M Rusvdi: Wacana dikotomi llmu dalam Pendidikan Islam dan Pengaruhnva

WACANA DIKOTOMI ILMU DALAM PENDIDIKAN ISLAM DAN PENGARUHNYA
M, Rusydi* ABSTRACT This article is discussing about dichotomy paradigm of science in islam, and tiy to investigate from historical process and its impacts for islam society. Historically, the embryo of dichotomy of science was begun since the Arab Islam have expanded and touched with other culture. This was continually developed in form of way of thinking and education institutions, and finally created the way of dichotomy thinking between general science and religion. The impact of this dichotomy, explicitly, to make islam society live behind from western civilization. Keywords : Dichotomy, Education, Islam

PENDAHULUAN Dikotomi adalah pembagian dua bagian, pembelahan dua, bercabang dua bagian.1 Adajuga yang mendefinisikan dikotomi sebagai pembagian di dua kelompok yang saling bertentangan.2 Secara terminologis, dikotomi dipahami sebagai pemisahan antara ilmu dan agama yang kemudian berkembang menjadi fenomena dikotomik-dikotomik lainnya, seperti dikotomi ulama dan intelektual, dikotomi dalam dunia pendidikan Islam dan bahkan dikotomi dalam diri muslim itu sendiri (split personality)3 Bagi alFaruqi, dikotomi adalah dualisme religius dan kultural.4 Dengan pemaknaan dikotomi di atas, maka dikotomi pendidikan Islam adalah dualisme sistem pendidikan antara pendidikan agama Islam
tetap pada Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari.
'Penulis adalah Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, sekarang dosen tidak

^ohn M. Echols dan Hassan Shadily, "dichotomy", Kamus Inggris-Indonesia (Jakarta : PT. Gramedia Utama, 1992), h. 180.

^epartemen Pendidikan dan Kebudayaan, "dikotomi", Kamus Besar Bahasa
Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka, 1989), h. 205. ^hmad Watik Pratiknya, "Identifikasi Masalah Pendidikan Agama Islam di Indonesia", Muslih Usa (Ed.), Pendidikan Islam di Indonesia Antara Cita dan Fakta (Yogyakarta : Tiara Wacana, 1991), h. 104. '*Isma'il Raji a!-Faruqi, Islamization of Knowledge : General Principles and

Workplan Hemdon : HIT, 1982), h. 37.

AL-BANJARI Vol. 5, No. 9, Januari - Juni 2006

23

M, Rusvdi: Wacana dikotomi llmu dalam Pendidikan Islam dan Pengaruhnva

dan pendidikan umum yang memisahkan kesadaran keagamaan dan ilmu pengetahuan. Dualisme ini, bukan hanya pada dataran pemilahan tetapi masuk pada wilayah pemisahan. Sistem pendidikan yang dikotomik pada pendidikan Islam akan menyebabkan pecahnya peradaban Islam dan akan menafikan peradaban Islam yang kqffah (menyeluruh). Meskipun dikotomi ini adalah problem kontemporer namun keberadaannya tentu tidak lepas dari proses historisitas yang panjang sehingga bisa muncul sekarang ini. Tulisan berikut berupaya menyelidiki proses sejarah tersebut; dengan diawali perkembangan awal dari pertemuan Islam-Arab dengan budaya lainnya, yang kemudian dilanjutkan dengan perkembangan lembaga-lembaga pendidikan dalam Islam serta diakhiri dengan pertentangan dua cara berpikir yang cukup berpengamh dalam pembentukan dikotomi ilmu dalam sejarah peradaban Islam. Akhirnya, tulisan ini ditutup dengan uraian tentang pengaruh dikotomi tersebut bagi kehidupan umat Islam. ISLAM (TAUHID) VERSUS TRADISI KUNO PRA ISLAM "4Z.MAURUSAL-QADIM(SYlRiK)5 Ketika al-Jabiri berbicara tentang batas-batas rasionalitas bayani Arab dalam kitab Tak^'in al- 'aql al- 'arabi , ia pun membedakan dua hal yakni antara yang rasional dan yang tidak rasional serta antara yang natural dan supranatural. Kedua hal hu digunakan untuk menjelaskan pertarungan

antara Islam yang diwakili oleh alquran dengan tradisi pra Islam. Ketika
Islam datang maka alquran dengan konsep tauhidnya mengkritik habishabisan terhadap tradisi syirik yang ada pada tradisi pra Islam. Menurut alquran konsep syirik dalam tradisi pra Islam itu adalah kontradiksi dan tidak bisa diterima oleh akal sebab "kalau ada Tuhan selain Allah niscaya bumi ini akan hancur" (al-Anbiya 22), artinya kalau Tuhan itu misalnya dua orang maka logikanya akan terjadi persaingan antara satu Tuhan dengan Tuhan yang lain, karena itulah ini dianggap sebagai tidak rasional, dan oleh
Uraian berikut akan didasarkan pada Muhammad Abed al-Jabiri, Formasi Nalar Arab, terj. Imam Khoiri (Yogyakarta ; IRCiSoD, 2003), h. 221-237. ^ontoh sederhana dapat dipelajari dari film serial "Kera Sakti" yang ditayangkan oleh TV7, dimana para dewa sering saling terjadi kontroversi bahkan konon mereka sangat kesulitan mengatasi tingkah laku dari si kera sakti.

24

AL-BANJARI Vol. 5, No. 9, Januari - Juni 2006

tidak selalu menjadi sarana untuk mengungkapkan kebenaran Muhammad bahkan tak jarang keingkaran dan penentangan semakin kuat. Hal ini diperlukan untuk meneguhkan bahwa Muhammad bin Abdullah adalah benar-benar utusan Allah yang Maha Kuasa. 5. mereka ingin meminta dalil yang lain lagi yakni bukti yang supra natural bukan yang natural yakni "mukjizat". Adapun penentangan alquran terhadap syirik didasarkan indera. Rusvdi ^Wacana dikqtomi Ilmu dalam Pendi^ikan Islamdqf^Pengaruhfwa alquran yang bisa diterima adalah konsep tauhid sebab hal ini adalah rasional. Namun kelompok syirik tidak mau berhenti sampai di sana. No. Dan dalam alquran cerita penentangan ini begitu banyak diuraikan. kemudian diutus oleh Allah lagi utusan baru untuk meluruskan penyimpangan tauhid tersebut. Begitulah yang dihadapi oleh Nabi Muhammad yakni berusaha meluruskan penyimpangan dari agama-agama sebelumnya. Dalam sejarah masa lalu pertentangan tauhid dan syirik ini selalu dimenangkan oleh kelompok tauhid namun ketika Allah mewafatkan para Nabi dan Rasul-Nya manusia kemudian melupakan risalahnya. Untuk membuka tradisi kuno itu maka karena wilayah pengetahuan Arab berdasarkan keagamaan dan ditentukan oleh teks alquran lalu disisipkanlah sebagian atau bagian- AL-BANJARI Vol. Pertarungan antara tauhid dan syirik ini tidak saja menggambarkan penaklukan terhadap non Islam tetapi juga mengoyak dominasi dan keutuhan kebudayaan kunonya (tradisi pra Islam). 9. Januari . alquran juga mengajak agar merenungkan apa-apa yang ada di alam semesta ini. baik secara keseluruhan atau sebagian. karena kalau hanya satu Tuhan yang menguasai maka tidak akan ada kontradiksi. Dengan mengajak belajar dari "masa lalu" dan bukti "alam semesta" maka alquran menegaskan bahwa apa yang ada di alquran itu sudah dapat memuaskan bagi mereka yang bisa menerima bahkan alquran lebih jauh menantang untuk membuat yang serupa seperti alquran. Alquran langsung menjawab bahwa mukjizat. Nabi Musa dan lain sebagainya. pengalaman.M. sesuatu yang supra natural. seperti cerita Nabi Ibrahim. dan logika bayan seperti perumpamaan dan tasybih. selanjutnya syirik tersebut muncul kembali. Dan metode ini secara natural temyata memang benar bahwa syirik adalah tidak rasional dan kontradiksi. Tidak hanya sampai di situ.Juni 2006 25 .

seperti kecurigaan bisa dimaknai sebagai sikap kritis yakni boleh saja menerima tradisi dari luar Islam tetapi bagaimana tradisi tersebut didialogkan dengan kritis terhadap tradisi Islam bukan malah langsung menolaknya. Sikap seperti inilah yang perlu untuk dikembangkan saat sekarang ini untuk mendongkrak kemajuan Islam. Januari . Dengan adanya ta'wil itu akhimya memunculkan pertanmgan memperebutkan kredibilitas dalam memahami alquran yakni antara kaum esoteris (batini) yang menggunakan takwil yang mewujudkan konsep al-hasyawiyah. Kokohnya logika yang berpandangan bahwa yang sesuai dengan logika Islam-Arab (tekstual dengan metode tasybih. tamsil dan qiyas). Mu'tazilah termasuk ahli bid'ah.M^Rusvdi: Wacana dikotomillmu dalam Pendidikan Islam dan Penggruhwa bagian tradisi kuno pra Islam (al-maurus al-qadim) ke dalam alquran dan itulah yang disebut dengan ta W. yakni orang-orang yang berpegang kepada pemikiran yang tidak termasuk dalam wilayah pemikiran keagamaan Arab sebagaimana ditetapkan oleh aplikasi aslinya yakni seperti yang dialami oleh para "salaf" (sahabat dan tabi'in).Juni 2006 . tamsil dan qiyas. 5. Seharusnya dengan adanya perubahan zaman maka logika kecurigaan tersebut perlu untuk dimaknai lebih dalam. tamsil dan qiyas) itulah 26 AL-BANJAR] Vol. mujassimah (yang semua ini terkait dengan tradisi kuno pra Islam) dan kelompok eksoteris (zahir/lahiri) yang berpegang pada majazi dengan model bayam Arab yakni dalam bentuk tasybih. Masuknya tradisi pra Islam ke dalam tradisi bayani Arab yang berbasiskan teks alquran ke segala lini pada akhimya memunculkan kecurigaan-kecurigaan terhadap aliran yang terpengaruh oleh tradisi kuno pra Islam itu. musyabbihah. Akhimya oleh kelompok yang berpegang pada zahir teks. No. tamsil dan qiyas) akan dicap sebagai "salah". 9. Jadi kecurigaan-kecurigaan terhadap tradisi pra Islam yang tumbuh di wilayah Islam dan yang dianggap berbeda dengan pemikiran keagamaan Arab yang tekstual (tasybih. namun ketika mereka ikut terjun dalam perdebatan teologis dengan mereka yang berpegang pada tradisi kuno pra Islam (al-maurus al-qadim) menjadikan orang-orang Mu'tazilah ini mengadopsi unsur-unsur tradisi kuno pra Islam {al-maurus al-qadim}. Rupanya benih kecurigaan ini terns dipertahankan sehingga setiap yang datang dart luar logika Islam-Arab akan dicap sebagai "salah". Mu'tazilah misalnya yang pada awalnya berusaha mentakwilkan alquran secara rasional dengan menggunakan bayan Arab (tasybih.

7 Namun perkembangan kuttab pada masa ini masih terbilang lambat hingga ketika Islam datang ke daerah Arab ini hanya ditemukan 17 orang Quraisy saja yang pandai baca tulis.17-18. kuttab yang menjalankan fungsinya sebagai institusi yang mengaJarkan baca tulis dengan teks dasamya puisipuisi Arab dan sebagian besar guru-gurunya adalah non-muslim. bahkan kuttab ini sudah dikenal pada masa Jahiliyah. yakni pertama. al-Mufassal f i Tarikh al-'Arab Qabia al-Islam (Bagdad : Dar anNahdhah.8 Setelah kedatangan Islam. 5. Vol. 9.M. (Beirut. 1954). filsafat danjadal. Januari . posisi kuttab pun masih digunakan untuk belajar baca tulis. Tarikh at-Tarbiyyah al'Islamiyyah. Kuttab pra Islam ini selain digunakan untuk belajar baca tulis juga sebagai tempat pengajaran kitab Taurat dan Injil. h. Tarikh at-Tarbiyyah al-Islamiyyah. VIII. Pada awalnya pendidikan kuttab dilaksanakan di rumah para guru atau perkarangan sekitar mesjid. 9 Ahmad Syalabi. Lihatjuga dalam Ahmad Syalabi. Dan kegiatan pada era ini ditujukan untuk penyebaran agama Yahudi dan Kristen terhadap pemeluk agama yang lain seperti Majusi dan masyarakat Arab pagan. 7 AGAMA VERSUS AL-BANJARI Vol. Hasan Asari. Daral-Fikr. tenaga pengajar dan masa tumbuhnya. Menyingkap Zaman Keemasan Islam (Bandung : Mizan. Ahmad Syalabi memetakan dua macam kuttab yang dibedakan berdasarkan materi pelajaran yang disampaikan. yang biasanya digunakan sebagai tempat belajar tulis menulis. 1984). 1978). h. namun setelah Islam berkembang meluas Jawad Ali. LEMBAGA PENDIDIKAN ILMU-ILMU LEMBAGA PENDIDIKAN NON-AGAMA 1.Juni 2006 27 . Lembaga Pendidikan Ilmu-Ilmu Agama a. Rusvdi: Wacana dikotowi Ilmu dalam Pendidikan Islam dan Penzaruhnva yang benar dan islami serta logika yang tidak bersesuaian dengan logika Islam-Arab seperti yang berlandaskan rasio atau intuitif dianggap sebagai salah atau tidak islami maka dalam konteks pendidikan Islam melahirkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. 36. 33. 295. Kuttab Kuttab adalah kata jadian dari "kataba". sedangkan kuttab kedua adalah mengaJarkan alquran dan ajaran dasar Islam. Oleh karena biasanya ilmu agama dilandaskan pada logika tekstual-keagamaan dan ilmu umum dilandaskan pada logika non tekstual-keagamaan. No. h. h.

bahkan selanjutnya pelajaran nahwu (grammar bahasa Arab) dan sastra digabungkan pula ke dalam institusi pendidikan ini.10 Kurikulum pendidikan pada kuttab ini hingga abad ke-4 H menunjukkan penekanannya pada pelajaran baca tulis alquran bagi anakanak muslim. h. Desember 2002. 1 0 "Armai Arief. Januari . 2. 44-49"Sayyed Hosseon Nasr. Vol. b. Basrah dan Damaskus yang telah digunakan untuk pengajaran alquran dan hadis. 1968). Mesjid Mesjid sejak masa Nabi Muhammad selalu digunakan selain untuk ibadah juga sebagai institusi pendidikan umat Islam. Kuttab di kawasan Afrika Utara (Tunisia dan sebagian Libya) lebih mengutamakan segi qira'at alquran lalu diikuti 1 '> dengan seni kaligrafi dan hadis. namun penekanannya tetaplah pengenalan anak-anak muslim terhadap ilmu membaca dan menulis alquran serta prinsip-prinsip ajaran Islam. 28 AL-BANJARI Vol. 215. "Melacak Akar Timbulnya Dikhotomi Ilmu Dalam Pendidikan Islam". Hal ini dapat dilihat dari beberapa sampel seperti pada mesjid di kota Kufah. h. Menyingkap Zaman Keemasan. Kuttab di Andalusia sangat mengutamakan menulis dan membaca tanpa harus menghapalkannya. Praktek ini pun terus dilaksanakan pada masa para sahabat namun disinyalir di masa Umar bin Khattab-lah intensifitas mesjid selain sebagai tempat ibadat juga difimgsikan sebagai sekolah betul-betui terlaksana. No.M.11 Kuttab di Maroko sangat menekankan pengajaran alquran dengan pendekatan ontografi (mengenali satu bentuk kata dalam hubungannya dengan bunyi bacaan). 5. h. Science and Civilization in Islam (Cambridge : Harvard University Press. Rusvdi :jyacana dikotomi Ilmu dalam Pendidikan Islomdan Pengaruhnva maka institusi kuttab pun mengalami perkembangan yang cukup berarti sehingga tercatat ada yang mampu menyediakan fasilitas asrama dan akomodasi bagi para muridnya. No. 3. Jauhar.. dan mesjid ini lazimnya disebut dengan mesjid /^.13 Perkembangan lebih lanjut dari mesjid sebagai lembaga pendidikan Islam adalah munculnya mesjid-mesjid yang dilengkapi dengan sarana akomodasi bagi pelajar. 66.Juni 2006 . 27-28. 9. ^asan Asari. h. Adapun yang membedakan antara suatu kuttab dengan kuttab lainnya adalah penekanan materi pengajaran karena disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing dan pertimbangan ulama-ulamanya.

^Ahmad Syalabi. motel atau sejenisnya.16 Menurut Armai Arief. Januari . Disiplin-disiplin yang diperlukan sebagai mstrumen untuk memahami dan menjelaskan makna dan kandungan alquran tumbuh sebagai bagian integral dari kurikulum tersebut. Hal ini tentu menimbulkan "keributan" di dalam mesjid. 5. h. 68-69. h. kurikulum ilmu-ilmu keagamaan pada institusi pendidikan ini masih menjadi primadona. 106. 1999). khususnya mereka yang berasal dan luar daerah. h. 9.. ^Armai Arief. No. dan sedikit banyak mengganggu orang yang sedang beribadah. "Melacak Akar Timbulnya Dikhotomi Ilmu Dalam Pendidikan Islam". karena itulah dibangun madrasah untuk menampung para penuntut ilmu tersebut. Ismail Fahri. Madrasah Dalam perkembangan lebih lanjut mesjid khan berubah menjadi madrasah. AL-BANJARI Vol. sebab kemampuan dalam retorika memiliki daya tarik tersendiri dan "'Khan bisa diartikan sebagai penginapan. 216-217.68.14 Mesjid khan ini secara finansial didukung oleh badan wakaf dan penghasilannya dimanfaatkan untuk kepentingan sosial. sebagaimana yang dinyatakannya :17 Oleh karena itu. Tarikh at-Tarbiyyah al-Islamiyyah. c. h.Juni 2006 29 .M^Rusydi:_ Wacana dikotomi Ilmu dalam PendidikanIslam dan Pengaruhnva khan. Berubahnya mesjid khan menjadi madrasah disebabkan makin maraknya para pelajar yang menuntut ilmu di mesjid sehingga dari masing-masing halaqah (kumpulan) terdengar suara guru memberi pelajaran dan suara siswa yang bertanya serta berdiskusi. yaitu hadis dan tafsir. ^Ibid. "Transmisi Keilmuan Islam Klasik". Tesis (Yogyakarta : Universitas Islam Negeri. Perkembangan khan ini sangat berkaitan erat dengan kepedulian umat Islam masa itu terhadap para penuntut ilmu. Madrasah pada era ini bermakna lembaga pendidikan tinggi yang berkembang di dunia Islam bukan madrasah dalam arti lembaga pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang dipahami di Indonesia. tidaklah mengherankan jika "ihnu-ihnu agama begitu mendominasi kurikulum lembaga pendidikan tinggi dengan alquran sebagai poros utamanya. Seni pidato (retorika) juga menjadi bagian penting dari pengajaran "ilmu-ilmu agama" tadi.

Hadis Dalam sejarah pendidikan Islam selain kuttab. Karena. Dar al-Qur 'an dan Dar al.9. Di samping itu hadis dan tafsir juga membutuhkan disiplin ilmu lain seperti logika. karenanya disiplin ini pun pada akhimya tidak mungkin diajarkan secara terpisah dari "ilmu-ilmu agama". 2. Ini berbeda dengan fiqih yang mendapat tempat sebagai suatu bidang kajian khusus. sekuler (yang berasal dari tradisi kuno pra Islam). namun disiplin ilmu tersebut bukanlah bagian dari pendidikan yang ditawarkan di lembaga pendidikan mesjid ataupun madrasah. Lebih lanjut menurut Armai Arief bahwa memang pada abad ke IX ilmu-ilmu asing dari tradisi Helenisme telah ditransmisi oleh umat Islam.M Rusvdi: Wacanct dikotomi Ilmu dalam Pendidikan Islam dan Pengarithnva merupakan peran penting ulama dalam fimgsi kehidupan bermasyarakat. Lembaga Pendidikan Non-Agama a. Lembaga ini awalnya adalah sebuah perpustakaan yang sudah mulai dioperasikan sejak zaman Harun ar-Rasyid yang semula bemama khizanat al-hikmah ^Ibid. gramatika. 5. Bayt al-Hikmah Adalah Daulah Abbasiyah dibawah pimpinan al-Makmun yang telah membangun baitui hikmah (rumah kebijaksanaan/pengetahuan). sejarah serta geografi. Awalnya dua lembaga itu berafiliasi dengan madrasah namun dalam perkembangannya sekitar abad ke-6 H kajian alquran dan hadis menjadi terpisah dan membentuk lembaga khusus untuk mengkaji alquran dan hadis..18 d.^. Oleh sebab itu pada dua lembaga tersebut dapat dipastikan bahwa dominasi alquran dan hadis dalam kurikulumnya sangatlah kuat. 217-218. mesjid. No. sehingga tidak ada ruang untuk ilmu-ilmu awa'il. pada periode ini komunitas muslim yang saleh menerima sepenuhnya ajaran Islam tanpa reserve. Sedangkan teologi dan fllsafat tidak tumbuh sebagai bagian dari kurikulum pendidikan tinggi formal.Juni 2006 . dimana "ilmu-ilmu agama" yang lain berfungsi sebagai prasyarat. 30 AL-BANJARI Vol. Januari .Hadis. mesjid khan dan madrasah dikenal pula lembaga pengajaran yang bemama Dar al-Qur 'an dan Dar al.

Bahkan lembaga ini juga melakukan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan yang telah ditransmisikan tadi. maka pada umumnya orang-orang yang telah mempelajari ilmu-ilmu non keagamaan ini menghidupi dirinya dengan pekerjaan menjadi dokter. Rusvdi. pengajaran filsafat dan sains Yunani berlangsung secara individual..M. dan dalam perjalanan lebih lanjut temyata baitui hikmah ini berkembang menjadi akademi besar.19 b. 219-220. 9. K-ajian filsafat mendapatkan tempatnya yang baik pada model pendidikan halaqah ini. mencatat ucapan dan komentamya. kemudian oleh al-Makmun kegiatan lembaga ini digiatkan dengan menambah pengajaran dan proyek penerjemah karya-karya filsafat dan pengetahuan asing dari berbagai bahasa ke dalam bahasa Arab. Halaqah Halaqah disebut juga lingkaran studi yang ada di rumah-rumah para ilmuwan dengan berbagai bidang ilmu telah menjadi lembaga tersendiri dalam mentransmisikan "ilmu-ilmu non agama". karena pada kurikulum lembaga-lembaga pendidikan seperti madrasah atau mesjid khan filsafat tidaklah mendapatkan perlakuan yang semestinya. Para murid menyalin kembali catatan yang telah dibacakan oleh pembimbing dihadapan mereka. No. Para penuntut ilmu belajar dengan seorang guru senior dalam forum diskusi atau dalam pertemuan pribadi. Setelah penganiayaan atas pengikut Mu'tazilah oleh beberapa khalifah sepanjang penghujung abad ke-9 dan kemusnahan baitui hikmah. seperti Madrasah dan mesjid. Masa ini bertepatan dengan masa beralihnya teologi resmi negara dari Mu'tazilah menjadi ortodoks.Juni 2006 31 . Semua lingkaran studi yang berlangsung ^Ibid. kadi atau pegawai sipil. Jadi dengan begini ilmuilmu non keagamaan tetap terasingkan dari lembaga pendidikan tinggi Islam. Setiap guru memiliki kecendemngannya sendiri dalam hal "ilmu-ilmu non agama". AL-BANJARI Vol. Wacana dikotormllmu da/am Pendidikan Islam dan Penzaruhnva (perbendaharaan kebijaksaan/pengetahuan). Januari . Peranan penting baitui hikmah sebagai lembaga spesifik di bidang transmisi "ilmu-ilmu non-keagamaan" mulai menurun peranannya pada penghujung abad ke-3 H/9 M. Oleh karena ilmu-ilmu ini tidak diakui secara formal oleh masyarakat muslim. 5. Di lembaga inilah karya klasik tersebut dipelajari secara intensif.^.

semenjak dahulu sejak zaman pertumbuhannya. hal ini menurutnya terindikasi dengan banyaknya jumlah pesantren di Indonesia yakni sekitar 5000 buah pondok pesantren yang tersebar di 68000 desa. h. Hmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung : Rosdakarya. "Pondok Pesantren Masa Depan". ^Ahmad Tafsir.21 bahkan oleh Gus Dur. meskipun ada upaya-upaya untuk membenahinya tetapi sepertinya perkembangan pendidikan Islam ketika dalam bentuk pesantren. 1999). al. Konon pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia. tetapi UIN ini juga masih belum mampu menunjukkan produknya apakah sudah mampu keluar dari cara pandang dikotomi tersebut atau tidak. No. 3. Januari . h. dan apakah mampu menjadi pilihan altematif atau tidak. 9. Kondisi kontemporer menunjukkan adanya upaya membenahinya dengan menghadirkan UIN (Universitas Islam Negeri). adanya santri dan adanya pengajaran kitab kuning. hal ini dikarenakan UIN masih berumur cukup muda. adanya pondok. a. maka bisa diidentifikasikan bahwa dalam sejr ah pendidikan Islam pada abad klasik dan pertengahan keadaan "ilmu-ilmu agama" dan "ilmu-ilmu non agama" diberikan tidak pemah dalam satu institusi yang sama. Pesantren Masa Depan (Bandung : Pustaka Hidayah. 220. 191.Juni 2006 . 1994). 32 AL-BANJARI Vol.. pendidikan dalam dunia Islam telah mempraktekkan dualisme dalam sistem pendidikannya. Dengan demikian. 5.20 Dengan memperhatikan uraian di atas.22 ^Ibid. Pesantren Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang menghadirkan adanya kiai. "Abdurrahman Wahid. h. Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Sistem dualisme itu cukup berpengamh dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. pesantren dianggap sebagai bagian kultur (budaya) yang ada di Indonesia. dalam Marzuki Wahid et. 13. Masing-masing ilmu tersebut tumbuh subur pada lahannya sendiri-sendiri.M Rusvdi: Wacana dikotomi Itmu dalam Pendidikan Islam dan Pensaruhwa di rumah sakit dan observatorium cenderung menekankan studinya pada ilmu-ilmu alam dan seni pengobatan. madrasah dan Institut Agama Islam Negeri masih belum mampu keluar dari cara pandang dikotomi tersebut. adanya mesjid. (Penyunting).

37. Rusvdi: Wacana dikotomi Ilmu dalam Pendidikan Islam dan Pengaruhwa Menurut Mastuhu. pesantren tetap hadir dalam kehidupan masyarakat muslim Indonesia tetapi dalam posisi uzlah yakni mengasingkan diri dari tata kehidupan pemerintah kolonial pada umumnya. dalam sejarahnya pesantren mampu bertahan dari zaman ke zaman. Dalam merespon kondisi ini ada beberapa pesantren yang tidak lagi hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama tetapi juga keterampilan-keterampilan tertentu seperti menjahit dan petemakan. Pada periode zaman pergerakan dan persiapan perang kemerdekaan. 9. pesantren menjadi pusat perjuangan nasional. h. sepertinya pesantren yang berupaya untuk menyatukan antara ilmu agama dan ilmu umum masih cukup minim dan masih cenderung melakukan tindakan dikotomik dengan mengunggulkan ilmu agama di atas ilmu umum. terutama angkatan daratnya banyak yang berasal dari santri dan diwamai dengan corak kehidupan atau kultur santri. artinya ada upaya untuk menyatukan antara ilmu agama dan ilmu umum. "Tipologi Konsep Kurikulum Pesantren di Kalimantan Selatan". dengan alasan pemerintah kolonial takut dengan perkembangan Islam di Indonesia. 2000). pada periode zaman penjajahan. dan keadaan pendidikan pesantren saat itu memangjeiek dalam pandangan pemerintah sehingga sulit dimasukkan dalam sistem pendidikan pemerintah kolonial. sebagaimana yang diungkapkan oleh Syaifuddin Sabda tentang perkembangan pesamrenpesantren di Kalimantan Selatan bahwa :24 Secara umum pesantren-pesantren di Kalimantan Selatan telah menyelenggarakan pendidikan formal dengan pilihan mayoritas pada "Mastuhu. Kemudian. AL-BANJARI Vol. di pihak lain ia hams secara terbuka bekerja sama dengan sistem-sistem yang lain di luar dirinya yang tidak selalu sepaham dengan dirinya. h. 1994). 5. dan periode ini sering diakhiri dengan kemenangan pesantren. Januari . Pada era ini pesantren dihadapkan kepada pergumulan antara identitas dan keterbukaan yakni di satu pihak ia dituntut untuk mempertahankan identitas dan kekhasannya. tampil dengan membawa misi agama tauhid.2 Meskipun demikian.M. Pada periode awalnya pesantren berjuang melawan agama dan kepercayaan pada serba Tuhan dan takhayul. bahkan awal pembentukan Tentara Nasional Indonesia. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren (Jakarta : INIS. Laporan Penelitian (Banjarmasin : IAIN Antasari. Pada periode awal abad ke-20. "Syaifuddin Sabda. pesantren bertemu dengan berbagai ilmu pengetahuan yang mulai merambah kemanamana.Juni 2006 33 . 147149. No.

Ungkapan di atas bisa diartikan bahwa karena adanya kedekatan karakter antara pesantren dan madrasah.. Salah satu contoh. 9. Si santri itu bercerita bahwa ia sangat senang pelajaran umum terutama Kimia..M^Rusydi.158. sebab praktis dengan pilihan ini tidak memberikan nilai tambah yang begitu berarti bagi para santri (khususnya dalam pengetahuan keagamaan) sementara pengetahuan umumnya sama saja dengan sekolah umum. penulis pemah bertemu dengan salah seorang santri yang ada di Banjannasin ini. menurutnya. maka madrasahlah yang dianggap relevan untuk dikembangkan di dalam pesantren. 34 AL-BANJARI Vol. selama ia berusaha memperdalami Kimia tersebut hanya ada satu kali praktek lapangan dan itu pun tidak di laboratorium bahkan menurutnya tidak ada guru yang betul-betui berkompeten yang bisa membantunya memperdalam ilmu tersebut. 5. h. materi dan pembinaan ilmu umum lebih matang dan lebih baik di sekolah umum dibanding di pesantren. pesantren yang menyelenggarakan pendidikan madrasah mengalami tumpang tindih yang menyebabkan tidak efisiennya kegiatan pembelajaran. meskipun seakan-akan adanya penyelarasan antara ilmu agama dan umum di pesantren tetapi masih memiliki kecenderungan untuk mengutamakan ilmu agama di atas ilmu umum. yakni sama-sama cenderung kepada ilmu agama. Pilihan di atas tidaklah keliru. namun ia merasa kecewa dengan materi dan pembinaan yang diberikan pesantren kepada santrinya sebab. yaitu pendidikan akal ada pada "Mastuhu. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Selain itu dalam beberapa kasus.Juni 2006 . bahkan ia bercita-cita ingin memperdalam ilmu tersebut sekaligus merenungkan kebesaran Allah dalam proses Kimia tersebut. pada tataran praktis.. bahkan secara realitas secara materi dan pembinaan pengetahuan umum di sekolah umum lebih baik. Wacana dikotomi llmu daiam Pendidikan Islam dan Pengarnhnya pendidikan madrasah. hanya beberapa pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal umum. maka k apat dikatakan bahwa pilihan ini tidak terlalu menguntungkan dan perlu dipertimbangkan. Januari . Jadi. namun jika dikaitkan denan pengembangan kurikulum. No. namun sikap cenderung mengutamakan ilmu agama ini berefek kepada kecenderungan mengabaikan ilmu umum sehingga wajar saja secara rill. Mastuhu pun ikut menegaskan bahwa:25 Secara makro dewasa ini masih terasa adanya dua corak dalam Sistem Pendidikan Nasional.

Hal ini bisa terjadi.26 Ada dua faktor yang melatarbelakangi pertumbuhan dan perkembangan madrasah di Indonesia yakni adanya desakan politik pendidikan kolonial dan munculnya pembaharuan pemikiran keagamaan. Madrasah Sejarah &Perkembangannya (Ciputat. Bersamaan dengan desakan kolonialisme di atas. Madrasah Madrasah adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Muhammad Abduh dan Rasyid Ridho.M. perkembangan pemikiran keagamaan di Indonesia pada akhir abad ke-19 secara langsung menjadi faktor pula bagi pertumbuhan madrasah. Menurut Maksum.Juni 2006 35 . 97. madrasah sebagai satu sistem pendidikan Islam berkelas dan mengajarkan sekaligus ilmu-ilmu keagamaan dan non keagamaan sudah tampak sejak awal abad 20. Logos. Padahal keduanya seharusnya merupakan kesatuan bagaikan sisi-sisi satu mata uang dalam satu Sistem Pendidikan Nasional. PT. Januari . karena para pelaku dan pendukung gerakan pembaharuan pada umumnya memiliki pengalaman pendidikan di Timur Tengah yang menerima pengaruh dari kaum pembaharu Islam seperti Jamaluddin alAfghani. AL-BANJARI Vol. 9. h. Rusydi: Wacang dikotomi llmu dalam Pendidikan Islam dan Pengaruhnva pendidikan umum (baca pendidikan nasional) dan pendidikan moral ada pada pendidikan agama (baca pesantren). 1999). b. Untuk itu Sistem Pendidikan Nasional perlu mengadopsi pendidikan moral dari pesantren dan pendidikan pesantren perlu mengadopsi pendidikan akal dari Sistem Pendidikan Nasional. walaupun pada saat itu sebagian di antara lembaga-lembaga pendidikan itu masih menggunakan istilah school (sekolah). meskipun demikian. Oleh merekalah "Maksum. tidak diketahui secara pasti sejak kapan istilah madrasah ini digunakan untuk satu Jenis pendidikan Islam di Indonesia. No. 5. Kontribusi kolonialisme pada pertumbuhan madrasah adalah karena kebijakan mereka yang menawarkan pola pendidikan yang berbeda dengan sistem pendidikan tradisional. yang lazimnya dipakai masyarakat saat itu. Organisasi dan struktur pendidikan kolonial sedikit banyak diadopsi oleh madrasah dengan tetap berupaya menjaga karakter pendidikan keagamaannya.

Lebihjauh penggabungan ilmu agama dan umum pada madrasah itu. Satiman Wirjosandjoyo pada tahun 1938. madrasah meskipun ada mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum namun masih memiliki kesan dikotomik yakni dominasi ilmu umum atas ilmu agama dan belum adanya kerjasama yang harmonis antara keduanya. pendirian perguruan Sudjangi. maka lahirlah SKB (Surat Keputusan Bersama) antara Menteri Agama. ^Ibid. menyebabkan peserta didik keberatan beban dari yang seharusnya bisa mereka pikul. h. Jum'at. dan akibat lebih lanjut ialah pengembangan kemampuan peserta didik dalam menguasai ilmu yang terkesan lambat dan hasil belajar yang cenderung rendah. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1975. ilmu umum terkesan mendominasi terhadap ilmu agama. "Dilema Madrasah antara Dua Dunia". Menurutnya. Januari . menurut Abdul Munir Mulkhan.27 Abdul Munir Mulkhan menyebut kondisi di atas bahwa madrasah telah menjadi sekolah umum yang herein khas agama di mana ilmu agama hanya menjadi bagian kecil kurikulum lembaga ini.29 Jadi. Gagasan tentang perguruan tinggi Islam ini pemah dilontarkan oleh Dr.M Rusvdi: Wacana dikotomi Ilmu dalam Pendidikan Islamdan Pengaruhnva dikembangkannya madrasah yang berupaya mengkombinasikan ilmu agama dan ilmu umum. 23 Nopember 2001. "Madrasah dan Perkembangannya'\ dalam Sudjangi (Penyuting). masih menyisakan berbagai problem seperti menumbuhkan sikap ambivalen peserta didik dan bisa mengganggu perkembangan Jiwanya. No. Setelah mengalami berbagai proses sejarah yang cukup panjang.Juni 2006 . Pada pasal 1 SKB disebutkan bahwa "lembaga yang menjadikan mata pelajaran agama Islam sebagai mata pelajaran dasar yang diberikan sekurang-kurangnya 30 % di samping mata pelajaran umum. serta terdiri atas tiga tingkatan yakni Ibtidaiyah. c.28 Upaya integrasi di atas masih belum menyelesaikan problem dikotomi ilmu agama dan ilmu umum. 27 36 AL-BANJARI Vol. 5. '"Abdul Munir Mulkhan. bahkan dengan SKB itu. Koran Kompas. lAINdanUIN Dalam sejarahnya. upaya untuk menghadirkan suatu perguruan tinggi Islam sebenamya sudah dicita-citakan sejak zaman penjajahan. 9. 1992/1993. 271. Tsanawiyah dan Aliyah". Kajian Agama dan Masyarakat (Jakarta: Departemen Agama RI.

Gagasan tersebut terwujud tepatnya tanggal 8 Juli 1946 ketika Sekolah Tinggi Islam (STI) berdiri di Jakarta di bawah pimpinan Prof. Demikian alasan Satiman.net/ttgiain. Hukum.M. maka diperlukan adanya sekolah tinggi agama. dalam http://www. Abdul Kahar Muzakkir. Natsir sebagai sekretaris. sebagai realisasi kerja sebuah yayasan (Badan Pengurus Sekolah Tinggi Islam) yang dipimpin oleh Drs. Apalagi dengan kedatangan kaum Kristen yang banyak mendirikan sekolah dengan biaya rendah dan dikelola oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi. AL-BANJARI Vol. Selanjutnya. Satiman Wirjosandjoyo dalam Pedoman Masyarakat No.Juni 2006 37 . Januari . 5. pada November 1947 dibentuk Panitia Perbaikan STI. yang dalam sidangnya sepakat mendirikan Universitas Islam Indonesia (UII) pada 10 Maret 1948 dengan empat fakultas: Agama.asp. dan Pendidikan. Mohammad Hatta sebagai ketua dan M. Hasrat untuk mendirikan semacam lembaga pendidikan tinggi Islam itu bahkan sudah dirintis sejak zaman penjajahan.Rusydi: Wacana dikptomilimy dalam Pendidikan Islam dsnj'engaruhnya tinggi Islam ini akan mampu mengangkat derajat kaum muslim sekaligus untuk mempertahankan tradisi Islam yang saat itu mulai dirongrong oleh misionar Kristen lewat para penjajah. No. pengaruh Islam akan semakin kecil. 9.ditpertais. sebagaimana yang dituliskan oleh Atho Mudzhar :30 Kehadiran IAIN di tengah masyarakat pada dasamya merupakan perwujudan dari suatu cita-cita yang telah lama terkandung di hati sanubari umat Islam Indonesia. Dikatakan oleh Satiman antara lain bahwa sewaktu Indonesia masih tidur. Kemudian pada masa revolusi STI ikut Pemerintah Pusat Republik Indonesia hijrah ke Yogyakarta dan pada tanggal 10 April 1946 dapat dibuka kembali di kota itu. 15 Tahun IV (1938) pemah melontarkan gagasan pentingnya sebuah lembaga pendidikan tinggi Islam dalam upaya mengangkat harga diri kaum Muslim di tanah Hindia Belanda yang terjajah itu. maka keperluan akan adanya sekolah tinggi agama Islam itu semakin terasakan lagi dan kalau tidak. Akan tetapi setelah Indonesia bangun. Dr. "Sejarah Singkat IAIN". Cetak miring dalam kutipan adalah dari penulis. onderwijs (pengajaran) agama di pesantren mencukupi keperluan umum. Ekonomi. Pada 20 Februari 1951 Perguruan Tinggi Islam Indonesia ^Anonim.

4. IAIN Ar-Raniry di Banda Aceh. 5. Menurut dokumen ini.31 Oleh karena Yogyakarta dikenal sebagai kota revolusi maka pemerintah berinisiatif memberikan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah No. bergabung dengan UII yang berkedudukan di Yogyakarta. IAIN SyarifHidayatullah di Jakarta. Sementara itu. Adapun nama-nama 14 Institut Agama Islam Negeri tersebut adalah :33 1. Dalam rangka menjadikan PTAIN Yogyakarta dan ADIA Jakarta lebih memenuhi kebutuhan umat Islam akan pendidikan tinggi Agama Islam. IAIN Sunan K-alijaga di YogyakartBi 1960. K. No. "Anonim. 2.html 32. 1965.cQm/ HotSprings/6774/seiarah. Sementara di Jakarta. 3.32 Akhimya sampai dengan akhir 1970 di Indonesia telah berdiri 14 Institut Agama Islam Negeri. yang masing-masing diberi nama sesuai dengan nama para mujahid yang berjuang di daerah IAIN tersebut. 38 AL-BANJARI Vol. H. yang diambil dari Fakultas Agama UII berdasarkan Peraturan Pemerintah No. IAIN Sunan Ampel di Surabaya. penggabungan itu diberi nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) "al-Jami'ah al-Islamiyah alHukumiyah" yang berkedudukan di Yogyakarta. Wahib Wahab. dengan PTAIN Yogyakarta sebagai Induk dan ADIA Jakarta sebagai fakultas dari Institut baru tersebut IAIN ini akhimya diresmikan pada 24 Agustus 1960 di Yogyakarta oleh Menteri Agama. 5. 1963. "Selintas IAIN Sunan Ampel". kepada golongan Islam diberikan Perguman Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN). IAIN Raden Fatah di Palembang. 23 Tahun 1949 tanggal 16 Desember 1949 kepada golongan nasionalis. 1964.M. yang berdiri di Surakarta pada 22 Januari 1950. dikeluarkanlah Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 tentang pembentukan Institut Agama Islam Negeri. 9. Januari . Rusvdi: Wacana dikotomi Ilmu dalam Pendidikan Islam dan Pen^aruhnva (PTII). "Ibid 'Ibid.geocities. 34 Tahun 1950. dalam http://www. 1963.Juni 2006 . enam tahun kemudian berdiri pula Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) pada 14 Agustus 1957 berdasarkan Penetapan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957.

36 Lebih lanjut. sebagaimana diuraikan sebelumnya. Januari .M.35 Kemandegan tersebut menurutnya juga mengindikasikan kemandegan tradisi keilmuan di IAIN.Juni 2006 39 . Rusvdi: Wacana dikotomi Ilmu dalam Pendidikan Islam dan Penearuhnva d 6.asp ^Ibid. 1965. 1967. 14. 9. IAIN Sultan Thoha Syaifuddin di Jambi. kalau Universitas Gajah Mada merupakan hadiah kepada para nasionalis. IAIN Sultan SyarifQasim di Pekanbaru. 11. No. 1970. Qodri Azizy. IAIN Sunan Gunung Djati di Bandung.net/artikel/godriOl. IAIN Raden Intan di Tanjung Karang. terutama sekali untuk tingkat S-1. tidak berkembang dengan baik dan ini menunjukan terjadinya kemandegan Perguruan Tinggi IAIN. Tarbiyah dan Adab. IAIN Antasari di Banjarmasin. 5. ditpertais. ^Ibid. IAIN Sumatera Utara di Medan. maka IAIN Yogyakarta merupakan hadiah kepada kelompok Islam "politik" atau santri. IAIN Imam Bonjol di Padang. 1969. nama fakultas dan "gaya" kerjanyajuga berorientasi ke Al-Azhar. 1968. meskipun program studinya ada yang sudah berkembang dan tidak pasti selalu sama. suatu kenyataan yang seharusnya tidak terjadi pada tradisi identitas Perguruan Tinggi di negara maju. 7. meskipun tidak setiap IAIN mempunyai kelima fakultas tersebut. 1970.34 Fakultas-fakultas tersebut. IAIN Walisongo di Semarang. 10. sampai kini tidak ada satu IAIN pun yang mempunyai nama fakultas selain lima tersebut. menurut Qodri Azizy. Dua hal ini menjadi "A. IAIN Alauddin di UJungpandang. 12. Dakwah. AL-BANJARI Vol. Oleh karena asal mula berdirinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) lebih ditentukan oleh pertimbangan politis. yakni fakultas-fakultas Syari'ah. dalam http: //www. kemandekan keilmuan ini terlihat jelas lagi dari segi esensi atau materi keilmuan yang diajarkan di IAIN itu sendiri. 9. 13. yaitu. dan kekakuan aturan yang telah menjadi "dogma". Dalam kenyataan. Oleh karena itulah ciri utama kelembagaan IAIN lebih berorientasi ke dunia Timur Tengah. 8. khususnya ke Mesir dengan pusat keilmuan Universitas Al-Azharnya. Konsekuensinya. 1964. "Pengembangan Stmktur Kafakultasan IAIN". Ushuluddin. dan tidak ke dunia Barat. 1966. 1968.

Dalam keputusan presiden Nomor 50 tahun 2004.htm 371 40 AL-BANJARI Vol. ^Surat Keputusan Presiden ini bisa dilihat secara lengkap dalam situs http://www. Inggris atau matematika yang sama-sama ada diajarkan di perguruan tinggi umum dan Islam. yang masih belum bisa direalisasikan oleh perguruan tinggi Islam di saat bemama IAIN. demikian menurut Qodri Azizy. Saat ini di Indonesia baru mempunyai tiga UIN yakni UIN Syarif Hidayatullah di Jakarta sebagai perkembangan dari IAIN Syarif Hidayatullah. sebagaimana yang diungkapkan dalam keputusan berikut ini: bahwa dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan serta proses integrasi antara bidang ilmu agama Islam dengan bidang ilmu umum. Upaya pembenahan ini menggiring IAIN kepada perubahan nama yang lazimnya disebut dengan UIN (Universitas Islam Negeri).Juni 2006 . IAIN masih tertinggal jauh dalam ilmu-ilmu umum (teknologi).37 Dengan kata lain. teknik belajar-mengajar dan lain sebagainya. Oleh karena itulah gejala kontemporer menunjukkan adanya berbagai pembenahan dalam IAIN.go.MJR-usydi: Wacana d^kotomi Ilmu dalam Pendidjkan Islam don Pengaruhnya tanda yang kongkrit keterbelakangan IAIN yang tidak akan mampu menghadapi abad ke 21. metodologi. 9. orang sepertinya lebih percaya kualitas dari alumni atau lulusan perguruan umum daripada perguruan Islam. UIN Malang sebagai perkembangan dari STAIN Malang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai perkembangan dari IAIN Sunan 'Ibid. dan ini mengindikasikan bahwa meskipun dalam perkembangannya IAIN ada mengajarkan beberapa ilmu umum tetapi tidaklah begitu aktual dan belum mampu bersaing.id/produk_uu/produk2004/kp2004/kp50'04.ri. baik dari segi konsep keilmuan. tujuan dibentuknya UIN ini adalah upaya menyatukan antara ilmu umum dan ilmu agama. No. ketika penerimaan untuk ilmuilmu umum seperti B. dipandang perlu menetapkan Keputusan Presiden tentang Perubahan Institut Agama Islam Negeri Sunan KaliJaga Yogyakarta menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malang menjadi Universitas Islam Negeri Malang. 5. padahal persaingan global semakin ketat. Januari . Contoh di lapangan.

meskipun masih belum mampu memberikan solusi yang paling tepat sebab.M. Januari .Jiusydi: Wacana{jikqtomi Ilmu dalamPendidikan Islam dan Pensaruhnyq Kalijaga Yogyakarta.40 Al-Ghazali Dalam rangka perluasan wacana dan wawasan integrasi ilmu di tingkat lokal inilah penulis berharap dapat berperan lewat tesis ini.39 CARA BERPIKIR NORMATIF-DOGMATIS DAN SUFISTIK (BAYANI DAN IRFANI) VERSUS CARA BERPIKIR RASIONAL-EMPIRIS (BURHANI) Dalam sejarah peradaban Islam pemah tercatat dua orang tokoh Islam yang masyhur yakni al-Ghazali dan Ibn Rusyd dan keduanya telah memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan dunia. Hebatnya perdebatan dua orang tokoh ini. untuk hal ini masih diperlukan berbagai kegiatan ilmiah seperti studi banding. dengan perspektif historis-kultural masyarakat Banjar tanpa harus "membebek" kepada UIN yang sedang berkembang di atas sehingga IAIN Antasari jika memang ada upaya menyatukan ilmu umum dan agama tersebut sudah memiliki kesiapan dan memiliki konsep keilmuan yang khas dan unik. AlGhazali di wilayah Timur terjebak pada alam ruhaniah dan tenggelam dalam mega tasawuf sedangkan Ibn Rusyd semakin tajam meninggalkan alGhazali dalam terjebak pada pemikiran materialisme. 9. agar bisa cepat tanggap dengan adanya berbagai problem di IAIN Antasari sekaligus berupaya membenahinya. menurut Syamsul Arifin telah menjerumuskan keduanya kepada sikap yang berlebih-lebihan. Namun keduanya pun pemah saling "bertempur" wacana dalam wilayah pemikiran. Al-Ghazali dianggap sebagai wakil dari daerah Timur Islam dan ia dikenal dengan bukunya Tahafut al-Falasifah (Kerancuan Filsafat) untuk menyerang para filosof Islam. No. lokakarya. Namun tindakan al-Ghazali ini pun dibalas jawab oleh Ibn Rusyd sebagai wakil dari filosof dan berasal dari daerah Barat Islam dengan bukunya Tahafut at-Tahafut (Kerancuan atas Kerancuan). 65. Tests (Yogyakarta: Universitas Islam Negeri. apakah sudah mampu memenuhi tuntutan penyatuan ilmu umum dan agama atau tidak. 5. ^Syamsul Arifin. 1997). AL-BANJARI Vol. Masih minimnya dan mudanya umur UIN ini inaka masih belum mampu menunjukkan hasilnya.Juni 2006 41 . h. Oleh karena itulah wacana integrasi ilmu ini harus terus diaktualkan temtama di perguman Islam tingkat lokal seperti di Kalimantan Selatan ini. "Kritik Isma'il Raji al-Faruqi Terhadap Fenomena Dikotomi 39 Pendidikan Islam". dan lain sebagainya.

Irfani dan Burhani adalah istilah yang sering digunakan oleh M. Januari . No. dunia Barat bersorak-sorak kegirangan karena peradaban mereka dengan menggunakan cara berpikir rasional-empiris telah mengalami kemajuan yang cukup pesat bahkan mampu menciptakan berbagai hal yang baru. Adapun istilah Bayani. Jadi kalau di Timur tingkat spritualitas tumbuh dengan "subur" dan tingkat intelektualitas menurun drastis namun di Barat spritualitas menurun drastis sedangkan intelektualitas berkembang pesat.M Rusydi: Wacana dikotomj ilmudalafn Pendidikan Islam dan Pengwuhnva mendapatkan kesuksesannya di wilayah Timur dan pendapatnya merupakan suatu pemikiran yang penting di Timur dan dari al-Ghazali inilah berkembang kecendemngan dogmatis-normatif-sufistik. 39. Dua ranah cara berpikir yang berbeda di atas akhimya membentuk suatu pemahaman bahwa ada dua pendidikan dalam Islam yakni pendidikan agama dan pendidikan umum. Number 2 July-December 2001. Abid al-Jabiri dalam mengelaborasi epistemologi (sistem pengetahuan) yang ada didalam Islam terutama dalam tulisannya Takwin al-'AqI al-'Arabi (Formasi Pemikiran Arab) dan Bunyah al. Untuk melihat perbedaan pola kerja antara cara berpikir NormatifDogmatis dan Sufistik (yang lazimnya disebut al-Jabiri sebagai bayani dan Irfani) dan cara berpikir Rasional-Empiris yang disebut pula Durham. terjadilah dikotomi dalam pendidikan Islam yakni ada pendidikan dengan "sistem Barat yang modern dan sekuler" dan "sistem Islam yang tradisional dan religius". 5. Amin Abdu\\a\\. 42 AL-BANJAR1 Vol. 380-383. Ketika terjadi keterpecahbelahan ini. Dan dalam perkembangan selanjutnya tidak bisa ditolak lagi.Juni 2006 . meskipun disisi lain mereka mengalami "kegersangan" spiritual. maka bisa diperhatikan bagan berikut :41 '"Bagan ini dikutip dari M. sementara Ibn Rusyd mendapat sukses besar di daerah Barat dan juga menjadi referensi penting di daerah Barat. 9. dan dari Ibn Rusyd inilah berkembang cara berpikir rasional-empiris. Pendidikan agama dianggap bertujuan mengembangkan aspek spritualitas dan masalah keakhiratan dan pendidikan umum dianggap bertujuan untuk pengembangan aspek keduniawian dan bidang garapannya pun adalah bidang materi. Vol. AUami'ah.'Aql al' 'Arabi (Bangunan Pemikiran Arab). h. dimana perkembangan pemikiran rasional diambil alih dunia Barat dan dunia Islam menafikan cara berpikir rasional tersebut maka akhimya umat Islam terjebak pada kebekuan berpikir dan suka "tenggelam" dalam kefanaan sufistik. Sementara di wilayah lain."At-Ta'wilAl-'Ilmi: Kearah Pembahan Paradigma Penafsiran Kitab Suci".

Justifikatif. Ijtihadiyyah Istinbaliyyah/Istmtajiyyah/Istidlaliyyah/Qiyas 2. al-'AqI ad-Dini 1.Analogi Deduktif. Qiyas (Qiyas al-gaib ""'"a/a asy-Syahid) Bahasa .Dalalah (Kalam) 2.'Uql al-Mutanqfisah .Juni 2006 43 . Pengaruh pola logika Stoik (bukan logika Aristotetes) Keserupaan/kedekatan antara teks atau nash dengan realitas 1. Kalam (Teologi) 2. Nahwu (Graminar). Infisal (Diskontinyuitas) = Atomistik 2. Rusydi: Wapana dikotomi Ilmu dalam PendidikanIslam dan Pensaruhnva Bagan Normatif-Dogmatis (Bayani) 01 02 03 04 Siimber Metode (Proses Dan Prosedur) Pendekatan (Epistemologi) Kerangka Teori Nash/Teks/Wahyu (Otoritas Teks) al-Khabar. Majas. al-Lafz . Taj-wiz (Keserbabolehan) = Tidak Ada Hukum Kausalitas 3.Dalalah Lugawiyyah 1.Polemik .Dogmatik 3. Qiyas 1. Mujmal.Qiyas al. Fikih (Jurisprudensi)/Fuqaha 4.al-Ma 'na 'Am. al. Balagah Subyektif{Theistic atau Fideistic Subjectivism) 1. Akal sebagai pengekang / pengatur hawa nafsu 2. Musykil. Muqarabah (Kedekatan.Qiyas al-'Illah(¥[k\h) . 5. Muhkam. Januari . No. Mtisytarak.Taqlidi (Pengukuh Kebenaran/Otoritas Teks) 3. al-AsI . Dialektik (Jadaliyyah). Mutasyabih 1.Istinbatiyyah (Pola pikir deduktifyang berpangkal pada teks) .Repetitif. Zahir. Khas.M.al-Far' . al-Ijma' (Otoritas Salaf) 2. 05 Fungsi Dan Peran Akal Bentuk Argumen 06 07 08 Tolak Ukur Validitas Keilmuan Prinsip-Prinsip Dasar 09 10 Kelompok IlmuIlmu Pendukung Hubungan Subyek Dan Obyek AL-BANJARI Vol. Mufassar. Haqiqcst.Depensif-Apologetik . Khaft. 9. al-'Ilm at-Tauqifi 1. Keserupaan) .

Bila Hijab 1.Bila Wasitah. al-Kasyfiyyah. Tamil . 'Alifiyyah -Wijdaniyyah Bentuk Argumen 1.'Arifwa al-Ma 'ruf (Lintas Ruang dan Waktu). Simpati 4.Juni 2006 .'Irfan! Ma 'rifah (Esoterik) Ilmu Pendukung Hermes / 'Arifun 1. Psiko-Gnosis. Rusvdi: Wacana dikotomjilmudalqm Pendidikan Islam danPengaruhnyq 2. alDan Prosedur) Isyraqiyyah: al-Laduniyyah.'Ilm al'Huduri Preverbal. Zauq {cfalb) Pendekatan al-la 'aqlaniyyah (Epistemologi) 1. Prelogical Knowledge 1. Januari . Empati Keilmuan 3.Ta 'wi Nubuwwah . al-HvIul (Al-lah nafsuhuyagzu an-nafs al-insaniyyah fa yahuliafiha •wa yatahawalu al-insan hinaizin ila kainin jadidin) 1. No. aI'Mutasawwifah Kelompok Itmu2.M. Wihdah al-Wujud {Unity In Difference.Tajribah al-Batiniyyah). al-Insan Dasar (Part\\w[ai)yazubufi an-Nas (Universal) 3. Universal Reciprocity TolakUkur Validitas 1. Bagan Sufistik {Irfani} 01 Pengalaman (Experience) al-Ru 'yah al-Mubasyirah Direct Experience.'aql. Ashab al. Penghayatan Batm/Tasawuf 1. Ittihad al. 9. 5. Intersubyektif Hubungan 2. perasaan Metode (Proses 2. al-Ma 'rifah Prinsip-Prinsip 2. al-aqil wa al-ma 'qui Sumber 02 03 04 05 06 07 08 09 10 44 AL-BANJARI Vol. Haqiqi . az-Zauqiyyah (at. al-Mujahadah.Majazi Fungsi Dan Peran Partisipatif . ar-Riyadah. Unity In Subyek Dan Multiplicity) Obyek Jttihad al.Batin Kerangka Teori 2. Understanding Others (Memahami Yang Lain) 1.Wilayah 3. Intuitif. al. Sprituality (Esoterik) 1. Zahir . al-Ittihad/al-Fana' (al-Insan yazubufi al-lah).al-Hads wa al-Wijdan Akal .

'Ilm al-Husuli I . Sosial. Bagan Rasional-Empiris (Burhani) 01 02 03 04 Sumber Metode (Proses Dan Prosedur) Pendekatan (Epistemologi) Kerangka Teori 1. 1. Humanitas) Obyektif (an-Nazrah al-Maudu 'iyyah) Obyektif Rasionalisme (Terpisah antara Subyek dan Obyek) 05 Fungsi Dan Peran Akal 3.M. Verifikatif.'Aql al-Kaum Demonstratif(Eksploratif.'Anasir al-Asasiyyah li tu 'ida bina'ahu Kulli -Juz 'i.Naqdiyyah (al-Muhakamah al-'Aqiiyyah) Filosofis . Rusydi: Wacana dikotomi flmudalam Pendidikan Islam dan Pengaruhnya 3. 2. 1.'Arad Heuristik .Juni 2006 45 . Jauhar . Prinsip Kausalitas al-Hatmiyyah (Kepastian) al-Mutabaqah bama al~ 'aql wa nizam at-tabi 'ah Filsafat Ilmuwan (Alam. Sosial. 2. 2. 1.Saintifik 1. 09 10 AL-BANJARI Vol. 06 07 08 Bentuk Argumen Tolak Ukur Validitas Keilmuan Prinsip-Prinsip Dasar Kelompok IlmuIlmu Pendukung Hubungan Subyek Dan Obyek 3. Explanatif) Pengaruh logika Aristoteles dan logika keilmuan pada umumnya Korespondensi (Hubungan antara akal dan alam) Koherensi (Konsistensi logika) Pragmatik {Fallibility of Knowledge) Idrak as-Sabab (Nizam as-sababiyyah as-Sabil). 2. No.Tahiti al. \. 3.Kritis (al-Mu 'anah wa al-mukabadah wa ijalah an-nazr) Menyelidiki Sebab-Musabab (Idrak as-Sabab wa alMusabbab) al. al-Tasawwurat . al-Had al-Burhan Premis-Premis Logika {al-Mantiq) .Analitik . 3I. Bahsiyyah ~ Tahliliyyah . al. Januari . 5.Silogisme (2 Premis + Konklusi) A=B B=C A=C . 1. 2. 9. Abstraksi (al-maujudah al-bari 'ah min al-madah 2. Realitas (Alam.at-Tasdiqat.Tarkibiyyah . Humanitas) 2. 2.

Januari . 5. 1997). Pendidikan minimal Sl Accounting". Rusvdi: Wacana dikotomi Ilmu dalam Pendidikan Islam danPengaruhnva DAMPAK DIKOTOMI ILMU BAGI UMAT ISLAM Dua orang anak muda yang baru lulus dari sebuah perguruan tinggi Islam bersama-bersama berangkat ke perpustakaan daerah untuk mencari koran gratis agar bisa mendapatkan informasi lowongan kerja. Kesulitan para lulusan perguruan Tinggi Islam untuk mencari kerja sudah cukup dimaklumi. terutama dalam lahan persaingan kerja.Juni 2006 .M. Berlembar-lembar koran lama dan baru dibolak balik tetapi posisi yang diberikan selalu untuk lulusan perguruan Tinggi umum. Fenomena di atas hanyalah bagian kecil dari dampak adanya dikotomi keilmuan dalam pendidikan Islam. bahkan muncul anggapan bahwa ilmu tidak perlu ditambah lagi atau sudah mencapai fmalnya dan ini mengindikasikan lemahnya kreatifitas umat. 114. Bilik-Bilik Pesantren (Jakarta : Paramadina. Malik Fajar menyatakan bahwa pesantren memiliki tradisi yang kuat dalam transmisi keilmuan Islam klasik namun karena kurangnya improvisasi metodologi maka akhimya transmisi tersebut hanya memunculkan penumpukan keilmuan. Nurcholish Madjid. mungkin aku sekarang sudah bekerja di perusaahan yang sama seperti kakakku". Akhimya. mereka pun kelelahan dan salah satu dari mereka bergumam "sulitjuga ya cari pekerjaan yang pas dan bergengsi buat lulusan seperti kita ini dibanding mereka yang lulus dari perguruan umum". "We are seeking qualified and highly motivated people to fill the position with the following requirements : Mechanical Engineering Manager". No. sang kawan pun menjawab "betui juga. "Perusahaan Distributor Consumer Goods Nasional Besar Membutuhkan segera Chief Accounting (CA). Sesampainya di perpustakaan. mereka pun langsung mengambil dan membolak-balik koran-koran yang ada. "Sintesa Antara Perguruan Tinggi dan Pesantren". Dengan langkah yang agak gontai merekapun beranjak pulang. Mahasiswa perguruan Islam yang tidak dilengkapi dengan kemampuan yang kreatif selain ilmu-ilmu agama tidak mampu bersaing dengan para mahasiswa lulusan umum.42 "Malik Fajar. 9. 46 AL-BANJARI Vol. padahal andai aku dulu menuruti saran kakakku untuk kuliah di perguruan Tinggi umum dan mengembangkan kemampuan kimiaku. Adanya dikotomi ini juga telah melahirkan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang lemah dalam ranah metodologi. Usia 27 Tahun. h.

konsep pendidikan gaya bank memandang manusia sebagai makhluk yang dapat disamakan dengan benda dan gampang diatur. 1999). Oleh Utomo Danajaya et.4 Dampak dikotomi keilmuan ini juga diungkapkan oleh M. ^Anas Syahrul Atimi.M Rusvdi: Wacana dikotomillmu dalam Pendidikan Islam dan Pengarulwva Lemahnya daya kreatifitas dan metodologi ini akhimya mengarahkan kepada pola belajar-mengajar yang lazimnya disebut Paulo Freire dengan banking concept of education (konsep pendidika ala bank). Januari . h. AL-BANJARI Vol. 1985). 85-86. Munir Mulkhan et. 43 Pendidikan Kaum Tertindas (Jakarta: LP3ES. al.Juni 2006 47 . semakin banyak anak didik menyimpan tabungan yang dititipkan maka semakin kurang mereka mengembangkan kesadaran kritis yang dapat mereka peroleh dari keterlibatan di dunia sebagai pengubah dunia tersebut. Reformasi dan Masa Depan Pendidikan di Indonesia : Sebuah Rekonstruksi Pemikiran Prof. 50-56.. "Rekonstruksi Kritis Ilmu dan Pendidikan Islam". at. sementara budaya ketergantungan mampu menciptakan budaya suap-menyuap.. Jadi konsekuensinya cara belajar-mengajar seperti ini selain mematikan kreatifitas juga mampu menciptakan dikotomi antara dunia dan manusia. Iqbal bahwa seorang anak muslim hasil didikan masa klasik bingung menghadapi A2yumardi Azra. Religiusitas IPTEK (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. manusia hanyalah penonton bukan pencipta. 5. Pedagogy of the Oppressed. h. tempat menamh investasi.44 Cara berpikir normatif dan doktrinal juga membentuk cara penyampaian keilmuan yang monoton dan monolog bukan bersifat dialog dan komunikatif. h. 9. No. sehingga mereka tidak memikirkan apa-apa lagi. disuplai. 44 Poulo Freire. dan ini tentu berefek kepada kebobrokan moral bangsa. Dr. Dan sangat minim pembentukan anak didik yang diposisikan kepada belajar-mengajar problem posing of education yakni menawarkan persoalan-persoalan yang problematis dan menuntut anak didik berpikir kreatif dan memecahkannya. Metode yang menjadikan satu orang total sebagai sumber wacana dan menjadikan yang lain sebagai sesuatu yang pasif. diterj. Oleh Paulo Freire. Djohar (Yogyakarta : IKIP Yogyakarta Bekerjasama dengan Pustaka Pelajar. Anak didik dijadikan sebagai banking. pada akhimya mampu membentuk budaya ketergantungan. 1998). manusia (anak) semata-mata ada di dunia bukan bersama dunia. 24-25.

"Transfomiasi Politik Ahran". 62. sulit untuk bersatu. 150.Juni 2006 . Syafii Ma'arif. serta sering tertinggal dalam persaingan peradaban.M Rusvdi: Wacana dikotomi Ilmu dalam Pendidikan Islam dan Pengaruhnva realitas sejarah yang tidak dapat dipahaminya. dikotomi keilmuan ini betul-betui memberikan dampak yang sangat signifikan dalam kehidupan umat Islam. No. Retiffiusitas IPTEK. him 46 48 AL-BANJARJ Vol. Perlengkapan intelektualnya terlalu minim untuk mampu bergumul dengan realitas yang mencekam. 1993). 48 Untuk hal ini bisa diperhatikan dalam Suhadi. mudah dipermainkan oleh yang lain.46 Dan yang lebih parah lagi pola belajar-mengajar doktriner dan normatif yang biasa dikembangkan pada wilayah agama bisa menghilangkan daya tarik terhadap kajian keagamaan itu sendiri sebab dengan cara itu para pengkaji tidak perlu lagi menelaah dan meneliti agama itu dikarenakan mereka sudah tahu jawaban-jawaban yang akan diberikan yang mungkin telah mereka peroleh sebelumnya dari berbagai forum pengajian. Sebagaimana maklum di Indonesia bisa ditemukan antara partai politik yang cenderung nasionalis dan Islamis. com/kompas-cetak/0408/11/opini/l} 93224. http://www.4 Dikotomi keilmuan dalam pendidikan Islam ini bisa juga berefek pada wilayah politik. kompas. 9. Peta Bumi Intelektualisme Islam di Indonesia (Bandung : Mizan. 5. Oleh karena pandangan dasar serta produk pemikiran (pendidikan) umat Islam terpecah belah maka cara hidup dan tingkah laku masyarakat Islam pun menjadi terpecah belah. "Problem Epistemologis-Metodologis Pendidikan Islam". Mungkinkah ini yang dimaksud dengan peringatan Nabi Muhammad SAW dulu bahwa suatu masa nanti umat Islam sangat banyak namun mereka hanya seperti buih yang mudah diombang-ambingkan oleh gelombang? PENUTUP Dikotomi ilmu dalam Islam masih merupakan persoalan yang belum bisa diselesaikan. A. h. dalam Munir Mulkhan. h. Keduanya cendenmg untuk saling menegasikan dan berebut kekuasaan bukan saling merangkul dan saling bekerjasama untuk membangun negeri ini. Sementara berbagai dampaknya terus meluas menggerogoti peradaban Islam dan semakin menambah catatan ketertinggalan Islam dart peradaban Barat. ""Amm Abdullah.48 Singkatnya. Januari .

2. dalam http://www.geocities.. al-Mufassal fi Tankh al-'Arab Qabia al-Islam.net/ ttgiain. 1984j) Azizy. Jawad. Hasan.M Rusvdi.asp. 5. Cetak miring dalam kutipan adalah dari penulis. 1982) Ali. Azyumardi.corn/ HotSprings/6774/sejarah. Menyingkap Zaman Keemasan Islam. Munir Mulkhan et. Vol. Asari. al. Desember 2002. Isma'il Raji. (Yogyakarta: Universitas Islam Negeri. (Bagdad . Alimi. Anas Syahru. "Rekonstruksi K-ritis Ilmu dan Pendidikan Islam". A. Tesis. "Problem Epistemologis-Metodologis Pendidikan Islam".ditpertais. Januari . Amin. Reformasi dan Masa Depan Pendidikan di Indonesia : Sebuah Rekonstruksi Pemikiran Prof.ditpertais.net/artikel/qodri01 . Dar anNahdhah)1978. Islamization of Knowledge : General Principles and Workplan Hemdon : HIT. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar.asp Azra. dalam http://www.html Arief. AL-BANJARI Vol. dalam http://www. Syamsul. AI-Faruqi. 1997). "Pengembangan Struktur Kafakultasan IAIN". No.:JVacana dikotomi Ilmu dalam Pendidikanjslam dan^Pengaruhwa Dikotomi ini tidaklah muncul dengan tiba-tiba tetapi dimulai oleh sebuah sejarah panjang yang menghasilkan berbagai produk cara berpikir dan lembaga pendidikan yang mendukung terbentuknya dikotomi tersebut. 1999). (Yogyakarta: IKIP Yogyakarta Bekerjasama dengan Pustaka Pelajar. "Sejarah Singkat IAIN". Belajar dari sejarah tersebut. Jauhar. Qodri. Annai "Melacak Akar Timbulnya Dikhotomi Ilmu Dalam Pendidikan Islam".{ Bandung . "Kritik Isma'il Raji al-Faruqi Terhadap Fenomena Dikotomi Pendidikan Islam". Anonim. Dr. dalam Munir Mulkhan. No. 3. Arifin. "Selintas IAIN Sunan Ampel". DJohar. Religiusitas IPTEK. Religiusitas IPTEK. maka mau tidak mau upaya penyelesaian dikotomi tersebut hams dimulai sejak dini dan terus digulirkan sehingga diharapkan dalam proses sejarahnya nanti mampu membentuk sebuah konsep keilmuan yang integratif dan interkoneksi serta mampu menghasilkan peradaban Islam yang diharapkan. 9. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Mizan. Anonim.Juni 2006 49 . 1998).

Maksum. PT. Poulo.kompas. 1999). Januari . Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. A. (Beirut: Dar al-Fikr. dalam Marzuki Wahid et. (Jakarta. "Sintesa Antara Perguruan Tinggi dan Pesantren". No. Khoiri. Oleh Utomo Danajaya et.Juni 2006 . Peta Bumi Intelekt-ualisme Islam di Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka. 1992/1993). 1994). Universitas Islam Negeri. 1985). at. al. Abdurrahman. Syaifuddin "Tipologi Konsep Kurikulum Pesantren di Kalimantan Selatan". Fahri. 1994). (Yogyakarta: Tiara Wacana. 2000. Rusvdi: Wacana dikotomi ilmu daiam Pendidikan Islam dan Pensaruhnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993). Jum'at. Muslih. (Jakarta: INIS. Pedagogy of the Oppressed. Laporan Rendition. Ahmad. Departemen Agama RI.M. Malik. Ismail. Gramedia Utama. "dikotomi". "Pondok Pesantren Masa Depan". (Yogyakarta: IRCiSoD. 1968).htm Surat Keputusan Presiden ini bisa dilihat secara lengkap dalam situs http://www. http://www. "dichotomy". Bilik-Bilik Pesantren. 23 Nopember 2001.com/kompciscetak/0408/}l/opim/I193224. Kamus Besar Bahasa Indonesia. LAIN Antasari. Sayyed Hosseon. Usa. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam.go. dalam Sudjangi (Penyutmg). Nasr. (Bandung : Rosdakarya. John M. Wahid. Tesis. (Ed. dan Hassan Shadily. Koran K-ompas. Ma'arif. Kajian Agama dan Masyarakat. Fajar. Tafsir. (Bandung : Pustaka Hidayah. Pendidikan Kaum Tertindas. Banjarmasin. 1989). Sabda. Sudjangi.ri. 50 AL-BANJARI Vol. Mizan. Imam. "Transmisi Keilmuan Islam Klasik".id/produk uu/produk2004/kp2004/kp50'04. 5. Ahmad. 1991). 1992). "Madrasah dan Perkembangannya". (Jakarta. (Jakarta: LP3ES. 1999). (Cambridge : Harvard University Press. Mulkhan. 1997). Syafli. diterj. Formasi Nalar Arab. 1999). 2003). 9. (Yogyakarta. {Bandung:. Pesantren Masa Depan. 1954). "Transformasi Politik Aliran". Madrasah Sejarah &Perkembangannya. Kamus Inggris-Indonesia. Paramadina. Science and Civilization in Islam. (Penyunting).. (Ciputat: Logos.htm Syalabi. Abdul Munir "Dilema Madrasah antara Dua Dunia". (Jakarta .). Nurcholish Madjid. Echols. Suhadi. Mastuhu. Pendidikan Islam di Indonesia Antara Cita dan Fakta. Freire. Tarikh at-Tarbiyyah al-Islamiyyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful