LAPORAN PENDAHULUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI

Disusun oleh :

1. Dian Maryati

(P 27220009 046)

2. Endang Wahyuningsih (P 27220009 013) 3. Oktiani 4. Pebri Triyanto 5. Rini Hastuti (P 27220009 064) (P 27220009 066) (P 27220009 071)

JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA

2010 A. KONSEP DASAR
1. Anatomi Fisiologi Sistem Pencernaan Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rectum dan anus. a. Mulut Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan pada awal proses pencernaan. Mengunyah dengan baik dapat mencegah terjadinya luka parut pada permukaan saluran pencernaan. Setelah dikunyah lidah mendorong gumpalan makanan ke dalam faring, dimana makanan bergerak ke esophagus bagian atas dan kemudian ke bawah ke dalam lambung. b. Esofagus Esofagus adalah sebuah tube yang panjang. Sepertiga bagian atas adalah terdiri dari otot yang bertulang dan sisanya adalah otot yang licin. Permukaannya diliputi selaput mukosa yang mengeluarkan secret mukoid yang berguna untuk perlindungan. c. Lambung Gumpalan makanan memasuki lambung, dengan bagian porsi terbesar dari saluran pencernaan. Pergerakan makanan melalui lambung dan usus dimungkinkan dengan adanya peristaltic, yaitu gerakan konstraksi dan relaksasi secara bergantian dari otot yang mendorong substansi makanan dalam gerakan menyerupai gelombang. Pada saat makanan bergerak ke arah spingter pylorus pada ujung distal lambung, gelombang peristaltik meningkat. Kini gumpalan lembek makanan telah menjadi substansi yang disebut chyme. Chyme ini dipompa melalui spingter pylorus kedalam duodenum. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk mengosongkan kembali lambung setelah makan adalah 2sampai 6 jam. d. Usus halus Usus halus yang terdiri dari duodenum, jejunum, dan ileum yang panjangnya kira-kira 6 meter dengan diameter 2,5 cm. Usus besar terdiri dari rectum, colon dan rectum yang kemudian bermuara pada anus. Panjang usus besar sekitar 1,5 meter dengan diameter kira-kira 6 cm.

kedua kontraksi haustrl yaitu 1 gerakan untuk mendorong materi air dan semi padat sepanjang colon. Rektum. Panjang rectum bervariasi. panjangnya kurang lebih 125-150 cm atau 50-60 inch. Kolon terdiri dari kolon asenden. Dari makan sampai mencapai rectum normalnya diperlukan waktu 12 jam. nutrient.5-3. Anus/ anal/ orifisium eksternal Panjangnya kurang lebih 2. bikarbonat dan enzim. akan tiba di rectum 4 hari setelah ditelan. Usus besar (kolon) Kolon orang dewasa. terdiri dari :Sekum. 4. mempunyai 2 spingter yaitu internal (involunter) dan eksternal (volunter). desenden dan sigmoid. Makanan yang sudah melewati usus halus : Chyme. Menghantarkan sisa makanan sampai ke anus dengan cara berkontraksi.6 cm : 10 cm . yang berhubungan langsung dengan usus halus. e. ketiga gerakan peristaltic yaitu gerakan maju ke anus yang berupa gelombang. 10-15 cm/ 4-6 inch. 3. Proteksi/ perlindungan dengan mensekresikan mucus yang akan melindungi dinding usus trauma oleh feses dan aktivitas bakteri. potassium. Chyme bergerak karena adanya peristaltik usus dan akan berkumpul menjadi feses di usus besar.8 cm : 4 cm : 7. pertama houstral shuffing adalah gerakan mencampur chyme untuk membantu mengabsorbsi air. Gerakan colon dibagi menjadi 2 3 bagian yaitu. jumlah chime yang direabsorbsi kurang lebih 350 ml. sesuai dengan usia : Bayi Toddler Pra sekolah Sekolah : 2. Absorbsi air dan nutrient 2.5-5 cm atau 1-2 inch. transversum. Fungsi utama usus besar (kolon) adalah : 1.Usus menerima makanan yang sudah berbentuk chime (setengah padat) dari lambung untuk mengabsorbsi air.

Gizi adalah substansi organic dan non organic yang ditemukan dalam makanan dan dibutuhkan oleh tubuh agar dapat berfungsi dengan baik (kozier. Pengertian Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit.2004) 3. 1980) adalah untuk memberikan energy bagi aktivitas tubuh.Dewasa : 10-15 cm 2. termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan zat sisa. faktor patofisiologi seperti adanya enyakit tertentu yang mengganggu pencernaan atau meningkatkan kebutuhan nutrisi. 3 Masalah nutrisi erat kaitannya dengan intake makanan dan metabolisme tubuh serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Nutrisi berfungsi untuk membentuk dan memelihara jaringan tubuh. mengatur proses-proses dalam tubuh. Secara umum faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi adalah faktor fisiologis untuk kebutuhan metabolisme basal. serta untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit. serta mengatur berbagai proses kimia dalam tubuh. membentuk struktur kerangkadan jaringan tubuh. fungsi utama nutrisi (suitor & hunter. 1992). faktor sosio-ekonomi seperti adanya kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. sebagai sumber tenaga. Dengan demikian. Nutrien adalah suatu unsur yang dibutuhkan untuk proses dan fungsi tubuh. Air Air meliputi 60%-70% berat badan individu dewasa dan 80% berat badan bayi (potter & perry. urin. Komponen-Komponen Nutrient 1. Individu dewasa dapat kehilangan cairan kurang lebih 2-3 liter per hari melalui keringat. . dan pernapasan.

pecahan energi selama masa istirahat atau puasa. antara lain : a. air juga berperan dalam menyalurkan zat-zat makanan menuju sel. suhu tubuh. b. Kegiatan mekanik oleh otot. c. c. Metabolisme karbohidrat mengandung 3 proses. karbon dioksida dan air disebut glikogenolisis. Asam amino disimpan dalam jaringan berbentuk hormone dan enzim. mempertahankan dan mengganti jaringan tubuh. Aktivitas otak dan saraf. sirkulasi darah. Perubahan dari asam amino dan gliserol menjadi glukosa disebut glukoneogenesis. Pernapasan. Lipid adalah lemak yang dapat membeku pada suhu ruangan tertentu. dll. Fungsi air bagi tubuh sendiri adalah untuk membantu proses/ reaksi kimia dalam tubuh serta berperan dalam mengontrol temperatur tubuh. 2. 1g lemak akan menghasilkan 9 kkal. b. tetapi harus didapat dari makanan. Kegiatan yang membutuhkan energi. Tidak ada satupun organ tubuh yang mampu berfungsi tanpa air. Karbohidrat yang disimpan dalam hati dan otot berbentuk glikogen dengan jumlah yang sangat sedikit. Protein 4 Protein berfungsi untuk pertumbuhan. Kelebihan energi karbohidrat berbentuk asam lemak. 3. 4 .Air memiliki peranan yang besar bagi tubuh. Glikogen adalah sintesis dari glukosa. Setiap 1g protein menghasilkan 4 kkal. Lemak Lemak merupakan sumber energi paling besar. 4. Setiap 1g karbohidrat menghasilkan 4 kkal. dimana lipid tersebut terdiri atas trigliserida dan asam lemak. yaitu : a. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energy utama. Selain sebagai komponen penyusun sel yang utama. Proses terbentuknya asam lemak disebut lipogenesis. Bentuk sederhana dari protein adalah asam amino. Anabolisme glukosa terbentuk glikogen disebut glikogenesis. Katabolisme glikogen menjadi glukosa. Asam amino esensial tidak dapat disintesis dalam tubuh.

Contohnya : kalsium. enzim. phosphor. Vitamin secara umum diklasifikasikan ke dalam : a. b. kromium. yaitu : seseorang memerlukan setiap harinya sejumlah lebih dari 100 mg. Vitamin yang larut dalam air. 6. Aktivitas tubuh c. dan sulfur. dan klorida. Sekresi cairan pencernaan.d. Basal Metabolisme meningkat b. sodium. Absorbsi zat-zat gizi disaluran pencernaan. yaitu : seseorang harinyasejumlah kurang lebih 100 mg. . iodium. tembaga. Vitamin yang dapat larut dalam lemak. yaitu : vitamin A. klorida.Pengeluaran hasil metabolisme. Vitamin Vitamin adalah senyawa organic yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dan diperlukan dalam jumlah besar sebagai katalisator dalam proses metabolisme. vitamin D. dan hormon. Macromineral. magnesium. cobalt. b. yaitu vitamin B dan vitamin C. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi : a. Penyakit 5. Energi kimia untuk membangun jaringan. e. memerlukan setiap 5 Contohnya : besi. h. f. seng. Micromineral. Suhu lingkungan e. Mineral Mineral dikategorikan menjadi 2 : a. selinium. Faktor usia d. vitamin K. vitamin E. mangan. potasium.

Pemberian makanan 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola diet : 1) Kebudayaan 2) Agama 3) Kesukaan seseorang terhadap makanan 4) Sikap dan emosi 5) Letak geografi 6) Faktor ekonomi 5. Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi . Dampak gangguan pemasukan nutrisi Dampak gangguan pemasukan nutrisi tergantung pada macam dan tipe nutrisi yang meliputi lamanya pemasukan yang inadekuat atau konsumsi yang berlebihan dan juga umur seseorang. Kerja otot 2. Konsumsi Oksigen 3. c. 3. Jumlah energi yang dibebaskan oleh katabolisme zat makanan dalam tubuh sama dengan energi yang dibebaskan bila zat makanan dibakar di luar tubuh.4. Lingkungan b. Keseimbangan Metabolisme dan energi tubuh 1. 2. Energi output = kerja luar + Simpanan energi + Panas Faktor yang mempengaruhi laju metabolisme adalah : 1. Metablisme berarti perubahan yang menyangkut segala transportasi kimiawi serta energi yang terjadi dalam tubuh. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi a.

PCM juga dapat terjadi akibat kurang baiknya penanganan klien selama menjalani proses perawatan di berbagai fasilitas kesehatan. Gejala klinis (menyerupai marasmus) : lapar. Defisiensi kalori berkibat : kelaparan. wajah tampak tua. Kwashiorkor Malnutrisi yang terjadi akibat diet protein yang tidak adekuat pada bayi 6 ketika sudah tidak mendapatkan asi. diare. edema. depigmentasi kulit. kemunduran otot. otot-otot tidak tumbuh. apatis. Protein Calorie Malnutrition (PCM/PEM) Suatu kondisi status nutrisi buruk akibat kurangnya kualitas dan kuantitas konsumsi nutrisi. b. penurunan berat badan. PCM/ PEM ringan : BB < 80 % BB Normal sesuai umur. kemunduran otot. hilangnya jaringan-jaringn tubuh. kemunduran pertumbuhan. apatis. c. dll) Tanda klinis : lelah. PCM yang terjadi di lingkungan fasilitas kesehatan : a. Marasmus Sindrom akibat defisiensi kalori dan protein. edema.1. 3. Cachexia Dapat terjadi secara gradual akibat kurangnya intake nutrisi yang adekuat dalam jangka panjang. c. berat badan menurun drastis. Status defisiensi Protein Keadaan defisiensi protein dapat terjadi dalam jangka pendek pada klien yang mengalami stres berat akibat berbagai gangguan tubuh (pembedahan penyakit akut. b. dermatitis. 2. PCM/ PEM sedang : BB 60 % BB Normal sesuai umur s/d 80 % BB Normal. diare. kadar protein menurun. BB kurang dari normal. Defisiensi dapat berakibat : retardasi mental. PCM/ PEM berat : BB < 60 % BB Normal sesuai umur. dengan kategori sebagai berikut : a. Mixed stated .

vitamin. d. Efek dari mixed state dapat berakibat buruk akibat hilangnya nutrisi-nutrisi vital. 4) Penyajian waktu makanan yang teratur. 6. Bayi sebelum usia 6 bulan pemberian nutrisi yang cocok adalah ASI. b. Anak Sekolah (6-12 tahun) Usia kalori protein Calcium Fe Vit.B1 Vit. Kebutuhan cairan sekitar 140-160-ml/kg/hari.A Vit. Kebutuhan Nutrisi Sesuai Tingkat Perkembangan Usia a. gangguan kulit. Anak Todler dan Pra Sekolah Kebiasaan yang perlu diajarkan pada usia ini antara lain: 1) Penyediaan makanan dalam berbagai variasi 2) Membatasi makanan manis 3) Konsumsi diet yang seimbang. dan zat besi. Bayi Pada bayi pencernaan dan absorbsi masih sederhana sampai umur 6 bulan. Kebutuhan kalori pada masing-masingusia: 1) 1 tahun = 100 kkal/hari 2) 3 tahun = 300-500 kkal/hari c. Kalori yang dibutuhkan sekitar 110-120 kal/kg/hari. gangguan penglihatan.Kondisi ini dapat terjadi pada pasien yang mengalami cachexia dan stres yang akut. Overweight Suatu keadaan BB 10 % melebihi berat badan ideal. Tanda klinis : defisit neurologis.C 7 . Obesitas Status obesitas dapat ditegakkan apabila berat badan lebih dari normal (20%-30% > Normal) e.

. e.6 0.I 0. Dewasa Muda (23-30 tahun) Kebutuhan nutrisi pada masa dewasa muda.75 0. Dewasa (31-45 tahun) Masa dewasa merupakan masa produktif khususnya terkait dengan aktivitas fisik. Remaja (13-21 tahun) Kebutuhan kalori. f. mineral dan vitamin sangat tinggi berkaitan dengan berlanjutnya proses pertumbuhan. Lemak tubuh meningkat akan mengakibatkan obesitas sehingga akan menimbulkan stress terhadap body image.75 0.7 0.6 Mg 25 25 25 Mg d. protein.10-12 07-09 05-06 Tahun 1900 1600 1400 kal 60 50 40 gram 0. selain untuk proses pemeliharaan dan perbaikan tubuh dari pada pertumbuhan.50 Gram 8 7 6 Mg 2500 2500 2500 U. Kebutuhan nutrisi pada umumnya lebih diutamakan pada tipe dan kualitas daripada kuantitas. Kebutuhan nutrisi pada masa ini perlu mendapatkan perhatian besar dan harus di bedakan antara tingkatan pekerjaan.

5 8 2500 1.5 8 2500 1 Berat L 3000 70 0.5 .5 10 2500 1.5 8 2500 1.8 L 2500 65 0.2 Sedang P 2100 65 0.8 Kebutuhan gizi untuk orang dewasa berdasarkan tingkat pekerjaan Keadaan pekerjaan Unsur Gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vit. B1 Ringan L 2100 60 0. A Vit.5 10 2500 0.5 8 2500 1 P 1750 55 0.5 P 2500 70 0.

Albumin (Normal:4-4. Body massa index = 2.5-16. b. Pengukuran Anthropometri a. b. c.3 cm d. Berat Badan ideal: (Tinggi Badan-100)±10% Lingkaran Pergelangan tangan Lingkaran lengan atas (MAC/ Mid Aid Cirmumtance) Nilai normal wanita: 28.5 cm e.B.5 mg/100ml) Transferin (Normal: 170-250 mg/100ml) . Pengkajian 1.5 cm Nilai normal pria: 28. Lipatan Kulit pada otot trisep (TSP/Tricep Skin Fold) Nilai normal wanita: 16.5-18 cm Nilai normal pria: 12.Pengukuran Biochemical (Laboratorium) a. ASUHAN KEPERAWATAN PADA GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI A.

9 Pengkajian umum status gizi individu .c. natrium klorida. digitalis. d. perempuan:0. diuretic. laksatif. Diare 8. Pemeriksaan dengan Clinical sign a) Riwayat Penyakit 1.5-1. Alkoholisme 9. antidepresa. Anorexia 6.0 mg/100ml) 3. Disabilitas mental 10. Penurunan Berat Badan dan Tinggi Badan 3. Mual dan muntah 7. Hemoglobin/ Hb (Normal:12 mg%) BUN (Normal: 10-20 mg/100ml) Eskresi kreatinin untuk 24 jam (Normal: laki-laki:0. e. dan vitamin/ preparatnutrien lain.Terapi radiasi 10 b) Riwayat pemakaian obat-obatan Aspirin.6-13 mg/100ml. antibiotic. Riwayat pembedahan pada system gastrointestinal 5. Adanya riwayat Berat Badan berlebih atau kurang 2. agen antineoblastik. Mengalami penyakit tertentu 4. antasida. agen antiimflasi.

konjungtiva merah muda Lembab merah muda Tanda-tanda abnormal Apatis. jernih. pecah/ patah-patah Kering. pecah-pecah. peradangan. berbentuk seperti spon 11 Fleksia/ lemah. tampak lelah Obesitas. lemak di subkutan tidak ada Mudah patah. eliminasi normal dan System kardiovaskuler System pencernaan . tenderness. mampu beristirahat dengan baik Dalam rentang normal sesuai dengan usia dan tinggi badan Bercahaya. pucat. stomatitis. underweight Rambut Kusam. Kulit Kuku Mata Bibir Gusi Otot Merah muda. tekanan darah rendah atau tingi Anorexia. exoptalmus. lembab Kenyal . irama jantung normal Nafsu makan baik. kemerahan. diare. lesi. tand-tanda infeksi Kering. energik. tipis. sedikit lembab. turgor kulit baik Merah muda. kering. lesu. tonus kurang. kering. berminyak dan tidak kering Lembut.berkembang dengan baik Nadi dan tekanan darah normal.Area pengkajian Penampilan umum dan vitalitas Berat badan Tanda-tanda normal Gesit. iritasi. flatulensi. lembab. bengkak. keras Berbinar. irama abnormal. tidak mampu bekerja Denyut nadi lebih dari 100X/ menit. pudar. petichie. berbentuk seperti sendok Konjungtiva pucat. membrane mukosa pucat Perdarahan. konstipasi.

paresthesia. ketidak nyaman pada mulut. stress. Ketidakmampuan fisik i. isolasi social Tujuan: Setelah dilakukan tindakan Keperawatan selama 2 X 24 jam klien dapat terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Depresi. perhatian baik. muntah b.teratur System persarafan Reflek normal. . Diet yang salah atau ketat d. Lansia yang tinggal dan makanan sendiri B. gangguan digesti d. mual. reflek menurun 4. Penurunan asupan oral. Tidak adekuatnya fasilitas penyiapan bahan makanan g. Diagnosa Keperawatan dan Tujuan Keperawatan 1. Tidak adekuatnya dana untuk penyediaan bahan makanan f. Muntah. anorexia. Kurangnya persediaan bahan makanan selam 10 hari/ lebih e. rasa terbakar.Dietary History a. waspada. Ketidakseimbangan berhubungan dengan: nutrisi: kurang dari kebutuhan a. Asupan makan tidak adekuat c. emosi stabil pembesaran liver Bingung. Gangguan pada fungsi mengunyah dan menelan b. Penurunan absorbsi nutrisi c. Tidak adekutanya penyimpanan bahan makanan h.

Rencana Keperawatan .5-15 kg selama kehamilan. estrogen). 12 2. Klien akan menjelaskan mengapa dia beresiko mengalami peningkatan Berat Badan b. Penurunan pola aktifitas. c. Medikasi (kortikosteroid.Ketidakseimbangan nutrisi: lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan: a. Klien mengatakan sudah tidak mual dan muntah setiap kali makan. d. Resiko peningkatan berat badan sebesar 12. Tujuan: Setelah dilakukan tindakan Keperawatan selama 2 X 24 jam klien dapat terpenuhi kebutuhan nutrisinya. b. Klien bisa beraktifitas seperti semula. Klien mengatakan bahwa indra pengecap dan penciumannya sudah berfungsi normal. c. c. Klien merasa lebih nyaman. penurunan kebutuhan metabolik. Tidak ditemui stomatitis.Kriteria Hasil: a. Asupan oral dan absorbsi nutrisi kembali normal seperti semula. e. d. Klien mengatakan perut sudah tidak sakit apabila dimasuki makanan. C. Kriteria Hasil: a. Perubahan pada indra pengecap dan penciuman. b. antihistamin.

Muntah. stress. muntah b. anorexia. lemak. mual.Penurunan absorbsi nutrisi c.Penurunan asupan oral. vitamin. ketidaknyamanan pada mulut. mineral dan cairan yang adekuat Rasionalisasi  Nutrisi berperan menyediakan sumber energi. gangguan digesti d. penggunaan analgesik.Diagnosa Keperawatan 1.Depresi. dan imobilitas dapat menyebabkan anorexia  Kondisi yang lemah lebih lanjut dapat menurunkan keinginan dan kemampuan klien anorexia untuk makanan  Distribusi total  Anjurkan klien untuk istirahat sebelum makan Tawarkan makanan dalam jumlah sedikit tapi sering  asupan kalori yang merata sepanjang hari membantu mencegah distensi lambung sehingga . isolasi sosial Rencana Keperawatan  Jelaskan perlunya konsumsi karbohidrat.Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan: a. membangun jaringan dan mengatur proses metabolisme tubuh.  Dengan konsultasi.  Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menetapkan kebutuhan kalori harian dan jenis makanan yang sesuai bagi klien  Diskusikan bersama klien kemungkinan penyebab hilangnya nafsu makan kita dapat menentukan metode diet yang memenuhi asupan kalori dan nutrisi yang optimal 13  Faktor-faktor seperti nyeri. protein. kelemahan.

seperti penurunan indra pembau dan perasa. batasi asupan cairan saat makan dan hindari mengkonsumsi cairan 1 jam sebelum  Kebersihan mulut dan sesudah makan yang kurang menyebabkan bau  Dorong dan dan rasa yang tidak Bantu klien untuk sedap yang dapat menjaga kebersihan mengurangi nafsu mulut yang baik makan   Menyediakan 14 Atur agar porsi makan tinggi protein di sajikan saat klien biasanya merasa lapar  makanan TKTP/ Tinggi Kalori Tinggi Protein pada saat klien merasa paling lapar meningkatkan kemungkinan klien untuk mengkonsumsi kalori dan protein yang adekuat Kemampuan menurunkan Berat Badan saat menjalani terapi kortikosteroid tampaknya bergantung pada pembatasan asupan natrium dan upaya mempertahankan asupan kalori yang  2. Medikasi Kaji adanya faktor penyebab peningkatan Berat Badan. pengaruh nedikasi. perubahan pada indra pengecap dan penciuman b.Ketidakseimbangan nutrisi: lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan: a. atau riwayat penambahan Berat Badan lebih dari 15 kg selama kehamilan  .selera makan mungkin akan meningkat  Pembatasan asupan cairan saat makan membantu mencegah distensi lambung Pada kondisi menurunnya nafsu makan.

Penurunan pola aktifitas. estrogen) c.5-15 kg selama kehamilan d. Evaluasi Diagnosa Keperawatan 1 : 1. bukan perasaan kenyang  Individu dengan gangguan penciuman atau pengecapan biasa mengkonsumsi lebih banyak makana guna memuaskan pengecapan mereka  Instruksikan klien untuk memperbanyak aktivitas guna membakar kalori  Peningkatan aktivitas mendukung upaya penurunan 15 Berat Badan  D. antihistamin. Membuat pilihan diet untuk memenihi kebutuhan nutrisi Diagnosa Keperawatan 2 : 1. Menunjukkan perilaku untuk meningkatkan dan atau mempertahankan Berat Badan 3.(kortikosteroid. Resiko peningkatan Berat Badan sebesar 12. penurunan kebutuhan metabolik sesuai Jelaskan pengaruh penurunan indra perasa dan pembau pada persepsi kenyang setelah makan Anjurkan klien untuk evaluasi asupan berdasarkan penghitungan jumlah kalori. Menunjukan penurunan Berat Badan dengan pemeliharaan kesehatan optimal . Menunjukkan peningkatan Berat Badan 2. Mempertahankan/ mendapat kembali Berat Badan yang sesuai 2.

.

Dewi Christyawati.Modul KDM II Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi.html. KDM dan Proses Keperawatan.2010. Australia: Mosby Tarwoto dan Wartowah. Jakarta: EKG Potter and Perry.2003. Konsep-Pengkajian-Nutrisi-dan.Maria. 2009. Fundamental of Nursing.com/2009/06/konsep-pengkajian-nutrisi-=dancairan. Jakarta: Salemba Medika .Cairan.DAFTAR PUSTAKA Akper PPNI Solo. 2004. dkk. http://askepakper. Blogspot. Buku Ajar KDM.Surakarta: Politeknik Kesehatan Surakarta Mubarak. 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful