TUGAS EKSTRAKSI DAN LEACHING AGITATED VESSELS

DISUSUN OLEH : MOCH FARID DIMYATI DAVID FAHLEVI. SIXKA NOVALITA S DEWI PERTIWI TAUFIK AKBAR 03091003022 03091003028 03091003030 03091003032 03091003034

DOSEN PEMBIMBING : LIA CUNDARI,ST,MT

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDERALAYA 2012

Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat. petunjuk maupun pedoman bagi mahasiswa dan dosen dalam perkuliahan Ekstraksi dan Leaching. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Taufik dan Hinayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Agitated Vessels dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan. Indralaya. sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk ke depannya. April 2012 Tim Penyusun . Hidayah.

1. cair-gas. Untuk memahami apa itu pengadukan. Akibat yang ditimbulkan dari operasi pengadukan adalah terjadinya pencampuran (mixing) dari satu atau lebih komponen yang teraduk.2 Tujuan 1. dispersi dan mendorong terjadinya transfer panas dari bahan ke dinding tangki. Untuk mengetahui jenis-jenis alat pengaduk. cair-padat.BAB I PENDAHULUAN 1. Ada beberapa tujuan yang ingin diperoleh dari komponen yang dicampurkan. Adapun proses pencampuran tersebut meliputi bahan-bahan baik itu bahan cair-cair. biasanya terjadi pada suatu tempat seperti bejana. 4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengadukan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada sistem pengadukan. 2. 3. Pengadukan (agitation) adalah pemberian gerakan tertentu sehingga menimbulkan reduksi gerakan pada bahan. dan gas-padat. yaitu membuat suspensi. dimana bahan yang satu menyebar ke dalam bahan yang lain demikian pula sebaliknya. Gerakan hasil reduksi tersebut mempunyai pola sirkulasi.1 Latar Belakang Di dalam suatu proses industri pasti akan ada proses pengadukan. sedang bahan-bahan itu sebelumnya terpisah dalam keadaan dua fase atau lebih yang akhirnya membentuk hasil yang lebih seragam (homogen). BAB II . Pencampuran atau disebut juga mixing adalah peristiwa menyebarnya bahan-bahan secara acak. blending.

Untuk meramu zat cair yang mampu campur (miscible). Umumnya pengadukan mekanis terdiri dari motor. loncatan hidrolis. Sistem pengadukan ini menggunakan energi hidrolik yang dihasilkan dari suatu aliran hidrolik. Pemilihan pengaduk sangat ditentukan oleh jenis pencampuran yang diinginkan serta keadaan bahan yang akan dicampur. Pengadukan pneumatis adalah pengadukan yang menggunakan udara (gas) berbentuk gelembung yang dimasukkan ke dalam air sehingga menimbulkan gerakan pengadukan pada air. Pengadukan mekanis adalah metoda pengadukan menggunakan alat pengaduk berupa impeller yang digerakkan dengan motor bertenaga listrik. Energi hidrolik dapat berupa energi gesek. gravel bed . Kecepatan pengadukan dinyatakan dengan gradien kecepatan. c.TINJAUAN PUSTAKA 2. Berdasarkan kecepatannya. pengadukan dibedakan menjadi pengadukan cepat dan pengadukan lambat. Membuat suspensi partikel zat padat b. parshall flume. energi potensial (jatuhan) atau adanya lompatan hidrolik dalam suatu aliran. dan sebagainya. . Untuk mendispersikan atau menyebarkan gas dalam zat cair dalam bentuk gelembun-gelembung kecil.1 Pengadukan Jenis pengadukan dalam pengolahan air dapat dikelompokkan berdasarkan kecepatan pengadukan dan metoda pengadukan. sebagai contoh metil alkohol dengan air. Pengadukan hidrolis adalah pengadukan yang memanfaatkan gerakan air sebagai tenaga pengadukan. buffle basin (baffle channel). dan gayung pengaduk (impeller). antara lain : a. perforated wall. Untuk menyebarkan zat cair yang tidak dapat campur sehingga membentuk emulsi atau suspensi partikel halus pada kedua zat cair inmiscible tersebut. d. poros pengaduk. Pengadukan zat cair dilakukan untuk berbagai tujuan. Beberapa contoh pengadukan hidrolis adalah terjunan.

suspensi kasar. Bentuk. Kadang kala pengaduk (agigator) digunakan untuk berbagai tujuan sekaligus. Jenis alat pengaduk.putar bersama sumbu pengaduk. Kebutuhan daya dan baik buruknya hasil pengadukan tergantung pada factor-faktor berikut : 1. besar dan bentuk partikel padat yang diaduk. misalnya dalam hidrogenisasi katalitik daripda zat cair. perbandingan diameter daun pengaduk terhadap diameter bejana pengaduk. Bentuk. Hasil pengadukan yang baik dicapai apabila bahan mengalir secara turbulen . Pencampuran semakin buruk jika semakin banyak bahan yang bergerak dalam arah tangensial saja. perbedaan kerapatan dalam campuran. Viskositas. Untuk mempercepat perpindahan kalor antara zat cair baik sesama bahan dengan menyuplai panas yang ada dalam tangki pencampuran tersebut. 3. f. artinya mengalir ke segala penjuru. ukuran perlengkapan di dalamnya. Jenis dan jumlah bahan.).e. 2. derajat keterisian (degree of fullness). Dalam bejana hidrogenisasi. posisi dalam bejana pengaduk 2. frekuensi putaran. Ini berarti seluruh isi bejana pengaduk sedapat mungkin digerakkan merata. sementara kalor diangkut melalui kumparan atau mantel. kerapatan. Pada gerakan tangensial ini. suspensi halus dsb. Jenis bejana pengaduk.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi pengadukan Suatu alat pengaduk diusahakan menghasilkan pengadukan yang sebaik mungkin dengan pemakaian daya sekecil mungkin. bahan berputar . jenis campuran (larutan sejati. gas hidrogen didispersi melalui zat cair dimana terdapat partikel – partikel katalis padat dalam keadaan suspensi. dengan pengaduk sehingga permukaan cairan membentuk kerucut (vortex) di sekeliling . biasanya secara turbulen. ukuran.

pemanasan penyekat sumbu yang melampaui batas. dengan mengubah posisi alat (misalnya miring. eksentris) atau dengan memilih bejana yang lain (misalnya : lebar/rendah. sempit/tinggi) maka gerakan tangensial serta pembentukan vortex dapat dikurangi dan aliran turbulen dapat ditingkatkan.4 Jenis-jenis Alat Pengaduk Alat .benda pengganggu aliran. Hingga saat ini belum ada alat pengaduk yang universal. Pemilihan pengaduk dari sejumlah besar alat pengaduk yang ada hanya dapat dilakukan melalui percobaan atau pengalaman. Beban yang berlebihan. Gangguan dan kerusakan pada sistem pengaduk dapat disebabkan oleh misalnya : 1. Frekuensi putaran yang terlalu tinggi. Korosi. pelengkungan sumbu pengaduk. Alat pengaduk impeller . Kerusakan pada sumbu pengaduk dan daun pengaduk. Pembentukan gelembung–gelembung (kavitasi) pada daun pengaduk. Terkuncinya roda–roda gigi dan bantalan.Dengan memasang benda .3 Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada sistem pengaduk Benda–benda pengganggu aliran memiliki berbagai bentuk misalnya batang–batang yang menjulang ke atas atau ke bawah. Alat pengaduk bingkai (gate paddle agitator) 3. Pemasangan mesin penggerak yang melampaui batas. 3. Pelumasan yang kurang. Alat pengaduk jangkar 2. Alat pengaduk palet (palette agitator) 4.alat pengaduk yang paling sering digunakan untuk mencampur cairan dengan padatan (dan sebagian juga dengan cairan atau dengan gas) adalah: 1. 2. 4. dengan memilih alat pengaduk yang lain. 2. 2.

Dengan demikian pemasangan benda pengganggu aliran atau alat dengan fungsi yang sama akan menguntungkan. Yang mirip dengan pengaduk bingkai adalah pengaduk kisi. Alat pengaduk propeller. Yang mirip . dapat digunakan untuk bahan-bahan yang sangat viskous atau bahan–bahan dengan besar spesifik yang tinggi seperti suspensi. Bagian atas terpotong miring sehingga sesuai dengan bentuk bejana pengaduk.5. Kelengkungan disesuaikan dengan bentuk bejana pengaduk. 6. pengaduk ini terutama menimbulkan aliran tangensial. Alat pengaduk jangkar Alat pengaduk ini terdiri atas sebuah batang yang dilengkungkan sehingga berbentuk jangkar. Pengaduk bingkai mempunyai diameter misalnya 2/3 dari diameter bejananya dan berputar lambat. Alat pengaduk cakram gigi (toothed disk agitator) 1. Pengaduk jangkar memiliki diameter yang besar dan perputaran lambat. Dengan demikian pemasangan benda pengaduk aliran atau alat dengan fungsi yang sama akan menguntungkan. mencegah terjadinya pengendapan atau pelekatan pada dasar bejana atau pada dinding. Seperti halnya pengaduk jangkar dan bingkai. Alat pengaduk palet Pengaduk ini terdiri atas sebuah bingkai atau dua pelat yang dipasang bersusun. Alat pengaduk palet memiliki diameter misalnya ½ dari diameter bejana dan berputar lambat. Seperti halnya pengaduk jangkar. Alat pengaduk turbin 7. pengaduk ini terutama menimbulkan aliran tangensial. Pengaduk ini memungkinkan terjadinya pertukaran panas. Alat ini terutama menimbulkan aliran tengensial. 2. Alat pengaduk bingkai Pengaduk ini terdiri atas sebuah bingkai persegi atau dua buah lengan bernbentuk jangkar yang dipasang bersusun. 3.

Alat ini terutama menimbulkan aliran aksial yaitu (seperti efek radial pada pompa sentrifugal) menghisap bahan dari atas secara aksial dan melontarkan ke luar secara aksial. alat ini seringkali digunakan dalam bejana pengaduk yang beramail. pengaduk impeler dapat dimanfaatkan secara serba guna misalnya untuk melarutkan.dengan pengaduk bingkai adalah pengaduk daun (dengan hanya satu pelat persegi). Biasanya alat pengaduk propeler di buat dalam dua bagian . yaitu (seperti efek radial pada pompa sentrifugal) menghisap bahan dari atas secara aksial dan melontarkan ke luar secara radial. Karena pengaduk ini dapat dilapisi email dengan baik. 5. Bersama dengan perangkat penggerak yang dapat dikontrol. memiliki diameter yang kecil ( 1/3 hingga 1/10 dari diameter bejana ) dan berputar cepat. Dengan cara ini timbul gaya geser setempat. Benda ini terdiri atas sebuah pipa vertikal yang tertutup bawahnya. Alat pengaduk impeler Pengaduk ini terdiri atas tiga daun yang melengkung. mensuspensikan atau mengemulsikan padatan dalam cairan serta juga untuk reaksi-reaksi kimia dan proses -proses pertukaran panas. bingkai dan palet. Pengaduk impeler dibuat dari satu atau beberapa bagian. Pengaduk ini terutama menimbulkan aliran radial. Biasanya alat pengaduk impeler digunakan bersama dengan benda khusus penganggu aliran. Biasanya daun tersebut bengkok ke atas sehingga sesuai dengan bentuk dasar bejana. Pengaduk impeler mempunyai diameter sebesar 2/3 hingga ½ dari diameter bejana dan frekuensi putarannya (100-200 putaran per menit (rpm)) lebih cepat daripada pengaduk jangkar. Alat pengaduk propeler Pengaduk ini terdiri atas sebuah propeler yang mirip baling – baling pendiring kapa dengan dua atau tiga daun yang di pasang miring. Dengan memasang benda pengganggu aliran atau alat yang berfungsi sama. maka turbulensi . 4. Pada sisinya dipasang lengan–lengan secara miring ke atas atau mengarah ke bawah. atau dengan memasang pengaduk secara miring atau eksentris.

Konstruksi yang khusus dari alat pengaduk ini mengandung sebuah rotor yang menyerupai turbin yang berputar dalam sebuah gelang stator. Alat ini menghisap bahan dari bawah dan dari atas secara aksial pada waktu yang bersamaan. dan melintarkannya ke luar secara radial sehinga kedua aliran tersebut berbaur. 6. Seperti halnya pengaduk propeler . Dengan begitu timbul gaya geser yang besar. sebagian besar pengaduk turbin terdiri atas dua bagian . Gigi ini secara berseling tertekuk ke atas dan ke bawah. . artinya bahan dihisap dari bawah secara aksial dan dilontarkan ke luar secara radial. Alat pengaduk turbin Jenis alat paling sederhana dari pengaduk ini terdiri atas sebuah cakram yang sisi bawahnya mempunyai beberapa sudu vertikal yang disusun secara radial. Alat ini terutama menimbulkan aliran radial. bagian bawah maupun bagian atas cakram dilengkapi dengan sudu-sudu. maka alat pengaduk cakram gigi kebanyakan terdiri atas dua bagian memiliki diameter yang kecil (½ hingga 1/6 diameter bejananya) dan beputar cepat. Pada pengaduk turbin yang bekerja dengan dua bagian. Alat pengaduk cakram gigi Pengaduk ini terdiri atas sebuah cakram yang keliling luarnya dilengkapi dengan gigi bersisi tajam. 7.dapat ditingkatkan dan pembentukan vortex yang tidak diinginkan dapat dikurangi. Pengaduk propeler digunakan untuk mengaduk bahan dengan viskous rendah (pada viskous yang besar dan frekuensi putaran yang tinggi. mempunyai diameter yang kecil dan berputar cepat. Di samping menimbulkan aliran yang sebagian besar bersifat radial. Seperti pengaduk propeler dan turbin. Seperti halnya pengaduk propeler maka pengaduk turbin lebih sering digunakan untuk bahan viskous rendah. dan digunakan untuk membuat suspensi dan emulsi yang paling halus dan juga amat viskous. biasanya bahan tidak dapat digerakkan oleh propeler). pengaduk ini terutama menghasilkan gaya geser.

3. Adapun proses pencampuran tersebut meliputi bahan-bahan baik itu bahan cair-cair.2. dan gas-padat. Proses emulsi untuk menghasilkan produk yang stabil. Mencampur cairan yang dapat bercampur (miscible). Di dalam tangki itu dipasang pengaduk (impeller) pada ujung poros menggantung. dimana bahan yang satu menyebar ke dalam bahan yang lain demikian pula sebaliknya. cair-padat. Mengontakkan gas/padatan/cairan pada reaksi katalitik. bagian atas bejana itu bias terbuka saja ke udara atau dapat pula tertutup. Ada dua macam impeller pengaduk. 2. misalnya proses fermentasi. Tangki atau bejana biasanya berbentuk silinder dengan sumbu terpasang vertikal. Dispersi padatan halus dalam cairan. Pencampuran atau disebut juga mixing adalah peristiwa menyebarnya bahan-bahan secara acak. Melarutkan padatan kasar pada cairan dengan viskositas rendah. cair-gas. 4. Pencampuran cairan dengan cairan digunakan untuk mempersiapkan atau melangsungkan proses-proses kimia dan fisika serta juga untuk membuat produk akhir yang komersial. jadi tidak datar saja. Tujuan dari pencampuran adalah : 1. artinya poros itu ditumpu dari atas. Ujung bawah tangki itu biasanya agak membulat. maksudnya agar tidak terdapat terlalu banyak sudut-sudut tajam atau daerah yang sulit ditembus arus zat cair. Impeller jenis . Kedalaman zat cair biasanya hampir sama dengan diameter tangki. Dispersi padatan halus dalam cairan dengan viskositas tinggi. 5. Mengontakan cairan-cairan yang tidak dapat bercampur. 7. sedang bahan-bahan itu sebelumnya terpisah dalam keadaan dua fase atau lebih yang akhirnya membentuk hasil yang lebih seragam (homogen). yaitu impeller aliran-aksial (axial-flow impeller) dan impeller aliran-radial (radial-flow impeller). misalnya proses ekstraksi solven. 6.5 Pencampuran ( Mixing ) Di dalam suatu proses industri pasti akan ada proses pencampuran.

Hal ini menyebabkan paddle mempunyai efisiensi yang tinggi. . Penggunaan impeller diatas tergantung pada geometri vessel (tanki. namun ketiga jenis itu agaknya dapat digunakan untuk menyelesaikan 95 persen dari semua masalah agitasi zat cair. Turbine Turbin biasanya efektif untuk fluida berviskositas sedang yaitu 2000 sampai 50. Paddle merupakan impeller yang paling efektif.000.000 cP. Impeller ini digunakan untuk fluida yang berviskositas 100. Propeller Tipe impeller ini berbentuk kipas yang menghasilkan aliran aksial. lalu membelok ke atas atau ke bawah. a. Dari segi bentuknya. Arus yang meninggalkan propeller mengalir melalui zat cair menurut arah tertentu sampai dibelokkan oleh lantai atau dinding bejana. Untuk viskositas yang < 2000 cp.000 sampai 1. c. Arus yang ditimbulkan bersifat radial dan tangensial. b. Arus yang terjadi bergerak keluar ke arah dinding. Masing-masing jenis terdiri lagi atas berbagai variasi dan subjenis.pertama membangkitkan arus sejajar dengan sumbu poros impeller.000 cP. propeller (baling-baling). b. Komponen tangensialnya menimbulkan vortex dan arus putar yang harus dihentikan dengan menggunakan baffle. Ada lagi jenis-jenis impeller lain yang dimaksudkan untuk situasi-situasi tertentu. dan c. kurang dari 2000 cP. ada tiga jenis impeller: a. dayung (padle). Hal ini dapat dilihat dari pola aliran yang ditimbulkan akibat gerakan paddle ke seluruh bagian sehingga molekul yang akan dilarutkan bergerak acak dan homogenitas yang tinggi dihasilkan. Paddle Tipe impeller ini akan mendorong zat cair secara radial dan tangensial. maka digunakan impeller dengan tipe propeller. turbin (turbine). Propeller mempunyai tingkat efisiensi yang baik bila digunakan pada fluida yang berviskositas rendah. dan yang kedua membangkitkan arus pada arah tengensial atau radial. viskositas cairan) a. Hal ini efektif digunakan dalam bejana besar.

Demikian pula.000 cp maka digunakan impeller pencampuran khusus seperti banburg mixer. Jenis-jenis impeller : The marine type propeller.000 cp.b. namun biasanya dihubungkan melalui peti roda gigi untuk menurunkan kecepatannya.2. Poros itu digerakkan oleh motor. maka digunakan impeller dengan tipe turbin. yang kadang-kadang dihubungkan langsung dengan poros itu. kecepatan harus meninggalkan impeller itu harus cukup tinggi agar dapat mencapai semua sudut tangki. c. The curved – blade turbine. 2.000 cp maka digunakan impeller dengan tipe paddles. Untuk viskositas antara 2000 cp – 50. kneaders. The pitched – blade turbine. Partikel bergerak penuh yaitu seluru partikel berada dalam suspensi atau bergerak disepanjang dasar tanki 3. The disk flat – blade turbine.000.1 Pencampuran Solid-Liquid Bila zat padat disuspensikan dalam tangki yang diaduk. Suspensi penuh atau Suspensi diluar dasar . volume fluida yang disirkulasi oleh impeller harus cukup besar agar dapat menyapu keseluruhan bejana dalam waktu singkat. Proses yang berbeda akan memerlukan derajat suspensi yang berlainan pula. ada beberapa cara untuk mendifinisikan kondisi suspensi itu. dan karena itu kita perlu menggunakan definisi yang tepat dan korelasi yang semestinya didalam merancang atau dalam penerapan ke skala besar. 1. Mendekati suspensi penuh yaitu suspensi dimana masih terdapat sebagian kecil kelompok-kelompok zat padat yang terkumpul didasar tanki agak kepinggir atau ditempat lain.000. digunakan sigma mixer dan tipe lain. The shrouded turbine. extrudes. d. Untuk viskositas > 1.000 – 1. Agar bejana proses bekerja efektif pada setiap masalah pengadukan yang dihadapi. 2. Untuk viskositas antara 100. Flat – blade turbine.

Centrally dan vertical 2. Waktu pencampuran dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : a. terjadi juga pencampuran radial sedang pusaranpusaran besar pecah menjadi kecil. Jumlah daun pengaduk g. Miring terhadap sumbu vertical Horizontal pada sisi tangki dan membentuk sudut terhadap diameter tangki. Off-centre dan vertical 3.2.2 Pencampuran Liquid-Liquid Pencampuran zat cair-cair (miscible) didalam tanki merupakan proses yang berlangsung cepat dalam daerah turbulen. f. 2. dan fluida itu mungkin dapat bercampur baik disekitar impeller karena adanya keterbulenan yang hebat. Ada tidaknya baffle b. Posisi pengaduk 1. Kecepatan putar d. Karakteristik campuran 1.2. Densitas Viskositas . tetapi tidak banyak terjadi pencampuran pada arah aliran. Pada waktu arus itu melambat karena membawa ikut zat cair lain dan mengalir disepanjang dinding. Bentuk pengaduk c. 2. Jumlah pengaduk dalam suatu proses h. Ukuran pengaduk e. Waktu pencampuran adalah waktu yang dibutuhkan fluida untuk bercampur merata keseluruh tangki sehingga campuran besifat homogen. Impeller akan menghasilkan arus kecepatan tinggi. gas akan tersuspensi dalam bentuk gelembung-gelembung kecil dengan tekanan tertentu. 2.3 Pencampuran Gas-Liquid Dalam proses pencampuran gas dengan liquid.yaitu seluruh partikel berada dalam keadaan suspensi dan tidak ada didasar tanki atau tidak berada didasar tanki selama lebih dari 1 atau 2 detik.

Viskositas cairan c. Perbandingan tinggi cairan pada tangki dengan diameter tangki. Daya sangat dibutuhkan dalam operasi pencampuran untuk menggerakkan motor pengaduk agar terjadinya proses pencampuran. Medan gravitasi e. Bentuk dan jenis pengaduk h.3. Sirkulasi dan pembangkitan keturbulenan. Jumlah pengaduk pada poros g. Perbandingan cairan dan diameter tangki j. Keturbulenan adalah akibat dari arus yang terarah baik serta gradien kecepatan yang cukup besar didalam zat cair. keduanya memerlukan energi. Kecepatan putaran pengaduk (n) f. Miscible atau inmiscible i. dilengkapi dengan impeller yang berputar perlahan-lahan di bagian bawahnya. dan dalam pengadukan tersebut terbetuk gelembung gas yang . Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan daya ialah : a. DORR AGITATOR Dorr agitator adalah tangki yang digunakan untuk washing batch endapan yang tidak dapat tercuci secara sempurna dalam tangki. Bilangan tak berdimensi Dalam operasi pencampuran dan penyebaran (dispersi) laju sirkulasi bukanlah merupakan satu – satunya faktor dan bukan pula merupakan faktor yang penting. Densitas fluida d. yang menyebabkan padatan bergerak padatan ke tengah. Diameter pengaduk b.

K. Third edition. Robert.akan membuat slurry thickner. London : McGraw-Hill Company Sinnot. R. ke launders. 1999. Mass-Transfer Operation. Dorr agitator juga dikenal sebagai Dorr Gambar dorr agitator untuk mempercepat proses batch washing DAFTAR PUSTAKA Treybal. Department of Chemical and Biological Process Engineering University of Wales Swansea. Chemical Engineering. . Third Edition. 1980. Volume 6.

iitb.ac.in/courses/uglab/cl333n335/ht305-agit.pdf .che.htpp//.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful