Materials Safety Data Sheet (MSDS) Bahan 2.1.

1 Asam Asetat (CH3COOH)

Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C, Rumus molekul : CH3COOH ; Massa molar : 60.05 g.mol-1 ; Densitas : 1.049 g cm−3 cairan dan 1.266 g cm−3 padatan ; titik didih : 118.1 °C (391.2 ± 0.6 K) (244.5 °F) (anonim, 30 oktober 2010). Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati (anonim, 30 oktober 2010).

2.1.2

Kardon Aktif

Karbon aktif, atau sering juga disebut sebagai arang aktif, adalah suatu jenis karbon yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Hal ini bisa dicapai dengan mengaktifkan karbon atau arang tersebut. Hanya dengan satu gram dari karbon aktif, akan didapatkan suatu material yang memiliki luas permukaan kirakira sebesar 500 m2 (didapat dari pengukuran adsorpsi gas nitrogen). Biasanya pengaktifan hanya bertujuan untuk memperbesar luas permukaannya saja, namun beberapa usaha juga berkaitan dengan meningkatkan kemampuan adsorpsi karbon aktif itu sendiri (anonim, 30 oktober 2010). Larutan standar dalam memegang peranan yang amat penting, hal ini disebabkan larutan ini telah diketahui konsentrasi secara pasti (artinya konsentrasi larutan standar adalah tepat dan akurat). Larutan standar merupakan istilah kimia yang menunjukkan bahwa suatu larutan telah diketahui konsentrasinya.NaOH tidak dapat dipakai untuk standar primer disebabkan NaOH bersifat higroskopis oleh sebab itu maka NaOH harus dititrasi dahulu dengan KHP agar dapat dipakai

sebagai standar primer. Begitu juga dengan H2SO4 dan HCl tidak bisa dipakai sebagai standar primer, supaya menjadi standar sekunder maka larutan ini dapat dititrasi dengan larutan standar primer NaCO3 (anonim, 30 oktober 2010).

2.1.3

Larutan Standar NaOH

Rumus molekul NaOH, sifat fisik dan kimia natrium hidroksida : massa molar : 39,9971 g.mol-1 ; densitas : 2,1 g.cm-3; titik leleh : 318°C (591 K) ; titik didih : 1390°C (1663 K) ; kelarutan dalam air : 111 g/100 ml (20°C) (anonim, 30 oktober 2010). Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia. Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat lembab cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas (anonim, 30 oktober 2010).

2.1.4 Indikator pp Sifat fisik dan kimia pp : massa molar : 318,32 g/mol ; massa jenis : 1,277 g/mol pada suhu 32°C ; titik leleh : 262,5°C. Indikator asam-basa (fenoftalen) menunjukkan bahwa suatu larutan bersifat asam atau basa. Indikator asam-basa seperti pp (fenoftalen) mempunyai warna tertentu pada trayek pH / rentang pH tertentu => yang ditunjukkan dengan perubahan warna indikator. Kalau indikator pp, merupakan indikator yang menunjukkan pH basa, karena dia berada pada rentang pH antara 8,3 hingga 10,0 (dari tak berwarna – merah pink). Kalau pada percobaan Anda ketika NaOH diberi fenoftalen, lalu warnanya berubah menjadi merah lembayung, maka trayek pH-nya mungkin sekitar 9-10. Indikator ini tidak larut dalam air, benzene, tetapi sangat larut dalam etanol dan eter (anonim, 30 oktober 2010).

2.2

Entalpi Absorpsi

Adsorpsi atau penyerapan adalah pembentukan lapisan gas pada permukaan padatan atau kadang-kadang cairan. Dalam proses adsorpsi ada zat yang terserap pada suatu permukaan zat lain yang disebut adsorbat, sedangkan zat yang permukaannya dapat menyerap zat lain disebut adsorben. Adsorpsi atau penyerapan berbeda dengan absorpsi atau penyerapan, sebab pada proses absorpsi zat yang terserap menembus ke dalam zat penyerap. Secara kimia absorpsi adalah masuknya gas ke dalam padatan atau lareutan, atau masuknya cairan ke dalam padatan. Sedangkan secara fisika, absorpsi adalah perubahan energi radiasi elektromagnetik, bunyi, berkas partikel, dan lain-lain ke dalam bentuk energi lain jika dilewatkan pada suatu medium. Bila foton diserap akan terjadi suatu peralihan ke keadan tereksitasi (Daintith, 1994 : 35). Bila pada permukaan antara dua fasa yang bersih (seperti antara gas–cairan dan cairan–cairan) ditambahkan komponen ketiga, maka komponen ketiga inilah yang akan teradsorpsi pada permukan dan komponen ini akan sangat mempengaruhi sifat permukaan. Sebagai contoh bila komponen ketiga tadi adalah n-pentanol ( alcohol rantai pendek ), yang dilarutkan dalam air maka ketegangan permukaan air–udara akan berkurang karena adanya adsorpsi n-pentanol tadi. Contoh lain adalah penambahan sabun untuk menstabilkan emulsi air–minyak. Kestabilan akan meningkat karena dalam kasus ini molekul sabun akan teradsorpsi pada permukan antara kedua cairan dan menurunkan tegangan permukaan. Dalam kedua kasus diatas, komponen ketiga yang ditambahkan adalah molekul yang teradsorpsi pada permukaan (dan karenanya dinamakan sebagai surface active / surfaktan) (Bird, 1993: 309). Jenis-jenis bahan yang dapat digunakan sebagai absorben adalah air (untuk gasgas yang dapat larut, atau untuk pemisahan partikel debu dan tetesan cairan), natrium hidroksida (untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti asam) dan asam sulfat (untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti basa).Dalam proses adsorpsi dikenal juga kolom adsorpsi dimana kolom adsorpsi itu sendiri adalah suatu kolom atau tabung tempat terjadinya proses pengabsorbsi (penyerapan/penggumpalan) dari zat yang dilewatkan di kolom/tabung tersebut. Proses ini dilakukan dengan melewatkan zat yang terkontaminasi oleh komponen lain dan zat tersebut dilewatkan ke kolom ini dimana terdapat fase cair dari komponen tersebut (Warnana 2007:49). Persyaratan absorben : memiliki daya melarutkan bahan yang akan diabsorpsi yang sebesar mungkin, selektif, memiliki tekanan uap yang rendah, tidak korosif, mempunyai viskositas yang rendah, stabil secara termis, murah (Daintith.1994:34). Molekul dan atom dapat menempel pada permukaan dengan dua cara. Dalam fisisorpsi (kependekan dari adsorpsi fisika), terdapat interaksi van der Waals antar adsorpat dan substrat. Antaraksi van der Waals mempunyai jarak jauh, tetapi lemah, dan energi yang dilepaskan jika partikel terfisiorpsi mempunyai orde besaran yang sama dengan entalpi kondensasi. Kuantitas energi sekecil ini dapat

diadsorpsi sebagai vibrasi kisi dan dihilangkan sebagai gerakan termal. Molekul yang melambung pada permukaan seperti batuan itu akan kehilangan energinya perlahan-lahan dan akhirnya teradsorpsi padapermukaan itu, dalam proses yang disebut akomodasi. Entalpi fisorpsi dapat diukur dengan mencatat kenaikan temperatur sampel dengan kapasitas kalor yang diketahui, dan nilai khasnya berada di sekitar 20 kJ mol-1. Perubahan entalpi yang kecil ini tidak cukup untuk menghasilkan pemutusan ikatan, sehingga molekul yang terfisisorpsi tetap mempertahankan identitasnya, walaupun molekul itu dapat terdistorsi dengan adanya penukaran (Atkins, 1997:285).

BAB. 3 METODOLOGI PERCOBAAN

3.1

Alat dan Bahan

3.1.1 Alat :
   

Erlenmeyer 250 ml Buret 50 ml Corong gelas Kertas saring

3.1.2 Bahan :
   

Larutan asam asetat 1 N Larutan standart NaOH 0,5 N Karbo aktif Indikator PP

3.2

Skema Kerja

Asam asetat

Dilarutkan dalam aquades sebanyak 50 ml dengan normalitas (1 ; 0.8 ; 0.6 ; 0.4 ; 0.2 ; 0.1).

 

Diambil 10 ml tiap-tiap larutan asam asetat Dititrasi dengan 0.5 N NaOH menggunakan indikator pp

Hasil Asam asetat

       

Diambil setiap larutan sebanyak 25 ml Dimasukkan kedalam enlemeyer Ditambahkan 1 gram absorben kedalam masing-masing larutan Dikocok dan ditutup dengan kertas saring Didiamkan selama 30 menit Diambil 10 ml dari masing-masing filtrat Diberi indikator 2 tetes Dititrasi dengan larutan standar 0.5 N larutan NaOH

Hasil BAB. 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Hasil Pengamatan volum NO Normalitas 1 2 3 4 5 6 1N 0.8 N 0.6 N 0.4 N 0.2 N 0.1 N asam asetat 50 ml 40 ml 30 ml 20 ml 10 ml 5 ml vol NaOH yang dibutuhkan awal tanpa Adsorbsi dengan karbon aktif karbon aktif 6,4 ml 6 ml 4.1 ml 4 ml 3.9 ml 3,6 ml 1,2 ml 2,5 ml 1.1 ml 1.3 ml 0.7 ml 0.4 ml

4.2 Pembahasan Adsorpsi adalah pengumpulan zat terlarut dipermukaan media dan merupakan jenis adhesi yang terjadi pada zat padat atau cair yang kontak dengan zat-zat lainnya. Karbon aktif, atau sering juga disebut sebagai arang aktif, adalah suatu jenis karbon yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Hal ini bisa dicapai dengan mengaktifkan karbon atau arang tersebut, hanya dengan satu gram karbon aktif, akan didapatkan suatu material yang memiliki permukaan sebesar 500m2. Biasanya pengaktifan hanya bertujuan untuk memperbesar luas

2 N nilai x/m sebesar -0.permukaan saja. Hal ini dimaksudkan agar penyerapan warna dari larutan dengan konsentrasi berbeda memerlukan waktu yang sama. konsentrasi 0. Pada percobaan ini dilakukan pengenceran asam asetat agar diperoleh konsentrasi yang berbeda-beda.009 . konsentrasi 1 N nilai x/m sebesar 0.Juga untuk menentukan titik akhir yaitu titik dimana titrasi harus dihentikan karena terjadi perubahan warna.tetapi kesalahan ini tidak perlu dianggap sebagai suatu kegagalan dalam melakukan titrasi. Menurut teori . titik akhir tidak sama tepat dengan titik ekivalen sehingga terjadi kesalahan titrasi.006 . namun beberapa usaha juga berkaitan dengan meningkatkan kemampuan adsorpsi karbon aktif itu sendiri. Indikator disini berfungsi untuk mengetahui kapan penambahan titran harus dihentikan dan untuk mengetahui titik ekivalen yaitu jumlah titran sama dengan jumlah titratnya. pengadukan dengan stirer dilakukan untuk efektifitas waktu. baik di udara maupun di dalam air. Pada percobaan ini juga terjadi penambahan indikator pada saat melakukan titrasi.6 N nilai x/m sebesar 0.8 nilai x/m sebesar 0. Pengadukan dilakukan selama 30 menit karena dianggap sebagai waktu yang cukup bagus untuk adsorbsi larutan. Apabila luas permukaan pada karbon aktif semakin besar.1 N nilai ( x/m ) sebesar 0. Dimana pada saat suasana asam indikator PP tidak berwarna. Selain itu. Hasil percobaan kami diperoleh berikut : pada konsentrasi 0. Erlenmeyer ditutup dengan kertas saring agar larutan tidak terpecik keluar erlenmeyer serta menghalangi gangguan dari luar sehingga larutan tidak terkontaminasi oleh zat-zat yang dapat mempengaruhi daya asam asetat oleh karbon aktif. Pada umumnya. konsentrasi 0.009 . maka penyerapan yang dilakukan terhadap zat-zat lain juga semakin besar. Larutan asam asetat dapat diserap oleh karbon aktif sehingga asam asetat yang awalnya tidak murni merjadi lebih murni karena zat-zat lain yang ikut pada asam asetat menjadi terserap oleh karbon aktif. Adsorpsi yang dipakai pada percobaan kali ini adalah karbon aktif. Pada percobaan kali ini indikator yang digunakan adalah indikator PP. Pengadukan larutan seharusnya menggunakan stirer magnetik agar pengadukan dilakukan pada saat yang bersamaan. Karena ruangan yang dimiliki karbon aktif untuk melakukan penyerapan zat-zat semakin besar maka semakin banyak pula zat-zat yang terserap didalamnya. dimana indikator PP merupakan jenis indikator asam. Sehingga asam asetat yang semula konsentrasinya tinggi menjadi lebih rendah konsentrasinya. dmana karbon aktif memiliki sifat-sifat diantaranya sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang melakukan kontak dengan karbon tersebut.003 . tetapi pada suasana basa indikator PP berubah warna menjadi merah.4 N nilai x/m sebesar -0.039 .012. serta semakin cepat pula waktu yang dibutuhkan untuk proses penyerapannya. konsentrasi 0. konsentrasi 0. Pengadukan yang dilakukan setelah penambahan karbon aktif bertujuan supaya terjadi penyerapan warna dari larutan.

2 N. Hal ini seharusnya didapatkan hubungan grafik yang cukup linier.1   KESIMPULAN Karbon aktif berfungsi sebagai adsorben.4 N yaitu 2. Didapatkan volume akhir (setelah ditambah adsorben) NaOH yang dibutuhkan lebih banyak daripada volume awal. 5 PENUTUP 5. Kesalahan yang lain yaitu pada saat melakukan titrasi. Pada percobaan ini ada beberapa kesalahan yang dilakukan pada saat praktikum.2 mL NaOH. Pada saat melakukan titrasi titik ekivalen dan titik akhir terlambat dicapai. Jumlah NaOH yang dibutuhkan untuk titrasi asam asetat yang telah diadsorpsi lebih sedikit dibandingkan jumlah NaOH yang dibutuhkan untuk titrasi pertama (tanpa karbon). pada larutan asam asetat dengan konsentrasi 0.sehingga titik akhir dan titik ekivalen tidak sesuai dengan yang diharapkan. . BAB.2  SARAN Selalu periksa kondisi alat sebelum melakukan percobaan guna mendapatkan hasil yang lebih akurat.titrasi tidak langsung dihentikan. Begitu juga dengan asam asetat yang memiliki konsentrasi 0.nilai adsorbsi semakin meningkat dengan meningkatnya konsentrasi larutan yang diukur.  5. begitu pula sebaliknya semakin semakin besar konsentrasi ( normalitas ) semakin banyak pula jumlah NaOH yang dibutuhkan untuk titrasi. yaitu grafik yang diperoleh kurang linier.5 mL NaOH sedangkan awalnya hanya dibutuh 1. tetapi dalam percobaan kami didapatkan hasil yang kurang sesuai. Semakin kecil konsentrasi ( normalitas ) semakin sedikit jumlah NaOH yang dibutuhkan untuk titrasi. Serta pada saat mengocok dan menutup larutan yang berisi asam asetat dengan karbon aktif yang bersifat higroskopis akan menyerap air yang berupa gas disekitarnya sehingga konsentrasi yang diinginkan terjadi perubahan dan dapat menyebabkan data yang diinginkan tidak valid. hal ini dikarenakan dalam proses pengenceran asam asetat tidak dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak tepat pada garis batas labu ukur yang menyebabkan konsentrasi yang diperoleh tidak sesui dengan yang diharapkan. pada saat indikator berubah warna.

Kimia Fisika.org/Karbon-Aktif diakses tanggal 22 oktober 2010. Bird.6N.id. Dwa Desa. 0.wikipedia.wikipedia. 1994. Pheolptealein.2N. Erlangga. 0.4N.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1993. Erlangga. Anonim.id. DAFTAR PUSTAKA Anonim.Termodinamika. 2007. http://www. Atkins. 2010. http://www.id. 2010.id. 2010. Dainith. Kimia Fisik Untuk Universitas..org/NatriumHidroksida diakses tanggal 22 oktober 2010. Anonim. P. http://www.wikipedia.. 0.  Selalu tingkatkan ketelitian dalam pengamatan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Karbo Aktif. W. Kamus Lengkap Kimia. Jakarta : Universitas Terbuka. http://www.8N. Anonim. Warnana. Natrium Hidroksida. LAMPIRAN PERHITUNGAN 1. 1994. Ikuti petunjuk asisten dan buku penuntun untuk meminimalisasi kesalahan. Jakarta.wikipedia.org/Asam-Asetat diakses tanggal 22 oktober 2010. Pengenceran Diketahui : N1 = 1 N N2 = 0. J. Asam Asetat.Tony. Jakarta.org/Phenolptealein diakses tanggal 22 oktober 2010. dkk. 2010. 0.1N .

1N = 50 mL .V2 = 50 mL  N2 = 0.8 N V2 = 40 mL  N2 = 0. N1 = V2 . N2 V1 . 0. N1 = V2 . N1 = V2 .4 N V2 = 20 mL  N2 = 0. 1N = 50 mL . 1N = 50 mL .1 N .4 N V1 .2 N V2 = 10 mL  N2 = 0. 0. V2 = 10 mL .2 N V1 . 1N = 50 mL . N1 = V2 . 0. N2 V1 . N2 V1 .8 N V1 . 0. N2 V1 .6 N V2 = 30 mL  N2 = 0.6 N V1 .

5N/1000} gram = 0. N2 V1 .05 .1-4)0.5N/1000} gram = 0.5 N m Karbon = 1 gram {60(x-y) . Perhitungan Asam Asetat yang diadsorbsi Diketahui : N NaOH = 0. 1N = 100 mL .012 gram Log = -1.6)0.9-3.009 gram Log = -2.5N/1000} gram = 0.003 gram Log = -2.92 Log konsentrasi= 0  {60(4. N1 = V2 . NNaoH/1000} gram  {60(6.4 -6)0. 0.1 N V2 = 10 mL 1.V1 .52 Log konsentrasi= -0.097  {60(3.

1 GRAFIK .41 Log konsentrasi= -0.3)0.05 Log konsentrasi= -0.039 gram Log = 1.222  {60(1.699  {60(0.1-1.5N/1000} gram = – 0.7-0.Log konsentrasi= -0.22 Log konsentrasi= -0.006 gram Log =2.5N/1000} gram = 0.2-2.4)0.5)0.5N/1000} gram = – 0.391  {60(1.009 gram Log = – 2.

pemindahan dan pengelolaan limbah buangan bahan kimia. MSDS merupakan dokumen mengenai pengenalan umum. Kata kunci: keselamatan kerja. sifat dan karakter bahan kimia yang digunakan pada reaksi bunsen yang merupakan bahan tidak mudah meledak. but just stil in the study and experiment . Pada makalah ini diuraikan tentang pengertian dan evaluasi MSDS terhadap bahanbahan yang diperlukan pada reaksi bunsen yaitu iodine (I2). sebuah dokumen yang memuat data mengenai sifat dan karakter material. tingkat resiko tersebut belum diketahui. Oleh karena itu diperlukan pemahaman dan kesadaran terhadap resiko di laboratorium. Dengan demikian. 4 November 2008 109 PENGENALAN MSDS BAHAN KIMIA DALAM PROSES REAKSI BUNSEN UNTUK MENUNJANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Oleh Rahayu Kusumastuti.H2SO4 dan SO2. yang di sebut Material Safety Data Sheet (MSDS) diperlukan. MSDS ABSTRACT INTRODUCTION MSDS OF MATERIALS IN THE BUNSEN REACTION PROCESS TO SUPPORT WORKPLACE SAFETY AND HEALTH. Dengan MSDS.BATAN ABSTRAK PENGENALAN MSDS BAHAN KIMIA DALAM PROSES REAKSI BUNSEN UNTUK MENUNJANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA. Itjeu Karliana Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir . tidak mudah terbakar akan tetapi bersifat korosif dan reaktif terhadap logam tersebut diketahui. tetapi masih dalam kajian dan eksperimen di laboratorium.Sigma Epsilon ISSN 0853-9103 Vol. Produksi hidrogen termokimia I-S yang melibatkan reaksi bunsen saat ini belum dilaksanakan di Indonesia. Dengan demikian. Thermochemical IodineSulfur process for hydrogen production with bunsen reaction has not been carried out in Indonesia. Pengetahuan. cara penanganan.12 No. Untuk memperoleh pemahaman dan kesadaran terhadap resiko di laboratorium tersebut. sifat bahan. perlu perlakuan spesifik terhadap bahan kimia tersebut yang termasuk bahan berbahaya dan beracun. reaksi bunsen. penyimpanan. pemahaman dan implementasi terhadap MSDS dapat menjamin keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium. HI .

which is usually called Material Safety Data Sheet (MSDS). Hal ini dapat dipahami karena bahan kimia dapat memiliki tipe reaktivitas kimia tertentu dan juga dapat memiliki sifat mudah terbakar. MSDS PENDAHULUAN Setiap kegiatan kerja selalu diikuti dengan resiko bahaya yang dapat berakibat terjadinya kecelakaan. the nature and characteristics of materials. transport and waste management of chemicals. understanding and awareness of the risks of bunsen reaction process are required in a laboratory. which are not explosive. is required. storage. i. bunsen reaction. H2SO4 and SO2. efektif dan efisien sehingga terjadinya kecelakaan dapat dicegah. HI. Therefore.. Keywords: safety. By MSDS. a document describing data on material properties. oleh karena itu harus diteliti faktorfaktor penyebabnya dengan tujuan untuk menentukan usaha-usaha pembinaan dan pengawasan keselamatan yang tepat. Understanding and implemention of MSDS can ensure the safety and health of working in a laboratory. This paper describes the understanding and evaluation of the MSDS for the materials needed in the Bunsen reaction. Terjadinya kecelakaan pada umumnya ditimbulkan oleh beberapa faktor penyebab. not flammable but corrosive and reactive metal are known. Dalam melaksanakan eksperimen. ways of handling. MSDS is a document on a general introduction about the nature of the material. To achieve the understanding and awareness on the risks in a laboratory.e. Pengetahuan sifat dan karakter bahan kimia perlu dimiliki mengingat bahan kimia memiliki potensi untuk menimbulkan bahaya baik terhadap kesehatan maupun bahaya kecelakaan.in a laboratory. kontak terhadap bahan kimia akan terjadi baik langsung maupun tidak langsung. specific treatment is needed because they include the on hazardous materials.: iodine (I2). Oleh karena itu aktivitas kerja yang selalu memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja perlu dibudayakan dalam bekerja di . its level of risks needs to be evaluated. walaupun demikian terjadinya kecelakaan seharusnya dapat dicegah dan diminimalisasikan karena kecelakaan tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Therefore. Consequently.

yaitu: • Reaksi bunsen (I2 (l) + SO2 (g) + 2H2O(l) 2HI (aq) + H2SO4 (aq)) • Penstabilan produk reaksi bunsen • Pemisahan hasil reaksi Bunsen . Teknologi proses produksi hidrogen secara termokimia dengan proses I-S terdiri dari beberapa komponen proses reaksi kimia yang membentuk suatu siklus tertutup. SO2 untuk mendukung keselamatan kerja pada riset reaksi bunsen dalam rangka mendukung produksi hidrogen termokimia I-S. Teknologi proses produksi hidrogen secara termokimia telah didemonstrasikan di Jepang. Pada kesempatan ini akan dibahas pentingnya pengenalan MSDS khususnya untuk Iodine (I2). 4 November 2008 110 mengetahui dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk menangani bahan kimia khususnya dari segi potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan[1]. kita dapat mengetahui tingkat bahaya yang mungkin timbul jika terjadi kecelakaan.12 No.laboratorium. Pemanfaatan energi termal dari suatu reaktor nuklir temperatur tinggi untuk memasok energi yang dibutuhkan dalam pemecahan air secara termokimia akan meningkatkan efisiensi dari teknologi proses produksi hidrogen. Untuk mempermudah proses pemecahan digunakan katalis iodium dan sulfur. Proses ini hanya membutuhkan energi termal untuk memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Informasi atau pengetahuan yang harus diketahui pelaksana di laboratorium kimia dimuat dalam Material Safety Data Sheet (MSDS). HI dan H2SO4. Dengan mengetahui sifat dan karakter dari masingmasing bahan tersebut. Produksi hidrogen termokimia I-S saat ini belum diproduksi di Indonesia. Untuk dapat mendukung jaminan kesehatan dan keselamatan kerja maka para peneliti maupun laboran yang bekerja di laboratorium harus Sigma Epsilon ISSN 0853-9103 Vol. oleh karena itu proses ini dikenal sebagai proses I-S (Iodine-Sulphur).akan tetapi masih dalam kajian dan eksperimen skala laboratorium sehingga belum diketahui tingkat bahaya(2).

terlihat bahwa reaksi Bunsen merupakan reaksi utama yang sangat penting dalam proses produksi hidrogen termokimia I-S. pengangkut. meskipun mereka rutin berkecimpung dengan aktivitas yang melibatkan kontak dengan bahan kimia. TEORI Material Safety Data Sheet (MSDS) MSDS merupakan dokumen yang dibuat khusus tentang suatu bahan kimia mengenai pengenalan umum. Berdasarkan isi dari MSDS maka dokumen tersebut sebenarnya harus diketahui dan digunakan oleh para pelaksana yang terlibat dengan bahan kimia tersebut yakni produsen. penyimpanan.endotermik) H2SO4 + 8 HI H2S + 4 I2 + 4 H2O (reaksi samping . Ketersediaan MSDS laboratorium di lembaga riset saat ini belum memasyarakat padahal ketersediaan MSDS cukup penting dan digunakan juga sebagai salah satu kriteria laboratorium standart. Pengetahuan ini akan dapat mendukung budaya terciptanya kesehatan dan keselamatan kerja.• Pemurnian hasil reaksi Bunsen • Dekomposisi hasil reaksi Bunsen (H2SO4 (aq) H2O (l) + SO2 (g) + ½ O2(g)) dan (2HI (g) H2 (g) + I2 (g)) H2SO4 + 6 HI S + 3 I2 + 4 H2 (reaksi samping . Berdasarkan permasalahan di atas maka diperlukan penyebarluasan informasi tentang MSDS khususnya mengenai sifat-sifat senyawa Iodin. pengguna dan pembuangan bahan kimia. sifat-sifat bahan. penyimpan. MSDS di perguruan tinggi di Indonesia umumnya hanya tersedia di perpustakaan.endotermik) (3) Dari reaksi tersebut diatas. teknisi laboratorium yang belum begitu mengenal MSDS. cara penanganan. HI dan H2SO4. Saat ini masih banyak peneliti. SO2 untuk mendukung keselamatan . terutama untuk mencapai tujuan akhir yaitu mewujudkan proses I-S siklus tertutup dan memproduksi hidrogen secara efisien. Oleh karena itu segala permasalahan pada reaksi Bunsen harus terlebih dahulu diketahui penyelesaiannya sebelum beranjak pada tahapan reaksi berikutnya. pemindahan dan pengelolaan limbah buangan bahan kimia tersebut.

Pada MSDS simbol dikelompokkan menjadi 4 (seperti pada Gambar 2) yaitu bahaya dari segi kesehatan. Detail arti tingkat bahaya tersebut diuraikan pada tebel berikut. 1. MSDS tentang sifat dan karakter dari bahan yang digunakan untuk produksi hidrogen ini dibuat untuk digunakan sebagai acuan agar setiap pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancer dan aman serta mempertimbangkan aspek keselamatan pada personel dan lingkungan. 4 November 2008 111 Gambar 2. atau 4 tergantung dari tingkat bahaya bahan kimia. Hipotesa untuk mengatasi permasalahan adalah dengan memahami dan mengimplementasikan sifat bahan.pemahaman serta pengimplementasian tentang sifat bahan yang digunakan sebagaimana yang termuat dalam MSDS. Tabel 1. keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium dapat terjamin. Salah satu permasalahan pada proses reaksi bunsen yang perlu diteliti adalah pengetahuan. Simbol belah ketupat untuk MSDS Masing-masing bagian akan terisi dengan angka skore tertentu dengan nilai 0. Skore 0 mengindikasikan bahan kimia tidak berbahaya. sedangkan skore 1 menunjukkan bahaya pada level rendah dan skore 4 menunjukkan bahan tersebut termasuk sangat berbahaya. Kategori Tanda Bahaya Pada MSDS(4) Skor Arti .12 No. kemudahan terbakar. 3. reaktivitas bahan dan bahaya khusus dan digunakan simbol belah ketupat yang terdiri empat bagian. Arti simbol tersebut adalah : • Bagian sebelah kiri berwarna biru menunjukkan skala bahaya kesehatan • Bagian sebelah atas berwarna merah menunjukkan skala bahaya kemudahan terbakar • Bagian sebelah kanan berwarna kuning menunjukkan skala bahaya reaktivitas • Bagian sebelah bawah berwarna putih menunjukkan skala bahaya khusus lainnya Sigma Epsilon ISSN 0853-9103 Vol. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam MSDS adalah mengenai simbol tanda bahaya.kerja pada riset reaksi bunsen sebagai bagian produksi hidrogen melalui proses I-S. 2.

3 Bahan kimia yang dengan sedikit paparan dapat menyebabkan sakit serius atau sakit parah. 2 Bahan kimia yang harus dipanaskan atau dikondisikan pada temperatur tinggi tertentu sehingga dapat menyala. Bahaya kemudahan terbakar 4 Bahan kimia yang akan teruapkan dengan cepat atau sempurna pada tekanan atmosfer dan temperatur kamar atau bahan kimia yang segera terdispersi di udara dan bahan kimia tersebut akan terbakar dengan cepat. Bahaya reaktivitas 4 Bahan kimia yang secara sendirian memiliki kemungkinan meledak atau terdekomposisi dan menimbulkan ledakan atau bereaksi pada tekanan dan temperatur normal. 0 Bahan kimia yang tidak dapat terbakar. 3 Bahan kimia berupa cairan atau padatan yang dapat menyala pada semua temperatur kamar. 0 Bahan kimia yang akibat paparan termasuk dalam kondisi terbakar tidak mengakibatkan sakit atau bahaya kesehatan. 3 Bahan kimia yang secara sendirian memiliki kemungkinan meledak atau terdekomposisi dan menimbulkan ledakan atau bereaksi tetapi membutuhkan bahan inisiator atau harus dipanaskan pada kondisi tertentu sebelum inisiasi atau bahan yang bereaksi dengan air dan menimbulkan ledakan. 1 Bahan kimia yang dengan terjadinya paparan dapat menyebabkan iritasi atau sakit. 2 Bahan kimia yang dengan paparan cukup intens atau berkelanjutan dapat menyebabkan kemungkinan sakit parah atau penyakit menahun. 2 Bahan kimia yang segera menunjukkan perubahan kimia drastis akibat kenaikan temperatur atau tekanan atau . 1 Bahan kimia yang harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum nyala dapat terjadi.Bahaya terhadap kesehatan 4 Bahan kimia yang dengan sangat sedikit paparan (exposure) dapat menyebabkan kematian atau sakit parah.

Dengan mengkaji lebih dalam mengenai MSDS.12 No.reaksi secara cepat dengan air dan mungkin membentuk campuran bahan peledak dengan air. Dengan mengetahui sifat masing-masing Sigma Epsilon ISSN 0853-9103 Vol. Jika bereaksi terhadap logam maka akan mengkorosi logam . maka kita akan dapat memperlakukan bahan tersebut sesuai dengan sifat bahan serta mengantisipasi agar jangan sampai tejadi kecelakaan saat eksperimen berlangsung. PEMBAHASAN Adanya beberapa kecelakaan kerja di laboratorium dilingkungan puspiptek. Dari daftar MSDS diatas terlihat bahwa secara umum H2SO4(l) merupakan cairan asam kuat yang pada dasarnya bersifat tidak mudah menyala dan tidak bersifat explosive. penyimpanan maupun pengangkutannya agar tidak menimbulkan cedera bagi pengguna. Hal ini agar kesehatan dan keselamatan kerja dilaboratorium lebih terjamin sehingga kecelakaan bisa diminimalkan. serpong inilah yang mendasari kajian dengan topik ini di lakukan. 1 Bahan kimia yang secara sendirian stabil tetapi dapat menjadi tidak stabil akibat kenaikan temperatur atau tekanan. Bahan yang termasuk dalam kategori B3 perlu penanganan yang lebih spesifik baik dalam penggunaan. Pengelolaan bahan kimia yang diperlukan pada riset proses reaksi bunsen perlu diperhatikan. pemahaman karakter serta penanganan bahan tersebut akan lebih optimal. 4 November 2008 112 bahan. Oleh karena itu MSDS memagang penanan penting dalam penanganan bahan dalam kategori B3 tersebut. 0 Bahan kimia yang secara sendirian stabil kecuali pada kondisi nyala api dan bahan tidak reaktif dengan air. perlakuan. Ledakan dilaboratorium yang mengakibatkan kebakaran terjadi karena kelalaian personal yang tidak mengindahkan sifat-sifat bahan tersebut atau bahkan kurangnya pengkajian terhadap MSDS bahan yang digunakan untuk melakukan experimen. karena bahan-bahan tersebut tergolong dalam bahan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Penanganan asam sulfat dalam reaksi Bunsen ini tidak boleh mengabaikan MSDS. tekanan yang digunakan berkisar 1 – 2 atm. kaidah-kaidah seperti yang tertera dalam MSDS harus tetap diperhatikan. Dalam proses pengenceran asam sulfat sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit kedalam air dan bukan sebaliknya karena bersifat eksotermis. Letakkan asam sulfat dalam lemari asam. Lembar Data Keselamatan H2SO4[5] Identifikasi Bahan: Nama Prod : Sulfuric Acid (H2SO4) Penggunaan Bahan : Reagen untuk analisa Sifat Fisik dan Kimia Bentuk : Cairan Warna : Tak berwarna Bau : tak berbau Titik didih: 330 oC330 oC Titik lebur: 10 oC330 Batas ledakan : Densitas: 1. Dalam rangkaian proses produksi hidrogen termokimia I-S yang saat ini di lakukan secara skala laboratorium. khususnya logam alkali. seperti dalam Tabel 2. serta temperaturnya berkisar 120 oC.84 Kelarutan dalam air: Larut dalam air dengan segala perbandingan Tekanan Uap : 1 mmHg (146 oC))) Identifikasi Bahaya Kesehatan:) Efek Jangka Pendek (akut): Menghirup uap asap menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganngu paru-paru.tersebut. PE) dan sebaiknya gunakan filter penyerap asap agar paruparu terlindung dari uap asam sulfat. proses pengambilan harus dilakukan dilemari asam dengan memakai pakaian pelindung seperti jas laboratorium. Cairan asam dapat . mata serta paru-paru (jika terhirup). asam sulfat dilibatkan dalam kestabilan reaksi bunsen : { SO2 + H2O + I2 -----H2SO4 + HI} dalam reaksi ini tidak memerlukan tekanan tinggi dan temperatur tinggi. gunakan sarung tangan karet/gloves (CPE. Asam sulfat dapat menyebabkan rasa terbakar jika terjadi kontak dengan kulit. Tabel 2. neoprene.

. Tetapi dapat menyala jika bereaksi dengan senyawa organik. Yang mungkin berkembang saat kebakaran: adanya gas Sulfur Oxides. Simpan dalam kondisi tertutup rapat pada +15 oC hingga +25 oC.mengeluarkan gas SO2. Tindakan terhadap tumpahan dan bocoran Jangan menyentuh tumpahan atau bocoran karena dapat merusak kulit. Hati-hati terhadap tempat rendah karena uap lebih berat daripada udara. Reaktifitas Mengalami peruraian bila kena panas. Perkembangan gas atau uap menyala yang berbahaya mungkin terjadi dalam keadaan kebakaran. Gunakan alat pelindung diri dalam menangani tumpahan Penanganan Hindari kontak langsung dengan asam. Netralkan dengan larutan soda atau kapur sebelum disiram dengan air. 4 November 2008 113 tergantung konsentrasi dan jumlah bahan berbahaya.12 No. Penyimpanan Tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Asam encer bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen yang eksplosif jika kena api atau panas dan bereaksi hebat jika kena air. Simpan asam pada wadah yang kuat ditempat berventilasi dan dingin. selulosa. Kontrol Paparan Pakaian pelindung dipilih secara spesifik untuk tempat bekerja. hirup uap atau kabut. jauhkan dari air. pakaian dan dapat merusak lantai. zat organic mudah terbakar dan logam. seperti gula.menyebabkan luka yang parah dan menyebabkan kebutaan jika terkena mata.14 g/kg (tikus) LC50 = 510 mg/m3 (tikus) IDHL = 80 mg/m3DLH : 80 Tindakan Pencegahan Kebakaran Dasarnya tidak mudah menyala.akan reaktif dengan bubuk zat organik. Nilai ambang batas: 1 mg/m3 Toksisitas : LD50 = 2. Bekerja pada lemari asam atau dengan ventilasi yang baik. Pertolongan Pertama Terhirup : Bawa korban ke tempat segar dan lakukan pengobatan Sigma Epsilon ISSN 0853-9103 Vol. Pengenceran dilakukan dengan menambahkan asam sedikit demi sedikit kedalam air dan bukan sebaliknya karena bersifat eksotermis. Efek jangka panjang (kronis): Menghirup uap asap menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganngu paru-paru.

Gas ini bersifat reaktif pada tekanan dan temperatur tinggi. Penetralan menggunakan soda atau air kapur harus dilakukan untuk menjaga agar pH stabil pada angka 7 sebelum dibuang ke lingkungan. merupakan gas yang sangat beracun bahkan mematikan tetapi SO2 tidak bersifat explosif dan tidak mudah menyala. Tabel 3 menunjukkan lembar data keselamatan untuk SO2. Cepat segera bawa ke dokter Informasi Ekologi Asam dalam air limbah dapat mengganggu kehidupan tamnaman dan hewan baik didarat maupun didalam air sehingga ekosistem pada lingkungan akan terganggu. Pada reaksi bunsen dalam proses produksi hidrogen termokimia I-S. Oleh karena itu tabung gas SO2 harus ditempatkan pada tempat dengan temperatur < 71 oC dengan ventilasi yang baik. jangan membuang di aliran air karena akan mengganggu ekosistem. Residu netralisasi dapat dicampur dengan tanah atau pasir. Limbah asam sulfat sebaiknya di buang di tempat yang telah ditentukan. Lembar Data Keselamatan SO2[5] Identifikasi Bahan: Nama Prod : Sulfur Dioxide (SO2 ) . Dapat mengakibatkan luka bakar yang parah. bau sulfur sangat tajam. PE) Pakaian kerja Terkena mata: Cuci dengan air bersih yang mengalir selama kurang lebih 20 menit dan bawa segera ke dokter Terkena kulit : Cuci air bersih yang mengalir selama kurang lebih 20 menit dan segera bawa ke dokter Tertelan : Minum air 1-2 gelas.Paru-paru : Filter penyerap asam atau respirator udara Mata : Safety gloggles dan pelindung muka Kulit : Gloves (CPE. Pemadaman Kebakaran Pemadaman dapat dilakukan dengan serbuk kimia atau CO2 Kebakaran besar dapat dilakukan dengan air tetapi harus hati-hati karena dapat menimbulkan panas (pemadaman dari jarak jauh). SO2 digunakan pada temperatur + 120 oC dan tekanan 1-2 atm. Penyimpanan bahan sebaiknya dilakukan di wadah yang kuat dilemari asam serta berventilasi yang baik pada temperatur < 25 oC serta jauhkan dari logam dan zat organic . dengan zat organic bersifat mudah terbakar. SO2 merupakan gas berwarna kekuning-kuningan. Asam encer jika bereaksi dengan logam akan menghasilkan hidrogen yang bersifat eksplosif jika terkena api. Tabel 3. dengan logam akan bersifat reaktif dan korosif. Neoprene.

Tabung harus disimpan dalam ruangan dengan ventilasi yang baik (< 71 oC). 16 km/jam Kelarutan dalam air: 11.10 oC pada 760 mmhg oC330 o Titik lebur : -75. Cairan asam dapat menyebabkan luka yang parah dan menyebabkan kebutaan jika terkena mata. Akan berakibat fatal jika terhirup.926 g/L 0 oC dan 760 mmHg Tingkat Penguapan : 40. ether. Tekanan Uap : 1 mmHg (146 oC))) Identifikasi Bahaya Gas ini tergolong BERBAHAYA. cesium azide. Hati-hati terhadap . Tidak menyebabkan terbakar Kesehatan:) Efek Jangka Pendek (akut): Menghirup uap asap menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganngu paru-paru. silver azide dan dietil zink membentuk trioksida belerang dan asam belerang. sodium hidrat. Netralkan dengan larutan soda atau kapur sebelum disiram dengan air. serta larut dalam alcohol. Sangat beracun. pakaian dan dapat merusak lantai. Reagen. pendingin serta pelarut dan proses dalam industri makanan Sifat Fisik dan Kimia Bentuk : Gas berwarna atau aerosol Warna : berwarna Bau : berbau belerang menyengat BM : 64. serbuk-serbuk logam.9 oC330 Batas ledakan : Densitas : 2. DLH : 80 Tindakan Pencegahan Kebakaran Dasarnya Tidak mudah menyala dan tidak mudah meledak. asam asetat. Gas SO2 sangat reaktif terhadap alkali kuat. Reaktifitas Produk akan stabil dalam kondisi normal.06 Titik didih : . Hindari kondisi lingkungan pada temperatur dan tekanan tinggi.Penggunaan Bahan : Digunakan sebagai bleaching. Prosedur jika terjadi kebakaran: Pindahkan tabung SO2 menjauh dari api (jika menungkinkan) dan segera siram dengan air kecuali terjadi kebocoran gas.18 g/m2/s pada 21 oC . chlorine triflouride. yang akan dengan cepat berubah menjadi asam sulfat Tindakan terhadap tumpahan dan bocoran Jangan menyentuh tumpahan atau bocoran karena dapat merusak kulit. kloroform. bromine pentaflouride.9 % ( 15 oC). Efek jangka panjang (kronis): Menghirup uap asap menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganngu paru-paru.

Informasi Toxikologi Data Karsinogenik: SO2 tidak digolongkan dalam kelompok Sigma Epsilon ISSN 0853-9103 Vol. tergantung konsentrasi dan jumlah bahan berbahaya. Gas SO2 ini memang perlu penanganan yang spesifik. Data mutagen : SO2 tidak menyebebkan perubahan mutagen/perubahan kromosom pada manusia. Dapat mengakibatkan luka bakar yang parah. Terkena mata: Cuci dengan air bersih yang mengalir selama kurang lebih 20 menit dan bawa segera ke dokter Terkena kulit : Cuci air bersih yang mengalir selama kurang lebih 20 menit dan segera bawa ke dokter Tertelan : Minum air 1-2 gelas. Segera bawa ke dokter. Gloves (PVC. Gunakan alat pelindung diri dalam menangani tumpahan Penanganan dan Penyimpanan Hindari kontak langsung dengan asam. karsinogen. Neoprene) Pertolongan Pertama Terhirup : Bawa korban ke tempat segar dan lakukan pertolongan bantuan pernafasan (jika diperlukan). jauhkan dari air. 4 November 2008 114 Bekerja pada lemari asam atau dengan ventilasi yang baik.12 No. alga : 500 μg/L Pemadaman Kebakaran Pemadaman dapat dilakukan dengan serbuk kimia atau CO2 Kebakaran besar dapat dilakukan dengan air tetapi harus hati-hati karena dapat menimbulkan panas (pemadaman dari jarak jauh). Ambang batas yang diizinkan untuk ikan: 3000 μg/L. Kontrol Paparan Kontrol ruangan dalam keadaan ventilasi yang baik. karena termasuk gas yang sangat . Simpan asam pada wadah yang kuat ditempat berventilasi dan dingin. zat organic mudah terbakar dan logam. Paru-paru : Filter penyerap asam atau respirator udara Mata : Safety gloggles dan pelindung muka Kulit : Gunakan pakaian terlindung. hirup uap atau kabut. Cepat segera bawa ke dokter Informasi Ekologi Asam dalam air limbah dapat mengganggu kehidupan tamnaman dan hewan baik didarat maupun didalam air sehingga ekosistem pada lingkungan akan terganggu. Gunakan pakaian pelindung dipilih secara spesifik untuk tempat bekerja.tempat rendah karena uap lebih berat daripada udara. Pengenceran dilakukan dengan menambahkan asam sedikit demi sedikit kedalam air dan bukan sebaliknya karena bersifat eksotermis.

SO2 menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan kenaikan sekresi mucus. iodin merupakan padatan berwarna silver. seperti harus menggunakan safety gloggles dan pelindung muka. 1 atm) terlihat bahwa iodin dan hidrogen iodida bereaksi pada tekanan atmofsir. Sulfur dioksida juga berbahaya bagi tanaman. pakaian terlindung. dalam penggunaan SO2 pada ekperimen reaksi bunsen ini perlu kontrol yang spesifik.berbahaya dan beracun. Dari reaksi bunsen : I2 + SO2 + H2O ---- H2SO4 + HI (120oC. Iodin akan mudah menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. filter penyerap asam atau respirator udara khusus SO2 karena mempunyai efek yang sangat serius langsung dapat meracuni makhluk disekitarnya. Adanya gas ini pada konsentrasi tinggi dapat membunuh jaringan pada daun. Klepklep sambungan harus terjaga baik untuk menghindari kebocoran gas SO2 ke lingkungan. jika menghirup uap dapat mengiritasi paru-paru. Iodin hanya sedikit larut dalam air. Secara kronis SO2 menyebabkan terjadinya khlorosis. karbon tetraklorida. atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan berwarna ungu yang indah. kedua senyawa tersebut pada dasarnya tidak mudah menyala dan tidak bersifat explosif. pinggiran daun dan daerah diantara tulang-tulang daun rusak. Iodin mudah larut dalam kloroform. Hal-hal yang perlu di perhatikan di antaranya adalah regulator pengatur tekanan harus bisa mengatur tekanan sesuai yang diinginkan (1-2 atm). Orang yang mempunyai pernapasan lemah sangat peka terhadap kandungan SO2 yang tinggi. SO2 diudara akan berubah menjadi asam sulfat[6]. memperhatikan sifat-sifat SO2 sebagaimana tercantum dalam MSDS. Bersifat tidak mudah menyala dan tidak mudah meledak akan tetapi bersifat korosif dan reaktif terhadap logam. Bahan ini cukup berbahaya terhadap saluran pernafasan. Senyawa tersebut bersifat korosif dan reaktif . gloves (PVC. Dengan konsentrasi 500 ppm. SO2 dapat menyebabkan kematian pada manusia. . HI merupakan cairan berwarna keungu-unguan serta berbau iodin menyengat. Oleh karena itu. neoprene). Kerusakan tanaman ini akan diperparah dengan kenaikan kelembaban udara.

Lembar Data Manajemen HI[5] Identifikasi Bahan: Nama Prod : Hydrogen Iodine (HI) Penggunaan Bahan : Reagen untuk analisa Sifat Fisik dan Kimia Bentuk : Cairan Warna : berwarna Bau : berbau Titik didih: .8 Kelarutan dalam air: Larut dalam air dengan segala perbandingan Tekanan Uap (20 oC) = 7. Reaktifitas Bereaksi dengan beberapa logam. Perkembangan gas atau uap menyala yang berbahaya mungkin terjadi dalam keadaan kebakaran. Sigma Epsilon ISSN 0853-9103 Vol. Dapat bereaksi hebat dengan logam golongan alkali Tindakan terhadap tumpahan dan bocoran Jangan menyentuh tumpahan atau bocoran karena dapat merusak kulit. maka pembuangan limbah perlu tempat khusus karena sangat mengganggu ekosistem.5 Densitas (air = 1) = 2.4 oC C Titik lebur: . Sangat korosif terhadap mata. Gunakan alat pelindung diri dalam menangani tumpahan . sistem pernafasan dan kulit Tindakan Pencegahan Kebakaran Dasarnya Tidak mudah menyala. Tabel 4a dan 4b menunjukkan lembar data manajemen HI dan I2.51 oC Batas ledakan : Densitas: (udara=1) = 4.12 No. pakaian dan dapat merusak lantai. gas yang mudah terbakar. melepaskan hydrogen. 4 November 2008 115 Tabel 4a.Bekerja dengan bahan iodin tetap perlu menggunakan pelindung yang baik berupa pakaian yang spesifik.35. Dengan air menyebabkan korosi terhadap beberapa logam. sarung tangan karet atau neoprene serta pelindung mata. Sehubungan sifat bahan tersebut termasuk dalam bahan berbahaya dan beracun.5 bar Identifikasi Bahaya Berbahaya bagi saluran pernafasan . Perlakuan bahan tersebut juga harus dilakukan di lemari asam serta harus mempertimbangkan ventilasi yang baik di laboratorium terkait.

Neoprene.Penanganan dan Penyimpanan Simpan dalam kondisi kurang dari 50 oC dan pada kondisi ventilasi yang baik. Dapat merubah pH dalam ekosistem air. Ditempatkan pada tempat yang kedap air. segera bawa ke dokter Terkena mata/kulit: Cuci dengan air bersih yang mengalir selama kurang lebih 20 menit dan bawa segera ke dokter Informasi Ekologi Asam dalam air limbah dapat mengganggu kehidupan tanaman dan hewan baik didarat maupun didalam air sehingga ekosistem pada lingkungan akan terganggu. kulit dari cairan HI -Jangan merokok saat menangani HI -Siapkan selalu tabung oksigen. Lembar Data Manajemen I2[5] Identifikasi Bahan: Nama Prod : Iodine Penggunaan Bahan : Reagen untuk analisa Sifat Fisik dan Kimia Bentuk : Padatan Warna : Perak-keunguan Bau : bau iodine Titik didih: 120 oC330 oC Titik lebur: 0 oC330 Batas ledakan : Densitas: 1. tergantung konsentrasi dan jumlah bahan berbahaya. muka. tahan terhadap tekanan dan temperatur Kontrol Ledakan / Personal Proteksi -Pastikan ventilasi yang baik -Lindungi mata. Paru-paru : Filter penyerap asam atau respirator udara Mata : Safety gloggles dan pelindung muka Kulit : Gloves (CPE. mungkin suatu saat diperlukan saat terjadi kecelakaan -Gunakan pakaian yang resisten terhadap HI Kontrol Paparan Pakaian pelindung dipilih secara spesifik untuk tempat bekerja. PE) Pakaian kerja Pertolongan Pertama Terhirup : Segera berikan pertolongan pernafasan buatan untuk memberikan oksigen kepada penderita . Tabel 4b.07 Kelarutan dalam air: larut dalam air yang dididihkan Tekanan Uap : 1 mmHg (146 oC)) Identifikasi Bahaya Kesehatan:) Efek Jangka Pendek (akut): Menghirup uap asap menyebabkan iritasi pada hidung dan .

4 November 2008 116 Kontrol Paparan Pakaian pelindung dipilih secara spesifik untuk tempat bekerja. Jumlah kecil. Perlindungan untuk sarung tangan: karet atau neoprene Perlindungan untuk mata: kacamata pelindung debu untuk mencegah kontak dengan mata Pemadaman Kebakaran Tidak menimbulkan bahaya ledakan dan kebakaran. Simpan ditempat yang tertutup Pertolongan Pertama Jika terkena kulit: cuci dengan air Jika terkena mata: segera bilas dengan air selama 15 menit dan segera hubungi dokter Jika tertelan: segera minum air putih sebanyak2nya. Reaktifitas Hindari pencemaran dengan mengaktifkan kembali zat atau bahan-bahan. Perkembangan gas atau uap menyala yang berbahaya mungkin terjadi dalam keadaan kebakaran. : 80 Tindakan Pencegahan Kebakaran Dasarnya Tidak mudah menyala. Pemanasan produk yang akan menghasilkan uap yodium Informasi Ekologi iodine dalam air limbah dapat mengganggu kehidupan tanaman dan hewan baik didarat maupun didalam air sehingga ekosistem pada lingkungan akan terganggu. segera ambil dan pindahkan ke tempat yang telah disediakan. jangan lupa menggunakan sarung tangan dan pelindung kacamata Penanganan dan Penyimpanan Jangan disimpan dekat tempat yang sangat panas atau dekat api yang menyala.tenggorokan serta mengganngu paru-paru. segera hubungi pusat pengawasan beracun setempat Sigma Epsilon ISSN 0853-9103 Vol. memahami serta mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dari MSDS sehingga .12 No. Efek jangka panjang (kronis): Menghirup uap asap menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganngu paru-paru. tergantung konsentrasi dan jumlah bahan berbahaya. KESIMPULAN Para peneliti maupun laboran yang bekerja di laboratorium diharapkan dapat mengerti. Jangan mencampur dengan bahan alkali Tindakan terhadap tumpahan dan bocoran Jika terjadi tumpaha yang disengaja/tidak.

et. dkk. PTRKN. Instructor edition. Research and Special Programs Administration. Washington. DAFTAR PUSTAKA 1. Proceedings 14th World Hydrogen Energy Conference. Dengan demikian dapat menjamin keselamatan dan kesehatan kerja dilaboratorium. American Chemical Society.al. USA. T.dapat mencegah kemungkinan bahaya dan kecelakaan kerja dilaboratorium. ANONYMOUS. “Module 1 the Hazardous Materials Table”. Canada. 3. “Laboratory Waste Management”.com/ 6. N. RW.. Indonesia. 5.. ”Thermochemical Hydrogen Production By Iodine-Sulfur Cycle”.msdsonline. 2002. PANDIANGAN. http://www. Montreal. 2002. TRIANI. .. FTK-UI. PHIFER. “LAK Penelitian Kesetabilan Reaksi Bunsen Pada Proses Produksi Hidrogen Termokimia”. 2004. 1994. April 2008. “Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium”. A Guidebook. 2. ONUKI dkk. 4.

yang menjadi pusat perhatian dalam mengamati pengaruh perubahan temperature. Menggambarkan tie line pada diagram tiga komponen II. Gas atau campuran gas adalah fasa . TUJUAN 1. seperti zat terlarut dan pelarut dalam senyawa biner. DASAR TEORI Sistem adalah suatu zat yang dapat diisolasikan dari zat-zat lain dalam suatu bejana inert. Menentukan kelarutab suatu zat dalam suatu pelarut 2. Banyaknya fasa dalam sistem diberi notasi P.Fasa merupakan keadaan materi yang seragam di seluruh bagiannya. Banyaknya komponen dalam sistem C adalah jumlah minimum spesies bebas yang diperlukan untuk menentukan komposisi semua fase yang ada dalam sistem.Praktikum Kelarutan Zat (Diagram Terner) LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA TERAPAN KELARUTAN ZAT (DIAGRAM TERNER) Pembimbing Kelompok Penyusun : Iwan : VIII : Tyas Hastya C M W (101411029) Via Siti Masluhah Yuniar Widiyanti Yusuf Zaelana POLITEKNIK NEGERI BANDUNG TEKNIK KIMIA 2011 (101411030) (101411031) (101411032) I. Menggambarkan fase diagram tiga komponen 3. Definisi ini mudah diberlakukan jika spesies yang ada dalam system tidak bereaksi sehingga kita dapat menghitung banyaknya. tidak hanya dalam komposisi kimianya tetapi juga dalam keadaan fisiknya. Contohnya: dalam sistem terdapat fasa padat. tekanan serta konsentrasi zat tersebut. fasa cair dan fasa gas. Sedangkan komponen adalah yang ada dalam sistem.

Konsentrasi dapat dinyatakan dengan istilah persen berat atau fraksi mol. Campuran dua logam adalah sistem duafasa (P=2). Fraksi mol tiga komponen dari sistem terner (C = 3) sesuai dengan: XA + XB + XC = 1. jika logamlogam itu tidak dapat bercampur. Diagram fasa yang digambarkan segitiga sama sisi. berarti hanya satu komponen yang harus ditentukan konsentrasinya dan konsentrasi komponen yang lain sudah tertentu berdasarkan diagram fasa untuk diagram fasa untuk sistem tersebut.c dan A. tetapi merupakan sistem satu fasa(P=1).W Gibbs menarik kesimpulan tentang aturan fasa yang dikenal dengan Hukum Fasa Gibbs. Sedangkan bila dalam sistem terdapat dua fasa dalam kesetimbangan. Puncak – puncak dihubungi ke titik tengah dari sisi yang berlawanan yaitu : Aa. jumlah terkecil perubahan bebas yang diperlukan untuk menyatakan keadaan suatu sistem dengan tepat pada kesetimbangan diungkapkan sebagai: V=C–P+2 Dimana. Oleh karena itu system tiga komponen pada suhu dan tekanan tetap punya derajat kebebasan maksimum = 2 (jumlah fasa minimum = 1).b. Titik nol mulai dari titik a. yang dapat diambil sebagai satuan panjang. Pada perhitungan dalam keseluruhan termodinamika kimia. menjamin dipenuhinya sifat ini secara otomatis.C menyatakan komposisi adalah 100% atau 1.Cc. . Bb.B. jika logam-logamnya dapat dicampur. tekanan. Cara terbaik untuk menggambarkan sistem tiga komponen adalah dengan mendapatkan suatu kertas grafik segitiga. V = jumlah derajat kebebasan C = jumlah komponen P = jumlah fasa Kesetimbangan dipengaruhi oleh suhu. maka diagram fasa sistem ini dapat digambarkan dalam satu bidang datar berupa suatu segitiga sama sisi yang disebut diagram terner. dan komposisi sistem. sebab jumlah jarak ke sebuah titik di dalam segitiga sama sisi yang diukur sejajar dengan sisi-sisinya sama dengan panjang sisi segitiga itu. V = 1. Kristal adalah fasa tunggal dan dua cairan yang dapat bercampur secara total membentuk fasa tunggal. Jumlah derajat kebebasan untuk sistem tiga komponen pada suhu dan tekanan tetap dapat dinyatakansebagai : V=3–P Jika dalam sistem hanya terdapat satu fasa maka V = 2 berarti untuk menyatakan suatu sistem dengan tepat perlu ditentukan konsentrasi dari dua komponennya. diagram tersebut menggambarkan suatu komponen murni. J.tunggal .

Apabila pada suhu dan tekanan yang tetap digunakan kurva bimodal untuk menentukan kelarutan C dalam berbagai komposisi A dan B. Dalam hal ini A dan C serta B dan C saling larut sempurna. A dan B saling larut sebagian.Jumlah fasa dalam sistem zat cair tiga komponen bergantung pada daya saing larut antara zatcair tersebut dan suhu percobaan. Prinsip menggambarkan komposisi dalam diagram terner dapat dilihat pada gambar (1) dan (2) di bawah ini. Pada percobaan ini hanya akan ditinjau sistem yang memperbesar daya saling larut A dan B.C. Andaikan ada tiga zat cair A. Cc merupakan konsentrasi A. BCdan Ac menyatakan fraksi dari dua komponen. Titik P menyatakan suatu campuran dengan fraksi dari A. B dan C menyatakan kompoenen murni. Pada daerah didalam kurva merupakan daerah dua fasa.B. sedangkan yang di luarnya adalah daerah satu fasa. Titik-titik pada sisi Ab. Kelarutan cairan C dalam berbagai komposisi campuran A dan B pada suhu tetap dapat digambarkan pada suatu diagram terner. B dan C.Untuk menentukan kurva bimodal yaitu dengan menambahkan zat B ke dalam campuran A dan C Jumlah fasa dalam sistem zat cair tiga kompoen tergantung pada daya saling larut antar zat cair tersebut dan suhu percobaan. B dan C masing-masing sebanyak x. y dan z.C merupakan konsentrasi A. Gambar 1 Titik A.jadigaris Aa. Penambahan zat C kedalam campuran A dan B akan memperbesar atau memperkecil daya saling larut A dan B. . sedangkan titik didalam segitiga menyatakan fraksi dari tiga komponen. Bb.B.

Kekeruhan timbul karena larutan tiga komponen yang homogen pecah menjadi dua larutan konjugat terner. tetapi dengan jumlah B yang berubah. B = 25%. Titik-titik pada lengkungan menggambarkan komposisi sistem pada saat terjadi perubahan dari jernih menjadi keruh. dan C = 50%. Titik-titik pada garis BP dan BQ menyatakan campuran dengan perbandingan dengan jumlah A dan C yang tetap. Daerah didalam lengkungan merupakan daerah dua fasa.Gambar 2 Titik X menyatakan suatu campuran dengan fraksi A = 25%. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan Erlenmeyer 100ml Erlenmeyer 50ml Buret 25ml Corong pisah Statif dan Klemp Bahan yang dipaka Asam asetat glacial Kloroform Aquadest NaOH standard Phenolpthalein . III. Salah satu cara untuk menentukan garis binoidal atau kurva kelarutan ini ialah dengan cara menambah zat B ke dalam berbagai komposisi campuran A dan C. Hal yang sama berlaku bagi garis-garis yang ditarik dari salah satu sudut segitiga kesisi yang ada dihadapannya.

aetat glacial : 1.4 0.1 2.154 gr Erlenmeyer 2 59.9 0.9 0.1 0.5 8 8.68 Erlenmeyer 1 Erlenmeyer 2 Titrasi 1 + isi +isi 102.0 4 2.4 6 6.15% % berat aquadest = = 47.3 4 4. dan air Berat jenis Kloroform : 1.1 0.337 gr 2 ml  Pada konsentrasi 10% : % berat kloroform = = = 7.530 gr 83.4 0.I.92 8.6 6.asetat glacial = = 45.84 14.08 Asam asetat Volume Massa (gr) (mL) 18 18.80 17.96 5.72 23.2 4.6 10 10. As. Penentuan Kurva campuran kloroform.07 % % berat As.6 9.2 aquadest Volume Massa (gr) (mL) 20 20 9.88 11.9 16 16.48 gr/ml Berat jenis As.8 14 14.9 ml Massa (gr) 2.05 gr/ml Berat jenis air : 1 gr/ml kloroform Konsentrasi Volume (ml) 10% 2 20% 4 30% 6 40% 8 50% 10 60% 12 70% 14 80% 16 Erlenmeyer 1 62.7 12 12.78% = = .2 6. asetat. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN 1.1 Titrasi 2 6.76 20.

asetat glacial = = = 51.asetat glacial = = 49.98% % berat aquadest = = 29.32% % berat As.82 %  Pada konsentrasi 40 % : % berat kloroform = = = = = = .70%  Pada konsentrasi 30 % : % berat kloroform = = 29.82 % % berat As. Pada konsentrasi 20% : % berat kloroform = = 18.36 % % berat aquadest = = 20.

= = 41.63% = = = = = = .01% % berat As.32% % berat aquadest = = 7.asetat galasial = = 38.30% % berat aquadest = = 14.asetat glacial = = 44.06%  Pada konsentrasi 50 % : % berat kloroform = = 54.66%  Pada konsentrasi 60 % : % berat kloroform = = 65.63 % % berat As.

56% % berat As.asetat glacial = = 31.asetat glacial = = = = = = = = .98 % % berat aquadest = = 1.63 % % berat As.asetat glacial = = 22.33%  Pada konsentrasi 70 % : % berat kloroform = = 75.46%  Pada konsentrasi 80% : % berat kloroform = = 84.04% % berat aquadest = = 3.% berat As.

63 % 2 Berat Komponen Setelah Campuran = = 2.78 % 0.36 % . Kloroform % b/b garis kesetimbangan 1 7.M = 2 Asam Asetat Glasial % b/b 45.01 % Air % b/b 47.07 % 1 8 84.01 % % berat aquadest = = 0.36 % Diagram Tiga Komponen = Percobaan 2 (Penentuan Tie line) Titik awal pada No.15 % 15.= 15.047 Panjang ruas air.

1 gr Mol asam asetat glacial = = 0.089 mol = II.02 = 0.035 mol Mol NaOH Mol NaOH pada lapisan atas : 6.069 + 0. PEMBAHASAN Pada percobaan ini dilakukan percobaan mengenai diagram terner sistem zat cair tiga komponen dengan metode titrasi. Percobaan ini bertujuan untuk membuat kurva kelarutan suatu cairan yang terdapat dalam campuran dua cairan tertentu. Dimana dalam hal ini cairan yang dipergunakan sebagai cairan A adalah .05 gr/ml = 2.02 mol Mol total NaOH : 0.069 mol Mol NaOH pada lapisan bawah : 2 ml x 10 M = 0.9 ml x 10 M = 0.Mol asam asetat glacial Massa asam asetat glacial : 2 ml x 1.

14:6 . dan 16:4 ml. 4:16 . Karena kemampuannya yang dapat melarut dengan air dan juga CHCl3. 12:8 . volume titran III= 6.2 ml . Ketika titrasi dengan aquades dilakukan. 6:14 . volume titran II= 9. CHCl3 dapat berikatan di sekitar gugus metil dari CH3COOH yang bersifat non-polar pada gugus CH3-nya. asam asetat yang awalnya berikatan dengan CHCl3 akan terpisahkan dan berikatan dengan air. Dimana. volume titran IV= 4. Oleh karena itu. dan asam asetat. Dari percobaan. yaitu: 2:18 .4 ml dan volume titran VIII = 0. tetapi dapat melarutkan salah satu komponen (solute) dalam campuran tersebut. 10:10 .1 ml ditemukan keadaan campuran dalam keadaan keruh. hal ini dikarenakan asam asetat membentuk ikatan hidrogen yang lebih kuat dengan molekul air pada bagian –OH dari gugus – COOH asam asetatnya. terjadi pemisahan diantara campuran CHCl3 dengan asam asetat. Metode titrasi ini digunakan CHCl3 dan asam asetat yang saling melarut yang kemudian dititrasi dengan zat yang tidak larut dengan campuran tersebut yaitu air aquadest.0 ml . Pemisahan dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut yang tidak larut dengan sempurna terhadap campuran. Cairan yang digunakan dalam percobaan ini adalah air (aquadest).CHCl3. dan cairan C adalah asam asetat. .1 ml . Prinsip dasar dari percobaan ini adalah pemisahan suatu campuran dengan ekstraksi yang terdiri dari dua komponen cair yang saling larut dengan sempurna. cairan A dan C mampu melarut dengan baik. maka Asam Asetat Glasial (CH3COOH) dikenal sebagai pelarut yang bersifat semi-polar. volume titran VI = 0.6 ml . volume titran I= 20 ml .9 ml . Pada percobaan pertama. Hal ini disebabkan karena sifat CHCl3 yang tidak melarut dengan air sehingga CHCl3 yang mulanya berikatan dengan CH3COOH akan terlepas dan terpisah membentuk 2 larutan terner terkonjugasi yang ditandai dengan terbentuknya larutan yang keruh. 8:12 . kloroform (CHCl3). Ketika campuran asam asetat dan CHCl3 dititrasi dengan aquades. volume titran V= 2. Hasil tersebut diperoleh karena antara CHCl3 dengan asam asetat dapat saling berikatan. cairan B adalah Aquadest. cairan A dan C dicampur dengan variasi perbandingan volume. volume titran VII = 0.

01%. Dari hasil percobaan tersebut dapat dilihat bahwa konsentrasi cairan C (Asam Asetat) ternyata justru sebanding dengan naik-turunnya konsentrasi cairan yang dipakai sebagai titran pada titrasi campuran. Untuk perbandingan 10:10 = 38. Untuk perbandingan 10:10 = 54. Untuk perbandingan 12:8 = 65.06%. Untuk perbandingan 8:12 = 44.63%. Untuk perbandingan 8:12 = 14. maka akan membentuk dua fase (daerah yang berarsir). Ketika cairan yang melarut berubah menjadi tidak larut (kurang melarut). Untuk perbandingan 12:8 = 31. Dan untuk perbandingan 16:4 = 0. Pada percobaan pertama. maka akan digambarkan diagram terner-nya agar tampak lebih jelas titik kritisnya ketika titrasi dilarutkan sehingga terlihat batas kelarutan dari masing-masing komponen campuran tersebut.15%.63%.82%.66%. . dimana dapat melarutkan CHCl3 dengan baik. Untuk perbandingan 14:6 = 22. XA-nya makin naik. Untuk perbandingan 14:6 = 75. konsentrasinya akan saling berkebalikan karena larutan tersebut akan membentuk daerah berfase tunggal. Untuk perbandingan campuran 4:16 = 29.98%. Untuk membuktikannya lebih lanjut. Untuk perbandingan campuran 4:16 = 18.63%.36%. Untuk perbandingan campuran 4:16 = 51. Untuk perbandingan 12:8 = 3.56%. begitu juga halnya dalam melarut dengan air (aquades). Untuk perbandingan 14:6 = 1. Sedangkan untuk XB (% aquadest) pada campuran dengan perbandingan 2:18 = 47.78%.98%. Dan untuk perbandingan 16:4 = 15. besarnya fraksi mol asam asetat sebanding dengan penurunan fraksi mol aquades. Untuk perbandingan 6:14 = 29.04%.32%. Untuk XC (% asam asetat glacial) pada campuran dengan perbandingan 2:18 = 45.07 %.30%.01%. Untuk cairan-cairan yang saling melarutkan. Dan untuk perbandingan 16:4 = 84.46%. Untuk perbandingan 6:14 = 20. Hal ini menunjukkan semakin besar komponen A di dalam campuran. maka XA (% kloroform) pada perbandingan campuran 2:18 = 7. Untuk perbandingan 6:14 = 49.Dari hasil perhitungan berdasarkan data-data yang telah diperoleh. Untuk perbandingan 10:10 = 7.36%.70%.32%. Sedangkan cairan yang tidak melarut (larut sebagian) akan membentuk daerah berfase 2.33%.82%. Hal ini dapat terjadi disebabkan oleh keunikan asam asetat yang memiliki sifat semi-polar. Untuk perbandingan 8:12 = 41.

Sedangkan perubahan warna pada titrasi .9 ml. NaOH yang dibutuhkan pada lapisan atas (aquades + asam asetat glasial) adalah 2 ml dan lapisan bawah (kloroform) 6. Kemudian dititrasi dengan menggunakan NaOH 10 M.sedangkan komponen-komponen yang saling melarut akan berada pada luar daerah yang berarsir. Kemudian masing-masing kedua lapisan tersebut dipisahkan untuk menguji ada atau tidaknya asam asetat glasial. Garis yang menghubungkan titik-titik yang menggambarkan kadar dari setiap zat yang terlibat adalah titik dimana terjadi pencampuran sempurna antara ketiga zat yang terlibat dalam pencampuran ini. Perubahan warna menjadi merah muda pada titrasi lapisan atas menandakan bahwa campuran telah netral atau pH = 7 sebagai hasil campuran dari asam atau basa. Untuk mencapai titik akhir titrasi.

36 % DAFTAR PUSTAKA . Pencampuran zat akan homogen atau saling melarutkan apabila komposisinya sesuai perbandingan (dapat dilihat pada diagram terner).63 % = 15. Semakin banyak asam asetat glasial yang dicampurkan dengan kloroform maka semakin banyak pula aquadest yang dibutuhkan untuk mencapai titik akhir titrasi.015 mol.035 mol 6. Setelah dilakukan perhitungan diketahui total mol NaOH yang dibutuhkan untuk mencapai titik akhir titrasi adalah 0. KESIMPULAN 1.01 % = 0. Tie line yang didapatkan mempunyai % b/b masing-masing yaitu % b/b kloroform % b/b asam asetat glasial % b/b air = 84.asetat glacial-kloroform. Sedangkan pada percobaan yang kami lakukan ada selisih sebesar 0. dan apabila komposisi salah satunya melebihi maka akan terjadi pencampuran heterogen 3. Kelarutan dari zat yang terlibat dalam pencampuran ini dapat kita naikan atau diturunkan dengan cara melihat perbandingannya dari diagram terner. 5.lapisan bawah menunjukkan tidak adanya asam asetat glasial dalam larutan tersebut. Percobaan pemeriksaan data dikatakan benar bila mol NaOH yang dibutuhkan untuk titrasi sama dengan mol asam asetat glasial sampel. 4. III. sedangkan pencampuran heterogen yaitu pada kloroform-air.089 mol dan mol asam asetat glasial adalah 0.035 mol. Jadi asam asetat glasial dapat menaikan kelarutan kloroform dalam air 2.020 mol dan mol asam asetat glasial sampel adalah 0. Pencampuran homogen yaitu pada as. hal itu terjadi dimungkinkan karena kesalahan pengamatan kekeruhan pada saat titrasi campuran asam asetat glasial + kloroform oleh aquades. Total mol NaOH yang dibutuhkan untuk mendapatkan titrasi yang maksimum adalah 0.

Dapatkan perawatan medis jika terjadi iritasi. 95-8005. Hindari kulit dan kontak mata. Liquid-Liquid Equilibriums. “Experimental Physical Chemistry”. 1970. Tertelan: Dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan. TINDAKAN PERTAMA AID Prosedur Darurat dan Pertolongan Pertama: Mata .A. 84-0880. IDENTIFIKASI BAHAYA Darurat Ikhtisar: Jangan menelan. Ed. Potensi Efek Kesehatan: Mata: Dapat menyebabkan iritasi. Caastellan. Francis. menaikkan dan menurunkan kelopak mata sesekali. Kulit: Dapat menyebabkan iritasi. 247-350 MSDS asam asetat DESKRIPSI PRODUK Nama Produk: Cuka : 89-8110. 84-0935. hal. Physical Chemistry. 84-0975.. 840486.Siram dengan air selama minimal 15 menit. 1963 Daniel et al. Hindari pajanan terhadap uap atau kabut. New York. NC 27215 Informasi Kimia : 800-227-1150 (8:00-5:00 (ET) MF) CHEMTREC (Spill Response Transportasi 24 jam) : 800-424-9300 2. 84-0884 95-8002 Ukuran : 7 ml. Kode Produk (s) Distributor . 128-131 G. Penghirupan: Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. 95-7860. hal. KOMPOSISI / INFORMASI MENGENAI UNSUR Prinsip Berbahaya Komponen: Acetic Acid (CAS # 64-19-7) 4-6% NAB dan unit PEL: TLV ACGIH-10ppm (TWA).W. 84-0487. ed VII. STEL 15ppm OSHA PEL-10ppm (TWA) 3.W. 97-2923 84-0477. 500 ml Nama Kimia : Acetic Acid Nomor CAS : 64-19-7 Formula : CH3COOH Sinonim : asam etanoat : Carolina Perusahaan Pasokan Hayati 2700 Jalan York Burlington. Interscience Publisher. I. 4. 97-2901. 1971.

Jika tertelan. jauh dari langsung panas.Hapus untuk udara segar.penting personil dari daerah. 8. Menyerap materi dengan absorban yang cocok dan containerize untuk pembuangan. Residu dapat membuat wadah kosong berbahaya. PROSEDUR pemadam kebakaran Titik Nyala (Metode Digunakan) : 109F (cc) Penilaian NFPA: Kesehatan :2 Api :2 Reaktivitas :1 Media pemadam : Penggunaan bahan kimia kering. Batas mudah terbakar di udara% oleh Volume : 5. PENCEGAHAN KHUSUS Tindakan pencegahan yang harus Diambil dalam Penanganan atau Menyimpan: Simpan di atas 62F.Jangan menginduksi muntah. berikan banyak air segera dan memanggil seorang dokter atau pusat kendali racun. Ventilasi: Lokal Knalpot: Diutamakan Mekanikal (Umum): Diterima Khusus: Tidak ada Lain-lain: Tidak ada bakaran Prosedur . Hilangkan semua sumber pengapian. pengapian sumber dan oksidasi. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak sadar. Mencuci pakaian yang terkontaminasi sebelum digunakan kembali.Kulit . jika sadar. 5. Clean-up personil harus mengenakan yang tepat peralatan dan pakaian pelindung. Dapatkan perawatan medis jika terjadi iritasi. INFORMASI PERLINDUNGAN KHUSUS Perlindungan pernapasan (Sebutkan Type): Sebuah NIOSH / MSHA kimia cartridge respirator harus dipakai jika PEL atau TLV adalah terlampaui. Tetap hangat.mandiri alat pernapasan. Hapus yang terkontaminasi pakaian. tenang. CO2 atau busa yang sesuai. Berikan oksigen jika sulit bernapas.seksama mencuci area yang terkena selama minimal 15 menit. Menelan . 7. TUMPAHAN ATAU LEAK PROSEDUR Langkah yang harus Diambil dalam Bahan Kasus Dirilis atau tumpah: Ventilasi di area tumpahan. Tindakan pencegahan lain: Jangan menggunakan kontainer.0% Autoignition Suhu : Tidak tersedia data : Petugas pemadam kebakaran harus memakai perlengkapan pelindung penuh dan disetujui NIOSH. Hapus semua non. Menghirup . Unusual Bahaya Kebakaran dan Ledakan : Tidak tersedia data 6. memberikan pernapasan buatan jika napas telah berhenti. dan mendapatkan perhatian medis.4% LEL UEL 16.

dan saluran pernapasan Rute primer (s) Masuk: Inhalasi. Tidak terdaftar sebagai menyebabkan kanker dengan IARC. hidrogen peroksida. PVC atau setara Perlindungan mata: kacamata kimia Splash-bukti keselamatan harus dipakai. REAKTIVITAS DATA Stabilitas: Stabil Kondisi untuk Hindari: Panas. sumber pengapian. Negara dan peraturan lokal.049 Persen Volatile oleh Volume : 100 Tingkat Penguapan (BuAc = 1) : 0. alkali kuat.4 pada 20C Densitas Uap (udara = 1) : 2. logam Ketidaksesuaian (Bahan untuk Hindari): Oksidator. menelan atau kontak dengan kulit 12.7C Titik Didih : 118. 10. amina. PEMBUANGAN INFORMASI Pembuangan Limbah Metode: Buanglah sesuai dengan semua yang berlaku federal. atau OSHA. DATA FISIK Molekul Berat : 60. 14. asam kromat. karbonat Penguraian Produk: Cox Polimerisasi berbahaya: Tidak akan terjadi 11. Neoprene. mandi keselamatan 9. celemek. sulfida.1C Tekanan Uap : 11. Selalu kontak pemelihara limbah diizinkan (TSD) untuk memastikan kepatuhan. Pakaian pelindung lain atau Peralatan: jaket Lab. Kondisi Diperberat karena Overexposure: kondisi pernapasan Organ Sasaran: Mata. kulit. DATA EKOLOGI EPA Limbah Nomor: D002 D001 13.97 Kelarutan dalam Air : bercampur Penampilan dan Bau : cairan tak berwarna dengan bau menyengat Batal. TOKSISITAS DATA Toksisitas Data: IHL-mus LC50: 5620 ppm/1H ORL-tikus LD50: 3530 mg / kg kulit rbt LD50: 1060 mg / kg Efek Overexposure: Akut: Lihat bagian 3 Kronis: Mutasi dan efek reproduksi data yang dikutip. sianida. asam nitrat. logam. cuci mata.07 Spesifik Gravity (H2O = 1) : 1.05 Melting Point : 16. NTP.Perlindungan untuk Sarung tangan: Karet alam. INFORMASI TRANSPORTASI .

Texas 77396 AS Penjualan: 1-800-901-7247 Penjualan Internasional: 1-281-441-4400 Order Online: ScienceLab. hubungi: 1-800-424-9300 Internasional CHEMTREC.com CHEMTREC (24HR Telepon Darurat).025 Smith Rd.000 RCRA Bagian 261.com. SLA1258 CAS #: 64-19-7 RTECS: AF1225000 TSCA: TSCA 8 (b) persediaan: Asam asetat CI #: Tidak dipakai. Kategori Bahaya SARA Bagian 311/312 untuk Pelaporan: Akut EHS SARA Bagian 302 TPQ (lbs. panggilan bantuan: 1-281-441-4400 Bagian 2: Komposisi dan Informasi Bahan Komposisi: . asam asetat glasial Nama kimia: Acetic Acid. “Lembar Data Keselamatan Bahan Asam asetat MSDS Bagian 1: Produk kimia dan Identifikasi Perusahaan Nama Produk: Asam asetat Katalog Kode: SLA3784.): 5. hubungi: 1-703-527-3887 Untuk non-darurat. Inc 14. Carolina Pasokan biologi tidak membuat representasi atau jaminan untuk kesesuaian informasi ini untuk aplikasi tertentu substansi yang tercakup dalam Material Safety Data Sheet. Glacial Chemical Formula: C2-H4-O2 Informasi Kontak: Sciencelab. Sinonim: asam asetat. SLA3604. TAMBAHAN INFORMASI Informasi yang diberikan dalam Material Safety Data Sheet (MSDS) mewakili kompilasi data yang diambil langsung dari berbagai sumber yang tersedia bagi kita.DOT Nama Pengiriman yang tepat: Non-diatur 15. INFORMASI PERATURAN EPA TSCA Status: Pada Daftar Inventaris TSCA. SLA2101. SLA1438. Houston.33: Tidak ada 16. Setiap majikan harus hati-hati menilai applicability dari setiap informasi yang terkandung di sini dalam hal penggunaan khusus yang majikan menempatkan materi.) Tidak ada Bagian 313 SARA Kimia Daftar Nama: Kategori Kimia: Tidak ada Tidak ada CERCLA Bagian 103 RQ (lbs.

kemerahan scaling. Teratogenik EFEK: Tidak tersedia. mukosa selaput. Air dingin dapat digunakan. menelan. Ulang hal. menelan. Kulit Hubungi: Dalam kasus terjadi kontak. Benar-benar bersih sepatu sebelum digunakan kembali.Nama CAS #% dalam berat Asam asetat 64-19-7 100 Data toksikologis pada Bahan: Asam asetat: ORAL (LD50): Akut: 3310 mg / kg [Tikus]. Efek mutagenik: mutagenik untuk sel somatik mamalia. Tutup kulit yang teriritasi dengan yg melunakkan. kontak mata (korosif). Kontak kulit dapat menghasilkan luka bakar.Wash sebelum digunakan kembali. Potensi Efek Kesehatan kronis: Berbahaya jika terjadi kontak kulit (iritan). yang ditandai dengan batuk. inhalasi. Cair atau kabut semprotan dapat menghasilkan kerusakan jaringan terutama pada selaput lendir mata. kulit. Air dingin mungkin pakaian used. atau. Efek karsinogenik: Tidak tersedia. Paparan berulang atau berkepanjangan untuk zat dapat menghasilkan kerusakan target organ. PEMBANGUNAN TOKSISITAS: Tidak tersedia. kontak mata (iritan). Berbahaya dalam kasus kulit hubungi (korosif. inhalasi. segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit saat mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. penyiraman. dan gatal. Bagian 3: Identifikasi Bahaya Potensi Efek Kesehatan Akut: Sangat berbahaya jika terjadi kontak kulit (iritan). Berulang atau berlangsung lama paparan kabut semprotan dapat menghasilkan iritasi saluran pernapasan menyebabkan serangan sering infeksi bronkus. Substansi mungkin beracun untuk ginjal. sesekali. 2 atau kontak yang lama dengan semprotan kabut dapat menghasilkan iritasi mata kronis dan iritasi kulit yang parah.. Dapatkan perawatan medis dengan segera. mulut dan saluran pernapasan. segera siram mata dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit. Radang mata ditandai dengan kemerahan. Dermal (LD50): Acute: 1060 mg / kg [Kelinci]. Bagian 4: Tindakan Pertolongan Pertama Kontak Mata: Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. 4960 mg / kg [mouse]. 3530 mg / kg [Tikus]. Menghirup kabut semprotan mungkin menghasilkan iritasi parah saluran pernapasan. gigi. permeator). atau sesak napas. UAP (LC50): Akut: 5620 ppm 1 jam [mouse]. Mutagenik untuk bakteri dan / atau ragi. Dapatkan perawatan medis dengan segera. tersedak. Radang kulit yang ditandai dengan gatal. terik. Kulit Serius Hubungi: Cuci dengan sabun desinfektan dan menutupi kulit terkontaminasi dengan krim . Dalam kasus terjadi kontak.

Inhalasi: Jika terhirup. Bahaya Kebakaran di Hadirat Zat Berbagai: Mudah terbakar di hadapan nyala api terbuka dan bunga api.anti-bakteri. Resiko ledakan produk di adanya listrik statis: Tidak tersedia. Ini akan memicu pada kontak dengan kalium-ters-butoksida. Ledakan di Hadirat Zat Berbagai: Resiko ledakan produk di hadapan dampak mekanis: Tidak tersedia.9% Produk dari Pembakaran: Produk-produk ini karbon oksida (CO. CO2). Jika korban tidak bernafas. terutama jika . ikat pinggang atau ikat pinggang.4 ° F) Poin Flash: CUP TERTUTUP: 39 ° C (102. infeksi atau korosif. Sedikit eksplosif dalam kehadiran bahan pengoksidasi. dasi. Tertelan: JANGAN mengusahakan muntah kecuali bila diarahkan berbuat demikian oleh personel medis. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah. Auto-Ignition Suhu: 463 ° C (865. Keterangan khusus tentang Bahaya Kebakaran: Bereaksi dengan logam untuk menghasilkan gas hidrogen yang mudah terbakar. melakukan mulut ke mulut resusitasi. Cari bantuan medis segera. Jika tidak bernapas. Jika sulit bernapas. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul. pindahkan ke udara segar.4 ° F). swa-sulut/suhu penyulutan otomatis atau ledakan. PERINGATAN: Ini mungkin berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan untuk memberikan mulut ke mulut resusitasi bila bahan dihirup adalah racun. Bagian 5: Api dan Ledakan data Mudah terbakar Produk: mudah terbakar. ikat pinggang atau ikat pinggang. berikan oksigen.2 ° F). terlarut atau terdispersi dalam air. Media Fire Fighting dan Instruksi: Mudah terbakar cair. Batas mudah terbakar: RENDAH: 4% TINGGI: 19. semprotan air atau kabut. Sedikit mudah terbakar yang mudah terbakar di hadapan oksidasi bahan. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah. Dapatkan medis perhatian segera. Campuran amonium nitrat dan asam asetat menyatu ketika dihangatkan. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada bawah sadar orang. KEBAKARAN BESAR: Gunakan busa alkohol. KEBAKARAN KECIL: Gunakan bubuk kimia KERING. Jika sulit bernapas. panas. Serius Terhirup: Evakuasi korban ke daerah yang aman secepatnya. CUP OPEN: 43 ° C (109. dasi. Keren berisi kapal dengan jet air untuk mencegah tekanan build-up. Serius tertelan: Tidak tersedia. mengelola oksigen. dari logam. Mencari medis segera perhatian. berikan pernapasan buatan.

Simpan wadah di tempat yang sejuk dan berventilasi cukup. Jika produk dalam bentuk cair: Menyerap dengan bumi KERING. Jauhkan dari sumber api. Gunakan air semprot tirai untuk mengalihkan melayang uap. kromium trioksida. Stop bocor jika tanpa risiko. Bagian 6: Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran Tumpahan Kecil: Encerkan dengan air dan mengepel. atau menyerap dengan bahan inert dan tempat kering dalam wadah pembuangan limbah yang baik. Dalam hal ventilasi cukup. Jangan sampai air di dalam kontainer. Jika tertelan. Reaksi antara asam asetat dan bahan-bahan berikut berpotensi ledakan: 5-azidotetrazole. Penyimpanan: Simpan dalam area terpisah dan disetujui. kalium permanganat. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Simpan wadah tertutup rapat dan . Hati-hati bahwa produk tidak hadir pada konsentrasi tingkat di atas NAB. Jangan menyentuh bahan tumpah. Tidak bernapas gas / asap / uap / semprotan. Meminta bantuan bila dibuang. Tumpahan Besar: Mudah terbakar cair. asam. Keterangan khusus tentang Bahaya ledakan: hal. alkali. Jangan pernah menambahkan air pada produk ini. Encerkan asam asetat dan encer hidrogen dapat menjalani reaksi eksoterm jika dipanaskan. 3 Uap asam asetat memungkinkan membentuk ledakan campuran dengan udara. Jika produk dalam bentuk padat: Gunakan sekop untuk menaruh materi ke dalam wadah pembuangan limbah nyaman. pentafluoride brom. Jauhkan dari panas. Jangan menelan. Ground semua bahan peralatan yang berisi. mengurangi agen. dan triklorida phorphorus. pakai pernapasan yang sesuai peralatan. kadang-kadang eksplosif. tanggul jika diperlukan.hangat. Menetralisir residu dengan larutan encer natrium karbonat. ruang bawah tanah atau daerah terbatas. Bagian 7: Penanganan dan Penyimpanan Tindakan pencegahan: \ Jauhkan dari panas. Mencegahnya masuk ke dalam selokan. Jauhkan dari incompatibles seperti agen oksidasi. segera dapatkan saran medis dan tunjukkan wadah atau label. hidrogen peroksida. Jika diperlukan: Menetralisir residu dengan larutan encer natrium karbonat. pasir atau non-materi yang mudah terbakar. Reaksi derajat antara klorin trifluorida dan asam asetat sangat keras. Korosif cair. natrium peroksida. Menyerap dengan bahan inert dan menempatkan bahan yang tumpah dalam pembuangan limbah yang baik. logam. membentuk asam perasetat yang eksplosif pada 110 C. Periksa NAB pada MSDS dan dengan pemerintah setempat. Jauhkan dari sumber api.

Penuh sesuai. Uap respirator. Bagian 9: Sifat Fisik dan Kimia hal. periksakan ke dokter spesialis SEBELUM penanganan produk. Boots. Bagian 8: Pengontrolan Pemaparan / Perlindungan Pribadi Rekayasa Kontrol: Sediakan ventilasi pembuangan atau kendali teknik lain untuk menjaga konsentrasi udara uap di bawah masing-masing ambang batas nilai. Pastikan bahwa obat cuci mata stasiun dan pancuran keselamatan proksimal ke lokasi kerja stasiun.) Berat Molekul: 60. Sarung tangan. Uap respirator. cuka-seperti. Pakaian pelindung yang disarankan mungkin tidak cukup.2 Ionicity (dalam air): Tidak tersedia. Pastikan untuk menggunakan respirator yang disetujui / bersertifikat atau setara. Sebuah alat bernafas mandiri contained harus digunakan untuk menghindari inhalasi produk. Bau: pedas.9 ° F) Kritis Suhu: 321. Sarung tangan (Tahan). Coeff: Produk ini lebih mudah larut dalam air. Pribadi Perlindungan: Splash kacamata.5 kPa (@ 20 ° C) Kepadatan uap: 2.) Rasanya: Cuka.6 ° F) Melting Point: 16.6 ° C (61. asam (Strong.07 (udara = 1) Volatilitas: Tidak tersedia. Sintetis celemek. asam (Strong. Pribadi Perlindungan di Kasus dari Tumpahan Besar: Splash kacamata.67 ° C (611 ° F) Spesifik Gravity: 1. Batas: TWA: 10 STEL: 15 (ppm) [Australia] TWA: 25 STEL: 27 (mg/m3) [Australia] TWA: 10 STEL: 15 (ppm) dari NIOSH TWA: 25 STEL: 37 (mg/m3) dari NIOSH TWA: 10 STEL: 15 (ppm) [Kanada] TWA: 26 STEL: 39 (mg/m3) [Kanada] TWA: 25 STEL: 37 (Mg/m3) TWA: 10 STEL: 15 (ppm) dari ACGIH (NAB) [Amerika Serikat] [1999] TWA: 10 (ppm) dari OSHA (PEL) [Amerika Serikat] TWA: 25 (mg/m3) dari OSHA (PEL) [Amerika Serikat] Konsultasikan otoritas setempat untuk batas pemaparan diterima. . .05 g / mol Warna: tak berwarna.) pH (1% soln / air): [.1 ° C (244.48 ppm Air / Minyak Dist.049 (Air = 1) Tekanan Uap: 1. 4 Keadaan fisik dan penampilan: Cairan. log (minyak / air) = -0. Jelas (Light.disegel sampai siap untuk digunakan. Hindari semua sumber-sumber pengapian (percikan atau api). Asam] 2 Titik Didih: 118. Bau Threshold: 0.

kulit. Praktis tidak larut dalam disulfida Karbon. Keterangan khusus pada korosivitas: efek korosif Sedang pada perunggu. aseton. Lain Beracun Efek pada Manusia: Sangat berbahaya jika terjadi inhalasi (korosif paru). karbonat. . menelan. Bagian 10: Stabilitas dan Reaktivitas data Stabilitas: Produk ini stabil. Dapat menyebabkan kerusakan berikut organ: ginjal. Keterangan khusus tentang Reaktivitas: Bereaksi hebat dengan oksidator kuat. Inhalasi. Kontak mata. asam. kontak mata (korosif). asam nitrat. Tidak ada korosi data pada kuningan Polimerisasi: Tidak akan terjadi. fosfat. alkohol. karbonat. kalium hidroksida. Tetraklorida. xilena. asam perklorat. Ketidakstabilan Suhu: Tidak tersedia. Sangat berbahaya jika terjadi kontak kulit (iritan). amonium nitrat. trifluorida klorin. amina. Oral akut toksisitas (LD50): 3310 mg / kg [Tikus]. dan anhidrida asetat. tembaga. Bahan dapat bereaksi dengan logam. Larut dalam dietil eter. permanganates. asam klorosulfonat. Kronis Efek pada Manusia: Efek mutagenik: mutagenik untuk sel somatik mamalia. Kondisi Ketidakstabilan: Panas. permeator). asam kromat. Sedikit korosif di hadapan aluminium. hal. hidrogen peroksida. dietil eter. aseton. oksida banyak. sianida. kuat basis. gigi. hidroksida. Mutagenik untuk bakteri dan / atau ragi. Berbahaya jika terjadi kontak kulit (korosif. 5 Keracunan untuk Hewan: PERINGATAN: LC50 ATAS NILAI TERTERA DI BAWAH INI ADALAH ESTIMASI BERDASARKAN Sebuah SAMBUNGAN 4-JAM.. asetaldehida. oleum. mengurangi agen alkali. Konsumsi. Toksisitas kulit akut (LD50): 1060 mg / kg [Kelinci]. sumber pengapian. bahan yang tidak kompatibel Ketidakcocokan dengan berbagai zat: Reaktif dengan oksidator.Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air. Korosivitas: Sangat korosif di hadapan stainless steel (304). Kelarutan: Mudah larut dalam air dingin. Bagian 11: Informasi Toksikologi Rute masuk: Terserap melalui kulit. selaput lendir. Non-korosif kehadiran dari stainless steel (316). logam.. etilen imina. isosianat fosfor. Dermal kontak. Karbon Benzene. Larut dengan Gliserol. Toksisitas akut dari uap (LC50): 5620 1 jam [mouse]. sulfida. etilendiamin. air panas. sodium hidroksida. amonium tiosulfat.

Keterangan Khusus tentang Keracunan untuk Hewan: Tidak tersedia. diare. mengi. Kontak kulit berulang atau berkepanjangan dapat menyebabkan penebalan. menindas perasaan dalam nyeri dada atau dada. air liur. mual. tenggorokan. Korosif. batuk. lakrimasi. nekrosis tubular akut). dan sistem kemih (ginjal). Dapat menyebabkan terik. ulserasi. Namun. Mata: Sangat menjengkelkan dan korosif. Juga dapat mempengaruhi hati (gangguan fungsi hati). dan edema paru. mual. penglihatan kabur. dyspnea. dan metabolisme (berat badan). Inhalasi juga dapat menyebabkan rhinitis. Paparan kronis melalui inhalasi dapat menyebabkan asma dan / atau bronkitis dengan batuk. bersin. Ini mungkin juga perilaku (mirip dengan akut konsumsi).ginjal (hematuria. > 100 ppm 96 jam [Daphnia]. Tertelan: Cukup beracun. dan gastritis. konjungtivitis. koma dan kematian. Keterangan khusus pada Efek toksik lainnya pada Manusia: Efek Kesehatan Akut Potensi: Kulit: Sangat menjengkelkan dan korosif. otot kelemahan. 75 ppm 96 jam [Ikan (bluegill sunfish)]. Menyebabkan gangguan saluran pencernaan (pembakaran dan rasa sakit dari mulut. giddines. Bagian 12: Informasi Ekologi Ekotoksisitas: Ekotoksisitas dalam air (LC50): 423 mg / l 24 jam [Ikan (Goldfish)]. Tidak ada data manusia ditemukan. takipnea. dahak. hematemesis. dan / atau sesak napas. muntah. perilaku (kejang-kejang. Mempengaruhi organ arti (hidung. kemerahan. telinga. kejang abdomial. faringitis. Juga dapat menyebabkan syok. Menyebabkan gangguan pada kulit (memerah dan gatal. kelemahan otot). jauh produk degradasi jangka mungkin timbul. Hal ini juga dapat mempengaruhi darah (leukosit menurun count). perdarahan. Albuminuria. Eksposur parah dapat menyebabkan jaringan paru-paru kerusakan dan korosi (ulkus) pada selaput lendir. dan nyeri. dan perut. menghitam. dan saluran kemih sistem . Efek Kesehatan kronis Potensi: Paparan kronis melalui konsumsi dapat menyebabkan menghitam atau erosi pada gigi dan rahang nekrosis. batuk. dan darah. kerusakan kornea dan konjungtiva dan permanen cedera. Juga dapat menyebabkan dispnea atau asfiksia. bronkitis. BOD5 dan COD: BOD-5: 0. Penghirupan: Menyebabkan iritasi saluran pernapasan parah. Keterangan khusus pada Efek kronis pada Manusia: Dapat mempengaruhi materi genetik dan dapat menyebabkan efek reproduksi berdasarkan data hewan. sianosis. kerusakan jaringan dan luka bakar.88 g oksigen / g Produk Biodegradasi: Produk jangka pendek mungkin berbahaya degradasi tidak mungkin.34-0. mata. nephrosis. gagal ginjal akut. peradangan). 88 ppm 96 jam [Ikan (ikan kecil orang bodoh)]. Menyebabkan iritasi mata. dan cracking kulit. Dapat menyebabkan luka bakar. . Dapat menyebabkan pneumonitis kimia. rasa). pusing.

Klasifikasi Lain: WHMIS (Kanada): KELAS B-3: Cairan mudah terbakar dengan titik nyala antara 37. Keterangan khusus pada Produk Biodegradasi: Tidak tersedia.S.1200).: Asam asetat: 5000 lbs. KELAS E: Cairan Korosif.S. EINECS: Produk ini pada Eropa Inventarisasi ada Zat Kimia Komersial. Kelas 8: Bahan Korosif Identifikasi Asam :: asetat. Bagian 14: Transportasi Informasi DOT Klasifikasi: hal. HMIS (U.A.8 ° C (100 ° F) dan 93. segera saran medis (tunjukkan label jika memungkinkan). 6 KELAS 3: Cairan mudah terbakar. negara bagian dan lokal peraturan pengendalian lingkungan. (2. segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. Bagian 15: Informasi Peraturan Lainnya Federal dan Negara Peraturan: New York rilis pelaporan daftar: Asam asetat Rhode Island RTK berbahaya zat: asam asetat Pennsylvania RTK: Acetic asam Florida: Asam asetat Minnesota: Asam asetat Massachusetts RTK: Asam asetat New Jersey: Asam asetat California Direktur Daftar zat Berbahaya (8 CCR 339): asam asetat TSCA 8 (b) persediaan: CERCLA Asam asetat: zat Berbahaya. Dscl (MEE): R10-mudah terbakar. S45-Jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak sehat.): Kesehatan: 3 Mudah terbakar: 2 Reaktivitas: 0 Spesifik bahaya: .3 ° C (200 ° F).268 kg) Peraturan lainnya: OSHA: Berbahaya oleh definisi Hazard Komunikasi Standar (29 CFR 1910. R35-Menyebabkan luka bakar parah. S23-Jangan menghirup gas / asap / uap / spray [***] S26-Jika terjadi kontak dengan mata.A.Toksisitas atau Produk dari Biodegradasi: Produk dari degradasi kurang beracun dari produk itu sendiri. Bagian 13: Pertimbangan Pembuangan Limbah Pembuangan: Limbah harus dibuang sesuai dengan federal. Unna Es: 2789 PG: II Ketentuan Khusus untuk Transportasi: Tidak tersedia.): Kesehatan Bahaya: 3 Kebakaran Bahaya: 2 Reaktivitas: 0 Perlindungan Pribadi: H National Fire Protection Association (U.

Lainnya Pertimbangan Khusus: Tidak tersedia. bahkan jika ScienceLab. Dalam hal tidak ada ScienceLab. . konsekuensial atau teladan. tidak langsung. Memakai sesuai respirator ketika ventilasi tidak memadai. dan kita asumsikan hal. sehubungan dengan informasi tersebut. APAPUN timbul.Alat Pelindung: Sarung tangan (tahan). 7 tidak ada kewajiban yang timbul dari penggunaannya. kami tidak membuat jaminan yang dapat diperjualbelikan atau garansi lain. atau kerusakan pihak ketiga atau untuk kehilangan keuntungan atau kerusakan khusus. insidental. Uap respirator. Pengguna harus melakukan penyelidikan sendiri untuk menentukan kesesuaian informasi untuk khusus mereka tujuan.com bertanggung jawab atas segala klaim. Dibuat: 2005/10/09 15:35 Terakhir Diperbarui: 11/01/2010 12:00 Informasi di atas diyakini akurat dan mewakili informasi terbaik saat ini tersedia bagi kita. kerugian. Sintetis celemek. Splash kacamata.com telah diberitahukan mengenai kemungkinan kerusakan tersebut. tersurat maupun tersirat. Pastikan untuk menggunakan respirator yang disetujui / bersertifikat atau setara. Bagian 16: Informasi Lainnya Referensi: Tidak tersedia. Namun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful