You are on page 1of 13

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta

hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kunjungan Industri di PT WIKA BETON (persero) dan jembatan suramadu, ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa kendala. Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini adalah untuk melengkapi persyaratan mendapatkan nilai dari Jurusan. Adapun penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini berdasarkan data-data yang diperoleh selama melakukan Kunjungan Industri, buku buku pedoman, serta data-data dan keterangan dari pembimbing. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. selaku Kepala Subbag PT WIKA BETON (Persero) Penelitian dan Pengembangan pembangunan yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan Kunjungan Industri . 2. Bapak , selaku pembimbing lapangan Kunjungan Industri di PT WIKA BETON (Persero) Penelitian dan Pengembangan pemangunan yang telah membimbing kami selama berada disana. 3. Bapak Subekti ST selaku pembimbing dari universitas , yang telah memonitor kami dari jauh dan memberi dukungan dukungan moral. 4. Kedua orang tua dan saudara kami yang telah mendukung dan memberikan doa restu. 5. Pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan , atas bantuan doa restu yang berhubungan dengan kegiatan Kunjungan Industri. kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan Laporan kunjungan Industri ini. Demikian kata pengantar ini kami buat, semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi kelompok kami

Metro,

BAB 1 PENDAHULUAN a. Latar belakang b. Tujuan kkl c. Ruang lingkup d. Metodologi

BAB II MATERI KKL

a. Hari dan tanggal kunjungan b. Identitas atau Sejarah Perusahaan / Instansi c. Visi,Misi, dan Tujuan Perusahaan d. Produk yaang dihasilkan / kegiatan yang dikelola e. Kerja sama antar Instansi / Perusahaan lainnya f. Pengembangan

BAB III PENUTUP

a. Kesimpulan b. Saran

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

BAB II MATERI KKL

A. Hari dan Tanggal Kunjungan

Kunjungan ke jembatan Suramadu dan di PT. WIKA BETON (Wijaya Karya Beton ) yaitu Hari Kamis Tanggal 16 Februari 2012,

B. Identitas dan Sejarah Perusahaan PT. Wijaya Karya Beton (PT. WIKA Beton) adalah salah satu perusahaan anak PT. Wijaya Karya (WIKA) yang khusus bergerak dalam industri beton pracetak. Sebagai Badan Usaha Milik Negara, WIKA yang didirikan pada tahun 1960 memulai kegiatannya sebagai perusahaan instalatir listrik. Pengembangan Industri Beton Pracetak baru dimulai pada tahun 1978 dengan produk pertamanya adalah Tiang Listrik Beton Prategang berpenampang H untuk keperluan PLN.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, maka selain Tiang Listrik prategang berpenampang H dikembangkan pula Tiang Listrik Bulat Berongga dengan sistem sentrifugal. Sistem sentrifugal ini pada perkembangannya digunakan juga untuk produksi produk tiang beton lainnya termasuk Tiang Pancang. Disamping itu, WIKA Beton juga mengembangkan produk-produk beton pracetak lain seperti Balok Jembatan, Dinding Penahan Tanah, Pipa, Bantalan Jalan Rel, dan lain-lain.

Dengan meningkatnya kebutuhan dan perkembangan usaha beton pracetak, maka pada tanggal 11 Maret 1997 dibentuklah PT. Wijaya Karya Beton atau WIKA Beton sebagai perusahaan anak dengan maksud agar perusahaan 6 dapat lebih fokus dan profesional dalam melayani dan menjaga kepuasan pelanggan.

WIKA Beton memiliki 7 (tujuh) pabrik, 6 (enam) wilayah penjualan, dan 2 (dua) kantor perwakilan penjualan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang semuanya itu bersinergi untuk saling mendukung dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin kepuasan pelanggan atas mutu, waktu, dan biaya produk

yang dihasilkan. WIKA Beton juga telah menerapkan sistem manajemen sesuai ISO 9001:2000 dan sistem manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme perusahaan.

C. Visi , Misi dan Tujuan Perusahaan

1. Visi Perusahaan WIKA Beton

Visi dari perusahaan PT. WIKA Beton tahun 2005 berdasarkan Surat Keputusan No. SK.01.01/WB-OA.110/2005 tentang visi, misi, moto, nilai-nilai dan paradigma PT. WIKA Beton adalah sebagai berikut: Menjadi Perusahaan Terbaik dalam Industri Beton Pracetak Kata Terbaik berarti:

Peringkat terbaik dalam industri beton pracetak pada tahun 2008 di Indonesia.

Peringkat terbaik dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan sehat serta berwawasan lingkungan dengan mempertahankan sertifikat Sistem 7 Manajemen K3 (SMK3) dengan kategori Bendera Emas dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Peringkat terbaik berdasarkan stakeholders utama yaitu:

a. Pemegang Saham Nilai kesehatan perusahaan terbaik berdasarkan ukuran-ukuran yang terdapat pada keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.

b. Pelanggan Kualitas produk dan jasa terbaik, diukur berdasarkan nilai kepuasan pelanggan (Costumer Satisfaction Index/CSI).

c. Mitra Kerja

Kerja

sama

yang

sehat

dan

saling

menguntungkan

dengan

mempertahankan nilai kepuasan dan loyalitas mitra kerja (Business Partner Satisfaction & Retention Index) yang telah dicapai.

d. Pegawai

Mempertahankan Index/ESI) terbaik.

nilai

kepuasan

pegawai

(Employee

Satisfaction

2. Misi Perusahaan WIKA Beton

Misi dari perusahaan PT. WIKA Beton tahun 2005-2008 adalah sebagai berikut: Memimpin pasar beton pracetak di Indonesia. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dengan kesesuaian mutu, ketepatan waktu dan harga bersaing. Menerapkan sistem manajemen dan teknologi yang dapat memacu peningkatan efisiensi, konsistensi mutu, keselamatan kerja yang berwawasan lingkungan. Tumbuh dan berkembang bersama mitra kerja secara sehat dan

berkesinambungan. Mengembangkan kompetensi dan kesejahteraan pegawai.

3. Moto Perusahaan WIKA Beton

Moto yang digunakan oleh perusahaan sebagai penyampai pesan visi dan misi ialah: Innovation and Trust

Innovation a. Perusahaan ingin dikenal oleh stakeholders sebagai perusahaan yang inovatif. b. Perusahaan mendorong dan menghargai semangat inovasi karyawannya.

Trust a. Perusahaan ingin dikenal sebagai perusahaan yang dapat dipercaya dalam hubungan kerja sama dan dapat diandalkan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. b. Perusahaan mendorong karyawannya untuk selalu bertanggung jawab atas tugas yang diemban dan menjaga/menepati komitmen.

D. Produk yang dihasilkan / kegiatan yang dikelola

Bidang usaha yang dijalankan oleh PT. WIKA Beton adalah sebagai berikut: a. Produksi Yaitu bidang usaha yang bertugas untuk memproduksi semua jenis produk yang didesain dan akan dipasarkan ke konsumen.

b. Penjualan dan pelayanan Yaitu bidang usaha yang bertugas untuk menjual hasil produksi semua jenis produk dan layanan jasa yang dirancang untuk konsumen. Aktivitas yang dilakukan oleh PT. WIKA Beton adalah memproduksi beton pracetak dengan menggunakan sistem sentrifugal dan non-sentrifugal bagi konsumen yang membutuhkan kualitas beton pracetak yang baik. Perusahaan ini memproduksi produknya secara rutin berdasarkan order dan non-order.

Produk-produk yang dihasilkan oleh PT. WIKA Beton secara umum dapat dibagi menjadi beberapa Strategic Business Unit (SBU) yaitu (gambar terlampir):

1. Tiang Beton / PC Poles

Tiang Beton diproduksi pertama kali di pabrik Bogor pada tahun 1978. Produk beton pracetak ini diproduksi dalam berbagai tipe dan ukuran dengan sistem prategang dan sentrifugal. Jenis produk yang termasuk dalam kategori Tiang Beton antara lain adalah:

Tiang Listrik Distribusi Tiang Listrik Transmisi Tiang Listrik Jalan Rel Tiang Telepon Tiang Lampu Tiang Jaring Tiang Bendera Tiang Rambu Lalu Lintas

2. Tiang Pancang / PC Piles

Tiang Pancang diproduksi pertama kali di pabrik Bogor pada tahun 1983. Tipe tiang pancang yang pertama kali diproduksi adalah tipe bulat berongga dengan sistem prestressed. Tipe ini telah banyak digunakan ada proyekproyek di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, WIKA Beton juga telah memproduksi berbagai jenis tiang pancang, antara lain: Tiang Pancang Segiempat (berongga) Tiang Pancang Segiempat masif Tiang Pancang Segitiga

3. Produk Beton Jalan Rel / Railway Concrete

Pertama kali digunakan pada awal tahun 1984 untuk jalur transportasi kereta api di Jawa Timur dan sejak saat itu mulai menggantikan bantalan kereta api yang terbuat dari kayu. Penggantian bantalan kayu menjadi bantalan beton dilakukan karena lebih ekonomis, stabil karena beratnya dan lebih awet.

Penggunaan bantalan beton menghasilkan kestabilan yang lebih baik pada jalur kereta sehingga mengurangi waktu dan biaya pemeliharaan ballast. Disamping itu, penggunaan rel panjang yang tidak mungkin digunakan pada bantalan kayu, dapat dilakukan dengan penggunan bantalan beton ini.

Selain bantalan jalan rel, WIKA Beton juga memproduksi komponenkomponen beton pracetak lain untuk pelengkap prasarana jalan rel antara lain: Bantalan Jalan KA Bantalan Jalan Lorry Tiang Listrik Jalan Rel Pelat Balas Pelat Penahan Balas

4. Produk Beton untuk Jembatan/Bridge Concrete

Merupakan produk beton pracetak yang digunakan sebagai bagian dari komponen jembatan atau jalan layang. Pertama kali diproduksi pada tahun 1988 dengan bentuk penampang I (I-girder). Selanjutnya sejak awal tahun 1990 hingga saat ini dikembangkan terus bentuk-bentuk lain yang lebih dapat mengakomodir kebutuhan dan permintaan pasar seperti box girder, voided slab, Y-girder, dan lain-lain.

Produk beton untuk jembatan diproduksi dengan dua sistem prategang yaitu pretension dan post-tension. Untuk sistem pre-tension, produksi biasanya dilakukan dengan bentuk non segmental. Sedangkan untuk sistem post-tension produksi dapat dilakukan dengan dua bentuk, baik segmental maupun non-segmental. Kedua sistem ini masingmasing memiliki kelebihan dan kekurangan. Produk beton untuk jembatan antara lain: Balok-I Jembatan Balok-U Jembatan Balok Jembatan Berongga Diafragma Jembatan

Plat Lantai Jembatan

5. Produk Beton Dinding Penahan Tanah / Retaining Wall Concrete

Pertama kali diproduksi pada tahun 1991 yaitu Turap Persegi (Flat). Untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar, maka pada tahun 1995 mulai dikembangkan Turap Bergelombang (Corrugated). Dengan kuat tekan K-500 (C-40) untuk tipe persegi dan K-700 (C-55) untuk tipe gelombang, maka produk ini memiliki durabilitas yang sangat tinggi sehingga sangat sesuai untuk konstruksi permanent terutama di lingkungan yang korosif, antara lain: Turap Beton Persegi Turap Beton Bergelombang Dinding Kantilever Beton

6. Produk Beton untuk Bangunan Air / Hydro Structure Concrete

Produk pipa beton sebagai komponen bangunan air diproduksi dengan kuat tekan K-500 dan K-600. Produk beton untuk bangunan air ini lebih ekonomis jika dibandingkan dengan pipa baja karena tidak memerlukan pemeliharaan berkala, atau dengan kata lain free maintenance.

Pipa beton diproduksi dengan dua macam tipe, yaitu Core Type Prestressed Concrete Pipes (CPC Pipes) dan Centrifugal Reinforced Concrete Pipes (CRC Pipes) dengan diameter dalam 600 mm hingga 3000 mm dan panjang maksimal 6000 mm.

Penggunaan sistem vibro press centrifugal pada proses produksi menghasilkan beton dengan kepadatan yang sangat tinggi sehingga menghasilkan produk yang memiliki permeabilitas dan susut beton yang sangat rendah. Produk ini antara lain: Pipa Beton Pipa Beton Bertekanan Saluran Terbuka Lining Beton

7. Produk Beton untuk Bangunan Gedung / Building and Housing Concrete

Produk Beton untuk Bangunan Gedung dan Perumahan pada umumnya digunakan untuk bangunan gedung. Produk ini diproduksi dalam bentuk: Kolom Beton Gedung Balok Beton Gedung Plat Lantai Beton Gedung Panel Beton Gedung Tangga Beton Gedung Produk Single T dan Double T

8. Produk Beton untuk Bangunan Maritim / Marine Structure Concrete Balok Beton Dermaga Plat Lantai Beton Dermaga Beton Pemecah Gelombang

9. Produk Beton lainnya/Others Concrete

Selain produk-produk tersebut, WIKA Beton juga memproduksi produk beton pracetak lain yang spesifikasinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pelanggan (customer specification), antara lain: Pagar Beton Saluran Beton Utilitas Bawah Tanah

10. Jasa/Services

Selain pabrikasi produk-produk pracetak, WIKA Beton juga menyediakan jasa pelayanan antara lain:

Jasa Pengiriman Produk Beton (Precast Concrete Delivery Services) Jasa Pemasangan Produk Beton (Precast Concrete Installation Services) Jasa Enjineering (Enginnering Services) Jasa Konstruksi (Construction Product)

PT. WIKA Beton yang berkantor pusat di Jakarta (Jl. D.I. Pandjaitan Kav. 3-4, Jakarta 13340), memiliki 7 (tujuh) Pabrik yang tersebar di hampir seluruh wilayah nusantara dengan lokasi sebagai berikut, seperti dijelaskan dalam Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Lokasi Area Penjualan dan Pabrik PT. WIKA Beton Lokasi pabrik: 1. PPB Sumatera Utara Jl. Binjai Km. 13,5 No.1, Deli Serdang 20351. 2. PPB Lampung Jl. Raya Kotabumi Km. 35, Tegineneng, Lampung Selatan 35363. 3. PPB Bogor Jl. Raya Narogong Km. 26, Cileungsi, Bogor 16820. 4. PPB Majalengka Jl. Raya Brujui Kulon, Jatiwangi, Majalengka 45454. 5. PPB Boyolali Jl. Raya Boyolali-Solo Km. 4,5, Mojosongo, Boyolali 57300. 6. PPB Pasuruan Jl. Raya Kajapanan No. 323, Gempol, Pasuruan 67155. 7. PPB Sulawesi Selatan Jl. Kima Raya II Kav. S/4-5-6, Kawasan Industri Makassar 90241.

Untuk mendukung aktifitas pemasaran, perusahaan memiliki 9 (sembilan) kantor penjualan yang terdiri dari 6 (enam) kantor wilayah penjualan dan 2 (dua) kantor perwakilan penjualan (gambar 1.1), yaitu:

1. Wilayah Penjualan I Jl. Gunung Krakatau No. 15, Medan 20239. Daerah operasi: NAD, Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, dan Sumatera Barat.

2. Wilayah Penjualan II Jl. Jend. Sudirman No. 99, Palembang 30126. Daerah operasi: Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitiung, Bengkulu, dan Lampung.

3. Wilayah Penjualan III

Jl. Biru Laut X No. 20-21, Jakarta Timur 13340 Daerah operasi: DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan Barat.

4. Wilayah Penjualan IV Jl. Teuku Umar No. 21, Semarang 50234. Daerah operasi: Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

5. Wilayah Penjualan V Jl. Jend. A. Yani No. 176-178, Surabaya 60235. Daerah operasi: Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Kalimantan Timur.

6. Wilayah Penjualan VI Jl. Kima Raya II Kav. S/4-5-6, Kawasan Industri Makassar 90241. Daerah operasi: Sulawesi, Kep. Maluku, dan Papua.

7. Kantor Perwakilan Penjualan Riau Jl. Gelatik No. 25 Kel. Kampung Melayu, Kec. Sukajadi, Pekanbaru 28124.

8. Kantor Perwakilan Penjualan Balikpapan Tamansari Bukit Mutiara, Jl. MT. Haryono, Balikpapan. Semua fasilitas ini terus ditingkatkan dari tahun ke tahun seiiring dengan peningkatan sektor industri konstruksi.