You are on page 1of 20

ETOS KERJA

A. Pengertian etos kerja Etos berasal dari bahasa Yunani yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesuatu kelompok. Secara terminologis kata etos, yang mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian berbeda yaitu:    Suatu aturan umum atau cara hidup. Suatu tatanan aturan perilaku. Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku. Dalam pengertian lain, etos dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita cita yang positif. Dari keterangan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa kata etos berarti watak atau karakter seorang individu atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan yang disertai dengan semangat yang tinggi, guna mewujudkan sesuatu cita-cita. Etos kerja adalah refleksi dari sikap hidup yang mendasar maka etos kerja pada dasarnya juga merupakan cerminan dari pandangan hidup yang berorientasi pada nilai-nilai yang berdimensi transenden. B. Fungsi dan tujuan etos kerja Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetep perbuatan dan kegiatan individu. Menurut A. Tabrani Rusyan, fungsi etos kerja adalah :

  

Pendorong timbulnya perbuatan. Penggairah dalam aktivitas. Penggerak.

Kerja memiliki arti luas dan sempit dalam arti luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan maupun akhirat. Sedangkan dalam arti sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang persetujuan mendapatkan materi. Jadi pengertian etos adalah karakter seseorang atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan dalam bekerja yang disertai semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita. Nilai kerja dalam Islam dapat diketahui dari tujuan hidup manusia yang kebahagiaan hidup di dunia untuk akhirat, kebahagian hidup di akhirat adalah kebahagiaan sejati, kekal untuk lebih dari kehidupan dunia, sementara kehidupan di dunia dinyatakan sebagai permainan, perhiasan lading yang dapat membuat lalai terhadap kehidupan di akhirat. Manusia sebelum mencapai akhirat harus melewati dunia sebagai tempat hidup manusia untuk sebagai tempat untuk mancari kebahagiaan di akhirat. Ahli-ahli Tasawuf mengatakan: Untuk mencapai kebahagiaan di akhirat, manusia harus

mempunyai bekal di dunia dan di manapun manusia menginginkan kebahagiaan. Manusia berbeda-beda dalam mengukur kebahagiaan, ada yang mengukur banyaknya harta, kedudukan, jabatan, wanita, pengetahuan dan lain-lain. Yang kenyataannya keadaan-keadaan lahiriah tersebut tidak pernah memuaskan jiwa manusia, bahkan justru dapat menyengsarakannya. Jadi dianjurkan di dunia tapi tidak melupakan kehidupan akhirat. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan

Sedangkan bila dilihat dari segi kebudayaannya. di mulai dari usaha mengangkap sedalam-dalamnya sabda nabi yang mengatakan bahwa niali setiap bentuk kerja itu tergantung pada niat-niat yang dipunyai pelakunya. kepemimpinan Jepang dikenal memiliki etos kerja yang sangat baik dalam memajukan negara atau organisasi yang berada di dalamnya.S. Diambil dari sumber yang ditulis oleh Ahmad Kurnia dari buku karya ANN .serta mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara jepang itu sendiri. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. (Q. Semangat dan pantang menyerah merupakan ciri orang jepang. ada juga istilah MAKOTO yang artinya bekerja dengan giat semangat. Etos kerja yang baik ini menimbulkan suatu dampat kemajuan teknologi dan penguasaan teknologi.bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Etos kerja bangsa Jepang Jepang selama ini kita kenal sebagai salah satu negara didunia yang memiliki etos kerja yang hebat. jika tujuannya tinggi (mencari keridhaan Allah) maka ia pun akan mendapatkan nilai kerja yang tinggi.jujur serta ketulusan. AlQashash: 77) Pandangan Islam mengenai etos kerja. C. dari semboyan samurai yang menyatakan “Lebih baik mati dari pada berkalang malu”.belum lagi semangat dan semboyan serta falsafah yang lain yang dapat memacu kerja dan membentuk etos kerja para pekerja diluar negara jepang. dan jika tujuannya rendah (seperti misalnya hanya bertujuan memperoleh simpati sesama manusia belaka) maka setingkat pula nilai kerjanya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Jepang ternyata mampu bangkit dan bahkan menyaingi perekonomian tahunan negara negara yang Jepang menyerangnya. Di Jepang.450 jam/tahun. jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan besar. Mereka merasa lebih dihargai jika diberikan tugas pekerjaan yang berat dan menantang.957 jam/tahun). Keadaan ini tentu sangat berbeda dengan budaya kerja orang Indonesia yang biasanya selalu ingin pulang lebih cepat. dan selalu terancam bencana alam rupanya tidak menghalangi mereka menjadi bangsa yang dihormati dunia. kekurangan sumber tenaga kerja.911 jam/tahun). rata-rata jam kerja pekerja Jepang adalah 2. Terbukti. orang yang pulang kerja . secara otomatis mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Pada tahun 1960. jam kerja itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata jam kerja di negara lain. misalnya Amerika (1.680 jam/tahun). Orang Jepang sanggup berkorban dengan bekerja lembur tanpa mengharap bayaran.017 jam/tahun. tidak fasih berbahasa Inggris. semua pakar ekonomi saat itu memastikan Jepang akan segera mengalami kebangkrutan. Ukuran nilai dan status orang Jepang didasarkan pada disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskannya di tempat kerja (hlm. Jerman (1. Pada tahun 1992 jumlah itu menurun menjadi 2. Jepang menjelma menjadi raksasa di atas negaranegara besar dan berkuasa lainnya. “RAHASIA BISNIS ORANG JEPANG (Langkah Raksasa Sang Nippon Menguasai Dunia)” diceritakan setelah bom atom Amerika menghunjam Hiroshima dan Nagasaki yang merupakan jantung kota Jepang tahun 1945. pendapatan bersaing ketat di belakang Amerika Serikat. Namun.70). Bagi mereka.870 jam/tahun). Apalagi di bidang perteknologian. Dengan segala kekurangan secara fisik. hanya ada keinginan untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan mencurahkan seluruh komitmen pada pekerjaan. Inggris (1. dan Prancis (1. Dalam pikiran dan jiwa mereka.WAN SENG. dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun. Namun.

dianggap sebagai pekerja yang tidak penting. Sesudah perang dunia kedua. Mereka menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan produk Barat demi memenuhi kepentingan pasar dan konsumen. malas dan tidak produktif. Hal ini jelas terutama di dalam etos kerja orang Jepang. Dimana saja mereka berada bangsa Jepang selalu mempertahankan identitas dan jatidiri mereka. yakni perusahaan menaikan gaji pekerjanya tergantung umur mereka. Bahkan istri-istri orang Jepang lebih bangga bila suami mereka ”gila kerja” bukan ”kerja gila”. Sebab hal itu juga menjadi pertanda suatu status sosial yang tinggi. Bangsa Jepang bangga dengan produk buatan negeri sendiri. Namun bangsa Jepang melibatkan aspek emosi dan intuisi untuk menghasilkan inovasi yang sesuai dengan selera pasar. Bangsa Jepang memang pintar meniru tetapi mereka memiliki daya inovasi yang tinggi. perusahaan Jepang yang besar membentuk 3 sistem. teknologi sampai tradisi dan budaya.Minat dan kecintaan bangsa Jepang terhadap ilmu membuat mereka merendahkan diri untuk belajar dan memanfaatkan apa yang telah mereka pelajari. . yakni perusahaan biasanya tidak putus hubungan kerja. Pihak Barat memakai proses logika. Sikap patriotisme bangsa Jepang juga menjadi salah satu faktor yang membantu keberhasilan ekonomi negaranya. yaitu:   Sistem ketenagakerjaan sepanjang hidup. Tetapi.lebih cepat selalu diberi berbagai stigma negatif. Sistem kenaikan gaji sejajar umur. rasional dan kajian empiris untuk menghasilkan sebuah inovasi. Mereka juga menjadi pengguna utama produk lokal dan pada saat yang sama juga mencoba mempromosikan produk made in Japan ke seluruh dunia dari makanan. orang Jepang tidak mengorbankan sendiri tanpa syarat demi komunitas.

Ciri-ciri etos kerja dan budaya kerja orang Jepang adalah. Karena permainan terlalu menarik. Serikat pekerja yang diorganisasi menurut perusahaan. dan ingin menaikkan kemampuan diri sendiri. Tentu saja orang Jepang juga tidak bekerja tanpa gaji atau dengan gaji yang rendah. etos kerja orang Jepang mendewakan client/langganan sebagai Tuhan. yakni. Oleh ketiga sistem ini. Di atas ketiga sistem ini. dia kadang-kadang lupa pulang ke rumah.) Kata itu dikenal semua orang . berbeda dengan pekerja yang diorganisasi menurut jenis kerja. pekerja menganggap dan kuat diri sendiri anggota kepada perusahaannya merasa kesetiaan perusahaannya. Dan bagi dia kawankawan yang saling mempercayai sangat penting. Biasanya di Jepang kerja dilakukan oleh satu tim. etos kerja dan budaya kerja orang Jepang berkembang. jenis kerja apapun. bukan untuk gaji saja.  Mendewakan langganan. “Okyaku sama ha kamisama desu. Tetapi ketiga sistem ini menjadi teladan bagi perusahaan kecil juga. ketiga sistem ini dibentuk hanya di perusahaan besar. orang Jepang bekerja untuk kesenangan. terus bekerja. semua pekerja sebuah perusahaan. kebanyakan orang Jepang menjawab. Tetapi kalau gajinya lumayan. Fenomena ini disebut “work holic” oleh orang asing. anda berhenti bekerja ?”. Jika ditanya “Seandainya anda menjadi milyuner dan tidak usah bekerja.  Bekerja untuk kesenangan. Memang melanggar ajaran Islam. Dia ingin berhasil dalam permainan ini.” (Langganan adalah Tuhan.” Bagi orang Jepang kerja itu seperti permainan yang bermain bersama dengan kawan yang akrab. Kenyataannya. tidak ada di perusahaan kecil. diorganisasi satu serikat pekerja. “Saya tidak berhenti.

Budaya bisinis Jepang lebih mementingkan keuntungan jangka panjang. orang Jepang memegang teguh prinsip tepat waktu dengan tertib dan disiplin. Untuk melancarkan urusan pekerjaanya. Semua orang Jepang tahu pribahasa “Hara ga hette ha ikusa ha dekinu. Bagi orang Jepang.Jepang. perlu strategis dan pandangan jangka panjang. Jika semuanya berhenti bergerak. Karena ia tidak bergerak dan hanya dalam keadaan statis. Indonesia memiliki sumber alam melimpah dari pada . Seperti pahlawan dalam cerita rakyat Jepang. tidak ada alasan bagi Indonesia tidak bisa menjadi seperti Jepang.  Bisnis adalah perang. si samurai buta Zatoichi. Supaya menang perang seharusnya diadakan persiapan lengkap untuk bertempur setenaga kuat. Untuk menang perang. Orang Jepang yang di dunia bisnis menganggap bisnis sebagai perang yang melawan dengan perusahaan lain. Jepang harus memastikan cepat segala-galanya. Untuk itu. untuk bekerja harus makan dan mempersiapkan kondisi lengkap. maka ekonomi Jepang akan runtuh seperti Zatoichi yang luka dan mati karena gagal mempertahankan diri dari serangan musuh.) Oleh karena itu orang Jepang tidak akan pernah menerima kebiasaan puasa. rakyatnya.” (Kalau lapar tidak bisa bertempur. dan berusaha berkembangkan hubungan erat dan panjang dengan langganan. khususnya dalam sektor perindustrian dan perdagangan. menghadapi termasuk perubahan senantiasa bergerak disekelilingnya. Perusahaan Jepang berusaha mewujudkan permintaan dari langganan sedapat mungkin. Kata ini sudah motto bisinis Jepang. Kedua elemen itu menjadi dasar kemakmuran ekonomi yang dicapai Jepang sampai saat ini.

Dan dalam pasal 89 tertulis bahwa uang negara tidak boleh dipakai untuk lembaga agama. biasanya dia tidak suka memamerkan agamanya sendiri. Orang Jepang tidak peduli orang lain agamanya apa. Perbedaan yang paling besar antara masyarakat Jepang dengan Indonesia adalah masyarakat Jepang tidak peduli pada agama. Dalam pasal 20 tertulis bahwa semua lembaga agama tidak boleh diberi hak istimewa dari negara dan tidak boleh melaksanakan kekuatan politik. sekitar 70% orang Jepang menjawab tidak memeluk agama. Orang Jepang tidak ikut campur urusan pribadi . komitmen dan langkah pasti pemerintah serta masyarakatnya dalam mengaplikasikan formula ekonomi yang ampuh tersebut. tidak ada Departmen Agama. mahasiswa yang mempercayai agama tertentu hanya 7. Kekuasaan ada ditangan kita dan bukan terletak pada negara. tidak ada sekolah agama negara (seperti IAIN di Indonesia). Maka di Jepang tidak ada ruangan untuk sembahyang seperti mushala di instansi negara (termasuk sekolah). Dalam undang-undang dasar Jepang. maka tidak ada alasan untuk kita gagal melaksanakannya. Dilarang keras memakai anggaran negara untuk hal-hal agama.6%). dan kedudukan geografis yang strategis. tenaga manusia murah. negara dan instansinya tidak boleh melakukan kegiatan agama dan pendidikan agama tertentu. Menurut beberapa penelitian. Bangsa Jepang merupakan bangsa yang kuat dan memiliki harga diri yang tinggi. pemerintah tidak boleh ikut campur dalam urusan agama. mereka tidak peduli pada agama. Tetapi dibalik etos kerja dan budaya kerja bangsa Jepang. Ini merupakan ciri-ciri khusus masyarakat Jepang dibandingkan dengan masyarakat Indonesia.Jepang. (Pada tahun 1996. Terutama. Tergantung kemauan. infrastruktur yang baik. pemuda Jepang sangat tidak peduli agama. Jika bangsa Jepang bisa melakukannya. dan kalau dia mempercayai agama tertentu.

dan memisahkan seorang sebagai diri sendiri dari komunitas. tertib. Etika orang Jepang itu. keluarga. orang Jepang suka sekali minum minuman keras. judi. Etika orang Jepang adalah etika demi komunitas. perusahaan. tim sepak bola dll. Kristen dan Islam) mengutamakan Allah daripada komunitas. masyarakat Jepang sedikit korupsi. Sesudah Restorasi Meiji. kantor. Sedangkan Semitic monoteisme (agama Yahudi. efisien. dan masalah agama dianggap sebagai urusan pribadi. bentuknya apapun. bahkan minum bersama diwajibkan untuk mendorong rukun komunitas. partai. Kebanyakan orang Jepang tidak sampai adiksi/kecanduan. porno. Tetapi pada umumnya orang Jepang masih berdisiplin. orang Jepang mementingkan komunitas termasuk diri sendiri. lebih makmur. objek kesetiaan orang Jepang beralih pada perusahaan. tujuan utamanya membentuk hubungan baik di dalam komunitas. Sesudah perang dunia kedua. Etika orang Jepang tidak berdasar atas agamaDi Jepang tidak ada agama yang mendorong proses kapitalisme. semua hanya sarana hiburan saja untuk menghilangkan stres. sekolah. Maka misalnya minum minuman keras juga tidak dimasalahkan. kelompok agama. bersih dan aman (setidaktidaknya tidak terjadi konflik antar agama) daripada Indonesia. Tindakan pribadi dinilai oleh mendorong atau merusak rukun komunitas. Kebesaran komunitas bergantung pada situasi dan zaman. Ajaran agama juga digunakan untuk memperkuat etika komunitas ini. pabrik. tetapi ajaran sisi seperti itu ditindas. . bekerja keras. Sementara Konfusianisme sengat cocok dengan etika demi komunitas ini. dilimpah dengan tempat judi. Jepang dipenuhi dengan porno. pemerintah Meiji sangat menekankan kesetiaan pada negara. Bagi orang Jepang. Tentu saja agama Buddha juga mengutamakan Kebenaran Darma daripada komunitas.orang lain. minuman keras. desa. Negara.

Produktivitas kerja jangan dipandang dari ukuran fisik saja. Swiss. Manusia produktif menilai produktivitas dan produktif adalah sikap mental. dan Government Efficiency (55). Bekerja produktif sudah sebagai panggilan jiwa dan kental dengan amanah. peringkat produktivitas kerja Indonesia berada pada posisi 59 dari 60 negara yang disurvei. Lagi-lagi diduga kuat bahwa semuanya itu karena mutu sumberdaya manusia Indonesia yang tidak mampu bersaing. (2) sikap terhadap karyawanan. dia akan selalu berorientasi pada produktivitas kerja di atas atau minimal sama dengan standar kerja dari waktu ke waktu. Itulah yang disebut budaya kerja positif (produktif). Business Efficiency (59). Sementara itu budaya bekerja produktif mengandung komponen-komponen: (1) pemahaman substansi dasar tentang bekerja. Juga mungkin karena faktor budaya kerja yang juga masih lemah dan tidak merata.D. dan Filipina (49). World Competitiveness Book (2007). hari esok harus lebih baik dari hari ini. Jadi kalau seseorang bekerja. Urutan peringkat ini berkaitan juga dengan kinerja pada dimensi lainnya yakni pada Economic Performance pada tahun 2005 berada pada urutan buncit yakni ke 60. India (39). Thailand (27). Atau semakin turun ketimbang tahun 2001 yang mencapai urutan 46. . Korea (29). Malaysia (28). Cina (31). Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Dengan kata lain sikap tersebut sudah terinternalisasi. Tanpa diinstruksikan dia akan bertindak produktif. Bisa dibayangkan dengan kondisi krisis finansial global belakangan ini bisa-bisa posisi Indonesia akan bertahan kalau tidak ada remedi yang tepat. Dalam pemahaman tentang produktifitas dan produktif disitu terkandung aspek sistem nilai. Etos kerja bangsa Indonesia Insititute for Management of Development. memberitakan bahwa pada tahun 2005. Sementara itu negara-negara Asia lainnya berada di atas Indonesia seperti Singapura (peringkat 1).

Karena itu tidak jarang prusahaan yang mengabaikan kesejahteraan karyawan termasuk upah minimunya. Pemahaman karyawan tentang budaya kerja positif masih lemah.(3) perilaku ketika bekerja. Karena itu tidak heran produktivitas kerja di Indonesia termasuk terendah dibanding dengan negara-negara lain di Asia. Budaya organisasi atau budaya perusahaan masih belum banyak dijumpai. bisa jadi bekerja dianggap sebagai beban dan paksaan terutama bagi orang yang malas. Mengapa bisa seperti itu? Hal demikian bisa dijelaskan lewat formula matematika sederhana. (4) etos kerja. dan tingkat upah dari karyawan. pendidikan. Perusahaan belum mengganggap sikap produktif sebagai suatu sistem nilai. Hal ini pulalah juga agaknya yang kurang mendukung terciptanya budaya produktif. Produktivitas kerja merupakan rasio dari keluaran/output dengan inputnya. teknologi yang dipakai dsb. etos kerja. Dengan demikian produktivitas kerja di Indonesia relatif rendah karena memang rendahnya faktor-faktor kualitas fisik. tingkat pendidikan. Bekerja masih dianggap sebagai sesuatu yang rutin. Ditambah dengan rata-rata pendidikan karyawan yang relatif masih rendah maka produktivitas pun rendah. Sementara input berupa jumlah waktu kerja. Hal ini ditunjukkan pula oleh angka indeks pembangunan manusia di Indonesia (gizi. belum merata. . kondisi mutu dan fisik karyawan. Jadi output yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh faktor input yang digunakan. Bahkan di sebagian karyawan. (5) sikap terhadap waktu. tingkat upah dan gaji. Pertanyaannya apakah semua kita sudah berbudaya kerja produktif? Budaya kerja produktif di Indonesia. Seolah-olah karyawan tidak memiliki sistem nilai apa yang harus dipegang dan dilaksanakan. Bentuk output dapat berupa barang dan jasa.

kesehatan) yang relatif lebih rendah dibanding di negara-negara tetangga. Suka berpura-pura. Pendidikan dan pelatihan perlu terus dikembangkan disamping penyediaan akses teknologi. Dengan kata lain suasana proses pembelajaran plus dukungan kesejahteraan karyawan perlu terus dikembangkan. Etos kerja orang Indonesia adalah :    Munafik atau hipokrit. Berwatak lemah. Berjiwa feodal. plinplan. suka dihormati daripada menghormati dan lebih mementingkan status daripada prestasi. Seharusnya faktor-faktor tersebut perlu dikuasai secara seimbang agar para karyawan mampu mencapai produktivitas yang standar. Kurang kuat mempertahankan keyakinan. Namun lanjutnya. Enggan bertanggung jawab. dari 220 juta jiwa rakyat Indonesia. lain di mulut lain di hati. yaitu  Artistik. hanya ada satu yang positif. dan gampang terintimidasi. sikap dan ketrampilan) karyawan menjadi tuntutan pasar kerja yang semakin mendesak. Suka mencari kambing hitam. yang memang tidak bisa kita pungkiri. Kompetensi (pengetahuan. Masih ada organisasi yang peduli dan mau mengubah etos kerja yang disematkan ke bangsa Indonesia saat ini. Gemar upacara. mistis dan gaib. tidak semua memiliki etos kerja buruk seperti disebutkan diatas. Gemar hal keramat. Dengan melihat keadaan saat ini.   Percaya takhyul. dan memang begitu adanya. dekat dengan alam. ini merupakan kenyataan pahit. Kita harapkan etos kerja yang diterapkan tersebut bisa diimplementasikan dalam kerja nyata dan akan lebih baik lagi jika hal . Dari kesemuanya.

terutama yang beragama islam. motivasi dan niat. harus dapat menumbuhkan etos kerja secara Islami. namun juga kekuasaan nonformal yang justru sering disalahgunakan. Akan tetapi dengan bekerja saja tidak cukup. Salah satu faktor rendahnya etos kerja yang dimiliki oleh Indonesia yaitu negatifnya keteladanan yang ditunjukkan oleh para pemimpin. perlu adanya peningkatan. karena pekerjaan yang ditekuni bernilai ibadah. Oleh karena itu seleksi memililih pekerjaan menumbuhkan etos kerja yang islami menjadi suatu . Hasil yang diperoleh dari pekerjaannya juga dapat digunakan untuk kepentingan ibadah. Dan itu merupakan modal untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera. Setiap pekerja. E. dan banyak anak yang tidak mempunyai kesempatan untuk bersekolah. bangsa Indonesia adalah negara yang kaya dan merupakan bangsa yang besar. pengangguran semakin meningkat. termasuk didalamnya menghidupi ekonomi keluarga. Namun pada Kenyataannya rakyat miskin bertambah banyak. Lebih lanjut lagi beliau mengatakan. Dengan bekerja seseorang akan menghasilkan uang. Data Penduduk miskin sampai pada tahun 2009. Mereka merupakan model bagi masyarakat yang bukan hanya memiliki kekuasaan formal. dengan uang tersebut seseorang dapat membelanjakan segala kebutuhan sehari-hari hingga akhirnya ia dapat bertahan hidup. Etos kerja Islami Dalam kehidupan pada saat sekarang. Indonesia dikarunia sumber daya alam yang melimpah ruah dan jumlah penduduk yang besar.positif tersebut menyebar kepada semua Organisasi kerja diseluruh Indonesia. setiap manusia dituntut untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ciri-ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tingkah laku yang dilandaskan pada satu keyakinan yang mendalam bahwa bekerja itu ibadah dan berprestasi itu indah. Adapun karakter etos kerja muslim tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1. . Dengan demikian etos kerja Islami adalah akhlak dalam bekerja sesuai dengan nilai-nilai islam sehingga dalam melaksanakannya tidak perlu lagi dipikir-pikir karena jiwanya sudah meyakini sebagai sesuatu yang baik dan benar. Islam mewajibkan manusia untuk bekerja.keharusan bagi semua pekerjaan. Bekerja bukanlah bertujuan untuk mendapatkan uang semata sehingga mampu belanja apa saja atau memaksimalkan konsumsi. yang artinya “Seseorang yang keluar mencari kayu bakar (lalu hasilnya dijual) untuk bersedekah dan menghindari ketergantungan kepada manusia. baik diberi atau pun ditolak.” (HR Muslim). Adapun etos kerja yang islami tersebut adalah: niat ikhlas karena Allah semata.Adasemacam panggilan dari hatinya untuk terus nenerus memperbaiki diri. Karena sesungguhnya tangan yang di atas (memberi) itu lebih baik daripada tangan di bawah (meminta). mencari prestasi dan tampil sebagai bagian dari umat yang terbaik. itu lebih baik dari seseorang yang meminta-minta kepada orang lain. Dalam hadis disebutkan. kerja keras dan memiliki cita-cita yang tinggi. Bekerja sebagai kewajiban. akan tetapi bekerja merupakan media untuk membuktikan bahwa manusia itu adalah khalifatullah yang patuh mengikuti perintah Allah SWT.

memahami dan merasakan betapa berharganya waktu. Pengertian terhadap makna waktu merupakan rasa tanggung jawab yang sangat besar atas kemuliaan hidupnya. 3. Hal ini sebagaimana firman Allah swt: “ Demi masa.” (QS.2. seorang muslim bagaikan kecanduan waktu. Dan Waktu adalah asset ilahiyah yang sangat berharga. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan dan nasehat nasihat menasehati menasihati supaya supaya mentaati menetapi kebenaran kesabaran. waktu adalah rahmat yang tidak terhitung. Baginya. Sebagai konsekwensinya. Berdasar pada firman Allah di atas. Al-„ashr). Sehingga ia memandang tugasnya sebagai pengabdian. dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Dia tidak ingin ada waktu yang hilang dan terbuang tanpa makna. sebuah keterpanggilan untuk menunaikan tugas-tugas sebagai salah satu bentuk amanah yang seharusnya ia lakukan. Motovasi unggul yang ada hanyalah pamrih pada hati nuraninya sendiri. Menghargai waktu Salah satu esensi dan hakikat dari etos kerja islami adalah menghayati. mengabaikannya akan diperbudak kelemahan namun jika memanfaatkannya dengan baik maka berada di atas jalan keberuntungan. Memiliki niat yang ikhlas Salah satu kompetensi moral yang dimiliki seorang yang berbudaya kerja islami itu adalah nilai keikhlasan.Adasemacam bisikan dalam jiwanya agar jangan melewatkan barang seditik pun kehidupan ini tanpa memberi arti. . Jiwanya merintih bila ada satu detik berlalu tanpa makna.

Kejujuran dan integritas dapat mendorong sikap untuk siap menghadapi resiko dan bertanggung jawab. keberanian. Orang yang percaya diri. Memiliki sifat percaya diri Pribadi muslim yang percaya diri tampil bagaikan lampu yang benderang. Tidak mungkin di dalam tubuh orang yang ikhlas terdapat makanan dan minuman yang haram. Kata shiddiq adalah bentuk penekanan dari shadiq dan berarti orang yang didominasi kejujuran. melainkan juga input yang membentuk kepribadiannya didasarkan pada sikap yang bersih. Dengan demikian.” (Al Muddatstsir: 5) 4. memancarkan raut wajah yang cerah dan berkharisma. 5. dan tegas dalam bersikap. tangkas mengambil . Sikap ikhlas bukan hanya output dari cara dirinya melayani. cara dirinya mencari rezeki. optimis. Prilaku yang jujur adalah prilaku yang diikuti oleh sikap tanggung jawab atas apa yang diperbuatnya (integritas). dan mutma‟innah.ikhlas merupakan energy batin yang akan membentengi diri dari segala yang kotor. Memiliki sifat jujur Shadiq (orang yang jujur) berasal dari kata shidq (kejujuran). makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya adalah bersih. Orang yang berada di sekitarnya merasa tercerahkan.”wa rujza fahjur” dan tinggalkanlah segala bentuk yang kotor. Dengan demikian. di dalam jiwa seorang yang jujur itu terdapat komponen nilai ruhani yang berpihak kepada kebenaran dan sikap moral yang terpuji. Bahkan. tentram. Itulah sebabnya Allah swt berfirman.kalaupun ada imbalan itu bukanlah tujuan utama melainkan sekedar akibat sampingan dari pengabdiannya tersebut. Percaya diri melahirkan kekuatan.

. Tanggung jawab mengandung makna menanggung dan memberi jawaban. Mundur. 6. Maju berarti kemenangan telah ditangan dan kematian dalam sebuah perjuangan suci merupakan kerinduan para syuhada. dengan demikian pengertian taqwa yang kita tafsirkan sebagai tindakan bertanggung jawab dapat didefinisikan sebagai sikap dan tindakan seorang di dalam menerima sesuatu sebagai amanah. sehingga sadarlah bahwa dengan bertaqwa berarti ada semacam nyala api di dalam hati yang mendorong pembuktian atau menunaikan amanah sebagai rasa tanggung jawab yang mendalam atas kewajiban-kewajiban sebagai hamba Allah. Kita menyaksikan sebuah sejarah perjuangan yang sangat monumental ketika Thariq Bin Ziyad membakar seluruh armadanya untuk kemudian hanya menyodorkan dua pilihan.keputusan tanpa tanpak arogan atau defensive dan mereka tangguh mempertahankan pendiriannya. dengan penuh rasa cinta. Dalam bekerja. dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. tanggung jawab terhadap Tuhannya (Allah SWT). kapal telah hangus terbakar dan hanya hamparan samudra yang akan menerkam para pengecut. seorang individu akan dihadapkan pada tiga bentuk tanggung jawab. ia ingin melakukannya dalam bentuk pilihan-pilihan yang melahirkan amal prestatif. yaitu. Emiliki sikap bertanggung jawab Takwa merupakan bentuk rasa bertanggung jawab yang dilaksanakan dengan penuh rasa cinta dengan menunjukan amal prestatif di bawah semangat pengharapan ridha Allah.

Di antara peristiwa yang menyedihkan seperti kesempitan rezeki. baik peristiwa yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Dalam menghadapi peristiwaperistiwa yang menyedihkan. manusia tentu akan menghadapi berbagai macam peristiwa. manusia harus bisa mengendalikan dirinya. manusia diminta bersabar.7. Hal ini bisa terjadi karena sifat manusia yang loba dan cenderung melampaui batas. Iman sebagai landasan bekerja Landasan keimanan menghindarkan manusia untuk mengeksploitasi terhadap sumber-sumber alam dengan cara yang melampaui batas. kelaparan. Jika manusia berduka cita menghadapi kesusahan-kesusahan. dan Apabila ditimpa musibah. . namun Allah juga menetapkan takaran dan ukuran. tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi. bencana. 8. Sesungguhnya rezeki Allah itu melimpah tak terbatas. Oleh sebab itu. Sebagaimana firman Allah yang artinya. antara lain dengan cara bersyukur yang berarti menyadari karunia Allah yang murah itu sehingga ia mampu bertindak rasional. “Jika Allah melapangkan rezeki-rezeki kepada hamba-hamba-Nya. berdoa kepada Allah dan bersabar. Sabar Sabar merupakan sifat terpuji yang sangat sering disebut dalam al-Quran. dan lain-lain. Allah memerintahkan mereka untuk menunaikan shalat. (QS al-Baqarah: 156). Padahal Allah mengatur apa yang dikehendakinya dengan ukuran-ukuran”. Allah: hendaknya mengucapkan menghayati firman ”Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jua kami kembali”. Dalam menjalani kehidupannya. sehingga manusia tidak bisa seenaknya saja melakukan eksploitasi melampaui batas.

is that he corrects his defects and makes up his failings” (Keberuntungan yang baik akan datang kepada seseorang ketika dia dapat mengoreksi kekurangannya dan bangkit dari kegagalannya .9. dihayatinya dengan rasa penuh tanggung jawab sebagai pembuktian firman Allah swt. Hemat dan sederhana Seseorang yang memiliki etos kerja yang tinggi.” (QS. 10. Dan sebagai orang yang ingin menjadi winner dalam setiap pertandingan exercise atau latihan untuk menjaga seluruh kondisinya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. karena boros adalah sikapnya setan. menghitung asset atau kemampuan diri karena dia lebih baik mengetahui dan mengakui kelemahan sebagai persiapan untuk bangkit. Terukir sebuah motto dalam dirinya: “The best fortune that can come to a man. Karena hal itu sama dengan orang yang bertindak nekat. laksana seorang pelari marathon lintas alam yang harus berlari jauh maka akan tampak dari cara hidupnya yang sangat efesien dalam mengelola setiap hasil yang diperolehnya. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). . Dia menjauhkan sikap boros. Panggilan untuk bertanding dalam segala lapangan kebajikan dan meraih prestasi. “Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Seungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dari pada ia bertarung tanpa mengetahui potensi diri. Al ba1qarah:148) dan Seorang mujahid dan ciri pribadi muslim yang mempunyai etoskerja islami tidak pernah menyerah pada kegagalan. Memiliki insting bertanding (Fastabiqul Khoirat) Semangat bertanding merupakansisi laindari citra seorang muslimyang memiliki semanagat jihad.

Untuk mewujudkan rasa syukur itu.11. perasaan bersyukur akan memberi kepuasan pada diri sendiri. Kesimpulan A. manusia diperintahkan untuk menunaikan shalat dan berkorban. apa karena budaya atau karena tidak beragama ? . Bagaimana dan mengapa bangsa Jepang memiliki etos kerja tinggi. karena semua itu hanya titipan dari Allah yang diberikan kepadanya. Islam juga mengajarkan agar manusia melihat ke bawah yaitu mereka yang kurang bernasib baik supaya jiwa mereka tenang. Pengaruh kejiwaan terbesar yang muncul dari rasa bersyukur adalah ketenangan jiwa yang tidak bisa dibeli atau dinilai dengan uang. Manusia tidak boleh menyombongkan diri atas kelebihan-kelebihan yang telah diperolehnya. Dari perspektif psikologis. Senantiasa bersyukur Manusia diperintahkan untuk senantiasa bersyukur atas rezeki yang diperolehnya. bersyukur karena terlepas dari mara bahaya dan dianugerahkan nikmat kehidupan. selanjutnya akan menghilangkan rasa resah jika memperoleh sesuatu yang dicita-citakan.