STUDI TENTANG INVESTASI SYARIAH DI PASAR MODAL INDONESIA

Oleh : Tim Studi Tentang Investasi Syariah Di Pasar Modal Indonesia

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL ROYEK PENINGKATAN EFISIENSI PASAR MODAL TAHUN ANGGARAN 2004

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmatNya sehingga kami atas nama Tim Studi Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia bisa menyelesaikan pembuatan laporan hasil studi. Kami menyadari bahwa studi yang dilakukan ini hanya bertujuan untuk memotret dan atau menginventarisir bentuk-bentuk kendala dan atau hambatan pelaku pasar modal Indonesia dalam mengimplementasikan transaksi produk syariah di pasar modal Indonesia masih jauh dari harapan dan kesempurnaan, namun berkat kerjasama anggota tim serta bantuan dari berbagai pihak yang berkompeten akhirnya studi ini dapat diselesaikan dengan baik. Sebagai bentuk apresiasi yang layak, maka segenap anggota tim menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan studi ini, diantaranya adalah : 1. Pimpinan Proyek Peningkatan Efisiensi Pasar Modal beserta segenap jajarannya; 2. Pimpinan Dewan Syariah Nasional (DSN) beserta segenap jajarannya; 3. Direksi PT Bursa Efek Surabaya beserta segenap jajarannya; 4. Direksi PT Andalan Artha Advisindo Securities beserta segenap jajarannya; 5. Pengarah dan seluruh anggota Tim Studi Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia; 6. Pihak-pihak yang telah membantu Tim dalam rangka pelaksanaan studi ini;

i

Dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, Tim berharap semoga hasil studi ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait khususnya otoritas pasar modal Indonesia dalam mengambil kebijakan terutama yang berkaitan dengan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Akhirnya, semoga hasil studi ini dapat menjadi langkah awal untuk melakukan studi lanjutan dimasa yang akan datang khususnya berkaitan dengan investasi syariah di pasar modal Indonesia.

Jakarta,

Desember 2004

Tim Studi Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia

ii

TINJAUAN INVESTASI SYARIAH DI PASAR MODAL INDONESIA A. Perkembangan Investasi Syariah di Pasar Modal Luar Negeri 10 19 23 iii . Identifikasi Masalah D. Tujuan Studi C. Latar Belakang B.DAFTAR ISI Hal KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN EXECUTIVE SUMMARY BAB I. Metodologi Studi E. Obyek dan Wilayah Studi F. Perkembangan Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia C. PENDAHULUAN A. Sistematikan Penulisan Laporan Hasil Studi G. Waktu Studi 1 4 5 6 7 8 9 9 i iii v vii viii BAB II. Prinsip dan Kaidah Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia B. Organisasi Studi H.

KENDALA PENGEMBANGAN INVESTASI SYARIAH DI PASAR MODAL INDONESIA A. KESIMPULAN KESIMPULAN Daftar Pustaka Lampiran-lampiran 84 34 36 38 38 57 72 iv . Daftar Pertanyaan (Kuesioner) B.BAB III. Profil Responden C. Deskripsi dan Analisis Hasil Penelitian Lapangan 1) Emiten/ Perusahaan Publik 2) Penjamin Emisi Efek (PEE) 3) Reksa Dana BAB IV.

Desember 2004 Penerbit obligasi syariah s.Daftar Tabel Nomor Tabel 1 Perihal Perbandingan antara produk konvensional dengan syariah Komposisi jumlah responden Anggota JII periode Juli s.d. September 2004 Perbandingan obligasi konvensional dengan syariah Penerbit Reksa Dana syariah Perbandingan NAB Reksa Dana konvensional dengan syariah Kapitalisasi pasar saham sesuai prinsip syariah di Malaysia Negara penerbit obligasi syariah per 31 Desember 2003 Komposisi investor terhadap Global Bond di Malaysia Komposisi investor terhadap Global Bond di Qatar Komposisi investor terhadap Islamic Development Bank Bond Nilai kapitalisasi saham syariah di Bahrain s.d 2003 Kapitalisasi saham syariah di Bahrain dan Malaysia Kapitalisasi pasar di bursa efek negara-negara islam per-2003 Pertumbuhan Islamic Equity Fund secara Internasional Proporsi responden dan tingkat pengembalian kuesioner Responden terbagi dalam beberapa sektor bidang usaha Total aset responden emiten pada akhir tahun 2003 Rencana penerbitan efek untuk responden emiten Tingkat pemahaman responden emiten Ketersediaan informasi PM syariah untuk responden emiten Jenis usaha untuk responden emiten Penggunaan dana hasil emisi untuk emiten Minat pemodal atas efek syariah untuk emiten Pra-proses penerbitan efek syariah untuk emiten Tingkat kemampuan PEE untuk emitan Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tingkat kemampuan profesi penunjang untuk emiten Biaya yang dikeluarkan untuk emiten Mekanisme dan birokrasi untuk emiten Waktu dalam penerbitan efek syariah oleh emiten Ketersediaan kerangka peraturan untuk emiten Pola pengawasan lembaga terkait oleh emiten Kelembagaan dan institusi pengawas oleh emiten Pertanyaan tambahan untuk emiten Peraturan tentang penerbitan efek syariah oleh emiten Fungsi dan peran lembaga terkait oleh emiten Upaya sosialisasi peraturan oleh emiten Status perusahaan untuk Penjamin Emisi Efek (PEE) v .d.

Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42 Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Tabel 64 Tabel 65 Tabel 66 Tabel 67 Tabel 68 Tabel 69 Tabel 70 Tabel 71 Tabel 72 Tabel 73 Tabel 74 Tabel 75 Total aset perusahaan PEE Rencana penerbitan efek syariah untuk PEE Tingkat pengetahuan dan pemahaman untuk PEE Ketersediaan informasi untuk PEE Minat pemodal untuk PEE Pra-proses untuk PEE Tingkat kemampuan profesi penunjang untuk PEE Biaya yang dikeluarkan untuk PEE Mekanisme dan birokrasi untuk PEE Waktu proses penerbitan untuk PEE Fee yang diperoleh untuk PEE Kerangka peraturan untuk PEE Pola pengawasan untuk PEE Kelembagaan yang berwenang untuk PEE Peraturan penerbitan efek untuk PEE Fungsi dan peran lembaga yang berwenang untuk PEE Upaya sosialisasi peraturan untuk PEE Jumlah reksa dana yang dikelola untuk Manajer Investasi (MI) Total dana nasabah yang dikekola untuk MI Rencana penerbitan 5 tahun ke depan untuk MI Tingkat pengetahuan dan pemahaman untuk MI Ketersediaan informasi untuk MI Ketersediaan efek syariah untuk MI Tingkat return yang dihasilkan untuk MI Minat pemodal untuk MI Pra-proses penerbitan efek untuk MI Tingkat kemampuan profesi penunjang untuk MI Biaya yang dikeluarkan untuk MI Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan untuk MI Waktu proses penerbitan untuk MI Kerangka peraturan untuk MI Pengawasan pengelolaan reksa dana untuk MI Kelembagaan atau institusi yang berwenang untuk MI Peraturan tentang penerbitan untuk MI Fungsi dan peran lembaga yang berwenang untuk MI Upaya sosialisasi peraturan untuk MI vi .

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 181/KMK.1/2004 tentang Pembentukan Tim Studi Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia : Surat Keputusan Ketua Pelaksana Tim Studi Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia Nomor Kep01/PPEPM.1/2004 tentang Pengangkatan Anggota Pembantu Pelaksana dan Sekretariat Tim Studi Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia : Kuesioner : Daftar Responden Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 vii .

63% dari total nilai emisi obligasi di Indonesia.52 miliar (43% dari total nilai obligasi yang tercatat di pasar modal Malaysia).32% (nol koma tiga puluh dua per seratus) dari total NAB industri reksa dana. perkembangan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia masih dianggap belum mengalami kemajuan yang cukup signifikan. viii . sementara di Indonesia hingga awal Desember 2004 baru mencapai Rp. Indonesia terlihat begitu tertinggal dalam mengembangkan kegiatan investasi syariah di pasar modal. sedangkan Indonesia baru mencapai 0. Sebagai contoh. 1. Walaupun kegiatan investasi syariah telah mulai dan diperkenalkan sejak pertengahan tahun 1997 melalui instrumen reksa dana syariah dan sejumlah fatwa DSN-MUI berkaitan dengan kegiatan investasi syariah di pasar modal juga telah diterbitkan. Untuk obligasi syariah. di Malaysia hingga bulan September 2002 mencapai USD 15. hingga saat ini pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi syariah di pasar modal masih tergolong minim.28 Triliun (USD 141. data menunjukkan hingga akhir tahun 2002 total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Syariah mencapai 5% (lima per seratus) dari total NAB industri Reksa Dana di Malaysia.EXECUTIVE SUMMARY Studi ini dilakukan dengan latar belakang bahwa ditengah pertumbuhan kegiatan ekonomi syariah di Indonesia yang semakin marak.9 juta) atau 1. Malaysia pertama kali mengembangkan kegiatan pasar modal syariah sejak awal tahun 1990 dan saat ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia misalnya.

pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait. pasar yaitu: modal tingkat syariah. Melalui pembahasan internal anggota tim studi dan pembahasan dengan berbagai nara sumber. pengetahuan pemahaman ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah. Secara umum. dan kelembagaan atau institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia. hasil identifikasi masalah tersebut dituangkan ke dalam bentuk kuesioner dan disebarkan kepada 3 (tiga) kelompok responden yang dijadikan obyek studi. Penjamin Emisi Efek (PEE). dan sisi demand (permintaan) efek syariah. yang masing-masing mewakili sisi supply (penawaran) efek syariah.Melihat kenyataan seperti ini. maka dilakukan studi yang secara khusus membatasi ruang lingkup penelitian yang hanya membahas tentang kendala dan masalah yang dianggap mempengaruhi lambannya perkembangan kegiatan investasi di pasar modal Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak terutama para pelaku pasar modal di Indonesia. yaitu: tingkat kemampuan profesi ix . sisi intermediari yang membantu proses penerbitan efek syariah. responden menyatakan bahwa ada beberapa masalah yang memang dan benar menjadi tentang kendala. kerangka peraturan tentang penerbitan efek syariah. dan Manajer Investasi (MI). ternyata ketiga kelompok responden menyatakan hal tersebut bukan merupakan kendala. yaitu Emiten/Perusahaan Publik. Kemudian. minat pemodal. Beberapa identifikasi masalah lainnya yang semula dianggap oleh tim sebagai kendala dalam pengembangan kegiatan investasi syariah di pasar modal. pra-proses (persiapan) penerbitan efek syariah. tim studi telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 12 hingga 14 masalah yang dianggap menjadi kendala pengembangan kegiatan investasi syariah.

dan menjalankan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. mengawasi. prinsip-prinsip dasar. peraturan dan pola pengawasannya. yaitu perlu dilakukannya antara lain: program sosialisasi secara intensif tentang kegiatan investasi syariah di pasar modal yang mencakup antara lain. mekanisme transaksi. Studi juga mendapatkan masukan tentang beberapa hal yang dianggap dapat mendorong dan mengembangkan kegiatan investasi syariah di pasar modal. biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan efek syariah. Kenyataan lain yang didapat dari studi ini adalah bahwa dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan akan terjadi kesenjangan antara sisi permintaan efek syariah dan sisi penawarannya.penunjang (Notaris. penyusunan kerangka peraturan yang lebih jelas dalam rangka penerbitan efek syariah dan kegiatan investasi syariah di pasar modal. Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah. produk. x . membina. dan Profesi) yang efisien dalam fungsi dan peran dalam mengatur. SROs. DSN. Sehingga yang akan terjadi adalah bahwa reksa dana akan kekurangan efek syariah untuk dijadikan portofolionya. waktu (lama-tidaknya) dari proses penerbitan efek syariah. dan membentuk pola kelembagaan (hubungan antara Bapepam. Hal ini berdasarkan pernyataan dari responden bahwa dalam 5 (lima) tahun ke depan Emiten/Perusahaan Publik dan Penjamin Emisi Efek tidak memiliki rencana untuk melakukan penerbitan atau membantu proses penerbitan efek syariah sedangkan di sisi lain Manajer Investasi secara umum menyatakan memiliki rencana untuk menerbitkan efek (reksa dana) syariah. mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah.

perlu dilakukan secara terus menerus untuk menyempurnakan dan mengembangkan infrastruktur pasar modal menuju ke arah yang lebih baik lagi.BAB I PENDAHULUAN A. serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek”. pasar modal telah menjadi financial nerve centre (saraf finansial dunia) pada dunia ekonomi modern dewasa ini. Sehubungan dengan 1 . 8 tahun 1995. bahkan perekonomian modern tidak akan mungkin bisa eksis tanpa adanya pasar modal yang tangguh dan berdaya saing global serta terorganisir dengan baik. terbukti telah banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi pasar modal ini sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya. Latar Belakang Pasar modal secara umum dapat diidentikkan dengan sebuah tempat dimana modal diperdagangkan antara pihak yang memiliki kelebihan modal (investor) dengan orang yang membutuhkan modal (issuer) untuk mengembangkan investasi. pasar modal didefinisikan sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek. Dalam Undang-Undang No. Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya. Secara faktual. Salah satu faktor bagi terciptanya pasar modal Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global dimaksud adalah dengan tersedianya fasilitas dan instrumen pasar modal Indonesia yang mampu bersaing dengan instrumen pasar modal negara-negara lain. Sebagai upaya dalam mendukung terwujudnya Pasar Modal Indonesia menjadi penggerak ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya saing global sebagaimana tertuang dalam cetak biru pasar modal Indonesia. Keberadaan pasar modal di Indonesia merupakan salah satu faktor terpenting dalam ikut membangung perekonomian nasional.

Secara umum konsep pasar modal syariah dengan pasar modal konvensional tidak jauh berbeda meskipun dalam konsep pasar modal syariah disebutkan bahwa saham yang diperdagangkan harus berasal dari perusahaan yang bergerak dalam sektor yang memenuhi kriteria syariah dan terbebas dari unsur ribawi. khususnya dalam kegiatan pasar modal yang mengandung unsur spekulasi sebagai salah satu komponennya nampaknya masih menjadi hambatan psikologis bagi umat Islam untuk turut aktif dalam kegiatan investasi terutama di bidang pasar modal. sedangkan perbedaan nilai indeks saham syariah dengan nilai indeks saham konvensional terletak pada kriteria saham emiten yang harus memenuhi prinsip-prinsip dasar syariah. serta transaksi saham dilakukan dengan menghindarkan berbagai praktik spekulasi. Instrumen-instrumen investasi syariah tersebut kemudian mengalami 2 . Bangkitnya ekonomi Islam di Indonesia dewasa ini menjadi fenomena yang menarik dan menggembirakan terutama bagi penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam. ditengah kemerosotan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. yang juga berimbas ke sektor pasar modal selaku subsistem dari perekonomian nasional Indonesia. Perbedaan secara umum antara pasar modal konvensional dengan pasar modal syariah dapat dilihat pada instrumen dan mekanisme transaksinya. kini industri pasar modal Indonesia mulai melirik pengembangan penerapan prinsip-prinsip syariah islam sebagai alternatif instrumen investasi dalam kegiatan pasar modal di Indonesia. Langkah awal perkembangan pasar modal syariah di Indonesia dimulai dengan diterbitkannya Reksa Dana Syariah pada 25 Juni 1997 diikuti dengan diterbitkannya obligasi syariah pada akhir 2002.itu. Praktek kegiatan ekonomi konvensional. kemudian diikuti pula dengan hadirnya Jakarta Islamic Index (JII) pada Juli 2000.

117 Trilyun 0. Kendala-kendala dimaksud diantaranya adalah selain masih belum meratanya pemahaman dan atau 3 . Dilihat dari kenyataannya. terutama jika dibandingkan dengan jumlah pemodal yang ada pada sektor perbankan.233 Trilyun 1. obligasi dan reksadana konvensional dengan jumlah saham. Pada sisi lain. harus diakui bahwa masih terdapat beberapa permasalahan mendasar yang menjadi kendala berkembangnya pasar modal yang berprinsip syariah di Indonesia.perkembangan sejalan dengan maraknya pertumbuhan bank-bank nasional yang membuka “window” syariah. walaupun sebagian besar penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam namun perkembangan pasar modal yang berbasis syariah dapat dikatakan sangat tertinggal jauh terutama jika dibandingkan dengan Malaysia yang sudah bisa dikatakan telah menjadi pusat investasi berbasis syariah di dunia. obligasi dan reksadana syariah dapat dilihat sebagaimana tabel berikut : Tabel 1 Perbandingan antara produk konvensional dengan produk syariah Produk Konvensional No 1 2 3 Instrumen Saham Obligasi Reksadana Jumlah 418 145 209 Nilai Emisi 254.811 Trilyun 75.539 Trilyun Produk Syariah Jumlah 30 * 10 8 Nilai Emisi 0.285 Trilyun Sumber : data Bapepam & BEJ. diolah * Saham-saham anggota JII. hingga akhir September 2004 perbandingan antara jumlah saham. Kenyataan lain yang dihadapi oleh pasar modal syariah kita hingga saat ini adalah minimnya jumlah pemodal yang melakukan investasi. Sebagai gambaran umum. karena telah menerapkan beberapa instrumen keuangan syariah untuk industri pasar modalnya.055 Trilyun 94.

Mencari format kelembagaan dan aspek pengaturan investasi syariah yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan pasar modal Indonesia. 2. B.pengetahuan masyarakat Indonesia tentang investasi di pasar modal yang berbasis syariah. Mengetahui bentuk-bentuk hambatan dan kendala apa sajakah yang melatar belakangi berkembangnya investasi syariah di pasar modal Indonesia. tim studi investasi syariah perlu mempelajari secara seksama tentang jenis-jenis kendala baik yang bersifat teknis maupun non teknis berkaitan dengan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. juga belum ditunjangnya dengan peraturan yang memadai tentang investasi syariah di pasar modal Indonesia serta adanya anggapan bahwa untuk melakukan investasi di pasar modal syariah dibutuhkan biaya yang relatif lebih mahal apabila dibandingkan dengan investasi pada sektor keuangan lainnya. Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas. 3. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap berbagai kendala dan atau hambatan yang melatarbelakangi investasi syariah di pasar modal Indonesia. Mempelajari perkembangan investasi syariah di pasar modal luar negeri. Tujuan Studi Studi investasi syariah ini bertujuan untuk : 1. serta menambah pemahaman dan sebagai bahan pertimbangan terutama bagi otoritas pasar modal dan institusi terkait lainnya dalam menfasilitasi infrastruktur kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. 4 .

Untuk itu tim studi juga melakukan kajian terbatas melalui situs-situs internet dan referensi lain tentang praktek investasi syariah di pasar modal pada negara-negara di Asia. yaitu : Hal-hal apa saja yang menjadi kendala bagi perkembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Hal-hal apa sajakah yang perlu disediakan otoritas pasar modal beserta institusi lainnya terkait dengan peraturan dan lan-lain dalam rangka kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. 2). tim merumuskan beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian serius. Rumusan Masalah Dalam studi ini. Identifikasi Masalah Untuk mempermudah penelaahan dan penganalisaan masalah. 5 . maka tim studi telah mengidentifikasi masalah berupa batasan masalah dan rumusan masalah antara lain : 1). Hal-hal apa sajakah yang perlu dipersiapkan oleh para pelaku pasar modal di lapangan guna terselenggaranya kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Timur Tengah dan Eropa/ AS. Bagaimana kemungkinan dan atau prospek perkembangan investasi syariah di pasar modal ke depan sebagai salah satu alternatif investasi masyarakat di Indonesia. maka studi ini membatasi permasalahan seputar aspek-aspek kendala yang mungkin timbul dalam praktek kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia.C. Batasan Masalah Agar kajian studi ini terfokus pada pokok permasalahan yang dituju.

dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada sejumlah responden yaitu emiten. tim studi menggunakan beberapa metode diantaranya adalah : 1). 6 . Dalam mempelajari literatur. Metodologi Studi Dalam rangka mendukung terlaksananya studi investasi syariah ini. Studi Kepustakaan Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari beberapa literatur yang terkait dengan prinsip-prinsip pasar modal syariah dan atau investasi syariah di pasar modal termasuk yang diterapkan di Negara lain yang menjadi sumber kajian. penjamin emisi efek dan manajer investasi. Diskusi dengan para narasumber dan atau pihak-pihak yang dianggap berkompeten.D. Metode pengumpulan data Untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan. Melakukan wawancara dengan beberapa pihak terutama manajer investasi dan penjamin emisi efek yang telah berpengalaman dalam menerbitkan efek syariah di pasar modal Indonesia. b). Adapun metodenya antara lain adalah : Survey. Hal ini dilakukan untuk melihat potret dan gambaran nyata seputar bentuk dan jenis kendala yang selama ini menjadi ganjalan bagi para pelaku pasar modal Indonesia. tim studi juga mengambil dan mempelajari tulisan serta artikel baik perorangan maupun kelembagaan terutama melalui situs-situs resmi milik institusi yang terkait dengan investasi syariah di pasar modal Indonesia. penjamin emisi efek dan reksa dana. studi ini dilakukan dengan cara : a). Studi Lapangan Studi lapangan ini dilakukan untuk memperoleh masukan secara langsung dari para pelaku pasar yang berkaitan dengan investasi syariah di pasar modal seperti emiten/ perusahaan publik.

Metode analisis data Tujuan studi sebagaimana telah disebutkan di atas diantaranya adalah. Adapun sample yang diambil dalam studi ini masing-masing kelompok terdiri dari Emiten dan atau Perusahaan Publik. hal ini mengingat populasi sangat heterogin sehingga dengan mengelompokkan menjadi beberapa strata diharapkan tiap stratum menjadi relatif homogen. Metode dan teknik pengambilan sample Metode dan teknik sampling yang digunakan dalam studi ini adalah “Stratifield Random Sampling dengan sistem acak tak proporsional” dimana pengambilan sample dilakukan secara random atau acak/ serampangan dengan terlebih dahulu populasi dibagi ke dalam sub-sub populasi yang disebut strata/lapisan/kelompok yang lebih kecil. Untuk itu metode analisis yang paling tepat digunakan dalam studi ini adalah metode “analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif”. 7 .42 56 3).97 71. Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE) dan Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai Manajer Investasi (MI) selaku pengelola reksadana. untuk mempelajari perkembangan investasi syariah di pasar modal luar negeri serta mengetahui bentuk-bentuk hambatan dan kendala apa sajakah yang melatar belakangi berkembangnya investasi syariah di pasar modal Indonesia. Tabel 2 Komposisi jumlah responden No 1 2 3 Karakteristik Emiten/ Perusahaan Publik Penjamin Emisis Efek (PEE) Manajer Investasi (MI) Populasi Sample Prosentase 412 112 100 107 80 56 25.2).

E. Sistematika Penulisan Laporan studi ini disusun dalam beberapa bab. Timur Tengah dan Eropa/ Amerika. Setiap data dan atau informasi yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk mengetahui keterkaitannya dengan permasalahan pokok sehingga pada akhirnya bisa ditarik suatu kesimpulan secara obyektif. Bab II. tujuan studi. Obyek dan Wilayah Studi Sebagai objek (responden) dalam studi ini adalah beberapa pelaku pasar modal yang terkait langsung dengan praktek kegiatan investasi efek syariah di pasar modal Indonesia seperti : emiten. sistematika penulisan dan organisasi studi serta waktu studi. dihubungkan dengan langkah pemikiran rasional baik dari sudut pandang teoritis maupun praktis. Adapun daerah yang akan menjadi obyek studi adalah meliputi 2 (dua) kota besar yang selama ini dianggap bisa mewakili sebagian besar pelaku pasar modal di Indonesia yaitu DKI Jakarta dan Bandung Jawa Barat. obyek dan wilayah studi. dengan sistematika penulisan sebagai berikut : Bab I. perkembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia dan perkembangan investasi syariah di pasar modal luar negeri yang antara lain meliputi Asia. metodologi studi. F. 8 . merupakan tinjauan pustaka yang memuat kerangka pemikiran berupa : prinsip dan kaidah investasi syariah di pasar modal Indonesia. merupakan pendahuluan yang memuat latar belakang.Metode deskriptif kualitatif ini dilakukan melalui proses penyaringan informasi dari kondisi sewajarnya dalam kegiatan suatu obyek. penjamin emisi efek dan manajer investasi.

9 (sembilan) orang Pelaksana. memuat hasil informasi dan data studi lapangan yang meliputi hasil survey terhadap : Emiten. Dalam bab ini juga dianalisis mengenai praktek kegiatan investasi syariah di beberapa negara sebagai sumber kajian dan beberapa bentuk-bentuk kendala yang melatarbelakangi perkembangan dan pertumbuhan investasi syariah di pasar modal Indonesia. H. merupakan penutup yang memuat kesimpulan dan saran/ rekomendasi. Penjamin Emisi Efek dan Manajer Investasi serta hasil wawancara dari para nara sumber dari praktisi Pasar Modal. 1 (satu) orang Ketua Tim merangkap anggota. - G. Waktu Studi Lama studi mulai dari tahap persiapan hingga tahap pelaporan memerlukan waktu kurang lebih 1 (satu) tahun anggaran yaitu dari Januari sampai dengan Desember 2004.- Bab III. 2 (dua) orang Staf Sekretariat. Bab IV. Organisasi Studi Pegawai Bapepam yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari : 2 (dua) orang Pengarah. 9 . 4 (empat) orang Pembantu Pelaksana.

Dengan semakin beragamnya sarana dan produk investasi di Indonesia. Sebagai upaya dalam merealisasikan hal tersebut. disamping investasi yang selama ini sudah dikenal dan berkembang di sektor perbankan. diharapkan masyarakat akan memiliki alternatif berinvestasi yang dianggap sesuai dengan keinginannya. Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia adalah merupakan sebuah negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam. tentunya adalah sebagai investor lokal di pasar modal Indonesia. Pasar modal syariah dikembangkan dalam rangka mengakomodir kebutuhan umat Islam di Indonesia yang ingin melakukan investasi di produk-produk pasar modal yang sesuai dengan prinsip dasar syariah. maka sudah sewajarnya disediakan dan dikembangkan produk-produk investasi di pasar modal Indonesia yang sesuai dengan prinsip dasar ajaran agama Islam. Prinsip dan Kaidah Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia Mencermati perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia yang pada tahun-tahun terakhir ini begitu menggembirakan.BAB II TINJAUAN INVESTASI SYARIAH DI PASAR MODAL INDONESIA A. Hal tersebut di atas menjadi penting mengingat masih adanya anggapan di kalangan umat Islam sendiri bahwa berinvestasi di sektor pasar modal di satu sisi adalah merupakan sesuatu yang tidak diperbolehkan (diharamkan) berdasarkan ajaran Islam. oleh karena itu sektor industri pasar modal diharapkan bisa mengakomodir dan sekaligus melibatkan peranserta warga muslim dimaksud secara langsung untuk ikut aktif menjadi pelaku utama pasar. sementara pada 10 . ternyata membawa dampak positif pula terhadap perkembangan sistem investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar syariah pada sektor pasar modal di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan istilah pasar modal syariah.

bahwa kegiatan berinvestasi dapat dikategorikan sebagai kegiatan ekonomi yang sekaligus kegiatan tersebut termasuk kegiatan muamalah yaitu suatu kegiatan yang mengartur hubungan antar manusia. Training module on Comprehensive training on Sharia Banking. kegiatan tersebut dapat diketegorikan sebagai kegiatan jual beli (al Bay). terutama investor dari negara-negara Timur Tengah yang diyakini merupakan investor potensial. akan tetapi sebagai suatu kegiatan ekonomi. bahwa hukum asal dari kegiatan muamalah itu adalah mubah (boleh) yaitu semua kegiatan dalam pola hubungan antar manusia adalah mubah (boleh) kecuali yang jelas ada larangannya (haram). Dalam ajaran Islam.2 Dalam beberapa literatur Islam klasik memang tidak ditemukan adanya terminologi investasi maupun pasar modal.sisi yang lain bahwa Indonesia juga perlu memperhatikan serta menarik minat investor mancanegara untuk berinvestsi di pasar modal Indonesia.. Ini berarti ketika suatu kegiatan muamalah yang kegiatan tersebut baru muncul dan belum dikenal sebelumnya dalam ajaran Islam maka kegiatan tersebut dianggap dapat diterima kecuali terdapat implikasi dari Al Qur’an dan Hadist yang melarangnya secara implisit maupun eksplisit. Dengan dikembangkannya produk-produk investasi syariah di pasar modal Indonesia. Hal ini tidak hanya terhadap investor lokal akan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah hal ini diharapkan pula bisa memberikan daya tarik tersendiri terhadap minat investor dari manca negara. Oleh karena itu untuk mengetahui apakah kegiatan investasi di pasar modal merupakan sesuatu yang dibolehkan 1 2 Fikih adalah salah satu cabang dari ajaran islam yang mengatur tentang ……. diharapkan bisa mewujudkan pasar modal Indonesia menjadi suatu market yang bisa menarik para investor yang ingin berinvestasi dengan memperhatikan kesesuaian produk dan atau instrumen yang sejalan dengan kaedah-kaedah ajaran islam. Karim Business Consulting 11 . Sementara itu berdasarkan kaidah Fikih1.

Darah. antara lain : 1. kita perlu mengetahui hal-hal yang dilarang/ diharamkan oleh ajaran Islam dalam hubungan jual beli.atau tidak menurut ajaran Islam. 1. Benda-benda tersebut. 4. Babi. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu…” Basic Training: Fiqh and Instrument on Islamic Capital Market 12 . “Tidak boleh menjual sesuatu hingga kamu memiliki” (HR Baihaqi dari Hukaim bin Hizam) Berdasarkan Al-Qur’an.275) “Hai orang yang beriman. sesuatu yang dilarang atau diharamkan adalah 3: 1) Haram karena bendanya (zatnya) Pelarangan kegiatan muamalah ini disebabkan karena benda atau zat yang menjadi objek dari kegiatan tersebut berdasarkan ketentuan al Qur’an dan Hadist telah dilarang/ diharamkan. Khamr (minuman keras). jaunganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan (QS 4. penuhilah akad-akad itu…” (QS 5. Hadist dan pendapat para ahli fiqh (ajaran islam). 2) Haram selain karena bendanya (zatnya) Pengertian dari pelarangan atas kegiatan ini adalah suatu kegiatan yang objek dari kegiatan tersebut bukan merupakan benda-benda yang diharamkan karena zatnya artinya benda-benda tersebut 3 yang bathil.29) “Hai orang yang beriman. Konsep dasar investasi syariah di Pasar Modal Indonesia Apabila kita melihat dalam Al Qur’an dan Hadist sebagai sumber utama ajaran Islam maka kita dapat melihat beberapa ketentuan mengenai hal tersebut : “ …Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS 2.1) “ Rasulullah saw melarang jual beli (yang mengandung) gharar” (HR Al Baihaqi dari Ibnu Umar). Bangkai binatang. 2. 3.

yang melakukan perjanjian. Taghrir/ Gharar c. Terjadi suatu perjanjian dimana pelaku. M Ali Hasan. Akan tetapi benda tersebut menjadi diharamkan disebabkan adanya unsur : a. objek dan periodenya sama. Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam. cetakan 1.benda-benda yang dibolehkan (dihalalkan).4 Berdasarkan pengertian tersebut maka akad adalah suatu perbuatan hukum yang melibatkan kedua belah pihak atau lebih. Adapun pengertian berdasarkan fiqh maka Akad adalah pertalian ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan kabul (pernyataan menerima ikatan). antara lain: 1. Terjadinya : Ikhtikar dan Bay Najash 3) Tidak sahnya akadnya Seperti halnya dengan pengharaman disebabkan karena selain zatnya maka pada kegiatan ini benda yang dijadikan objeknya adalah benda yang berdasarkan zatnya dikategorikan halal (dibolehkan) tetapi benda tersebut menjadi haram disebabkan akad atau penjanjian yang menjadikan dasar atas transaksi tersebut dilarang/ diharamkan oleh ajaran Islam. Perjanjian-perjanjian tersebut. Ajaran Islam menekankan bahwa semua transaksi yang dilakukan oleh dua belah pihak atau lebih. Tadlis b. tidak boleh menyimpang dan harus sejalan dengan kehendak syariat (hukum Islam).2003). Riba d. Jakarta: Rajawali Pers. Ta’aluq 2. 4 13 . sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada objek perikatan. Bentuk-bentuk akad (perjanjian) dalam islam Akad dalam bahasa Arab artinya perikatan atau perjanjian atau pemufakatan. hlm 101. Fidh Muamalah.

Beberapa akad yang terjadi dari pertukaran ini antara lain: 1. Salam 4.Oleh karena itu akad menurut ajaran Islam adalah sesuatu yang penting. Lc. Sedangkan pengertian dayn adalah financial asset yaitu berupa uang dan surat berharga. Akad yang sering dilakukan di masyarakat adalah : Al Bay (Jual Beli. Ijarah 6. cetakan1. Fiqh Muamalah. Sedangkan bagi benda yang sejenis tidak diperbolehkan kecuali secara kasat mata benda tersebut sejenis tetapi memiliki mutu yang berbeda serta memuhi persyaratan tertentu. Para Ulama mengistilahkan menjadi : tukar menukar harta atas dasar saling ridha5. hlm 19. Ajaran Islam mengatur bahwa barter dapat dibolehkan untuk benda-benda yang berlainan jenis. perdagangan. Istishna 5. 14 . Hal ini disebabkan akad boleh dikatakan akan terjadi dalam setiap kegiatan yang ada hubungan dengan muamalah. Murabahah 3. 2003). Ju’alah 5 Imam Santoso. perniagaan). Adapun yang menjadi objek dari pertukaran dapat berupa Ayn dan Dayn. Sedangkan yang lazim dilakukan di masyarakat modern adalah pertukaran antara ayn dengan dayn. Tunai/ Naqdan 2. misalnya barter yang sering dilakukan oleh masyarakat pedesaan berupa beras dengan hasil pertanian lain. Pertukaran antara ayn dengan ayn labih dikenal dengan istilah barter. Jakarta:Pustaka Tarbiatuna. asuransi maupun pasar modal. Ayn adalah benda-benda yang berupa real asset berupa barang maupun termasuk pula jasa dan bisnis. Kita akan menemukan penggunaan akad-akad yang sama di berbagai kegiatan ekonomi seperti perbankan.

akan selalu kita temui dalam kegiatan investasi syariah di pasar modal. Fatwa DSN yang mengatur tentang kegiatan investasi syariah Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa terdapat karekteristik tersendiri dalam melakukan investasi syariah. telah menentukan tentang kriterian produk-produk investasi yang sesuai dengan ajaran Islam. Pengertian dari percampuran andalah suatu akad antara dua atau lebih pihak yang bertujuan untuk bekerja sama melakukan suatu kegiatan bisnis dimana masing-masing pihak melakukan menyerahkan sejumlah dana atau jasa. Pada intinya. produk tersebut harus mememuhi syarat. 2. Hal tersebut dikarenakan selain terjadi pertukaran (al bay-jual-beli) di pasar modal pun kita mengenal suatu kegiatan percampuran misalnya yang terjadi di penerbitan saham suatu perusahaan. Batasan tersebut adalah berupa kesesuaian suatu produk investasi atas prinsip-prinsip ajaran Islam. antara lain : Dewan Syariah Nasional. Ketentuan tersebut dituangkan kedalam beberapa fatwa MUI tentang kegiatan investasi yang sesuai syariah ke dalam produk-produk investasi di Pasar Modal Indonesia. Mudharabah 2. 6 15 . Edisi 2) hlm 263.Disamping kegiatan pertukaran. Jakarta (Bank Indonesia-Dewan Syariah Nasional: 2003. Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional. Dewan Syariah Nasional (DSN) suatu lembaga dibawah MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang dibentuk tahun 1999 telah megeluarkan ketentuan mengenai kegiatan investasi di pasar modal syariah. Bentuk-bentuk akad untuk kegiatan percampuran tersebut adalah: 1. Musyarakah Akad-akad tersebut diatas. kita pun mengenal kegiatan percampuran. Fatwa DSN Nomor : 40/DSN-MUI/X/2003 tanggal 4 Oktober 2003 tentang Pasar Modal Dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah Di Bidang Pasar Modal6. termasuk juga di sektor pasar modal.

dan/ atau penyedia barang/ jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat. barang atau jasa. maysir. insider trading. distributor. 16 . termasuk perbankan dan asuransi konvensional. ba’i al ma’dun.1) Jenis Usaha. Dalam teori percampuran. produk barang dan jasa yang diberikan serta cara pengelolaan perusahaan Emiten tidak merupakan usaha yang dilarang oleh prinsip-prinsip Syariah. gharar. Berdasarkan ketentuan tersebut maka produk-produk investasi di pasar Modal yang sesuai prinsip syariah tersebut dapat berupa: a) Saham Produk investsi berupa Saham pada prinsipnya sudah sesuai dengan ajaran Islam. distributor. Islam mengenal akad syirkah atau musyarakah yaitu suatu kerjasama antara dua atau lebih pihak untuk melakukan usaha dimana masing-masing pihak menyetorkan sejumlah dana. c. Produsen. b. d. Lembaga Keuangan konvensional (ribawi). antara lain : a. melakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga keaungan ribawi lebih dominan dari modalnya. margin trading dan ikhtikar. menyebarluaskan informasi yang menyesatkan untuk memperoleh keuntungan transaksi yang dilarang. Produsen. serta minuman haram. pedagang makanan dan 2) Jenis Transaksi harus dilakukan menurut prinsip kehati-hatian serta tidak diperbolehkan melakukan spekulasi yang didalamnya mengandung unsur dharar. Usaha perjudian atau permaian yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang. dan zhulm meliputi : najash.

com dan sebagainya b) Obligasi Obligasi berdasarkan definisinya adalah suatu surat berharga jangka panjang yang bersifat hutang yang dikeluarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi dengan kewajiban membayar bungan pada periode tertentu dan melunasi pokok pada saat jatuh tempo kepada pemegang obligasi. Hal ini dikarenakan obligasi biasanya digunakan untuk kegiatan usaha/ bisnis. Islamic. Fatwa diatas telah menentukan bagaimana memilih sahamsaham yang sesuai dengan ajaran Islam.Adapun jenis-jenis syirkah yang dikenal dalam ilmu fikih yaitu: ‘inan. mudharabah. mufawadhah. Secara logika 17 . 1. Amerika serikat melaui Dow Jones Islamic Index. Wellington Management Company. Misalnya seseorang meminjam uang Rp.000. Misalnya Malaysia. Pengertian ini sangat bertentangan dengan pengertian obligasi yang kita kenal sekarang. Dalam perkembangannya telah banyak negara –negara yang telah menentukan batasan suatu saham dapat dikategorikan sebagai saham syariah. Dalam ajaran Islam kegiatan usaha/bisnis diketegorikan kegiatan tijarah.000.00 maka yang memberikan pinjaman tidak boleh meminta kelebihan dana dari pinjaman tersebut. abdan. Pembagian tersebut diadasarkan pada jenis setoran masing-masing pihak dan siapa diantara pihak tersebut yang mengelola kegiatan usaha tersebut. sehingga diharamkan untuk mendapatkan sesuatu dari kegiatan tersebut. Sementara itu beberapa institusi keuangan dunia telah membuat pula batasan-batasan untuk kategori saham syariah antara lain : Citi Asset Management Group. Menurur ajaran Islam maka suatu hutang piutang termasuk kegiatan tabarru (kebajikan). Berdasarkan definisi tersebut maka dapat dikatakan bahwa obligasi adalah suatu produk yang tidak sesuai ajaran Islam. wujuh.

baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai milik harta (shahib al-mal/rabb al-maal) dengan manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal. Mudharabah 2. 18 . Istishna 5. Fatwa DSN Nomor: 20/DSN-MUI/IX/2000 tanggal 18 April 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah telah mendefiniskan tentang Reksa Dana Syariah adalah Reksa Dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip Syariah Islam. antara lain: 1. Akad-akad yang dapat digunakan dalam penerbitan obligasi syariah.apabila seseorang meminjan dana untuk kegiatan bisnis maka pihak yang meminjamkan berhak atas sebagian keuntungan atas usaha tersebut. Ijarah c) Reksa Dana Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Murabahah 3. Salam 4. Pengertian obligasi syariah dalam fatwa tersebut adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil/margin/fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut maka DSN melalui fatwa Nomor: 32/DSN-MUI/IX/2002 tanggal 14 September 2002 tentang Obligasi Syariah telah melakukan redifinisi dari pengertian obligasi.

Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan Pasar Modal Syariah adalah antara lain : pertama. khusus industri reksadana syariah terbilang tinggi dibanding reksadana konvensional. yaitu reksadana sampai saat in berjumlah 10 reksadana (termasuk 2 reksadana yang tidak aktif/bubar) dan sebanyak 10 (sepuluh) emiten yang telah menerbitkan obligasi berbasis syariah. kedua. Lembaga Pemeringkat Efek Syariah dan Dewan Pengawas Islamic Market/Index). Dilihat dari tingkat hasil (potensi return) yang diperoleh. terlebih era tahun 2002 sampai dengan pertengahan tahun 2004. Perkembangan Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia Sejak diluncurkannya reksadana syariah pertama kali yaitu reksadana Danareksa Syariah 25 Juni 1997. yaitu reksadana syariah rata-rata memberikan return 13 %. Perkembangan transaksi sesuai syariah atas instrumen pasar modal syariah.maupun antara Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal dengan pengguna investasi. Berdasarkan hal tersebut maka batasan untuk produk-produk yang dapat dijadikan portofolio bagi Reksa Dana Syariah adalah produk-produk investasi sesuai dengan ajaran Islam. instrumen syariah baik reksadana maupun obligasi mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. dan ketiga. B. Perkembangan kelembagaan yang memantau macam dan transaksi pasar modal syariah (termasuk Bapepam Syariah. perkembangan instrumen syariah terus mengalami perkembangan walaupun lambat namun pasti. Perkembangan macam instrumen pasar modal sesuai dengan syariah yang dikuatkan dengan fatwa DSN – MUI. sementara reksadana konvensional rata-rata memberikan return 12 %. Merujuk kepada Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 32/DSN- 19 .

mayoritas saham yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) terdiri dari 333 saham emiten yang tercatat. "Kesesuaian dalam prinsip tersebut didasarkan kepada produk yang dihasilkan emiten dan transaksi sahamnya di BEJ. JII juga diharapkan dapat mendukung proses transparansi dan akuntabilitas saham berbasis syariah di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Karim Business Consulting tahun 2003. Anggota JII terdiri dari 30 saham yang mewakili + 42% dari kapitalisasi pasar di BEJ dan anggota JII akan 20 . diantaranya 236 saham sesuai dengan prinsip syariah dan layak untuk ditransaksikan dalam pasar modal syariah. Indosat Tbk telah mengeluarkan obigasi syariah yang pertama kali di pasar modal Indonesia dengan tingkat imbal hasil 16. consumer product (minuman keras) dan rokok. pada Oktober 2002 PT. "Obligasi Syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang Obligasi Syari’ah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syari’ah berupa bagi hasil/margin/fee.75 %. Tujuan pembentukan JII adalah untuk meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi pada saham berbasis syariah dan memberikan manfaat bagi pemodal dalam menjalankan syariah Islam untuk melakukan investasi di Bursa. seperti saham perbankan.MUI/IX/2002. pada tanggal 3 Juli 2000 PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) telah meluncurkan Jakarta Islamic Index (JII) merupakan “Benchmark” bagi saham-saham yang berisikan saham-saham likuid dan memenuhi prinsip syariah Islam. suatu tingkat imbal hasil (return) yang cukup tinggi dibanding rata return obligasi dengan prinsip riba/konvensional. Sedangkan sisanya 59 saham tergolong "haram" atau tidak sesuai dengan prinsip syariah. Selanjutnya. Sebagai tindak lanjut atas fatwa di atas. serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo". Sisanya 34 saham tergolong subhat seperti saham industri perhotelan dan 4 saham mudharat.

8. 11. Berdasarkan lampiran Pengumuman BEJ No. Nama Emiten Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra Graphia Bakrie & Brothers Barito Pacific Timber Bumi Resources Ciputra Development Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal No 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 27 28 29 30 Nama Emiten Kawasan Industri Jababeka Limas Stokhomindo London Sumatera Multipolar Perusahaan Gas Negara (Persero) Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomunikasi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Trias Sentosa Unilever Indonesia United Tractors Indocement Tunggal Prakasa 26 Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Ind Kalbe Farma Adapun perkembangan instrumen dan transaksi pasar modal sesuai dengan prinsip syariah s/d September 2004 adalah sebagaimana data pada tabel berikut : 21 . Peng-175/BEJDAG/U/06-2004 tanggal 25 Juni 2004. 14.d. 10. 13. 4. 9. 3. 12. 7. anggota JII Periode Juli 2004 s/d Desember 2004. adalah sebagai berikut : Tabel 3 Anggota JII Periode Juli 2004 s. Desember 2004 No 1.ditinjau kembali tiap 6 bulan sekali. 6. 15. tepatnya bulan Januari dan bulan Juni pada tiap-tiap tahunnya. 2. 5.

3. Efektif 21 Juli 2003 20 Juli 2004 21 April 2004 21 April 2004 25 Mei 2000 24 Oktober 2000 12 Agustus 2004 26 Agustus 2004 25 Juni 1997 11 September 2002 22 . 9. Milyar) Thn 2000 2001 2002 2003 2004 Syariah 0 0 0 6 10 Obligasi 91 94 100 135 145 % 0% 0% 0% 4. 10.5 1.48% Tabel 6 Penerbit Reksadana Syariah No.40 37. 6. 7.117. 10.812. 1.44% 6. 5.30 % 0% 0% 0% 1.80 52 m 13.40 31. 9. 2003 Bukopin Syariah Mudharabah 2003 Berlian Laju Tanker Mudharabah 2003 BSM Mudharabah 2003 Obligasi Syariah PTPN VII 2004 Matahari Putra Prima Ijarah Sona Topas Tourism Ijarah Citra Sari Makmur Ijarah 2004 Total Efektif 30-Oct-02 30-Jun-03 18-Sep-03 30-Jun-03 05-Dec-03 22-Oct-03 18-Mar-04 28-Apr-04 17-Jun-04 29-Jun-04 Total (Rp.16% 1. Total Obligasi Perbandingan Nilai Emisi Obligasi Syariah vs Total Nilai Emisi Obligasi (Rp.5 – 14. 7. Instrumen inv. 1. syariah Indosat Syariah Mudharabah (2002) Bank Muamalat Syariah Subordinasi Cilindra Perkasa I Th.055.5 100 m 13. 2. 5.5 150 m 13.89% Syariah 0 0 0 740.5 – 14.117 m Tabel 5 Perbandingan Jumlah Obligasi Syariah vs Total Obligasi dan Perbandingan Nilai Emisi Obligasi Syariah vs Total Nilai Emisi Obligasi Perbandingan Jumlah Obligasi Syariah vs. 4. 4.Tabel 4 Penerbit Obligasi Syariah s/d September 2004 No.40 63. 8.00 1.75 200 m 17 60 m 14 45 m 15 60 m 13 200 m 13 75 m 13.635. 3. 2.) Indikasi return % 175 m 16. 8.50 75.00 Obligasi 28. Reksadana Batasa Syariah Dompet Dhuafa Batasa Syariah BNI Dana Plus Syariah BNI Dana Syariah PNM Syariah Danareksa Syariah Berimbang AAA Syariah PNM Amanah Syariah Danareksa Syariah (telah bubar) Rifan Syariah (telah bubar) Tgl. 6.787.662.

539. Seluruh Reksa Dana Syariah Reksa Dana % 2 94 2. Sekitar tahun 1960-an banyak cendekiawan moslem dari negara-negara Islam sudah mulai melakukan evaluasi ulang atas penerapan sistem hukum Eropa dalam industri keuangan dan memperkenalkan penerapan prinsip syariah islam dalam industri keuangan. dengan banyaknya negara Islam yang terbebas dari penjajahan dan semakin terdidiknya generasi muda Islam.94 285.29% 4 180 2.96 29.85% 3 131 2. asuransi dan pasar modal pada dasarnya merupakan suatu proses sejarah yang sangat panjang. Pada masa tersebut negara-negara di Timur Tengah serta negara-negara Islam lain hampir semuanya menjadi wilayah jajahan negara-negara Eropa.13% 2 108 1.32% 0.46% 0. Milyar) Syariah 25.47 66. Perkembangan Investasi Syariah di Pasar Modal Luar Negeri Sejarah perkembangan industri keuangan syariah yang meliputi perbankan.06% 0.83 69. karena di dalam Islam dikenal kaedah muamalah yang merupakan kaedah hukum atas hubungan antara manusia yang di dalamnya termasuk hubungan perdagangan dalam arti yang luas.455.72% Perbandingan NAB (Rp.515. Lahirnya Agama Islam sekitar 15 (lima belas) abad yang lalu meletakkan dasar penerapan prinsip syariah dalam industri keuangan.45 % 0.Tabel 7 Perbandingan Jumlah Reksa Dana Syariah vs Seluruh Reksa Dana dan Perbandingan NAB Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Perbandingan Jumlah Reksa Dana Syariah vs.003. Dalam perkembangan selanjutnya.30% Keterangan : *) tidak termasuk 2 (dua) reksadana syariah yang telah bubar.95 8.22 94.10% 0.22% 8*) 215 3. C. 23 . Namun demikian.613.59 Reksa Dana 5.26 25. maka ajaran Islam mulai meraih masa kebangkitan kembali. perkembangan penerapan prinsip syaria mengalami masa surut selama kurun waktu yang relatif lama pada masa imperium negara-negara Eropa.77 46.

Selanjutnya pada tahun 1978. bond syariah yang pertama kali diterbitkan dan cukup sukses adalah obligasi syariah yang diterbitkan oleh Pemerintah Malaysia pada tahun 1983. Walaupun pembentukan kerangka hukum instrumen obligasi syariah pertama kali dilakukan oleh Jordan dan Pakistan. kemudian diikuti dengan berdirinya beberapa bank Islam lainnya seperti Islamic Development Bank (IDB) dan the Dubai Islamic pada tahun 1975. Faisal Islamic Bank of Egypt. Pada sektor di luar industri perbankan. Berdirinya Nasser Social Bank tersebut. saham dan fund (Reksa Dana). penerbitan Muqaradah Bond ini Ijin kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Muqaradah Bond Act pada tahun 1981. sedangkan pemerintah Pakistan pada pada tahun 1980 menerbitkan the Madarabas Company dan Madarabas Ordinance. Adapun negara yang pertama kali mengintrodusir untuk mengimplementasikan prinsip syariah di sektor pasar modal adalah “Jordan dan Pakistan”. Pada bidang Pasar Modal. namun demikian sampai dengan saat ini di kedua negara tersebut belum ada perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah. Faisal Islamic Bank of Sudan dan Kuwait Finance House tahun 1977.Pada saat-saat awal prinsip syariah diterapkan pada industri perbankan yaitu ditandai dengan didirikannya bank Islam pertama di Cairo pada sekitar tahun 1971 dengan nama “Nasser Social Bank” yang operasionalnya berdasarkan sistem bagi hasil (tanpa riba). Berdasarkan informasi yang dimuat dalam IOSCO Report of The Islamic Capital Market Task Force of The International Organization of Securities Commissions. penerapan prinsip syariah juga telah diterapkan pada industri asuransi (takaful) dan industri Pasar Modal. prinsip syariah saat ini diterapkan pada instrumen obligasi. Pemerintah Jordan melalui Law Nomor 13 tahun 1978 telah mengijinkan Jordan Islamic Bank untuk menerbitkan Muqaradah Bond. 24 . karena kedua negara tersebut telah menysusun dasar hukum penerbitan obligasi syariah.

Keberhasilan penerapan perbankan syariah memicu investor untuk dapat berinvestasi sesuai dengan kaidah-kaidah investasi secara islami. ICMU ini bertugas melakukan riset dan pengembangan produk Pasar Modal Islam dan melakukan analisa terhadap semua efek yang tercatat di bursa-bursa Malaysia. SAC ini bertugas memberikan masukan kepada Securities Commission atas semua hal yang berhubungan dengan pengembangan Pasar Modal Islam dan sebagai pusat referensi. Sebagai hasil dari pengkajian tersebut. disamping itu ICMU juga berfungsi sebagai tenaga riset dan sekretariat bagi SAC.yaitu the Government Investment Issue (GII). Pada awalnya the tidak dapat diperdangkan pada pasar sekunder. Malaysia Pasar Modal Syariah di Malaysia terbentuk pada awalnya karena besarnya permintaan pasar pada awal tahun 90-an. Secara umum perkembangan data dan statistik pasar modal syariah tergambar sebagai berikut : a. namun obligasi yang bersifat bai’ al-Inah sehingga the Issue tersebut dimungkinkan untuk Government Investment Issue diterbitkan berdasarkan konsep qardh hasan yang dikemudian hari konsep qardh hasan the Government Investment Issue dirubah menjadi Government Investment diperdagangkan pada pasar sekunder. disamping itu SAC juga melakukan pengkajian efek-efek konvensional yang sudah ada dari perspektif syaiah serta melakukan pengkajian dan pengembangan atas efek dan instrument pasar modal lainnya. Dalam perkembangannya IISG kemudian berubah nama menjadi Syariah Advisory Council (SAC) pada tahun 1996. pemerintah Malaysia melalui Securities Commission Malaysia membentuk Islamic Capital Market Unit (ICMU) dan Islamc Instrument Stuy Group (IISG). SAC mengeluarkan daftar efek-efek yang telah sesuai dengan prinsip 25 . Pada tahun 1994 sebagai jawaban atas permintaan pasar di atas.

Total pemegang unit Reksa Dana Syariah sebanyak 288. Malaysia telah mempunyai 36 (tiga puluh enam) Reksa Dana Syariah dari 174 (seratus tujuh puluh empat) total Reksa Dana yang ada di Malaysia. Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Syariah mencapai 5% (lima per seratus) dari total NAB industri Reksa Dana di Malaysia.55 57. Pada pasar modal Malaysia. Saham Syariah. 277 (dua ratus tujuh puluh tujuh) saham pada papan kedua dan 10 (sepuluh) saham pada papan Mesdaq.8 70. Index Syariah dan Obligasi Syariah.3 % dari total kapitalisasi pasar 56.3 75.70 Sumber : IOSCO Annual Report 2003 26 . berbagai instrument pasar modal syariah telah tersedia bagi investor antara lain Reksa Dana Syariah.20 57.syariah.131.00 48.3 102. Saat ini. Tabel 8 Kapitalisasi pasar saham yang sesuai dengan prinsip syariah di Malaysia Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 2003 Kapitalisasi pasar Saham Syariah (juta USD) 55. Selanjutnya daftar tersebut akan di up-date dua kali dalam setahun dan disebarluaskan secara gratis. Data sampai dengan tahun 2002.70 59.926. Jumlah total saham tersebut mencapai 79% dari total saham yang tercatat atau sekitar 60% dari total kapitalisasi pasar di malaysia.6 76. Reksa Dana Syariah pertama berdiri pada tahun 1993.082.4 65.982.426. saham yang sesuai dengan prinsip syariah sampai dengan tahun 2003 terlah tercatat sebanyak 684 (enam ratus delapan puluh empat) saham syariah perusahaan yang terdiri dari 397 (tiga ratus sembila puluh tujuh) saham pada papan utama.00 54.132 investor.129.

selain itu terdapat instrumen lain yaitu Islamic Unit Trust . Hingga akhir tahun 2002 tercatat instrumen dengan kapitalisasi pasar senilai USD 1.52 miliar (43% dari total nilai obligasi yang tercatat di pasar modal Malaysia). Sedangkan Obligasi Syariah di Malaysia dibentuk dan direstrukturisasi berdasarkan kontrak-kontrak yang bernuansa islami. Adapun faktor lain yang ikut memberikan kontribusi adalah. Sampai dengan tahun 2002 terdapat 30 Islamic Unit Trust dimana 4 unit trust dikelola oleh pemerintah dan 26 unit trust dikelola oleh swasta. LFX menyediakan fasilitas pencatatan dan perdagangan instrumen keuangan internasional.Adapun Index Syariah diluncurkan pertama kali oleh Kuala Lumpur Stock Exchange pada tahun 1999.6 miliar dimana 3 instrumen diantaranya adalah obligasi syariah. Secara umum tergambar dalam tabel berikut : 27 . Adapun nilai total Islamic Unit Trust mencapai RM 3.2 milyar. Kesuksesan Malaysia dalam menerbitkan instrumen obligasi yang menerapkan prinsip syariah tersebut mendorong beberapa negara Islam lain untuk menerbitkan instrumen serupa seperti the Central Bank of Kuwait yang menerbitkan obligasi syariah untuk mendanai pembelian aset-aset yang dikelola oleh negara selain Gulf Co-operation Council states serta Iran yang menerbitkan instrumen obligasi yang berbasisikan mudharabah. Sampai dengan bulan September 2002 total nilai obligasi syariah di Pasar Modal Malaysia mencapai USD 15. LFX mencatat Global Sukuk pertama di dunia pada bulan Januari 2002 yang nilainya mencapai USD 150 juta. perkembangan Labuan International Financial Exchange (LFX) ternyata juga memicu peningkatan kegiatan Pasar Modal Syariah di Malaysia. Index Syariah dimaksud berfungsi untuk melihat kinerja saham-saham syariah yang tercatat pada papan utama.

Guthrie Berhad maupun organisasi multilateral seperti the Islamic Development Bank (IDB). Di lihat dari pendekatan geografi. 3. 4. Qatar dan Islamic Development Bank adalah sebagai berikut : Tabel 10 1.000 22. 6. Sudan Total 148 25. Timur Tengah Asia Eropa USA Tabel 11 WILAYAH PERSENTASE 51% 30% 15% 4% 2. NEGARA PENERBIT NILAI (juta US$) 1. Hal ini dapat diketahui dari tingkat berhasilnya obligasi yang berbasisiskan ijaraah yang diterbitkan oleh pemerintah Malaysia dan Qatar. Qatar Islamic Development Bank (Global) Bahrain Malaysia Malaysia (Global) Guthrie Bhd (Global) Indonesia Singapura 700 400 1. 8. 3.Tabel 9 Daftar negara penerbit obligasi syariah berdasarkan laporan IOSCO per-31 Desember 2003 No. Timur Tengah Asia Eropa USA WILAYAH PERSENTASE 72% 13% 14% 1% 28 . Komposisi persentase investor terhadap Qatar Global Bond No. 1. Komposisi persentase investor terhadap Malaysia Global Bond No. 3. 5. 4. 2. 2. 4. 7.832 Secara umum dapat disebutkan bahwa instrumen obligasi syariah yang cukup dikenal dan diterima oleh para investor di Malaysia adalah obligasi syariah yang berbasiskan ijarah.680 600 150 119 35 9. 1. 2. para investor instrumen obligasi syariah terutama yang diterbitkan oleh Malaysia.

2. 3. Bahrain Bahrain mengembangkan Pasar Modal Syariah karena adanya permintaan pasar yang cukup tinggi. Bahrain Monetary Agency ini didirikan pada tahun 1973 dengan beberapa direktorat ada di dalamnya. Kegiatan ekonomi di Bahrain berada di bawah pengawasan satu badan yaitu Bahrain Monetary Agency (BMA). Bahrain Monetary Agency merupakan pihak regulator yang tidak hanya membidangi produk perbankan. Hal ini disambut baik oleh Kerajaan Bahrain yang mempunyai cita-cita untuk mewujudkan Bahrain sebgai basis terbesar keuangan dunia.5% (enam setengah per seratus) sebagaimana tabel berikut : 29 . Komposisi persentase investor atas Islamic Development Bank Bond No. Adapun secara umum data jenis saham-saham syariah yang tercatat di Bahrain Stock Exchange sampai dengan tahun 2003 mencapai sekitar 6. 1. adapun direktorat dimaksud adalah Director Islamic Financial Institution (DIFI). diantaranya adalah Executive Director Financial Institution Suervision (EDFIS) yang berwenang mengawasi kegiatan pasar modal. akan tetapi juga kegiatan pasar modal di Bahrain. WILAYAH Timur Tengah Asia Eropa PERSENTASE 70% 17% 13% b. Kemudian di dalam EDFIS itu sendiri terdapat suatu sub direktorat khusus yang mempunyai kewenangan terhadap perkembangan produk keuangan syariah.Tabel 12 3.

13 6.03 miliar. Dengan itu maka Bahrain merupakan negara pertama yang mengeluarkan obligasi dengan nilai terbesar di dunia.46 9.2 621. Kemudian pada tanggal 20 Juni 2004 Bahrain 250 juta Monetary Agency (BMA) kembali meluncurkan Islamik Internatinal Bonds yang pertama yaitu berupa ijara sukuk senilai USD sehingga total nilai obligasi syariah yang diluncurkan oleh Bahrain Monetary Agency menjadi USD 1.9 603.8 462. Sebagai hasil dari pengkajian tersebut. pada bulan September 2001 pasar modal syariah di Bahrain mulai mengalami peningkatan yang sangat tajam dimana untuk pertama kalinya Bahrain Monetary Agency (BMA) meluncurkan produk syariah berupa ijara sukuk (obligasi) .3 612. Bahrain Monetary Agency mengaluarkan obligasi syariah yang mempunyai jatuh tempo terpanjang yaitu 10 tahun.77 9. Bahrain juga menyediakan fasilitas pencatatan dan perdagangan surat-surat berharga komersial berbasis 30 . Selanjutnya pada tanggal 20 Juli 2004.7 647.2 % dari total kapitalisasi pasar 6.30 7.Tabel 13 Nilai kapitalisasi saham-saham syariah di Bahrain sampai dengan tahun 2003 adalah sebagai berikut : Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 2003 Kapitalisasi pasar Saham Syariah (juta USD) 411. Seperti halnya Malaysia.40 Sumber : IOSCO Annual Report 2003 Bahrain Monetary Agency sebagai otoritas keuangan di Bahrain terus melakukan pengkajian dan meluncurkan produk-produk pasar modal yang inovatif dan modern. Obligasi tersebut senilai 40 juta Dinar Bahrain atau senilai USD 106 juta sehingga total nilai obligasi syariah yang diluncurkan Bahrain Monetary Agency menjadi USD 1.136 miliar.98 6.

Hingga saat ini terdapat banyak instrumen pasar modal yang beredar di Bahrain. alkohol. Bahrain Monetary Agency. jasa keuangan yang bersifat konvensional. c. The Central Bank of Indonesia. e. yaitu melalui International Islamic Financial Market (IIFM).islami internasional. Repo tersebut juga dapat diperdagangkan d luar bursa antara bank-bank partisipan. Disamping itu. Secara umum. The Central Bank of Sudan dan Ministry of Finance of Brunei Darussalam. f. The Labuan Offshore Financial Services Authority Malaysia. seperti : a. d. Market berbasis beroperasi mulai bulan April 2002 dan hingga saat ini mempunyai 18 anggota termasuk Bank Muamalat Indonesia. 31 . penerapan prinsip syariah pada instrumen saham dilakukan berdasarkan penilaian atas saham yang diterbitkan oleh masing-masing perusahaan tesebut. perjudian. diantaranya saham dan obligasi. produksi yang bahan bakunya berasal dari babi. International Islamic Financial Market terbentuk atas kerja sama antara Islamic Development Bank. pornografi. Para ahli fiqih berpendapat bahwa kegiatan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut tidak tercakup pada hal-hal yang dilarang dalam syariah islam. asuransi yang bersifat konvensional. karena instrumen saham secara suatu natural telah sesuai dengan prinsip syariah mengingat sifat saham dapat dikatergorikan memenuhi prinsip syariah apabila saham dimaksud bersifat penyertaan. Bahrain Monetary Agency juga sedang memproses dan mengkaji Isamic Repurchase Agreement (Repo) yang akan dicatatkan dan diperdagangkan di Bahrain Stock Eexchange. b. suatu Islamic International kerja Financial Islamic sama Financial Market IIFM menyediakan perkembangan bentuk untuk meningkatkan syariah.

98% 6.7 15 13.40% Tabel 15 55.00% 54.00% 48. rasio atas utang dan ekuitas (debt to equity ratio).3 75. rasio atas kas dan aset (cash to asset ratio).8 462. seperti: a.70% Kapitalisasi Pasar di Bursa Efek pada beberapa negara Islam per Desember 2003 Des 2003 Listed Company 906 Kapitalisasi Pasar (Juta US$) 165.2 621.13% 6.7 130 4.5 157 21.46% 9. c.426.982.77% 9. Di Malaysia proses screening kesyariahan suatu saham dilakukan oleh Shariah Advisory Council (SAC) yang berada pada Securities Commision.131. juga bisa di dilihat dari sisi permodalan dari perusahaan dimaksud.4 65.20% 57.0 Malaysia Bahrain Oman Kuwait Saudi Qatar Jordan Arabia UAE Egyp 32 .32 56. Di beberapa negara proses screening (penyaringan) atas saham yang memenuhi prinsip syariah dilakukan oleh lembaga yang berbeda.60 76. sedangkan di negara lain proses screening kesariahan suatu saham dapat juga dilakukan oleh lembaga swasta.926.55% 57.30% 7.70% 59.0 43 28.9 603.8 70 151.32 102. Secara garis besar perkembangan kapitalisasi pasar atas saham yang memenuhi prinsip syariah di beberapa negara islam adalah sbb : Tabel 14 Kapitalisasi Pasar Saham Syariah di Bahrain dan Malaysia TH BAHRAIN KAPITALISASI PASAR (JUTA US$) % DARI TOTAL KAPITALISASI PASAR MALAYSIA KAPITALISASI PASAR (JUTA US$) % DARI TOTAL KAPITALISASI PASAR 1998 1999 2000 2001 2002 2003 411.7 29 25.129. cash and interest bearing securities to equity ratio.2 6.7 112 57.Penilaian kesyariahan suatu saham disamping dilihat dari sektor kegiatan usaha oleh perusahaan yang bersangkutan.3 612.7 647. b.7 178 10.8 70.082.

investment dan mudarabah fund. TAHUN 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 ASET FUND (DALAM JUTA US$) 800 1200 2000 3000 5000 3800 3200 3600 33 . agar Reksa Dana dimaksud senantiasa dengan prinsip syariah. Sampai dengan tahun 2003 pertumbuhan Islamic equity fund secara internasional adalah sebagai berikut : Tabel 16 selalu sesuai maka biasanya Reksa Dana tersebut akan pertumbuhan Islamic equity fund secara internasional NO. hanya saja pengelolaannya dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah. Dalam melakukan pengelolaan. diperkirakan telah diterbitkan sekitar 120 Islamic Fund. 4. 7. 3. commodit fund dan leasing (ijarah) fund.Reksa Dana Syariah (Islamic Fund) Reksa Dana Syariah (Islamic Fund) pada dasarnya juga merupakan Reksa Dana biasa/ umum. 6. 8. Beberapa bentuk Islamic Equity fund yang dikenal saat ini antara lain realty dan property fund. 1. 5. Dalam kurun waktu antara 1994 sampai dengan akhir 2001. membentuk Syariah Board. 2. baik yang diterbitkan oleh institusi-institusi Islam maupun oleh institusi konvensional.

dengan menitikberatkan kepada hal-hal yang bersifat kendala dan masalah yang dihadapi pelaku pasar di lapangan. Daftar Pertanyaan (Kuesioner) Sesuai dengan tujuan studi sebagaimana telah disebutkan di atas diantaranya adalah. dihubungkan dengan langkah pemikiran rasional baik dari sudut pandang teoritis maupun praktis. bahwa dalam rangka membatasi pokok pembahasan agar lebih terfokus. Disamping hal di atas. bahwa dalam bab ini juga dibahas hal-hal seperti : proses penyusunan daftar pertanyaan (kuisioner). Disamping itu. untuk mengetahui bentuk-bentuk hambatan dan kendala apa sajakah yang dihadapi pelaku pasar di lapangan serta yang melatar belakangi tersendatnya perkembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia. maka pembatasanpembahasan dalam rangka proses penyusunan kuisioner dilakukan dengan identifikasi atas beberapa masalah yang dianggap menjadi kendala dalam mengembangkan pasar modal syariah di Indonesia.BAB III KENDALA PENGEMBANGAN INVESTASI SYARIAH DI PASAR MODAL INDONESIA Bab ini membahas hasil penelitian lapangan yang terfokus pada kendala yang dihadapi pelaku pasar modal berkaitan dengan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut di atas. maka penyusunan kuesioner dimulai dengan : (a) mengumpulkan bahan dari berbagai 34 . Selanjutnya melakukan deskripsi dan analisis atas jawaban responden yang didapat dari daftar pertanyaan yang telah dikirimkan. yaitu melakukan kegiatan yang dimulai dari proses penyaringan informasi dari kondisi sewajarnya dalam kegiatan suatu obyek. Untuk itu metode analisis yang tepat digunakan dalam studi ini adalah metode “analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif”. profil responden yang meliputi penentuan responden dan alasan pemilihannya. A.

Tingkat pemahaman profesi penunjang tentang pasar modal syariah. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah dari para pelaku pasar. Jenis usaha perusahaan dan penggunaan dana hasil emisi efek syariah. Proses penerbitan Efek syariah. sehingga tergambar profil responden. dan (b) dengan mengundang narasumber untuk memaparkan permasalahan Indonesia. yaitu : 1. Adapun secara garis besar. dalam kelompok diharapkan dapat diperoleh informasi umum mengenai perusahaan yang dijadikan responden. dalam mengembangkan pasar modal syariah di 35 . Ketersediaan informasi tentang investasi syariah di pasar modal. 2. 3. dalam kelompok ini diharapkan dapat diperoleh informasi mengenai rencana serta jenis efek syariah yang mungkin akan diterbitkan oleh responden. kuisioner disusun dengan ini sistematika sebagai berikut : I.media dan artikel tentang investasi syariah dari pakar keuangan islam Indonesia. kelompok ini merupakan inti dari studi yang akan dilakukan. dan diharapkan dapat diperoleh informasi mengenai apakah terdapat beberapa kendala dalam mengembangkan investasi syariah di pasar modal Indonesia. 7. 5. serta jenis-jenis kendala dimaksud seperti yang telah dituangkan dalam isi kuesioner. Minat pemodal atas Efek syariah. III. Biaya yang dikeluarkan dan/atau Fee yang diperoleh dalam proses penerbitan Efek syariah. II. Masalah dan Kendala. 4. 6. Mekanisme atau birokrasi proses penerbitan Efek syariah. 8. Gambaran Umum Data Perusahaan. Rencana Penerbitan Efek Syariah.

Penjamin Emisi Efek sebagai intermediari dalam membantu proses penerbitan efek syariah. sisi supply (penawaran) efek syariah. sisi intermediari yang membantu proses penerbitan efek syariah. Fungsi dan Peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah. dan Manajer Investasi yang dianggap pada sisi demand atau pembeli efek syariah yang sekaligus juga dapat bertindak pada sisi supply dengan menawarkan efek reksa dana syariah kepada pemodal. dan sisi demand (permintaan) efek syariah. Ketiga kelompok besar responden tersebut masing-masing diwakili oleh Perusahaan Publik/Emiten pada sisi supply atau penyedia efek syariah. 12. Pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait. terutama yang menyangkut antara lain: Kerangka Peraturan. dan upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasannya. Jangka waktu (lama-tidaknya) proses penerbitan Efek syariah. IV. Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Harapan dan Saran. 10. maka studi menetapkan 3 (tiga) kelompok besar responden yang masing-masing mewakili. 11. dalam kelompok ini diharapkan dapat diperoleh informasi tentang hal-hal yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan menyangkut masalah-masalah yang menjadi kendala dalam pengembangan investasi syariah di pasar modal. Profil Responden Dalam rangka mendapatkan informasi yang dapat dianggap mewakili seluruh bagian pelaku pasar modal. B. Kerangka peraturan tentang pasar modal syariah. maka terlebih dahulu populasi dilakukan pengelompokkan ke dalam masing- 36 . Sebagai upaya dalam menyelaraskan penyebaran responden agar bisa mewakili seluruh strata yang ada dalam populasi.9.

yaitu pertama berdasarkan Sektor Usaha dan kemudian berdasarkan besarnya Total Aset perusahaan per akhir tahun 2003.5 42. Tabel 17 Proporsi responden dan tingkat pengembalian kuesioner No 1 2 3 Karakteristik Emiten/ Perusahaan Publik Penjamin Emisis Efek (PEE) Manajer Investasi (MI) 37 Populasi Sample Kembali 412 112 100 107 80 56 23 26 24 % 21.9% dari total kuisioner yang disebar/disitribusikan).9 .5% dari total kuisioner yang disebar) dan 24 Manajer Investasi mengembalikan kuesioner (42.5 32. Setelah pengelompokkan sebagaimana di atas. Adapun tingkat jumlah pengembalian kuesioner oleh responden adalah. serta untuk kelompok Manajer Investasi (MI) diambil sebanyak 56 perusahaan dari total 100 Perusahaan Efek yang memiliki ijin sebagai Manajer Investasi (MI). Pengelompokkan yang dilakukan terhadap sample dari populasi perusahaan publik/emiten.5% dari total kuisioner yang disebar). 26 Penjamin Emisi Efek mengembalikan kuesioner (32. Sedangkan pengelompokkan untuk Penjamin Emisi Efek berdasarkan nilai modal perusahaan dan keaktifan dalam melakukan kegiatan penjaminan emisi efek. masing-masing : 23 perusahaan emiten mengembalikan kuesioner (21. selanjutnya untuk Manajer Investasi dikelompokkan berdasarkan jumlah reksa dana yang dikelola dan jumlah dana yang dikelolanya.masing kelompok yang lebih kecil atau kelompok tertentu dan selanjutnya dilakukan pemilihan sample secara acak (random). kemudiian untuk Penjamin Emisi Efek (PEE) diambil sebanyak 80 perusahaan dari total 112 Perusahaan Efek yang memiliki ijin sebagai PEE. selanjutnya ditentukan sample/ responden yang akan digunakan dalam studi ini yaitu masing-masing adalah : emiten diambil 107 perusahaan dari total emiten yang ada sebanyak 412 perusahaan.

Adapun metode analisis yang dianggap tepat untuk digunakan dalam studi ini adalah metode “analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif”. Penjamin Emisi Efek. Pada bagian ini pembahasan atas jawaban kuesioner dari para responden akan dilakukan sesuai dengan kelompok daftar pertanyaan masing-masing. dan selanjutnya melakukan deskripsi dan analisis atas jawaban responden yang didapat tersebut dengan menitikberatkan bahasan kepada hal-hal yang bersifat kendala dan masalah yang dihadapi pelaku pasar di lapangan. dan Manajer Investasi. Adapun pengelompokan responden berdasarkan jenis bidang usaha adalah sebagai berikut : Emiten/ Perusahaan Publik. Deskripsi dan Analisis Hasil Penelitian Lapangan Penelitian lapangan dalam studi ini dilakukan dengan antara lain. Setiap data dan atau informasi yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk mengetahui keterkaitannya dengan permasalahan pokok sehingga pada akhirnya bisa ditarik suatu kesimpulan secara obyektif 1. yaitu melakukan kegiatan yang dimulai dari proses penyaringan informasi dari kondisi sewajarnya dalam kegiatan suatu obyek. dihubungkan dengan langkah pemikiran rasional baik dari sudut pandang teoritis maupun praktis. Emiten /Perusahaan Publik. Emiten / Perusahaan Publik Berdasarkan kuesioner yang diterima kembali dapat diketahui bahwa sebanyak 23 perusahaan emiten mengembalikan kuesioner (21.5%) dari total 107 emiten yang dijadikan sample.C. Berikut adalah rangkuman isi kuisioner dan jawaban dari responden untuk kategori 38 . mengirimkan daftar pertanyaan (kuisioner) kepada responden yang notabene adalah para pelaku pasar modal yang dianggap berkompeten dan ditentukan berdasarkan beberapa kriteria untuk dijadikan responden dimaksud.

Industri Barang dan Konsumsi. 2 perusahaan (8.7%) masing-masing pada sektor Pertanian.7 4. Jasa dan Investasi) Frequency 2 0 2 3 2 2 1 6 5 Percent 8. kemudian untuk sektor Perdagangan.0 8.0 Tabel di atas memperlihatkan bahwa. Publik/Emiten yang menjadi responden tersebut bergerak pada masing-masing : sektor Keuangan sebanyak 6 perusahaan (26. Terdapat 1 (satu) responden yaitu perusahaan pada sektor Pertambangan yang tidak terjaring atau tidak mengembalikan kuesioner yang diajukan kepada Perusahaan Publik/Emiten pada industri tersebut. 39 . Gambaran Umum Perusahaan 1.3 26. Bergerak di sektor apakah Perusahaan Saudara ? Tabel 18 Sektor 1 (Pertanian) 2 (Pertambangan) 3 (Industri Dasar dan Kimia) 4 (Aneka Industri) 5 (Industri Barang dan Konsumsi) 6 (Properti dan Real Estate) 7 (Transportasi dan Infrastruktur) 8 (Keuangan) 9 (Perdagangan.3%) pada sektor Transportasi dan Infrastruktur. dan 1 perusahaan (4.1 21.1%).7%) sedangkan sisanya 3 perusahaan (13 %) pada sektor aneka industri.7 13. dan Investasi sebanyak 5 perusahaan (21.7 8. Industri Dasar dan Kimia.7 Total 23 100. Jasa. Properti dan Real Estate.a.7 0 8. dari sembilan kategori sektor industri yang diambil sebagai sample ternyata hanya delapan sektor yang terjaring atau mengembalikan Sebagian terbesar dari Perusahaan kuisioner yang diajukan.

sedangkan 9 perusahaan (39. 11 responden (47.2.04%) memiliki total aset antara Rp 500 miliar s/d Rp 999 miliar.13%) memiliki total aset kurang dari Rp 500 miliar. Berdasarkan data di atas terlihat bahwa sebagian besar responden telah memiliki total aset di atas 1 trilyun.69 78.83%) menyatakan memiliki total aset diatas Rp 1 triliun dan 3 responden (13.04 100.04 39.26 13.13 100. b. Rencana Penerbitan Efek Syariah 1. terlihat bahwa gairah untuk menerbitkan efek syariah masih 40 . Berapakah Total Aset perusahaan Saudara pada akhir tahun 2003 ? Tabel 19 Total Asset ≥ Rp1 triliun Rp 500 miliar – Rp999 miliar <Rp 500 miliar Total Frequency 11 3 9 23 Percent 47.83 13. Apakah perusahaan Saudara mempunyai rencana untuk menerbitkan efek syariah dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan ? Tabel 20 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 2 18 3 23 Percent 8. dengan demikian dapat diasumsikan bahwa dari sisi permodalan sebagian besar responden nampaknya menganggap tidak menjadi sebuah kendala yang berarti.0 Tabel dari data jawaban responden terhadap pertanyaan ini.0 Data pada tabel di atas memperlihatkan bahwa dari 23 responden yang mengembalikan kuesioner.

Sisanya yaitu hanya 2 responden (8.70 100.sangat rendah dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.52 34. diantaranya adalah : 1.69%) menyatakan telah memiliki rencana untuk menerbitkan efek syariah pada jangka waktu 5 tahun ke depan dan kedua responden dimaksud juga sama ingin menerbitkan efek syariah dalam bentuk obligasi. apakah hal-hal di bawah ini menjadi kendala dan masalah bagi perusahaan Saudara dalam menerbitkan Efek syariah ?”. c. mayoritas responden yaitu 13 perusahaan (56.0 Terhadap pertanyaan apakah faktor pengetahuan dan pemahaman yang menjadi kendala dan masalah dalam penerbitan efek syariah. yaitu 21 responden (91.04%) sementara ini belum berniat menerbitkan efek tersebut. Untuk efek saham tidak ada satu pun responden yang berniat akan menerbitkan saham syariah. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah di lingkungan perusahaan Saudara : Tabel 21 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 13 8 2 23 Percent 56.52%) 41 .78 8.30%) belum dan tidak memiliki rencana untuk menerbitkan efek syariah. sebagian besar responden. sebanyak 18 responden (78. Sementara dari 23 responden secara meyakinkan yaitu.265) menyatakan sama sekali tidak berniat menerbitkan efek syariah. Kendala dan Masalah Jawaban responden terhadap pertanyaan yang berkaitan dengan kendala dan masalah sebagaimana tertuang dalam pertanyaan ”Menurut pendapat Saudara. sedangkan 3 responden (13.

agaknya sebagian besar responden kurang memahami dan atau kurang memberikan respon bahkan terhadap isi dari pertanyaan yang 42 .7%) yang belum atau tidak mendalami mengenai efek syariah ini.0 Ternyata terhadap pertanyaan apakah faktor ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah yang menjadi kendala dan masalah dalam penerbitan efek syariah.7%) yang menyatakan belum mempelajari dan tidak mendalami mengenai efek syariah sehingga masing-masing menjawab tidak mengerti.78%) menyatakan faktor tersebut bukan faktor kendala dan masalah serta terdapat 2 responden (8. yang terlihat dari jawaban mereka masing-masing 1 responden menyatakan belum mempelajari dan tidak mengerti.52%) menyatakan ya. 2. dan 8 responden (34.52 34. dimana mayoritas responden yaitu 13 perusahaan (56. Terdapat 2 responden (8. Berdasarkan hasil jawaban responden di atas. responden menjawab sama seperti jawaban pada pertanyaan sebelumnya. Data pada tabel di atas terlihat bahwa ternyata tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah menjadi sangat dominan sebagai salah satu faktor penghambat ketertinggalan pasar modal syariah di Indonesia.78%) menyatakan faktor tersebut bukan factor kendala dan masalah. Ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah : Tabel 22 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 13 8 2 23 Percent 56.70 100. dan 8 responden (34.menyatakan ya.78 8.

Sedangkan sebagian yang lainnya (21.70% lainnya tidak dapat memberikan jawaban).74%) dianggap bahwa belum dan atau kurang paham terhadap istilah investasi syariah di pasar modal Indonesia. Sedangkan 12 responden (52. dianggap tidak menjadi kendala. dianggap menjadi kendala. hal ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (52.74% menjawab tidak mengerti apakah jenis usaha mereka menjadi kendala ataupun tidak.0 pertanyaan di atas memperlihatkan bahwa.17%) menyatakan bahwa jenis usaha mereka baik sesuai syariah maupun tidak. ada 4 responden (17.43 100. Dengan melihat jawaban responden sebagaimana data di atas.39%) dianggap bahwa jenis usaha yang selama ini dijalankan diyakini menjadi kendala dalam mengimplementasikan investasi syariah di pasar modal Indonesia. 43 .diajukan tim studi. dianggap bukan sebagai sebuah kendala. Sedangkan sebagian kecilnya (17.39 52.17 30.17%) terlepas dari jenis usaha yang selama ini di jalankan baik secara syariah maupun tidak. dan 2 responden/ 8. Sementara ada 7 responden (30. 3.39%) menyatakan bahwa jenis usaha perusahaan mereka baik sesuai syariah maupun tidak. Jenis usaha perusahaan Saudara (sesuai/tidak sesuai dengan prinsip syariah) : Tabel 23 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Jawaban Frequency 4 12 7 23 responden terhadap Percent 17. hal ini terbukti dengan banyaknya jawaban yang kurang tepat dengan pertanyaan.43%) menjawab lain-lain dengan rincian : (5 responden/ 21.

44 . dianggap menjadi kendala dalam penerbitan efek syariah.43 100.52 30.04) menjawab lain-lain.4. menurut sebagian besar responden untuk saat ini dianggap menjadi faktor kendala dan atau hambatan dalam penerbitan efek syariah di pasar modal Indonesia.09 30. responden (30. mayoritas responden yaitu 13 responden (56. Penggunaan dana hasil emisi yang harus sesuai dengan prinsip syariah : Tabel 24 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 13 7 3 23 Percent 56.0 Hasil tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa minimnya minat pemodal atas efek syariah.52%) yang menganggap bahwa keharusan penggunaan dana hasil emisi yang sesuai dengan prinsip syariah menjadi faktor penyebab kendala atau tidak berminatnya mereka menerbitkan efek syariah.43%) Sedangkan 7 menyatakan tidak sebagai kendala dan 3 responden lainnya (13. Minat pemodal atas efek syariah yang diterbitkan : Tabel 25 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 10 6 7 23 Percent 43.43 13. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan dana hasil emisi yang harus sesuai dengan prinsip syariah.04 100.0 Hasil tabel di atas memperlihatkan bahwa.48 26. 5.

Disamping hal di atas. jumlah responden yang menyatakan bahwa (pra-proses) persiapan penerbitan Efek syariah menjadi kendala dan yang menyatakan bahwa (pra-proses) persiapan penerbitan Efek syariah tidak menjadi kendala hampir berimbang.39 100. Kemudian ada 1 responden (4.13 43.34%) menyatakan jika reksadana syariah sudah cukup berkembang.17%) dimana 10 responden (43. yaitu masing-masing 9 responden (39. maka ada kemungkinan pasar obligasi syariah akan prospektif.48%).48%) langsung menjawab ya dan 2 responden (8.13%) dan 10 responden (43.48 17. sedangkan sisanya 5 responden (21. Sedangkan sisanya 4 responden (17.Responden yang menjawab hal tersebut mencapai 12 perusahaan (52. 6.0 Untuk pertanyaan apakah pra-proses dalam menerbitkan efek syariah menjadi kendala bagi perusahaan Saudara dalam menerbitkan efek syariah.73%) dapat disimpulkan tidak mengerti apakah faktor ini mempengaruhi terhadap penerbitan efek syariah atau tidak.39%) menjawab masing-masing adalah : 45 1 responden menjawab belum .7%) menyatakan pada jawaban lain-lain yang pada prinsipnya sama bahwa kurangnya minat pemodal menjadi faktor kendala. Pra-proses (persiapan) penerbitan Efek syariah : Tabel 26 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 9 10 4 23 Percent 39. terdapat 6 responden (26.09%) yang menyatakan bahwa minat pemodal tidak menjadi kendala dalam menerbitkan efek syariah. artinya responden beranggapan bahwa minat pemodal dirasa cukup bagus dalam menyerap efek syariah.

7.0 Tabel di atas memperlihatkan bahwa. 1 responden menjawab belum ada rencana.mempelajari hal dimaksud.78 21.78%) menyatakan sebaliknya. sedangkan 8 responden (34. Tingkat kemampuan Penjamin Emisi Efek (PEE) tentang pasar modal syariah : Tabel 27 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 10 8 5 23 Percent 43.74%) menjawab lain-lain yang dapat diasumsikan bahwa ke-5 responden dimaksud dianggap tidak mengerti atau tidak tahu apakah faktor tersebut menjadi kendala atau tidak. Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pra-proses dalam menerbitkan efek syariah dianggap tidak berpengaruh besar terhadap rencana emiten untuk menerbitkan efek syariah di masa yang akan datang. dan 2 responden menjawab secara terus terang belum mengerti dan memahami seputar efek syariah. 46 .48% responden menganggap Penjamin Emisi Efek pada saat ini tidak cukup mampu dalam hal pengetahuan mengenai penjaminan dalam pasar modal syariah.48 34. sementara itu ada 5 responden (21.74 100.48%) menyatakan benar bahwa tingkat kemampuan Penjamin Emisi Efek tentang pasar modal syariah menjadi kendala dalam penerbitan efek syariah. sebagian besar responden yaitu 10 perusahaan (43. Ini artinya 43. atas pertanyaan apakah tingkat kemampuan Penjamin Emisi Efek (PEE) tentang pasar modal syariah menjadi kendala dan masalah bagi perusahaan Saudara dalam menerbitkan Efek syariah.

Tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris. Biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan efek syariah : Tabel 29 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 5 13 5 23 Percent 21.74 100. sedangkan sisanya 8 perusahaan (34. 9.74%) perusahaan lainnya dapat disimpulkan tidak mengerti apakah biaya menjadi faktor .78 47. Sementara 4 responden (17. terbukti mencapai 11 perusahaan (47. mayoritas responden emiten di atas tidak menganggap bahwa tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris. kendala atau tidak.74%) yang menyatakan bahwa sebagai kendala.39%) menjawab lain-lain namun dapat dismpulkan bahwa responden dimaksud dianggap belum dan atau tidak mengerti akan hal seputar pasar modal syariah.0 Hasil tabel di atas memperlihatkan bahwa. sebagian besar responden atau 13 perusahaan (56.52 21. Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah : Tabel 28 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 8 11 4 23 Percent 34.83%) yang menyatakan tidak menjadi kendala.0 Tabel di atas terlihat bahwa.83 17.52%) menyatakan bahwa biaya tidak menjadi kendala dalam penerbitan efek syariah dan hanya 5 perusahaan (21.8. Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah menjadi kendala dalam penerbitan efek syariah.39 100.78%) menyatakan sebaliknya. 47 faktor biaya Sedangkan 5 (21.74 56.

Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah : Tabel 30 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 7 10 6 23 Percent 30.09 100. 10.Dengan melihat data pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa.09 100.0 Data tabel di atas juga memperlihatkan bahwa atas pertanyaan apakah mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah menjadi kendala bagi perusahaan dalam menerbitkan efek syariah.43 43.0 .13 26. Sedangkan sisanya 6 responden (26.43%) yang menganggap mekanisme dan birokrasi masih menjadi kendala bagi perusahaan dalam menerbitkan efek syariah.78 39. ternyata biaya yang dikeluarkan dalam rangka penerbitan efek syariah bukan merupakan kendala dan atau hambatan.09%) lainnya menjawab lain-lain.48%) menyatakan tidak ada masalah dalam hal mekanisme dan birokrasi pada proses penerbitan efek syariah dan hanya 7 perusahaan (30.48 26. 11. ternyata mayoritas responden yaitu 10 perusahaan (43. Waktu (lama-tidaknya) proses penerbitan efek syariah : Tabel 31 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total 48 Frequency 8 9 6 23 Percent 34. Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa mekanisme dan birokrasi ternyata bukan merupakan hambatan dan atau kendala dalam menerbitkan efek syariah di pasar modal Indonesia.

12. sementara 7 responden (30.83%) menyatakan bahwa salah satu kendala dalam penerbitan efek syariah adalah kerangka peraturan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masalah “waktu” dalam proses penerbitan efek syariah dianggap bukan merupakan sebuah kendala yang berarti.78%) dan 9 responden (39.73 100. hampir berimbang yaitu masing-masing 8 responden (34.13 34.0 49 . Kerangka peraturan tentang penerbitan efek syariah : Tabel 32 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 11 7 5 23 Percent 47.43 21. antara yang menganggap waktu proses penerbitan efek syariah sebagai sebuah kendala dengan yang menganggap tidak sebagai kendala.78 26.73%) dapat disimpulkan tidak mengetahui akan pengaruh kerangka peratuan dalam rangka penerbitan efek syariah.0 Data pada tabel di atas terlihat bahwa. 13.Hasil tabel di atas memperlihatkan bahwa.13%).43%) mengangap bahwa kerangka peraturan yang ada sekarang dirasa sudah cukup dan tidak menjadi kendala.09 100.09%) yang menjawab lain-lain. sementara ada 6 responden (26. sebagian besar responden yaitu 11 responden (47. Pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait : Tabel 33 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 9 8 6 23 Percent 39.83 30. Sedangkan sisanya 5 responden (21.

9 perusahaan (39. 50 . tentang kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia.48 21.0 Tabel di atas memperlihatkan bahwa. yaitu masing-masing : 8 perusahaan (34. jawaban responden hampir berimbang antara yang menganggap bahwa pola pengawasan dari sisi syariah oleh lembaga terkait dianggap sebagai sebuah kendala. sementara 8 responden (34.73%) menyatakan tidak tahu dan atau tidak mengerti tentang seputar investasi syariah di pasar modal.78 43. dan 6 perusahaan (26. sebanyak 10 responden (43.78%).13%). Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia : Tabel 34 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 8 10 5 23 Percent 34. bukan sebagai kendala atau yang dianggap kurang memahami. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa.73 100.48%) menyatakan kelembagaan atau institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia dianggap tidak menjadi kendala atau hambatan.78%) menyatakan sebaliknya.Untuk pertanyaan ini. Sedangkan sisanya 5 responden (21.09%). dianggap bukan merupakan sebuah kendala dan atau hambatan dalam proses penerbitan efek syariah. 14.

diantaranya adalah meliputi hal-hal sebagai berikut : • kedudukan efek syariah tersebut bagaimana. dapat disampaikan sebagai berikut : Pertanyaan : Menurut pendapat Saudara. adakah hal-hal lain yang merupakan kendala dan masalah dalam penerbitan efek syariah. • peraturan yang mengatur efek syariah harus diperjelas demikian juga dengan ekanisme perdagangannya 51 . • pengetahuan masyarakat akan efek tersebut masih terbatas atau kurangnya sosialisasi mengenai investasi syariah si pasar modal Indonesia kepada pelaku pasar maupun masyarakat pada umumnya. • aspek insentif dan perpajakan atas efek tsb belum mendapat perhatian pemerintah.52%) responden yang tidak yang mengembalikan kuesioner tersebut adalah : 10 responden (43%) responden dari 10 Adapun memberikan jawaban berkaitan dengan hal-hal lain yang menjadi kendala dalam penerbitan efek syariah. diperoleh dan 13 Frequency 10 13 23 dari 23 Percent 43.Adapun hasil data tambahan berkaitan dengan pertanyaan tidak bernomor.52 100. mohon dijelaskan jika ada : Hasil Tabulasi atas pertanyaan di atas adalah sebagai berikut : Tabel 35 Jawaban memberikan jawaban Tidak memberikan jawaban Total Data memberikan memberikan yang jawaban jawaban.0 responden (56.48 56.

Peraturan tentang penerbitan efek syariah : Tabel 36 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 20 1 2 23 Percent 86. Berdasarkan data di atas hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar responden menginginkan adanya kejelasan peraturan berkaitan dengan investasi efek syariah di pasar modal Indonesia.d. 2. Fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah (Bapepam.0 52 . hal-hal apa sajakah yang perlu diperbaiki atau diperjelas dalam rangka mendorong dan mengembangkan pasar modal syariah di masa mendatang ? 1.96%) menyatakan bahwa peraturan tantang penerbitan efek syariah perlu diperbaiki dan diperjelas sedangkan sisanya 3 responden (13.34 8.70 100. Dewan Syariah Nasional) : Tabel 37 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 21 0 2 23 Percent 91.96 4.70 100. hal ini tentunya juga akan dapat memberikan kepastian hukum bagi para pelaku pasar modal khususnya berkaitan dengan transaksi efek syariah.30 0 8. SRO.04) menyatakan tidak perlu dan tidak tahu. Harapan dan Saran Menurut pendapat Saudara.0 Tabel di atas memperlihatkan informasi yang meyakinkan dimana hampir semua responden atau 20 perusahaan (86.

0 Tabel di atas juga menunjukkan hasil yang dominan terhadap pertanyaan “perlunya upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal”.30%) menyatakan bahwa fungsi dan peran lembaga regulator dan pengawas seperti Bapepam.30%) menyatakan bahwa upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal.70%) menyatakan tidak tahu. Upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal ? Tabel 38 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 21 0 2 23 Percent 91.Tabel di atas juga memberikan hasil yang hampir sama seperti pada tabel sebelumnya.30%) menyatakan perlu dan tidak ada 1 (satu) respondenpun yang menyatakan tidak perlu sedangkan 2 responden (8. SRO. dan Dewan Syariah Nasional (DSN) perlu ditingkatkan dan hanya 2 responden (8. terlihat bahwa aspek kelembagaan yang berkaitan dengan investasi syariah di pasar modal nampaknya mendapatkan perhatian yang serius dari para pelaku pasar modal sehingga peran lembaga-lembaga dimaksud diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi. dimana 21 responden (91. perlu ditingkatkan. Denagan demikian dapat disimpulkan bahwa hampir semua responden (91.30 0 8.7%) yang menyatakan tidak tahu serta tidak ada yang menyanggah berkaitan dengan hal tersebut di atas.70 100. 3. Berdasarkan hal di atas. dimana 21 responden (91. 53 .

Ini artinya bahwa penelitian ini menunjukkan atau mewakili sikap 54 . Dari 107 Emiten tersebut hanya sebanyak 23 Emiten atau 21. dalam hal ini adalah sebagai penyedia dalam proses penerbitan efek syariah.13% kurang dari Rp 500 miliar. Untuk kepentingan penelitian telah ditentukan sejumlah 107 Emiten sebagai sample dengan kriteria yang telah dijelaskan dan telah dikirimkan kepada mereka kuisioner dengan sejumlah pertanyaan.1% dan 21. 47. b) Jumlah Emiten yang terdaftar pada saat kuisioner dikirimkan adalah 412 Emiten.7% masing-masing bergerak di bidang keuangan dan perdagangan. investasi. dengan ini dapat disimpulkan halhal sebagai berikut : a) Data dari Emiten menunjukkan sikap atau perilaku dari pelaku pasar modal pada sisi supply atau penyedia. c) Deskripsi tersebut diatas dan analisis dilakukan terhadap data jawaban dari 23 Emiten yang mengembalikan kuisioner.83% memiliki aktiva lebih dari atau sama dengan Rp 1 triliun dan 39.5% yang menjawab dan mengembalikan kuisioner. jasa. terutama dalam berbagai bentuk Peraturan Pemerintah yang kondusif”. Dengan melihat dan menelaah hasil data dari tabulasi serta telah mendiskripsikannya dalam narasi pada kelompok responden emiten/ perusahaan publik di atas. Lain-lain (jelaskan) Untuk pertanyaan lain-lain dalam kelompok harapan dan saran ini didapat hasil tabulasi sebagai berikut : Hanya terdapat 1 responden yang memberikan sarannya yaitu : ”perlu dukungan pemerintah secara simultan atas pengembangan obligasi syariah. Sementara dari sisi aktiva. d) Data Umum Perusahaan Sebagian besar meliputi 26.4.

69% yang memiliki rencana. Efek syariah yang diminati untuk drencanakan diterbitkan adalah obligasi syariah.52%).3% ( jawaban tidak 78.Emiten yang memiliki modal aktiva cukup baik yaitu yang memiliki aktiva lebih dari Rp 1 triliun dan mewakili pula suara Emiten yang memiliki modal aktiva yang tidak besar yaitu hanya Rp 500 miliar atau kurang terhadap perkembangan pasar modal syariah atau investasi syariah di pasar modal. Kendala dan Masalah Terdapat 14 pertanyaan yang diidentifikasikan sebagai kelompok kendala atau masalah dalam penerbitan efek syariah yang telah disetting pada kuisioner. Berbeda dengan saham yang memang secara syariah telah dimungkinkan untuk dikembangkan. e).26% ditambah lain-lain 13. Sebanyak 8.52%). 55 . responden Emiten membenarkan dengan tingkat pembenaran secara berurut-turut dari yang terbesar sebagai berikut : • Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah (56. f). tinggal core businessnya atau industri yang dikelola telah sesuai atau enggak dengan prinsip-prinsip syariah. Adapun dari 14 kelompok kendala atau masalah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 7 (tujuh) faktor yang ditanyakan yang diduga merupakan kendala dalam penerbitan efek syariah. Rencana penerbitan Efek syariah dalam jangka 5 tahun ke depan terlihat bahwa sebagian besar Emiten dalam jangka menengah tidak memiliki rencana untuk menerbitkan efek syariah mencapai 91. Hal ini memang efek yang yang di pasar konvensional telah banyak diterbitkan dan belum sesuai dengan syariah adalah obligasi.04%). • Ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah (56.

g) Harapan dan Saran Jawaban mayoritas responden atas kesetujuan mereka bahwa sembilan pertanyaan pada poin 6 merupakan masalah harapan dan saran yang mereka berikan meliputi : atau kendala dalam penerbitan efek syariah diwujudkan pula dalam 56 . • Waktu dari proses penerbitan efek syariah (39.• Penggunaan dana hasil emisi yang harus sesuai pula dengan prinsip syariah ( 56.83%) • Pra-proses (persiapan) penerbitan Efek syariah (43.48%).48%) • Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia (43.83%) • Tingkat kemampuan Penjamin Emisi Efek tentang Pasar Modal Syariah (43.17%) • Kerangka peraturan tentang penerbitan efek syariah (47. Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah (47.48%). • Pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait (39. ternyata responden emiten tidak menganggap hal itu sebagai sebuah kendala yaitu secara berurut dari yang terbanyak menjawabnya : • Biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan efek syariah (56.13%).13%) Sedangkan 7 (tujuh) pertanyaan lainnya yang semula diindikasikan sebagai kendala.17%).52%) • Minat pemodal atas efek syariah yang diterbitkan (52. • Tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris.48%) • Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah (43.52%) • Jenis Usaha sesuai atau tidak dengan prinsip syariah (52.

• Upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal (91.7%) menjawab dan mengembalikan kuisioner.9 23.30%). Berikut adalah rangkuman isi kuisioner dan jawaban dari responden untuk kategori Penjamin Emisi Efek. Dewan Syariah Nasional) (91. terdapat beberapa masukan yang antara lain : a. kedudukan efek syariah tersebut bagaimana b.30%) • Perbaikan dan pengembangan peraturan tentang penerbitan efek syariah (86. a.0 57 . aspek insentif dan perpajakan atas efek tsb belum mendapat perhatian pemerintah 2. Penjamin Emisi Efek Pada kelompok responden Penjamin Emisi Efek (PEE). SRO. Status Perusahaan Saudara ? Tabel 39 Status Perusahaan Nasional Patungan Total Frequency 20 6 26 Percent 76. Adapun untuk kelompok saran dan harapan.96%). berdasarkan kuesioner yang masuk dapat diketahui jawabannya yaitu sebanyak 26 responden (31. mekanisme pasar modal syariah diatur oleh siapa c.1 100. • Fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah (Bapepam. Gambaran Umum Perusahaan 1.

Apakah perusahaan Saudara mempunyai rencana untuk melakukan penjaminan emisi efek syariah dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan ? 58 .1 26. nasional dan atau lokal masih lebih besar jika dibandingkan asing. Rencana Penerbitan Efek Syariah : 1. sedangkan yang memiliki aktiva di bawah Rp 50 Milyar dibandingkan dengan yang memiliki aktiva antara Rp 50 Milyar s/d Rp 99 Milyar menunjukkan data yang berimbang yaitu masing-masing 7 responden (26.9%) yang manjawab PEE dengan status perusahaan Nasional dan sisanya 6 PEE (23.0 Tabel data di atas menunjukkan bahwa 13 responden (50.0 23.0%) memiliki aktiva di atas Rp 100 Milyar. Dengan demikian terlihat pula bahwa ternyata secara status dan kepemilikan perusahaan.Tabel di atas memperlihatkan bahwa lebih dari separo responden PEE yaitu 20 perusahaan (76. 2. Berapakah Total Asset perusahaan Saudara pada akhir tahun 2003 ? Tabel 40 Total Asset ≥ Rp100 miliar Rp50 miliar – Rp99 miliar <Rp50 miliar Total Frequency 13 6 7 26 Percent 50. b.9%) dan 6 responden (23.1%).9 100. Berdasarkan data di atas juga dapat di simpulkan bahwa sebagian besar perusahaan efek Penjamin Emisi Efek (PEE) memiliki total aktiva di atas Rp 100 Milyar.1%) berstatus perusahaan patunga dengan asing.

dan kesemuanya juga menjawab akan melakukan penjaminan efek syariah jenis obligasi.31 19. belum ada mandat yang kami terima untuk melakukan emisi obligasi syariah. sedangkan sisanya 4 responden (15.23 100.0 Jawaban terhadap adanya rencana PEE untuk melakukan penjaminan efek syariah hampir berimbang antara yang menjawab ya dan yang menjawab tidak yaitu masing-masing 10 perusahaan (38. Kendala dan Masalah : Menurut pendapat Saudara.46%) dan 11 perusahaan (42.85%) yang menjawab tidak tahu.Tabel 41 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 10 11 5 26 Percent 38. apakah hal-hal di bawah ini menjadi kendala dan masalah bagi perusahaan Saudara dalam melakukan penjaminan Efek syariah ? 1.46 42. 2.38%) menjawab akan melakukan rencana dengan syarat yaitu : syarat permodalan PEE terpenuhi dan kondisi pasar mendukung. efek syariah apakah yang akan Saudara jamin ? Ada 10 responden yang menjawab punya berencana untuk melakukan penjaminan syariah dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan. Jika jawaban nomor 3 di atas ya. permintaan yang cukp signifikan dari para investor dan para calon emiten. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah di lingkungan perusahaan Saudara : 59 .31%). c. Ada 1 perusahaan (3. memahami mengenai konsep syariah.

62%) menganggap pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah masih menjadi kendala dimana 1 responden menjawab dalam kolom jawaban lain-lain namun menunjukkan jawaban yang sama bahwa hal itu menjadi kendala. hal ini terbukti bahwa ada sebanyak 21 PEE (80.38%) yang menyatakan faktor tersebut tidak menjadi kendala. 2.23 0 100.38 3. Ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah : Tabel 43 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 21 5 0 26 Percent 80. 3. sedangkan 5 PEE (19.77 19. Hanya 4 PEE (15.77%) menyatakan hal tersebut.85 100.Tabel 42 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 21 4 1 26 Percent 80.77 15. terlihat bahwa faktor ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah dirasakan oleh sebagian besar responden (kelompok PEE) masih menjadi sebuah kendala.0 Demikian pula data pada tabel di atas.0 Hasil tabel di atas menunjukkan bahwa lebih dari separo yaitu 22 PEE (84. Minat pemodal atas efek syariah yang diterbitkan : 60 .23%) lainnya menyatakan hal itu tidak menjadi sebuah kendala.

sehingga perlu waktu untuk melakukan berdasarkan format yang lain.69%) menyatakan bahwa minat pemodal atas efek syariah yang diterbitkan masih menjadi kendala. dimana kedua responden tersebut memberikan penekanan pada hal-hal seperti keterbatasan informasi dan jumlah efek syariah yang ditawarkan serta masih terbatasnya investor dan pasar obligasi syariah.85 100.85%) menjawab lain-lain yaitu baru format mudharobah dan ijarah yang telah terbit.77%) menjawab hal itu tidak menjadi masalah.62 7. Sedangkan sisanya 9 responden (34.69 100. Pra-proses (persiapan) penerbitan Efek syariah : Tabel 45 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 17 8 1 26 Percent 65.69%) yang dianggap menyatakan hal yang sama melalui jawaban pada kelompok lain-lain.38 30. sementara sisanya 1 responden lainnya (3.Tabel 44 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 15 9 2 26 Percent 57. hal ini juga didukung oleh jawaban dari 2 responden lainnya (7.38%) menyatakan bahwa pra-proses (persiapan) penerbitan Efek syariah masih menjadi kendala dan 8 responden (30.0 Tabel di atas menunjukkan bahwa 15 responden (57.0 Jawaban responden pada tabel di atas menunjukkan bahwa. sebagian besar responden yaitu 17 PEE (65. 61 .69 34. 4.77 3.62%) menyatakan jawabannya bahwa halhal di atas bukan merupakan sebuah kendala.

Tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris.0 Tabel di atas menunjukkan bahwa 15 responden (57.69 11.85%) menjawab pada kelompok lain-lain dimana menekankan jawaban dengan menyatakan bahwa aturan (regulasi syariah masih belum populer sehingga manfaatnya belum tergali.31%). Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah : Tabel 46 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 14 11 1 23 Percent 53. 6.85 100. Biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan efek syariah : Tabel 47 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 8 15 3 26 Percent 30. sebaliknya hanya 1 responden (3.54%) menjawab pada kelompok lain-lain dimana 1 responden menjawab belum pernah.84 42.5.0 Jawaban responden pada tabel di atas juga memperlihatkan bahwa sebagian besar responden yaitu 14 PEE atau (53.31 3. namun menurut kami biayanya tidak jauh berbeda dengan penerbitan efek konvensional kecuali ada 62 .77 57.85%) menyatakan bahwa tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris.69%) menyatakan biaya tidak menjadi faktor kendala dalam proses penerbitan efek syariah sementara ada 8 respponden (30.54 100.77%) yang menyatakan bahwa biaya menjadi faktor kendala sedangkan sisanya 3 responden (11. Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah masih menjadi kendala dan 11 PEE (42.

85 38.0 besar sebagian responden yaitu 15 PEE (57.69%) yang menjawab lain-lain masing-masing adalah 1 responden menjawab belum pernah menjalani mekanisme dan birokrasi di DSN dan 1 responden menjawab masih perlu sosialisasi. 8. sedangkan sisanya 2 responden ( 7.62%) yang menyatakan bahwa lamanya waktu masih menjadi kendala.69 7. 7.46 7.69%) menyatakan waktu tidak menjadi kendala dalam proses penerbitan efek syariah dan hanya 9 (34.69 100. Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah : Tabel 48 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 14 10 2 26 Percent 53.85%) yang lainnya lagi tidak berpendapat.85%) menganggap bahwa mekanisme dan birokrasi masih menjadi masalah dalam proses penerbitan efek syariah sedangkan 10 responden (38. Waktu (lama-tidaknya) proses penerbitan efek syariah Tabel 49 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Jawaban pada tabel terlihat Frequency 9 15 2 26 bahwa Percent 34.46%) yang menyatakan tidak. sementara sisanya 2 responden (7.69 100. sedangkan 1 responden lainnya menjawab masih diperlukan standar yang baku yang perlu dijembatani oleh asosiasi-asosiasi profesi pasar modal dan 1 responden ( 3.69%) menjawab lain-lain dengan rincian 1 responden menjawab tergantung dari lamanya penerbitan 63 .0 Jawaban responden terlihat bahwa mayoritas yakni 14 PEE (53.penambahan biaya di DSN.62 57.

fee masih terlalu rendah untuk Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 19 7 0 26 Percent 73.15 Lain-lain 1 3.0 Tidak 12 46. sementara pada proses lembaga lainnya hampir sama waktunya dan 1 responden yang lainnya menjawab tidak berpendapat.sertifikasi syariah dari DSN.92 0 100.08%) yang menganggap bahwa kerangka peraturan tentang penerbitan efek syariah masih menjadi kendala dan hanya 7 PEE (26.15%) sebaliknya yaitu menganggap bukan merupakan sebuah kendala sementara 1 responden lainnya menjawab lain-lain dengan menyatakan bahwa fee untuk PEE untuk saat ini dianggap kurang saat ini.0 Sebagian besar responden yaitu 19 perusahaan ( 73.08 26. 64 . 10.85 Total 26 100. Kerangka peraturan tentang penerbitan efek syariah : Tabel 51 Jawaban sehat dan perlu pemikiran solusinya agar tidak membahayakan industri sekuritas.92%) yang tidak menganggap kerangka peraturan sebagai kendala dalam penerbitan efek syariah.0 Tabel di atas menunjukkan bahwa 13 responden (50%) menyatakan bahwa Fee yang diperoleh dari kegiatan penerbitan efek syariah memang merupakan sebuah kendala. sementara ada 12 responden (46. Fee yang diperoleh dari kegiatan penerbitan efek syariah Tabel 50 Frequency Percent Ya 13 50. 9.

11. berpendapat sebaliknya. Pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait : Tabel 52 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 15 9 2 26 Percent 57. 12.69%) lain-lain dimana satu tidak tahu dan 1 pengawasan dikomandoi Bapepam.69%) lain-lain dimana satu tidak menjawab dan 1 menjawab disamping DSN perlu kiranya wali amant yang khusus untuk efek syariah 65 .69%) yang menyatakan bahwa pola pengawasan dari sisi syariah oleh lembaga terkait menjadi masalah dalam penerbitan efek syariah. Sisanya 2 PEE (7.69 34. Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia Tabel 53 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 15 9 2 26 Percent 57.62%) yang berpendapat sebaliknya. Hanya 9 PEE (34.62 7. Hanya 9 PEE (34.69%) yang menyatakan bahwa kelembagaan atau institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia menjadi masalah dalam penerbitan efek syariah.69 34.62%) yang Sisanya 2 PEE (7.0 Sebanyak 15 PEE (57.0 Sebanyak 15 PEE (57.62 7.69 100.69 100.

potensi buyer masih terbatas. belum banyak tersedia di pasar sekunder walaupun peminatnya banyak. Jawaban : Terdapat 9 responden yang memberikan jawaban dengan masingmasing jawaban sebagai berikut : Instrumen efek syariah tidak banyak terdapat di market. hal-hal apa sajakah yang perlu diperbaiki atau diperjelas dalam rangka mendorong dan mengembangkan pasar modal syariah di masa mendatang ? 66 . dapat dijelaskan sebagai berikut : Pertanyaan : “Menurut pendapat Saudara. emiten masih belum familiar terhadap produk syariah. pasar tidak lkuid. d. kurangnya informasi efek-efek yang dapat dikategorikan dalam efek syariah. Responden menjawab kepastian hukum efek syariah berkaitan dengan perubahan bidang usaha utama Emiten atau adanya perubahan penggunaan dana hasil emisi Emiten. dan regulasi maupun keutamaannya masih sedikit masyarakat kita yang mengetahui. Harapan dan Saran Menurut pendapat Saudara. mohon dijelaskan jika ada “. sisi akuntansi belum ada ketentuan yang jelas. sosialisai terhadap pemodal masih terbatas. pengenaan produk. harus dilakukan sosialisasi tentang tingkat keamanan investasi. kualitas emiten agar benar-benar bagus.Adapun jawaban-jawaban atas 1 pertanyaan tambahan. partisipan tidak banyak. adakah hal-hal lain yang merupakan kendala dan masalah dalam penerbitan efek syariah.

54 0 100. Upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal ? 67 .46 11. 2.46%) menyatakan perlunya perbaikan Fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah (Bapepam. Dewan Syariah Nasional).85%) yang menyatakan tidak. 3.85 100.30 3. SRO. Hanya 1 PEE (3.1.15%) manyatakan perlunya peraturan tentang penerbitan efek syariah dimana 24 langsung menjawab ya dan 1 PEE menjawab di kolom lain-lain namun esensinya adalah sama yaitu mendukung perlunya peraturan tersebut. SRO. Fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah (Bapepam.85 3. Dewan Syariah Nasional) : Tabel 55 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 23 3 0 23 Percent 88.0 Hampir semua yaitu 25 (96. Peraturan tentang penerbitan efek syariah : Tabel 54 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 24 1 1 26 Percent 92.0 Mayoritas responden yaitu 23 PEE (88.

d) Data Umum Perusahaan Dari 82 PEE tersebut hanya sebanyak 26 PEE atau 31.15%) yang menyatakan bahwa perlu peningkatan supaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal dan hanya 1 PEE (3.7% yang menjawab dan 68 . Dengan melihat dan menelaah hasil data dari tabulasi serta telah mendiskripsikannya dalam narasi pada kelompok responden Perusahaan Efek Penjamin Emisi Efek (PEE) di atas. Untuk kepentingan penelitian telah ditentukan sejumlah 82 PEE sebagai sample dengan kriteria yang telah dijelaskan dan telah dikirimkan kepada mereka kuisioner dengan sejumlah pertanyaa. b) Jumlah Penjamin Emisi Efek (PEE) yang terdaftar pada saat kuisioner dikirimkan adalah 140 PEE. c) Deskripsi tersebut diatas dan analisis dilakukan terhadap data jawaban dari 26 PEE yang mengembalikan kuisioner. dengan ini dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : a) Data dari Penjamin Emisi Efek (PEE) menunjukkan sikap atau perilaku dari pelaku pasar modal pada sisi intermediari atau perantara. mengembalikan kuisioner.0 Hampir seluruh responden yaitu 25 PEE (96.85%) yang menganggap hal itu tidak perlu peningkatan.85 0 100.15 3. dalam hal ini adalah sebagai perantara dalam proses penerbitan efek syariah.Tabel 56 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 25 1 0 26 Percent 96.

1% adalah PEE yang memiliki aktiva Rp 50 miliar atau lebih. memahami mengenai konsep syariah. pertanyaan tersebut dapat dijelaskan di bawah ini. Sesungguhnya terbuka potensi PEE yang memiliki rencana penerbitan efek syariah melebihi yang tidak memiliki rencana mencapai 53. yaitu adanya tambahan sisa 4 responden (15. Ini artinya bahwa penelitian ini dapat menunjukkan atau mewakili sikap PEE yang memiliki peluang kelangsungan usaha cukup baik yaitu dimungkinkan memiliki MKBD diatas Rp 25 miliar dan mewakili PEE nasional terhadap perkembangan pasar modal syariah atau investasi syariah di pasar modal.46%) ya dan dan 11 tidak masing-masing 10 perusahaan perusahaan (42.84%. f) Kendala dan Masalah Total pertanyaan dalam kelompok kendala dan masalah yang telah disetting pada kuisioner ini ada 12 pertanyaan. e) Rencana penerbitan Efek syariah dalam jangka 5 tahun ke depan Meski dari jawaban terlihat jumlah PEE yang memiliki rencana untuk melakukan penjaminan efek syariah hampir berimbang antara yang menjawab (38. Terdapat sembilan faktor yang ditanyakan yang diduga merupakan kendala dalam penerbitan efek syariah.9% adalah PEE Nasional dan 73. responden PEE membenarkan dengan tingkat jawaban lebih dari 50% yang Dari 12 69 . Efek syariah yang diminati untuk direncanakan diterbitkan adalah obligasi syariah. belum ada mandat yang kami terima untuk melakukan emisi obligasi syariah.31%).Sebagian besar meliputi 76.38%) yang menjawab akan melakukan rencana dengan syarat yaitu: syarat permodalan PEE terpenuhi dan kondisi pasar mendukung. permintaan yang cukp signifikan dari para investor dan para calon emiten.

Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah (53.38%) • Minat pemodal atas efek syariah yang diterbitkan (57. • Kerangka peraturan tentang penerbitan efek syariah (73.84%). Pada satu faktor yang diduga merupakan kendala ternyata berimbang masing-masing 50% yang menjadikan kendala dan yang tidak yaitu pada faktor fee yang diperoleh dari kegiatan penerbitan efek syariah. ternyata justru responden tidak menjadikan itu sebagai kendala dengan tingkat ketidaksetujuan mencapai lebih dari 50%.69%) 70 . Sementara pada dua faktor yang diduga merupakan kendala.69%) • Tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris.77%). • Ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah (80.69%) • Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia (57.meliputi hal-hal berikut (berurut dari jumlah responden yang membenarkan ) : • Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah (84.62%).08%) • Pra-proses (persiapan) penerbitan Efek syariah (65. faktor-faktor : • Biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan efek syariah (57.69%) • Pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait (57. yaitu.84%) • Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah (53.

SRO. • Fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah (Bapepam.69%) g) Harapan dan Saran Jawaban responden atas kesetujuan mereka bahwa sembilan pertanyaan pada poin 9 merupakan masalah atau kendala dalam penerbitan efek syariah diwujudkan pula dalam harapan dan saran yang mereka berikan yang meliputi : • Perbaikan peraturan tentang penerbitan efek syariah (96.• Waktu (lama-tidaknya) proses penerbitan efek syariah (57. produk lain seperti KOS sudah kelihatan ada upaya nyata namun untuk produk syariah nampaknya belum • • kurangnya sosialisasi apa itu investasi syariah perlu adanya peraturan yang lebih detail dari Bapepam mengenai penerbitan dan pengawasan efek syariah 71 .46%) Terdapat juga saran dan harapan lainnya dari responden yaitu meliputi (jawaban 7 responden yang memberikan saran ) sebagai berikut : • • DSN perlu lebih mensosialisasikan perannya agar para pelaku lebih familiar dengan cara kerja dan fungsi DSN investasi syariah di pasar modal perlu diberikan insentif misalnya perpajakan. kesan saat ini pengembangkan produk syariah di PM masih setengah-setengah.15%). kemudahan infrastruktur legal aspek yang memadai dan sosialisasi dari semua pihak dan investor • jika mau digalakkan harus ada kegiatan nyata dan terpadu. • Upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal (96. DSN) (88.15%).

Berapakah jumlah reksa dana yang dikelola oleh perusahaan Saudara sampai dengan saat ini ? Tabel 57 Jumlah Reksa Dana 1 2-5 >5 Total Frequency 7 11 6 24 Percent 29. Pada Manajer Investasi terdapat sebanyak 24 Berikut adalah adalah rangkuman isi responden (46.2 45.8% responden diantaranya mengelola 2 – 5 reksa dana dan sisanya 25% responden mengelola lebih dari 5 reksa dana.0 Sebanyak 29.2% dari total kuisioner yang disebar) yang menjawab dan mengembalikan kuisioner.• sosialisasi secara rutin kepada pelaku bursa mengenai prosedur. kuesioner dan jawaban dari responden untuk kategori Manajer Investasi. Gambaran Umum Data Perusahaan 1. 45.8 25.5% responden hanya mengelola 1 reksa dana. 2. Manajer Investasi Berdasarkan lembaran kuesioner yang telah diterima oleh tim studi dapat diketahui jawaban responden terhadap pertanyaan yang diajukan tim studi. tata cara penerbitan efek syariah beserta manfaat dan kewajiban yang harus dipenuhi • diperlukan roadshow ke daerah-daerah/akademik untuk lebih memperkenalkan diri 3. a.0 100. Berapakah total dana nasabah reksa dana yang dikelola oleh perusahaan Saudara sampai dengan akhir bulan Juni tahun 2004? 72 .

Tabel 58

Total Dana Nasabah Reksa Dana Frequency > Rp1 trilyun Rp100 miliar – Rp1 trilyun <Rp100 miliar Total 8 8 8 24

Percent 33.3 33.3 33.3 100.0

Cumulative Percent 33.3 66.7 100.0

Jumlah dana yang dikelola oleh Manajer Investasi memiliki proporsi yang sama yaitu antara yang berjumlah kurang dari Rp 100 miliar, lebih dari Rp 100 miliar s/d Rp 1 triliun dan lebih dari Rp 1 triliun masing-masing 33,2%.

b. Rencana Penerbitan Efek Syariah : 1. Apakah perusahaan Saudara mempunyai rencana untuk menerbitkan reksa dana syariah dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan ?
Tabel 59

Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total

Frequency 12 6 6 24

Percent 50.0 25.0 25.0 100.0

Cumulative Percent 50.0 75.0 100.0

Berdasarkan hasil kuisioner, terdapat hal yang patut disyukuri bahwa ternyata sebanyak 50% responden telah berencana untuk menerbitkan reksa dana berbasis syariah dalam jangka waktu 5 tahun kedepan dan hanya 25% responden yang mengatakan tidak memiliki rencana tersebut. Hal yang patut dicermati adalah bahwa sebanyak 25% responden sisanya diantaranya berpendapat belum memiliki rencana menerbitkan reksa dana syariah dalam jangka 5 tahun kedepan, namun

73

tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk menerbitkan reksa dana syariah jika perkembangan dan potensi reksa dana syariah semakin baik dengan jumlah instrumen dan tingkat permintaan yang semakin meningkat.

Adapun dari 12 responden yang berencana menerbitkan reksa dana syariah dimaksud, terbagi dalam efek sebagai berikut : 4 responden akan menerbitkan reksa dana saham 2 responden akan menerbitkan reksa dana campuran 5 responden akan menerbitkan reksa dana Pendapatan Tetap 5 responden akan menerbitkan reksa dana Pasar Uang Reksa dana syariah dana campuran dan pendapatan tetap masih merupakan pilihan bagi responden yang nantinya akan menerbitkan reksa dana syariah. c. Kendala dan Masalah Menurut pendapat Saudara, apakah hal-hal di bawah ini menjadi kendala dan masalah bagi perusahaan Saudara dalam menerbitkan reksa dana syariah? 1. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah di lingkungan perusahaan Saudara :
Tabel 60

Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Berdasarkan hasil kuisioner,

Frequency 17 3 4 24 sebanyak

Percent 70.83 12.5 16.67 100.0 responden

70,83%

menyatakan bahwa yang menjadi kendala dan masalah dalam menerbitkan reksa dana syariah bagi adalah disebabkan karena tingkat

74

pengetahuan dan pemahaman responden tentang pasar modal syariah sedangkan 12,5% responden menyatakan bahwa tingkat pengetahun dan pemahaman tentang pasar modal syariah bukan sebagai kendala atau masalah dalam menerbitkan reksa dana syariah. Hal yang cukup menggembirakan bahwa sebanyak 16,67% responden menyatakan bahwa untuk mengatasi kendala, pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah perlu dilakukannya sosialisasi yang lebih mendalam baik dalam hal peraturan, produk investasi, dan mekanisme pengawasannya yang dituangkan dalam sebuah blue print pasar modal syariah. 2. Ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah :
Tabel 61

Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total

Frequency 17 6 1 24

Percent 70.83 25 4.17 100.0

Tabel di atas memperlihatkan data bahwa, 17 responden 70,83% menyatakan bahwa faktor ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah dianggap sebagai kendala dan masalah bagi penerbitan reksa dana syariah, sedangkan 6 responden (25%) menyatakan hal itu tidak menjadi kendala dan masalah. Sementara ada 1 responden (4,17%) menyatakan bahwa efek dan informasi pasar modal syariah yang tersedia masih terbatas. 3. Ketersediaan efek syariah yang dapat dijadikan portofolio :
Tabel 62

Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total

Frequency 23 1 0 24

Percent 95.83 4.17 0 100.0

75

namun apabila produk-produk syariah bertambah banyak maka akan lebih baik.17%) yang menyatakan tidak. Minat pemodal atas reksa dana syariah : Tabel 64 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total 76 Frequency 20 4 0 23 Percent 83.33 100.Data pada tabel di atas juga memperlihatkan bahwa sebanyak 23 responden (95.0 .83%) menyatakan ketersediaan efek syariah yang dapat dijadikan portofolio masih menjadi kendala dan masalah dalam penerbitan reksa dana syariah dan hanya 1 responden (4.0 Tabel di atas juga memperlihatkan informasi yang cukup menggembirakan dimana sebanyak 13 responden (54. Tingkat total return yang dihasilkan reksa dana syariah Tabel 63 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 9 13 2 26 Percent 37.67 0 100.50 54. sedangkan 2 responden lainnya (8.5%) yang menyatakan ya sebagai kendala.33 16. 4.17 8.17%) menyatakan bahwa tingkat total return yang dihasilkan reksa dana syariah bukan menjadi kendala dan masalah dalam menerbitkan reksa dana syariah dan hanya 9 responden (37. 5.33%) masing-masing menyatakan bahwa belum menetapkan target return dari reksa dana syariah yang ada atau yang akan diterbitkan dan yang lainnya menyatakan besarnya total return dari reksa dana syariah tergantung dari Manajer Investasinya.

83 4.67%) menyatakan sebaliknya atau tidak menjadi sebuah kendala. Pra-proses (persiapan) penerbitan reksa dana syariah: Tabel 65 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 12 11 1 24 Percent 50.17 66. sedangkan 11 responden (45.0 77 . Tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris.0 Data hasil tabel di atas juga menunjukkan informasi bahwa berkaitan dengan proses penerbitan efek reksa dana syariah. 7. sebanyak 12 responden (50%) menyatakan bahwa hal tersebut dapat menjadi kendala dalam menerbitkan efek reksa dana syariah walaupun sebenarnya proses penerbitan reksa dana syariah tersebut tidak terlalu berbeda dengan proses penerbitan reksa dana biasa.17 100.Tabel di atas memperlihatkan bahwa 20 responden (83.00 45.17%) menyatakan bahwa belum ada contoh konkret proses penerbitan reksa dana syariah. Sementara ada 1 responden (4.66 4. 6.33%) menyatakan bahwa minat dari pemodal untuk menginvestasikan dananya di reksa dana syariah dapat menjadi kendala dan masalah dalam penerbitan efek reksa dana syariah.17 100.83%) menyatakan bahwa proses penerbitan efek reksa dana syariah bukan menjadi kendala dalam menerbitkan reksa dana syariah. Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah : Tabel 66 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 7 16 1 24 Percent 29. sedangkan 4 responden (16.

17%) yang menyatakan tidak tahu besarnya biaya penerbitan efek reksa dana syariah.17%) lainnya menyatakan bahwa Bank Kustodian yang ada saat ini tidak ada yang berbasis syariah sehingga pemahaman mereka akan reksa dana syariah tidak ada.66%) menyatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan kendala dalam penerbitan reksa dana syariah. 16 responden (66. sedangkan 7 responden (29.17 100. 9. Sedangkan 1 responden (4.Data pada tabel di atas juga memperlihatkan informasi bahwa berkaitan dengan tingkat kemampuan profesi penunjang pasar modal tentang pasar modal syariah.0 Data pada tabel di atas juga memperlihatkan bahwa dalam hal biaya yang akan dikeluarkan dalam proses penerbitan reksa dana syariah.66 4. 8. Biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan reksa dana syariah Tabel 67 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 7 16 1 24 Percent 29. Ada 1 responden (4.66%) sisanya menyatakan bahwa biaya yang akan dikeluarkan tidak menjadi kendala dalam penerbitan reksa dana syariah. Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan reksa dana syariah 78 .17 66.17%) menyatakan bahwa tingkat kemampuan profesi penunjang tentang pasar modal syariah dapat menjadi kendala dalam penerbitan reksa dana syariah. hanya 7 responden (29.17%) yang menyatakan bahwa hal tersebut menjadi kendala dalam penerbitan reksa dana syariah sementara 16 responden (66.

Kerangka peraturan tentang pengelolaan reksa dana syariah: Tabel 70 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 16 8 0 24 Percent 66.33 0 100. sementara 14 responden (58.17 0 100.67%) masih menganggap bahwa mekanisme dan birokrasi masih menjadi kendala dalam peneribitan reksa dana syariah.83 54. 11.33%) menyatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan sebuah kendala. sebanyak 11 responden (45.33 0 100.83%) menyatakan hal tersebut dapat menjadi sebuah kendala dalam proses penerbitan reksa dana syariah sedangkan 13 responden (54.15%) lainnya menganggap bahwa hal tersebut bukan merupakan sebuah kendala. Waktu (lama-tidaknya) proses penerbitan efek syariah : Tabel 69 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 11 13 0 24 Percent 45.67 33.0 Tabel di atas memperlihatkan bahwa dalam hal waktu proses penerbitan efek syariah.0 Adapun data pada tabel di atas menyajikan informasi bahwa ada 10 responden (41.Tabel 68 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 10 14 0 24 Percent 41.0 79 . 10.67 58.

12.5 0 100.5%) menyatakan bahwa hal itu bukan merupakan sebuah kendala.5 37.Tabel di atas menginformasikan bahwa terkait dengan kerangka peraturan tentang pengelolaan reksa dana syariah. ada 16 responden (66. Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia : Tabel 72 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 15 9 0 24 Percent 62.33%) yang menyatakan bahwa hal tersebut tidak menjadi sebuah masalah. 13.5 37.5 0 100.5%) menyatakan bahwa faktor pengawasan dapat menjadi kendala dalam penerbitan reksa dana syariah sementara hanya 9 responden (37.0 80 .67%) menyatakan bahwa hal tersebut dapat menjadi kendala dalam penerbitan reksa dana syariah sementara hanya 8 responden (33. Pengawasan pengelolaan reksa dana syariah : Tabel 71 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 15 9 0 24 Percent 62.0 Data pada tabel di atas memperlihatkan bahwa pengawasan pengelolaan reksa dana syariah sepertinya masih menjadi perhatian utama dimana sebanyak 15 responden (62.

hanya consern dari pengelola untuk benar-benar mengelola secara syariah. (g) bahwa tidak ada masalah yang material dalam penerbitan reksa dana syariah. jangan sampai ada MI yang mengelola reksa dana syariah dengan menghalalkan segala cara dalam pengelolaannya. (e) bahwa perlunya efek pemerintah (SUN) berbasis syariah. banyak kalangan menengah masih ragu-ragu dan tidak teredukasi dengan benar tentang investasi reksa dana biasa apalagi reksa dana syariah. Jawaban : Terdapat 7 responden yang memberikan jawaban sebagai berikut : (a) bahwa basis pemodal reksa dana bias belum luas. dana sponsor. Hal ini terbukti ada 15 responden (62. (f) bahwa potfolio masih terbatas. minat masyarakat. sosialisasi. mohon dijelaskan jika ada “.5%) yang menyatakan hal tersebut. (c) bahwa instrumen obligasi syariah masih terbatas.5%) yang menyatakan hal dimaksud bukan merupakan sebuah kendala. (b) bahwa efek yang masih terbatas.Tabel di atas juga memperlihatkan data bahwa disamping faktor pengawasan. 81 . sementara hanya 9 responden (37. Adapun jawaban-jawaban atas 1 pertanyaan tambahan. adakah hal-hal lain yang merupakan kendala dan masalah dalam penerbitan reksa dana syariah. (d) bahwa masalah terpenting adalah keterbatasan efek hutang syariah serta peraturan tentang investasi yang sesuai dengan syariah Islam. faktor kelembagaan atau institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia masih dianggap merupakan sebuah kendala. dapat dijelaskan sebagai berikut : Pertanyaan : “Menurut pendapat Saudara.

67 8. Fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah (Bapepam. ada sebanyak 20 82 . SRO.33 0 100.33 16. hal-hal apa sajakah yang perlu diperbaiki atau diperjelas dalam rangka mendorong dan mengembangkan reksa dana syariah di masa mendatang ? 1. Peraturan tentang penerbitan efek syariah : Tabel 73 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 22 2 0 24 Percent 91.67 0 100. hal ini terlihat dimana jawaban 22 responden (91.67%) menyatakan perlu adanya perbaikan dan penyempurnaan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penerbitan efek syariah sementara hanya sebanyak 2 responden (8. 2.d.0 Data pada tabel di atas memperlihatkan bahwa.33%) yang menyatakan tidak perlu ada perbaikan-perbaikan peraturan tentang penerbitan efek syariah. dalam rangka mendorong dan mengembangkan reksa dana syariah di masa mendatang perlunya kesempurnaan peraturan.0 Data pada tabel di atas memperlihatkan bahwa selain perbaikan peraturan sebagaimana tabel sebelumnya. Harapan dan Saran Menurut pendapat Saudara. DSN) : Tabel 74 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 20 4 0 24 Percent 83.

33%) menyatakan tidak perlu. sementara 2 responden lainnya (8.33 0 100.33%) responden menyatakan bahwa perlu adanya penjelasan tentang fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah. hal ini terlihat bahwa 22 responden (91.responden (83. 3. sedangkan 4 responden lainnya (16.0 Data pada tabel di atas memperlihatkan perlu adanya upaya perbaikan sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada pelaku pasar modal. Upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal ? Tabel 75 Jawaban Ya Tidak Lain-lain Total Frequency 22 2 0 26 Percent 91. 83 .67%) menyatakan bahwa hal tersebut tidak diperlukan.67%) menyatakan setuju bahwa upaya sosialisasi tersebut perlu diperbaiki.67 8.

BAB IV KESIMPULAN Kesimpulan Sebagaimana telah diutarakan dalam tujuan studi ini diantaranya adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk hambatan dan kendala apa sajakah yang melatar belakangi berkembangnya investasi syariah di pasar modal Indonesia. maka Indonesia terlihat sangat jauh tertinggal dalam mengembangkan kegiatan investasi syariah di pasar modal. walaupun kegiatan investasi syariah dimaksud telah lama diperkenalkan di Indonesia yaitu dengan diterbitkannya instrumen reksa dana syariah pada pertengahan tahun 1997. sejak diperkenalkannya instrumen reksa dana syariah di Malaysia pada tahun 1993. Data lain menunjukkan pula bahwa. Malaysia pertama kali mengembangkan kegiatan pasar modal syariahnya sejak awal tahun 1990 dan sejak saat itu terus mengalami kemajuan yang cukup pesat. Kenyataan lain adalah bahwa hingga saat ini. jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia misalnya. Hal lain yang kurang menggembirakan juga tergambar bahwa. jumlah pemodal yang melakukan investasi di pasar modal khususnya yang berbasis syariah masih tergolong minim. Disamping itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui organnya yaitu Dewan Syariah Nasional (DSN) juga telah mengeluarkan sejumlah fatwa DSN-MUI berkaitan dengan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Untuk itu. dengan ini dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Perkembangan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan kemajuan hal sama yang telah dicapai oleh sektor perbankan. berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya. terbukti 84 .

Sementara Indonesia yang memulai hal yang sama pada pertengahan tahun 1997.hingga akhir tahun 2002 telah tercatat 36 (tiga puluh enam) Reksa Dana Syariah dari 174 (seratus tujuh puluh empat) total Reksa Dana yang ada di Malaysia. Kendala-kendala sebagaimana yang telah teridentifikasi diantaranya adalah selain masih belum meratanya pemahaman dan atau pengetahuan masyarakat Indonesia tentang investasi di pasar modal yang berbasis syariah.32% (nol koma tiga puluh dua per seratus) dari total NAB industri reksa dana yang ada di Indonesia. Kemudian Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Syariah mencapai 5% (lima per seratus) dari total NAB industri Reksa Dana yang ada di Malaysia. 1. juga adanya anggapan bahwa untuk melakukan investasi di pasar modal syariah dibutuhkan biaya yang relatif lebih mahal apabila dibandingkan dengan investasi pada sektor keuangan lainnya. Lambatnya perkembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia tersebut dikarenakan masih adanya beberapa permasalahan mendasar yang menjadi kendala.63% dari total nilai emisi obligasi di Indonesia. telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 12 hingga 14 permasalahan mendasar yang dianggap menjadi kendala dan atau hambatan dalam pengembangan 85 . hingga awal November 2004 baru memiliki 10 (sepuluh) reksa dana syariah dari total 223 (duaratus dua puluh tiga) reksa dana yang ada.28 Triliun (USD 141. dengan NAB sebesar 0.9 juta) atau 1. untuk instrumen obligasi juga terlihat bahwa total nilai obligasi syariah di Pasar Modal Malaysia sampai dengan bulan September 2002 mencapai USD 15. sementara di Indonesia hingga awal Desember 2004 baru mencapai Rp.52 miliar (43% dari total nilai obligasi yang tercatat di pasar modal Malaysia). Selain hal di atas. Hasil studi investasi syariah di pasar modal Indonesia sebagaimana terurai pada bab-bab sebelumnya.

Pra-proses (persiapan) penerbitan Efek syariah . Sementara responden lainnya yaitu Penjamin Emisi Efek (PEE) menyatakan bahwa tingkat kemampuan Penjamin Emisi Efek juga merupakan kendala dalam pengembangan kegiatan investasi syariah di pasar modal. 2.kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Beberapa identifikasi masalah lainnya yang semula tim studi menganggap sebagai sebuah kendala dalam pengembangan kegiatan investasi syariah di pasar modal. 3. Ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah . Biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan efek syariah. Tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris. secara khusus menyatakan bahwa ketersediaan efek yang terbatas untuk dijadikan portofolio merupakan sebuah kendala dan atau hambatan. Adapun kendala dan atau hambatan dimaksud diantaranya adalah : 1. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah . Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia . 6. 86 . pada sisi lain terlihat pula bahwa Emtien/Perusahaan Publik selaku responden terbesar dalam studi ini. 5. 4. Minat pemodal atas efek syariah . ternyata dari ketiga kelompok responden menyatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan sebuah kendala dan atau hambatan. Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah. secara khusus menyatakan bahwa kewajiban penggunaan dana yang dibatasi hanya untuk kegiatan yang sesuai dengan prinsip syariah juga merupakan hal yang menghambat/ menjadi kendala. 2. Pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait . 7. yaitu : 1. Disamping hal di atas. Sedangkan pada sisi permintaan (Demand) yang diwakili oleh responden kelompok Manajer Investasi. Kerangka peraturan tentang penerbitan efek syariah .

Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah. menyatakan bahwa tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris. bahwa tingkat pengembalian hasil (return) juga bukan merupakan sebuah kendala. Selain hal-hal di atas.3. maka dalam studi ini juga tergambar bahwa dalam 5 (lima) tahun ke depan Emiten/Perusahaan Publik dan Penjamin Emisi Efek tidak memiliki rencana untuk melakukan penerbitan atau membantu proses penerbitan efek syariah. ketiga kelompok responden juga menyarankan dan mengharapkan bahwa dalam rangka mendorong dan mengembangkan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Ada pendapat lain yaitu bahwa Manajer Investasi selaku salah satu kelompok responden dalam studi ini menyatakan secara khusus. Namun demikian. Namun demikian pada sisi intermediari yang diwakili responden lainnya yaitu Penjamin Emisi Efek. Manajer Investasi tetap merasa optimis dan secara umum memiliki rencana untuk menerbitkan efek (reksa dana) syariah. 4. dikarenakan emiten masih belum berminat menerbitkan 87 . Dalam hal ini Manajer Investasi menyatakan efek syariah. Waktu (lama-tidaknya) dari proses penerbitan efek syariah. Konsultan hukum dan Akuntan publik) serta mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah dianggap sebuah kendala. Sejalan dengan kenyataan yang ada bahwa sebagian besar identifikasi permasalahan yang ditetapkan oleh tim studi memang merupakan kendala dalam pengembangan kegiatan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Kenyataan di atas memperlihatkan bahwa dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan akan terjadi kesenjangan antara sisi permintaan dan penawaran efek syariah. perlu dilakukannya hal-hal sebagai berikut : sangat kekurangan efek syariah untuk dijadikan portofolionya.

Meningkatkan secara intensif program sosialisasi tentang kegiatan investasi syariah di pasar modal yang mencakup antara lain : prinsip-prinsip dasar. maka diharapkan dapat memacu semua pihak.1. DSN. Membentuk pola kelembagaan (hubungan antara Bapepam. SROs. produk. baik pemodal maupun pelaku aktif melakukan kegiatan investasi di pasar modal sehingga dapat menjadi alternatif solusi untuk mendorong sisi penawaran (supply) melakukan penerbitan efek syariah. 88 . 2. 3. Dengan dilakukannya hal-hal tersebut di atas. dan Profesi) yang efisien dalam fungsi dan peran untuk mengatur. membina. terhadap pelaku dalam menjalankan kegiatan investasi syariah di pasar modal . mengawasi. Penyusunan kerangka peraturan yang lebih jelas dalam rangka penerbitan efek syariah dan kegiatan investasi syariah di pasar modal . peraturan dan pola pengawasannya. mekanisme transaksi.

Pengumuman BEJ No. 3. 9. . tentang anggota JII Periode Juli 2004 s/d Desember 2004. 4. cetakan 1. 10. Jakarta: Rajawali Pers. 2003). 8. hlm 19 Fatwa DSN Nomor: 20/DSN-MUI/IX/2000 tanggal 18 April 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah telah Fatwa DSN Nomor: 32/DSN-MUI/IX/2002 tanggal 14 September 2002 Fatwa DSN Nomor: 40/DSN-MUI/X/2003 tanggal 4 Oktober 2003 tentang Pasar Modal Dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah Di Bidang Pasar Modal Training module on Comprehensive training on Sharia Banking. Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional. Lc. Jakarta:Pustaka Tarbiatuna. cetakan1.2003). Jakarta (Bank IndonesiaDewan Syariah Nasional: 2003. Undang-Undang tentang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 IOSCO Annual Report 2003 M Ali Hasan. Imam Santoso. Karim Business Consulting Basic Training : Fiqh and Instrument on Islamic Capital Market 6. hlm 101. Peng-175/BEJ-DAG/U/06-2004 tanggal 25 Juni 2004. Republik Indonesia. 7. Fiqh Muamalah. 11. 2.DAFTAR KEPUSTAKAAN 1. Edisi 2) hlm 263. Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam. 5. Fidh Muamalah.

Jasa. mohon disebutkan: ………………………………………………. Rp. apakah hal-hal di bawah ini menjadi kendala dan masalah bagi perusahaan Saudara dalam menerbitkan Efek syariah? 5. 500 Milyar s. 999 Milyar Kurang dari Rp. 1 trilyun Rp. Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. Beri tanda √ atau X pada jawaban Saudara 2. Jika dianggap perlu.. Ya Tidak Lain-lain. jawaban Saudara dapat dijelaskan pada kertas tambahan Kuisioner untuk Emiten/Perusahaan Publik Data Perusahaan: 1. efek syariah apakah yang akan Saudara terbitkan? □ □ Obligasi Efek lain. mohon dijelaskan: ………………………………………………. Ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah: . ……………………………………………………………………………….. mohon dijelaskan: ………………………………………………. Jika jawaban nomor 3 di atas Ya.d. ………………………………………………………………………………. Kendala dan Masalah: Menurut pendapat Saudara. Bergerak di sektor manakah Perusahaan Saudara (pilih salah satu)? □ □ □ □ □ □ □ □ □ 2. 500 Milyar Rencana Penerbitan Efek Syariah: 3.DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL STUDI INVESTASI SYARIAH DI PASAR MODAL INDONESIA Petunjuk pengisian Kuisioner: 1. Apakah perusahaan Saudara mempunyai rencana untuk menerbitkan efek syariah dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan? □ □ □ 4. ………………………………………………………………………………. Pertanian Pertambangan Industri Dasar dan Kimia Aneka Industri Industri Barang Konsumsi Properti dan Real Estate Transportasi dan Infrastruktur Keuangan Perdagangan. ………………………………………………………………………………. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah di lingkungan perusahaan Saudara: □ □ □ 6. ………………………………………………………………………………. dan Investasi Berapakah Total Aset perusahaan Saudara pada akhir tahun 2003? □ □ □ Sama atau lebih dari Rp.

mohon dijelaskan: ………………………………………………. Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. Waktu (lama-tidaknya) proses penerbitan efek syariah: 15. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….. 13.. Ya Tidak Lain-lain. Jenis usaha perusahaan Saudara (sesuai/tidak sesuai dengan prinsip syariah): □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. mohon dijelaskan: ………………………………………………. Pra-proses (persiapan) penerbitan Efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain.. ………………………………………………………………………………... mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Minat pemodal atas efek syariah yang diterbitkan: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. 9. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 11. mohon dijelaskan: ………………………………………………. Tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris. ………………………………………………………………………………... ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 10. ………………………………………………………………………………. Penggunaan dana hasil emisi yang harus sesuai dengan prinsip syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. 12.. ………………………………………………………………………………. Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. Biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan efek syariah: 8. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. mohon dijelaskan: ……………………………………………….. Tingkat kemampuan Penjamin Emisi Efek tentang pasar modal syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. . ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ……………………………………………………………………………….□ □ □ 7. □ □ □ 14.

mohon dijelaskan: ………………………………………………. Menurut pendapat Saudara. hal-hal apa sajakah yang perlu diperbaiki atau diperjelas dalam rangka mendorong dan mengembangkan pasar modal syariah di masa mendatang? 19. ………………………………………………………………………………. Upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal? □ Ya . adakah hal-hal lain yang merupakan kendala dan masalah dalam penerbitan efek syariah. ………………………………………………………………………………. Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………………………………………. Fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah (Bapepam. Pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. Dewan Syariah Nasional): □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ……………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………. 21. Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia: □ □ □ 18. Peraturan tentang penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. Kerangka peraturan tentang penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. 20. ……………………………………………………………………………….………… Harapan dan Saran Menurut pendapat Saudara. mohon dijelaskan jika ada: ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ……………………………………………….. SRO. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 17.□ □ □ 16.………… ……………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. Ya Tidak Lain-lain.

22. mohon dijelaskan: ……………………………………………………………………………….………… ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Lain-lain (jelaskan) ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………….………… TERIMA KASIH ATAS KESEDIAAN SUADARA UNTUK MENGISI DAN MENYAMPAIKAN KEMBALI KUISIONER INI KEPADA KAMI ………. ………………….2004 Nama Jabatan . ……………………………………………………………………………….………… ……………………………………………………………………………….………… ……………………………………………………………………………….□ □ Tidak Lain-lain.

99 Milyar Kurang dari Rp. Nasional Patungan Berapakah Total Aset perusahaan Saudara pada akhir tahun 2003? □ □ □ Sama atau lebih dari Rp. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….d. ………………………………………………………………………………. Ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah: 6. jawaban Saudara dapat dijelaskan pada kertas tambahan Kuisioner untuk Penjamin Emisi Efek (PEE) Data Perusahaan: 1. Beri tanda √ atau X pada jawaban Saudara 2.DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL STUDI INVESTASI SYARIAH DI PASAR MODAL INDONESIA Petunjuk pengisian Kuisioner: 1. mohon dijelaskan: ………………………………………………. mohon disebutkan: ………………………………………………. Jika dianggap perlu.. efek syariah apakah yang akan Saudara jamin? □ □ Obligasi Efek lain. 4. . 100 Milyar Rp. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Apakah perusahaan Saudara mempunyai rencana untuk melakukan penjaminan emisi efek syariah dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan? □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. 50 Milyar Rencana Penerbitan Efek Syariah: 3. Status Perusahaan Saudara? □ □ 2. ………………………………………………………………………………. Jika jawaban nomor 3 di atas Ya. ………………………………………………………………………………. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah di lingkungan perusahaan Saudara: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. 50 Milyar s. Kendala dan Masalah: Menurut pendapat Saudara. apakah hal-hal di bawah ini menjadi kendala dan masalah bagi perusahaan Saudara dalam menerbitkan Efek syariah? 5. Rp.. ……………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 12.. ………………………………………………………………………………. 11. Waktu (lama-tidaknya) proses penerbitan efek syariah: . Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ……………………………………………………………………………….. mohon dijelaskan: ………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 7. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ……………………………………………….... ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….. Biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Minat pemodal atas efek syariah yang diterbitkan: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. Pra-proses (persiapan) penerbitan Efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. mohon dijelaskan: ………………………………………………. 8. mohon dijelaskan: ………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. 10. 9. ……………………………………………………………………………….□ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. Tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris.

………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….. adakah hal-hal lain yang merupakan kendala dan masalah dalam penerbitan efek syariah.. ………………………………………………………………………………. 16. ……………………………………………………………………………….………… ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….. Fee yang diperoleh dari kegiatan penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. 15. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ……………………………………………….. ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 14. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Pola pengawasan (dari sisi syariah) oleh lembaga terkait: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. mohon dijelaskan jika ada: ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………. Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ……………………………………………………………………………….□ □ □ Ya Tidak Lain-lain. mohon dijelaskan: ……………………………………………….………… ……………………………………………………………………………….………… ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Menurut pendapat Saudara.………… ………………………………………………………………………………. Kerangka peraturan tentang penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….………… Harapan dan Saran . 13. ……………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………………………………………. 18. ……………………………………………………………………………….………… ………………………………………………………………………………. …………………. hal-hal apa sajakah yang perlu diperbaiki atau diperjelas dalam rangka mendorong dan mengembangkan pasar modal syariah di masa mendatang? 17. Lain-lain (jelaskan) ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………….2004 Nama Jabatan . SRO.………… ………………………………………………………………………………. Fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah (Bapepam. 19. 20. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………………………………………. Peraturan tentang penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ……………………………………………………………………………….………… ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ……………………………………………………………………………….………… TERIMA KASIH ATAS KESEDIAAN SUADARA UNTUK MENGISI DAN MENYAMPAIKAN KEMBALI KUISIONER INI KEPADA KAMI ………. Dewan Syariah Nasional): □ □ □ Ya Tidak Lain-lain.Menurut pendapat Saudara. Upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan pasar modal syariah kepada seluruh pelaku pasar modal? □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….

apakah hal-hal di bawah ini menjadi kendala dan masalah bagi perusahaan Saudara dalam menerbitkan reksa dana syariah? 5. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….1 trilyun Rp. .DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL STUDI INVESTASI SYARIAH DI PASAR MODAL INDONESIA Petunjuk pengisian Kuisioner: 1. ………………………………………………………………………………. jawaban Saudara dapat dijelaskan pada kertas tambahan Kuisioner untuk Manajer Investasi (Manajer Investasi) Data Perusahaan : 1. ………………………………………………………………………………. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang pasar modal syariah di lingkungan perusahaan Saudara: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain.. 1 trilyun Kurang dari Rp. Jika jawaban nomor 3 di atas Ya. ………………………………………………………………………………. 100 milyar s. Berapakah jumlah reksa dana yang dikelola oleh perusahaan Saudara sampai dengan saat ini? □ □ □ 2. 4. Apakah perusahaan Saudara mempunyai rencana untuk menerbitkan reksa dana syariah dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan? □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. reksa dana apakah yang akan Saudara terbitkan? □ □ □ □ Saham Campuran Pendapatan Tetap Pasar Uang Kendala dan Masalah : Menurut pendapat Saudara. 1 2-5 Lebih dari 5 Berapakah total dana nasabah reksa dana yang dikelola oleh perusahaan Saudara sampai dengan akhir bulan Juni tahun 2004: □ □ □ Lebih dari Rp.d. Jika dianggap perlu. Beri tanda √ atau X pada jawaban Saudara 2. Rp. mohon dijelaskan: ………………………………………………. 100 milyar Rencana Penerbitan Efek Syariah : 3.

Ketersediaan informasi tentang pasar modal syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. Tingkat total return yang dihasilkan reksa dana syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Minat pemodal atas reksa dana syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ……………………………………………………………………………….. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 11.. 8.. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ……………………………………………………………………………….6. Ketersediaan efek syariah yang dapat dijadikan portofolio: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. 9. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 7. Konsultan hukum dan Akuntan publik) tentang pasar modal syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. Pra-proses (persiapan) penerbitan reksa dana syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 10. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………. Tingkat kemampuan profesi penunjang (Notaris.. ………………………………………………………………………………. . ……………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ……………………………………………….

Menurut pendapat Saudara.………… ………………………………………………………………………………. adakah hal-hal lain yang merupakan kendala dan masalah dalam penerbitan reksa dana syariah.. Waktu (lama-tidaknya) proses penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ……………………………………………….………… ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Kelembagaan atau Institusi yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah di Indonesia: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. mohon dijelaskan: ………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 14. 15. mohon dijelaskan: ………………………………………………. Mekanisme dan birokrasi proses penerbitan reksa dana syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain... Biaya yang dikeluarkan dalam proses penerbitan reksa dana syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Pengawasan pengelolaan reksa dana syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ………………………………………………………………………………. mohon dijelaskan: ………………………………………………..………… Harapan dan Saran . mohon dijelaskan: ………………………………………………. mohon dijelaskan: ……………………………………………….12. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 17. mohon dijelaskan jika ada: ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………. Kerangka peraturan tentang pengelolaan reksa dana syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain.………… ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. 13. 16.………… ……………………………………………………………………………….

Fungsi dan peran lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal syariah (Bapepam.Menurut pendapat Saudara. 19. Dewan Syariah Nasional): □ □ □ Ya Tidak Lain-lain.………… ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. SRO. …………………. 21. hal-hal apa sajakah yang perlu diperbaiki atau diperjelas dalam rangka mendorong dan mengembangkan reksa dana syariah di masa mendatang? 18. mohon dijelaskan: ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. Lain-lain (jelaskan) ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………….………… TERIMA KASIH ATAS KESEDIAAN SUADARA UNTUK MENGISI DAN MENYAMPAIKAN KEMBALI KUISIONER INI KEPADA KAMI ………. mohon dijelaskan: ………………………………………………………………………………. Peraturan tentang penerbitan efek syariah: □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. ……………………………………………………………………………….………… ……………………………………………………………………………….………… ………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….2004 Nama Jabatan . 20. Upaya sosialisasi peraturan dan mekanisme pengawasan reksa dana syariah kepada seluruh pelaku pasar modal? □ □ □ Ya Tidak Lain-lain. mohon dijelaskan: ………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………….

PT. PT. 38. Dharma Samudera Fishing Ind. 2. PT. PT. PT. PT. 39. 13. 46. Lippo Land Development Tbk. 3. 21. 31. 18. Indosat Tbk. Indofood Sukses Makmur Tbk. 7. PT. Surya Toto Indonesia Tbk. PT. PT. Indal Aluminium Industry Tbk. Ltd. Inco Tbk. Bayer Indonesia Tbk. Lippo Karawaci Tbk. Anugrah Tambak Perkasindo Tbk PT. 52. PT. PT. 37. Bukaka Teknik Utama Tbk. PT. 30. PP London Sumatra Tbk. Betonjaya Manunggal Tbk. PT. Procter & Gamble Indonesia Tbk. PT. PT. Bukit Sentul Tbk. PT. Unilever Indonesia Tbk. PT. 48. Berlian Laju Tankers Tbk. 8. Indonesia Prima Property Tbk. 12. 27. 10. PT. PT. PT. Duta Anggada Realty Tbk. Siantar Top Tbk. PT. PT. Modernland Realty Tbk. Medco Energi Internasional Tbk. . Davomas Abadi Tbk. 47. Kedaung Indah Can Ind. 32. 40. Asahimas Flat Glass Co. PT. Aqua Golden Mississippi Tbk. PT. 49. 11. Kimia Farma Tbk. PT. PT. Panca Wiratama Sakti Tbk. 20. Tbk. 4. PT. 29. 6. Tbk. 43. 28. PT. PT. 9. Steady Safe Tbk. 45. 35. 16. Multibreeder Adirama Ind. PT. 24. Sari Husada Tbk. Citra Tubindo Tbk. 14.DAFTAR RESPONDEN Emiten/Perusahaan Publik : 1. PT. 42. Cipendawa Agroindustri Tbk. Lamicitra Nusantara Tbk. PT. Tempo Scan Pacific Tbk. PT. 15. 41. 5. Bakrieland Development Tbk. 51. PT. 26. Ltd. Citra Marga Nusapala Persada Tbk. PT. PT. PT. PT. Sekar Laut Tbk. PT. Duta Pertiwi Tbk. 33. Ciputra Surya Tbk. PT. Bukit Asam Tbk PT. PT. PT. Lionmesh Prima Tbk. Mustika Ratu Tbk. 36. Kawasan Industri Jababeka Tbk. PT. PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk. Ultra Jaya Milk Tbk. PT. Rig Tenders Indonesia Tbk. 22. 44. Ciputra Development Tbk. 23. 19. Tbk. PT. 25. PT. Tbk. PT. 50. 17. Dankos Laboratories Tbk. PT. Sumarecon Agung Tbk. Astra International Tbk. PT. 34. Mayora Indah Tbk.

53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107.

PT. Humpuss Intermoda Transp. Tbk. PT. Samudra Indonesia Tbk. PT. Indocitra Finance Tbk. PT. Bank Permata Tbk. PT. BFI Finance Tbk. PT. Sinar Mas Multiartha Tbk. PT. Makindo Tbk. PT. Trimegah Securities Tbk. PT. Bank Mega Tbk. PT. Bank Central Asia Tbk. PT. Bank Buana Indonesia Tbk. PT. Bank Nusantara Parahyangan Tbk. PT. Kresna Graha Sekurindo Tbk PT. Bank Bumiputra Indonesia Tbk PT Trust Finance Indonesia Tbk PT. Artha Pacific Securities Tbk PT. Hero Supermarket Tbk. PT. United Tractors Tbk. PT. Great River International Tbk. PT. Multipolar Corporation Tbk. PT. Astra Graphia Tbk. PT. Metrodata Electronics Tbk. PT. Toko Gunung Agung Tbk. PT. Matahari Putra Prima Tbk. PT. Fast Food Indonesia Tbk. PT. Tira Austenite Tbk. PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. PT. Aneka Kimia Raya Tbk. PT. Tunas Ridean Tbk. PT. Bimantara Citra Tbk. PT. Jakarta Setibudi Property Tbk. PT. Siloam Healthcare Tbk. PT. Alfa Retailindo Tbk. PT. Tempo Intimedia Tbk. PT. Indosiar Visual Mandiri Tbk. PT Tunas Financindo Sarana PT Wahana Otorita Multimedia PT Pegadaian PT Federal International Finance Bank Mandiri Bank BRI PT Asiana International Tbk PT Dynaplast Tbk PT Ever Shine Tex Tbk PT Gajah Tunggal Tbk PT Goodyear Indonesia Tbk PT Hanson Industri Utama Tbk PT Karwell Indonesia Tbk PT Komatsu Indonesia Tbk PT Pan Brothers Tbk PT Sepatu Bata Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT PT Surya Dumai Industri Tbk PT Tirta Mahakam Plywood Ind. Tbk PT Jembo Cable Company Tbk

Penjamin Emisi Efek
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. PT ABN AMRO Asia Securities Ind. PP Aldiracita Corpotama PT Alpha Sekuritas Indonesia PT Andalan Artha Advisindo Sek PT Antaboga Delta Sekuritas Ind. PT Arab Malaysian Capital Ind. PT Artha Securities Tbk. PT Artha Pacific Securities Tbk PT Asia Kapitalindo Securities Tbk. PT Bahana Securities PT Bhakti Capital Indonesia Tbk. PT Bapindo Bumi Sekuritas PT Batavia Prosperindo Sekuritas PT BNI Securities PT BNP Paribas Peregrine PT Bumiputera Capital Indonesia PT Brent Securities PT CIMB Niaga Securities PT Ciptadana Sekuritas PT Ciptamahardhika Mandiri PT Citigroup Securities Indonesia PT CLSA Indonesia PT Credit Suisse First Boston Ind. PT Danareksa Sekuritas PT Danasakti Securities PT Danpac Sekuritas PT DBS Vickers Securities Indonesia PT Deutsche Securities Ind. PT Dongsuh Kolibindo Sec. PT Dhanawibawa Artha Cemerlang PT Eficorp Sekuritas PT Eurocapital Peregrine Securities PT Equity Development Securities PT Financorpindo Nusa PT G.K. Goh Indonesia PT Hortus Danavest Tbk PT HSBC Securities Indonesia PT Inovasi Utama Sekurindo PT Indokapital Sekuritas PT Indo Premier Securities PT ING Securities Indonesia PT Interasia Securitindo PT Inti Fikasa Securindo PT Investindo Nusantara Sek. PT Jp Morgan Securities Indonesia PT Kapita Sekurindo PT Kim Eng Securities PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. PT Madani Securities PT Mahanusa Securities PT Makindo Securities PT Makinta Securities PT Mandiri Sekuritas PT Meridian Capital Indonesia PT Mega Capital Indonesia PT Mega Akses Securities PT Merrill Lynch Indonesia

58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80.

PT Millenium Atlantic Sec. PT Mitra Investdana Sekurindo PT Namalatu Cakrawala Securities PT Nikko Securities Indonesia PT Nisp Sekuritas PT Nusadana Capital Indonesia PT Okansa Capital Tbk PT Panin Sekuritas Tbk. PT Pratama Penaganarta PT Reliance Securities PT Rifan Financindo Sekuritas PT Samuel Sekuritas Indonesia PT Sarijaya Permana Sekuritas PT Sinarmas Sekuritas PT Sucorinvest Central Gani PT Suprasurya Danawan Sekuritas PT Treasure Fund Indonesia PT Tiga Pilar Sekuritas PT Topas Multi Securities PT Transpacific Securindo PT Trimegah Securities Tbk. PT United Capital Indonesia Tbk. PT Ubs Securities Indonesia

MANAJER INVESTASI
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. PT ABN AMRO Manajemen Investasi PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas PT Bahana TCW Investment Management PT BATASA Capital PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen PT Bhakti Asset Management PT BNI Securities PT Brahma Capital PT Ciptadana Aset Manajemen PT Citigroup Securities Indonesia PT Corfina Capital PT Danareksa Investment Management PT Danatama Makmur Sekuritas PT Dhanawibawa Artha Cemerlang PT Eficorp Sekuritas PT Eko Kapital PT Equity Development Securities PT EVERGREEN CAPITAL PT First State Investments Indonesia PT Gani Aset Manajemen PT GK Goh Indonesia PT Indo Premier Securities PT Intru Nusantara PT Jisawi Finas Fund Management Company PT Kresna Graha Sekurindo PT Kuo Capital Raharja PT Mahanusa Investment Management PT Mandiri Sekuritas PT Manulife Aset Manajemen Indonesia PT MAsindo Artha Securities PT Meespierson Finas Investment Management PT Mega Capital Indonesia

PT MLC Investment Indonesia PT Natpac Asset Management PT Niaga Aset Manajemen PT Nikko Securities Indonesia PT NISP Sekuritas PT Optima Kharya Capital Management PT Panca Global Sekuritas PT Panin Sekuritas PT Paramitra Alfa Sekuritas PT Pentasena Arthatama PT Platinum Assets Management PT PNM Investment Management PT Prudence Asset Management PT Rifan Financindo Asset Management PT Samuel Aset Manajemen PT Schroder Investment Management Indonesia PT Sinarmas Sekuritas PT Tiga Pilar Sekuritas PT Trimegah Securities Tbk . 47. 43. 36.33. 44. 51. 35. 45. 41. 38. 40. 42. 37. 39. 49. 50. 34. 48. 46.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful