SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Metode Harga Pokok Proses

Pengertian Perusahaan Manufaktur Proses
Persediaan Barang Dalam Perusahaan Manufaktur Perusahaan manufaktur proses adalah perusahaan yang memiliki kegiatan pokok membeli bahan baku dan mengolahnya menjadi barang jadi untuk dijual dengan harga tinggi, dan menggunakan metode harga pokok proses untuk menentukan harga pokok produk. Ciri-ciri perusahaan manufaktur proses antara lain kegiatan produksi dilakukan terus menerus dan spesifikasi produk yang dihasilkan sama antara satu dan lainnya (standar). Pengertian Metode Harga Pokok Proses adalah cara penentuan harga pokok produk dimana total biaya produksi dibebankan kepada proses produksi selama periode yang bersangkutan dan dibagikan sama rata kepada produk yang dihasilkan dalam periode tersebut. Contoh: Perusahaan industri elektronika, Industri peralatan kantor, Industri mebel dan furniture, Industri peralatan rumah tangga (houseware), Industri pakaian jadi (garment), Industri kertas, Industri sepatu dan sandal, Industri lampu pijar, Industri permen (candies).

Klasifikasi Biaya Dalam Perusahaan Manufaktur Proses
Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur proses sama seperti biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur pesanan, seperti biaya produksi, biaya penjualan dan biaya administrasi/umum. Klasifikasi biaya dalam perusahaan manufaktur proses sebagai berikut: 1. Biaya Produksi (Production Costs) 1.1. Biaya bahan baku (Raw Material Cost) Biaya bahan baku adalah biaya yang terjadi karena pemakaian bahan baku dalam proses produksi dan menjadi bagian utama dari barang yang dihasilkan. Contohnya pemakaian kayu dan jok busa untuk perusahaan industri mebel dan furniture. 1.2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk karyawan yang berhubungan langsung dengan proses produksi. Contohnya gaji karyawan bagian pemotongan (cutting), uang lembur, uang jasa produksi, uang makan, dan sebagainya untuk perusahaan industri mebel dan furniture. 1.3. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya (Actual Factory Overhead Cost) Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya dikeluarkan atau dibebankan untuk kegiatan produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Contohnya pemakaian dempul,

2. telepon.4. Biaya Administrasi dan Umum (General and Admnistrations Expense) 2. Hal ini karena kedua unsur biaya ini merupakan biaya paling utama dalam proses produksi. dengan cara mendebet Persediaan BDP. Biaya Overhead Pabrik Dibebankan (Applied Factory Overhead Cost) Dalam perusahaan manufaktur proses. dan sebagainya untuk perusahaan industri mebel dan furniture. formulir-formulir. 2. dan sebagainya 3. Biaya Perlengkapan Kantor (Office Supplies Expense) Contoh: pemakaian alat tulis kantor.3. 2.5. komisi penjualan. air.paku. Kesulitan ini diatasi dengan cara pembebanan biaya overhead pabrik (taksiran) ke dalam biaya produksi. 3. Biaya-biaya lain yang berhubungan dengan kegiatan administrasi kantor. biaya listrik. office boy. Hal ini karena kedua unsur biaya ini diperlukan untuk merubah atau mengkonversikan bahan baku menjadi barang jadi. pita mesin tik.1.4.3. seperti biaya listrik. dan sebagainya. Biaya Gaji Karyawan Penjualan (Selling Salary Expense) Contoh: Gaji manager. Biaya Utama (Prime Cost) Istilah biaya utama (prime cost) digunakan untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya promosi (Promotion Expense) Contoh: Biaya pembuatan spanduk/banner. biaya asuransi pabrik. cat. air untuk bagian kantor.2. uang transport harian. salesman. Biaya Konversi (Conversion Cost) Istilah biaya konversi (conversion cost) digunakan untuk biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.Biaya Overhead dan mengkredit Biaya Overhead Pabrik. tinta printer. . amplas. Biaya Utilitas Kantor (Office Utility Expense) Contoh: Biaya listrik. uang makan. dan sebagainya. Biaya asuransi bagian kantor (Office Insurance Expense) Contoh: Alokasi biaya asuransi untuk bagian kantor. pembukuan. dan sebagainya yang berkaitan dengan kegiatan promosi. satpam. 2. biaya servis mobil. biaya iklan media cetak. buku. vernis. Biaya komisi order ( Commision Expense) Contoh: komisi untuk pemberi order.2. kertas.4. dan lain-lain. dan sebagainya. Biaya transport penjualan (Transportation Expense) Contoh: Biaya bahan bakar mobil boks. 3. Selisih antara biaya overhead sesungguhnya (sebelah debet) dengan biaya overhead dibebankan (sebelah kredit) nampak pada buku besar biaya overhead pabrik ditutup dan dibebankan ke dalam biaya produksi pada akhir periode. kasir. Biaya Gaji Karyawan Administrasi & Umum (Office Salary Expense) Contoh: Gaji manager. dan sebagainya 3.1. ada kesulitan dalam penentuan biaya overhead yang sesungguhnya terjadi pada akhir periode. 1. Biaya Penjualan (Selling Expense) 3. 2.

Persedian bahan adalah akun yang menunjukkan nilai harga pokok persediaan bahan baku yang tersedia pada suatu saat tertentu dan siap digunakan untuk proses produksi. . Persediaan BDP. Contoh: Persediaan kayu ramin. kayu ebony. Persediaan Bahan Baku (Raw Material Inventory) Istilah ini sering juga disebut Persedian Bahan (Material) saja. dan sebagainya. kayu rasamala. Persediaan Barang Dalam Perusahaan Manufaktur Kembali Ke Pengertian Jenis-jenis persediaan dalam perusahaan manufaktur dapat dikelompokkan menjadi: 1. Nilai persediaan akhir barang jadi diperoleh dari persediaan awal barang jadi ditambah dengan jumlah barang dalam proses (BDP) yang sudah selesai dikerjakan dan dikurangi dengan harga pokok penjualan barang dijual dalam satu periode. untuk perusahaan industri mebel dan furniture. jok limbah kayu. Persediaan Barang Jadi (Finished Goods Inventory) Persediaan barang jadi adalah akun yang menunjukkan harga pokok barang yang sudah selesai dikerjakan dan nilai barang jadi yang masih ada pada akhir periode yang siap untuk dijual atau dikirimkan. Contoh: Persediaan dempul. cat melamix. Contoh: Persediaan BDP. kayu meranti. 2. Biaya asuransi bagian penjualan (Selling Insurance Expense) Contoh: Alokasi biaya asuransi mobil boks.Persediaan Bahan Penolong (Sub Material Inventory) Persedian bahan penolong adalah akun yang menunjukkan nilai harga pokok persediaan penolong yang tersedia pada suatu saat tertentu dan siap digunakan untuk membantu proses produksi. untuk perusahaan industri mebel dan furniture.5. 4. Persediaan Barang Dalam Proses (Work In Process Inventory) Persediaan barang dalam proses (BDP) merupakan akun yang menunjukkan nilai bahan. Nilai persediaan akhir BDP diperoleh dari persediaan awal BDP ditambah dengan jumlah biaya bahan. tenaga kerja langsung dan overhead pabrik yang telah digunakan untuk menyelesaikannya. cat semprot. Nilai persediaan akhir bahan penolong diperoleh dari persediaan awal bahan penolong ditambah dengan jumlah pembelian bersih bahan penolong dan dikurangi dengan jumlah pemakaian bahan penolong yang telah digunakan untuk produksi dalam satu periode.meja ½ biro.kursi olympia. jok busa. tenaga kerja langsung dan overhead pabrik yang sudah digunakan dalam proses produksi tetapi belum selesai sebagai barang jadi pada akhir periode. biaya asuransi kantor bagian penjualan. Persediaan BDP. paku.kursi macintosh. amplas. kemudian dikurangi dengan nilai persediaan barang jadi yang selesai dalam satu periode. 3. untuk perusahaan industri mebel dan furniture.. Nilai persediaan akhir bahan diperoleh dari persediaan awal bahan ditambah dengan jumlah pembelian bersih bahan dan dikurangi dengan jumlah pemakaian bahan yang telah digunakan untuk produksi dalam satu periode.3. vernis.

Perusahaan manufaktur harus menggabungkan harga bahan yang dipakai. biasanya menggunakan system akuntasi yang didasarkan pada persediaan perpetual. lebih-lebih bila proses produksinya yang kompleks. 2009 · Perusahaan Manufaktur yang tidak begitu besar dan sederhana proses produksinya.Contoh: Persediaan barang jadi. System akuntansi untuk operasi manufaktur yang didasarkan pada persediaan perpetual disebut system akuntansi biaya (cost aconting system). penentuan barang yang masih dalam proses. dengan biaya tenaga kerja .kursi macintosh. pencatatan persediaan yang digunakan dalam proses produksi. Ciri-ciri sifat perusahaan dagang adalah menjual barang dagangannya tanpa mengelolah lebih dahulu barang yang dibelinya.meja ½ biro. didasarkan pada perhitungan fisik periodik yang biasanya dilakukan pada akhir tahun. dan sebagainya untuk perusahaan industri mebel dan furniture. Operasi perusahaan manufaktur tidak sesederhana perusahaan dagang. disebabkan oleh adanya perbedaan dalam sifat operasi. dan barang yang telah terjual. Perusahaan manufaktur yang lebih besar. Persediaan barang jadi.kursi olympia. PERSEDIAN POKOK AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR. Persediaan barang jadi. AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR Januari 24. Perbedaan yang terdapat dalam akuntansi untuk perusahaan manufaktur dengan perusahaan dagang. System ini dapat menghasilkan informasi tentang harga pokok produksi per unit dan lebih efektif dalam membantu manajemen dalam pengawasan biaya. karena perusahaan manufaktur membuat sendiri barang yang akan di jualnya. kadang-kadang menggunakan system akuntasi yang sederhana yang didasarkan pada system persediaan periodic.

Berikut adalah beberapa rekening yang biasa dijumpai dalam perusahaan manufaktur : 1. “Pembelian” diganti dengan “Harga Pokok Produksi” dan “Persedian Barang Dagangan” diganti dengan “Persedian Barang Jadi”. Biaya periode erat hubungannya dengan periode waktu terjadinya pengeluaran biaya.Bahan Langsung 2. perusahaan manufaktur biasanya meneluarkan berbagai macam biaya dalam proses produksinya yang telah dikelompokan menjadi beberapa golongan antaranya adalah sebagai berikut : 1.Overhead Pabrik. biasanya laporan rugi-laba fiberi lampiran yang berupa Laporan Harga Pokok Produksi.rekening persediaan barang jadi LAPORAN RUGI LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR.rekening persediaan barang dalam proses 5.Rekening persediaan bahan baku 4. dan bila perlu kadang-kadang dilampiran juga .Rekening ikhtisar biaya produksi 3. maka pengeluaran tersebut membentuk harga perolehan aktiva. Karena harga pokok produk terjadi dalam usaha mendapatkan aktiva. Laporan rugi laba pada perusahaan manufaktur sama dengan laporan rugi-laba pada perusahaan dagang.Tenaga Kerja Langsung 3. Hal ini disebabkan oleh sifat operasi perusahaan manufaktur yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan perusahaan dagang. biaya penjualan dan biaya umum & administrsi. Harga poko produk dikeluarkan untuk tujuan mndapatkan barang dagangan atau menghasilkan produk jadi. Keduannya melaporkan pendapatan (penjualan).dan biaya produksi lain untuk dapat menentukan harga pokok barang yang siap untuk dijual. HARGA POKOK PRODUK DAN BIAYA PERIODE. Untuk memberikan informasi yang lengkap. Dalam perusahaan manufaktur terjadi baik biaya periode maupun pokok produk. Dala laporan rugi-laba perusahaan manufaktur. Termasuk dalam biaya periode adalah biaya penjualan dan biaya umum & administrasi.Rekening pembelian bahan baku 2. REKENING-REKENING KHUSUS DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR. ELEMEN-ELEMEN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR. Pengeluaran ini tidak langsung berhubungan dengan proses menghasilkan produk. Oleh karena itu biaya periode dibebankan sebagai biaya pada periode pada terjadinya biaya tersebut. Rekening-rekening dalam buku besar sebuah perusahaan perusahaan manufaktur biasanya lebih banyak bila dibandingkan dengan rekening buku besar sebuah perusahaan dagang.

denga Daftar biaya Overhead pabrik. Hubungan antara laporan rugi-laba dengan laporan harga pokok produksi dan daftar biaya overhead. Process. Place dan Promotion sedangkan pada perusahaan jasa bauran pemasaran / service marketing strategy modern dilakukan melalui 8P yaitu Product. terutama berkaitan dengan pengimplementasian strategi bauran pemasaran. Untuk membina hubungan kemitraan atau relasi yang baik diperlukan komunikasi yang baik pula dengan pelanggan sasaran maupun pelanggan potensial. Physical evidence yang merupakan pengembangan dari 4P tradisional. Dengan demikian setiap perusahaan.p dimana pada akhirnya akan membawa implikasi yang sangat besar pula bagi perubahan objective / tujuan dari perusahaan jasa maupun manufaktur dewasa ini. Productivity and Quality. dengan demikian diharapkan akan tercipta suatu transaksi pembelian yang diikat dalam hubungan kemitraan (relasi) agar tercipta rebuying atau pembelian ulang. Neraca lajur dibuat peerusahaan denga tujuan : 1. Untuk itu perusahaan dituntut mampu menetapkan strategi pemasaran yang tepat. Implementasi service marketing mix strategy tersebut tidak cukup tanpa diikuti oleh pergeseran paradigma pemasaran dari transactional menuju relationshi. People.Memisah-misahkan rekening-rekening (setelah disesuaikan) berdasarkan laoporan yang akan terjadi tempat pelaporan masing-masing rekening. Penyusunan neraca lajur pada perusahaan manufaktur dimulai dengan memasukan saldosaldo rekening yang belum disesuaikan ke dalam kolom “neraca saldo”. Promotion. Namun banyak aspek yang harus dipikirkan oleh perusahaan agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Perbedaan Karakteristik Jasa Dibandingkan Produk Manufaktur: Implikasinya Terhadap Strategi Komunikasi Jasa I. 3.Untuk melihat pengaruh penyesuaian atas rekening-rekening sebelum membuat penyesuaian dalam jurnal dan membukukannya ke dalam rekening yang bersangkutan. Strategi bauran pemasaran (marketing mix strategy) pada perusahaan manufaktur secara tradisional dilaksanakan dengan menetapkan 4P meliputi Product. konsumen dipahami sebagai sentral dan bukan sebagai obyek. baik manufaktur maupun jasa tidak dapat menghindarkan diri dari . Selanjutnya dimasukan juga penyesuaian yang diperlukan pada kolom “Penyesuaian”. Price. 2002).menghitung dan menguji ketelitian perhitungan laba bersih. ataupun memberikan harga yang menarik serta terjangkau oleh pelanggan sasaran (target market). (Lovelock & Wright. Melalui pengembangan paradigma relationship. Place (cyberspace and Time). NERACA LAJUR PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR. Price. PENDAHULUAN Perusahaan yang menjalankan pemasaran modern membutuhkan lebih dari hanya sekedar mengembangkan produk dengan kualitas yang baik. 2.

demikian juga dengan perusahaan jasa. . yaitu menginformasikan sekaligus memberikan wawasan pada konsumen tentang organisasi/perusahaan serta merek dan manfaat yang dapat diberikan. (Kathleen Mortimer & Brian P. tepat sasaran maupun tepat intensitasnya. mengingat benefit dari jasa yang ditawarkan tidak bisa langsung dilihat oleh calon konsumennya. Komunikasi pemasaran antara perusahaan jasa dengan konsumennya dapat dilakukan dengan banyak cara. Kesalahan fatal yang sering kali dilakukan oleh perusahaan jasa adalah membuat strategi komunikasi yang sama dengan perusahaan manufaktur. Hal ini harus menjadi fokus perhatian utama. yaitu berangkat dari pemahanan bahwa karakteristik jasa berbeda dengan karakteristik produk manufaktur. Sebagai komunikator atau promotor perusahaan harus menyampaikan informasi secara efektif terutama berkaitan dengan penyampaian benefit atau manfaat produk atau jasa secara jelas. PERBEDAAN KARAKTERISTIK PRODUK DAN JASA : IMPLIKASI TERHADAP STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN JASA Mengembangkan strategi komunikasi pemasaran yang berbeda untuk mengkomunikasikan jasa (yang menawarkan produk tidak berwujud) adalah berbeda dengan strategi komunikasi untuk mengkomunikasikan produk manufaktur. karena alat komunikasi dapat menentukan pula bagaimana respon dari konsumen terhadap apa yang diinformasikan oleh perusahaan jasa. bahkan dengan cara yang sangat kreatif dibandingkan mengkomunikasikan produk manufaktur. perlu direncanakan dengan matang strategi komunikasi yang tepat.) Beberapa perbedaan antara jasa dan produk manufaktur mempunyai implikasi yang sangat penting dalam komunikasi pemasaran jasa tersebut. 2000) Melihat begitu pentingnya peran komunikasi dalam perusahaan jasa. 1998. Perusahaan manufaktur modern perlu suatu sistem komunikasi pemasaran yang kompleks. Dengan demikian diperlukan strategi pemasaran maupun strategi komunikasi yang berbeda dengan produk manufaktur.peran sebagai komunikator dan promotor. hal ini harus benar-benar dipahami sebagai dasar strategi komunikasi itu sendiri. Alat komunikasi juga merupakan faktor yang sangat menentukan. mengingatkan konsumen akan kemampuan perusahaan jasa maupun motivasi perusahaan tersebut serta memperbaiki hubungan pelanggan dengan menawarkan pengetahuan yang lebih banyak untuk mengoptimalkan penggunaan jasa tersebut. Kotler. membujuk konsumen potensial untuk memanfaatkan jasa sebagai penyelesaian yang terbaik dari kebutuhan konsumen dibandingkan dengan pesaing. Perusahaan jasa dalam menjalankan peran sebagai komunikator mempunyai beberapa tugas. Untuk itu pembahasan kali ini lebih ditekankan pada pelurusan pandangan yang salah tersebut. II.

2000).Terdapat enam perbedaan antara produk manufaktur dan jasa yaitu . Dorongan untuk meningkatkan produktivitas pada perusahaan jasa seringkali dikaitkan dengan inovasi teknologi. Untuk itu dibutuhkan suatu obyek yang dapat digunakan untuk mengingat wujud fisik jasa tersebut yaitu phisical symbol. (Davis et all. Permasalahan sering kali muncul. 1990) Mengingat jasa tidak berbentuk atau berwujud. maka spesifikasi serta manufaktur yang tepat mengenai keseragaman kualitas sangat sulit untuk ditentukan (Parasuraman et all.1989). Ketidakberwujudan dari tampilan jasa Keterlibatan konsumen dalam proses produksi jasa Evaluasi terhadap jasa sangat sulit dilakukan oleh konsumen Kebutuhan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan Pentingnya kontak secara personal dengan konsumen Kecilnya peran perantara. mencicipi. Dimana inovasi ini. tentunya dikaitkan pula dengan kemungkinan biaya tenaga kerja yang dapat diturunkan ataupun dioptimalkan. Keterlibatan konsumen dalam proses produksi jasa.( Willim R & Leonard. melihat. Ketidakberwujudan dari tampilan jasa Pemahaman terhadap kenyataan bahwa jasa adalah kinerja atau proses dan bukan merupakan obyek adalah langkah awal untuk lebih memahami jasa itu sendiri. Jasa lebih merupakan kinerja atau prestasi dan pengalaman dari bentuk obyek. 1981) Sebagai contoh simbol kangguru dipakai sebagai Phisical symbol perusahaan penerbangan Australia. hal ini terutama untuk klasifikasi jasa yang sangat sedikit berhubungan dengan peralatan atau equipment . Untuk itu faktor manusia (people) masih memegang peranan yang cukup besar dalam jasa. maka konsumen tidak mungkin melihat tampilan secara fisik ataupun mengambil contoh dengan menyentuh. mendengar atau membaui suatu jasa pada saat dibeli. Dengan demikian muncul kesulitan dalam mengkomunikasikan jasa. Konsumen terbantu secara fisik mengingat keberadaan perusahaan penerbangan Australia tersebut melalui simbol kangguru. . apabila peningkatan produktivitas ini tidak diimbangi oleh usaha-usaha untuk mempertahankan kualitas jasa. (Brown James And Chekitan.

1989 ) Evaluasi terhadap Jasa sangat sulit dilakukan oleh konsumen. Dengan demikian komunikasi tidak cukup dilakukan melalui penyampaian benefit atau manfaat jasa. Dengan demikian marketer jasa juga harus bertindak sebagai edukator.Bentuk jasa yang mengharuskan konsumen aktif dalam proses transfer jasa yang dilengkapi dengan penggunaan teknologi. ( Howard. gratis penggunaan fasilitas hotel. mengingat komunikasi dengan konsumen sulit untuk dilakukan disebabkan oleh terbatasnya peluang atau kesempatan untuk melakukan kontak langsung dengan konsumen . Peranan iklan dalam menilai kualitas jasa dapat dioptimalkan dengan melakukan word of mouth ( Haywood. dapat disiasati dengan menawarkan discount harga maupun penawaran service tambahan misalnya . tapi lebih lagi dapat digunakan untuk membentuk persepsi konsumen yang baik dan kuat tentang jasa tersebut. Untuk itu. Kebutuhan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan berkaitan dengan demand management strategies yaitu bagaimana strategi perusahaan dalam mengelola atau mengatur aktivitas yang dapat meningkatkan permintaan pada saat peak periods ataupun memperpanjang kondisi high periods. sarapan pagi dll agar akumulasi konsumen pada high periods dapat disebar untuk mengisi kekosongan demand konsumen pada low periods hal ini sama artinya dengan memperpanjang kondisi high periods atau peak periods dari jasa tersebut. Dengan demikian komunikasi dari mulut ke mulut tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi tentang benefit atau manfaat jasa. Meskipun konsumen sangat mengenal karakteristik dari jasa yang mereka konsumsi. Kebutuhan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Maister. (Leg and Barker. Dengan demikian komunikasi sangat berperan dalam menginformasikan penetapan strategi discount dengan tujuan . Hal ini terjadi. Proses word of mouth akan semakin terpercaya bila berupa komentar konsumen yang telah mengkonsumsi atau mengalami proses jasa (service delivery) jasa tersebut (David H. 1992) karena mereka berperan pula dalam transfer pengetahuan tentang jasa itu sendiri. 1997). namun merupakan hal yang sulit untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas dari jasa Terutama untuk perusahaan jasa dengan kontak konsumen yang rendah ( low contact services) sulit sekali melakukan evaluasi terhadap kualitas jasa. tetapi harus ditumbuhkan unsur edukasi dalam komunikasi tersebut sehingga benefit atau manfaat yang diharapkan dari jasa tersebut benar-benar sesuai dengan ekspektasi dari konsumen jasa. Permintaan rendah pada peak periods merupakan masalah serius pada industri jasa terutama yang mempunyai biaya tetap atau fixed cost tinggi seperti hotel. 1989). menuntut perusahaan jasa memberikan layanan tambahan berupa pelatihan ataupun pemberian informasi yang lengkap tentang teknologi yang digunakan dalam proses jasa tersebut. Banyak peluang yang bisa dioptimalkan oleh marketer untuk dapat melaksanakan strategi ini misalnya dengan memberikan discount harga.

Pada perusahaan jasa dengan kontak konsumen tinggi (high contact services). Berarti dalam jasa. Intermediaries atau perantara seperti retail/pengecer sering mempunyai peran yang cukup penting dalam mempromosikan produk manufaktur pada konsumen dan sekaligus memberikan informasi tentang karakteristik produk manufaktur. (Tabel 1). Terlihat dari adanya 2 elemen tambahan dalam bauran komunikasi jasa jika dibandingkan dengan bauran komunikasi produk manufaktur. Oleh sebab itu. Oleh karena peran perantara hampir tidak ada dalam jasa. Kecilnya peran perantara. dua elemen tambahan dalam bauran . STRATEGI KOMUNIKASI JASA : IMPLEMENTASI BAURAN KOMUNIKASI JASA (MARKETING COMMUNICATIONS MIX SERVICE) Bauran Komunikasi jasa memiliki komponen yang lebih luas dan lengkap dibandingkan dengan bauran komunikasi produk manufaktur.menyeimbangkan penawaran dan permintaan jasa. Tambahan elemen tersebut adalah instructional material dan corporate design. Pada jenis jasa dimana kontak dengan pelanggan sangat besar (High contact services). Jasa memiliki keterbatasan yang bersumber dari karakteristik jasa yang berbeda dengan produk manufaktur terutama dalam tangibility (keberwujudan). diperlukan komunikasi lebih intensif untuk menginformasikan benefit dan value dari jasa tersebut. III. Pentingnya kontak secara personal dengan konsumen. Namun demikian.2002). Hal ini mendukung konsep bahwa jasa memang berbeda dengan produk manufaktur. karyawan yang berhubungan langsung dengan konsumen merupakan sentral dari proses transfer jasa (service delivery). terdapat peran perantara yang sangat minimal. beberapa perusahaan jasa seperti jasa angkutan (travel). Tetapi jasa tidak dapat disamakan dengan produk manufaktur karena perusahan jasa akan langsung menjual pada pelanggan. Untuk itu banyak perusahaan yang mengupayakan agar proses jasa lebih tangible (berwujud) dan lebih personalised (personal). asuransi tetap membutuhkan agen-agen untuk menjadi perantara dalam memasarkan jasa mereka. bukan dengan tujuan penuruan kualitas jasa itu sendiri. tentunya disertai upaya untuk membentuk persepsi yang baik terhadap kualitas jasa yang diberikan. karyawan dapat bertindak sebagai pelengkap dari usaha-usaha promosi perusahaan. Mengingat karyawan dapat intens memanfaatkan waktu dalam proses transfer jasa untuk mengkomunikasikan benefit atau manfaat jasa. Perusahaan jasa dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu : high contact services dan low contact services (lovelock.

Proses tangibilizing jasa atau proses menambah keberwujudan jasa. dapat dilakukan dengan bantuan dua elemen komunikasi ini. Principles Service Marketing and Management. sales promotion. advertising. Second Edition . hal ini dilakukan pula pada perusahaan produk manufaktur. Christopher & Wright. . 2002. Lauren. Dalam pengimplementasian bauran komunikasi jasa (service communications mix). terlihat bahwa bauran komunikasi jasa mempunyai elemen yang lebih kompleks dibandingkan bauran komunikasi produk manufaktur yang pada umumnya hanya terdiri personal selling. Pearson Education. khususnya karakteristik jasa berupa keterbatasan dalam tangibility (keberwujudan). New Jersey. Bauran komunikasi jasa ditunjukkan dalam tabel 1 Tabel 1 Bauran Komunikasi Jasa Personal Advertising Sales Promotion Sampling Publicity Instructional Materials Web Sites Corporate Design Signage Communications Selling Broadcast Press Customer Service Training Word of mouth (Other customers) Print Coupons Releases Press Manuals Conferences Interior Design Internet Outdoor Discounts Sign-up Rebates Special Brochures Vehicles Events Trade Shows VideoEquipment Exhi-bitions Audiocassettes Sponsorship Software/ CD-ROM Voice Mail Stationery Retail Display Gifts Cinema/Theater Prize Promotions Telemarketing Direct Mail Uniforms Sumber : Lovelock. sedangkan instructional material dan corporate design diperlukan sebagai elemen penting dalam bauran komunikasi jasa mengingat sifat dan karakteristik jasa yang membutuhkan bentuk komunikasi yang dapat menonjolkan keberwujudan jasa (tangibilizing) jasa tersebut.komunikasi jasa tersebut mengarah pada usaha untuk memperkecil dampak negatif karakteristik jasa. dan publisitas. pemasar tetap membutuhkan pemahaman tentang pasar sasaran yang dituju (target market). Berdasarkan tabel 1 di atas.

Tujuan Komunikasi. service personnel and equepment and facilities (Lovelock & Wright. elemen yang efektif membantu tujuan ini adalah advertising maupun personal selling. Dengan demikian untuk klasifikasi jasa low contact services dibutuhkan elemen bauran komunikasi yang lebih menonjolkan keberwujudan jasa seperti instructional material maupun corporate design. Klasifikasi Jasa. Sedangkan Low contact services : service that require minimal or no direct contact between customers and the service organization (Lovelock & Wright . Perusahaan atau marketer dapat melakukan komunikasi dengan penekanan pada simbol.2002) dapat diartikan klasifikasi jasa yang membutuhkan kontak pelanggan dengan intensitas yang rendah. Hal sebaliknya terjadi pada klasifikasi jasa low contact services . jasa restoran ataupun katering. Untuk itu perlu dipikirkan penggunaan bauran komunikasi yang berbeda untuk setiap klasifikasi jasa diatas sehingga tujuan dari komunikasi pemasaran jasa dapat tercapai. Komunikasi intens diarahkan untuk memperkenalkan jasa baru. peralatan dan fasilitas pendukung proses jasa. Menarik perhatian dari konsumen melalui penekanan pada simbol yang nyata: untuk membuat jasa yang tidak nyata menjadi lebih nyata. b. Jasa dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu high contact services dan low contact services. contoh jasa dengan klasifikasi ini adalah jasa service mobil. High contanct services : service that involve significant interaction among customers. jasa konsultasi manajemen.(tangible). Klasifikasi jasa yang membutuhkan kontak pelanggan dengan intensitas tinggi memungkinkan adanya interaksi yang cukup dengan pelanggannya. Pemasar mempunyai tujuan yang berbeda dalam mengkomunikasikan jasanya. dengan demikian membuka kesempatan front liner services mengkomunikasikan value/benefit dari jasa tersebut . a. contoh jasa dengan klasifikasi ini adalah jasa salon. 2002) dapat diartikan sebagai klasifikasi jasa yang mempunyai interaksi yang signifikan atau intensitas tinggi terhadap pelanggan. spa. Masing-masing tujuan komunikasi membutuhkan implementasi bauran komunikasi yang berbeda. misalnya perusahaan asuransi menggunakan simbol payung (sebagai alat perlindungan ) dan dapat dipilih .Sedangkan elemen–elemen komunikasi yang dipilih akan berbeda tergantung beberapa hal dibawah ini yaitu. Beberapa tujuan komunikasi dapat ditetapkan sebagai berikut : Menciptakan kesadaran mengenai penawaran baru.

yaitu jasa yang melibatkan equipment. termasuk penampilan dari karyawan dan barang berwujud lainnya yang mendukung. Edukasi dalam komunikasi jasa. ASPEK EDUKASI DALAM STRATEGI KOMUNIKASI JASA. Sebagai contoh jasa asuransi. PENUTUP Karakteristik jasa yang berbeda dengan karakteristik produk manufaktur menyebab perbedaan yang cukup nyata dalam perencanaan. seperti (alat tulis/stationari. termasuk didalamnya lingkungan fisik dari fasilitas jasa. Klasifikasi jasa ini mengharuskan konsumen mandiri dalam services delivery atau proses jasa. benefit. Menciptakan citra perusahaan yang kuat : Satu cara untuk menciptakan suatu citra adalah dengan mengelola bukti. Hal ini penting. maupun nilai kesehatan). Jika konsumen tidak dibekali dengan aspek edukasi yang baik. Intensitas kebutuhan terhadap edukasi sangat dirasakan oleh jasa dengan klasifikasi low contact services. kekhawatiran bahwa konsumen akan tidak terpenuhi ekspektasinya setelah mereka merasakan benefit jasa tersebut dimungkinkan terjadi. karena dalam proses edukasi. marketer harus menjunjung unsur obyektifitas yang tinggi dalam mengkomunikasikan benefit dari jasa tersebut sehingga arpek edukasi benar-benar dapat terwujud melalui proses pemikiran secara rasional dari konsumen jasa tersebut.bauran komunikasi : instructional material dan corporate design sebagai pilihan yang efektif mencapai tujuan tersebut. (terutama jika jasa dengan resiko tinggi. tentunya dengan dorongan komunikasi pemasaran yang efektif terutama personal communication. hal ini sedikit disinggung dalam tulisan diatas dan akan coba diperjelas dalam bahasan ini. implementasi maupun penanganan strategi komunikasi . sukar sekali mengkomunikasikan benefit jasa asuransi tanpa melakukan edukasi terhadap pentingnya manfaat asuransi bagi manusia moderen yang seringkali dihadapkan pada berbagai resiko dalam menjalankan aktivitas dan kehidupannya. V. IV. Sebagai akibat dari kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan dimungkinkan terjadi pengulangan pemesanan. Edukasi merupakan aspek yang penting dalam komunikasi jasa. Meningkatkan customer repeat order . lebih pada proses pembekalan pengetahuan bagi konsumen tentang proses jasa. dan value jasa tanpa menonjolkan aspek persuasi di dalamnya. tagihan dan kartu nama) yang dapat dikategorikan dalam instructional material.

John A. terlebih pada strategi komunikasi jasa. 1998. bukan berarti strategi komunikasi jasa harus disamakan dengan strategi komunikasi produk manufaktur. " Marketing Management ". Management Science. Ricard P and Warshaw. • • • • • • • • • David H. pp 339-354. no 4 May 2000. Principles Service Marketing and Management. Add Value to Your Service." Reprinted from Journal of Marketing. No * pp. pilihan terhadap bauran komunikasi jasa yang dipakai akan tergantung pada : klasifikasi jasa dan tujuan komunikasi jasa . New York: The Free Press. Pearson Education. corporate design." Journal of Service Research 2. Berry. "Improving Productivity in a Service Business : Evidence from the Hotel Industry. James R. Day. dimana ciri khas yang menjadi perhatian dan fokus strategi komunikasi jasa adalah kemampuan perusahaan untuk menyampaikan benefit jasa tersebut secara utuh melalui instruction manual. 982-1003 Donna Legg and Julie Baker. mengingat seringkali karakteristik jasa mempunyai implikasi negatif terhadap pelaksanaan strategi pemasaran khususnya komunikasi jasa . 1992. The Advertising of Service Consumer ViewsVs Normative Guideline. "Managing Word of Mouth Communications. DAFTAR PUSTAKA • A. Second Edition . bahkan upaya untuk menjadikan jasa egual atau sama persis dengan produk manufaktur menyebabkan kesalahan fatal dalam penentuan strategi komunikasi jasa. . Chicago. 2000. 1997. "Advertising Strategies for Service Firm. Strategi komunikasi pemasaran jasa atau disebut juga dengan bauran komunikasi jasa (service promotion mix) lebih kompleks dibandingkan dengan bauran promosi produk manufaktur. Brown and Chekitan S. Ferd D. 2000.jasa itu sendiri."Why Cross Selling Hasn’t Worked.Parasuraman. agar lebih mudah dalam mempertemukan ekspektasi konsumen dengan benefit maupun value yang ditawarkan oleh perusahaan jasa." Journal of Services Marketing 3. Keinginan untuk menambah keberwujudan / tangibilizing jasa penting untuk dilakukan." in C. Prentice Hall. Vol 18. Kotler Philip. Consumer Behaviour in Marketing Strategy. Paul R (1989)." True Professionalism. Perancangan instruction manual maupun corporate design yang handal memungkinkan proses komunikasi jasa dapat berjalan dengan baik dan meminimalkan negatif effect dari karakteristik jasa itu sendiri. Howard. User Acceptance of Computer Technology: A Comparison of Two Theorical Models. Maister. Davis. Service Industries Journal . New Jersey Kathleen Mortimer & Brian P.Inc K. pp 41-50. Haywood. Suprenant (ed. American Marketing Association. IL: American Marketing Association. 1990 " A Conceptual Model of Service Quality and Its Implications For Future Research. Kurangnya pemahaman terhadap karakteristik jasa tersebut. Englewood Cliff. 2002.Inc. Vol 49.M. 1989. Dalam implementasinya. 1989. Prentice-Hall. pp 55-76 Lovelock Christopher & Wright Lauren.NJ. dengan tidak dapat melepaskan unsur edukasi dalam komunikasi. Valarie A. Namun sekali lagi. Zeithaml and Leonard L. Vol 35.). Bagozzi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful