TUGAS MAKALAH MATERNITAS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN KORIOKARSINOMA ( PENYAKIT TROFOBLAS GESTASIONAL

)

Disusun oleh : Selia Arbiter A Andan Peristika Nourca Anggun Febiy Wulandari Innaka Selmy Anik Solikhah 010710200B 010710201B 010710203B 010710205B 010710206B 010 710208B

Pembimbing : Tiyas Kusumaningrum, S.kep.Ns

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2009

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Koriokarsinoma merupakan salah satu penyakit trofoblas gestasional ( PTG ) dimana sejumlah 15-28% wanita dengan molahidatidosa mengalami degenerasi keganasan menjadi PTG. Salah satu penyebab perdarahan saat kehamilan adalah mola hidatidosa. Mola hidatidosa merupakan penyakit wanita pada masa reproduksi (usia 15-45 tahun) dan pada multipara. Mola hidatidosa adalah bentuk jinak dari penyakit trofoblas gestasional dan dapat mengalami transformasi menjadi bentuk ganasnya yaitu koriokarsinoma. Koriokarsinoma tidak selalu berasal dari molahidatidosa namun tidak jarang berasal dari kehamilan normal, prematur, abortus maupun kehamilan ektopik yang jaringan trofoblasnya mengalami konversi menjadi tumor trofoblas ganas. Koriokarsinoma ini sering terjadi pada usia 14-49 tahun dengan rata-rata 31,2 tahun. Resiko terjadinya PTG yang non metastase 75% didahului oleh mola hidatidosa dan sisanya oleh abortus, kehamilan ektopik atau kehamilan aterm. Resiko terjadinya PTG yang metastase 50% didahului oleh mola hidatidosa, 25% oleh abortus, 22% oleh kehamilan aterm dan 3% oleh kehamilan ektopik. Angka kejadian tertinggi koriokarsinoma di dunia ditemukan terbanyak pada daerah Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Juga disebutkan bahwa angka kejadian rata-rata terendah secara signifikan terlihat di daerah Amerika Utara, Eropa dan Australia. Di Amerika angka kejadian koriokarsinoma berkisar 1 dari 20-40 ribu kehamilan, dimana diperkirakan angka kejadiannya 1 dari 40 kehamilan mola hidatidosa, 1 dari 5.000 kehamilan ektopik, 1 dari 15.000 kasus abortus, dan 1 dari 150.000 kehamilan normal. Sedangkan di Indonesia sendiri disebutkan bahwa angka kejadian penyakit trofoblas secara umum bervariasi, di antara 1/120 hingga 1/200 kehamilan. 1.2 Rumusan Masalah

Mahasiswa mengetahui dan mempraktekkan asuhan keperawatan Mengetahui definisi dari koriokarsinoma Mengetahui etiologi koriokarsinoma Mengetahui manifestasi klinis koriokarsinoma Mengetahui WOC koriokarsinoma Mengetahui asuhan keperawatan pada koriokarsinoma untuk korikarsinoma. Tujuan Khusus 1. 1. 3. Mahasiswa mengetahui konsep dan teori dari korikarsinoma.3 Tujuan Tujuan Umum Untuk mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan koriokarsinoma. 4. . 2. 5. 2.Bagaimanakah asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan korikarsinoma? 1.4 Manfaat 1.

“Korio” adalah istilah yang diambil dari vili korionik yaitu salah satu jenis selaput pada rahim manusia. 2. limpa. Tidak seperti mola hidatidosa. Korio karsinoma adalah tumor ganas yang berasal dari jaringan yang mengandung trofoblas. berasal dari jaringan trofoblas dan kanker yang bersifat agresif. gelembung mola. Gambar 2.2008).1 Definisi Koriokarsinoma Koriokarsinoma adalah salah satu jenis dari Penyakit Trofoblastik Gestasional (PTG) dimana merupakan suatu tumor ganas yang berasal dari sel-sel sitotrofoblas serta sinsitiotrofloblas ( pembentuk plasenta ) yang menginvasi miometrium. merusak jaringan di sekitarnya termasuk pembuluh darah sehingga menyebabkan perdarahan ( Berek. 2009). Koriokarsinoma bisa menyerang semua wanita yang pernah hamil termasuk wanita yang pernah mengalami mola hidatidosa. Hal ini ditandai dengan metastase perdarahan yang cepat ke paru-paru (Wikipedia.2 Etiologi Koriokarsinoma . Karena kanker ini merupakan kanker yang berasal dari salah satu plasenta yaitu korion maka salah satu ciri khusus dari kanker ini adalah menghasilkan hormon hCG (Human Chorionic Gonadothropin) yang sangat tinggi bahkan melebihi kadar hCG pada wanita hamil. otak juga dinding rahim. biasanya dari plasenta. korikarsinoma bisa menyerang banyak organ dalam tubuh.BAB II TINJAUAN TEORI KORIOKARSINOMA 2. Istilah “Karsinoma” merupakan kanker yang berasal dari sel-sel epithelial. seperti hati. tulang belakang. seperti: lapisan trofoblas ovum yang sedang tumbuh. vili dari plasenta. 1996 ). paru-paru. dan emboli sel-sel trofoblas dimanapun di dalam tubuh (Dito. Koriokarsinoma ialah suatu keganasan. Letak koriokarsinoma dalam uterus.

Wikipedia. Trofoblas normal cenderung menjadi invasive dan erosi pembuluh darah berlebih-lebihan. memiliki kemungkinan terjadinya abnormalitas pada kehamilan berikutnya. 4. Paritas tinggi Ibu dengan paritas tinggi.Etiologi terjadinya koriokarsinoma belum jelas diketahui. Pada beberapa kasus metastase dapat terjadi pada vulva. Metastase sering terjadi lebih dini dan biasanya sering melalui pembuluh darah jarang melalui getah bening. pembuluh darah pada stroma villi menjadi jarang dan stroma villi menjadi sembab dan akhirnya terjadi hyperplasia selsel trofoblast. Keadaan sosial ekonomi yang rendah Keadaan sosial ekonomi akan berpengaruh terhadap pemenuhan gizi ibu yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembentukan ovum abnormal yang mengarah pada terbentuknya mola hidatidosa. 2. 5. ovarium. Kekurangan protein . sehingga ada kemungkinan kehamilan berkembang menjadi mola hidatidosa dan berikutnya menjadi koriokarsinoma. tetapi terlambat dikeluarkan. 3. ginjal. 1990﴿. dan otak ﴾Cunningham. hepar. 2009 menyebutkan bahwa koriokarsinoma selama kehamilan bisa didahului oleh: • • • • Mola hidatidosa ( 50% kasus ) Aborsi spontan ( 20% kasus ) Kehamilan ektopik ( 2% kasus ) Kehamilan normal ( 20-30% kasus ) Faktor-faktor yang menyebabkan antara lain: 1. Tempat metastase yang paling sering adalah paruparu ﴾75%﴿ dan kemudian vagina ﴾50%﴿. Immunoselektif dari trofoblast Yaitu dengan kematian fetus. Faktor ovum Ovum memang sudah patologik sehingga mati.

000 IU/ urin 24 jam atau > 40.3 Klasifikasi Koriokarsinoma Klasifikasi klinik penyakit trofoblas ganas ( PTG ) 1. liver Belum pernah dapat kemoterapi Bukan berasal dari kehamilna aterm • • • b. 2. Prognosis baik • serum • hCG < 100.000 IU/urin 24 jam atau < 40.000 simptom > 4 bulan metastasis di otak.000 IU/ml Siptom <4 bulan Tidak ada metastasis di otak. PTG non metastasis PTG bermetastasis a. Prognosis buruk • hCG > 100.Sesuai dengan fungsi protein untuk pembentukan jaringan atau fetus sehingga apabila terjadi kekurangan protein saat hamil menyebabkan gangguan pembentukan fetus secara sempurna yang menimbulkan jonjot-jonjot korion 6. liver gagal dengan khemoterapi sebelumnya didahului kehamilan aterm • • • • . Infeksi virus dan faktor kromosom 2.

b. hepar dan otak. Sifatnya seperti mola. dengan pengobatan sitostatika • Dapat sembuh tanpa pengobatan melalui proses regresi spontan. Walaupun secara lokal mempunyai daya invasi yang berlebihan. Sebagian besar didahului oleh mola hidatidosa (83. maka kasus ini dianggap sebagai penyakit trofoblas ganas. Tumbuhnya sangat cepat dan sering menyebabkan metastasis ke organ-organ lain.3%) tetapi dapat pula didahului abortus atau persalinan biasa masing-masing 7. vulva. yaitu jarak waktu antara akhir kehamilan dan terjadinya keganasan. Apabila tidak diobati biasanya pasien meninggal dalam 1 tahun. vagina.Koriokarsinoma dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam bentuk. tetapi penyakit ini jarang disertai metastasis. • • Sering menyerang wanita muda Dapat sembuh secara tuntas tanpa kehilangan fungsi reproduksi. Koriokarsinoma Klinis Apabila setelah pengeluaran jaringan mola hidatidosa kadar hCG turun lambat apalagi menetap atau meningkat. Invasive mola berasal dari mola hidatidosa. Koriokarsinoma Villosum Penyakit ini termasuk ganas tetapi derajat keganasannya lebih rendah. misalnya: • Koriokarsinoma mempunyai periode laten yang dapat diukur.6%. seperti paru-paru. Apabila dibandingkan dengan jenis kanker ginekologik lainnya. Selsel trofoblas dengan villi korialis akan menyusup ke dalam miometrium kemudian tidak jarang mengadakan perforasi pada dinding uterus dan menyebabkan perdarahan intra abdominal. Artinya ada sel-sel trofoblas yang aktif tumbuh . c. Koriokarsinoma Non Villosum Penyakit ini merupakan yang terganas dari penyakit trofoblas. tetapi dengan daya penetrasi yang lebih besar. koriokarsinoma mempunyai sifat yang berbeda. yaitu: a.

metastasis ke oragan lain. Tabel II : Skoring faktor risiko menurut FIGO (WHO) dengan staging FIGO Skor faktor risiko 0 1 2 4 menurut FIGO (WHO) dengan staging FIGO Usia Kehamilan sebelumnya Interval kehamilan (bulan) Kadar hCG sebelum < 10³ terapi (mIU/mL) 1000-10000 > 10000 – > 100000 10000 < 40 mola ≥ 40 Abortus 4-6 aterm 7-12 >12 dengan <4 tersebut . seperti usus. hepar atau otak.3. Diagnosis keganasan tidak ditentukan oleh pemeriksaan histopatologik tetapi oleh tingginya kadar hCG dan adanya metastasis. sudah mengalami metastasis ke parametrium. yaitu: • Stadium I yang terbatas pada uterus • Stadium II. Semua sistem mengkorelasikan antar gejala klinik pasien dan risiko kegagalan pada kemoterapi. 2. Sistem Skoring FIGO tahun 2000 merupakan modifikasi sistem skoring WHO. mengalami metastasis ke paru-paru • Stadium IV.lagi di uterus atau di tempat lain (metastasis) dan mengahasilkan hCG. Ada beberapa sistem yang digunakan untuk mengkategorikan penyakit trofoblas ganas. serviks dan vagina • Satadium III.1 Stadium Koriokarsinoma Berdasarkan jauhnya penyebaran koriokarsinoma dibagi menjadi 4.

0 Ukuran tumor terbesar. hepar 3-4 ≥ 5 cm - termasuk uterus 2. maka klienpun akan merasakan banyak tanda dan gejala. Paru-paru Limpa. Hilang selera makan dan berat badan turun . 24jam >40. termasuk uterus Lokasi metastasis. Peningkatan jumlah kadar ß-hCG • • • Kadar ß-hCG normal pada tiap umur kehamilan berbeda.000 IU/urine IU/ml.5 Tanda dan Gejala Koriokarsinoma Karena koriokarsinoma merupakan penyakit yang bisa menyerang banyak bagian tubuh manusia. Sakit tulang belakang g.000 u/ml dalam interval lebih dari 4 bulan. ginjal Traktus gastrointesti nal Jumlah metastasis yang diidentifikasi Kegagalan kemoterapi sebelumnya Agen tunggal Agen multip el 1-4 5-8 >8 Otak.000 IU/urine 24jam Kadar ß-hCG yang dianggap kanker adalah > 100. b. Perdarahan per vaginam c. Batuk berdarah dan sesak nafas d. X-ray dada menunjukkan adanya perembesan cairan di ujung kedua paruparu e. antara lain: a. Sakit kepala dan hemiplegi f. dari 5-25 Kadar ß-hCG yang dianggap mola < 100. Perut bengkak dan sklera menjadi kuning h.

Terdapat gejala-gejala hamil muda yang kadang-kadang lebih parah dari tengguli tua atau kecoklatan 4. Kadang ada tanda toksemia gravidarum 3. Ekspulsi gelembung mola 4. Keluarnya jaringan mola seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada) yang merupakan diagnosa pasti • Pemeriksaan dalam Terdapat pembesaran rahim.gambar 3. • Anamnesa/ keluhan kehamilan biasa.6 Manifestasi klinis • Gejala Klinis : 1. Terdapat perdarahan yang sedikit atau banyak. Rahim membesar 2. Anemis dan gejala sekunder. bewarna 1. Muka dan kadang-kadang badan terlihat pucat kekuning- kuningan yang disebut muka mola (mola face) . rahim terasa lembek. 2. tidak ada bagian-bagian janin. terdapat perdarahan dan jaringan dalam kanalis servikalis dan cavum vagina. serta evaluasi keadaan serviks a. tidak teratur. X-ray dada menunjukkan adanya perembesan cairan di ujung kedua paru-paru. Inspeksi 1. Pembesaran uterus tidak sesuai dengan tuanya kehamilan seharusnya (lebih besar) 5. Perdarahan dan syok 3. seperti: 2.

Palpasi 1. Terdengan bising dan bunyi khas • Reaksi kehamilan Karena kadar HCG yang tinggi maka uji biologic dan uji imunologik ( galli mainini dan planotest) akan positif setelah pengenceran (titrasi) a. .2. galli mainini 1/3000 (+) maka suspect mola hidatidosa atau koriokarsinoma b.7 Patofisiologis Bentuk tumor trofoblas yang sangat ganas ini dapat dianggap sebagai suatu karsinoma dari epitel korion. Pada koriokarsinoma. walaupun perilaku pertumbuhan dan metastasisnya mirip dengan sarkoma. Auskultasi 1. Faktor-faktor yang berperan dalam transformasi keganasan korion tidak diketahui. galli mainini 1/2000 (+) maka kemungkinan mola atau hamil kembar 2. teraba lembek 2. 3. Tidak teraba bagian-bagian janin dan ballottement juga gerakan janin. akan terjadi perdarahan. Kalau gelembung mola keluar dapat dilihat dengan jelas b. Apabila mengenai endometrium. Uterus lebih besar/membesar tidak sesuai dengan tuanya kehamilan. Masa jaringan yang terbenam di miometrium dapat meluas keluar . lalu naik lagi karena terkumpulnya darah baru c. Adanya fenomena harmonica: darah dan gelembung mola keluar dan fundus uteri turun. kecenderungan trofoblas normal untuk tumbuh secara invasif dan menyebabkan erosi pembuluh darah sangatlah besar. muncul di uterus sebagai nodul-nodul gelap irreguler yang akhirnya menembus peritoneum. Tidak terdengar bunyi DJJ 2. kerontokan dan infeksi permukaan.

kehamilan ektopik atau kehamilan normal . tanda pertama mungkin adalah lesi metatatik. 2. siklofosfamid. Perdarahan dapat kontinyu atau intermitten. Pada banyak kasus. koriokarsinoma akan berkembang cepat dan pada mayoritas kasus pasien biasanya akan meninggal dalam beberapa bulan. 2000). Metastasis sering berlangsung dini dan umumnya hematogen karena afinitas trofoblas terhadap pembuluh darah. Dijumpai anplasia sel. Perforasi uterus akibat pertumbuhan tumor dapat menyebabkan perdarahan intraperitonium. adalah perdarahan irreguler setelah masa nifas dini disertai subinvolusi uterus. Baik unsur sitotrofoblas maupun sinsitium terlibat. dan vinkristin (Schorage et al. Koriokarsinoma dapat terjadi setelah mola hidatidosa. walaupun salah satunya mungkin predominan. Sel-sel trofoblas normal di tempat plasenta secara salah di diagnosis sebagai koriokarsinoma.9 Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang a. sering mencolok. atau riwayat kegagalan kemoterapi. tumor timbul setelah kehamilan aterm. kesulitan evaluasi sitologis adalah salah satu faktor penyebab kesalahan diagnosis koriokarsinoma. berbeda dengan mola hidatidosa atau mola invasif adalah tidak adanya pola vilus. Pasien di golongkan beresiko tinggi jiika penyakit lebih dari 4 bulan. abortus. di uterus atau pelvis tidak mungkin dijumpai koriokarsinoma karena lesi aslinya telah lenyap.000 mIU/ml. metotreksat. aktinomisin. Pemeriksaan Laboratorium . Pada pemeriksaan hasil kuretase uterus. Kausa kematian tersering adalah perdarahan di berbagai lokasi. dan yang tersisa hanya metastasis jauh yang tumbuh aktif. Wanita yang bersangkutan mungkin mengeluh batuk dan sputum berdarah akibat metastasis di paru.Gambaran diagnostik yang penting pada koriokarsinoma. tetapi kurang bermanfaat sebagai kriteria diagnostik pada keganasan trofoblas dibandingkan dengan pada tumor lain. metastasis ke otak atau hati. kadar gonadotropin serum lebih dari 40. namun menghasilkan anagka kesembuhan tertinggi dengan kemoterapi kombinasi yanitu menggunakan etoposid. Apabila tidak di terapi. walaupun tidak selalu ada. Mungkin ditemukan tumor vagina atau vulva. tanda tersering. dengan perdarahan mendadak dan kadang-kadang masif. Pada beberapa kasus.

Bila tidak ada tahanan sonde diputar setelah ditarik sedikit. Perdarahan dalam separo pertama kehamilan Nyeri perut bagian bawah Toksemia sebelum 24 minggu kehamilan Hiperemesis gravidarum Rahim terlalu besar untuk tanggalnya Tanda tonus jantung janin dan bagian janin 3. Kadar ß hGC meningkat pada selama tiga minggu berturut-turut atau lebih (misalnya hari 1. Ultrasonografi Khusus pada mola akan kelihatan bayangan badai salju dan tidak terlihat janin (merupakan diagnosa pasti). Gambaran patologi anatomi adalah koriokarsinoma b. 2. Foto rontgen abdomen Tidak terlihat tulang-tulang janin (pada kehamilan 3-4 bulan) 3. 2. Tetap terdeteksinya ß hCG sampai 6 bulan pasca evakuasi mola. 14 dan 21) 2. 4. bila tetap tidak ada tahanan. waspadai juga koriokarsinoma. 4. • Data Klinik Pemeriksaan Diagnostik 1. . 6. Menetapnya kadar ß hCG pada empat kali penilaian dalam 3 minggu atau lebih (misalnya hari 1. Uji Sonde Sonde (penduga rahim) dimasukkan pelan-pelan dan hati-hati ke dalam kanalis servikalis dan kavum uteri.7 dan 14) 3. 5.Menurut The International Federation of Gynecology and Oncology (FIGO) menetapkan beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mendiagnosis PTG termasuk koriokarsinoma adalah: 1.7. Pemeriksaan Penunjang 1. kemungkinan mola atau koriokarsinoma.

(Hacker/Moore. Keluarnya vesikel . 2001: 683) .7.ultrasonografi Foto rontgen 8. essensial obstetric dan ginekologi.

WOC Faktor ovum patologik Imunoselektif dari trofoblas Sosial ekonomi rendah Paritas tinggi Defisiensi protein Infeksi virus dan faktor kromosom Kelainan Villus Stroma villus Edematus Villus membesar tanpa janin Proliferasi jaringan trofoblas tak menentu Pengeluaran gelembung mola hidatidosa Produksi hCG>normal Uterus membesar Perdarahan per vaginam MK: ketidakefektifan pola seksualitas .

000mIU/ ml MK: nyeri akut Gerak peristaltik usus lambung Volume lambung berkurang Mual berlebihan Pengosongan lambung MK: Ansietas Regurgitasi Hysterektomi Tx: Kemoterapi kombinasi Mual. muntah MK: Kelemahan MK: gangguan konsep diri MK: Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh .Trofoblas berproliferasi tanpa stroma KORIOKARSINOMA Pendesakan ke organ-organ pencernaan hCG>40.

Hysterektomi Biasa dilakukan pada wanita dengan usia ≥ 40 tahun atau pada wanita yang memang menginginkan untuk dilakukan hysterektomi. Kemoterapi Koriokarsinoma merupakan tumor yang sensitif terhadap obat-obatan kemoterapi. methotrexate. b. dari hasil survey menunjukkan bahwa dengan kemoterapi pasien dengan koriokarsinoma mengalami kesembuhan 90-95%. cyclosphosphamide and oncovin) Terapi komplek ini digunakan untuk koriokarsinoma dengan skala sedang atau berat. actinomycin D. .Penatalaksanaan Untuk penatalaksanaan terapi korikarsinoma bisa dilakukan dengan: a. • Terapi dengan agen single methotrexate or actinomycin D Terapi ini digunakan untuk koriokarsinoma yang belum bermetastase meluas ke seluruh tubuh atau dengan skala ringan. • Terapi kombinasi EMACO (etoposide. Hysterektomi juga disarankan pada infeksi berat dan perdarahan yang tidak terkendali.

Dokter mendiagnosa Ny. hilang selera makan dan sering terjadi perdarahn berlebihan di vagina. 4. Riwayat obstetri dan menstruasi: Selama 4 bulan terakhir mengalami menorraghi dan perdarahan yang berlebihan pada vagina. Keadaan Umum 3. Pengkajian 1. lembek.BAB III PEMBAHASAN KASUS Ny. sedikit nyeri di daerah perianal dan sering terjadi perdarahan berlebihan di vagina. 6. Dalam 4 bulan terakhir klien merasa mual-mual berlebihan. Identitas Nama Umur Alamat Pekerjaan : Ny K : 36 tahun : Surabaya : Ibu rumah tangga : Lemah : Pasien mengalami perdarahan berlebihan di vagina dan sering mual berlebihan. Setelah dilakukan 4 kali pemeriksaan dalam 3 minggu kadar ß-hCG menunjukkan angka > 100.hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan ada peningkatan kadar ß-hCG dalam darah. Keluhan Utama . Klien tampak pucat.1 Asuhan Keperawatan I. Riwayat penyakit sekarang : Dalam 4 bulan terakhir klien merasa mual-mual berlebihan. hilang selera makan. Riwayat Penyakit Dulu: 2.K seorang ibu rumah tangga berusia 36 tahun mempunyai 3 orang anak yang termuda berusia 2 bulan.K menderita koriokarsinoma. 3. Sekarang merupakan hari ke 8 pasien dirawat dan telah mengalami 2 kali kemoterapi. dan terdapat massa sebesar 5 cm di dinding posterior dari vagina dekat pintu keluar. setelah dilakukan pemeriksaan uterus mengalami pembesaran. 5. Klien pernah terdiagnosa mola hidatidosa pada tahun pertama setelah kelahiran anak kedua.000 IU/urin dalam 24jam.

Pupil : Isokor Motorik : 6 Reflek Patologis : tidak ada MK : tidak terdapat masalah keperawatan B4 ( Blader ) BAK : normal. 7.5 º C MK : tidak terdapat masalah keperawatan B2 ( Blood ) S1. tidak terdapt oliguri. 8. Keadaan Umum : TD : 100/70 mmHg N : 105x/menit B1 ( Breathing ) Sesak : tidak ada Suara nafas : vesikuler Retraksi dada : tidak ada Batuk : tidak ada Suara nafas tambahan : tidak ada Klien bernafas spontan RR : 20x/menit T : 36. Mual : + Verbal : 5.Klien pernah mengalami mola hidatidosa pada tahun pertama setelah kelahiran anak kedua. Riwayat Alergi : Klien menyatakan tidak mempunyai alergi. Riwayat Penyakit Keluarga: Tidak ada keluarga yang pernah sakit seperti ini.S2 : tunggal Gallop : tidak ada CRT : < 3 detik MK : tidak terdapat masalah keperawatan B3 ( Brain ) GCS : Eye : 4. poliguria Warna Urine : Kuning Jernih Bau : khas MK : tidak terdapat masalah keperawtan B5 ( Bowel ) Frekuensi Makan : 2x/hari porsi 1/2 piring Nyeri dada : tidak ada Mumur : tidak ada Suara jantung : normal . 9.

terdapat dinding vagina perdarahan di vagina .terdapat berlebihan vagina . Analisis Data No.Sering DO: .Nyeri akut Intake Cairan : 1 liter/hari Lain-lain : Pasien mengaku nyeri di daerah perianal . Psikoseksual : pasien mengalami ketakutan apabila dia tidak bisa lagi melayani suaminya dengan semaksimal mungkin karena takut terjadi hal-hal yang lebih parah. misalnya perdarahan per vaginam yang meningkat apabila melakukan hubungan suami istri.wajah perdarahan pada . 1.Minum : air putih MK : .Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh B6 ( Bone ) Tidak terdapat patah tulang MK : tidak terdapat masalah keperawatan Psikososial : Pasien mengaku takut dengan apa yang dialami sekarang membahayakan jiwanya dan malu apabila bertemu dengan orang lain karena dianggap penyakit yang aneh.terdapat pembesaran uterus .Merasakan daerah perianal . DS: Data nyeri Stroma villus dan edematus terjadi Villus membesar dengan isi air bukan janin massa di Sel-sel trofoblas berprolifersi tidak tentu Kadar hCG > normal Pembesaran uterus dan tampak perdarahan vagina Etiologi Defisiensi protein Masalah Nyeri akut .

Klien merasa gelisah . leukosit.Klien tampak pucat . DS: .merasakan nyeri 2.Pasien menanyakan kapan saja dia bisa melakukan hubungan seksual .Pasien merasakan melakukan Gangguan pola seksualitas menyatakan Cemas dalam hal berhubungan seksual nyeri daerah perianal hubungan seksual ketakutan keharmonisan rumah Ketidaktahuan tentang penyakit penyakitnya Perdarahan per vaginam Ketidakefek tifan pola seksualitas Ketidaktahuan klien tentang proses terapi Terapi yang terus menerus Proses penyakit Ansietas Nafsu makan menurun menyatakan makan Mual berlebihan Nyeri di daerah perianal peningkatan kadar ß-hCG Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh .Klien merasa lemas DO: .Kadar Hb.Klien terus bertanya tentang penyakitnya DO: .Klien nafsu menurun . DS: .Pasien saat .Klien tampak gelisah Kecemasan terhadap 4. DS: .Porsi makan klien Asupan nutrisi menurun habis setengah porsi . trombosit menurun 3.Klien tampak lemah .

Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul. Gangguan rasa nyaman : nyeri b. mual sekunder akibat peningkatan kadar ß-hCG.tangganya terganggu DO: . Ketidakefektifan pola seksualitas b. Intervensi: 1 2 3 Beri informasi yang akurat untuk mengurangi rasa takut Bicarakan alasan individu mengalami peningkatan atau penurunan nyeri (misalnya: keletihan/meningkat atau adanya distraksi/menurun) Beri individu kesempatan untuk istirahat siang dan dengan waktu tidur .d ancaman intregritas biologis aktual atau yang dirasa sekunder akibat penyakit.d perdarahan. Intervensi Keperawatan 1. Gangguan rasa nyaman: nyeri akut b. proses penjalaran penyakit. Ansietas b. proses penjalaran penyakit Tujuan : Nyeri berkurang dalam waktu 1 x 24 jam Kriteria Hasil : • Klien mengekspresikan penurunan nyeri/ ketidaknyamanan • Klien tampak rileks. antara lain : 1. ketidaknyamanan mulut. 3. dapat tidur dan istirahat dengan tepat.d ketakutan terkaitan perdarahan per vaginam penyakitnya. III.pasien menanyakan terus kapan saja bisa melakukan hubungan seksualitas . 2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d perdarahan. 4.suami pasien terus menanyakan tentang penyakit istrinya II.d penurunan asupan oral.

Pantau tanda-tanda vital klien Pantau intensitas nyeri klien 2. masase. menguap) Stimulasi kutan Jelaskan manfaat terapeutik dari preparat mentol/pijat punggung Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik. teratur. Jelaskan pentingnya nutrisi adekuat bagi proses penyembuhan penyakit 3. Beri dorongan klien agar meningkatkan selera makannya 4. atau nafas dalam. ketidaknyamanan mulut. atau Ajarkan strategi relaksasi khusus (misal : bernapas rangka yang dapat menurunkan intensitas nyeri.Porsi makan klien habis Intervensi : 1. kepalkan tinju.d penurunan asupan oral.yang tidak terganggu pada malam hari (Harus istirahat bila nyeri mereda) 4 5 Bicarakan dengan individu dan keluarga penggunaan terapi distraksi serta metode pereda nyeri lain. perlahan. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.Klien terlihat tidak lemah . 6 7 8 Beri tahu teknik untuk menurunkan ketegangan otot Tingkatkan relaksasi pijat punggung. Jelaskan alasan mengapa nafsu makan klien menurun akkibat kemoterapi 2.Klien menyatakan nafsu makannya meningkat . Relaksasi • • • b. mual akibat peningkatan kadar ßhCG Tujuan Kriteria Hasil : Nutrisi klien terpenuhi dalam waktu 2x24 jam : . Beri suasana makan yang rileks . mandi air hangat. Ajarkan tindakan pereda nyeri non invasif a.

Identifikasi penyebab ketidakefektifan pola seksualitas . Pantau keadaan umum klien Kriteria Hasil: Intervensi: 4. Beri kenyamanan dan ketentraman hati.d ketakutan terkaitan perdarahan per vaginam penyakitnya. Beri aktivitas yang dapat menurunkan tegangan. Gali intervensi yang menurunkan ansietas 5. 6. Tawarkan makanan porsi kecil tapi sering untuk mengurangi perasaan tegang pada lambung 6. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penetapan asupan nutrisi klien 7.5. Intervensi: 1. 4. 2. Bila ansietas telah berkurang dan cukup untuk terjadi pemahaman. Pantau kadar ß-hCG pasien secara berkala 8. Pantau porsi makan yang dihabiskan klien 3. Singkirkan stimulasi yang berlebihan. bantu klien mengenali ansietas untuk mulai memahami atau memecahkan masalah. 3. Tujuan : Klien mengetahui kapan saja dia bisa melakukan hubungan seksual Kriteria Hasil: • • • Pola seksualitas klien normal Klien terlihat tidak cemas terhadap aktifitas seksualnya Klien mampu menggunakan mekanisme koping yang efektif. Ansietas b. 1. Ketidakefektifan pola seksualitas b.d ancaman intregritas biologis aktual atau yang dirasa sekunder akibat penyakit Tujuan • • : Klien menyatakan dapat menerima penyakitnya dengan baik Klien terlihat tidak cemas akibat penyakitnya Klien mampu menggunakan mekanisme koping yang efektif.

2. Tekankan bahwa penyakitnya tidak mempunyai dampak yang serius pada fungsi seksualitasnya 6. Beri edukasi tentang keadaan klien apabila berhubungan seksual 5. Pantau keadaan umum klien BAB IV PENUTUP . Jelaskan pada klien waktu untuk melakukan hubungan seksual sesuai kondisinya 4. Kaji tingkat kecemasan klien 3.

merusak jaringan di sekitarnya termasuk pembuluh darah sehingga menyebabkan perdarahan. Perawat dapat memberikan terapi relaksasi. 3. DAFTAR PUSTAKA Broocker. 4.2 Saran Sebagai perawat dapat memberikan asuhan keperawatan secara humanistik. 2.4. cyclosphosphamide and oncovin). Koriokarsinoma adalah salah satu jenis dari Penyakit Trofoblastik Gestasional (PTG) dimana merupakan suatu tumor ganas yang berasal dari sel-sel sitotrofoblas serta sinsitiotrofloblas ( pembentuk plasenta ) yang menginvasi miometrium. dan holistik. jika sudah menginvasi miometrium maka dilakukan hysterektomi. Christine. Terapi dapat dilakukan dengan agen single methotrexate or actinomycin D maupun dengan terapi kombinasi EMACO (etoposide. Dan hendaknya selalu meningkatkan keilmiahan di bidang asuhan keperawatan. serta selalu memantau tanda-tanda vital klien dan kadar ßhCG pasien secara berkala.Jakarta: EGC. Pasien dengan koriokarsinoma mengalami kesembuhan 90-95%. methotrexate. Kamus Saku Keperawatan edisi 31. stimulasi kutan uintuk memberikan kenyamanan dan ketentraman hati agar dapat mengurangi ansietas pada pasien koriokarsinoma. altruistik.1 Kesimpulan 1. actinomycin D. . 2001.

Hanifa. Jakarta: EGC.Ilmu Kandungan edisi kedua. 2005. Gestationnal Trofoblastic Tumors. Jakarta: Media Aesculapius. . et al. Wiknjosastro. et al. 2006. Kapita Selekta Kedokteran edisi ketiga jilid 1. 1990:746-50. MacDonald. Coadjane. Manjoer . et al . 2005.. Soekimin.Gant. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2002. Arif. Anatomi dan Fisiologi untuk Bidan.Cunningham. Sumatera: Fakultas Kedokteran USU. Willm Obstetric 9th. Penyakit Trofoblas Ganas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful