PANDUAN PRAKTIKUM

MEKANIKA FLUIDA
DISUSUN OLEH
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
J URUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
2
PRAKATA
Pertama-tama kami ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas
berkah dan rahmatNya sehingga kami dapat menyusun buku panduan praktikum
Mekanika Fluida ini dengan lancar.
Buku panduan ini disusun mengingat bahwa laboratorium hidro telah
mendatangkan beberapa alat baru, sehingga untuk menuntun mahasiswa dalam
melaksanakan praktikum, kami merasa perlu untuk membuat sebuah buku
panduan sementara. Dalam buku panduan ini akan diberikan penjelasan secara
umum mengenai materi praktikum Mekanika Fluida serta prosedur praktikum.
Terima kasih diucapkan kepada Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto
dan Kepala laboratorium Mekanika Fluida dan hidraulika yang telah yang telah
membimbing asisten dalam melakukan pelaksanaan praktikum. Semoga buku
panduan yang kami susun ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa yang melaksanakan
praktikum.

Yogyakarta, 2012
Asisten
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
J URUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
3
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI....................................................................................................................................4
BAB I KALIBRASI ALAT UKUR TEKANAN BOURDON.......................................................5
BAB II TEOREMA BERNOULLI (BERNOULLI’S THEOREM DEMONSTRATION)............8
BAB III PESAWAT OSBORNE REYNOLDS............................................................................13
BAB IV TEKANAN HIDROSTATIS (HYDROSTATIC PRESSURE)......................................18
BAB V TUMBUKAN PANCARAN AIR (IMPACT OF JET)....................................................27
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................36
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
J URUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
4
BAB I KALIBRASI ALAT UKUR
TEKANAN BOURDON
1. Maksud dan tujuan
Untuk mengkalibrasikan alat ukur tekanan Bourdon dan untuk menentukan
kesalahan pengukuran.
2. Alat dan Bahan
Alat ukur tekanan “Bourdon”
- Massa piston, M
p
= 498 g
- diameter piston, d = 0.01767 m
Logam pemberat (0,5 kg, 0,5 kg, 1 kg, dan 2,5 kg)
3. Prosedur percobaan
a. Letakkan alat ukur bordon dalam keadaan horizontal dengan
mengatur nivo, untuk meyakinkan agar piston benar-benar bekerja dalam
arah vertikal. Hal ini penting untuk memastikan transfer dari beban yang
bekerja vertikal.
b. Lepaslah piston lalu buka semua keran, masukkan air dari katup
inflow sampai semua pipa terisi air. Usahakan agar gelembung udara tidak
terperangkap di dalam. Setelah itu tutuplah keran inflow, sedangkan katup
lainnya yang berhubungan dengan silinder tetap terbuka.
c. Pasang kembali piston, kemudian catat tekanan yang terjadi
(tekanan pada gauge).
d. Pasang pemberat sedikit demi sedikit mulai dari 0,5 kg, 0,5 kg,
1kg, 2,5 kg. Catat tekanan yang terjadi pada gauge, setelah itu turunkan
beban satu persatu dan catat kembali tekanannya.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
J URUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
5
e. Gambarlah grafik hubungan antara tekanan sebenarnya dengan
tekanan yang terbaca pada gauge. Gambarkan pula grafik hubungan antara
pembacaan tekanan dengan kesalahan absolute pengukur dan juga
pembacaan tekanan dengan % kesalahan pengukur tekanan.
4. Nomenklatur
Judul kolom Satuan Lambang Tipe Deskripsi
Massa piston g Mp Diukur Massa piston diberikan
Diameter piston m D Diukur Diameter piston diberikan
Luasan piston m
2
A Dihitung A=
4
2
d π
Massa pemberat kg Mw Diukur
Berat yang dikenakan pada
kalibrator
Total massa kg M Dihitung M = Mp+ Mw
Pembacaan alat KNm
-2
G Diukur
Pembacaan diambil dari Alat
Tekanan Bourdon
Tekanan Silinder KNm
-2
P Dihitung p =
A
Mg
Kesalahan absolut
alat
KNm
-2
Ea Dihitung Ea = G-P
% kesalahan alat % Ea Dihitung
E% =
100 x
P
P G −
5. Teori
Penggunaan dari piston dan pemberat dengan silinder menghasilkan tekanan
yang dapat diukur, P
P =
A
F
(pascal)
di mana
F = Mg
Dengan
F : adalah gaya yang diberikan pada cairan dalam silinder kalibrator
M : adalah total massa (termasuk piston) dan
A : adalah luasan piston
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
6
Luasan piston bisa ditunjukkan dalam bentuk diameternya,d, sebagai
A =
4
2
d π
6. Hasil Proses
Semua pembacaan sebaiknya ditabelkan seperti berikut:
Massa
Piston
Mp
(kg)
Diameter
piston
d
(m)
Luasan
Piston
A
(m2)
Massa
Pemberat
Mw
(kg)
Total
Massa
M
(kg)
Pemba-
caan alat
G
kN/m
2
Tekanan
silinder
P
kN/m
2
Kesalahan
absolut
pembacaan
kN/m
2
%
kesalahan
pembacaan
4
2
d π
M
p+
M
w
A
Mg
G-P
100 *
P
P G −
7. Pembahasan
Plotkan grafik pembacaan tekanan versus kesalahan absolute pengukur dan
juga pembacaan tekanan versus % kesalahan pengukur tekanan.
• Berikan komentar anda mengenai keakuratan pengukur tekanan
• Berikan komentar ukuran kesalahan pengukur tekanan hubungannya
dengan kesalahan pengukuran tekanan yang dihitung.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
7
BAB II TEOREMA BERNOULLI (BERNOULLI’S
THEOREM DEMONSTRATION)
1. Maksud dan tujuan
• Untuk menyelidiki validitas Persamaan Bernoulli ketika diaplikasikan ke
aliran air yang steady pada pipa yang bergradasi dimensinya.
• Menentukan besarnya koefisien debit (C
d
)
• Mengamati pembagian tekanan sepanjang pipa konvergen – divergen.
2. Alat dan Bahan
a. Hydraulic Bench
b. Stop Watch
c. Peralatan Bernoulli
3. Data Teknis
Dimensi dari tabung dijelaskan berikut ini
Posisi tabung Lambang manometer Diameter (mm) Jarak dari A (m)
A h1 25.0 0.0000
B h2 13.9 0.0603
C h3 11.8 0.0687
D h4 10.7 0.0732
E h5 10.0 0.0811
F h6 25.0 0.1415
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
8
4. Prosedur Percobaan
a. Letakkan peralatan persamaan Bernoulli pada hidraulik bench kemudian
atur nivo agar dasarnya horizontal, hal ini penting untuk pengukuran tinggi
yang akurat pada manometer.
b. Hubungkan inlet ke suplai aliran bench; tutup katup bench dan katup
kontrol aliran dan nyalakan pompa. Perlahan-lahan buka katup bench
untuk mengisi alat percobaan (test rig) dengan air.
c. Untuk mengisi air dari keran tekanan dan manometer, tutup kedua katup
bench dan katup kontrol aliran, dan buka sekrup pengisi udara dan
pindahkan tutupnya dari katup pengatur udara. Buka katup bench dan
biarkan aliran mengalir melalui manometer untuk menghilangkan sekuruh
udara yang ada, kencangkan sekrup pengisi udara dan buka katup bench
dan katup kontrol aliran. Kemudian, buka sedikit katup pengisi udara
untuk membiarkan udara memasuki bagian atas manometer. Kencangkan
kembali sekrup ketika tinggi manometer mencapai tinggi yang dinginkan.
Jika dibutuhkan, tinggi manometer bisa disesuaikan menggunakan sekrup
pengisi udara dan pompa tangan yang disediakan. Ketika menggunakan
pompa tangan, sekrup pengisi harus terbuka. Untuk menahan tekanan
pompa tangan dalam sistem, sekrup harus ditutup setelah pemompaan.
d. Pembacaan harus dilakukan pada tiga macam debit. Ambil set pertama
pembacaan pada debit maksimum (h
1
-h
5
besar), kemudian kurangi debit
volume untuk memberikan perbedaan tinggi h
1
-h
5
sekitar 50 mm. Lalu
ulangi percobaan untuk menghasilkan perbedaan tinggi yang berada
diantara kedua test di atas. Catat semua datanya.
e. Ukur volume dengan waktu yang telah ditentukan dengan menggunakan
tangki volumetrik, untuk menentukan besarnya debit. Lamanya
pengumpulan air sekurang-kurangannya satu menit untuk mengurangi
kesalahan pengukuran waktu.
5. Nomenklatur
Judul kolom Satuan Lambang Tipe Deskripsi
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
9
Volume
terkumpul
M
3
V Diukur Diambil dari skala pembacaan pada
hiraulik bench. Volume yang
terkumpul diukur dalam liter.
Konversikan ke m
3
untuk perhitungan
(dibagi dengan 1000)
Waktu
pengumpulan
S T Diukur Waktu untuk mengumpulkan volume
air pada hidraulik bench
Debit M
3
/s Qv Dihitung
Q
v
=
T
v
=
Lambang
manometer
hx Diberikan Label identifikasi label
Jarak ke pipa m Diberikan Letak keran manometer yang
diberikan sebagai jarak dari data pada
keran h1. Lihat di bagian dimensi
Luasan pipa m
2
A Diberikan Luasan pipa pada setiap keran. Lihat
di bagian dimensi.
Tinggi statis m H Diukur Nilai terukur dari manometer.
Pembacaan manometer diambil
dalam mm air. Konversikan ke m air
untuk perhitungan
Kecepatan m
2
/s V Dihitung Kecepatan aliran dalam pipa = Qv/A
Tinggi dinamis m Dihitung
g
v
2
2
lihat teori
Tinggi total m H
0
Dihitung
h +
g
v
2
2
lihat teori
Jarak ke pipa m Diukur Posisi alat pengukur tinggi tekanan
total dari data pada keran h1
Pembacaan alat
h8
m Diukur Nilai terukur diambil dari h8. Adalah
tinggi yang tercatat dari alat pengukur
tinggi tekanan total.
6. Teori
Teori - Persamaan Bernoulli
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
10
Volume terkumpul
Waktu pengumpulan
2
2
2 2
1
2
1 1
2 2
z
g
v
g
p
z
g
v
g
p
+ + · + +
ρ ρ
Dengan :
p = tekanan statis yang terdeteksi pada lubang di samping
v = kecepatan fluida
z = elevasi vertikal fluida
Jika tabung horizontal, perbedaan tinggi bisa diabaikan. z
1
= z
2
sehingga,
Dengan peralatan Bernoulli ini, tinggi tekanan statis p, diukur dengan
menggunakan manometer secara langsung dari keran tekanan berlubang.
h =
g
p
ρ
dengan demikian Persamaan Bernoulli dapat ditulis menjadi :
……………….…………………….. (2.1)
Tinggi tekanan total , h
0
, bisa dihitung.
h
0
= h +
g
v
2
2
(meter)
dari Persamaan Bernoulli, didapat bahwa h
1
0
= h
2
0
.
Kecepatan aliran diukur dengan mengukur volume aliran, V, selama periode
waktu tertentu, t. Ini menghasilkan debit volume ; Q
v
=
t
V

, yang sebaliknya
memberikan kecepatan aliran melalui luasan yang didefinisikan sebagai A,
V =
A
Q
v
Untuk aliran fluida yang inkompressibel, konservasi massa menyebutkan
bahwa volume juga terkonservasi.
A
1
V
1
= A
2
V
2
=An Vn = Q (m
3
/d) …………………………………….. (2.2)
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
11
g
v
g
p
g
v
g
p
2 2
2
2 2
2
1 1
+ · +
ρ ρ
g
v
h
g
v
h
2 2
2
2
2
2
1
1
+ · +
Dengan mensubstitusikan persaman (2.2) ke persamaan (2.1), maka :
……………………………... (2.3)
dari persamaan (2.3) besarnya u
2
bisa didapat :
sehingga Qth didapat :
besarnya koefisien debit :
7. Pembahasan
Berikan komentar terhadap validitas Persamaan Bernoulli untuk
• Aliran konvergen
• Aliran divergen
Berikan asumsi yang jelas pada penurunan persamaan Bernoulli dan berikan
penjelasan untuk komentar anda tersebut.
Berikan komentar pada perbandingan tinggi total yang didapat.
Gambarkan Grafik hubungan antara Q
nyata
dengan Q
th
.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
12
2
2
2
1
2
1
2
2
2
2 2
h
g
u
h
a
a
g
u
+

· +
1
]
1

¸

+

2
1 2
2 1
2
) / ( 1
) ( 2
a a
h h g
u

− ⋅
·
2
1 2
2 1
2
) / ( 1
) ( 2
a a
h h g
a Qth

− ⋅
⋅ ·
th
nyata
Q
Q
Cd ·
BAB III PESAWAT OSBORNE REYNOLDS
1. Maksud Dan Tujuan
a. Mengamati jenis-jenis aliran fluida
b. Menentukan bilangan Reynolds berdasarkan debit
c. Mencari hubungan antara bilangan Reynolds dengan jenis aliran
d. Mengamati profil parabolik dari aliran laminer.
2. Alat Dan Bahan
a. Jarum dan Tinta.
b. Pesawat Osborne Reynolds
c. Gelas ukur
d. Stop watch
e. thermometer
3. Prosedur Percobaan
a. Letakkan perangkat Reynolds pada permukaan yang tetap dan bebas
getaran (bukan hydraulic bench) dan pastikan bahwa dasar permukaan
horizontal.
b. Hubungkan penghubung outlet bench ke pipa inlet. Hubungkan luapan
tangki head ke tangki volumetrik hydraulic bench.
c. Nyalakan pompa. Perlahan-lahan buka katup kontrol aliran, kemudian
buka katup bench dan biarkan sistem terisi air. Periksa bahwa pipa
visualisasi aliran terisi dengan benar. Ketika ketinggian air pada tangki
head mencapai tabung luapan, sesuaikan katup kontrol bench untuk
menghasilkan debit keluar yang rendah.
d. Periksa bahwa katup kontrol pewarna juga tertutup. Tambahkan pewarna
ke penampung pewarna (dye reservoir) sampai terisi 2/3 penuh.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
13
Hubungkan jarum hypodermik. Tahan peralatan pewarna di atas bak
pencuci, dan buka katup, untuk memeriksa aliran bebas pewarna.
e. Sesuaikan katup bench dan katup pengontrol aliran untuk mengembalikan
debit yang keluar ke aliran yang pelan (jika dibutuhkan), kemudian
diamkan alat sekurang-kurangnya lima menit sebelum memulai percobaan
lagi.
f. Amati jenis aliran yang terjadi.
g. Ukur debit volume dengan waktu yang terkumpul, dan ukur temperatur
aliran yang keluar (temparatur air yang terkumpul di silinder pengukur).
Tentukan viskositas kinematik dari lembar data yang disediakan, dan
periksa angka Reynolds yang berhubungan dengan tipe aliran ini.
h. Lakukan pengamatan beberapa kali sampai didapat jenis aliran laminar,
transisi, dan turbulen dengan mengatur debit.
i. Gambarkan grafik hubungan antara kecepatan aliran (v) dengan bilangan
Reynolds (Re).
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
14
4. Nomenklatur
Judul kolom Satuan Lambang Tipe Deskripsi
Diameter pipa
percobaan
m d Diberikan
Diameter pada pipa percobaan.
Diameter diukur dalam mm.
Konversikan ke meter untuk
perhitungan
Volume terkumpul m
3
V Diukur
Volume fluida yang terkumpul pada
silinder pengukur. Volume diukur
dalam ml. Konversikan ke meter kubik
untuk perhitungan (bagi pembacaan
dengan 1,000,000)
Waktu
pengumpulan
s t Diukur
Waktu yang diambil untuk
mengumpulkan volume air pada tabung
silinder.
Temperatur air
0
C Diukur
Temperatur air yang meninggalkan
session percobaan
Viskositas
kinematik
m
2
/s ν Diukur
Lihat tabel
Debit m
3
/s Qt Dihitung Qt =
t
V
=
Kecepatan cm/s V Dihitung
Kecepatan fluida melalui pipa
V =
Angka Reynolds Re Dihitung Re =
v
ud
Data teknis: Diameter pipa d = 0.010 m
Luasan melintang pipa A = 7.854 X 10
-5
m
2
(Dimensi-dimensi dari peralatan berikut ini bisa diperiksa kembali sebagai
bagian dari prosedur percobaan dan diganti dengan pengukuran anda sendiri).
5. Teori
Aliran dapat dibedakan dalam aliran laminer dan turbulen. Aliran
lambat didominasi oleh gaya viskos, cenderung beraturan, bisa diprediksikan
dan disebut laminer. Pada aliran laminer, fluida berkelakuan seperti lapisan-
lapisan konsentris (laminer) yang saling meluncur dengan kecepatan
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
15
Volume terkumpul
Waktu pengumpulan
Debit
Luasan pipa
maksimum pada sumbunya, kecepatan nol pada dinding tabung dan
membentuk sebuah distribusi kecepatan parabolik. Pewarna yang diinjeksikan
pelan-pelan pada suatu titik pada aliran pipa laminer akan meluncur
bersamaan dengan aliran untuk membentuk garis nyata dan jelas.
Pencampuran hanya bisa terjadi dengan difusi molekular.
Penambahan debit secara perlahan-lahan akan megubah perlakuan
aliran karena inersia aliran (sehubungan dengan kerapatannya) menjadi lebih
signifikan dari gaya viskos; hal ini menjadikan aliran menjadi turbulen. Pada
aliran pipa turbulen, pewarna yang diijeksikan pada suatu titik dengan cepat
akan tercampur sehubungan dengan gerak lateral substansial dalam aliran dan
perlakuan pewarna tanpak menjadi chaos (tidak beraturan). Gerakan ini
muncul tidak beraturan dan muncul dari pertambahan ketidakstabilan dalam
aliran. Perlakuan detail tidak mungkin diprediksikan kecuali dengan hal
statistika.
Ada sebuah tingkat antara, aliran transisional, di mana aliran berwarna
akan muncul kacau dan menunjukkan semburan percampuran yang kadang
ada dan kadang tidak, diikuti oleh perlakuan yang lebih laminer.
Angka Reynolds, Re, menyediakan cara yang berguna untuk
menentukan karakteristik aliran, didefinisikan sebagai :
Re =
v
ud

Dengan: v adalah viskositas kinematik
u adalah kecepatan rata yang diberikan untuk volume debit
d adalah diameter pipa.
Bila bilangan Reynolds dari aliran fluida tertentu dalam suatu pipa
nilainya kurang dari 2000 maka aliran yang terjadi adalah laminar, sedangkan
bila lebih dari 4000 maka aliran yang terjadi adalah turbulen.
Tabel Viskositas kinematik air pada tekanan atmosfer
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
16
Temperatur
(derajat Celcius)
Viskositas Kinematik
ν
(10
-6
x m
2
/s)
Temperatur
(derajat Celcius)
Viskositas Kinematik
ν
(10
-6
x m
2
/s)
0 1.793 25 0.893
1 1.732 26 0.873
2 1.674 27 0.854
3 1.619 28 0.836
4 1.568 29 0.818
5 1.520 30 0.802
6 1.474 31 0.785
7 1.429 32 0.769
8 1.386 33 0.753
9 1.346 34 0.738
10 1.307 35 0.724
11 1.270 36 0.711
12 1.235 37 0.697
13 1.201 38 0.684
14 1.169 39 0.671
15 1.138 40 0.658
16 1.108 45 0.602
17 1.080 50 0.554
18 1.053 55 0.511
19 1.027 60 0.476
20 1.002 65 0.443
21 0.978 70 0.413
22 0.955 75 0.386
23 0.933 80 0.363
24 0.911 85 0.342
Contoh. Pada 20
0
viskositas kinematik air adalah 1.002 x 10
-6
m
2
/s.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
17
BAB IV TEKANAN HIDROSTATIS
(HYDROSTATIC PRESSURE)
1. Maksud dan Tujuan
a. Untuk menentukan gaya hidrostatis yang bekerja pada permukaan pesawat
yang timbul dalam air
b. Untuk menentukan posisi garis aksi gaya dan untuk membandingkan letak
yang ditentukan oleh percobaan dengan posisi teoritis
2. Alat dan Bahan
a. Alat tekanan hidrostatis
b. Satu set alat pemberat
c. Sebuah ciduk
d. Kaliper atau penggaris, untuk mengukur dimensi kuadran
3. Data Teknis
Dimensi-dimensi dari peralatan berikut digunakan untuk perhitungan yang
benar. Jika dibutuhkan, nilai-nilainya dapat dicek kembali sebagai bagian dari
prosedur percobaan dan diganti dengan pengukuran anda sendiri.
Panjang
penyeimbang
L 275 mm
Jarak dari penggantung
berat ke tumpuan
Jarak kuadran ke
tumpuan
H 200 mm
Dasar permukaan kuadran
ke tinggi tumpuan
Tinggi kuadran D 100 mm
Tinggi permukaan kuadran
vertical
Lebar kuadran B 75 mm
Lebar Permukaan kuadran
vertikal
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
18
4. Prosedur Percobaan
a. Tempatkan tangki peralatan hidrostatic pada hidraulik bench, dan
sesuaikan kakinya sampai nivo menunjukkan bahwa base horizontal.
Tempatkan lengan penyeimbang pada knife edges. Tempatkan
penggantung berat pada celah di akhir bagian lengan penyeimbang.
Pastikan bahwa katup drain tertutup. Pindahkan alat pengukur
keseimbangan berat sampai lengan horizontal.
b. Tambahkan massa kecil (50g) pada penggantung berat.
c. Tambahkan air sampai gaya hidrostatis pada permukaan akhir kuadran
menyebabkan lengan penyeimbang terangkat. Pastikan bahwa tidak ada
air terbuang pada bagian atas permukaan kuadran atau sisi sampingnya, di
atas ketinggian air.
d. Lanjutkan untuk menambahkan air sampai lengan penyeimbang
horizontal, tandai dengan menggarisi dasar lengan penyeimbang dengan
penandaan garis tengah bagian atas dan bawah pada saat seimbang
(selama bisa digunakan, tapi harus tetap dijaga konsistensinya selama
percobaan).
e. Lanjutkan untuk menambahkan air sampai lengan penyeimbang
horizontal, tandai dengan menggarisi dasar lengan penyeimbang dengan
penandaan garis tengah bagian atas dan bawah pada saat seimbang
(selama bisa digunakan, tapi harus tetap dijaga konsistensinya selama
percobaan). Anda bisa membuat hal itu lebih mudah dengan mengisi
tangki sedikit demi sedikit, dan mendapatkan posisi keseimbangan dengan
membuka keran drain untuk aliran yang akan dikeluarkan.
f. Baca kedalaman yang timbul dari skala bacaan pada permukaan kuadran,
hasil yang akurat bisa didapat dengan pembacaan melihat garis sedikit di
bawah permukaan, untuk menghindari efek tegangan permukaan.
g. Ulangi prosedur di atas untuk setiap penambahan beban. Berat yang
disediakan untuk pertambahan 10, 20 dan 50 gram, tergantung dari jumlah
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
19
sampel yang dibutuhkan. Dianjurkan interval 50 gram untuk satu set hasil,
yang akan memberkan total 19 sampel.
h. Ulangi sampai ketinggian air mencapai puncak skala bagian atas pada
permukaan kuadran.
i. Catat berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi hasil percobaan.
5. Nomenklatur
Judul kolom Satuan Notasi Tipe Deskripsi
Tinggi kuadran M D Diberikan
Tinggi vertikal dari permukaan kuadran.
Bisa diambil dari pengukuran sendiri
Lebar kuadran M B Diberikan
Lebar horizontal kuadran. Bisa diambil
dari pengukuran sendiri.
Panjang
Penyeimbang
M L Diukur
Panjang lengan penyeimbang. Bisa
diambil dari pengukuran sendiri.
Note: pengukuran harus dilakukan dari
penggantung berat ke titik tumpuan
Jarak kuadran ke
pivot (tumpuan)
M H Diberikan
Jarak dari bagian atas permukaan
kuadran vertikal ke tinggi tumpuan. Bisa
dilakukan dengan pengukuran sendiri
Massa Kg M Diukur
Berat yang dikenakan pada lengan
penyeimbang
Note: massa diberikan dalam gram
Kedalaman yang
ditimbulkan
M D Diukur
Kedalaman dasar kuadran di bawah
permukaan bebas
Note: Skala alat dikalibrasikan dalam mm
Terendam sebagian
Gaya hidrostatis N F Dihitung F = ρ
2
2
Bd
g
Pusat tekanan
percobaan
M H" Dihitung h" =
F
mgL
Pusat tekanan
teoritis
M H" Dihitung h" = H -
3
d
Terendam seluruhnya
Gaya hidrostatis F Dihitung F = ρgBD (d -
2
D
)
Pusat tekanan
hidrostatis
H" Dihitung h" =
)
2
(
D
d BD
mL
− ρ
Pusat tekanan
teoritis
H" Dihitung h" = d H
D
d
D
d
D
− +

− +
2
)
2
(
12
2
2

ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
20
6. Teori
Di bawah ini adalah representasi diagram dari alat yang menjelaskan
dimensi. Nomenklatur ini akan digunakan selama pembahasan teori ini.
Meskipun teori untuk pesawat yang terendam sebagian dan tenggelam
seluruhnya sama, akan lebih jelas untuk meninjau kedua kasus tersebut secara
terpisah.
Keterangan :
L : jarak horizontal antara titik tumpuan dan tempat penyeimbang
D: tinggi permukaan kuadran
B: lebar permukaan kuadran
H: jarak vertikal antara dasar permukaan kuadran dan lengan tumpuan
C: pusat kuadran
P: pusat tekanan pada permukaan kuadran
1. Permukan pesawat terendam sebagian
Di bawah ini adalah representasi diagram dari alat yang menjelaskan
dimensi fisik, sebagai tambahan seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya.
Nomenklatur ini akan digunakan selama pembahasan teori ini.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
21
Dengan :
d : kedalaman yang terendam
F : gaya hidrostatis yang bekerja pada kuadran
h : kedalaman pusat
h' : jarak pusat tekanan, P
h" : jarak garis aksi gaya di bawah tumpuan. Garis gaya ini akan
melewati pusat tekanan, P
1.1 Permukaan pesawat vertikal terendam sebagian - gaya pada
permukaan
Gaya hidrostatis F dapat didefinisikan sebagai
F = ρgAh (Newton)
dengan luas A = Bd
dan h = C =
2
d
Sehingga
F =
2
2
Bd
g ρ ………………………….. (1)
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
22
1.2 Permukaan pesawat vertikal terendam sebagian - Kedalaman pusat
tekanan percobaan
Momen, M, bisa didefinisikan sebagai
M = Fh" (Nm)
Momen penyeimbang dihasilkan oleh berat, W, yang dikenakan pada
penggantung pada ujung lengan penyeimbang, panjang lengan penyeimbang,
L.
Untuk keseimbangan statis, dua momen adalah sama, yaitu :
Fh" = WL = mgL
Dengan mensubstitusi gaya hidrostatis dari (1) kita mendapatkan
h" =
F
mgL
=
2
2
Bd
mL
ρ
(meter)
1.3 Permukaan pesawat vertikal terendam sebagian - Kedalaman pusat
tekanan teoritis
Hasil teoritis untuk kedalaman pusat tekanan, P, di bawah permukaan bebas
adalah
h' =
Ah
I
x
…………………(2)
Dengan I
x
adalah momen dari bagian luasan yang terendam.
I
x
= I
c
+ Ah
2
I
x
=
2
3
)
2
(
12
d
Bd
Bd
+ =
3
3
Bd
(m
4
) ……………………(3)
Kedalaman pusat tekanan di bawah titik tumpuan adalah
h" = h' + H - d (m) …………………….(4)
Substitusi (3) ke (2) kemudian ke (4) menghasilkan hasil teoritis berikut :
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
23
h" = H -
3
d
2. Permukaan pesawat vertikal terendam seluruhnya
Di bawah ini adalah representasi diagram dari alat yang menjelaskan
dimensi fisik, sebagai tambahan seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya.
Nomenklatur ini akan digunakan selama pembahasan teori ini.
Dengan :
d : kedalaman yang terendam
F : gaya hidrostatis yang bekerja pada kuadran
h : kedalaman pusat
h' : jarak pusat tekanan, P
h" : jarak garis aksi gaya di bawah tumpuan. Garis gaya ini akan
melewati pusat tekanan, P
2.1 Permukaan pesawat vertikal terendam seluruhnya - Gaya hidrostatis
Gaya hidrostatis, F, dapat didefinisikan sebagai :
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
24
F = ρgAh = ρgBD(d -
2
D
) (N) …………………..(5)
2.2 Permukaan pesawat vertikal terendam seluruhnya - Kedalaman
pusat tekanan percobaan
Momen, M dapat didefinisikan sebagai berikut
M = Fh" (Nm)
Momen penyeimbang dihasilkan oleh berat, W, yang dikenakan pada
penggantung pada bagian ujung lengan penyeimbang.
Untuk keseimbangan statis, dua momen adalah sama, yaitu :
Fh" = WL = mgL
Dengan mensubstitusi gaya hidrostatis dari (5) kita mendapatkan
h" =

,
_

¸
¸

2
D
d BD
mL
ρ
(m)
2.3 Permukaan pesawat vertikal terendam seluruhnya - Kedalaman
pusat tekanan teoritis
Hasil teoritis untuk kedalman pusat tekanan, P, di bawah permukaan bebas
adalah
h' =
Ah
I
x
Dengan I
x
adalah momen kedua dari bagian luasan yang terendam.
Dengan menggunakan teorema pusat pararel
I
x
= I
c
+ Ah
2
I
x
= BD
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
− +
2
2
2 12
D
d
D
(m
4
)
Kedalaman pusat tekanan di bawah titik tumpuan adalah
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
25
h" = h' + H - d (m)
Substitusi sebelumnya menghasilkan :
h" =
d H
D
d
D
d
D
− +

,
_

¸
¸
− +
2
2 12
2
2
7. Aplikasi Teori
1. Berikan komentar pada berbagai variasi gaya dengan kedalaman.
2. Berikan komentar terhadap hubungan kedalaman pusat tekanan
dan kedalaman yang ditimbulkan.
Untuk hal (1) dan (2) di atas, berikan komentar apa yang terjadi ketika
pesawat sudah terendam seluruhnya.
Berikan komentar dan terangkan kemungkinan antara hasil teoritis dan
percobaan untuk kedalaman pusat tekanan.
Gambarkan grafik hubungan antara H”
teoritis
dengan H”
eksperimen
.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
26
BAB V TUMBUKAN PANCARAN AIR
(IMPACT OF JET)
1. Maksud dan Tujuan
Untuk mencari reaksi gaya yang dihasilkan dari perubahan momentum
aliran fluida, dengan pengukuran gaya yang dihasilkan oleh sebuah jet yang
menumbuk permukaan padat yang menghasilkan derajat defleksi aliran yang
berbeda.
2. Alat dan Bahan
a. Hidraulik bench untuk mengukur aliran dengan volume waktu yang
terkumpul.
b. Alat tumbukan pancaran air dengan 4 deflektor aliran, terdiri dari defleksi
derajat dengan sudut 30, 90, 120 dan 180 derajat.
c. Stopwatch untuk menentukan debit air.
3. Prosedur Percobaan
a. Pindahkan plat bagian atas (dengan melepas sekrup berulir) dari silinder.
Pasang satu dari empat deflektor aliran. Atur ulang peralatan dan
tempatkan dalam saluran hidraulik bench. Hubungkan tabung inlet ke
penghubung bench. Aturlah agar alat dalam keadaan horisontal dengan
mengatur nivo.
b. Aturlah jarum agar menjukkan posisi yang seimbang pada pan beban.
c. Tempatkan massa sebesar 0.4 kg pada pan pemberat dan buka katup bench
untuk menghasilkan aliran. Sesuaikan letak katup sampai keseimbangan
statis dicapai dengan garis data pan pemberat segaris dengan alat/ jarum
pengatur ketinggian
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
27
d. Ulangi prosedur ini untuk berbagai massa yang dibebankan ke pan
pemberat. Kemudian ulangi seluruh percobaan untuk deflektor lainnya.
4. Data Teknis
Dimensi-dimensi dari peralatan berikut digunakan untuk perhitungan
yang benar. Jika dibutuhkan, nilai-nilai ini bisa diperiksa kembali sebagai
bagian dari prosedur percobaan dan diganti dengan pengukuran anda sendiri.
- Diameter nozzle d = 0.008 m
- Luasan potongan melintang nozzle A= 5.0265 x 10
-5
m
2
5. Nomenklatur
Judul kolom Satuan Lambang Tipe Deskripsi
Diameter nozzle
M Diukur
Diameter nozzle, dalam m. Diameter
diukur dalam mm. Konversikan ke
meter untuk perhitungan
Tipe deflektor Derajat Diukur Tipe deflektor yang digunakan
Volume yang
terkumpul
m
3
V Diukur
Diambil dari skala pada hidraulik
bench. Volume dalam liter.
Konversikan ke meter kubik untuk
perhitungan (dibagi dengan 1000)
Waktu pengumpulan
S t Diukur
Waktu untuk mengumpulkan volume
air dalam hidraulik bench
Massa yang
dikenakan Kg m Diukur
Massa yang dibebankan ke pan
pemberat untuk membantu mencapai
posisi statis
Debit volume
m
3
/s Qt Dihitung
Qt =
t
V
Kecepatan
m/s v Dihitung
v =
A
Q
t
, kecepatan fluida yang
meninggalkan nozzle
Kecepatan
dikuadratkan (m/s)
2
v
2
Dihitung
Digunakan untuk menjelaskan
hubungan antara debit dan massa yang
dibebankan untuk keseimbangan gaya
Gaya yang
dikenakan N W Dihitung
Gaya yang dihasilkan oleh deflektor
pada fluida = gaya tergantung dari
massa m
Kemiringan yang
dihitung dari
percobaan
Dihitung
Kemiringan grafik v
2
versus W
Kemiringan teori
s Dihitung
Konstan diturunkan dari
s = ρA(cosθ +1)
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
28
6. Teori
Kecepatan fluida, v, meninggalkan luasan potongan melintang nozzle, A,
adalah
V =
A
Q
t
Diasumsikan bahwa besar kecepatan tidak berubah selama fluida mengalir di
sekeliling deflektor, dan bahwa hanya perubahan arahnya saja.
Aplikasi hukum kedua Newton pada aliran yang terdefleksi menghasilkan
F
y =
Q
m
v(cosθ +1)
Dengan Fy = gaya yang dihasilkan oleh deflektor pada fluida
Q
m
= debit massa
Q
m
= ρQ
t
= ρAv
Untuk keseimbangan statis, F
y
, diseimbangkan oleh beban yang dibebankan,
W (=Mg, dengan M adalah massa yang dibebankan)
W = ρAv
2
(cosθ +1)
Kemiringan dari grafik W yang diplotkan versus v
2
adalah s = ρA(cosθ +1)
Catat bahwa θ = 180
0
- α, dengan α adalah sudut defleksi aliran.
7. Aplikasi Teori
Plotkan grafik kecepatan kuadrat versus applied mass. Bandingkan kemiringan
grafik ini dengan kemiringan yang dihitung secara teoritis.
S = ρA(cos θ +1)
• Berikan komentar pada hasil percoban dan hasil teoritis dan berikan alasan
untuk perbedaan -perbedaan yang timbul
• Berikan komentar pada setiap kesalahan percobaan secara signifikan.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
29
BAB VI KEHILANGAN ENERGI PADA
PIPA MELENGKUNG
(ENERGY LOSSES IN BENDS)
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
30
1. Maksud Dan Tujuan
Untuk menentukan faktor kehilangan pada aliran yang melalui sebuah
susunan pipa yang terdiri dari lengkungan, sebuah kontraksi, sebuah
pelebaran, dan sebuah pintu dengan klep(katup).
2. Alat Dan Bahan
a. Hydraulics Bench, digunakan untuk mengukur debit sesuai waktu
dan volume terkumpul.
b. Peralatan untuk menentukan kehilangan energi pada pipa yang
melengkung dan peralatan pemasangannya.
c. Stopwatch, digunakan untuk menentukan debit rata-rata air.
d. Peningkat tinggi.
e. Thermometer.
Gambar XX.1 Energy Losses in Bends Apparatus
3. Prosedur Percobaan
a. Aturlah perangkat Hydraulics Bench sehingga dasarnya horisontal.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
31
b. Hubungkan inlet perlengkapan pengujian ke bench penyuplai
aliran dan jalankan pipa outlet sehingga tangki volumetrik dan
penguncinya berada pada tempatnya.
c. Bukalah katup bench, katup pintu, dan katup pengontrol aliran dan
jalankan pompa untuk mengisi air ke perlengkapan pengujian.
d. Bebaskan udara dari ujung keran bertekanan, tutup katup bench
dan katup pengontrol aliran pada manometer, buka sekrup
pembebas udara, dan pindahkan penyumbat dari dekat katup udara.
e. Hubungkan pipa kecil panjang pada katup udara ke tangki
volumetrik.
f. Bukalah katup bench dan alirkan air melalui manometer untuk
membersihkan semua udara yang ada, kemudian kencangkan
sekrup pembebas udara dan buka sebagian katup bench dan katup
pengontrol aliran.
g. Bukalah sedikit sekrup pembebas udara untuk mengalirkan udara
keluar dari ujung manometer, kencangkan sekrup ketika
manometer menunjukkan level puncak.
h. Pastikan semua level manometer menunjukkan skala volume aliran
maksimum yang diperlukan (kira-kira 17 liter/menit). Level
tersebut dapat disetel dengan menggunakan sekrup pembebas
udara dan pompa tangan yang tersedia. Sekrup pembebas udara
mengontrol aliran udara yang melalui katup udara, sehingga ketika
menggunakan pompa tangan, sekrup pengambil udara harus
terbuka, untuk menahan tekanan pompa tangan pada sistem, sekrup
harus ditutup setelah pemompaan.
4. Nomenklatur
Judul kolom Satuan Lambang Tipe Deskripsi
Diameter pipa
percobaan
m d Diberikan Diameter pada pipa
percobaan
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
32
Volume
terkumpul
m
3
V Diukur Diambil dari skala
Hidraulic Bench
Waktu
pengumpulan
s t Diukur Waktu yang diambil untuk
mengumpulkan volume air
pada Hydraulic Bench
Temperatur air
o
C Diukur Temperatur air yang
meninggalkan session
percobaan
Viskositas
kinematik
m
2
/s ν Diukur Lihat tabel viskositas
kinematik air pada tekanan
atmosfer
Manometer m h
1
Diukur Nilai diukur dari
manometer
Manometer m h
2
Diukur Nilai diukur dari
manometer
Debit laju
aliran
m
3
/s Q
t
Dihitung Q
t
= V/t = Volume
terkumpul / waktu
pengumpulan
Kecepatan m/s v Dihitung v = Q
t
/ A = Debit laju
aliran / Luasan pipa
Dinamik head m Dihitung v
2
/ 2g
Angka
Reynolds
Re Dihitung Re = ud / ν
Kehilangan
energi
m Δh Dihitung Δh = h
2
-h
1
Koefisien
kehilangan
m K Dihitungv K = Δh 2g / v
2
Data teknis: Diameter pipa, d = 0.0196 m
Diameter pipa pada outlet perlebaran inlet kontraksi, d = 0.0260
m
5. Teori
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
33
Kehilangan energi yang terjadi pada pipa umumnya dinyatakan dengan head
loss (h, meter), dengan rumus :
Δh = Kv
2
/ 2g
dimana, K = koefisien kehilangan
v = kecepatan aliran
Karena alirannya komplek dalam berbagai pemasangan, K biasanya
ditentukan dengan percobaan. Untuk percobaan pemasangan pipa, kehilangan
energi dihitung dari dua pembacaan manometer, sebelum dan sesudah
pemasangan, K ditentukan dengan rumus :
K = Δh / (v
2
/2g)
Untuk mengubah luas bagian pipa yang melintang melalui pelebaran dan
kontraksi, sistem diubah dalam tekanan statis. Perubahan ini dapat dihitung
dengan :
(v
1
2
/ 2g) – (v
2
2
/ 2g)
Untuk menghilangkan efek dari perubahan luas tersebut pada pengukuran
kehilangan energi, nilai tersebut seharusnya ditambah ke pembacaan
kehilangan energi untuk pelebaran dan dikurangkan ke pembacaan kehilangan
energi untuk kontraksi.
Untuk percobaan katup pintu, perbedaan tekanan sesudah dan sebelum pintu
diukur langsung menggunakan sebuah tekanan gauge. Hal tersebut dapat
dikonversikan untuk persamaan kehilangan energi menggunakan persamaan :
1 bar = 10.2 m air
Koefisien kehilangan boleh dihitung menggunakan persamaan di atas untuk
katup pintu.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
34
Angka Reynolds adalah sebuah angka yang mengurangi dimensi yang
digunakan untuk membandingkan karakteristik aliran.
6. Hasil Percobaan
Pemasang
an
alat
Manometer Kehilanga
n energi
h1-h2
m
Volu
me
V
m3/s
Wakt
u
s
Deb
it
Qt
m3/
s
Kecepat
an
v
m/s
v
2
/
2g
K
h1
m
h2
m
mitre
siku
lengkung-
an pendek
pelebaran
kontraksi
katup
pintu
Pembacaan gauge =
7. Aplikasi Teori
Latihan A, plotkan grafik head loss (Δh) versus dynamic head dan K
versus debit laju aliran Qt.
Latihan B, plotkan grafik persamaan head loss (Δh) versus dynamic
head dan K versus debit laju aliran Qt. Bagaimana faktor kehilangan
untuk variasi katup pintu dengan tingkatan / perluasan dari bukaan
katup?
• Berikan komentar tentang berbagai hubungan tersebut.
Tergantung apakah kehilangan energi melalui pemasangan pipa
selama berlangsungnya kecepatan?
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
35
• Periksa angka Reynolds yang telah didapatkan dan termasuk
jenis aliran laminer atau turbulenkah?u
• Apakah benar koefisien kehilangan adalah konstan untuk
sebuah rangkaian peralatan?


DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1992, Petunjuk praktikum Mekanika Fluida, Laboratorium Mekanika Fluida
dan Hidrolika Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik UGM.
Teaching Manual, F1-11, Dead Weight Calibrator, Armfield.
______________, F1-12, Hydrostatic Pressure Apparatus, Armfield.
______________, F1-15, Bernoulli’s Theorem Demonstration, Armfield.
______________, F1-16, Impact Of Jet, Armfield.
______________, F1-20, Osborne Reynolds Apparatus, Armfield.
______________, F1-22, Energy Losses in Bends, Armfield.
Triatmodjo, Bambang, 1996, Hidraulika I, Beta Offset, Yogyakarta.
______________, 1996, Hidraulika II, Beta Offset, Yogyakarta.
ASISTEN MEKANIKA FLUIDA
JURUSAN TEKNIK SIPI L DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAHMADA
36

2012

ASISTEN MEKANIKA FLUIDA J URUSAN TEKNIK SIPIL DAN L INGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA

2

PRAKATA
Pertama-tama kami ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmatNya sehingga kami dapat menyusun buku panduan praktikum Mekanika Fluida ini dengan lancar. Buku panduan ini disusun mengingat bahwa laboratorium hidro telah mendatangkan beberapa alat baru, sehingga untuk menuntun mahasiswa dalam melaksanakan praktikum, kami merasa perlu untuk membuat sebuah buku panduan sementara. Dalam buku panduan ini akan diberikan penjelasan secara umum mengenai materi praktikum Mekanika Fluida serta prosedur praktikum. Terima kasih diucapkan kepada Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto dan Kepala laboratorium Mekanika Fluida dan hidraulika yang telah yang telah membimbing asisten dalam melakukan pelaksanaan praktikum. Semoga buku panduan yang kami susun ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa yang melaksanakan praktikum.

Yogyakarta, 2012 Asisten

ASISTEN MEKANIKA FLUIDA J URUSAN TEKNIK SIPIL DAN L INGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA

3

.....................DAFTAR ISI DAFTAR ISI........................................................................................36 ASISTEN MEKANIKA FLUIDA J URUSAN TEKNIK SIPIL DAN L INGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 4 ...............13 BAB IV TEKANAN HIDROSTATIS (HYDROSTATIC PRESSURE)....................................................................................................................................................................................................................................................................18 BAB V TUMBUKAN PANCARAN AIR (IMPACT OF JET)........................5 BAB II TEOREMA BERNOULLI (BERNOULLI’S THEOREM DEMONSTRATION)..........................................27 DAFTAR PUSTAKA...........4 BAB I KALIBRASI ALAT UKUR TEKANAN BOURDON..................8 BAB III PESAWAT OSBORNE REYNOLDS...

Usahakan agar gelembung udara tidak terperangkap di dalam. b. Letakkan alat ukur bordon dalam keadaan horizontal dengan mengatur nivo. 1 kg.5 kg.5 kg. sedangkan katup lainnya yang berhubungan dengan silinder tetap terbuka. setelah itu turunkan beban satu persatu dan catat kembali tekanannya. kemudian catat tekanan yang terjadi Pasang pemberat sedikit demi sedikit mulai dari 0.5 kg. Alat dan Bahan Alat ukur tekanan “Bourdon” .5 kg. Mp . dan 2.5 kg. 0. 1kg. c.Massa piston. untuk meyakinkan agar piston benar-benar bekerja dalam arah vertikal.01767 m Logam pemberat (0.5 kg) 3.diameter piston. Hal ini penting untuk memastikan transfer dari beban yang bekerja vertikal. (tekanan pada gauge). Lepaslah piston lalu buka semua keran. d = 498 g = 0. masukkan air dari katup inflow sampai semua pipa terisi air. Pasang kembali piston. ASISTEN MEKANIKA FLUIDA J URUSAN TEKNIK SIPIL DAN L INGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 5 . d. 2. Setelah itu tutuplah keran inflow. 2. Prosedur percobaan a. Catat tekanan yang terjadi pada gauge. 0. Maksud dan tujuan Untuk mengkalibrasikan alat ukur tekanan Bourdon dan untuk menentukan kesalahan pengukuran.BAB I KALIBRASI ALAT UKUR TEKANAN BOURDON 1.

Nomenklatur Judul kolom Massa piston Diameter piston Luasan piston Massa pemberat Total massa Pembacaan alat Tekanan Silinder Kesalahan absolut alat % kesalahan alat Satuan g m m2 kg kg KNm-2 KNm-2 KNm-2 % Lambang Mp D A Mw M G P Ea Ea Tipe Diukur Diukur Dihitung Diukur Dihitung Diukur Dihitung Dihitung Dihitung Deskripsi Massa piston diberikan Diameter piston diberikan A= πd 2 4 Berat yang dikenakan pada kalibrator M = Mp+ Mw Pembacaan diambil dari Alat Tekanan Bourdon p= Mg A G−P x100 P Ea = G-P E% = 5. 4.e. Gambarlah grafik hubungan antara tekanan sebenarnya dengan tekanan yang terbaca pada gauge. Gambarkan pula grafik hubungan antara pembacaan tekanan dengan kesalahan absolute pengukur dan juga pembacaan tekanan dengan % kesalahan pengukur tekanan. P P= di mana F = Mg Dengan F: M: adalah gaya yang diberikan pada cairan dalam silinder kalibrator adalah total massa (termasuk piston) dan 6 F (pascal) A A: adalah luasan piston ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA . Teori Penggunaan dari piston dan pemberat dengan silinder menghasilkan tekanan yang dapat diukur.

ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 7 . Hasil Proses Semua pembacaan sebaiknya ditabelkan seperti berikut: Massa Piston Mp (kg) Diameter piston d (m) Luasan Piston A (m2) Massa Pemberat Mw (kg) Total Massa M (kg) Pembacaan alat G kN/m2 Tekanan silinder P kN/m2 Kesalahan absolut pembacaan kN/m2 % kesalahan pembacaan πd 4 2 Mp+Mw Mg A G-P G−P * 100 P 7.Luasan piston bisa ditunjukkan dalam bentuk diameternya. Pembahasan Plotkan grafik pembacaan tekanan versus kesalahan absolute pengukur dan juga pembacaan tekanan versus % kesalahan pengukur tekanan. sebagai A= πd 2 4 6.d. • • Berikan komentar anda mengenai keakuratan pengukur tekanan Berikan komentar ukuran kesalahan pengukur tekanan hubungannya dengan kesalahan pengukuran tekanan yang dihitung.

0687 0.0603 0. c.0 25. Alat dan Bahan a.7 10.BAB II TEOREMA BERNOULLI (BERNOULLI’S THEOREM DEMONSTRATION) 1.0732 0. Menentukan besarnya koefisien debit (Cd) Mengamati pembagian tekanan sepanjang pipa konvergen – divergen.9 11. • 2. Maksud dan tujuan • • Untuk menyelidiki validitas Persamaan Bernoulli ketika diaplikasikan ke aliran air yang steady pada pipa yang bergradasi dimensinya. b.0811 0.0 Jarak dari A (m) 0. Data Teknis Dimensi dari tabung dijelaskan berikut ini Posisi tabung A B C D E F Lambang manometer h1 h2 h3 h4 h5 h6 Diameter (mm) 25.0000 0.0 13. Hydraulic Bench Stop Watch Peralatan Bernoulli 3.1415 ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 8 .8 10.

Prosedur Percobaan a. sekrup pengisi harus terbuka. c. dan buka sekrup pengisi udara dan pindahkan tutupnya dari katup pengatur udara. tutup katup bench dan katup kontrol aliran dan nyalakan pompa. tinggi manometer bisa disesuaikan menggunakan sekrup pengisi udara dan pompa tangan yang disediakan. Letakkan peralatan persamaan Bernoulli pada hidraulik bench kemudian atur nivo agar dasarnya horizontal.4. e. Hubungkan inlet ke suplai aliran bench. hal ini penting untuk pengukuran tinggi yang akurat pada manometer. untuk menentukan besarnya debit. Untuk mengisi air dari keran tekanan dan manometer. Ketika menggunakan pompa tangan. d. kemudian kurangi debit volume untuk memberikan perbedaan tinggi h1-h5 sekitar 50 mm. b. Perlahan-lahan buka katup bench untuk mengisi alat percobaan (test rig) dengan air. tutup kedua katup bench dan katup kontrol aliran. Kemudian. Jika dibutuhkan. Lamanya pengumpulan air sekurang-kurangannya satu menit untuk mengurangi kesalahan pengukuran waktu. Untuk menahan tekanan pompa tangan dalam sistem. Lalu ulangi percobaan untuk menghasilkan perbedaan tinggi yang berada diantara kedua test di atas. Buka katup bench dan biarkan aliran mengalir melalui manometer untuk menghilangkan sekuruh udara yang ada. Ambil set pertama pembacaan pada debit maksimum (h1-h5 besar). Nomenklatur Judul kolom Satuan Lambang Tipe Deskripsi ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 9 . Pembacaan harus dilakukan pada tiga macam debit. Ukur volume dengan waktu yang telah ditentukan dengan menggunakan tangki volumetrik. buka sedikit katup pengisi udara untuk membiarkan udara memasuki bagian atas manometer. kencangkan sekrup pengisi udara dan buka katup bench dan katup kontrol aliran. Kencangkan kembali sekrup ketika tinggi manometer mencapai tinggi yang dinginkan. sekrup harus ditutup setelah pemompaan. Catat semua datanya. 5.

Adalah tinggi yang tercatat dari alat pengukur tinggi tekanan total. Teori Teori .Persamaan Bernoulli 2 v1 p1 p2 v2 + + z1 = + + z2 ρ g 2g ρ g 2g 2 ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 10 . Konversikan ke m3 untuk perhitungan (dibagi dengan 1000) Waktu untuk mengumpulkan volume air pada hidraulik bench Qv= Volume terkumpul v = Waktu pengumpulan T Lambang manometer Jarak ke pipa Luasan pipa Tinggi statis hx m m2 m A H Diberikan Diberikan Diberikan Diukur Label identifikasi label Letak keran manometer yang diberikan sebagai jarak dari data pada keran h1. Nilai terukur dari manometer. Pembacaan manometer diambil dalam mm air. Lihat di bagian dimensi.Volume terkumpul M3 V Diukur Waktu pengumpulan Debit S M3/s T Qv Diukur Dihitung Diambil dari skala pembacaan pada hiraulik bench. Volume yang terkumpul diukur dalam liter. Konversikan ke m air untuk perhitungan Kecepatan aliran dalam pipa = Qv/A Kecepatan Tinggi dinamis Tinggi total Jarak ke pipa Pembacaan alat h8 m2/s m m m m V Dihitung Dihitung Dihitung Diukur Diukur v2 lihat teori 2g v2 h+ lihat teori 2g Posisi alat pengukur tinggi tekanan total dari data pada keran h1 Nilai terukur diambil dari h8. H0 6. Lihat di bagian dimensi Luasan pipa pada setiap keran.

konservasi massa menyebutkan bahwa volume juga terkonservasi.2) ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 11 . Kecepatan aliran diukur dengan mengukur volume aliran. h= p ρg dengan demikian Persamaan Bernoulli dapat ditulis menjadi : h1 + v1 v = h2 + 2 2g 2g 2 2 ………………. tinggi tekanan statis p. didapat bahwa h10 = h20. diukur dengan menggunakan manometer secara langsung dari keran tekanan berlubang. yang sebaliknya t memberikan kecepatan aliran melalui luasan yang didefinisikan sebagai A. Ini menghasilkan debit volume .. selama periode waktu tertentu. bisa dihitung. sehingga. V= Qv A Untuk aliran fluida yang inkompressibel. t. 2 p1 v1 p 2 v2 + = + ρg 2 g ρg 2 g 2 z1 = z2 Dengan peralatan Bernoulli ini.……………………. (2. V. v2 h =h+ 2g 0 (meter) dari Persamaan Bernoulli. A1V1 = A2V2 =An Vn = Q (m3/d) …………………………………….. Qv = V . perbedaan tinggi bisa diabaikan.Dengan : p = tekanan statis yang terdeteksi pada lubang di samping v = kecepatan fluida z = elevasi vertikal fluida Jika tabung horizontal.1) Tinggi tekanan total . h0. (2.

Pembahasan Berikan komentar terhadap validitas Persamaan Bernoulli untuk • • Aliran konvergen Aliran divergen Berikan asumsi yang jelas pada penurunan persamaan Bernoulli dan berikan penjelasan untuk komentar anda tersebut. (2..1).2) ke persamaan (2. Gambarkan Grafik hubungan antara Qnyata dengan Qth.Dengan mensubstitusikan persaman (2.3) besarnya u2 bisa didapat : u2 = 2 ⋅ g (h1 − h 2) 1 − (a 2 / a1) 2 sehingga Qth didapat : Qth = a 2 ⋅ 2 ⋅ g (h1 − h 2) 1 − (a 2 / a1) 2 Cd = Qnyata Qth besarnya koefisien debit : 7.3) 2 ⋅ g  a1  2⋅g   2 dari persamaan (2. maka : u 2 2 a2  u22 + + h1 = + h 2 ……………………………. Berikan komentar pada perbandingan tinggi total yang didapat. ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 12 ..

Nyalakan pompa. d. Periksa bahwa pipa visualisasi aliran terisi dengan benar. 2. Maksud Dan Tujuan a. Hubungkan luapan tangki head ke tangki volumetrik hydraulic bench. Ketika ketinggian air pada tangki head mencapai tabung luapan. ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 13 .BAB III PESAWAT OSBORNE REYNOLDS 1. c. Alat Dan Bahan a. b. Hubungkan penghubung outlet bench ke pipa inlet. e. Mengamati jenis-jenis aliran fluida Menentukan bilangan Reynolds berdasarkan debit Mencari hubungan antara bilangan Reynolds dengan jenis aliran Mengamati profil parabolik dari aliran laminer. Periksa bahwa katup kontrol pewarna juga tertutup. b. c. Pesawat Osborne Reynolds Gelas ukur Stop watch thermometer 3. d. d. Jarum dan Tinta. c. Letakkan perangkat Reynolds pada permukaan yang tetap dan bebas getaran (bukan hydraulic bench) dan pastikan bahwa dasar permukaan horizontal. sesuaikan katup kontrol bench untuk menghasilkan debit keluar yang rendah. Perlahan-lahan buka katup kontrol aliran. kemudian buka katup bench dan biarkan sistem terisi air. Prosedur Percobaan a. Tambahkan pewarna ke penampung pewarna (dye reservoir) sampai terisi 2/3 penuh. b.

dan buka katup. kemudian diamkan alat sekurang-kurangnya lima menit sebelum memulai percobaan lagi. e.Hubungkan jarum hypodermik. g. i. f. Lakukan pengamatan beberapa kali sampai didapat jenis aliran laminar. Tentukan viskositas kinematik dari lembar data yang disediakan. Sesuaikan katup bench dan katup pengontrol aliran untuk mengembalikan debit yang keluar ke aliran yang pelan (jika dibutuhkan). Tahan peralatan pewarna di atas bak pencuci. h. Ukur debit volume dengan waktu yang terkumpul. ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 14 . Amati jenis aliran yang terjadi. dan ukur temperatur aliran yang keluar (temparatur air yang terkumpul di silinder pengukur). dan turbulen dengan mengatur debit. dan periksa angka Reynolds yang berhubungan dengan tipe aliran ini. untuk memeriksa aliran bebas pewarna. Gambarkan grafik hubungan antara kecepatan aliran (v) dengan bilangan Reynolds (Re). transisi.

Nomenklatur Judul kolom Diameter pipa percobaan Satuan m Lambang d Tipe Diberikan Deskripsi Diameter pada pipa percobaan. Pada aliran laminer.000. Konversikan ke meter kubik untuk perhitungan (bagi pembacaan dengan 1. Teori Aliran dapat dibedakan dalam aliran laminer dan turbulen. Diameter diukur dalam mm. cenderung beraturan. Volume diukur dalam ml. bisa diprediksikan dan disebut laminer.4. Temperatur air yang meninggalkan session percobaan Lihat tabel Volume terkumpul m3 V Diukur Waktu pengumpulan Temperatur air Viskositas kinematik s 0 t Diukur Diukur C ν m2/s Diukur Debit m3/s Qt Dihitung Qt = V = t Volume terkumpul Kecepatan cm/s V Dihitung Waktu pengumpulan Kecepatan fluida melalui pipa Debit V= Luasan pipa Angka Reynolds Re Dihitung Re = ud v Data teknis: Diameter pipa Luasan melintang pipa d = 0.000) Waktu yang diambil untuk mengumpulkan volume air pada tabung silinder. 5.010 A = 7. fluida berkelakuan seperti lapisanlapisan konsentris (laminer) yang saling meluncur dengan kecepatan ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 15 . Konversikan ke meter untuk perhitungan Volume fluida yang terkumpul pada silinder pengukur. Aliran lambat didominasi oleh gaya viskos.854 X 10-5 m m2 (Dimensi-dimensi dari peralatan berikut ini bisa diperiksa kembali sebagai bagian dari prosedur percobaan dan diganti dengan pengukuran anda sendiri).

Bila bilangan Reynolds dari aliran fluida tertentu dalam suatu pipa nilainya kurang dari 2000 maka aliran yang terjadi adalah laminar. diikuti oleh perlakuan yang lebih laminer. Angka Reynolds. Perlakuan detail tidak mungkin diprediksikan kecuali dengan hal statistika. sedangkan bila lebih dari 4000 maka aliran yang terjadi adalah turbulen. pewarna yang diijeksikan pada suatu titik dengan cepat akan tercampur sehubungan dengan gerak lateral substansial dalam aliran dan perlakuan pewarna tanpak menjadi chaos (tidak beraturan). Pewarna yang diinjeksikan pelan-pelan pada suatu titik pada aliran pipa laminer akan meluncur bersamaan dengan aliran untuk membentuk garis nyata dan jelas.maksimum pada sumbunya. menyediakan cara yang berguna untuk menentukan karakteristik aliran. Pada aliran pipa turbulen. Pencampuran hanya bisa terjadi dengan difusi molekular. hal ini menjadikan aliran menjadi turbulen. Tabel Viskositas kinematik air pada tekanan atmosfer ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 16 . Penambahan debit secara perlahan-lahan akan megubah perlakuan aliran karena inersia aliran (sehubungan dengan kerapatannya) menjadi lebih signifikan dari gaya viskos. Gerakan ini muncul tidak beraturan dan muncul dari pertambahan ketidakstabilan dalam aliran. kecepatan nol pada dinding tabung dan membentuk sebuah distribusi kecepatan parabolik. aliran transisional. Ada sebuah tingkat antara. di mana aliran berwarna akan muncul kacau dan menunjukkan semburan percampuran yang kadang ada dan kadang tidak. Re. didefinisikan sebagai : ud v Re = Dengan: v adalah viskositas kinematik u adalah kecepatan rata yang diberikan untuk volume debit d adalah diameter pipa.

386 1.346 1.476 0.732 1.602 0.169 1.002 x 10-6 m2/s.386 0.769 0.793 1. ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 17 .443 0.270 1.697 0.836 0. Pada 200 viskositas kinematik air adalah 1.854 0.474 1.413 0.307 1.785 0.978 0.138 1.802 0.933 0.674 1.911 Temperatur (derajat Celcius) 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 Viskositas Kinematik ν (10-6 x m2/s) 0.235 1.201 1.873 0.053 1.893 0.027 1.002 0.684 0.554 0.108 1.711 0.511 0.429 1.Temperatur (derajat Celcius) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Viskositas Kinematik ν (10-6 x m2/s) 1.738 0.658 0.955 0.568 1.520 1.671 0.363 0.080 1.724 0.619 1.818 0.342 Contoh.753 0.

c. Alat dan Bahan a. Alat tekanan hidrostatis Satu set alat pemberat Sebuah ciduk Kaliper atau penggaris. b. Jika dibutuhkan. Panjang penyeimbang Jarak kuadran ke tumpuan Tinggi kuadran Lebar kuadran L H D B 275 mm 200 mm 100 mm 75 mm Jarak dari penggantung berat ke tumpuan Dasar permukaan kuadran ke tinggi tumpuan Tinggi permukaan kuadran vertical Lebar Permukaan kuadran vertikal ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 18 .BAB IV TEKANAN HIDROSTATIS (HYDROSTATIC PRESSURE) 1. Data Teknis Dimensi-dimensi dari peralatan berikut digunakan untuk perhitungan yang benar. d. Maksud dan Tujuan a. untuk mengukur dimensi kuadran 3. nilai-nilainya dapat dicek kembali sebagai bagian dari prosedur percobaan dan diganti dengan pengukuran anda sendiri. Untuk menentukan gaya hidrostatis yang bekerja pada permukaan pesawat yang timbul dalam air Untuk menentukan posisi garis aksi gaya dan untuk membandingkan letak yang ditentukan oleh percobaan dengan posisi teoritis 2. b.

dan sesuaikan kakinya sampai nivo menunjukkan bahwa base horizontal. Pindahkan alat pengukur keseimbangan berat sampai lengan horizontal. tandai dengan menggarisi dasar lengan penyeimbang dengan penandaan garis tengah bagian atas dan bawah pada saat seimbang (selama bisa digunakan. dan mendapatkan posisi keseimbangan dengan membuka keran drain untuk aliran yang akan dikeluarkan. e. Tempatkan lengan penyeimbang pada knife edges. Lanjutkan untuk menambahkan air sampai lengan penyeimbang horizontal. b. Tempatkan tangki peralatan hidrostatic pada hidraulik bench. Lanjutkan untuk menambahkan air sampai lengan penyeimbang horizontal. Ulangi prosedur di atas untuk setiap penambahan beban. d. Pastikan bahwa katup drain tertutup.4. hasil yang akurat bisa didapat dengan pembacaan melihat garis sedikit di bawah permukaan. f. Tambahkan massa kecil (50g) pada penggantung berat. Pastikan bahwa tidak ada air terbuang pada bagian atas permukaan kuadran atau sisi sampingnya. tapi harus tetap dijaga konsistensinya selama percobaan). Tempatkan penggantung berat pada celah di akhir bagian lengan penyeimbang. Anda bisa membuat hal itu lebih mudah dengan mengisi tangki sedikit demi sedikit. Berat yang disediakan untuk pertambahan 10. tergantung dari jumlah ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 19 . Baca kedalaman yang timbul dari skala bacaan pada permukaan kuadran. g. untuk menghindari efek tegangan permukaan. c. tapi harus tetap dijaga konsistensinya selama percobaan). tandai dengan menggarisi dasar lengan penyeimbang dengan penandaan garis tengah bagian atas dan bawah pada saat seimbang (selama bisa digunakan. Tambahkan air sampai gaya hidrostatis pada permukaan akhir kuadran menyebabkan lengan penyeimbang terangkat. 20 dan 50 gram. di atas ketinggian air. Prosedur Percobaan a.

sampel yang dibutuhkan. Diukur Note: pengukuran harus dilakukan dari penggantung berat ke titik tumpuan Jarak dari bagian atas permukaan Diberikan kuadran vertikal ke tinggi tumpuan. i. Bisa diambil dari pengukuran sendiri. Ulangi sampai ketinggian air mencapai puncak skala bagian atas pada permukaan kuadran. Diberikan Bisa diambil dari pengukuran sendiri Lebar horizontal kuadran. h. Dianjurkan interval 50 gram untuk satu set hasil. Bisa dilakukan dengan pengukuran sendiri Berat yang dikenakan pada lengan Diukur penyeimbang Note: massa diberikan dalam gram Kedalaman dasar kuadran di bawah Diukur permukaan bebas Note: Skala alat dikalibrasikan dalam mm Terendam sebagian Dihitung Dihitung Dihitung Tipe M Kg M H M D Gaya hidrostatis Pusat tekanan percobaan Pusat tekanan teoritis N M M F H" H" B 2 d F=ρ g 2 mgL h" = F d h" = H 3 F = ρgBD (d - Terendam seluruhnya Gaya hidrostatis Pusat tekanan hidrostatis F Dihitung D ) 2 mL H" Dihitung Pusat tekanan teoritis H" Dihitung D ) 2 D2 D + (d − ) 2 2 +H −d h" = 12 D d− 2 h" = ρBD(d − ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 20 . Panjang lengan penyeimbang. Bisa diambil Diberikan dari pengukuran sendiri. Catat berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi hasil percobaan. yang akan memberkan total 19 sampel. 5. Nomenklatur Judul kolom Tinggi kuadran Lebar kuadran Panjang Penyeimbang Jarak kuadran ke pivot (tumpuan) Massa Kedalaman yang ditimbulkan Satuan M M M Notasi D B L Deskripsi Tinggi vertikal dari permukaan kuadran.

Permukan pesawat terendam sebagian Di bawah ini adalah representasi diagram dari alat yang menjelaskan dimensi fisik. akan lebih jelas untuk meninjau kedua kasus tersebut secara terpisah. ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 21 .6. Nomenklatur ini akan digunakan selama pembahasan teori ini. sebagai tambahan seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya. Teori Di bawah ini adalah representasi diagram dari alat yang menjelaskan dimensi. Keterangan : L : jarak horizontal antara titik tumpuan dan tempat penyeimbang D: tinggi permukaan kuadran B: lebar permukaan kuadran H: jarak vertikal antara dasar permukaan kuadran dan lengan tumpuan C: pusat kuadran P: pusat tekanan pada permukaan kuadran 1. Meskipun teori untuk pesawat yang terendam sebagian dan tenggelam seluruhnya sama. Nomenklatur ini akan digunakan selama pembahasan teori ini.

1 Permukaan pesawat vertikal terendam sebagian . Garis gaya ini akan melewati pusat tekanan. P 1..Dengan : d F h h' h" : kedalaman yang terendam : gaya hidrostatis yang bekerja pada kuadran : kedalaman pusat : jarak pusat tekanan. (1) h=C= d 2 A = Bd 22 .gaya pada permukaan Gaya hidrostatis F dapat didefinisikan sebagai F = ρgAh (Newton) dengan luas dan Sehingga Bd 2 F = ρg 2 ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA …………………………. P : jarak garis aksi gaya di bawah tumpuan.

2 Permukaan pesawat vertikal terendam sebagian . Untuk keseimbangan statis. Kedalaman pusat tekanan di bawah titik tumpuan adalah h" = h' + H . bisa didefinisikan sebagai M = Fh" (Nm) Momen penyeimbang dihasilkan oleh berat.Kedalaman pusat tekanan teoritis Hasil teoritis untuk kedalaman pusat tekanan. yaitu : Fh" = WL = mgL Dengan mensubstitusi gaya hidrostatis dari (1) kita mendapatkan 2mL mgL = ρBd 2 F h" = (meter) 1.Kedalaman pusat tekanan percobaan Momen. yang dikenakan pada penggantung pada ujung lengan penyeimbang. panjang lengan penyeimbang.d (m) ……………………. W. dua momen adalah sama. P. di bawah permukaan bebas adalah h' = Ix Ah Ix = Ic + Ah2 Ix = Bd 3 d Bd 3 + Bd ( ) 2 = 12 2 3 (m4) ……………………(3) …………………(2) Dengan Ix adalah momen dari bagian luasan yang terendam.3 Permukaan pesawat vertikal terendam sebagian . M.1.(4) Substitusi (3) ke (2) kemudian ke (4) menghasilkan hasil teoritis berikut : ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 23 . L.

1 Permukaan pesawat vertikal terendam seluruhnya . Dengan : d F h h' h" : kedalaman yang terendam : gaya hidrostatis yang bekerja pada kuadran : kedalaman pusat : jarak pusat tekanan. Permukaan pesawat vertikal terendam seluruhnya Di bawah ini adalah representasi diagram dari alat yang menjelaskan dimensi fisik.h" = H - d 3 2. P 2.Gaya hidrostatis Gaya hidrostatis. P : jarak garis aksi gaya di bawah tumpuan. dapat didefinisikan sebagai : ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 24 . Nomenklatur ini akan digunakan selama pembahasan teori ini. F. sebagai tambahan seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya. Garis gaya ini akan melewati pusat tekanan.

.(5) 2. di bawah permukaan bebas adalah h' = Ix Ah Dengan Ix adalah momen kedua dari bagian luasan yang terendam.3 Permukaan pesawat vertikal terendam seluruhnya . P. Dengan menggunakan teorema pusat pararel Ix = Ic + Ah2 2 D2  D  + d −   Ix = BD  2   12    (m4) Kedalaman pusat tekanan di bawah titik tumpuan adalah ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 25 .Kedalaman pusat tekanan teoritis Hasil teoritis untuk kedalman pusat tekanan.F = ρgAh = ρgBD(d - D ) 2 (N) …………………. dua momen adalah sama. W.Kedalaman pusat tekanan percobaan Momen. Untuk keseimbangan statis.2 Permukaan pesawat vertikal terendam seluruhnya . yang dikenakan pada penggantung pada bagian ujung lengan penyeimbang. yaitu : Fh" = WL = mgL Dengan mensubstitusi gaya hidrostatis dari (5) kita mendapatkan mL D  (m)  h" = ρBD d −  2  2. M dapat didefinisikan sebagai berikut M = Fh" (Nm) Momen penyeimbang dihasilkan oleh berat.

ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 26 . Berikan komentar dan terangkan kemungkinan antara hasil teoritis dan percobaan untuk kedalaman pusat tekanan.h" = h' + H .d (m) Substitusi sebelumnya menghasilkan : 2 D2  D + d −  2 h" = 12  +H −d D d− 2 7. berikan komentar apa yang terjadi ketika pesawat sudah terendam seluruhnya. Aplikasi Teori 1. Untuk hal (1) dan (2) di atas. Berikan komentar terhadap hubungan kedalaman pusat tekanan dan kedalaman yang ditimbulkan. Gambarkan grafik hubungan antara H”teoritis dengan H”eksperimen. Berikan komentar pada berbagai variasi gaya dengan kedalaman. 2.

Maksud dan Tujuan Untuk mencari reaksi gaya yang dihasilkan dari perubahan momentum aliran fluida. Alat tumbukan pancaran air dengan 4 deflektor aliran. c. b. terdiri dari defleksi derajat dengan sudut 30.BAB V TUMBUKAN PANCARAN AIR (IMPACT OF JET) 1. c. Alat dan Bahan a.4 kg pada pan pemberat dan buka katup bench untuk menghasilkan aliran. 3. dengan pengukuran gaya yang dihasilkan oleh sebuah jet yang menumbuk permukaan padat yang menghasilkan derajat defleksi aliran yang berbeda. Tempatkan massa sebesar 0. 90. Pindahkan plat bagian atas (dengan melepas sekrup berulir) dari silinder. Stopwatch untuk menentukan debit air. 120 dan 180 derajat. Aturlah jarum agar menjukkan posisi yang seimbang pada pan beban. Atur ulang peralatan dan tempatkan dalam saluran hidraulik bench. Prosedur Percobaan a. 2. Hidraulik bench untuk mengukur aliran dengan volume waktu yang terkumpul. b. Pasang satu dari empat deflektor aliran. Hubungkan tabung inlet ke penghubung bench. Aturlah agar alat dalam keadaan horisontal dengan mengatur nivo. Sesuaikan letak katup sampai keseimbangan statis dicapai dengan garis data pan pemberat segaris dengan alat/ jarum pengatur ketinggian ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 27 .

0265 x 10-5 m m2 5. Ulangi prosedur ini untuk berbagai massa yang dibebankan ke pan pemberat. Jika dibutuhkan.Luasan potongan melintang nozzle d = 0. Volume dalam liter. dalam m. Konversikan ke meter kubik untuk perhitungan (dibagi dengan 1000) Waktu untuk mengumpulkan volume air dalam hidraulik bench Massa yang dibebankan ke pan pemberat untuk membantu mencapai posisi statis V Qt = t Q v = t . Diameter diukur dalam mm. Kemudian ulangi seluruh percobaan untuk deflektor lainnya. Nomenklatur Judul kolom Diameter nozzle Tipe deflektor Volume yang terkumpul Waktu pengumpulan Massa yang dikenakan Debit volume Kecepatan m/s Kecepatan dikuadratkan Gaya yang dikenakan Kemiringan yang dihitung dari percobaan Kemiringan teori v Dihitung Satuan M Derajat m3 S Kg m3/s V t m Qt Lambang Tipe Diukur Diukur Diukur Diukur Diukur Dihitung Deskripsi Diameter nozzle.008 A= 5. Konversikan ke meter untuk perhitungan Tipe deflektor yang digunakan Diambil dari skala pada hidraulik bench. kecepatan fluida yang A meninggalkan nozzle Digunakan untuk menjelaskan hubungan antara debit dan massa yang dibebankan untuk keseimbangan gaya Gaya yang dihasilkan oleh deflektor pada fluida = gaya tergantung dari massa m Kemiringan grafik v2 versus W Konstan diturunkan dari s = ρA(cosθ +1) (m/s)2 N v2 W Dihitung Dihitung Dihitung s Dihitung ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 28 .Diameter nozzle . . Data Teknis Dimensi-dimensi dari peralatan berikut digunakan untuk perhitungan yang benar.d. nilai-nilai ini bisa diperiksa kembali sebagai bagian dari prosedur percobaan dan diganti dengan pengukuran anda sendiri. 4.

S = ρA(cos θ +1) • • Berikan komentar pada hasil percoban dan hasil teoritis dan berikan alasan untuk perbedaan -perbedaan yang timbul Berikan komentar pada setiap kesalahan percobaan secara signifikan. Bandingkan kemiringan grafik ini dengan kemiringan yang dihitung secara teoritis. Aplikasi Teori Plotkan grafik kecepatan kuadrat versus applied mass. 7. diseimbangkan oleh beban yang dibebankan. dan bahwa hanya perubahan arahnya saja. W (=Mg. meninggalkan luasan potongan melintang nozzle. dengan M adalah massa yang dibebankan) W = ρAv2(cosθ +1) Kemiringan dari grafik W yang diplotkan versus v2 adalah s = ρA(cosθ +1) Catat bahwa θ = 1800 .α. adalah V= Qt A Diasumsikan bahwa besar kecepatan tidak berubah selama fluida mengalir di sekeliling deflektor. 29 ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA .6. Aplikasi hukum kedua Newton pada aliran yang terdefleksi menghasilkan Fy = Qmv(cosθ +1) Dengan Fy = gaya yang dihasilkan oleh deflektor pada fluida Qm = debit massa Qm = ρQt = ρAv Untuk keseimbangan statis. v. dengan α adalah sudut defleksi aliran. Teori Kecepatan fluida. A. Fy.

BAB VI KEHILANGAN ENERGI PADA PIPA MELENGKUNG (ENERGY LOSSES IN BENDS) ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 30 .

Aturlah perangkat Hydraulics Bench sehingga dasarnya horisontal. 2.1. Alat Dan Bahan a. d. sebuah pelebaran. dan sebuah pintu dengan klep(katup). b. ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 31 . Hydraulics Bench. Gambar XX.1 Energy Losses in Bends Apparatus 3. digunakan untuk mengukur debit sesuai waktu dan volume terkumpul. c. digunakan untuk menentukan debit rata-rata air. Peningkat tinggi. Stopwatch. sebuah kontraksi. Maksud Dan Tujuan Untuk menentukan faktor kehilangan pada aliran yang melalui sebuah susunan pipa yang terdiri dari lengkungan. e. Thermometer. Peralatan untuk menentukan kehilangan energi pada pipa yang melengkung dan peralatan pemasangannya. Prosedur Percobaan a.

b. Level tersebut dapat disetel dengan menggunakan sekrup pembebas udara dan pompa tangan yang tersedia. untuk menahan tekanan pompa tangan pada sistem. d. buka sekrup pembebas udara. dan katup pengontrol aliran dan jalankan pompa untuk mengisi air ke perlengkapan pengujian. kemudian kencangkan sekrup pembebas udara dan buka sebagian katup bench dan katup pengontrol aliran. c. sekrup harus ditutup setelah pemompaan. e. sehingga ketika menggunakan pompa tangan. dan pindahkan penyumbat dari dekat katup udara. Hubungkan inlet perlengkapan pengujian ke bench penyuplai aliran dan jalankan pipa outlet sehingga tangki volumetrik dan penguncinya berada pada tempatnya. Bukalah katup bench. Sekrup pembebas udara mengontrol aliran udara yang melalui katup udara. sekrup pengambil udara harus terbuka. kencangkan sekrup ketika manometer menunjukkan level puncak. tutup katup bench dan katup pengontrol aliran pada manometer. katup pintu. 4. h. f. Pastikan semua level manometer menunjukkan skala volume aliran maksimum yang diperlukan (kira-kira 17 liter/menit). Nomenklatur Judul kolom Diameter pipa percobaan ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA Satuan m Lambang d Tipe Diberikan Deskripsi Diameter pada pipa percobaan 32 . g. Bukalah sedikit sekrup pembebas udara untuk mengalirkan udara keluar dari ujung manometer. Bebaskan udara dari ujung keran bertekanan. Hubungkan pipa kecil panjang pada katup udara ke tangki volumetrik. Bukalah katup bench dan alirkan air melalui manometer untuk membersihkan semua udara yang ada.

d = 0. d = 0.0260 m 5. Teori ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 33 .0196 m Diameter pipa pada outlet perlebaran inlet kontraksi.Volume terkumpul Waktu pengumpulan Temperatur air m3 s V t Diukur Diukur Diambil dari skala Hidraulic Bench Waktu yang diambil untuk mengumpulkan volume air pada Hydraulic Bench Temperatur air yang meninggalkan session percobaan Lihat tabel viskositas kinematik air pada tekanan atmosfer Nilai diukur dari manometer Nilai diukur dari manometer Qt = V/t = Volume terkumpul / waktu pengumpulan v = Qt / A = Debit laju aliran / Luasan pipa v2 / 2g Re = ud / ν Δh = h2-h1 K = Δh 2g / v2 o C Diukur Viskositas kinematik Manometer Manometer Debit laju aliran Kecepatan Dinamik head Angka Reynolds Kehilangan energi Koefisien m2/s ν Diukur m m m /s 3 h1 h2 Qt Diukur Diukur Dihitung m/s m v Dihitung Dihitung Dihitung Dihitung Dihitungv Re m m Δh K kehilangan Data teknis: Diameter pipa.

sebelum dan sesudah pemasangan. K ditentukan dengan rumus : K = Δh / (v2/2g) Untuk mengubah luas bagian pipa yang melintang melalui pelebaran dan kontraksi. meter). Hal tersebut dapat dikonversikan untuk persamaan kehilangan energi menggunakan persamaan : 1 bar = 10. K = koefisien kehilangan v = kecepatan aliran Karena alirannya komplek dalam berbagai pemasangan. kehilangan energi dihitung dari dua pembacaan manometer. Untuk percobaan katup pintu. K biasanya ditentukan dengan percobaan.2 m air Koefisien kehilangan boleh dihitung menggunakan persamaan di atas untuk katup pintu.Kehilangan energi yang terjadi pada pipa umumnya dinyatakan dengan head loss (h. Untuk percobaan pemasangan pipa. nilai tersebut seharusnya ditambah ke pembacaan kehilangan energi untuk pelebaran dan dikurangkan ke pembacaan kehilangan energi untuk kontraksi. dengan rumus : Δh = Kv2 / 2g dimana. ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 34 . perbedaan tekanan sesudah dan sebelum pintu diukur langsung menggunakan sebuah tekanan gauge. sistem diubah dalam tekanan statis. Perubahan ini dapat dihitung dengan : (v12 / 2g) – (v22 / 2g) Untuk menghilangkan efek dari perubahan luas tersebut pada pengukuran kehilangan energi.

plotkan grafik head loss (Δh) versus dynamic head dan K versus debit laju aliran Qt. Latihan B. Hasil Percobaan Pemasang an alat h1 m h2 m Manometer Kehilanga n energi h1-h2 m V m3/s mitre siku lengkungan pendek pelebaran kontraksi katup pintu s Qt m3/ s v m/s Volu me Wakt u Deb it Kecepat an v2 / 2g K Pembacaan gauge = 7. Bagaimana faktor kehilangan untuk variasi katup pintu dengan tingkatan / perluasan dari bukaan katup? • Berikan komentar tentang berbagai hubungan tersebut. 6. Aplikasi Teori Latihan A. plotkan grafik persamaan head loss (Δh) versus dynamic head dan K versus debit laju aliran Qt. Tergantung apakah kehilangan energi melalui pemasangan pipa selama berlangsungnya kecepatan? ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 35 .Angka Reynolds adalah sebuah angka yang mengurangi dimensi yang digunakan untuk membandingkan karakteristik aliran.

Laboratorium Mekanika Fluida dan Hidrolika Jurusan Teknik Sipil. Impact Of Jet. Petunjuk praktikum Mekanika Fluida. ______________. Armfield. Armfield. ______________. Dead Weight Calibrator. 1996. F1-22.• • Periksa angka Reynolds yang telah didapatkan dan termasuk jenis aliran laminer atau turbulenkah?u Apakah benar koefisien kehilangan adalah konstan untuk sebuah rangkaian peralatan? DAFTAR PUSTAKA Anonim. F1-16. 1992. Fakultas Teknik UGM. F1-15. Bambang. 1996. Yogyakarta. Armfield. Hidraulika I. F1-11. Armfield. Yogyakarta. Beta Offset. ASISTEN M EKANIKA FLUIDA JURUSAN TEKNIK SIP I L DAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS GADJAHMADA 36 . Teaching Manual. Energy Losses in Bends. Armfield. ______________. F1-20. ______________. Hydrostatic Pressure Apparatus. Triatmodjo. Bernoulli’s Theorem Demonstration. ______________. F1-12. Beta Offset. Armfield. Hidraulika II. Osborne Reynolds Apparatus. ______________.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful