HOSEA RYAN VALENTHIO 110110090308 HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA

Analisa Wawancara Hakim PTUN HUJJA TULHAQ S.H.,M.H.

Menurut Hakim Hujja Tulhaq S.H.,M.H. kasus yang diajukan ke PTUN bertambah, data yang diajukan relatif , tetapi cenderung meningkat aktif sejak tahun 1991 dan 1996. Perkara- perkara yang diajukan paling banyak perkara pertanahan, kepegawaian, perijinan dan lain-lain. Sejak tahun 2001 sampai sekarang. Menurut saya pertumbuhan dan perkembangan Hukum

Administrasi Negara yang sangat pesatlah yang menjadi faktor utama meningkatnya kasus atau perkara yang timbul dan diajukan ke PTUN. Tugas pemerintah semata-mata hanya di bidang pemerintahan saja, melainkan harus juga melaksanakan kesejahterahan sosial melalui Pembangunan Nasional. Banyaknya campur tangan pemerintah di dalam sektor-sektor di kehidupan masyarakat, baik dalam bentuk undang-undang maupun

peraturan pelaksanaan lainnya yang dilaksanakan oleh administrasi negara, selaku alat perlengkapan negara yang menyelenggarakan tugas servis publik ini membuat sering terjadinya perbuatan administrasi negara yang melawan hukum dan atau dirasa merugikan rakyat inilah yang membuat banyaknya gugatan yang diajukan. Cakupan peraturan hukum administrasi juga luas dan terus berkembang.

bangsa dan negara lah yang harus tetap dijaga dan dipelihara. karena keputusan yang dikeluarkan oleh pejabat tersebut telah merugikan masyarakat. tergantung kepada pejabat tersebut. Misalnya walikota tidak mau melaksanakan .Mengapa kasus relatif berubah bertambah? Apakah karena pejabatnya yang bermasalah atau karena rakyatnya yang lebih sadar terhadap hukum? Menurut beliau. Keseimbangan serta keselarasan kepentingan perseorangan terhadap kepentingan umum. Banyaknya keputusan yang dianggap masyarakat merugikan ini memicu kesadaran hukum masyarakat didalam mengajukan gugatannya ke pengadilan untuk menuntut keadilan.II/MPR/1978 “kerakyatan yang kebijaksanaan dalam permusyaratan/perwakilan” yang berelevansi dengan empat sila lainnya dan kepada hukum selau tolak ukur batas toleransi dalam menentukan tindakan-tindakan adminstrasi negara. Setiap masyarakat pasti menginginkan suatu keadilan dan mendapatkan suatu keputusan yang dapat memberikan mereka suatu keuntungan. Bila pejabat yang bersalah tersebut tidak mau melaksanakan eksekusi. maka dapat diadukan kepada pejabat yang lebih tinggi. Ketetapan atau keputusan yang dibuat oleh administrasi negara itu harus dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan pada Yang sila Maha Esa berdasarkan dipimpin TAP oleh MPR hikmah No. Hal ini menurut saya masih terdapat kelemahan-kelemahan di dalam mengambil keputusan yang menimbulkan rasa ketidakpuasan dari masyarakat dan rakyat merasa dirugikan. Bagaimana mengenai ketaatan pejabat yang diputus bersalah tapi tidak ada eksekusi? Menurut beliau. Maka dari itu maka perlindungan serta kepastian hukum harus diberikan tidak hanya kepada rakyat. melainkan juga administrasi negara. Baik oleh pejabat pusat maupun pejabat daerah. mau melaksanakan eksekusi tersebut atau tidak. jika meningkat berarti karena pejabatnya yang bermasalah.

5 Tahun 1986 yang memulai dibentuknya Peradilan Tata Usaha Negara yang ada saat ini. bea cukai dan kepegawaian. hal ini tidak dapat terlepas dari perkembangan Administrasi Negara itu sendiri yang terus berkembang pesat seiring perkembangan zaman. perpajakan. Pengadilan administrasi tidak . Dan pada UU tentang peradilan tata usaha negara selanjutnya no. Contohnya. Mungkin atau tidak kah kewenangan PTUN semakin bertambah nantinya? Narasumber berpendapat bahwa. mempunyai wewenang yang lebih luas.eksekusi. Kewenangan dari PTUN sampai dengan dikeluarkannya UU No. Menurut saya pengembangan kewenangan dari Peradilan Tata Usaha Negara itu sangat lah dimungkinkan. dan begitu seterusnya sampai kepada presiden. perizinan. yang salah satu pasalnya mengatakan bahwa tidak hanya hal tertulis (surat) saja yang bisa diajukan ke PTUN. 51 tahun 2009 tentang peradilan tata usaha negara. terdapatnya sengketa-sengketa administrasi yang sering timbul saat-saat ini terutama di bidang perumahan. meskipun kerugiannya tidak tertulis tapi bias dituntut ke PTUN. sangat dimungkinan. padahal ia terbukti bersalah. Administrasi negara didalam menjalankan tugas-tugas servis publik harus melakukakan suatu tindakan. karena UU yang pertama mengenai peradilan tata usaha Negara no. dan terkadang tindakan atau perbuatan tersebut dapat melanggar hukum.5 tahun 1986.5 tahun 1986 masih terdapat kelemahan-kelemahan. pertanahan. karena kesalahan pejabat PJPU yang mengabaikan jalan rusak tersebut sehingga terjadi kecelakaan. maka kita dapat mengajukannya ke gubernur. Perkembangan administrasi negara inilah yang membuat dibentuknya Undang-undang No. semakin bertambah terus. Semakin bertambahnya kewenangan PTUN dapat dilihat dari telah adanya RUU yang masih dibahas di DPR. Maka korban kecelakaan dapat menuntut pejabat PJPU ke PTUN.9 tahun 2004 sebagai pengganti UU no. tetapi hal yang tidak tertulis pun bisa. masalah jalan rusak.

terlebih pengadilan tata usaha negara secara constitutional merupakan salah satu badan peradilan di bawah mahkamah agung yang mempunyai kewenangan dalam memeriksa. mengadili dan memutus perkara tata usaha negara. Didalam undang-undang tersebut terdapat perubahan-perubahan.hanya merupakan sarana pemeliharaan ketertiban dan tempat mencari keadilan saja. Terdapat perubahan penting lainnya atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. melainkan juga merupakan stabilisator hukum dalam menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum. yang dilakukan melalui penataan sistem peradilan yang terpadu.51 Tahun 2009. Kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan sehingga perlu diwujudkan adanya lembaga peradilan yang bersih dan berwibawa dalam memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat. baik menyangkut teknis yudisial maupun non yudisial yaitu urusan organisasi. dan finansial di bawah kekuasaan Mahkamah Agung. administrasi. Selanjutnya diberikan kewenangan yang lebih luas kepada Peradilan Tata Usaha Negara dengan dikeluarkannya UU No. dikatakan bahwa Peradilan Tata Usaha Negara meletakkan dasar kebijakan bahwa segala urusan mengenai Peradilan Tata Usaha Negara. Pada dasarnya perubahan ini untuk mewujudkan penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang merdeka dan peradilan yang bersih serta berwibawa. .

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ini karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutuhan hukum masyarakat dan ketatanegaraan menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hal ini jelas menunjukkan bahwa admnistrasi negara terus berkembang secara pesat dan kewenangan PTUN pun semakin bertambah dengan berubahnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 menjadi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan dengan dikeluarkannya UU No.51 Tahun 2009. sampai sekarang hal ini juga masih dapat dilihat dengan dari telah adanya RUU yang masih dibahas di DPR. tetapi hal yang tidak tertulis pun bisa. yang salah satu pasalnya mengatakan bahwa tidak hanya hal tertulis (surat) saja yang bisa diajukan ke PTUN. Kewenangan PTUN bertambah terus dari zaman ke zaman. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful