P. 1
Kejang

Kejang

|Views: 123|Likes:

More info:

Published by: Candra Cahyaningtyas Giyanto on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2015

pdf

text

original

Kejang-kejang Seorang pria berusia 30 tahun dalam setahun terakhir sering mengalami kejang.

Sebelumnya setahun yang lalu mengalami kecelakaan yang menyebabkan dia tidak sadar dan dirawat di Rumah Sakit. Kejang biasanya timbul bila mengalami kelelahan dan banyak pikiran. Dia didiagnosis dokter menderita epilepsi sehingga harus minum obat seumur hidup. 1. Kejang Defenisi Sebelum kita memahami definisi mengenai kejang, perlu kita ketahui tentang seizure dan konvulsi. Yang dimaksud dengan seizure adalah cetusan aktivitas listrik abnormal yang terjadi secara mendadak dan bersifat sementara di antara saraf-saraf di otak yang tidak dapat dikendalikan. Akibatnya, kerja otak menjadi terganggu. Manifestasi dari seizure bisa bermacam-macam, dapat berupa penurunan kesadaran, gerakan tonik (menjadi kaku) atau klonik (kelojotan), konvulsi dan fenomena psikologis lainnya. Kumpulan gejala berulang dari seizure yang terjadi dengan sendirinya tanpa dicetuskan oleh hal apapun disebut sebagai epilepsi (ayan). Sedangkan konvulsi adalah gerakan mendadak dan serentak otot-otot yang tidak bisa dikendalikan, biasanya bersifat menyeluruh. Hal inilah yang lebih sering dikenal orang sebagai kejang. Jadi kejang hanyalah salah satu manifestasi dari seizure. Klasifikasi Kejang dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu kejang umum atau kejang sebagian. Kejang sebagian adalah manifestasi dari gangguan sebagian kecil saraf di otak. Sementara kejang umum merupakan manifestasi dari gangguan keseluruhan saraf di otak dan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Pada jenis kejang yang terakhir ini adalah jenis yang membutuhkan bantuan segera. Beberapa gejala umum kejang yang dapat kita waspadai adalah :
    

menangis kuat terjatuh kehilangan kesadaran seluruh badan kaku gerakan-gerakan mendadak yang tidak terkontrol

Gejala-gejala yang dapat timbul setelah kejang adalah, otot-otot menjadi lebih lunak, dan dalam beberapa kejadian seseorang dapat menjadi bingung dan lupa akan kejadian sebelumnya, mengantuk dan sakit kepala. Waktu durasi kejang bervariasi antara 1 hingga 5 menit, sedangkan kejang demam dapat mencapai 10 menit. Penyebab Beberapa etiologi kejang adalah :

Demam tinggi pada anak-anak.

Kejang tipe ini disebut sebagai kejang demam. Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan s/d 4 tahun. Kejang tipe ini tidak berbahaya.

Epilepsi,

merupakan gangguan pada otak. Kejang merupakan gejala yang sering pada epilepsi

      

Tersengat listrik Cuaca panas Racun: Alkohol,Amfetamin,Kapur barus,Overdosis kokain,Timah hitam Infeksi : AIDS, malaria,meninges,rabies,sifilis, tetanus, toxoplasmosis, Reaksi obat atau overdosis obat:Seftazidim Klorpromazin Imipenem Indometasin Vaksinasi Kerusakan jaringan otak : cedera kepala,pendarahan intrakranial,tumor,strok

Yang dapat dilakukan pertama kali saat menemui pasien kejang.
           

Jangan panik, berpikirlah dengan kepala jernih. Lindungi kepala penderita dari trauma Jauhkan benda-benda tajam Longgarkan pakaian penderita pada daerah leher Letakkan penderita pada posisi tidur menyamping sehingga jika terdapat cairan atau benda asing pada mulut penderita dapat keluar dan tidak menyumbat saluran napas Bersihkan mulut dari benda asing atau muntahan (jika ada) Jangan memegangi penderita yang sedang kejang Jangan letakkan sendok atau apapun di mulut untuk mencegah lidah tergigit Jangan berikan makanan atau minuman Jangan berikan obat apapun Jangan siram muka penderita dengan air Perhatikan durasi kejang, dan gejala gejala yang timbul untuk dilaporkan kepada petugas kesehatan

http://www.klikdokter.com/healthnewstopics/read/2010/11/01/15031142/kejang 2. Kecelakaan

3. Rumah sakit

Definisi Rumah Sakit Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan dengan memberdayakan berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat dan tempat yang digunakan untuk menyelenggarakannya disebut sarana kesehatan. Sarana kesehatan berfungsi melakukan upaya kesehatan dasar, kesehatan rujukan dan atau upaya kesehatan penunjang. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan (Siregar, 2004). http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18308/4/Chapter%20II.pdf 4. Diagnosis Pengertian Diagnosa _ Istilah kedokteran _ Suatu proses menemukan penyebab pokok dari masalah-masalah organisasi

_ Dipergunakan dengan pengertian dan perspektif lebih luas; ada prinsip kolaboratif antara tim manajemen dengan konsultan PO untuk menemukan informasi, menganalisa, dan menentukan tindakan intervensi

5. Epilepsi Epilepsi (dari bahasa Yunani Kuno ἐπιληψία Epilepsia'''') adalah gangguan neurologis umum kronis yang ditandai dengan kejang berulang tanpa alasan. Ini adalah tanda-tanda kejang sementara dan / atau gejala dari aktivitas neuronal yang abnormal, berlebihan atau sinkron di otak. http://www.news-medical.net/health/What-is-Epilepsy-%28Indonesian%29.aspx Adapun faktor-faktor penyebab epilepsi lainnya, diantaranya :
     

Perubahan kimia dalam otak. Penyakit turunan, berasal dari genetika. Gangguan fisik dan mental. Cedera pada kepala ketika mengalami kecelakaan. Luka pada masa kehamilan. Pengaruh lingkungan.

http://obat-tradisional.net/obat/faktor-faktor-penyebab-epilepsi.html GEJALA Kejang parsial simplek dimulai dengan muatan listrik di bagian otak tertentu dan muatan ini tetap terbatas di daerah tersebut. Penderita mengalami sensasi, gerakan atau kelainan psikis yang abnormal, tergantung kepada daerah otak yang terkena. Jika terjadi di bagian otak yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan, maka lengan kanan akan bergoyang dan mengalami sentakan; jika terjadi pada lobus temporalis anterior sebelah dalam, maka penderita akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau sangat tidak menyenangkan. Pada penderita yang mengalami kelainan psikis bisa mengalami d?j? vu (merasa pernah mengalami keadaan sekarang di masa yang lalu). Kejang Jacksonian gejalanya dimulai pada satu bagian tubuh tertentu (misalnya tangan atau kaki) dan kemudian menjalar ke anggota gerak, sejalan dengan penyebaran aktivitas listrik di otak. Kejang parsial (psikomotor) kompleks dimulai dengan hilangnya kontak penderita dengan lingkungan sekitarnya selama 1-2 menit. Penderita menjadi goyah, menggerakkan lengan dan tungkainya dengan cara yang aneh dan tanpa tujuan, mengeluarkan suara-suara yang tak berarti, tidak mampu memahami apa yang orang lain katakan dan menolak bantuan. Kebingungan berlangsung selama beberapa menit, dan diikuti dengan penyembuhan total.

Kejang konvulsif (kejang tonik-klonik, grand mal) biasanya dimulai dengan kelainan muatan listrik pada daerah otak yang terbatas. Muatan listrik ini segera menyebar ke daerah otak lainnya dan menyebabkan seluruh daerah mengalami kelainan fungsi. Epilepsi primer generalisata ditandai dengan muatan listrik abnormal di daerah otak yang luas, yang sejak awal menyebabkan penyebaran kelainan fungsi. Pada kedua jenis epilepsi ini terjadi kejang sebagai reaksi tubuh terhadap muatan yang abnormal. Pada kejang konvulsif, terjadi penurunan kesadaran sementara, kejang otot yang hebat dan sentakansentakan di seluruh tubuh, kepala berpaling ke satu sisi, gigi dikatupkan kuat-kuat dan hilangnya pengendalian kandung kemih. Sesudahnya penderita bisa mengalami sakit kepala, linglung sementara dan merasa sangat lelah. Biasanya penderita tidak dapat mengingat apa yang terjadi selama kejang.

Kejang petit mal dimulai pada masa kanak-kanak, biasanya sebelum usia 5 tahun. Tidak terjadi kejang dan gejala dramatis lainnya dari grand mal. Penderita hanya menatap, kelopak matanya bergetar atau otot wajahnya berkedut-kedut selama 10-30 detik. Penderita tidak memberikan respon terhadap sekitarnya tetapi tidak terjatuh, pingsan maupun menyentak-nyentak. Status epileptikus merupakan kejang yang paling serius, dimana kejang terjadi terus menerus, tidak berhenti. Kontraksi otot sangat kuat, tidak mampu bernafas sebagaimana mestinya dan muatan listrik di dalam otaknya menyebar luas. Jika tidak segera ditangani, bisa terjadi kerusakan jantung dan otak yang menetap dan penderita bisa meninggal. Gejala kejang berdasarkan sisi otak yang terkena Sisi otak yg terkena Lobus frontalis Lobus oksipitalis Lobus parietalis Lobus temporalis Lobus temporalis anterior Lobus temporalis anterior sebelah dalam Gejala Kedutan pada otot tertentu Halusinasi kilauan cahaya Mati rasa atau kesemutan di bagian tubuh tertentu Halusinasi gambaran dan perilaku repetitif yang kompleks misalnya berjalan berputar-putar Gerakan mengunyah, gerakan bibir mencium Halusinasi bau, baik yg menyenangkan maupun yg tidak menyenangkan

DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang disampaikan oleh orang lain yang menyaksikan terjadinya serangan epilepsi pada penderita.

EEG (elektroensefalogram) merupakan pemeriksaan yang mengukur aktivitas listrik di dalam otak. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak memiliki resiko. Elektroda ditempelkan pada kulit kepala untuk mengukur impuls listrik di dalam otak. Setelah terdiagnosis, biasanya dilakukan pemeriksaan lainnya untuk menentukan penyebab yang bisa diobati. Pemeriksaan darah rutin dilakukan untuk: - mengukur kadar gula, kalsium dan natrium dalam darah - menilai fungsi hati dan ginjal - menghitung jumlah sel darah putih (jumlah yang meningkat menunjukkan adanya infeksi). EKG (elektrokardiogram) dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan irama jantung sebagai akibat dari tidak adekuatnya aliran darah ke otak, yang bisa menyebabkan seseorang mengalami pingsan. Pemeriksaan CT scan dan MRI dilakukan untuk menilai adanya tumor atau kanker otak, stroke, jaringan parut dan kerusakan karena cedera kepala. Kadang dilakukan pungsi lumbal utnuk mengetahui apakah telah terjadi infeksi otak. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kejang Obat Jenis epilepsi Efek samping yg mungkin terjadi Jumlah sel darah putih & sel darah merah berkurang Jumlah sel darah putih & sel darah merah berkurang Tenang

Carbamazepine Generalisata, parsial Ethosuximide Petit mal Methsuximide Gabapentin Lamotrigine Phenobarbital Phenytoin Primidon Valproic acid Ezogabine Zonisamide Felbamate Topiramate Levetiracetam Rufinamide Primidone Parsial

Generalisata, parsial Ruam kulit Generalisata, parsial Tenang Generalisata, parsial Pembengkakan gusi Generalisata, parsial Tenang Kejang infantil, petit mal parsial Penambahan berat badan, rambut rontok mengantuk pusing dan vertigo,tremor, hilang ingatan , penglihatan ganda

Generalisata, parsial hipohidrosis Generalisata, parsial anemia aplastik , gangguan hati Generalisata, parsial gangguan psikomotor , gangguan daya ingat parsial Tenang

Generalisata, parsial Tenang Generalisata, parsial mual muntah, nistagmus

Clobazam

Parsial

ataksia , somnolen, disartri

PENCEGAHAN Obat anti-kejang bisa sepenuhnya mencegah terjadinya grand mal pada lebih dari separuh penderita epilepsi. http://medicastore.com/penyakit/686/Epilepsi.html Terapi farmakologis Andalan pengobatan epilepsi adalah obat antikonvulsan. Seringkali, pengobatan pengobatan antikonvulsan akan seumur hidup dan dapat memiliki efek besar pada kualitas hidup Bedah Paliatif operasi untuk epilepsi dimaksudkan untuk mengurangi frekuensi atau keparahan kejang. Contohnya adalah callosotomy atau commissurotomy untuk mencegah serangan dari generalisasi (menyebar untuk melibatkan seluruh otak), yang mengakibatkan hilangnya kesadaran. Prosedur ini karena itu dapat mencegah cedera akibat orang jatuh ke tanah setelah kehilangan kesadaran. Hal ini dilakukan hanya saat kejang tidak dapat dikontrol dengan cara lain. Transeksi subpial Beberapa juga dapat digunakan untuk mengurangi penyebaran kejang seluruh korteks terutama ketika fokus epilepsi terletak dekat bidang fungsional yang penting dari korteks. Resective operasi dapat dianggap paliatif jika dilakukan dengan harapan bahwa itu akan mengurangi tapi tidak menghilangkan kejang. Hemispherectomy melibatkan penghapusan atau pemutusan fungsional dari sebagian atau seluruh dari satu setengah dari otak besar. Hal ini diperuntukkan bagi orang yang menderita epilepsi yang paling bencana, seperti yang disebabkan oleh sindrom Rasmussen. Jika operasi dilakukan pada pasien yang sangat muda (2-5 tahun), belahan bumi yang tersisa mungkin mendapatkan beberapa kontrol motor dasar dari tubuh ipsilateral; dalam hasil pasien yang lebih tua, kelumpuhan pada sisi tubuh yang berlawanan ke bagian otak yang telah dihapus. Karena efek samping ini dan lainnya biasanya dicadangkan untuk pasien yang telah kehabisan pilihan pengobatan lainnya. Pengobatan lain Diet ketogenik - lemak tinggi, karbohidrat rendah yang dikembangkan pada tahun 1920, dilupakan dengan munculnya antikonvulsan yang efektif, dan dibangkitkan pada 1990-an. Mekanisme aksi tidak diketahui. Hal ini digunakan terutama dalam pengobatan anak-anak dengan berat, epilepsi intractable medis-. Listrik rangsangan - metode pengobatan antikonvulsan dengan kedua menggunakan saat ini disetujui dan penelitian. Sebuah perangkat saat ini yang disetujui stimulasi saraf vagus''(VNS''). Perangkat diteliti termasuk sistem''neurostimulation responsif''dan''otak''stimulasi yang mendalam. Stimulasi saraf vagus (VNS) - The VNS (US produsen = Cyberonics) terdiri dari perangkat listrik komputerisasi serupa di lokasi ukuran, bentuk dan implan untuk alat pacu jantung yang terhubung ke saraf vagus di leher. Perangkat merangsang saraf vagus di pra-mengatur interval dan intensitas arus. Efficacy telah diuji pada pasien dengan epilepsi terkait lokalisasi-menunjukkan bahwa 50% dari pasien mengalami peningkatan 50% dalam tingkat kejang. Serangkaian kasus telah menunjukkan khasiat serupa dalam epilepsi umum tertentu seperti sindrom Lennox-Gastaut. Meskipun tingkat

keberhasilan biasanya tidak sama dengan operasi epilepsi, itu adalah alternatif yang masuk akal ketika pasien enggan untuk melanjutkan dengan pemantauan invasif diperlukan, ketika evaluasi presurgical yang tepat gagal untuk mengungkap lokasi fokus epilepsi, atau ketika ada beberapa epilepsi fokus. Sistem neurostimulator Responsif (RNS) (US produsen Neuropace) terdiri dari perangkat listrik komputerisasi ditanamkan dalam tengkorak dengan elektroda tertanam dalam fokus epilepsi dianggap dalam otak. Elektroda EEG otak mengirim sinyal ke perangkat yang berisi kejang-deteksi perangkat lunak. Ketika kriteria tertentu kejang EEG terpenuhi, perangkat memberikan muatan listrik kecil untuk elektroda lainnya dekat dan mengganggu fokus epilepsi kejang. Efektivitas dari RNS ini sedang diselidiki saat ini dengan tujuan persetujuan FDA. Stimulasi otak dalam (DBS) (US produsen Medtronic) terdiri dari perangkat listrik komputerisasi ditanamkan di dada dalam cara yang mirip dengan VNS, namun rangsangan listrik dikirimkan ke otak dalam struktur melalui elektroda implan mendalam melalui tengkorak. Pada epilepsi, target elektroda inti anterior talamus. Efektivitas DBS di lokalisasi epilepsi terkait saat ini sedang diselidiki. Bedah invasif - Penggunaan Gamma Knife atau perangkat lain yang digunakan dalam radiosurgery saat ini sedang diselidiki sebagai alternatif untuk operasi terbuka tradisional pada pasien yang dinyatakan akan memenuhi syarat untuk lobektomi temporal yang anterior. Penghindaran Terapi - terapi Menghindari terdiri dari meminimalkan atau menghilangkan pemicu pada pasien yang kejang sangat rentan terhadap pencetus kejang (lihat di atas). Sebagai contoh, kacamata bahwa paparan bertentangan dengan panjang gelombang cahaya tertentu dapat meningkatkan kontrol kejang epilepsi fotosensitif di tertentu. Peringatan sistem - Sebuah respon anjing kejang adalah bentuk anjing layanan yang dilatih untuk memanggil bantuan atau memastikan keselamatan pribadi ketika kejang terjadi. Ini tidak cocok untuk semua orang dan tidak semua anjing bisa begitu terlatih. Jarang, anjing dapat mengembangkan kemampuan untuk merasakan kejang sebelum terjadi. Pengembangan formulir elektronik sistem deteksi kejang saat ini sedang diselidiki. Pengobatan alternatif atau komplementer - Sejumlah tinjauan sistematis oleh Cochrane Collaboration ke pengobatan untuk epilepsi memandang akupunktur, intervensi psikologis, vitamin dan yoga dan menemukan tidak ada bukti yang dapat diandalkan untuk mendukung penggunaan ini sebagai pengobatan untuk epilepsi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->