Mengapa Kualitas ?

Karena, kualitas itu merupakan:
- Competitive issue
- Essential for survive
- Global marketing
- Efektifitas harga
- Mempertahankan pelanggan, meningkatkan profit
- World class business

Deming’s Chain Reaction
Merupakan rangkaian dari sebuah kontrol kualitas yang telah disusun oleh
seorang bernama Deming‟s

Pengertian Kualitas
- Menurut American Heritage Dictionary, “Sebuah karakteristik atau atribut
sesuatu”
- Total fitur dan karakteristik yang dimiliki suatu produk, kemampuannya
dalam menyelesaikan suatu masalah serta pemenuhan kebutuhan
- Kualitas merupakan sebuah kepuasan yang diterima pelanggan
- Jenis-jenis kualitas :
- Kualitas desain meliputi material, toleransi,desain
- Kualitas konformansi merupakan implementasi


Konsep Kualitas
- Kualitas
Merupakan karakteristik positif yang melekat pada suatu produk seperti
keandalan suatu produk, keawetan suatu produk, biaya perawatan yang
murah dan mudah serta tahan lama di pasaran.
- Kontrol Kualitas
Merupakan serangkaian pemeriksaan, kajian dan pengujian pada siklus
pengembangan guna memastikan suatu produk memenuhi persyaratan
yang ditetapkan. Jaminan kualitas terdiri dari fungsi auditing, pelaporan
manajemen memiliki tujuan untuk:
- Memberikan data pada manajemen
Merupakan aktivitas audit secara periodik kepada pimpinan tentang
semua aktivitas yang telah dilakukan dalam waktu tertentu secara
manajerial.
- Memberi kepastian bahwa produk memenuhi persyaratan
Fuungsi auditing juga dapat digunakan sebagai ukuran dalam
meningkatkan kinerja produksi dan peningkatan kualitas yang sesuai
standar yang ada dipasaran.
- Biaya kualitas
Merupakan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengejar suatu kualitas.
Macam biaya :
- Biaya pencegahan
- Biaya penilaian
- Biaya kegagalan termasuk biaya kegagalan internal & eksternal

Fitur dan Karakteristik Kualitas Produk (ISO/IEC 9126)
- Functionality
Merupakan suatu kemampuan suatu produk dalam memenuhi kebutuhan
pihak konsumen yang membutuhkan dalam menyelesaikan atau
mengurangi beban kerja konsumen sehingga suatu produk dikatakan
berfungsi dengan baik.
- Reliability
Merupakan manfaat yang dirasakan pihak konsumen secara nyata bukan
hanya sesaat setelah barang digunakan mengalami kerusakan dan sulit
perawatan dan mahalnya biaya.
- Usability
Produk yang dihasilkan benar-benar bermanfaat dan dapat digunakan
sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pihak konsumen itu
sendiri.
- Efficiency
Mempunyai sifat yang efisien terhadap suatu produk yang dihasilkan
misal biaya perawatan yang relatif murah dan penggunaan yang tidak
memerlukan biaya yang banyak sehingga membantu meringankan pihak
konsumen dalam hal finansial.
- Maintainability
Suatu produk yang dihasilkan selalu diharapkan akan kemudahan dalam
perawatan dan biaya yang relatif murah karena suatu produk terkadang
digunakan dalam waktu yang relatif lama.
- Portability
Mudah digunakan dan bisa digunakan dimana saja tidak terbatas dalam
satu tempat sehingga tidak merepotkan pihak konsumen ketika akan
bepergian ke suatu tempat yang jauh dimana kemungkinan produk dapat
dibawa atau dapat dipindah serta disimpan di tempat yang aman.

Sekilas Tentang SQA
SQA/Software Quality Assurance ialah aktifitas pelindung yang diaplikasikan
pada seluruh proses perangkat lunak.
SQA meliputi :
o Pendekatan manajemen kualitas
o Teknologi rekayasa perangkat lunak yang efektif
o Kajian teknik formal yang diaplikasikan pada keseluruhan proses PL
o Strategi pengujian multitiered (deret bertingkat)
o Kontrol dokumentasi PL dan perubahan yang dibuat
o Prosedur untuk menjamin kesesuaian dengan standar pengembangan PL
o Mekanisme pengukuran dan pelaporan

Kualitas / Mutu :
Ukuran tingkat kesesuaian barang/ jasa dg standar/spesifikasi yang telah
ditentukan/ ditetapkan.
Pengendalian Kualitas Statistik (PKS) :
Ilmu yang mempelajari tentang teknik /metode pengendalian kualitas berda-
sarkan prinsip/ konsep statistik.

Cara menggambarkan ukuran kualitas diantarany adalah:
- Variabel
Karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan besaran yang dapat
diukur (besaran kontinue). Seperti : panjang, berat, temperatur
- Attribut
Karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan apakah produk
tersebut memenuhi kondisi/persyaratan tertentu, bersifat dikotomi, jadi
hanya ada dua kemungkinan baik dan buruk. Seperti produk cacat atau
produk baik, dll.

Tujuan :
- Memperoleh jaminan kualitas (quality Assuran-ce) dapat dilakukan
dengan Aceceptance sampling Plans.
- Menjaga konsistensi Kualitas, dilaksanakan dengan Control Chart.

Keuntungan :
- Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi biaya.
- Menjaga kualitas lebih uniform.
- Penggunaan alat produksi lebih efisien.
- Mengurangi rework dan pembuangan.
- Inspeksi yang lebih baik.
- Memperbaiki hubungan produsen-konsumen.
- Spesifikasi lebih baik.

Ada 4 metode Statistik yang dapat digunakan dalam Pengendalian Kualitas :
Distribusi Frekuensi
Untuk melihat kualitas sampel dapat digunakan :
1. Kualitas rata-rata
2. Penyebaran kualitas
3. Perbandingan kualitas dengan spesifikasi yang diinginkan.
Suatu tabulasi atau cacah (tally) yang menyatakan banyaknya suatu ciri kualitas
muncul dalam sampel yang diamati.
Peta kontrol/kendali (control chart)
Grafik yang menyajikan keadaan produksi secara kronologi (jam per jam atau hari
per hari). Metode Statistik untuk menggambarkan adanya variasi atau
penyimpangan dari mutu (kualitas) hasil produksi yang diinginkan.
Dengan Peta kendali :
- Dapat dibuat batas-batas dimana hasil produksi menyimpang dari
ketentuan.
- Dapat diawasi dengan mudah apakah proses dalam kondisi stabil atau
tidak.
- Bila terjadi banyak variasi atau penyimpangan suatu produk dapat segera
menentukan keputusan apa yang harus diambil.
1. Variasi dalam objek
Mis : kehalusan dari salah satu sisi daru suatu produk tidak sama
dengan sisi yang lain, lebar bagian atas suatu produk tidak sama dengan
lebar bagian bawah, dll.
2. Variasi antar objek
Mis : sautu produk yang diproduksi pada saat yang hampir sama
mempunyai kualitas yang berbeda/ bervariasi.
3. Variasi yg ditimbulkan oleh perbedaan waktu produksi
Mis : produksi pagi hari berbeda hasil produksi siang hari.

Tiga macam control chart :
- Control Chart Shewart
Peta ini disebut peta untuk variabel atau peta untuk x dan R (mean dan
range) dan peta untuk x dan σ (mean dan deviasi standard).
Contoh:
Peta kendali X :
 Memantau perubahan suatu sebaran atau distribusi suatu variabel asal
dalam hal lokasinya (pemusatannya).
 Apakah proses masih berada dalam batas-batas pengendalian atau tidak.
 Apakah rata-rata produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang
telah ditentukan.
Peta kendali R :
 Memantau perubahan dalam hal spread-nya (penyebarannya).
 Memantau tingkat keakurasian/ketepatan proses yang diukur dengan
mencari range dari sampel yang diambil.
- Peta kontrol untuk proporsi atau perbandingan antara banyaknya
produk yang cacat dengan seluruh produksi, disebut peta- p (p-chart).
- Peta kontrol untuk jumlah cacat per unit, disebut peta-c (c-chart). Peta
pengendali untuk banyaknya cacat dalam satu unit produk. Suatu produk
dikatakan cacat (defective) jika produk tersebut tidak memenuhi suatu
syarat atau lebih. Setiap kekurangan disebut defec. Setiap produk yang
cacat bisa saja terdapat lebih dari satu defec. (yang diperhatikan
banyaknya cacat, bukan jumlah produk yang cacat).

Tabel sampling
Tabel yang terdiri dari jadual pengamatan kualitas, biasanya dalam bentuk
presentase.


Metode Khusus
Metode ini digunakan untuk pengendalian kualitas dalam industri, al : korelasi,
analisis variansi, analisis toleransi, dll.

Konsep Statistik Dalam Probabilitas
- Konsep statistik
- PKS merupakan pengeterapan statistik pada proses produksi, sehingga
diperlukan pengertian yang tepat dan jelas mengenai konsep-konsep statistik
untuk menghindari salah interpretasi.
- Salah interpretasi dalam proses produksi mengakibatkan penurunan kualitas
produksi atau penambahan biaya produksi.

Distribusi Probabilitas
- Probabilitas merupakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa/hasil (yang
diharapkan) dari sejumlah peristiwa/hasil yang diharapkan terjadi.
- Distribusi probabilitas pada materi stat II merupakan pendalaman dari teori
probabilitas (teori kemungkinan atau peluang) pada stat I.
- Dalam teori probabilitas, menghitung kemungkinan timbulnya gejala yang
diharapkan dari variabel populasinya.
- Sedang dalam distribusi probabililitas, menghitung kemungkinan timbulnya
gejala yang diharapkan dari variabel sampelnya.

Distribusi Binomial/Bernoulli
Probabilitas timbulnya gejala yang diharap-kan disebut probabilitas “sukses” dan
diberi simbol P, probabilitas timbulnya gejala yang tidak kita harapkan disebut
probabilitas “gagal” diberi simbol 1-P, maka probabilitas timbulnya gejala yang
kita harapkan sebanyak x kali dalam n kejadian (artinya x kali akan sukses dan n –
x kali akan gagal).


Ciri – ciri:
- Tiap percobaan hanya memiliki dua kemungkinan hasil saja, yaitu “sukses”
dan “gagal”.
- Probabilitas “sukses” selalu sama pada tiap percobaan, akan tetapi
probabilitas “sukses” tidak harus sama dengan probabilitas “gagal”.
- Setiap percobaan bersifat independen.
- Jumlah percobaan yang merupakan komponen rangkaian binomial adalah
tertentu, dinyatakan dengan n Jika x adalah variabel random binomial, maka
probabilitas fungsi dari x kali akan sukses dan n-x kali gagal, maka
probabilitas timbulnya gejala yang kita harapkan sebanyak x kali dalam n
kejadian dapat dinyatakan dalam rumus sebagai berikut :


disebut binomial coefficiens, menun-jukkan x kali sukses
dari kejadian. (dapat dicari dalam tabel)

Contoh :
- Sebuah mata uang logam dilempar sebanyak 7 kali, maka:
- Berapa probabilitas diperolehnya 4 gambar ? (mata uang terdiri dari sisi
gambar dan sisi angka).
- Berapa rata-rata keluarnya sisi gambar dari 7 pelemparan tsb?
- Barapa simpangan baku (standar deviasi) nya ?

Rencana Penerimaan Sampel
Rencana penerimaan sampel adalah prosedur yang digunakan dalam mengambil
keputusan terhadap produk-produk yang dihasilkan perusahaan. Bukan
merupakan alat pengendalian kualitas, namun alat untuk memeriksa apakah
produk yang dihasilkan tersebut telah memenuhi spesifikasi. Acceptance sampling
digunakan karena alasan :
- Dengan pengujian dapat merusak produk.
- Biaya inspeksi yang tinggi.
( )
x n x
x
n
C x P
÷
÷
(
¸
(

¸

= t t 1 ) (
(
¸
(

¸

x
n
C
- 100 % inspeksi memerlukan waktu yang lama, dll.

Beberapa keunggulan dan kelemahan dalam acceptance sampling :
Keunggulan al :
 biaya lebih murah
 meminimalkan kerusakan
 mengurangi kesalahan dalam inspeksi
 dapat memotivasi pemasok bila ada penolakan bahan baku.

Kelemahan al :
 adanya resiko penerimaan produk cacat atau penolakan produk baik
 membutuhkan perencanaan dan pendokumentasian prosedur pengambilan
sampel.
 Tidak adanya jaminan mengenai sejumlah produk tertentu yang akan
memenuhi spesifikasi.
 Sedikitnya informasi mengenai produk.

Dua jenis pengujian dalam acceptance sampling :
 Pengujian sebelum pengiriman produk akhir ke konsumen.
Pengujian dilakukan oleh produsen disebut the producer test the lot for
outgoing.
 Pengujian setelah pengiriman produk akhir ke konsumen.
Pengujian dilakukan oleh konsumen disebut the consumer test the lot for
incoming quality.


Acceptance sampling dapat dilakukan untuk data atribut data variable :
 Acceptance Sampling untuk data atribut dilakukan apabila inspeksi
mengklasifikasikan sebagai produk baik dan produk cacat tanpa ada
pengklasifikasian tingkat kesalahan/cacat produk.
 Acceptance Sampling untuk data variabel karakteristik kualitas
ditunjukkan dalam setiap sample, sehingga dilakukan pula perhitungan
rata-tata sampel dan penyimpangan atau deviasi standar.

Teknik pengambilan sample dalan acceptance sampling :
 Sampel tunggal,
 sampel ganda dan
 sampel banyak.
Syarat pengambilan produk sebagai sample :
 Produk harus homogeny
 Produk yang diambil sebagai sample harus sebanyak mungkin
 Sample yang diambil harus dilakukan secara acak
Prosedur yang dilakukan :
 Sejumlah produk yang sama N unit
 Ambil sample secara acak sebanyak n unit
 Apabila ditemukan kesalahan d sebanyak maksimum c unit, maka sample
diterima.
 Apabila ditemukan kesalahan d melebihi c unit, maka sample ditolak, yang
berarti seluruh produk yang homogen yang dihasilkan tersebut juga
ditolak.

Kebutuhan secara menyeluruh pada kebutuhan kualitas software
- Klasifikasi kebutuhan software ke dalam faktor kualitas software
- Faktor kualitas produk-operasi produk)
- Faktor kualitas software - revisi/perbaikan produk)
- Faktor kualitas software - peralihan/transisi produk)
- Model alternatif dari faktor kualitas software
- Perbandingan formal model alternatif
- Perbandingan model faktor - analisa konten
- Struktur dari model alternatif faktor
- Siapa sajakah yang tertarik dalam mendefinisikan kebuthuan software??
Faktor kualitas produk/operasi produk
Sesuai dengan McCall‟s model, 5 faktor kualitas software termasuk dalam
kategori operasi produk, masing-masing mempunyai pengaruh langsung dalam
operasi software. Faktor-faktornya adalah sbb :
- Correctness ((kebenaran)), tingkat pemenuhan program terhadap kebutuhan
yang dispesifikasikan dan memenuhi tujuan/misi pengguna.
- Reliability ((keandalan)), tingkat kemampuan program yang diharapkan
dapat menampilkan fungsi yang dimaksud dengan presisi yang ditetapkan.
- Efficiency ((efisiensi)), jumlah sumberdaya yang diproses dan kode yang
diperlukan oleh program untuk melaksanakan fungsinya.
- Integrity, tingkat kemampuan pengawasan akses terhasap data atau
software oleh orang-orang tertentu.
- Usability, usaha yang diperlukan untuk mempelajari, mengoperasikan,
menyiapkan masukan dan mengartikan keluaran program.

Faktor kualitas software (revisi produk)
Sesuai dengan faktor kualitas software dari Mc Call‟s model, 3 faktor kualitas
masuk dalam kategori revisi produk, yaitu:
- Maintainability, usaha yang diperlukan untuk menetapkan dan
memperbaiki kesalahan dalam program
- Flexibility, usaha yang diperlukan untuk memodifikasi program
operasional
- Testability, usaha yang diperlukan untuk menguji program untuk
memastikan bahwa program melaksanakan fungsi yang telah ditetapkan.

Faktor kualitas software/transisi produk
Menurut McCall‟s, 3 faktor kualitas yang dimasukkan ke dalam kategori transisi
produk, kategori yang berhubungan dengan adaptasi software dalam lingkungan
yang baru serta interaksinya dengan sistem software yang lain, yaitu :
- Portability, usaha yang diperlukan untuk memindahkan program dari
hardware/lingkungan sistem software tertentu ke yang lainnya
- Reusability, tingkat kemampuan program/bagian dari program yang dapat
dipakai ulang dalam aplikasi lainnya, berkaitan dengan paket dan lingkup
dari fungsi yang dilakukan oleh program.
- Interoperability, usaha yang diperlukan untuk menggabungkan satu sistem
dengan sistem yang lainnya

Faktor tambahan yang lain dedifinisikan sebagai berikut :
- Verifiability ((Evan - marciniak)) : fitur desain & program yang
memungkinkan verifikasi yang efisien dari desain dan program.
- Expandability ((Evan - marciniak, Deutsch - Willis)) : tingkatan dimana
rancangan arsitektural, data atau prosedur dapat dikembangkan.
- Safety ((Deutsch - Willis)) : dimaksudkan untuk menghilangkan kondisi-
kondisi yang beresiko.
- Manageability (Deutsch-Willis) : mengacu pada tools administratif yang
mendukung modifikasi software selama periode pengembangan software
dan pemeliharaan.
- Survivability : mengacu pada kesinambungan servis.

Komponen sistem SQA
Dibagi menjadi 6 kelas, diantaranya :
- Komponen pra-proyek (pre-project component)
- Komponen penilaian dari siklus kehidupan proyek (component of project
life cycle activities assesment)
- Komponen pencegahan dan perbaikan eror infrastruktur (componenets of
infrastructure error prevention dan maintenance).
- Komponen manajemen kualitas software (components of software quality
management).
- Komponen standarisasi, sertifikasi dan sistem penilaian SQA.

Tujuan :
- Menjamin bahwa komitmen projek telah cukup didefinisikan dengan
mempertim- bangkan sumber daya yang dibutuhkan, schedule serta budget
- Menjamin perencanaan mengenai pengembangan dan kualitas telah
ditetapkan dengan benar.

Komponen standarisasi, sertifikasi dan sistem penilaian SQA
Tujuan :
- Pemanfaatan pengetahuan profesional internasional
- Meningkatkan koordinasi antar organisasi mengenai sistem kualitas
- Penilaian pencapaian sistem kualitas sesuai dengan skala umum

Pengaturan untuk SQA – human component
Beberapa orang diantaranya, manager, personel uji coba, unit SQA dan praktisi
berperan dalan kualitas software, tujuan utama mereka ialah mengajukan dan
mendukung pelaksanaan dari komponen SQA, memeriksa apakah ada
penyimpangan prosedur serta metodologi, dan memberikan perbaikan.

Pendekatan kualitas :
Model pendekatan kuwalitas
- Pendekatan kualitas dengan pendekatan transendensi
- Pendekatan yang berhubungan dengan produk
- Pendekatan yang berhubungan dengan pemakai
- Pendekatan proses
- Pendekatan rasio hubungan harga atau kemampuan pakai

Pendekatan trasendensi:
Pendekatan ini dikenal untuk sebuah konsistensi standar tinggi untuk
fungsionalitas dari satu produk. Dalam konteks ini kualitas tidak dapat diukur dan
didefinisikan secara tepat.

Pendekatan proses
Ada 2 pendekatan proses :
1. PROFIT
2. PDCA

PROFIT
P : Problem definition
R : Root cause identification and analysis
O :Optimal solution based on root cause
F : Finalize how the corrective action will implemented
I : Implement the plan
T:Trak the effectiveness of the implementation and verify that desired result meet

PDCA
P - PLAN
D - DO
C - CHECK
A - ACTION
Pendekatan rasio hubungan harga
Pada pendekatan ini melibatkan hubungan antara harga dan kualitas. Pada konteks
ini, maka kualitas dari satu produk adalah produk yang dirancang untuk
pemakaian tertentu dengan harga yang dapat terjangkau oleh pemakai atau
sebagai konfirmasi antara spesifikasi dan biaya

Teknologi RPL yang efektif.
Rekayasa perangkat lunak (RPL) adalah disiplin ilmu yang membahas „semua
aspek produksi‟ perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan
pengguna, menentukan spesifikasi kebutuhan pengguna, desain, coding, pengujian
sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.


Tahapan RPL
- Analisis sistem
- Model proses
- Desain PL
- Konstruksi
- Pengujian
- Perawatan dan konfigurasi

Model atau paradigma umum proses PL
- Model air terjun (waterfall)
Mengambil kegiatan dasar seperti spesifikasi, pengembangan, validasi, dan
evolusi dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti
spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian
dan seterusnya
- Pengembangan evolusioner
Pendekatan ini berhimpitan dengan kegiatan spesifikasi, pengembangan, dan
validasi. Sistem awal dikembangkan dengan cepat dari spesifikasi abstrak. Sistem
ini kemudian di perbaiki dengan masukan dari pelanggan untuk menghasilkan
sistem yang memuaskan kebutuhan pelanggan
- Pengembangan sistem formal
Pendekatan ini menghasilkan suatu sistem matematis yang formal dan
mentransformasikan spesifikasi ini, dengan menggunakan metode matematik
menjadi sebuah program
- Pengembangan berdasarkan pemakaian ulang (Reusable)
Teknik ini menganggap bahwa bagian-bagian sistem sudah ada. Proses
pengembangan sistem terfokus pada pengintegrasian bagian-bagian sistem dan
bukan pengembangannya dari awal.

Konsep Kualitas  Kualitas Merupakan karakteristik positif yang melekat pada suatu produk seperti keandalan suatu produk. biaya perawatan yang murah dan mudah serta tahan lama di pasaran.  Memberi kepastian bahwa produk memenuhi persyaratan Fuungsi auditing juga dapat digunakan sebagai ukuran dalam meningkatkan kinerja produksi dan peningkatan kualitas yang sesuai standar yang ada dipasaran. keawetan suatu produk.  Biaya kualitas Merupakan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengejar suatu kualitas.  Kontrol Kualitas Merupakan serangkaian pemeriksaan. Jaminan kualitas terdiri dari fungsi auditing. . pelaporan manajemen memiliki tujuan untuk:  Memberikan data pada manajemen Merupakan aktivitas audit secara periodik kepada pimpinan tentang semua aktivitas yang telah dilakukan dalam waktu tertentu secara manajerial. kajian dan pengujian pada siklus pengembangan guna memastikan suatu produk memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Macam biaya :    Biaya pencegahan Biaya penilaian Biaya kegagalan termasuk biaya kegagalan internal & eksternal Fitur dan Karakteristik Kualitas Produk (ISO/IEC 9126)  Functionality Merupakan suatu kemampuan suatu produk dalam memenuhi kebutuhan pihak konsumen yang membutuhkan dalam menyelesaikan atau mengurangi beban kerja konsumen sehingga suatu produk dikatakan berfungsi dengan baik.

 Usability Produk yang dihasilkan benar-benar bermanfaat dan dapat digunakan sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pihak konsumen itu sendiri.  Portability Mudah digunakan dan bisa digunakan dimana saja tidak terbatas dalam satu tempat sehingga tidak merepotkan pihak konsumen ketika akan bepergian ke suatu tempat yang jauh dimana kemungkinan produk dapat dibawa atau dapat dipindah serta disimpan di tempat yang aman.  Efficiency Mempunyai sifat yang efisien terhadap suatu produk yang dihasilkan misal biaya perawatan yang relatif murah dan penggunaan yang tidak memerlukan biaya yang banyak sehingga membantu meringankan pihak konsumen dalam hal finansial. Sekilas Tentang SQA SQA/Software Quality Assurance ialah aktifitas pelindung yang diaplikasikan pada seluruh proses perangkat lunak. Reliability Merupakan manfaat yang dirasakan pihak konsumen secara nyata bukan hanya sesaat setelah barang digunakan mengalami kerusakan dan sulit perawatan dan mahalnya biaya. SQA meliputi : o Pendekatan manajemen kualitas o Teknologi rekayasa perangkat lunak yang efektif o Kajian teknik formal yang diaplikasikan pada keseluruhan proses PL o Strategi pengujian multitiered (deret bertingkat) .  Maintainability Suatu produk yang dihasilkan selalu diharapkan akan kemudahan dalam perawatan dan biaya yang relatif murah karena suatu produk terkadang digunakan dalam waktu yang relatif lama.

Mengurangi rework dan pembuangan. Keuntungan :     Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi biaya. Menjaga konsistensi Kualitas. dll. Pengendalian Kualitas Statistik (PKS) : Ilmu yang mempelajari tentang teknik /metode pengendalian kualitas berdasarkan prinsip/ konsep statistik. Cara menggambarkan ukuran kualitas diantarany adalah:  Variabel Karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan besaran yang dapat diukur (besaran kontinue). dilaksanakan dengan Control Chart. . temperatur  Attribut Karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan apakah produk tersebut memenuhi kondisi/persyaratan tertentu. Tujuan :   Memperoleh jaminan kualitas (quality Assuran-ce) dapat dilakukan dengan Aceceptance sampling Plans. bersifat dikotomi. Penggunaan alat produksi lebih efisien. berat. jadi hanya ada dua kemungkinan baik dan buruk.o Kontrol dokumentasi PL dan perubahan yang dibuat o Prosedur untuk menjamin kesesuaian dengan standar pengembangan PL o Mekanisme pengukuran dan pelaporan Kualitas / Mutu : Ukuran tingkat kesesuaian barang/ jasa dg standar/spesifikasi yang telah ditentukan/ ditetapkan. Seperti produk cacat atau produk baik. Seperti : panjang. Menjaga kualitas lebih uniform.

2. lebar bagian atas suatu produk tidak sama dengan lebar bagian bawah. Penyebaran kualitas 3.   Inspeksi yang lebih baik. Spesifikasi lebih baik. Variasi antar objek Mis : sautu produk yang diproduksi pada saat yang hampir sama mempunyai kualitas yang berbeda/ bervariasi. 1. Peta kontrol/kendali (control chart) Grafik yang menyajikan keadaan produksi secara kronologi (jam per jam atau hari per hari). Ada 4 metode Statistik yang dapat digunakan dalam Pengendalian Kualitas : Distribusi Frekuensi Untuk melihat kualitas sampel dapat digunakan : 1. Variasi yg ditimbulkan oleh perbedaan waktu produksi . Memperbaiki hubungan produsen-konsumen. Metode Statistik untuk menggambarkan adanya variasi atau penyimpangan dari mutu (kualitas) hasil produksi yang diinginkan. 3. Kualitas rata-rata 2. Variasi dalam objek Mis : kehalusan dari salah satu sisi daru suatu produk tidak sama dengan sisi yang lain. Dengan Peta kendali :  Dapat dibuat batas-batas dimana hasil produksi menyimpang dari ketentuan. Suatu tabulasi atau cacah (tally) yang menyatakan banyaknya suatu ciri kualitas muncul dalam sampel yang diamati.  Bila terjadi banyak variasi atau penyimpangan suatu produk dapat segera menentukan keputusan apa yang harus diambil.  Dapat diawasi dengan mudah apakah proses dalam kondisi stabil atau tidak. Perbandingan kualitas dengan spesifikasi yang diinginkan. dll.

Setiap produk yang cacat bisa saja terdapat lebih dari satu defec. disebut peta. (yang diperhatikan banyaknya cacat.  Peta kontrol untuk proporsi atau perbandingan antara banyaknya produk yang cacat dengan seluruh produksi.  Memantau tingkat keakurasian/ketepatan proses yang diukur dengan mencari range dari sampel yang diambil.  Apakah proses masih berada dalam batas-batas pengendalian atau tidak. Peta kendali R :  Memantau perubahan dalam hal spread-nya (penyebarannya). bukan jumlah produk yang cacat).Mis : produksi pagi hari berbeda hasil produksi siang hari.p (p-chart).  Apakah rata-rata produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Peta pengendali untuk banyaknya cacat dalam satu unit produk. Contoh: Peta kendali X :  Memantau perubahan suatu sebaran atau distribusi suatu variabel asal dalam hal lokasinya (pemusatannya). disebut peta-c (c-chart). biasanya dalam bentuk presentase.  Peta kontrol untuk jumlah cacat per unit. Suatu produk dikatakan cacat (defective) jika produk tersebut tidak memenuhi suatu syarat atau lebih. Tiga macam control chart :  Control Chart Shewart Peta ini disebut peta untuk variabel atau peta untuk x dan R (mean dan range) dan peta untuk x dan σ (mean dan deviasi standard). . Tabel sampling Tabel yang terdiri dari jadual pengamatan kualitas. Setiap kekurangan disebut defec.

 Salah interpretasi dalam proses produksi mengakibatkan penurunan kualitas produksi atau penambahan biaya produksi. sehingga diperlukan pengertian yang tepat dan jelas mengenai konsep-konsep statistik untuk menghindari salah interpretasi. Sedang dalam distribusi probabililitas. maka probabilitas timbulnya gejala yang kita harapkan sebanyak x kali dalam n kejadian (artinya x kali akan sukses dan n – x kali akan gagal). analisis toleransi. Distribusi Binomial/Bernoulli Probabilitas timbulnya gejala yang diharap-kan disebut probabilitas “sukses” dan diberi simbol P.Metode Khusus Metode ini digunakan untuk pengendalian kualitas dalam industri. al : korelasi. probabilitas timbulnya gejala yang tidak kita harapkan disebut probabilitas “gagal” diberi simbol 1-P. Dalam teori probabilitas. Distribusi probabilitas pada materi stat II merupakan pendalaman dari teori probabilitas (teori kemungkinan atau peluang) pada stat I. menghitung kemungkinan timbulnya gejala yang diharapkan dari variabel sampelnya. Konsep Statistik Dalam Probabilitas   Konsep statistik PKS merupakan pengeterapan statistik pada proses produksi. . menghitung kemungkinan timbulnya gejala yang diharapkan dari variabel populasinya. analisis variansi. Distribusi Probabilitas     Probabilitas merupakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa/hasil (yang diharapkan) dari sejumlah peristiwa/hasil yang diharapkan terjadi. dll.

yaitu “sukses” dan “gagal”. Acceptance sampling digunakan karena alasan :   Dengan pengujian dapat merusak produk. maka: Berapa probabilitas diperolehnya 4 gambar ? (mata uang terdiri dari sisi gambar dan sisi angka). Biaya inspeksi yang tinggi. (dapat dicari dalam tabel) Sebuah mata uang logam dilempar sebanyak 7 kali.Ciri – ciri:     Tiap percobaan hanya memiliki dua kemungkinan hasil saja. menun-jukkan x kali sukses dari kejadian. namun alat untuk memeriksa apakah produk yang dihasilkan tersebut telah memenuhi spesifikasi. Berapa rata-rata keluarnya sisi gambar dari 7 pelemparan tsb? Barapa simpangan baku (standar deviasi) nya ? Rencana Penerimaan Sampel Rencana penerimaan sampel adalah prosedur yang digunakan dalam mengambil keputusan terhadap produk-produk yang dihasilkan perusahaan. dinyatakan dengan n Jika x adalah variabel random binomial. Jumlah percobaan yang merupakan komponen rangkaian binomial adalah tertentu. . Probabilitas “sukses” selalu sama pada tiap percobaan. Setiap percobaan bersifat independen. maka probabilitas timbulnya gejala yang kita harapkan sebanyak x kali dalam n kejadian dapat dinyatakan dalam rumus sebagai berikut :  n n x P( x)  C  x 1     x  n C x    Contoh :     disebut binomial coefficiens. maka probabilitas fungsi dari x kali akan sukses dan n-x kali gagal. akan tetapi probabilitas “sukses” tidak harus sama dengan probabilitas “gagal”. Bukan merupakan alat pengendalian kualitas.

Dua jenis pengujian dalam acceptance sampling :  Pengujian sebelum pengiriman produk akhir ke konsumen. .  Pengujian setelah pengiriman produk akhir ke konsumen. Pengujian dilakukan oleh produsen disebut the producer test the lot for outgoing. 100 % inspeksi memerlukan waktu yang lama.  Tidak adanya jaminan mengenai sejumlah produk tertentu yang akan memenuhi spesifikasi. Acceptance sampling dapat dilakukan untuk data atribut data variable :  Acceptance Sampling untuk data atribut dilakukan apabila inspeksi mengklasifikasikan sebagai produk baik dan produk cacat tanpa ada pengklasifikasian tingkat kesalahan/cacat produk.  Sedikitnya informasi mengenai produk. Kelemahan al :  adanya resiko penerimaan produk cacat atau penolakan produk baik  membutuhkan perencanaan dan pendokumentasian prosedur pengambilan sampel. Beberapa keunggulan dan kelemahan dalam acceptance sampling : Keunggulan al :     biaya lebih murah meminimalkan kerusakan mengurangi kesalahan dalam inspeksi dapat memotivasi pemasok bila ada penolakan bahan baku. Pengujian dilakukan oleh konsumen disebut the consumer test the lot for incoming quality. dll.

yang berarti seluruh produk yang homogen yang dihasilkan tersebut juga ditolak. sampel ganda dan sampel banyak.peralihan/transisi produk) Model alternatif dari faktor kualitas software Perbandingan formal model alternatif Perbandingan model faktor .  Apabila ditemukan kesalahan d melebihi c unit.analisa konten Struktur dari model alternatif faktor Siapa sajakah yang tertarik dalam mendefinisikan kebuthuan software?? . Teknik pengambilan sample dalan acceptance sampling :       Sampel tunggal. maka sample diterima. sehingga dilakukan pula perhitungan rata-tata sampel dan penyimpangan atau deviasi standar. maka sample ditolak. Acceptance Sampling untuk data variabel karakteristik kualitas ditunjukkan dalam setiap sample. Syarat pengambilan produk sebagai sample : Produk harus homogeny Produk yang diambil sebagai sample harus sebanyak mungkin Sample yang diambil harus dilakukan secara acak Prosedur yang dilakukan :  Sejumlah produk yang sama N unit  Ambil sample secara acak sebanyak n unit  Apabila ditemukan kesalahan d sebanyak maksimum c unit. Kebutuhan secara menyeluruh pada kebutuhan kualitas software          Klasifikasi kebutuhan software ke dalam faktor kualitas software Faktor kualitas produk-operasi produk) Faktor kualitas software .revisi/perbaikan produk) Faktor kualitas software .

yaitu:    Maintainability. Reliability ((keandalan)).Faktor kualitas produk/operasi produk Sesuai dengan McCall‟s model. usaha yang diperlukan untuk memindahkan program dari hardware/lingkungan sistem software tertentu ke yang lainnya . usaha yang diperlukan untuk memodifikasi program Faktor kualitas software/transisi produk Menurut McCall‟s. usaha yang diperlukan untuk menguji program untuk memastikan bahwa program melaksanakan fungsi yang telah ditetapkan. tingkat pemenuhan program terhadap kebutuhan yang dispesifikasikan dan memenuhi tujuan/misi pengguna. masing-masing mempunyai pengaruh langsung dalam operasi software. 3 faktor kualitas masuk dalam kategori revisi produk. usaha yang diperlukan untuk mempelajari. kategori yang berhubungan dengan adaptasi software dalam lingkungan yang baru serta interaksinya dengan sistem software yang lain. operasional Testability. menyiapkan masukan dan mengartikan keluaran program. jumlah sumberdaya yang diproses dan kode yang diperlukan oleh program untuk melaksanakan fungsinya. mengoperasikan. yaitu :  Portability. tingkat kemampuan program yang diharapkan dapat menampilkan fungsi yang dimaksud dengan presisi yang ditetapkan. Usability. 5 faktor kualitas software termasuk dalam kategori operasi produk. tingkat kemampuan pengawasan akses terhasap data atau software oleh orang-orang tertentu. Faktor kualitas software (revisi produk) Sesuai dengan faktor kualitas software dari Mc Call‟s model. Faktor-faktornya adalah sbb :      Correctness ((kebenaran)). Integrity. usaha yang diperlukan untuk menetapkan dan memperbaiki kesalahan dalam program Flexibility. Efficiency ((efisiensi)). 3 faktor kualitas yang dimasukkan ke dalam kategori transisi produk.

.  Interoperability.Willis)) : dimaksudkan untuk menghilangkan kondisikondisi yang beresiko. diantaranya :      Komponen pra-proyek (pre-project component) Komponen penilaian dari siklus kehidupan proyek (component of project life cycle activities assesment) Komponen pencegahan dan perbaikan eror infrastruktur (componenets of infrastructure error prevention dan maintenance). data atau prosedur dapat dikembangkan.  Survivability : mengacu pada kesinambungan servis. sertifikasi dan sistem penilaian SQA. Komponen manajemen kualitas software (components of software quality management). Reusability.Willis)) : tingkatan dimana rancangan arsitektural. tingkat kemampuan program/bagian dari program yang dapat dipakai ulang dalam aplikasi lainnya. usaha yang diperlukan untuk menggabungkan satu sistem dengan sistem yang lainnya Faktor tambahan yang lain dedifinisikan sebagai berikut :     Verifiability ((Evan . Komponen standarisasi. Manageability (Deutsch-Willis) : mengacu pada tools administratif yang mendukung modifikasi software selama periode pengembangan software dan pemeliharaan.marciniak. Deutsch .marciniak)) : fitur desain & program yang memungkinkan verifikasi yang efisien dari desain dan program. Expandability ((Evan . Safety ((Deutsch . Komponen sistem SQA Dibagi menjadi 6 kelas. berkaitan dengan paket dan lingkup dari fungsi yang dilakukan oleh program.

tujuan utama mereka ialah mengajukan dan mendukung pelaksanaan dari komponen SQA. . Pendekatan kualitas : Model pendekatan kuwalitas      Pendekatan kualitas dengan pendekatan transendensi Pendekatan yang berhubungan dengan produk Pendekatan yang berhubungan dengan pemakai Pendekatan proses Pendekatan rasio hubungan harga atau kemampuan pakai Pendekatan trasendensi: Pendekatan ini dikenal untuk sebuah konsistensi standar tinggi untuk fungsionalitas dari satu produk.Tujuan :   Menjamin bahwa komitmen projek telah cukup didefinisikan dengan mempertim. unit SQA dan praktisi berperan dalan kualitas software. personel uji coba.bangkan sumber daya yang dibutuhkan. schedule serta budget Menjamin perencanaan mengenai pengembangan dan kualitas telah ditetapkan dengan benar. Komponen standarisasi. dan memberikan perbaikan. memeriksa apakah ada penyimpangan prosedur serta metodologi. Dalam konteks ini kualitas tidak dapat diukur dan didefinisikan secara tepat. manager. sertifikasi dan sistem penilaian SQA Tujuan :    Pemanfaatan pengetahuan profesional internasional Meningkatkan koordinasi antar organisasi mengenai sistem kualitas Penilaian pencapaian sistem kualitas sesuai dengan skala umum Pengaturan untuk SQA – human component Beberapa orang diantaranya.

maka kualitas dari satu produk adalah produk yang dirancang untuk pemakaian tertentu dengan harga yang dapat terjangkau oleh pemakai atau sebagai konfirmasi antara spesifikasi dan biaya Teknologi RPL yang efektif. . desain. PDCA  PROFIT P : Problem definition R : Root cause identification and analysis O :Optimal solution based on root cause F : Finalize how the corrective action will implemented I : Implement the plan T:Trak the effectiveness of the implementation and verify that desired result meet  PDCA P .ACTION Pendekatan rasio hubungan harga Pada pendekatan ini melibatkan hubungan antara harga dan kualitas. coding. mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna. menentukan spesifikasi kebutuhan pengguna. PROFIT 2.CHECK A .DO C .Pendekatan proses Ada 2 pendekatan proses : 1. pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.PLAN D . Pada konteks ini. Rekayasa perangkat lunak (RPL) adalah disiplin ilmu yang membahas „semua aspek produksi‟ perangkat lunak.

implementasi. dan validasi. dan evolusi dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti spesifikasi persyaratan.Tahapan RPL       Analisis sistem Model proses Desain PL Konstruksi Pengujian Perawatan dan konfigurasi Model atau paradigma umum proses PL  Model air terjun (waterfall) Mengambil kegiatan dasar seperti spesifikasi. . Sistem awal dikembangkan dengan cepat dari spesifikasi abstrak. pengembangan. dengan menggunakan metode matematik menjadi sebuah program  Pengembangan berdasarkan pemakaian ulang (Reusable) Teknik ini menganggap bahwa bagian-bagian sistem sudah ada. Sistem ini kemudian di perbaiki dengan masukan dari pelanggan untuk menghasilkan sistem yang memuaskan kebutuhan pelanggan  Pengembangan sistem formal Pendekatan ini menghasilkan suatu sistem matematis yang formal dan mentransformasikan spesifikasi ini. perancangan perangkat lunak. Proses pengembangan sistem terfokus pada pengintegrasian bagian-bagian sistem dan bukan pengembangannya dari awal. pengujian dan seterusnya  Pengembangan evolusioner Pendekatan ini berhimpitan dengan kegiatan spesifikasi. validasi. pengembangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful