P. 1
Aporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tumor

Aporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tumor

|Views: 367|Likes:
Published by Rahma Erda Yunita

More info:

Published by: Rahma Erda Yunita on May 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

APORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TUMOR OTAK

A. KONSEP DASAR PENYAKIT 1. 1. Definisi Pengertian
  

Tumor otak adalah tumor jinak pada selaput otak atau salah satu otak (Rosa Mariono, MA, Standard Asuhan Keperawatan, St. Carolus, 2000) Tumor otak adalah lesi intra kranial yang menempati ruang dalam tulang tengkorak (buku ajar patofisiologi) Tumor otak adalah suatu lesi ekspansif yang bersifat jinak (benigna) ataupun ganas (maligna), membentuk massa dalam ruang tengkorak kepala (intra cranial) atau di sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Neoplasma pada jaringan otak dan selaputnya dapat berupa tumor primer maupun metastase. Apabila sel-sel tumor berasal dari jaringan otak itu sendiri, disebut tumor otak primer dan bila berasal dari organ-organ lain (metastase) seperti ; kanker paru, payudara, prostate, ginjal dan lain-lain, disebut tumor otak sekunder.

1. 2. Epidemiologi Penderita tumor otak lebih banyak pada laki-laki (60,74 persen) dibanding perempuan (39,26 persen) dengan kelompok usia terbanyak 51 sampai ≥60 tahun (31,85 persen); selebihnya terdiri dari berbagai kelompok usia yang bervariasi dari 3 bulan sampai usia 50 tahun. Dari 135 penderita tumor otak, hanya 100 penderita (74,1 persen) yang dioperasi penuli,s dan lainnya (26,9 persen) tidak dilakukan operasi karena berbagai alasan, seperti; inoperable atau tumor metastase (sekunder). Lokasi tumor terbanyak berada di lobus parietalis (18,2 persen), sedangkan tumor-tumor lainnya tersebar di beberapa lobus otak, suprasellar, medulla spinalis, cerebellum, brainstem, cerebellopontine angle dan multiple. Dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (PA), jenis tumor terbanyak yang dijumpai adalah; Meningioma (39,26 persen), sisanya terdiri dari berbagai jenis tumor dan lain-lain yang tak dapat ditentukan. 1. 3. Penyebab Penyebab tumor hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti, walaupun telah banyak penyelidikan yang dilakukan. Adapun faktor-faktor yang perlu ditinjau, yaitu :

Herediter

— Riwayat tumor otak dalam satu anggota keluarga jarang ditemukan kecuali pada meningioma, astrositoma dan neurofibroma dapat dijumpai pada anggota-anggota sekeluarga. Sklerosis tuberose atau penyakit Sturge-Weber yang dapat dianggap sebagai manifestasi

pertumbuhan baru, memperlihatkan faktor familial yang jelas. Selain jenis-jenis neoplasma tersebut tidak ada bukti-buakti yang kuat untuk memikirkan adanya faktor-faktor hereditas yang kuat pada neoplasma.

Sisa-sisa Sel Embrional (Embryonic Cell Rest)

Bangunan-bangunan embrional berkembang menjadi bangunan-bangunan yang mempunyai morfologi dan fungsi yang terintegrasi dalam tubuh. Tetapi ada kalanya sebagian dari bangunan embrional tertinggal dalam tubuh, menjadi ganas dan merusak bangunan di sekitarnya. Perkembangan abnormal itu dapat terjadi pada kraniofaringioma, teratoma intrakranial dan kordoma.

Radiasi

Jaringan dalam sistem saraf pusat peka terhadap radiasi dan dapat mengalami perubahan degenerasi, namun belum ada bukti radiasi dapat memicu terjadinya suatu glioma. Pernah dilaporkan bahwa meningioma terjadi setelah timbulnya suatu radiasi.

Virus

— - Banyak penelitian tentang inokulasi virus pada binatang kecil dan besar yang dilakukan dengan maksud untuk mengetahui peran infeksi virus dalam proses terjadinya neoplasma, tetapi hingga saat ini belum ditemukan hubungan antara infeksi virus dengan perkembangan tumor pada sistem saraf pusat. —

Substansi-substansi Karsinogenik

— - Penyelidikan tentang substansi karsinogen sudah lama dan luas dilakukan. Kini telah diakui bahwa ada substansi yang karsinogenik seperti methylcholanthrone, nitroso-ethyl-urea. Ini berdasarkan percobaan yang dilakukan pada hewan. —

Trauma Trauma yang berulang menyebabkan terjadinya meningioma (neoplasma selaput otak). Pengaruh trauma pada patogenesis neoplasma susunan saraf pusat belum diketahui.

1. 4. Klasifikasi

Berdasarkan jenis tumor 1) Jinak - Acoustic neuroma - Meningioma

.3. Gangguan neurologik pada tumor otak biasanya dianggap disebabkan oleh dua faktor : gangguan fokal disebebkan oleh tumor dan kenaikan tekanan intracranial.Apendymoma .Astrocytoma (grade I) 2) Malignant . Gangguan suplai darah arteri pada umumnya bermanifestasi sebagai kehilangan fungsi secara akut dan mungkin dapat dikacaukan dengan gangguan serebrovaskuler primer. ginjal dan lambung. Perubahan suplai darah akibat tekanan yang ditimbulkan tumor yang bertumbuh menyebabkan nekrosis jaringan otak.Oligodendroglioma .Apendymoma b.Cleurofibroma .Hemangioblastoma 2) Tumor ekstradural Merupakan metastase dari lesi primer.Meningioma b) Intramedular .Oligodendroglioma .Astrocytoma . Bebrapa tumor membentuk kista yang juga menekan parenkim otak sekitarnya sehingga memperberat ganggguan neurologist fokal. 1. biasanya pada payudara. tiroid. 5. terbentuknya edema sekitar tumor. .4) . Peningkatan tekanan intrakranial dapat diakibatkan oleh beberapa faktor : bertambahnya massa dalam tengkorak. Serangan kejang sebagai gejala perunahan kepekaan neuron dihubungkan dengan kompesi invasi dan perubahan suplai darah ke jaringan otak. dan perubahan sirkulasi cairan serebrospinal. prostal. dan infiltrasi atau invasi langsung pada parenkim otak dengan kerusakan jaringan neuron.Pituitary adenoma . Berdasarkan lokasi 1) Tumor intradural a) Ekstramedular . Gangguan fokal terjadi apabila terdapat penekanan pada jaringan otak. paru–paru. Patofisiologi Tumor otak menyebabkan gangguan neurologik progresif.Astrocytoma (grade 2.

mungkin diketemukan ansietas dan depresi. —Manifestasi klinis tumor otak dapat berupa:  Gejala serebral umum —Dapat berupa perubahan mental yang ringan (Psikomotor asthenia). Obstruksi vena dan edema yang disebabkan oleh kerusakan sawar darah otak. Herniasi menekan mesensenfalon. pelupa. Peningkatan tekanan intracranial akan membahayakan jiwa. umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial. semuanya menimbulkan kenaikan volume intracranial dan meningkatkan tekanan intracranial. kandungan cairan intrasel dan mengurangi sel-sel parenkim. labil. hipertensi sistemik (pelebaran tekanan nadi). 1. volume cairan serebrospinal. Obstruksi sirkulasi cairan serebrospinal dari ventrikel lateral ke ruangan subaraknoid menimbulkan hidrosefalus. perlambatan aktivitas mental dan sosial. Sifat nyeri kepala bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut. Gejala ini berjalan progresif dan dapat dijumpai pada 2/3 kasus 1. Nyeri Kepala —Diperkirakan 1% penyebab nyeri kepala adalah tumor otak dan 30% gejala awal tumor otak adalah nyeri kepala. Adanya nyeri kepala dengan psikomotor asthenia perlu dicurigai tumor otak. karena pada awalnya menunjukkan berbagai gejala yang menyesatkan dan eragukan tapi umumnya berjalan progresif. Mekanisme kompensasi ini antara lain bekerja menurunkan volume darah intracranial. Mekanisme kompensasi memerlukan waktu lama untuk menjadi efektif dan oleh karena itu tak berguna apabila tekanan intrakranial timbul cepat. Kompresi medula oblogata dan henti pernafasan terjadi dengan cepat. yang dapat dirasakan oleh keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung. kehilangan inisiatif dan spontanitas. Perubahan fisiologi lain terjadi akibat peningkatan intracranial yang cepat adalah bradikardia progresif. menyebabkan hilangnya kesadaran dan menekan saraf otak ketiga. Sedangkan gejala lanjut diketemukan 70% kasus. Gejala Klinik Tumor otak merupakan penyakit yang sukar terdoagnosa secara dini. Muntah .Beberapa tumor dapat menyebabkan perdarahan. 2. emosi. dan gangguan pernafasan. kenaikan tekanan yang tidak diobati mengakibatkan herniasi unkus atau serebelum yang timbul bilagirus medialis lobus temporalis bergeser ke inferior melalui insisura tentorial oleh massa dalam hemisfer otak. 6.

Gejala Tekanan Tinggi Intrakranial —Berupa keluhan nyeri kepala di daerah frontal dan oksipital yang timbul pada pagi hari dan malam hari. 3. dan 25% pada glioblastoma. 50% pasen dengan astrositoma. —Gejala spesifik tumor otak yang berhubungan dengan lokasi: 1.—Terdapat pada 30% kasus dan umumnya meyertai nyeri kepala. spendimoma dari ventrikel III. muntah proyektil dan enurunan kesadaran. kejang fokal Bila menekan permukaan media dapat menyebabkan inkontinentia Bila tumor terletak pada basis frontal menimbulkan sindrom foster kennedy Pada lobus dominan menimbulkan gejala afasia 2. haemangioblastoma serebelum dan craniopharingioma. Lebih sering dijumpai pada tumor di fossa posterior. Lobus parietal   Dapat menimbulkan gejala modalitas sensori kortikal hemianopsi homonym Bila terletak dekat area motorik dapat timbul kejang fokal dan pada girus angularis menimbulkan gejala sindrom gerstmann’s 3. Lobus frontal      Menimbulkan gejala perubahan kepribadian Bila tumor menekan jaras motorik menimbulkan hemiparese kontra lateral. Pada pemeriksaan diketemukan papil udem. Kejang —Bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25% kasus. Lobus temporal . Tumor-tumor yang sering memberikan gejala TTIK tanpa gejala-gejala fokal maupun lateralisasi adalah meduloblatoma. umumnya muntah bersifat proyektif dan tak disertai dengan mual. Selain itu dapat dijumpai parese N. Perlu dicurigai penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak bila:       Bagkitan kejang pertama kali pada usia lebih dari 25 tahun Mengalami post iktal paralisis Mengalami status epilepsi Resisten terhadap obat-obat epilepsi Bangkitan disertai dengan gejala TTIK lain Bangkitan kejang ditemui pada 70% tumor otak dikorteks. 4. Keadaan ini perlu tindakan segera karena setiap saat dapat timbul ancaman herniasi. dan lebih dari 35% kasus pada stadium lanjut. 40% pada pasen meningioma.VI oleh TTIK.VI akibat teregangnya N. Diperkirakan 2% penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak.

gangguan cairan dan elektrolit. nyeri kepala dan muntah disertai dengan nystacmus. pasen tibatiba nyeri kepala. 4. Tumor di cerebelum   Umumnya didapat gangguan berjalan dan gejala TTIK akan cepat erjadi disertai dengan papil udem Nyeri kepala khas didaerah oksipital yang menjalar keleher dan spasme dari otot-otot servikal 9. —1. objeckagnosia 5. bangkitan psikomotor. 7. Lobus oksipital   Menimbulkan bangkitan kejang yang dahului dengan gangguan penglihatan Gangguan penglihatan yang permulaan bersifat quadranopia berkembang menjadi hemianopsia. penglihatan kabur. amenorrhoe. bangkitan 8. parkinsonism. yang didahului dengan aura atau halusinasi Bila letak tumor lebih dalam menimbulkan gejala afasia dan hemiparese Pada tumor yang terletak sekitar basal ganglia dapat diketemukan gejala choreoathetosis.   Akan menimbulkan gejala hemianopsi. Tumor di ventrikel ke III  Tumor biasanya bertangkai sehingga pada pergerakan kepala menimbulkan obstruksi dari cairan serebrospinal dan terjadi peninggian tekanan intrakranial mendadak. Tumor Hipotalamus   Menyebabkan gejala TTIK akibat oklusi dari foramen Monroe Gangguan fungsi hipotalamus menyebabkan gejala: gangguan perkembangan seksuil pada anak-anak. biasanya merupakan gejala awal dari medulloblastoma. Diagnosis . dan penurunan kesadaran 6. Tumor fosa posterior  Diketemukan gangguan berjalan.dwarfism. Tumor di cerebello pontin angie    Tersering berasal dari N VIII yaitu acustic neurinoma Dapat dibedakan dengan tumor jenis lain karena gejala awalnya berupa gangguan fungsi pendengaran Gejala lain timbul bila tumor telah membesar dan keluar dari daerah pontin angel 7.

halusinasi o Pengkajian reflek o Keseimbangan dan koordinasi o Penciuman dan sentuhan o Abstract thinking o Memori  Motorik : hiperekstensi. lokasinya. penglihatan kabur o Pendengaran : tinitus. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan yang dilakukuan untuk mengkaji tumor otak adalah :    Pengkajian saraf Pergerakan mata Penglihatan : penurunan lapang pandang.Pemeriksaan invasive seperti angiografi serebral yang dapat memberikan gambaran system pendarahan tumor. Pemeriksaan non invasive mencakup ct scan dan mri bila perlu diberikan kontras agar dapat mengetahui batas-batas tumor. muntah dan kejang. Gangguan tidur dan mood d. dispnea. potensial obstruksi jalan nafas. Misalnya ada tidaknya nyeri kepala. Gangguan fisik neurologist b. 9. adapun pemeriksaan penunjang yang dapat membantu yaitu CT-Scan dan MRI. penurunan pendengaran. hipertensi  Sistem pernafasan : irama nafas meningkat. dan hubungannya dengan struktur vital otak misalnya sirrkulus willisi dan hipotalamus. disfungsi neuromuskuler  Sistem hormonal : amenorea. diabetes melitus 1. Komplikasi Adapun komplikasi yang dapat kita temukan pada pasien yang menderita tumor otak ialah : a. Pemeriksaan Diagnostik . kelemahan sendi  Jantung : bradikardi. dan hungannya dengan system pembuluh darah sirkulus willisy selain itu dapat mengetahui hubungan massa tumor dengan vena otak dan sinus duramatrisnya yang fital itu. Selain itu juga diperlukan periksaan radiologist canggih yang invasive maupun non invasive. Sedangkan melalui pemeriksaan fisik neurologik mungkin ditemukan adanya gejala seperti edema papil dan deficit lapangan pandang. hubungannya dengan system ventrikel. Untuk menegakkan diagnosis pada penderita yang dicurigai menderita tumor otak yaitu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik neurologik yang teliti. 10. batasnya. 8. rambut rontok. Gangguan kognitif c. Disfungsi seksual 1. () Dari anamnesis kita dapat mengetahui gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita yang mungkin sesuai dengan gejala-gejala yang telah diuraikan di atas. 1. karakteristiknya.Bagi seorang ahli bedah saraf dalam menegakkan diagnosis tumor otak adalah dengan mengetahui informasi jenis tumor.

13. bipolar coagulator. Memberi informasi mengenai perubahan kepekaan neuron. . 11. 1. Pembedahan Pembedahan dilaksanakan untuk menegakkan diagnosis histologik dan untuk mengurangi efek akibat massa tumor. Berdasarkan data di Negara-negara maju. angka ketahanan hidup 5 tahun (5 years survival) berkisar 50-60% dan angka ketahanan hidup 10 tahun (10 years survival) berkisar 30-40%. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu pembedahan tumor otak yakni: diagnosis yang tepat. 2. Setiap proses desak ruang di otak dapat menimbulkan gejala di atas. 12. CT – SCAN . Memberi informasi mengenai pergeseran kandungan intra serebral. Dasar dalam menentukan diagnosa. Memberikan informasi yang sangat berharga mengenai struktur. dengan diagnosis dini dan juga penanganan yang tepat melalui pembedahan dilanjutkan dengan radioterapi. 1. Sidik otak radioaktif . serta perawatan pasca bedah yang baik. kejang dan tanda deficit neurologik fokal yang progresif. 5. Diagnosis Banding Gejala yang paling sering dari tumor otak adalah peningkatan tekanan intrakranial. Elektroensefalogram (EEG) . Memperlihatkan daerah-daerah akumulasi abnormal dari zat radioaktif. penebalan dan klasifikasi. Tumor otak mengakibatkan kerusakan sawar darah otak yang menyebabkan akumulasi abnormal zat radioaktif 1. Berbagai cara dan teknik operasi dengan menggunakan kemajuan teknologi seperti mikroskop. posisi kelenjar pinelal yang mengapur. Prognosis Prognosisnya tergantung jenis tumor spesifik. perencanaan dan persiapan pra bedah yang lengkap. rinci dan seksama. Kecuali pada tipe-tipe tumor tertentu yang tidak dapat direseksi. Arterigrafi atau Ventricolugram . Terapi tumor otak di Indonesia secara umum prognosisnya masih buruk. Therapi/Tindakan a.1. sinar laser. 6. teknik neuroanastesi yang baik. 4. Ekoensefalogram . sehingga agak sukar membedakan tumor otak dengan beberapa hal berikut :     Abses intraserebral Epidural hematom Hipertensi intrakranial benigna Meningitis kronik. untuk mendeteksi kondisi patologi pada sistem ventrikel dan cisterna. 3. berdasarkan tindakan operatif yang dilakukan pada beberapa rumah sakit di Jakarta. Radiogram . ultrasound aspirator. dan posisi selatursika. kecermatan dan keterampilan dalam pengangkatan tumor.

mudah terserang penyakit. Biasanya dengan obat golongan tamoxifen untuk tumor yang sudah bermetastase e. 1. Pengkajian Data Subjektif v Identitas Pasien dan Penanggung Jawab             Nama Jenis kelamin Usia Status Agama Alamat Pekerjaan Pendidikan Bahasa Suku bangsa Dx Medis Sumber biaya v Riwayat keluarga .Jika tumor tersebut tidak dapat disembuhkan dengan pembedahan. mual. kelelahan. kemoterapi tetap diperlukan sebagai terapi tambahan dengan metode yang beragam.Efek samping : lelah. radang tenggorkan.Adapun efek samping : kerusakan kulit di sekitarnya. d.Pemberian obat-obatan anti tumor yang sudah menyebar dalam aliran darah. Radiotherapi Biasanya merupakan kombinasi dari terapi lainnya tapi tidak jarang pula merupakan therapi tunggal. muntah. terapi tambahan berupa kemoterapi dan regimen radioterapi dapat membantu sebagai terapi paliatif. B. c. Manipulasi hormonal. Pada tumor-tumor tertentu seperti meduloblastoma dan astrositoma stadium tinggi yang meluas ke batang otak. b. nyeri karena inflamasi pada nervus atau otot pectoralis. hilang nafsu makan. Terapi Steroid Steroid secara dramatis mengurangi edema sekeliling tumor intrakranial. namun tidak berefek langsung terhadap tumor. kerontokan membuat. Chemotherapy . KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN I.realtime ultrasound yang membantu ahli bedah saraf mengeluarkan massa tumor otak dengan aman.

Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya  Status kesehatan masa lalu . apakah ada perubahan (lebih banyak minum atau lebih sedikit dari biasanya). apakah pasien mengalami mual atau muntah ataupun kedua-duanya. yaitu : 1.Alasan MRS dan perjalanan penyakit saat ini . Bernafas Dikaji apakah pasien mengalami gangguan pernafasan. serta ukur respirasi rate. Makan Dikaji apakah klien menghabiskan porsi makan yang telah disediakan RS. 1. 1. Eliminasi (BAB / BAK) .Kebiasaan (merokok/kopi/alcohol atau lain – lain yang merugikan kesehatan)   Riwayat penyakit keluarga Diagnosa Medis dan Therapi . sesak. Minum Dikaji kebiasaan minum pasien sebelum dan saat berada di RS.Penyakit yang pernah dialami . atau batuk. 1.Pernah dirawat .Alergi .Keluhan Utama (saat MRS dan saat ini) .  Genogram Keterangan genogram v Status kesehatan  Status kesehatan saat ini . v Dikaji berdasarkan 14 kebutuhan dasar menurut Virginia Handerson.

1. 1. Gerak dan aktifitas Dikaji apakah pasien mengalami gangguan/keluhan dalam melakukan aktivitasnya saat menderita suatu penyakit (dalam hal ini adalah setelah didiagnosa mengalami alergi) atau saat menjalani perawatan di RS. Data Objektif v Pemeriksaan fisik . 1. misalnya pasien merasa nyeri di perut bagian kanan atas (dikaji dengan PQRST : faktor penyebabnya. 1.Dikaji pola buang air kecil dan buang air besar. Pengetahuan Dikaji tingkat pengetahuan pasien tentang penyakitnya yang diderita saat ini dan terapi yang akan diberikan untuk kesembuhannya. lamanya dan skala nyeri) 1. 1. Kebersihan Diri Dikaji kebersihan pasien saat dirawat di RS 1. Rekreasi Dikaji apakah pasien memiliki hobi ataupun kegiatan lain yang ia senangi. Rasa Nyaman Dikaji kondisi pasien yang berhubungan dengan gejala-gejala penyakitnya. dan apakah pasien merasa lebih aman saat ditemani keluarganya selama di RS. apakah pasien menerima penyakitnya adalah karena murni oleh penyakit medis ataupun sebaliknya. kualitas/kuantitasnya. petugas RS dan lingkungan sekitar (termasuk terhadap pasien lainnya). 1. Rasa Aman Dikaji apakah pasien merasa cemas akan setiap tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya. lokasi. Sosial dan komunikasi Dikaji bagaimana interaksi pasien terhadap keluarga. Spiritual Dikaji bagaimana pendapat pasien tentang penyakitnya.

Aksesori(gerakan kepala dan bahu) 12. Radiogram . 9. 5.kemampuan menelan. Hipoglosal(posisi lidah)  Pemeriksaan ROM AKTIF & PASIF v Pemeriksaan Penunjang      Arterigrafi atau Ventricolugram . penebalan dan klasifikasi. dan posisi selatursika. untuk mendeteksi kondisi patologi pada sistem ventrikel dan cisterna. 8. posisi kelenjar pinelal yang mengapur. Memberi informasi mengenai perubahan kepekaan neuron.gerakan pita suara) 11. . 7. Memberikan informasi yang sangat berharga mengenai struktur. 4. 2. Ekoensefalogram . Memberi informasi mengenai pergeseran kandungan intra serebral.pergerakan otot rahang) Abdusens(gerakan bola mata menyamping) Fasial(ekspresi fasial dan pengecapan) Auditori(pendengaran) Glosofaringeal(pengecapan. 3. 6. Olfaktori(penciuman ) Optic (penglihatan ) Okulomotor(gerak ekstraokular mata.¶ Pemeriksaan fisik  Keadaan umum Tingkat kesadaran CCS   Tanda-tanda vital Keadaan fisik o Kepala dan leher o Dada o Payudara dan ketiak o Abdomen o Genitalia o Integument o Ekstremitas o Pemeriksaan neurologist Pengkajian saraf cranial 1.dilatasi pupil) Troklear(gerak bola mata ke atas ke bawah) Trigeminal(sensori kulit wajah. Vagus(sensasi faring. CT – SCAN .gerak lidah) 10. Dasar dalam menentukan diagnosa. Elektroensefalogram (EEG) .

Memperlihatkan daerah-daerah akumulasi abnormal dari zat radioaktif. Teliti keluhan nyeri: intensitas. R/ Pengenalan segera meningkatkan intervensi dini dan dapat mengurangi beratnya serangan. 2. Instruksikan pasien/keluarga untuk melaporkan nyeri dengan segera jika nyeri timbul.Rencana tindakan Dx1.diharapakan nyeri yang dirasakan pasien berkurang dengan . 6. 5. perubahan tanda vital. R/ Nyeri merupakan pengalaman subjektif dan harus dijelaskan oleh pasien. Tumor otak mengakibatkan kerusakan sawar darah otak yang menyebabkan akumulasi abnormal zat radioaktif 2. lamanya. Diagnosa Keperawatan 1. Wajah pasien tidak meringis Intervensi : mandiri 1.kriteria hasil:   Klien melaporkan nyeri berkurang/terkontrol. 4. R/ Meningkatkan rasa nyaman dengan menurunkan vasodilatasi . Nyeri akut berhubungan dengan Tujuan :Setelah diberikan askep selama …. menangis/meringis. lokasi. 3. gelisah. 2.x24 jam. faktor yang memperburuk dan meredakan. Observasi adanya tanda-tanda nyeri non verbal seperti ekspresi wajah. Berikan kompres dingin pada kepala. Sidik otak radioaktif . R/ Merupakan indikator/derajat nyeri yang tidak langsung yang dialami. Gangguan perfusi cerebral berhungan dengan Nyeri akut berhubungan dengan Resiko cidera berhungan dengan Gangguan mobilitas fisik berhubungan Ansietas berhubungan dengan Resiko kekurangan nutrisi 3.. 3. karakteristik. 4. Identifikasi karakteristik nyeri dan faktor yang berhubungan merupakan suatu hal yang amat penting untuk memilih intervensi yang cocok dan untuk mengevaluasi keefektifan dari terapi yang diberikan.

ketajaman pnglihatan dan penglihatan kabur R/gangguan penglihatan yang dapat diakibatkan oleh kerusakan mikroskopik pada otak .mempunyai konskuensi terhadap keamanan dan akan mempengaruhi intervensi 5Pantau suhu lingkungan sesuai indikasi R/demam dapat mencerminkan kerusakan hipotalamus . Catat status neurologi secara teratur.Tentukan faktor yang berhubungan dengan keadaan tertentu.selanjutnya akan terjadi peningkatan TIK 6.autoregulasi mempertahankan aliran darah otak yang konstan pada saat fluktasi tekanan darah sistemik 5.diharapkan gangguan perfusi jaringan berkurang/hilang. keadaan pupil.Kolaborsi 1. badingkan dengan nilai standart R/mengkaji adanya kecenderungan pada tingkat kesadaran dan potensial adanya peningkatan TIK 3.Evaluasi : pupil.x24 jam. Pantau intake.kognisi.dan fungsi motorik/sensorik Tanda-tanda vita stabil Intervensi : mandiri 1. Berikan analgesik sesuai indikasi atau program medis. yang dapat menyebabkan penurunan perfusi dan potensial peningkatan TIK R/untuk menentukan pilihan intervensi yang tepat 2. Gangguan perfusi cerebral berhungan dengan Tujuan :setelah diberikan askep selama ….dengan kriteria hasil:   Pasien dapat mempertahankan tingkat kesadaran biasa/perbaikan. Pantau tekanan darah R/normalnya. output. R/ : menurunkan nyeri Dx 2.Kaji respon motorik terhadap perintah sederhana R/ mengukur kesadaran secara keseluruhan 4. dan ukur berat badan sesuai indikasi . catat ukuran pupil.

muntah dan tidak nafsu makan. 3. tingkah laku yang tidak sesuai R/petunjuk nonverbal ini mengindikasikan adanya peningkatan TIK 8.dengan criteria hasil: -Nutrisi klien terpenuhi .R/ bermanfaat sebagai indicator dari total cairan tubuh yang terintegrasi dengan perfusi jaringan 7. Timbang berat badan bila memungkinkan.Hindari /batasi penggunaan restein R/restein mekanik dapat menanbah respons melawan yang akan meningkatkan TIK Kolaborasi 1.sehingga akan mengurangi kongesti dan edema atau resiko terjadi peningkatan TIK Dx 3 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual. R/ Makanan yang hangat menambah nafsu makan.x24 jam . 4. R/ Jenis makanan yang disukai akan membantu meningkatkan nafsu makan klien.Mual berkurang sampai dengan hilang. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian vitamin R/ Mencegah kekurangan karena penurunan absorsi vitamin larut dalam lemak .diharapkan Kebutuhsn nutrisi dapat terpenuhi . R/ Untuk mengetahui kehilangan berat badan. Ajarkan teknik relaksasi yaitu tarik napas dalam. 2. Intervensi mandiri 1. R/ Tarik nafas dalam membantu untuk merelaksasikan dan mengurangi mual. Kaji kebiasaan makan klien.tinggikan kepala pasien 15-45 derajat sesuai indikasi yang dapat ditoleransi R/meningkatkan aliran balik vena dari kepala.Hidangkan makanan dalam porsi kecil tapi sering dan hangat. Kolaborasi 5. Tujuan : setelah diberikan asuhan keperawatan selama ….Perhatikan adanya gelisah meningkat.

berwarna abu-abu putih. yaitu : astrositoma. Untuk Astrositoma derajat rendah (ADR). WHO membagi diagnosis derajat astrositoma menjadi 4 bagian.2. Pria juga mendominasi perkembangan astrositoma anaplastik dengan rasio pria dan wanita 1.000 populasi per tahun di Amerika Serikat.5% dari semua lesi massa.9 – 4.000 penduduk. yang terbagi atas tumor otak benigna yang bersifat tidak ganas dan tumor otak maligna yang merupakan keganasan yang berpotensi menyusup dan menghancurkan jaringan disebelahnya atau yang telah menyebar (metastase) ke otak dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. astrositoma merupakan keganasan otak tersering kedua setelah meningioma.3) Astrositoma merupakan jenis tumor otak yang mempunyai batasan yang jelas.87. Menurut Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). diperkirakan bertanggung jawab sekitar 2. (1. yaitu : (4) 1. terdapat tiga jenis glioma yang dapat dibedakan dari pemeriksaan histopatologis. 4.4 kematian per 100.3) Tumor otak merupakan suatu pertumbuhan jaringan yang abnormal didalam otak.(1. (1. dilaporkan pria lebih sedikit mendominasi yaitu rasio pria dan wanita adalah 1. yang menyebabkan sekitar 3. Departemen RSCM mendapatkan 60 kasus astrositoma dengan 30 kasus merupakan astrositoma derajat rendah (ADR) dan 19 kasus merupakan astrositoma derajat tinggi (ADT). selama periode 2003-2010. Peranan sentral dan adanya gangguan fungsional yang terjadi akan mencerminkan beratnya akibat yang ditimbulkan oleh tumor otak. 2. 3.ASTROSITOMA PENDAHULUAN Otak merupakan organ tubuh paling kompleks dan merupakan struktur pusat pengaturan keseluruhan tubuh. sedangkan sisanya merupakan tipe campuran. Insiden dari glioma besarnya 5 per 100. Jenis tumor otak sangat beraneka ragam dari yang jinak sampai ganas.000 penduduk per tahun. dan astrositoma derajat III dan IV disebut sebagai astrositoma derajat tinggi (ADT).5.tumbuh infiltrat meluas dan merusak jaringan otak dibawahnya. oligendroglioma. dan insiden tumor otak besarnya 7 per 100.18 : 1. Derajat I Derajat II Derajat III Derajat IV : Juvenila Pilocytic Astrocytoma (JPA) : Low-grade Astrocytoma : Analplastic Astrocytoma : Glioblastoma Multiforme (GBM) EPIDEMIOLOGI Astrositoma derajat I dan II disebut sebagai astrositoma derajat rendah (ADR). Di Indonesia. Tumor yang melibatkan SSP termasuk neoplasma yang paling merusak.2. Kematian akibat tumor otak ini besarnya 2% dari seluruh kematian akibat tumor. dan mixed oligoastrositoma. Salah satu tumor yang mempunyai frekuensi terbesar dari semua jenis tumor di otak adalah glioma.6) .

invasi dan destruksi pada parenkim otak. dengan predominan pada lobus rontalis (64%) yang diikuti lobus temporalis (29%). 10% astrositoma derajat rendah terjadi pada orang berumur kurang dari 20 tahun. Tempat yang paling sering terkena adalah serebelum. Tumor ini akan menyebabkan penekanan pada jaringan otak sekitarnya. 25% kasus berlaku pada orang dewasa pada usia 30-40 tahun. progresif. Astrositoma adalah sekelompok neoplasma heterogen yang berkisar dari lesi berbatas tegas tumbuh lambat seperti astrositoma pilositik hingga neoplasma infiltratif.X. mutasi Germline p53. Astrositoma pilositik lebih sering terjadi pada anak meskipun dapat timbul pada semua usia. dan saraf optikus.Kebanyakan kasus astrositoma pilositik timbul pada 2 dekade awal kehidupan. Efek massa yang ditimbulkan. Tumor ini sering dihubungkan dengan berbagai sindroma seperti Li-Fraumeni Syndrome. Anak-anak dengan leukemia limfositik akut yang menerima radioterapi profilaksis pada susunan saraf pusat akan meningkatkan resiko untuk menderita astrositoma. Tumor-tumor ini pada umumnya tumbuh lambat. penderita sering tidak datang berobat walaupun tumor sudah berjalan bertahun-tahun sampai timbul gejala. Tumor tipe ini paling sering ditemukan pada hemisferium serebri meskipun dapat ditemukan dimana saja pada SSP. Pada umumnya. yang sangat ganas seperti glioblastoma multiform. serta adanya pengaruh pelepasan mediator radang sebagai akibat lanjut dari hal diatas.(1. suatu astrositoma yang sangat ganas. Tumor ini juga dihubungkan dengan makanan yang banyak mengandung senyawa nitroso (seperti nitosurea. Lokasi yang paling sering pada fronto-temporo-parietal terletak pada cerebrum. Oleh karena itu.(7) Astrositoma merupakan tumor yang berpotensi tumbuh menjadi invasif. Turcot Syndrome. bahkan glioblastoma. tetapi seperti pada kasus astrositoma fibrilar (difus). nitrosamine. dapat menimbulkan gejala defisit neurologis fokal berupa . dan lain-lain). efeknya pada fungsi otak hanya sedikit sekali pada permulaan penyakit. tumor ini dapat timbul pada semua usia. ventrikel ketiga. Astrositoma fibriler (difus) mempunyai pertumbuhan yang infiltratif. Meskipun paling sering ditemukan pada orang dewasa. terkecuali pemaparan terhadap sinar.5. Walaupun menginfiltrasi jaringan otak. terjadi kompetisi pengambilan nutrisi. Saat ini penelitian yang menghubungkan tumor jenis ini dengan kerentanan genetik tertentu terus dikembangkan. pelepasan produk metabolisme. dan menimbulkan berbagai gejala klinik.(1) Astrositoma menginfiltrasi otak dan sering berkaitan dengan kista dalam berbagai ukuran. astrositoma tidak bersifat ganas walaupun dapat mengalami perubahan keganasan menjadi glioblastoma. semua bagian SSP dapat terkena. Fungsi parenkim akan terganggu karena hipoksia arterial dan vena. Tetapi pada astrositoma derajat rendah. dan neurofibromatosis tipe 1 (NF-1).6) ETIOLOGI Sejumlah penelitian epidemiologi belum berhasil menentukan faktor penyebab terjadinya tumor otak. 60% astrositoma derajat rendah terjadi pada usia 20-45 tahun dan 30% pada astrositoma derajat rendah terjadi pada usia > 45 tahun. (1) PATOFISIOLOGI Astrositoma adalah kelompok tumor SSP primer yang tersering.

dan gangguan penglihatan. mengantuk. walaupun secara retrospektif dapat dijumpai gangguan-gangguan lain terlebih dahulu seperti kesulitan berbicara. Mereka dapat disembuhkan secara tuntas dan memuaskan. masih dapat mengancam hidup. Gejala lainnya adalah meningginya tekanan intracranial sebagai akibat dari pertumbuhan tumor yang dapat menimbulkan edema vasogenik. Menyerang pada orang dewasa berumur antara 45 sampai 70 tahun. Astrositoma Pilositik (Grade I) Tumbuh lambat dan jarang menyebar ke jaringan disekitarnya. perubahan sensibilitas. Tumbuh dengan cepat dan menyebar ke jaringan sekitarnya. gejala awal berupa kejang lebih jarang dijumpai. Tumor ini biasa terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Jika dibandingkan dengan astrocytoma anaplastic. Tumor ini merupakan salah satu tumor otak primer dengan prognosis yang sangat buruk. Pasien mengalami keluhan-keluhan sakit kepala yang progresif. Astrositoma Difusa (Grade II) Tumbuh lambat. gangguan sensorik. muntah-muntah.kelemahan suatu sisi tubuh.(8) Astrositoma derajat rendah yang merupakan grade II klasifikasi WHO.(9) 1. menurut World Health Organization dibagi didalam beberapa tipe dan grade: (9) 1. Rata-rata pasien yang menderita tumor jenis ini berumur 41 tahun. secara umum dan yang paling banyak dipakai. Astrositoma Anaplastik (Grade III) Sering disebut sebagai astrositoma maligna. akan tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan bentuk yang maligna. parese/kelemahan nervus kranialis atau bahkan kejang. Kebanyakan terjadi pada dewasa muda.5 tahun. namun menyebar ke jaringan sekitarnya. apabila mereka menyerang pada tempat yang sukar dijangkau. mual. Namun demikian. Pada tumor low grade astrositoma kejangkejangdijumpai pada 80% kasus dibandingkan high grade sebesar 30%.(9) 1. dan gangguan penglihatan.(9) 1. Sering dibutuhkan beberapa tahun sejak munculnya gejala hingga diagnosa astrositoma derajat rendah ditegakkan kira-kira sekitar 3.(8) GEJALA KLINIK Astrositoma. Sel-selnya sangat berbeda dari yang normal. Beberapa dapat berlanjut ke tahap berikutnya. Akibat peninggian tekanan . Gliobastoma multiforme (Grade IV) Tumbuh dan menyebar secara agresif. Sel-sel tumornya terlihat berbeda dibanding dengan sel-sel yang normal. Tumor doubling time untuk astrositoma tingkat rendah kira-kira lebih lambat dari astrositoma anaplastik (grade III astrocytoma).(9) Kejang umum merupakan manifestasi utama yang seringkali dijumpai.

afasia. Astrositoma Tingkat Rendah Dapat memperlihatkan gambaran hipodens dengan bentuk yang ireguler dan tepinya bergerigi.intrakranial menimbulkan hidrosefalus. hemianopsia. MRI memberikan garis batas tumor lebih akurat dibandingkan dengan CT Scan. sebagian hiperdens dan terdapat gambaran nekrosis sentral. Astrositoma yang lain berbentuk bulat atau oval dengan tepi yang tegas yang dapat disertai dengan kista.(9) 1.(9) 1. Enhancement media kontras tampak pada 78%. Tumor supratentorial dapat menyebabkan gangguan motorik dan sensitivitas. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Pada MRI penampakan tumor pada potongan axial dan sagital ialah metode pilihan pada kasuskasus curiga astrositoma. 1. dapat berupa gambaran lesi yang homogen. 2.Scan) 2. Adanya tumor kistik akan lebih nyata bila ditemukan fluid level di dalam lesi atau adanya kebocoran kontras media ke dalam tumornya. noduler atau pola cincin yang kompleks. Semakin bertumbuhnya tumor gejala-gejala yang ditemukan sangat bergantung dari lokasi tumor. atau kombinasi gejala-gejala. disfungsi serebeler dan gangguan kognitif. Astrositoma Anaplastik CT polos.(8) 1.(9) 1. Enhancement terlihat pada 50%. Dengan CT Scan. sebagian massa hipodens. Astrositoma biasanya terlihat sebagai daerah dengan peningkatan densitas dan menunjukkan peningkatan setelah penginfusan dari bahan kontras. dan MRI Scan yang teratur dapat dilakukan sebagai kontrol pasca penatalaksanaan. Computed Tomography Scan (CT.(8) PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. biasanya merata dan tidak tajam. astrositoma protoplasmik. tampak sebagai gambaran hipodens atau densitas campuran yang heterogen. Tampak penyangatan pada tepi lesi sehingga memberikan gambaran seperti cincin dengan dinding yang tidak teratur. Gambaran Histopatologi Terdapat empat variasi gambaran histopatologi low grade astrocytoma antara lain.umumnya terdapat pada bagian korteks dengan sel-sel yang banyak mengandung . Kalsifikasi tampak pada 81% dan efek masa tampak pada 50%. Pergeseran struktur-struktur garis tengah dan penipisan daripada dinding ventrikel lateralis di sisi tumor dapat terlihat. Sedangkan tumor fossa posterior dapat menimbulkan kombinasi dari gejala-gejala kelumpuhan saraf kranial. Glioblastoma multiforme Tampak gambaran yang tidak homogen.

temozolomide memberikan peningkatan harapan hidup 6-bulan ( 31% – 46%). Beberapa praktisi menambahkan temozolomide secara bersamaan. Konservatif Biasanya. Untuk astrositoma anaplastik berulang yang sebelumnya diobati dengan nitrosoureas. Bentuk ini mencakup 5-10% dari glioma hemisfer. astrositoma gemistositik. astrositoma anaplastik ditangani dengan operasi.  Phenytoin (Dilantoin) . seperti deksametason. astrositoma fibrilar. Tumor ini ditandai dengan jumlah sel yang meningkat dengan gambaran latar belakang yang fibriler.(10)  Levetiracetam (Keppra) Digunakan sebagai terapi tambahan untuk kejang parsial dan kejang mioklonik. dan temozolomide adjuvan. meskipun tidak ada data dari percobaan terkontrol yang ada untuk mendukung temozolomide bersamaan.11) Astrositoma anaplastik biasanya lebih responsif terhadap kemoterapi dibandingkan glioblastoma. dapat mempercepat pengurangan efek massa tumor pada kebanyakan pasien sekunder. Mekanisme tindakan tidak diketahui. merupakan bentuk yang paling sering ditemukan dan berasal dari massa putih serebral dengan sel yang berdiferensiasi baik berbentuk oval dan kecil. Penggunaan antikonvulsan profilaksis pada pasien astrositoma tanpa riwayat kejang telah dilaporkan tetapi masih kontroversial. temozolomide menunjukkan tingkat respons 35% dan dibandingkan dengan terapi dengan tingkat respon yang lebih rendah. radioterapi. Juga diindikasikan untuk primer umum tonik-klonik. Untuk melihat gambaran fibriller ini dapat digunakan glial fibrillary acidic protein (GFAP) dan campuran. 1.(10) Pasien dengan astrositoma dan riwayat kejang harus menerima terapi antikonvulsan dengan monitoring konsentrasi obat dalam aliran darah. sering ditemukan pada hemisfer serebral orang dewasa terdiri dari sel bundar yang besar dengan sitoplasma eosinofilik dan eksentrik.(10. (10) Simak Baca secara fonetik v Antikonvulsan Agen ini mencegah terulangnya kejang dan mengakhiri aktivitas kejang klinis.(9) PENATALAKSANAAN 1.sitoplasma. Bentuk ini mencakup 28% dari jenis astrositoma yang menginfiltrasi ke parenkim sekitarnya. Profilaksis untuk ulkus gastrointestinal pemberian resep harus bersamaan dengan kortikosteroid. (10) Penggunaan kortikosteroid.

Efektif dalam parsial dan umum tonik-klonik. AK-Dex. Blok saluran natrium dan mencegah penghambatan aksi potensial repetitif. Baldex) Tindakan mekanisme postulasi pada tumor otak termasuk penurunan permeabilitas pembuluh darah. Efektif dalam parsial dan umum tonik-klonik. Pengalihan CSF dengan drainase ventrikel eksternal (EVD) atau shunt . dan penurunan produksi CSF. penghambatan pembentukan tumor. Blok saluran natrium dan mencegah penghambatan aksi potensial repetitif.  Deksametason (Decadron. sering mengarah pada perbaikan gejala dan obyektif. efek sitotoksik pada tumor. Dexone. 2. Agen alkilasi Agen ini menghambat pertumbuhan sel dan proliferasi. Penggunaan biopsi dapat dibatasi oleh sampel gagal dan risiko biopsi oleh perdarahan intraserebral. v Antineoplastik Agen. 1.  Carbamazepine (Tegretol) Mirip dengan fenitoin. memungkinkan menyesuaikan terapi adjuvan dan prognosis. v Kortikosteroid Obat ini mengurangi edema sekitar tumor. sekitar 35% melintasi sawar darah otak. Operatif Peran dari operasi pada pasien dengan astrositoma adalah untuk mengangkat tumor dan untuk menyediakan jaringan untuk diagnosis histologis.  Temozolomide (Temodar) Alkilasi agen oral dikonversi ke MTIC pada pH fisiologis. 100% tersedia secara herbal. Alba-Dex.(10) Teknik biopsi adalah cara aman dan metode sederhana untuk menetapkan diagnosis jaringan.

(10) Dalam kasus astrositoma anaplastik. Namun. Oleh karena itu. dan rata-rata 60 – 80% pasien dapat melanjutkan hidupnya dengan optimal. tingkat pembedahan. prognosis tergantung pada perkembangan neoplasma. tindakan bedah untuk astrositoma tetap harus dipertimbangkan untuk mengurangi massa tumor dan untuk menghindari cedera saraf permanen. tetapi sering membaik setelah fisioterapi dan rehabilitasi. reseksi bedah hanya menyediakan manfaat kelangsungan hidup yang lebih baik dan diagnosis histologis tumor daripada menawarkan penyembuhan. Bagi pasien yang menjalani operasi. dan radioterapi yang memadai juga mempengaruhi harapan hidup pasca operasi.ventriculoperitoneal (VPS) mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan intrakranial sebagai bagian dari manajemen non-operative atau sebelum terapi bedah definitif jika desertai dengan hidrosefalus. Untuk lesi grade rendah. (10) Laporan terakhir menunjukkan bahwa radioterapi tumor yang direseksi tidak sempurna meningkatkan 5 tahun harapan hidup pasca operasi 0-25% untuk tingkat rendah astrocytomas dan 2-16% untuk astrositomas anaplastik. apakah berkembang menjadi lesi yang lebih ganas atau tidak. perbaikan keadaan umum atau stabilisasi dapat ditentukan setelah reseksi bedah dan radioerapi. Reseksi total ( > 98% berdasarkan volumetrik MRI ) ditujukan untuk meningkatkan harapan hidup rata-rata dibandingkan dengan reseksi subtotal ( 8.8 – 13 bulan). Selanjutnya tingkat harapan hidup rata-rata pasien dengan astrositoma anaplastik yang menjalani reseksi dan radioterapi telah dilaporkan dua kali lipat lebih baik dari pasien yang hanya menerima terapi operatif tanpa radioterapi (2.2 – 5 tahun). Defisit neurologis sementara karena peradanganan lokal atau luka mungkin terjadi. status fungsional. waktu harapan hidup setelah tindakan bedah dirata-ratakan mncapai 6-8 tahun. (10) KOMPLIKASI Meskipun cedera neurologis (berpotensi merugikan) dan kemungkinan kematian tetap ada. (10) . (10) PROGNOSIS Harapan hidup setelah tindakan operatif dan radioterapi dapat menguntungkan bagi astrositoma grade rendah. kraniotomi untuk reseksi tumor dapat dilakukan dengan aman dan umumnya dilakukan dengan maksud untuk menyebabkan cedera neurologis paling mungkin untuk pasien. (10) Reseksi total astrositoma sering tidak mungkin karena tumor sering menyerang ke wilayah fasih otak dan menunjukkan infiltrasi tumor yang hanya terdeteksi pada skala mikroskopis. Faktor-faktor seperti semangat hidup.

Harrison’s Manual of Medicine.html . 6. Edisi 7. Japardi Iskandar.D. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 3. Synopsis.22/September-desember 2003 : 110-5. Buku Ajar Bedah. Astrocytoma. Intracranial Neoplasms and Paraneoplastic Disorders in Manual of Neurology. [online]. 5. Adam and Victors. Volume 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.2009. Atlas Genet Cytogenet Oncol Haematol. Astrositoma. No. New York. Available from http://esynopsis. di akses tanggal 17 agustus 2011. Jakarta. Anonym. Cerebellar Astrocytoma. Patofisiologi. Jameson J. 2. [online] 2011. Hauser S. Penerbit Buku Kedokteran EGC : 504.blogspot. Volume 2. di akses tanggal 17 agustus 2011.David. Wilson M. November 2000. Mc Graw Hill. p 1031-5 . 9. Kennedy Benjamin. Lorraine. 8. Capodano AM. Kesper D. Available from http://e-infomu. Robins. Availaible from http://atlasgeneticsoncology. Taufik Maulana. Grunnet M. ed. 4.com/berita-129-astrositoma. M. Kumpulan Makalah Kedokteran. Available from URL:http://kumpulanmakalahkedokteran. 1184.DAFTAR PUSTAKA 1.htm di akses tanggal 17 agustus 2011. Kumar. 1994. Fauci A BE. Astrositoma.html. McGraw Hill.7. Available from URL: http://emedicine.2. Nervous system : Astrocytic tumors. Buku Ajar Patologi.com/2010/04/astrositoma_16. New York. Astrositoma : insidens dan pengobataan.edu/eatlas/cns/1764. Edisi 6. 2005 h.uchc. 7. 2002 : 258-263.medscape. Cotran. Jurnal Kedokteran Trisakti.org/Tumors/AstrocytID5007.L. Longo D. ed. Price A. Loscalzo J. 928-30. 2002 h.com/article/283453-overview 11.html 10. Sylvia. Sabiston C.3/Vol.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->