PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS

 Peradaban Lembah Sungai Indus (2800 SM–1800 SM) merupakan sebuah peradaban kuno yang hidup sepanjang Sungai Indus dan Sungai Ghaggar-Hakra yang sekarang Pakistan dan India barat.  Peradaban ini sering juga disebut sebagai Peradaban Harappan Lembah Indus, karena kota penggalian pertamanya disebut Harappa, atau juga Peradaban Indus Sarasvati karena Sungai Sarasvati yang mungkin kering pada akhir 1900 SM. Pemusatan terbesar dari Lembah Indus berada di timur Indus, dekat wilayah yang dulunya merupakan Sungai Sarasvati kuno yang pernah mengalir.

Sungai tersebut bermuara di Laut Arab.  Penduduk asli yang berada di Lembah Sungai Shindu adalah bangsa Dravida. Bangsa ini meninggalkan sisa-sisa peradabannya di Mahenjo Daro dan Harappa. diperkirakan telah mendiaminya sejak 3000 SM. Sungai Indus memiliki banyak anak sungai yang berasal dari wilayah Punjab di Pakistan Utara. . Sungai Indus mengalir melalui Pakistan dan menyebabkan tanah di negeri itu menjadi subur.1. Punjab artinya daerah aliran lima sungai. Letak Peradaban Sungai Indus  Sungai Indus atau Sindhu terletak di wilayah Pakistan.

 Masyarakat lembah Sungai Indus juga menyembah binatangbinatang seperti buaya dan gajah serta menyembah pohon seperti pohon pipal (beringin). walaupun masih berupa dugaan.2. Selain itu. bertanduk besar. Dewa utama yang dipujanya adalah dewa berkepala tiga. . stempel yang menggambarkan dewa ini banyak dijumpai. berupa kesejahteraan dan perdamaian. masyarakatnya mengenal Dewi Ibu yang dipuja sebagai lambang Dewi kesuburan. Kepercayaan Masyarakat Sungai Indus  Masyarakat lembah Sungai Indus memuja kepada banyak dewa (politheisme). Pemujaan tersebut dimaksudkan sebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang dinikmatinya.

Kota Mohenjodaro diperkirakan sebagai ibukota daerah Lembah Sungai Indus bagian selatan dan Kota Harappa sebagai ibukota Lembah Sungai Indus bagian utara.  Mohenjodaro dan Harappa merupakan pusat peradaban bangsa India pada masa lampau.3. . Pusat Peradaban Sungai Indus  Peradaban Lembah Sungai Indus diketahui melalui penemuanpenemuan arkeologi-di Kota Harappa dan Mohenjodaro.

.Puing Mohenjo-daro difoto di atas merupakan pusat dari masyarakat kuno ini.

Tata Kota Peradaban Lembah Sungai Indus  Di Kota Mohenjodaro dan terdapat gedung-gedung dan rumah tinggal serta pertokoan dibangun secara teratur dan berdiri kukuh.  Wilayah kota dibagi atas beberapa bagian atau blok yang dilengkapi jalan yang ada aliran airnya. Gedung-gedung dan rumah tinggal dan pertokoan itu sudah terbuat dari batu bata lumpur.4. .

daerah kekuasaan Kerajaan Maurya diperluas ke arah timur. sehingga sebagian besar daerah India bagian utara menjadi bagian dari kekuasaannya. Pemerintahan Peradaban Lembah Sungai Indus Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Maurya antara lain sebagai berikut : a. Pada masa pemerintahannya. .5. wilayah Kerajaan Maurya sudah mencapai daerah yang sangat luas. Dalam waktu singkat. Candragupta Maurya Candragupta Maurya menjadi raja pertama Kerajaan Maurya. yaitu daerah Kashmir di sebelah barat dan Lembah Sungai Gangga di sebelah timur.

Kerajaan Maurya mengalami masa yang gemilang. . Pada masa pemerintahannya. kerajaan terpecah-belah menjadi kerajaan kecil. timbul penyesalan dan tidak lagi melakukan peperangan. Ashoka merupakan cucu dari Candragupta Maurya. Maka berdirilah Kerajaan Gupta dengan Candragupta I sebagai rajanya. Namun. Ashoka Ashoka memerintah Kerajaan Maurya dari tahun 268-282 SM. Setelah Ashoka meninggal. setelah ia menyaksikan korban bencana perang yang maha dahsyat di Kalingga. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasainya.b. Peperangan sering terjadi dan baru pada abad ke-4 M muncul seorang raja yang berhasil mempersatukan kerajaan yang terpecah belah itu.

6. sehingga arus angin dalam kota lancar. Jalan-jalan di kedua kota tersebut dibuat lurus. Di kanan kiri jalan dibangun saluran air dalam tanah untuk menampung air dari rumah-rumah. Kebudayaan Peradaban Lembah sungai Indus  Peradaban Lembah Sungai Indus ditemukan di dua tempat. yakni Harrapa di daerah hulu Punjab dan Mahenjo Daro di daerah hilir sungai Indus a) Kota Harappa dan Mahenjo Daro merupakan kota kuno daerah Pakistan yang dibangun berdasarkan tata kota yang baik. .Timur Laut). Pembangunan kota juga memperhatikan arah angin muson (Barat Daya .

masyarakat telah berhasil menyalurkan air yang mengalir dari Lembah Sungai Indus sampai jauh ke daerah pedalaman. Pembuatan saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian menunjukkan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki peradaban yang tinggi. gula/tebu. . dan lain-lain. kapas. Hasil-hasil pertanian yang utama adalah padi. Pada perkembangan selanjutnya. teh.b) Sistem Pertanian dan Pengairan Daerah Lembah Sungai Indus merupakan daerah yang subur. Pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat India. gandum.

dan berbagai macam meterai dengan lukisannya yang bermutu tinggi dan alat-alat peperangan seperti tombak. berbagai macam patung. pedang.c) Teknologi Masyarakat Lembah Sungai Indus sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. perhiasan emas. dan anak panah . Kemampuan mereka dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan budaya yang ditemukan. perak. seperti bangunan Kota Mohenjodaro dan Harappa.

alat-alat perhiasan berupa kalung. ikat pinggang yang dibuat dari tembaga atau emas. badak atau pohon-pohonan seperti beringin. Alat-alat pertanian yang ditemukan berupa cangkul dan kapak. Huruf-huruf itu disebut pietograph yang berarti tulisan gambar. Di bawahnya terdapat tulisan yang belum terbaca betul maksudnya. Lempeng-lempeng tanah tersebut menunjukkan adanya kepercayaan menyembah binatang atau pohon-pohon dan benda-benda yang merupakan jimat.d) Benda-Benda Purba Benda-benda purba yang merupakan lempeng-lempeng tanah (terra cotta) berbentuk segi empat dan bergambarkan binatang seperti gajah. gelang. Sedangkan. tetapi diperkirakan bahwa antara tulisan dan gambar ada hubungannya. semacam piring dan cangkir dalam berbagai macam bentuk dan ukuran. sapi. harimau. Peninggalan lain yang ditemukan berupa tembikar yang berbentuk periuk belanga. Dari temuan yang ada dapat diketahui bahwa penduduk telah mengenal kebudayaan batu dan logam. .