Penentuan Azimuth Dengan Pengamatan Matahari

By yanto budisusanto

Prinsip Penentuan Azimuth Dengan Pengamatan Matahari • • • • AM= Azimuth Matahari P = Titik Acuan Ap = Azimuth Titik Acuan Ψ = Sudut horisontal antara titik acuan dan matahari • O = Titik Pengamat
4/15/2010 by yanto budisusanto 2

Prinsip Penentuan Azimuth Dengan Pengamatan Matahari • Al t yang diperlukan Alat di l k
– Pengukur sudut/arah horisontal dan vertikal tik l
• Theodolit dan perlengkapannya • Total Station dan perlengkapannya

– Alat penunjuk waktu
• Arloji / jam tangan

4/15/2010

by yanto budisusanto

3

Prinsip Penentuan Azimuth Dengan Pengamatan Matahari
• Jika Hs adalah bacaan arah lingkaran horisontal alat pengukur sudut ke titik acuan (P) • Jika Hm adalah bacaan arah lingkaran horisontal alat pengukur sudut ke matahari • Maka Ψ = Hs – Hm • Sehingga Ap = AM + Ψ
4/15/2010 by yanto budisusanto 4

Prinsip Penentuan Azimuth Dengan Pengamatan Matahari
• AM = Azimuth Matahari • ∆ Bola KU-M-Z dapat dihitung jika diketahui tiga unsurnya • D Dengan peralatan diatas dapat l di d menentukan : – Busur ZM – Waktu Pengamat t
• Kekurangan data dapat dibantu dengan : – Peta Topografi untuk menentukan lintang pengamat Z-KU – Tabel Deklinasi Matahari dan Perata Waktu untuk menentukan unsur M-KU pada tanggal dan tahun pengamatan – T b l Deklinasi diperoleh dari Nautical Almanac DITTOP AD Tabel D kli i di l h d i N ti l Al
by yanto budisusanto 5

4/15/2010

3. M. 2. 3 adalah Metode Tinggi Matahari – No. 4 adalah Metode Sudut Waktu by yanto budisusanto 6 4/15/2010 . 2. 1. Z-M = 900 – h 2.KU.Prinsip Penentuan Azimuth Dengan Pengamatan Matahari • ∆ Astronomis diketahui 1. Z-KU = 900 – φ 3. M-KU = 900 .δ 4.Z = t (sudut waktu) Keterangan : – h = Tinggi Matahari – δ = Deklinasi Matahari Mataha i – φ = Lintang Pengamat • • Metode Penentuan Azimuth Dengan Pengamatan Matahari – No.

Metode Tinggi Matahari • Cos A = Cos (900-δ) – Cos (900-φ) Cos (900-h) Sin ( 0 – φ) Sin (900-h) (90 ) ( h) Sin δ – Sin φ Sin h Cos φ Cos h = • Apabila alat pengukur sudut menggunakan sudut zenith. maka : Cos A = Sin δ – Sin φ Cos z Cos φ Sin z • A adalah Azimuth Matahari 4/15/2010 by yanto budisusanto 7 .

000 ketelitian 15” 4/15/2010 by yanto budisusanto 8 . Lintang Pengamat – Peta Topografi 1 : 50. sehingga penunjuk waktu yang kita gunakan harus mempunyai ketelitian sampai menit 2. bila diketahui waktu saat pengamatan p g – Harga deklinasi dapat berubah sampai 1” per menit waktu. Deklinasi M t h i 1 D kli i Matahari – Diperoleh dari tabel Nautical Almanac.000 ketelitian 3” – Peta Topografi 1 : 250.Metode Tinggi Matahari • Data yang dibutuhkan : 1.

Tinggi Matahari – – – – Koreksi refraksi Koreksi K k i paralaks l k Koreksi tinggi tempat pengamat dari msl Koreksi ½ diameter matahari bila pengamatan menggunakan cara menyinggungkan tepi-tepi matahari pada y gg g p p p benang silang 4/15/2010 by yanto budisusanto 9 .Metode Tinggi Matahari • Data yang dibutuhkan : 3.

sebaiknya diamati pagi dan sore simetris terhadap meridian pengamat sehingga didapat : – – – – 4/15/2010 Ap = Azimuth pagi As = Azimuth Sore Ap = 3600 . Untuk Menghilangkan kesalahan 4 U t kM hil k k l h sistematis yaitu salah menentukan lintang pengamat (φ) dan tinggi matahari (h).Metode Tinggi Matahari • Data yang dibutuhkan : 4.As Azimuth terukur adalah rerata by yanto budisusanto 10 .

Metode Tinggi Matahari • Saran untuk memperoleh ketelitian lebih d l l bih dalam menentukan Azimuth : t k A i th 1. Pengukuran sudut / pengamatan matahari dilakukan dengan beberapa seri i 3. Pengamatan dilakukan pagi dan sore 2. Tinggi matahari antara 50 – 150 sebab lintang pengamat di Indonesia φ < 150 4/15/2010 by yanto budisusanto 11 .

Metode Sudut Waktu • tg A = .Sin t Cos φ Sin δ – Sin φ Cos t • A adalah Azimuth Matahari • Sudut waktu (t) = GMT + PW + λ – 12 jam • GMT PW λ 4/15/2010 = WIB – 7 jam j = Perata waktu (dari tabel) = Bujur pengamat by yanto budisusanto 12 .

Metode Sudut Waktu • Cos t = Sin h .Sin φ Sin δ Cos φ Cos δ • t dicari dengan rumus diatas • Untuk menghindari PW negatif maka diganti dengan E = PW + 12 jam • Sudut waktu (t) = GMT + E + λ – 24 jam 4/15/2010 by yanto budisusanto 13 .

000 ketelitian 15 250 000 15” 2. Deklinasi Matahari 1 D kli iM t h i – – Diperoleh dari tabel Nautical Almanac.Metode Sudut Waktu • Data yang dibutuhkan : 1.000 ketelitian 3” Peta Topografi 1 : 250. Tabel Perata Waktu 4/15/2010 by yanto budisusanto 14 . Lintang dan Bujur Pengamat – – 3. sehingga penunjuk waktu yang kita gunakan harus mempunyai ketelitian sampai menit Peta Topografi 1 : 50. bila diketahui waktu saat pengamatan Harga deklinasi dapat berubah sampai 1” per menit waktu.

maka matahari diamat pagi dan sore t h i di t id Sudut horisontal didapat dengan membaca arah horisontal pada pagi dan sore pada tinggi yang sama Arah kutub didapat dengan membagi dua sudut horisontal tersebut Azimuth matahari didapat dari hasil bagi sudut h h dd d h lb d horisontal antara pagi dan sore ditambah atau dikurang sudut horisontal antara matahari dan titik acuan Metode ini tidak memerlukan rumus.Metode Pengamatan Matahari Pada Tinggi Yang Sama • • • • Untuk mendapatkan ketinggian yang sama. hanya berdasar pada geometri peredaran matahari mengelilingi kutub dalam gerak hariannya by yanto budisusanto 15 • 4/15/2010 .

Metode Pengamatan Matahari Pada Tinggi Yang Sama AzMthr = ½β ±Ψ 4/15/2010 by yanto budisusanto 16 .

Metode Pengamatan Matahari g Pada Tinggi Yang Sama • Data yang dibutuhkan – Bacaan arah horisontal ke matahari pada pagi dan sore pada tinggi yang sama – Bacaan arah horisontal antara matahari pagi dan titik acuan id i ik 4/15/2010 by yanto budisusanto 17 .

Metode Pengamatan Matahari g Pada Tinggi Yang Sama • Cara kerja C k j Akan ditentukan azimuth garis OP – Bidik titik acuan P – Baca dan catat lingkaran horisontal (S1) – Bidik matahari pada pagi hari – Baca dan catat lingkaran horisontal (S2) dan vertikal (h) – Bidik matahari pada sore hari dengan bacaan arah vertikal (h) yang sama dengan pagi hari – Baca dan catat lingkaran horisontal (S3) 4/15/2010 by yanto budisusanto 18 .

8 Sudut horisontal antara matahari pagi dan titik P = ψ = S2 – S1 = U = ½ ( S3 – S2 ) 9.Metode Pengamatan Matahari g Pada Tinggi Yang Sama • Cara kerja C k j Akan ditentukan azimuth garis OP 7. Azimuth OP =U+ψ = ½ ( S3 – S2 ) + ( S2 – S1 ) 4/15/2010 by yanto budisusanto 19 . Arah kutub 10. Sudut horisontal antara matahari pagi 7 S d th i t l t t h i i dan sore = β = S3 – S2 8.

Metode Pengamatan Matahari Pada Tinggi Yang Sama 4/15/2010 by yanto budisusanto 20 .

tergantung cuaca 4/15/2010 by yanto budisusanto 21 .Metode Pengamatan Matahari g Pada Tinggi Yang Sama • Kekurangan / K l K k Kelemahan h – Terdapat masa tunggu antara pagi hingga sore hari (alat ukur tetap pada posisi pagi hingga sore hari) – Kemungkinan gagal cukup besar karena pada tinggi (h) sore hari yang sama dengan pagi hari belum tentu bisa di amat (t h l t (terhalang awan atau h j ) t hujan).

Metode Pengamatan Matahari g Pada Tinggi Yang Sama • Kelebihan – Tidak perlu membaca waktu – Asumsi deklinasi matahari pagi sama dengan sore hari – Menghindari ketergantungan terhadap cuaca. maka pengamatan dibuat beberapa pasang b b 4/15/2010 by yanto budisusanto 22 .

) t : ½ interval waktu pengamatan pagi dan sore ( dlm satuan jam ) φ : lintang pengamat δs : Deklinasi sore hari δs : Deklinasi pagi hari p g by yanto budisusanto 23 4/15/2010 .Metode Pengamatan Matahari g Pada Tinggi Yang Sama • • • Bila asumsi ditiadakan berarti terdapat koreksi deklinasi matahari pada pagi dan sore hari sebesar C C = ½ ( δs – δp ) Sec φ Cosec t C : besar koreksi ( tanda .

Metode Pengamatan Matahari g Pada Tinggi Yang Sama • Bila asumsi ditiadakan berarti terdapat koreksi deklinasi matahari pada pagi dan sore hari sehingga masih memerlukan data : – deklinasi – lintang pengamat ( dari peta topografi ) – waktu 4/15/2010 by yanto budisusanto 24 .

prisma roelofs i l f – Untuk mengamat matahari 4/15/2010 by yanto budisusanto 25 . kertas tadah.Peralatan yang digunakan • Theodolit dan perlengkapannya – U t k pembaca arah Untuk b h Arah target dan matahari baik secara vertikal dan horisontal – Untuk pengukur sudut vertikal dan horisontal sudut antara matahari dan target secara horisontal dan sudut vertikal kedudukan matahari • Filter gelap (gelas rektikule).

Peralatan yang digunakan • Arloji atau chronometer – U t k menunjukkan waktu salah satu Untuk j kk kt l h t wilayah indonesia – atau menunjukkan waktu universal (UT) atau GMT g – Ketelitian tidak kurang dari 1 menit • Tabel deklinasi – Untuk menunjukkan deklinasi saat j pengamatan – Tabel deklinasi pada tahun berjalan 4/15/2010 by yanto budisusanto 26 .

Peralatan yang digunakan • Peta topografi – Untuk menunjukkan lokasi lintang pengamat • Termometer dan barometer (bila ada akan lebih baik) – Untuk koreksi suhu dan tekanan 4/15/2010 by yanto budisusanto 27 .

Cara Pengamatan • Memakai filter gelap di lensa okuler • Menadah bayangan matahari dengan kertas putih • Memakai prisma roelofs di lensa y obyektif 4/15/2010 by yanto budisusanto 28 .

Filter Gelap • Filter gelap dipasang pada lensa okuler teropong • Pengamat dapat membidik langsung matahari • Kondisi : – Diafragma memiliki lingkaran horisontal – Diafragma tidak memiliki lingkaran horisontal 4/15/2010 by yanto budisusanto 29 .

Filter Gelap • Jika diafragma mempunyai lingkaran matahari – Pembidikan matahari dilakukan dengan masukkan bayangan matahari ke dalam lingkaran diafragma b h k d l l k d f 4/15/2010 by yanto budisusanto 30 .

Filter Gelap • Jika diafragma tidak mempunyai lingkaran matahari – Pembidikan matahari dilakukan dengan menyinggungkan benang silang pada tepi bayangan matahari – Metode persinggungan / Tangen Method 4/15/2010 by yanto budisusanto 31 .

Filter Gelap • Jika diafragma tidak mempunyai lingkaran matahari – Pembidikan matahari dilakukan dengan menyinggungkan salah satu benang silang di tengah bayangan matahari – Metode singgung pusat / Center Tangen Method 4/15/2010 by yanto budisusanto 32 .

metode persinggungan atau metode persinggungan pusat) – Baca waktu sudut horisontal dan vertikal waktu.Filter Gelap • Cara Kerja – – – – – – Buka semua klem theodolit (horisontal dan vertikal) Bidikkan teropong ke matahari Bila sudah dekat kedua klem dikunci Bayangan matahari diperjelas Benang silang diperjelas Tepatkan bayangan matahari dengan penggerak halus sesuai dengan yang kehendaki (lingkaran diafragma. – Catat dalam formulir ukur – Gambarkan/sketsa arah gerakan bayangan matahari by yanto budisusanto 33 4/15/2010 .

Menadah Bayangan Matahari 4/15/2010 by yanto budisusanto 34 .

Benang Silang disinggungkan ke tepi bulatan bayangan Matahari 4/15/2010 by yanto budisusanto 35 .Menadah Bayangan Matahari y g Karton Putih Bayangan Matahari Teodolit/ E.T.S.

Menadah Bayangan Matahari • Teropong Terbalik T b lik 4/15/2010 by yanto budisusanto 36 .

Menadah Bayangan Matahari • Teropong Tegak 4/15/2010 by yanto budisusanto 37 .

Menadah Bayangan Matahari • Cara Kerja – Buka semua klem thoedolit (horisontal dan vertikal) ( ) – Bidikkan teropong ke matahari sedemikian hingga bayangan matahari tampak pada kertas yang kita tadahkan pada lensa okuler teropong – Bila sudah dekat kedua klem dikunci – Bayangan matahari diperjelas – Benang silang diperjelas – Tepatkan bayangan matahari dengan penggerak halus sesuai dengan yang kehendaki (lingkaran diafragma. sudut horisontal dan vertikal – Catat dalam formulir ukur – Gambarkan/sketsa arah gerakan bayangan matahari by yanto budisusanto 38 4/15/2010 . metode persinggungan atau metode persinggungan pusat) – Baca waktu.

Do not ever try to this one !!! Dilarang membidik langsung ke matahari dengan teodolit tanpa alat khusus 4/15/2010 by yanto budisusanto 39 .

Prisma Roelofs • Prisma roelofs dipasang pada lensa obyektif teropong • Pengamat dapat membidik langsung matahari • K di i fisik alat : Kondisi fi ik l t – Sepasang prisma tipis. di bagian belakang ditutup dengan filter warna coklat 4/15/2010 by yanto budisusanto 40 . berbentuk setengah lingkaran. lingkaran satu sama lain dipasang tegak lurus dalam tabung yang cukup pendek – Dibagian muka ditutup dengan filter warna hijau.

sehingga alat ini bisa dipasang pada teropong dilengkapi dengan baut pengeras 4/15/2010 by yanto budisusanto 41 .Prisma Roelofs • Kondisi fisik alat : – Tabung dipasang pada suatu cincin dengan engsel sehingga bisa membuka dan menutup – Cincin tersebut dilekatkan pada cincin yang lebih besar berdiameter sama dengan lensa obyektif teropong.

Prisma Roelofs 4/15/2010 by yanto budisusanto 42 .

Prisma Roelofs Pada Alat Ukur • Saat membidik titik acuan lensa dibuka 4/15/2010 by yanto budisusanto 43 .

Prisma Roelofs • Efek yang dihasilkan untuk mengamat matahari akan dihasilkan empat bayangan matahari di tiap-tiap kuadran p p • Sudut refraksi prisma dibuat sedemikian rupa sehingga bayangan matahari pada kuadran yang berbatasan akan saling bertampalan (overlap) • Tiap pertampalan akan membentuk pe s a ga ya g te a g persilangan yang terang • Ditengah persilangan akan terbentuk bangun belah ketupat hitam (gelap) 4/15/2010 by yanto budisusanto 44 .

Prisma Roelofs • Bangun Belah Ketupat 4/15/2010 by yanto budisusanto 45 .

Prisma Roelofs • Keuntungan – K t liti pengamatan lebih baik Ketelitian t l bih b ik – Tidak ada kesalahan dalam menyinggungkan benang silang terhadap bayangan matahari (personal systematic tangensy error) – Benang silang selalu dapat dilihat dengan jelas – Tid k ada keragu-raguan t t Tidak d k tentang pemilihan kuadran dan macam koreksinya 4/15/2010 by yanto budisusanto 46 .

sudut horisontal dan vertikal – Catat dalam formulir ukur – Gambarkan/sketsa arah gerakan bayangan matahari 4/15/2010 by yanto budisusanto 47 .Prisma Roelofs • Cara kerja : – – – – – – Buka semua klem theodolit (horisontal dan vertikal) Bidikkan teropong ke matahari Bila sudah dekat kedua klem dikunci Bayangan matahari diperjelas y g p j Benang silang diperjelas Tepatkan bayangan matahari dengan penggerak halus sesuai dengan yang kehendaki g y g – Baca waktu.

Cara Kerja Satu Seri Rangkap • • • • • Teropong Teropong Teropong p g Teropong Teropong diarahkan ke diarahkan ke diputar 1800 p diarahkan ke diarahkan ke titik acuan matahari matahari titik acuan 4/15/2010 by yanto budisusanto 48 .

Contoh Formulir Pengamatan Matahari 4/15/2010 by yanto budisusanto 49 .

J j k t K i i Jogjakarta 4/15/2010 by yanto budisusanto 50 . Penerbit Kanisius. Basuki. 1988. “PENENTUAN AZIMUTH DENGAN PENGAMATAN MATAHARI”. S.Sumber Pustaka • Kartawiharja. Ir.

4/15/2010 by yanto budisusanto 51 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful