Patofisiologis Demam Tifoid

Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal dengan 5F yaitu Food(makanan), Fingers(jari tangan/kuku), Fomitus (muntah), Fly(lalat), dan melalui Feses. Feses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman salmonella thypi kepada orang lain. Kuman tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat, dimana lalat akan hinggap dimakanan yang akan dikonsumsi oleh orang yang sehat. Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti mencuci tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut. Kemudian kuman masuk ke dalam lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limpoid. Di dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia, kuman selanjutnya masuk limpa, usus halus dan kandung empedu. Semula disangka demam dan gejala toksemia pada typhoid disebabkan oleh endotoksemia. Tetapi berdasarkan penelitian eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam pada typhoid. Endotoksemia berperan pada patogenesis typhoid, karena membantu proses inflamasi lokal pada usus halus. Demam disebabkan karena salmonella thypi dan endotoksinnya merangsang sintetis dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. Masa inkubasi demam tifoid berlangsung selama 7-14 hari (bervariasi antara 3-60 hari) bergantung jumlah dan strain kuman yang tertelan. Selama masa inkubasi penderita tetap dalam keadaan asimtomatis. (Soegeng soegijanto, 2002)

Patofisiologi Demam T

THYPUS ABDOMINALIS Posted by : Hari Suprayitno | | Published in Thypus Abdominalis THYPUS ABDOMINALIS .

Perut agak kembung dan nyeri tekan. gangguan pada saluran cerna. gangguan kesadaran (Kapita Selekta Kedokteran. . pecah-pecah 2. 4. sehingga terjadi pencemaran D. Bibir kering. PATOFISIOLOGI : Penularan penyakit demam Thypoid disebabkan secara fecal dan oral dan banyak terdapat di masyarakat yang kurang baik dalam membersihkan lingkungan. berselaput putih dan tepi hiperemi (lidah tifoid) 3. DEFINISI Penyakit infeksi akut yang mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. Lidah kotor. GEJALA KLINIS 1. ETIOLOGI : Penyebab dari Thypus Abdominalis itu adalah kuman “Salmonella Thyposa”.A. Limfa membesar dan nyeri tekan. edisi 3. C. 2000) B.

. Kortikosteroid c.Susu dua klai setiap hari 3.5. PENATALAKSANAAN Terdiri dari tiga bagian : 1. Antipiretik b. Suhu badan meningkat E. . Kesadaran apatis 6. makanan biasa) . Hb) 2.Anti mikroba a. . Ampicillin atau amoxillin MG (hasil bebas panas) c. Uji widal titer antibodi 0 = 1/200 F.Makanan diberikan secara bertahap sesuai dengan keadaan penyakitnya (mula-mula air lunak.Tirah baring absolut sampai minimal 7 hari bebas demam atau kurang lebih selama 14 hari. eritrosit.Obat-obat symtomatik a. 2. Bradikardi relatif 7. trombosit. Leukopenia dengan limfosit relatif 3. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Diet. Penenang .Operasi dilakukan bila terjadi perforasi . . Cotrimoxazole (kobinasi trimetropin dan sulfa metoxazole) . Perawatan . .Posisi tubuh harus diubah-ubah ( 2 jam selang-seling) . Kloromphenikol (hari bebas panas) b. Obat.Mobilisasi sesuai kondisi. Pemeriksaan darah lengkap (leukosit. Suportif d. TKTP.Mengandung cukup cairan.Bahan makanan tidak boleh mengandung banyak serat (rendah selulosa) tidak merangsang dan mennimbulkan gas.

pleuritis c. meningitis. Darah : anemia hemoplitik. trombositopenia. Paru : pneumonia. syndroma gullin gaire. pyelonefritis. periostitis. IDENTITAS Didalam identitas meliputi nama. Neuropsikiatrik : dellirium. dan perirephritis f. tinggi badan. Perforasi usus c.G. hemolitik d. KOMPLIKASI 1. panas dan demam. Tulang : osteomilitis. sindrom uremia. Ginjal : glumorulanefritis. PENGKAJIAN I. empiema. Registerasi. Kardiovaskuletr : kegagalan sirkulasi perifer (renjatan atau sepsis) miokardiotis. PENGUMPULAN DATA 1. Diluar usus a. arthritis g. apakah tidak pernah. 2. apakah menderita penyakit lainnya. trombosis. spondilitis. miningismus. Peritonitis 2. tanggal MRS. jenis kelamin. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Apakah sebelumnya pasien pernah mengalami sakit Thypoid. Perdarahan usus b. Hepar : hepatitis e. nafsu makan menurun. Usus halus a. no. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN THYPUS ABDOMINALIS A. . berat badan. agama. alamat. tropmboplebitis b. pendidikan. KELUHAN UTAMA Pada pasien Thypoid biasanya mengeluh perut merasa mual dan kembung. pekerjaan. polineuritis perifer. status perkawinan. psikosis dan syndroma katatenia. 3. umur.

RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA Apakah dalam kesehatan keluarga ada yang pernah menderita Thypoid atau sakit yang lainnya. lidah kotor. apakah pasien dapat menerima pada apa yang dideritanya. pucat (anemi). . 7. penurunan nafsu makan selama sakit. anorexia. RIWAYAT PSIKOSOSIAL Psiko sosial sangat berpengaruh sekali terhadap psikologis pasien. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Pada umumnya penyakit pada pasien Thypoid adalah demam. mual. perasaan tidak enak di perut. 9) Pola penanggulangan stress Stres timbul apabila seorang pasien tidak efektif dalam mengatasi masalah penyakitnya. 5. 6. POLA-POLA FUNGSI KESEHATAN 1) Pola pesepsi dan tatalaksana kesehatan Perubahan penatalaksanaan kesehatan yang dapat menimbulkan masalah dalam kesehatannya. 6) Pola reproduksi dan sexual Pada pola reproduksi dan sexual pada pasien yang telah atau sudah menikah akan terjadi perubahan. sehingga pasien merasa gelisah pada waktu tidur. 3) Pola aktifitas dan latihan Pasien akan terganggu aktifitasnya akibat adanya kelemahan fisik serta pasien akan mengalami keterbatasan gerak akibat penyakitnya. 2) Pola nutrisi dan metabolisme Adanya mual dan muntah. dengan timbul gejala-gejala yang dalami. diare. nyeri kepala pusing.4. 7) Pola persepsi dan pengetahuan Perubahan kondisi kesehatan dan gaya hidup akan mempengaruhi pengetahuan dan kemampuan dalam merawat diri. 8) Pola persepsi dan konsep diri Didalam perubahan apabila pasien tidak efektif dalam mengatasi masalah penyakitnya. lidah tifoid (kotor). muntah. 4) Pola tidur dan aktifitas Kebiasaan tidur pasien akan terganggu dikarenakan suhu badan yang meningkat. dan rasa pahit waktu makan sehingga dapat mempengaruhi status nutrisi berubah. konsumsi cairan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. gangguan kesadaran berupa somnolen sampai koma. nyeri otot. 5) Pola eliminasi Kebiasaan dalam buang BAK akan terjadi refensi bila dehidrasi karena panas yang meninggi.

serta kebiasaan ibadahnya akan terganggu. produk kemih pasien bisa mengalami penurunan (kurang dari normal). 4) Sistem respirasi Apa ada pernafasan normal. 11) Pola tata nilai dan kepercayaan Timbulnya distres dalam spiritual pada pasien. berkeringat banyak. perut tidak enak. 7) Sistem eliminasi Pada pasien typoid kadang-kadang diare atau konstipasi. 10) Sistem persyarafan Apakah kesadarn itu penuh atau apatis. pola nafas teratur. dan tidak terdapat cuping hidung. panas. 5) Sistem kardiovaskuler Biasanya pada pasien dengan typoid yang ditemukan tekanan darah yang meningkat akan tetapi bisa didapatkan tachiardi saat pasien mengalami peningkatan suhu tubuh. 2) Kepala dan leher Kepala tidak ada bernjolan. akral hangat. 8) Sistem muskuloskolesal Apakah ada gangguan pada extrimitas atas dan bawah atau tidak ada gangguan. 9) Sistem endokrin Apakah di dalam penderita thyphoid ada pembesaran kelenjar toroid dan tonsil. lidah kotor. pucat/bibir kering. PEMERIKSAAN FISIK 1) Keadaan umum Biasanya pada pasien typhoid mengalami badan lemah. anorexia. 3) Dada dan abdomen Dada normal. somnolen dan koma. mata cowong. bentuk simetris. tidak ada suara tambahan. . 8. puccat. kelopak mata normal. muka tidak odema. N ½ -1 cc/kg BB/jam. didaerah abdomen ditemukan nyeri tekan. mual. tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. turgor kulit menurun. fungsi pendengran normal leher simetris. ditepi dan ditengah merah. rambut normal. dalam penderita penyakit thypoid. maka pasien akan menjadi cemas dan takut akan kematian. konjungtiva anemia. pucat. 6) Sistem integumen Kulit bersih.10) Pola hubungan interpersonil Adanya kondisi kesehatan mempengaruhi terhadap hubungan interpersonal dan peran serta mengalami tambahan dalam menjalankan perannya selama sakit.

bibir kering.Akral hangat . Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit d/d paien ketakutan dan gelisah. Ds = Pasien mengatakan tidak selera untuk makan (anorixia) Do = perut kembung. Resiko terjadinya kekurangan vol cairan berhubungan dengan intake yang kurang dari kebutuhan. Perubahan nutirsi (kurang dari kebutuhan) berhubungan dengan anorexia d/d mual.Suhu tubuh normal (36oC-37oC) . Tujuan : suhu tubuh dapat kembali normal (36 oC –37oC) Kriteria Hasil . lidah kotor.RR normal (15-20 x/menit) . Ds = Pasien mengatakan badannya demam.Mukosa bibir lembab . Potensial terjadinya penularan berhubungan dengan sifat kuman salmonella. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. panas Do = Suhu meningkat. ANALISA DATA 1.Nadi normal (70-75 x/menit) . : Peningkatan suhu tubuh : Invasi kuman salmonella thyptii C. mukosa bibir kering. Diagnosa Keperawatan : 1 Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan invasi kuman salmonella thypii d/b suhu lebih dari normal. lidah kotor tepi dabn tengah lidah hiperemi. 2. mual. nukosa bibir kering. tepi dan tengah lidah hiperemi. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan invasi kuman salmonella thypii b/d suhu lebih dari normal. lidah kotor dan tepi lidah dan tengah hiperomi Masalah keperawatan Kemungkinan penyebab 2. muntah. 5. 3.B. 4. Masalah keperawatan Kemungkinan penyebab : Peningkatan suhu : Penurunan nafsu makan. muntah dan perut kembung.

Beri kompres dingin/panas R/ pemindahan panas secara konduksi 3.Rencana Tindakan Keperawatan 1. lakuklan obeservasi TTV R/ monitor keadaan pasien dalam pemberian terapi 7. lakukan kolab dengan dokter dalam pmberian terapi . Jelaskan pada pasien sebab akibat terjadinya panas. Tujuan : Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi Kriteria Hasil : .adanya selera makan tidak terjadi mual dan muntah klien dapat mempertahankan BB nya pasien dapat menghabiskan makanan setiap waktu makan . 2. ventilasi ruangan tetap stabil R/ pemindahan panas asecara radiasi 5. anjurkan pasien untuk minum air banyak R/ untuk mengganti cairan yang hilang 6.cairan perinfus . muntah dan perut kembung. R/ keluarga dapat mengerti dan kooperatif dalam tindakan.antipiretik dan antibiotik R/ fungsi interdependent Diagnosa Keperawatan : 2 Perubahan nutrisi (kurang dari kebutuhan) berhubungan dengan anorixia d/d mual. berikan pakaian tipis dan menyerap keringat R/ pemindahan panas secara evaporasi 4.

lakukan perawatan mulut sesudah dan sebelum makan R/ mengurangi rasa tidak nyaman dan meningkatkan selera makan 5. beri penjelasan pada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi pasien R/ keluarga dan pasien mengerti dan kooperatif 2. serta ileum (± 3. timbanmg BB tiap hari R/ memonitor hasil asuhan yang dioberikan 7. kolaborasoi dengan dokter dalam pemberian nutrisi parental dan roboransia R/ dibutuhkan bila intake per oral tidka mencukupi efek farmakologis regorantia untuk meningkatkan nafsu makan. saluran usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Pada usus dua belas jari terdapat dua muara. dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus. sajikan makanan yang menarik. Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja. usus kosong (jejunum). Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm). dan usus penyerapan (ileum). 4. merangsang selera dan dalam suasana menyenangkan R/ meningkatjkan selera makan 3. Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :    Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum).Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus . jejunum (± 2. kolaborasi dengan ahli tim gizi R/ memberikan bantuan untuk menetapkan diet Anatomi Usus Halus Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. monitor intake dan out put R/ mengetahui jumlah nutrisi yang masuk 6. 8.Rencana Tindakan Keperawatan 1. berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering R/ makanan dalam porsi besar lebih sulit di konsumsi pasien saat anorexia. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.5 m).6 m).

Adapun fungsi dari usus halus yakni menyerap (absorpsi) dan mencerna khime sari-sari makanan dari lambung. senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :         Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. . Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino. Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol Tripsinogen Tripsin yang belum aktif. Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Selain itu.