NILAI EKONOMIS DAN PROTEKSI PEMAKAIAN INVERTER PADA INCLINED STERILLIZER BUCNH CONVEYOR BAB I PENDAHULUAN I.1.

Latar Belakang Pengolahan kelapa sawit merupakan salah satu faktor penentu

keberhasilan usaha perkebunan sawit. Hasil utama yang di peroleh adalah minyak kelapa sawit dan inti sawit. Pabrik kelapa sawit (PKS) dalam konteks industri kelapa sawit di Indonesia dipahami sebagai unit ekstraksi crude palm oil (CPO) dan inti sawit dari tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. PKS merupakan unit pengolahan paling hulu dalam pengolahan kelapa sawit. Pabrik pengolahan kelapa sawit atau yang lebih dikenal dengan sebutan PKS dengan segala aktifitas mesinnya seperti conveyor, elevator, press, digester, pneumatic transfer dan sebagainya memerlukan penggerak berupa motor. Lebih dari 80% motor penggerak pada pabrik kelapa sawit adalah berupa motor listrik dengan berbagai ukuran dan daya. Oleh karena itu motor listrik merupakan menjadi sumber penggerak utama bagi pabrik kelapa sawit dalam proses kerjanya untuk menghasilkan produk berupa crude palm oil. Tingginya frekuensi pemakaian dan jumlah mesin - mesin listrik yang dioperasikan pada pabrik kelapa sawit akan memerlukan penanganan secara tepat untuk menghindari akibat akibat yang dapat menimbulkan kerugian dalam operasional pabrik kelapa sawit, seperti tingginya jam stagnasi. Inclined sterillizer bunch conveyor, merupakan salah satu dari sekian banyak conveyor yang terdapat di POM Kisaran. Conveyor ini berfungsi untuk mengangkut brondolan dari tuangan tippler, sehingga conveyor tersebut memiliki beban yang cukup tinggi. Pada saat start awal beban kerja dari motor listrik yang merupakan penggerak conveyor tersebut tinggi. Selain itu rantai transmisinya sering lepas / lompat karena sentakan dari motor listrik ketika start, hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi pabrik. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan mengurangi akibat yang ditimbulkan, maka pada motor inclined strillizer bunch conveyor perlu ditambahkan inverter.

1

I.2. Permasalahan 1. Beban kejut motor listrik yang tinggi pada saat start 2. Start awal putaran motor listrik tinggi, sehingga menyebabkan sentakan yang cukup kuat pada chain transmisi. Jika hal ini di biarkan lama-lama dapat menyebabkan kerusakan (aus) pada bearing, chain transmisi, sproket, gear box. 3. Sering lepasnya rantai transmisi dari sproket akibat keusan, dan mengakibatkan -terjadinya stagnasi di pabrik

I.3. Tujuan 1. Mengurangi beban kejut motor listrik pada saat start 2. Mengurangi jam stagnasi karena perbaikan di inclined sterillizer bunch conveyor 3. Memperpanjang lifetime dari peralatan 4. Sebagai acuan untuk perusahaan

2

BAB II ANALISIS II.1. Analisis Data Data kerusakan incllined sterillizer bunch conveyor selama bulan Februari 2011 – Juni 2011 yang di ambil dari Form Permintaan dan Perawatan POM Kisaran adalah sebagai tabel berikut : Tabel 1. Data kerusakan incllined sterillizer bunch conveyor selama bulan Februari 2011 – Juni 2011 No. 1 2. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tanggal 11 Februari 2011 21 Februari 2011 23 Februari 2011 24 Februari 2011 2 Maret 2011 12 Maret 2011 4 April 2011 7 April 2011 12 April 2011 13 April 2011 3 Mei 2011 13 Mei 2011 14 Mei 2011 26 Mei 2011 28 Mei 2011 31 mei 2011 1 Juni 2011 6 Juni 2011 Kerusakan Chain Tranmsisi Lompat dari sproket Chain Tranmsisi Lompat dari sproket Chain Tranmsisi Lompat dari sproket Chain Tranmsisi Lompat dari sproket Chain tranmisi ada yang lepas Scrapper putus Inclinned Starillizer bunch conveyor trip Chain tranmsisi lompat dari sproket Chain tranmsisi lepas dari sproket Chain tranmsisi lompat dari sproket Bearing steriller bunch conveyor pecah yang sebelah gear sproket Chain tranmsisi lompat dari sproket Chain tranmsisi lepas dari sproket Chain tranmsisi lompat dari sproket Chain tranmsisi lompat dari sproket Chain tranmsisi lompat dari sproket Sproket miring Chain transmisi lepas

Analisa Penyebab Kerusakan Dari data kerusakan diatas, kerusakan yang banyak terjadi adalah lepasnya chain transmisi dari sproket, hal ini bisa terjadi karena sproket yang digunakan telah aus. Kausan pada sproket disebabkan diantaranya karena, kotoran yang menempel pada sproket start awal motor listrik, tapi dalam hal ini yang paling berpengaruh adalah sentakan yang terjadi ketika start motor listrik. Sentakan ini terjadi karena beban kejut dari motor listrik yang tinggi pada saat start. Sentakan ini mengakibatkan kedudukan sproket tidak normal lagi, selain itu juga menyebabkan flange mounted motor listrik tidak normal lagi, bahkan pada suatu

3

kasus (FFB 1) motor listrik di beri dudukan tambahan agar flange mounted motor listrik tersebut tidak patah dan motor listrik tidak jatuh ke lantai. Kerusakan yang terdapat pada inclined sterilizer bunch conveyor dapat menyebabkan terjadinya stagnasi di pabrik, adapun stagnasi yang pernah terjadi dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Data kerusakan incllined sterillizer bunch conveyor yang menyebabkan terjadi stagnasi Bulan Jenis Kerusakan Lama Stagnasi (jam) Februari Perbaikan Inclinide sterilized Bunch Conveyor 0.33 Elektro motor Bunch Stelizer terbakar 1. Perbaikan contector sterilizer bunch conveyor 2. Chain Transmisi sterilizer buch lepas 1 mata 3. Rantai Transmisi sterelizer Buch conveyor putus 4. Bunch stelizer trip 5. Chain transmisi sterilizer lompat 6. Chain transmisi sterilizer lompat dari sprocket 7. Chain transmisi Bunch stelizer putus 8. Chain incilinide bunch conveyor lompat Mei 1. Rantai transmisi sterilizer bunch conveyor lompat 2. Rantai transmisi inclinide sterilizer putus 3. Rantai transmisi inclinide buch sterilizer lompat dari sporket Juni Total Ket : data bersumber dari progress report bulanan Maret April 2.00 1.42 1.50 2.00 0.25 4.92 1.50 1.92 0.58 1.08 2.50 0.50 20.5

4

II.2. Alternatif Solusi Untuk mengurangi dan meminimalisir gangguan / kerusakan yang terjadi seperti tabel di atas, maka pada incllined sterillizer bunch conveyor dilakukan penambahan inverter. Inverter ini berfungsi untuk mengurangi arus start yang tinggi, dia menggerakkan motor listrik secara perlahan hingga mencapai putaran normal motor listrik yaitu 1460 RPM, sehingga sentakan yang dapat menyebabkan gangguan pada bearing dan chain transmisi dapat diminimalisir.

5

BAB III SOLUSI III.1. Umum Motor induksi adalah jenis motor penggerak yang paling banyak digunakan di industri. Hal ini karena motor induksi mempunyai banyak keuntungan dibandingkan dengan motor listrik lainnya (Hosea et al., 1997). Motor induksi terdiri dari dua bagian utama, yaitu stator dan rotor. Stator adalah bagian yang tidak bergerak, terdiri dari lapisan-lapisan besi dengan aluralur berisi kumparan-kumparan. Kumparan-kumparan ini dihubungkan dengan sumber daya 3 phasa, sehingga didapatkan sebuah medan magnet putar. Kecepatan medan magnet putar tergantung pada jumlah kutub stator dan frekuensi sumber dayanya. Kecepatan ini disebut kecepatan sinkron, yang ditentukan dengan rumus: ...................................................................... 1 dengan Ns adalah kecepatan sinkron (rpm), f adalah frekuensi sumber daya (Hz), dan P adalah jumlah kutub stator.

III.2. Design Solusi Motor induksi adalah jenis motor penggerak yang paling banyak digunakan di industri termasuk di Palm Oil Mill Kisaran. Ketika motor listrik distart, arus start motor listrik ini perlu di pertimbangkan mengingat arus yang dihasilkan mencapai 3 – 7 kali arus normalnya, selain itu pada saat start terjadi sentakan yang kuat terhadap peralatan yang digerakkan, hal ini diakibatkan ketika start motor listrik langsung bergerak dengan kecepatan penuh. Sentakan pada saat start ini bisa menimbulkan kerusakan baik pada motor listrik maupun peralatan yang digerakkan seperti gigi pada gear box, coupling, pulley/chain transmisi. Oleh karena itu perlu adanya pengaman untuk kelancaran peralatan / motor listrik itu sendiri. Inclined sterillizer bunch conveyor merupakan salah salu conveyor yang digerakkan oleh motor listrik, ketika start awal motor dan peralatan yang digerakkannya juga mengalami sentakan yang cukup kuat. Dampak dari sentakan itu terjadi nya aus pada sprocket dan chain tranmsisi sehingga menyebabkan sering lepasnya chain transmisi dari sproket, sehingga menyebabkan terjadinya

6

stagnasi karena perbaikan. Selain itu menyebabkan keausan pada peralatan sentakan yang terjadi pada saat start awal juga dapat menyebabkan flange mounted motor listrik mengalami kerusakan. Untuk itu perlu adanya suatu pengaman agar performa dari perlatan dapat terjaga, salah satu alat pengaman yang lebih populer saat ini adalah inverter. Inverter pada awalnya merupakan pengubah dari sumber DC ke sumber AC, namun dengan makin berkembangnya teknologi inverter tidak hanya sebagai pengubah arus dari DC ke AC akan tetapi dapat digunakan sebagai pengendali kecepatan motor listrik yaitu dengan cara mengatur / merubah frekuensi sumber pada motor listrik. Sumber daya dari PLN atau genset mempunyai frekuensi yang konstan, yaitu 50 Hz. Salah satu cara yang efektif untuk menghasilkan tegangan dengan frekuensi yang bisa diatur yaitu dengan jalan membangkitkannya sendiri sumber daya DC. Sumber daya ini diperoleh dari sumber daya PLN yang disearahkan dengan rectifier. Selanjutnya sumber daya ini ditapis dengan filter DC (DC link) untuk mendapatkan sumber daya DC yang lebih rata sehingga didapat sumber dengan frekuensi yang lebih kecil. Dengan menggunakan PWM inverter sumber DC tersebut di konversikan lagi menjadi sumber AC sebagai masukan bagi motor listrik yang akan digerakkan. Dengan menggunakan inverter frekuensi sumber dapat diatur / dirubah dari frekuensi yang terendah sampai frekuensi yang tertinggi. Jadi dengan merubah frekuensi sumber maka kecepatan motor listrik dapat diatur, seperti persamaan 1. Adapun rangkain pemasangan seperti gambar di bawah ini :

Sumber AC 380 volt Frekuensi 50 Hezt

Inverter IS 5

Motor listrik 22 KW 380 Volt 50 Hezrt

M
Gambar 1 : Pemasangan inverter pada motor listrik

7

Adapun pengaruh pemasangan inverter terhadap motor listrik inclined sterilizer bunch conveyor di POM Kisaran seperti table di bawah ini : Tabel 3. Data kerusakan incllined sterillizer bunch conveyor selama bulan Juli 2011 – 10 September 2011 No. Tanggal Kerusakan 1 Juli 2. Agustus 3 10 September Ket : data bersumber dari Form permintaan dan perawatan POM Kisaran Tabel 4. Data stagnasi yang disebabkan incllined sterillizer bunch conveyor Bulan Jenis Kerusakan Lama Stagnasi (jam) Agustus Inclinide sterilized Bunch Conveyor trip 3.25 Total Ket : data bersumber dari progress report bulanan 3.25

Pemasangan inverter pada motor listrik Inclined sterilizer bunch conveyor di POM Kisaran dilakukan pada awal bulan juli 2011, dari bulan Juli 2011 – 10 Agustus 2011, untuk inclined sterilizer bunch conveyor tidak ada permintaan perawatan dan perbaikan akan tetapi pada tanggal 9 Agustus 2011 terjadi stagnasi selama 3,5 jam yang disebabkan oleh tripnya motor listrik inclined sterilizer bunch conveyor, hal ini di karenakan karena TBR yang jatuh ke inclined sterilizer bunch conveyor melalui tuangan tippler terlalu banyak sehingga menyebabkan motor listrik tidak mampu untuk beroperasi atau dalam hal ini terjadi over load. Lamanya jam stagnasi disebabkan karena TBR yang ada di liner inclined sterilizer conveyor di bersihkan terlebih dahulu kemudian baru dilakukan start lagi.

III.3. Cost Benefit Perbandingan biaya 1. Harga motor listrik 22 KW 2. Pemasangan Inverter Pemasangan inverter + panel Rp. 39.000.000,00 Rp 45.000.000,00

Dari perhitungan biaya diatas terlihat bahwa selisih antara harga motor listrik dan inverter yaitu sebesar Rp 6.000.000,00. Selain itu penggunaan inverter dapat menghemat penggunaan peralatan proteksi lain yang digunakan pada

8

koneksi star delta yang terdapat didalam panel seperti TOR, contaktor, timer, relay, trafo arus dan pemakaian kabel juga dapat dikurangi. Sedangkan untuk peralatan proteksi yang disebutkan tidak digunakan lagi jika telah memakai inverter, karena inverter tealah memiliki sistem proteksi sendiri seperti over current dan over voltage, over heat, over voltage dan low voltage, ground fault. Dengan adanya pengurangan tersebut berarti telah menghemat pembiayaan untuk pemakaian peralatan proteksi tersebut. Adapun besarnya biaya yang masih bisa di hemat yaitu sebagai berikut : 1 2 Contactor Type LC1 D32 (2 unit) Contactor Type LC1 D18 (2 unit) Rp 750.000,00 Rp 210.500,00

Total Rp 960.500,00 Nilai ekonomis dan proteksi pemasangan inverter

Nilai ekonomis 1. Meningkatkat lifetime peralatan 2. Mengurangi biaya akibat kerusakan yang ditimbulkan

Nilai proteksi 1. Mengurangi beban kejut pada saat start 2. Mengurangi stagnasi akibat perbaikan 3. Mengurangi sentakan pada saat start (jika kondisi chain kuat, maka elmotnya yang kalah dan sebaliknya) serta mengurangi terjadinya chain transmisi lepas dari sproket 4. Menghemat konsumsi daya lisrik hingga 40 % (perhitungan ada di lampiran)

9

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN IV.1. Kesimpulan 1. Dengan pemakaian inverter tidak ada lagi sentakan ketika start awal, sehingga aman untuk peralatan yang digerakkan dan motor listrik itu sendiri 2. Pemakaian daya listrik dapat dihemat hingga 40 % 3. Berkurangnya jam stagnasi akibat perbaikan IV.2. Saran Untuk lebih meningkatkan performa motor listrik selain dengan penambahan inverter, motor listrik yang ada perlu dilakukan perawatan yang intensif.

10

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.