LAPORAN PRAKTIKUM TSP EVALUASI EMULSI LEVERTRAN

Disusun oleh :
ADE FITHROTINNADHIROH BAYYINAH DINA HARYANTI ENDAH PURNAMASARI SITI MARDIYANTI SAID WIWIN WIARSIH

FARMASI IV A KELOMPOK 5

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010

DATA PREFORMULASI

1.

LEVERTRAN    

Sinonim Oleum Iecoris Aselli Oleum Morrhuae Cod Liver Oil Minyak ikan

Minyak ikan adalah minyak lemak hasil destearisasi sebagian dari minyak lemak hati segar Gadus morhua Linne. Dan spesies lain dari familia Gadidae. Mengandung tidak kurang dari 255 ug (850 unit FI) vitamin A dan tidak kurang dari 2,125 ug (85 unit FI) vitamin D per g minyak ikan. Minyak ikan dapa ditambah penyedap tunggal atau campuran penyedap yang sesuai tidak d Pemerian Cairan minyak, encer, berbau khas, tidak tengik, rasa dan bau seperti ikan. Kelarutan  Berdasarkan FI IV Sukar larut dalam etanol; mudah larut dalam eter, dalam kloroform, dalam karbon disulfida dan dalam etil asetat.  Berdasarkan Martindale B.P. Praktis tidak larut dalam alkohol; mudah larut dalam kloroform, eter, dan petroleum terang U.S.P. Kelarutan : sedikit larut dalam alkohol; mudah larut dalam eter dan kloroform. Simpan di tempat yang tertutup rapat dan kedap udara. Terlindumg dari cahaya. Minyak ikan kaya akan sumber vitamin D dan juga sumber yang baik dari vitamin A. Itu juga mengandung beberapa asam lemak tak jenuh yang merupakan faktor – faktor makanan dasar dan tidak terjadi dalam kandungan vitamin A dan D. Sari Minyak ikan atau salepnya sangat mendukung untuk mempercepat penyembuhan luka bakar, koreng, menekan sakit dan luka pada permukaan, tetapi pada observasi yang terkontrol telah menghentikan nilai penguatan yang tegas. Bobot Jenis Antara 0,918 dan 0,927

Dosis Dosis lazim : Dewasa : 1 x hari = 8-30 ml

Wadah dan Penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat, dapat digunakan botol atau wadah lain yang telah dikeluarkan udaranya dengan cara hampa udara atau dialiri gas inert.

2. Gom Acaciae
Sinonim : Gom akasia, gom arab Gom akasia adalah eksudat gom kering yang diperoleh dari batang dan dahan Acacia senegal Willd. Dan beberapa Acacia lain. Pemerian : Hampir tidak berbau, rasa tawar seperti lendir. Kelarutan : Mudah larut dalam air, menghasilkan larutan yang kental dan tembus cahaya, praktis tidak larut dalam etanol (95%) P. Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik Khasiat dan penggunaan : Zat tambahan (FI III hal 280)

3. Asam benzoate
asam benzoat mengandung tidak kurang dari 99,5% C7H6O2 1. Sifat Kimia      Sinonim Rumus kimia Nama kimia CAS :acidum benzoicum, Benzenecarboxylic acid; : C7H602 : :

Berat molekul : 122,12

2.

Sifat Fisika  Organoleptis  Bentuk  Warna  Bau  Rasa  Kelarutan : : hablur halus dan ringan : Tidak bewarna : Tidak berbau : tidak berasa

Larut dalam lebih kurng 350 bagian air,dalam lebih kurang 3 bagian etanol(95%)dalam bagian kloroform dan dalam 3 bagian eter.   OTT Stabilitas :tidak tercampur dangan asam organic,golongan : logam,kaloin

Stabil penyimpanan dalam wadah tertutup. 3. 4. Konsentrasi yang digunakan dalam suspensi : 0,1% Sifat farmakologi Khasiat : antimikroba 5. Wadah Dalam wadah tetutup baik, di tempat yang kering dan sejuk ( Departemen Kesehatan republic Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia, edisi III . halaman 534 . Jakarta : Badan Pengawas Obat dan Makanan. ) ( American Pharmaceutical Association. 2006. Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5th edition. London : The Pharmaceutical Press. )

4. GLISERIN
Sinonim: glycerolin, glycerol. Propana 1,2,3 triol Rumus kimia: C3H8O3 BM: 92,09 Kelarutan: larut dalam air, methanol, dan etanol 95%dan propilenglikol, agak larut dalam aseton, praktis tidak larut dalam kloroform, benzen dan campuran minyak. Incompatible: dengan agen pengoksidasi seperti chromium trioxide, potassium chlorate, atau potassium permanganate. Kegunaan: sebagai antimikroba preservatif, emolien, humektan, plasticizer dalam pelapis film tablet, solven dalam formula parenteral,dan pemanis. Penyimpanan:gliserin bersifat higroskopis, sehingga di simpasn dalam wadah kedap udara, jika di simpan dalam temperatur rendah gliserin mungkin akan menjadi kristal. Kristalnya tidak akan melebur sampai temperatur diatas 200C.

5.

SUNSET YELLOW FCF

Rumus Empiris: C16H10N2Na2O7S2 Berat Molekul: 452.37

Sinonim: E110; FD&C yellow #6; 6-hydroxy-5-[(4-sulfophenyl)azo]-2-naphthalenesulfonic acid disodium salt; 1-p-sulfophenylazo-2-naphthol-6-sulfonic acid disodium salt; yellow orange S.

Pemerian: Serbuk kuning kemerahan. Larutan cairan berwarna orange terang. Tabel Kelarutan Sunset yellow FCF. Pelarut Aseton Ethanol (75%) Gliserin Propilen glikol Kelarutan pada 20°C kecuali dinyatakan lain 1 in 38.5 1 in 333 1 in 5 1 in 45.5

Propilen glikol (50%) 1 in 5 Air 1 in 5.3 pada 2°C 1 in 5.3 pada 25°C 1 in 5 pada 60°C Incompatible: Kurang cocok dengan asam sitrat, larutan gula, dan larutan saturasi Na bikarbonat. Tidak cocok dengan asam askorbat, gelatin dan glukosa.

6. BHT (Butyl Hidroksi Toluen) Sinonim-sinonim : Agidol; BHT; 2,6-bis(1,1-dimethylethyl)-4-methylphenol;

butylhydroxytoluene; Dalpac; hydroxytoluene dibutylated; 2,6-di-tert-butyl-p-cresol; Nama Kimia dan CAS Registry Number : 2,6-Di-tert-butyl-4-methylphenol[ 128-Bobot Molekular dan rumus empiris : C15H24O 220.35 Susunan Rumus

Kegunaan: hydroxytoluene Butylated digunakan sebagai satu antioksidan (lihat Tabel I) di dalam kosmetika, makanan-makanan, dan farmasi. Itu adalah sebagian besar digunakan untuk penundaan atau mencegah ketengikan oksidatif lemak-lemak dan meminyaki dan untuk mencegah hilangnya aktivitas minyak vitamin-vitamin dapat larut.

Table I: Antioxidant uses of butylated hydroxytoluene. Antioxidant use β-Carotene Edible vegetable oils Concentration (%) 0.01 0.01

Essential oils and flavoring agents 0.02–0.5 Fats and oils Fish oils Inhalations IM injections IV injections 0.02 0.01–0.1 0.01 0.03 0.0009–0.002

Antioxidant use Topical formulations Vitamin A

Concentration (%) 0.0075–0.1 10 mg per million units

Pemerian: hydroxytoluene Butylated merupakan serbuk atau zat padat kristalin kuning pucat atau putih dengan bau karakteristik. kelarutan: pada kenyataannya tidak dapat larut di dalam air, gliserin, propilen glikol, larutan alkali hidroksi, dan cairan asam mineral encer. Sangat mudah dapat larut di dalam aseton, benzen, etanol (95%), eter, metanol, toluena-toluena, minyak lemak, dan obat cuci perut. Lebih dapat larut dibanding hidroksianisola berbutil di dalam makanan meminyaki dan lemak-lemak. penyimpanan dan stabilitas : Pengunjukan untuk ringan, embun, dan panas menyebabkan pelunturan dan hilangnya aktivitas. hydroxytoluene Butylated harus disimpan dengan baik tertutup kontainer, trlindung dari cahaya, dalam suatu tempat kering, dan dingin. Incompatible: hydroxytoluene Butylated adalah phenolic dan mengalami karakteristik reaksi-reaksi dari zat asam karbol. Itu adalah yang tidak cocok/bertentangan dengan bahan pengoksid kuat seperti permanganat-permanganat dan peroksida-peroksida. Menghubungi dengan bahan pengoksid boleh menyebabkan pembakaran sertamerta. Besi/ setrika menggarami pelunturan penyebab dengan hilangnya aktivitas. Memanaskan dengan sejumlah katalitis dari penyebab-penyebab asam pembusukan cepat dengan pelepasan(release gas mudah terbakar isobutene.

II. ALAT DAN BAHAN
 Alat gelas aukur spatula cawan lumpang dan alu corong beaker glass pipet tetes

Penangas Termometer  Bahan Levertan PGA Gliserin Na Benzoat Sunset yellow

III. Formula
Oleum Iecoris Aselli Glycerolum Gummi Arabicum Oleum Lemon Na Benzoat Sunset Yellow FCF BHT Aqua destilata ad m.f emulsi 97,6 gr 9,3 gr 29,3 gr gtt VI 0,1% qs 1 gr 200 gr

Alasan
1. 2. Oleum Iecoris dibuat dalam sedian emulsi karena bahan aktif sukar larut dalam air Gummi Arabicum digunakan sebagai pengemulsi karena mempunyai stabilitas yang baik dalam sediaan. Pengemulsi digunakan sebagai zat penurun tegangan muka antar fase. 3. Glycerolum digunakan sebagai pemanis karena bahan aktif mempunyai rasa yang memualkan 4. Pengawet yang digunakan dalam sediaan ini adalah Na benzoat karena Na benzoat cukup efektif dalam pH asam dimana molekul tidak mengalami ionisasi dan baik untuk mencegah pertumbuhan mikroba.

5.

Dalam sediaan ini digunakan Oleum Lemon sebagai penganti dari Oleum Cinnamomi. Selain itu oleum lemon juga berperan sebagai pengaroma.

6.

Pewarna yang digunakan dalam sediaan ini adalah Sunset Yellow FCF. Hal ini dikarenakan untuk memperbaiki penampilan sediaan emulsi.

7.

Antioksidan yang digunakan adalah BHT karena BHT larut dalam minyak sehingga dapat mencegah terjadinya reaksi oksidasi bahan berkhasiat dan oksidasi fase minyak yang menimbulkan ketengikan dari fase minyak.

8.

Penandaan golongan obat adalah obat bebas.

IV. Perhitungan Dosis
Kekuatan sediaan : 2,5 gr/5 ml Dosis Lazim :   Dewasa = 1 x p = 5 ml Dewasa = 3 x sehari = 15 ml

Aturan Pakai
Dewasa : 1 x p = 5 ml

V. Penimbangan Bahan
1. Oleum Iecoris Aselli= 97,6 gram 2. Glycerolum = 9,3 gram 3. Oleum Lemon = gtt 6 4. Gummi Arabicum = 29,3 gram 5. Na Benzoat = 0,1 % x 200 = 0,2 gram 6. BHT = 0,05 % x 200 = 1 gram 7. Sunset Yellow FCF = qs 8. Aquadest ad 200ml

VI. Cara Kerja
Pembuatan korpus emulsi cara basah  Didihkan air yang akan digunakan sebagai pembawa, diginkan sebelum dipakai

   

Kembangkan emulgator sebelum digunakan Tambahkan minyak sedikit-sedikit (Oleum Iecoris Aselli ) ke dalam emulgator yang sudah dikembangkan sambil terus di aduk hingga terbentuk masa ‘opaque’ (m1) Tambahkan BHT yang telah dilarutkan ke dalam (m1) Tambahkan bahan-bahan lain ,yaitu gliserolum, Na Benzoat, Sunset Yellow FCF, dan Oleum Lemon (dalam bentuk terlarut) sedikit-sedikit sambil terus diaduk. Ad aquadest ad 200 ml.

Masukkan ke dalam tabung sedimentasi dan amati kecepatan sedimentasi yang terjadi.

PENUTUP

Pada praktikum Ketiga Teknologi Sedian Setengah padat ini kami kelompok 5 diberikan zat aktif berupa levertran. Minyak ikan adalah minyak lemak hasil destearisasi sebagian dari minyak lemak hati segar Gadus morhua Linne. Dan spesies lain dari familia Gadidae. Mengandung tidak kurang dari 255 ug (850 unit FI) vitamin A dan tidak kurang dari 2,125 ug (85 unit FI) vitamin D per g minyak ikan. Kelarutan berdasarkan FI IV Sukar larut dalam etanol; mudah larut dalam eter, dalam kloroform, dalam karbon disulfida dan dalam etil asetat. Sedangkan berdasarkan kelarutan menurut martindale B.P. Praktis tidak larut dalam alkohol; mudah larut dalam kloroform, eter, dan petroleum terang. Kelompok kami menggunakan cara dengan korpus basah dikarenakan levertran lebih efektif dengan cara tersebut. Emulsi yang kami buat dengan bahan aktif levertran adalah emulsi dengan korpus basah. Kelompok kami menggunakan cara dengan korpus basah dikarenakan levertran lebih efektif dengan cara tersebut. Dengan menggunakan metode tersebut (korpus basah) diharapkan sediaan memiliki kestabilan yang baik, memiliki sifat aliran yang lebih baik, tidak terjadi pemisahan (creaming, flokulasi, deflokulasi). Untuk membuat emulsi levertran, diperlukan Emulgator yaitu PGA untuk mendispersikan levertran agar dapat menghomogenkan fase minyak dan fase air. Dan zat tambahan lainnya berupa pengawet yaitu Na Benzoat karena emulgator yang digunakan berasal dari alam. Konsentrasi Na Benzoat yang digunakan sesuai dengan referensi ( excipient edisi ke 5) jumlah pengawet yang digunakan untuk PGA yaitu sebesar 0,1 %. Dan menggunakan sunset yellow sebagai bahan tambahan yaitu bahan pewarna untuk memperbaiki penampilan sediaan.Setelah pengamatan 30 menit terjadi pemisahan fase minyak setinggi 0,4 cm. Dan setelah 1 jam pengamatan terjadi pemisahan fase minya setinggi 0,5 cm. Dalam pengamatan setelah hari pertama terjadi 3 lapisan dimana lapisan atas adalah lapisan minyak, lapisan tengah adalah creaming, dan lapisan bawah adalah emulsi. Seharusnya emulsi yang terbentuk adalah stabil dimana hanya terdapat 1 lapisan homogen

tapi pada kenyataannya pada sediaan kelompok kami terbentuk 3 lapisan. Hal ini dikarenakan pada penggunaan komposisinya jumlah minyak yang kami gunakan berlebih dari yang seharusnya, yaitu sebesar 2 kali dari jumlah PGA yang digunakan. Dan hal ini bisa juga dikarenakan PGA yang kami gunakan kurang dari jumlah yang seharusnya yaitu ½ dari jumlah minyak yang digunakan. Selain itu pemisahan bisa terjadi karena kurangnya

pengembangan PGA yang digunakan.

HASIL PENGAMATAN

Evaluasi
Sediaan Akhir No 1. Hal Warna Evaluasi Warna orange Keterangan Warna orange berasal dari bahan tambahan yaitu bahan pewarna sunset yellow 2. Rasa hambar Rasa hambar timbul karena kurangnya gliserin sebagai pemanis. 3 Bau Bau khas levertran Pengaroma yang kami gunakan adalah oleum lemon, Namun aroma oleum lemon tertutupi oleh aroma amis yang menusuk dari levertran. 4. Kejernihan Tidak jernih Karena sediaan yang kami buat berupa emulsi yang tidak bisa tembus oleh cahaya. 5. Homogenitas Tidak Homogen 3 lapisan dimana lapisan atas adalah lapisan minyak, lapisan tengah adalah creaming, dan lapisan bawah adalah emulsi. Tetapi masih bisa didispersikan kembali dengan pengocokan.

6.

Volume terpindahkan

Volume terpindahkan tetap stabil yaitu 100 ml.

Tidak ada pengurangan volume (volume tetap)

Kesimpulan
Dari hasil formulasi yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa levertran tidak stabil. Karena terjadi 3 lapisan dimana lapisan atas adalah lapisan minyak, lapisan tengah adalah creaming, dan lapisan bawah adalah emulsi. Pemisahan ini terjadi karena adanya beberapa faktor yaitu :    Kurangnya penggunaan PGA yang pakai sebagai emulgator dalam sediaan kurangnya proses pengembangan PGA dimungkinkan kurang keterampilan praktikan dalam membuat sediaan. Tetapi pemisahan yang terjadi masih bisa didispersikan kembali dengan pengocokan.

VII.       

Daftar Pustaka Anief, Muhammad. 1997. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta : UGM press Excipient Development for Pharmaceutical Biotechnology and Drug Delivery System. Handbook of Pharmaceutical Excipient 5th Edition Panitia Farmakope Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia . Edisi III . Jakarta : Departemen Kesehatan RI Panitia Farmakope Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia . Edisi IV. Jakarta : Departemen Kesehatan RI Reynold, James E F. 1982. Martindale The Extra Pharmacopoeia. Twenty Eight Edition (28th Edition). London : The Pharmaseutical press British Nasional Formulary For Children 2009

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful