Hubungan Industrial-pun Harus Bebas Korupsi! Oleh : Fajar Kurniawan, S.H.

* Indonesia selalu berada dalam peringkat sepuluh besar negara terkorup di dunia. Tahun 1998 (peringkat 6 terkorup dari 85 negara), tahun 1999 (peringkat 3 terkorup dari 98 negara), tahun 2000 (peringkat 5 terkorup dari 90 negara), tahun 2001 (peringkat 4 terkorup dari 91 negara), tahun 2002 (peringkat 6 terkorup dari 102 negara), tahun 2003 (peringkat 6 terkorup dari 133 negara). Dan terakhir di tahun 2004, Transparansi Internasional menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup ke-5 dari 146 negara(Suara Pembaruan, 18/02/05). November 2006, Transparency International kembali mengeluarkan indeks persepsi korupsi (corruption perception index/CPI), kali ini peringkat korupsi Indonesia semakin baik dengan nilai indeks 2,4. Meningkat dari tahun sebelumnya 2,2. Nilai indeks ini juga ikut mendongkrak urutan Indonesia satu peringkat dari negara terkorup keenam (dari 159 negara) pada 2005 menjadi ketujuh (dari 163 negara) pada tahun ini (ICW, 13/11/06).

harus dipandang dan diperlakukan sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) selain teroris! Sehingga penanganannya-pun harus menggunakan cara-cara yang luar biasa. Kita mungkin bersepakat, bahwa banyak hal telah diupayakan oleh bangsa ini untuk memberantas korupsi. Namun, perjalanan menuju zero tolerance terhadap korupsi masih sangat jauh dan butuh pengorbanan yang ekstra. Dunia usaha, diakui maupun tidak, dalam praktiknya senantiasa beririsan dengan kekuasaan. Bahkan kerap melahirkan kerja sama yang kolutif dan sarat kecurangan. Dunia usaha, dipahami sebagai unsur penting dalam pembangunan ekonomi. Hal ini diperlihatkan dengan dimasukkannya tingkat perkembangan dunia usaha

K

edua paragraf di atas, merupakan fakta yang penulis sengaja munculkan kembali, betapa korupsi masih menjadi persoalan besar di negeri ini yang harus segera diselesaikan. Korupsi

*

bekerja Pada Sekretariat DPN APINDO

1

disebutkan perilaku koruptif telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Melainkan. bea-cukai. Hal ini sejalan dengan konsep welfare state atau “Negara Hukum Materiil”. kamuflase pajak.dan kondisi/iklim investasi di suatu negara ke dalam indikator keberhasilan pembangunan ekonomi. jika mau lancar usaha di negeri ini. Transparency International menitikberatkan penelitiannya pada korupsi yang terjadi di dunia usaha. maka hubungan industrial adalah: “hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha. juga termasuk pemerintah dalam cakupan yang lebih luas. Kondisi ini tidak terlepas dari perubahan paradigma hukum perburuhan Indonesia yang semula bersifat privat menjadi hukum publik (sosialisering). tentunya tertuju pada siapa-siapa yang menjalankan kegiatan usaha/produksi. uang jago. Adapun pola hubungan dan kerja sama yang terjalin antarkeduanya berada dalam suatu sistem hubungan yang dikenal hubungan industrial. uang keamanan. Praktik suap. Pada tahun 2005. macam-macam pungutan (liar). sogokan. maka pelaku hubungan industrial tidak semata melibatkan pengusaha dan pekerja. servis khusus 2 . Berbicara mengenai subyek dunia usaha. Berdasarkan Pasal 1 angka 16 Undang-undang No. dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945” Berdasar ketentuan di atas. harus merogoh kocek lebih dalam untuk dapat mewujudkannya. yang dalam hal ini adalah pengusaha dan pekerja. pada plan level. Dunia usaha dan korupsi Sudah menjadi rahasia umum. kick-back proyek. pekerja/buruh.

untuk mengatasi korupsi terdapat tiga hal: Pertama. yaitu pendidikan untuk mendorong setiap generasi menyusun kembali sistem nilai yang diwarisi. Kedua. untuk menghindari efek domino dari perilaku kleptokratif dan koruptif yang kerapkali kolutif serta manipulatif ini. Penulis akan coba kembali menyampaikan apa yang telah digagas oleh Buchori di atas. 3 . 21/2/07). karena di lain sisi. dan lain-lainnya telah menghalangi kalangan dunia usaha untuk menjalankan usahanya secara fair. korupsi hanya dapat dihapuskan dari kehidupan kita secara berangsur-angsur. maka tidak ada kata lain selain Lawan Korupsi! Melawan korupsi Meminjam gagasan Mochtar Buchori (Kompas. ekonomi biaya tinggi kemudian memberikan pembenaran bagi dunia usaha untuk membebankan semua biaya siluman tersebut kepada konsumen.kepada pejabat. Ketiga. pendidikan untuk membasmi korupsi sebaiknya berupa persilangan (intersection) antara pendidikan watak dan pendidikan kewarganegaraan. sekaligus memberikan tekanan terhadap upah pekerja. dan bahkan kemiskinan! Dengan kata lain. praktek korupsi yang melahirkan ekonomi biaya tinggi hanya akan melahirkan efek berantai yang mengarah pada iklim usaha yang tidak kompetitif. kemandekan ekonomi. Dari hubungan kausalitas tersebut. upah pekerja sulit mengalami penyesuaian dengan keadaan. pendidikan untuk mengurangi korupsi harus berupa pendidikan nilai. tak dapat disangkal. Yang menyedihkan adalah lanjutan dari proses di atas. Masyarakat pun terpaksa membayar produk lebih mahal yang tidak jarang melebihi kemampuan daya belinya. Pada akhirnya.

demi keuntungan sesaat yang dapat diperoleh. kerap bertindak permisif terhadap perilaku koruptif dan tindakan-tindakan manipulatif. praktik korupsi justru melahirkan ekonomi biaya tinggi yang hanya akan 4 . Menganggap biasa membayar ’administrasi’ (yang tidak ada ketentuannya) kepada aparatur publik merupakan contoh konkrit yang masih saja kita lakukan. seringkali kita dibuat tidak berdaya ketika dihadapkan oleh aparatur publik yang meminta ’ongkos’ lebih untuk mengurus perizinan. Atau. Bagi dunia usaha. ”semua butuh ongkos!”. Pada gilirannya. keberanian menolak korupsi baru akan terjadi jika di masyarakat telah lahir generasi-generasi yang benar-benar memahami berbagai hubungan sebab-akibat antara perjalanan nasib bangsa selama kurun waktu tertentu dengan aneka tindakan yang secara sadar dilakukannya sebelumnya atau selama kurun waktu yang hampir bersamaan. Perubahan dari sikap membiarkan. Buchori menambahkan. sehingga kita hanyut mengikuti cara berfikir mereka. memahami.Salah satu yang digagas dan ditekankan oleh Buchori adalah sistem nilai. dan memaafkan korupsi ke sikap menolak korupsi secara tegas hanya akan terjadi setelah lahir generasi yang mampu mengidentifikasi berbagai kelemahan dalam sistem nilai yang mereka warisi dan mampu memperbarui sistem nilai warisan itu berdasar situasi-situasi baru. Contoh yang tepat untuk hal ini adalah apa yang telah disimpulkan oleh Transparency International dalam laporannya di tahun 2005. Sistem nilai di sini adalah keseluruhan norma-norma etika yang dijadikan pedoman oleh bangsa untuk mengatur perilakunya. meminjam istilah Soerjono Soekamto. Kelemahan kita hingga hari ini.

Berbagai peristiwa dramatis merupakan hal langka. Dengan demikian. sedangkan kemajuan bangsa memerlukan kekuatan konstruktif. kemandekan ekonomi. yang telah 5 .melahirkan efek berantai dan mengarah pada iklim usaha yang tidak kompetitif. yang harus dilakukan ialah menjaga agar kekuatan konstruktif bangsa selalu lebih besar daripada kekuatan destruktif. jika kita sebagai bangsa ingin maju. apakah ini sudah disadari oleh kita semua? Apakah aksi yang telah dilakukan? Sistem nilai yang lebih baik. Jadi. lebih lambat dari berbagai perubahan nyata dalam kehidupan. yang akhirnya terjadi ialah perubahan sistem nilai bangsa berlangsung lambat. seharusnya datang dari berbagai pengalaman nyata yang bersifat dramatis atau dari tilikan-tilikan yang lahir dari kontemplasi mendalam mengenai makna aneka peristiwa kehidupan yang dijumpainya selama suatu kurun waktu. dan bahkan kemiskinan! Pertanyaan kemudian. dan pengungkapan makna baru dari aneka peristiwa dalam kehidupan bangsa juga merupakan suatu hal yang jarang terjadi. Sikap ragu-ragu yang kini kita perlihatkan merupakan gejala yang mengkhawatirkan! Korupsi yang dibiarkan terus berlangsung menjadi penghambat kemampuan bangsa membangun diri. Korupsi harus dijadikan musuh bersama. Korupsi merupakan suatu kekuatan destruktif. Keduanya merupakan hal langka. Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah perlunya kemauan bersama (collective willingness) dari kita untuk bersama-sama berjuang melawan dan memberantas korupsi. yang lebih dewasa.

Dalam lembaga ini. ucapan Schopenhauer amat baik untuk direnungkan. Menurut. Perilaku korup tidak berakar pada uang. it is held to be self-evident". penguasaan diri adalah prasyarat penting untuk menjadi sensitif dalam memilah perbuatan baik dan jahat Tanpa sikap ini. dan koordinasi bersama antara Pemerintah. kita semua hanya dapat berharap negara ini dan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan negara. Pengusaha. Akhirnya. Mengingat pentingnya keberadaan lembaga ini. "All truth passes through three stages: first. finally. Sehingga. ketiga unsur di atas. dapat terbebas dari penyakit yang bernama Korupsi. Sudah semestinya forum ini menjadi wahana ”pertarungan dialektika” dan bukan kepentingan semata.menggerogoti sendi-sendi kekuatan bangsa dan membuat perekonomian bangsa kian terpuruk sehingga kita pun sulit untuk bangkit. dan Pekerja adalah melalui apa yang dinamakan Lembaga Kerja Sama Tripartit. guna mencapai collective faith untuk perbaikan dan kemajuan bangsa pada umumnya. Sebagai renungan bersama. 6/3/07). Lembaga Tripartit Salah satu wadah konsultasi. maka upaya penjagaan dan sterilisasi dari tindak tanduk koruptif harus dapat diupayakan sedini mungkin dan dipertahankan terus menerus. next it is violently attacked. Semoga! 6 . duduk bersama di dalam satu forum guna membahas dan mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan. tetapi pada pikiran dan kecintaan pada uang. dialog. institusi antikorupsi hanya akan menghadapi masalah yang kian kompleks. musyawarah. it is ridiculed. YF La Kahija (Kompas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful