PENGELOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU Program Studi Ujian Nama Nomor Mata Kuliah : MM : Semester : Raunas

: 2010390074 : Manajemen Strategik

1. Manajemen strategic memiliki keterkaitan dengan kerangka upaya mengelolah usaha/ bisnis untuk masa depan dari suatu organisasi manajemen . Proses aplikasi manajemen strategic dalam lembaga pendidikan memerlukan langkah teknis yang dapat didukung dihasilkannya rencana yang dimaksud. Konsep yang dapat digunakan adalah konsep Balance Score Cart. Komponennya mencakup hal-hal yang berkaitan dengan upaya meningkatkan dan memperbaiki dinamika bisnis dari organisasi bersangkutan. Melalui konsep tersebut dapat diperoleh peluang untuk melakukan perbaikan, pengembangan dan pendidikan SDM, serta pembelajaran untuk mengubah perilaku. Program ini merupakan suatu alat yang memerlukan perubahan paradigma maupun sikap dan wawasan dalam melakukan perencanaan. Konsepnya menghendaki agar berbagai hal yang direncanakan ingin diwujudkan, disusun dalam satu “scenario permainan dalam organisasi” artinya, melalui desainitu diharapkan keberhasilan akan dapat diwujudkan visi dan mengaplikasikan rangkaian kegiatan untuk menjaga misi organisasinya. Melalui konsep BSC hal itu akan dapat dikenali dan ditelusuri prosesnya. Secara aplikatif dalam manajemen lembaga pendidikan, langkahnya dimulai dengan mengumpulkan informasi untuk memahami posisi lembaganya. Evaluasi di fokuskan pada kajian atas :  Aspek kompetensi organisasi  Kinerja dan prestasi organisasi  Posisi organisasi saat ini Hasilnya akan dicapai sebagai bahan utama menyusun scenario, melalui kondisi sebagai kerangka pokok dalam uraian rencana strategicnya. Kembali kaji kegiatan bisnis yang dilakukan untuk menunjukkan pada bagaimana nilai tambah masih dapat diberikan pada produk yang dihasilkan, menghasilakan barang, menghasilakn jasa. Konsentrasikan pada komoditi atau jasa yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan. Pikirkan dari sisi “ Demand” yang diperlukan masyarakat atau industri. 2. Konsep yang dikembangkan untuk membantu manajemen organisasi dalam mengintegrasikan berbagai strategi dan program/ kegiatan, arahnya untuk mewujudkan sasaran pengembangan usaha, secara seimbang dan setara, sehingga visi dan misi organisasi dapat terwujud, melalui pencapaian tujuan dan sasaran pemakaian rangkaian sejumlah Strategis operasional. BSC adalah instrumen manajemen untuk membantu meningkatkan kinerja dan prestasi unit-unit operasional dalam organisasi melalui cara.  Meningkatkan kualitas rencana kerja  Memperbaiki kualitas manajemen  Memperbaiki pengendalian Dengan memakai sistem perencanaan operasi terpadu dan terarah pada sasaran yang ditetapkan. BSC dinilai unggul, karena komprehensif, terukur dan menunjukkan hubungan kerja yang terinteraksi. BSC dinilai lengkap dan cocok untuk pengembangan kapasitas, organisasi, manajemen, SDM, usaha dan keuangan organisasi.

BSC sudah banyak digunakan dalam perusahaan maupun instansi pemerintah, dan memberi mamfaat. 3. Organisasi dengan kinerja yang lebih tinggi potensinya, perspektif pelanggan, upaya memuaskan pelanggan atas kerya organisasi sehingga tercipta loyalitas dan citra yang baik. Perspektif keuangan, upaya pencapaian kinerja keuangan yang diinginkan para pihak dan pemilik usaha. Perspektif proses bisnis internal, pengembangan inovasi, perbaikan proses produksi, pemasaran, pelayanan serta penetapan aturan prosedur dan mekanisasi kerja dalam upaya menghasilkan barang dan jasa. Perspektif pembelajaran, pertumbuhan, upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan, serta sikap dan mental SDM. Analisis Strategik : menganalisis kinerja dan prestasi yang dicapai dalam organisasinya. Evaluasi kondisi internal, untuk menemukan keunggulan kompetitif, produk/ serta kelemahan yang ada. Kondisi eksternal, peluang& dan ancaman bagi organisasi. Temukan isu-isu strategic, yang berfungsi dalam kurun waktu setahun mendatang. Caranya dengan mengumpulkan informasi dan menganalisis sesuai dengan 4 perspektif BSC. Karena sumberdaya selalu terbatas, pilihan strategic harus menghasilkan mamfaat sebesar mungkin, sambil memperhatikan keterkaitannya dengan macam produk, pasar, sumberdaya maupun teknologi untuk kurun waktu tertentu. 4. Yang diakomondasikan dalam masing-masing perspektif dari usaha suatu organisasi, sebagai sarana dalam konsep BSC yang dapat digunakan untuk dapat mengembangkan rangkaian strategis pengadaan usahanya adalah komitmen pimpinan puncak tetap saja kata kunci, karena dengan adanya komitmen itulah organisasi dapat bergerak. Satu hal yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen adalah mengakomondasikan hal-hal umum dalam satu industri, akan tetapi bagaimanapun suatu perusahaan harus dapat mengakomondasikan hal yang menurut mereka spesifik bagi industri ataupun perusahaan dimana mereka berada. Dalam kaitan ini harap di ingat akan 4 perspektif yang dikemukakan oleh Kaplan, perspektif demikian tidak serta merta memposisikan perusahaan dapat mengadopsinya. Penentuan sasaran dan target bukanlah pekerjaan yang mudah karena hal ini harus termuat dalam satu perencanaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. 5. Perspektif keuangan peningkatan keuntungan usaha & anggaran dengan cara anggota di motivasi dengan berbagai cara supaya anggota setiap tahun semakin banyak, anggota bertambah. Administrasi usaha diperkecil supaya tidak banyak mengeluarkan anggaran biaya anggota tersebut, sesuai pula dengan alat canggih sekarang sudah banyak tidak menjadi barang langkah. Kalau usaha sudah efisiensi dan pengangkatan SHU sudah barang tentu penghasilan akan bertambah. Perspektif pelanggan, peningkatan partisifasi pada anggota koperasi harus ada, dengan cara mengurus koperasi, menganggap remeh pada pelanggan mempunyai perhatian yang bermakna. Pertahankan loyalitas dan pelanggan masyarakat umum, sehingga pelanggan akan betah berbelanja pada koperasi tersebut. Perspektif, proses bisnis internal peningkatan kualitas layanan oleh koperasi harus sangat diperhatikan bagaimana pelanggan supaya bisa betah atau tidak membosankan untuk berbelanja pada koperasi, pengembangan budaya kewirausahaan dalam koperasi sangatlah perlu, menyesuaikan diri terhadap lingkungan masyarakat koperasi perspektif, pertumbuhan pembelanjaran, modal karyawan harus ada untuk meningkatkan sumberdaya anggota hendaklah sekali dalam jangka waktu yang ditentukan. Anggota harus ada peningkatan skill dengan cara memberi pelatihan atau diklat

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful