PRAKTIKUM FARMAKOTERAPI II Kelompok C2 :  Eclampsia,  Aghita P. G1F009046 Hellp  Puji Lestari G1F009047 syndrome &  Bhaskara M.

G1F009048 Pregestasion  Ratih Juwita al DM G1F009049
Andrew G. G1F009064  Soffatul A. G1F009065  Winahto G1F009066

ProfilPasien Status no : 1088645xx  Nama/ Umur : mrs LP / 30 tahun  Alamat : surabaya jawa timur  MRS : 30 agustus 2008 (IRD)  KRS : 13 september 2008  Diagnosa :post sectio cesar.day 3 eclampsia + hellp syndrome+ pregestasional DM  .

00) pasien sakit kepala.A. blood sugar 300 g/dl selama 3 hari  Tgl 29/8 (23. lalu di rujuk ke rumah sakit sumber kasih.  Diagnosa eklampsia. kesadaran menurun  . tekanan darah 200/100. Subjektif Riwayat pasien : tgl 21/8 kejang 1X dirumah. kejang 2 kali di klinik menganti. hellp syndrom. mengalami 2 kali kejang dan tekanan darah 210/110. di RS wijaya kejang 4X.

Eclampsia + hellp syndrom Parameter normal 30/8 AST/ALT T.2 (09.3 60-70 25-35 3.8 (09. 5-35/7-56 5-35/7-56 < 0.4 9) 2.44) 11.00) 140/80 180/100 meningkat .1 (12.9 (10.49) 2.99 12.00) 3.9 (10.00) 3/9 162/122 Ket.6 – 5 454/207( 09.18 (15.21 (15.49 (15.98 1.2 Menurun Menurun BP 120/80 120/80 130/80 (07.9 (12.8-5.00 1.49) 22. Objektif .1 3.00 ) 2.00) 111000(10. 00)2.49 27000 (12. Bill D.00 ) 12.00) 7.4 (10.00) 1.44) 3.52(12.44) 25000 (15. Bill PTT APTT Albumin RBC tanggal 31 1/9 109/115( 11.B.00) Meningkat Meningkat Meningkat menurun Menurun 2.00) 11.90 2/9 61/92 (10.00) 2.07 (12.00 ) Menurun Menurun Hb WBC 13 – 16 4000-10000 9.000 (11.

44) 127.1 1.Ginjal Tekanan darah yang tinggi akan berpengaruh pada perfusi darah di ginjal parame ter normal 30/8 Kreatini n Na <1.00) 2.5 (15.00) 1.26 (12.3(0 9.8-5.2 136-144 1.00) 128.49) 122.00) 2. K 3.42 (09.4 (09.45) 31 tanggal 1/9 2/9 3/9 meningkat Menurun Ket.8 (12.49) 1.8 (18.2 (15.8 (15.00) menurun  para meter Pregestasional DM norma l agustus september 30 31 BS 70110 39 5 1 312 2 409 3 391 4 234 5 449 6 217 7 8 9 10 12 6 .

kegemukan dan gangguan aliran darah ke rahim.C. Eklampsia dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian baik sebelum. saat atau setelah melahirkan. sering mengalami kejang kejang.  Faktor Resiko Preeklamsia pada berbagai sumber meliputi: ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ Usia ibu Beberapa Kelahiran Hypertesion Sebelum Kehamilan Gangguan pembuluh darah Pertama Kehamilan Kehamilan hipertensi gestasional Sebelumnya Sebelumnya kehamilan preeklamsia Kegemukan Ibu yang berusia di bawah 20 Ibu yang berusia di atas 40 Diabetes Penyakit ginjal Rheumatoid arthritis Lupus Scleroderma  . Assesment  Eklampsia : kondisi lanjutan dari preeklampsia yg tdk teratasi dgn baik. Faktor penyebab : gizi buruk.

dan trombositopenia yang diakibatkan disfungsi endotel sistemik. peningkatan enzim hati. 3. hematuria dan secara laboratorik adanya Burr cells pada apusan darah tepi. Hemolisis dilihat dari ptekie.  . Elevated liver enzymes Dgn meningkatnya SGOT. 2. Sindroma HELLP dapat timbul pada pertengahan kehamilan trimester dua sampai beberapa hari setelah melahirkan  Sindrom HELLP ditandai: 1. ekimosis. LDH > 1400 iu.Sindroma HELLP : suatu kerusakan multisistem dengan tandatanda : hemolisis. SGPT (> 70 iu) dan LDH (> 600 iu) maka mrpkn tanda degenerasi hati akibat vasospasme luas. Low platelets Jumlah trombosit < 100.000/mm3 merupakan tanda koagulasi intravaskuler. merupakan tanda spesifik akan kelainan klinik.

◦ Perubahan pada refleks. gejala preeklampsia yang patut diwaspadai adalah : ◦ Sakit kepala yang berat. ◦ Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali. ◦ Mual dan muntah yang berlebihan ◦ Ada darah pada air kencing. ◦ Nyeri perut. ◦ Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh. . ◦ Pusing.

Resistensi insulin resistensi insulin fisiologis resistensi insulin kronik terjadi pada trimester 2 dan 3 sebelum periode kehamilan .Diabetes Melitus (DM) Ada 2 jenis DM pada kehamilan yaitu : 1) DM yang sudah dialami sejak sebelum hamil (DM pra gestasional). 2) DM yang baru dialami sejak hamil (DM gestasional/DMG).

4 mEq 2X1 tab 2X4 IU 2 √ 3 √ √ 4 √ √ √ 5 √ √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ 10 √ 11 √ 12 √ 13 √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3X4 IU (15’ac) 3X1 (500 mg) 4X10 mg √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3x √ √ √ 3x √ √ √ 2X50 mg √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1X100 cc 3X5 mg 1 amp. 3X1 amp. 3X1 tablet 1-0-0 3X1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 14 tts/ mnt . √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 2X1 amp.Plan obat Dosis/frek august september 30 31 1 KCl drip KSR Actrapid iv (RCI) Actrapid ac Amoxicillin Tramadol drip Ranitidine inj Albumin 20% transf Nifedipin Valium (diazepam) Vit K iv inj Vit C iv inj Alinamin F inj Hemobion Glimepiride Curcuma 7. 3X1 amp.

yang mana ada bekas jahitan dari pasien yang akan menstimulasi timbulnya rasa nyeri. Jarang : ulserasi saluran pencernaan. KCl drip ◦ KCl pada terapi ini berfungsi sebagai asupan kalium karena pasien didiagnosis hipokalemia ◦ E fek samping : Mual sampe muntah. muntah. nyeri perut.  ACTRAPID I. Akibatnya.V DAN ACTRAPID S. oleh karena itu pemberian tramado diberikan agar mengurasi rasa sakit yang ditimbulakan dari bekas jahitan sectio caesar . dan juga dari data laboratorium WBC pasien mengalami peningkatan. pasien didiagnosa sectio caesar. glukosa darah akan meningkat  Amoxicillin  ◦ Alasan pemakaian : pada data pasien. ◦ Dosis :2-3 kali sehari 1-2 tablet . dimana ada luka yang mana dapat menjadi tempat untuk bakteri menginfeksi. Kekurangan insulin menyebabkan glukosa darah tidak dapat atau terhambat masuk ke dalam sel. hipotensi dan takhikardi  KSR ◦ Alasan pemilihan : Untuk suplement dan pencegahan hipokalemia ◦ Efek samping : Mual. dimana WBC meningkat mengindikasikan adanya inflamasi Tramadol drip ◦ Alasan pemakaian Pasien habis melaksanakan sectio caesar.C ◦ Alasan pemilihan : kadar gula darah pasien tinggi sehingga di beri actrapid dan untuk Efek kerja insulin yang sudah sangat dikenal adalah membantu transpor glukosa dari darah ke dalam sel. diare.

 Albumin ◦ Alasan : karena pasien mengalamihipoalbuminuria dan albumin sangat turunn sehingga di berikan transfusi albumin.teriak-teriak dan infus dicabut sendiri agar .  NEFIDIPINE ◦ Alsan pemakaina obat Nifedipine diberikan untuk mengatasi tekanan darah pasien yang tinggi yakni termasuk hipertensi stage I dan II.  DIAZAPAM ◦ Alasan pemakaian obat Diberikan diazepam karena kondisi pasien yang gelisah. Ranitidine inj ◦ Alasan pemilihan Untuk mencegah hipersekresi asam lambung pada pasien karena pasien mengalami kecemasan dan stres.

 Vit. anemia karena kehilangan darah ◦ Alasan Pasien mengalami pendarahan sehingga anemia maka . C ◦ Pemberian vitamin C dapat memperbaiki kondisi pasien yang lemah pasca proses curet.V Injection ◦ Alasan Pasien mengalami depresi sehingga Alinamin digunakan untuk regenerasi energi. mencegah kerusakan saraf. memulihkan gangguan saraf pusat dan tepi. dan mengoptimalkan fungsi otak  Injeksi vit. wanita hamil.K I. dan mengoptimalkan fungsi otak  Hemobion ◦ Indikasi Anemia pada kehamilan dan menyusui.  ALINAMIN F INJEKSI ◦ Alasan Pasien mengalami depresi sehingga Alinamin digunakan untuk regenerasi energi. mencegah kerusakan saraf. memulihkan gangguan saraf pusat dan tepi.

 Glimepiride (Antidiabetik sulfonylurea) ◦ Alasan pemilihan : Sebagai terapi pemeliharaan setelah pemakaian Actrapid (insulin). Tidak ada interaksi dengan makanan atau obat lain sehingga pemberian infus ini aman untuk digunakan  Curcuma  Infus ringer laktat . penggunaan untuk pasien dengan diagnosis DM dan hiperglikemi yang dialami pasien. memperbaiki nafsu makan dan melancarkan buang air besar. kalori dan nutrisi vena pusat. ◦ Dosis : Sehari 3 kali 1-2 degree ◦ Alasan pemilihan terapi : Untuk mengembalikan nafsu makan pasien ◦ Alasan penggunaan obat : diberikan sebagai asupan air. elektrolit. ◦ Indikasi : Membantu memelihara kesehatan fungsi hati.

Tujuan terapi Menurunkan tekanan darah  Meningkatkan kualitas hidup pasien  Mencegah komplikasi lain yang lebih yam mungkin terjadi  .

KIE (Konsultasi.  Memberikan informasi.  . aturan pakai. maka anjurkan pasien untuk control dan pemeriksaan lebih lanjut kembali oleh dokter. Informasi dan Edukasi) Memberikan informasi tentang obat baik mengenai nama obat. dan cara pengguanaan obat.  Memberikan informasi kepada pasien untuk senantiasa mengimbangi terapi farmakologi dengan terapi non farmakologi untuk menunjang proses pemulihan. instruksi. dan peringatan kepada pasien dan keluarganya tentang efek terapi dan efek samping yang mungkin timbul selama pengobatan.  Memberikan informasi kepada pasien dimana jika keadaan semakin memburuk selama terapi. dosis.

Terima kasih… .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful