FILOSOFI TRADISONMAYBRAT

TRADITIONAL PHILOSOPHY
OF
FILSAFAT TRADISIONAL SUKU MAYBRAT PAPUA BO FLET RAA MAYBRAT MAY TRADITIONAL PHILOSOPHY OF MAYBRAT PAPUA Hak cipta © J. Franjk Hamah sagrim Dilindungi undang – undang Pertamakali diterbitkan dalam bahasa indonesia Cetakan pertama: Pengantar oleh Diterbitkan oleh………… Dicetak oleh……………….. e-mail: plato_ayamaru@yahoo.com hamahs@hotmail.com web : http//juanfranklinsagrim.blogspot.com www.dada.net/sauf/ www.hamah.socialgo.com

tlp:0274 …../085228949383

i

LEMBAR PERSEMBAHAN

SPECIAL PRINCES: AYAH TERCINTA NIXON SAGRIM (alm) BUKU INI DITULIS KHUSUS UNTUK MENGENANG AYAH TERCINTA YANG TELAH DIPANGGIL TUHAN PADA OKTOBER 2009

Buku ini dipersembahkan kepada seluruh masyarakat suku Maybrat dimana saja berada, dengan tujuan bahwa tulisan ini kiranya mengungkapkan kepribadian berpikir orang maybrat berkaitan dengan filosofi – filosofi tradisional. Kami berharap tulisan – tulisan yang dikemas dalam buku ini yang mana memuat tentang filosofi tradisional maybrat, dapat menginspirasikan pola pikir yang tradisional menjadi moderen, dengan tidak meninggalkan filosofi tradisional mereka yang juga kedengarannya tajam didengar. Dapat disadari bahwa filosofi tradisional suku maybrat, telah berabad tahun bertumbuh bersama manusia Maybrat itu sendiri, tidak perduli seberapa pengaruh filosofi global yang dianut oleh orang – orang Maybrat masa kini. Tak lupa saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah membantu saya, dalam kehidupan kami hingga pada penyusunan buku ini, terutama Keluarga Saya.

ii

PENGANTAR

iii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSEMBAHAN ....................................................................... DAFTAR ISI.................................................................................................. PENGANTAR................................................................................................ SEKAPUR SIRIH …………………………………………………………………………. BERFILSAFAT BERSAMA ORANG MAYBRAT (FLET BO BSIA RA MAYBRAT)..................................................... BAGIAN SATU: FILSAFAT DAN KEBUDAYAAN ……………………………………… BAGIAN DUA: TATA HIDUP DAN KEHIDUPAN MANUSIA MENURUT FILSAFAT MAYBRAT –BO FLET …………………………………………. BAGIAN TIGA: LANDASAN FILSAFAT MAYBRAT .…………………………………… BAGIAN EMPAT: BO FLET – FILSAFAT DAN PANDANGAN HIDUP ORANG MAYBRAT………………………………………………………………. BAGIAN LIMA: UNGKAPAN-UNGKAPAN FILSAFAT MAYBRAT DAN MAKNA ……. TENTANG PENULIS ………………………………………………………………………………

iv viii iX X Xi 1

12 19

27 37 86

iv

SEKAPUR SIRIH

Para ilmuwan telah bersepakat bahwa Filsafat adalah ibu daripada ilmu pengetahuan. Dapat kita simpulkan bahwa Filsafat Maybrat-bo flet merupakan ibu daripada ilmu dan pengetahuan yang diciptakan dan dijalankan oleh orang Maybrat semenjak mereka mulai menganjak pada alam sadar berpikir mereka. Filsafat Maybrat-bo flet, telah dikembangkan oleh masyarakat Maybrat semenjak mereka mulai memasuki alam sadar untuk berpikir normatif, pikiran mereka mulai terbentuk dengan menciptakan Filsafat dan Kepercayaan. Sebagaimana pandangan para ilmuwan telah mengatakannya bahwa filsafat merupakan ibu daripada ilmu pengetahuan yang lahir daripada seseorang (manusia) ketika ia mulai hidup dalam alam sadar berpikirnya yang normatif. Bo flet, sebagai karya ide pikiran normatif orang Maybrat. Filsafat Maybrat-bo flet, dikatakan sebagai ilmu dan pengetahuan orang Maybrat karena ia lahir dan bertumbuh lebih awal dalam kehidupan mereka sebelum ilmu dan pengetahuan lain diciptakannya. Selain bo flet, Keimanan juga telah lahir dan bertumbuh bersama-sama dalam kehidupan mereka. Orang Maybrat telah menciptakan suatu agama sebagai pusat pemujaan terhadap sang realitas tertinggi yang dikonsepsikan sebagai wiyon-wofle (Tuhan). Kiranya melalui sekelumit ikhtiar filsafat Maybrat ini bisa membantu setiap orang siapa saja untuk memahami pola hidup dan tata dan norma serta adat-istiadat orang Maybrat, baik sebagai part yang sekedar memberikan pengetahuan maupun dapat dijadikan sebagai bahan penelitian selanjutnya.

v

BERFILSAFAT BERSAMA ORANG MAYBRAT

Flet bo b’syia rá maybrat
With Maybrat Philosoper

vi

BAGIAN

Satu

FILSAFAT DAN KEBUDAYAAN SUKU MAYBRAT
(PHILOSOPHY AND CULTURE OF MAYBRAT TRIBE)

bo flet tna bo knik-knak ra maybrat

1

FILSAFAT DAN KEBUDAYAAN SUKU MAYBRAT
PHILOSOPHY AND CULTURE OF MAYBRAT TRIBE

bo flet tna bo knik-knak ra maybrat

A. Beberapa Pokok Pikiran-makán/mabo
1. Ber”filsafat” – m’flet bo dalam rangka kebudayaan Maybrat, berhubungan erat dengan seluruh kompleksitas kebudayaan seperti; Mitologi, Ritual, Sastra, Seni, Adat istiadat, Perjalanan hidup, Pengalaman hidup dan hal-hal ikhwal hidup lainnya. 2. Ber”filsafat” – m’flet bo bagi orang Maybrat, terutama berarti menafsirkan, mengupas pengalaman hidup sampai intinya. Pengalaman merupakan pusat, sehingga refleksinya jarang bersifat rasional atau abstrak belaka, yang “pas/tepat” untuk suatu situasi dan kondisi. 3. Materi (dimensi itu disebut - bo) sedangkan “filsafat disebut - flet”. Filsafat (bo flet) Maybrat adalah hal-hal yang berhubungan dengan alam semesta: makro kosmologi. Ukuran perjalanan manusia adalah perjalanannya dalam rangka alam semesta: Safo ro Tabam. Alam semesta: alam yang kelihatan dan alam yang tidak kelihatan (causal). 4. Dalam rangka alam semesta itu, segala sesuatu mempunyai tempat, kedudukan, dan nilainya sendiri. Dalam rangka alam semesta itu juga manusia harus mengerti dan menemukan tempat mereka, kedudukan mereka, dan nilai manusia itu sendiri. Sangat penting: makán. 5. Pengalaman yang terutama berarti menyangkut pengalaman akan hal-hal yang kelihatan dan tak kelihatan, pengalaman akan yang lahiriah dan batiniah. Untuk mencapai pengetahuan, perlu haf ase (haf ase, mhar bo, srou hleh) watum to kbe nari kaket soh anu nhaf ase, nhar bo, srou hleh (“ilmu” dicapai dengan perilaku, ketajaman otak). Pengetahuan berarti mengamati dan menembus alam fenomenal semacam gnosis “srou hleh/mhar bo”. 6. Dari sifat konkret pengalaman itu, tafsirannya juga mementingkan kekonkretan. Oleh karena itu, mitos dan simbol (juga: cerita, legenda, perumpamaan,

2

peribahasa bo mna) memegang peranan penting. Logos

lalu berarti “kata”

bukan hanya pikiran (aktivitas), dimana simbol-simbol masi dominan. Karena realitas tidak pernah dapat ditangkap secara keseluruhan, maka paradoksparadoks “Safo” menjadi dominasi, juga mitos simbol dan paradoks memberikan ruang gerak untuk tafsiran, jadi bersifat multi interpretable. Maka terdapat relativitas terhadap perumusan pikiran. 7. Kecenderungan menembus alam fenomenal membuat yang batin menduduki tempat sentral yang utama. Batin dianggap sebagai sesuatu yang dapat merangkum alam semesta “bo ro tabam beta”. Meskipun tampaknya

“halus/msneh” dan tak kelihatan, batin dianggap lebih “besar” dan kuasa daripada lahiriah. Perumpamaannya yang berupa paradoks seperti: ara ro mase to mkmoh mbam ara ginyah (pohon besar biasanya lahir dan bertumbuh dari tumbuhan-tumbuhan kecil melata– “Batin”). 8. Dalam ber”filsafat”, kebudayaan filsafat Maybrat-bo flet, memperoleh alat-alat refleksi dan perumusan dari filsafat dan mistik animisme mereka yang disebut wiyon-wofle, dan Kristen juga termasuk. Arus dasarnya kurang lebih tetap serupa dengan arus dasar kebudayaan Maybrat, umumnya seperti: kosmisanimistis-dinamistis. 9. Tuhan dipandang sebagai ro y’fen tabam (sang Pencipta), ro y’no ron hame (yang membuat hidup kekal) dan yhar iso wait y’fen (yang mengetahui asal dan tujuan ciptaan). Manusia-rá hidup di dunia hanyalah hre rere yata aya sei (singgah/numpang sebentar untuk minum). Persatuan dengan Tuhan diusahakan dan dipelihara dengan batin, oleh rasa, dan (haf ase). Usaha itu disertai juga dengan sikap pasrah dan krek am ase (menerima keputusan/kenyataan dari Tuhan). Pada gilirannya, semua usaha itu juga diharapkan akan membuat orang menjadi manusia unggul dan membawa kesejahteraan untuk keluarga dan anakcucu. 10. Tugas manusia terhadap dunia adalah m’sya tna m’no riof mase mam tabam (memelihara dan mengusahakan kesejahteraan dunia). Dalam rangka itu, perlu diperhatikan hubungan vertikal dengan Tuhan (mayoh bo m’bam oron yabi, minta petunjuk akan kehendak Tuhan) dan alam yang tak kelihatan (arwah nenek moyang, roh-roh lainnya/mbohya), serta hubungan

3

horizontal dengan manusia lain (kerabat, tetangga: mafoh kanya, mhou su (rukun), bekerja sama (mhaha anya). 11. Dalam rangka pemerintahaan dan kepemimpinan sangat dominan sifat hierarkis. Dalam kesamaan selalu ada tingkat-tingkat dan perbedaan. Semua harus menduduki “tempat”-nya masing-masing dan menjaga keseimbanglarasan antara hubungan (pimpinan-bawahan “tua-muda, guru-murid, dst”). Ada pusat (masuf) dan ada pinggiran (mne). Pinggiran hanya bermakna bila diterima dan diakui oleh pusat. Disini menjadi penting paham panutan/Hasu (titik orientasi) dan “teladan”. 12. Sejajar dengan paham pusat dan pinggiran, dalam struktur kepribadian terdapat “inti/makan” dan “luar/mne”, yang dapat digambarkan sebagai “k’wiyon-m’bol wofle” yang dikelilingi batasan sebagai benteng. Hubungan pribadi dijalin sedikit demi sedikit dari “luar” sampai ke “inti”-nya.

B. Konsep Nilai, Sistem Nilai dan Orientasi Nilai Filsafat Maybrat (Bo Flet) Sebagai Budaya Maybrat.
1. Konsep Nilai Filsafat Maybrat-Maja ro Bo Flet makan Istilah nilai/makan mempunyai banyak konotasi, baik yang populer maupun teknis, oleh sebab itu sangat diperlukan kehati-hatian dalam melihat tentang definisi nilai. Demikian maka, perlu dipertegas relevansi istilah nilai filsafat Maybrat (bo flet makn) dengan baik. Nilai filsafat Maybrat (bo flet) mengacu pada pandangan hidup, minat, pilihan, norma, etika, tugas, kewajiban agama, pola hidup, kebutuhan dan lain-lain. Ada beberapa nilai utama yang mengacu pada filsafat Maybrat (bo flet), diantaranya: 1. Nilai filsafat Maybrat (bo flet makan) merupakan nilai dari segala sesuatu tentang yang baik dan yang buruk. 2. Nilai filsafat Maybrat (bo flet makan) merupakan segala sesuatu yang menarik bagi orang Maybrat, sebagai subjek. 3. Nilai Filsafat Maybrat (bo flet makan) mengatakan bahwa Manusia tidak berbeda di dunia ini, semua manusia tidak dapat berhenti hanya dengan sebuah pandangan (maksud/filsafat) faktual dari pengalaman yang berlaku.

4

4. Nilai filsafat Maybrat (bo flet makan) yang diterima merupakan hasil pengaruh seleksi dari perilaku sebagai pengalaman. Demikian, maka nilai filsafat Maybrat (bo flet makan) adalah sesuatu yang dipentingkan oleh orang Maybrat sebagai subjek menyangkut tentang hal-hal yang baik dan yang buruk, sebagai abstraksi pandangan hidup, atau perilaku mereka yang ketat. Batasan ini bersifat universal, tetapi untuk suatu maksud pembicaraan tertentu, pokok filsafat (bo flet) ini dapat mengacu pada salah satu batasan sebelumnya. Nilai filsafat Maybrat (bo flet) ini mempunyai sebuah elemen konsepsi yang lebih mendalam dibandingkan dengan hanya esensi, emosi, atau kebutuhan seseorang. Dalam pengertian ini, nilai-nilai filsafat Maybrat (bo flet makan rau) dianggap sebagai abstraksi yang ditarik dari pengalaman-pengalaman hidup orang Maybrat. Ada beberapa kualitas dari nilai filsafat Maybrat (bo flet), yaitu: 1. Nilai filsafat Maybrat (bo flet) itu penuh atau menyangkut semacam pengertian yang memiliki suatu aspek emosi, dimana emosi boleh saja tidak diutarakan dengan sebenarnya, tetapi diutarakan dalam bentuk berfilsafat (flet bo) yang mana selamanya filsafat (bo flet) tersebut merupakan suatu potensi esensial yang berisikan nilai yang akan mengungkapkan maksud-maksud tertentu dalam hidup mereka ketika ditelaah mendalam dalam penerapan hidup sehari-hari. 2. Nilai-nilai filsafat Maybrat (bo flet) bukanlah merupakan tujuan konkrit suatu tindakan, akan tetapi ia tetap mempunyai hubungan dengan tujuan, sebab nilainilai filsafat (bo flet) tersebut berfungsi sebagai kriteria dalam mengetahui, mawas diri, mengenal, membedakan tujuan perilaku seseorang, mengidentifikasi sesuatu, menganalisis segala sesuatu, sebagai suatu prediksi, sebagai suatu pandangan tentang predikat suatu hal tertentu. Seseorang akan berusaha mencapai segala sesuatu yang menurut pandangannya mempunyai nilai tertentu (yno bo ro ynout mof). 3. Nilai-nilai filsafat Maybrat (bo flet) merupakan unsur penting dan sama sekali tidak dapat diremehkan oleh orang Maybrat yang bersangkutan. Dalam kenyataannya, nilai-nilai filsafat Maybrat (bo flet) berhubungan dengan pandangan hidup, pola hidup, nasehat, teguran, prediksi hidup, pilihan dan ini semua merupakan unsur prasyarat untuk mengambil suatu tindakan yang etis.

5

4. Nilai filsafat Maybrat (bo flet) merupakan unsur penting dalam kehidupan orang Maybrat, dan hal ini tidak dapat disepelekan bagi orang Maybrat terutama mereka yang bersangkutan sedang terkekang persoalan, selalu menelaah setiap ungkapan filsafat yang disampaikan oleh kerabatnya sebagai pesan yang memberitahukan sesuatu yang berkaitan erat dengan situasi yang dialaminya. Nilai-nilai filsafat Maybrat (bo flet) dijunjung tinggi oleh seluruh masyarakat Maybrat. Nilai-nilai filsafat Maybrat (bo flet) ini diperoleh melalui konsensus dan pengalaman-pengalaman hidup mereka dan dipandang sebagai hal yang menyangkut kepentingan etis. Nilai filsafat Maybrat (bo flet) mempunyai hubungan dengan kepercayaan atau keyakinan tentang hal-hal yang sedang dan akan terjadi. Mengapa orang Maybrat mengucapkan sebuah filsafat (bo flet/mflet bo) selalu penuh dengan keyakinan. Karena didalam keyakinan itu, berisikan kepercayaan yang didasarkan pada pengalaman-pengalaman hidup mereka sehingga ungkapan kata filsafat (bo flet) dianggap betul-betul benar atau memang akan benar sehingga bunyi kalimat filsafatnya mampu memberikan suatu gambaran, teguran, peringatan, analisis, predikat atau tuntunan etis. Misalanya ro ysom tafoh to kbe yait tu oh artinya; yang bermain api akan terbakar api. Filsafat (bo flet) semacam ini, mengikhtiarkan sesuatu yang bergeming didalam ulasan filsafat “api/tafoh” sebagai gambaran utama yang menggambarkan sesuatu yang berbahaya. Filsafat (bo flet) Maybrat merupakan suatu aksiomatika hidup mereka. Keyakinan semacam ini tidak memerlukan bukti-bukti empiris. Kita dapat membedakan antara nilai bo flet dan keyakinan. Keyakinan merupakan pikiran-pikiran (bo n’nout) tentang hal-hal yang dipandang sebagai fakta-fakta dan orang-orang yang mengetahuinya tidak berani menentang hal ini. Sedangkan nilai filsafat Maybrat (bo flet) merupakan pandangan hidup, ilustrasi, teguran, peringatan, tata, aturan, norma, dan tuntutan etis tentang hal-hal yang diinginkan maupun tidak diinginkan, atau tentang apa yang boleh atau tidak boleh ada. Dominan nilai filsafat Maybrat (bo flet) dalam kehidupan orang Maybrat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:

6

1. Luas tidaknya ruang lingkup pengaruh nilai filsafat (bo flet) dalam total kehidupan sehari-hari orang Maybrat. 2. Lama tidaknya nilai filsafat (bo flet) itu dirasakan oleh orang Maybrat terutama. 3. Gigih tidaknya nilai filsafat (bo flet) itu diperjuangkan atau dipertahankan atau diperhatikan. 4. Prestise dari orang-orang yang mengeluarkan nilai filsafat (bo flet), yaitu para filusuf Maybrat, atau kelompok yang dipancang sebagai pembawa nilai filsafat (bo flet). Untuk mendalami nilai filsafat Maybrat (bo flet) ada juga watak tentang nilai filsafat Maybrat (bo flet), yang mencakup tentang pertimbangan nilai, pembenaran nilai, pilihan nilai, dan konflik nilai. Memepertimbangkan nilai adalah merupakan kebiasaan seharihari bagi sebagian besar orang terutama orang Maybrat dan dilakukan secara terus menerus dan merupakan suatu keharusan. Dalam kehidupan orang Maybrat, mereka terpaksa melakukan pilihan tentang apa yang mereka lakukan, terutama apabila menyangkut tentang apa yang baik dan buruk. Persoalan pertimbangan pada nilai filsafat Maybrat (bo flet) adalah pada ukuran, predikat, analisa, gambaran, tafsiran, keyakinan dan idealisme yang konsisten dan tidak konsisten harus dapat mengembangkan kehidupan atau bahkan merusaknya.

C. Sistem Nilai Filsafat Maybrat (bo flet) Sistem nilai filsafat Maybrat (bo flet) terdiri dari konsepsi-konsepsi yang mendalam, yang mana telah hidup dalam alam pikiran orang Maybrat, mengenai hal-hal ikhwal yang berkaitan dengan nilai etika yang mereka anggap bernilai dalam hidup. Karena itu, sistem nilai filsafat Maybrat (bo flet) berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi tingkah laku mereka. Sistem-sistem tata kelakuan orang Maybrat yang tingkatannya lebih konkrit seperti pedoman kepada sistem nilai filsafat (bo flet) itu. Sebagai bagian dari adat istiadat dan wujud ideal dari kebudayaan Maybrat, sistem nilai filsafat Maybrat (bo flet) seolah-olah berada diluar dan diatas diri para individu yang menjadi warga yang bersangkutan, yaitu orang Maybrat. Para individu sejak kecil telah diresapi dengan nilai-nilai filsafat Maybrat (bo flet) yang hidup dalam masyarakatnya, sehingga konsepsi-konsepsi itu sejak lama berakar dalam alam jiwa mereka. Misalnya seorang anak dalam umur tertentu, pasti dinasehati

7

oleh orang tuanya tentang pergaulan yang baik dengan sesamanya. Iranya ro mof nsia nafoh anya. Artinya seorang anak sudah ditanamkan Filsafat yang etis tentang pergaulan “iranya”sebagai suatu pola yang baik dalam kehidupan mereka. Itulah

sebabnya nilai-nilai filsafat Maybrat (bo flet) yang ada dalam masyarakat Maybrat begitu dikembangkan dan dijaga hingga sekarang, dan ini sangat sukar untuk digantikan dengan nilai-nilai filsafat lain dalam waktu yang singkat, walaupun kelihatannya ada, namun tidak mungkin tergantikan.

D. Implementasi filsafat (bo flet) sebagai intervensi perubahan karakter dan kepribadian Orang Maybrat dalam kehidupan sehari-hari, karakter dan kepribadian mereka selain dibentuk melalui pendidikan inisiasi wiyon-wofle, juga dibentuk melalui filsafat (bo flet) yang mana tersirat dalam setiap penasehatan. Implementasi sistem filsafat (bo flet) semacam ini dilakukan oleh seluruh masyarakat Maybrat dalalm lingkupan keluargga atau di rumah tanpa terbatasi seperti sistem inisiasi wiyon-wofle. Dalam memberikan nasehat di rumah, filsafat (bo flet) sebagai intervensi awal pembentukkan karakter dan kepribadian seorang anak yang berlangsung sehari-hari. Orang tua selalu menanamkan nilai-nilai kehidupan yang diperlukan kepada anakanaknya, dengan tujuan agar supaya kelak mereka sebagai orang yang bermartabat dan terhormat. Sebagaimana ditegaskan dalam ungkapan filsafat (bo flet) mereka kepada anak-anak mereka ketika di nasehati bahwa Nari watum to kaket afo kbe namo ra ro mase, yang artinya, perhatikan nasehat dan terguran supaya kelak nanti anda akan menjadi orang yang berguna. Pemikiran ini merupakan suatu penekanan terhadap etika dan mawas diri, karena suatu penasehatan bagi orang Maybrat dianggap sebagai resep dan petunjuk serta pendidikan dan ilmu yang diperoleh begitu saja. Sebagaimana yang dikatakan dalam filsafat (bo flet) bahwa; watum ro mof to mkah riof mase yang artinya nasehat yang baik memberikan kebahagiaan dan berkat. Filsafat (bo flet) jenis ini menyangkut nilai-nilai moral, sosial, budaya, ekonomi, dan etika/etiket hidup yang membentuk seseorang sehingga menjadi manusia yang berguna di kemudian hari nanti. Pola penasehatan atau watum di rumah kepada seorang anak ditanamkan nilai-nilai filsafat (bo flet) ini dilaksanakan dengan suatu pola pendidikan budipekerti (watum) sebagai pola penasehatan yang terintegrasi langsung dalam proses hidup sehari-hari.

8

Saat orang tua memberikan nasehat (me watum) mereka selalu memberikan gambarangambaran atau filosfi (m’flet bo) sebagai filsafat (bo flet) yang secara otomatis ditanamkan kepada anak oleh orang tua, sehingga seorang anak menjadi matang dan dewasa dalam pola pikirnya sekaligus menghayati dan menginternalisasikannya sebagai makna dalam hidup. Filsafat Maybrat (bo flet) yang di ajarkan oleh orang tua kepada anak, di pegang teguh sebagai nilai dalam perjalanan hidupnya guna mengamalkannya dalam perjalanan hidup sehari-hari sepanjang alhayat. Ada filsafat (bo flet) yang berisikan teguran dan nasehat, seperti keir to myi wer, riof to mabuf, artinya kebencian dan kejelekan/ketidak bergunaan itu lebih lama dan mengekang sedangkan kebaikan itu tidak lama tetapi membahagiakan. Ini juga merujuk pada suatu pemikiran bahwa mencari teman itu susah tetapi mencari lawan itu cepat.

E. Orientasi Nilai Filsafat Maybrat (bo flet) Orientasi nilai filsafat Maybrat (bo flet) terdiri dari beberapa pokok masalah dalam kehidupan orang Maybrat, yaitu: 1. Hakekat Hidup. Hakekat hidup Filsafat Maybrat (bo flet) berada secara ekstrem, memandang manusia itu pada hakekatnya suatu hal yang buruk dan menyedihkan dan karena itu harus dihindari. Mtah kon, yang artinya hakekat manusia tidak ada, tidak bernilai, sudah tidak diperhitungkan, orang tidak berguna, tidak berkontribusi, manusia yang tidak berfaedah. 2. Hakekat Karya. Setiap kata-kata filsafat Maybrat (bo flet) pada hakekatnya tidak tunggal, tetapi berbeda-beda, diantaranya ada yang isinya menasehati, ada yang menegur, ada yang memberi arahan hidup, ada yang memberitahukan kejadian, ada yang berisikan predikat, yang mana semua itu merupakan karya orang Maybrat yang bertujuan untuk memungkinkan keberlanjutan hidup mereka. Filsafat Maybrat (bo flet) yang lain juga menganggap hakekat dari karya orang Maybrat itu untuk memberi kedudukan atau prestise sebagai suatu kehormatan ditengah masyarakat. Misalnya, bobot to kbe m’roh m’no bo ro ra kinyah mbah m’no fe. Artinya yang dipandang sebagai seorang bangsawan/bos atau yang akan disebut bangsawan/bos adalah mereka yang berdiri ditengah masyarakatnya dan menyelesaikan persoalanpersoalan yang tidak mungkin bisa diselesaikan oleh rakyatnya. Filsafat Maybrat (bo flet) menganggap hakekat karya manusia sebagai gerak untuk menambah karya

9

lagi. Sanet mair tna kbe yno rou. Artinya melakukan sesuatu sebagai awal untuk menambah atau membuat karya yang baru lagi. 3. Hakekat Waktu. Hakekat waktu untuk filsafat Maybrat (bo flet/ayi) tidak berdiri pada satu sisi, tetapi berbeda-beda, ada filsafat yang memandang penting dalam kehidupan manusia, yaitu melalui masa lampau atau bo mna. Dalam ucapan filsafat Maybrat (bo flet) serupa itu, orang Maybrat akan sering mengambil pedoman dalam kelakuannya, contoh-contoh dan kejadian-kejadian dalam masa lampau. Sebaliknya filsafat Maybrat (bo flet) ada juga yang hanya mempunyai suatu pandangan waktu yang sempit. Misalnya bawia ro mfo n’no? Artinya apa yang sekarang akan dilakukan. Filsafat (bo flet) semacam ini tidak memusingkan keadaan yang ada pada masa akan datang. Sedangkan pada masyarakat yang lain mementingkan pandangan dari filsafat (bo flet) yang berorientasi pada masa yang akan datang. Misalnya; n’nout ti yi. Yang artinya ingat masa depan, pikirkan waktu berjalan, waktu masih panjang, berhati-hati sepanjang waktu mendatang, perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi waktu yang akan datang. Ungkapan filsafat (bo flet) semacam ini merupakan filsafat etis, tergolong sebagai suatu penasehatan yang memberikan faedah kepada setiap manusia untuk selalu berhati-hati menghadapi waktu yang akan datang. 4. Hakekat Alam. Filsafat Maybrat (bo flet) menganggap alam itu suatu hal yang begitu dahsyat, sehingga kebanyakan kehidupan manusia digariskan dalam alam semesta karena filsafat Maybrat (bo flet) menganggap manusia itu pada hakekatnya hanya bisa bersifat menyerah saja. Naim mi kbe n’fru to. Artinya kalo manusia memiliki sayap baru bisa terban; konsep pemikiran semacam ini menggariskan bahwa manusia pada batasan tertentu tidak berdaya dan hanya bisa pasrah. Sebaliknya filsafat Maybrat (bo flet) yang lain memandang alam sebagai suatu hal yang bisa dilawan oleh manusia dan mewajibkan manusia untuk selalu berusaha menaklukkan alam atau mengeksploitasikan alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin. Ro sia mbe to yait, Ro srah msun to yabo. Artinya siapa berkebun/bertani ia akan menikmati hasil pertanian, siapa yang berburu ia pasti akan menikmati hasil buruan. Filsafat Maybrat (bo flet) semacam ini serta merta membawa alam pikiran seseorang untuk mau berusaha, ia dipaksa untuk

10

menaklukan alam dengan mencari dan menemukan apa yang terpendam didalam alam sekitar untuk dinikmati. 5. Hakekat Hubungan Manusia. Dalam hal ini, filsafat Maybrat (bo flet) yang mementingkan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan dan horizontal antara Manusia dengan Manusia (sesamanya). N’saka iranya ro mof to n’sikowah tna n’hou nse awia. Artinya jangan merusak hubungan pergaulan baik anda dengan kerabat, jika dirusaki lalu dengan siapa lagi kita bersahabat. Dalam pola kelakuannya, manusia yang hidup dalam suatu kebudayaan serupa itu akan berpedoman kepada persahabatan. Ada filsafat Maybrat (bo flet) lain yang mengatakan n’saka tabam sikowah ma, yang artinya jangan merusak kehidupan, persahabatan baik dengan sesama maupun dengan Tuhan dan alam semesta. Filsafat Maybrat (bo flet) ini mementingkan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan dan horizontal antara manusia dengan manusia (sesamanya) maupun dengan alam semesta. Orang Maybrat merasa membutuhkan Tuhan, mereka juga merasa membutuhkan sesamanya, dan mereka juga merasa membutuhkan alam semesta. Filsafat Maybrat (bo flet) semacam ini sebagai suatu pegangan yang etis bagi kehidupan orang Maybrat dalam usaha untuk memelihara hubungan mereka, baik antar mereka dengan sang realitas tertinggi (Tuhan), dan tetangga atau sesamanya yang merupakan suatu hal yang dianggap penting dalam kehidupan mereka. Selain itu, ada pula filsafat Maybrat (bo flet) yang tidak membenarkan anggapan bahwa manusia itu akan bergantung pada orang lain dalam hidupnya. Filsafat Maybrat (bo flet) semacam ini akan muncul ketika ada unsur ketegangan antara dua pihak yang saling berselisih. Contohnya nyio awia, jio awia artinya siapa lo siapa gua. Filsafat Maybrat (bo flet) semacam ini amat mementingkan pandangan individualisme (semacam ego) yang mana menilai tinggi anggapan bahwa manusia itu harus berdiri sendiri dalam hidupnya dan sedapat mungkin mencapai tujuannya dengan bantuan orang lain sekecil mungkin.

11

BAGIAN Dua TATA HIDUP DAN KEHIDUPAN MANUSIA MENURUT PANDANGAN FILSAFAT MAYBRAT –BO FLET

12

TATA HIDUP DAN KEHIDUPAN MANUSIA MENURUT PANDANGAN FILSAFAT MAYBRAT –BO FLET

Philip H. Phenix, seorang filusuf terkemuka (1964), menegaskan bahwa “since education is means of helping human beings to become what they can and should become, the educator needs to understand human nature, he needs to understand people in their actualities, in their possibilities, and in their idealities. He must also know how to foster desirable changes in them”

A. Pandangan Filsafat Maybrat (bo flét) tentang Hakikat Manusia 1. Manusia adalah Makhluk Tuhan (Rá wiyon). Dalam perjalanan hidup orang Maybrat, mereka mempertanyakan tentang asal-usul alam semesta –tabam masmair- dan asal usul keber-ada-an mereka sendiri –masmair ait yfen rá. Menurut pemikiran para penganut evolusionisme bahwa manusia adalah hasil puncak dari mata rantai evolusi yang terjadi di alam semesta tanpa pencipta seperti yang dikatakan oleh Charles Darwin. Namun dalam pandangan filsafat orang Maybratbo flet, mengatakan bahwa manusia-ra, itu diciptakan “Ait Yfen” sebagaimana alam semesta –m’fibo tabám refo. Dengan demikian bahwa filsafat orang Maybrat-bo flet, secara tegas menolak pandangan evolusionisme yang menyatakan bahwa manusia di alam semesta tidak bertumbuh dengan sendirinya –rá ro tabam refo seit kmoh sei fe, mereka menolak faham Darwin yang mengatakan bahwa manusia emata-mata sebagai hasil evolusi dari alam itu sendiri tanpa pencipta. Penolakan ini terutama didasarkan atas keimanan mereka terhadap Tuhan yang diajarkan dalam teologi natural mereka wiyon-wofle yang menghantarkan mereka pada suatu pemikiran yang benar tentang hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan “rá ro Ait Yfen”, yaitu sebagai manusia ciptaan. Yang mana ra sebagai manusia, ro menunjukkan kita manusia sebai objek ciptaan, dan Ait dia Tuhan Yang Maha Esa dan Yfen menciptakan atau membentuk dalam hal ini Allah menciptakan atau membentuk manusia.

13

Filsafat Maybrat (bo flet) didalamnya menyangkut nilai-nilai ontologis, kosmologi, teologis, dan moral. Dengan demikian maka dapat kita perhatikan bahwa filsafat Maybrat (bo flet) membantah pemikiran evolusionisme, ini terutama didasarkan atas empat nilai tersebut sebagai dasar argument yang dapat kita saksikan sebagai berikut: a. Secara ontologis: filsafat (bo flet) Maybrat menganggap bahwa semua manusia (rá beta) memiliki ide tentang Tuhan (smot Bi ait). Sementara itu bahwa realitas (kenyataan) lebih sempurna daripada ide manusia (ait yno bö miwer rá). Sebab itu, bagi orang Maybrat mengatakan bahwa Tuhan itu ada, dan realitas adanya itu pasti lebih sempurna daripada ide manusia tentang Tuhan.

b. Secara kosmologis: filsafat Maybrat (bo flet) menganggap bahwa segala sesuatu
(bombrá beta) yang ada, mempunyai sebab (mama sei fé). Yaitu bahwa adanya manusia dan alam semesta adalah sebagai akibat. Menurut filsafat Maybrat-bo flet, mengatakan bahwa di alam semesta (mam tabam refo) terdapat rangkaian sebab akibat (mkah bö wait yfén), hal ini tentunya merupakan sebab pertama yang tidak disebabkan oleh yang lain, melainkan oleh sang pencipta. Karena menurut filsafat Maybrat (bo flet) menganggap bahwa sebab pertama adalah sumber sebab-sebab yang daripadanya mengakibatkan sebab-sebab yang lain dan tidak berada sebagai materi belaka, melainkan sebagai “pribadi- yeseit kár” dan “khalik-yrön”. Segala sesuatu bersumber dari-Nya – bombra beta mbam k’Ait – God is Exnihilo.

c. Secara teologis: filsafat Maybrat (bo flet) mengatakan bahwa segala sesuatu itu
memiliki tujuan (bö majá hayah-hayah) contohnya mata untuk melihat nasu mkah nmat bö, kaki untuk berjalan ná mkah iso namö, dsb. Oleh sebab itu, menurut filsafat Maybrat-bo flet, mengatakan bahwa segala sesuatu (realitas) tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan diciptakan Ait Yfen oleh pengatur tujuan tersebut, yaitu Tuhan (Oron).

d. Secara moral: filsafat Maybrat (bo flet) mengungkapkan bahwa manusia itu
bermoral (ra ati/ra bobot), ia dapat membedakan perbuatan yang baik dan yang jahat (yhar bö ro mof msya bö ro mkeir) dsb. Filsafat Maybrat (bo flet) menunjukkan kepada kita bahwa adanya dasar, sumber dan tujuan moralitas pada manusia. Dasar, sumber dan tujuan moralitas manusia itu adalah Tuhan.

14

2. Filsafat Maybrat -bo flet- menganggap bahwa Manusia sebagai kesatuan
Badani-Roh (metsu msia har). Menurut filsafat Maybrat-bo flet- mengatakan bahwa manusia -ra- adalah kesatuan daripada sifat badani dan rohani – metsu msia har – yang secara prinsipal berbeda daripada benda-benda lain – bombra- tumbhuan, hewan, maupun Tuhan. Menurut pandangan filsafat orang Maybrat-bo flet, mengatakan bahwa manusia itu merupakan perpaduan antara roh dan badan sebagai pribadi yang utuh (yuf). Sebagai kesatuan badani-roh manusia hidup dalam ruang –tabám- dan waktu – ay - dan memiliki kesadaran – ait yhar- sebagai suatu pemikiran penyadaran diri, dengan berbagai kebutuhan seperti insting, nafsu, serta mempunyai tujuan. Manusia-ra, mempunyai potensi untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan – y’skabuk- dan memiliki potensi untuk berbuat baik – yno bö mof- namun di samping itu ia pun memiliki potensi untuk berbuat jahat – y’ber safö. Selain itu, filsafat Maybrat –bo fletmengatakan bahwa manusia-ra, memiliki potensi untuk mampu berpikir – mnout(cipta) potensi untuk berperasaan –m’harenaut, m’halengge, m’haf m’kek, m’kmo(rasa) potensi berkehendak-y’no/m’no- (karsa) dan memiliki potensi untuk berkaryay’no mabo/m’no mabo.

3. Filsafat

Maybrat-bo

flet-

menganggap

manusia

sebagai

individualitas/personalitas –snyuk/yesait run. Filsafat Maybrat-bo flet- mengatakan bahwa, manusia –rá- bukan hanya sebagai suatu anggota di dalam lingkungannya saja, tetapi juga bersifat individu-y’sia rá tna yesait run/snyuk. Karena itu, menurut filsafat Maybrat –bo flet- mengatakan bahwa manusia-rá adalah kesatuan yang tak dapat dibagi, dia itu utuh-ait uf/ait run- berbeda dengan lainnya sehingga filsafat orang Maybrat-bo flet, melihat setiap manusia-rá itu bersifat unik. Perbedaan-perbedaan yang mencolok pada seseorang itulah sebagai dasar filosofis, misalnya seperti postur tubuh yang tinggi dan ideal-yaboh tkah myi, kemampuan berpikir-yhar bo, yagit man, dsb. Selain itu karena manusia-rá itu memiliki subjektivitas atau ke-diri-sendirian-ait yesait/ait run, maka ia adalah pribadi seutuhnya, ia adalah subjek. Pandangan filsafat Maybrat –bo flet- mengatakan bahwa Manusia-rá, sebagai pribadi/subjek yang mana setiap mereka memiliki kebebasan dalam mengambil tindakan atas pilihan serta tanggung jawabnya sendiri (otonom) –

15

yesait ybo yno, untuk menandakan keberadaannya didalam lingkungannya. Dengan demikian dapat kita simpulkan pandangan filsafat Maybrat-bo flet- yang mana mengatakan bahwa manusia-rá, adalah individu atau pribadi –snyuk/yesait run, artinya manusia-rá, adalah satu kesatuan yang tak dapat dibagi, memiliki perbedaan dengan yang lainnya-hayah, sehingga bersifat unik, dan merupakan subjek otonomi.

4. Filsafat Maybrat-bo flet- memandang manusia sebagai yang bersosialitasmhasu anya. Selain pandangan filsafat Maybrat-bo flet- menganggap setiap manusia adalah individu/personal-snyuk/yesait run, namun juga ia (manusia)-ait rá, tidak hidup sendirian, tak mungkin sendirian – yros yara sei ke son an yang artinya manusia itu tidak mungkin seorang diri seperti pohon kelapa yang berdiri tanpa cabang. Dalam konsepsi ini, filsafat Maybrat-bo flet, mengatakan bahwa Manusia-ra, pada umumnya tidak mungkin hidup hanya untuk dirinya sendiri dan dia juga tidak mungkin hidup sendiri sebatang kara seperti pohon kelapa yang berdiri tanpa cabang, melainkan ia juga hidup dalam keterpautan dengan sesamanya. Dalam hidup bersama dengan sesamanya (bermasyarakat), setiap individu menempati kedudukan (status) tertentu, mempunyai dunia dan tujuan hidupnya masing-masing-bonout aro rait hayah, namun demikian sekaligus ia pun mempunyai dunia bersama dan tujuan hidup bersama dengan sesamanya-bonout sou su, mhaf sou su. Filsafat Maybrat-bo flet, menganggap bahwa melalui kehidupan manusia dengan sesamanyalah manusia akan dapat mengukuhkan eksistensinya. Mungkin ini memiliki kesamaan pendapat seperti yang diutarakan oleh Aristoteles yang pernah mengatakan bahwa manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat socius hominy.

5. Filsafat Maybrat-bo flet, memandang manusia sebagai yang bermoralitas-ra ati-krek am ase. Filsafat Maybrat-bo flet, menganggap bahwa eksistensi manusia-ra memiliki dimensi moralitas-ra ati-krek am ase. Manusia-ra, memiliki dimensi moralitas-krek am ase, karena ia memiliki kata hati-har, yang dapat membedakan antara baik dan jahat – mof msya mkair. Menurut filsafat Maybrat-bo flet, bahwa karena Manusia sebagai subjek yang otonom (memiliki kebebasan), maka manusia telah dihadapkan pada suatu

16

alternatif tindakan/perbuatan yang harus dipilihnya. Adapun kebebasan untuk bertindak/berbuat itu selalu berhubungan dengan norma-norma moral dan nilai-nilai moral yang juga harus dipilihnya. Karena manusia mempunyai kebebasan memilih untuk bertindak/berbuat-yno bo, maka selalu ada penilaian moral atau tuntutan pertanggungjawaban atas setiap perbuatannya-yerif bo yno.

6. Filsafat Maybrat-bo flet, menganggap Manusia sebagai yang beragama-ra wiyon-ra skabuk yoyo. Filsafat Maybrat-bo flet, menganggap bahwa keberagamaan-skabuk, merupakan satu karakteristik esensial eksistensi manusia-ra mamos, yang terungkap dalam bentuk pengakuan atau keyakinan akan kebesaran suatu agama-mbo watum ro mof, yang diwujudkan dalam sikap dan perilakunya. Hal ini sebenarnya juga terdapat pada manusia seluruhnya, baik dalam rentang waktu (dulu-sekarang-akan datang), maupun dalam rentang geografis di mana manusia berada. Seperti kita pahami, manusia memiliki potensi untuk mampu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di lain pihak, Tuhan pun telah menurunkan wayuwatum, melalui utusan-utusan-nya, dan telah menggelar tanda-tanda di alam semesta untuk di pikirkan oleh manusia agar manusia beriman dan bertakwa kepada-nya-oron yawe watum ro mof afo ra m’smot ait. Dalam keberagamaan ini, manusia dapat merasakan hidupnya menjadi bermakna. Ia memperoleh kejelasan tentang asal-usulnya, dasar hidupnya, tata cara hidupnya, dan menjadi jelas pula ke mana arah tujuan hidupnya-srou myiwer.

7. Filsafat Maybrat-bo flet, memandang manusia sebagai yang bersejarah (historisitas)-ra mna. Filsafat Maybrat-bo flet, menganggap bahwa eksistensi manusia-ra, memiliki dimensi historis- ra mna, artinya bahwa keberadaan manusia pada saat ini-ra mfo wefo, terpaut kepada masa lalunya-ra mna, ia belum selesai mewujudkan dirinya sebagai manusia, ia mengarah ke masa depan untuk mencapai tujuan hidupnya-bo ynout miwer. Historisitas-bo mna, menurut pandangan filsafat Maybrat-bo flet, bahwa turut membangun eksistensi manusia. Sebagaimana dalam ungkapan fisosifis bawa – srohni nyio ma, artinya manusia harus tahu siapa dia tadinya atau manusia itu jangan lupa

17

diri, oleh karena itu manusia harus sadar-mashana, agar mengetahui akan menjadi apa dia nantinya –yhar yawe kbe yamo bawia. Masa lampaunya yang historis-bo mna wait, akan menjadi faktor sadar yang membuatnya terhindarkan bagi masa depannya –n’nout bo mna ma kbe bo n’no marak artinya keberhasilan lalu jangan sebagai kebanggaan selalu karena akan membuat kita tidak menciptakan sesuatu yang baru. Paham filosofi ini dapat di artikan bahwa manusia telah melampaui masa lalunya, adapun keberadaannya pada saat ini adalah sedang dalam perjalanan hidup, dalam perkembangan, dan pengembangan diri. Sejak kelahirannya, manusia adalah manusia, tetapi ia juga harus terus berjuang untuk hidup sesuai kodrat dan martabat kemanusiaannsaka tabam sikowah ma. Dengan pengertian lain bahwa karena dengan itu, manusia belum selesai menjadi manusia sesungguhnya, belum selesai mengaktualisasikan diri demi mencapai tujuan hidupnya.

18

iga BAGIAN Tiga LANDASAN FILSAFAT MAYBRAT
Bo Flet Mair

19

LANDASAN FILSAFAT MAYBRAT Bo Flet Mair

Ada dua alasan mengapa orang Maybrat perlu memiliki landasan filsafat. Pertama, karena filsafat-bo flet, itu normatif, maka dalam rangka hidup yang baik orang Maybrat menjadikannya sebagai acuan atau titik tolak yang bersifat perspektif atau normatif. Pemikiran filsafat Maybrat-bo flet, tersebut di dasarkan pada religi, hukumisti, pengalaman, norma, dan filsafat-bo flet itu sendiri. Landasan filsafat Maybrat-bo flet, yang bersifat perspektif atau normatif ini memberikan petunjuk tentang apa yang seharusnya di dalam kehiudpan seseorang atau yang di cita-citakan oleh seseorang itu terwujudkan. Kedua, bahwa filsafat Maybrat-bo flet, tidak cukup dipahami hanya melalui pendekatan yang bersifat parsial dan deduktif saja, melainkan perlu dipandang secara holistik. Adapun hal-hal itu selalu diwujudkan melalui pendekatan filosofis Maybrat itu sendiri. Di dalam khasanah filsafat Maybrat-bo flet, terdapat berbagai nilai, antara lain mengandung Idealisme, Realisme, Pragmatis, Religi, Seni, adat istiadat, norma, dll. Namun demikian, filsafat Maybrat-bo flet, sebagai induk pengetahuan tersendiri yang dikembangkan oleh orang Maybrat, yang didasarkan atas pengalaman-pengalaman humaniora dalam perimposibel mereka. Oleh karena itu, kehidupan mereka selalu berlandaskan pada filsafat-bo flet, sebagai falsafah hidup mereka. Walaupun filsafat Maybrat-bo flet, itu mengandung berbagai macam aliran, namun tidak serta merta membawa orang Maybrat terjerumus ke dalam satu aliran tertentu, namun setiap aliran filsafat-bo flet itu dapat berlaku bagi mereka dan di gunakan oleh mereka dimana pun sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi dalam waktu tertentu. Di samping itu juga akan di gunakan bila tidak bertentangan dengan nilai-nilai kefilsafatan bo flet, terutama yang berkaitan dengan kejadian, situasi, dan norma, dalam rangka memperkokoh landasan filsafat Maybrat –bo flet itu sendiri. Hal ini dimaksudkan agar supaya tidak terjadi kesalahan dalam menangkap dan menginternalisasikan arti dan makna

20

kefilosofian bo flet, agar supaya tidak mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam praktek pergerakan hidup.

A. Bo flet dan landasan Filosofisnya 1. Filsafat – bo flet a. Definisi filsafat Maybrat-bo flet. Istilah bo flet berasal dari dua kata dalam bahasa Maybrat, yaitu flet adalah ramalan, nasehat dan berfilsafat dan bo adalah barang (Barang dalam pengertian tentang hal – hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia yang mana berhubungan erat dengan seluruh kompleksitas kebudayaan, mitology, ritual, sastra, seni, adat istiadat, dan hal – hal ikhwal yang dihadapi manusia, yang mana melibatkan kosmositas alam semesta yang ada). Adapun secara operasional, filsafat Maybrat-bo flet, mengandung dua pengertian, yaitu sebagai proses berfilsafat –m’flet bo, dan sebagai hasil berfilsafat – bo flet mabo, ini merupakan suatu sistem teori atau pemikiran orang Maybrat. Di lain sisi, jika ditinjau secara leksikal filsafat-bo flet, berarti merupakan sikap hidup atau pandangan hidup orang Maybrat. b. Karakteristik bo flet Ada enam definisi berkenaan dengan karakteristik filsafat Maybrat - bo flet, yaitu objek yang dipelajari oleh filsafat-bo flet (manusia, dan alam), proses berfilsafatmflet bo (proses hidup manusia dan alam), tujuan berfilsafat, hasil berfilsafat -bo flet mamo (hasil akhir kehidupan manusia dan alam) penyajian dan sifat kebenarannya. Objek studi filsafat Maybrat –bo flet, adalah segala sesuatu, yaitu meliputi segala sesuatu yang telah terjadi, menganalisis segala sesuatu yang akan terjadi, memberikan prediksi pada segala sesuatu yang akan terjadi. Segala sesuatu itu merupakan hal-hal yang tergelar dengan sendirinya (ciptaan Tuhan) maupun segala sesuatu sebagai hasil kreasi manusia. Namun dari segala sesuatu yang termuat dalam pandangan filsafat Maybrat-bo flet itu hanya yang bersifat mendasarlah yang dipelajari atau dipertanyakan dan dipikirkan dan di analisis oleh para filusuf. Pendek kata, objek filsafat Maybrat-bo flet, bersifat komprehensif mendasar. Proses berfilsafat- bo mair flet bo, di mulai dengan ketakjuban, ketidak puasan, hasrat bertanya, keraguan, prediksi, penasehatan, dan didikan serta pesan oleh seorang

21

filusuf terhadap sesuatu yang dialaminya. Sehubungan dengan itu, dalam berfilsafatmflet bo, para filusuf tidak berpikir dengan bertolak kepada suatu asumsi yang telah ada, sebaliknya mereka menguji asumsi yang telah ada. Selain itu, berpikir filosofis atau filsafat kontemplatif, artinya berpikir untuk mengungkap hakikat dari sesuatu yang dipikirkan, atau berpikir spekulatif yakni berpikir melampaui fakta yang ada untuk mengungkap apa yang ada di balik yang nampak, atau disebut pula berpikir radikal, yaitu berpikir sampai kepada akar dari sesuatu yang dipertanyakan hingga terungkap hakikat dari apa yang dipertanyakan tersebut. Adapun dalam rangka mengungkap hakikat sesuatu yang dipertanyakannya itu para filusuf berpikir secara sinoptik, yaitu berpikir dengan pola yang bersifat merangkum keseluruhan tentang apa yang sedang di pikirkan atau dipertanyakannya. Pola berpikir ini merupakan kebalikan dari pola berpikir analitis. Perlu dipahami pula bahwa dalam berpikirnya itu para filusuf Maybrat selalu melibatkan seluruh pengalaman insaninya sehingga bersifat subjektif. Tujuan para filusuf Maybrat berpikir sedemikian rupa mengenai apa yang dipertanyakannya tiada lain adalah untuk memperoleh kebenaran. Hasil berfilsafat orang Maybrat tiada lain adalah sistem teori, sistem pikiran atau konsep yang mersifat normative atau preskriptive dan individualistik-unik. Hasil berfilsafat-mflet bo – yang normatif atau prespektif artinya bahwa sistem gagasan filsafat-bo flet menunjukkan tentang apa yang dicita-citakan atau apa yang diinginkan sesungguhnya oleh seseorang. Sedangkan induvidualistik-unik artinya bahwa sistem gagasan filsafat-bo flet yang dikemukakan oleh filusuf Maybrat terutama akan berbeda dengan sistem gagasan filsafat yang dikemukakan oleh filusuf lainnya. Ini mungkin terjadi antara lain karena sifat subjektif dari proses berpikirnya yang melibatkan pengalaman insani masingmasing filusuf. Oleh karena itu, maka kebenaran filsafat-bo flet Maybrat bersifat subjektif-paralelistik, maksudnya bahwa suatu sistem gagasan filsafat adalah benar bagi filusuf yang bersangkutan atau bagi orang Maybrat sebagai penganutnya, yaitu dari gagasan filsafat-bo flet yang satu dengan sistem gagasan filsafat yang lainnya tidak dapat saling menjatuhkan mengenai kebenarannya. Dengan kata lain, bahwa masingmasing aliran dalam filsafat Maybrat-bo flet dijadikan oleh para filusuf secara tematik, sistematis dalam bentuk naratif uraian lisan serta profetik berdialog/tanya jawab lisan.

22

c. Sistematika/Cabang-cabang filsafat Maybrat-bo flet Berdasarkan objek yang dipelajarinya, maka filsafat Maybrat-bo flet dapat diklasifikasikan ke dalam dua bagian yaitu: pertama, bo flet, sebagai Filsafat umum atau Filsafat Murni dan kedua, bo flet, sebagai Filsafat khusus atau filsafat terapan. Bo flet, digolongkan sebagai Filsafat umum karena didalamnya terdiri atas: 1. Metafisika yang meliputi: (1) metafisika umum atau ontologi, dan (2) metafisika khusus yang meliputi cabang: (a) kosmologi, (b) teologi dan (c) antropologi 2. Epistemologi 3. Logika 4. Aksiologi yang meliputi cabang: (a) etika dan (b) estetika Sedangkan Filsafat Maybrat-bo flet dikatakan sebagai filsafat khusus karena didalamnya mengandung : (a) filsafat hukum yaitu safo, isti, (b) filsafat pengetahuan yaitu watum. d. Aliran Filsafat Maybrat – bo flet Sebagaimana telah kita saksikan pada uraian di atas, bahwa karakter berpikirnya para filusuf Maybrat yang bersifat kontemplatif dan subjektif telah menghasilkan sistem gagasan yang bersifat individualistik-unik. Namun demikian, dalam peta perkembangan sistem pikiran filsafat Maybrat-bo flet, dapat kita temukan kesamaan dan konsistensi pikiran dalam bentuk beberapa aliran pikiran dari para filusuf Maybrat. Dengan demikian, maka dikenal bahwa filsafat Maybrat-bo flet, didalamnya mengandung berbagai aliran filsafat-bo flet seperti Idealisme, Pragmatisme, dsb. 2. Landasan Filosofi Maybrat-bo flet a. Definisi Landasan Filosofi Maybrat-bo flet Landasan Filosofi Maybrat-bo flet, adalah seperangkat asumsi yang bersumber dari filsafat –bo flet yang dijadikan sebagai titik tolak dalam berfilsafat-mflet bo. b. Struktur Landasan Filosofi Maybrat-bo flet Landasan Filosofi Maybrat-bo flet sesungguhnya merupakan suatu sistem gagasan tentang fenomena hidup manusia dan alam semesta yang dideduksi atau dijabarkan dari suatu sistem gagasan filsafat umum (metafisika, epistemologi, aksiologi) yang dianjurkan oleh aliran filsafat Maybrat-bo flet.

23

Berdasarkan sumber uraian di atas dapt kita pahami bahwa terdapat hubungan implikasi antara gagasan-gagasan dalam cabang-cabang filsafat Maybrat-bo flet yang umum terhadap gagasan-gagasan hidup manusia. Hal ini antara lain dapat divisualisasikan seperti berikut:

KONSEP BO FLET UMUM Hakikat Realitas Hakikat Manusia Hakikat Pengetahuan Hakikat Nilai -

KONSEP HIDUP Tujuan Hidup Orientasi Hidup Pola Hidup Peranan hidup

Gambar: Visualisasi gagasan boflet umum tentang hidup manusia.

c. Karakteristik Landasan Filosofi Maybrat-bo flet Landasan filosofi Maybrat-bo flet berisi tentang gagasan-gagasan-bombra, atau konsep-konsep yang bersifat normatif atau perspektif. Landasan Filosofi Maybrat-bo flet dikatakan bersifat normatif atau prespektif, sebab landasan filosofi Maybrat-bo flet berisi konsep-konsep tentang pengalaman apa adanya yaitu berdasarkan segala sesuatu yang faktual, dan berisikan tentang konsep-konsep filosifi-bo flet yang harus atau dicitacitakan (ideal), yang dijadikan oleh filusuf Maybrat untuk dijadikan titik tolak dalam rangka praktek hidup dan penarapan hidup. d. Aliran Dalam Landasan Filosofi Maybrat-bo flet Sebagaimana halnya didalam bagian bo flet yang umum, bahwa didalam landasat filsafat Maybrat-bo flet juga terdapat berbagai aliran pikiran. Kiranya hal ini dapat dipahami sebagai implikasi dari aliran-aliran yang terdapat di dalam bagian bo flet yang umum dan/atau bo flet khusus. Sehubungan dengan ini, maka dikenal adanya landasan filosofi daripada bo flet yang Idealisme, Realisme, Pragmatisme, dsb. e. Landasan Filosofi Maybrat-bo flet Idealisme, Realisme, dan Pragmatisme Apabila kita mengkaji setiap pemikiran para filusuf Maybrat, maka akan kita temukan bahwa sistem gagasan atau asumsi bo flet idealisme, realisme, dan pragmatisme dapat di rangkum sebagaimana dijadikan dalam uraian dibawah ini.

24

1) Bo Flet – yang Idealisme a) Konsep boflet Umum Idealisme Metafisika: Para Filusuf Maybrat, yang idealisme, dalam pemikirannya mengklaim bahwa realitas hakikatnya bersifat spiritual-bo mbou. Manusia-ra, adalah makhluk spiritual-ra wiyon, ra ro msmot Tuhan yoyo. Manusia-ra adalah makhluk berpikir-srou myi, memiliki tujuan hidup dan hidup –m’nout m’amos, dalam dunia dengan suatu aturan moral yang jelas. Pikiran manusia-bo n’nout ra, diberkahi kemampuan rasional dan karena itu mampu menentukan pilihan (bebas). Epistemologi: Pengetahuan bo flet diperoleh dengan cara mengingat kembali atau berpikir serta juga melalui intuisi. Kebenaran mungkin diperoleh manusia-ra yang mempunyai pikiran-bo n’nout yang baik-mof, walaupun kebanyakan pemikiran orang hanya sampai pada tingkat pendapat. Filsafat Maybrat-bo flet selalu menguji kebenaran hidup denan uji koherensi dan konsistensi. Aksiologi: Manusia-ra diperintah oleh nilai moral imperatif yang bersumber dari realitas yang absolute. Nilai itu bersifat absolute dan tidak berubah. 2) Bo flet – yang Realisme a) Konsep Bo Flet Umum Realisme Metafisika: Bebarapa Pandangan filusuf Maybrat dalam filsafat-bo flet, memandang dunia dalam pengertian materi-bo yang hadir dengan sendirinya, dan tertata dalam hubungan-hubungan yang teratur di luar campur tangan manusia-bo snyuk. Manusia-ra: hakikat Manusia-ra, terletak pada apa yang dikerjakannya. Pikiran dan jiwa yagit msya har merupakan suatu organisme yang sangat rumit namun mampu berpikir. Manusia-ra, bisa bebas-yrero atau tidak bebas-yrero fe. Epistemologi: Tingkah laku manusia-iso ra, di atur oleh hukum alam dan pada taraf yang lebih rendah diatur oleh kebijaksanaan yang telah teruji. b) Implikasi bo flet Tujuan berfilsafat – m’flet bo: Berfilsafat-m’flet bo, bagi orang Maybrat bertujuan untuk memberi nasehat-watum, memberi arahan-merif iso, membuat suatu prediksi-m’mat sas, srou myi, analisis-m’nout kaket, petunjuk-merif maja rau, agar seseorang dapat menyesuaikan diri dalam hidup dan mampu

25

melaksanakan tanggungjawab serta menghindari persoalan-persoalan yang tidak baik. Metode: Metode yang digunakan dalam mengucapkan filsafat-m’flet bo, adalah secara lisan dalam mengungkapkan suatu kejadian, prediksi, nasehat, arahan, pandangan, teguran dll. Semuanya dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi serta berkaitan dengan kejadian-kejadian yang ada. Misalnya kondisi dan situasi sekarang ini terjadi peperangan, maka sudah pasti setiap filusuf Maybrat memberikan pandangan filsafat-bo flet, yang kepada anak-anaknya terutama yang berkaitan dengan situasi dan kejadian yanga terjadi. Misalnya seperti; ye, n’kaket nyio safo mefo. Yang inti daripada filsafat-bo flet ini adalah sebagai suatu rambu atau teguran, diamana ye, dimaknai sebagai awas, n’kaket, berarti berhati-hati, n’yio, artinya anda, engkau, penerima pesan bo flet, safo, dimaknai sebagai persoalan, masalah, yang berkaitan dengan perang sesuai situasi saat itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode penyampaian bo flet berkaitan dengan situasi dan kondisi serta kejadian-kejadian yang terjadi.

26

BAGIAN Empat BO FLET - FILSAFAT DAN PANDANGAN HIDUP ORANG MAYBRAT
Bo Flet Tna Bonout Ra Maybrat

27

BO FLET - FILSAFAT DAN PANDANGAN HIDUP ORANG MAYBRAT Bo Flet Tna Bonout Ra Maybrat

A. Bo Flet “Filsafat” Sebagai Pandangan Hidup Orang Maybrat. Orang Maybrat, sebagai salah satu Suku Bangsa dari Suku Bangsa yang menganut sistem kommonual dan filsafat tradisional sebagaimana suku bangsa yang ada di belahan dunia lainnya. Mereka memiliki sejarah perkembangan hidup, memiliki prinsip dalam kehidupan yang begitu signifikan dan prinsipil. Taatkala suku bangsa Maybrat mulai berkembang mencapai dunia moderen, yang mana diletakanlah prinsipprinsip dasar filsafat (bo flet) sebagai suatu asas dalam hidup mereka sehari-hari. Prinsip-prinsip dasar hidup ini telah dikembangkan dan ditentukan serta diturunkan oleh nenek moyang yang diangkat dari falsafah hidup sebagai hasil dari pengalaman yang kompleks, yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar falsafah. Hal ini sebagai alasan ilmiah rasional dalam pengetahuan filsafat (bo flet) Maybrat, bahwa salah satu lingkup pengertian filsafat Maybrat, adalah fungsinya sebagai pandangan hidup mereka yang tak lekang. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa filsafat (bo flet) Maybrat, sebagai suatu pandangan hidup orang Maybrat, yang merupakan suatu kenyataan objektif yang hidup dan berkembang dalam suku bangsa Maybrat. Dalam pengertian inilah maka, diistilahkan bahwa Suku Bangsa Maybrat sebagai kausa materialis dari bo flet. Secara ilmiah, harus disadari bahwa suatu masyarakat, suatu suku bangsa senantiasa memiliki suatu pandangan hidup atau filsafat hidup masingmasing yang berbeda dengan suku bangsa lain di dunia. Suku Bangsa Maybrat, tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup yang sama dengan Suku Bangsa Borjuis, atau Dayak dan lain sebagainya, walaupun ada namun tidak 100% sama. Sejak dahulu, suku Bangsa Maybrat mengakui di zat yang mutlak, yaitu Tuhan, yang dapat dibuktikan melalui fakta sejarah misalnya menunjukkan adanya teologi tradisional yang disebut dengan Wiyon-wofle. Kenyataan pandangan hidup yang

28

merupakan falsafah hidup suku bangsa Maybrat ini jelas tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan dan perkembangannya suku bangsa Maybrat dalam membentuk kedewasaan hidup mereka. Demikian pula dengan Humanisme atau kemanusiaan (iranyá) telah melekat pada suku bangsa Maybrat. Pengakuan atas sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial, telah dimiliki oleh suku Bangsa Maybrat, zaman dahulu kala. Zaman prasejarah telah membuktikan bahwa di dunia terdapat suku bangsa lain yang sederajat, hal ini dibuktikan dalam sistem kekerabatan dan sistem kerjasama antara suku bangsa Maybrat dengan suku Bangsa Tehit, dan dengan suku bangsa Sawiat, Imian, serta kerja sama antara Raja-raja dengan kasultanan Tidore Ternate, dan VOC, yang sampai sekarang terjadi suatu istilah yang telah dikembangkan dengan sebutan Raja dan Kapitan yang membentuk stratifikasi sosial mereka. Demikian juga dalam mewujudkan persamaan dan keadilan dalam hidup bersama, pada zaman prasejarah, suku Bangsa Maybrat telah dikenal adanya tradisi “siret wosou”, musyawarah adat. Kekerabatan walaupun tidak seperti demokrasi moderen atau demokrasi versi Barat, namun unsur itu telah dimiliki oleh suku bangsa Maybrat sejak zaman dahulu.

B. Bo flet - filsafat Maybrat dan Ilmu Sebelum suku bangsa Maybrat mengenal ilmu pengetahuan, dan hingga ilmu pengetahuan berkembang di wilayah Maybrat seperti sekarang ini, ilmu pengetahuan yang pertama kali muncul dalam kehidupan mereka adalah ilmu bo flet (filsafat). Kemudian oleh karena perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia terutama pada abad ke-18 munculnya ilmu pengetahuan khususnya seperti ilmu-ilmu alam, fisika, kimia, kedokteran, biologi, pertanian, antropologi, ekonomi, psikologi, seni musik, dan ilmu pengetahuan lainnya, yang memisahkan diri dari bo flet (filsafat) yang mana dikembangkan di wilayah Maybrat, melalui pendidikan formal (study). Pemisahan diri ilmu-ilmu pengetahuan khusus itu karena objek materia ilmu memerlukan metode yang lebih memadai serta khusus, karena objek materia bo flet (filsafat) sangat umum dan halus. Dalam pengertian ini, maka bo flet (filsafat) Maybrat juga disebut sebagai induk atau ibu ilmu pengetahuan atau mother of scientiarium.

29

Meskipun dalam perkembangannya masing-masing bahwa ilmu pengetahuan moderen memisahkan diri dari bo flet (filsafat) bukan berarti hubungan ilmu filsafat tradisional Maybrat (bo flet) dengan ilmu-ilmu khusus lainnya menjadi terputus atau tidak memiliki kesinambungan. Ilmu pengetahuan kekhususannya menimbulkan batasbatas yang tegas antara ilmu pengetahuan satu dan lainnya. Terdapat hubungan timbal balik antara ilmu filsafat tradisional Maybrat (bo flet) dan ilmu pengetahuan lainnya. Banyak masalah filsafat (bo flet) yang memerlukan landasan pengetahuan ilmiah agar pembahasaan bersifat rasional, mendalam, runtut dan tidak menimbulkan kesalahan. Dewasa ini ilmu dapat menyediakan sejumlah besar bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafat (bo flet) yang tepat dan sejalan dengan pengetahuan ilmiah. Setiap ilmu memiliki konsep-konsep dan asumsi yang bagi ilmu itu sendiri tidak perlu dipersoalkan lagi. Konsep itu hanya diterima begitu saja tanpa adanya kritik. Maka sebaliknya peranan filsafat Maybrat (bon flet) terhadap ilmu-ilmu khusus lainnya terutama filsafat ilmu secara kritis menganalisis konsep-konsep dasar dan memeriksa asumsi-asumsi dari ilmu untuk memperoleh objektivitas dan validasinya.

Konsekwensinya akan menyangkut perangkat metode yang dipergunakan dalam ilmu. Dengan demikian, ilmu pengetahuan akan memperoleh landasan yang kuat. Interaksi antara ilmu-ilmu khusus dengan filsafat Maybrat (bo flet) juga menyangkut tujuan yang lebih jauh. Filsafat Maybrat (bo flet) selalu berusaha untuk mengatur hasil-hasil dari berbagai ilmu-ilmu khusus ke dalam suatu pandangan hidup dan pandangan dunia yang tersatupadukan, komprehensif dan konsisten, artinya tidak ada suatu bidang yang berada di luar jangkauan filsafat Maybrat (bo flet). Secara konsisten, filsafat Maybrat (bo flet) tidak akan menyusun suatu pandangan yang saling berkontradiksi. Misalnya dalam ilmu kimia berdasarkan ilmu pada asas kausalitas (sebab-akibat bo ro tabam), akan tetapi dalam ilmu biologi dapat ditemukan bahwa pada organisme tidak hanya berproses secara kausalitas seperti mesin-mesin melainkan terdapat suatu kegiatan yang mengarah pada suatu tujuan (teleologis bo wait yfen). Masalah proses mekanisme sebab akibat yang berbeda dengan proses teleologis ini telah banyak dikembangkan oleh para filusuf Maybrat untuk mendapatkan suatu pandangan yang konprehensif dan integral (tersatupadukan - mosou).

30

Selain filsafat Maybrat (bo flet) juga berupaya untuk mengarahkan aspek aksiologi ilmu pengetahuan, senantiasa yaitu bahwa pada ilmu pengetahuan betapapuan Ilmu

perkambangannya,

didasarkan

nilai-nilai

kemanusiaan.

pengetahuan pada hakikatnya demi kesejahteraan umat manusia dan bukan sebaliknya untuk menyengsarakan bahkan untuk pemusnah massal. Maka tugas bo flet (filsafat) adalah untuk mengembalikan hakikat ilmu pengetahuan yaitu untuk kesejahteraan dan peningkatan martabat manusia (Orang Maybrat). Oleh karena itu, selain sebagai suatu bidang disiplin ilmu tersendiri secara moderen, filsafat tradisional Maybrat (bo flet) juga mempunyai fungsi yang sangat besar dalam memajukan orang Maybrat dalam meletakan ilmu pengetahuan sesuai pada tujuan yang lebih beradab, yaitu untuk kesejahteraan serta peningkatan harkat dan martabat mereka. Dalam pengertian ini, ilmu pengetahuan sudah pasti diletakan dalam rangka tujuan-tujuan yang berdasarkan nilainilai kemanusiaan. Jadi filsafat tradisional Maybrat (bo flet) telah berkembang dan senantiasa akan berkembang terus dalam pandangan hidup orang Maybrat seiring dengan tingkat perkembangan peradaban orang Maybrat, sebab hakikat ilmu pengetahuan moderen di ukur dengan metode filsafat (bo flet) tradisional mereka, sehingga senantiasa dimengerti dan tepat demi tujuan kemanusiaan yang selalu dalam bimbingan filsafat (bo flet) Maybrat itu.

C. Pengertian bo flet- Filsafat Maybrat 1. Dari Segi Epistimologis Sebelum dibahas pengertian bo flet secara material, maka dipandang perlu untuk membahas terlebih dahulu makna dan arti istilah “bo flet”. Pada umumnya para filusuf Maybrat mempunyai tinjauan yang senada dalam mengartikan bo flet (filsafat), walaupun secara harafiah mempunyai perbedaan. Istilah bo flet dalam bahasa Maybrat mempunyai padanan “falsafah” dalam kata Maybrat. Sedangkan bila di rentangkan pada sebutan dalam bahasa-bahasa lain maka didapati bahwa bo flet dalam bahasa Inggris philosophy, Bahasa Latin “philosophia”, bahasa Belanda disebut

“Philosophie”, bahasa Jerman disebut “philosopher”, Bahasa Perancis disebut “philozophie”, yang kesemuanya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut “filsafat”. Bo flet merupakan kata benda yang merupakan hasil dari kegiatan “flet bo”

31

sebagai kata kerjanya. Sedangkan kegiatan ini dilakukan oleh ra ro mflet bo (filusuf) sebagai subjek yang bersifat. Istilah bo flet berasal dari bahasa Maybrat, suku bangsa Maybratlah yang mempunyai bo flet (filsafat) sebagaimana dipahami oleh mereka sampai sekarang. Kata ini bersifat majemuk berasal dari kata flet yang berarti berfilsafat, mengisah, cinta, sahabat, menjangkaui, membumbui, menganalisis, menggariskan, menggambarkan, mengistilahkan. Dan kata bo yang berarti pengetahuan, barang, hal-hal, menjangkaui segala sesuatu baik yang diketahui maupun tidak diketahui. Menurut arti katanya berarti menggambarkan, mencintai, atau menggariskan serta meramalkan segala sesuatu dalam pengetahuan yang bijaksana, dengan mengusahakannya. Walaupun bo flet memiliki bentuk kata yang majemuk, namun secara semantis mengandung makna yang sama. Dengan demikian bahwa istilah bo flet yang dimaksudkan sebagai kata majemuk dari bo dan flet mengandung arti, meramalkan, menggambarkan, menggariskan, mencintai, hal-hal yang sifatnya bijaksana, sedangkan flet bo yang merupakan bentuk majemuk dari flet dan bo berkonotasi teman dari kebijaksanaan. Namun bisa juga dikatakan bahwa flet dan bo ini juga mempunyai arti yang sangat luas, yang mana meliputi pula kerajinan (samioh - creftsmanship) sampai kebenaran pertama (mabo tini - firs truth). Kadang-kadang juga mengandung makna pengetahuan yang luas (mase toni – wide knowledge), kebijaksanaan (git man –

intelectual virtues). Pertimbangan yang sehat (ymat sas - soundjudgement). Kecerdikan dalam memutuskan hal-hal yang praktis (yno bo kaket – shewdness in practical decision). Jadi istilah bo flet bagi orang Maybrat merupakan suatu istilah yang secara komonual dipergunakan untuk menyebutkan atau menggariskan, meramalkan, segala sesuatu usaha ke arah keutamaan mental dan kejadian. 2. Lingkupan Pengertian bo flet Bo flet ini memiliki bidang bahasan yang sangat luas, yaitu segala sesuatu baik yang bersifat konkrit maupun yang bersifat abstarak. Maka untuk mengetahui lingkup pengertian bo flet, terlebih dahulu perlu dipahami objek materia dan forma pengetahuan bo flet sebagai berikut: Objek materia bo flet, yaitu objek pembahasan bo flet yang meliputi segala sesuatu baik yang bersifat material konkrit seperti, manusia-ra, alam-tabam, benda-bombra,

32

binatang-bo knik-knak, dan lain-lain sebagainya, maupun sesuatu yang bersifat’’ abstrak misalnya nilai-mamos, ide-ide-bonout, ideologi-bo snyuk/safo, moral- haf ase, pandangan hidup dan lain sebagainya. Objek formal bo flet, adalah cara memandang seorang filusuf terhadap objek matierial tersebut, suatu objek materia tertentu dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang yang berbeda. Oleh karen itu terdapat berbagai macam sudut pandang bo flet yang merupakan cabang-cabang filsafat yang komonual, yaitu antara lain dari sudut pandang komonual bo flet terhadap nilai, terdapat bidang aksiologi, dari pandangan komonual bo flet terhadap sudut pandang pengetahuan terdapat bidang epistemologi, ada juga keberadaan bidang ontologi, tingkah laku baik dan buruk bidang etika, keindahan bidang estetika dan masih terdapat sudut pandang lainnya yang lebih khusus misalnya bo flet komonual tentang bidang sosial, hukum, dan sebagainya. Berdasarkan objek materia dan forma, ilmu bo flet tersebut maka lingkup pengertian bo flet menjadi sangat luas. Berikut ini dijelaskan berbagai bidang lingkup pengertian bo flet (filsafat) Maybrat. a. Bo flet sebagai suatu kebijaksanaan yang Rasional dari segala sesuatu Bo flet (filsafat Maybrat) sebagai suatu kebijaksanaan yang rasional tentang segala sesuatu tertentu dalam kaitannya dengan hidup manusia. Filsafat Maybrat bo flet mengatakan bahwa Manusia dalam hidupnya senantiasa menghadapi berbagai macam problema hidup (iso msei), antara lain masalah ekonomi, sosial, politik, ideologi dan sebagainya. Dalam masalah ini, Manusia perlu menentukan suatu kebijaksanaan yang hakiki dan rasional dalam arti “wisdom” (yno bo ro ati, mes bobot). Agar manusia dapat menyelesaikan secara arif bijaksana harus memiliki dasar-dasar kebijaksanaan yang lazimnya bersumber pada agama dan pandangan hidup. b. Bo flet sebagai suatu sikap dan pandangan hidup orang Maybrat. Filsafat Maybrat bo flet mengatakan bahwa Manusia menghadapi segala macam problema dalam hidupnya yang harus diselesaikan berdasarkan sikap dan pandangan hidup (y’bo y’no kaket, y’krek am ase). Dalam masalah ini, Manusia harus memiliki prinsip-prinsip sebagai suatu sikap dan pandangan hidup agar didalam hidupnya tidak terombang-ambing. Bagaimanapun sulit dan rumitnya problema dalam hidup manusia, haruslah dihadapi secara mendalam, kritis dan terbuka (n’haf

33

ase). Dengan demikian akan menumbuhkan keseimbangan pribadi, ketenangan dan penuh dengan pengendalian diri. c. Bo flet Sebagai Suatu Kelompok Persoalan Menurut filsafat Maybrat bo flet, Manusia dalam kehidupan sehari-hari senantiasa menghadapi persoalan-persoalan (safo) yang memerlukan suatu

jawaban. Namun tidak semua persoalan Manusia dikatakan filsafat, misalnya persoalan biasa dalam kehidupan sehari-hari, antara lain; berapa jumlah kendaraan yang dimiliki dan lainsebagainya. Ini tidak terasuk dalam lingkupan pengertian bo flet. Persoalan Manusia yang termasuk dalam lingkup bo flet filsafat Maybrat adalah berfilsafat fundamental, mendalam, hakiki, serta memerlukan jawaban yang mendalam, hakiki sampai pada tingkat hakikatnya. Misalnya apakah hakikat hidup Manusia? Apakah Manusia itu memiliki kebebasan atau tidak memiliki kebebasan dan apa dasar-dasarnya? Apakah hakikat pengertian kebenaran? Apakah hakikat keberadaan manusia di dunia? Apakah terikat oleh sebab akibat ataukah manusia ada di dunia secara kebetulan dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan yang merupakan persoalan yang fundamental tersebut membutuhkan jawaban dan penyelesaian yang rasional, kritis, mendalam dan akan terjadi secara terus menerus. d. Bo flet Sebagai Suatu Proses Kritis dan Sistematis dari Segala Pengetahuan Orang Maybrat Filsafat Maybrat, bo flet berupaya untuk meninjau secara kritis segala pengetahuan manusia terutama ilmu pengetahuan yang berkembang dewasa ini. Apakah metode yang telah digunakan dalam suatu ilmu dapat benar-benar mencapai kebenaran objektif, apakah hakikat objek ilmu pengetahuan manusia itu dapat diamati dengan indra manusia ataukah hanya dapat dipahami berdasarkan akal budi manusia, maka filsafat Maybrat bo flet senantiasa memberikan tinjauan kritis terhadap paradigma ilmu pengetahuan (nbo watum kaket, nari watum sre ma, nhar bo ro nkom kaket afo kbe nsnok to ntah kon fe) artinya ilmu pengetahuan yang diperoleh harus dikuasai, harus dimengerti, agar suapaya jangan kita gagal dalam menerapkannya ketika kita sudah tamat dari pendidikan. Secara praktis, dalam proses penelitian/pengamatan ilmiah antara metode, objek penelitian/pengamatan serta segala instrumen penelitian/pengamatan harus memiliki kesesuaian. Misalnya apakah gejala yang ada pada manusia, kebudayaan, jiwa, serta masyarakat memliki

34

kesamaan dengan gejala yang ada pada alam. Maka semua sistem ilmu pengetahuan dan pengetahuan manusia tersebut senantiasa ditinjau secara kritis oleh filsafat Maybrat bo flet. e. Bo flet Sebagai Usaha Untuk Memperoleh Pandangan yang Komprehensif Filsafat Maybrat bo flet bisa dianggap sebagai filsafat kritis atau filsafat spekulatif. Karena dalam pengertian bo flet, mengatakan bahwa, tujuan flet bo “berfilsafat” adalah berupaya menyatupadukan hasil-hasil pengalaman manusia dalam bidang keagamaan, etika, serta ilmu pengetahuan yang dilakukan secara menyeluruh (maja bo flet mase). Upaya semacam ini sering kali diharapkan untuk mendapatkan kesimpulan pemahaman secara umum tentang manusia, masyarakat, alam dan hubungannya dengan manusia dan makhluk hidup lainnya serta pandanganpandangan yang menjangkau kearah masa depan.

D. Ciri – ciri Berpikir Secara Kefilsafatan (bonout ro flet bo) Semua manusia-ra beta hidup yang normal, dan manusia-ra senantiasa ditandai dengan kegiatan-kegiatannya, yang sangat khas, yaitu kegiatan berfikir. Orang Maybrat, dalam kehidupan normal, mereka selalu melengkapi pemikiran mereka dengan cara pandang kefilsafatan-m’flet bo, yang mana filsafat-bo flet, itu sendiri bagai orang Maybrat sebagai suatu wujud penasehatan, teguran, tata, aturan, norma, seni, yang didasarkan atas pengalaman-pengalaman hidup preseniora. Orang Maybrat menganggap bahwa filsafat-bo flet, sebagai suatu alur yang etis dalam mengungkapkan atau menyatakan segala sesuatu. Ciri pemikiran semacam ini menunjukkan bahwa orang Maybrat telah melengkapi diri mereka dengan pengetahuan empiric yang ada semenjak kesadaran berpikir mereka menancap tajam. Dalam tata pergaulan orang Maybrat, filsafat-bo flet, sebagai salah satu bagian ukuran hidup yang di terapkan sebagai pola utama. Ciri-ciri pemikiran berfilsafat ini dibentuk oleh pengalaman, dan gejala-gejala hidup yang di sampaikan dalam berfilsafat-m’flet bo. Mengapa orang Maybrat memberi nasehat-watum, teguranmbhah, atau petunjuk-m’erif bo dan rambu-m’ber bo, dengan menggunakan nasehat, itu disebabkan karena bila menegur seseorang secara langsung dia akan tersinggung, karena mungkin kata-kata yang diucapkan tidak etis bagi pendengar, sehingga di gunakan cara berfilsafat. Misalnya filsafat yang menegur karena melakukan kejahatan

35

dan salah; n’ber safo n’ros n’ake fe n’sam a?, yang artinya bahwa buat kesalahan atau membunuh orang, anda bisa denda atau tidak?. Demikian dalam penyampaian yang lain dan seterusnya.

36

BAGIAN Lima UNGKAPAN-UNGKAPAN FILSAFAT MAYBRAT DAN MAKNA
Bo Rá Maybrat m’flet Tna Mabo Rau

37

UNGKAPAN-UNGKAPAN FILSAFAT MAYBRAT DAN MAKNA Bo Rá Maybrat M’flet Tna Mabo Rau

Bo ro mof msia bo ro mkeir to mbam bonnot wanu

Baik dan buruknya segala sesuatu bergantung cara kita berpikir
Orang Maybrat dalam kehidupan mereka sehari-hari, selalu mengatakan bahwa bonnot atau pemikiran sebagai sumber utama yang menggerakkan seseorang untuk melakukan segala sesuatu. Sebagaimana filosofi bonnot atau berpikir mangatakan bahwa untuk melakukan hal baik bo ro mof dan hal buruk bo ro mkeir dimulai dengan cara berpikir, yaitu seseorang akan melakukan hal baik bilamana ia berpikir baik bonnot ro mof akan tetapi sebaliknya, ia akan melakukan hal buruk karena ia berpikir buruk bonnot ro mkeir. Hal baik bo ro mof akan ada bilamana dimulai dengan cara berpikir yang baik (positive thinking) ynot bo ro mof atau bo nnot ro mof atau srou mof. Sedangkan seseorang akan melakukan hal-hal buruk bo ro mkeir bilamana ia berpikir buruk ynout bo mkeir atau bo nnot ro mkeir atau srou mkeir. Filosofi pemikiran bonnot atau srou bagi orang Maybrat dianggap sebagai penggerak utama bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu. Para petuah Maybrat seringkali menasehati anak-anak mereka dengan mengucapkan filosofi semacam ini sebagai dasar perilaku dan norma hidup. Orang Maybrat secara alami telah menyadari bahwa kehidupan ini digerakkan oleh pemikiran bo nnot yang mana pemikiran itu dapat dengan kuat membangkitkan semangat seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang telah ia pikirkan. Setiap manusia pasti mengakui hal itu, demikian bahwa bo nnot atau pemikiran sebagai mesin penggerak yang membangkitkan semangat kita dari dalam tubuh yang tertidur, pemikiran bo nnot mampu menggerakkan batin yang tertidur, pemikiran atau bo nnot juga mampu memaksakan seseorang untuk melakukan hal-hal yang begitu jahat. Dengan demikian bahwa, filsafat bo nnot atau pemikiran sebagai dasar pijakan dari segala sesuatu yang kita lakukan.

38

Anda akan menjadi orang yang kehlihatannya pandai bukan karena kelincahan anda menulis, atau berlari, akan tetapi karena anda berpikir. Tangan anda akan naik ke atas atau kebawah, atau kebelakang atau ke depan bukan karena bergerak sendiri akan tetapi tangan anda akan bergerak sedemikian karena diarahkan oleh pikiran atau bo nnot yang mampu menggerakkan tangan anda menuju pada arah yang telah anda pikirkan. Anda tidak akan dapat mengarahkan tangan anda pada sasaran anda yang tepat tanpa dimulai dengan berpikir kesana.

Yaim marak - Tidak bersayap
Yaim marak atau tidak bersayap menggambarkan orang tidak mempunyai daya, kekuatan, kemampuan, yang bisa membawanya bergerak kemana-mana, atau orang tak berdaya. Filosofi semacam ini seringkali diungkapkan oleh orang Maybrat ketika diantara mereka ada yang di serang atau ada yang diperintahkan untuk pergi meninggalkan tempatnya dengan tujuan menghindar akan tetapi ia tidak dapat melakukannya sehingga ia berpasrah diri. Filsafat yaim marak akan diungkapkan sesuai dengan situasi yang terjadi, misalnya pada saat tertentu ketika seseorang diserang dan ia tidak menghindar dan pasrah sehingga kadang kerabatnya yang lain bertanya mengapa tidak menghindar? Maka jawaban yaim marak akan diungkapkan sebagai filosofi atau simbolisasi dari tidak ada sayap. Dalam pengertian bahwa jika ia memiliki sayap seperti burun maka ia dapat terban secepatnya untuk menghindar ketika diserang. Yaim marak atau tak bersayap menggambarkan bahwa sang korban itu tidak mampu atau tidak berdaya. Filosofi Yaim marak atau tak bersayap ini menggambarkan ketidak berdayaan seseorang, ketidak mampuan dan ketidak punyaan. Filosofi yaim atau sayap

menggambarkan daya, kepunyaan, dan kemampuan seseorang.

Sroyi wer - Sangat licik, ulet, lincah, pandai
Filosofi sroyi wer atau kebanyakkan diartikan menjadi pemikiran yang mengatakan kepada seseorang yang sangat licik. Filosofi ini sebagai filosofi yang kritis, dimana orang Maybrat selalu memproposisikan orang-orang licik. Sroyi itu sendiri merupakan cara pikir seseorang yang dalam filosofi ini

mengandung dua makna, yang mana makna yang satunya mengandung hal normatif dan

39

yang satunya mengandung makna tidak normatif yang mana sroyi itu sendiri diartikan sebagai kepandaian, kelincahan dan keuletan. Sedangkan makna kedua adalah kelicikan. Wer diartikan sendiri dengan artian banyak atau sangat dan begitu. Sroyi tidak hanya sebagai filosofi yang kritis, akan tetapi juga sebagai filosofi yang bermoral baik, karena sering digunakan oleh seorang penasehat atau petuah Maybat dalam menasehati prajuritnya atau dipakai oleh orang tua dalam menasehati anaknya ketika mereka dalam situasi tidak aman, sehingga orang tua akan mengucapkan filosofi ini, yaitu seperti ye nsroyi e yang berarti awas kamu harus pandai atau lincah dan berhati-hati.

Yalak honto - Tebal kulit
Yakak honto atau tebal kulit merupakan filosofi Maybrat yang tergolong kritis, dimana seseorang yang diberi peringatan atau teguran namun tidak menghiraukan teguran itu, maka akan disebut sebagai orang yang tebal kulit atau yalak honto. Filosofi yalak atau kulit menggambarkan sifat, atau perasaan, rasa, dan honto atau tebal itu sendiri menggambarkan halus atau tidaknya perasaan tersebut. Dalam keseharian orang Maybrat, seseorang akan dikatakan tebal kulit atau atau yalak honto karena orang tersebut tidak berperasaan, tidak memiliki rasa, tidak menghormati orang lain, tidak mendengar teguran, bandel, sesalu melawan perintah, ingin menang sendiri, susah diatur.

Tis marak - Belakan kosong/tak ada sandaran
Tis marak atau belakang kosong/tak ada sandaran merupakan filosofi Maybrat yang tergolong kritis, dimana seseorang mencoba mengungkapkan kemampuan orang lain yang diketahuinya tidak mempunyai kekuatan, dan dukungan. Filosofi tis atau belakang menggambarkan kekuatan, atau kemampuan bagi seseorang yang mana kemampuan dan kekuatan itu sebagai sandarannya untuk meju. Sedangkan marak berarti tidak ada yang mana marak itu sendiri menggambarkan bahwa tokoh tersebut tidak memiliki dukungan, kekuatan dan kemampuan, sehingga orang tersebut dianggap orang yang tidak berpengaruh dalam perilakunya. Orang Maybrat menganggap orang yang tidak mempunyai kemampuan, kekuatan dan dukungan itu sebagai orang yang tidak terhormat, orang rendah, ia seperti rakyat biasa atau orang tersebut adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa, tergolong

40

kasta bawah dalam stratifikasi kemampuan baik ekonomi maupun intelektualitas, sehingga selalu disebut sebagai orang yang tidak mempunyai sandaran atau ra rotis marak.

Ara ro mase to kbe mros mesait fe! Kbe ara ro m’ginyah to mros m’wagus ara ro mase to!
“pohon besar biasanya berdiri ditengah pohon – pohon kecil yang mengelilinginnya”

Dimana ada seorang pemimpin atau raja, disitu pasti ada rakyatnya, dan seorang raja akan semakin kuat dan kokoh dalam kedudukannya jika ia dikeilingi oleh rakyatnya.▪
filosofi pohon besar atau ara ro mase menggambarkan pemimpin, atau seorang raja, sedangkan pohon kecil atau ara m’ginyah menggambarkan rakyatnya. Bagi orang maybrat, bahwa seorang raja atau pemimpin atau dalam keseharian mereka, seorang yang terhormat adalah seorang ‘bobot’ difilosofikan sebagai pohon besar atau ara ro mase. Seorang bobot, itu dipandang sebagai orang yang sangat dihormati ditengah – tengah lingkungan mereka. Seorang raja atau bobot, di ibaratkan atau diukur dengan sebuah pohon yang besar (ara ro maboh), sedangkan rakyatnya digambarkan dengan pohon – pohon kecil (ara ro m’ginyah) yang berdiri disekitarnya. Dalam pengertian bahwa, dimana ada pohon besar, (ara ro maboh) disitu pasti berdiri pohon – pohon kecil (ara ro m’ginyah) yang mengelilinginya, sehingga pohon besar (ara ro maboh) itu semakin bertumbuh menjadi rindang, yang mana dapat diukur dengan seorang raja atau bobot. Bahwa seorang raja atau bobot itu semakin menjadi dihargai dan semakin kokoh dalam kedudukannya karena ia berada ditengah – tengah rakyatnya. Seorang raja atau bobot, diukur dengan pohon yang besar (ara ro maboh) karena bila ditelaah, perbandingan yang membedakannya adalah ukuran pohon besar lebih besar dibanding pohon – pohon kecil, tingginya, kekuatannya, maupun kerindangannya. Begitulah ukuran seorang raja atau seorang bobot yang mana dipandang sebagai orang terhormat, yang memiliki segala sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang – orang kecil disekitar lingkup mereka.

41

Pemikiran akan suatu perbandingan antara manusia dan alam, yang mana manusia diukur dengan alam semesta, kosmologi ataupun ukuran perjalanan manusia yang digariskan dalam alam semesta. Pemikiran ini yang akhirnya dianggap sebagai filosofi ilmiah, yang mana didasarkan atas pengetahuan alamiah. Pemikiran atau filosofi ilmiah ini, dapat ditemukan dimana saja yaitu pada suatu tempat yang memiliki suku, bahasa, bangsa dan kebudayaan, yang mana filosofi tradisional didasari oleh kehidupan masing – masing manusia dengan budayanya yang berbeda yang mana tumbuh dan berkembang bersama perkembangan manusia tersebut.
Natem n’bo koh afo re nnaut botgif! “kalau tangan pegang tanah baru ingat kata nujum”

untuk merencanakan sesuatu yang membutuhkan biaya, anda harus memiliki modal lebih dulu▪
Dalam kehidupan sehari – hari orang Maybrat, memiliki kepercayaan akan mitologi atau sesuatu yang sakral, yang mana sesuatu yang sakral itu dapat berhubungan dengan manusia hanya dengan ritual – ritual, atau upacara adat (traditional princes). Upacara – upacara adat yang dilakukan oleh orang – orang Maybrat, tidak hanya suatu upacara yang formal, namun adanya persiapan akan kelengkapan upacara dan persiapan upeti – upeti sebagai persembahan atas porsen setelah menerima sesuatu dari yang disembah itu. Diantara bahan – bahan yang disiapkan, salahsatunya adalah “tanah - koh”. Tanah (koh) dianggap sebagai salah satu bahan kelengkapan upacara yang lebih penting dalam ritual, karena tanah diibaratkan seperti suatu kunci atau seperti suatu kamus yang mana akan mengingatkan kembali kata – kata nujum yang berkaitan dengan ritual – ritual yang dilakukan. Dimengerti bahwa, tanah (koh) difilosofikan sebagai suatu modal / uang yang diukur dengan tanah (koh) bagi orang maybrat, karena uang merupakan alat tukar menukar yang resmi, yang mana dapat mempermudahkan segala sesuatu yang tadinya belum ada menjadi diperoleh dengan gampang bila ada uang. Begitupun bagi orang Maybrat dan terutama seorang guru besar nujum orang Maybrat (Raa wiyon) yang dipercaya mampu berhubungan langsung dengan alam sekitar dalam bahasa nujum (bo tgif) yang tidak diketahui orang lain. Bagi seorang guru besar nujum (Raa wiyon), ia tidak akan mengingat kata – kata nujum bila tanpa menggenggam sebongkahan tanah

42

(koh) ditangannya, karena tanah (koh) dipercaya sebagai alat pengingat atau tanah (koh) sebagai suatu sarana utama yang bisa dipergunakan untuk melakukan hubungan dengan yang di sembah itu. Dan kata – kata nujum merupakan kata – kata yang bisa digunakan untuk dapat berbicara dengan alam roh secara baik yang mana dapat dimengerti oleh roh alam itu sendiri bahkan sebaliknya bagi seorang guru penujum.

Bur m’hau m’tafat rau awya sie to kbe m’afit ait tu oh!
“lebah di sarangnya dengan tenang siapa yang mengganggunya pasti ia tidak” akan digigit dan tidak mungkin tidak”

• Jangan pernah membuat orang menjadi marah, karena anda akan dipukuli hingga babak belur • Jangan menimbulkan kemarahan orang lain tampa sebab akibat, karena jika hal itu terjadi, anda bisa diseret, dihujat bahkan bisa saja dibunuh olehnya▪
Lebah (bur) dikenal dengan salah satu jenis binatan yang jahat, namun sejahat – jahatnya lebah, ia takkan mengganggu siapapun terkecuali menyedot kuntum bunga ditaman dan menghasilkan madu. Demikian dalam tafsiran orang Maybrat tentang karakter seorang manusia yang mana bahwa setiap manusia itu pasti baik, walaupun ia dianggap seseorang yang jahat, namun kejahatannya ditunjukkan ketika ia diganggu atau adanya suatu perlawanan dari orang lain. Menurut orang Maybrat, bahwa tiap orang menginginkan hidup yang tenang, namun kalau ada yang mencoba untuk mengusik ketenangan mereka, apalagi sampai – sampai membuatnya menjadi marah, maka orang tersebut takakan diampuni. Pemikiran tentang balas – membalas (berperang) adalah sesuatu yang membudaya bagi orang Maybrat pada kehidupan mula-mula yang mana kalau ada yang mendahului dengan kejahatan maka merekapun akan dibalas dengan kejahatan. Lebah (bur) dalam kehidupan masyarakat Maybrat akan diucapkan ketika

seseorang dihukum atau dipukuli hingga babak belur atas dasar pembalasan, karena ia lebih awal mengganggu orang lain.

43

Kout ro m’hou m’tabam m’bah m’har bo ro samu mato fe! Kaut samu teit mi e.. sbi bo ro samu mato ye kaut tabam to!
“seekor tikus yang hidup di luar rumah tidak mungkin mengetahui seisi rumah anda, tapi tikus – tikus yang hidaup dalam rumah anda itu yang membawa barang – barang isi rumah anda memberikan kepada tikus yang hidup di luar rumah sehingga mengetahuinya”

Bahwa rahasia anda, rahasia rumah tangga, rahasia perusahaan atau rahasia suatu negara tidak mungkin orang lain mengetahuinya, tetapi rahasia – rahasia dekat itu diketahui oeleh orang lain karena ada orang dekat anda yang membocorkannya.▪
Bagi orang Maybrat, mereka memfilosofikan manusia seperti tikus (kout) , karena tikus (kout) dianggap sebagai salah satu hewan yang sangat licik, karena selain hidupnya di alam bebas, ada juga yang hidup didalam rumah – rumah tanpa diizinkan oleh manusia, bukan hanya karena dia seekor tikus (kout) akantetapi karena dia adalah seekor hewan yang dianggap sangat licik yang mana segala jenis makanan yang dimakan manusia, dimakan juga oleh tikus itu sendiri. Walau seaman bagaimana tempat persembunyian makanan namun bagi tikus dapat ditemukan, bukan hanya makanan tetapi termasuk pakaian bisa di rusaki oleh tikus – tikus itu. Tikus – tikus rumah (kout samu) itulah yang mempunyai kelebihan mengetahui segala isi rumah kita, dan membawa barang – barang makanan kita keluar rumah hingga tikus – tikus yang di luar rumah (kout tabam) ikut menikmati dan tidak hanya menikmati, namun mereka akan mengikuti tikus rumah hingga kedalam – dalam rumah kita. Orang Maybrat menganggap manusia penghianat atau orang – orang yang bocor mulut yang selalu membeberkan segala macam rahasia anda adalah mereka yang di gambarkan seperti tikus rumah, sedangkan orang – orang yang sebagai penerima rahasia adalah seperti tikus – tikus yang hidup di luar rumah yang mana suatu kelak bersekongkol untuk menghancurkan keeksistensian anda. Dalam pengertian bahwa suatu rahasia anda akan mengundang perhatian orang lain ketika dibocorkan seperti barang – barang dalam rumah yang ketika dibawa oleh tikus rumah keluar hingga tikus – tikus yang hidup diluar rumah akan mengikutinya kedalam rumah untuk menghancurkannya.

44

Demikian seorang manusia akan di gambarkan seperti seekor tikus, yang mana ucapan itu akan terdengar ketika suatu rahasia yang bila di pikir sangat rahasia, namun telah diketahui oleh orang lain. Dan bagi orang – orang maybrat, kejadian – kejadian seperti demikian mengundang orang yang dibicarakan menjadi marah dan kebanyakan hal – hal seperti itu akan mengakibatkan konflik antara mereka yang membocorkan dengan yang diomongi.

N’rok n’awe n’no safo tna n’sam n’amo afore kbe safo marak a? N’sam n’amo sei..., sruf mam aya sei..., safo reto marak fe...! Tna n’awe n’sam, ae oh...! n’sam n’amo we sogy oo.., bam oo.., yu mana ro mahau samu m’sam beta yi a..!
menghindar “Jangan berpikir anda berbuat suatu masalah lalu menghindar dari masalah itu dengan tujuan masalah tersebut akan hilang..!, menghindar saja..! menyelam dalam sungaipun masalah itu takkan selesai..! anda mau menghindar..? oke lah....! tapi ingat, ketika anda menghindar; parang, kampak, noken dan seisi rumah tidak mungkin ikut serta menghindar”

Jangan berpikir anda berbuat suatu masalah lalu menghindar dari masalah itu dengan tujuan masalah tersebut akan hilang, atau anda berpikir bisa menyelam dalam sungai dengan tujuan agar masalah itu selesai..! Tetapi ingat..! sejauhmanapun anda menghindar walau dengan kemampuan yang terkuat sebagaimanapun, persoalan itu takkan hilang. Dan sejauh manapun anda menghindar namun orang tua, sanak saudara, dan family anda sebagai jaminan penebusan masalah tersebut▪.
Dalam karakter orang Maybrat, bahwa seseorang pembuat masalah (propokator) harus berani bertanggung jawab atas segala macam persoalan yang ia lakukan, jika ia menghindar dengan tujuan penyelamatan diri namun persoalan itu takkan bisa selesai dan jaminannya adalah keluarganya. Bagi orang Maybrat, dalam menghadapi hal – hal seperti demikian, ada juga suatu cara lain yang biasa dipakai dalam penyelesaiannya yaitu seorang pelaku bisa saja menghindar namun keluarga, sanak, saudara, ayah atau ibunya yang telah ditinggalkan

45

sebagai sasaran pelampiasan emosiaonal para korban dan tidak hanya sebagai tempat pelampiasan emosional namun sebagai orang yang bertanggung jawab sepenuhnya menyelesaikan masalah – masalah tersebut. Misalnya mereka harus mengganti rugi bila masalah yang terjadi menyangkut kerugian, yang mana setengah dari kerugian itu dengan keadaan terpaksa di ganti dengan setengah lipat ganda lagi, atau menggantikan seorang manusia kepada pihak korban bilamana itu menyangkut korban jiwa (kil). Filosofi parang (sogi), kapak (bam), maupun noken (yu) dan perkakas seisi rumah (bo samu beta) adalah keluarga – keluarga inti diilustrasikan sebagai benda – benda (bo) Ungkapan filosofi tersebut akan terdengar bilamana ada seseorang pembuat masalah yang melarikan diri kedaerah lain dengan tujuan menyelamatkan dirinya tanpa menyelesaikan masalah tersebut. pelaku (familly), Mereka

N’no rou oh mi kbe n’naut ro wya to..!
“melakukan sesuatu yang baru, akan mengusik kenangan lama”

bahwa suatu kenangan atau masalalu anda akan terusik kembali bilamana anda melakukan suatu hal baru yang serupa dengan pengalaman – pengalaman lalu▪.
Pemikiran – pemikiran seperti itu tidak hanya ditemukan pada filosofi tradisional orang Maybrat, namun filosofi – filosofi global dalam perkembangan pemikiran yang moderen banyak dikembangkan. Ungkapan filosofi tersebut oleh orang Maybrat akan terdengar ketika mereka sedang melakukan sesuatu yang dianggap berarti dalam kehidupan mereka, misalnya “ia pernah dalam sehari mampu memburu enam ekor rusa” hal itu merupakan suatu pengalaman terbaik dan luarbiasa yang pernah ia lalui dalam hidupnya, yang mana dapat dibicarakan kepada orang lain ketika mereka bersama – sama sedang memburu, atau bila mereka telah mendapat suatu perburuan, yang mana mengingatkan mereka akan apa yang mereka pernah lakukan lalu. Ungakpan filosofi ini tidak hanya diungkapkan pada waktu berburu saja, tetapi ada juga pekerjaan – pekerjaan lainnya yang mana memiliki kesamaan – kesamaan dalam pengalaman yang terdahulu.

46

Aya ro m’gnar to n’beak bo m’soso abi
“air yang tenang itu menghanyutkan”

orang yang tampak tenang, sangat disegani karena dianggap orang yang berwibawa, memiliki kelebihan – kelebihan yang terpendam dalam pribadinya.▪
Orang Maybrat boleh dibilang orang – orang yang kritis, mereka memiliki suatu pemikiran yang sangat briliant dalam menganalisis segala sesuatu yang berkaitan dengan kemanusiaan dalam alam pikiran mereka, bahwa disadari oleh mereka tentang ungkapan – ungkapan filosofis tradisional yang terbentuk oleh pengalaman hidup akan suatu karakter atau watak mereka. Walau filosofi mereka hanya berkembang dan berlaku disekitar kehidupan mereka, namun pada pemikiran filosofis globalpun dapat berlaku. Manusia filososfikan sebagai air yang tenang (aya ro mgnar) yang mana perilaku sabar, tenang, dan baik difilosofikan sebagai air tenang (aya ro mgnar). Perlakuan manusia itu dinilai dari karakter atau tabiat yang mengagumkan orang lain. Seperti air, perbandingan antara air yang tergenang / tenang dengan air yang mengalir deras, unutk genangan air yang tenang mampu menerampungkan segala sesuatu yang terapung dalam waktu yang lama tanpa membasahi sekujur benda terapung itu. Namun untuk air yang mengalir, tidak dapat menyimpang atau menerampungkan benda – benda tersebut dalam waktu yang lama apalagi tanpa membasahi sekujur tubuhnya, dan air yang mengalir deras bukan hanya membasahi atau membawa segala sesuatu menjadi hilang tetapi jug membuat kebisingan dan tak ada seekor hewan sungai yang hidup disekitarnya. Ungkapan filosofi air (aya) bagi orang Maybrat akan terdengar ketika adanya perbandingan antara orang – orang yang suka marah dengan orang – orang yang biasanya memilih tenang.

47

Mtah m’sbi bo to kbe n’tak muwiyam....! Soh m’btek mam wosur masoh to kbe msey toni syuk...!
“seekor buruan yang kalo digigit oleh anjing sangat mudah untuk di ambil kembali,
tetapi kalau buruan itu sudah berada dalam mulut buaya, sangat sulit untuk diperolehnya kembali karena berbahaya ”

• Bila ada peluang yang ditawarkan kepada anda, terimalah tawaran itu walau hanya dengan upah kerja yang pas-pasan, karena jika anda menolaknya dengan tujuan mencari pekerjaan yang dengan upahnya yang memuaskan sehingga tawaran itu diberikan kepada orang lain yang mana tidak mungkin diminta kembali. • Lebih baik melakukan pekerjaan – pekerjaan kecil yang dipercayakan dengan penuh ketabahan karena itu merupakan suatu kesempatan yang ada, daripada menolaknya dengan tujuan lebih memilih pekerjaan yang hasilnya besar padahal tak ada peluang adalah sia – sia • Manfaatkanlah kesempatan – kesempatan kecil yang ada lebih dahulu dengan memberikan kepercayaan, maka dengan demikian kesempatan – kesempatan besar akan datang dengan sendirinya.▪
Anjing dan buaya adalah dua hewan dengan karakter yang berbeda, anjing adalah binatang yang galak namun kebanyakan anjing bersahabat dengan manusia, namun untuk seekor buaya, memiliki karakter dan kelebihan dalam naluri membunuh yang sangat kejam dan tak mengenal kompromi. Orang Maybrat menggariskan suatu peluang kecil yang datang seperti seekor buruan yang digigit oleh anjing yang dapat dengan mudah diambil, namun peluang itu diibaratkan seperti seekor buruan yang digigit oleh buaya bila mana anda menolaknya, begitulah suatu peluang yang datang kepada anda, padahal anda sangat

membutuhkannya pada saat itu namun anda menolaknnya sehingga peluang itu jatuh ketangan orang lain, dan anda hanya bisa menonton orang lain menikmatinya dengan

48

perasaan menyesal seperti anda hanya bisa menyaksikan hasil buruan anda yang tampak dekat pada anda namun sudah berada pada mulut buaya yang melahapnya.

Namo sei teto fea, n’awian anyio jyio t’bo oh fo...! “pergi saja bayanganmu saya sudah pegang...!”

Anda bisa lakukan apa saja semau anda, berlangkah kemanasaja yang anda ingin berlangkah, namun sifat atau karakter anda sudah diketahui orang lain. Dan sifat serta tingkahlaku anda itulah yang memberi suatu kepercayaan maupun ketidakpercayaan bagi orang lain.▪
Sifat atau perilaku seseorang bagi orang maybrat adalah sesuatu yang dihasilkan oleh dirinya sendiri sebagaimana dia adanya yang mana difilosofikan sebagai suatu bayangan sendiri (nawian) yang dihasilkan oleh diri kita ketika kita berada dalam suasana terang. Bahwa suatu bayangan (nawian) yang dihasilkan oleh karena adanya kita dan matahari atau sinar lainnya, tidak mungkin kita mempersalahkan matahari karena dialah penyebab bayangan itu, atau tak mungkin matahari menyalahkan kita karena kitalah penyebab adanya bayangan itu, karena bayangan kita itu muncul ketika kita berada dalam posisi terang maupun kemana saja kita ingin berpindah dalam suasana terang, bayangan kita itu tetap ada, begitulah suatu sifat atau perilaku manusia yang digambarkan seperti bayangan itu.

Kugek ginyah seit y’bah yakam bo maru ye’ka rá manes mabo a..! he rá manes oh m’no me’ka kugek sohmam to..! “tidak ada seorang anak kecil atau bayi yang mencari makan dan memberi makan serta menyuapi orang tua mereka..! tetapi sebaliknya orang tua yang melakukannya kepada anak – anak mereka ”

orang tua lebih berpengalaman atau banyak pengalamannya dibandingkan dengan seorang anak muda, oleh karena itu lebih baik menimba pengalaman dari orang –

49

orang yang berpengalaman ketimbang pada seorang anak muda, dan lebih pantas seorang yang berpengalaman menasehati seorang anak muda yang baru belajar▪.
Kemampuan dan ketidak mampuan seseorang dapat diukur dengan seberapa pandainya ia melakukan segala sesuatu, dan bagi orang Maybrat membandingkan seorang anak kecil (kugek ginyah) dengan seorang dewasa (ra mabi) karena adanya perbedaan – perbedaan yang begitu signifikan dan mendasar diantara orang dewasa (ra mabi) dan seorang anak kecil (kugek ginyah) yang mana sangat jelas bila ditelaah. Seorang anak (kugek) diproposisikan sebagai sosok lemah dan tidak mampu yang mana memiliki ketidakmungkinan daya saing dengan seorang dewasa, analogi tersebut merupakan hal yang logis. Kelanggengan seorang dewasa mempunyai perbedaan mencolok ketimbang seorang anak yang sementara hanya bisa pikir makan dan bimbingan yang serius. Filoosofi Yakam bo maru atau berburu menggambarkan

kemampuan seseorang, sedangkan ybah atau bisa, dapat, tidakmungkin, diartikan sebagai suatu perasaan tidak mungkin tentang kemampuan seorang anak kecil dalam melakukan hal-hal yang tidak mungkin bisa ia lakukan. Hal itu dapat dikatakan sebagai perbandingan akal – akalan dan memang berlogika, karena tidak mungkin seorang anak kecil berkuasa menghidupi keluarganya padahal ia belum dewasa, hal ini berkaitan juga dengan koherensial logis. Bagi orang maybrat, memproposisikan orang dewasa dan seorang anak kecil merupakan suatu permainan logikal.

N’awiya ru konteif mi konteif mama...! Soh n’awia ru krikowai mi krikowai mama fa...!
memanggil “kalau ingin memanggil burung kontaif anda harus bersuara kontaif...! tetapi kalau ingin memanggil burung krikowai, anda harus bersuara krikowa...!i”

• Jika anda ingin mencapai suatu sasaran, maka konsentrasilah pada sasaran tersebut • Jika anda ingin efektif, anda harus selektif

50

• Tidak mungkin kalau anda menanam jagung dengan harapan akan menuai pisang

Apa yang anda lakukan, itu yang anda peroleh▪
Demikian cara berpikir orang Maybrat bahwa, segala sesuatu yang ingin

diperoleh atau ingin dicapai, perlu ada pengorbanan dan kerja keras bahkan pekerjaan tersebut tidak mungkin mengubah wujudnya seiring keinginan kita. “seperti kita menanam jagung namun berkeinginan menghasilkan kacang, jagung tersebut takakan mengubah wujudnya menjadi kacang”. Artinya mana mungkin ada orang yang hanya dengan berharap dan berkhayal menghasilkan segala sesuatu yang sesuai sebagaimana khayalan itu. Pemikiran ini bisa disebut sebagai sebuah sifat orang maybrat yang berkaitan dengan kehidupan sehari – hari. Pemikiran tersebut juga sebagai suatu sifat yang secara tradisi dilekatkan pada diri orang maybrat dalam kehidupan mereka. Meskipun secara moderen filsafat moderen telah mencatat hal itu, namun praktik pemikiran filsafat tradisional orang Maybrat (bo flet) yang berkaitan dengan kompleksitas kehidupan mereka bisa dibilang seumur dengan keberadaan orang Maybrat itu sendiri. Filsafat tradisional Maybrat (bo flet) bertumbuh secara alami langsung dari pengalaman – pengalaman yang ada berkaitan dengan keeksistensian mereka. Hal ini juga bagi orang Maybrat akan tampak konseptual bila dengan mengajukan ungkapan – ungkapan filosofi tersebut secara logis sehingga dapat dikatakan bahwa adanya suatu entitas bagi orang Maybrat yang memiliki sifat – sifat tradisional dalam berfilsafat (m’flet bo). Kata – kata yang terungkap dalam filsafat tradisional (bo flet) yang diungkapkan oleh para filusuf Maybrat menunjukkan suatu metoda ilmiah yang mana memuat makna yang berkontradiksi dan juga ada yang tidak berkontradiksi dengan kebenaran akan hubungan antara prinsip hidup (live principles) dan cara hidup (live methodes). Filsafat tradisional Maybrat (bo dlet) sebagaimana adanya, telah lama dikembangkan oleh orang – orang Maybrat. Walaupun kedengarannya begitu singkat dalam ungkapan - ungkapan, namun memuat argumen – argumen kefilosofian yang dikemukakan dan sebagaimana diutarakan kepada setiap mereka tentang hubungan antara sifat dan perilaku manusia dengan hasil yang akan diperoleh.

51

Orang Maybrat meyakini akan ketidak mungkinan rasio dengan sesuatu yang secara abstraktif diperoleh untuk mencapai keinginan sebenarnya. Sementara itu argumen filosofis yang berkembang, seringkali merupakan pegangan yang tidak bisa dibantah berkaitan dengan kebenaran – kebenarannya yang apriority. Kitapun tidakbisa balik bertanya tentang hal itu, karena samahalnya dengan pertanyaan yang mengatakan “apakah ada bedanya antara bukti bila tak ada perlakuan dan apa bedanya ketidak perlakuan sebagaimana adanya bukti ” Orang Maybrat biasanya merasakan hal itu sangat tepat jika filosofi – filosofi tradisional tersebut diungkapkan sebagaimana berkaitkan dengan sifat kerja dan perilaku mereka, selain itu mereka tetap berusaha untuk menemukan jawaban dibalik ungkapan filosofi – filosofi tersebut. “Berusaha menemukan jawaban” hal itu merupakan suatu permainan akal yang logis, yang mana memacu semangat, emosional dan mawas diri. Hal itu bukan berarti menunjukkan ketidakbermaknaan bahasa filsafat mereka. Karena, misalnya ada proposisi ‘B’ lalau ada pertanyaan “apakah bedanya antara dunia rasio seperti adanya ‘B’ dan dunia rasio seperti tanpa adanya ‘B’?” pertanyaan sedemikian orang tidakbisa menjawabnya secara rasio, namun mereka akan berusaha mencari jawaban melalui bukti yang mana dihasilkan dari proses. Itulah pemikiran filsafat orang Maybrat yang selalu disusun dari satu pernyataan dengan pembuktian akurat.

Awiya y’som tafoh to kbe Ait y’be tu oh...! Awiya y’som Aya to kbe ait y’ka tu oh...! Soh n’awe n’hau n’riof sei to, n’som bo weto ma...!
“siapa bermain api pasti ia terbakar..! siapa bermain air pasti ia basah...! kalau ingin hidup dengan aman jangan bermain dengan kedua benda itu...!”

• Jika kita melakukan hal – hal yang baik maka kebaikan pula yang kita peroleh kelak, namun sebaliknya jika kita melakukan hal – hal yang jahat maka kecelakaan pula yang akan kita alami kemudian

Apa yang kita lakukan itulah yang akan kita peroleh kelak▪

52

Filosofi Api (tafoh) dan Air (aya) seringkali digunakan oleh orang Maybrat sebagai argumen yang mengisyaratkan bahkan sebagai salah satu siasat untuk menjelaskan kepada siapa saja berkaitan dengan hubungan antara perilaku pribadi terhadap orang lain bahkan lingkungannya. Filosofi Api dan air sebagaimana kritik dari pendekatan positivis dan siasat negativis yang mana memproposisikan bahwa ada sesuatu yang memiliki daya kuat yang dapat terjadi diluar akal pikiran / diluar dugaan. Demikian juga bagi orang maybrat, mereka bisa menunjukkan bahwa bahasa yang tersirat dalam filosofi api dan air mempunyai sebab akibat, bisajuga mengandung deskript teoritis akan pengertian tabulasi. Hal itu dianggap sangat luarbiasa sebagaimana ditunjukkan pada hasil akhirnya sebagai jawaban kongkrit akan filosofi api (tafoh) dan air (aya). Bagi para filusuf tradisional maybrat, filosofi api dan air di proposisikan sebagai tokoh yang berbahaya dalam kasus – kasus tertentu, yang mana mempunyai pengaruh besar yang cukup menggetarkan serta mampu memporakporandakan keeksistensian pribadi seseorang dalam situasi yang terbelenggu dan terpaksa. Filosofi api (tafoh) dan air (aya) akan membuat kita keliru jika kita hanya bisa memahaminya sebagai suatu ungkapan kalimat utuh saja atau hanya dari bagian – bagian maknanya saja tanpa menerapkannya dalam pemaknaan perilaku hidup. Filsafat Maybrat selalu komplit, memiliki artikulasi dan tentu saja bisa melahirkan suatu ekspresi yang maknanya luar biasa dan utuh sebagaimana kalimat – kalimat filosofi itu bermakna, bahkan pemaknaan filosofi maybrat itu sendiri merupakan suatu fungsi pegangan hidup yang dimiliki oleh orang – orang maybrat. Bagi orang maybrat, mereka mengetahui dan mengerti bahwa “ide – ide yang tersirat pada kutipan filosofis hijau yang tidak berwarna itu tidur dengan sangat marah”. Merupakn suatu pernyataan yang bermakna karena diketahui adanya makna ekspresi yang termuat dalam filosofi itu, bukan karena suatu temuan tentang kebenaran dan kekejaman makna kalimat itu secara keseluruhan. Untuk itu, bagi mereka yang selalu mempertahankan keeksisting filosofis ini pertama –tama harus mengkaji semua sifat – sifat dan perilaku hidup mereka. Jika filosofi api dan air menunjukkan bahwa adanya aksi dan reaksi, berarti menyatakan adanya sesuatu yang benar – benar ada dan itu memang koheren.

53

Tabam fo m’saka rá m’sikowah fe! Anu rá oh mi b’saka tabam fo b’sikowah to..!
“dunia tidak merusak manusia! Tetapi manusia yang merusak dunia...!”

• Ciptakanlah suasana yang baik dimana anda berada sebagaimana anda adanya, maka lingkungan anda akan tetap harmonis. • Jika anda menciptakan suasana lingkungan anda yang tidak harmonis dan arif, maka lingkungan tidak akan pernah harmonis • Jangan persalahkan alam sekitar anda karena bukan alam yang merusak anda namun sebaliknya andalah yang merusak alam • Segala sesuatu itu tampak baik bila pada diri anda terdapat kebaikan▪
Filosofi alam (tabam) dan lingkungan hidup (tabam) , bagi orang Maybrat biasanya dijadikan sebagai suatu ungkapan kalimat atas kejadian – kejadian yang dianggap bertentangan dengan tempat hidup. Filosofi tersebut juga difungsikan sebagai ungkapan metode dan perlakuan akan sifat kita agar siap dan bersedia untuk menyesuaikan diri. Koherensi dari ide – ide tentang alam sekitar dan lingkungan hidup – sebagai pemilik sifat – sifat kealamiahan adalah salah satu syarat yang wajib bagi seorang manusia sebagai penghuni lingkungan sekaligus sebaga pengguna alam itu demi keberlangsungan hidupnya ditengah – tengah lingkungan hidup dan alam sekitar. Meskipun tentusaja itu tidak memuaskan, sifat – sifat lain juga memiliki signifikasi yang sangat jelas bagi kalangan hidup. Tetapi sifat penyesuaian diri tidak begitu saja langsung disetujui berdasarkan investigasi dan analisis filosofis namun adanya suatu paradoks dalam persetujuan nanti. Pertama: saya akan katakan bahwa hanya filosofi wahyu yang diluar akal manusia bisa memberi kita dasar untuk berpikir bahwa sifat – sifat seperti; keadilan, kasih sayang, kelemahlembutan, kekekalan dan cinta dapat di aplikasikan kepada Tuhan. Kedua : apapun signifikasi dari sifat – sifat tersebut jika di aplikasikan kepada Tuhan, maka sifat – sifat ini tidakbisa dipahami secara sederhana seperti ketika diaplikasikan pada

manusia. Disisilain intelektualitas dan kekuatan di sifatkan kepada Tuhan semesta alam

54

dengan pemahaman yang sangat literal; yaitu adanya kontradiksi dan paradoks antara ketidak terbatasan intelektuil dan ketidak terbatasan kekuatan yang menjadi pembeda antara pencipta dan ciptaan. Filosofi Maybrat merupakan filosofi yang sifat – sifatnya dipakai untuk diaplikasikan pada manusia. Sifat kefilosofian maybrat ini mengekspresikan konsep – konsep yang dimaksudkan untuk menunjukkan kekhususan segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Setiap konsep filosofi maybrat adalah hasil dari refleksi orang maybrat yang memiliki kebrilianant berpikir sang filusuf terhadap perilaku hidup dalam tradisi pergaulan hidup manusia maybrat.

N’saka remo ro n’hau to n’sikowah sosor feto tna nawe n’amo n’hau mam hayo....?
terus“jangan merusak tempat tinggal anda, jika anda merusakinya terus-terusan lalu kemanalagi anda mau tinggal...?l”

• Perbuatlah yang terbaik dimana anda berada, dan jangan merusak kebaikan itu, karena jika anda merusaknya lalu kemana lagi anda harus pergi • Bersahabatlah dengan orang – orang dekat anda sebaik – baiknya, jika anda membuat perselisihan dengan mereka lalu siapa lagi yang mau bersahabat dengan anda..? • Ciptakanlah kebaikan dalam diri anda lebih dahulu, setelah itu baharuilah lingkungan anda dengan suasana yang baik agar baik, karena jika diri anda tidak baik, jangan harap lingkungan anda baik▪.
Bagi orang Maybrat, lingkungan (remo) atau tempat (remo) dimana ia dapat hidup, ia akan selalu melakukan hal – hal yang wajar sebaik – baiknya agar tercipta kenyamanan dan ketenteraman. Hal itu merupakan bagian yang sangat penting yang menggambarkan akan pengetahuan tentang lingkungan sekitar yang tidak begitu puitis dan re-teoritis dan makna filosofis tentang pengetahuan seseorang atas segala sesuatu itu.

55

Para filusuf tradisional Maybrat tidak begitu mengembangkn suatu argumen kefilosofian yang begitu panjang dalam ungkapan – ungkapan mereka, namun mereka percaya bahwa banyak hal yang sangat signifikan bagi kehidupan per-manusia untuk mengetahui makna akan kefilosofian tersebut. Ada banyak hal yang akan memberi jawaban yang bertentangan dengan keinginan personaliti manusia. Dikalangan orang – orang maybrat, filosofi ini dilanjutkan sebagai pegangan dalam hubungan disekitar tempat tinggal dimana ia mengamankan dirinya.

N’ari om m’ais m’sun mama, soh m’fe fo om mafon to n’sam nu mam isra o, ara m’lale afo kbe n’ggat..! Soh nawe n’beroh n’ros to fo kbe om m’ais mabi nyio nka tu oh...!
“dengar kalo ada bunyi hujan atau ada gerimis hujan cepatlah berlindung di gua – gua atau dibandar pohon supaya anda terlindung dari guyuran hujan....! jika anda tetap bertahan, hujan akan mengguyurmu, tidak mungkin tidak...!”

• Dengarkanlah akan nasehat – nasehaat yang baik agar anda tetap aman • Jangan berkeras kepala jika anda ditegur, dan ketika anda diberitahukan tentang suatu yang berbahaya, turutilah dan jangan bersikeras pada prinsip anda, karena jika demikian anda akan korban.▪
Filosofi hujan (om) menggambarkan suatu siasat, dimana siasat filosofi ini bisa dipakai sebagai pegangan mawas diri. Hal ini berkaitan dengan kepedulian diri tentang keselamatan mereka. Nasehat – nasehat orang Maybrat yang mana tidak terlepas dari kompleksitas kefilosofian itu, dipakai sebagai salah satu kritik dari pendekatan positivis yang mensubtitusikan diri dengan proposisi bahwa segala sesuatu yang terjadi ada yang diketahui dan adapula yang tidak diketahui atau terjadi diluar dugaan. Demikian juga bagi setiap manusia harus bisa menunjukkan bahwa bahasa nasehat yang

56

dikomplikasikan dengan filosofi itu sangat bermakna, dan bisa juga ditunjukkan bahwa bahasa apapun itu, bila mengandung suatu nasehat berarti memiliki makna. Dalam kasus tertentu, orang – orang maybrat akan memfungsikan penasehat dengan mengkomplikasikan filosofi – filosofi kepada yang dinasehati dan hal itu sangat berkesan bagi penerima nasehat.

N’awe n’kek to n’kek n’ato sey, n’kek n’alak ma kbe rá m’mat mkabuk...!
“kalo merah merah dalam hati saja, jangan memerah di luar kulit karena dimatikan...!” akan dilihat orang dan dimatikan...!”

jika anda mempunyai ambisi yang begitu tinggi dalam melakukan sesuatu atau mempunyai dendanm dalam menjatuhkan penguasa lain, jangan pernah ambisi atau dendammu itu terbocorkan sebelum anda sukses, karena jika hal itu diketahui orang lain atau seorang musuh anda, anda akan diperlakukan dengan tidak adil. Oleh karena itu hendaknya ambisi dan dendanm itu dinyatakan dalam tekad dan direfleksikan dalam tindakan anda.▪
Demikian ungkapan filosofis merah dalam (tersembunyi) (nkek nato) dan merah luar (kelihatan) (nkek nalak) . filosofi merah (nkek) bagi orang Maybrat menggambarkan sesuatu yang berkaitan dengan tekad dan ambisi. Komplikasi ambisi yang benar menurut pengertian filsafat Maybrat (bo flet) adala orang yang ambisinya benar – benar dari dalam dan tidak kelihatan bagi orang dibagian luar. Atau utamanya bahwa keberanian seseorang tidak diukur dengan seberapa besarnya tubuh seseorang, atau seberapa tingginya seseorang, atau seberapa besarnya suara seseorang, namun dilihat dari seberapa beraninya seseorang mampu berakting, karena menurut pemikiran para filusuf tradisional maybrat bahwa, yang terpenting bukan siapa yang besar dibagian luar tetapi siapa yang terbesar dibagian dalam. Hal ini berkaitan dengan proses penguasaan diri yang benar – benar kokoh. Di sisi lain, filosofi perbandingan dari orang Maybrat secara rasional mampu mengklaim akan pembuktian yang benar secara konstruktiF. Ia, bukan konstruktiF karena rasionalisasi menurut analogi yang berlogikal saja, tetapi filosofi ini tidak

57

bergantung kepada keputusan rasionalisasi analogikal belaka, namun sebagai sesuatu yang menginspirasikan pikiran setiap orang dalam pacuan berpikirnya dan juga sebagai sesuatu yang membantu dalam mengembangkan kehendak dimanapun. Filosofi ini juga bagi Orang Maybrat tidak begitu terfokus pada rasionalisasi kekal atau analogi yang abadi, namun memproposisikan dirinya pada kemungkinan akan kejadian – kejadian koheren atas perlakuan abstraktif. Filosofi – filosofi Orang Maybrat seperti itu, dapat digolongkan sebagai aliran filosofi yang menganut teori taktentu, Karena banyak ungkapan taktentu dan berkemungkinan. Pada pemikiran orang Maybrat telah mengungkapkan pemikirannya bahwa kebenaran – kebenaran filosofi itu adalah kebenaran yang berhubungan dengan pikiran manusia itu sendiri. Dari sudut pandang ini, filosofi Maybrat (bo flet) cenderung menggambarkan tentang manusia, diantaranya prinsip tersembunyi tentang ambisinya. Dapat pula dipandang sebagai versi logika koherensial. Para filusuf Maybrat percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi pada manusia ada yang benar – benar diketahui oleh manusia dan adapula yang terjadi diluar dugaan manusia, oleh karena itu filosofi sebagaimana ini adalah memuat makna yang jelas tentang prinsip antisipasi (anticipation principle). Bagaimanpun caranya, para filusuf Maybrat berpendapat bahwa tradisi kehidupan manusia menganut prinsip aturan emas, dimana kejadian selalu didasarkan atas sebab dan akibat. Pandangan tentang kebenaran akan hal itu yang

mengkombinasikan kekuatan dan energi serta otak dari realisme atau kenyataan yang benar –benar nyata. Sebagaimana realisme, pandangan tersebut menjelaskan bahwa kebenaran logika dan bukti merupakan satu objek yang cukup berbeda dari koherensi kesadaran dan kesiapan manusia. Berbeda dengan bukti, bukti – bukti mampu menghindari argumen – argumen tentang keabadian rasio yang mana membutuhkan ekstra mental dan keabstraktifan. Dari filosofi yang ada, dapat dikatakan bahwa kesulitan – kesulitan serta kejadian – kejadian besar dalam realisme bila dikombinasikan dengan logikal yang memang logis untuk membuat suatu versi analogi baru tentang bukti adanya kejadian – kejadian itu maka akan seimbang dalam penerapan refleksitas nanti.

58

Mabi mkof mawian mkof. “induk jelek menghasilkan buah yang jelek pula”

Perilaku seorang anak tidak berbeda dengan perilaku orang tuanya Pohon kelapa berbuah kelapa Buahkelapa jatuh tidakmungkin jauh dari pohonnya 1+1=2, 2+2 = 4, 10+10 = 20, 20+20 = 40 dan seterusnya tidak berubah atau tidak bisa keluar dari itu, artinya benih orang tua pasti akan turun kepada anaknya.
Pengetahuan para filusuf Maybrat tentang kebenaran – kebenaran abadi kepada pengetahuan akan hal – hal material dan logis. Para filusuf Maybrat menarik suatu batasan yang jelas antara pengetahuan apriori dan aposteriori, yaitu antara matematika dan logika yang diproposisikan antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya. Batasan yang jelas ini selalu dipakai dalam ungkapan perbandingan antara perlakuan seorang anak muda, atau orang yang tidak berpengalaman dengan orang dewasa yang berpengalaman. Orang Maybrat memperlakukan hukum – hukum ini sebagaimana mereka memperlakukan kebenaran – kebenarn logika dan matematika; sebagai kebenaran – kebenaran abadi yang ketidak berubahnya sama seperti pendasaran akan ketidak berubahnya Tuhan. Demikian bagi filusuf Maybrat, pembedaan yang penting itu bukan antara pengetahuan apriori dan pengetahuan aposteriori tetapi antara pengetahuan akan esensi dan pengetahuan akan segala sesuatu dan peristiwa yang partikular. Pembedaan yang besar adalah, bahwa orang Maybrat mengetahui akan sesuatu dan peristiwa yang partikuler berdasar pengalaman dan terangkum dalam ungkapan filosofi. Filusuf Maybrat mengetahui suatu perbedaan yang besar antara pengetahuan Tuhan terhadap kebenaran – kebenaran yang pasti (baik kepastian itu sifatnya logis, metafisik serta natural), dengan pengetahuan-Nya tentang kebenaran – kebenaran lain yang bersifat sementara sebagaimana matematis dan fisikis seperti materi – materi dari fakta historis. Hal ini pada dasarnya dikarenakan para filusuf Maybrat memiliki suatu pemahaman yang berbeda namun memiliki kompleksitas kesamaan dengan filusuf

59

dunia lainnya. Filusuf Maybrat mempunyai pandangan yang kental tentang pengetahuan alamiah, terutama dalam hal pentingnya memberi batas aturan pengetahuan apriori dengan pengetahuan empiris. Para filusuf Maybrat agaknya percaya bahwa segala sesuatu yang bisa diketahui secara alamiah itu terdiri atas kesimpulan – kesimpulan yang ditarik dari penalaran – penalaran yang berdasar pengalaman silogistik dari proposisi –proposisi yang self – evident (terbukti dengan sendirinya). Temuan – temuan dari ilmu pengetahuan yang dimoderenkan tertentu biasanya dapat disusun sebagai suatu perangkat teori dalam sistem deduktif yang aksioma – aksiomanya bisa berupa teori – teori tentang ilmu pengetahuan lain atau proposisi – proposisi self – evident dengan demikian, suatu pengetahuan individual orang Maybrat saat ini sebagai pengetahuan baru tentang ilmu moderen dan ilmu tertentu seperti geometri, gramar atau astronomi dapat dianggap sebagai satu kondisi mental tertentu yang meluaskan wilayahnya disemua teori yang mungkin dalam ilmu – ilmu tersebut dapat berguna. Filusuf Maybrat menjadikan filosofi – filosofi mereka seperti 1+1 = 2, 2+2 = 4, dan 50+50 = 100 danseterusnya. Aksiomatik sistem seperti geometri Euclidan dan matematis bagi orang Maybrat memiliki arti kefilosofian ilmiah. Dalam pandangan ini pengetahuan orang Maybrat akan esensi dari substansi – substansi material dan bukti akan sama dengan aksioma – aksioma dari analogi kefilosofian. Sifat – sifat alami yang lain dari substansi akan bisa ditarik dari pengetahuan tentang aksioma – aksioma yang berkaitan dengan kefilosofian maybrat (bo flet) oleh siapapun yang tahu aksioma – aksioma itu secara menyeluruh dengan pengetahuan melalui satu wujud ketuhanan yang mana pengetahuannya tidak deskursif. Dalam pandangan ini, filosofi Maybrat (bo flet) tentang ilmu pengetahuan dan logika secara prinsipil tidak akan berbeda dengan filosofi moderen lainnya tentang kebenaran dan keabadian. Kita bisa lihat satu perbedaan radikal antara teori – teori matematika, teori – teori kefilosofian Maybrat dan teori – teori moderen lainnya. Sejumlah teori aksiomatik mungkin saling bersesuaian didalamnya, namun hanya untuk filosofi Maybrat mengandung kecenderungan terhadap fakta – fakta empiris alam dan pembuktian aktuality sebenarnya yang dapat terjadi dengan hal akan pengetahuan moderen seperti geometri euclidan dan noneuclidan. Ini juga yang terjadi dengan astronomi ptolemic dan

60

copernican. Hal ini telah dilakukan oleh filusuf Maybrat yang mengatakan bahwa apriori yang berasal dari akibat melalui sebab – sebab hanya bisa menunjukkan beragam jalan dimana Tuhan menciptakan dunia; oleh karena itu pengalaman menjadi penting bagi orang – orang Maybrat untuk dapat mengerti mengapa dan bagaimana cara Tuhan yang sebenarnya dalam menciptakan dunia. Pemikiran orang – orang Maybrat seperti itu tidak berbeda jauh dengan Descartes dalam principles of philosophy mengungkapkan bahwa : “berawal dari efek – efek inderawi dan aspek – aspek inderawi dari tubuh, aku telah berusaha meneliti sebab – sebab non inderawi dan partikel – partikel yang mendasarinya. Hal ini mungkin memberi kita satu ide mengenai aturan dasar alam yang mungkin; tetapi kita tidak harus menyimpulkan bahwa inilah aturan yang sebenarnya. Mungkin ada dua buah jam yang dibuat oleh tukang yang sama, jam tersebut sama – sama baik kondisinya dan bentuknya sangat serupa; tetapi pasti jalan dari roda – roda didalamnya sangat berbeda. Demikian juga sang tukang agung mungkin telah memproduksikan segala yang kita lihat dengan cara yang sangat beragam. Aku secara bebas menjelaskan kebenaran ini; saya berpikir bahwa saya telah melakukan secara layak hanya jika apa yang saya tulis sesuai secara akurat dengan semua fenomena natural. ”

N’awe n’ait to n’ait n’warah ma kbe baro feto rá mikabuk meto..! N’awe n’ait to n’bne bo’nyio rere sey afo n’hau n’aun keit..!
“kalau menyala jangan membara, karena sebentar lagi akan dipadamkan..! saja sampai kalau menyala, cukup memerah saja supaya anda tetap berasap sampai lama...!”

kalau anda adalah orang yang sukses atau anda adalah seseorang yang pandai, jangan terlalu menonjolkan kekayaan atau kepandaian anda tampa memperhatiakan orang – orang sekitar andar, karena jika terjadi demikian maka anda sudah mengundang perasaan irihati, dan perasaan dengki dari orang lain

61

terhadap anda, dan bisa saja anda dibunuh atau jabatan anda menjadi mandeg bahkan hubungan anda akan terasa sempit▪

n’mat iso to kaket afo n’amo, kbe to o, kayah o, fra magin meto mawah n’tek n’kah yiaf tna kbe bo magin aro – aro fo magus a...??
“perhatikan jalan kamu dengan baik baru berlangkah, karena di sepanjang ada jalan ada tali, lubang dan batu – batu tajam yang bisa membuat anda tersandung sehingga terluka, dan perjalanan anda terhenti, lalu hal – hal yang lain bagaimana...??”

jika anda melakukan sesuatu, berusaha untuk melakukannya secara cermat, karena apa yang anda lakukan itu akan dinilai. Dan jika terus – terusan anda melakukan kesalahan, otomatis ada ganjarannya dan karier andapun bisa terhentikan, padahal banyak sekali peluang – peluang berikut setelah pekerjaan itu.▪

Namo – namo sey, n’naut n’amos an’yio to...!
“mau jalan, jalan sudah! Tapi ingat hidup dan masa depanmu...!”

• anda boleh jalan – jalan kemana saja anda pergi, tetapi ingat akan masa depan anda • milikilah tujuan hidup supaya masa depan anda ada▪

N’kah wora namato sau m’tlas afo rá mawe ae..!
sa (diakui)...!” “bakar kebun satu sampai tuntas baru orang bilang ia (diakui)...!”

setiap orang bisa diprcayakan untuk mengelola pekerjaan yang besar apabila ia telah menunjukkan sejauhmana kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan – pekerjaanya dengan baik▪

62

Fane ro m’safo mto wora aro mamo – mamo to kbe rá m’saka mame war afore kborah...!
kebun “babi hutan yang selalu merusak kebun orang terus – terusan akan dibunuh supaya hasil kebun terselamatkan dan pemiliknya tenang...! ”

• penjahat atau musuh warga, dan negara akan menjadi incaran warga dan negara itu sendiri dan ia harus di tangkap atau dihukum mati supaya warga terselamatkan dan negara aman. • Mereka yang meresahkan atau yang menimbulkan keributan, ia akan diusir tanpa hormat dan dibenci.▪

Bo n’out rá aro rait – rait to awiya yhar..?
“pemikiran setiap orang siapa yang tahu..?”

seorang psikolog terbaik dunia manapun tak bisa mengetahui pemikiran anda secara mendalam ketimbang anda sendiri, dan kita tidak mungkin mengetahui secara pasti pemikiran orang oleh karena itu janganlah sembarangan sebarkan isu yang menyakiti perasaan orang.▪

N’igias n’miara jaro mari a..?
“Bicara telinga sebelah dengar ka..?”

• Jangan cepat menuduh orang kalau memang ada kesalahan, karena kesalahan yang terjadi itu bisa melibatkan anda apalagi anda dan mereka dalam satu sistem. Jangan memfoniskan mereka, sebab secara tidak sadar andapun akan difonis. • Telusurilah segala sesuatu itu dengan baik dan mengerti letak kesalahan baru anda boleh bertindak, karena jangan sampai anda dihadiakan sebuah bumerang.▪

63

Mabi m’kof, mawian m’kof
“bibit yang baik menghasilkan buah yang baik bibit yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik”

• Dilihat dari buahnya dikenal pohonnya • Anak yang baik berasal dari keluarga yang baik dan sebaliknya anak yang jahat berasal dari keluarga yang tidak harmonis • Perilaku seorang anak menunjukkan bagaimana perilaku dari orang tuannya.▪

Nawe make nawe, nawe make son fe..! tidak “buah sukun akan selalu berbuah sukun tidak mungkin berbuah kelapa..!”

• Sifat dan perilaku yang baik, akan menghasilkan hal – hal yang baik tak mungkin menghasilkan hal – hal yang tidak baik • Keturunan raja atau bobot, akan selamanya dipandang sebagai keturunan raja.▪

Yanes y’fi kofa
“tua seperti palem hutan”

seorang remaja yang di pandang sebgai seseorang yang mampu menanggulangi segala rintangan dan penderitaan tampa mengenal lelah, walau dibanding dengan umurnya yang begitu mudah. Ia sangat mampu dan bertanggung jawab.▪

Yafiat y’nan ombon
“berbusa seperti tali busa ”

• Orang yang banyak bicaranya daripada melakukan • Tongkosong bunyi nyaring▪

64

Yifra mawian banyak▪ Manusia yang tidak bertanggung jawab, manusia yang berhutang banyak

Bo maru to m’jin mam aya ro myie m’safo fe. Au m’jien mam aya ro m’gnar
“ikan atau hewan – hewan laut tidak tidur di air yang mengalir kencang, tetapi mereka tidur di air yang tenang”

orang pandai adalah orang yang banyak pengetahuannya, dan pengetahuan itu kebanyakan dimiliki oleh orang – orang yang tenang dan tabah dalam mencari pengetahuan itu.▪

N’ber safo rou namo – namo, ntey mi n’no rowia to marak afo re n’ber rou mama..?
“buat masalah diatas masalah, coba selesaikan yang lama dolo baru buat yang baru ka..?”

Jika anda tidak mampu dalam menangani/menyelesaikan suatu masalah, jangan pernah mengambil resiko – resiko yang baru, karena yang awal saja belum diselesaikan apalagi yang berikut▪

N’ama n’gias bo n’fru – fra n’fibo tet ro m’fru feto tna awiya yari to..?
bicara/sampaikan “datang bicara/sampaikan sesuatu terbang kesana – kemari seperti burung walet begitu baru siapa yang bisa dengar jelas..?” burung

kalau ada keperluan atau sesuatu yang penting untuk disampaikan, hal itu dibicarakan dari hati kehati yang mana diselesaikan dengan gamblang walau itu suatu masalah yang sangat penting, karena jika anda berlagak meneror atau terek sana – terek sini, sama saja dengan pembicaraan anda takakan dihargai.▪

65

N’haf m’safo Nawe Nasen Namo n’kom bo yo, n’kah bo mam remo roto to fo n’ono kaket oh nbo mafer afo n’hah ne, soh n’som – sam say to kbe raa mtu ee oh meto..! Kalau anda berambisi untuk keluar merantau di negeri orang dengan tujuan untuk memperoleh pendidikan yang baik atau dengan tujuan ingin memperoleh sebuah terhormat pekerjaan yang lebih baik atau lebih terhormat ketimbang didaerah anda sendiri, maka lakukanlah yang terbaik agar anda bisa memperoleh hasil yang baik, karena kalau anda tidak berhasil dalam ambisimu itu lalu kembali dalam keadaan hampa, dan maka anda akan ditertawai oleh orang – orang sekitar anda dan bukan hanya anda ditertawa sekitar.▪ ditertawai namun anda akan dikucilkan dilinkungan sekitar.▪

N’hau wore wo riof mase to n’srohni n’ao, n’ano, n’afoh tna rá beta, atiro safo mai to kbe n’saso ana beta tu oh.
“tinggal diwaktu senang anda lupakan saudara, saudari, kerabat dan semua sobat, tetapi ketika anda ditimpa kemalangan pasti anda membutuhkan mereka kelak”

jangan terlalu tertutup ketika anda dalam kemewahan, tetapi ingat akan keluarga, sahabat dan tetangga dekatmu dan semua orang anda, agar ketika anda ditimpa suatu persoalan yang tak mungkin untuk anda selesaikan sendiri maka dengan sendirinya orang – orang dekat anda yang akan lebih cepat dalam menemani anda ketika anda dalam keadaan sekarat.▪

66

N’fo aya soh rá m’amo srim to kbe bomaru aro mahai fe syok.
“bore ikan/potas ikan bilamana ada orang luar yang menyebrangi sungai ikan tampa diketahui, maka tak ada ikan yang mati”

bila anda sedang melakukan segala sesuatu yang penting, usahakanlah untuk lakukan dengan konsentrasi penuh dan hindari akan gangguan – gangguan dari orang lain yang merusak konsentrasi anda , karena bila konsentrasi anda terganggu, pekerjaan yang diselesaikan takkan sempurna▪

krek ám ase...! mes bobot ...!
“bawa koba besar...! keturunan darah biru / bangsawan...!”

seorang pemimpin atau seorang raja yang memiliki kepribadian, menyimpang rahasia, mempunyai kemampuan yang hebat, memiliki kewibawaan dalam hubungan relasi, memiliki kelebihan dan kemampuan yang tiada tandingannya.▪

habelek haren..!
“bulak balik pantat”

penghianat, manusia berdua hati▪.

Tekrem rigit - habenis - krekmoh
pelit-----sekikir” “jari tertutup --- pelit---sekikir”

orang yang pelit atau sekikir, orang yang sangat susah untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan bantuan mereka, padahal dengan jelas mereka mengetahui keadaan sesamannya.▪

67

Y’hre samu mato - Y’foof
“duduk rumah kosong -- miskin”

manusia miskin --- manusia jelata yang sok kaya, dan congkak▪

Yasi bah sasi
“tidak mampu mengembalikan hutang orang”

orang yang banyak hutang pinjamannya dimana – mana dan tidak pernah mampu untuk mengembalikannya yang mana dipandang sebagai orang yang sangat berdosa▪.

N’awe n’yi – n’yio sey, bo mabo ro N’yio n’no miyo re rá mawe ae ye...?
“bilang kamu – kamu, barang apa yang kamu perbuat disitu baru orang bilang iyo e...?”

jangan memuji diri anda sebelum anda melakukan sesuatu yang pantas untuk dipuji, tetapi buktikanlah kepada orang lain bahwa anda bisa melakukan segala sesuatu itu maka merekapun dengan sendirinya akan mengakui anda.▪

to romase oh mawah rá m’btek mawe to fe..! to ro magu oh mawah rá m’btek mawe to...!
“tali yang ukurannya besar kebanyakan tidak menjatuhkan orang..! tetapi tali – tali yang berukuran kecil itu yang biasanya banyak menjatuhkan orang ”

kebanyakan persoalan – persoalan besar tidak dapat terjadi tetapi persoalan – persoalan besar itu sering terjadi karena akibat dari persoalan – persoalan kecil itu, dan kebanyakan orang jatuh karena persoalan – persoalan kecil.▪

68

Y’hau samu mato...!
“tinggal dirumah kosong”

orang yang tidak punya harta kekayaan apa – apa, orang miskin▪

rá ro mari watum kaket to M’hau M’roon...! rá ro mari watum kaket fe to kbe M’tah koon...! orang yang mendengarkan nasehat dengan baik adalah mereka yang akan aman...! orang yang menyia –nyiakan nasehat atau didikan, mereka adalah orang yang hidupnya ya▪ sia – sia hidupnya▪

Nari soh ah o, ah kras mawiya to fo au m’mhren mse mam aya mka oh meto
“dengar kalau ada katak yang bersuara berarti ia meletakan pantatnya basah di sungai ”

• perhatikanlah sesama anda, dan perhatikannlah pembicaraannya kalau pembicaraannya serius berarti ia telah mempersiapkan segala sesuatu yang matang dalam melaksanakan kegiatan – kegiatan itu▪. • Jangan meremehkan sesama anda, karena tidak mungkin kalau semua orang yang bicara itu bohong atau Cuma sebatas ungkapan pembicaraan saja, tetapi ada juga orang yang benar – benar melakukan suatu rencanannya.▪

Ore wo ah kras m’awia msey to kbe aban m’bam arin aso myum mama mhorit tu oh...!
“disaat katak berteriak atau ribut sangat ramai, pasti banyak ular yang berdatangan dari segala penjuru untuk menontongnya”

69

kegiatan – kegiatan terpenting yang terhormat dan yang mengundang perhatian, akan membuat banyak sorotan yang sangat meluas.▪

N’fru – N’fru sei, atiro N’aim mji to kbe N’tek namo tabam yi oh.
terbag terbang “mau terbagn, terbang sudah, tapi ingat ketika sayap anda patah, anda akan jatuh ketanah juga”

orang – orang kaya yang selalu mengandalkan kekayaannya tanpa mengenal siapa orang lain, tetapi ketika ia jatuh atau bangkrut, maka ia pasti akan seperti orang – orang sederhana lain yang disekitarnya.▪

Y’kmo wer
“pemarah”

manusia yang sifatnya pemarah dan selalu sirik terhadap orang lain, dan tidak mengenal persahabatan yang baik▪

Krimomo wer
bertengkar” “suka bertengkar”

manusia yang suka bertengkar, atau orang yang kerjanya membesar – besarkan masalah, walau itu masalah sepele, karena memang sifatnya pemarah.▪

n’awe n’no re bogias won’yio n’gias to rá mari, fo n’yio nroh n’tak safo wana mber to n’no, kbe atiro N’gias bo to, ana mari tu oh.
“kalau mau supaya setiap perintah atau pembicaraan anda dituruti orang lain, cobalah anda mengambil alih untuk selesaikan segala beban atau resiko – resiko yang mereka hadapi, maka otomatis semua didukung sepenuhnya perbuatan anda akan didukung sepenuhnya oleh mereka”

70

• jika ingin di hargai, maka berdirilah sebagai seseorang yang mampu mengerti kehidupan orang – orang sekitar • jika ingin memimpin, anda harus jual diri • orang tidak akan percaya kepada visi anda tetapi orang akan percaya kepada siapa anda sebenarnya, oleh karena itu jika anda ingin memimpin, anda harus menjual diri.

Anu ro n’soso abi reto n’gias bo awia yari fo..?
siapa “kamu yang ringan mau bicara baru orang siapa yang mendengarkan pembicaraanmu..?”

pembicaraan orang bodoh, orang kecil dan orang – orang yang tak berpendidikan tidak bisa menarik perhatian orang – orang besar▪

Rá ramu ro kbe amu n’mat teit ait ro yama y’hre suu y’sya amu, sohmaam bo suu y’sya amu, yata aya suu y’sya amu
“orang yang akan kami lihat dan dukung adalah orang yang datang duduk bersama kami, makan bersama kami, minum air bersama kami”

• orang – orang dan seluruh rakyat akan mendukung anda sepenuhnya ketika anda melakukan sesuatu yang baik terhadap mereka, mengerti akan kehidupan mereka dan selalu memperhatikan mereka • masyarakat biasanya percaya dulu kepada pemimpinnya sebelum mendengar visi misinya, oleh karena itu jika anda ingin untuk memimpin, anda harus jual diri.▪

71

N’ros nara sei ke n’yio son mara ro mros a..!
membutuhkan “Manamungkin kamu berdiri sendiri tanpa membutuhkan orang lain, memang kamu pohon kelapa yang yang berdiri tanpa cabang dan ranting...!’

tak ada orang yang hidup sendiri di dunia ini, karena mustahil kalau seseorang dengan kesendiriannya mampu melakukan perkara – perkara yang besar, atau tak mungkin hanya ada seseorang saja yang diizinkan Tuhan hidup sendirian didunia ini, dan itu mustahil karena Tuhan yang maha kuasa saja menciptakan manusia pertama Cuma satu namun ia menilainya tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja di dunia ini, sehingga ia menambahkan satu pembantunya.▪

gitaut myi – sawiah myi
“ cawat panjang – ekor panjang” • • manusia berhutang paling banyak diantara orang – orang yang ada manusia yang banyak hutangnya dan tidak mampu untuk menyelesaikannya semenjak ayah, ibu, hingga anak – anaknya yang mana merupakan hutang turunan▪

Jif o, fane bo ro mhai fari mam safom to kbe rá m’wase, soh atiro mnis to kbe rá m’har beta tu oh
“seekor kanguru, atau babi yang mati dikejauhan hutan belantara tidak mungkin untuk diketahui orang, tapi ketika ia membusuk, pasti akan tercium juga”

kejelekan – kejelekan seseorang walau disembunyikan serahasia mungkin, tetapi suatu saat akan diketahui orang lain.▪

y’hau tafoh mhai..!
“tinggal api mati”

• orang yang tidak mampu, orang miskin papa • orang yang tidak mampu menghidupi keluarganya, rakyatnya atau jemaatnya.▪

72

y’rer arer
“orang yang duduknya suka menguasai suatu ruang atau tempat duduk”

koruptor atau orang – orang yang suka merampas hak – hak orang lain tanpa mengenal kasih.▪

afan ro m’asu m’brah mam iso to kbe rá m’mat...! soh ro m’asu m’brah mam safom to awiya y’mat..?
“pohon apatar yang tampak lubangnya bila berada di persimpangan jalan pasti dilihat orang...! tetapi kalau pohon tersebut berdirinya jauh dari persimpangan jalan atau ditengah hutan belantara, tak mungkin dilihat”

segala persoalan yang diketahui itulah yang biasanya akan dibicarakan, tetapi masalah – masalah yang tidak diketahui, mana mungkin dibicarakan▪

mamo tabam mnan..!
“menjelajahi sekujur bumi”

manusia jalanan, pelacur, perempuan jalanan▪.

Rá ro m’hre m’gnar oh mari watum kaket to, ana ro mamo ama to mari watum kaket fe meto
“orang yang tenang itu yang mendengar nasehat dan didikan dengan baik, namun untuk mereka yang jalan – jalan tidak mendengar apa - apa

ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan baik dan jelas bila yang menggelutinya tetap setia menerimanya.▪

73

Kukek to n’watum kaket afo mén mabi to mamo rá...! Didiklah anak – anak anda cara hidup yang patut baginya supaya ketika ia berguna▪ dewasa ia akan menjadi orang berguna▪

Y’fibo aya sawan ro m’safom tna ayoh ro mhou m’u..!
“seperti samudera yang dalam dan langit yang tinggi diatas”

demikian pikiran orang – orang pandai dan orang – orang bijak tak dapat diselami..!▪

hais to n’hais bomira te mato wya afo re kbe n’fat ara ro mros to mu mah
“suatu kebun harus dibersihkan rumput dibawahnya lebih dahulu barulah menebang pohon sehingga tampak suasana yang cerah”

demikian untuk seorang raja yang baik harus membersihkan penasehat – penasehat jahat dari istana barulah pemerintahan atau kerajaannya menjadi aman oleh keadilan▪

y’nan ataf maboh ro m’ros mtis marak, ore wo fos m’fi to matu tu oh
“seperti pohon besar yang berdiri tanpa akar – akarnya, ketika diterpa seperti tan

angin akan tumbang”

demikian dengan orang – orang besar atau penguasa yang kekar namun tidak menguasai dirinya sehingga mudah untuk ditaklukan sekejap▪

y’nan ru ro m’sikba m’tafat rau
“seperti burung yang meninggalkan sarangnya”

• orang yang meninggalkan rumahnya, tidurnya akan tidak nyaman

74

• orang yang mengabaikan ilmu pengetahuan akan ketimpangan dan sia – sia hidupnya • orang yang tidak selektif sewaktu ada kesempatan▪

bo ro ngias abi to mof, soh ngias tis to mkeir syuk lebih baik teguran yang di ucapkan secara langsung daripada dibicarakan menyakitkan.▪ dibelakang adalah tidak baik dan menyakitkan.▪

N’mat nanah ana ro m’hau kene to n’bo kaket afo re mén atiro n’yio n’fe bo to n’sorot nawe kana to ana weto oh m’haha n’yio wya to Jangan lupa kawan atau sahabat dan tetangga – tetangga dekat anda, karena ketika anda dalam keadaan susah, tetangga – tetangga dekat itu yang lebih jauh.▪ cepat membantu anda ketimbang saudaramu yang jauh.▪

M’fibo aya mata ro anu b’ros b’mat b’wian to
“seperti air memantulkan wajah kita”

demikian juga hatimu menunjukkan dirimu.▪

y’fibo om mais ro makah ayamabo m’betru haru mhai to
“seperti hujan lebat yang menimbulkan banjir yang membanjiri kebun sehingga kebun” merusak kebun

demikian seperti penguasa yang menindas orang – orang miskin dan lemah tanpa belas kasihan▪

75

Rá bobot ja m’awe ana m’esait m’har bombra beta, kbe rá kinyah to m’har ana tna m’hre knar bana sei. orang – orang besar selalu merasa dirinya bijaksana, tetapi bagi orang – orang bagi kecil mengenal siapa dirinya dan ia tetap diam selalu mengikuti perintah orang besar▪ – orang besar▪

y’nan fane mayaf ro m’afit rá kbik – kbak to..!
“seperti babi luka yang selalu menyerang orang secara brutal”

begitulah seperti orang jahat yang menguasai orang – orang lemah tanpa ada kasih sayang▪

rá ro m’ame rá o.., m’ber safo bo to kbe hre m’gnar fe..? ana kbe m’sam sosor bana sei, awya y’bah yesuk ana..! seorang pembunuh atau orang yang melakukan kejahatan, akan merasa dikejar terus hingga ajalnya tiba, dan tak seorangpun yang mampu menahannya▪ menahannya▪

Rá ro m’ber safo fe to m’hre m’gnar bana ma samu wana fa...! soh ana ro m’ber safo oh mie rá m’saka to..! orang yang hidup tanpa cela akan tenang dirumahnya dengan selamat, tetapi orang yang berliku – liku hidupnya akan ketimpangan karena selalu dikejar

bokias ro mase to makah riof ro mase kedamaian▪ tutur kata yang baik memberikan kedamaian▪

76

kmo to mno rá mafa sosor..! riof ro mase to m’hasu rá ro m’no bo mkeir...! kebencian menimbulkan pertengkaran...! bersalah▪ namun cinta kasih mengampuni orang yang bersalah▪

rá ro y’wase bo to ksoh y’no bo ro m’sre rioh..! soh ait ro y’har bo to y’srau m’anes tna y’no bo ro ati kaket...! orang orang – orang yang tidak berpengertian atau orang bodoh biasanya senang berbuat salah...! tetapi orang – orang yang bijaksana selalu pandai dan gemar mencari hikmat dan melakukan hal – hal yang benar▪ benar▪

riof ro mase to kbe rá m’kmot m’kah kmo fe...! riof to kbe n’kah har m’sya bonout ro mof oh kbe no to...! bahwa perdamaian tidak dijaga dengan kekuatan dan kekerasan...! tetapi hal itu diraih dengan pengertian, karena perdamaian tidak sepaham dengan kekerasan dan kekuatan...!

hre n’naut yi nyio sei feto tna n’awe awiya yerif iso ro nyio namo jaro – jaro...?
“setiap hari hanya duduk pikir diri sendiri baru siapa yang tunjukkan jalan hidup yang lain....!”

77

memusatkan pikiran pada diri sendiri, tidak akan pernah menyingkapkan tujuan hidup kita jangan terlalu kecewa dengan sesuatu yang telah berlalu, dan jangan patah semangatmu hingga tidak mampu melakukan pekerjaan – pekerjaan anda, karena jika anda tidak melakukannya lalu bagaimana anda bisa mengetahui hal – hal yang baru lainnya kalau anda hanya selalu kecewa?

N’yio n’mat ana ro m’har bo m’bo oh to..? Ana reto kbe rá m’se mkah bo mam armato ro mase • pernahkah anda melihat orang – orang pandai bekerja? Mereka akan dipekerjakan pada pekerjaan – pekerjaan terhormat • anda akan menjadi orang yang terhormat karena anda memiliki kepandaian yang

ana rá ro m’kmo wer reto awiya ksoh ana.? • Orang yang suka mengejek – ejek orang akan sangat dibenci • Kemarahan membuat sahabat anda semakin menjadi jauh dari anda • Hati yang benci membawa orang terasa jauh walau sedang bertemu, tetapi terasa bertemu▪ hati yang kasih membawa orang terasa dekat walau tidak bertemu

Ro Sia m’be to y’ait e, ro srah msun to y’abo fa..!
“petani pasti menikmati hasil pertaniannya, dan pemburu pasti menikmati hasil buruannya”

• Apa yang anda lakukan itulah yang akan anda peroleh • Segala sesuatu yang anda terima bergantung dari apa yang anda lakukan • Anda gila kalau menanam pisang dengan harapan akan menghasilkan buah durian.

78

Ja n’kini n’bam aya masuf n’snok mne tna n’su fyie..? “masa berenang dari tengah laut mendekati tepian baru tenggelam bagaimana..?” • Jika anda melakukan suatu pekerjaan, lakukanlah pekerjaan itu sampai tuntas dan jangan karena malas membuat anda berhenti ditengah padahal sebentar lagi pekerjaan itu akan selesai. • Jika anda patah semangat dalam suatu persoalan yang telah anda hadapi, berarti anda adalah orang yang lemah, padahal sebentar lagi persoalan itu dapat anda selesaikan

N’hou n’nout kak ro m’btek wafioh reto keit sey tibio n,srohni bo taro – taro fyie?
“tnggal ingat tikus yang sudah melarikan diri ke lubang itu sampai tidak bisa lakukan pekerjaan yang lain bagaimana?”

• jangan terlalu berpikir tentang sesuatu yang telah berlalu hingga lupa akan pekerjaan yang lain • sebenarnya masih ada kesempatan – kesempatan kedua yang bisa kita peroleh, namun karena kita sering terlalu lama berdiri di depan pintu yang sudah tertutup, Padahal pintu – pintu yang lain ada terbuka besar menanti.

Tak ada gunanya kita terlalu larut dalam penyesalan itu, dan tak ada seorangpun yang bisa mampu mengubah masa lalu.

Ja n’anam kak mana ewok su mam nam sou tanike taro mamioh, tna taro mait!
“mana bisa kamu memanggang dua ekor tikus yang dibungkus dalam kulit

kayu yang ukurannya tidak sempurna dalam memuat kedua ekor tikus itu, karena pasti ada yang hangus dan ada yang mentah”

79

• Mana mungkin anda menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari, karena jika terjadi demikian, hasilnya pasti tidak sempurna • Untuk menyelesaikan pekerjaan – pekerjaan anda, usahakanlah semuanya terjadwalkan.

Rá bobot to kbe m’amo sey rá m’har oh, ana aro m’hre m’tawi ana fe
“seorang raja atau bobot pasti dikenal, walau kemanapun ia pergi, tidak perlu seorang untuk dia memperkenalkan dirinya” •

apa gunanya anda memuji diri jika anda seorang yang baik, atau pandai atau mempunyai kelebihan tersendiri. Dan ingat bahwa kelebihan – kelebihan anda itu walau tanpa anda memberitahukan kepada orang lain, mereka pasti sudah mengetahuinya.

Anda akan dihargai bila anda memiliki kelebihan – kelebihan tersendiri, dan lebih dihargai lagi jika anda tidak terlalu menonjolkan diri anda karena kelebihan itu.

N’ata gum toni-tana ma kbe nyio n’ashoho.
“jangan minum madu banyak – banyak nanti engkau menjadi mual” •

janganlah terus – terusan datang kerumah tetanggamu, nanti ia bosan lalu membencimu.

M’fibo aya masu ro m’wuna to
“seperti air yang kabur ”
• begitulah seorang penyabar yang tinggal ditengah – tengah orang jahat..

80

Tafoh ro mait mwarah soh rko mait n’tnuk to kbe tafoh reto mhai tu oh.
“seperti bara api yang menyala, namun kalau kayunya telah habis terbakar maka padamlah api tersebut” padamlah

demikian dalam kehidupan, jika si bocor mulut sudah tidak ada, maka pertengkaran pun berhenti.

Y’nan sohsan m’syia ara ro mno tafoh mait to
“seperti arang dan kayu yang membuat api tetap menyala”

begitulah orang yang suka bertengkar suka membakar suasana.

Tatu raboh wyahara sosa,,
“kalau saya cabut belo maka semua lumut beserta segala sesuatu kalau yang terjerat pada sero akan terlepas ”

jika seorang pemimpin di bunuh maka rakyatnya akan berantakan, atau jika seorang jendral dibunuh maka prajuritnya menjadi karuan. bagaikan anak ayam kehilangan induknya begitulah jika seorang pemimpin dibunuh suatu negara atau kerajaan akan semakin tenteram jika pemimpin. T’san wora tna n’awe te tfo yi a??
“kebun saya sudah kasih, baru mau bilang saya kasih pisau lagi ka??”

memiliki seorang

sudah kasih jantung masih minta nyawa jika ingin sukses anda harus berusaha, bukan dengan seberapa barang yang anda miliki tapi sebagaimana anda adanya.

81

Anda tidak akan sukses kalau hanya mengharapkan kesuksesan itu dari orang. Karena suatu kesuksesan dapat diperoleh hanya dengan cara berusaha bukan dengan meminta – minta.

82

DAFTAR PUSTAKA

83

TENTANG PENULIS

Juan Frank Hamah Sagrim, Lahir di lembah perbukitan Hamah Yasib, Kampung Sauf, Distrik Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada 06 April 1982. Ayah Nixon Sagrim (alm) dan Ibu Marlina Sagrim/Sesa. Orang tua bekerja sebagai Penginjil di lingkungan Klasis GKI Maybrat, dan tenaga Medic Klasis GKI Maybrat. Hamah adalah anak Kedua dari empat Bersaudara, (Jeremias, Daud Itas, dan Desi Sah Bolara). Pendidikan: SD Bethel Sauf, SLTP N1 Ayamaru, SMA YPK 1 Ebenhaezer Sorong. Melanjutkan Kuliah di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya “ITATS” Jurusan Teknik Arsitektur, pindah dan Melanjutkannya di Universitas Widya Mataram Yogyakarta, 2006, pada Jurusan yang sama. Karya yang sudah diterbitkan adalah:
1. HISTORY OF GOD IN TRIBALS RELIGION (KISAH TUHAN DALAM AGAMA SUKU) RAHASIA THEOLOGIA TRADISIONAL SUKU MAYBRAT IMIAN SAWIAT PAPUA Wiyon-wofle DIPARALELKAN DENGAN ALKITAB – CV. MAJAV – 2009 2. PERKEMBANGAN ARSITEKTUR TRADISIONAL JAWA DALAM

PERKEMBANGAN SOSIAL BUDAYA MODEREN – FOKUS MENELISIK EVOLUSI ARSITEKTUR TRADISIONAL YOGYAKARTA-OMAH. Cv. Majav. FT. Arsitektur UWMY. LITP – 2011. 3. Theory of Emphirisme Architecture. Dalam: Scientific Journal, Hongaria, fol. 116 - 2011. 4. Theory of Rationanchy Architecture. Dalam: Scientific Journal, Hongaria, fol. 116- 2011. 5. Theory of Evolution Architecture. Dalam: Scientific Journal, Hongaria, Fol. 116- 2011. 6. ARSITEKTUR TRADISIONAL DI KERATON YOGYAKARTA. Dalam: Special Report Javanese Traditional Architecture. Disusun dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Architecture Enginering lavatory, FT. UWMY – 2011.

Beberapa karya Tulis yang belum diterbitkan adalah:

84

1. Arsitektur Tradisional suku Maybrat Imian Sawiat Papua “Halit-Mbol Chalit” dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Dengan Usulan Konsep Desain dari Bentuk Tradisional ke Bentuk Moderen. “sebagai suatu kajian ethno arsitektur”. 2. Filsafat Tradisional Suku Maybrat (Bo Flet). 3. Menyelamatkan Hutan Adat Papua Sebagai Suplai Oksigen Terbesar Dunia, dengan usulan konsep dan rekomendasi agar dalam pernyataan Protokol Kyoto mencanangkan pola penanganan tata laksana lingkungan hidup untuk mengatasi Global warming dengan sistem communal. 4. Mengapa Orang Papua Diprediksikan akan Punah Pada tahun 2030? 5. Tata Bahasa Maybrat. Disusun Dalam Bahasa Indonesia – Inggris –Maybrat. 6. Penuntun Untuk Berpikir Bijaksana “The Bigest Thingking”. 7. Bamboo in the socio cultural living society of Java - Kegunaan Bambu dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Jawa 8. Teori Arsitektur Maybrat, Imian, Sawiat 9. Pengaruh Arsitektur Terhadap Fenomena Lingkungan Alam 10. Pendidikan Tradisional Wanita Maybrat, Imian, Sawiat - “Finya mgiar”. 11. Sebuah dugaan pemusnahan etnik Papua Barat. 12. Raport Motif Batik Maybrat. 13. Peradaban Suku Maybrat dalam Menulis Tulisan Tradisional Hieroglief dan Hitungan Tradisional “Taba”. 14. Raport Bentuk Arsitektur Tradisional Maybrat, Imian, Sawiat, yang di rancang ke bentuk moderen. 15. Teori Kepemimpinan Ra Bobot/Big Man Leader Ship theory 16. Teori Perilaku Menurut Pendidikan Inisiasi Wiyon-Wofle dalam pembentukkan karakter dan kepribadian anak. 17. Makalah Ilmiah “ Kajian Tentang Keterkaitan Seni Budaya Etnic Negro

Melanesoid Papua Dan Negroid Afrika”, 2009. “Karya ini merupaka karya pertama yang dianggap luarbiasa baginya daripada karya yang lain” 18. SEJARAH DAN PERSITIWA-PERISTIWA PENTING YANG TERJADI DI

KAMPUNG SAUF. Kini sedang mempersiapkan penyusunan buku barunya, yaitu: 1. ENCYCLOPEDIA ADAT ISTIADAT BUDAYA MAYBRAT

85

2. KAMUS BAHASA MAYBRAT Makalah-makalah kajian lain adalah: 1. Menguak Imunity Rasial Diskriminasi Terhadap Orang Papua (Makalah Konferensi Asia-Afrika) disampaikan pada “International Conference of 55th. Asia – Africa Sustainabelity”, Thaksin University-Mindanao, Moro, Philipines; March, 2009; UI Depok Jakarta, Oktober, 2009. 2. Benturan budaya lokal negara non kapitalisme dengan budaya global negara kapitalisme (Makalah Seminar Nasional) – disampaikan pada “Seminar nasional”. Kebudayaan dan keeksistensian local wosdom sebagai tatanan bangsa, UGM, Yogyakarta, Juni, 2008. 3. Pandangan Kontemporer Papua tentang keindonesiaan (Makalah Dialog) disampaikan pada “Dialog Nasional, Ketahanan Negara”, UC UGM, Yogyakarta, July, 2010. 4. Usaha Melepaskan Papua Dari Cengkeraman Asing (Makalah Seminar Nasional)disampaikan pada “ National Seminary”, UPI Bandung, September, 2009. 5. Penyusunan Metode Belajar Mengajar Nusantara Bersama DIKTI, (Makalah Pembelajaran, Student Equity), Quality Hotel Yogyakarta April, 2006. 6. Peran Pemuda Dalam Memajukan Bangsa (Makalah Dialog), disampaikan dalam “Dialog Pemuda Nasional Regional II Indonesia Bagian Tengah”, Gedung Negara Gubernur Yogyakarta, Oktober, 2006. 7. Apa Peran Gereja di Tengah Pergolakan Umat Manusia di Tanah Papua (Makalah Diskusi), disampaikan dalam “Saresehan LITP”, Pogung Rejo

Yogyakart, September, 2010. 8. SAVING EARTH’S HAS INTEGRAL LIFE SYSTEM: Can Asian-African Visions Rescue Biodiversity from the West-born Globalization? (Makalah Konferensi) disampaikan dalam “Comemoration 55th. Asia-Afrika Conference”, Yogyakarta Indonesia, October, 25-27, 2010 - Rabat Moroco 23-25 Nopember, 2010. 9. Indegenous People In Papua and Asia Religion: DIVERSITY IN

GLOBALIZED SOCIETY. (Makalah Konferensi) disampaikan dalam “The Role of Asia and Africa for a Sustainable World 55 Years after Bandung Asian-African Conference 1955. Asia – Africa Summit, Yogyakarta-Molucas Nopember, 2010.

86

10. Kajian Kritis Tentang Pasar Bebas dan Pengaruhnya terhaap Ketahanan Negara non Kapitalisme. Kliping Pribadi, 2009 11. Pendidikan Zaman Pendudukan Bangsa Asing di Papua. Kliping Pribadi, 2010. 12. Pranata Kehidupan Negara Berkembang. Kliping Pribadi, 2009. 13. Struktur Fungsional Dominasi Budaya Kapitalisme. Kliping Pribadi, 2008. 14. Memaknai Arsitektur Nusantara Sebagai Kearifan Lokal Di Era Globalisasi. Kliping Pribadi, 2010. 15. Difusi Ajaran dan Pemikiran Kristen Dalam Konstelasi Kristen di Tehit, Maybrat, Imian, Sawiat, Papua. Kajian sejarah. Kliping Pribadi, 2007. 16. Evolusi Pemikiran Pembangunan. Kliping Pribadi, 2007. 17. Kajian Kritis Tafsiran Yesus Kristus – Isa Almaseh dari Alkitab dan Al-Quran. Kliping Pribadi, 2009. 18. Refleksi Kehidupan Masyarakat Plural Moderen dan Majemuk Papua. Kliping Pribadi, 2010. 19. Sejarah-Sejarah Alkitab dan yang berkaitan dengan Kejadian dalam Alkitab. Kliping Pribadi, 2008. 20. Dua bentuk formulasi Rumus Perhitungan Pematah Sinar Matahari dan perhitungan Pembayangan pada rumah tradisional orang Maybrat, Imian, Sawiat, Papua. Dalam: Konsep Arsitektur Tradisional Suku Maybrat, Imian, Sawiat, Papua, dengan Usulan Bentuk Rancangan Moderen (Skripsi, Universitas Widya Mataram Yogyakarta, 2010/2011). 21. Transisi Masyarakat Tradisional Indonesia. Kliping Pribadi, 2009. 22. Teori konvergensi dan Pertumbuhan Ekonomi. Kliping pribadi, 2007. 23. Arsitektur Tradisional dalam RENSTRA Pengembangan tata ruang kota berbasis kebudayaan lokal. Kliping pribadi, 2008.
24. Usulan teori dalam berarsitektur; Rasionansi Arsitektur, dan Empirisme arsitektur. Kliping Pribadi, 2011. 25. Analisis Sosial Perilaku Pasar Remu Sorong terhadap Mama-Mama asli Papua dalam menjual. Kliping Pribadi, 2012. 26. Joob Description dan Panduan Kerja Bagi Aparatur Kampung, di Kabupaten Maybrat. LITP - 2012 27. Peraturan Kampung, untuk penataan Kampung-kampung di Kabupaten Maybrat, mengisi

87

kekosongan ketidak berlakunya PERDA dan PERDASUS Papua. LITP – 2012. 28. Terapan Konsep Penataan Ruang Gunung dan Lereng dalam Penataan Zoning Regulation (ZR) dan Zoning Site (ZS) serta Rancangan Tata Ruang Wilayah Kampung (RTRWK)

Kampung Sauf, Kampung Koma koma, Kampung Sagrim, Kampung Kanisabar, Kabupaten Maybrat, LITP – 2012.

88

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful