagai persoalan kearsipan yang muncul harus dicarikan jalan keluarnya. deskripsi. Menurut Rick dan Gow (1984) ada tiga pendekatan untuk menangani manajemen arsip yaitu : internal tak terstruktur.

Prentice-Hall. Sebuah penelitian di Inggris belum lama ini melaporkan bahwa beberapa keyboard di sebuah perkantoran ternyata menyimpan lima kali lebih banyak jumlah kuman. Ahli Mikrobiologi Professor Hugh Pennington mengatakan besar kemungkinan kuman Staphylococcus yang ditemukan dalam keybord tersebut adalah strain MSAA yang sensitif yang telah melumpuhkan salah satu artis film terkenal Inggris. Library Association Publishing. Record Management in the Computer Age. Management Information Systems. Leslie Ash. 2. Para ahli juga mendeteksi staphylococcus aureus. Temuan ini merupakan tindak lanjut dari sebuah survey yang dilakukan majalah Which? Computing yang menunjukkan bahwa satu dari 10 orang tidak pernah membersihkan komputer. methicillinresistant Staphylococcus aureus (MRSA) and Pseudomonas Aeruginosa (PSAE). 7 Tahun 1971 ” Ketentuan Pokok Kearsipan” ungguh mengejutkan. 1995. (berbagai sumber) Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 47 . ahli mikrobiologi dari Kingmoor Technical Services. Undang-undang No. VRE dan MRSA. membersihkan tombol secara berkala. 6th edition. Daftar Pustaka : Amsyah Zulkifli. Namun begitu. 1999. Jakarta. Remah dan cipratan makanan yang menempel pada keyboard akan memicu pertumbuhan bakteri. Debu juga bisa menjadi masalah ketika terjebak dalam kelembaban. yaitu vancomycin-resistant Enterococcus faecium (VRE). Elizabeth. 1989. Bakteri memang dapat dengan mudah menghuni sela-sela keyboard komputer Anda. Lundgren and Lundgren. namun itulah kenyataannya. Tiga jenis kuman yang paling sering ditemukan di rumah sakit. London. dibandingkan sebuah kloset di kamar mandi Anda. Vol 1 No. Untuk menghindarinya dilakukan rutinitas mencuci tangan setelah menggunakan komputer. Salah satu faktor yang mempermudah masuknya bakteri adalah kebiasaan makan di meja kerja Anda. yang terjun langsung dalam penelitian ini. Manajemen Kearsipan. sejenis bakteri biasa yang menyebabkan beragam infeksi mulai dari masalah kulit hingga radang paru-paru atau pneumonia. Laxman Pendit. Dari temuannya. “Jemur keyboard di bawah sinar matahari. menyatakan dirinya menemukan empat jenis bakteri berbeda. Putu : ”Seba Open di Jagat Informasi”. Managing Your Organization’s Record. ia menyarankan agar keyboard selalu dibersihkan secara rutin supaya tidak menimbulkan risiko kesehatan. Buletin Perpustakaan ”Serat” Universitas Indonesia. Hanya satu dari empat orang membersihkan keyboard komputer atau laptop sekali dalam sebulan. Parker. Desember 2007. Riset terhadap banyak rumah sakit juga menunjukkan satu di antara lima keyboard dalam ruang perawatan pasien S Papan Ketik Jadi Sarana Kuman terinfeksi dengan MRSA. Bakteri tidak tahan radiasi ultraviolet atau kondisi kering yang akan membunuh mereka dengan sangat cepat. New Jersey.ragam Akhir dari tulisan ini adalah seberapa mampukah arsiparis menjawab tantangan ini ? maju dengan berani atau mundur dengan segala konsekuensinya ? Mampukah kita arsiparis bangkit dari zero menjadi menjadi hero ? Ini merupakan tantangan tersebesar bagi arsiparis kita saat ini. merupakan kuman-kuman yang telah kebal terhadap antibiotika yang umum dipakai seperti vancomycin dan methicillin. Penelitian ini diungkapkan oleh seorang ahli yang disewa oleh Majalah Which?Computing untuk membersihkan lebih dari 30 keyboard pada sebuah perkantoran di London. McLeod. melakukan pembasmian hama. menghadapi ancaman ini Prof Pennington menawarkan sebuah solusi yang cukup mudah. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kuman untuk berkembang biak. serta jangan menggunakan komputer orang berpenyakit menular. Dari kain-kain dan sepon pembersih yang dikumpulkan berhasil ditemukan beragam jenis bakteri berbahaya seperti Escherichia coli serta bakteri coliform yang dapat menyebabkan diare atau keracunan. Papan ketik atau keyboard komputer Anda ternyata dapat menjadi sumber penyakit.” ungkapnya Sementara itu James Francis. R. PT Gramedia.

berdiri lama (terutama pekerja yang harus berdiri lama). wanita faktor resikonya lebih besar dari pada pria. hal ini disebabkan faktor hormonal dan sering terjadi pada usia produktif. luka infeksi dan gangguan sirkulasi darah balik dari paru – paru ke jantung akibatnya bisa meninggal mendadak. obat-obat kontrasepsi. Pemicunya bisa disebabkan oleh faktor kegemukan. Endovenous Laser Therapy telah ada di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. hamil. kaos kaki kompresi. untuk itu pada tanggal 4 Oktober 2010 diadakan konprensi pers di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita 48 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . bebat elastik. Pengobatan untuk varises bisa operasi atau tanpa operasi. keturunan dan hormonal.ragam Penanggulangan Varises Dengan laser JAKARTA – Bagi setiap orang Varises (varices) adalah suatu kelainan dinding pembuluh darah yang sifatnya melebar di permukaan kulit. obat-obatan. Biasanya yang tanpa operasi adalah stadium ringan yaitu memakai krim. Akibatnya aliran darah yang seharusnya mengalir lancar ke arah jantung mengalami hambatan dan terjadi arus balik sebagian aliran darah dalam pembuluh darah vena sehingga menjadi melebar dan berkelok-kelok dan terdapat di kaki. Varises adalah pembuluh darah balik yang venanya melebar dan berkelok-kelok akibat gangguan (hambatan) aliran darah. sedangan untuk stadium lanjut bisa operasi yaitu menghilangkan bagian dengan irisan kecil atau memakai Endovenous Laser Therapy. Varises yang ringan bukan merupakan masalah karena tanpa keluhan dan gangguan sama sekali tetapi untuk yang stadium lanjut dapat mengakibatkan komplikasi seperti : perdarahan. Angka kejadian wanita sekitar 50 – 55 % sedangkan pria 40 – 50 %. suntikan. ini terjadi akibat ketidak mampuan katub (klep) vena dalam mengatur aliran darah. sepatu bertumit tinggi.

Endovenous Laser Therapy. MD dihadiri oleh Wartawan dan Humas Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. rasa sakit dan efek samping bersifat minimal. dr. AUlIYANA & SUFERMI Tips Pencegahan Varises: • Makan makanan yang bergizi • Olah raga teratur • Hindari berdiri terlalu lama. biasanya dipergunakan untuk pengobatan varises stadium lanjut. Ismoyo Sunu. Iwan Dakota MD. Hananto Andriantoro.ragam Jakarta yang dibuka oleh Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. FIHA dengan didampingi oleh dr. Sedangkan varises yang ringan. periode pemulihan lebih cepat dan kemungkinan varises akan muncul kembali setelah dilaser sekitar 4 %. sedapat mungkin relaksasi (yaitu • • • • meluruskan kaki secara berkala dan memijit tungkai sehabis berpegian Hindari terlalu lama duduk dengan kaki menyilang Hindari memakai rok bawahan yang terlalu ketat Gunakan kaos kaki elastis untuk mencegah penekanan pada tungkai Bagi yang suka sepatu hak tinggi dapat menggunakannya agar otot sekitar varises berkontraksi dan untuk memperlancar aliran darah Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 49 .JP(K) FICA dan dr. lasernya seperti mesin foto kopi dengan biaya sekitar 3 s/d 5 juta dan biasanya untuk kosmetik agar kaki kelihatan indah tanpa varises. Jamkesmas dan Jamkesda. Sp. Di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita biayanya sekitar 10 s/d 20 juta untuk general dan tergantung lebarnya varises. Kelebihan dari alat ini pasien di RS hanya one day care . dibius lokal. tetapi pembiayaan belum bisa memakai Askes.

Sementara Psikogeriatri adalah cabang ilmu kedokteran jiwa yang mempelajari masalah kesehatan jiwa pada lansia yang menyangkut aspek promotof. gangguan jantung. preventif. Proses menua (aging) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik. penurunan fungsi dan potensi seksual. Penurunan Kondisi Fisik Setelah orang memasuki masa lansia umumnya mulai dihinggapi adanya kondisi fisik yang bersifat patologis berganda (multiple pathology) : misalnya tenaga berkurang. 50 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. pikun dsb. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. vaginitis. Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari masalah kesehatan pada lansia yang menyangkut aspek promotof. meliputi aspek fisiologis. kekurangan gizi. kulit makin keriput. Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia yaitu : 1. kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lansia. tulang makin rapuh. kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lansia. depresi. kultural. sosial. yaitu ilmu yang mempelajari segala aspek dan masalah lansia. enerji menurun. perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya : cemas. preventif. psikologis. diabetes mellitus. gigi makin rontok. ekonomi dll.ragam Usia Lanjut? Bermasalah Pada Kesehatan Jiwa? Oleh : Heri Djuwanto dan Auliyana M asalah kesehatan jiwa lansia termasuk juga dalam masalah kesehatan yang dibahas pada pasien-pasien Geriatri dan Psikogeriatri yang merupakan bagian dari Gerontologi.

pada tipe ini setelah memasuki lansia tetap merasa tidak puas dengan kehidupannya. apalagi jika tidak segera bangkit dari kedukaannya. pendengaran sangat berkurang. apabila kehidupan keluarga selalu harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak. c. pada tipe ini ada kecenderungan mengalami post power sindrome. b. pada lansia tipe ini umumnya terlihat sengsara. apalagi jika pada masa lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada dirinya. Misalnya badannya menjadi bungkuk. Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate personalitiy).ragam Para Lansia sedang membuat kerajinan tangan dan menyulam. tetapi jika pasangan hidup meninggal maka pasangan yang ditinggalkan akan menjadi merana. diantaranya setelah menajalani masa pensiun. Tipe Kepribadian Tergantung (Dependent personalitiy). Perubahan Aspek Psikososial Umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. 2. pada tipe ini biasanya sangat dipengaruhi kehidupan keluarga. penglihatan. 3. Tipe Kepribadian Konstruktif (Construction personalitiy). setelah Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 51 . banyak keinginan yang kadangkadang tidak diperhitungkan secara seksama sehingga menyebabkan kondisi ekonominya menjadi moratmarit. Perubahan Dalam Peran Sosial di Masyarakat Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran. Perubahan yang Berkaitan Dengan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia. biasanya tipe ini tidak banyak mengalami gejolak. penglihatan kabur sehingga sering menimbulkan keterasingan/ kesepian. Tipe Kepribadian Mandiri (Independent personality). karena perilakunya sendiri sulit dibantu orang lain atau cenderung membuat susah dirinya. 4. Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility personality). d. tenang dan mantap sampai sangat tua. Para Lansia mempunyai tipe kepribadian dalam menghadapi kehidupan dimasa tuanya : a. e. sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat dan kurang cekatan. Lanjut usia secara psikososial yang dinyatakan krisis bila : Ketergantungan pada orang lain (sangat memerlukan pelayanan orang lain) dan Mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan karena berbagai sebab.

dan lebih mengasah spiritual ) 7. Sering bersilahturami dengan keluarga atau sahabat. Menjalin relasi soaial seluas mungkin (ikut arisan. main tebak – tebakan. pengajian. Teratur melakukan olah raga ringan yaitu jalan kaki. nonton TV. sanak saudara bahkan kerabat umumnya ikut membantu memelihara (care) dengan penuh kesabaran. kisah. aktif menjadi anggota organisasi. Namun bagi mereka yang tidak punya keluarga atau sanak saudara karena hidup membujang. Reality orientation training Terapi yang dirancang unik untuk mempertahankan orientasi klien terhadap diri dan lingkungannya e. Multisensory stimulation Memperbaiki fungsi panca indera d. pasangan hidup yang tidak punya anak dan pasangannya sudah meninggal. Selalu berpikir positif tanpa menyalakan siapapun juga 8. Untuk masyarakat Indonesia yang berbudaya ketimuran maka lansia yang memiliki keluarga masih sangat beruntung karena anggota keluarga seperti anak. maupun lagu dari masa lalu klien untuk merangsang kembali memori jangka panjangnya f. cicit. mengisi TTS. minumam keras 4. seringkali menjadi terlantar. musik. senam pernafasan. 2. Mengkonsumsi makanan sehat 3. Dengan Motto “ Melayani dengan Terampil dan Menyentuh Hati”. Reminisceence therapy Terapi yang mempergunakan berbagai benda. Bila memungkinkan mempunyai binatang peliharaan atau rajin berkebun 10. Disinilah pentingnya adanya Panti Werdha sebagai tempat untuk pemeliharaan dan perawatan bagi lansia. Pet therapy Mempergunakan kedekatan klien dengan binatang peliharaan untuk membangan emosi positif c. main game. senam otak. Melakukan aktifitas yang menyenangkan (baca Koran. dll) 9. Radjiman Wediodingrat Lawang Jawa Timur yang mempunyai Visi : “ Menjadi pusat pelayanan kesehatan jiwa yang unggul. (DIKUTIP DARI BERBAgAI SUMBER) 52 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Beberapa pelayanan Instalasi Psikogeriatri adalah : a. Disisi lain perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa hidup dan kehidupan dalam lingkungan sosial Panti Werdha adalah lebih baik dari pada hidup sendirian dalam masyarakat sebagai seorang lansia RS Jiwa Dr. RS ini sangat peduli dengan masalah Psikogeriatri dan menjadikannya Instalasi Psikogeriatri sebagai unggulan yaitu pelayanan kesehatan lansia terpadu. menyanyi. Untuk itu para lanjut usia diharapkan lebih mandiri dalam mengatasi masalah kehidupan dan membiasakan gaya hidup sehat sejak dini yaitu dengan : 1. pendidikan dan budaya klien g. Menghindari rokok.ragam sakit cukup berat serta lama dan kematian pasangan hidup dan lainlain. mandiri dan terpecaya dalam rangka membuat rakyat sehat “. Palliative care and hospice service Perawatan suportif yang mempunyai bertujuan meningkatkan kualitas hidup klien yang menglami penyakit stadium Terminal b. cucu. Modifiled occupational therapy Terapi okupasi yang disesuaikan dengan latar belakang sosial ekonomi. Respite care Pengasuhan sementara bagi lansia pabila pengasuh tetap atau keluarganya berhalangan mengasuh selama beberapa saat dalam menerima stimulus dari sekitar. Lebih rajin mendekatkan diri pada Allah sang Pencipta ( berdoa. senam osteoporosis dll. Menjaga kesehatan serta memeriksakan kondisi kesehatan secara teratur termasuk kesehatan gigi 5. berlibur) 6.

dan cap dinas. Jenis dan format naskah dinas. Ruang lingkup administrasi umum meliputi tata naskah dinas. penggunaan lambang negara. penamaan lembaga. kearsipan serta tata ruang perkantoran. Dengan melaksanakan petunjuk teknis tata naskah dinas Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik ini. logo. singkatan dan akronim. dan penutup. tata surat dinas. S Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 53 . diharapkan dapat tercipta efisiensi dan efektifitas serta kelancaran komunikasi tulis yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mendukung tertib administrasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik.resensibuku Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Pemrakarsa Tebal Terbit Tahun : Bagian Umum dan Kepegawaian Ditjen Bina Yan Medik : 73 Halaman : 2010 ebagai salah satu upaya untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik (Good Governance) dengan meningkatkan efektifitas dan produktifitas kerja. serta tertib administrasi. Buku ini terdiri dari 5 bab dengan daftar isi antara lain Pendahuluan.

Husain. terima kasih atas kerjasamanya selama ini dan mohon maaf atas kesalahan saya selama menjabat sebagai Direktur Jenderal. 54 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 .B. KBD menyampaikan dengan perpisahan ini tetap terjalin hubungan emosional. Farid W. Sp.lensayanmed Pisah Sambut Pejabat Di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Bersama Menteri Kesehatan dr.

“Beliau sangat professional. Pak Farid adalah salah satu orang yang sangat membantu saya diawal pekerjaan. Husain. disamping itu beliau telah menunjukkan keberhasilan dalam menjalankan tugasnya.P.” tegas dr. Endang Rahayu Sedyaningsih. Atas nama Kementerian Kesehatan. Kepada seluruh jajaran teknis. dr. program yang baik untuk ditingkatkan. dimohon untuk dapat bekerjasama dengan baik. Supriyantoro pengganti Bpk. Husain. Husain sebagai Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. PH mengucapkan terima kasih kepada Bpk. Atas nama pribadi.” Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 55 . MARS yang menggantikan Farid W. Menteri Kesehatan. Farid W. Farid W. Sp. “Bpk. Supriyantoro.lensayanmed “Saya yakin kita mampu menyelesaikan tugas kedepan untuk mendukung Menteri Kesehatan mewujudkan misi dan visi Kementerian Kesehatan. Farid. Dr. sehingga akan tercapai masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. MPH. saya mengucapkan terima kasih dengan semua bakti terhadap waktu dan pikiran untuk Negara Indonesia” Menkes berpesan kepada Bpk. saya mengucapkan terima kasih” bukan hanya itu saja. Supriyantoro untuk meneruskan apa yang sudah dirintis Bpk. “selama 9 bulan saya menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

lensayanmed Pemberian Cenderamata Pemberian Cenderamata diberikan juga kepada para pejabat Purna Bakti lainnya. 56 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . dan mantan Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa. antara lain mantan Sesditjen. mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar.

lensayanmed Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 57 .

dr.lensayanmed Serah Terima Jabatan Eselon II Direktur Keuangan RS Jantung & Pembuluh Darah Kita di Jakarta Penyerahan Memori Jabatan Direktur SDM & Pendidikan RSCM. Sumariyono. Dr. Sp.PD (16/08) 58 Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 . Melianda Zailani. MARS kepada dr.

lensayanmed Serah Terima Jabatan Direktur Umum.KJ kepada dr. Sp. Marliana Poerba.KJ. Lia Gardenia Partakusuma. Sp. SpA kepada dr. Serah terima jabatan Direktur Umum dan Operasional RSAB. Embry Netty. M. MM kepada drg. MM Serah Terima Jabatan Direktur Utama RS Jiwa Dr. SDM dan Pendidikan diberikan oleh dr.Kes Ditjen Bina Pelayanan Medik • Warta Yanmed Edisi XXIII Tahun 2010 59 . Bella Patriajaya. Sp. dari dr. Osrizal Oesman.PK (K). Soeharto Heerdjan diberikan oleh dr. Ratna Mardiati.

RADJIMAN WEDIODININGRAT .LAWANG Terapi Reminiscence Rehabilitatif Medical Student .PELAYANAN PSIKOGERIATRI RSJ DR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful